Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- H
- [musik]
- Brail [musik][bernyanyi]
- TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini
- masih di kediaman Ustaz Husin Alas di
- Gazbunyi. Alhamdulillah banyak tamu nih
- ya. Ada dari Pemalang, ada dari
- Cipinang, ee Pak Winarno dari Pemalang,
- ada Pak Dodi dari Curuk, ada Pak Hasbi
- eh kemudian Haji Endin dari Sentul ya,
- Pak Yusuf dari Cipinang. [tertawa]
- Alhamdulillah selamat datang Pak Wafi
- tentu saja dari Pamulang ya.
- Alhamdulillah.
- Oke, hari ini kita akan menjawab
- pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke
- redaksi. Nanti akan dijawab oleh Ustaz
- Husein. Alhamdulillah sekarang ada Ustaz
- Hamzah nih. Asalamualaikum, Ustaz
- Husein. Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah.
- Amin.
- Arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim.
- Shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan dengan
- al-Fatihah ini kita dimudahkan untuk
- memahami apa-apa yang nanti disampaikan
- oleh Ustaz Husin dan Ustaz Hamza.
- Dan acara ini juga disiarkan ke Radio
- Sela FM di Batam, Radio Latansa di
- Sukabumi, Radio Lusiana number one di
- Semarang, Radio Madina di Pontianak,
- Radio Rasal di Palembang, dan Radio
- Komunitas di Bondowoso.
- Baik, eh pertanyaan yang pertama saya
- akan bacakan pertanyaan dari Bapak Anto
- di Bogor. Asalamualaikum Husin dan Ustaz
- Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Para motivator suka meminta
- audiens-nya atau hadirinnya untuk
- menuliskan impian-impian kita. Misalnya
- ingin punya rumah yang besar atau ingin
- punya mobil mewah, kita terus bekerja
- sambil membayangkan
- ee impian itu. Katanya nanti ee
- insyaallah beberapa tahun kemudian
- impian itu akan terwujud. Beberapa orang
- yang sudah mencoba mengatakan betul
- terbukti. Yang ingin saya tanyakan,
- apakah ini termasuk ayat Allah mengikuti
- prasangka hambanya?
- [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thyiban mubarokan fi
- kama yuhibuna waard. Ya rabbana lakal
- hamdu kama yambagjalali wajhikal karim
- waliadimi sultanik.
- Subhanaka la nuhsianaan alaika anta
- kamaita ala nafsik falakal hamdu hatta
- tard wakal hamdu rit wakal hamdu ba'd
- Allahumma sholli ala muhammadin wa ali
- muhammad rabbana zidna ilman walhikna
- bisolihin amma ba'du.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa Radio
- Silaturahim yang dirahmati Allah. Ustaz
- Hamzah yang menemani kita pagi hari ini.
- Ustaz Muhammad Krishna Ondi. Begitu pula
- para tamu kita yang hadir di pagi hari
- ini.
- Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah
- atas kita semua. Baik dalam kehidupan
- dunia kita, baik di alam barzakh. Begitu
- pula pada saat kita dibangkitkan dan
- dikumpulkan di hadapan Allah Subhanahu
- wa taala. Semoga Allah mengampuni dosa
- kita semua, kedua orang tua kita,
- guru-guru kita, dan seluruh kaum
- mukminin dan mukminat. Allah jadikan
- kita sebagai orang-orang yang membawa
- petunjuk bagi umat manusia. berdakwah
- dengan penuh ketulusan
- dengan hikmah dan memberikan nasihat
- yang sebaik-baiknya.
- Pertama-tama salamullahi
- jamian warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pertanyaan yang diajukan oleh Saudara
- Anto ya.
- Iya. Di Bogor.
- Pertama kita perlu meluruskan bahwa
- tidak terdapat ayat dalam Al-Qur'an.
- Saya
- Allah mengid prasangka hambanya.
- Saya sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
- Itu merupakan hadis qudsi yang
- diriwayatkan ya dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Ana
- indah donni abdi. [berdehem]
- Apa yang disampaikan oleh motivator
- tersebut?
- Sebetulnya Allah subhanahu wa taala
- terangkan dalam suratul Isra ayat 18.
- ajiljalna
- lahu fiha ma
- tumma ja'alna jahannama
- ja'alna lahu jahannama yaslaha madmum
- madhur. Waman aradal akhirata wasa'alaha
- sa'yaha wahua mukminun faulaika kaana
- sa'yuhum masykuraniddu
- haulai wa haulai min atibik wana athu
- bika mahdurat.
- Pada ayat-ayat ini Allah berfirman,
- "Siapa yang menginginkan
- kehidupan dunia yang cepat dan segera,
- artinya menginginkan dan mengutamakan
- kehidupan dunia ini dari berbagai macam
- perhiasannya.
- Dunia menjadi fokus perhatian, tujuan,
- impian, dan angan-anganannya.
- Ajalna lahu fiha ma nasyau liman nurid."
- Kami segerakan juga baginya
- apa yang kami kehendaki bagi siapa yang
- kami kehendaki. Jadi bukan semau dia
- tapi tergantung kehendak all J. Siapa
- yang menginginkan kehidupan dunia yang
- segera, yang cepat ini, kami akan juga
- menyegerakan baginya apa-apa yang kami
- kehendaki, bagi siapa yang kami
- kehendaki.
- Tapi akhir dari kehidupan orang semacam
- ini kemudian kami akan menjadikan api
- neraka jahanam ya yang kelak akan
- dimasuki sebagai terminal akhir
- dalam keadaan hina dan terusir.
- Karena apa? Karena dia menjadikan dunia
- sebagai ladang ujiannya atau seharusnya
- menjadi ladang ujiannya dijadikan
- sebagai tujuan lupa kepada Allah
- penciptanya yang telah melimpahkan
- nikmat karunia atas dirinya di mana
- seluruh
- eksistensinya
- dan nikmat-nikmat yang ada padanya
- berasal dari ternyata dia lupakan Allah
- subhanahu wa taala menjadikan dunia
- sebagai tujuannya maka Allah subhanahu
- wa taala akan menyegerakan baginya ya
- Tapi sesuai dengan apa yang dikehendaki
- Allah Subhanahu wa taala bagi siapa yang
- Allah Subhanahu wa taala kehendaki.
- Oleh karena itu apa yang disampaikan
- oleh motivator tadi
- mengingatkan seseorang untuk selalu
- mengingat dan mengimpikan apa-apa yang
- diinginkan. Ini menjadi motivasi dia
- untuk bekerja berjuang. Kemudian dia
- dapatkan apa yang dia inginkan. Dia
- senang berbahagia karena apa?
- Cita-citanya tercapai. Tapi keadaannya
- amat mengenaskan. Karena apa? Karena
- dunia yang seharusnya hanya merupakan
- wasilah
- ternyata dijadikan sebagai tujuan.
- Perumpamaannya mirip dengan apa yang
- Allah gambarkan dalam suratun Nur.
- Walladina kafaru a'aluhum kasarabim
- biqiatin yahsabuh
- ma. Orang-orang yang kafir yang ingkar
- yang lupa kepada Allah lupa akan tujuan
- hidupnya. Usaha mereka dalam kehidupan
- dunia ini mirip dengan apa? dengan
- orang-orang yang haus dahaga menjumpai
- bayang-bayang fatamurgana ya
- memberikan harapan seolah-olah apa dia
- akan menghilangkan dahaganya dengan
- bayang-bayang dan riak-riak air yang
- disaksikan di tengah padang yang luas.
- Dalam keadaan haus penuh dengan harap
- dan angan-angan, dia mengejar
- bayang-bayang tersebut. Ternyata begitu
- tiba di tempat di mana dia menyaksikan
- bayang-bayang air, ternyata hanya
- merupakan apa?
- Bayang-bayang palsu. Jadi orang-orang
- yang kafir ini dalam usaha mereka,
- perjuangan mereka mirip dengan apa?
- Dengan seorang yang haus dahaga
- menyaksikan bayang-bayang fatamorgana di
- tengah-tengah padang yang luas. Dia
- berlari, bergegas-gegas, mengejar. Tiba
- di sana dia enggak menjumpai apa-apa.
- Wawajadallaha indah. Dia menjumpai Allah
- Subhanahu wa taala di tempat tersebut.
- Maksudnya apa? Kehidupannya berakhir.
- Karena hanyut bersama angan-angan. Dia
- lupa bahwasanya kehidupannya satu hari
- nanti akan apa? Jadi mengakhiri hidupnya
- dalam mengejar bayang-bayang.
- Tiba di ujung kehidupannya menjumpai
- Allah. Akhirnya dia menjumpai semua
- hisab pertanggungjawaban atas amal-amal
- perbuatan yang dilakukan. Wajadallahaahu
- fawaahu hisabah. Allah melunasi bayaran
- amalnya. Wallahu sariul hisab. Sungguh
- Allah maha cepat hisabnya.
