Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brazil 0:19 [musik] 0:28 [musik] 0:30 Bismillahirrahmanirrahim. 0:31 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:33 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:36 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:38 warahmatullahi wabarakatuh. 0:40 Waalaikumsalam. 0:40 Ikhwan dan akhwat, pendengar ada 0:42 silaturahim dan juga pemirsa Rasil TV 0:44 yang dirahmati Allah. Alhamdulillah kita 0:46 kembali berjumpa Nawat di Senin ee pagi 0:50 hari ini pagi menjelang siang tanggal 5 0:53 Jumadil Awal 1447 Hijriah atau tanggal 0:57 27 Oktober 2025. Kembali hadir acara 1:01 jendela sekolah bersama Insan Mandiri 1:05 Cibubur. Telah hadir di sini Ibu Lulu 1:09 Alawiyah, Kepala Sekolah SMPIT Insan 1:12 Mandiri Cibubur. Juga ada Bapak Manarul, 1:15 Kepala Sekolah SMAIT Insan Mendiri 1:17 Cibubur. Juga ada Ibu Nuning Waka 1:20 Kurikulum SMP apa SM eh semua ya 1:24 SMP Insan Mendubur. 1:26 Saya sapa Ibu Lulu Alawiyah. 1:27 Asalamualaikum Ibu Lulu. Waalaikumsalam 1:29 warahmatullahi wabarakatuh. 1:31 Alhamdulillah sehat. 1:32 Ini sudah kesekian [berdehem] kali ya di 1:33 Rasil ya? 1:34 Iya beberapa kali. 1:35 Iya sering ya. Masyaallah. Juga ada 1:38 Bapak Manarul. Asalamualaikum Pak 1:39 Manarul. 1:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:41 wabarakatuh. 1:42 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Gimana 1:44 sekolah masih ini ya? Makin ramai aja ya 1:46 kayaknya. 1:46 Amin. Insyaallah. Insyaallah. Amin. 1:49 Ibu Nuning juga nih hadir. 1:51 Asalamualaikum Ibu Nuning. 1:52 Waalaikumsalam. 1:53 Sehat Ibu? 1:54 Alhamdulillah. 1:55 Masyaallah. Saya langsung ke Ibu Lulu 1:58 ya. Ini kita tema kita tentang ee 2:01 membangun literasi di era digital. Nah, 2:04 ke Ibu Lulu ya. Dari perspektif kepala 2:07 sekolah nih, bagaimana Ibu melihat 2:08 kondisi literasi anak-anak Indonesia 2:10 saat ini? Literasinya seperti apa di 2:12 zaman sekarang ini? Genzit e zaman di 2:15 era digital saat ini ya. Sebenarnya 2:17 cukup menyedihkan kalau kita bicara ee 2:20 siswa-siswa di Indonesia secara umum. 2:22 Iya. 2:23 Karena ee apalagi yang viral baru-baru 2:26 ini itu beberapa waktu lalu sempat viral 2:29 di ee media sosial. Ada loh anak SMP 2:33 belum bisa membaca. 2:34 Oh, ada ya 2:35 ada beberapa anak ee SMA itu 2:39 tambah-tambahan masih kurang 2:42 dan sebagainya. Itu cukup sangat 2:44 menyedihkan. Dan kalau bicara data e 2:46 bisa menyebutkan bahwa 30% 2:49 siswa Indonesia hanya 30% yang memiliki 2:53 kemampuan literasi yang memadai ataupun 2:55 cukup. He. 2:56 Kalau data dari UNESCO satu dari 1000 2:59 orang siswa di Indonesia yang rajin 3:02 membaca. Hanya satu dari 1000 orang. 3:04 Aja yang Masyaallah. 3:06 Luar biasa. Apalagi di era digital saat 3:08 ini eh anak-anak tuh terbiasa membaca ee 3:13 atau menerima informasi dengan cepat 3:15 sehingga mereka ee kekurangan minat 3:17 untuk membaca informasi. Kalau zaman 3:20 dulu kan kita masih ada koran gitu ya. 3:22 Iya 3:22 gitu. Kalau di koran itu kan informasi 3:24 masih ada prosesnya ya. 3:26 Ada ee ada 3:28 Heeh. Ada prosesnya, ada proses 3:30 berpikirnya tuh masih disebutkan di 3:32 koran. Tapi saat ini anak-anak hanya 3:34 dengan highlight dia sudah bisa 3:35 menyimpulkan 3:36 hanya judulnya aja dia baca. 3:38 Iya. 3:39 Sekarang ada clickbait dan sebagainya 3:41 gitu. Itu yang cukup menyedihkan. 3:43 Literasi anak-anak saat ini sangat 3:45 memprihatinkan di Indonesia secara umum. 3:47 Hm. 3:48 Seperti itu. 3:49 Peran medsos juga besar sekali gitu ya 3:51 mempengaruhi. 3:52 Betul. Betul. peran Mesos dan juga ee 3:54 akses sebenarnya 3:56 anak-anak Indonesia ini terbatas dengan 3:58 akses-akses buku dan sebagainya seperti 4:01 perpustakaan-perpustakaan 4:03 ee daerah itu hanya sangat sedikit di 4:04 Indonesia, hanya di daerah-daerah besar 4:06 saja 4:07 gitu dan juga ee ya akses sebenarnya sih 4:10 akses juga ya. 4:11 Heeh. 4:13 Di Insan Mandiri apakah murid-murid 4:16 diajarkan untuk membaca gitu, mencintai 4:18 membaca itu bagaimana? Iya. 4:20 Alhamdulillahnya eh karena anakir itu 4:23 saya masih e katakan sama mereka, 4:25 "Kalian tuh punya privilege yang sangat 4:26 besar gitu ya." 4:28 Karena mereka kan kalau di e Insan 4:30 Mandiri khususnya boarding anak-anak 4:32 tidak diperbolehkan membawa gadget. 