Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV.
- [Musik]
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi di hari
- yang begitu cerah
- ya. Terdengar suara burung dan juga
- matahari pagi. Alhamdulillah
- menyegarkan. Kita jumpa lagi dalam cara
- dialog dan tanya jawab bersama Ustaz
- Husein Alatas dan Ustaz Hamzah Alatas.
- Di sini juga hadir ada Pak Wafi, ada
- Ustaz Husein Muda, ada Ustaz Zailani,
- kemudian juga Ustaz Hasan Sazili.
- Alhamdulillah. Dan kamera dipegang oleh
- Ondi
- Saputra. Ada banyak pertanyaan masuk ke
- rasio. Silakan Anda juga boleh mengirim
- pertanyaan kami tunggu di 0811999720.
- [Musik]
- bertanya kalau bisa di seputar
- Al-Qur'an.
- Dan acara ini juga disiarkan ke Radio
- Latan Sukabumi, Radio Habibullah di
- Banyuwangi, Radio Sela FM di Batam,
- Radio Rasal di Palembang, Radio Madinah
- di eh Pontianak, kemudian juga Radio
- Lusiana Nomraan di Semarang, Radio Mer
- eh Rasil Mercy di Yogyakarta, Radio
- Almas di Magelang, kemudian juga Radio
- Komunitas di
- Bondowoso. Asalamualaikum Ustaz Husin,
- Ustaz Hamzah. Baik, kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- [Musik]
- maiki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim walad
- [Musik]
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Husin dan Ustaz
- Hamzah. Baik, pertanyaan pertama datang
- dari Ibu Maryam di Bintan.
- Asalamualaikum Ustaz Husin. Ustaz
- Hamzah. Waalaikumsalam. Ustaz, tadinya
- saya percaya bahwa wanita terbuat dari
- tulang rusuk pria. Tapi setelah saya
- membaca Al-Qur'an surah Kiamah atau
- surah ke-75 ayat 37, ayat 38 ayat 39
- ternyata laki-laki dan perempuan berasal
- dari zat yang sama. Misalnya di kiamah
- ayat 37. Bukankah dia mulanya hanya
- stetes mani yang ditumpahkan ke dalam
- rahim? Kemudian pada ayat 38 kemudian
- ee mani itu menjadi sesuatu yang
- melekat. Lalu Allah menciptakannya dan
- menyempurnakannya. Kemudian kiamah ayat
- 39. Lalu dia menjadikan darinya sepasang
- laki-laki dan perempuan. Ee barangkali
- Ustaz bisa melengkapi ee ini saya ini.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabiyina Muhammadin wa alih
- thyyibin wasohabatihil ghuril
- mayamin. Watabiina lahum bisanin ila
- yaumiddin. Rabbana zidna ilman waqna
- bihin waj'alana lisanaidqin fil akirin
- walna min warati jannatin naim
- wagfirlana
- waliwalida walil mukminina yauma
- yaquumul hisab wzina yaumaddin yauma la
- yanfa maun wala banun illa man atallaha
- biqalbin salim amma
- ba'du ikhwan Ikhwan
- akhwat pendengar pemirsa setia radio
- silaturahim yang dirahmati
- Allah. Seluruh keluarga besar Rasil.
- Begitu
- pula Ustaz Hamzah bin Atas Alattas yang
- menemani kita pada pagi hari ini. Ustaz
- Muhammad Krishna, ada Bapak Wafi, Ustaz
- Abdul Hasan
- Asyadili, ada Husain bin Ali Al Haddad,
- ada juga Ustaz Junaidi, Ondi Saputra
- beserta seluruh
- kru dan semua pejuang yang berjuang
- melalui media dakwah ini. Semoga Allah
- subhanahu wa taala membimbing kita
- menuju jalan keselamatan.
- Allah Subhanahu wa taala jadikan kita
- bagikan bahtera keselamatan yang
- menyelamatkan umat dari perpecahan,
- perselisihan, permusuhan, dan kegelapan.
- Danilah merupakan misi para nabi bukan
- datang
- untuk membawa beban bagi umat manusia,
- tapi justru untuk membebaskan mereka
- dari beban-beban yang berat dan
- belenggu-belenggu yang menyempitkan
- hidup mereka. Salamullahi alaikum jamian
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pada saat kita kanak-kanak
- dulu, kita berpindah menuju masa remaja
- juga
- dewasa, kita akrab dengan
- perkataan-perkataan,
- pernyataan-pernyataan yang merendahkan
- wanita. Yang merendahkan kaum wanita.
- di mana opini yang terbangun
- itu menerangkan kepada kita bahwa
- wanitanya makhluk yang
- inferior, lebih rendah dari apa? Dari
- pria wanita yang
- menyebabkan Adam memakan buah yang
- terlarang hingga akhirnya jatuh ke
- dunia.
- Wanita merupakan sumber
- dosa. Wanita adalah makhluk yang
- bengkok.
- Wanita merupakan sumber
- fitnah. Ini merupakan hal yang dianggap
- biasa di tengah-tengah masyarakat.
- Semua ini sebetulnya kembali kepada
- legenda
- Yahudi. Kalau kita membaca kitab
- Perjanjian Lama yang sudah tidak lagi
- murni dan asli, disebutkan bahwasanya
- Adam yang pertama
- diciptakan sendiri menjalani kehidupan
- yang sepi. Lalu Allah menidurkan Adam,
- diambil tulang rusuknya yang bengkok
- dibungkus dengan daging. Maka
- terciptalah Hawa yang diciptakan dari
- rusuk yang bengkok.
- Kemudian ada sebuah hadis palsu
- ya yang mengutip apa yang terdapat dalam
- Perjanjian Lama bahwa wanita ini
- diciptakan dalam keadaan
- bengkok karena diciptakan dari
- rusuk dan rusuk yang terbengkok itu yang
- berada bagian atas. Kalau kamu biarkan
- dia akan tetap bengkok. Kalau kamu
- luruskan dengan paksa dia akan patah.
- Arti sampai kapanp wanita ini tetap
- bengkok. Oleh karena itu ada pepatah
- Arab mengatakan syawirun nisa walifuhun.
- Ajak musyawarah wanita tapi jangan
- ikuti. Kalau dia ke
- timur kamu pergi ke barat. Menurut
- mereka bahwasanya mengikuti wanita
- merupakan jalan menuju kesesatan dan
- kehancuran. Oleh karena itu, kamu boleh
- tanya perempuan bagaimana pendapatnya
- setelah itu kamu apa? Jangan ikuti
- pendapatnya, tapi justru kebalikannya
- itu merupakan
- kebenaran. Kalau
- seandainya anak seseorang baik, dibilang
- ini anak Abah.
- Kalau anaknya buruk kelakuannya ini anak
- umi. Jadi hal-hal seperti ini tanpa
- disadari menjadi satu budaya sampai pada
- tingkat keyakinan. Oleh karena itu,
- tidak heran dalam literatur ya hadis
- yang dikumpulkan oleh para muhaddisin,
- para pengumpul hadis, terdapat
- hadis-hadis semacam
- ini. Padahal kita tahu bahwasanya
- Al-Qur'an tidak pernah sekalipun
- menunjukkan baik apa dengan tegas
- ataupun secara apa
- isyarat bahwa wanita diciptakan dari iga
- laki-laki yang bengkok.
- tidak terdapat dalam Al-Qur'an. Malah
- kalau kita membuka kitab Perjanjian
- Lama, kitab Kejadian, kita akan temukan
- hal tersebut. Lalu saya bertanya, yang
- menjadi kitab suci kita ini Al-Qur'an
- apa kitab Perjanjian
- Lama? Jadi benar apa yang disampaikan
- oleh ibu kita dari Batam tadi ya,
- bintang. Bintan. dari bintang
- bahwasanya Al-Qur'an dengan tegas
- menyebutkan bahwa pria wanita
- diciptakan dari apa? Dari asal usul yang
- sama. Dalam surah An-Najm sebagai
- contoh, Allah berfirman pada ayat
- 45-46 sesuai dengan ayat yang tadi
- disampaikan oleh ibu kita dari Bintan.
- Waahu
- khalaqjainakar wal unsa.
- Sesungguhnya Allah menciptakan pria dan
- wanita. Pasangan pria dan wanita. Min
- nutfatin idza tumna. Dari tetesan mani
- yang
- dipancarkan baik itu pria maupun
- wanita. Menurut keterangan Al-Qur'an
- dengan tegas menegaskan bahwa pria
- wanita diciptakan dari asal usul yang
- sama.