- Kita hidup di dunia
- paling hanya 60 70 tahun. Begitu tiba
- pada usia 60 tahun kita merasakan waktu
- berlalu begitu cepat dan singkat. Kita
- tidak mampu untuk mengerem lajunya
- waktu. Kita merasakan saat kita dengan
- akhir dari kehidupan kita semakin dekat.
- Tapi kalau pada saat-saat usia semacam
- ini kita masih hanyut bersama kehidupan
- dunia, apa yang kita akan bawa untuk
- menghadapi kehidupan akhir yang kekal
- tiada akhir?
- Lalu kelanjutan dari ayat ini dalam
- suratun Nur, kalau tadi Allah
- menggambarkan amal usaha mereka yang
- sia-sia, Allah juga gambarkan kehidupan
- mereka yang mencekam,
- yang menyesakkan.
- fi bahrin luji yahu maujun min fauqihi
- maujun minuqi sahabulumatun
- ba fauq bain akadahu lam yakad yaroha
- wamj'alillahu lahu nuro fama lahu min.
- Nah, kalau tadi menggambarkan usahanya
- pada ayat ini Allah gambarkan jiwanya.
- Bagaikan seorang yang berada di
- tengah-tengah kedalaman lautan
- diselimuti oleh gelombang. Kita tahu
- bahwasanya gelombang lautan itu bukan
- hanya yang terdapat di permukaan, tapi
- ada arus bawah. Ada arus. Dan biasanya
- gelombang semacam ini amat mengerikan
- dan menakutkan. Seperti contohnya pantai
- selatan Pelabuhan Ratu.
- Kita tidak menjumpai para selancar di
- sana. Karena bukan hanya gelombang yang
- di luar, tapi apa? Arus bawah ini yang
- menarik, yang berbahaya.
- Jadi orang ini dalam kedalaman lautan
- yang dalam diselimuti oleh gelombang.
- Kemudian di atasnya terdapat lagi
- gelombang. Kemudian awan juga penuh
- dengan apa?
- Awan penuh dengan apa? Dengan pekat
- menyelimuti. Hingga apa? Hingga matahari
- sinarnya tidak sampai ke mana? Sampai ke
- bawah. Nah, di dalam kedalaman lautan
- diselimuti oleh gelombang demi gelombang
- tertekan ya dan terjepit. Kita bisa
- merasakan bagaimana perasaannya. Arus
- yang menekan kegelapan sampai-sampai
- kalau dia mengeluarkan tangannya tidak
- mampu untuk melihat tangannya. Jadi
- tangannya yang dekat bahagian dari tidak
- mampu untuk dilihat. Zulumatun ba'duha
- fauqo ba'b. Kegelapan yang
- bergulung-gulung menyelimuti dirinya.
- Dan siapa-siapa yang Allah tidak berikan
- penerangan,
- dia tidak akan memiliki cahaya yang
- menerangi hidupnya. Ini gambaran
- orang-orang yang menjadikan dunia
- sebagai tujuan hidupnya.
- Dia dibuat senang terkadang,
- tapi lebih banyak dibuat susah. Tapi
- kalau orang yang beriman,
- baik dalam nikmat dia bersyukur, dalam
- cobaan dia bersabar, dalam perjuangan
- dia menang, dia mengangkat tangannya
- mengakui semua nikmatnya dari Allah.
- Pada saat dia kalah tidak sia-sia. Pada
- saat dia mati-mati dalam keadaan syahid.
- Apa yang merugikan orang-orang yang
- beriman? Oleh karena itu, mereka-mereka
- yang menjadikan dunia sebagai tujuan
- hidupnya adalah orang-orang yang paling
- merana, yang paling menderita, dan
- paling mencekam hidupnya.
- Jadi Allah sebutkan, "Siapa yang
- menginginkan kehidupan dunia yang cepat,
- segera kami berikan."
- Ya, apa-apa yang kami kehendaki dibatasi
- oleh Allah bagi siapa yang kami
- kehendaki. Tapi akhir perjalanan dari
- orang ini adalah api neraka jahanam yang
- akan dimasuki kekal di dalamnya untuk
- selama-lamanya.
- Oleh karena itu, anggota DPR mesti
- waspada ini memberikan persetujuan dan
- mengesahkan undang-undang Omnibusno yang
- merugikan bangsa dan negara. Apa yang
- mereka akan terima tidak berarti. Hanya
- kepingan dunia. Tapi azab yang mereka
- akan tanggung akibat menyengsarakan
- bangsa ya dan negara akan mereka pikul
- yang tidak mungkin dapat dipikul bahkan
- oleh orang yang paling tahan dalam
- penderitaan. Azab yang mereka rasakan
- bukan azab yang sifatnya pribadi tapi
- azab sebagai akibat dari
- perbuatan-perbuatan yang menyengsarakan
- bangsa dan negara. Maka saya heran pada
- anggota DPR yang mengaku sebagai
- orang-orang Islam, mengesahkan hukum
- yang mereka tahu merugikan bangsa
- negara, menyengsarakan saudara-saudara
- mereka hanya dengan kepingan-kepingan
- dunia yang mereka terima. Tapi mereka
- akan kehilangan hari akhirat yang kekal
- dan abadi. Waliadubillah.
- Nah, sebaliknya pada ayat 20
- pada ayat 19
- aral akir wasaha wahua mminun
- faulaikauhum
- maskur. Adapun orang yang menginginkan
- akhirat
- bukan hanya ingin, bukan hanya
- angan-angan, tapi dia berjuang untuk
- akhiratnya dan dia beriman kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Faulaikauhum
- maskur. Maka mereka-mereka ini usaha
- mereka benar-benar amat disyukuri oleh
- Allah. Ini ungkapan disyukuri. Allah
- tidak mengatakan Allah sediakan balasan
- yang lebih baik bagi mereka dengan
- ungkapan usaha mereka yang amat-amat
- disyukuri oleh Allah. Beda enggak
- ungkapan ini?
- Jadi, bagaimana Allah memberikan balasan
- padanya yang tidak dapat sama sekali
- kita apa kita khayalkan.
- Dan barang siapa yang menginginkan
- kehidupan akhirat dan dia berjuang untuk
- akhiratnya bukan hanya angan-angan dan
- dia beriman pada Allah sesungguhnya amal
- usaha mereka amat-amat disyukuri.
- Kita tahu bahwasanya Allah Subhanahu wa
- taala asyakur salah itu namanya asyakur
- kebiasaannya membalas kebaikan yang
- dilakukan seorang hamba dengan balasan
- yang lebih baik. Amal kita dalam
- kehidupan dunia dibalas dengan
- kebahagiaan kekal dan abadi. Tidak
- mungkin sama sekali amal kita
- dibandingkan dengan balasan Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, kalau orang
- menjadikan akhirat sebagai tujuannya,
- kira-kira dia akan kikir enggak dengan
- dunianya?
- Dia mendapatkan dunia bukan untuk dunia,
- tapi dia mendapatkan dunia, dia berusaha
- untuk perjuangannya di jalan Allah. Oleh
- karena itu, di saat datang panggilan
- Allah untuk berinfak, berjuang, dia
- tidak akan ragu-ragu. Karena dia bukan
- menjadikan dunia sebagai tujuannya.
- Dunia hanya sebagai jembatan. Sedangkan
- tujuan akhirnya adalah berkumpul bersama
- para kekasih Allah di tempat yang tidak
- terdapat lagi kesedihan maupun kedukaan.
- Lalu Allah bilang, "Kull numidu haulai
- waulai minik." Masing-masing baik yang
- menginginkan akhirat atau menginginkan
- dunia kami berikan dari pemberian
- Tuhanmu.
- Diberikan Allah dari pemberiannya ya
- sesuai dengan kehendak Allah. Jadi
- numidu haulai wa haulai minik.
- Masing-masing golongan ya yang
- menginginkan dunia atau menginginkan
- akhirat ya Allah subhanahu wa taala
- berikan dari pemberiannya.
- Dan karunia Tuhanmu sekali-kali tidak
- terhalang. Yang ingin dunia dapat dunia,
- yang menginginkan akhirat juga apa.
- Tapi yang paling berbahagia orang yang
- menjalani kehidupan dunia tanpa
- kesedihan, tanpa kesombongan. Karena
- dunia di tangannya tidak membuat dia
- lupa. Pada saat dicoba dengan
- kesempitan, tangannya, hatinya semua
- tertuju pada Allah. Dan dia tidak
- bersedih, berduka, atau iri terhadap
- orang-orang yang diberikan kelebihan.
- Dia merasakan bahwa orang-orang yang
- bersabar dalam menghadapi cobaan akan
- menerima balasan yang tidak akan pernah
- dibatasi oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam.
- Bismillahirrahmanirrahim. [mendengus]
- Allahum sayidina Muhammadin wa sayidina
- Muhammad.
