Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad waa ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Kamis
- tanggal 27 September 2018 atau 17
- Muharam 1440 Hijriah. Ya, seperti
- biasalah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- melalui YouTube kembali menghadirkan
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama Ustaz Suyatas. Untuk
- pelajaran hari ini, mari kita buka surat
- Ala'raf atau surah ke-7 mulai dari ayat
- 40. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thayyiban mubarokan fih
- kama yuhibbu rabbuna waard. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rbana zidna ilman wa alikna bihin.
- Allahumma ja'alana lisana sidqin fil
- akirin wajalna warati jannatin naim wala
- tukzina yaumaddin yauma la yanfau maalun
- wala banun illa man atallaha biqalbin
- salim.
- Amma ba'du.
- Ikhwan akhwat pendengar pemirsa, seluruh
- rekan yang menemani kita di studio pagi
- hari ini.
- Salamullahualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah pagi hari ini Allah
- subhanahu wa taala pertemukan kita
- kembali
- di bawah naungan Al-Qur'an.
- Naungan yang penuh dengan rahmah.
- cahaya yang menerangi hidup kita yang
- langsung datang dari sisi Allah dan
- kesembuhan dari berbagai macam penyakit
- baik yang lahir maupun yang batin
- ini merupakan janji Allah subhanahu wa
- taala.
- qurani mauifaunahmatil
- mukminin. Marilah kita menyambut
- seruan Allah mendengarkan
- firman-firmannya
- berupaya untuk memahami
- bimbingan dan petunjuknya
- dan beramal sesuai dengan bimbingan dan
- petunjuk Allah.
- hidup kita insyaallah tak akan sia-sia.
- Mohonlah bantuan kepada Allah Subhanahu
- wa taala untuk dapat
- membaca kitabnya baik di waktu pagi, di
- waktu petang dengan merenungkan
- ayat-ayatnya
- dan hidup
- berpedoman kepada bimbingan dan petunjuk
- Allah dalam kitabnya dengan meneladani
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Semoga Allah subhanahu
- wa taala
- menjadikan anak-anak kita dari anak-anak
- yang saleh
- yang bertakwa kepada Allah,
- yang cinta kepada kitab sucinya,
- rajin dan gemar untuk membaca dan
- merenungkannya dan beramal sesuai dengan
- petunjuknya. Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, pagi
- ini insyaallah kita akan merenungkan
- beberapa ayat dari surah Al-A'raf
- dimulai dari ayat 40.
- Sebagaimana biasa, marilah kita awali
- renungan kita dengan membaca ummul
- Qur'an.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimatal
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- wadin
- innalladzina
- kadzabu biayatina
- wastakbaru anha
- abwabus
- wal yadulunal
- jannah
- wala yadkhulunal
- jannata hatta yalijal jamalu fi sammil
- khit
- waadzalika
- najzil mujrimin
- Lahum min jahannama mihadu win fauqihim
- ghawaszalika
- najzidzolimin
- walladzina amamanu wa amilus shhati laa
- nukallifu nafsan illa wus'aha
- Ulaika
- ashabul jannati hum fiha kholidun.
- Wa naaz'na maa fi sudurihim
- min ghillin tajri min tahtihimul
- anhar.
- Qalulhamdulillahilladzi
- hadana lihadza
- wama kunna linahtadiya laula an
- hadanallah
- laqad jaat rusulu rabbina bilhaqq
- waudu
- antilumul
- jannatu urthumuha
- bimaa kuntum tammalun
- ashabul jannati ashabanari
- anqad wajadna maa wa'adna rabbuna haqqo
- fahal wajadtum ma wa'ada rabbukum haqqo
- qalu naam faadzana muadzinum
- bainahum
- alladzina yasudduna
- sabilillahi
- waabghunaha
- iwaja
- wahum bilakhirati
- kafirun
- wainahuma
- hijab
- wa alal a'rofi rijalun ya'rifuna kulla
- asal jati
- amun alaikum lam yadkhulauha
- wahum yatmaun
- waidza surifat absaruhum
- tilqa
- ashabinari
- qalu rabbana laa taj'alna ma'al qumid
- ashabul a rijalan ya'rifunahum
- bisimahum
- qalu ma agnaankum
- jam'ukum wama kuntum tastakbirun
- ahailladzina
- aqsamtum laa yana
- jann
- khaufun alaikum wala antum tahzanun
- wanada ashabunari
- ashabal jannati an afiyibu alaina minal
- maimma
- razaqakumullah
- qalu Q innallaha
- harahuma
- alal kafirin
- alladzinattakhadzu
- dinahum wa alladzinattakhadzuu
- dinahum lahw waib wagrathumul
- hayatud dunya
- falyuma nansahum
- kama nasu liqa
- yaumihim
- yajhadun
- sadaqallahulzimqallahulzim
- wasodq rasuluhul karim wahnu ala dzalika
- minas syahidin
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala menciptakan kita
- semua bukan kan dalam rangka
- bermain-main.