4:34 Nah, itu dia positifnya ya. 4:35 Betul. [tertawa] Jadi mereka 4:37 dibatasi 4:37 Betul. Mau enggak mau 4:38 penyebab utamanya itu 4:39 Iya. Mau enggak mau saat mereka bosan 4:42 yang mereka cari buku. 4:43 Heeh. 4:44 Hiburan mereka satu-satunya ya buku 4:46 gitu. Jadi, perpustakaan itu cukup ramai 4:49 dan bahkan kalau misalnya perpustakaan 4:51 tutup 1 hari aja, wah itu protesnya luar 4:53 biasa gitu anak-anak. 4:55 Karena itu hiburan mereka. Dari situ 4:57 muncul minat baca, alhamdulillah juga 4:59 mulai meningkat literasinya dari ee 5:02 budaya tadi 5:03 karena mereka dibatasi gadgetnya seperti 5:05 itu. 5:06 Tapi ada juga yang bilang katanya orang 5:08 tuh kebanyakan ee Genj sekarang itu 5:11 kalau membaca itu dia cuma memahami 5:12 teksnya aja, 5:14 tidak memahami makna bacaan tersebut. 5:15 Apakah bagaimana menurut? 5:17 Betul. Iya, betul. Betul sekali. Ee 5:19 sebenarnya tergantung usia ya, 5:21 tergantung usia. Di saat anak-anak SMP 5:23 seharusnya ketika dia membaca dia sudah 5:26 memahami ee maknanya dan dia sudah bisa 5:28 mengkorelasikan dengan dirinya dia 5:30 gitu. Tapi saat ini karena tadi ee 5:33 data-data yang kita sebutkan bahwa 5:35 anak-anak literasinya sangat rendah 5:37 sehingga banyak sekali anak-anak yang 5:39 sudah usianya SMP. harusnya dia sudah 5:41 mulai memahami, menalar, dan 5:43 mengkonsepkan dengan dirinya dia. Tapi 5:45 dia hanya bisa membaca dan enggak paham. 5:48 Contoh paling ee sederhana, ayat-ayat 5:50 Al-Qur'an. 5:51 Heeh. He. 5:52 Anak-anak itu membaca ayat Al-Qur'an, 5:55 ayo baca artinya. Sudah baca artinya, 5:57 maksudnya apa? Itu jarang sekali 5:59 anak-anak yang bisa paham maksud dari 6:01 arti. Padahal itu sudah bahasa Indonesia 6:04 gitu. 6:05 mungkin bisa jadi karena tidak terbiasa 6:07 dengan literasi atau juga mereka tadi 6:10 terbiasa dengan sesuatu yang instan 6:12 sehingga mereka tidak tahu proses 6:14 berpikir itu ee polanya seperti apa 6:18 juga mereka terbiasa mendapatkan 6:22 informasi dengan cara yang mudah. 6:24 Heeh. 6:25 Seperti itu. Jadi malas gitu ya untuk 6:27 berpikir 6:28 seperti itu. 6:29 Karena banyak kemudahan akhirnya jadi 6:31 malas berpikir. Itu yang diprihatinkan 6:33 gitu ya. 6:34 Beralih ke Pak Manarul nih. Bagaimana 6:36 Pak Manarul kondisi literasi anak SMA 6:38 Insan Mandiri nih. 6:40 Apa tantangannya ke depannya nih? 6:42 [tertawa] 6:42 Berat. 6:42 Masyaallah. Kalau dibilang tantangannya 6:45 SMA jauh lebih kompleks ya. Masyaallah. 6:49 Mereka yang seharusnya 6:51 sudah bisa menganalisis, sudah bisa 6:55 memberikan argumen yang berdasarkan 6:58 dengan 6:59 data sumber begitu. Tapi ini 7:03 belum bisa. 7:04 Belum bisa. Itu yang kami juga wah sedih 7:08 sekali begitu kalau melihat ee anak-anak 7:10 ee sekarang ya dan 7:12 khususnya di kami di ee SMA IT Insan 7:16 Mandiri. Kami di awal biasanya ada 7:19 observasi. Iya. Nah, ketika kami 7:21 observasi memang rata-rata dari 7:24 anak-anak ini dari berbagai sekolah ya 7:26 he 7:27 itu literasi baca itu mereka 7:32 hanya sedikit yang memang e di rumahnya 7:35 atau di ee sekolahnya itu membaca begitu 7:39 hobinya 7:40 begitu. Kemudian literasi numerasi di 7:44 SMA juga masyaallah bisa dikatakan 7:48 sebagian besar anak-anak dalam logika 7:52 dasarnya hitung-hitungan itu masih ada 7:56 ee apa namanya hambatan begitu ya. Jadi 7:59 belum belum begitu dikuasai sehingga ya 8:05 itu jadi tantangan kami di SMA Insan 8:08 Mandiri untuk bisa bagaimana ini 8:10 generasi-generasi ini supaya siap nanti 8:13 di masa depan dengan tadi tantangan 8:15 zaman yang memang 8:16 sudah ee luar biasa begitu dampaknya ke 8:19 pendidikan seperti itu. 8:23 Memang harus di benar-benar di ini ya 8:24 diperhatikan lagi ya tentang literasi 8:27 ini. ee n SMA lagi kan ee sudah apa 8:30 tingkat atas gitu ya harusnya sudah udah 8:32 udah bisa ya betul [tertawa] 8:34 harusnya sudah bisa mengambil sikap ya 8:36 mereka dari apa yang terjadi problem 8:39 solver begitu. Nah, itu yang ee 8:42 sebenarnya ada di kondisi ee SMA begitu. 8:46 Hm. 8:48 Baik, kita beralih ke Ibu Nuning. Ini 8:51 dari sisi guru seperti apa dampak nyata 8:54 gadget nih terhadap minat baca dari dan 8:57 kemampuan menulis siswa. 