- Dan
- fakta ilmu
- pengetahuan yang tak
- terbantahkan bahwa proses penciptaan
- wanita tidak berbeda dengan proses
- penciptaan apa? Dari hubungan suami
- istri, sperma membuahkan telur. Allah
- Subhanahu wa taala yang menentukan
- apakah dia menjadi pria maupun wanita.
- Tapi proses dan tahapannya sama dengan
- penciptaan laki-laki. Terkadang Allah
- ciptakan pria dan
- wanita sepasang
- kembar juga dari asal usul yang sama.
- Tidak ada satuun isyarat yang
- menunjukkan bahwasanya wanita diciptakan
- dari asal-usul yang berbeda. Oleh karena
- itu Allah berfirman, "Ya ayyuhannas,
- wahai manusia." Nas di sini jamak dari
- apa? dari ins asalnya unas kemudian
- dibuang hamzahnya untuk meringankan
- sebutannya menjadi nas. Wahai manusia
- dan menunjuk kepada pria dan
- wanita.
- Ittaqubakumulladzi khalaqokum min nafsin
- wahida. Bertakwalah kalian kepada Allah
- yang telah menciptakan kalian min nafsin
- wahidah. Artinya pria wanita diciptakan
- min nafsin
- wahidah waqa minha zaujaha. Dari nafsun
- wahidah ini Allah ciptakan
- pasangannya. Kalau seandainya kembali
- kepada Adam walaqo minhu. Bukan walaqo
- minha tapi ha di sini kembali kepada
- nafsun wahidah. W minhuma
- rijaran waisa. Allah kembang biakkan
- pria wanita dari apa? sepasang manusia
- yang berasal dari apa? Dari esensi dan
- etintitas yang sama, baik tubuhnya
- maupun jiwanya. Oleh karena itu, wanita
- Allah jadikan sebagai pelengkap jiwa
- pria, pria juga sebagai pelengkap jiwa
- wanita. Dengan pernikahan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala, Allah satukan dua
- belahan jiwa tersebut.
- Oleh karena itu, pria yang hidup tanpa
- pasangan, pasti kita akan temukan
- hal-hal yang aneh pada dirinya. Begitu
- juga seorang wanita ya di saat dia hidup
- ya hingga tua tidak berpasangan, kita
- akan temukan keganjilan-keganjilan pada
- dirinya. Tapi di saat mereka berpasangan
- dan mengikuti petunjuk Allah, akan
- terasa betul-betul kehidupan yang penuh
- dengan keseimbangan dan keharmonian.
- Tapi sayang kita bukan merujuk kepada
- Al-Qur'an justru merujuk kepada apa?
- Riwayat-riwayat yang bersumber dari
- Israiliyat. Dan betapa banyaknya dalam
- Al-Qur'an seperti
- ini. Oleh karena itu dalam surah
- al-Qiyamah tadi yang dibacakan oleh ibu
- kita dari apa? dari dari bintang Allah
- Subhanahu wa taala
- berfirman, "Ayahsabul
- insanu yutraka suda." Apakah manusia
- beranggapan bahwa dirinya akan
- ditinggalkan, dibiarkan begitu saja?
- Artinya kematian mengakhiri
- segala-galanya tanpa ada
- pertanggungjawaban dan hisab. Alam
- yakunutfatan mim mani yumna. Bukankah
- dia asal usulnya baik itu pria maupun
- wanita? M baniyin yunna.
- tumma kana alaqatan fakalaqo fasawa.
- Kemudian dari nutfah yang membuahkan
- telur lahirlah alaqah zigot yang melekat
- pada dinding
- rahim. Lalu Allah Subhanahu wa taala
- sempurnakan dirinya bentuknya rupanya
- demikian pula jiwanya. Fakalaq
- zaujainzakaroh wal unsa. Lalu Allah
- ciptakan pasangan pria dan wanita dari
- apa? Asal-usul yang sama pria
- diciptakan.
- Kalau seanda kita
- menjumpai
- penyimpangan-penyimpangan kerusakan pada
- sebagian wanita, apakah masa mata kita
- tidak dapat melihat sekian banyak juga
- wanita-wanita yang salhah yang berjuang
- untuk anaknya, mendidik mereka setelah
- ditinggalkan suaminya, menjadi
- wanita-wanita yang salehah yang berjuang
- di jalan Allah seperti Sayidah Khadijah,
- Ummul Mukminin, Sayidah Maryam, Ummu
- Salamah, istri istri-istri Rasul,
- Sayidah Fatimah dan banyak sampai saat
- ini tengah-tengah kita tidak kurang
- wanita-wanita salehah yang hidup di
- tengah-tengah
- kita. Dulu orang ingin mendapatkan anak
- laki-laki agar menjadi apa? Agar menjadi
- penopang
- hidupnya. Saya jumpai beberapa kasus,
- bukan kasus yang ganjil. Laki-laki
- begitu dewasa pergi sama istrinya, lupa
- kepada orang tuanya. Sedangkan anak
- perempuannya yang bekerja susah payah
- untuk menghidupkan orang tuanya. Bahkan
- pada saat orang tuanya sakit, dia yang
- memandikan, dia yang membersihkan, dia
- yang memberikan
- makan. Sayangnya kita laki-laki ini mata
- kita hanya bisa melihat kekurangan
- wanita, tapi tidak bisa melihat
- kekurangan kita kaum pria.
- Bahkan kalau seandainya seorang
- laki-laki
- berselingkuh, mereka anggap itu
- merupakan hal yang biasa pria berbuat
- seperti ini. Tapi kalau istrinya
- berselingkuh akan menjadi buah bibir
- bukan hanya di tengah-tengah kaum pria,
- bahkan di tengah-tengah kaum wanita.
- Bersama-sama membusukkan wanita
- tersebut. Sedangkan laki-laki yang
- berbuat nista, berbuat yang tidak-tid
- asal mereka kaya, punya jabatan, orang
- tutup mata dari
- kesalahan. Oleh karena itu, selalu kalau
- pasangan pria dan wanita berbuat nista,
- yang selalu dipojokkan adalah
- wanita.
- Kenapa? Karena kita selalu menganggap,
- ya pria ini apa? Merupakan makhluk yang
- istimewa. Walaupun dia melakukan
- perbuatan-perbuatan dosa, selalu orang
- akan memberikan maaf buat
- dirinya. Kasihan istrinya berselingkuh,
- padahal lelakinya sering bermain
- perempuan ke sana kemari. Tapi
- orang-orang menghibur si laki-laki
- melupakan si wanita. Kesalahannya semua
- tiada maaf bagi
- dia. Oleh karena itu, wanita patut
- menjaga dirinya karena sebetulnya
- masyarakat ini zalim.
- Bahkan sesama wanita yang suka
- mengekspos
- keburukan-keburukannya bahkan tidak
- memberikan muka dan maaf. Tapi kalau
- kaum pria berbuat dosa ada 1000 maaf
- buat mereka. Apalagi kalau orang-orang
- yang yang
- berar. Jadi betul apa yang dikatakan
- oleh Ibu dari Bintan tadi. Menariknya
- bahwa beliau merujuk kepada Al-Qur'an.
- Kalau kita merujuk kepada Al-Qur'an
- tidak akan ada perbedaan dan
- pertentangan. Tapi sayang, sungguh
- sayang, kitab suci kita Al-Qur'an
- digantikan dengan kumpulan riwayat yang
- bertentangan dengan Al-Qur'an yang
- merujuk kepada Perjanjian Lama. Lu, kita
- bertanya, "Rukun iman kita yang menjadi
- pedoman hidup kita ini apa
- sebetulnya?" Oleh karena itu, saya dapat
- memberikan apa namanya ee komentar bahwa
- kebanyakan ahli hadis ini sebetulnya
- terjerumus tanpa mereka sadari dalam
- menyebarkan kebohongan dan kepalsuan.
- Banyak ahli hadis tanpa mereka sadari
- karena sibuk mengumpulkan hadis, hanya
- memperhatikan sanadnya, lupa
- memperhatikan matannya, mereka ikut
- menyebarkan kepalsuan, kebohongan,
- bahkan menimbulkan kerusakan dalam agama
- Allah, melahirkan pertentangan dan
- perselisihan di antara umat. Akhirnya
- Islam yang
- satu terpecah-pecah melahirkan
- kelompok-kelompok dan golongan-golongan.
