Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:10 [Musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:18 wa kafa wasalatu wasalam ala nabiil 0:21 mustofa waa alihi wasbihi ahqi wal wafa. 0:25 Alalamualaikum warahmatullahi 0:26 wabarakatuh. Ikhwan akhwat radio 0:28 silaturahim yang dirahmati Allah 0:29 subhanahu wa taala. Apa kabar? Saya 0:32 ucapkan selamat datang ikhwan akhwat di 0:33 acara renungan di bawah naungan 0:35 Al-Qur'an bersama saya Isal Kaf, ada 0:38 juga Nejaam 0:40 dan juga Yusuf Subangkit di meja 0:42 operator. Dan ikhwan akhwat seperti 0:44 biasa ee pada kajian renungan di bawah 0:49 naungan Al-Qur'an kita akan mengkaji ee 0:53 Al-Qur'an bersama Ustaz Husein bin Hamid 0:55 Al-Attas. Dan hari ini spesial ikhwan 0:58 akhwat karena kita sedang berada di 1:01 Pondok Pesantren Darurrahmah pimpinan K. 1:04 H. Syukron Makmun yang alhamdulillah 1:05 pada saat ini menemani kita siaran juga, 1:08 akan berbagi bersama kita siaran juga 1:11 dan sudah membersamai kita. 1:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:13 wabarakatuh, Kiai. 1:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16 wabarakatuh. 1:17 Apa kabar, Kiai? Sehat, Kiai? 1:18 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:20 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terakhir 1:23 siaran kita siarkan di mimbar Rasil. 1:26 Alhamdulillah sambutan banyak sekali 1:28 Kiai menjawab permasalahan umat tentang 1:31 bagaimana definisi bidah. Alhamdulillah. 1:34 Alhamdulillah. Jazakumullah khairan jaz 1:35 kiai. Semoga istikamah Kiai berbagi 1:38 bersama Radio Silaturahim. 1:40 Asalamualaikum Ustaz. Sehat ustaz? 1:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:42 wabarakatuh. Ee sebelum kita mulai 1:44 diskusi lebih jauh, ikhwan akhwat, 1:47 alangkah baiknya kita mulai dulu dengan 1:49 membaca ummul Quran surah Al-Fatihah. 1:52 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:58 Bismillahirrahmanirrahim. 2:01 [Musik] 2:04 Alhamdulillahirabbil 2:07 alamin 2:10 arrahmanirrahim 2:15 maiki yaumiddin 2:19 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta' 2:25 ihdinasirathal 2:28 mustaqimathalladina 2:36 giril magdubi alaihimin. 2:47 Amin. Amin ya rabbal alamin. 2:49 Sadaqallahulimq rasul karim wahnu 2:52 alaikaahidinakirin. 2:55 Ee ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 2:57 subhanahu wa taala, mudah-mudahan dari 2:59 bacaan surat al-Fatihah tadi Allah 3:01 bukakan pintu rahmatnya, Allah bukakan 3:03 pintu hidayahnya, dan Allah berikan kita 3:05 taufik sehingga kita senantiasa berada 3:08 di jalan Allah Subhanahu wa taala yang 3:10 lurus. Bukan jalan orang-orang yang 3:13 dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala 3:14 dan juga bukan jalan orang yang sesat. 3:17 Amin. Amin ya rabbal alamin. 3:19 Ee K. H. Syukr Makmun. Ee hari ini kita 3:24 mau membahas tentang satu kalimat yang 3:27 biasa disebarkan oleh dai-daii, beberapa 3:30 dai tentang adamu intifa wa amal alghair 3:34 lil ghair. Tidak adanya kebermanfaatan 3:38 amal seseorang untuk orang lain. 3:40 Sehingga buntutnya percuma saja 3:43 mengadakan tahlilan, mendoakan ee 3:46 membaca Al-Qur'an untuk orang mati. 3:48 Percuma saja ziarah kubur, percuma saja 3:51 amal-amal lain yang kita maksudkan untuk 3:54 kebaikan orang lain, khususnya orang 3:56 yang meninggal. Bagaimana menurut Kiai 3:58 tentang hal tersebut? 3:59 Terima kasih. 4:01 Sebenarnya dalam ikhtilaf ini bertolak 4:05 daripada surah An-Najm 4:08 ayat 39. 4:11 Wa alais lil insani illa ma saa. 4:15 Terjemahan secara letternya 4:18 tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang 4:21 telah dia kerjakan. 4:23 Jadi lalu yang dipahami secara letterl 4:28 lalu dia mengatakan tidak ada gunanya 4:31 perbuatan orang lain untuk orang lain. 4:34 Karena setiap orang itu hanya diberi 4:37 pahala oleh Allah apa yang dia kerjakan. 4:40 Nah, di sinilah maka di dalam kita 4:44 menafsirkan tafsir itu 4:47 banyak syarat-syaratnya. 4:49 Tidak lalu tahu satu ayat kemudian dia 4:52 tafsirkan secara akalnya sendiri. 4:56 Maka seorang kalau mau menafsirkan 4:59 Al-Qur'an 5:00 pertama kali harus menguasai bahasa 5:03 Arabnya. 5:05 Bahasa Arabnya dari segi ya mufradat 5:08 tentunya juga nahwunya, sarfnya, ilmu 5:13 balagahnya. Jadi banyak kaitannya. 5:16 Tidak lalu 5:19 ayat dia tahu mufradatnya, tahu 5:22 terjemahkan dipaham sendiri. Nah, 5:26 setelah dia memahami bahasa Arab, baik 5:29 dari segi nahwu, sarfnya, balagahnya, 5:32 yang kedua orang mau menafsirkan 5:35 Al-Qur'an harus menguasai Al-Qur'an itu 5:37 sendiri 5:39 dari awal sampai akhir. Mengapa para 5:43 ulama mensyaratkan semacam itu? Jangan 5:46 sampai menafsirkan Al-Qur'an 5:49 bertentangan dengan Al-Qur'an. 5:52 menafsirkan ayat bertentangan dengan 5:54 ayat lain, maka harus menguasai 5:58 seluruh Al-Qur'an itu kalau akan menjadi 6:01 mufassir untuk menafsirkan Al-Qur'an. 6:06 Yang ketiga, orang mau menafsirkan 6:08 Al-Qur'an harus dia menguasai 6:11 hadis-hadis yang sahih. 6:14 Jangan sampai menafsirkan Al-Qur'an 6:17 bertentangan dengan hadis yang sahih. 6:20 Karena dalam Al-Qur'an itu di inna 6:22 anzalna ilaikadzikro 6:25 litubayyina linnas ma nuzila ilaihim. 6:30 Allah menyatakan, "Saya menurunkan 6:32 kepada kaum Muhammad Al-Qur'an supaya 6:34 engkau yang menjelaskan." 6:37 Jadi yang paling berhak menjelaskan 6:39 Al-Qur'an tuh bukan kita, Rasulullah 6:42 dulu yang menjelaskan. 6:44 Jadi orang yang akan menjadi seorang 6:47 ulama tafsir itu juga harus menguasai 6:50 hadis-hadis yang sahih. 6:52 Apa sebabnya? Jangan sampai menafsirkan 6:55 Al-Qur'an bertentangan dengan hadis yang 6:59 sahih, maka tafsirannya mesti batal, 7:03 tidak benar. Ah, itulah sebabnya masih 7:05 banyak hal-hal yang harus dia kuasai. 7:09 Nah, maka kalau kita cuman tahu satu 7:12 tiga ayat, jangan lalu kita berfatwa 7:15 menurut penafsiran kita sendiri. 7:19 Karena di dalam hadis Rasulullah, man 7:21 fasarul Quran birihi falyat makahu 7:24 minanar. Orang yang menafsirkan 7:27 Al-Qur'an hanya mengikuti akalnya 7:30 apalagi mengikuti nafsunya, 7:33 maka dia oleh Allah akan dipersiapkan 7:35 tempatnya di api neraka. 7:38 Nah, itu kepada orang yang menafsirkan 7:41 Al-Qur'an mengikuti nafsunya. Oleh sebab 7:45 itu disyarakati menguasai Al-Qur'an 7:49 sehingga jangan sampai menafsirkan 7:51 Al-Qur'an itu bertentangan 7:54 dengan ayat yang lain. Nah, di situlah 7:58 para ulama. Oleh sebab itu kalau kita 8:00 cuma tahu tiga, 8:03 2 empat hadis, jangan lalu berfatwa 8:09 sedangkan dia tidak tahu hadis-hadis 8:11 yang lain, bisa nanti bertentangan 8:13 dengan hadis yang sahih yang lain. Maka 8:16 itu di dalam kita agama ini kita ngikuti 8:19 orang yang mumpuni dalam agama itu. Di 8:23 antaranya yang diakui di dunia ini orang 8:26 yang benar-benar mumpuni dalam ilmu 8:29 agama itu adalah empat mazhab. Inilah 8:32 pertama mazhab Abu Hanifah, yang kedua 8:35 mazhab Maliki. Yang ketiga mazhab 8:37 Syafi'i. Yang keempat itu mazhab Imam 8:41 Ahmad Ibnu Hambal. Nah, ini empat orang 8:44 diakui oleh dunia bahwa mereka itu orang 8:45 yang mumpuni. Fas'alu ahladzikri in 8:49 kuntum la taklamun. Maka bertanyalah kau 8:52 kepada orang yang tahu. Kalau kau tidak 8:55 tahu, 8:56 kalau kau cuma tahu hadis 10, 20, hadis 9:00 itu ribuan, puluhan ribu hadis itu bukan 9:03 hanya satu dua. Rasulullah bersabtu 23 9:06 tahun. 