8:58 Baik, terima kasih. Kalau saya melihat 9:01 bahwa fenomena anak-anak ee lebih 9:04 cenderung suka ya dan ketergantungan sih 9:08 lebih tepatnya kepada gadget itu mungkin 9:10 kita harus lihat dari faktor Y-nya dulu. 9:12 Kenapa sih anak-anak sekarang itu ee 9:14 lebih tergantung banget kepada gadget 9:17 gitu? Yang pertama mungkin bisa kita 9:19 lihat bahwa anak-anak sekarang ini 9:20 memang kalau tadi kata Bu Lulu akses ya 9:23 betul sekali. Jadi akses terhadap buku 9:25 itu terbatas sementara akses terhadap 9:28 media sosial seolah-olah tidak ada 9:30 batas. 9:31 Itu yang pertama. Kemudian itulah yang 9:32 menyebabkan ketika anak-anak disuruh 9:35 untuk mencari sumber eh ini bukan 9:37 membandingkan antar generasi ya, tapi 9:39 mungkin e relate dengan Bapak Ibu dan 9:41 juga yang ada di sini gitu 9:44 bahwa ketika generasi kita itu hanya 9:47 mengandalkan buku gitu ya. Jadi kita 9:49 harus cari ke purpose, kita harus 9:51 benar-benar 9:52 mencari ee sumber yang bukan digital 9:55 karena waktu itu mungkin zaman dulu 9:57 belum selengkap sekarang gitu ya. 9:59 Sementara sekarang dengan kelengkapan 10:01 itu, dengan kemudahan itu, mereka lebih 10:03 mudah untuk mengakses media e sosial. 10:05 Akhirnya yang mereka dijadikan sebagai 10:07 sumber utama itu adalah media sosial. 10:09 Padahal medsos itu belum terverifikasi 10:11 benar atau tidaknya gitu. Jadi itu yang 10:14 pertama. Jadi faktor-nya adalah satu 10:15 tadi akses, yang kedua kemudahan, mudah 10:18 dan murah. 10:19 Kita cukup hanya punya kuota maka kita 10:21 bisa mengakses anywhere and everywhere 10:23 gitu ya. Jadi mudah dan murah. Kemudian 10:26 eh faktor lainnya mungkin juga ee buku 10:29 di Indonesia itu cukup mahal ya. Kalau 10:31 misalnya kita perhatian kita kalau beli 10:32 buku original 10:34 ee itu lumayan mengerogoh kocek yang 10:35 luar biasa gitu. Jadi bagi anak-anak 10:37 lebih baik beli kuota daripada beli buku 10:39 gitu. 10:41 Ee dan mungkin untuk anak-anak yang 10:42 terbiasa instan itu mereka menganggap 10:44 bahwa baca buku itu ribet gitu. Ribet 10:46 Bu. Harus bawa-bawa buku. Handphone kan 10:48 gampang tinggal masukin poket gitu. Itu 10:50 mungkin faktor-nya. Eh, dan sebetulnya 10:53 ada peran juga dari literasi em apa 10:56 bukan literasi dari bahasa yang 10:59 digunakan di medsos singkat, padat, 11:01 menarik. Itu yang membuat mereka semakin 11:03 tertarik gitu untuk membaca clickbait. 11:06 Mereka ya cari informasi yang lebih 11:07 banyak lagi. Itu tidak sesimpel itu. 11:10 Ternyata informasinya sangat kompleks 11:12 gitu. 11:12 Tuh. Nah, sebetulnya ee kami di sekolah 11:15 juga mulai aware gitu terhadap fenomena 11:18 ini. Sehingga kami berharap bahwa eh 11:21 sisi negativity kita bisa tutup dengan 11:23 sisi positif. Apa itu sisi positifnya? 11:25 Salah satunya adalah kita mengubah ee 11:27 fenomena atau kebiasaan scrolling itu 11:29 menjadi story. Artinya kita itu kan kita 11:32 aja ya, bukan hanya anak-anak. 11:34 Sejujurnya lebih banyak kita scrolling. 11:36 Scrolling itu artinya kita menikmati 11:38 atau ee mengonsumsi konten secara pasif. 11:42 bagaimana caranya kita mengubah dari 11:44 mengonsumsi menjadi memproduksi konten 11:46 gitu. Tapi tentu kontennya yang positif 11:48 ya dalam hal ini ya kontennya pendidikan 11:50 dan lain sebagainya. Ee meskipun itu 11:53 sulit untuk digapai tapi kalau misalnya 11:56 anak sudah dibiasakan nak jangan cuman 11:58 kamu penikmat konten. Kamu suka misalnya 12:00 podcast coba kamu bikin podcast. 12:03 Makanya di dalam bahasa Indonesia di ee 12:04 SMP itu sudah diajarkan e ada materi 12:07 tentang ee podcast gitu. Jadi diajarkan 12:10 gimana caranya kamu memproduksi itu 12:12 supaya menjadi konten menjadi bukan 12:14 hanya sebagai hiburan tapi juga ada 12:16 wawasan gitu. Kemudian juga 12:19 ee peran guru di sini adalah memantik 12:23 apa? Gen Z ini ya. Karena kebanyakan 12:25 siswa kita gen Z dan beberapa sudah ada 12:27 yang gen alfa juga. Ee mereka itu kan 12:29 mudah banget dipengaruhi gitu ya. 12:31 Kenapa? Karena mereka lahir memang 12:32 setelah media sosial itu ada gitu di era 12:35 internet yang sudah berkembang. mereka 12:37 itu