- Semua disebabkan karena riwayat. Nah,
- kita berharap mudah-mudahan kita dapat
- mengembalikan kemurnian Islam kembali
- kepada kitab Allah sebagai tolok ukur
- kita. Dan dalam satu
- riwayat disebutkan, innallaha yabatu
- alati man
- yujaddiduah. Setiap 100 tahun sekali
- Allah akan mengirimkan orang-orang yang
- memperbaharui agamanya. Bukan yang lama
- digantikan sama yang baru. Bukan.
- Maksudnya memurnikan kembali agama yang
- datang dari Allah. Dibersihkan dari
- kotoran-kotoran yang melekat
- padanya. Karena agama yang dijalankan
- manusia bukan agama yang datang dari
- Allah, tapi agama yang bersumber dari
- budaya dan adat serta
- tradisi. Itu yang jadi
- ukuran. Oleh karena itu, kalau ada
- kebenaran yang datang dari Al-Qur'an
- berbeda dengan adat dan kebiasaan, orang
- bilang aneh. Bahkan ada yang mengatakan
- ekstrem.
- Nah, Allah akan utus setiap 100 tahun
- sekali, bukan hanya di satu tempat, tapi
- di setiap tempat orang-orang yang akan
- apa? Yang akan kembali memurnikan agama
- Allah. Yanfunau tahrifal
- gid. Misi mereka tiga. Yanfuna anhu
- tahrifal gid.
- Ya, mereka-mereka
- ini kembali
- meluruskan tahrifal garin
- penyimpangan-penyimpangan,
- penafsiran-penafsiran tidak benar yang
- dilakukan oleh kaum
- gulad. Gulat ini kaum ekstremis ya, yang
- melampaui batas yang tidak berjalan di
- atas rel. Jadi, yanfua
- tahrifalin mubtilin dan kebohongan yang
- diada-adakan oleh ahli batil.
- yang dianggap sebagai agama watwilal
- jahilin dan memperbaiki ya serta apa
- meluruskan
- takwil-takwil penafsiran yang tidak
- benar mengenai agama Allah yang
- dilakukan oleh orang-orang
- bodoh. Sebagian orang sekarang mengajak
- kepada Islam
- Nusantara. Saya bertanya, Islam yang
- disampaikan Rasul sama apa tidak?
- Nabi kita sama apa tidak? Pedoman
- hidupnya pun sama. Itu Al-Qur'an
- Tuhannya pun sa sama. Lalu saya bertanya
- yang dimaksudkan dengan Islam Nusantara
- ini? Apakah Islam yang bersumber dari
- Nusantara, dari peradabannya, dari
- budayanya, tradisinya, atau peradaban
- budaya Nusantara yang muncul dan lahir
- dari agama Allah dan
- rohnya? Kalau peradaban Nusantara yang
- lahir dari agama Allah, kita hormati,
- kita sambut. Tapi kalau Islam yang lahir
- dari Nusantara mengikuti peradaban,
- adat, kebiasaan setiap daerah, kita
- menolak hal ini. Karena Islam datang
- dari Allah, bukan datang dari mana.
- Kalau peradaban, ya budaya, adat,
- kebiasaan itu dari kesepakatan
- manusia, dari kebiasaan. Sedangkan agama
- Allah adalah nur dan wahyu yang Allah
- turunkan bagi kita sebagai pedoman hidup
- kita. Kalau tidak apa perlunya Allah
- mengutus Nabi menurunkan Al-Qur'an lalu
- memberikan kabar gembira dan
- mengingatkan kita dengan berbagai macam
- ancaman. Jadi kita harus ingat bahwa
- agama itu bukan berasal dari peradaban,
- dari adat, kebiasaan, tapi agama itu
- datang dari sisi Allah. Dari petunjuk
- Allah dan agamanya lahirlah peradaban
- Islam yang amat indah. Budaya adat
- kebiasaan di tengah bangsa kita yang
- tidak
- bertentangan dengan petunjuk Allah kita
- sambut. Tapi budaya-budaya yang tidak
- benar kita tolak. Bukan berarti kita
- rasis. Karena bukan kita mengajak orang
- Indonesia untuk ikut budaya orang Arab.
- Karena orang Arab juga sebelum Islam
- hidup dalam kejahilah. Dan sekarang pun
- banyak orang Arab tenggelam dalam
- kejahiliahan. Jadi kalau kita Islam
- bukan ikut orang Arab tapi ikut rasul
- yang diutus. oleh Allah subhanahu wa
- taala. Ikuti kitab yang diturunkan oleh
- Allah. Oleh karena itu, bangsa Arab dan
- bangsa manaun diukur dengan Quran. Bukan
- Quran diukur dengan tradisi dan budaya
- bangsa Arab. Oleh karena itu, kalau
- seandainya Abu Janda mengatakan Islam
- adalah agama pendatang.
- Betul, tapi bukan datang dari orang
- Arab. Datang dari Al Allah Subhanahu wa
- taala.
- Jadi mudah-mudahan kita semua kembali
- kepada Al-Qur'an meresapi petunjuknya
- dan akan membuat kita tercerahkan dan
- keluar dari kebohongan dan kepalsuan.
- Selebihnya Ustaz
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina Muhammad. Ya.
- Ee kita sebagai seorang mukmin kita
- beriman kepada Allah Subhanahu wa taala.
- beriman
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, kepada malaikatnya,
- kitab-kitabnya ya. Dan Al-Qur'an sebagai
- pedoman hidup kita. Nah, ini ee
- mengenai masalah ini sering ya kita ini
- jadi rancu Al-Qur'an yang jadi pedoman
- kita atau kitab-kitab yang lain ya.
- Ee ini ini tadi sudah diterangkan
- panjang lebar oleh Ustaz
- Husein. Lalu kenapa? Dari mana itu
- timbulnya? Ya, kalau dari segi dari
- psikologisnya bagaimana ya sudah
- dijelaskan memang wanita di zaman
- jahiliah itu ya mereka selalu di menjadi
- ee dihinakan,
- dimarginalkan bahkan di apalagi ee bagi
- bangsa Yahudi seperti bahkan mereka
- mengatakan ini adalah penjelmaan dari
- setan ya wanita
- itu. Kemudian ya kalau kita merujuk
- kepada Al-Qur'an ya lihat di
- Al-Qur'an tidak ada menyebutkan sedikit
- pun yang mengatakan manusia diciptakan
- selain daripada unsur tanah
- tadi.
- Ya, seperti Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan dalam surah Al-Hijr misalnya
- dalam ayat 5. Ya ayyuhanasu in kuntum ya
- ayyuhannasu in kuntum fi rbim minal ba
- fainna khalaqnakum min turabin tumma min
- nutfatin tumma min alaqatin tumma min
- mudgatin mukallaqtin mukhalaqah
- linubayinaakum wqru arhami ma nasya ila
- ajalin musamma. Ini Allah subhanahu wa
- taala sebutkan bagaimana ya bahwasanya
- manusia ini diciptakan min turab.
- Ya ayyuhanas, wahai manusia sekalian. In
- kuntum fi rin minal ba. Jika
- kalian ya berada di dalam keraguan
- tentang hari kebangkitan, fna khqnakum
- min turab. Sesungguhnya kami menciptakan
- kalian dari dari tanah. Ini manusia
- semuanya tadi. Seperti yang sudah
- disebutkan tadi dalam ayat surah Arrum
- juga.
- antumirun.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala di
- Al-Qur'an
- disebutkan manusia diciptakan dari tanah
- dan
- ya ee ini ee manusia pertamanya yaitu
- Nabi Allah Adam ya dan ee istrinya,
- pasangannya itu dari tanah juga.
- Manusia-manusia yang sekarang ini ya
- Allah sebutkan juga diciptakan dari
- unsur tanah ya. Kalau manusia pertama
- diciptakan dari tanah ya dan kita ini
- disebutkan min sulalatim min thin dari
- saripati tanah ya karena air mani juga
- itu adalah hasil dari apa yang kita
- makan ya dari tumbuh-tumbuhan asalnya
- dari tanah ya hewan makan ee makanan
- mereka juga dari tanah kemudian kita
- makan daging hewan tersebut ya yang
- berasal semuanya ini dari unsur tanah
- jadi enggak enggak apa lepas dari
- kalimat ini, dari tanah ini. Kalau
- penciptaan Nabi Adam secara khusus
- diciptakan disebutkan min turab ya dari
- tanah atau
- disebutkan min shsalim min hamaim masnun
- dari tanah liat yang keras dari lumpur
- yang hitam itu juga maksud ini adalah
- proses dari tanah semuanya ini proses
- dari tanah yang Allah Subhanahu wa taala
- jelaskan.