- ee sebenarnya sudah panjang lebar
- disebutkan tadi oleh Ustaz Husin, tapi
- sedikit ee supaya jangan disalah pahami
- tadi di dalam surah Annur yang
- diterangkan oleh Ustaz Husin tadi. Ya,
- di ayat sebelumnya Allah memuji kepada
- mereka-mereka ya yang berusaha bekerja
- berdagang [mendengus]
- ingin mencapai cita-citanya tapi tidak
- mengingatkan Allah tidak melupakan Allah
- subhanahu wa taala. Rijalun laulim
- tijaratun wikrillah.
- Ya. Jadi ada orang-orang yang yang
- tidak mereka itu tidak dibikin lupa oleh
- perdagangannya,
- oleh perniagaannya,
- ya perjual beliannya atau mengejar
- cita-citanya di dalam menggapai, meraih
- ee apa yang dia usahakan itu dari
- mengingat Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- bukan ee mencari harta, mencari
- kedudukan, mencari kemudian melupakan
- Allah dengan menghalalkan segala cara
- yang penting dapat itu. Itu itu adalah
- orang-orang yang seperti yang tadi.
- Akhirnya di akhirat nanti dia tidak akan
- dapat apa-apa nanti dari usahanya yang
- begitu siang malam dia dia cari, dia
- upayakan untuk dia dapat kesenangan.
- kesenangan. Akhirnya hanya sedikit yang
- di bahkan tidak ada artinya nanti ketika
- dia di akhirat.
- Ada suatu riwayat ee dalam hadis
- sebutkan bagaimana nanti di akhirat
- orang yang waktu di dunia senang seumur
- hidupnya senang sedikit aja kemudian
- dirasakan azab neraka.
- Ditanya hal alamat bika ee nikmatun qat?
- Apakah pernah kamu merasakan kenikmatan
- sedikit saja? bilang la ya tidak aku
- enggak pernah berasa hilang semuanya itu
- jadi Pak jangan kan ke akhirat dah di
- dunia saja juga kenikmatan yang kita
- dapat seperti apa sih ya kenikmatan
- makan setah ini hilang ya lewat ya
- hilang nikmatnya kemudian juga e apa
- yang dia rasakan kadang-kadang entar
- rada sakit entar problem keluarganya
- pasti Allah subhanahu wa taala berikan
- peringatan peringatan-peringatan seperti
- itu. Nah, orang yang mencari kalau dia
- beramal, dia misalnya mencari rezeki,
- tapi dia tetap ingat kepada Allah
- Subhanahu wa taala, ini orang-orang yang
- akan mendapatkan kebahagiaan fid dunia
- wal akhirat. Jadi jangan karena mengejar
- kedudukan, mengejar target
- kita tadi
- meluluskan undang-undang tapi enggak
- memikirkan bagaimana dampaknya terhadap
- rakyat. Nah, ini hisabnya besar sekali.
- Kalau orang ee berdosa
- hanya untuk dia yang pribadinya, dia
- istigfar langsung Allah subhanahu wa
- taala maafkan. Tapi kalau berdosa tapi
- terhadap manusia-manusia lain,
- bagaimana dia harus minta maaf kepada
- para mereka itu yang disengsarakan itu
- ee tanggung jawabnya sangat besar di
- yaumul kiamah. Wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz Hamzah. 1 sen.
- Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Sri di
- Warung Jati. Asalamualaikum Ustaz Husein
- dan Ustaz Hamzah. Bagaimana kalau kita
- masuk ee masak ayam yang sudah
- disembelih, ayam potong yang kita beli
- di pasar ee kan kita tidak tahu cara
- penyembelihannya yang menyebutkan Allah
- apa tidak, apakah halal atau haram.
- Kemudian bagaimana kalau kita membeli
- ikan atau ayam yang hidup dari pedagang
- nonmuslim?
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma [berdehem]
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Kita semua terbiasa di saat kita membeli
- sesuatu
- biasanya kita berhati-hati.
- Membeli pakaian kita coba dulu.
- Membeli tanah kita periksa
- surat-suratnya.
- beli emas atau batu mulia juga kita akan
- periksa terlebih dahulu ya
- surat-suratnya ini barang asli atau
- palsu.
- Tapi yang mengherankan dalam urusan
- agama kita tidak berhati-hati.
- Makanan yang masuk ke dalam perut kita
- ini itu menimbulkan dampak terhadap jiwa
- kita, kecondongan kita, dan perilaku
- kita. Sebagaimana yang kita pelajari
- pada kajian yang lalu, Allah sebutkan
- bagaimana Allah memerintahkan kita untuk
- memilih makanan yang halal dan thayib
- dan tidak mengikuti langkah-langkah
- setan ya yang mengajak kita untuk makan
- sembarangan dan tidak berhati-hati.
- Allah sebutkan bahwa tujuan setan innama
- yammurukum bisu wal fahsya wa an taquulu
- alallahi ma tamamun. Tujuan setan
- mendorong kalian memakan yang diharamkan
- Allah, memakan yang tidak thayib itu
- untuk membuat kalian cinta kepada yang
- buruk dan kalian kerjakan.
- Juga melakukan perbuatan yang keji dan
- berdusta atas nama Allah. Oleh karena
- itu, sebagaimana yang saya sebutkan,
- kalau ulama-ulama yang tahu agama,
- menghafal Quran, bahkan tahu hukum
- Allah, tapi menempatkan ayat Allah bukan
- pada tempatnya, ketahuilah bahwa ini
- orang kemasukan barang-barang yang haram
- di tubuhnya.
- Begitu orang kemasukan barang-barang
- yang haram, dengan mudah untuk disetir
- dan dikemudikan oleh setan. Oleh karena
- itu,
- kalau kita belanja sesuatu
- hendaknya kita berhati-hati.
- Makanan-makanan yang jadi ya diproduksi
- oleh orang-orang di luar Islam.
- Walaupun terkadang berasal dari
- makanan-makanan yang halal pada zatnya.
- Contohnya ayam, kambing, sapi. Tapi
- pernah tidak kita bertanya bagaimana
- cara pemotongannya?
- makanan yang halal pada zatnya arti
- bukan dari yang diharamkan Allah. Kalau
- penyembelihannya tidak mengikuti Allah,
- maka makanan tersebut adalah makanan
- yang tidak thayib. Begitu masuk ke dalam
- tubuh kita, wali iyadzubillah akan
- menimbulkan dampak yang negatif.
- Sering ibu-ibu berbelanja di mall, ya,
- mereka membeli ayam, katakan ada yang
- memilih hanya paha-pahannya sudah
- dipotong atau dadanya atau wing sayapnya
- ya.
- pemotongannya dia tidak tahu sama
- sekali.
- Apalagi kita tahu kebanyakan
- pedagang-pedagang ini menyepelekan
- masalah ini.
- Di pasar juga kita jumpai ayam-ayam yang
- telah terpotong. Terkadang ayam-ayam
- tersebut di perjalanan telah mati.
- Si pedagang tidak mau mengalami kerugian
- ya. Kemudian disepuh warnanya yang
- tadinya kebiru-biruan dengan sepuh yang
- berwarna kuning. Kita makan bangkai.
- Bagaimana kira-kira efek dan dampaknya?
- Haram.
- Jadi menyembelih dengan cara yang
- diajarkan Allah membuat hewan-hewan yang
- halal tersebut statusnya berubah dari
- bangkai menjadi makanan yang halal dan
- thayib.
- Oleh karena itu, jangan sekali-kali
- kita memakan sesuatu yang tidak jelas
- pemotongannya.
- Yang tidak jelas.
- Kalau kita makan di restoran, hendaklah
- kita makan dari restoran yang
- betul-betul kita yakin orangnya
- betul-betul taat beragama dan memilih
- makanan-makanan yang sesuai dengan
- aturan.
- Kenapa Singapura bisa apa bisa
- menerapkan hal ini untuk orang Islam?
- Penuh dengan kehati-hatian. Hak orang
- Islam dilindungi. Kita mayoritas di
- negeri kita, ternyata sesama kita tidak
- menghargai sama sekali.
- Akhirnya dengan mudah bangsa kita ini
- walaupun berpendidikan tinggi, walaupun
- tahu agama untuk menjual agamanya dengan
- harga yang murah.
- Lalu pertanyaannya bagaimana seandainya
- sembelihan-sembelihan tersebut berasal
- dari orang di luar Islam?
- Berasal dari orang di luar Islam. Mereka
- membawa firman Allah dalam suratul
- maidah, allyyauma uhilla lakumut
- thyibat.
- Pada hari ini dihalalkan segala yang
- thaib. Segala yang
- dan makanan para ahli kitab ya juga
- halal bagi kalian.