menggunakan bahasa-bahasa gaul. Nah, 12:39 itu sebenarnya bisa dipakai nih. Bahasa 12:41 gaul itu digunakan untuk membuat 12:43 narasi-narasi menarik yang di bisa 12:45 dipahami oleh generasinya gitu. Kemudian 12:48 ee mereka juga pintar nih bikin 12:49 visualisasi dalam bentuk animasi dan 12:52 lain sebagainya. Itu juga bisa 12:53 dimanfaatkan untuk ee membuat konten 12:56 yang edukasi yang lebih menarik bagi Gen 12:59 Z-nya itu sendiri atau bagi gen alfa di 13:01 bawahnya gitu. Jadi eh ini tuh bisa 13:06 banget nih kita 13:08 ramu gitu ya dari materi-materi 13:10 pelajaran yang mereka sukai. Dari 13:11 mulai-mulai hal yang mereka sukai aja 13:13 deh. Misalnya mereka sukanya anime gitu 13:15 ya anak-anak sekarang. 13:17 Gimana caranya anime itu jadi positif 13:19 gitu. 13:20 Ada konten edukasinya 13:22 ee kita masukkan di situ ada animasi dan 13:24 lain sebagainya itu sebenarnya bisa 13:25 positif. Jadi ee betul kami juga 13:28 mengikuti perkembangan zaman. Artinya 13:29 guru juga enggak bisa kayak dulu gitu 13:31 baca ya. cari sumbernya enggak bisa. 13:33 Tapi kita tuh benar-benar bukan hanya ee 13:36 menjadi 13:38 fasilitator, tapi sekarang itu kita 13:39 menjadi katalisator. Gimana caranya 13:41 supaya memantik anak-anak, bakat dan 13:43 minatnya diarahkan kepada yang lebih 13:45 positif. Seperti itu, Pak Rizan. 13:47 Berarti ditantang untuk jadi konten 13:49 kreator gitu ya kalau bisa. 13:51 Ee betul, sebetulnya tidak harus, tapi 13:53 kalau misalnya itu memungkinkan, kenapa 13:55 tidak? Karena kalau memang mereka 13:57 mengonsumsi konten-konten itu secara ee 14:01 apa namanya tuh berkesinambungan gitu 14:03 ya, 14:04 bisa jadi di 10 tahun ke depan ya 14:07 bacaan utama mereka kan hanya itu. 14:09 Jadi bagaimana caranya generasi sekarang 14:11 itu mengarahkan supaya ya udah 14:12 dimanfaatin aja. Kalau misalnya kita 14:14 flashback ke buku mungkin hanya berapa 14:16 persen kan bisa aja mereka balik lagi ke 14:18 buku biasa itu pasti tetap ada ya 14:19 peminatnya. Seperti yang anak-anak kita 14:22 sekarang di sekolah juga alhamdulillah 14:23 masih berminat terhadap buku. Tapi kalau 14:25 in general kita melihat gitu generasi 14:27 zaman sekarang ya, kenapa enggak kita 14:29 manfaatin media sosial itu justru untuk 14:31 mereka berkarya dan bisa jadi kalau 14:33 karyanya memang terverifikasi 14:35 menggunakan sumber rujukan yang baik 14:36 maka itu menjadi sumber yang bisa 14:38 dipercaya gitu untuk dijadikan sebagai 14:40 bahan ajar seperti itu. 14:43 Sebagai pilihan mungkin di antara zaman 14:44 sekarang kan banyak ee konten-konten 14:46 yang hoak-hoaknya gitu ya. 14:48 Mungkin mengimbangi dengan kita bikin 14:50 konten yang positif. Nah, yang benang 14:52 apa namanya? yang terpercaya begitu ya. 14:54 Nah, itu itu sebetulnya literasi 14:56 digital. Jadi makna dari literasi 14:58 digital itu bukan hanya memandang sebuah 15:01 konten itu sebagai hiburan atau ya 15:03 memuaskan pemikiran kita aja gitu, tapi 15:06 bagaimana dia memaknai konten itu. Benar 15:09 enggak sih berita ini? Mereka kan 15:11 cenderak dari judulnya atau jadi 15:12 viralnya. Sementara banyak pihak yang 15:15 memanfaatkan berita viral melalui ee 15:17 potongan podcast atau potongan orang 15:19 yang lagi ngomong terus dipakaiin musik, 15:21 jedak-jeduk dan lain sebagainya. itu kan 15:22 mereka berminat sekali gitu ya. 15:24 Bagaimana caranya supaya minat itu tuh 15:26 ee kita ramu menjadi sesuatu yang 15:28 positif gitu. 15:30 Baik, beralih ke Ibu Lulu. Ee sejauh 15:33 mana nih kolaborasi sekolah dan keluarga 15:36 penting dalam menumbuhkan budaya 15:38 literasi anak? 15:39 Iya, kalau kita bicaranya budaya tentu 15:42 sangat penting, Kang. Karena ee budaya 15:45 itu kan berarti kebiasaan yang mendarah 15:47 daging gitu istilahnya ya, bahasa 15:49 sederhananya. Jadi itu harus dipupuk 15:52 sedini mungkin. 15:53 Betul. 