Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 1:35 [Tepuk tangan] 1:36 [Musik] 1:57 [Musik] 2:02 e 2:03 [Musik] 2:08 [Tepuk tangan] 2:10 [Musik] 2:29 dan mengakhiri kita dalam keadaan suul 2:30 khatimah ya. Ih, takut banget gua. Udah 2:34 dulu ya. Bye. 2:37 [Musik] 3:01 [Musik] 3:12 [Musik] 3:24 at 3:33 [Musik] 3:39 [Musik] 3:50 [Musik] 4:04 Brail TV. 4:13 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 4:15 warahmatullahi wabarakatuh. 4:17 [Musik] 4:19 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 4:21 nastain w dunya win wasatu wasalamu ala 4:24 asrofiliya wal mursalin waa alihi 4:26 wasobihi ajmain rbi zidni ilma warzuqni 4:30 fahma 4:31 walhikna masih dipancaruaskan dari jalan 4:34 masjid silaturahim nomor 36 kalimanggis 4:36 Cibubur inilah radio silaturahim untuk 4:39 Islam yang satu Indonesia bersatu amin 4:43 apa kabar semua ikhwan dan akhwat di 4:45 mana pun Anda berada malam hari Ini Ahad 4:48 malam saya Muhammad Musa Alqaf beserta 4:51 guru saya Anggal Firman Muslim Tahir dan 4:54 kakak guru saya Om Fahmi dan juga nanti 4:56 ada bintang tamu spesial kita kakak Taka 4:59 akan menemani ikhwan dan akhwat semua di 5:02 mana pun Anda berada pada acara Minggu 5:05 malam 5:07 santui acara yang paling santai mungkin 5:11 paling tidak bermakna dan paling sedikit 5:12 ilmu di radio kesayangan kita ini. 5:14 Ikhwan dan akhwat, di balik hamba penuh 5:17 dosa ada Tuhan yang penuh rahmat. 5:19 Masyaallah. Dan salah satu rahmatnya 5:21 adalah dibukakannya pintu tobat. Tbatat. 5:24 Sayidina Ali pernah juga berkata, "Ihwan 5:26 dan akhwat, Allah lebih menyukai orang 5:29 yang berbuat dosa dan menyesalinya 5:31 dibandingkan orang yang berbuat amal 5:33 saleh tapi menyombongkannya." Benar. 5:36 Oleh karena itu, Ikhwan dan Nafat, malam 5:37 hari ini kita akan berbicara tentang 5:40 taubat. Let's go tobat bersama guru kita 5:43 angkel Firman Muslimat. Asalamualaikum 5:45 warahmatullahi wabarakatuh. 5:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:48 wabarakatuh. Apa kabar? Gimana? 5:50 Baik-baik kamu sehatsat kamusta? Sehat 5:52 lagi berat banget. 5:55 Santui aja santu santu ya. Santui ya 5:59 santu kita sapa teman-teman kita yang 6:01 ada di Batam, Palembang, di Sukabumi, 6:05 Semarang, Bondowoso. Bondowoso 6:09 Jakarta. Yogyakarta. 6:11 Banyuwangi. Banyuwangi. Singapore di 6:15 Bekasi ya ada Bu Eti. Di mana lagi K 6:18 Musa? Ada di mana-mana. Di di Semarang 6:21 ada Imron ya. Di Palembang ada sahabat 6:24 saya Mas Awan. Wih, itu orang keren 6:26 banget Mas Awan. Kapan-kapan kita ajak 6:28 ngobrol-ngobrol. Mas Awan nih anak muda 6:31 tapi gendut. Eh, bukan 6:33 gendut. Keren banget Mas Awan. Keren 6:35 banget. Keren banget. Keren banget. 6:37 Kreatif banget. Mas Awan di kota apa 6:39 tadi? Keman Palembang. Palembang. Oh, di 6:40 Palembang. Palembang. Wong kita galau. 6:42 Wong kita galau. Kayaknya kapan-kapan 6:44 kita road show dong, Kak Iman. 6:46 Kapan-kapan Minggu malam Santu itu 6:47 siarannya dari studio Palembang, studio 6:50 Sukabumi. Karena kita perlu menyucipi 6:53 kuliner-kuliner Nusantara. Ana 6:54 ngebayangin pas antum ngomong gini, Pak 6:56 Istan dengar langsung aduh Musa gitu. 7:01 Aduh idenya ada-ada aja deh, Misal. Tapi 7:03 keren, keren, keren. Yang boten-boten 7:05 aja. Karena di setiap daerah punya 7:09 kuliner khas masing-masing yang 7:11 filosofinya kadang perlu kita angkat. 7:13 Kalau ngomong kuliner ana udah paling 7:14 suka deh. Sayangnya kita bukan ngomong 7:16 kuliner sekarang. Kita ngomongin tobat. 7:18 Malam hari kita ngomongin tobat. Sebelum 7:20 ngomongin tobat saya mau cerita dulu. 7:21 Tahun 2015 He. Saya bareng sama Isa. He 7:26 yang 2 minggu lalu ikut Isa bareng sama 7:31 Omar. He. Ada Omar itu salah satu orang 7:34 tokoh di Patrol ID. Tim sepeda tuh 7:36 Petrol ID Omar, ada Zapra. He. Kalau 7:40 Zapra tim sepeda juga sekarang di Santa 7:42 Cruz kalau enggak salah. Kalau enggak 7:44 salah sama beberapa orang lagi kita itu 7:47 pernah ngasih bantuan ke tempat 7:50 pembuangan sampah. Sa Bandar Gebang nih 7:53 bukan tahu enggak di Pejaten tuh ada 7:55 tempat pembuangan sampah. Oh iya, ada 7:57 rumah-rumah kalau enggak salah ada 18 8:00 kakak, ada anak-anaknya di situ dan ada 8:03 orang-orang yang mau mengajar di situ. 8:05 Keren. Oh, keren. Besar gitu kayak 8:08 manarianya. E enggak terlalu besarlah. 8:11 Masih besar rumah Musa. Oh loh. Enggak 8:12 gitu dong. Masa kan kecil rumahnya petak 8:15 gitu dong. Pada saat kita masuk ke 8:16 tempat pembuangan sampah itu sak ya 8:18 Allah bau banget. Uh bau polpolan 8:23 baunya. 8:24 Gila, udah enggak kuat gitu deh. He, 8:27 tapi anehnya itu anak-anak pada udah 8:29 biasa lari-larian apa segala macam happy 8:31 gitu ya. Kita 8:32 kumpulin karena kita mau bergaul dengan 8:35 mereka, kita tahan-tahanin. He. Apa yang 8:37 terjadi? K ustaz dalam 15 menitan gitu 8:41 kita sudah enggak nyium bau lagi. Oh, 8:43 sudah terbiasa. Ah, sudah hanya bau. 8:46 Selesai acara kita pulang pergi sampai 8:48 kita lupal. He. Kita bawa tadi habis ke 8:51 tempat pembuangan sampah. He. 8:52 Ngobrol-ngobrol. Sekarang sampai kita 8:54 pulang ke rumah. He. Istri saya bilang, 8:57 "Pau banget sih. Dari mana?" "Baunya 9:00 nempel di kita." Oh, baunya nempel di 9:03 kita. I know. Oh, iya. Ee emang kamu 9:07 enggak ngerasa bau? Enggak. Bau atau 9:09 mandi? W udah mandi. Hm. Unik 9:13 ya. Kalau kita ke tempat bau, awalnya 9:16 kita cium tapi lama-lama terbiasa. 9:19 Begitu juga kalau kita ke tempat 9:21 maksiat, Kang Musa. Kalau kita 9:23 orang-orang yang enggak biasa ke tempat 9:24 maksiat, pergi ke tempat maksiat, 9:26 pertama-tama pasti akan asing. Pasti 9:29 akan merasa asing, merasa tidak nyaman, 9:31 merasa tidak enak. He. Tapi kalau 9:33 dipaksain enjoy, walaupun habitat kita 9:37 bukan dari habitat situ. Habitat kita 9:39 habitat Kak Musa nih, orang-orang saleh, 9:41 dari keluarga saleh, mertua saleh, 9:43 segala macam memaksakan diri terjun di 9:47 habitat seperti itu. Awal-awal pasti 9:49 enggak nyaman. Ada resistensi dari batin 9:52 kamu menolak. Tapi pas sudah ketemu 9:55 titik enjoy-nya 9:58 lupa. Masih untung bisa tersadarkan 10:00 sendiri atau disadarkan orang 10:03 lain. Tapi ada orang ya kalau udah ter 10:05 udah terjun terlalu 10:08 dalam mereka kadang-kadang lupa walaupun 10:11 disadarkan. Bro, lu lagi main di di 10:14 comberan bro. Keluar yuk mandi dulu kita 10:17 pindah ke kolam renang. Oh 10:19 enggak. Enak udah enak di comberan. 10:22 Kadang-kadang orang seperti itu ada. 10:24 Iya, betul. Jadi kalau kita masih orang 10:27 yang dikasih teg eh ada yang 10:30 mengingatkan kita mengingatkan tek eh 10:33 tobat yuk. Eh lu jangan di situ dong. 10:36 Baik ini. Dan sadar yang pertama harus 10:39 lakukan ada adalah apa? Bukan bertobat 10:42 dulu kalau menurut saya tapi bersyukur. 10:44 Oh karena bersyukur karena kita 10:48 menyadari dan bisa sadar atas teguh. 10:52 Kita menyadari dan ada orang menyadarkan 10:54 kita dan kita bisa sadar bahwa kita 10:56 berada di tempat yang salah. Itu suatu 10:59 karunia karunia dari Allah menurut saya. 11:02 Setelah kita bersyukur dulu, ya Allah, 11:04 apalagi kalau kita belum terlalu terjun 11:06 terlalu banyak. Iya. Belum terlalu 11:07 banyak melakukan perbuatan maksiat. 11:10 Kita sadar, bersyukur, baru tobat. Dan 11:13 yakin pintu tobat Allah itu lebih banyak 11:17 daripada 11:19 pintu neraka. 11:21 Pintu tobat awal itu di mana-mana. 11:23 Pertanyaannya satu, pintu tobat itu 11:26 dibukanya didorong apa digeser? 11:31 Benar juga ya. Mumpung belum terlalu 11:34 dalam atau terlalu jauh. Karena kalau 11:35 terlalu jauh muar baliknya juga jauh. 11:37 Jauh. Andai kalau terlalu dalam kayak 11:40 berterbang berenang di laut, pergi ke 11:42 tempat yang dalam. Selama kita Mas Mas 11:45 manusia tuh kalau berenang di laut 11:46 kamusa, he kodratnya pasti akan 11:48 mengapung. Betul. Kodratnya. Betul. 11:52 Seperti kita manusia Allah ciptakan 11:53 kodratnya akan mencari perbuatan baik 11:56 dan kebaikan. Tidak nyaman dengan 11:58 keburukan. Sadari kodrat itu. Kita 12:01 kembali iya ke arah yang baik. Tobat. 12:04 Tobat deh. Allah mencintai orang yang 12:07 bertobat. Seperti tadi K Kak Musa 12:08 bilang. Iya enggak? Iya betul. lebih 12:13 dicintai hamba yang berbuat dosa tapi 12:16 mengakui dan ee ingin kembali 12:19 dibandingkan orang yang berbuat baik 12:20 tapi merasa dirinya baik. Dirinya baik. 12:24 Tapi jangan mentang-mentang pengin 12:25 dicintai Allah berbuat dosa. Tobat itu 12:28 apa? Tomat ya? Tomat ya? Tobat umat. 12:31 Makanya kalau guru kita bilang kayak kan 12:33 syaratnya tobat itu ada tiga. Yang 12:36 pertama menyesali apa yang sudah 12:37 dilakukan. Yes. Yang kedua adalah 12:40 meninggalkan apa yang sudah dilakukan. 12:44 Yes. Yang ketiga adalah berniat untuk 12:46 tidak mengulangi apa yang sudah 12:48 dilakukan. Eh, setelah itu terjadi, 12:52 ternyata berulang tobat lagi insyaallah 12:54 diterima selama ketika proses tobat, 12:57 tiga poin itu terpenuhi. Iya. Terus 12:59 kalau kata guru kita, ada satu lagi nih 13:01 yang kurang. Yang keempat, kalau ada 13:03 kaitannya dengan orang lain, harus 13:06 diselesaikan juga tanggungannya dengan 13:07 orang lain baru tobat kita diterima. 13:10 Betul. Sudah ada Bang Fahmi di kita. 13:15 Bang Fahmi ini saif ana dari SMP. Baik 13:17 dia orang. Baik. Baik banget. Baik. 13:19 Baik. Orang yang ngingetin ana jangan 13:21 berbuat salah ya. Ya. Tapi yang ngajarin 13:23 juga berbuat salah. 13:26 Itu kan trial and error. Betul. 13:29 harus dikasih tahu dulu salahnya apa 13:30 supaya tidak terjerumus kepada kesalahan 13:32 yang sama, Bang Pami ya. Tapi yang unik, 13:34 urusan pertobatan ini seperti halnya 13:37 tadi bahwa badan kita bau, ada orang 13:39 yang ngingetin badan lu bau, lu mandi. 13:41 Ada orang. Ternyata untuk urusan 13:43 pertobatan 13:45 ini ada yang orang bertobat karena 13:47 diingatin dan diingetinnya itu yang kamu 13:50 unik. Allah punya berbagai macam cara 13:53 untuk mengingatkan manusia supaya 13:54 kembali ke dirinya, supaya manusia tetap 13:57 dekat ke Allah. Banyak caranya. 13:59 Kadang-kadang ada orang enggak mempan 14:01 diceramahin. Iya. Ya, Akli itaklah, 14:05 bertakwalah kepada Allah. Kalau orang 14:08 badik lu, ah lu urus sendiri aja 14:10 sendiri. Kadang-kadang kan gitu 14:12 dinasehhatin sama ustaz gitu. Betul. 14:14 Enggak kena. Kadang-kadang ada yang 14:16 orang bertobat karena ditinggal orang 14:19 tuanya atau ditinggal orang yang 14:20 disayanginya. Betul. Tobat. 14:23 Kadang-kadang ada yang bertobat juga 14:25 karena diingatin anaknya yang masih 14:26 kecil. Ayah ke mana aja sih? Kok pulang 14:29 malam aku 14:30 ke Ingat kadang banyak deh banyak cara 14:35 Allah memiliki 14:37 berbagai macam 14:39 cara supaya hati manusia tersentuh dan 14:43 bertobat. Itulah kerennya Allah. Enggak 14:45 straight to the enggak paku kayak 14:47 linggis begitu aja. Oke. Karena 14:49 bekering. Kalau kita kan kadang-kadang 14:51 anak kita ngelawan strateginya 14:55 dari dia umur 5 tahun sampai nanti umur 14:59 17 tahun sebegitu aja. Iya betul. Paling 15:01 punya cara kalau enggak cara plan A, 15:03 plan B plan C. Kalau enggak dimarahin 15:05 dirangkul atau pura-pura nangis. Iya. 15:08 Begitu. Itu strategi manusia begitu. 