- Begitu pula makanan kalian juga halal
- kalian sajikan untuk mereka walaupun
- mereka tidak termasuk orang yang
- beriman. Lalu dengan ayat ini mereka
- mengatakan sembelihan ahli kitab boleh
- kita makan.
- Padahal ayat ini tidak menyebutkan
- sembelihan, menyebutkan makanan.
- Makanan-makanan yang disajikan untuk
- kita yang tidak termasuk dari hal yang
- diharamkan Allah Subhanahu wa taala
- halal untuk kita makan. Begitu juga
- makanan kita juga halal untuk dimakan
- mereka. Tapi sembelihan mereka, kalau
- sembelihan orang Islam yang tidak
- menyebutkan nama Allah tidak halal bagi
- kita, apalagi sembelihan mereka. Jadi
- Allah tidak menyebutkan zabihah tapi
- menyebutkan taam. Thaam itu makanan.
- Kalau mereka berikan kita makan yang
- berasal dari gandum, katakan telur dan
- lain sebagainya tidak berhubungan dengan
- penyembelihan, kita halal untuk
- memakannya. Tapi kalau sudah berkaitan
- dengan penyembelihan ini menyangkut apa
- yang masuk ke dalam tubuh kita. Masa
- kita percayakan hal ini pada orang-orang
- yang yang tidak seiman dengan kita.
- Mudah sekali mereka memasukkan sesuatu
- yang tidak benar atau mereka mengaku
- menyembelihnya dengan cara yang islami?
- Padahal sama sekali apa? Tidak sesuai
- dengan aturan Allah. Dulu kita di daerah
- hutan kayu Rawamangun pada masa
- kanak-kanak.
- Pada saat lebaran kita memberikan hadiah
- ee makanan kita pada orang nonmuslim.
- Tetangga kita berasal dari Advent. Baik,
- rapi.
- Pada saat
- mereka memperingati hari raya mereka
- atau pada hari tertentu mereka
- mengirimkan makan untuk kita. Tapi apa?
- Mereka tahu bahwasanya sembelihan mereka
- ini tidak akan kita makan. Jadi mereka
- panggil orang Islam untuk menyembelih
- ayam di hadapan mereka. dimasak juga
- dengan cara yang baik. Dihadiahkan kita
- untuk orang Islam.
- Dalam advent babi haram hukumnya babi ha
- haram. Sama dalam pengharaman dengan
- kita. Bahkan termasuk juga binatang yang
- berkuku satu haram untuk mereka makan.
- Jadi kita lihat bagaimana mereka tahu
- bahwa kalau mereka menyembelih kita
- tidak akan makan. Mereka perintahkan
- orang Islam untuk menyembelih
- menyebutkan nama Allah kemudian dimasak.
- Setelah itu mereka sajikan untuk kita.
- Kita hargai pemberian mereka dalam
- masalah ini. [berdehem] Jadi kita orang
- Islam seharusnya tidak boleh
- sembarangan. Di pasar ada ayam yang
- hidup.
- Alangkah indahnya di saat kita membeli
- ayam tersebut yang merupakan nikmat
- Allah, kita minta izin dari Allah Taala.
- Nah, menyembelih dengan menyebutkan nama
- Allah, kita memohon izin dari Allah
- untuk menikmati apa yang Allah Subhanahu
- wa taala ciptakan. Tapi kalau kita
- mengambil begitu saja sesuatu tanpa
- seizin Allah pemiliknya, ini sama aja
- dengan pencurian.
- Sama aja dengan pencurian. Oleh karena
- itu dalam Al-Qur'an Allah sebutkan
- kemarin ya sebagaimana dalam kajian kita
- sebanyak tiga kali peringatan dari
- Allah. Pertama dalam bentuk perintah.
- Kedua dalam bentuk pertanyaan yang
- berisikan keingkaran. Yang ketiga dalam
- bentuk larangan untuk memakan sesuatu
- yang tidak disebutkan nama Allah. Faqulu
- mimmaukirmullahi
- alaihi inum biayatihi mminin. Makanlah
- dari apa yang telah disebutkan nama
- Allah padanya kalau kalian mengaku
- beriman. Ayat berikutnya wakum alla
- mimukirmullahi
- alaihi waqikumai.
- Apa halangannya kalian memakan sesuatu
- yang telah disebutkan nama Allah
- padanya? Padahal Allah telah merincikan
- apa yang Allah haramkan untuk kalian
- kecuali dalam keadaan darurat.
- Lalu ayat ketiganya, wala takulu mimma
- lam yudkarismullahi alaih wa innahu
- lafisq. Jangan makan sesuatu yang belum
- disebutkan nama Allah padanya. Dan dia
- adalah perbuatan yang fasik, makanan
- yang fasik yang bisa menjerumuskan kita
- ke dalam kefasikan.
- Oleh karena itu, memakan sesuatu dengan
- menyebutkan nama Allah berarti
- ungkapan bahwa kita mengakui semua ya
- yang ada di alam raya ini termasuk yang
- kita nikmati adalah milik Allah. Sebagai
- ungkapan syukur kita kepada Allah, kita
- memohon izin dari Allah Subhanahu wa
- taala untuk memanfaatkannya.
- Ini berkaitan dengan iman kita. Tapi di
- saat kita ya makan tanpa menyebutkan
- nama Allah, begitu juga penyembelihan
- tanpa menyebutkan nama Allah, berarti
- kita termasuk dari orang-orang yang
- ingkar kepada Allah dan tidak menghargai
- keagungan dan kebesarannya. Jadi bukan
- masalah sepele, bukan masalah yang
- sepele. Nah, kalau orang bertanya,
- "Bagaimana hukumnya, Ustaz, kita beli
- ayam yang telah terpotong haram apa
- tidak?" Saya katakan bahwa ini syubhat.
- Kalau dia sembelih si penjualnya
- menyembelih dengan menyebutkan nama
- Allah halal buat kita. Kalau tidak, nah
- masa kita membiarkan diri kita berada
- dalam keadaan syubhat. Apalagi kita tahu
- kebanyakan yang dagang ayam di pasar ini
- kebanyakannya kalau kita lihat
- mereka
- menyepelekan masalah bahkan sebahagian
- dari mereka tidak salat.
- Jadi alangkah baiknya ya kita
- membeli ayam yang hidup masih segar,
- ketahuan dia punya asal usulnya. Waktu
- kita menyembelih
- bismillahirrahmanirrahim,
- kita sebutkan nama Allah pada saat
- penyembelihannya. Kita masak menyebutkan
- nama Allah, begitu kita nikmati juga
- menyebutkan nama Allah, insyaallah akan
- mendorong kita ke arah kebajikan dan
- kemuliaan. Biznillahi azza waalla.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz Hamzah mau mau nambakan.
- Sudah.
- Baik, pertanyaan [berdehem] berikut dari
- Bapak Majid di Banyuwangi.
- Asalamualaikum, Ustaz Husin dan Ustaz
- Hamzah.
- Saya kalau sujud membaca ee subhana
- rabbil aa wabihamdihi lalu saya tambahi
- dengan watub alya innaka ant tawabur
- rahim. Apakah itu dibolehkan?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dalam ruku dan sujudnya bacaan
- yang dibaca itu yataawwalul Quran.
- Contohnya
- subhana rabbiyal adzim diambil dari
- fasabbih bismi rabbikal adzim.
- Ketika turun firman Allah, "Sabbihisma
- rabbikal a'la, ya, Nabi membaca subhana
- rabbiyal a'la." Lalu Nabi mengatakan
- pada para sahabatnya, "Jadikan ini pada
- sujud kalian."
- Begitu juga ketika turun firman Allah
- Subhanahu wa taala, "Fasabbih bihamdib
- rabbika wastagfirhu innahu kaana
- tawwaba."
- Dengan perintah pada ayat ini, Nabi
- membaca subhanakallahumma wabihamdik ya
- astagfiruka wa atubu ilai.
- Subhanakallahumma wabihamdik astagfiruka
- wa atubu ilaik. Jadi kalau orang
- mengatakan bahwasanya yang sunah itu
- hanya subhana rabbiyal a'la dengan
- menambahkan bihamdihi itu merupakan
- bidah. Ini orang sakit sebetulnya
- ingin menghalang-halangi orang untuk
- apa? memuji all.
- Nah, kita tahu bahwasanya
- dalam rukuk maupun sujud kita bertasbih
- kepada Allah Subhanahu wa taala itu
- merupakan bahagian dari apa? Dari konten
- salat. Karena salat itu merupakan
- tasbih, ya doa yang dilarang kita
- berbicara dengan pembicaraan-pembicaraan
- apa? Pembicaraan di luar apa? Di luar
- hal tersebut. Oleh karena itu, unik
- sekali satu hari seorang pada masa Nabi
- baru masuk Islam,
- dia mendengar bahwa orang ya kalau
- berbangkis maka dari haknya itu kalau
- dia memuji Allah subhanahu wa taala kita
- mengatakan yarhamkallah. Jadi kalau dia
- mengatakan alhamdulillah kita
- mengucapkan yarhamk.