- Allah menciptakan langit bumi
- dan Allah menempatkan kita di atas muka
- bumi ini
- dalam rangka
- menguji kita semua
- agar Allah Subhanahu wa taala tidak
- dipersalahkan di hari kemudian nanti.
- Allah Subhanahu wa taala mengutus
- rasul-Nya dan menurunkan kitabnya
- dan mewajibkan atas kita semua untuk
- beramal hidup sesuai dengan petunjuk
- yang Allah Subhanahu wa taala turunkan
- dalam kitabnya.
- Apabila
- kita hidup sesuai dengan bimbingan dan
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala,
- beriman kepadanya, beriman kepada hari
- akhir, beriman kepada kitab-kitab yang
- Allah turunkan
- yang saling menegaskan
- dan menopang satu dengan lainnya.
- Beriman kepada rasul-rasul yang diutus
- oleh Allah yang menyampaikan misi dan
- risalah yang sama dari Allah. Mengajak
- umat manusia untuk beribadah kepadanya
- dan tidak mempersekutukannya dengan
- sesuatu.
- Apabila kita hidup sesuai dengan
- petunjuknya, Allah Subhanahu wa taala
- janjikan bagi kita bukan hanya
- keselamatan dalam kehidupan dunia, tapi
- juga keselamatan dan kebahagiaan dalam
- kehidupan akhir nanti yang kekal dan
- abadi. Tapi bagi mereka yang ingkar
- setelah diberikan penerangan dan
- petunjuk dari sisi Allah, mereka menolak
- untuk hidup sesuai dengan bimbingan
- petunjuknya yang Allah turunkan dalam
- kitabnya yang disampaikan oleh
- rasul-Nya. Maka mereka jangan
- sekali-kali menyalahkan Allah kalau
- mereka menerima akibat yang amat buruk
- dalam kehidupan dunia dan azab yang
- kekal di hari kemudian nanti.
- Oleh karena itu, ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah, menjadi kewajiban
- orang-orang yang berilmu
- yang dikenal dengan nama Rabbaniin,
- yaitu orang-orang yang mempelajari
- Alkitab dan mengajarkannya untuk
- membacakan, menerangkan ayat-ayat
- kitabnya kepada umat manusia.
- Adapun diterima
- atau tidak diterima bukan menjadi
- tanggung jawabnya. kewajiban dia
- membacakan, menjelaskan, dan
- menerangkan.
- Nah, Allah subhanahu wa taala pada
- ayat 40 dari surat Al'raf
- mengeluarkan ancaman
- yang amat mengerikan,
- ancaman yang benar-benar amat menakutkan
- bagi mereka-mereka yang ingkar kepada
- ayat-ayat Allah. Menolak untuk hidup
- sesuai dengan petunjuknya.
- Allah berfirman,
- "Innalladzina kadzabu biayatina
- wastakbaru anha." Sesungguhnya
- orang-orang yang mendustakan ayat-ayat
- Kami
- dan menyombongkan diri di hadapannya,
- menolak untuk
- mengikuti bimbingan dan petunjuk Allah,
- menolak untuk menjalankan ayat-ayat
- Allah dalam kehidupan mereka.
- bersikap angku dan sombong di hadapannya
- sama dengan menyombongkan diri di
- hadapan Allah yang telah menciptakan
- dirinya dan melimpahkan nikmat karunia
- atas dirinya.
- Apa yang Allah akan lakukan terhadap
- dirinya?
- Allah katakan
- la yadkhulunal jannata
- innalladzina kadzabu biayatina
- wastakbaru anha. Sesungguhnya
- mereka-mereka yang mendustakan ayat kami
- dan bersikap sombong di hadapannya.
- La tufattahu lahum abwabusama.
- Tidak akan dibukakan bagi mereka
- pintu-pintu langit. Pintu-pintu langit
- tertutup bagi mereka.
- Wala yadulunal jannata hatta yalijal
- jamalu fiilat.
- Dan mereka tidak akan masuk ke dalam
- surga.
- hingga seekor unta masuk ke dalam lubang
- jarum.
- Lubang jarum yang kecil
- tak mungkin dapat dimasuki oleh seekor
- unta yang besar. Ini merupakan gambaran
- akan hal yang mustahil. Artinya mereka
- tidak akan masuk ke dalam surga.
- Mustahil mereka akan masuk ke dalamnya
- kecuali apabila kalian menjumpai seekor
- unta masuk ke dalam lubang jarum.
- Wakadalika najzil mujrimin. Demikianlah
- kami menghukum membalas orang-orang yang
- berbuat kejahatan dan kerusakan.
- Jadi kita lihat orang-orang yang menolak
- hukum Allah
- sebenarnya orang-orang
- yang tidak menerima
- apabila kejahatan yang mereka lakukan,
- kerusakan yang mereka perbuat
- dihalang-halangi.
- Mereka tidak ingin dikatakan sebagai
- orang yang merusak dan melakukan
- kejahatan.