15:54 Yang mana ee guru pertama dari anak-anak 15:57 pasti adalah ibunya sendiri gitu. Jadi 15:59 budaya membaca, budaya menyukai literasi 16:02 itu harus dari rumah masing-masing 16:05 dari rumah. Ya, 16:07 akan sulit jika kita meminta anak-anak 16:10 untuk kamu tuh harus rajin baca tapi 16:12 bapak sama ibunya bukanya HP gitu ya. 16:15 atau misalnya ee tidak dibiasakan sejak 16:19 dini untuk membaca gitu. Jadi di rumah 16:22 orang tua alangkah baiknya mencontohkan 16:24 karena mengajar dengan paling baik, 16:27 metode mengajar paling baik adalah 16:28 teladan. Betul ya? 16:31 Jadi tadi kita harus teladan dan 16:33 konsisten orang tua di rumah untuk 16:35 membuat ee anak-anak kita terbiasa 16:38 membaca mulai dari membaca. Walaupun 16:41 literasi itu tidak hanya membaca ya, 16:43 tapi langkah pertama paling dasarnya itu 16:46 ya membaca. Ketika dia sudah membaca 16:49 nanti dia akan mulai untuk memahami, dia 16:52 akan mulai untuk mengkritisi ee dan 16:54 sebagainya seperti itu. Jadi penting 16:56 banget peran orang tua untuk membiasakan 16:58 dan membudayakan anak-anak di rumah 17:00 untuk membaca sejak dini. Diberikan 17:03 fasilitas juga. Kemudian orang tua juga 17:05 harus punya peraturan juga terhadap 17:07 gadget tadi. Mungkin ee jam berapa 17:10 sampai jam berapa. Karena gini, bukan 17:14 berarti gadget tidak bisa memberikan 17:16 literasi. 17:17 Iya. 17:17 Salah. Karena pasti gadget juga bisa. 17:19 Wah, kan saya ada e-book di gadget. di 17:21 gadget juga konten banyak yang 17:22 bermanfaat tadi. Tapi untuk anak-anak 17:24 khususnya usia SMP mereka ee masih 17:28 banyak yang belum bisa bijak dalam 17:30 menggunakan gadget sehingga ee kan otak 17:34 kita cenderung melakukan sesuatu yang 17:37 dopaminnya paling tinggi. 17:38 Iya, 17:39 dopaminnya paling tinggi bagi anak-anak 17:41 gadget ya games tentunya gitu. Jadi 17:44 kalau misalnya di gadget itu tidak 17:45 dibatasi atau tidak ada aturannya, maka 17:47 gadgetnya pasti akan dipakai untuk yang 17:49 dopaminnya paling tinggi tadi, Games. 17:51 Ketika dia sudah mendapatkan dopamin 17:53 yang paling tinggi, membaca yang 17:55 dopaminnya hanya sedikit itu tidak 17:57 terasa menyenangkan. 17:58 Iya, biasa saja gitu. 17:59 Biasa saja. Berbeda dengan ee kondisinya 18:02 sedikit kalau saya ceritakan anak-anak 18:03 di boarding kondisinya mereka ee enggak 18:06 pakai gadget. Jadi, dopamin dia paling 18:09 tinggi ya olahraga, membaca. itu 18:12 dopaminnya sudah terasa ee tinggi bagi 18:15 dia gitu. Kalau kita perumpamaan minuman 18:17 itu sudah cukup manis buat dia. 18:19 Tapi anak-anak yang bermain gadget 18:21 dengan game dan sebagainya mereka biasa 18:24 manisnya manis banget gitu. Walaupun 18:27 membaca buku menarik tapi ee masih kalah 18:30 sama menariknya ee gadget tadi gitu. 18:33 Jadi mungkin ayah bunda ee di rumah 18:36 orang tua sebagai ee apa ya? gerbang 18:41 utama anak-anak di rumah mulai 18:43 membiasakan, membuat budaya, membuat 18:45 peraturan. Tidak salah loh membuat 18:47 peraturan di rumah tuh sah-sah saja buat 18:50 orang tua buat peraturan gitu. Dari 18:52 situlah kita mulai generasi bismillah 18:55 kita berharap ee anak-anak Indonesia 18:57 khususnya anak-anak muslim ee punya 19:00 literasi yang bagus. Dibiasakan membaca 19:02 bersama. Contohnya membaca Al-Qur'an. 19:05 He. 19:05 Kalau dulu kita e orang tua kita biasa 19:07 habis magrib semuanya kita baca gitu ya. 19:10 Saya tidak tahu apa yang membuat 19:12 pergeseran budaya sehingga akhir-akhir 19:14 ini orang tua merasa dengan anaknya di 19:16 sekolah SDIT misalnya atau SMP IT yang 19:19 full day udah dia udah ngaji di sekolah 19:20 gitu sehingga 19:22 iya udah aman gitu jadi di rumah enggak 19:24 diajak ngaji lagi gitu. itu sangat 19:26 disayangkan. Padahal ee mengaji bersama 19:29 di rumah itu salah satu cara untuk 19:31 meningkatkan literasi anak-anak di 19:33 rumah. 19:34 Seperti itu. 19:35 Jadi bukan hanya sekedar menitipkan saja 19:37 di sekolah gitu ya, tapi di rumah juga 19:39 harus pelakuannya lebih lebih lagi, 19:41 lebih baik lagi ya. 19:42 Di ee SMP atau SMA IT sendiri gimana ini 19:46 kalau misalkan anak ingin ee apa namanya 19:49 membaca itu bagaimana perkaman di IMC 19:52 ini? Apakah minat bacanya bagus atau 19:55 bagaimana? 19:56 Iya. Eh, sebenarnya anak-anak tuh 19:58 dipaksa sih, terpaksa dia mau tidak mau 20:02 ya tadi dopamin-dopamin yang terlalu 20:04 tinggi tadi kita batasin gitu. Dia 20:06 enggak bisa main game selama di sini. 20:08 Akhirnya ee tadi yang baca olahraga gitu 20:12 karena tidak ada hiburan-hiburan yang 20:13 lebih menarik daripada itu dengan 20:15 keterbatasan gadget yang ee kita 20:17 lakukan. Juga kita ada literasi Quran. 