15:11 Tapi Allah enggak K Musa. Allah punya 15:13 berbagai macam. Kadang-kadang ada yang 15:15 orang bertobat ngelihat burung. Hm. 15:18 Saya ngelihat saya ketemu orang yang 15:22 bertobat 15:23 itu karena dia pulang habis ee dugem 15:30 pulang ke ini cerita dia. He he. Ke 15:34 kamarnya. He. 15:37 Anaknya sama istrinya. He. Bayangin 15:40 pulang jam 0.30. He. Anaknya sama 15:42 istrinya bangun ngebukain sepatu 15:44 ayahnya. ngusapin buka kakak ayahnya 15:48 udah gantiin bajunya segala macam. Ibu 15:51 sama anaknya bilang, "Udah ayah capek 15:53 biar ayah tidur di sini. Mama tidur sama 15:56 adik." Karena gitu dia tobat. Bukan 15:58 karena dimarahin. Bukan. Bukan. Betul. 16:02 Orang ini cerita cerita sampai 16:05 nangis-nangis begitu. Gua tobat karena 16:07 begini dia. Ih, benar. Ada juga kayak 16:10 mana saya jadi ingat. Ada kisah nyata 16:13 anak muda nih sama eh suatu ketika dia 16:16 clubbing diam-diam dari orang tuanya. 16:18 Begitu dia pulang sampai rumah bapaknya 16:21 udah di depan pintu lagi baca koran 16:24 nungguin dia tuh. Aduh dia udah degdegan 16:26 kan. Lu gimana nih gua diapain sama 16:27 bapak gua? Tiba-tiba dia datang ayahnya 16:30 bilang, "Oh, sudah pulang nak." Udah 16:31 cium tangan. Udah bapaknya masuk yuk 16:33 masuk dikunci. Ini kok kayak anak ini 16:34 bukan anak 16:39 kan ente ngomongin aneh orang tempat 16:44 sini. Akhirnya dia masuk ini Kak Iman 16:47 berarti nih. Berarti yang orang itu 16:49 ceritain Kak Iman nih. Dia masuk 16:51 bapaknya enggak marah sama sekali. Bang 16:52 Fami. Bapaknya udah nak yuk pulang ee 16:54 masuk ke dalam dikunciin pintunya. Udah 16:56 enggak ada apa-apa dibikinin teh hangat. 16:58 Udah nak nih minum teh hangat udah tidur 17:00 nak. Akhirnya tuh anak kan enggak enak 17:01 hati Bang. Akhirnya tuh anak enggak mau 17:04 lagi dugem karena enggak pengin ngelihat 17:05 bapaknya tuh nunggu di depan pintu 17:08 sampai larut malam. Akhirnya enggak enak 17:10 hati. Itu menegur dengan cara yang 17:13 terbaik tuh. Itu ayah Ali. Kalau saya 17:15 ayah ana tuh begitu ana ee pergi. He. 17:20 Pergi pulang jam .30 17:24 pulang. Jadi kan rumah ada dua pintu 17:27 gitu. Lihat pintu sini. Ayah lagi duduk 17:29 di sofa lagi bacaan. Benar cerita ke 17:32 Iman ternyata ya pas masuk. 17:34 Asalamualaikum. Ya udah pulang man. Udah 17:37 ya. Oh ya udah tidur nih sana. Iya ya. 17:41 Salam buk hancur. Beberapa saat kemudian 17:46 begitu lagi. 17:47 Sekejam pulang jam segitu. Begitu juga 17:51 ayah. Udah pulang man. Udah ya. Oh capek 17:56 ya? Iya. Ya udah tidur deh. Ya udah dia 17:59 beresin korannya tar ya Ayah juga mau 18:01 tidur. Udah habis itu jadi jadi ayah tuh 18:04 emang cuma nungguin keman sebenarnya. 18:05 Nungguin nungguin biasanya enggak sampai 18:07 baca koran sampai selarut itu kan. 18:09 Enggak enggak. Itu habis itu waduh 18:11 berani dia pulang malam lagi. Udah takut 18:15 satung kita enggak macam-macam coba. 18:17 Udah pulang malam jalannya goyang. 18:19 Gaynya goyang. Waduh, itu mulutnya 18:22 wangi. Mulutnya wangi. 18:26 Ada ada lagi ini ee Kaiman, Bang Fahmi, 18:29 tokoh India, tokoh besar maksudnya lupa 18:31 siapa namanya. Jadi beliau nih ee 18:34 anaknya berbohong, ketahuan sama beliau. 18:37 Beliau dipanggil ke sekolah, dikasa sama 18:39 gurunya ini anaknya telah berlakukan 18:41 kesalahan, berbohong. Akhirnya ee orang 18:44 ini tidak memarahi anaknya. Ya udah, 18:47 anaknya udah selesai. dari sekolah itu 18:50 ke rumah ayahnya ninggalin kendaraannya 18:52 jalan kaki. Itu berpuluh-puluh kilometer 18:55 rumahnya jalan kaki. Anaknya bingung, 18:57 "Aduh, gimana nih?" Ayahnya diajak, "Ayo 18:59 ya naik naik kendaraan." Enggak mau ini. 19:02 Mungkin ini adalah kesalahan saya dalam 19:04 mendidik kamu, Nak. Kesalahan ayah dalam 19:05 mendidik kamu. Sehingga ayah mau 19:07 berjalan kaki sampai ke rumah untuk 19:10 merenungi apa kesalahan ayah sehingga 19:11 anak ayah sampai berbohong. di jalan 19:14 hujan kemudian hujannya deras ayahnya 19:17 udah basah kuyup ada petir anaknya makin 19:19 enggak enak nih anaknya kan akhirnya 19:20 enggak mungkin ngeduluin naik kendaraan 19:22 tapi di belakang ayahnya pelan-pelan 19:24 ngikutin gitu ayahnya diajak enggak nak 19:26 enggak apa-apa ini salah ayah bukan 19:27 salah kamu berbohong salah ayah yang 19:30 salah mendidik akhirnya sejak saat itu 19:31 anaknya enggak pernah berbohong lag ya 19:35 aku habis maling loh enggak bohong ya 19:38 artis kita kayaknya udah datang nih 19:39 ngintip-ngintip Om E ayo dong masuk 19:41 sayang lah hadir di studio kita Ikhwan 19:44 Akhwat. Kakak Umar Takaida. Ayo Kakak 19:47 Umar Takaida. Ini ini orang ajib ini. 19:51 Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Ayo 19:53 masukmasuk warahmatullah wabarakatuh. 19:58 Ya Allah. 19:59 Om Umaruta kaidah kaidah. Kita lagi 20:02 ngomong ngebahas ee masalah tobat. I 20:05 tadi kita cerita-cerita bahwa Allah 20:09 itu punya berbagai punya berbagai macam 20:13 nih. Entar dulu ini micnya 20:15 kayaknya hardware ini kayak hardw 20:21 gimana gimana kaida gimana om edda? Udah 20:25 alhamdulillah lancar perjalanan? 20:27 Alhamdulillah ini lagunya yang ada tiap 20:30 salat. Iya betul betul. Masyaallah ya. 20:33 Lagu yang terbarunya juga enak Kim. Enak 20:35 dan Kak belum tahu lagu yang terbarunya 20:37 banget. Ada lagi ada lagi perdana nanti 20:39 dan saya orang yang pertama didengerin 20:41 kata bukan yang Melayu kemarin sama 20:42 Ustaz Di. Bukan ada kita bikin selawat. 20:45 Selawatan itu saya saya sombong nih di 20:47 sini. Saya orang pertama didengar karena 20:49 memang orang pertama. Jadi setelah saya 20:50 masing langsung kirim. 20:52 Boleh dong sombong bikinleh. Tapi habis 20:54 tobat ya. I boleh boleh. Tapi ada salah 20:59 satu orang bertobat karena lagu. 21:03 Oh iya. Bukan salah, bukan salah satu 21:05 ya. Kaideda ya banyak. Ada banyak orang 21:07 yang bertobat karena dengar lagu religi. 21:11 Problemnya ada yang bilang lagu itu 21:12 haram. Tapi kalau karena ini tobat ya 21:16 kita enggak mau membicarakan ikhtilaf 21:18 ini lagu atau haram atau haram. Pokoknya 21:22 taka yang saya Takeda dan saya 21:23 beranggapan musik itu enggak haram. 21:26 Ya, kita punya pendapat yang kuat 21:28 jugalah terhadap itu kan gitu. Yang 21:31 sebelah sana punya pendapat, kita juga 21:32 punya pendapat. Kita saling menghargai 21:34 lah. Pokoknya bagi yang beranggapan 21:35 musik halal, jangan sampai kupingnya 21:37 kemasukan musik. Nah, itu dia. Berarti 21:39 ke mana-mana tuh dia harus pakai apa? Ef 21:43 gitu. Itu pun masih bisa tembus loh. 21:45 Masih bisa tembus ya. He. Dan bahaya 21:47 juga kalau lagi bawa kendaraan kan. Atau 21:49 kalau enggak mau tembus beli earplugnya 21:51 di unit POT. Eh, enggak, itu toko ya? 21:53 Nyambung ya? 21:55 Artwell dong. Wwell pasti ada produknya. 21:58 Ada ada. Nah, entah kayak ini kan unik 22:00 kamusan. Unik tuh. Beliau ini musisi 22:05 biasa di dunia pop. Ada bandnya, ada 22:07 namanya Human, ada namanya Drive, ada 22:10 segala macam. Dan musisi itu kamu 22:13 apalagi Takeda. 22:15 Godaannya berat. Betul. Godaannya berat 22:18 banget. Mulai dari yang muda setengah 22:21 tua sampai yang tua juga. Bayangin aneh 22:24 dulu itu pernah main di Ancol tiap Rabu 22:26 malam. Kamu bukan bukan band major label 22:30 seperti Takeda. Selesai main minggu 22:32 pertama main ada fans minggu ketiga 22:35 diini bang maboknya 22:38 apa? Habis itu disuruh 22:40 stop habis itu enggak bisa nih. Abang 22:45 mau apa aja kita sediain gitu. Bayangin 22:48 abang mau apa aja kita sediain sampai 22:50 segitunya. Apa sih 22:53 begitu? Jangankan band band itu band 22:55 SMA. Dulu saya punya band SMA Omeda ya. 22:58 Heeh. Covering Beatles. I covering 23:01 Beatles. Selesai manggung dikasih 23:02 Marboro. Dia buat lule. Enggak enggak 23:05 gua enggak ngerokok. Ini Marboro spesial 23:07 enggak? Enggak gua enggak ngerokok. Eh 23:09 buka dulu Marboronya bentuknya beda. Iya 23:11 isinya lain ya. Kerucut. 23:14 Lagi lagi hot juga tuh hari ini ada 23:16 berita salah satu ditangkap di Cibubur. 23:19 Pemusik. Pemusik. Y 23:22 belum kenal Takeda kali. Udah kayaknya 23:25 dia senior saya. Kayaknya senior tugas 23:28 tuh beda. Nah, tak kaidah ini dari 23:31 musisi-musisi pop terbang menuju 23:34 musisi-musisi religi. Dan yang ana tahu 23:36 nih, yang ana tahu nih, dia memanfaatkan 23:40 teknologi dan musik untuk berdakwah. 23:42 Bukan begitu Takeda. Iya. Ana santrinya 23:45 Takeda. Santrinya Takeda. Dibig. 23:49 Santrinya Takeda. Nah. Di mana Bigo? Ini 23:52 lagi live nih. Itu lihat bayangin Bigo. 23:54 Lagi kita livein nih Bigo nih. Orang 23:56 konotasi Bigo negatif dijadiin positif 23:58 loh sama dia. Masyaallah ya. Masyaallah. 24:01 Berat sih emang awalnya berat awalnya. 24:02 Awalnya berat karena kan konotasinya 24:04 negatif. Iya. Jadi jadi dulu itu Om Iman 24:07 Musa ee Bigo itu ee 70%-nya negatif 24:12 dulu. Betul gitu. Nah, jadi ee ya 24:15 sebenarnya sih karena salah satu 24:17 sahabat-sahabat kita juga ya dibilang, 24:19 "Bang, lu kan dakwah." "Iya di sini 24:21 harusnya lu dakwah." "Di mana?" "Digo." 24:24 "Waduh, bahaya banget ini." 24:27 Terus akhirnya mikir-mikir. Mungkin 24:29 banyak yang belum tahu juga nih kayak 24:30 Bigo itu apa? Ee Bigo itu aplikasi live 24:32 streaming gitu. Jadi, jadi sebenarnya 24:34 sudah ada dari tahun 2016 mereka kan 24:37 gitu. Nah, jadi ee banyak yang 24:39 memanfaatkan ee aplikasi ini untuk hal 24:41 yang enggak bagus tadinya. 24:43 gitu. Nah, jadi ya banyaklah 24:45 perempuan-perempuan yang bajunya 24:47 terbuka-terbuka gitu. Nah, memang benar 24:51 kan seharusnya orang berdakwah itu bukan 24:53 di tempat yang sudah baik gitu. Tempat 24:54 sudah baik ngapain lagi berdakwah gitu 24:56 gitu ya. Pada waktu itu Bigo merupakan 25:00 tempat yang cukup ee konotasinya negatif 25:03 gitu. Nah, akhirnya 25:06 ee kita masuk ke situ terus kita 25:09 kumpulin nih teman-teman yang punya e 25:12 pemikiran di mana Bigo ini harus kita 25:13 rubah menjadi hal yang positif. Nah, 25:15 kalau kita mau menghancurkan yang 25:17 negatif ini enggak akan bisa, Om Ian. H 25:19 gitu. Kita kita misalkan mau mau apa 25:22 namanya ee kita bersaing dengan mereka 25:26 enggak akan bisa gitu. Nah, yang ada 25:28 kita itu harus ee memberikan hal-hal 25:30 yang selalu positif terus di dalam 25:33 Bigonya, gitu. Jadi, misalkan oh ada 25:35 penyanyi-penyanyi bagus kita masukin, oh 25:36 ada orang yang kontennya positif kita 25:38 masukin. Dengan sendirinya konten-konten 25:40 negatif yang ada di Bigo ini ee itu akan 25:44 tergeser dengan sendirinya. Walaupun 25:45 kalau kita bilang untuk menghilangkan 25:48 enggak bisa gitu karena selalu ada 25:51 positif dan negatif gitu. Nah, jadi 25:54 alhamdulillahnya ee setelah perjuangan 25:57 setahun lebih bareng sama teman-teman 25:59 yang lain, akhirnya Bigo sekarang 70% 26:03 udah hal positif, 30%-nya negatif. Oh, 26:06 gitu. Nah, sekarang banyak sekali nih. 26:08 Ini teman-teman di Bigo pada ngelihat 26:10 nih. Nih ada yang Waalaikumsalam, 26:13 Ustaz. Ini namanya kalau di Bigo namanya 26:15 di Jamaha Albigoiah. Jamaah Albigoyiah. 26:18 Ustaz Eda. Ustaz Eda gitu. Jadi, jadi 26:21 maksudnya ee ee kita berpikir di mana 26:23 pun kita berada maksudnya ya kita harus 26:26 selalu ngasih hal positif buat orang 26:27 gitu. Even di tempat yang kasarnya 26:31 hampir tidak ada hal positif, gimana 26:33 caranya kita hidupin hal positif di 26:35 situ. Betul, betul, betul, gitu. Nah, 26:38 seperti yang saya tadi opening kita, 26:41 kita datang ke tempat pembuangan sampah 26:44 sadar. Tapi kalau kita masuk ke tempat 26:47 pembuangan sampah itu dengan kesadaran K 26:49 Musa, kita datang untuk ngebantu siapa 26:53 tahu orang-orang di sini tersadarkan. 