- Nah, ketika salat berjamaah di belakang
- Rasul satu orang bangkis mengucapkan
- alhamdulillah langsung dia mengatakan
- yarhamkallah.
- Dia baru masuk is Islam.
- Begitu selesai salat, Rasulullah
- bertanya, "Siapa di antara kalian tadi
- ya yang mengucapkan apa namanya?"
- Enggak. Ketika dia mengatakan
- yarhamkallah, yang ini melotot.
- Melotot mana guardia kan ya? Ini
- mengatakan, "Kenapa kamu memandang saya
- seperti ini?" Malaka ilak dia merasa
- benar kan.
- Akhirnya begitu selesai salat,
- Rasulullah bertanya, "Siapa di antara
- kalian yang tadi bicara dalam salatnya?"
- Dia mengatakan, "Malaka
- ilai hak."
- Rasulullah mengatakan, "Salat adalah doa
- dan tasbih." Tidak dibenarkan dalam
- salat ya orang mengucapkan atau
- berbicara dengan pembicaraan
- di luar hal-hal yang berhubungan dengan
- salat. Ini sahabat terpukaunya apa?
- Bagaimana Rasul tidak membentak, tidak
- mencaci, memaki, tapi membimbing. Ini
- pelajaran yang baik buat kita semua.
- Kalau orang salah ya bukan dicaci, bukan
- dimaki, tapi diperbaiki.
- Tidak akan menimbulkan penolakan malah
- akan memberikan solusi dan jalan keluar.
- Jadi dalam salat ini
- seorang pada saat sujud di samping
- membaca subhana rabbiyal a'la wabihamdih
- dia boleh tambahkan rabbighfirli
- warhamni watb alaiya innaka ant ta tha
- tawwabur rahim. Bahkan dia bisa berdoa
- mohon kepada Allah apa yang diinginkan.
- Berlindung dari apa yang ditakuti. Tapi
- kalau salat berjamaah kan dia terikat
- dengan apa?
- Dengan aturan salat. Maka dia tidak
- melakukan hal ini. Tapi dalam salat
- sendiri, baik di siang hari maupun di
- malam hari, dia bisa memperpanjang
- sujudnya dengan memperpanjang doanya.
- Sebagaimana sabda Nabi, aqrabu ma
- yakunul abdu mirbihi wahua sajid. Saat
- paling dekat seorang hamba dari Tuhannya
- pada saat dia sujud. Fasalullahat maum.
- Mohonlah pada Allah ma'um apa saja yang
- kalian inginkan.
- Jadi seharusnya kita tidak
- menghalang-halangi orang
- yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Tapi sayangnya sebagian orang
- menyaksikan saudaranya yang minta kepada
- Allah, dia iri.
- Padahal bukan milik yang diminta. Dia
- minta kepada Allah. Dia iri. Jangan
- kebanyakan kalau minta. [tertawa]
- Jadi kita lihat kenapa hobi meributkan,
- memperdebatkan masalah ini bukan kita
- justru fokus pada hal-hal yang pokok.
- Nah, saya ucapkan hal ini karena sering
- kita dengarkan subhana rabbiyal a'la
- jangan menambahkan wabihamdik itu
- merupakan bidah. Padahal kita jumpai
- dalam Al-Qur'an fasabbih bihamdibika
- wastagfirhu innahuana
- tawwaba.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz Hamzah. Oke. Baik.
- Selanjutnya dari Bapak Ruri di Batam.
- Asalamualaikum Ustaz Husin dan Ustaz
- Hamzah.
- Di surah Shad ayat 33 e berbunyi,
- "Bawalah semua kuda itu kembali
- kepadaku." Lalu dia mengusap-ngusap kaki
- dan layar kuda itu. Pak Ustaz, kalau
- kita membaca ayat ini seakan-akan tidak
- ada pesan untuk kita, tapi hanya cerita
- saja. Bagaimana kita mengambil pesan
- dari ayat ini? Apakah harus dihubungkan
- dengan ayat lain?
- Bahasa israil di atas kalian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Ini ayat ee dari surah
- Shad ayat berapa itu?
- 33.
- 33. ini ee
- ee berbicara tentang bagaimana Nabi
- Allah Sulaiman Alaih Salam
- yang Allah Subhanahu wa taala berikan
- kepadanya
- e kerajaan, kenabian, dan kekayaan
- bahkan kerajaannya.
- Ee tidak seperti raja-raja di dunia yang
- hanya yang jadi rakyatnya hanya
- bangsa manusia saja. tapi juga bangsa
- jin pun tunduk kepada Nabi Allah
- Sulaiman Alaih Salam. Nah, ini ee
- disebutkan
- ee bagaimana
- Nabi Allah Sulaiman
- ketika diperlihatkan kuda-kudanya yang
- begitu bagus ya, yang berlari cepat ya.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Wa wahabnauda sulaimana inahu awabai
- wqna. Nah, sampai situ saja ya dulu.
- Jadi ee sesuai dengan pertanyaannya
- tadi. Jadi bagaimana ee diceritakan di
- sini ee
- ketika Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Wa wahabna li Dauda
- Sulaiman." Dan kami karuniakan kepada
- Nabi Allah Daud ya Sulaiman yaitu
- anaknya e Nabi Allah Sulaiman.
- Nal abdu innahu awab. Sebaik-baiknya
- hamba sungguhnya dia amat taat kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Alawwab arti
- selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian ini diceritakan suatu peristiwa
- ya penggalan peristiwa pasti di sana ada
- hikmahnya ya peristiwa bagaimana
- id alaihi bil asyi shofinatul jihad.
- Ingatlah
- ee ketika atau ceritakanlah ketika
- dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda
- ya yang tenang waktu berhenti dan cepat
- waktu berlari. Arti kuda-kuda yang
- bagus, kuda ee istilah kalau sekarang
- kuda balap ya, kuda-kuda seperti
- kuda-kuda Australi seperti itu ya.
- Ya, kalau jalan dia bisa tenang, tapi
- ketika diperlukan untuk berlari, dia
- berlari dengan cepat.
- Ee Nabi Sulaiman menyenangi hal ini.
- Faqala inni ahbabtu hubbal khairi rabbi.
- Maka ia berkata, "Sesungguhnya aku
- menyukai kesenangan terhadap
- barang-barang yang baik." Hubbal khairi.
- Alkhairi biasa diartikan harta. E karena
- di sini berkaitan dengan kuda ya,
- maksudnya dia suka kepada kuda tersebut
- ya.
- Tapi ee dikatakan inni ahbabtu hubbal
- khairi. Aku menyukai kesenangan terhadap
- barang yang baik. Ya, dalam hal ini kuda
- sehingga aku lalai mengingat Tuhanku.
- Ini mengingatkan bagaimana terkadang ya
- kita ya [erangan]
- mencintai sesuatu yang baik ya
- barang-barang atau apa gitu harta ya.
- Ini diingatkan bahwasanya
- cinta kepada barang itu memang sesuatu
- yang ee alamiah yaubahwati
- minis wal banin muqtati minzahabi wal
- fidah. Ini sesuatu yang ee naluria
- memang manusia itu kan senang kepada
- harta, kepada mobil, kepada harta. Tapi
- dia diingatkan di sini kesenangan itu
- sampai jangan sampai melupakan Tuhanku.
- Ya, di sini disebutkan ya aku mencintai
- ee kuda ini anikri rabbi sampai aku
- melupakan Tuhanku. Hatta tawarat bil
- hijab ya sampai kuda-kuda hilang dari
- pandangan.
- Bagaimana dia lihat kudanya berlari
- kencang. Biasanya kan kalau lari kencang
- sampai mengepulkan apa
- ee debu-debu sampai enggak kelihatan
- lebih jauh enggak kelihatan seperti itu.
- Sebagian mufasir mengatakan sampai
- katanya ee terbenam matahari saking Nabi
- Sulaimannya ee gemar melihat kuda sampai
- ee lupa salat Asar gitu sampai terbenar
- matahari
- ya. Tapi di sini diterjemahkan ini e ada
- ee mufasir lain menerangkan ini enggak
- disebut matahari ini. Ini maksudnya
- kuda-kuda itu berlari sampai jauh ya
- karena larinya kencang dan kuat sekali
- sampai ee apa sampai hilang dari
- pandangannya. Jauh kan lari ya. Hatta
- tawarad bil hijab ruddu ilaiya.
- Kembalikan kuda-kuda kuda-kuda itu
- kepadaku karena sudah lari suruh
- kembalikan.
- Ya. Lalu dia. Nah, di sini diartikan
- ya diartikan katanya. Kemudian lalu ia
- potong kaki kuda itu dan leher kuda itu.