20:19 Mungkin tadi saya sedikit ee singgung 20:21 literasi Quran. Kami biasakan anak-anak 20:24 dengan program One Week, One 20:26 Inspiration. He. 20:27 Tapi inspiration-nya itu dari Al-Qur'an. 20:30 Iya, 20:31 gitu. Kami meminta anak-anak membaca 20:33 Al-Qur'an, kemudian memahami artinya, 20:36 dipahamin, kemudian direnungkan dari 20:39 ayat yang dia baca tersebut inspirasi 20:41 apa yang bisa dia dapatkan. H 20:43 gitu. Ini cukup sulit pada awalnya 20:46 karena tadi anak-anak tuh baca arti ayat 20:48 Al-Qur'an walaupun sudah bahasa 20:49 Indonesia belum tentu dia paham. Iya, 20:51 gitu. Itu ee PR buat guru-guru kita 20:55 untuk membuat dia paham dulu pada 20:57 awalnya memahami Al-Qur'an sedikit 20:59 sedikit, pelan-pelan sampai dia sudah 21:01 bisa memahami arti ayat Al-Qur'an. 21:03 Kemudian ee dari situlah kita 21:05 mengajarkan mereka bagaimana caranya 21:07 mendapatkan inspirasi dari Al-Qur'an. 21:10 Karena kita percaya bahwa Al-Qur'an itu 21:12 sumber literasi utama bagi kita kaum 21:16 muslimin yang mencakup semua keilmuan di 21:18 dalamnya. Sehingga kalau anak-anak sudah 21:20 terbiasa dengan Al-Qur'an, insyaallah 21:22 ilmu-ilmu lain menurut kami akan 21:24 menyusul gitu. 21:25 Insyaallah akan jauh lebih mudah bagi 21:27 anak-anak insyaallah dengan keberkahan 21:29 Al-Qur'an. 21:30 Amin. Jadi pembukanya yaitu Al-Qur'an 21:32 ya, gerbang pembukanya Al-Qur'an ya. 21:34 Insyaallah yang lainnya juga bisa 21:35 mengikuti biasanya seperti itu. 21:36 Amin. Insyaallah. 21:37 Beralih ke Pak Manarul nih. Pak Manarul, 21:40 apa peran orang tua terhadap literasi 21:42 remaja SMA yang mulai krisis dan 21:45 mandiri? Iya. Saya kira ini harus jadi 21:50 perhatian yang 21:52 penting buat orang tua berkaitan 21:55 literasi ini. Karena berdasarkan dari ee 21:59 data Badan Pusat Statistik tahun 2024 22:04 mengenai peran orang tua dalam hal 22:07 literasi ini 17,21% 22:12 itu orang tua 22:15 memang ee 22:18 jarang begitu ya untuk ee memberikan 22:21 bacaan ke anaknya, bercerita, 22:24 mendongeng. kita dulu mungkin kecil 22:26 sebelum tidur 22:26 pernah tuh saya ngalamin didongengin 22:28 itu ee didongengin begitu ya itu menurut 22:30 ee 22:31 itu bagus kayaknya 22:32 saya satu satu hal yang 22:34 e efeknya adalah kita punya ee wawasan 22:37 yang ee lebih luas begitu dibandingkan 22:41 kalau kita tidak diceritakan 22:43 begitu. Kemudian [berdehem] 22:46 juga ee 22:48 berdasarkan data juga ini minim dalam 22:51 hal membaca buku 22:52 begitu antara orang tua dan ee siswa itu 22:56 hanya sekitar 11,12% 22:58 ya di tahun 2024 itu. Dan ini ee data 23:01 ini menjadi perhatian kami bahwa ya kami 23:05 juga sekolah insyaallah ee senantiasa 23:08 berusaha ya dan juga ee orang tua ya 23:12 untuk selalu kita bersinergi untuk 23:14 sama-sama membangun literasi ini sejak 23:17 dari awal begitu bukan ee nanti begitu 23:20 sudah besar ya. Nah, namun ketika memang 23:25 kondisinya adalah ee di SMA misalnya 23:28 misalnya 23:29 jangan hanya itu begitu, tapi coba 23:32 dikulik ee bacaannya begitu, kemudian 23:36 bagaimana sikapnya, kemudian bagaimana 23:40 [berdehem] dia bisa berkontribusi untuk 23:44 ee untuk keluarganya, untuk agamanya, 23:47 untuk bangsanya, begitu dari apa yang 23:49 dia ketahui seperti itu. gitu. 23:52 Iya. 23:53 Jadi anak tuh kadang-kadang juga 23:54 kadang-kadang [berdehem] kalau sudah mau 23:55 baca nih 23:56 dia cuma bisa baca semua aja sampai 23:58 selesai tapi tanpa apa ngerti apa maksud 24:01 bacaan tersebut. Ya. 24:02 Itu kebanyakan. 24:03 Betul. Betul. Nah, itu juga jadi problem 24:06 juga ya. 24:07 Anak baca aja kemudian dia punya 24:10 persepsi sendiri itu ya. Mengasumsi 24:13 mengasumsikan sendiri begitu ya. Nah, 24:15 ini juga ee salah satu ee problem begitu 24:19 ya yang memang terjadi hari ini ya. 24:22 Banyak ee siswa-siswa atau anak-anak ini 24:26 dia hanya mengambil informasi yang 24:28 menurutnya ini menguntungkan buat dia 24:31 gitu [tertawa] ya. Selerannya. 24:33 Iya. Tapi begitu ee apa namanya? 24:36 divalidasi, diverifikasi apakah itu 24:39 memang 24:40 ee benar begitu ya, apakah itu memang 24:44 menjadi hal yang ee manfaatnya lebih 24:47 luas. Nah, itu perlu di ee verifikasi. 