26:55 Kita masuk dengan penuh kesadaran dan 26:57 tanggung jawab. Dan yang pastinya minta 26:59 pertolongan Allah, insyaallah bisa 27:01 selamat. Tapi kadang-kadang kita ini 27:03 kesombongan kita ini mengalahkan 27:04 segalanya kan. Kesombongan kita ngerasa 27:07 baru tahu baru baca 27:08 bismillahirrahmanirrahim lancar dikit 27:09 aja sudah ngerasa paling saleh sedunia 27:11 gitu ya kan. Iya. Kadang-kadang kita 27:13 seperti itu baru kita bisa baru baru 27:17 hafal Al-Ikhlas, Alfalaq, Annas udah 27:21 penginnya jadi imam terus semua dirinya 27:23 yang paling benar udah ngerasa dia guru 27:26 segalanya, tahu segalanya. Kan enggak 27:27 gitu. Kadang-kadang sombong ini nih. 27:29 Sombong ini nih bahaya. Dan yang lebih 27:31 bahaya lagi bukan kalau kopi sombong 27:33 bahaya enggak? Itu boleh. Oh itu boleh. 27:34 Itu boleh itu boleh karena terbukti 27:36 enggak sombong sebenarnya. Low profile. 27:38 Tadinya mau bilang kopi paling enak se 27:41 jagat raya, tapi aneh low profile dikit 27:44 sedunia aja deh. Enggak apa-apa. 27:46 Habis sombong dong dijual. Kirain 27:48 silaturahim residence saja. 27:52 Hobi sombong nih. Namanya udah ke 27:53 mana-mana tapi enggak di enggak dibuka 27:56 untuk umum sih. Nanti kalau udah niat 27:57 pengin lagi ana ana beli lagi. Om Iiman 27:59 Musahnya. Tapi sebelumnya kita tegur 28:01 dulu ya teman-teman yang ada di Bigo ya. 28:03 Eh, teman-teman semuanya, kita lagi 28:05 interview di Radio Silaturahim di Rasil. 28:09 Ee jadi teman-teman boleh mendengarkan e 28:11 percakapan kita nih bareng ada dua 28:13 orang, ada Kak Musa, ada Kak Iman nih. 28:16 Mereka berdua nih ee orang yang 28:18 masyaallah sekali ya enggak enggak 28:20 kelihatan gitu nih. Ini para habaib nih 28:23 berdua ini. Yang satu habaib, yang satu 28:24 raja habib ya 28:27 kan? Tapi enggak kelihatan gitu. Nah, 28:29 ini insyaallah mudah-mudahan teman-teman 28:31 yang ada di Bigo nih bisa mendapatkan 28:32 insight bagus pada live kita malam ini 28:34 ya. Jadi ee mungkin kita agak kurang 28:37 berinteraksi tapi dengerin aja nih ilmu 28:39 dari mereka berdua nih. Masyaallah 28:40 justru dari Kak Eda malam hari ini kita 28:42 mau belajar. Kak Eda, pertanyaan saya 28:45 simpel. 28:47 total sampai saat ini berapa lagu yang 28:51 berisikan positif yang sudah kaidah 28:53 produksi dan berapa banyak orang yang 28:56 merasa terpanggil dan hijrah dari lagu 29:00 kita sebenarnya gini ee Kak Iman gitu. 29:03 Jadi dari dulu itu sebenarnya Ana itu 29:06 paling enggak suka bikin lagu tuh yang 29:08 ketika orang sedih mendengar lagu itu 29:10 dia mengiris-ngiris nadinya nanti 29:12 ujung-ujung ana paling enggak suka. 29:13 Heeh. Terus ee kayak misalkan ane nyanyi 29:17 terus lagunya itu enggak cowok banget 29:19 gitu. Masa cowok hancur gara-gara 29:22 ditinggal cinta segala macam, hidupnya 29:24 enggak berarti segala kan maksudnya 29:25 enggak enggak enggak laki banget dengan 29:28 dengan ee begitu kan. Kalau laki tinggal 29:30 cewek satu cari 10 cari yang lain lah. 29:33 Benar kan maksudnya enggak bukan 29:35 maksudnya kenapa kita harus menangisi 29:37 kasarnya nih ya nih zaman dulu 29:39 berpikirnya seperti itu. Kenapa harus 29:40 menangisi hal yang yang udah enggak 29:41 harus seharusnya ditangisi gitu. 29:43 gitu maksudnya ya ada hal lain yang jauh 29:46 lebih berarti daripada menangisi ini. 29:48 Dan begitu pun ana berpikir terhadap 29:49 sebuah lagu gitu. Ketika kita bikin lagu 29:52 ee kalau udah sedih gimana caranya biar 29:56 orang dengerin lagu kita itu biar dia 29:57 bisa keluar dari kegalauannya dia. Nah, 30:00 dari dulu itu ana sudah bikin hal lagu 30:03 yang seperti itu. Kecuali ada satu lagu. 30:05 satu lagu ini 30:07 ee itu benar-benar sebenarnya anaknya 30:10 enggak enggak ada permasalahan dengan 30:13 dengan liriknya gitu. Tapi akhirnya 30:15 orang yang mendengarkan em dan orang 30:18 yang menyanyikan lagu tersebut jadi 30:20 kayak kayak lirik itu jadi kayak doa 30:22 gitu. Judul lagunya takkan ada ujungnya. 30:24 Jadi kayak hubungan yang enggak ada 30:25 ujungnya. Let's say mungkin orang 30:26 berhubungan beda agama yang mereka 30:28 pengin nikah tapi ya ya kalau enggak 30:30 enggak enggak terjadi kesepakatan kan 30:32 enggak akan terjadi gitu. Nah, jadi ana 30:33 bikin tada ujungnya. Jadi ada dua orang 30:35 penyanyi menyanyikan lagu ini ya walah 30:38 bisawab ya gitu. Karena kan lirik adalah 30:40 doa. Kalau dari hati permintaan dari 30:43 hati gitu. Heeh. Nah, jadi akhirnya si 30:45 penyanyi A ee enggak berapa lama setelah 30:48 dia rilis, padahal tuh lagu sudah 30:49 direkam 2 tahun sebelumnya. Ee enggak 30:51 berapa lama setelah rilis itu enggak 30:53 nyampai setahun cerai sama suaminya. 30:55 Nah, terus dosa lu dah gara-gara el 30:59 penyebabis terus di dirilis eh mau 31:02 dirilis ulang tapi akhirnya belum jadi 31:04 dirilis. Ee yang nyanyi cowok recycle 31:06 lagu tersebut juga belum rilis ck juga 31:09 gitu. Nah, jadi semenjak itu ana 31:10 berpikir bahwa memang kita harus sangat 31:12 hati-hati dalam bikin lirik lagu gitu. 31:15 Walaupun misalkan itu lagu cinta gitu 31:18 tapi ya hati-hati banget gitu karena 31:21 ibarat do tapi marketnya tuh kenapa yang 31:23 paling besar lagu-lagu gitu kayak deh 31:24 ya. Iya. Karena enggak ngerti kenapa 31:26 orang kita tuh menikmati 31:28 eh drama yang mereka ciptakan sendiri 31:31 gitu. Ana pernah nanya nih sama keren 31:33 nih kira-kira ken orang kita menikmati 31:35 drama yang diciptakannya sendiri. Iya. 31:37 Jadi ana ana misalnya kalau kalau ana 31:39 kalau lagi live nih lagi live di Bigo 31:41 nih teman-teman di Bigo juga pernah ana 31:43 kasih pertanyaan ee kenapa maksudnya 31:46 orang-orang itu lebih mereka pengin move 31:48 on tapi mereka menikmati ketidakmov onan 31:51 nih. Hm. Gitu. Mereka enjoy sebenarnya 31:53 berada di posisi tidak move on, tapi di 31:55 satu sisi mereka pengin move on, tapi 31:58 mereka menikmati hal tersebut. Kan satu 32:00 hal yang sebenarnya aneh kan? Enggak. 32:02 Pertanyaannya kenapa Keda? Apakah ketika 32:04 dia tidak move on dia merasa bisa 32:06 mendapatkan peluang perhatian dari orang 32:08 lain atau karena apa? Gini gini gini. 32:10 Jadi sebenarnya sih ya itu mungkin bisa 32:11 jadi salah satunya kamusa gitu. Tapi ee 32:14 hal yang lain di luar itu adalah ini 32:17 orang kita menikmati yang tadi menikmati 32:20 drama-drama kehidupan yang mereka bikin 32:22 sendiri. He. Padahal sebenarnya itu 32:23 enggak ada ataupun mungkin ada tapi 32:26 mereka bisa out dari situ sebenarnya. 32:28 Tapi mereka menikmati kayak ee kita bisa 32:30 lihatlah contoh ee syaran-saran ee ee 32:34 televisi misalkan gitu yang orang yang 32:36 ditindas yang terus misalkan ee sebuah 32:39 acara pencarian bakat misalkan kayak ee 32:42 si A ini anaknya orang enggak mampu 32:45 segala macam. Itu kan drama-drama 32:47 seperti itu pokoknya berderai air air 32:49 mata. Iya. air mata itu orang kita tuh 32:51 kayaknya laku ya laku hal-hal begitu 32:54 gitu. Nah, jadi makanya kenapa Anda 32:55 bilang kenapa hal tersebut laku ya 32:58 karena memang sudah tipenya yang ada di 33:01 di kita nih orang-orang kita nih ana ana 33:04 enggak enggak menyamaaratakan semua, 33:06 tapi secara garis besarnya mereka 33:08 menikmati drama-drama tersebut. Majority 33:10 gitu. Itu itu terjadi di Indonesia atau 33:12 di luar negeri juga seperti itu, Kak? 33:14 Kita enggak usah ngomong luar deh. Kita 33:15 ngomong negara kita aja. Tapi kamusa, 33:17 coba kamusa lihat deh waktu bencana 33:18 tsunami di Indonesia dengan di Jepang. 33:21 Di Indonesia apa yang terjadi? 33:23 Pertanyaan nih, pertanyaan setiap 33:25 bencana orang meninggal apa? Tahu enggak 33:27 pertanyaan paling apa sering keluar apa 33:30 feelingnya apa? Firasat apa yang Anda 33:32 rasakan banget itu? Anda paling semel 33:35 banget firasatnya apa gitu. Benar. Tapi 33:37 kalau coba waktu Jepang tsunami apa yang 33:40 diwawancari saling menyamak. Saya sedang 33:43 ee mencari keluarga saya yang hilang. 33:44 Ayo kita sama-sama saling memberikan 33:46 semangat. Itu kan keren ya move on gitu. 33:50 Tahu pasti saat ngomong itu hatinya tu 33:51 tuh terluka banget. Tapi bukan diratapi 33:55 kok di Indonesia pada saat apa yang 33:56 dirasakan? Apakah ibu bisa tidur tenang? 33:59 Ibu makan enggak sekarang? Pasti susah 34:01 ibu makan berat ya. Kalau saya ditanya 34:04 pasti berat ya apa perasaan itu? 34:05 Perasaan itu berat tapi lebih berat lagi 34:07 badan saya. 34:09 Cas close. Sudah. Makanya kayak gini nih 34:12 ee Kaiman sama Kamusa gitu. Maksudnya ee 34:16 saya sih enggak selalu berpikir bahwa 34:19 apa yang harus kita benahin ee pertama 34:21 kali terhadap orang-orang kita gitu. 34:24 Menurut saya sih pola pikirnya ya gitu. 34:26 Kenapa? Kenapa orang luar bisa kasarnya 34:28 ini orang luar itu bisa cepat keluar 34:31 dari bencana. Mereka lebih cepat maju 34:33 dibandingin dibandingin kita. Kita ya 34:35 honestly negara kita enggak maju-maju 34:38 gitu. Kenapa? karena pola pikirnya gitu. 34:41 Mereka tuh lebih lebih mau berkutat di 34:44 hal yang tadi dibandingin mau ee apa 34:46 namanya mencari mencari hal yang bisa 34:48 membuat mereka bangkit lagi gitu. 34:51 Kondisi keterpurukan ini dinikmati 34:54 dengan oleh orang-orang kita gitu. 34:56 Padahal mereka enggak mau tapi mereka 34:58 menikmati itu. Contoh seperti kasus 35:00 tobat tadi kam seperti kasus tobat kan. 35:03 Heeh. Kadang-kadang orang sudah 35:04 diajak-ajak tobat tuh berat. Betul. 35:07 Padahal kalau kita mau berpikir di balik 35:11 palsin, eh kalau kita tobat loh 35:14 dosa-dosa kita selama ini langsung a 35:17 Allah delete brus hilang. Kita bagaikan 35:19 bayi yang baru lahir. Enak dong. Wah 35:22 tobat aja. Buru-buru deh tobat. Jangan 35:25 tetap ah gua udah terlanjurlah buat masa 35:27 entarlah ini. Kadang-kadang kalau 35:29 dientar-entar kan umur siapa tahu. Iya 35:30 enggak? Iya. Kadang-kadang lagi pas lagi 35:33 asik-asyiknya ngerjain maksiat Allah 35:34 cabut nyawa. Betul. Selesai. Padahal 35:38 manfaatin sedikit waktu untuk bertobat. 35:41 Manfaatin aja. Betul. Benar. Iya. 35:43 Enggak. Betul. Kayak guru kita ee 35:46 almarhum Ustaz Tengku Zul ya pernah 35:49 cerita gini. Kita nih meninggal biasanya 35:53 berdasarkan apa dengan apa hobi kita. 35:55 Iya. Ketika hobi kita kayak kaida 35:56 misalkan berdakwah meninggal di jalan 35:58 dakwah. Ada yang hobi baca Quran 36:00 meninggal meninggal ketika baca Quran. 36:02 Bahkan ada beliau cerita ada oknum 36:05 aparat anggota DPR hobinya berzina mau 36:08 naik haji. 3 hari sebelumnya berzina 36:12 dulu nih cekin hotel tanda petik 36:14 puas-puasinlah sebelum naik haji. Jadi 36:16 tobatnya entar naik haji. Tobatnya entar 36:18 naik haji. Meninggal di atas tubuh 36:20 perempuan. Kan seram banget ketika kita 36:24 lagi 36:26 Iya. Jadi gini kami. Gua hobi gua 36:28 nge-bully lu kemarin. 36:32 Jadi tuh kayak jadi nih ini ini adalah 36:35 kalimat yang sering diucapin sama ee 36:37 almarhum ya. Orang itu akan meninggal 36:40 sesuai dengan kebiasaannya. He. Kalau 36:41 orang itu biasa kebiasaannya salat 36:43 berjamaah di masjid meninggalnya dalam 36:46 kondisi salat banyak hal lah. 36:49 Tak ka masuk orang itu terbiasa e 36:52 bersalat berjamaah di masjid. masa 36:55 seperti itu dan Takaida masuk pertama 36:57 kali di Rasil lagunya itu ya kan? Iya 37:00 kan? Iya akhirat rumah kita. 37:02 kita. Iya. Iya. I itu pertama kali 37:05 setiap habis salat dipasang terus. 37:06 Masyaallah. Sampai akhirnya ee orang 37:08 tahu, "Oh, itu ragu rasil tuh sampai 37:10 taka bilang tolong dong jadi pasang 37:11 terus gitu ya." Enggakak. 