9:08 23 tahun itu kalau saya sehari bersabda 9:11 10 saya sudah berapa itu? berapa ribu 9:14 itu lah itu. Maka hendaknya kita 9:16 hati-hati dalam agama itu. Jangan kenal 9:19 satu ayat, dua ayat, satu hadis, tiga 9:22 hadis, terus berfatwa kayak seperti 9:24 ulama besar lalu merasa benar sendiri. 9:28 Nah, ini yang harus kita hindarkan. Maka 9:32 di dalam surat An-Najm ayat 39 itu, 9:36 alais lil insani illa ma saa. Tidaklah 9:40 bagi seseorang kecuali apa yang dia 9:42 kerjakan. 9:44 Lalu dia memaham tidak ada gunanya 9:46 perbuatan orang lain kepada orang lain 9:49 itu salah memahaminya. 9:51 Yang menjadi hak dia yang dia kerjakan 9:54 tapi tidak menghilangkan hak orang lain 9:57 untuk dia. Beda. 10:00 Alisali illa lima saa. Itu pahala yang 10:02 akan dia peroleh hanya yang menjadi hak 10:05 dia apa yang dia kerjakan. Tapi tidak 10:08 menghilangkan 10:09 intifau amalil ghairi lil ghairi. 10:14 Menurut Ibnu Abbas, 10:16 ayat ini sudah mansuh. 10:20 Tapi sebagian ulama ya tidak. 10:23 Tapi harus ditafsirkan dengan ayat-ayat 10:27 yang lain. Kalau seandainya adamu intifa 10:31 amalil ghair itu benar, maka itu sangat 10:34 bertentangan dengan beberapa 10:38 pernyataan-pernyataan 10:40 dalam kitab sarana tafsir Jalalin tafsir 10:43 Jamal dikenal dengan tafsir Jamal di 10:45 pondok pesantren itu syarannya tafsir 10:47 Jalalin. Di sini malah dituliskan 10:51 pendapat Ibnu Taimiyah. 10:55 Pendapat Ibnu Taimiyah di sini dikatakan 10:57 saya baca saja langsung supaya ini 10:59 merupakan fakta. Jadi saya tidak apa 11:04 tidak membuat-buat ya. Di sini dikatakan 11:10 qa Syaikhut Takqiuddin Abul Abbas Ahmad 11:13 bin Ibnu Taimiyah manqal insanalihi 11:20 faq ijma walika batilun min wujuhin 11:25 katsirotin. 11:26 Kata Ibnu Taimiyah, "Barang siapa yang 11:28 berkaitan bahwa manusia tidak mendapat 11:32 manfaat kecuali dengan amalnya sendiri, 11:35 itu sama dengan merobek-robek ijma." 11:38 Karena ijma ulama intifa lil ghairi. Lil 11:42 ghairi itu sudah ijma ulama. Contohnya 11:46 sembahyang mayit, sembahyang jenazah itu 11:50 yang sembahyang siapa? 11:54 Bukan yang mati, yang sembahyang hidup. 11:57 L kalau itu 11:59 tidak ada 12:01 infel ya seluruh dunia tutup sembahyang 12:05 jenazah itu enggak ada gunanya. 12:09 Yang sembahyang kan yang hidup kan 12:11 bukan yang mati. Di situ saya doa 12:16 Allahumfirlahu warhamhu wafi wu 12:19 allahumalq 12:23 lah kalau tidak ada gunanya mengapa 12:24 Rasulullah perintahkan? 12:26 Jadi kalau seandainya perbuatan orang 12:28 lain tidak ada gunanya bagi mayit 12:32 tolong hapus sembahyang jenazah seluruh 12:35 dunia. 12:37 Mari kita bicara-bicara yang yang apa 12:40 yang betul 12:41 yang rasionall lah. Kalau saudara 12:43 berkata orang kalau sudah mati tidak 12:46 perlu kita doakan, tidak perlu kita 12:48 tahlil untuk dia 12:50 lah. Kalau itu benar-benar tidak perlu 12:53 ya persilakan. Pertama kali saya minta 12:55 sembahyang jenazah dihilangkan seluruh 12:57 dunia. 12:58 Itu sembahyang jenazah sudah jelas 13:01 intifa'u amalil ghairi lil ghairi. 13:06 Jelas. Nah, kalau tidak 13:12 hilangkan badal haji. 13:16 Yang menakan badal haji Rasulullah. 13:18 Kalau ayah kita ketika hidup misalnya 13:20 tidak mampu haji, kemudian anaknya oleh 13:23 Allah dikasih rezeki 13:26 banyak, oleh Rasulullah dimintakan 13:29 hajikan orang tuamu. Itu 13:32 badal haji istilahnya itu lah. Kalau ini 13:35 siapa yang haji? Yang hidup yang tawaf, 13:38 yang hidup pahalanya untuk yang mati. 13:40 Lah ini kan sudah jelas intifau amalil 13:43 ghairi lil ghairi kurang apa? 13:47 Nah, di sini Imam Ibnu Taimiyah yang 13:49 berkata 13:51 ya, bukan saya ini, malah Ibnu Taimiyah. 13:53 Ibnu Ibnu Taimiyah termasuk ya gurunya 13:56 orang-orang Wahabi, orang-orang Salafi. 13:58 Di sini dikatakan 14:01 oleh beliau 14:03 mantaq anal insana la yantafiu illa 14:08 biamalihi faq ijma. 14:11 Barang siapa yang berkeyakinan bahwa 14:13 manusia itu tidak bisa mengambil manfaat 14:16 dari perbuatan orang lain, dia telah 14:19 merobek-robek ijma ulama, 14:22 telah menghancurkan ijma ulama. Di 14:25 antaranya kayak tadi nih, di sini 14:27 dikatakan pula innal insan yanfiirihi. 14:32 Orang yang mati itu 14:34 bisa mengambil pfadri doanya orang yang 14:36 hidup. Rbigfirli waliwalidaiya. 14:41 Allahumfir lil mukminin wal mukminat wal 14:44 muslimin wal muslimat al ahya minhum wal 14:47 amwat itu semuanya doa 14:52 alladina ja min ba'dihim yaakuluna 14:55 rbanafirlana waliikhwanina alladina 14:59 sabaquuna bil iman 15:01 orang yang datang sesudahnya selalu 15:03 berdaya Allah ampunilah kami dan 15:05 saudara-saudara kami yang telah 15:07 mendahului kami dengan membawa iman 15:10 itu jelas intifa amalil 15:14 manfaatnya perbuatan orang lain kepada 15:16 orang lain yang sudah mati. Jelas 15:19 manfaat itu ada 15:23 lah. Jadi maka jangan menafsirkan 15:25 Al-Qur'an dengan apa yang dia baca satu 15:28 ayat ini. Masih banyak ayat yang lain 15:32 dan dia cuman berkang pada kata-kata 15:34 alais lil insana illa masa. dia 15:36 terjemahkan 15:40 tidak adalah bagi san kecuali apa yang 15:41 dia kerjakan. Lalu lalu mai kesimpulan 15:44 istimbatnya tidak ada gunanya perbuatan 15:47 orang hidup untuk orang mati 15:50 lah. Itu akan bertanggakan dengan 15:52 dalil-dalil yang banyak. Di sini 15:54 mengukan banyak sekali ya 15:56 dalil-dalilnya. 15:58 Anan nabi sallallahu yasfa liahlil 16:01 maukif fil hisab. Nanti rasul akan 16:04 memberikan syafaat. 16:07 kepada orang-orang di padang mahsyar 16:09 lah. Rasulullah berikan syafaat itu 16:10 bukan perbuatan dia kan. Rasulullah 16:12 memberikan syafaat, memberikan 16:14 pertolongan. 16:17 Loh, ini kan sudah jelas intifau amalil 16:20 ghair fil ghair. Jadi sangat tidak benar 16:24 orang yang mengatakan tidak ada gunya 16:26 mendoakan orang mati. 16:29 Subhanallah. Kadang-kadang orang mati 16:31 lah ni kayak kambing mati 16:34 langsung dipendem selesai. 16:38 Baca talkin itu tolong baca alfiq e 16:41 alfiqhul islami wa adillatuhu susunan 16:44 wahba zuwaili. Di situ talkin itu sudah 16:47 ada sejak zaman sahabat. Persilakan baca 16:50 tafsirnya Dr. Wahb Suhaili. 16:55 Lah kalau tidak ada gunanya mengapa kita 16:57 kerjakan? 16:59 Rasulullah katar-ziarah ke baki mesti 17:02 pertama assalamualaikum ya ahlad diar. 17:05 Itu kan doanya Rasulullah untuk orang 17:07 kuburan lah. Kalau tidak ada gunanya 17:09 masa Rasulullah kerjakan lah. Mari kita 17:12 ini dengan secara apa? Secara tenang 17:17 menganalisa agama itu seluruhnya dengan 17:19 komprehensif dengan dalil-dalil yang 17:22 banyak kita kumpulkan. Jangan hanya 17:24 berpegangan pada satu ayat kemudian 17:27 menginjak-injak ayat yang lain. Itu 17:30 tidak benar. Nah, masih banyak lagi ini 17:34 sebab-sebabkan ya cukup dengan saya 17:36 sebab ni sedekah kepada orang mati. 17:39 Datang seseorang dari warri Aisyah. 17:42 Jaulun 17:44 umiat nafsu 17:47 laqhajr 17:50 inha. 17:53 Datang seorang laki-laki kepada Siti 17:55 Aisyah radhiallahu anha. 17:58 Dia berkata bahwa ibu saya mati mendadak 18:02 dan dia tidak bicara apa-apa. Ya 18:05 Rasulullah, apakah ada pahala bagi ibu 18:08 saya? 18:09 Seandainya saya sedekah untuk ibu saya. 18:12 Rasul berkat namam ada pahalanya. Jadi 18:16 kalau sekarang misalnya kita ketika 18:18 orang tua kita masih hidup belum sempat 18:21 berbuat baik kepada orang tua kita, 18:23 kemudian kita sekarang dikasih rezeki 18:25 oleh Allah. Lalu ada pembangunan masjid, 18:29 datanglah ke pemjid. Perlu apa masjid? 