- Karena sebab katanya ee ini beruskan
- riwayat ya dari riwayat katanya kudanya
- kemudian dibalikin. Wah ini kuda ini ee
- ee membuat saya lupa kepada Allah akhir
- dia dipotong katanya. Padahal ya kalau
- diambil dari arti ee dari siakul
- Qurannya di sini ya kemudian diusap
- datang kudanya itu diusap di lehernya
- dan kakinya. Biasa kan kalau orang-orang
- ee sayang kepada kudanya gitu seperti
- itu. Tapi katanya ee di riwayat riwayat
- di dalam tafsir disebutkan bagaimana
- kemudian Nabi Sulaiman ee menyembelih
- menyembelih dipotong itu katanya
- gara-gara kamu aku
- jadi lalai karena di apa dikaitkan
- katanya jangan sampai lupa salat Asar
- tadi kalau kita artikan ayat-ayat yang
- tadi enggak ada berbicara tentang dia
- melupakan apa sampai salat seperti itu.
- Artinya ini mengingatkan kita boleh saja
- senang kepada
- harta, boleh saja kita senang kepada
- mobil kita, boleh saja kenang apa pada
- rumah kita. Tapi jangan sampai itu
- melupakan kita dari Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, seperti tadi ya dalam surah
- Annur, bagaimana kalau orang yang mau
- mencari harta, dia berniaga, dia
- berdagang itu jangan sampai melupakan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Nah, di sini ee seolah-olah malah ee
- katanya dia yang salah. Kalau dibilang
- tadi sampai dia melupakan Allah ee
- kemudian kudanya yang enggak bersalah di
- disembelih seperti itu. Tapi ee ee kita
- ambil makna yang lurus ya. Artinya ee
- masa sih ee apa seorang nabi seperti itu
- ya? Ya, ini kita ee ambil makna
- zahirnya. Bagaimana ini menceritakan
- kecintaan Nabi Sulaiman kepada kuda-kuda
- tersebut. Tapi dia ingat bahwasanya
- kadang-kadang ini apa? Kecintaan kepada
- harta ini bisa melupakan ee seseorang
- dari
- kewajibannya bisa melupakan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam. Mungkin
- Ustaz Husin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- dari apa tadi yang telah kita dengar
- dalam Al-Qur'an. Kita lihat ya dari
- zahirul ayah dan siaknya
- betul-betul jelas maknanya. Dan di sini
- menggambarkan firman Allah yang
- sebelumnya. Wa wahabna liwuda Sulaiman
- nikmal abdu in
- innahu Allah. Kami anugerahkan bagi e
- Daud seorang anak ya.
- yang bernama Sulaiman nikmal abdu. Dia
- betul-betul merupakan sebaik-baiknya
- hamba. Innahu awab. Hatinya selalu
- kembali dan ingat pada Allah.
- Lalu Allah gambarkan bagaimana
- sifat tersebut dapat kita lihat pada
- apa? Pada apa-apa yang disenangi. Hal
- yang kecil menurut pandangan kita, tapi
- bagi Sulaiman merupakan hal yang besar.
- alaihi
- bil asiinatul jihad. Ketika ya
- dipertunjukkan di hadapan Sulaiman
- kuda-kuda ya yang punya sifat yang amat
- menarik,
- kemampuan berlari cepat tapi juga punya
- sifat manja. Kuda ini kalau manja pada
- tuannya itu menjilati, mengelus-ngelus
- tuannya. Betul gak? Jadi di samping
- kemanjaan yang membuat cintanya eh
- tuannya cinta padanya juga kelebihan
- kemampuannya.
- Pada [mendengus] saat dibutuhkan berlari
- cepat, dia akan berlari cepat. Ya.
- Kemudian pada saat menunjukkan
- kemanjaannya, menunjukkan kemanjaannya,
- pada saat diperintahkan untuk berlari
- secara perlahan, dia tidak membantah
- Tuhannya. Ini asofinatul jihad, sifat
- dari kuda [mendengus] yang menarik dan
- menawar. Nah, seorang manusia seperti
- Sulaiman menjumpai hewan yang manja,
- yang betul-betul punya kelebihan seperti
- ini pasti apa? Tertarik.
- Nah, dia merasa ketertarikan dia, rasa
- kagum dia ya membuat dia lupa pada Allah
- Subhanahu wa taala. Ketika dia
- menyaksikan kuda tersebut sedang berlari
- cepat katakan hingga
- menempuh perjalanan yang jauh dan hilang
- dari pandangan matanya.
- Nah, dia menyadari pada saat itu bahwa
- dia merasa bersalah.
- Dia asyik menikmati keindahan kuda
- tersebut. Lupa kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Biasa orang menyebutkan nama Allah,
- memuji nama Allah Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu kalau kita memiliki
- nikmat jangan kita memberikan pujian
- tapi kembalikan pada Allah. Fala walaula
- akalta jannataka qulta. Masyaallah.
- Kalau coba seandai kamu masuk ke dalam
- kebun kamu katakan masyaallah la quwwata
- illa billah. Semua ini dengan masia
- Allah saya tidak punya kekuatan kecuali
- dengan kehendak anak kita yang lucu
- katakan masyaallah.
- Jangan bilang lucu, pintar, tidak
- katakan masyaallah. Seringki anak kita
- sakit, anak kita terjatuh karena ucapan
- mulut kita yang lupa pada Allah.
- Nah, kuda tersebut yang berlari cepat
- hingga jauh dari pandangannya, tawarat
- bil hijab. Nah, di sini sering kita
- perhatikan para ahli tafsir ini sering
- menambahkan sesuatu yang bukan bahagian
- dari Al-Qur'an membuat kabur akhirnya
- maknanya.
- Kisah tentang kuda kok pindah kepada
- matahari.
- Enggak disebut-sebut
- matahari enggak disebutkan sebelumnya.
- Hatta tawarat bil hijab. Hingga
- kuda-kuda ini jauh lepas dari pandangan
- matanya.
- Hanya sedikit saja ya kesenangan yang
- dirasakan Sulaiman terkagum-kagum pada
- kuda tersebut. Dia lupa menyebutkan nama
- Allah. Dia merasakan ini perbuatan
- salah.
- Heeh.
- Akhirnya rudduha alaiya. Dia panggil itu
- kuda-kuda untuk datang kembali
- kepadanya.fiqham
- mulai dia membelay menyapu lehernya
- sambil memuji Allah subhanahu wa taala.
- Ya, demikian pula apa kakinya. Adapun
- riwayat langsung dia menyembelih kuda,
- memotong lehernya, kemudian mencincang
- kakinya. Tidak disebutkan dalam
- Al-Qur'an sedikit pun juga.
- Dan riwayat tadi riwayat israiliyat yang
- menggambarkan bahwasanya Sulaiman apa
- yang bersalah kok kuda yang disalahkan.
- Seperti kalau seorang cinta pada
- istrinya hingga lupa pada Allah, apa dia
- harus sembelih istrinya?
- [tertawa]
- Nah, kita jumpai banyak kolektor. Ada
- yang cinta perangko, ada yang cinta
- lukisan, ada yang cinta juga alat-alat
- musik. dia koleksi ya dengan harga yang
- mahal lagi. Ada yang cinta pada
- jenis-jenis ayam, jenis-jenis kambing.
- Waktunya habis untuk apa?
- Untuk mengurus kambing. Sampai anaknya
- lahir ya, sampai itu anak tumbuh, enggak
- pernah dia susui itu anak. Iya.
- Tapi kambing yang baru lahir dibantu
- untuk mulai diberikan susu lagi.
- Dan yang disalahkan bukan kesukaannya,
- lupanya pada Allah.
- Kalau dia memandang semua itu,
- menikmatinya, dia menyebutkan nama
- Allah, subhanallah, masyaallah,
- alhamdulillah lakal hamdu. Berarti dalam
- segala hal dia mengingat all
- orang dari mulai pagi mandiin ayam satu
- persatu.
- mandiin ayam, sempurin minyak wangi.
- Kemudian panggil juga apa? Panggil
- ahli-ahli untuk membuat ayamnya apa?
- Uangnya habis, waktunya habis. Sampai
- dibilang sama istrinya, "Kamu tuh istri
- keempat saya. Ini istri pertama saya."
- Ada juga yang gemar mobil mengumpulkan
- kendaraan yang bermacam-macam walaupun
- tidak dipakai sama sekali.
- Setiap pagi diperintahkan sopirnya untuk
- starter tuh mobil semuanya. dia
- pandangin raris-nya, mercy-nya, padahal
- benda mati semua yang bakal
- ditinggalkan.
- Nah, ini apa yang dikisahkan dalam ayat
- ini pelajaran buat kita agar tidak lupa
- kepada Allah dalam segala hal. Termasuk
- pada saat kita terbuai dalam apa yang
- kita cintai, kita kagumi, pada saat kita
- ingat Allah, kita akan terkendali.