37:14 Lagu itu harus kalau jadi kata kata 37:16 Mifarid begini, selama masih ada Rasil, 37:19 lagu itu akan diputar 37:20 terus. Kalau Rasil masih ada sampai 37:23 sehari sebelum kiamat nih, masih akan 37:25 diputar tuh lagu. Masyaallah. Ya, kamu 37:28 saat kita mau break dulu. Tapi sebelum 37:29 break ini dengar nih ini lagu Taka 37:34 pertama kali dipasang di sini ya. 37:36 Pertama kali dipasang. Jadi pendengar 37:37 hasil yang mendengar malam ini. 37:39 Alhamdulillah kita 37:41 mendengarkan sebetulnya ini lilik 37:44 selawat cuman musiknya takeda yang 37:46 aransem take vocal aransem mixing 37:49 mastering sendiri sendiri pakeda juga 37:51 sendiri. Jadi ketahuan enggak punya 37:53 teman sebetulnya. Oh bukan bukan bukan 37:55 bukan enggak punya temanak enggak ada 37:56 duit buat bayar orang gitu. Tapi 37:58 multialent multialent multialent 38:00 multialent. Jadi teman-teman yang ada di 38:03 Batom, yang ada di manapun dengerin ini 38:05 perdana musik Takaida yang selawat ini 38:07 dipasang di Indonesia. Siap. Benarbenar. 38:10 Nah juga untuk Iwan dan Awat kalau mau 38:11 berpartisipasi di acara kita malam hari 38:13 ini, mumpung ada Kak Eda nih dan ada 38:16 Bang Fahmi yang mau tanya-tanya, ayo 38:17 langsung kirimkan WhatsApp atau SMS ke 38:22 0811 berapa, Keman? 38:26 0811999720 F udah hafal belum juga parah 38:31 parah jangan ke mana-manaat kita akan 38:33 kembali setelah yang satu ini. 38:36 [Musik] 38:50 [Musik] 38:52 attack 39:07 [Musik] 39:37 attack 39:45 [Musik] 40:06 [Musik] 40:23 [Musik] 40:46 attack 41:01 [Musik] 41:11 at 41:13 [Musik] 41:23 [Musik] 41:39 [Musik] 41:56 attack 42:00 at 42:17 [Musik] 42:32 Brail TV. 42:40 Masih bersama kami Hewan dan Ah di mana 42:42 pun Anda berada pada malam hari ini. 42:43 Meriah sekali studio kita Hewan dan 42:45 Nawat karena kita kedatangan Kakak 42:47 Umarut Takida, Kakak Fahmi dan juga 42:50 uncle Firman Muslim Tahir. Guru kita 42:52 semua ini. Guru guru dari semua guru. 42:54 Guru dari semua guru Fahmi ini apa 42:56 jomblo? Jomblo 42:58 kualitas jomblo. High quality. High 43:00 quality jomblo. 43:02 Sebenarnya sudah banyak yang ngantri 43:03 Kiman masih dalam tahap seleksi. Dia 43:06 bilang ke anak tuh gini, e minta 43:08 dicariinnya, minta dijodohinnya sama 43:11 siapa? Laudia Cynthia Bella. Dia pernah 43:14 bilang bukan lagi kalau dia ngedekatin 43:16 Ana enggak tolak kata dia. Ingat 43:18 syaratnya dia ngedekatin. 43:21 Mau kita bantuin temannya kaedah loh 43:23 Bang Pami. Enggak kita sih linknya 43:25 dekat-dekat aja nih. Kalau mau kalau mau 43:27 kita kayaknya tahapnya mengagumi dulu 43:29 aja. Tapi ini dikagumi, 43:32 dikagumi, dikagumi. Tapi di sini nih ada 43:35 bilang, "Kak, jodohin aku dong." Tuh di 43:36 sini kasih lihat mukanya. Kasih lihat 43:38 Fahmi. Fahmi the high quality jomblo. 43:40 Coba kita kasih lihat dulu nih, Kak. Kak 43:42 Fahmi itu seperti apa sih orangnya? Coba 43:44 kita kasih lihat kecewa nanti. Jangan 43:47 sudah banyak WhatsApp yang masuk Kiman. 43:49 Itu Kak Fahmi itu. Oh, ganteng kan? Oh, 43:52 luar biasa Bang Fah. Lumayanlah. Iya. I 43:55 salat duhanya rajin Bang Fahmi. Ayo yuk 43:58 Iwan yuk yuk yuk. Yang mau cari mant 44:01 berenang main sepeda jual beli senjata. 44:04 I 44:06 seram seram seram ya jual belinya 44:08 senjata ya. Terakhir sih beli kurma. Oh 44:10 iya benar ya. Dikit lu ah diskon lagi. 44:15 Ada dari pendengar hasil di jagoori. 44:18 Tbat itu ada tingkatannya. Jika kita 44:21 sudah mampu bertaubat dari maksiat, kita 44:25 masih harus bertaubat dari perbuatan 44:27 makruh. Walaupun perbuatan makruh tidak 44:29 dosa. H. Setelah itu kita juga masih 44:31 harus tobat dari meninggalkan 44:33 sunah. Walaupun meninggalkan sunah juga 44:36 tidak dosa. Terusmenerus bertingkat 44:38 karena bahkan Rasulullah sallallahu 44:40 alaihi wasallam masih bertobat kepada 44:42 Allah subhanahu wa taala. Itulah kenapa 44:45 tidak harus menunggu berbuat dosa untuk 44:47 bertaubat. 44:49 Bahkan Rasulullah pernah bilang ya, 44:50 beliau bertobat ee Rasulullah itu 44:53 bertaubat sehari 75 kali. Ingat 44:55 kata-kata bukan 75 kali yang disebutkan 44:58 kayak di Indonesia tuh ada istilah kaki 45:00 1000. Bukan kakinya 1000 tapi jumlahnya 45:03 banyak. Yang dimaksud 45:06 ee bertaubat 75 kali maksudnya 45:07 Rasulullah tuh bayangin Rasulullah yang 45:12 maksum, Allah sucikan, Allah sayangi 45:14 bertobat. Gimana kita malu kali kalau 45:17 kita yang Iya yah masih sering lalai ya 45:20 ampun gampang kegoda. Lalainya lebih 45:22 seram dari ingatnya kegodanya lebih 45:25 lebih sering 45:26 daripada salehnya. Betul. Sekalinya 45:29 salat 5 waktu yang khusyuknya paling 3% 45:31 bagus. Betul betul betul. Kalau ana 10 45:36 saya. Iya. 45:40 Ya Allah ya Allah. 45:42 Oke, ada WhatsApp lagi. Bacain lagi bagi 45:45 hot bergabung dalam acara kami. Kaedah 45:48 tapi ini ini e siaran yang paling enak 45:50 ya namanya juga apa? Minggu malam santu. 45:53 Minggu malam santui kurang apa? Selesai 45:55 dikasih makan. Hm. Oh bukan lagi boleh 45:58 pulang lagi makanannya beragam lag 46:01 ininya beragam. Enggak. Pokoknya gini 46:02 kalau kita enggak puas di sini kita bisa 46:04 samperin rumahnya dekat. 46:07 Tapi kalau Om Iman kalau di rumahnya 46:09 enggak makan malam. Enggak. Eh, istri 46:11 gua dengar nih. Lu jangan sebut-sebut 46:13 itu. Ee sebutin ya namanya. 46:18 Ee ada juga dari pendengar sil yang lain 46:21 nih. Cerita dari Kaiman yang ke tempat 46:23 sampah tadi keren banget. Kalau tadi 46:25 diumpamakan dengan kita dalam berbuat 46:27 dosa yang awal-awal merasa tidak nyaman 46:30 lalu karena sering dan mulai terbiasa 46:31 dan menjadi kebiasaan bisa juga kita 46:34 balik ya dalam bertobat. Iya. atau 46:36 awal-awal memperbaiki menjadi lebih baik 46:38 dan meningkatkan ibadah pun begitu. 46:41 Awal-awal pasti sulit, susah, bahkan 46:43 merasa terpaksa, tapi lama-lama menjadi 46:45 mulai biasa, menikmati, membutuhkan, dan 46:48 merasa ada yang kurang jika ibadah tidak 46:50 dilaksanakan. 46:52 Pelajaran pelajaran saya dapat dari Kak 46:54 Musa nih, Kak Kak Eduh, aduh, aduh nih 46:57 ngelemparnya nih. Benar. Konsistensi 46:59 kita dalam membaca Quran itu harus kita 47:01 paksakan. Benar. Nanti baru bisa jadi 47:04 nyaman. K Musa nih weh konsisten baca 47:06 Quran ter bilang astagfirullahim. Jadi 47:10 bagi Kak Musa dalam bulan Ramadan khatam 47:12 dua kali sepotong kue katanya kue 47:15 sepotong kue. Piece of cake. Sepotong 47:17 kue kuku ya kuku. 47:20 Astagfirullahalazim. Ayo kita bahas yang 47:22 lain. K. 47:24 Tapi Musup penasaran K. Kaida kan ee 47:28 dunianya nih di dunia entertain. Iya. Ee 47:31 kemudian udah lama juga kan udah belasan 47:33 mungkin puluhan tahun kalau puluhan 47:35 tahun kesannya tua banget masih iya 47:37 palingnya 20 tahun lah baru 26 baru 26 47:41 baru 26 ya baru 26 dari umur 6 tahun 47:43 kayak udah masuk ke dunia ini. Iya, 47:46 awalnya juga mungkin belum langsung 47:47 berdakwah kan kayak awal belum. Niatnya 47:50 sih ee sebenarnya gini, dulu tuh 47:51 perbedaan dulu sama sekarang itu cuma 47:53 dulu enggak ada niat, sekarang ada niat. 47:56 Dulu dakwah enggak sengaja. Dulu enggak 47:58 sengaja gitu. Tapi maksudnya ee 48:01 kebiasaan memberikan motivasi ke orang 48:03 itu memang sudah dari dulu. He gitu. 48:05 Karena memang dari zaman sekolah tuh 48:08 tempat curhatnya orang gitu, S. Oh, 48:10 gitu. Jadi pasti cewek yang banyak ya. 48:14 Oh, bukan lagi. 48:17 Iya, soalnya kalau kalau cowok yang 48:19 curhat ujung-ujungnya jam duit dong, 48:20 Bro. 48:22 Modus doang. Modus doang. Heeh. Enggak 48:25 mau. Buat apa lu mau sebat gitu? Sebat. 48:28 Udah sebat guetang pula ya. Iya. Aduh, 48:32 makanya kan bulan. Terus titik baliknya 48:34 di mana? 48:36 Sebenarnya sih si simpel ya. Maksudnya 48:38 kalau cerita ana nih dibandingin sama 48:40 teman-teman yang lain mungkin enggak 48:41 sedramatisir itu gitu. Kalau teman-teman 48:43 kan maksudnya mengalami banyak banget 48:45 kejadian yang sampai bikin nangis lah 48:48 apa? Kalau ana sih enggak ya. Jadi tuh 48:51 ee cuma ngingat bahwa Ana nih anak 48:53 tunggal terus enggak anak laki-laki pula 48:56 gitu yang menjadi tanggung jawab orang 48:58 tua gitu sampai kapanpun. Terus udah 49:01 gitu ee kalau kalau aneh-aneh ee yang 49:06 kena imbasnya juga orang tua. Anaknya 49:09 enggak ada yang lain. Harus masuk surga 49:11 enggak jadi gara-gara anaknya. karena 49:13 cuma satu gitu. Heeh. Nah, terus sudah 49:15 gitu banyak teman yang mati mati muda 49:18 karena karena karena ee makai gitu. 49:22 Karena makai ee terus ada yang over 49:24 pokoknya rata-rata OD. Banyak 49:26 teman-teman yang meninggal OD gitu dalam 49:28 di umurnya mereka tuh masih 20-an gitu 49:31 yang di mana mereka tuh masih belum 49:33 nikmatin kasarnya belum nikmatin masa 49:35 mudanya benar gitu. Tapi masa mudanya 49:38 dihabisin dengan hal yang kayak gitu 49:39 akhirnya meninggal dengan hal yang kayak 49:40 gitu. Makanya orang dibilang tadi orang 49:43 itu akan meninggal sesuai dengan 49:44 kebiasaannya gitu. Ana di kelas baru 10 49:49 menit yang lalu misalkan, "Halo, Bro. 49:51 Apa kabar?" "Wah, masuk yuk." "Ya, entar 49:52 dulu. Gua mau minum obat dulu. Kepala 49:54 gua sakit." Dia bilang gitu. Nah, udah 49:56 nih 10 menit kemudian dia masuk 49:58 kelas duduk di 50:00 belakang. Ini dosen lagi jelasin nih. 50:05 Nyampai setengah jam dia kejang-kejang 50:08 belakang. mulutnya 50:10 babusa gitu. Dan itu kasus kayak gitu 50:13 tuh enggak sekali dua kali gitu. 50:15 Teman-teman ana meninggal karena hal-hal 50:17 kayak begitu. Nah, akhirnya mikir kalau 50:19 gua mati di umur di seumuran mereka 50:23 terus ee gua masih aneh-aneh dan 50:29 udah udah pasti gua tahu tempatnya gua 50:31 ada di mana gitu. Sementara enggak ada 50:33 orang yang mau masuk neraka kan. H pasti 50:35 semua masuk maunya masuk surga gitu 50:37 gitu. Walaupun ada yang bilang bahwa 50:39 semua umatnya Nabi Muhammad pasti akan 50:41 masuk surga tapi lewatnya lewat mana 50:43 dulu gitu. Nah kita kan penginnya 50:44 lewatnya enggak banyak-banyak gituan 50:48 gitu. Nah jadi ternyata menemukan cara 50:50 yang ampuh gitu. Apa 50:53 dakwah gitu yang sebenarnya kewajiban 50:55 kita gitu. Kalau orang bilang multievel 50:58 marketing itu haram. Nah multievel 51:01 multievel marketing yang halal ya 51:03 dakwah. 51:04 karena mengajak orang karena mengajak 51:07 orang ke dalam kebaikan gitu gitu. Jadi 51:10 jadi maksudnya the real multievel 51:11 marketing ya dakwah 51:14 gitu karena itu sampai kita enggak tahu 51:17 orangnya misalkan asalnya dari kita 51:19 sampai kita entah siapa siapa siapa yang 51:21 yang ngelaksanain itu kita masih dapat 51:23 pahalanya. Iya gitu. That's why makanya 51:26 kenapa ee dakwah itu penting banget gitu 51:30 bagi orang yang enggak yang berpikir 51:32 dakwah itu hanya ustaz gitu mereka ya 51:34 salah ketika kita nyuruh orang buang 51:36 sampah di tempatnya aja kan sudah dakwah 51:39 gitu. Jadi dakwah kan enggak harus 51:40 selalu diartikan dalam lu ngomong 51:42 permasalahan agama gitu. Hal positif 51:44 mengajak orang untuk untuk ke kebaikan 51:47 itu juga sudah dakwah gitu. 51:50 Termasuk lagu positif. Lagu-lagu positif 51:52 yang dibuat ke Eda nih Kiman. Walaupun 51:54 Kak bener enggak sih positif gua positif 51:56 sebel ke lu. 52:01 Kak market lagu positif kan enggak 52:03 sebesar market lagu yang mendayu-dayu 52:05 yang tadi Kieda ceritain kan ya. Apa 52:07 yang ngebuat Keeda masih bertahan sampai 52:08 hari ini? Walaupun mungkin secara masnya 52:10 enggak tahu nih kalau salah tolong 52:11 dikoreksi secara materi yang dihasilkan 52:14 dari lagu positif mungkin lebih sulit 52:17 dibandingkan dari lagu-lagu yang mungkin 52:19 meny-menyek. Nah, ini pertanyaannya buat 52:20 kamu. Saya ngasih rezeki siapa? 