- Oleh karena itu mereka menggantikan
- hukum Allah yang tidak pilih kasih, yang
- tidak pilih bulu dengan hukum-hukum yang
- ditelorkan oleh manusia yang bersumber
- dari hawa nafsunya yang dapat
- disesuaikan
- dengan hawa nafsu mereka, dengan
- kepentingan mereka.
- Jadi bukan lagi hukum yang meluruskan
- hidup mereka, tapi hukum yang
- disesuaikan dengan hawa nafsu mereka.
- bukan lagi hukum yang berasal dari
- kebenaran, tapi hukum yang membenarkan
- perbuatan-perbuatan mereka yang tidak
- benar.
- Jadi mereka-mereka yang menolak hukum
- Allah sebenarnya orang-orang yang zalim,
- orang-orang yang gemar melakukan
- kejahatan dan kerusakan, orang-orang
- yang ingkar kepada Allah yang telah
- menciptakan dirinya yang melimpahkan
- nikmat karunia atas dirinya tapi dia
- menolak untuk menerima hukum Allah.
- Padahal seluruh sistem dan mekanisme
- tubuhnya langsung ditangani oleh Allah
- Subhanahu wa taala. J kembali saya
- bacakan. Sesungguhnya orang-orang yang
- mendustakan ayat-ayat Kami
- dan menyombongkan diri di hadapannya,
- menolak untuk menerima dan mengikutinya.
- La tufattahu lahum abwabus sama. Tidak
- akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu
- langit. W yadunal jannat hatta yarijal
- jamalu
- dan mereka tidak akan memasuki surga
- hingga engkau menjumpai seekor unta
- masuk ke dalam lubang jarum. Hal ini
- merupakan hal yang mustahil. Wakalika
- najzil mujrimin. Demikianlah kami
- menghukum mereka-mereka yang berbuat
- kejahatan.
- Lahum min jahanama mihadun w fauqihim
- ghaw. Bagi mereka telah disediakan api
- neraka jahanam sebagai alas mereka.
- Dari atas mereka berselimutkan api
- neraka.
- Wadalika najzolimin.
- Demikianlah kami menghukum orang-orang
- yang zalim. Artinya Allah tidak
- berlaku semena-mena. yang dihukum mereka
- yang berbuat kezaliman itu mereka yang
- hidup tanpa menghiraukan kebenaran,
- tapi mereka mencari pembenaran
- atas segala macam perbuatan yang mereka
- lakukan.
- Jadi kita lihat di sini bagaimana
- hadirin sekalian kondisi mereka di
- samping mereka tidak akan masuk ke dalam
- surga
- sebagaimana mustahilnya seekor unta
- masuk ke dalam lubang jarum di neraka
- nanti Allah akan sediakan bagi mereka
- alas pembaringan dari api neraka
- kemudian mereka juga akan diselimuti
- oleh api neraka. Kita bisa bayangkan
- bagaimana keadaan dan penderitaan di
- dunia.
- Dia dengan penuh kebebasan, penuh
- kesenangan berbuat sesuka hatinya. Di
- hari akhirat nanti.
- Dia tidak akan menemukan tempat
- beristirahat. Bahkan tempat yang biasa
- digunakan untuk beristirahat
- pembaringan, alasnya pun api neraka.
- Begitu pula selimut yang menyelimutinya.
- Itulah hukuman Allah untuk orang-orang
- yang zalim. Kita mengingatkan diri kita,
- mengingatkan para pemimpin dan seluruh
- rakyat.
- Jangan menyalahkan Allah kalau kalian
- terkena bencana.
- Dan jangan menyalahkan Allah di hari
- kemudian nanti apabila kalian bernasib
- buruk memasuki api neraka dan tertutup
- bagi kalian harapan untuk masuk ke dalam
- surga.
- Karena kalian tidak mengendahkan,
- menghiraukan
- seruan dan petunjuk Allah. Nah, selagi
- kita masih punya kesempatan, mari kita
- kembali pada Allah, bertobat padanya,
- memohon ampun dari kesalahan kita. Mari
- kita kembalikan hidup kita ke dalam
- kitab Allah. Tidak akan ada kerugian
- yang kita akan rasakan. Kenapa kita
- gentar terhadap cemohan,
- ledekan,
- oyokan yang datang dari orang-orang yang
- tak beriman?
- Masa orang-orang yang berada di ambang
- kehancuran yang kelak akan menjadi
- penghuni api neraka hidup dalam
- penderitaan
- mengambil perhatian kita, kepedulian
- kita khawatir terhadap cemohan dan
- makian mereka. Apabila kita beriman,
- kita akan mengimani betul-betul apa yang
- datang dari Allah. Tanpa keraguan kita
- akan perjuangkan. Ini merupakan seruan
- yang datang dari Allah.
- Bukan kewajiban kita untuk memaksa.
- Kewajiban kita hanya untuk menerangkan
- mudah-mudahan Allah membantu kita untuk
- beramal sesuai dengan petunjuk kitabnya.