- Jadi tidak ada ya di dalam Al-Qur'an
- menyebutkan selain dari apa yang
- disebutkan dalam Al-Qur'an dan ini ya
- bisa dibuktikan secara ilmiah nantinya
- bagaimana unsur-unsur yang ada di ee di
- dalam tubuh manusia
- ini. Kemudian Kenapa kok
- timbul ada cerita bahwasanya ee wanita
- diciptakan dari tukang rusuk dan ini
- tadi sudah diterangkan ini sumbernya
- dari kitab Perjanjian Lama seperti
- itu ya. Sama sekali bukan dalil
- Al-Qur'an. Kalau dalil Al-Quran enggak
- ada semuanya kita dari awal sampai akhir
- enggak ada kita dengarkan ya kita baca
- tidak ada yang mencipta mengatakan ee ee
- pasangan Nabi Adam diciptakan dari
- tulang rusuk hanya yaitu menduga atau
- mengkaitkan kalimat dalam surah An-Nisa
- tadi ya dalam surah
- An-Nisa yang tadi sudah disebutkan oleh
- ya
- ayyuhanasqubakumulladzi khalaqakum min
- nafsin wahid
- Wahai manusia sekalian, bertakwalah
- kalian kepada Tuhan kalian yang telah
- menciptakan kalian min nafsin wahidah
- dari jiwa yang sama. Nafs, jiwa atau
- entitas yang wahidah arti yang sama.
- Wahalaqa minha dan menciptakan dari
- identitas yang sama juga. Ini yang sama
- diciptakan juga dari jenis yang sama
- maksudnya yaitu istrinya.
- pasangannya ya. Jadi, Minha ini sekarang
- dikatakan oh minha dikaitkan jadi minha
- di dianggap ini tab'idiah minnya
- tab'idah arti sebagian dari Nabi Adam.
- Kemudian dikaitkanlah dengan
- riwayat-riwayat tadi yang mengatakan
- riwayatnya kemudian riwayat tersebut
- yang israiliat yang sama dengan
- israiliyat dinisbatkan kepada katanya
- Nabi yang mengatakan itu. Padahal Nabi
- enggak pernah baca kitab-kitab ee apa ee
- Taurat maupun Injil.
- Rasulullah seperti yang kita
- terangkan pada minggu yang lalu mengenai
- annabiyil ummi. Arti Rasulullah ini
- adalah nabi
- yang bersih ya, yang tidak
- terkontaminasi dari ee adat-adat
- jahiliah maupun terkontaminasi dari
- kitab-kitab sebelumnya yang sudah
- muharraf, yang sudah ditakahrif, yang
- sudah diubah-ubah.
- Jadi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menerima semuanya murni dari
- Al-Qur'an. Jadi ketika ucapan Rasul
- pasti sesuai dengan Al-Qur'an. Enggak
- mungkin Rasulullah menyimpang dari
- Al-Qur'an. Nah, timbulnya riwayat ini
- kemudian dikaitkan dengan apa min
- dianggap tab'idiah ya. Kemudian di ee
- dikaitkan dengan riwayat itu. Kenapa
- tidak menafsirkan Al-Qur'an dengan
- Al-Qur'an yang lain? di ayat-ayat yang
- lain tidak ada yang mengatakan ee
- bahwasanya manusia itu ee dari ee selain
- dari tanah tadi ya, tanah dan
- unsur-unsurnya. Kalau masalah min tadi
- bukankah di ayat-ayat yang lain Allah
- Subhanahu wa taala juga menyebutkan ya
- kalimat yang sama seperti wallahu ja'ala
- lakum min anfusikum azwaja. Allah
- jadikan ya min anfusikum dari diri
- kalian artinya makhluk yang sama seperti
- kalian pasangan-pasangan kalian. Jadi
- apakah pasangan-pasangan kita sekarang
- ini istri itu dari dari diri kita, dari
- turang rusuk kita. Jadi min jangan
- diartikan seperti itu, Min? Anfusikum
- artinya maksudnya di sini bahwasanya
- pasangan kita ini dari bangsa kita juga
- dari inten e in entitas kita juga
- maksudnya dari bangsa manusia juga.
- Kemudian kita baca lagi ayat yang lain
- ya juga surah Ar-Rum misalnya yang biasa
- di undangan-undangan itu wamin ayatihi
- khalaqakum min anfusikum azwaja ya sama
- seperti tadi ya bahwasanya dari
- tanda-tanda kekuasaan Allah ciptakan
- manusia itu eh Allah ciptakan untuk
- kalian min
- anfusikum jangan diartikan dari diri
- kita ya dari bangsa kalian juga dari
- bangsa manusia itu
- pasangan-pasangannya juga di dalam
- misalnya
- laqad jaakum laqad jaakum rasulum min
- anfusikum telah datang kepada kalian
- seorang rasul min anfusikum emang
- rasulullah dari diri kita kalau min
- anfusikum maksudnya ini Rasulullah dari
- bangsa manusia juga gitu nah ini
- hendaknya ini penting sekali kita
- menafsirkan
- Al-Qur'an ya
- ee kita tafsirkan Al-Qur'an dengan
- Al-Qur'an juga karena Al-Qur'an
- inifassir ba'du
- ba'dah Fatir Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan wallahu khalaqakum min turab
- tumma min nutfatin tumma ja'alakum
- azwaja. Allah menciptakan kalian dari
- tanah. Ya. Ya. Jadi sejak Nabi Adam
- seperti itu ya. Nabi Adam karena asalnya
- manusia pertama dengan dengan ee Siti
- Hawa ya Allah ciptakan dari tanah
- langsung ya dengan proses-prosesnya
- disebut ee minin atau min hama masnun
- min shsalin hamaim masnun itu semuanya
- ya kesatuan dari tanah dan
- jenis-jenisnya seperti itu. Kemudian ya
- anak keturunannya ini min nutfah dari
- air mani dan ini pun e ini semuanya dari
- unsur tanah ya. Tumma ja'alakum azwajan.
- Kemudian Allah subhanahu wa taala
- jadikan kalian ini berpasang-pasangan.
- Karena memang pasangannya kita ini
- sebagai manusia ya manusia juga bukan
- bukan dengan ee jin ya atau makhluk yang
- lain ya. Jadi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam itu laqad jaakum rasulum
- min anfusikum. Jadi sungguh telah datang
- kepada kalian seorang rasul min
- anfusikum artinya dari bangsa kalian
- juga. Begitu juga tadi dalam surah
- Annisa walaqo minha zaujaha. Artinya
- Allah ciptakan dari bangsa dari bangsa
- yang sama dari entitas yang sama itu
- pasangannya. Jadi Nabi Adam pasangannya
- bukan dicarikan dari bangsa jin. Bukan.
- itu maksudnya dari minha ini yang
- biasanya
- diambil dipetik kemudian ditafsirkan
- dengan riwayat-riwayat yang israiliyat
- bukan diambil di dikembalikan kepada
- Al-Qur'an. Kalau Al-Qur'an itu saling
- menjelaskan. Enggak mungkin Allah itu
- jelaskan mencelak-mencrek. Enggak
- mungkin ya. Inilah pentingnya kenapa
- kita jadikan Al-Qur'an sebagai rujukan
- untuk meneliti segala apa? Apakah itu
- riwayat, apakah itu pendapat para ulama,
- kita hormati pendapat siapapun. Tapi
- untuk menerima kebenarannya kita
- cocokkan dengan Al-Qur'anul Karim.
- Wallahualam. Kasih dikit. Kita sering
- dengar hadis Nabi mengatakan, katanya
- saya melihat kebanyakan penghuni api
- neraka adalah wanita. He, betul gak? He.
- Coba silakan perhatikan hadis ini berapa
- rawinya?
- Berapa banyak rawinya yang
- meriwayatkan? Ini sebetulnya kebohongan
- atas nama Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yang mendiskreditkan
- wanita. Kalau ada apa aja selalu
- kesalahan dikembalikan kepada wanita.
- Kalau kebaikan, keberhasilan
- dikembalikan kepada laki-laki. Padahal
- Allah jadikan ba'bukum min bain.
- Sebagian kalian dari sebagian yang lain.
- Maka Rasulullah mengatakan, "Ma
- akromahunna illa karim wama ahanahunna
- illa laim." Laki-laki yang memuliakan
- mereka adalah orang-orang yang mulia.
- Yang merendahkan, menghina mereka adalah
- orang yang hina. Kenapa? Karena wanita
- bahagian dari dirinya. Dia juga bahagian
- dari apa? di artinya kan dia lahir dari
- seorang wanita. Potensi yang ada pada
- seorang anak tidak lepas dari apa? Dari
- potensi yang terdapat dalam wanita.