24:50 Kadang anak-anak sekarang ya ngambilnya 24:52 yang untung buat dianya begitu ya, 24:54 opportunis begitu istilahnya ya. Begitu 24:57 seperti itu sih. 24:59 Baik, Pak Manaro. 25:01 Beralih ke Ibu Nuning. Dari pengalaman 25:04 Ibu, bagaimana membangun jembatan antara 25:06 minat baca siswa dan dukungan keluarga? 25:08 Baik. Ee tentu yang pertama ya 25:11 sebetulnya kita kan juga sepakat bahwa 25:13 madrasah yang pertama itu adalah orang 25:16 tua gitu. Jadi, 25:18 mm flashback ke zaman kita sekolah gitu 25:20 ya. Kita juga kan kalau dulu zaman 25:22 sekolah pulang sekolah ditanya 25:24 di sekolah ngapain aja belajar apa? 25:26 Kemudian coba ceritakan kembali itu 25:29 hal-hal yang sebetulnya simpel tapi ee 25:32 bisa kita wariskan dan kita bisa ee 25:35 melakukan itu ke anak-anak kita sekarang 25:37 gitu. 25:38 Emm saya pikir dengan bonding orang tua 25:41 dengan anak itu ya sangat penting ee 25:43 terutama untuk menggali kembali apa yang 25:45 sudah dia baca gitu. Sebetulnya simpel 25:48 aja dengan pertanyaan pemantik dari 25:49 orang tua itu anak akan ngalir sendiri 25:52 gitu. Kalau misalnya dia memang 25:54 benar-benar membaca dan meliterasi. 25:56 Kadang kan membaca tuh belum tentu 25:57 meliterasi gitu ya. Membaca tapi ketika 26:00 ditanya apa isinya ya bingung ngapain 26:03 gitu. ketika anak sudah dalam tahap dia 26:05 bisa menceritakan kembali dengan 26:06 versinya meskipun masih dengan versinya 26:08 tergantung usia itu sebetulnya adalah ee 26:11 gerbang utama gitu bahwa ee keberhasilan 26:13 terhadap ee ketercapaian literasi itu 26:16 mulah terlihat gitu. Nah, untuk kami 26:19 sendiri nih mungkin di sekolah ya usaha 26:21 kami dari guru-guru, kemudian untuk ee 26:24 dari orang tua juga ada beberapa ee 26:27 program yang kami jalin antara orang tua 26:29 dengan ee sekolah terkait dengan ee 26:34 menjembatanilah minat baca siswa gitu. 26:37 Karena banyak mungkin saya batasi tiga 26:39 aja ya. 26:40 Yang pertama itu adalah di sekolah kami 26:42 ada keterlibatan [berdehem] orang tua 26:44 dalam sebuah program namanya one month 26:46 one book. 26:47 One month. satu buku dibaca selesai 26:50 dalam 1 bulan itu maksimal ya. Nah, 26:52 sebetulnya ini masih dalam tahap ee 26:54 pembiasaan gitu. Nah, [mendengus] one 26:56 month, one book itu sebenarnya maksimal. 26:58 Sebenarnya anak-anak boarding itu bisa 27:00 menyelesaikan buku dalam waktu 3 hari. 27:02 Bahkan kalau misalnya tidak ada kegiatan 27:04 Bu, 2 hari aja saya selesai gitu 27:05 bukunya. Jadi, buku Perpus itu boleh 27:08 ditanya ke Bu Meska sampai lecek itu 27:09 buku dibolak-balik gitu. 27:11 Bahkan satu orang aja bisa baca buku 27:14 Bumi Karya Tereli itu berkali-kali gitu. 27:16 Hm. Sebetulnya kan memang itu harapannya 27:19 adalah setelah membaca mereka bisa 27:20 meliterasi gitu. 27:21 Iya. 27:22 Gitu kan. 27:23 Nah, selanjutnya setelah dari one one 27:25 book itu anak-anak akan kita arahkan 27:28 bagaimana supaya mereka itu bisa membuat 27:31 resensinya. Itu sih yang lebih penting 27:33 karena ee impact dari literasi itu 27:35 adalah membuat tulisan kan. 27:37 Dia bisa bagaimana caranya dia berhasil 27:39 meliterasi adalah bentuknya karya gitu 27:41 ya. Itu tulisan ya. Mudah-mudahan 27:43 insyaallah kalau kita programkan one one 27:45 one one one one book-nya kan sudah 27:46 berjalan tinggal literasinya insyaallah 27:48 nanti di semester 2 dengan bantuan 27:50 pustakawan kita bekerja sama ee kita 27:53 juga buatkan satu hari dalam satu pekan 27:56 memang ada jam literasi itu khusus di 27:58 luar jam itu juga mereka boleh membaca 28:00 kecuali kalau lagi belajar belajar lain 28:02 enggak boleh ya gitu 28:04 itu yang pertama 28:05 ee itu juga untuk bukunya masih bebas ya 28:08 kalau anak kelas 7 boleh buku fiksi dulu 28:10 mereka senang bukunya horor gitu G ya 28:13 apa yang penting mereka minat aja dulu 28:15 baca atau mungkin yang berminat untuk 28:17 suka baca komik enggak apa-apa dari situ 28:19 aja dulu gitu jalannya kalau mereka 28:21 sudah mencintai buku kan 28:23 lama-lama dia akan wah pengin mencoba 28:25 yang lain yang lebih 28:27 kemudian program yang kedua ada SLPC 28:29 namanya Student eh Lead Parents 28:32 Conference. Jadi ini adalah em bagaimana 28:36 anak-anak ini bisa menyampaikan ee hasil 28:39 belajarnya kepada orang tua yang 28:41 dilaksanakan di periode tertentu. Kalau 28:43 kami di SMP itu biasanya satu semester 28:47 satu kali ya di semester 1 biasanya. 