- Begitu pula keluarga kita, anak kita dan
- mengampuni dosa-dosa kedua orang tua
- kita, guru-guru kita, dan kita semua
- atas kelalaian-kelalaian yang kita
- perbuat.
- Tapi sebaliknya, walladzina amanu wa
- amilus shihat la nukallifu nafsan illa
- wus'aha. Adapun orang-orang yang beriman
- bukan hanya percaya, beriman, mengimani
- apa-apa yang datang dari Allah mendorong
- dia untuk beramal, berjuang
- sesuai dengan apa yang diterangkan
- Allah.
- Karena keimanan bukan hanya sekedar
- kepercayaan yang pasif, tapi dia
- keyakinan yang mendorong, yang
- memotivasi,
- yang membuat kita mempertaruhkan hidup
- kita demi keimanan tersebut.
- Adapun orang-orang yang beriman dan
- mengerjakan amal saleh, kami tidak
- pernah membebani seseorang di luar
- kemampuannya.
- Jadi Allah terangkan bahwa kewajiban
- yang Allah wajibkan, tugas yang Allah
- tugaskan bagi kita disesuaikan dengan
- kemampuan kita.
- La nukallifu nafsan illa wusaha. Kami
- tidak membebani seseorang di luar
- kemampuannya. Ulaika ashabul jannati hum
- fiha khidun. Merekalah yang akan menjadi
- penghuni surga kekal di dalamnya untuk
- selama-lamanya.
- Jadi mereka-mereka yang beriman,
- beramal saleh, orang-orang yang
- mendapatkan janji Allah Subhanahu wa
- taala.
- Wana ma fi sudurihim minillin tajri min
- tahtihimul anhar. Lalu kami menghapuskan
- dari dada mereka segala kebencian dan
- kedengkian.
- Kebencian-kedengkian akan membuat hidup
- kita tidak nyaman, akan membuat hidup
- kita perih.
- pengap,
- sesak,
- suram, dan kelam.
- Tapi di saat kita hidup tanpa kebencian,
- tanpa kedengkian, permusuhan, kita akan
- merasakan hidup ini indah. Itu kita akan
- rasakan dan dirasakan oleh orang yang
- beriman kelak
- di tempat yang Allah sediakan bagi
- mereka.
- tempat
- yang merupakan taman-taman yang indah.
- Tajri min tahtihimul anhar. Mengalir di
- bawah mereka beraneka macam sungai.
- Sungai airnya yang jernih, susunya,
- madunya, khamar yang tidak memabukkan.
- Itu merupakan janji Allah.
- Hidup tanpa kebencian, tanpa permusuhan,
- dengan berbagai macam kenikmatan, baru
- akan terasa arti dan nikmat kehidupan
- yang sebenarnya.
- Kami hapuskan dari dada mereka segala
- kebencian. Tajri min tahtihimul anhar.
- Mengalir di bawah mereka sungai-sungai.
- Waqalul hamdulillahilladzi hadana
- lihadza w kunna linahtadiya laula an
- hadanallah.
- Dan mereka berkata, "Segala puji bagi
- Allah yang telah menunjukkan kami
- lihadza
- ke jalan ini. Jalan yang telah
- mengantarkan mereka menuju kebahagiaan,
- keselamatan dunia dan akhirat." Itu
- jalan yang ditunjukkan oleh Allah dalam
- kitab sucinya. Wama kunna linahtadiya
- laula an hadanallah. Dan sekali-kali
- kami tidak akan berada dalam petunjuk
- kecuali
- dengan hidayah yang Allah Subhanahu wa
- taala berikan kepada kami.
- Laqad jaat rusulubina bilhaq. Sungguh
- telah datang kepada kami utusan-utusan
- Tuhan kami dengan membawa kebenaran
- pada suasana yang penuh harapan
- kebahagiaan.
- Tahu-tahu mereka mendengarkan seruan.
- Wudu antilumul jannatu urumuha bima
- kuntum tamalun. Mereka mendengarkan
- seruan. Itulah surga yang diwariskan
- untuk kalian dengan amalan-amalan yang
- dahulu kalian perbuat dalam kehidupan
- dunia. Amalan-amalan saleh yang kalian
- lakukan dengan penuh keimanan kalian
- kepada Allah dan janji-janjinya. Inilah
- buah dari amal kalian.
- Sekarang banyak orang mentertawakan
- orang yang beriman
- kepada Allah yang beriman kepada
- kitabnya yang beriman kepada rasul-Nya.
- Mereka mentertawakan dan mengolok-olok
- orang yang beriman.
- Jangan kita bersedih atas sikap mereka.
- Sekarang mereka tertawa. Kelak mereka
- akan menangis.
- Walaupun mata mereka mengeluarkan darah,
- tak akan dapat menghapus rasa sedih dan
- putus asa di hati mereka dan tidak akan
- menggerakkan Allah subhanahu wa taala.
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- mengajak kita untuk
- berkunjung menuju masa yang akan datang.
- Bukan masa lalu atau masa kini. Allah
- mengajak kita untuk pesiar berkunjung
- menuju masa yang akan datang.