52:23 Allah. Ya udah, enggak usah ditanya. 52:24 Oke, kita lanjut ke pertanyaan 52:26 selanjutnya. Kita enggak perlu ngomong 52:28 ngebahas permas permasalahan ee rezeki 52:31 gitu. Karena ini teori-teorinya bukan 52:33 punya kita. Ini teori-teorinya Allah 52:35 nih. Mau itu musiknya kayak gimana kalau 52:38 Allah bilang ini marketnya bisa lebih 52:40 banyak daripada itu. Tenggelam juga yang 52:42 itu. Kalau Allah ngomong a a gimana? 52:45 Akhirnya itu yang buat keda yakin 52:46 sampai. Iya. Karena maksudnya kan sama 52:48 sekali tidak ada hubungannya kerjaan 52:50 kita dengan rezeki gitu. Rezeki itu 52:52 sudah teritorinya Allah gitu. Kita kan 52:53 berbuat aja gitu. Kita berbuat kerja 52:56 ikhtiar selesai berdoa sama Allah 52:58 hasilnya Allah gitu. Allah ngasih. 53:00 Makanya kalau enggak salah salah satu 53:01 doa yang diajarkan Rasulullah tuh kalau 53:04 bahasa Indonesianya singkatnya seperti 53:06 ini. Ya Allah jadikanlah aku he 53:09 orang-orang yang 53:10 berkecukupan. Bukan kaya, bukan banyak 53:13 rezeki. Kenapa kamusta? Karena banyak 53:15 rezeki kadang-kadang kita enggak 53:16 puas-puas. Jadi kayak ibaratnya minum 53:18 air laut. Hm. Tambah lagi, tambah lagi, 53:20 tambah lagi. Tapi kalau kita berdoa, "Ya 53:23 Allah, jadikanlah aku hambaMu yang ber 53:25 ee yang Engkau beri kecukupan." Kalau 53:28 kita lagi butuhnya satu nasi, kita cukup 53:31 pada saat pengin nyekolahin anak cukup 53:35 bisa ada dananya selalu. Dan kalau orang 53:38 cukup itu kan puas kan berarti. Ah, 53:40 cukup nih sudah puas nih. Tapi kalau 53:43 banyak belum tentu cukup. Itulah uniknya 53:45 uniknya rezeki dari Allah itu. Iya. 53:48 Buktinya apa? Koruptor dapat duit 53:50 banyak, mobil udah Rollsroyce ya kan? 53:54 Jam udah rasanya kurang terus aja masih 53:57 kurang lagi, kurang lagi, kurang lagi. 53:59 Karena enggak ngerasa cukup tapi ada 54:01 orang rumahnya biasa segala macam rasa 54:03 berkecukupan. Ada artis dunia pop yang 54:06 manggung sehari empat kali sampai napas 54:09 susah segala macam. Ngerasa kurang aja. 54:12 Terus ada yang manggung ee sebulan tiga 54:16 kali. Itu pun kadang-kadang sering nolak 54:18 juga. Heeh. Merasa fine-fine aja kok. 54:21 Enggak kurang. Itulah ee rahasia dari 54:25 rezeki Allah. He cukup itu yang penting. 54:27 Cukup yang diridai Allah. Iya. Makanya 54:30 bisa jadi sejuta per bulan bisa bikin 54:33 tenang. Ada juga yang R miliar per bulan 54:35 bikin hati resah. Iya. Jadi gini K Musa 54:38 misalkan kalau K Musa kan miliar 54:40 sebulan. 54:42 Misalkan contoh nih K Musa ya dan bikin 54:44 tenang. 54:46 di saat pandemi gitu bisa dibilang 54:48 hampir tidak ada panggungan. He. Tapi 54:50 itu anak-anak band masih hidup-hidup aja 54:52 kan. Iya. Gitu. Sementara dulu mereka 54:54 rezekinya datang dari panggungan. Iya. 54:56 He. Tapi Allah ganti 54:59 dengan ee jalan yang lain gitu. Mereka 55:02 masih hidup, masih makan, masih sehat. 55:05 Binatang melata aja Allah jamin 55:07 rezekinya. Kenapa kita manusia yang seb 55:09 yang Allah jadikan pemimpin di muka bumi 55:12 enggak Allah jamin rezekinya? Iya, 55:14 begitu Bang Fahnya. Betul. Tapi kalau 55:16 jodoh harus dicari M. I. Tapi yang jadi 55:17 permasalahan Omim Manada nih, yang jadi 55:19 permasalahan itu adalah banyak orang 55:21 yang bilang mereka beriman kepada Allah 55:24 tapi mereka enggak yakin sama Allah. 55:27 Ngerti kan maksudnya? Jadi ketika 55:29 misalkan mereka lagi mungkin mereka lagi 55:32 berkecukupan, mereka bisa bilang nih, 55:35 "Gua beriman sama Allah." Tapi begitu 55:37 rezekinya itu jadi seperempat dari yang 55:39 biasanya. Sepempat aja ya, enggak usah 55:41 setengah. seperempat itu mereka sudah 55:43 mulai besok gimana nih gua mau makan apa 55:46 ni mulai bimbang nih. Nah, 55:48 jadi terkadang nih permasalahan iman 55:51 kayak gini nih Allah kan pasti selalu 55:53 nguji kita ketika kita bilang kita 55:55 beriman pasti Allah akan menguji 55:56 keimanan kita kan gitu. Kalau lu enggak 55:58 ada duit masih bisa enggak lu yakin sama 56:00 gua bahwa gua akan kasih lu rezeki gitu. 56:03 Itu cerita kamusa ke kan aneh tuh. Dia 56:06 bilang unic po di Cibubur. Heeh. Yang 56:08 beli dari Bandung, dari Bintaro. 56:11 Dari Tangerang. Padahal di Bintaro 56:13 banyak banget yang jual tanaman. Iya. 56:15 Bintar situ banyak tu datang ke unik 56:17 sih. Karena kenapa? Mul cukup berdiri 56:20 senyum. Enggak gitu. Ibu-ibu go kita 56:23 lihat 56:25 dulu sarangnya. 56:29 Oke, kita baca masuk. Gimana nawat mulai 56:33 meresahkan pembicaraan di dalam 56:35 studio. Asalamualaikum warahmatullah 56:38 wabarakatuh. Yeay, minggu minggu malam 56:42 santui. 56:44 Ee jangan acara yang paling bermanfaat 56:47 dong. Justru jangan acara yang paling 56:48 enggak bermanfaat. Oh, karena klaim kita 56:50 nih kayak acara ini paling enggak 56:52 bermanfaat dibandingkan acara-acara rasi 56:53 lainnya. Eh, tapi ya tapi justru lebih 56:57 santai tapi banyak manfaatnya. 56:58 Mudah-mudahan seperti itu. Santi. 57:00 Manfaat. Tapi selalu mencerahkan salah 57:02 satu acara yang acara keluarga yang kami 57:05 tunggu-tunggu. Kak Iman insert-insertnya 57:08 keren banget dari Bunda 57:10 Milda. Ngeri ya. 57:13 Kemudian ada dari Bunda Nisa, Bali juga 57:16 hadir. Kak Iman, Kak Musa absen tolong 57:18 disapa. Mantap. Halo Bali. Apa kabar? 57:21 Bali Bali. Bali. Kamusa nih baru dari 57:23 Bali. Kamu enggak dong. Jangan Bali. 57:26 Fansnya Kak Iman banyak juga ya. Woh. 57:28 Kak Iman Nusantara Keda. Uh. Bukan lagi. 57:31 Tapi cowok dah ya. Cewek-cewek 57:33 dedek-dede tuh banyak enggak? Gak ada. 57:34 Kalau dedek-dedek banyak nih. Banyak. 57:37 Banyak. 57:39 Ternyata doang itu habis ini enggak 57:41 boleh dikunci di depan. Enggak boleh 57:44 masuk. Enggak boleh siaran lagi. Enggak 57:45 boleh siaran lagi. Udah cukup ya. Cukup 57:48 nih kita mau break dulu nih. Ini lagunya 57:50 Taka juga nih. Keren. Ee kenapa? 57:54 Karena rata-rata musik religi di 57:56 Indonesia itu mendayu-dayu kecuali lagu 57:59 ini. Upbit. Upbit ya. Upbit. Kang Fahri 58:03 teleponnya jangan diangkat dulu. Kita 58:04 pasang dulu lagunya Takeda baru boleh 58:06 pasang angkat teleponnya. Don't go away. 58:08 We be right back. Be right back. Kalau 58:10 ada yang mau WhatsApp jangan lupa 58:11 0811999720. 58:15 Alhamdulillah. 58:17 Alhamdulillah. nih kalau telepon kalau 58:19 telepon 58:20 021 845 58:23 8451512. Oke, kami akan kembali setelah 58:26 yang satu ini. 58:26 [Musik] 58:43 at 58:56 ah 59:00 [Musik] 59:14 T 59:16 [Musik] 59:38 [Musik] 59:55 at 1:00:00 [Musik] 1:00:16 [Musik] 1:00:26 at 1:00:28 [Musik] 1:00:55 [Musik] 1:01:16 [Musik] 1:01:20 attack 1:01:33 [Musik] 1:01:45 ha berasil 1:01:47 [Musik] 1:01:56 Masih bersama kami Ikhwan dan di mana 1:01:57 pun Anda berada. Muhammad Musaqf, Umarut 1:02:00 Kaida, Bang Fahmi dan Uncle Firman 1:02:02 Muslim Tahir. Ada Ondi Mandi di meja 1:02:03 operator dan Mas Fahri menemani ikhwan 1:02:06 dan akhwat di Minggu malam sampai. Mas 1:02:08 semua ada nama belakangnya ya. Mohon 1:02:10 Musa Alkaf eh Firman Putrajaya Tahir. 1:02:13 Firman Putrajaya Tahir. Firman Muslim 1:02:15 Tahir. Telepon ada telepon ada telepon 1:02:18 masuk. Kita sapa dulu I naawat. Halo. 1:02:19 Asalamualaikumut sama gua ketawa-tawa 1:02:21 gua tahu maksudnya apa nih. 1:02:24 Asalamualaikum. 1:02:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:27 wabarakatuh. 1:02:29 Anak-anak takedah. 1:02:34 Ibu ee e volume radionya tolong 1:02:37 dikecilin boleh Bu. Iya, karena ee 1:02:40 feedback terlalu dekat kali karena 1:02:42 feedback ya. 1:02:46 Asalamualaikum. Putus, 1:02:49 putus, putus, putus, putus, putus. Nih 1:02:52 ada yang dari Kaltim nih. Ya Allah, dari 1:02:54 Utama Jaya. Subhanallah. Bertobat. Saya 1:02:56 teringat akan janji Allah. Dalam surat 1:02:59 Nuh ayat 10 sampai dengan 1:03:01 12. Kami dari Kaltim selalu hadir buat 1:03:04 terhasil tercinta. Masyaallah. Dari 1:03:05 Kaltim. Kamu ustaz. Kita bacakan surat 1:03:07 Nuh ayat 10 sampai 12. 1:03:11 Auzubillahiminasyaitanirjim. 1:03:13 [Musik] 1:03:15 Bismillahirrahmanirrahimagfiruakum 1:03:16 innahuana goar 1:03:22 yursilamaikumidum 1:03:25 biamwaliakum 1:03:27 jannakum 1:03:30 anhar. Artinya nanti kita bacakan 1:03:32 setelah ini. Saya cari dulu. 1:03:36 Di sini enggak ada artinya kayak Duh, ya 1:03:38 Allah. Salah cari duluak tuh salah 1:03:41 download Quran hamba. Oh, ada 1:03:45 ada. Hm. Oke, nanti kita bacakan. Saya i 1:03:48 ada WhatsApp masuk. Salam buat Kakak 1:03:51 Takeda dari fans ciliknya. Ada telepon. 1:03:53 Ada telepon Fajar di Bekasi. Ada 1:03:56 telepon. Halo. Asalamualaikum. 1:03:57 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 1:03:59 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:02 Saya Ibu Siti Khadijah Ludis. Oh iya, Bu 1:04:06 Khadijah. Apa kabar? Alhamdulillah, Nak. 1:04:09 Barakallah ya, Nak. Barakallah. Bu 1:04:11 Khadijah, 1:04:14 saya mau bertanya nih, Nak. Heeh. Eh, 1:04:17 saya mau apa ya? Mau minta tolonglah 1:04:21 bagaimana caranya supaya anak saya yang 1:04:24 umur 1:04:26 laki-laki umurnya 39 tahun kok belum ada 1:04:30 tanda-tanda insaf 1:04:32 ataupun mengerjakan perintah Allah yang 1:04:35 lima waktu aja 1:04:37 susah. Itu caranya bagaimana ya, Nak? 1:04:41 Hmm. Ajak main-main ke sini deh, Bu. 1:04:43 Kita ngobrol-ngobrol. 1:04:45 Gimana, Nak? Bawa kerasil, Bu. Kita 1:04:47 ngobrol-ngobrol. Kak Musa nih baik 1:04:49 banget kok orangnya. Adu-adu. 1:04:52 Iya, Bu. Main-main keras, Bu. Mungkin 1:04:53 sekarang dia enggak ada di rumah, Nak. 1:04:55 Oh, 1:04:57 tapi saya ini ya, Nak. Saya maaf nih, 1:05:02 saya kasih nomor teleponnya, tapi dia 1:05:05 enggak pernah mau ngangkat kalau saya 1:05:06 yang nelepon, Nak. Oh, iya i ya ya ya, 1:05:11 Bu. Insyaallah, Bu. Ajak-ajak main nanti 1:05:13 di sini ee ada banyak yang bisa diajak 1:05:16 diskusi. Enggak. Cash-nya gini, Kak 1:05:18 Musa, cas-nya ditelepon enggak diangkat. 1:05:20 Gimana cara ngajak ke sini? Yang paling 1:05:22 penting, Bu. 1:05:23 Iya, Nak. 1:05:25 Kita paling penting minta bantuan ke 1:05:27 Allah ya, Bu. Ya, Ibu yakin dulu doa ke 1:05:29 Allah. Kalau kata guru kita, Bu, kita 1:05:32 berdoa ke Allah seperti sudah meyakini 1:05:34 tidak ada hijab lagi antara kita dengan 1:05:36 Allah. minta, "Ya Allah, tolong gerakkan 1:05:39 hati anak saya ya Allah untuk 1:05:42 mendekatkan diri kepadamu." Kan Allah 1:05:44 yang maha tahu ya, Bu ya. Pasti 1:05:46 insyaallah ada caranya Bu. Betul. Betul, 1:05:47 Nak. Betul, Nak. Makanya 1:05:50 banyak-banyak doain aja deh, Bu. 1:05:51 Banyak-banyak doain insyaallah. Sekarang 1:05:53 ini saya emang lagi kurang sehat, 1:05:56 tapi insyaallah setiap-tiap malam 1:05:58 tahajud enggak pernah lalai mendoakan 1:06:00 dia, Nak. Insyaallah. Insyaallah. Enggak 1:06:02 pernah lalai. sampai setiap setiap hari 1:06:06 saya mendengar rasil. Apalagi kalau hari 1:06:08 Minggu 1:06:09 pagi 1:06:11 Ustaz Husin Alatas ceramah tentang 1:06:15 bernaung di Al-Qur'an selalu saya. Hm. 1:06:20 Ada lagi 1:06:21 [Musik] 1:06:23 ee Ustazah Herlina Amran selalu saya 1:06:26 ikutin 1:06:29 banyaklah ustaz-ustaz yang dirahasil itu 1:06:31 selalu mendengarkan. Cuma kalau saya 1:06:33 telepon pas lagi ini saya enggak 1:06:36 diangkat telepon saya karena penuh yang 1:06:39 ngantri. 