- Kita cinta pada istri, kita, cinta pada
- anak, kita, cinta juga pada berbagai
- macam kesenangan dunia. Kita selalu
- ingat Allah. Nah, orang kalau pada saat
- dia senang ingat Allah, pada saat dia
- susah Allah tidak akan lupakan dirinya.
- Fadkurunium
- waskuruli w takfurun. Ibr Hamzah
- dikatakan bahwasanya
- gambaran yang mengatakan atau riwayat
- yang mengatakan Nabi Sulaiman
- menyembelih kemudian juga memotong
- kakinya untuk melampiaskan rasa
- jengkelnya karena menyebabkan dia lupa
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini
- merupakan hal yang tidak benar.
- Jangankan seorang nabi, kalau Pak Wafi
- melakukan hal ini aja enggak pantes.
- Betul gak? Apalagi Nabi Sulaiman
- alaihialatu wasalam. Arti kalau
- seandainya saya melakukan hal ini saja,
- enggak pantas orang bilang, "Kok, Ustaz,
- yang salah ustaz kok kuda dijadi
- korban." Ini namanya apa? Hobi
- mengkambing hitamkan orang lain atas
- kesalahan musibah yang dialami. Nah, ini
- mustahil terjadi pada Nabi Allah
- Sulaiman yang hatinya kembali pada
- Allah. Oleh karena itu disebutkan
- dia mulai ya membelai lehernya kemudian
- kakinya. Di situ dia menyebutkan nama
- Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik [berdehem] selanjut ini pertanyaan
- terakhir ya dari Bapak Nurul di Kebon
- Kacang. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Ustaz Hamzah warahmatullah.
- Ustaz di dalam kubur bila malaikat
- bertanya siapa imammu? Maka jawabannya
- apakah Al-Qur'an [berdehem]
- Nabi Muhammad atau Imam Mahdi?
- Allah [berdehem] berfirman, "Ya
- unasin biimamihim [berdehem]
- kitabahuaminihi
- faulaika yaqrauna kitabahum wudamir."
- Ketika kami nanti
- akan memanggil setiap umat
- eh setiap manusia dengan imam mereka.
- Dengan imam mereka.
- [berdehem]
- Imam di sini bisa dimaksudkan apa? Orang
- yang diikuti. Orang yang diikuti bisa
- juga kitab yang berisikan catatan
- amalnya juga merupakan imam.
- Contohnya
- inna nahdu nuhyil mautaubu ma qadamu
- waumin
- ahsahu
- fi imamim mubin.
- Kami akan menghidupkan orang yang telah
- mati
- dan kami catat semua amal perbuatan yang
- mereka persembahkan
- termasuk juga asar-asar dari amal
- mereka, bekas-bekas amal mereka. Dia
- bangun sekolah,
- dia meninggal dunia.
- Sekolah tersebut berjalan mendidik semua
- peninggalan dia itu terus akan mengalir
- kebaikan buat dirinya.
- Dia mendirikan diskotek, dia sudah
- meninggal dunia. Diskotik tersebut
- menjadi ramai, dipenuhi orang. Walaupun
- sudah meninggal,
- saham amalnya tidak berhenti terus
- mengalir
- buat dirinya. Manna sunatan hasanatan
- falahu ajruha wa ajr amila biha ba'dih.
- sunatan sayiatan falahu faaihi wizruha
- wa amila biha ba'd. Maka jangan kita
- berbuat sesuatu
- yang
- kita lakukan ini ternyata bukan hanya
- berakhir pada masa hidup kita, tapi kita
- sudah berakhir [berdehem] tapi keburukan
- tersebut ternyata terus mengalir. Tapi
- lakukanlah amal-amal ya yang terus
- mengalir kebaikannya. Walaupun kita
- telah meninggal dunia mendidik
- murid-murid, si murid mengajarkan
- muridnya, lalu murid-muridnya
- mengajarkan berkembang dengan pesat dia
- punya saham. Oleh karena itu, bayangkan
- coba saham Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Setiap orang yang beriman kepada Allah
- subhanahu wa taala, ya Nabi memiliki
- saham.
- Jadi imam bisa aja apa bisa menjadi
- orang yang diikuti. Siapa yang menjadi
- ikutan dia? Dia akan dikumpulkan bersama
- imamnya.
- Bisa juga merupakan apa? Merupakan kitab
- yang berisikan catatannya. Waullain
- ahsainahu fi imamin mubin. Kami
- mengumpulkan segala sesuatu fi imam
- mubin. Maksudnya dalam kitab yang akan
- memberikan penjelasan, penerangan
- sedetail-detailnya mengenai apa yang
- diperbuat. Ini gambaran ayat ini
- sebetulnya amat indah sekali. Biasanya
- kan kitab berisi tulisan, betul gak?
- Tapi dengan perkembangan zaman sekarang,
- kitab dalam bentuk tablet bukan hanya
- berisikan tulisan, bahkan bisa berisikan
- suara, bahkan dalam bentuk gambar. Nah,
- bayangkan kitab di hari kemudian nanti
- yang Allah Subhanahu wa taala apa yang
- Allah Subhanahu wa taala akan paparkan
- di hadapan kita. Dia bukan hanya dalam
- bentuk tulisan, tapi kitab tersebut akan
- memaparkan, membeberkan seluruh amalnya
- dalam bentuk perbuatan, dalam bentuk
- audio, visual, semua akan nampak di
- hadapannya dan dia tidak akan mampu
- mengelak dan bersembunyi. Tapi kalau
- Allah subhanahu wa taala jelaskan secara
- detail ya untuk bangsa Arab yang ada
- pada saat itu kitab yang berbicara
- umpamanya atau kitab yang memberikan
- penjelasan sejelas-jelasnya seperti yang
- kita alami pada saat ini, mereka akan
- menuduh apa? Nabi kita berdusta. Betul
- gak?
- Tangan berbicara,
- kaki menjadi saksi atau kulit tubuh
- nanti akan berbicara. Ini merupakan
- gambaran-gambaran di hari akhir nanti
- yang akan mengungkapkan semua amal
- perbuatan manusia.
- Jadi terkadang ya menggambarkan kitab
- yang berisikan catatan amalnya terkadang
- menggambarkan manusia yang menjadi
- ikutan terkadang menggambarkan kitab
- suci yang menjadi ikutan.
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam sebagai imam kita karena beliau
- rasul yang diutus oleh Allah membawa
- risalah dari Allah subhanahu wa taala.
- Membawa risalah dari Allah. Kemudian
- Al-Qur'an yang menjadi pedoman hidup
- bagi kita juga merupakan imam bagi kita.
- merupakan imam bagi kita yang kita
- ikuti. Karena Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam diikuti dengan wahyu
- yang Allah Subhanahu wa taala turunkan
- kepadanya. Innama ana basyarum mlukum
- yuha ilaiya. Kita wajib mentaati rasul
- ya disebabkan karena risalah yang beliau
- bawa. Mentaati rasul sama dengan
- mentaati all.
- Jadi rasul juga merupakan imam bagi
- kita. Al-Qur'an juga merupakan imam bagi
- ki kita. Nah, manusia yang kita ikuti di
- dunia
- yang kita ikuti mengarahkan kita pada
- kebaikan maupun keburukan juga merupakan
- apa?
- Imam.
- Imam yang kita ikuti. Dalam salat juga
- yang memimpin salat kita apa? Imam. Nah,
- cuma ya pada saat kita ditanya di kelak
- di hari kemudian nanti sebagaimana
- firman Allah Subhanahu wa taala. Fakaifa
- jana min kulli ummatin bisyahidin wika
- haulah.
- Bagaimana kelak ketika setiap umat kami
- panggil saksi mereka dan kami panggil
- engkau wahai Rasulullah untuk bersaksi
- atas mereka semuanya. Nabi kelak akan
- akan dipanggil oleh Allah. Lalu Allah
- bertanya, "Sudahkah kamu sampaikan
- amanat Allah kepada umatmu?"
- Nabi akan menyampaikan kesaksiannya.
- Lalu perbuatan-perbuatan umatnya ya yang
- mengaku mengikuti sunahnya juga
- Rasulullah akan ditanya, "Apa ini yang
- kau ajarkan pada mereka?"
- gontok-gontokan, ribut gara-gara qunut,
- gara-gara tarawih. Padahal tujuan utama
- Rasul diutus bukan masalah ini.
- Betul gak? Gara-gara maulid tidak
- maulid, asraqol tidak asraqol, umat
- berkelahi, akhirnya orang-orang di luar
- Islam bertepuk tangan menikmati
- kesenangan mereka, keuntungan mereka di
- tengah-tengah perpecahan kita semuanya.
- Jadi, Nabi akan ditanya lalu perilaku
- umatnya juga akan apa?
- Akan diperiksa kembali.
- Nah, bagaimana kelak di hari kemudian
- nanti di saat Nabi ditanya,
- "Apakah kamu telah menyampaikan apa yang
- Allah perintahkan kepada kamu?"