- Bagi Allah Subhanahu wa taala yang tidak
- terikat dimensi ruang dan waktu. Begitu
- pula ilmu Allah. Bagi Allah yang lalu,
- yang kini, yang akan datang sama. Oleh
- karena itu, apa yang disampaikan Allah
- bukan perkiraan,
- tapi merupakan
- kisah-kisah yang benar yang disampaikan
- oleh Allah Subhanahu wa taala dengan
- ilmu dan kekuasaannya yang tidak terikat
- oleh dimensi ruang dan waktu. Allah
- mengajak kita untuk melakukan pesiar
- kunjungan menuju masa yang akan datang.
- Ketika penghuni surga dimasukkan ke
- dalam surga, penghuni api neraka masuk
- ke dalam api neraka. Kemudian di antara
- penghuni surga dan penghuni api neraka
- ada satu kaum yang ditangguhkan Allah.
- Satu kaum yang ditangguhkan Allah
- Subhanahu wa taala yang dikenal dengan
- Ashabul A'raf. Yaitu mereka yang berada
- di tempat tinggi di antara surga dan
- neraka.
- di mana amal-amal saleh mereka
- berada pada kondisi yang sama dengan
- amal-amal buruk mereka. Mereka berada
- pada kondisi
- yang berimbang di antara kebaikan dan
- buruk keburukan. Mereka bergantung dan
- berharap sepenuhnya kepada rahmat Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, mari
- bersama-sama kita ikuti dialog singkat
- antara penghuni surga dengan penghuni
- api neraka.
- Antara Ashabul A'raf itu kaum yang
- ditangguhkan yang belum masuk ke dalam
- surga dan juga
- tidak berada dalam api neraka. Bagaimana
- dialog mereka dengan penghuni api
- neraka? Dan terakhir dialog antara
- penghuni api neraka dengan penghuni
- surga.
- Semoga ini menjadi pelajaran buat kita
- semua.
- asqadunaqalum
- waumqo
- q naam faana muadinun
- bainahumatullahi
- alim
- para penghuni surga yang telah berada di
- surga
- mereka menyeru
- para penghuni api neraka
- Mereka berkata,
- "Bahwasanya kami telah mendapatkan janji
- Allah Subhanahu wa taala yang dijanjikan
- oleh Tuhan kami dengan benar. Bagaimana
- kalian? Sudahkah kalian menjumpai
- mendapatkan apa yang Allah peringatkan
- dan janjikan bagi kalian?"
- Para penghuni api neraka serentak
- berkata, "Qalu naam." Mereka mengatakan,
- "Naam, benar. Kami telah mendapatkan
- apa-apa yang telah dijanjikan,
- diperingatkan Allah sebelumnya.
- Faana muadzinum bainahum al'natullahi
- aladzalimin. Tahu-tahu terdengar
- salah satu penyeru di tengah-tengah
- mereka.
- Bisa saja dari kalangan malaikat
- tahu-tahu mereka mendengarkan seruan
- yang berseru bahwasanya laknat Allah
- Subhanahu wa taala telah ditetapkan dan
- dijatuhkan atas orang-orang yang zalim
- yang berbuat kezaliman dan aniaya. Oleh
- karena itu, hati-hatilah ikhwan akhwat,
- para pemirsa, para pendengar dari
- perbuatan zalim. Perbuatan zalim ini
- akan menyobek penjagaan Allah. Akan
- membuat kita terbuka di hadapan azab dan
- hidayah Allah akan meninggalkan kita.
- Kecintaan Allah berganti dengan
- kemurkaannya. Oleh karena itu, Nabi
- mengatakan
- bahwa Allah akan mengabulkan doa orang
- yang tertindas, teraniaya walau ba'da
- hin, walaupun setelah waktu yang cukup
- lama.
- Hati-hati dari kezaliman. membuat kita
- terjerumus dalam murka Allah. Rahmat
- Allah akan meninggalkan kita. Penjagaan
- Allah juga akan sobek hingga kita
- terbuka di hadap di hadapan ancaman azab
- dan kemurkaan Allah.
- Siapa yang dimaksudkan dengan
- orang-orang yang zalim yang terkena
- laknat Allah? Alladzina yasudduna an
- sabilillahi waabunaha iwaja. Itu
- orang-orang yang gemar memalingkan
- manusia dari jalan Allah.
- Mereka diberikan amanat, diberikan
- kedudukan,
- diberikan otoritas
- untuk memimpin. Tapi mereka menolak
- hukum Allah justru mereka gantikan
- dengan hukum-hukum yang bersumber dari
- hawa nafsu mereka.
- Mereka berpaling dari jalan Allah.
- Mereka juga memalingkan manusia dari
- jalan Allah
- dengan sama-sama berpaling dari jalan
- Allah dengan sendirinya. Yang menjadi
- tolak ukur bukan lagi kebenaran, bukan
- lagi kitab suci, tapi yang menjadi tolak
- ukur adalah hawa nafsu yang dapat
- berubah-rubah
- tergantung situasi, kondisi, dan keadaan
- yang bersangkutan.