1:06:41 H iya. Mudah-mudahan ya, Bu ya. 1:06:42 Mudah-mudahan ya kita sama-sama doain 1:06:43 ya, Bu ya. Mudah-mudahan Allah gerakin 1:06:46 hati anak Ibu menuju ke arah yang lebih 1:06:48 baik ya, Bu ya. Sama-sama kita berusaha 1:06:50 lebih baik, Bu. Amin. Insyaallah. Amin. 1:06:53 Amin ya rabbal alamin. Asalamualaikum 1:06:55 warahmatullam warahmatullahi 1:06:57 wabarakatuh. Karena memang yang 1:06:58 membolak-balikkan hati manusia kan Allah 1:07:00 ya. Yang kalibal klub ya kan Allah. 1:07:02 Betul. Karena kalau enggak salah ada doa 1:07:03 buat anak yang begini kamu saya rbi 1:07:06 habli minadunkaatan thibah innaka sami 1:07:09 dua artinya apa kamu kan orang Arab. Ya 1:07:13 Allah ya Tuhan kami berikanlah kami 1:07:16 keturunan 1:07:18 keturunan thayibat keturunan yang baik. 1:07:21 Terus apaagi bahasa Arabnya? 1:07:24 In sesungguhnya engkaulah yang 1:07:26 mengabulkan doa-doa. Betul. Betul. Bisa 1:07:28 juga rbi habli minaliihin surat ada 1:07:31 salah satu ayat di surat Al-Qur'an. Rbi 1:07:34 mukimat hati. Tapi jadi keingat ini kan 1:07:36 keman cerita Imam Ahmad bin Hambal yang 1:07:40 akhirnya beliau digerakkan sama Allah 1:07:44 menuju satu tempat karena istigfarnya 1:07:45 penjual roti. Mungkin kita sih juga bisa 1:07:48 begitu. Iya. Kita istigfar, Ibu. Minta 1:07:50 ampun pada Allah. Astagfirullah. 1:07:51 Astagfirullah, astagfirullah. Sambil 1:07:52 mendoakan apa yang kita harapkan. Anak 1:07:55 kita kembali ke jalan yang benar dan 1:07:56 lain-lain. Insyaallah. Allah. Semua ini 1:07:58 kan perkara semua ini kuasaan Allah. Ada 1:08:00 telepon masuk lagi. Halo. 1:08:02 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 1:08:04 warahmatullahi wabarakatuh. Iya. Bapak 1:08:07 dari siapa? Di mana? Ee saya Bapak 1:08:10 Taswin. 1:08:12 Bapak Taslim di mana, Pak? Di Cibubur. 1:08:14 Oh, di Cibubur. Apa kabar, Pak Taslim? 1:08:16 Alhamdulillah sehat-sehat aja. E ceria 1:08:18 banget nih ya. Saya senang banget juga. 1:08:20 Alhamdulillah. Jadi tadi selinting lagu 1:08:23 itu kegemaran saya juga lagu e terakhir 1:08:26 tadi itu. Oh lagu Takaida. Eh enak 1:08:28 banget itu lagu. Cuma begini h ada syair 1:08:32 yang perlu saya tanya ee semakin ee 1:08:34 dikejar ya jengkak jauh. Apakah ini 1:08:37 hadis atau dari ayat itu ya? Hm. Nah, 1:08:40 itu yang pertama itu. Yang kedua, ee 1:08:43 coba ciptakan lagu yang yang kira-kira 1:08:46 sesuai dengan kemuraman ee dari negeri 1:08:48 kita sekarang ini yang sifatnya ee apa 1:08:51 ya ee memberikan nasihat dan sekaligus 1:08:55 ee supaya lunak dan segala macam supaya 1:08:58 ee muslim ee Islam ini jangan sedih 1:09:01 terus ya, digencet-gencet mulu gitu loh. 1:09:02 Lagu apa gara-gara yang bagus ya? Apa 1:09:04 lagu pisang gencet apa gimana gitu ya? 1:09:07 Iya. Iya. I tolong ciptakan itu 1:09:09 adik-adik 1:09:12 jadi jadi amal jariah gitu. Siap. Terima 1:09:14 kasih banyak Pak. Waalaikumsalam 1:09:16 warahmatullam warakatuh. Kenapa keda apa 1:09:19 yang pertama pertanyaan semakin dikejar 1:09:21 semakin jauh. Iya. Kenapa lirik itu itu 1:09:24 dari apa sehat? Dunia jangan 1:09:27 dikejar semakin dikejar kencang larinya 1:09:31 gitu kan. Iya. Nyanyiin coba satu bar. 1:09:33 Satu baru bar. Sebentar sebentar 1:09:34 sebentar. Itu tadi itu itu cuman sebait 1:09:37 satu bar. Satu bar enggak? Coba Kak 1:09:40 please nyanyiin sekali lagi biar tahu 1:09:43 yang tadi yang dunia. Tunggu tunggu 1:09:44 tunggu sebentar sebentar kita online aja 1:09:46 semua biar kita. Iya. 1:09:49 Seru nih. 1 2 3. Dunia jangan 1:09:57 dikejar. Semakin dikejar kencang 1:10:01 larinya. Cukup akhirat saja. Maka dunia 1:10:06 pasti 1:10:08 mengikutimu dengan 1:10:10 hinanya. Itu kan hadis. Itu hadis. 1:10:15 Sedap. 1:10:17 Benar. Jadi itu dari hadis ya, Keda ya. 1:10:20 Iya, itu dari hadis. Jadi kan sebenarnya 1:10:21 kan dunia itu kan ya banyak sekalilah ee 1:10:24 guru-guru kita bilang dunia itu ibarat 1:10:26 bayang-bayang. Ketika kita kejar 1:10:28 bayang-bayang kita, maka dia pasti akan 1:10:31 berlari dan kita enggak akan pernah bisa 1:10:33 menangkap. menangkap bayang-bayang kita 1:10:35 sendiri. Tapi ketika kita ee membalikkan 1:10:39 badan kita, kita menjauh dari 1:10:40 bayang-bayang tersebut, maka 1:10:41 bayang-bayang tersebut akan mengejar 1:10:43 kita ke mana pun kita pergi. Nah, 1:10:46 kira-kira sih seperti itu sih. He. Jadi, 1:10:49 betul. Jadi ee apa namanya ya? Dan ini 1:10:53 terjadi di kehidupan kita semua ketika 1:10:55 kita benar-benar mengejar sesuatu yang 1:10:57 berbau dunia biasanya enggak dapat. Iya, 1:11:00 betul gitu. Oh, itu yang ada istilah ee 1:11:03 dunia semakin dikejar semakin jauh. 1:11:06 Ketika kita mengejar akhirat, dunia 1:11:08 mengejar kita, gitu. Iya. Jadi, kan ee 1:11:09 begini, dunia ketika kita mengejar duni 1:11:12 eh ketika kita mengejar dunia maka 1:11:15 akhirat kita akan menjauh dari kita. 1:11:18 Tapi apabila kita mengejar akhirat maka 1:11:20 dunia ini akan datang kepada kita dalam 1:11:22 keadaan hina. Jadi ya, jadi ini ibarat 1:11:26 yang kalau yang satu kita menghamba sama 1:11:28 dunia, yang satu dunianya menghamba sama 1:11:30 kita. Nah, kan kita pengin dunianya 1:11:32 menghamba sama kita. Oh, ini kayak 1:11:33 diwan, diwnya siapa ya? Diwan Imam 1:11:35 Syafi'i apa ya? Bilang, "Janganlah 1:11:37 engkau mengejar bayangan. Tinggalkanlah 1:11:39 bayangan maka bayangan akan mengejarmu." 1:11:41 Begitu K Musa kayak Ana ngejar K Musa 1:11:44 enggak dapat-dapat. Iya. Jangan dikejar 1:11:46 K Musanya kita cuekin dia enggak ngejar 1:11:48 kita juga kita laki enggak butuh dia 1:11:51 sama kita. Saleh hebat. Masyaallah. 1:11:55 Ternyata YouTube kita banyak yang komen 1:11:56 nih. Kan kita bacain dulu ya. 1:11:59 Eh, asalamualaikum warahmatullahi 1:12:01 wabarakatuh. Citerep Kabupaten Bogor 1:12:03 hadir. Metlan Cilengsi hadir. Kemudian e 1:12:08 dari White Crystal, masyaallah luar 1:12:10 biasa. Aziz 1:12:11 Antertain. Subhanallah sangat inspiratif 1:12:14 Semarang 1:12:17 menyimak. Batam hadir dari Bur Sri 1:12:19 Astuti. Ade subhanallah maju terus 1:12:22 anak-anak muda. Kemudian dari Mas Fahri, 1:12:26 Swiss menyimak. Oh, masyaallah. 1:12:28 Masyaallah 1:12:30 ngeri kali. Ada yang dari Tulung Agung 1:12:31 juga itu kalau enggak salah. Oh, 1:12:33 masyaallah. Dari Ali, Pak Ali Taufik. 1:12:35 Subhanallah keren. Semoga banyak yang 1:12:37 menyimak. Jadi 1:12:39 memang cara berdakwah itu macam-macam 1:12:42 ya, Keda ya. Iya. Apa yang harus anak 1:12:44 muda lakukan ketika dia bingung harus 1:12:46 memulai dakwah dari mana, Kak Man? 1:12:47 terutama adik-adik SMA kita mungkin atau 1:12:49 anak-anak kuliah. Karena begini, ketika 1:12:52 dia mau mulai berdakwah, dia takut 1:12:54 duluan nih sama lingkungan yang takutnya 1:12:57 mencap dia sebagai tanda putik sokali 1:13:00 atau takut dijauhi dari lingkungannya. 1:13:02 Karena fenomena yang ada sekarang kayak 1:13:05 ada teman-teman kita yang ketika dia mau 1:13:08 mungkin niatnya berdakwah tapi akhirnya 1:13:11 membuat orang lain takut akan Islam. I 1:13:14 iya. dia dia mengajak kebaikan tapi 1:13:17 jangan melakukan ini bidah, jangan 1:13:18 melakukan ini dolalah melakukan ini 1:13:20 tempatnya di neraka. Akhirnya ada yang 1:13:22 tadinya sudah sedikit tertarik kepada 1:13:24 Islam mendengarkan penjelasan 1:13:26 teman-teman kita, malah jadi takut. Ah, 1:13:28 kalau gitu gua mendingan di tempat yang 1:13:29 sebelumnya, ah lebih tenang gua enggak 1:13:30 ditakut-takutin gua enggak. Lu belum 1:13:32 tobat dulu baik sekarang pas tobat lu 1:13:34 ngiding banget nyebelin amat kayak gitu. 1:13:36 Begitu begitu begitu kalau begitu. 1:13:38 Bagaimana keda gini maksudnya ee ini ada 1:13:41 ada dua pembahasan ya. Yang pertama yang 1:13:43 permasalahan bidah-bidah bidah ini gitu. 1:13:46 Sebenarnya Rasulullah enggak pernah 1:13:47 ngajarin kita kok buat 1:13:50 ngejaj itu kan cuma Allah gitu. Justru 1:13:53 ketika kita nge-judge orang ini bidah, 1:13:56 ini ini orang akan semakin lari dari 1:14:00 agama gitu. Enggak semua orang bisa 1:14:03 menerima hal yang ketika di ini dibilang 1:14:06 ini enggak boleh nih gini gini gini ni 1:14:07 ini haram ini apa segala macam. 1:14:10 Eh, akhirnya orang jadi kok berat banget 1:14:12 kayaknya agama gua ya. Ini poin yang 1:14:14 pertama. Terus yang kedua, dakwah itu 1:14:17 kan sebenarnya gini, Kak Musa, kita 1:14:20 mulai tuh dari lingkungan yang terdekat 1:14:22 kita dulu aja gitu. Apa yang kita pahami 1:14:25 itulah yang kita sampaikan. Enggak harus 1:14:27 selalu melulu tentang agama kok gitu. 1:14:29 Dakwah enggak harus selalu ngomong agama 1:14:31 terus gitu. ngomong ngomong hal-hal baik 1:14:34 misalkan kayak ee yang tadi aja lah 1:14:37 contohnya tetap yang tadi karena itu hal 1:14:38 paling simpel gitu buang sampah di 1:14:40 tempatnya itu kan hal yang baik dan itu 1:14:43 sudah termasuk dakwah. Nah, dan jangan 1:14:45 juga kita ngomong ke orang satu hal yang 1:14:48 kita enggak ngerti karena kita 1:14:51 seolah-olah pengin terlihat pintar 1:14:56 nih dunia. E jadi banyak orang terkadang 1:15:00 nih kay kalau yang yang ee ana lihat 1:15:04 bahwa banyak orang yang begitu mereka 1:15:06 menemukan titik bahwa mereka sudah aman 1:15:08 ya kalau tadi kan belum aman tuh gitu 1:15:11 takut dijauhi orang dan segala macam. 1:15:13 Nah, ini di titik yang sudah aman ketika 1:15:16 mereka ee udah okelah mereka berdakwah 1:15:19 gitu, tapi banyak yang menyampaikan 1:15:22 hal-hal yang sebenarnya mereka pun 1:15:23 enggak paham dengan apa yang mereka 1:15:24 sampaikan. Oh. Oh. Nah, jadi alangkah 1:15:27 baiknya ketika kita berdakwah itu ya 1:15:29 kita pahami apa yang akan kita sampaiin. 1:15:31 Kalau bisa kita sudah menjalaninya. Jadi 1:15:34 kita ada giriroh gitu, ada rohnya ketika 1:15:37 kita menyampaikan hal tersebut kepada 1:15:38 orang. He gitu. Bikin lagu religi contoh 1:15:42 kayak akhirat rumah kita, hidupku hanya 1:15:45 untukmu yang sudah ada di sini semua ya. 1:15:46 Terus kayak ee tawakal itu enggak 1:15:48 gampang kamu gitu. Sekarang kita bisa 1:15:52 bikin lagu kayak gitu. akhirat rumah 1:15:53 kita nyuruh orang salat di masjid gitu. 1:15:55 Mengingatkan orang bahwa rumah kita itu 1:15:57 bukan di dunia tapi di akhirat. Terus 1:15:59 hidupku hanya untukmu itu kayak 1:16:01 sebenarnya hampir mirip-mirip dengan 1:16:03 tawakal tapi konsepnya ini lebih kayak 1:16:05 menyerahkan aja gitu hidup matinya sama 1:16:08 Allah gitu. Kalau kalau tawakal nih di 1:16:10 dalam yang lebih detailnya gitu. Nah, 1:16:14 untuk bisa ngomong permasalahan tawakal, 1:16:17 untuk bisa ngomong permasalahan kayak di 1:16:18 lagu akhirat rumah kita. Sekarang 1:16:20 pertanyaannya, kalau kita enggak 1:16:23 menjalani seperti yang ada di lagu kita, 1:16:26 itu gimana kita mau meyakinkan orang 1:16:28 tentang hal tersebut? Hm. Gitu kan? 1:16:30 Enggak bisa. Iya, gitu. Ada orang yang 1:16:33 cuma sekedar buat konten doang gitu. 1:16:35 Nah, jadi ee balik lagi ke poin yang 1:16:38 pertama tadi, gimana caranya mereka 1:16:40 takut dijauhi segala macam. Sebenarnya 1:16:43 sebenarnya itulah resiko gitu. Enggak 1:16:46 semua orang menyukai hal baik. 1:16:49 Ngerti enggak maksudnya? Padahal 1:16:50 kodratnya orang itu baik, tapi enggak 1:16:52 semuanya menyukai kebaikan yang yang 1:16:55 seharusnya sudah menjadi kodratnya, 1:16:57 gitu. Kenapa? Karena ee maksiat itu 1:17:02 nikmat gitu, tapi mereka belum tahu 1:17:05 nikmatnya iman gitu. Kalau mereka nih 1:17:09 ini ada bayan ini bayan bayan bayan 1:17:11 salah satu ee sahabat kita juga ustaz 1:17:14 dari Sulaiman. Jadi ee lagu dia yang ee 1:17:18 apa ee Taat itu nikmat yang ana bikin 1:17:21 musiknya itu ada lirik em bukan bayani 1:17:27 itu ee maksiat itu nikmat. Tapi, tapi 1:17:32 ketika orang kasarnya gini ee maksiat 1:17:35 itu nikmat. Tapi ketika orang sudah 1:17:37 merasakan nikmatnya iman itu tuh 1:17:40 perbandingannya itu ya seperti satu 1:17:42 tetes itu. Satu tetes air di samudra 1:17:45 yang luas. Samudra gitu. Jadiak 1:17:48 apa-apanya enggak ada apa-apanya. Jadi 1:17:49 nikmatnya maksiat itu ya satu tetes itu 1:17:51 aja gitu ya kan. Kalau Ustaz Abdul Somad 1:17:55 suka bilang bahwa dunia itu ya cuma satu 1:17:58 tetes. Kalau kamu kehilangan ee dunia, 1:18:01 sesungguhnya kamu cuma kehilangan satu 1:18:03 tetes ini aja. Jadi enggak perlu sedih. 