- Lalu Allah akan bertanya, "Apakah yang
- mereka lakukan sesuai dengan apa yang
- kamu ajarkan?" Seperti Almasih juga akan
- dipanggil oleh Allah Taala. "Apa betul
- kau perintahkan mereka untuk menyembah
- kamu dan ibumu?" Almasih akan apa? Akan
- mengingkari apa-apa yang mereka lakukan.
- Maka dalam suratul A'raf Allah
- berfirman, "Falasalanina
- ursila ilaihim wasal mursalin." Kami
- akan bertanya kepada kaum yang didatangi
- para rasul dan kami juga akan panggil
- para rasul kelak di hari kemudian nanti.
- [mendengus] Oleh karena itu banyak kita
- jumpai orang mengklaim mengaku sebagai
- ahlusunah yang mengikuti sunah Rasul.
- Tapi herannya mereka berkelahi,
- bermusuh-musuhan,
- mencaci, menyebarkan fitnah, mengadu
- domba, menyebarkan kebencian. Kita
- bertanya, apakah ini sunah Rasul?
- Begitu juga orang mengaku sebagai
- pengikut keluarga Rasul. Padahal
- kehidupan keluarga Rasul mengajak kepada
- Allah, kepada Rasulnya dan makarimul
- akhlak. Nah, yang paling mengkhawatirkan
- nanti kalau manusia dikumpulkan,
- tahu-tahu masing-masing mengkelai mereka
- sebagai pengikut sunah Rasul, pengikut
- keluarga Rasul atau yang mengikuti Imam
- Syafi'i, Abu Hanifah. Padahal mereka
- semua mengajak kepada Allah. Tapi yang
- di bawah justru mereka
- bergolong-golongan dengan mengikuti hawa
- nafsu mereka. Jadi kita lihat ya dalam
- riwayat disebutkan berkaitan dengan
- pertanyaan munkar dan nakir ya. Ini
- pertanyaan kembali kepada riwayat. Benar
- tidak benarnya riwayat ini kita tidak
- bicarakan sama sekali. Tapi pertanyaan
- yang diajukan itu pertanyaan yang memang
- apa? Sesuai dengan pertanggungjawaban
- kita. Man rbuka.
- Betul gak? Siapa?
- Kemudian
- waman nabiyuka.
- Waman nabiyuka.
- Kemudian ditanya juga ya
- w dinuka.
- Wama dinuka. Setelah itu ditanya juga
- mengenai imam.
- Imam.
- Nah, berkaitan dengan imam ini
- menggambarkan yang kita ikuti. Yang kita
- ikuti.
- Islam juga menjadi imam, menjadi induk.
- Inna hadi ummatukum umatan wahidatan
- waukum. Faudun waukum fattaquun. Islam
- juga induk yang menyatukan kita kaum
- muslimin. Baik dari mulai masa Adam
- sampai akhir zaman ya kita bersatu dalam
- umat yang berserah diri. Tapi ada yang
- enggak mau sama sekali bersatu dalam
- Islam, mau dalam kelompok dan golongan.
- Biarkan terserah mereka. Nah, Al-Qur'an
- juga menjadi induk imam bagi kita dan
- dia membenarkan, menegaskan apa-apa yang
- Allah turunkan pada kitab sebelumnya.
- Dan Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam sebagai imam kita. Beliau
- merupakan suri tauladan kita. Beliau
- merupakan orang yang menterjemahkan
- Al-Qur'an dalam kehidupannya. Dan Allah
- perintahkan kita untuk mentaati beliau
- dan mencontoh beliau. Begitu juga kitab
- catatan amal kita di hari kemudian nanti
- juga dinamakan apa? Imam. Karena dia
- merupakan kitab induk yang berisikan
- semua amal perbuatan kita. La yughadiru
- shiratan wala kabiratan illa ahsaha. Dia
- tidak akan meninggalkan baik yang kecil
- maupun yang besar kesemua,
- kecuali semuanya terkum. Oleh karena
- itu, mari bersama-sama dari mulai kita
- membuka mata kita hingga kita tidur
- berusaha untuk mengerjakan amal-amal
- yang membuat kita gembira, senang,
- bahagia.
- Bukan amal-amal yang membuat kita
- berduka, bersedih. Kenapa saya isi
- dengan begini? Kenapa saya ucapkan ini?
- Kenapa saya lakukan ini? Timbul
- penyesalan. Coba saya enggak mengucapkan
- ini. Oleh karena itu, pilih amal-amal,
- ucapan-ucapan, perbuatan yang membuat
- setiap kali kita membuka lembaran amal
- kita, rasa bahagia, gembira kita rasakan
- dalam hidup ini. Yaajidu nafsin mailat
- minhairin muhilat
- baum
- wallahuad.
- Setiap orang kelak akan menjumpai semua
- amal yang diperbuat baik maupun buruk.
- Ketika dia menjumpai amal buruknya, dia
- berharap seandainya terpisah dari
- perbuatan tersebut seperti jarak antara
- masyrik dan magrib.
- Seolah-olah tidak pernah sama sekali
- melihat mengerjakan amal tersebut, tapi
- semuanya tercatat dalam kitab Allah.
- Nah, kita dulu banyak melakukan bahkan
- juga mungkin kemarin perbuatan-perbuatan
- yang tidak baik. Maka banyak-banyak
- beristigfar kepada Allah, disusul dengan
- amal kebaikan. Kalau orang mengajak kita
- untuk ribut dalam persoalan yang tidak
- ada artinya, katakan salamualaikum. Kita
- tinggalkan mereka jangan sampai kita
- terpancing untuk mengucapkan kata-kata
- yang tidak baik, perbuatan-perbuatan
- yang tidak baik. Kita tutup dengan Ustaz
- Hamzah biar menyampaikan tambahannya.
- Ya, ada ee mengenai siapa imam kamu
- tadi? E ada juga kan dari hadis Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- yang menyebutkan man ja'al qurana
- imamahu qahual jannah.
- Barang siapa yang menjadikan Al-Qur'an
- sebagai imamnya,
- imam kan harus diikuti kan. Innama
- juilal imamu lihi.
- Imam itu dijadikan imam supaya diikutin
- gitu. Jadi barang siapa menjadikan
- Al-Qur'an itu sebagai imamnya. Arti
- apa-apa yang ditunjukkan dalam
- Al-Qur'an, diperintahkan di dalam
- Al-Qur'an, diikuti seperti apa juga yang
- dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Rasulullah perilakunya
- semuanya sesuai dengan Al-Qur'an.
- Perintah-perintah dalam Al-Qur'an tidak
- pernah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam abaikan, dilaksanakan,
- dicontohkan dalam perilaku. Nah, ini
- Allah kata e Rasulullah katakan, "Man
- ja'al qurana imamahu qodahu ilal
- jannah."
- Quran ini nanti akan menggiring dia,
- artinya menuntun dia ke surga. Waman
- jaal qurana khalfahu
- saqahu ilanar. Barang siapa yang
- menjadikan Al-Qur'an di belakangnya
- pakai Quran juga, tapi pendapat dia,
- keinginan dia, hawa nafsunya dia yang
- didahulukan, Al-Qur'an hanya dijadikan
- stempel. Al-Qur'an hanya dijadikan
- pembenar bagi keinginannya. Orang kayak
- begini nanti Al-Qur'an akan mendorong
- dia ke neraka. Jaahuar.
- Ya. Jadi ya ini begitu juga kalau
- realisasinya dengan imam secara ee figur
- secara manusia ya. Figur manusia-manusia
- kalau d dulu zaman Rasulullah ya ee dan
- ini sebagai panutan utama bagi kita imam
- kita ya. Kemudian juga imam-imam ya
- kecil gitu, saudari kita ini ya juga
- harusnya mereka-mereka yang mengamalkan
- Al-Qur'an, yang mempraktikkan Al-Qur'an
- seperti itu yang harus yang ee harus
- dijadikan imam kita. Tapi yang sebagai
- tolak ukurnya yaitu Al-Qur'anul Karim.
- Wallahualam. Itu
- alhamdulillah. Terima kasih Ustaz
- Hamzah, Ustaz Husein. Iwan dan Naud.
- Demikian tadi pertanyaan-pertanyaan dari
- pendengar yang sudah insyaallah sudah ee
- dijawab oleh Ustaz Husein dan Ustaz
- Hamzah. Kita akan jumpa lagi pada hari
- Senin depan. Terima kasih teman-teman
- dari Pamulang, dari Pemalang, dari
- Sentul, dari Cisalak, dari mana lagi
- banyak ya. Terima kasih sudah hadir di
- sini. Insyaallah kita akan jumpa lagi
- pada Senin depan. Syekh Muhammad Krishna
- Oni Saputra, kemudian Anis Mualim dan
- Fahri. Mohon pamit.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.