- Kalau pria wanita menyimpang bukan
- karena dia pria atau karena wanita, tapi
- karena apa? Penyimpangan dengan
- mengikuti hawa nafsu dan bujuk rayu
- setan. Kalau tidak mungkin lahir orang
- seperti Sayidah
- Khadijah. Banyak pria melamar dirinya,
- tapi justru yang dicari siapa?
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- padahal tidak memiliki apa-apa. Jadi
- kalau kita lihat selama ini kita salah
- dengan merendahkan perempuan, kita
- rendahkan diri kita, rendahkan juga
- anak-anak kita. Didik wanita-wanita
- kita. Laki-laki dijadikan sebagai
- pemimpin. Jangan kalau salah disalahkan
- wanita. Padahal pengambil keputusan
- siapa?
- laki-laki. Jadi ustaz dikatakan betul
- sekali bahwa kata min anfusikum atau min
- nafsin wahidah di sini bukan menunjuk
- kepada apa? Kepada rusuk laki-laki yang
- mengejutkan saya ketika saya menghadiri
- acara
- perkawinan biasa sebelum pernikahan
- dibacakan ayat Al-Qur'an. Dibacakan ayat
- tadi dalam surah An-Nisa. Dia
- terjemahkan bertakwa. Wahai manusia,
- bertakwalah kalian kepada Allah yang
- telah menciptakan kalian min nafsin
- wahidah, yang menciptakan kalian dari
- satu diri. Setelah itu apa? Wahalaqa
- minha zaujaha. Dan Allah menciptakan
- pasangannya dari rusuk dan iga
- Adam. Ini kata rusuk dan iga Adam ada
- enggak dalam ayat? Tapi dia
- masukkan la haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim.
- Baik, pertanyaan selanjutnya dari Bapak
- Bagus di Cianjur. Asalamualaikum Ustaz
- Husin dan Ustaz Hamzah. Di kampung saya
- ada seorang ustaz yang apabila dia
- menjadi imam salat magrib, dia selalu
- membaca serakat pertama surah
- Al-Kafirun. Pada rakaat kedua surah
- Al-Ikhlas. Padahal saya tahu ee surat
- itu banyak hafalan Qurannya. Ee
- pertanyaannya, adakah kelebihan pasangan
- surah Alkafirun dan surah Al-Ikhlas?
- Dua. Apakah seorang muslim boleh
- mempunyai surat favorit dalam Al-Qur'an?
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana zidna
- ilman
- walhiknahin. Saya setiap
- subuh pada saat sunatul fajri sebelum
- salat subuh saya selalu baca Al-Kafirun
- dan Al-Ikhlas. Bahkan sering saya
- membaca salat subuh juga suratul kafirun
- dan suratul ikhlas. Kalau saya membaca
- surah yang lain, katakan saya baca
- suratul a'la atau surah Al-Ghasyiyah,
- pada rakaat kedua saya baca juga
- alkafirun sama
- Al-Ikhlas.
- Kenapa? Kenapa ya kita selalu mengulang
- dua surah
- ini berkaitan dengan suratul
- ikhlas di Masjid Quba? Seorang membaca
- suratul ikhlas sepanjang malam. Pada
- saat salat malam dia baca yang diulang
- hanya suratul
- ikhlas sampai seorang sahabat yang
- mendengarnya memandang remeh apa yang
- dilakukan. Memangnya enggak ada ayat
- Quran yang
- lain. Pagi-pagi dia ceritakan pada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kaahu yataqalluha. Seolah-olah apa? Dia
- memandang kecil kerjaan tersebut.
- Nah, dalam Sahih Bukhari disebutkan
- ya riwayat dari Abi
- Saah menyebutkan ketika Rasulullah
- mendengarkan ucapan orang tersebut dia
- mengatakan walladzi nafsu muhambadin
- biyadi demi yang jiwa Muhammad di
- tangannya innaha lilutal Quran suratul
- ikhlas ini sama dengan sepertiga
- Al-Qur'an dengan sumpah lagi Apa maksud
- dari hadis ini? Hadis ini
- menjelaskan bahwasanya suratul ikhlas
- ini walaupun pendek justru dia merupakan
- apa? Merupakan surah yang memiliki
- kedudukan yang amat penting. Malah
- 2/3tiga yang lain
- ya tidak akan diterima tanpa sepertiga
- yang ini. Dia merupakan fondasi Islam.
- Kalau kita bagi pokok agama kita kepada
- tiga bahagian, maka tauhid itu pada apa?
- Pada urutan pertama sebagai fondasi.
- Kemudian baru bangunannya, kemudian baru
- atapnya. Yang pertama adalah tauhid,
- yang kedua adalah nubuwah, kenabian.
- Karena kenabian ini menjadi pengantar
- antara Allah dan hamba-hambnya dari
- kenabian kita beriman kepada Alkitab dan
- malaikat juga yang menjadi utusan Allah
- Subhanahu wa taala dan apa yang
- disampaikan Nabi dari sisi Allah.
- Kemudian yang ketiga, almaabda wal ma'ad
- yang menjelaskan asal-usul kita dari
- Allah dan kelak kita akan dikembalikan
- kepada Allah untuk
- mempertanggungjawabkan amal kita. Nah,
- suratul ikhlas ini
- menjelaskan bahagian yang terpenting
- dalam agama kita, yaitu
- tauhid. Tau tauhid. Tauhid. Apabila
- kalimat tauhid tertanam dalam sanubari
- kita, yang akan lahirlah pohon yang
- menjulang tinggi di angkasa yang kokoh
- kuat dengan dahannya, rantingnya, dan
- buahnya yang tidak akan pernah mengenal
- muslim. Dengan kalimat thayibah, mulut
- kita akan menjadi thayib. Pandangan
- kita, pendengaran kita, perilaku kita
- akan menjurus ke sana.
- Oleh karena itu, surah Al-Ikhlas ya yang
- berisikan pokok-pokok dari agama kita
- yang paling utama menjelaskan wala kita
- loyalitas kita kepada Allah. Sedangkan
- suratul kafirun ya menegaskan bara kita
- kepada selain Allah. Kita hanya
- menyerahkan wala kita kepada selain
- Allah. E wala kita hanya kepada Allah
- dan kita berlepas tangan dari selainnya.
- Dan ini Allah Subhanahu wa taala apa
- perintahkan nabinya dan setiap orang
- yang membaca surah ini untuk
- mengumandangkan secara terang-terangan.
- Bukan malu-malu, sembunyi-sembunyi.
- Enggak. Qul katakan ya ayyuhal kafirun.
- Wahai orang-orang yang kafir yang kafir
- kepada Allah. Yang kafir kepada kitab
- sucinya yang kafir kepada nabinya.
- Walaupun dia beriman p nabi sebelumnya,
- di saat dia mengingkari Nabi kita,
- mengingkari Al-Qur'an, maka termasuk
- dalam kategori orang-orang yang kafir.
- Begitu juga kalau kita beriman p Nabi
- Muhammad, tidak beriman kepada Nabi Isa
- dan Nabi sebelumnya, kita tidak termasuk
- dari orang yang
- beriman. La a'budu ma ta'budun. Saya
- tidak akan menyembah apa yang kalian
- sembah, apapun yang kalian
- tawarkan, apapun ancaman yang kalian ya
- tunjukkan pada kami, kami tidak akan
- menyembah apa yang kalian sembah. Wala
- antum abiduna maudum. Dan
- kalian ya yang mengklaim ya bahwa kalian
- sama-sama beribadah kepada Allah dan
- Tuhan yang sama, apa yang kalian lakukan
- tidak menunjukkan bahwa kalian menyembah
- apa yang kami sembah. Wala antum abiduna
- dan kalian tidak menyembah apa yang aku
- sembah. Dan dengan apa yang saya lakukan
- saya tidak menyembah apa yang kalian
- sembah. Lalu kembali ditegaskan w antum
- abiduna maud dan dengan apa yang kalian
- jalankan kalian tidak menyembah Tuhan
- yang aku sembah. Tapi walaupun demikian
- kami tidak diperintahkan memaksa kalian.
- Lakum dinukum. Amin. Tapi kalau kami
- diminta untuk membenarkan keyakinan
- kalian, ini salah dong. Kalau kami
- melihat orang di tepi jurang api neraka
- lalu kami ucapkan selamat, berarti kami
- senang dengan kecelakaan orang lain.