18:32 Oh ini saya pasang keramik berapa meter? 18:35 Ya kira-kira seluasnya 400 m misalnya. 18:38 Sudah. Saya sedekah keramik 400 m 18:42 pahalanya untuk ibu saya. 18:46 Ini namanya intifau amalil ghairi lil 18:49 ghairih. Gunanya perbuatan orang lain 18:52 kepada orang yang orang lain yang sudah 18:54 mati ini. 18:56 Itu jelas apa di mata kita ini dalilnya 19:00 itu bukan dalil masih penafsiran. Tidak. 19:04 Sudah penafsiran di depan mata kita. 19:08 Ibu saya mati mendadak Rasulullah. 19:12 Dia tidak bicara apa-apa. Apakah ada 19:15 pahala bagi ibu saya kalau seandainya 19:18 berdiskah antasqtu anha? Rasulullah naam 19:23 yang sedekah. Maka kepada 19:25 saudara-saudara saya yang kaya-kaya 19:27 sekarang ini, ingatlah kepada ayahmu dan 19:30 ibumu 19:32 yang sudah berada di lilang kubur, 19:34 beramallah untuk masjid, sedekahlah 19:37 untuk masjid, sedekahlah oleh fakir 19:39 miskin. Ini saya sedekah untuk fakir 19:41 miskin, pahalanya untuk ibu saya. 19:44 itu jelas 19:46 lah. Kalau itu pahala-pahala sampai 19:49 apalagi bacaan Al-Qur'an, 19:51 apalagi bacaan Yasin. Nah, seru ijmak 19:55 ulama kata Ibnu Taimiyah tidak ada yang 19:58 berkata bahwa pahala orang yang hidup 20:01 tidak sampai kepada orang mati. Tidak 20:02 ada. Semua ijmak ulama. Nah, kita baca 20:05 kitabnya 20:07 sampai Ibu tadi mengat istilah kqol 20:10 ijma. Koroqo itu merobek-robek. 20:13 merobek-robek kesepakatan para ulama. 20:16 Para ulama sudah sepakat bahwa perbuatan 20:20 orang hidup, ibadatnya orang kebaikan 20:21 orang hidup bisa dihadiahkan kepada 20:24 orang yang meninggal dunia seperti 20:27 sedekah dan lain-lainnya. Oleh sebab itu 20:30 para ulama itu mengumpulkan 20:34 daripada ayat-ayat Al-Qur'an seluruhnya. 20:37 Tidak hanya meminta dari satu ayat. Satu 20:40 contoh misalnya sudah jelas perintah 20:42 Nabi. Kalau orang itu ada meninggal 20:45 dunia takziah 20:48 azza yuazzi takzia itu artinya untuk 20:50 menggembirakan orang yang sedang kena 20:52 musibah. Kita kumpul 20:56 satu 20:58 ayat yang lain menyatakan 21:01 doakanlah kepada orang-orang mati ini 21:05 alladzina jaanagfirlana 21:08 walakul iman. Ini ada perintah. 21:12 Lalu ini ada takziah. Ada perintah 21:15 mendoakan. 21:17 Ada perintah lagi baca Quran untuk orang 21:21 mati sebagai tawasul. Ya Allah, 21:23 mudah-mudahan dengan bacaan Quran saya 21:25 mudah-mudahan almarhum diringankan 21:28 azabnya. Itu ijma ulama itu. 21:33 Sampai dalam kitabnya 21:36 Syekh yang ngajar di Masjidil Haram 21:39 di Masjid Nabawi itu dalam kitabnya dia 21:42 menyatakan dalam kitabnya Syekh yang 21:45 mengajar di Masjid Nabawi dia berkata, 21:49 "Bacaan Quran untuk orang mati. Bacalah 21:51 Quran di mana saja. Setelah kau baca 21:53 Quran, berdoalah kepada Allah, "Ya 21:55 Allah, mudah-mudahan dengan bacaan 21:56 Al-Qur'an itu siksa kuburnya diringan 21:59 dan lainnya 22:01 lah." Ini semua lah dengan 22:04 kumpulan-kumpulan yang dipaham oleh 22:06 ulama ini, takziah silaturahmi ini 22:10 perintah semuanya. Daripada kita takziah 22:13 silaturahmi. 22:15 Saya tanya sama Ustaz Isa. 22:16 Iya. 22:17 Ketika takziah silaturahmi mana lebih 22:20 bagus? 22:21 Baca Quran atau ngobrol? 22:23 Baca Quran. 22:26 Kata ngobrol ngalol ngidul bisa gibah. 22:29 Betul. 22:29 Iya kan? Nah, kita kumpul 22:33 daripada kita hubungan orang ngidul ayo 22:35 baca Quran. Perintahnya ada. 22:39 Ayo kita tahlil. 22:42 Di dalam kitabnya Ibnu Taimiyah jilid 24 22:46 masih ingat saya jilid. Man hallana ala 22:49 qobri ahadin sabina alfari minabil 22:53 qobri. 22:55 Dalam kitab Ibnu Taimiyah ini 22:59 bukan Imam Ibnu Tamiyah. Barang siapa 23:02 yang tahlil di atas kuburan seseorang 23:06 sampai 70.000 kali bari min adabil 23:09 qobri. Dia akan bebas daripada siksa 23:11 kubur. 23:15 Ini ada. Persilakan baca ibtadi. Ibladi 23:19 itu mungkin kitabnya sekitar 37 jilid. 23:22 Fatawa mungkin ya. 23:23 Fatawa 23:24 ini yang yang 24 23:26 itu jelas. Ibnuah berkata loh ketika 23:30 kita kumpul takziah mari kumpulan 23:33 perintah ini takziahnya, silaturahminya, 23:36 doanya untuk orang mati menjadi kumpul 23:38 jadi satu menjadi tahlilan 7 hari. 23:41 Kurang jelas gimana. 23:43 Siap. 23:45 Jadi tahlilan 7 hari itu akumulasi 23:48 daripada 23:49 ayat-ayat dan hadis-hadis yang diterima 23:51 oleh ulama. 23:54 Jelas kan ini? 23:54 Jelas. Jelas. 23:55 Takziahnya ada perintahnya. Silaturahmi 23:58 ada perintahnya. Daripada kumpul-kumpul 24:02 ngobrol ngalor ngidul lebih afdal baca 24:04 Quran, baca tahlil untuk mendoakan orang 24:07 yang mati. 24:09 Mengapa 7 hari? Ya, sempatnya 7 hari 24:12 menurut ulama. 24:14 Kalau soal 7 hari mau sebulan mau 24:16 setahun kek gak ada urusan. Kalau 24:19 saudara nganggur tahlilannya sepanjang 24:21 tahun kok enggak ada kerjaan. 24:24 Lah kalau kita itu juga banyak kesibukan 24:27 lalu ulama berkesulah malik 7 hari. Mau 24:31 8 hari persilakan, mau 3 hari 24:32 persilakan. 24:34 Tidak ada soal jangan dipersoalkan itu. 24:37 7 hari ini hanya dibikin kebiasaan. Mari 24:40 kita biasakan. Setiap ada orang mati, 24:43 kita tahlilan mendoakan 24:47 orang yang mati. Bikin kebiasaan yang 24:49 baik itu perintah. Jangan lupa, Saudara, 24:53 di dalam hadis ada istilah dua. Sunatan 24:56 hasanatan, sunatan sayiatan. Nah, 24:59 Rasulullah bersabda, "Man Islam sunatan 25:02 hasanatan falahu ajruha wau man amil 25:07 biha minun." 25:11 Barang siapa bikin tradisi yang baik, 25:13 kebiasaan yang baik 25:15 sekarang mana buruknya orang tahlilan 7 25:18 hari? Mana buruknya? 25:21 Mana celanya? Mana salahnya? Tolong 25:24 tunjukkan. 25:26 7 hari kita kumpul pertama kali 25:28 silaturahmi perintah Rasulullah takziah 25:31 perintah Rasulullah mendoakan orang mati 25:34 perintah Allah 25:36 nah akumulasi daripada dalil-dalil ini 25:39 oleh ulama mari kita bikin sunatan 25:41 hasanah 25:43 kebiasaan yang baik untuk orang mati 25:45 kita tahlilan 7 hari 25:48 ini namanya sunatan hasanah sehingga 25:50 dengan sunatan hasanah Islam hidup ada 25:53 orang mati tahlil 7 hari kan hidup 25:55 kampung ini. 25:57 di samping untuk yang mati. Nah, yang 26:00 dilarang oleh Rasulullah manna fil 26:03 sunatan kata-kata sunah juga. Maka sudah 26:05 harus sadar tidak semua sunah itu baik. 26:08 Saya bisa berkata tidak semua sunah 26:10 baik. Ada sunah hasanah, ada sunah 26:13 sayiah. Man sanna fil islam sunatan 26:15 sayiatan. 26:17 Barang siapa bikin tradisi pesan yang 26:19 baik faaiha faalaiha wisruha. Maka 26:22 baginya dosa dan dosa orang yang 26:24 mengikuti. Jadi sudah jelas, marilah 26:26 kita bikin kebiasaan-kebiasaan. 26:28 Kebiasaan yang baik itu yang mana? Yang 26:30 berdasarkan perintah Allah walaupun 26:32 tidak ada pada zaman Rasulullah. Ini 26:35 banyak mungkin kepada Radio Rosil yang 26:37 lalu sudah saya jelaskan kan ada 26:40 perintah Allah yang Allah tidak 26:41 menentukan tempat dan waktu. Ini banyak 26:45 baca Quran perintah Allah. Kapan baca 26:47 Quran? Kapan saja, di mana baca 26:50 Qurannya? Di mana saja? Perintah zikir 26:54 kapan zikir kapan saja di mana kita 26:57 zikir? Di mana saja baca selawat kapan 27:00 baca selawat kapan saja di mana baca 27:03 selawat di mana saja. Nah, ini kan ada 27:07 toh. Nah, tapi di kan tidak ada waktu 27:09 ini. K. Lalu kita membikin satu 27:11 kesempatan tradisi malam Jumat. 27:14 Kumpullah perempuan-perempuan ini baca 27:16 Yasin bersama. 