- Mereka-mereka yang memalingkan manusia
- atau menghalang-halangi manusia dari
- jalan Allahunaha
- iwaja. Dan mereka menginginkan
- jalan Allah ini atau jalan kehidupan ini
- berada dalam kebengkokan. Pada saat
- rambu-rambu agama Allah Subhanahu wa
- taala dihapuskan, orang tidak dapat lagi
- membedakan mana yang hak, mana yang
- batil, mana yang baik, dan mana yang
- buruk. Pada saat itu hawa nafsu yang
- menjadi tolak ukur. J mereka berupaya
- dengan hawa nafsu mereka untuk membuat
- jalan Allah mengalami kebengkokan.
- Maksudnya dengan menghapuskan
- rambu-rambu kebenaran menggantikan
- dengan rambu-rambu yang bersumber dari
- hawa nafsunya. Maka tak heran kalau
- mereka menghalalkan freeek, menghalalkan
- LGBT,
- mereka juga menghalalkan berbagai macam
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar.
- Tapi kalau rambu-rambu agama Allah
- jelas, kitab Allah menjadi rujukan dan
- pegangan semua orang tunduk kepadanya,
- maka kejahatan tidak akan dapat tampil
- dan orang tidak akan dapat melakukan
- pembenaran terhadap perbuatan mereka.
- Karena rambu-rambu agama Allah begitu
- jelas di tengah-tengah mereka.
- Jadi orang-orang yang zalim di sini
- orang-orang yang menghalang-halangi
- manusia dari jalan Allah dan
- menginginkan kebengkokan.
- Mereka menginginkan agar kehidupan
- berada dalam kebengkokan yang tidak
- tunduk lagi pada rambu-rambu dan tolok
- ukur kebenaran. Wahum bil akhirati
- kafirun. Dan mereka ingkar terhadap hari
- akhir.
- Mereka tidak peduli terhadap peringatan
- ancaman mengenai hari akhir.
- Wabainahuma hijab. Di antara api neraka
- dan surga terdapat hijab pemisah.
- Waal rijalun y'rifuna kullam bisimahum.
- Dan di atas A'raf itu di satu tempat
- yang tinggi di antara surga dan neraka
- terdapat
- rijalun
- beberapa pria ya'rifuna kullam
- bisimahum. Mereka mengenali
- setiap apa? Setiap golongan dengan
- tanda-tanda mereka. Mereka mengenali
- penghuni surga. Mereka juga mengenali
- penghuni api neraka.
- Mereka berada di tengah-tengah di antara
- keduanya.
- Wadau ashabal jannati anamun alaikum lam
- yadulaha wahum yatmaun. Para penghuni
- A'raf ini yang masih ditangguhkan nasib
- mereka menyeru dan memanggil kepada para
- penghuni surga. Keselamatan,
- kesejahteraan bagi kalian. Salamun
- alaikum. Mereka belum masuk ke dalam
- surga. Maksudnya penghuni A'raf belum
- masuk ke dalam surga. Padahal mereka
- penuh harap untuk masuk ke dalamnya.
- Mereka betul-betul butuh akan rahmat
- Allah.
- Waidifat absuhum tilqinaribana
- maalimin.
- Dan apabila pandangan mereka dialihkan
- kepada penghuni api neraka, mereka
- langsung berkata, "Wahai Tuhan kami,
- jangan Engkau menjadikan kami bersama
- orang-orang yang zalim. Jangan Engkau
- mengumpulkan kami, ya Allah, bersama
- orang yang zalim.
- Wada ashabul rijalunahum
- bisimahum.
- Kemudian para penghuni para penghuni
- A'raf itu tempat
- yang tinggi di antara surga dan neraka.
- Mereka menyeru kepada penghuni api
- neraka
- yang mereka kenali dengan ciri-ciri
- mereka.
- Para penghuni Araf berkata kepada
- penghuni api neraka, "Tidak berguna bagi
- kalian." Jamukum, kelompok kalian.
- Maksudnya kekuatan kalian, kelompok
- kalian, bagaimanapun besarnya tidak
- berguna bagi kalian. Wama kuntum
- tastakbirun. Dan kesombongan kalian di
- masa lampau, kebanggaan kalian semua
- tidak berguna pada hari ini. Pada hari
- ini kekuasaan, keputusan sepenuhnya di
- tangan Allah. Perkumpulan kalian,
- kelompok kalian, kesombongan kalian
- tidak berguna bagi kalian pada hari ini.
- Ahaula
- aqsamtum laaluhumullahu birahmah. Udulul
- jann la khaufun alaikum w antum
- tahzanun.
- Para penghuni Araf berkata, "Apakah
- mereka-mereka menuju kepada penghuni
- surga? Apakah mereka-mereka yang dahulu
- kalian bersumpah bahwa mereka tidak akan
- menerima rahmat Allah? Terbukti sekarang
- mereka berada di surga, kalian di
- neraka." Udulul jannata la khaufun
- alaikum wala antum tahzanun. Masuklah
- kalian ke dalam surga.