- Oleh karena itu, kenapa kita menolak
- untuk mengucapkan selamat Natal? Karena
- Natal merupakan perayaan lahirnya Yesus
- sebagai anak Tuhan. Enggak mungkin kita
- mengucapkan selamat atas lahirnya anak
- Tuhan. Mustahil. Betul gak? Tapi kami
- tidak akan menghalangi kalian dengan
- perayaan kalian. Silakan lakumukum.
- Tapi kalau kami diperintahkan ikut serta
- mengucapkan selamat pada sesuatu yang
- kami anggap salah dan tidak benar,
- berarti kami bahagia dengan kecelakaan
- orang lain yang seharusnya kami
- mengingatkan
- kalian. Kembalilah kepada kebenaran
- dengan cara yang baik. Oleh karena itu,
- sikap ini bukan menunjukkan sikap
- ekstrem ya atau sikap yang tidak sama
- sekali toleran. Bagaimana kami akan
- toleran menyaksikan orang yang masuk ke
- dalam api kami biarkan. Jadi bukan
- karena kita orang-orang yang berjiwa
- sempit, tapi kita jiwa yang penuh dengan
- rahmat. Ingin menegaskan yang hak itu
- hak, yang batil itu ba batil. Kalau ada
- rambu ya rambu ja kita mau ke Bandung
- ada rambu yang dibelokkan yang
- seharusnya rambunya ke kanan tak tahu
- dibelokkan ke depan jurang
- depannya maka dengan sendirinya apa?
- Dengan sendirinya ini merupakan
- perbuatan yang mencelakakan orang lain.
- Jadi kita tetap dalam prinsip kita
- wala tangan dari selain Allah. Oleh
- karena itu, suratul kafirun sama suratul
- ikhlas ini seharusnya kita baca pagi ya,
- malam hari, bahkan sebelum itu saya baca
- supaya kalau kita meninggal dunia hati
- kita tuh dalam keadaan betul-betul
- loyalitas kita sepenuhnya untuk Allah
- dan kita bercuci tangan dari selain
- Allah. Mudah-mudahan kalau kita lakukan
- dosa-dosa dengan ini Allah Subhanahu wa
- taala hapuskan dosa kita. Masa kita
- memberikan kesetiaan kita kepada yang
- tidak menciptakan kita atau kita samakan
- yang lain dengan Allah mustahil. Wal
- iyadubillah.
- Ya, ini memang surah ini ee surah yang
- sangat penting ya. Saya ingin ee
- menambahkan saja itu dalam riwayat yang
- lain redaksinya ee ketika tadi orang
- tadi dipanggil ditanya oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Kenapa kamu
- ya ngulang-ngulangi baca surah ee
- Al-Ikhlas tersebut?"
- Dia menjawab bahwasanya ini adalah
- sifatur rahman dan aku mencintai membaca
- sifat Allah Subhanahu wa taala. Terus
- Rasulullah katakan, "Laqad ahabbakallah
- fima ahbabtahum." Ya, sungguhnya Allah
- sudah mencintai. Sesungguhnya Allah
- mencint mencintai kamu karena kamu
- mencintai ee dan suka membaca ee
- sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala
- ini. Dan ini ini sebenarnya
- ee sangat penting ee ini walaupun ee
- dilakukan oleh salah seorang sahabat
- yang diriwayatkan sebenarnya ya ee dalam
- riwayat lain itu yang baca itu Sayidina
- Ali gitu ya. Sayidina Ali ya. Jadi
- bagaimana ee saking cintanya kepada
- Allah subhanahu wa taala. Diulang-ulang
- ini sudah ini sebab ini masalah tauhid
- ini penting sekali ya. Ini Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kemudian ya
- menerangkan kepada para sahabat yang
- lain ya ini sebagai ya seperti takrir
- gitu ya. E kan ee hadis Nabi itu bukan
- hanya ucapan tapi juga termasuk takrir
- dari Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Wallahuam. Apalagi ada
- tambahan bahwa dalam surah Alkafirun
- sama suratul ikhlas dimulai dengan apa?
- Qul.
- Qul arti perintah dari Allah agar kita
- membacanya. Begitu juga qul huallahu
- ahad kan. Iya. Dalam riwayat menambahkan
- tadi Saad bin Muad pimpinan Aus ketika
- dia meninggal dunia menurut riwayat
- disebutkan bahwa yang ikut
- menyalatkannya 70.000 malaikat.
- 70.000 Ibu malaikat ikut menyatkan Saad
- bin
- Muad. Dan kemuliaan beliau sebelum
- beliau
- meninggal karena aus sekutu dari Bani
- Quraidah. Maka keputusan terhadap Bani
- Quraidah yang menyerah. Mereka
- berkhianat bersama para sekutu
- diserahkan pada Saad bin Muad. Saad bin
- Muad langsung mengumumkan harta benda
- mereka
- dirampas. Ya, pria-pria yang ikut
- berperang terlibat dalam kejahatan
- dibunuh.
- Karena apa? Karena kejahatan yang mereka
- lakukan. Dan Saad bin Muad pada saat itu
- ya dari ghanimah rampasan perang Bani
- Quraih, para sahabat dari kaum Anshar
- menyerahkan seluruhnya untuk kaum
- Muhajirin.
- Karena kaum Muhajirin pada saat itu
- masih tinggal di rumah-rumah mereka.
- Rasulullah mengatakan, "Bagaimana
- seandainya ee harta ghanimah yang
- diberikan untuk kaum Muhajirin agar
- mereka bisa memiliki rumah ya tidak lagi
- memberatkan kalian di rumah kalian."
- Mereka mengatakan, "Ya Rasulullah,
- berikan untuk mereka semuanya dan
- biarkan mereka tinggal di rumah-rumah
- kami." Nah, Saad bin Muad ini seorang
- yang betul-betul jiwanya untuk Allah dan
- Rasulnya. Disalatkan oleh 70.000
- malaikat waktu ditanya, "Kenapa ya
- Rasulullah?" Karena dia mencintai
- Suratul Ikhlas.
- karena dia sering membaca suratul
- ikhlas. Jadi jangan lihat pendek
- suratnya, tapi justru ini membuktikan
- apa? Loyalitas kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi sering orang
- bertanya-tanya, "Kenapa ustaz kok sudah
- baca ala'la masih baca lagi rakaat
- keduanya alkafirun sama al-Ikhlas?"
- Karena ini merupakan apa? Penegasan kita
- bahwa kita hanya berserah diri kepada
- Allah dan berlepas tangan dari
- selainnya. Nah, kalau bangsa kita di
- Indonesia semuanya membaca dua surat
- dengan penghayatan apa jadinya
- kira-kira?
- Enggak mungkin dapat diombang-ambingkan.
- Baik, pertanyaan berikutnya dari hamba
- Allah di Serang. Asalamualaikum Ustaz
- Husin dan Ustaz Hamzah. Ustaz, di berita
- ada sebuah keluarga yang wafat semuanya
- karena COVID-19. Ayahnya wafat, ibunya
- wafat, dan dua anaknya wafat. Juga
- kejadian pada kecelakaan pesawat
- terbang. Yang ingin saya tanyakan, jika
- demikian, rumahnya dan hartanya jatuh
- waris kepada
- siapa?
- Bismillahirrahmanirrahim. Apabila
- seorang meninggal
- dunia, seorang meninggal
- dunia, kita tahu ahli waris ada ring
- satu, ring du. Ini ungkapan Ustaz Hamzah
- ini. Ring 1, ring du. Ring satu itu
- kalau ahli warisnya dari anak ya dan
- ayah. Kalau ring dua itu adalah termasuk
- di dalamnya siapa?
- Suami, istri ya. Kemudian setelah itu
- walladzina
- yalunahum. Ada ring
- tiga. Cuma ring 3 ini ya di sebagian
- kita kurang disepakati. Mereka
- beranggapan ring 3 juga ikut mewari.
- Ring 3 sebetulnya bisa masuk dalam ring
- dua. Kita tahu kalau seorang meninggal
- dunia hanya memiliki anak perempuan satu
- atau dua ya, maka yang menjadi ahli
- waris adalah anak perempuannya. Kalau
- satu 1/ kalau 2/3 selebihnya diambil
- untuk saudara, selebihnya diambil untuk
- Tapi Al-Qur'an justru tidak menyebutkan
- saudara pada saat ada anak perempuan.
- Saudara ini sebetulnya masuk dalam ring
- 3. Kalau ring du tidak ada. Kalau tidak
- ring satu ya laki atau perempuan
- seharusnya
- apa? Ring 3 tidak mendapatkan warisan
- selagi ada anak laki atau perempuan.