27:18 Yang pasti, Habib, zaman Rasulullah 27:21 yasinan tiap malam Jumat tidak ada. 27:22 He betul 27:23 lah. Sekarang apa yasinan tiap malam 27:25 Jumat lalu masuk neraka? 27:27 Heeh. 27:28 Lah mari kita berpikirlah secara agama, 27:31 bukan secara emosi. Secara agama kita 27:34 berpikir 27:36 perintah Allah zikir ada. Allah tidak 27:39 menentukan waktu, tidak menentukan 27:41 tempat. Kita menentukan tempat malam 27:43 minggu di musala ini. Kumpullah zikir 27:47 semua. Baca lailahaillallah misal 100 27:49 kali, istigfar 100 kali. 27:53 Masa orang yang zikir 100 kali baca 27:56 istigfar bisa masuk neraka. 27:59 Yang jelas tiap malam minggu tidak ada 28:01 zikir bersama. Mengapa tidak dia? Karena 28:04 Rasulullah takut menjadi beban. Kalau 28:06 Rasulullah kerjakan kan beban. Ini tidak 28:08 beban lah. Itu yang salah. Kalau orang 28:11 berkata yasinan tiap malam Jumat 28:13 hukumnya wajib lah ini salah. Zikir tiap 28:16 malam minggu hukumnya wajib. Salah tidak 28:20 ini bidah kalau dikatakan wajib itu. 28:22 Tapi kalau kitair malam Jumat sebagai 28:24 sunatan hasanah, tradisi yang bagus, 28:27 perbuatan yang baik, persilakan. Tapi 28:30 tidak wajib. 28:32 Kalau wajib kan kayak salat kayak salat 28:33 lima waktu. Lah di sinilah perbedaannya. 28:37 Jadi intifa amalil itu dalilnya sudah 28:41 terlalu banyak saya kemukakan ini 28:44 bahwa manfaatnya perbuatan kepada orang 28:46 lain. Jadi jangan memahami ini dalam apa 28:51 dalam satu 28:53 ayat yang dibaca zirnya kan zirnya. 28:58 Sedangkan ayat ini dalam beberapa tafsir 28:59 masih banyak penafsirannya 29:02 yang ada ulama yang berkata mansuh, ada 29:04 yang tidak mansuh. Ada yang berata ini 29:05 khusus untuk kaum Yahud kaumnya Nabi 29:08 Musa. Kami Nabi Muhammad tidak lah. Itu 29:11 masih banyak lah. Kita kelola dari 29:14 ulama-ulama ini yang mereka mumpuni. 29:17 Kita ini termasuk syukuran makmun ini 29:19 tidak termasuk orang yang mumpuni agama 29:21 kalau dibandingkan dengan ulama-ulama 29:23 yang terdahulu. 29:26 Kalau kais saya dibandingkan dengan imam 29:28 imam bukan bandingannya. Kalau Imam S 29:31 itu mumpuni, Imam Abu Hanifah itu 29:33 mumpuni 29:35 Quran dari alhamdu sampai Quran minas 29:37 dia paham semua. Jadi kalau dia 29:39 memberikan fatwa, hadis-hadis mereka 29:42 banyak yang menguasai. 29:45 Lah kalau kayak sukron makmum tidak 29:47 pantas menjadi mufti kecuali saya baca 29:50 kitab seperti ini. 29:52 Kalau saya baca kitab ini kitab saya 29:54 tumpuk depan saya depan saya itu banyak 29:56 ini kitab-kitab itu dari Aljabil kami 30:00 Islam bagaimana penafsiran al illa 30:02 masaah semuanya hampir mirip-mirip 30:06 lah. Di sinilah kepada saudara-saudara 30:08 saya, marilah di dalam Islam ini 30:12 banyaklah kita berdiskusi sebelum fatwa 30:15 dilemparkan kepada orang awam. Mari kita 30:19 para tokoh-tokoh ulama baik dari 30:21 kelompok Salafiah datanglah bersama-sama 30:24 dengan saya. Bagaimana ini Pak Kiai 30:27 Sukron kedudukannya? Mari kita 30:29 diskusikan, kita turunkan kitab-kitab 30:32 ini dari pendapat-pendapat orang yang 30:35 mumpuni ini. Kita makmum. 30:38 Nah, insyaallah fatwanya tidak 30:41 kontroversi. 30:43 Jangan kita ini yang sudah orang 30:45 tahlilan bikin kebiasaan 7 hari. Ini 30:48 semua kita punya dalil. Bukan tidak ada 30:50 dalilnya ya. Dalilnya kita takziah. 30:53 Dalilnya silaturahmi, dalilnya baca 30:55 Quran, dalilnya mendoakan orang mati. 31:00 Dah mendoakan orang mati tentu lebih 31:03 khusyuk ketika kejadian terjadi. Tapi 31:06 kita mendoa-doa tidak ada batasnya. 31:09 Misalnya kakek saya kita meninggal 31:12 30 tahun yang lalu kayak ayah saya sudah 31:16 meninggal ke sekarang itu 40 tahun yang 31:18 lalu. Saya doakan sekarang boleh enggak? 31:21 ada enggak ada masalah walaupun sudah 50 31:24 tahun yang lalu. Apalagi mendoakan 31:26 ketika kejadiannya bahasa Arabnya lebih 31:29 auqok, lebih mengesan. Kalau mendoakan 31:33 ketika meninggalnya itu lebih mengesan 31:37 daripada mendoakan yang sudah meninggal 31:39 6 tahun yang lalu, 7 tahun yang lalu, 31:41 luar kita tetap boleh mendoakan walaupun 31:43 sudah 50 tahun yang lalu. Rabbighfirli 31:46 wali itu berlaku sampai kiamat. 31:49 Nah, di sinilah jangan menyangka bahwa 31:51 ulama ini mengada-adakan. 31:55 Ulama itu mengada-adakan yang sudah ada, 32:00 bukan mengada-adakan tidak berdasarkan 32:03 Al-Quran. Tidak ada. Seperti saya 32:05 contohkan kemarin misalnya kalau saya 32:07 ulang lagi 32:09 maulid 32:12 lah. Maulid itu yang dikerjakan ulama 32:14 kan sudah perintah Allah dari awal 32:15 sampai akhir. Coba baca acara maulid. 32:19 Satu membaca kitab suci Al-Qur'an 32:22 perintah Allah. Dua, baca selawat kepada 32:25 Rasulullah. Ya Rabbi sholli ala 32:27 Muhammad. 32:30 Perintah Allah langsung. Perintah Allah 32:32 itu 32:34 Quran, perintah Allah, selawat perintah 32:36 Allah. Yang ketiga, sambutan-sambutan 32:40 dan ceramah 32:42 itu perintah Allah. Udah sabir bil 32:45 hikmati wal mauidatul hasanah. 32:49 Tutup dengan doa. Doa juga perintah 32:51 Allah, Habib. Mana peringatan maulid 32:53 yang bukan perintah? Tolong carikan ada 32:56 enggak peringatan maulid yang acaranya 32:58 bukan perintah Allah. Ah, kalau ada 33:00 misalnya cara maulid terus joget 33:02 laki-laki perempuan lah jangan saudara 33:04 saya pun akan melawan 33:07 kalau itu bertentangan. Tapi maulid yang 33:09 dikatakan oleh para ulama, para habaib 33:11 semuanya di acara awal sampai penutup 33:14 doa itu semuanya kan perintah Allah. 33:18 Ah, tahlilan juga seperti itu. Semuanya 33:20 perintah Allah yang dikerjakan di dalam 33:22 kitab tahlilan. Silaturahminya perintah 33:25 ya. Takziahnya perintah menduakan orang 33:28 mati perintah 33:30 apa yang tidak perintah cuman kok 33:34 ditentukan waktunya. Loh saya tanya apa 33:38 ada perbuatan yang tidak terikat dengan 33:41 waktu? 33:43 Amal dengan waktu itu jadi satu. 33:46 Salat zuhur pada waktu zuhur ada 33:48 waktunya. Masa sudah berbuat sesuatu 33:51 tidak ada waktunya. 33:53 Nah, mengapa ulama cuma 7 hari? Ya, 33:56 katakanlah karena kita banyak pekerjaan 33:59 tidak hanya untuk menggembirakan orang 34:01 mati ini saja. 34:03 Maka cukuplah dibikin tradisi yang baik, 34:06 sunatan hasanah, tahlilan 7 hari untuk 34:10 menggembirakan orang yang sedang kena 34:12 musibah dan mendoakan almarhum yang 34:14 meninggal dunia sesuai dengan perintah 34:16 Allah semuanya. 34:18 Bagaimana, Habib? 34:21 Iya. Kalau saya baca kitab semua banyak 34:22 ini. 34:23 Iya. Heeh. 34:24 Ya. 34:25 Saya ambil seperti tadi sudah saya baca. 34:28 Kalau saya takkitkan surat kurang 34:29 percaya saya baca kitabnya ini ya. Wa 34:33 Aisyah radhiallahu anha anna rulan q lin 34:36 nabi shallallahu alaihi wasallam inna 34:38 umiul nafsua wao la takallamat tasqat 34:42 fahalha min ajrin inqha 34:46 q naam muttafa alaihi. Ada kitabnya 34:50 cuman karena tadi sudah hafal cuman saya 34:52 takut lupa saya letakkan di samping saya 34:55 tapi ternyata tidak lupa. 34:57 Saya letakkan kitab ini hanya untuk apa? 35:00 Takut lupa gitu padahal saya tidak lupa 35:03 semuanya. Apa yang dikata Ibnu Tamiyah 35:05 itu masih banyak. Ibnu Taimiyah dalam 35:07 kitab ini intifau amalil ghair lil ghair 35:11 itu memberikan 21 alasan. 