1:18:05 Nah, sama halnya dengan tadi nikmatnya 1:18:07 maksiat itu cuma satu tetes saja. Jadi 1:18:09 nikmatnya iman itu ya seluah samudra itu 1:18:13 gitu. Nah, jadi kalau orang sudah udah 1:18:15 ee merasakan nikmatnya iman, mereka 1:18:17 pasti enggak akan enggak akan mau 1:18:19 menyentuh maksiat. Walaupun sebenarnya 1:18:21 godaan maksiat ini besar sekali. Iya, 1:18:23 gitu. Mau siapapun nih kita, maksudnya 1:18:25 kita nih kita nih manusia gitu yang 1:18:29 setiap saat pasti kita akan di digoda 1:18:31 terus keimanan kita ee sama setan gitu 1:18:34 loh. Cara kaida membentengin diri 1:18:37 gimana, Kak? Lingkungan kaedida kan 1:18:38 godanya luar biasa. Tadi Kaan juga sudah 1:18:40 sempat singgung. Iya. Dibandingkan 1:18:42 mungkin dunianya Musa, dunianya Kaiman, 1:18:44 dunianya Kaeda nih godaannya lebih 1:18:46 menantang. Catat ya kata kaida ya. Kalau 1:18:49 Musa tuh emang hidupnya di lingkungan 1:18:50 orang-orang saleh terus gitu. Iya. 1:18:51 Masyaallah ya. Bukan arahnya 1:18:54 bukan, bukan begitu maksudnya. Ee dan 1:18:58 sampai lupa. 1:19:02 Dan iman kan ee kalau kata Kak Iman ya 1:19:05 nasihatin Musa iman tuh yazidu ayangku 1:19:08 naik turun. Nah cara lupa loh nasihatin 1:19:10 itu makanya K tuh banyak ilmunya sampai 1:19:13 lupa kadang nasihatin orang lain apa 1:19:14 insyaallah dia ya luar biasa. 1:19:16 Insyaallah. ee bagaimana caranya kaidah 1:19:18 mempertahankan iman di tengah gempuran 1:19:20 godaan yang ee luar 1:19:23 biasa tanda petik nikmat mungkin ya. 1:19:27 Yang pasti sih ingat mati aja udah gitu. 1:19:30 Kalau ingat 1:19:31 mati mau aneh-aneh besok kalau besok gua 1:19:34 mati nih ini hari gua aneh-aneh nih. 1:19:35 Udah selalu ingat mati aja gitu. Terus 1:19:39 yang kedua, kalau lagi punya masalah 1:19:41 jangan keluar di rumah aja. Hm. Gitu. 1:19:44 Heeh. Kalau perlu maksudnya di di satu 1:19:47 ruangan sendiri ya sudah kita interaksi 1:19:51 sama Allahnya. Kalau dia ada cara lain 1:19:53 kamusa gimana dia kan kalau 1:19:56 ingat mati Musa enggak ada kalau kalau 1:19:59 enggak ingat mati juga ingat omnya bini 1:20:02 bisa bikin mati tuh 1:20:04 [Tertawa] 1:20:06 omnya bini jagoan lel bapak mertua ya 1:20:09 bapak mertua mertua ini kalian ini 1:20:11 bersaudara ternyata bersaudara kita 1:20:13 bersaudara bersaudara kita saudaraan ya 1:20:16 saudaraanudara saudaraan tapi kamu s 1:20:18 kayak ada uniknya maksiat perbedaan 1:20:20 antara maksiat dengan ee perbuatan amal 1:20:23 saleh ya. Heeh. Pasti deh setiap orang 1:20:27 yang melakukan maksiat, selesai maksiat 1:20:29 itu dilakukan hatinya akan berontak. 1:20:32 Iya. 1:20:35 Pasti setelah selesai ada penyesalan. 1:20:37 Pokoknya enggak nyaman. Tapi coba kita 1:20:39 melakukan amal saleh, setelah selesai 1:20:40 kita akan edik untuk melakukan lagi. 1:20:42 Wah, enak ya ternyata. Oh, enak ada 1:20:45 perencanaan. He. Kalau enggak enggak 1:20:47 buru-buru 1:20:49 direncanakan, jangan sampai aja keduluan 1:20:51 sama setan bisa gini. Ya udah nanti ya 1:20:53 itu dakwah itu tapi itulah bedanya 1:20:56 antara maksiat dengan amal saleh. 1:20:59 Maksiat pasti akan menyesal karena 1:21:02 nurani kita tuh Allah bikin bahwa alat 1:21:06 sensor ini baik apa enggak. Iya. Iya. 1:21:08 Enggak gitu. Kamusta itu seperti antum 1:21:11 ajarkan ke anak dakwah itu edik, bikin 1:21:14 edik gitu. Jadi ketika sudah menemukan 1:21:17 titik enaknya dakwah enggak akan mau 1:21:19 berhenti. Sama halnya dengan kan kita 1:21:21 suka lihat nih banyak orang yang 1:21:23 mengislamkan orang H gitu sampai ribuan 1:21:26 yang diislamin. Itu pun juga edik H 1:21:29 gitu. Jadi maksudnya salah satu bentuk 1:21:32 dakwahnya mereka gitu. Jadi jadi kalau 1:21:35 dibilang ee ediknya hal-hal yang berbuah 1:21:38 maksiat itu kalah sama ediknya dakwah. 1:21:42 Tapi kamu percaya ini orang saleh. Ana 1:21:44 pernah beberapa hari bareng sama 1:21:47 Takeda berat dah. Dan keda berhasil 1:21:50 melalui dan 1:21:52 kalau antum kan hidupnya dilengkus. Aduh 1:21:56 ada dari Bapak Zuni Zunarni. 1:22:01 Asalamualaikum. menyimak walaupun 1:22:03 sedikit dan ada banyak WhatsAppwsapp 1:22:05 masuk yang 1:22:07 lain. Ee kita akan break dulu Ikwan dan 1:22:12 Nawat. Break ya kayak mana enggak lan? 1:22:14 Terserah terserah kita break dulu 1:22:15 sekali. Sekali ini kita akan masuk ke 1:22:17 segmen terakhir kitaanawat. Bagiwan yang 1:22:19 mau berpartisipasi ayo masih ditunggu 1:22:21 melalui WhatsApp code 1:22:25 0811999 1:22:27 720. Ya, kami akan kembali S yang satu 1:22:29 ini. 1:22:31 [Musik] 1:22:41 at 1:22:46 [Musik] 1:23:03 [Musik] 1:23:19 at 1:23:24 [Musik] 1:23:41 [Musik] 1:24:02 [Musik] 1:24:19 [Musik] 1:24:39 at 1:24:57 [Musik] 1:25:09 at 1:25:13 [Musik] 1:25:18 [Musik] 1:25:35 [Musik] 1:25:47 at 1:25:51 [Musik] 1:26:13 [Musik] 1:26:28 Brail TV. 1:26:36 Masih bersama kami Iwan dan Akhwat di 1:26:37 mana pun Anda berada. Muhammad Musalkaf, 1:26:40 Umar Utakeda, Bang Fahmi, Angk Firman 1:26:42 Muslim Tahir, Ondi Mandi dan Mas Fahri 1:26:44 di acara Minggu Malam Santui. Segmen 1:26:46 terakhir kita sudah banyak yang kita 1:26:48 bicarakan, kita diskusikan dan kita 1:26:51 simpulkan pada malam hari ini. Ada 1:26:53 WhatsApp masuk. Assalamualaikum. Saya 1:26:55 Sarifudin. Bangga ada Rasil karena tiap 1:26:57 hari anak saya Kamila Rahman Nisa selalu 1:26:59 kangen sama 1:27:02 Rasil. Ada Bu Hani. Assalamualaikum 1:27:05 semua. Malam minggu santui makin hangat 1:27:07 bintang tamunya 1:27:09 Takaeda. Ayo segera kita bertobat 1:27:11 sebelum kiamat tiba. Mungkin maksiat itu 1:27:15 nikmat tapi sering menggelisahkan. 1:27:17 Beriman adalah sebenarnya nikmat membuat 1:27:19 hati damai dan menenangkan. Mohon maaf 1:27:21 lahir dan batin. Barakallahu fikum. 1:27:25 Ada Bu Sri. Asalamualaikum. Semoga 1:27:28 ananda semua selalu istikamah. Jidah Sri 1:27:31 menyimak. Oh, Bu Sri nih. Beliau umurnya 1:27:33 61 tahun. 1:27:35 61. 61. 1:27:38 Ada. Kenapa? Kimana? Masih muda. Oh, 1:27:40 masih muda. Masih anaknya. Baru 61. Baru 1:27:43 61. Baru 61. Ondi teriak anaknya 1:27:45 katanya. Ada 1:27:46 yang on kacau. Astagfirullah. 1:27:50 Ada background suaranya. 1:27:52 Heeh. Sekarang entar habis ini di SP ya. 1:27:58 Dari Abu Muad di Batam. Wis. 1:28:01 Asalamualaikum. Salam santui 1:28:03 semuanya. Ee buat yang takut dibilang 1:28:06 soalim jangan minder daripada sok bodoh. 1:28:10 Udah udah udah udah udah bodoh. Sok 1:28:13 pula. 1:28:17 Apalagi jangan, jangan sampai kita 1:28:19 dibilang sok 1:28:20 imah bercanda biar enggak tegang dari 1:28:23 Abu Muad di 1:28:25 Batam. Jadi begitu keda ya kan pasti 1:28:29 pasti ada teman-teman yang akan 1:28:32 menjauhkan kita. H itu pasti h gitu ya. 1:28:36 Kita doain aja mereka akan mendekat sama 1:28:38 kita nanti. Seleksi alam. Allah 1:28:40 menyortir kita kan. Apa ee Sayidina Ali 1:28:45 pernah bilang gini, "Katakan padaku 1:28:47 siapa temanmu." Iya. Maka akan aku 1:28:49 katakan siapa dirimu. Hmm. Ngerti enggak 1:28:52 maksudnya? Iya. Iya. Iya. Kalau kita 1:28:53 ngomong teman-teman kita nih orang-orang 1:28:55 baik ya otomatis orang baik akan 1:28:57 senangnya main sama orang baik. Orang 1:28:58 baik-baik aja. Enggak. Orang enggak baik 1:29:01 akan mencari sesamanya. Jadi cukup 1:29:04 katakan siapa temanmu? Maka akan aku 1:29:06 katakan siapa dirimu gitu. Enggak 1:29:08 apa-apa. Seleksi alam sendiri enggak 1:29:09 apa-apa. Iya juga ya. Don't worry, be 1:29:11 happy. Buat apa banyak tapi menyesatkan 1:29:13 kita mendingan dikit tapi manfaat ya 1:29:15 enggak? Iya. Siapa kita dilihat dari 1:29:17 siapa teman kita. Jadi kalau kita mau 1:29:20 tahu orang itu gitu lihat aja temannya 1:29:22 siapa. Problemnya Musa enggak nganggap 1:29:24 anak teman. Nganggapnya apa? Nganggap 1:29:26 kay guru. Guru. Wah. Jadi depan orang 1:29:29 doang pada 1:29:31 gitu. Terus mukanya 1:29:34 gitu. Iya. Nah, tapi ee ada satu hal 1:29:37 lagi nih sebenarnya nih ee kan ee 1:29:41 seperti lirik lagunya Opik kan lirik 1:29:45 lagu lu aja itu semua dakwah dulu bukan 1:29:49 ee Sunan Sunan Kalijaga ya 1:29:53 berkumpul berkumpullah dengan 1:29:54 orang-orang saleh gitu. Itu benar 1:29:57 banget. Berkumpullah dengan orang-orang 1:29:58 saleh tapi kalau sudah ngerasa imannya 1:30:01 kuat balik lagi dong ke tempat yang 1:30:02 lama. I jangan ditinggalin. Tarik mereka 1:30:05 aja gitu. Karena kalau kita biarin 1:30:08 mereka enggak salat yang dosa kita. Kita 1:30:10 ngajak. Iya. Mereka masuk neraka nih. 1:30:13 Habis itu habis itu ee tiba-tiba protes. 1:30:17 Y kenapa gua doang yang masuk neraka? 1:30:19 Musa harusnya masuk juga dong. Iman 1:30:20 takeda semua harus masuk dong. Mus 1:30:22 ngajakajak karena dia enggak ngajak 1:30:24 gitu. Iya benar. Karena dia mau jadi 1:30:26 saleh sendiri aja. Betul gitu. Benar. 1:30:29 Misalnya mau bergahan dengan orang-orang 1:30:31 saleh. Enggak gitu dong. 1:30:34 Buktinya kita masih temenan walaupun tuh 1:30:36 kelihatan kan 1:30:38 kita enggak saleh 1:30:42 jadi gitu kan maksudnya maksudnya 1:30:46 ee ketika balik lagi ke yang dakwah tadi 1:30:49 ketika ada orang yang bilang ee ini 1:30:51 begini begini begini begini itu enggak 1:30:53 memberikan solusi 1:30:55 gitu. Iya dong. Betul. kita kita mencari 1:30:58 solusi supaya orang mau mau apa namanya 1:31:02 ee dekat sama Allah, mau mau e 1:31:06 mendengarkan kebesaran-kebesaranan 1:31:07 Allah, mau mempelajari Islam lebih 1:31:09 dalam. Ketika kita begitu berarti kita 1:31:12 secara enggak langsung kita matahin 1:31:13 semangat mereka untuk mengenal Allah. 1:31:15 Betul gitu. Mau yang yang selalu kayak 1:31:19 gitu marah sama ana, ana enggak ada 1:31:21 masalah gitu. Ana sering ngomong ke 1:31:23 depan mereka gitu. Lu dakwah dengan cara 1:31:26 begini. Orang tadinya mau udah mulai 1:31:30 mencintai Allah nih. Jadi enggak cinta 1:31:33 gara-gara apa? Gara-gara el. Ini 1:31:36 kejadian persis teman Ana ada 1:31:38 gini, "Bro, gua enggak jadi tobat dulu." 1:31:41 Kenapa? Gua habis baca buku ini nih. 1:31:44 Tahu enggak apa bacaan 100 kesalahan 1:31:46 dalam salat. 100 kesalahan dalam salat. 1:31:50 Baru buka pertama aja udah salah semua. 1:31:52 Gua bilang, "Eh, gila. Entar aja dulu. 1:31:53 Gua belum salat aja udah nemuin salah 1:31:55 dia belum udah berata berat kan bayangin 1:31:58 dia nulis buku tuh butuh effort loh 1:32:01 waktu tenag pikiran segala macam untuk 1:32:04 menemukan kesalahan orang mau tobat jadi 1:32:07 enggak tobat gara-gara buku itu karena 1:32:09 ketakutan 1:32:11 padahal ada 250 perbedaan gerakan salat 1:32:13 kan 1:32:15 bayangin antara Imam Malik dan Imam 1:32:17 Syafi'i itu kan guru sama murid bed 1:32:19 dalam sebuah kisah ada lebih dari 1:32:22 perbedaan pendapat antara mereka. He. 1:32:24 Tapi enggak pernah tuh ada saling 1:32:27 menyalahi atau apa segala macam, tetap 1:32:29 saling menghormati. Itu kan yang keren. 