- Tapi yang terjadi justru saudara
- mendapatkan bahagia karena anak
- perempuan hanya mengurangi bahagia tidak
- dapat menutupi. Padahal Quran
- menyebutkan wainana rajulun yuratu
- kalalatan walahu akhun ukhtun. Ya, di
- sini disebutkan pada kasus di mana
- seorang meninggal dunia ya, dia tidak
- memiliki anak, tidak memiliki orang tua.
- Yang ada adalah saudari
- seibu. Mereka mendapatkan bahagiaan.
- Kalau saudara sekandung seayah, mereka
- mendapatkan bahagiaan yang lebih besar.
- Itu pada akhir suratun nisa. Jadi
- kesimpulannya kalau seandainya ring satu
- tidak ada, ring du tidak ada, maka yang
- menerima adalah ring 3. Bisa saja apa?
- Bisa saja
- saudara, bisa saja apa namanya?
- Kemenakan, bisa saja paman, ya. Bahkan
- sampai sepupu pun bisa menerima bahagia
- kalau yang lebih dekat ke atas tidak
- ada. Oleh karena itu,
- ketika ee sebagian kaum muslimin
- meninggalkan harta di Singapura,
- kebetulan yang berhak menerima warisan
- sudah bukan lagi ring satu ring
- 2. Agak jauh. Sebagian di Indonesia,
- sebagian di Singapura. Harta ini ditahan
- oleh pemerintah Singapura.
- Setelah itu ya pemerintah Singapura
- mengumpulkan keluarganya. Suatu
- pemerintah akan bebaskan. Pemerintah
- Singapura mengumpulkan orang-orang yang
- berhak menerima
- warisan. Akhirnya dikumpulkan keluarga
- yang berasal ya, yang tinggal di
- Singapura, yang tinggal di Malaysia,
- yang tinggal di Indonesia.
- Subhanallah. Orang-orang yang tadinya
- enggak punya apa-apa di Indonesia
- tahu-tahu bisa punya rumah, bisa punya
- mobil dari warisan ya yang mereka terima
- dari apa? Musibah. Dari keluarga mereka
- yang jauh.
- Karena Allah mengatakan, "Wa ulul arhami
- ba'duhum aula biba'din fi kitabillah."
- Yang mempunyai jalingan rahim itu mereka
- lebih berhak dari orang lain. Kecuali
- kalau tidak ada sama sekali masa maka
- masuk ke dalam baitu mail muslimin.
- Baitu mail muslimin. Ke dalam bait mal
- kaum muslimin. Nah, kalau di Indonesia,
- negara Indonesia ini yang tidak
- menjalankan Islam, ke mana perginya?
- Dengan sendirinya negara tidak punya hak
- untuk mengambil alih hal
- tersebut. Karena negara kita kan
- statusnya jelas dalam masalah ini tidak
- menerapkan hukum Islam. Maka yang
- seharusnya menerima adalah lembaga yang
- mengurus kesejahteraan kaum muslimin.
- Begitu juga kalau seandainya dari
- kalangan Kristian pengikut gereja juga
- negara tidak akan apa?
- Tidak akan melakukan itu menjadi hak
- mereka. Begitu juga kalangan-kalangan ya
- katakan Buddha dan lain sebagainya
- mereka dalam mengatur warisan sesuai
- dengan agama mereka
- masing-masing. Maka atas dasar
- ini di tengah-tengah Islam tidak ada
- sesuatu yang namanya apa? Sesuatu yang
- namanya tidak ada salurannya. Kalau
- bukan kembali kepada ring satu, ring
- dua, kembali kepada ring tiga. Itu
- orang-orang yang mempunyai hubungan
- rahim tapi dalam jarak yang dalam jarak
- yang jauh. Jadi kita harapkan
- mudah-mudahan umat Islam semakin akrab
- dengan Al-Qur'an, semakin memahami
- betul-betul apa indahnya aturan-aturan
- dan petunjuk Al-Qur'an. Tapi sayangnya
- pelajaran yang berkaitan dengan warisan
- ini dipersulit. sampai mereka mengatakan
- ilmu yang pertama diangkat adalah
- faraid. Padahal pelajaran faraid ini
- justru pelajaran yang paling mudah
- sebetulnya dengan syarat orang memahami
- betul-betul apa? Memahami cara berhitung
- dengan baik. Tapi kalau enggak memahami
- cara berhitung dengan baik apalagi
- mempelajarinya dari bahasa Arab ya.
- Jengan sendirinya dia akan mengalami
- kesulitan yang luar biasa.
- Bahasa Indonesianya susah. Iya. Bahasa.
- Jadi belajar perperan dari bahasa Arab.
- Bayangkan coba. Perperan. Sampai ada
- seorang Mesir saya ingat di tingkat
- empat orangnya cerdas,
- pintar. Setiap tahun ujian faraid selalu
- gagal. Kenapa? Dia
- bingung. Azzaibah anisif yir rub'an.
- Bagaimana katanya seperdua kok bisa 2/4?
- Dari mana tuh? Jadi di saat menyamakan
- bilangan dan angka dia bingung.
- Dia bilang 1/2 jadi 2/4 jadi 4/8 jadi
- 8/16
- [Tertawa]
- minfien kasihan dia enggak pernah
- belajar berhitung dalam bidang lain dia
- hafal juga dia limuganin zb yang bikin
- saya enggak gila ini bagaimana bisa
- begini akhirnya diberikan contoh yang
- gampang diambil apel dibelah dua had
- nisf w nisf yang seua dipakai lag
- dibilang hafal rubuk rubuk kan kemudian
- dibagi lagi delapan dia bilang alah dia
- bilang fahim sekarang baru kenapa
- jauh-jauh amat bilang jadi bukan dia
- jadi masalahnya kasihan dia enggak apa
- enggak memahami berhitung nah kalau
- orang Indonesia sudah enggak memahami
- berhitung dan berperan suruh belajar
- dalam bahasa Arab dengan istilah-istilah
- bahasa Arab gimana jadinya bingung dia
- belajar dari Fathul Muidin belajar dari
- juri. Akhirnya bertahun-tahun dia akan
- mengalami
- kesulitan. Sebetul ini merupakan
- persoalan yang mudah. Orang bilang fara
- itu pelajaran sehari. Kalau enggak
- percaya datang Ustaz Hamzah
- datang sama beliau. Bahkan enggak sampai
- sehari insyaallah dengan syarat apa?
- Betul-betul bisa berhitung pelajaran
- yang singkat dan mudah. Insyaallah.
- Wallahuam. Fadol.
- E tadi sudah jelas yang diterangkan
- Ustaz Husin mengenai keluarga tadi ya
- itu dia meninggal ya anaknya di situ ee
- ayahnya di sini suami istri juga dengan
- anaknya yaitu ini kan ayah dengan anak
- itu tadi bagian dari ring satu ya
- kemudian kalau misalnya ee dia itu
- meninggal ya berikutnya ke ring duanya
- ya atau saudara misal ya ee ring du
- enggak ada ya itu paman anak paman
- sepupu dan seterusnya seperti
- itu. Ini ini kaidahnya seperti itu.
- Kaidahnya kan ee dalam surah Annisa
- Allah sebutkan abukum wa abnaukum
- launuhum akrakum naf anak-anak kalian
- dan orang-orang tua kalian itu dekat
- dengan kalian. Tapi mana yang ee kalian
- tidak tahu mana yang lebih dekat kepada
- kalian ee kemanfaatannya. Ini
- menggambarkan ini adalah ring satu. Tapi
- sekarang ee sering di warisan itu ketika
- masih ada orang yang di ring satu tapi
- ee harta dibagikan ke ring dua, ring 3,
- bahkan yang jauh-jauh. Ini bertentangan
- dengan waulul arhami ba'duhum aula bi
- ba'din tadi ya. Terutama kalau yang ada
- di ring satunya tadi seorang anak
- perempuan itu. Ini sebenarnya bagian
- dari dari pengaruh jahiliah. Karena ee
- apa? Perempuan selalu di diskreditkan,
- selalu ee dimarginalkan. Padahal di
- dalam Al-Qur'an sendiri di dalam surah
- An-Nisa itu tentang warisan selalu yang
- didahulukan, disebutkan, diberikan
- patokannya itu adalah ee perempuan.
- Supaya apa? supaya bagian perempuan nih
- jangan digusur gitu. Laki-laki enggak
- disebutin seperti itu. Paling nanti eh
- ketika eh ada anak laki dan perempuan
- lzakari mlu hadil unsain. Ketika
- misalnya seorang
- meninggal ya dia tidak punya anak ya
- laisa lahu e walad.