35:15 21 alasan ini. Sudah coret-coret semua 35:19 beb. Sudah saya coret-coret ini cuman 35:22 saya kasih tadi yang yang jelas yang 35:24 pokok. Yang pokok misalnya seperti 35:27 sembahyang jenazah, badal haji, sedekah 35:32 itu sudah jelas. Intifail ini di sini 35:35 masih banyak. Ini dia menyatakan auladul 35:38 mukmin yadulunal jannah biamali abaiim. 35:43 Anak yang mati kecil 35:45 masuk surga. Kalau ada kedua orang 35:47 tuanya orang mukmin, 35:50 anak kecil kerja apa? Salat belum, puasa 35:53 belum? Kok masuk surga? Biamali abaihim. 35:58 Karena perbuatan bapaknya masih banyak 36:00 lagi. Kalau saya buka ini 21. 36:03 Tapi cukuplah dengan 36:05 yang jelas-jelas ini sudah. 36:09 Iya kan? Nah, inilah saya kira kepada 36:13 kaum muslimin saya menganjurkan, kepada 36:15 para mubaligh-mubaligh saya 36:17 menganjurkan. Tolonglah kalau Anda cuman 36:20 baru satu tahu 1 2 3 ayat, baru sat du t 36:25 hadis, tolonglah berfatwa ikuti pendapat 36:29 para ulama-ulama sebelumnya yang 36:32 mumpuni. 36:33 Memang ada 36:35 orang-orang Barat, orang-orang 36:38 orientalis itu memang mempunyai dua 36:41 program terhadap orang Islam ini. Selama 36:44 orang-orang orang-orang orientalis ini 36:47 orang-orang Barat yang mempelajari Islam 36:50 tapi tidak untuk menghidupkan Islam 36:53 untuk mencari celah-celah kesalahan 36:56 Islam tuh di mana. 36:59 Tujuan mereka orang orientalis itu dua. 37:01 Pertama, warsus sukuk fi qulubil 37:04 mukminin. 37:06 Tanamkan kebingungan, keragu-raguan umat 37:09 Islam terhadap agamanya. Ini 37:12 program-program Yahudi. 37:14 Gsus sukuk fi qulubil mukminin. Tanamkan 37:18 kebingungan terhadap orang-orang mukmin 37:21 ini. Yang kedua, attafriq bainal 37:23 muslimin. Bikin perpecahan umat Islam. 37:27 Jangan sampai umat Islam ber bersatu. 37:31 Sangat berbahaya. Maka dibikin umat 37:34 Islam berpedah belah. tidak terlepas 37:36 seperti di Indonesia ini. Kalau umat 37:39 Islam diusia bersatu misalnya partai 37:42 politiknya hanya satu, 37:44 insyaallah umat Islam kuat. Tapi 37:47 diberikanlah pecah belah untuk 37:49 melemahkan Islam. Ini tujuan orang-orang 37:52 orientalis 37:53 membak kebingungan terhadap ajaran 37:56 Islam. Dicari di mana celahnya. 38:00 Nah, untuk membingungkan ini sehingga 38:03 banyak sekarang orang Islam yang 38:04 membingungkan dengan fatwa-fatwa 38:06 tokoh-tokoh Islam sendiri. 38:10 Sedang kewajiban tokoh Islam itu untuk 38:13 bukan untuk membingungkan masyarakat, 38:16 untuk memantapkan masyarakat dalam 38:18 ajaran Islam. 38:20 Nah, maka saya minta marilah kalau kita 38:23 punyai pendapat yang agak berbeda di 38:25 antara kita, mari kita bertemu. 38:30 Wajadilhum billati hiya ahsan. Mari 38:33 berdiskusi. 38:35 Mari kita bawa ayat-ayat Quran, bawa 38:38 kitab-kitab. Mari kita berbicara 38:40 bagaimana hukumnya tahlilat. Mari kita 38:43 berbicara bagaimana mendoakan orang 38:46 mati. Mari kita berbicara berdasarkan 38:49 Al-Qur'an dan sunah Rasulullah. 38:52 Bagaimana kita mengadakan peringatan 38:54 Maulid? Mengapa? Mengapa kita mengadakan 38:56 haul? Tiap tahun kita memperingati 39:00 kematian kakek kita untuk mendoakan itu 39:04 semua. Nah, buktinya misalnya Rasulullah 39:07 itu mengadakan khul tiap tahun. Nah, 39:10 dalilnya hadis Rasulullah bahwa 39:12 Rasulullah itu berziarah bagi qubaila 39:16 Ramadan sanawian. Setiap akhir Syakban 39:19 Rasulullah ziarah ke kuburan Baki. Itu 39:22 kan berarti khol kalau tiap tahun Habib. 39:25 Tiap tahun Rasulullah ini setiap sebelum 39:28 akhir Syakban mendekati Ramadan 39:31 Rasulullah mesti ke Baki ziarah kubur 39:35 mendoakan orang-orang yang mati di Baki 39:37 ini 39:40 lah. Ini kan jelas toh Rasulullah tiap 39:42 tahun mendoakan orang mati lah. Kita 39:45 mengatakan khol tiap tahun mendoakan 39:47 kakek kita, nenek kita kok lalu enggak 39:49 boleh. Rasulullah tiap tahun 39:52 datang ke Baki mendoakan orang-orang 39:55 yang mati di Baki itu. Mengapa kalau 39:58 kita mengatakan khul kok dikatakan 39:59 bidah? 40:01 Wong Rasul kita niru Rasulullah kok 40:03 Rasulullah tiap tahun baca dalam hadis 40:06 zarobaki Quba ramadan sanawian 40:10 berarti Rasulullah mengadakan haul dong. 40:14 Mengapa Rasulullah mengadakan haul 40:16 kebagi setiap tahun? Kok tidak kok tidak 40:19 dilarang? Misalnya kita mengikuti 40:21 Rasulullah kok. Rasulullah mengadakan 40:24 apa? Ziarah kubur kebaki setiap tahun 40:27 akhir Syakban. Itu hadis jelas. Nah, 40:31 lalu kita mengghali kakek kita atau 40:34 nenek kita setiap tahun tahlilan 40:37 mendoakan kok. Lalu tidak boleh 40:41 wong kita mendoakan orang mati toh. 40:43 Iya. Loh, semua nabi tidak ada nabi 40:46 Rasulullah tiap hari Syakban kebaki. Itu 40:50 berarti khul dibagi dia berdoa kepada 40:53 orang yang di kuburan. 40:56 Nah, lah maka ini kita baca 40:59 agama ini secara menyeluruh gitu loh. 41:03 Ini yang sekarang membikin rusak ini ya. 41:05 Nauzubillah. Karena setiap mubaligh 41:07 hanya tahu satu hadis, dua hadis, tiga 41:10 hadis. tahun 1 2 3 ayat lalu berfatwa 41:13 sudah kayak ulama besar 41:17 padahal ilmunya jauh 41:20 lah. Maka kalau saya lebih baca kitab 41:22 saya kalau baca kitab baca kitabnya Imam 41:25 Syafi'i. Insyaallah saya tidak keliliru 41:28 baca tafsirnya Ibnu Abbas tafsir ini. 41:31 Mereka yang mumpuni. Saya saya belum 41:33 berhak untuk menafsirkan Al-Qur'an. 41:35 Mengapa? Karena saya tidak menguasai 41:37 Quran dari alif sampai z-nya. 41:40 Saya baru beberapa ayatlah yang 41:42 kadang-kadang saya baca, tapi Quran dari 41:45 Alfatihah Qur binas saya tidak memahami 41:48 seluruhnya. Kan begitu tuh, Habib. Ini 41:51 yang menjadi masalah. Maka dengan 41:53 beradanya radio Rasil ini saya 41:55 mengharapkan marilah kita perdalam agama 42:00 ini 42:01 di samping dengan ijtihad kita. Tapi 42:04 ijtihad kita itu selalu dikaitkan dengan 42:07 ijtihad para ulama-ulama sebelum kita 42:09 yang mumpuni l ke mereka sekarang 42:13 dicegah begini cara agen-agen Yahudi ini 42:18 merusak Islam di Indonesia. Imam Syafi'i 42:21 itu lahir pada tahun 150 Hijriah. 42:26 Wafat tahun 204 Hijriah. Berarti 1200 42:31 tahun yang lalu. Itu pikiran Imam 42:34 Syafi'i. 42:36 Masa kita yang hidup sekarang dengan 42:38 teknologi yang canggih, kita harus 42:41 mengikuti berpikirnya orang yang 1000 42:43 tahun yang lalu. Nah, ini kayak benar. 42:48 Kayak benar tuh, Habib. Enggak benar 42:50 kayak 42:52 kayak benar kan gak benar kan? Nah, ini 42:54 mereka. Nah, kita tidak berpikir bahwa 42:58 yang namanya kebenaran ini tidak kenal 43:01 tempat, tidak kenal waktu. 43:04 Kebenaran itu mutlak, 43:07 tidak kenal tempat, tidak kenal waktu. 43:10 Saya contohnya misalnya 2 * 2 = 4. Sejak 43:14 kapan, Habib? 43:17 Apa Habib mau ditinjau kembali? 2 * 2 43:20 sama 4 kita tinjau kembali. Itu kan 43:23 otaknya yang miring toh. Kebenaran itu 43:27 tidak kenal tempat, tidak kenal waktu. 43:31 Tapi mereka membikin supaya kita ini 43:33 lepas daripada ulama itu. Imam Syafi'i 43:37 berpikir 1000 tahun yang 1000 tahun yang 43:39 lalu. Masa kita yang hidup sekarang ini 43:42 sudah serba modern masih mau ikut 43:45 pemikiran 1000 tahun yang itu dan kita 43:47 diajak mundur. Nah, gitulah BB cara dia 43:50 untuk menipu kita supaya kita lepas dari 43:54 ulama. Iya. 43:56 Lalu kita berpikir sendiri yang sesat 43:58 tidak mau kepada ulama lah. Ini 44:01 cara-cara mereka itu untuk memisah kita 44:05 dengan ulama. Lah kita jawab kebenaran 44:08 ini tidak kenal tempat, tidak kenal 44:11 waktu. Di mana pun benar dan kapan pun 44:14 benar itulah kebenaran mutlak. Lah 44:16 sekarang kalau Anda akan mencela Imam 44:18 Syafi'i berpikir 100 tahun 1000 tahun 44:21 yang lalu, persilakan. 