- Masuklah kalian ke dalam surga.
- Tidak ada ketakutan bagi kalian. dan
- kalian tidak akan bersedih dan berduka.
- Kita lihat hadirin sekalian bagaimana
- keangkuhan, kesombongan, kebanggaan,
- kekayaan, kelompok yang besar yang kita
- banggakan ternyata di hari akhir tak
- berguna sedikit pun.
- Setelah itu wanaada ashabunari ashabal
- jannati
- al minal maimakumullah.
- Dan penghuni-penghuni api neraka menyeru
- memohon kepada penghuni surga.
- Mimmaqumullah.
- Tolong kami wahai penghuni surga,
- kirimkan untuk kami sedikit saja air
- yang Allah berikan kepada kalian atau
- sedikit makanan. Anidu ala minal
- maimakumullah.
- Tuangkan kirimkan untuk kami sedikit air
- atau apa-apa yang Tuhan kalian berikan
- untuk kalian.
- Penghuni api neraka menyaksikan penghuni
- surga dalam kebahagiaan. ketenangan,
- hidangan yang bermacam-macam dan
- minuman. Mereka meratap memohon,
- "Kirimkan untuk kami walaupun sedikit
- air, sedikit makanan yang Allah berikan
- untuk kalian."
- Para penghuni surga langsung menjawab,
- "Qalu innallaha haramahuma alal
- kafirin." Mereka mengatakan bahwa Allah
- mengharamkan kedua-duanya air maupun
- makanan untuk orang-orang yang kafir.
- Dalam kehidupan dunia mereka dapat
- menikmati berbagai macam makanan.
- Mereka menikmati berbagai macam. Tapi di
- hari akhir nanti seteguk air di surga
- diharamkan bagi orang kafir. Begitu pula
- makanannya. Karena jenis makanan surgawi
- begitu pula minumannya beda dengan
- minuman dan makanan duniawi.
- Oleh karena itu dalam sebuah perumpamaan
- disebutkan la wazan dunyaallahi janaha
- baud maha kafirin wau kalau dunia ini di
- mata Allah sebanding dengan sayap nyamuk
- bila dibandingkan dengan surga besarnya
- seperti sayap nyamuk dibandingkan dengan
- surga seteguk air pun Allah tidak akan
- berikan untuk orang kafir. Tapi
- mengingat dunia ini rendah, hina,
- sepele, tidak berarti dibandingkan
- dengan surga. Biarkan orang-orang kafir
- bersenang-senang, tertawa,
- terbahak-bahak
- hingga tersedak dengan kenikmatan dunia.
- Tapi mereka akan diharamkan untuk
- menikmati, mencicipi kenikmatan surga
- walaupun hanya seteguk air.
- Siapa yang dimaksudkan dengan orang
- kafir di sini? Karena seringkiali orang
- mendefinisikan kekafiran semau mereka.
- Allah jawab, "Alladzinaahum
- lahwan wiba." Itu mereka yang menjadikan
- agama mereka sebagai apa?
- Sebagai hiburan dan senda gurau.
- Mereka-mereka yang menjadikan agama
- mereka hiburan yang melupakan
- dan permainan.
- J orang-orang kafir di sini
- mereka-mereka yang menjadikan
- agama mereka sebagai hiburan senda,
- gurau dan permainan.
- Wununya dan mereka terpedaya, tertipu
- oleh kehidupan dunia.
- Pada hari ini kami melupakan mereka
- sebagaimana mereka melupakan hari ini.
- Itu hari di mana Allah Subhanahu wa
- taala mengadiri manusia dan membalas
- amal mereka. Wu biayatina yaajhadun dan
- hukuman atas keingkaran mereka dulu
- terhadap ayat-ayat kami.
- Ini salah satu definisi orang-orang yang
- kafir yang menjadikan agama mereka
- sebagai senda gurau dan permainan
- terpedaya oleh kehidupan dunia.
- Maka pada hari ini kami melupakan mereka
- sebagaimana mereka melupakan hari ini,
- itu hari pembalasan mereka dan
- keingkaran mereka dulu sewaktu dalam
- kehidupan dunia mereka mengingkari
- ayat-ayat kami. Ini merupakan ayat-ayat
- bayyinat. Kalau kalian tidak percaya
- menjadi tanggung jawab kewajiban kami
- untuk menyampaikan. Oleh karena itu,
- para pemimpin di atas, para wakil
- rakyat, jangan kalian beranggapan bahwa
- hidup ini merupakan permainan. Begitu
- pula para calon pemimpin yang akan
- memimpin pada tahun 2019. Hati-hati
- hisab tanggung jawab ini amat berat di
- hari kemudian nanti. Jangan kalian
- tertawa senang
- bahkan kalian mencalonkan diri kalian
- dan menerangkan kepada orang kami yang
- terbaik untuk menjadi pemimpin. Ini
- betul-betul orang-orang yang tertipu
- oleh kehidupan dunia.