- Faliummiut ibunya ya seorang meninggal
- enggak punya anak ya ada orang tua. Nah
- ayah ibu ini yang disebutkan ibu
- faliummiulut. Ibunya
- sepertiga bapaknya enggak disebutin. Ya
- udah pasti bapaknya dapat 2/3 gitu.
- Kenapa ibunya? Sebab ya kalau misalnya
- fali ummihi eh fali abihi misalnya e
- sulutsan disebutkan 2/3 nanti bagian
- perempuan bisa enggak kedapatan nanti.
- Makanya Allah sebutkan perempuan dulu.
- Kalau orang laki sudah pasti dapat dah
- gitu. Pasti itu karena diperhatikannya
- oleh Islam bagaimana perempuan ini harus
- diperhatikan. Sampai Rasulullah dalam
- hajatul ada Rasulullah pesan supaya
- istausu binnisai khair dan perhatikan
- ini addifin kata Rasul yaitu Annisa wal
- yatama ya. Dua orang yang lemah ini itu
- perempuan dan ee ee dan anak-anak yatim
- ya. Lemah dalam pandangan jahiliah waktu
- itu kan dianggap lemah ini ya. Jadi ini
- ee hendaknya ee kembali kita ke terangan
- Al-Qur'an itu begitu jelas semuanya ya.
- Kalau kita mengacu kepada Al-Qur'an
- tidak ruat dalam mempelajari masalah
- hukum waris tadi. Hukum waris dibikin
- apa training lagi Ustaz Hamzah bikin
- lagi pertemuan ya. Dan juga satu hal
- yang mesti digaris bawahi juga bahwa
- kata walad dalam Al-Qur'an tidak
- menunjuk kepada laki-laki aja. Iya.
- Walad itu mencakup juga perempuan.
- Perempuan.
- Makanya yusikumullah fi auladikum
- lidzakari
- mluil unai. Jadi inam yakun lahu walad
- ya atau fain kanana lahu walad itu
- mencakup laki-laki dan perempuan. Karena
- kata balad itu almaulud yang dilahirkan.
- Memang perempuan enggak dilahirkan?
- Laki sama perempuan sama-sama
- dilahirkan. Jadi kita terbawa kepada
- budaya jahiliah sampai kita membaca satu
- buku waris. Membaca buku apa? Waris.
- Waris.
- pada pembukaannya dibawakan syair
- jahiliah. Anak-anak kita itu adalah anak
- dari anak laki-laki. H
- sedangkan anak perempuan kita, anak
- mereka anak orang lain.
- Ini merupakan ucapan kaum
- jahiliah. Saya mau tanya, Rasulullah
- punya cucu dari laki-laki dari
- perempuan? Perempuan.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pada masa hidupnya anak laki-lakinya
- semua diambil oleh Allah. Lalu Allah
- berikan keturunan bagi Rasul dari anak
- perempuannya. Dan bagaimana Rasul
- memuliakan yang wanita kalau Rasulullah
- punya anak laki-laki ya keturunan dari
- laki-laki ya niscaya kaum jahiliyah atau
- bangsa Arab atau umat Islam apa akan
- menomuakan perempuan. Tapi sengaja Allah
- ambil yang laki-laki semuanya. Allah
- tinggalkan Sayidah Fatimah ya dan
- saudarinya yang lain. Allah kasih
- bagaimana Rasulullah memuliakan yang
- wanita. Begitu datang disambut oleh
- Rasul dikecupkan ditempatkan di tempat
- duduknya dipanggil Ummu Abiha.
- Jadi kita lihat bahwasanya masyarakat
- jahiliyah ini menganggap wanita makhluk
- imperium. Oleh karena itu sering kita ya
- menganggap kalau cucu dari anak
- perempuan cucu luar. percis kayak
- orang-orang Chinese juga begitu.
- Orang-orang Chinese menganggap cucu
- luar. Padahal cucu
- kita dari perempuan tidak kalah dengan
- laki-laki. Oleh karena itu dalam warisan
- perempuan juga apa? mendapatkan
- betul-betul apa? Hak mereka. Sebagaimana
- firman Allah lirrijali nasibum mimmaakal
- walidani wal aqrun.
- Nasib mimma tarakal walidani wal aqrabun
- mimma qalla minhu a kafir. Bagi kaum
- pria ada hak mereka dari peninggalan
- orang tua dan kerabat. Begitu juga
- wanita juga punya hak dari peninggalan
- orang tua dan kerabat orang tua itu wain
- ala termasuk
- kakek. Cuma bedanya mimma qalla minhu a
- katur sedikit dan banyaknya. Karena
- beban laki-laki lebih besar memberikan
- nafkah, menyediakan rumah, maka Allah
- Subhanahu wa taala berikan lebih besar
- bahagiannya. Termasuk saudari
- perempuannya di saat punya kebutuhan
- menjadi kewajiban saudara laki-lakinya.
- Karena sebahagian dari hak perempuan
- secara enggak langsung ada pada saudara
- laki-lakinya.
- Tapi sayang di tengah-tengah pembahagian
- warisan saat ini terdapat sisa-sisa
- jahiliah. Kalau seandainya orang
- meninggal
- dunia punya anak laki-laki tiga, satu
- perempuan atau punya anak laki-laki dua
- satu perempuan ya satu perempu
- perempuan. Mereka meninggal dunia
- semuanya. Yang anak ini berarti yang
- menjadi ahli waris cucu kan. Yang dua
- laki-laki punya anak, yang satu
- perempuan punya anak. Yang mendapatkan
- warisan hanya cucu dari anak laki-laki.
- Cucu dari anak perempuan tidak
- mendapatkan
- bahagia. Alasannya apa? Anak orang lain.
- Siapa yang bilang Allah berikan hak
- warisan bagi saudara seibu?
- Ya, saudara seibu sebagaimana saudara
- sekandung. Jadi kalau ada orang
- meninggal dunia meninggalkan saudara
- sekandung, ada saudara seibu
- masing-masing dapat.
- Cuma bahagia saudara seibu lebih sedikit
- dari saudara sekandung. Yang
- mengherankan kalau ada orang meninggal
- dunia meninggalkan saudara sekandung,
- saudara sebapak, saudara
- seibu. Saudara sekandung dapat, seibu
- dapat, yang sebapak enggak
- dapat. Karena alasannya sebapak mahjub
- dengan saudara
- sekandung. Lalu kita bertanya, "Kenapa
- saudara seibu enggak mahjub padahal
- lebih jauh?" Jawabannya karena ada
- nasnya. Padahal sebetulnya saudara
- sekandung sama sebapak masuk dalam
- firman Allah ya pada akhir suratun nisa
- menggabung mereka yang dibedakan saudara
- seibu.
- Jadi terdapat kontradiksi dalam memahami
- ayat.
- Yang menyedihkan lagi kalau
- seandainya seorang meninggal
- dunia, meninggal
- dunia. Kemudian terdapat tiga anak
- laki-laki, mereka juga
- meninggal. Masing-masing punya
- anak. Masing-masing punya anak. Yang
- pertama punya anak laki perempuan. Yang
- kedua punya anak laki perempuan. Yang
- ketiga cuma punya anak
- perempuan. Yang anak perempuan ini
- enggak dapat bahagia. Walaupun dari anak
- laki-laki.
- Kenapa? Karena enggak ada pendampingnya.
- Kalau ada anak laki-lakinya baru dapat
- bagian.
- Ini kita lihat betul-betul
- ketidakadilan. Jadi bukan kembali kepada
- Al-Qur'an, tapi mengikuti tradisi
- jahiliyah yang mengharamkan hak
- perempuan. Jadi bukan dari Al-Qur'an,
- tapi dari tradisi
- jahiliah. Wallahuam. Baik, Ustaz.
- Sepertinya waktunya kita sudah cukup
- nih. Masih ada pertanyaan belum dijawab.
- Insyaallah di lain waktu akan dijawab.
- Terima kasih untuk Anda yang sudah kirim
- pertanyaan. Silakan Anda juga boleh
- kirim pertanyaan. Kami tunggu di
- 0811999720. Terima kasih Husin, Ustaz
- Hamzah. Mudah-mudahan apa yang tadi
- dijelaskan menjadi paham bagi kita
- semuanya. Baik saya Krishna Saputra
- kemudian juga Fahri Abu Atar kemudian
- juga Anis Mualim juga Yusuf Sebangkit
- mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.