44:24 Apa yang dilahirkan pemikiran Imam 44:26 Syafi'i? Ilmu ushulil fikih 44:30 itu awalu mau ilmi usul fikih al Imam 44:33 Syafi'i. Lah kaidah ushul fikih itu apa 44:36 tidak up to date sampai sekarang? 44:40 Sekarang misalnya Imam Syafi'i 1000 44:41 tahun yang lalu berkata, "Maslatul 44:43 jami'i muqaddam al maslatil fardi." 44:47 Kepentingan umum harus didahulukan 44:49 daripada kepentingan pribadi. 44:52 Tidak dilarang pertikan pribadi dalam 44:54 Islam, Habib. 44:56 Bohong. Kalau dia berkata, "Saya tidak 44:57 ada kepentingan pribadi." Itu bohong. 45:00 Kepentingan pribadi diperbolehkan kok 45:02 oleh Islam dengan syarat kalau bentrokan 45:05 dengan kepentingan umum, kepentingan 45:07 umum yang didahulukan, pribadinya 45:09 mundur. Kira-kira kaidah ini masih h 45:14 berlaku enggak kira-kira, Bib? Ini 45:16 pemikiran maksudnya 1000 tahun yang 45:17 tahu, tapi kan bagus toh. 45:20 Betul. 45:20 Darul mafasid muqaddam ala jalbil 45:23 masaleh. Mencegah bahaya itu harus 45:26 didahulukan daripada mengambil 45:27 manfaatnya. 45:31 Pikiran Imam Syafi'i itu habib 45:34 alangkah indahnya pikiran ini. 45:37 Kata Imam Syafi'i, waid tafsadatani 45:42 ruumaon 45:44 biriktika. 45:46 Kalau kau harus mengerjakan dua bahaya 45:49 yang kau tidak bisa menghindarkan dari 45:51 dua bahaya ini, kalau bisa hindarkan 45:54 tapi kau tidak mungkin harus mengerjakan 45:57 salah satunya. Pilih, kerjakan yang 46:00 lebih kecil bahayanya untuk 46:02 menghindarkan yang lebih besar. 46:05 Apa ini tidak up to date untuk sekarang? 46:08 Coba buktikanlah mana pemikiran Imam 46:10 Syafi'i yang sudah ketinggalan zaman. 46:12 Tolong berikan kepada saya. 46:17 Ini masih banyak kaidah usul fikih nih, 46:19 K Habib. 40 kaidah lebih Imam Syafi'i 46:21 bikin itu kaidah ilmu ushulilulil fikih 46:24 ini 46:25 sehingga menjadi rujukan kita. 46:29 Kok dikatakan bagaimana kita sudah obat 46:33 modern, 46:34 hidup kita lain dengan hidupnya Imam 46:36 Syafi'i. Masa kita harus ikut pikiran 46:39 orang yang 1000 tahun yang lalu kita 46:41 mundur. Nah, itulah kata-kata orang 46:44 sekarang. 46:45 untuk memisahkan ulama dengan 46:47 pengikutnya. 46:51 Wah, banyak kalau saya ceritakannya 46:52 kebenaran. Nah, saya kira cukup 46:56 sekianlah untuk disiarkan nanti sampai 46:59 ketemu di acara lain gitu. 47:01 Insyaallah. Insyaallah Ustaz Zin 47:03 barangkali ingin menambahkan. 47:04 Kita bukan nambahkan tapi kita ingin apa 47:06 namanya paling enggak menyampaikan 47:08 kebahagiaan kita dalam pertemuan ini dan 47:11 juga mendukung apa yang beliau 47:13 sampaikan. 47:14 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 47:16 Bismillahirrahmanirrahim. 47:18 Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan 47:21 katsiran thyiban mubarokan fih kama 47:25 yuhibbuna. 47:27 Allahumma shi wasallim wik 47:29 abdikaulikaidina 47:31 wa nabina muhammadin waibinati 47:39 yaumiddin allahumina minika rahmah 47:43 waimnaadunka 47:44 ilman nafam 47:50 yang saya hormati saya cintai 47:52 Kia Hukr Makmun yang merupakan sahabat 47:55 orang tua saya dan beliau 47:57 dan sahabat Habib. 48:00 Masyaallah tabarakallah kita bahagia 48:02 sekali dan alhamdulillah beliau termasuk 48:04 orang yang amat-amat dicintai oleh orang 48:06 tua saya sebagai seorang kiai yang 48:08 istiqamah di jalan Allah tidak 48:10 terpengaruh oleh bujuk rayu dunia 48:12 menyampaikan kebenaran, membimbing umat 48:16 dan mendidik alhamdulillah 48:17 generasi-generasi muda untuk berpegang 48:20 teguh kepada kitab Allah Subhanahu wa 48:22 taala dan sunah-sunah nabinya. dan tidak 48:25 sama sekali menimbulkan fitnah dengan 48:28 memecah belah. Justru beliau mengajak 48:30 umat untuk bersatu, berpegang kepada 48:32 prinsip-prinsip Islam yang sama. 48:35 Semoga Allah panjangkan umur beliau. 48:37 Amin. 48:38 Allah subhanahu wa taala berkahi 48:39 perjuangan beliau, terima seluruh 48:41 kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan 48:43 dan ampuni kesalahan-kesalahan beliau. 48:45 Dan mudah-mudahan kumpulkan beliau 48:47 bersama Nabi kita Muhammad sallallahu 48:49 alaihi wasallam, para keluarga, para 48:51 sahabatnya yang mulia. 48:53 Amin. Amin. Amin. Ya Allah. itu pula 48:54 para 48:57 [Musik] 48:58 kemudian Ustaz Isa yang menemani kita. 49:00 Demikian pula Ustaz Keri ada Akh Im 49:04 Neza, seluruh kerabat kerja di studio, 49:06 seluruh keluarga besar Radio 49:08 Silaturahim, begitu pula kepada para 49:10 pendengar pemirsa radio TV Silaturahim 49:13 yang dirahmati Allah. 49:15 Seluruh kaum muslimin dan muslimat. 49:16 Salamullahi warahmatullahi wabarakatuh. 49:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:21 wabarakatuh. Tadi telah kita dengarkan 49:24 uraian 49:25 narasi yang disampaikan oleh K. H. Syukr 49:28 Makmun yang bermanfaat bagi kita semua 49:31 yang mengajak betul-betul untuk 49:34 bersatu di jalan Allah Subhanahu wa 49:36 taala. 49:37 Apa yang beliau sampaikan 49:39 merupakan hal-hal yang perlu diketahui 49:41 oleh umum. 49:44 Sebagaimana yang beliau terangkan tadi 49:46 kesalahan yang terjadi di tengah-tengah 49:48 kita. Sebagian orang mengambil ayat 49:51 sepotong-sepotong tidak mengaitkan 49:53 dengan ayat-ayat yang lain. Padahal 49:56 dalam suratul Hijri Allah telah 49:58 mengancam dan mengingatkan mereka-mereka 50:00 yang melakukan hal seperti ini. Allah 50:03 berfirman, "Kama anzalna alal muqtasimin 50:06 alladina jaalul quranaidinabbikaasalahum 50:11 ajmain." 50:14 Kami telah memberikan 50:15 peringatan-peringatan kepada umat 50:17 sebelum kita. Allah mengatakan kepada 50:20 umat-umat sebelum umat Nabi kita 50:22 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan 50:25 Allah memberikan peringatan khusus 50:27 kepada para mukhtasin. 50:30 Siapa mereka? 50:31 jaul quridin itu mereka-mereka yang 50:34 menjadikan Al-Qur'an tercabik-cabik, 50:36 terpecah-pecah ubuwan-ubuwan mufarqo 50:40 bukan merupakan ayat mutarabitah saling 50:43 menerangkan, menjelaskan satu sama lain, 50:45 tapi mereka menjadikan Al-Qur'an 50:48 sebagai kitab yang terpecah-pecah 50:52 dan tidak sama sekali memahaminya dalam 50:55 satu kesatuan. Maka demi Tuhanmu wahai 50:58 Rasulullah, kami akan bertanya kepada 51:00 mereka amal tentang apa yang mereka 51:03 perbuat. 51:05 Karena menafsirkan Al-Qur'an 51:07 sepotong-sepotong bukan dalam satu 51:08 kesatuan akan menimbulkan fitnah. 51:11 Oleh karena itu ketika Amirul Mukminin 51:13 Alib Abi Thalib Alaih Salam membaca 51:15 firman Allahu nazala ahsanal hadan 51:19 mutasyabiharu 51:23 julinaahumikrillah 51:28 beliau mengatakan 51:30 alquran yufassiru ba'du baadu bau bain 51:36 bau 51:38 qur 51:40 Quran saling menerangkan, menjelaskan 51:43 satu sama lain. 51:45 Sebagian ayatnya bersaksi atas ayat-ayat 51:48 yang lain. Begitu pula sebahagiannya 51:51 menegaskan apa yang ditegaskan pada 51:53 ayat-ayat yang lain. Maka jangan 51:55 benturkan ayat Al-Qur'an satu sama lain. 51:58 Nah, dalam kasus yang kita bahas pada ee 52:03 hari ini, 52:05 sebagian kalangan mengatakan bahwasanya 52:08 amalnya orang-orang yang hidup tidak 52:10 bermanfaat bagi mereka-mereka yang telah 52:12 meninggal dunia. 52:14 Kalau kita bertanya, "Bagaimana amal 52:15 orang-orang yang meninggal bagi yang 52:17 hidup?" 