1:32:31 Ini pendapat saya. Imam Syafi'i kan 1:32:33 bilang pendapat saya benar. Mungkin aja 1:32:37 ada unsur kesalahan di dalamnya. Betul. 1:32:39 Tetapi pendapat Anda belum tentu benar. 1:32:42 Ee pendapat Anda kurang tepat, tapi 1:32:45 mungkin aja lebih banyak unsur benarnya 1:32:47 dalam satu hal. Itu hal yang biasa. Yang 1:32:50 p yang enggak boleh, yang enggak paling 1:32:52 enggak boleh kan saya lebih baik dari 1:32:54 Anda. Iya. Makanya setan sampai diusir 1:32:57 dari surga kan karena merasa saya lebih 1:33:00 baik daripada Anda. Itu problemnya gitu. 1:33:03 Kamusa yang enggak boleh itu kamu istri 1:33:05 mengatur suami itu enggak boleh tuh. 1:33:08 Heeh. Nah, itu terjadi zaman sekarang. 1:33:12 Enggak, enggak. Ini ini kita kita agak 1:33:13 sedikit melenceng sedikit 1:33:15 ya. Karena banyak banget kejadian zaman 1:33:18 sekarang ini nih istri-istri nih kan. E, 1:33:20 Kak Ima nanya, "Kenapa sih lu 1:33:21 pembahasannya istri salehah mulu nih di 1:33:22 Instagram?" Nah, ini gua jawab nih. Ya 1:33:25 kan? Ini fenomena zaman sekarang banyak 1:33:27 sekali istri-istri itu yang ee mengatur 1:33:31 suaminya gitu. Padahal kodratnya dia 1:33:34 harusnya diatur sama suaminya. Banyak 1:33:36 sekali istri-istri yang tidak mengerti 1:33:39 hukum-hukum agama di dalam pernikahan 1:33:42 yang akhirnya mereka berpikir bahwa itu 1:33:44 adalah hal sepele. Padahal itu adalah 1:33:46 dosa besar. Banyak. Banyak banget. 1:33:49 gitu. Ketika misalnya kita ngelihat 1:33:51 konten gitu terus adalah salah satu 1:33:53 konten teman dia dia bikin konten 1:33:55 lucu-lucuan. Tapi kalau ini kita anggap 1:33:57 serius ini dosanya gede banget gitu. 1:34:00 Suaminya lagi mau pergi jalan nih pakai 1:34:03 pakaian rapi wangi. Mau ketemu teman 1:34:05 sama teman-temannya. Tiba-tiba istrinya 1:34:07 bilang gini, "Mau ke mana lu? Wangi 1:34:10 banget lu. Rapi banget lu." Segala 1:34:12 macam. Padahal kan sunahnya kita tuh 1:34:13 harus wangi kan laki-laki gitu. Tundi. 1:34:17 Iya. sunndahnya harus rapi, wangi gitu. 1:34:19 Apalagi apalagi ke masjid kan harus 1:34:21 wangi. Ketemu orang harus pakai parfum 1:34:24 wangi-wangian gitu. Menurut menurut Kak 1:34:27 Iman dosa enggak istri yang kayak 1:34:29 begitu? Dosa lah. Nah, jadi maksudnya 1:34:31 sebentar jawab dosanya pelan banget. 1:34:33 Pelan banget, 1:34:35 Man. Lu kenapa kok ganteng banget? Mau 1:34:38 ke mana lu ketemu siapa gitu. itu kan 1:34:40 sebenarnya sebenarnya itu adalah hal 1:34:41 yang mungkin ee untuk zaman sekarang 1:34:45 untuk zaman sekarang orang menganggap 1:34:46 hal itu adalah hal yang biasaan betul 1:34:49 padahal sebenarnya itu dosanya gede loh 1:34:52 istri ngomong kayak gitu ke suami. Nah, 1:34:54 makanya ini fenomena yang lagi terjadi 1:34:55 saat ini di mana di mana kan banyak 1:34:58 sekali nih ada yang cerai tiba-tiba 1:35:00 membuka aib semuanya. Ada yang lagi 1:35:03 berantem sama sama keluarganya. 1:35:05 Tiba-tiba entah suaminya entah istrinya 1:35:07 membuka aibnya juga di sosial media dan 1:35:09 segala macam. Saling serang, saling 1:35:11 serang dan segala macam. Terus banyak 1:35:13 sekali yang yang ana perhatiin ee 1:35:16 istri-istri yang menganggap enteng ee 1:35:19 hal-hal hal-hal yang dianggap kecil 1:35:21 padahal di dalam agama tuh besar gitu. 1:35:24 Nah, ini nih. Jadi, Ondi jangan takut 1:35:27 sama istrinya ya. Siap. Pedan. Heeh. 1:35:31 Takut jangan di tapi sayang itu wajib. 1:35:33 Sayang wajar kita pasti sayang dong. 1:35:36 Seorang pemimpin itu harus memberikan 1:35:37 contoh yang baik nih. Betul. Betul. 1:35:40 Bukan beranti mentang-mentang pemimpin 1:35:42 kamu kan istri begini-gini jangan gitu 1:35:46 yang baik juga. Betul. Cuma cuma cuma 1:35:48 ada poin-poin yang memang memang kita 1:35:50 tuh terkadang maksudnya kayak ee ini kan 1:35:54 zaman sekarang gitu ya. Hal gitu ya masa 1:35:57 hal-hal gitu kan sebenarnya kita enggak 1:35:59 bisa tolerir ya karena kan udah ada udah 1:36:01 ada aturan yang Allah bikin gitu. Bukan 1:36:03 kita yang bikin tapi Allah yang bikin 1:36:05 gitu. Nah, hal-hal kayak begini nih 1:36:07 mungkin mungkin ibu-ibu yang di rumah ee 1:36:11 boleh menjadi satu inilah pemikiran di 1:36:14 sini gitu 1:36:15 bahwa emm banyak hal-hal yang mungkin 1:36:19 dianggap enggak penting padahal 1:36:21 sebenarnya penting dalam 1:36:22 agama 1:36:25 itulah kadang-kadang karena 1:36:27 ketidaktahuan kita terhadap agama dan 1:36:29 enggak mau nyari tahu jadi menyepelekan 1:36:31 hal-hal penting yang tidak dianggap 1:36:34 penting. I kita mengupas tajam secara 1:36:37 silet kan. Contoh nih Kak Iman ini masih 1:36:39 lama enggak waktu kita mau habis. Udah 1:36:41 mau habis ya nih nih ni ini contoh aja 1:36:42 enggak apaapa sampai contoh misalkan 1:36:44 misalkan Kak Iman lagi enggak ada di 1:36:46 rumah terus tiba-tiba istri Kak Iman 1:36:49 pergi ke ee let's say ke inilah studio 1:36:54 supermarket misalkan gitu mau beli apa 1:36:57 gitu seharusnya kan harus kasih tahu 1:37:00 walaupun dekat he kan keluar dari rumah. 1:37:02 Iya. Emm. 1:37:05 sayang misal gitu beb beb beb aku ke 1:37:09 supermarket dulu bentar ya dekat 1:37:12 sini tapi kalau dia enggak ngasih tahu 1:37:14 dosa enggak dosa walaupun supermarketnya 1:37:17 cuma jarak 100 1:37:19 m dosa enggak dosa ya udah gitu bukannya 1:37:24 berat gitu tapi kan maksudnya ini 1:37:26 menyepelekanelekan 1:37:28 nah hal-hal kayak gitu lah 1:37:31 WhatsApp gimana kamu aman ee aman ada 1:37:34 dari ee bacain semua buat Eda semuanya 1:37:36 bacain 1:37:37 [Tertawa] 1:37:41 semua. Asalamualaikum tim Rasil. 1:37:44 Subhanallah ee anak saya siang malam 1:37:48 selalu nyimak sambil megang Radio Rasil. 1:37:50 Kalau keluar kota tidak ada sinyal Radio 1:37:53 Rasil selalu pengin pulang ke Bekasi 1:37:55 tangan Rasil. Ya Allah enggak mau 1:37:57 belajar baca tulis tapi semua acara 1:38:00 Rasil bisa dihafal. Insyaallah semoga 1:38:03 sehat bisa baca tulis juga, belajar juga 1:38:05 ya, Dek ya. Heeh. Amin. Insyaallah. 1:38:07 Amin. Masyaallah. Masyaallah. Kemudian 1:38:09 ee ada dari Muhammad Ali, anak muda 1:38:12 keren. Mudah-mudahan banyak anak muda 1:38:13 membiasakan obrolan santui seperti ini. 1:38:18 Tadi menarik, pembicaraan Kaida ee 1:38:21 ketika kita break tentang ee ketika kita 1:38:23 bicara Islam mungkin enggak masuk saat 1:38:25 itu kepada orang yang dituju yang akan 1:38:27 kita ajak diskusi. Tapi suatu saat 1:38:29 ketika dia menemukan masalah dia akan 1:38:33 menghubungi kita untuk mencari solusi 1:38:35 melalui ajaran Islam gitu K. Gimana tadi 1:38:38 K? Iya. Jadi gini, jadi kan enggak ee 1:38:41 contoh nih kayak sekarang lagi live di 1:38:42 sini nih. Orang kan keluar masuk keluar 1:38:44 masuk aja. Jadi, jadi ee kayak 1:38:47 mendengarkan mendengarkan pembahasan 1:38:49 agama itu enggak semuanya orang itu akan 1:38:52 stay. H itu sudah pasti. H gitu. Kecuali 1:38:55 memang memang kecuali tablig akbar tu 1:38:58 lain cerita ya gitu. 1:39:00 Nah, jadi tapi paling enggak mereka tahu 1:39:03 gitu. Begitu mereka masuk, oh ini orang 1:39:06 suka ngomongin agama nih, gitu. Terus 1:39:08 mereka keluar lagi, terus mereka masuk 1:39:09 lagi. Oh, ini orang suka ngomongin hal 1:39:11 positif nih. Ketika mereka punya 1:39:13 permasalahan tapi mereka tidak menemukan 1:39:16 di host-host yang lain gini, ini kan 1:39:19 sebutannya host ya, di host-host yang 1:39:21 lain untuk mereka curhat tentang gimana 1:39:23 sih solusi dari permasalahan gua. Mereka 1:39:26 akan larinya ke kita. Oh, kemarin gua 1:39:28 lihat sih Takeda nih. Gua nanya deh sama 1:39:30 dia deh. Dan itu enggak satu dua orang 1:39:33 gitu. Iya benar benar. Orang salat Jumat 1:39:36 ada yang tidur kok. Tapi kalau nanya 1:39:38 agama nyari ke masjid juga ya kan? Iya 1:39:40 benar. Salat Jumat nyari tembok. Benar 1:39:44 benar benar. 1:39:46 Eh, bingung ngomong apa. Ada yang ini, 1:39:49 ini kisah nyata nih. Mungkin Kaiman Keda 1:39:52 juga ada lagi yang dijadiin contoh mau 1:39:53 nyari jodoh nih. Tuh, kamu mau contoh 1:39:57 kisah nyata jangan ana lagi. Yang lain 1:39:59 dong pastikan orang lain. 1:40:03 Kurang lebih gimana Bang Fammi ini ada 1:40:04 yang nyari jodoh nih Bang Fami. Beneran 1:40:07 dokter ya dokter serius tuh katanya. Oh. 1:40:11 Aduh. Bismillah. Tapi staynya di 1:40:13 Kalimantan ya. 1:40:16 sama sama aku. Jelas nasab. Jelas tuh 1:40:19 nasab. Jelas Bang Fami masa enggak jelas 1:40:22 tuh. Nih orangnya nih. Oh masyaallah tu 1:40:26 high quality jomblo. Ayo gimana? Oh K 1:40:29 Musa nih sekalian ditutup cerita 1:40:32 sekalian ditutup. Eh lupa K cerita apa 1:40:37 sebagai penutup apa yang mau disampaikan 1:40:38 Keda Kak Iman? Bang Fami enggak ada L 1:40:41 ana bilang kalau Ana cukup, selagi masih 1:40:44 ada waktu, selagi masih sehat, selagi 1:40:46 kita masih bisa bernafas, selagi belum 1:40:49 tubuh kita belum dipenuhi selang tubuh 1:40:52 ee selang-telang alat-alat medis, tobat 1:40:54 aja yuk. Lebih ringan insyaallah. Karena 1:40:58 setelah tobat Allah akan menghapus 1:40:59 seluruh dosa-dosa kita. I insyaallah. 1:41:03 Amin. Kak Eda. Ya, kalau ana sih, ana 1:41:07 kan jauh ya dari rumah ke Cibubur ya. 1:41:09 He. Jadi kalau bisa nih sesinya tuh 4 1:41:11 jam, 6 jam. Karena gini, karena ngebahas 1:41:15 permasalahan permasalahan agama ini 1:41:18 kalau cuma sejam 2 jam itu nanggung 1:41:21 gitu. Dia ngomong 4 jam 6 jam Ana 1:41:23 ngerayu dia siaran dari bulan lalu. Iya. 1:41:26 Gombal lu bukan cuma Kaiman, Mus juga 1:41:29 ngerayu dan belum berhasil. Bohong 1:41:31 banget. Bohong bohong bohong bohong 1:41:33 bohong. An ngerayu bener kan? Hah? Anak 1:41:35 ngerayu bener kan? Kalau ngerayu enggak 1:41:36 kapan bisanya kan gitu. Da gitu gitu 1:41:39 gitu ya. Itu kan ngerayu cara ngerayu 1:41:41 gua ke lu begitu begitu ya. Kita kan gak 1:41:44 ada kontak batis. 1:41:50 Eh, ada lagi cukup ked cukup nih ada 1:41:54 yang disampaikan dari Bu Dokter di 1:41:55 Kalimantan katanya, "Bang, temani aku 1:41:57 lakukan ibadah terpanjang sepanjang 1:41:59 hidup Bang tuh." 1:42:02 Nanti habis ini aku DM nomornya ya. Kamu 1:42:05 DM nomor kamu, aku kenalin kamu sama 1:42:07 Bang Fami. Alhamdulillah akhirnya acara 1:42:10 Minggu malam Sati mendatangkan jodoh 1:42:12 buat Bang Fami. Pokoknya kalau kenalan 1:42:14 terus kawin, kita ngurus akadnya. 1:42:18 Wei cakep cakep cakep terbaik bunganya 1:42:21 dari unic we 1:42:24 yang nyanyi sini yang nyanyi takeda we 1:42:26 benar dminin ya kalau tapi kalau Fahmi 1:42:29 mundur tanpa alasan kita musuhin dah 1:42:32 jangan kita cariin lagi. Low quality 1:42:34 jomblo deh 1:42:36 langsung. Baik terima kasih untuk semua 1:42:39 Iwan dan Ahot yang sudah menyimak kita 1:42:42 kurang lebih 95 menit ke belakang. 1:42:46 Terima kasih juga Kakak Eda yang sudah 1:42:48 jauh-jauh dari Bintaro datang ke sini. 1:42:50 Terima kasih uncle Firman, terima kasih 1:42:52 Ondi Mandi, Bang Fahmi, Mas Fahri, dan 1:42:55 juga semua pihak yang terlibat pada 1:42:57 acara pada malam hari ini sebagai terima 1:42:59 kasih pertanyaan-pertanyaan masuk. 1:43:01 Terima kasih kepada yang sudah WhatsApp, 1:43:02 yang sudah komen di YouTube, dan juga 1:43:05 yang sudah menelepon. Jadi, ikhwan dan 1:43:07 akhwat jangan terbiasa meremehkan dosa 1:43:09 kecil. Ibarat kerikil sedikit demi 1:43:11 sedikit bertambah dan segera berubah 1:43:13 menjadi gunung. Mufti Ismail. Saya 1:43:16 Muhammad Musalkaf. 1:43:19 Saya temannya Musalkaf. 1:43:21 Saya saudaranya Musa. Kami undur diri. 1:43:24 Wabillahi taufik walhidayah. 1:43:25 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:43:28 wabarakatuh. Waalaikumsalam.