- Setan tertawa, senang, terbahak-bahak
- menyaksikan bagaimana manusia
- terpelosok, terpedaya oleh kebohongan
- dan janji-janji palsu setan. Semoga
- Allah melindungi kita semua dari azab
- murkanya, melindungi kita dari tipu daya
- setan. Semakin hari bertambah usia kita,
- kita berharap bertambah iman, takwa, dan
- kesadaran kita. Allah Subhanahu wa taala
- menutup amal kita dalam keadaan husnul
- khatimah dengan taubatan nasuhah. Dan
- semoga Allah mengampuni dosa kedua orang
- tua kita, guru-guru kita, seluruh kaum
- muslimin dan muslimat. Kita mohon kepada
- Allah untuk menghapuskan kedengkian,
- kebencian dalam hati kita terhadap
- seorang pun yang beriman. Jangan
- meninggalkan kebencian di hati kita.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- jadikan kita sebagai contoh-contoh yang
- baik di tengah keluarga kita, masyarakat
- kita, dan umat kita.
- Dan tidak membiarkan kita tergelincir
- baik dalam ucapan maupun perilaku
- subhanakallahumma wabihamdik astagfiruka
- wa atubu ilaik walu minkum
- wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuhbanna
- bimaamtanazi
- yfauna
- rabbi faqqihna wa faqqih ahlana
- waqatin
- lana fi dinina
- maa ahlil quri unsa wazakar rabbi
- waffiqna waffiqhum lima tartadhi quulan
- wa fi'lan karama warzuqil kulla halalan
- daima wa akhilla atqyaa ulama nahd bil
- khairi wa nukfa kulla syarlihlana
- anaadun
- qatiana
- ruslul manun wagfir wasur anta akram man
- satar wasatullahi
- tagsyal mustofa
- man ilal haqqi daana wal wafa bikitabin
- wail masihil ghurar Allahumma ahdina
- biudak
- waj'alna mimman yusariu fi ridak wala
- tuwallina waliyan siwak wala taj'alna
- mimman khalafa amraka wa as wa
- hasbunallahu
- wakil nikmal maula
- nasir
- wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim wasallallahu ala sayyidina
- muhammadin wa ala alihi wasohbihi
- wasallim walhamdulillahiabbil
- alamin
- subhanakallahumma wabihamdik ashadu
- an asagfiruka
- waluinkum wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah Iwan dan Nawa telah kita
- dengarkan tadi renungan di bawah naon
- Al-Qur'an yang mengambil surah Ala'raf
- atau surat ke-7 ayat 40 sampai dengan
- ayat 51.
- Baik, sebelum kami tutup kami akan
- membacakan beberapa pemuan. Yang pertama
- adalah mm
- ini penyelenggaraan ikhwan dan akhwat.
- Ikhlas seminar penghayatan qurani
- bertajuk kunci sukses akhir manusia
- adalah husnul khatimah bersama Dranda
- Hajah Asneli Burhanuddin, M.Pd.
- narasumber program acara tahsinul Quran
- Rasil tiap Sabtu pagi. Seminar ini akan
- diadakan pada hari Ahad tanggal 30
- September 2018. Waktunya pukul sampai
- pukul 16.00. Tepatnya di Balai Rung,
- Jalan Matraman Raya 19 Jakarta Timur
- dengan materi sakaratul maut, alam
- barzakh, hari kiamat, hari kebangkitan
- padang mahsyar, hari penghisapan atau
- pengadilan Allah, titian siratal
- mustaqim, indahnya surga, dahsyatnya
- neraka.
- Info lebih lanjut bisa menghubungi
- Boy Rendy Setiawan di 082244198042
- atau Ibu Afifah di 0812
- 1 222 du 2 duanya 3 kali 99 69 atau
- Hesti Astuti di 08128370480
- acara Acara ini diselenggarakan oleh
- Yayasan Cahaya Husnul Khatimah Depok.
- Ya, silakan Ahwat untuk mengikuti acara
- tersebut ya. Semoga kita semua termasuk
- ke dalam golongan orang yang mendapatkan
- kemuliaan husnul khatimah. Amin. Dan
- jangan lupa nanti tanggal 29 September
- hari Sabtu di Masjid Takwa Nanjar juga
- ada pengajian mulai pukul 09.00 bersama
- Ustaz Husin Alatas, Ustaz
- ee Hamzah Alatas, Ustaz Husin Alatas,
- kemudian juga Ustaz Fawas dan juga Ustaz
- ee Umar Ibrahim.
- Tanggal 7 Oktober juga nih ada ee ini
- pengajian bersama Sateri Nurdi tanggal 7
- Oktober subuh di Masjid RNI Kuningan.
- RNI Kuningan. Baik, terima kasih atas
- perhatian Anda semuanya. Saya Muhammad
- Krishna Ondi Saputra. Kemudian juga ee
- Anis Mualim mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [musik]