52:19 Kita perhatikan bersama-sama 52:21 pada ayat yang dibacakan tadi. Waaisa 52:24 lil insani illa masa. 52:27 bahwasanya manusia tidak akan 52:28 mendapatkan kecuali hasil usaha. Ini 52:30 merupakan fakta yang tidak diingkari. 52:33 B setiap orang dengan usahanya dia akan 52:35 terima baik ataupun buruk. Tapi tidak 52:38 menafikan amal-amal orang lain. Tapi 52:42 jangan kita berharap orang lain beramal 52:44 untuk kita sedang kita tidak berusaha. 52:46 Jadi ayat ini menegaskan kita untuk 52:47 berusaha berjuang mempersiapkan bekal 52:50 kita. 52:51 Tapi rahmat kemurahan Allah Subhanahu wa 52:53 taala di antara orang yang beriman 52:55 walaupun berbeda suku bangsa ya walaupun 52:58 berbeda masa, berbeda generasi ternyata 53:01 Allah subhanahu wa taala menghubungkan 53:04 mereka melalui hubungan yang amat indah 53:07 sebagaimana dalam surah alhasyr 53:09 walladina ja ba'dihim yaquulunaagfirlana 53:13 waliikhwanina 53:14 sabaqu bilan wjal fiubinaan lilladina 53:18 amanuana inakafurahim 53:21 Ayat ini merupakan apa? Merupakan 53:23 bimbingan petunjuk Allah bagi 53:25 orang-orang yang datang setelah kaum 53:27 Muhajirin dan Anshar. Setelah Allah 53:29 memuji kaum Muhajirin yang berhijrah, 53:32 berjuang di jalan Allah karena 53:33 mengharapkan keridaan Allah. Menyebut 53:35 kaum ansar yang menyambut mereka 53:37 mengutamakan kaum Muhajir dari diri 53:39 mereka sendiri. Lalu Allah Subhanahu wa 53:42 taala tawarkan kita yang tidak bergabung 53:44 bersama mereka untuk berkumpul bersatu 53:47 pada bimbingan dan petunjuk berikutnya. 53:49 Dan mereka-mereka yang datang setelah 53:51 kaum Muhajirin, kaum Ansar, orang-orang 53:54 yang berjuang di jalan Allah Subhanahu 53:55 wa taala yaquulunaagfirlana 53:59 waliikhwanina 54:01 sabaqu. 54:03 Mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, 54:05 ampunilah dosa-dosa kami. 54:08 Demikian pula dosa orang-orang yang 54:10 mendahului kami dengan keimanan." 54:15 Dan jangan sisakan dalam hati kami 54:17 sedikit pun kebencian terhadap orang 54:18 yang beriman. 54:20 Wagfirlana, ampuni dosa kami ya Allah. 54:22 Innaka raufur rahim. Engkau maha 54:23 penyantun lagi maha penyayang. Hubungan 54:26 yang indah Allah Subhanahu wa taala 54:28 hubungkan antara mereka-mereka yang 54:30 hidup dengan orang-orang yang meninggal 54:31 dunia. Apabila kita setia mendoakan 54:34 orang-orang yang telah mendahului kita 54:36 dengan keimanan, begitu kita meninggal 54:38 dunia kita mendapatkan juga doa dari 54:40 orang-orang yang beriman untuk kita. 54:42 Tapi yang enggan untuk mendoakan 54:43 orang-orang yang beriman yang telah 54:45 mendahului dirinya dengan keimanan maka 54:47 jangan mengharapkan dia mendapatkan doa 54:48 kelak di saat dia meninggal dunia dari 54:50 orang-orang yang beriman. 54:53 Sebagaimana doa orang-orang yang hidup 54:56 bermanfaat bagi mereka yang meninggal 54:58 dunia. Begitu pula amal yang hidup 55:00 sebagaimana yang tadi Kia Syukran 55:02 jelaskan sebagai contoh salat jenazah. 55:05 Begitu pula sedekah dari seorang wanita 55:07 untuk orang tuanya. Begitu pula seorang 55:10 anak yang menghajikan orang tuanya 55:12 ketika dia mengatakan, "Ya Rasulullah, 55:15 orang tua saya meninggal belum melakukan 55:17 kewajiban Islam, yaitu melakukan ibadah 55:19 haji. Apakah saya dapat menggantikan 55:22 dirinya?" Rasulullah menjawab, 55:27 "Kalau orang tua kamu berhutang, kamu 55:29 lunasi enggak hutangnya?" Dia 55:30 mengatakan, "Nam, ya Rasulullah, fadaq." 55:34 Maka hutang Allah lebih apa? Lebih utama 55:36 untuk kamu apa? kamu bayar. Kamu sebagai 55:38 seorang anak, kamu sebagai pewaris orang 55:41 tua kamu. Sebagaimana mewariskan juga 55:43 apa? Mewariskan harta, kamu juga 55:44 mewariskan tanggung jawab orang tua kamu 55:46 yang terjadi antara dia dengan manusia 55:48 ataupun antara dia dengan Allah 55:50 subhanahu wa taala. 55:52 Begitu juga seorang datang, "Ya 55:53 Rasulullah dalam hadis yang sahih, 55:57 orang tua saya meninggal dunia, dia 55:59 belum menjalankan kewajiban puasanya 56:01 adalah hutang puasa. Apakah saya dapat 56:03 menggantikannya?" Rasulullah sallallahu 56:05 alaihi wasallam juga membenarkan, 56:08 memerintahkan orang tersebut untuk 56:10 menggantikan orang tuanya. Saya ingat 56:12 pada zaman kita, kanak-kanak, 56:13 orang-orang tua kita yang saleh, di saat 56:16 dia dalam keadaan sakit, tidak mampu 56:19 menjalankan salat apalagi dalam keadaan 56:21 koma atau dia meninggal dunia ada hutang 56:23 salat yang tidak dilakukan. Dia pesan 56:25 pada anak-anaknya, "Kamu salat, gantikan 56:28 salat saya." 56:30 Ini menjelaskan bagaimana hubungan 56:31 antara anak dan orang tua. 56:34 Lalu kita bertanya, "Apakah Allah butuh 56:36 salat anaknya?" Tidak. Tapi Allah 56:38 mencintai amal-amal kebaikan yang 56:40 dilakukan anak untuk orang tuanya. Dia 56:41 menunjukkan kebaktian. Jadi, 56:44 anak-anaknya waktu orang tuanya 56:45 meninggal dunia katakan dalam keadaan 56:46 sakit tidak mampu salat, dibagi di 56:48 antara anak-anaknya. Ada yang melakukan 56:50 salat subuh, ada yang melakukan salat 56:53 zuhur, ada yang asar. Ini bentuk 56:55 kebaktian antara anak dan orang tua. 56:59 Dan subhanallah kita saksikan bagaimana 57:02 amal orang lain bermanfaat untuk orang 57:04 lain apabila sama-sama dalam keimanan. 57:08 Allah Subhanahu wa taala terangkan dalam 57:09 surah Tur. Walladzina amanu wattabaatum 57:14 durriyatuhum biimanin alhaqna 57:17 bihimriyatahum wnahum min amalihim min 57:22 bima kasaba q. Dan orang-orang yang 57:24 beriman diikuti oleh anak-anak cucu 57:27 mereka dalam keimanan. Allah akan 57:30 satukan mereka walaupun dalam apa? 57:32 Tingkatan amal berbeda. Allah kumpulkan, 57:35 satukan mereka tanpa mengurangi amal 57:37 yang lebih tinggi. Katakan orang tuanya 57:39 berkedudukan tinggi, anaknya di bawah 57:40 sama-sama beriman, anak diangkat sejajar 57:43 dengan orang tuanya demi kesempurnaan 57:45 kebahagiaan mereka tanpa mengurangi 57:47 pahala amal orang tuanya. Kalau dalam 57:50 hitungan sekolah kan tidak. Ada angka 9, 57:52 7, 8, 6. kemudian disatukan diberikan 57:54 angka rata-rata kan. Kalau ini tidak 57:56 tanpa mengurangi amal yang lebih tinggi 57:58 Allah gabungkan ya yang di bawah bersama 58:01 orang tuanya atau orang tua amalnya 58:03 lebih rendah mempunyai anak yang saleh 58:05 yang berjuang di jalan Allah mati dalam 58:08 keadaan syahid orang tuanya digabungkan 58:10 bersama anaknya untuk menyempurnakan 58:11 kebahagiaan mereka. Hubungan yang begitu 58:14 indah antara yang hidup dengan yang 58:16 wafat. Antara yang wafat dan orang-orang 58:18 yang hidup. Kita lihat dalam suratul 58:20 Kahfi mengisahkan kisah antara Musa 58:24 alaihialatu wasalam dengan 58:28 abdun min ibadillah. Ada yang menamakan 58:30 khibir, ada yang mengatakan dia bukan 58:32 khibir. Yang jelas cerita dalam kisah 58:35 ini penting untuk kita pahami. 58:38 Ketika 58:40 Musa alaihialatu wasalam mengingkari apa 58:43 yang dilakukan, ketika Musa alaihi 58:45 salalatu wasalam mengingkari apa yang 58:46 dilakukan oleh teman perjalanan yang 58:48 saleh ini ketika dia memperbaiki apa? 58:51 Memperbaiki sebuah dinding yang hampir 58:53 runtuh. 58:55 Padahal ketika datang kepada beberapa 58:58 orang dari penduduk tempat tersebut 59:00 untuk minta dijamu, mereka tidak siap 59:01 untuk menjamu. Ini menunjukkan bagaimana 59:03 warga tersebut yang kikir dan tidak 59:06 mempunyai akhlak pekerti yang luhur. 59:08 Tahu-tahu dalam keadaan letih, lelah 59:10 habis menempuh perjalanan khibir atau 59:13 abdun min ibadillah itu memperbaiki 59:15 dinding rumah tersebut. Musa mengatakan, 59:18 "Kalau kamu mau, kamu bisa kerja untuk 59:21 mendapatkan upah. 59:24 Tapi kamu lakukan usaha yang sia-sia. 59:27 Akhirnya langsung dia memberikan 59:29 penjelasan. 59:31 jidar 59:36 madinah. 59:54 Kalau kamu ingin bertanya apa hikmah di 59:56 balik pekerjaan saya yang aneh, yang 59:57 kamu lihat aneh, ketahuilah 1:00:00 bahwa dinding ini milik dua anak 1:00:03 laki-laki yang bekerja atau berdiam di 1:00:05 kota. Dan orang tuanya dulu orang yang 1:00:08 saleh. Kesalehan orang tua ini sudah 1:00:10 meninggal dia. Wana abuhuma shihah. 1:00:13 Bahkan lebih ekstrem lagi sebagian orang 1:00:15 mengatakan ini kakeknya yang ketujuh. 1:00:17 Wakana abuhuma shiha wana 1:00:19 tahtahuanahuma. Di bawah dinding ini ada 1:00:22 harta benda yang ditinggalkan orang 1:00:24 tuanya untuk anak-anaknya. Tapi 1:00:26 anak-anak masih kecil. Kalau diserahkan 1:00:28 kepada mereka di tengah warga yang 1:00:30 bobrok tersebut, niscaya mereka akan 1:00:32 bernasib malang. Faarbuka 1:00:35 asudah. Tuhanmu ingin kedua-duanya 1:00:38 sampai pada basa dewasa 1:00:40 kanzahuma. Mengeluarkan harta yang 1:00:42 ditinggalkan orang tuanya bagi mereka. 1:00:44 Aku lakukan semua ini bukan dengan 1:00:46 kemauanku, tapi itulah takwil atas apa 1:00:49 yang kamu tidak mampu bersabar. Kita 1:00:51 lihat Nabi Allah Musa alaihialatu 1:00:53 wasalam menghadapi cobaan seperti ini. 1:00:56 Akhirnya terbuka matanya. Begitu pula 1:00:58 kita semua wu minal ilmi illa qila. Kamu 1:01:02 tidak diberikan ilmu kecuali sedikit 1:01:04 sekali. Jadi firman Allah waaisa lil 1:01:06 insani illa masaah ini sebetulnya 1:01:10 merupakan pendidikan dari Allah agar 1:01:12 kita tidak mengandalkan orang tua kita, 1:01:14 mengandalkan orang lain untuk beramal 1:01:16 bagi kita tapi kita bekerja rahmat Allah 1:01:19 Subhanahu wa taala menerima doa-doa 1:01:22 orang-orang lain untuk kita. Nah, begitu 1:01:24 pula amal anak-anak kita yang diniatkan 1:01:27 untuk kita bahkan tanpa dia mengatakan, 1:01:29 "Ya Allah, kirimkan amal-amal saya untuk 1:01:31 orang tua saya, amal anak-anak yang 1:01:33 saleh dari orang tuanya membesarkan 1:01:35 mereka otomatik akan sampai pada 1:01:37 mereka." Sebagaimana dalam surat Yasin, 1:01:39 inna nahnu nuhyil mautaubu ma qadamu 1:01:43 waahum wain ahsaahu fi imam mubin. Kami 1:01:47 akan menghidupkan orang yang mati di 1:01:48 samping kami mencatat amal mereka 1:01:50 langsung, apa yang mereka tinggalkan? 1:01:52 anak-anak mereka, kebaikan-kebaikan yang 1:01:55 mereka lakukan subhanallah juga akan 1:01:58 bermanfaat sebagai investasi mereka. 1:02:01 Bayangkan waarahum kullama tarakahum 1:02:04 arar. Baik itu anak, baik itu keluarga 1:02:07 yang dididik, dibesarkan dan segala 1:02:08 kebajikan. Allah Subhanahu wa taala 1:02:11 hitung sebahagian investasi bagi orang 1:02:13 tuanya. Kalau orang tuanya mendidik 1:02:15 mereka dalam kebaikan dan semua 1:02:17 terkumpul dalam kitab yang akan 1:02:19 mencatat, menjelaskan semua amal mereka. 1:02:21 Oleh karena itu kalau orang tua 1:02:22 mengabaikan pendidikan anaknya hingga 1:02:24 anaknya rusak, dia juga memiliki saham 1:02:27 atas perbuatan anak-anaknya. 1:02:30 Nah, mereka mengatakan di antara dalil 1:02:32 mereka yang mengatakan tidak ada manfaat 1:02:34 bagi amal orang-orang yang hidup bagi 1:02:36 yang meninggal dunia mereka berdaya 1:02:38 dengan sebuah hadis idu adamanq min 1:02:41 amalihi illa min. Kalau anak Adam 1:02:43 meninggal dunia, 1:02:45 maka 1:02:48 putus semua apa? amal-amal yaqot 1:02:52 min amalihi amalnya terputus kecuali 1:02:55 tiga yaitu walad saleh yadulahu anak 1:02:59 saleh yang mendoakan dirinya kemudian 1:03:01 sodqah jariah kemudian yang ketiga 1:03:05 ilmun yuntaf yang mengherankan mereka 1:03:08 ketika memahami hadis ini tidak 1:03:09 dihubungkan dengan firman Allah 1:03:11 walladzina jau min ba'dihim 1:03:12 yaqulunbanaagfirana walikhwadina sabaqu 1:03:15 bil iman mesti kan dikaitkan oleh karena 1:03:17 itu ibnu taimiyah sendiri yang merupakan 1:03:19 sosok rujukan bagi kalangan salafi yang 1:03:22 kebanyakan mereka menolak 1:03:25 amal orang yang hidup bagi yang 1:03:26 meninggal dunia. Beliau mengatakan, 1:03:28 "Yang putus bukan amalnya yang hidup. 1:03:31 Yang putus amalnya yang meninggal dunia 1:03:33 sudah enggak bisa salat lagi, enggak 1:03:34 bisa puasa lagi, enggak bisa beribadah 1:03:36 lagi. Karena sudah apa? Berakhir masa 1:03:37 ujiannya. Tapi amal yang hidup, doa 1:03:40 kebaikan yang mereka lakukan tidak 1:03:42 terputus bagi yang meninggal dunia." 1:03:44 Oleh karena itu, hubungan di antara 1:03:46 orang yang beriman baik mereka yang 1:03:49 hidup wajib untuk dijaga dan hati 1:03:52 dihapuskan dari kebencian. Malah kita 1:03:54 melakukan pendekatan, diperintahkan 1:03:55 menaburkan salam. Kemudian yang hidup 1:03:57 jangan lupa kepada orang-orang yang 1:03:59 mendahuluinya mendoakan mereka baik 1:04:01 dikenal maupun tidak dikenal. Ini 1:04:02 merupakan bimbingan langsung. Dan ini 1:04:04 merupakan apa? Merupakan golongan ketiga 1:04:08 yang Allah tawarkan bagi kita. Mau 1:04:10 enggak masuk dalam golongan ketiga 1:04:11 tersebut? di luar Muhajirin Ansar. Yang 1:04:14 ketiga ini merupakan kesempatan bagi 1:04:17 kita untuk bergabung di dalamnya dengan 1:04:18 hati yang jauh dari kebencian, 1:04:20 permusuhan, penuh dengan kecintaan. Maka 1:04:22 dalam kesempatan 1:04:24 hari ini saya berbahagia sekali dapat 1:04:27 berjumpa dengan kita punya kecintaan K. 1:04:29 H. Syukran Makmun, kecintaan saya punya 1:04:31 orang tua dan bahagian dari kebaktian 1:04:33 saya pada orang tua. Menghubungi 1:04:35 orang-orang yang dihormati, dicintai 1:04:37 oleh orang tua saya. Mudah-mudahan Allah 1:04:39 Subhanahu wa taala berikan keberkahan 1:04:42 yang sebesar-besarnya untuk beliau, 1:04:44 untuk keluarga beliau, begitu pula untuk 1:04:46 kita semua. Dan Allah Subhanahu wa taala 1:04:48 jadikan kata-kata yang kita ucapkan 1:04:50 semua kata-kata yang akan menyelamatkan 1:04:52 kita membuka pintu rahmat Allah. Bukan 1:04:54 kata-kata dan ucapan yang menutup rahmat 1:04:57 Allah dan menjauhkan kita dari rahmat 1:04:59 dan ampunannya. Subhanakallah wabihamdua 1:05:03 ilahailla an astagfirukaum. 1:05:07 Wasalamualaikum warahmatullah 1:05:08 wabarakatuh. 1:05:09 Waalaikumsalam. 1:05:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:11 wabarakatuh. 1:05:12 Baik ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:05:14 subhanahu wa taala. Itu tadi pemaparan 1:05:17 dari K. H. Syukron Mammun dan Ustaz 1:05:18 Husin bin Hamid Al-Attas. Mudah-mudahan 1:05:20 apa yang didiskusikan pada hari ini bisa 1:05:23 bermanfaat buat ikhwan akhwat sekalian, 1:05:24 bisa membuka pikiran ikhwan akhwat 1:05:26 sekalian, dan menjadi wasilah hidayah 1:05:29 buat kita semua, buat ikhwan akhwat, 1:05:31 buat kami yang berada di sini dan juga 1:05:33 buat kru-kru sekalian. Dan doakan ikhwan 1:05:37 akhwat supaya kita bisa istikamah tetap 1:05:40 berada di jalan Allah subhanahu wa 1:05:42 taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. 1:05:44 Baik akhwat saya salahf mohon undur 1:05:46 diri. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:05:49 wabarakatuh. warahmatullahi wabarakatuh.