28:50 Nah, ini semua yang sudah dia lakukan di 28:52 satu semester itu dilaporkan kepada 28:54 orang tua dalam bentuk conference. Jadi 28:56 dia akan membuat PPT 28:58 ee menggunakan website kemudian dia 29:00 presentasi di depan orang tuanya dengan 29:02 guru mentor masing-masing gitu. 29:04 SMA udah lebih banyak lagi Pak Arul ya. 29:07 Jadi kalau SMA itu em lebih banyak lagi 29:09 karena dia ada program DCC desain 29:12 cita-cita itu dipresentasikan juga mau 29:14 jadi apa sih aku nanti gitu di depan 29:16 orang tua supaya ada sinergi nih 29:19 keinginan anak dengan keinginan orang 29:20 tua akhirnya satu frekuensi gitu supaya 29:23 nanti pemilihan jurusannya sesuai. 29:25 Kemudian pembagian rapot dan di Mahad 29:28 juga sebetulnya sudah ada SLPC yaitu 29:31 bagaimana cara anak itu menyampaikan 29:33 kepada orang tua hasil capaian hafalan 29:35 selama 30 hari mereka menghafal 29:38 Al-Qur'an itu sampai mana. Jadi mereka 29:39 sudah kami ajarkan gitu. Nah, dari situ 29:41 orang tua memberikan feedback. Nah, ini 29:43 pentingnya. Jadi orang tua itu 29:45 memberikan feedback mengenai 29:46 perkembangan anek itu biasanya 29:48 tergantung unit ya. Tapi biasanya sih 29:49 Kita buatkan pohon harapan. Jadi orang 29:52 tua itu akan memberikan kesan dari hasil 29:55 SLPC itu terhadap anaknya dan itu tuh 29:57 membuat mereka bangga sekali. Jadi 29:59 bangga nih hasil kerja keras saya itu 30:01 diapresiasi oleh orang tua dengan bentuk 30:03 tulisan yang bisa dibaca oleh semua 30:05 orang gitu di sekolah. 30:06 Bentuknya pohon harapan. Dan yang ketiga 30:09 ini yang alhamdulillah masih kita 30:10 jalankan baik SMP, SMA adalah buku 30:12 antologi. Jadi mereka membuat karya 30:14 sastra bentuknya bisa cerpen, bisa 30:17 puisi. 30:18 Kalau dulu guru-guru juga buat dalam 30:20 bentuk artikel ya dan ini dibukukan. 30:23 Jadi setiap 1 tahun ketika mereka lulus 30:25 buku itu menjadi buku karya mereka. 30:29 Ada enggak orang yang baru lulus SMP 30:31 atau SMA sudah punya karya? Oh, saya 30:32 punya. He. 30:33 Saya punya buku antologi, di dalamnya 30:35 ada nama saya L. 30:36 Dan itu semua orang tua punya dan akan 30:39 membaca. L anak tuh sangat senang 30:41 sekali. Ketika mereka membuat e 30:43 antologi, mereka akan berlomba-lomba 30:44 bagaimana caranya membuat antologi yang 30:46 luar biasa. Dan tentu kan itu harus ada 30:48 peranan guru ya di sini dan juga orang 30:50 tua bagaimana mereka dibekali melalui 30:53 literasinya, literaturnya, buku ataupun 30:56 ee dari media digital. Nah, ini 30:58 sebenarnya peran orang tua juga luar 30:59 biasa. Kalau misalnya orang tuanya juga 31:02 sejalan dengan sekolah, maka mereka akan 31:04 menyiapkan buku-buku gitu ya yang banyak 31:06 untuk menjadi sumber referensi. 31:08 Sebetulnya ini bisa menjadi gong banget 31:10 ketika buku 31:13 buku pegangan dan juga apa ya disebutnya 31:15 ya buku dengan digital gitu ya dikombine 31:18 gitu dua-duanya sehingga itu menjadi 31:20 satu kesatuan maka dia akan bisa 31:21 melahirkan karya yang sangat bagus kan 31:23 gitu. Nah, tentu saja ini perlu mentor 31:25 dan alhamdulillah guru-guru kami sudah 31:27 diajarkan untuk menjadi mentor ee 31:31 insyaallah insyaallah terverify ya gitu. 31:33 Jadi untuk mereka membuat antologi itu 31:36 kami arahkan sebaik mungkin seperti itu. 31:39 Dari sekian banyak program itu minat 31:42 siswa itu bagaimana? Besar enggak minat 31:44 siswa? Alhamdulillah dari tahun ke tahun 31:46 hampir tidak ada siswa yang tidak 31:47 membuat buku antologi. Jadi artinya itu 31:49 sudah menurut kami ya itu sudah luar 31:52 biasa gitu. Ketika mereka membuat buku 31:53 antologi enggak mungkin dong mereka 31:55 pakai chat GPT kan gitu. Karena itu 31:57 sangat dilarang. 31:58 Artinya kalaupun memang mereka 32:00 membutuhkan e referensi maka kita akan 32:02 berikan bentuk referensinya harus pakai 32:04 buku mana aja. Kamu mau nulis cerpennya 32:06 temanya apa, kepahlawanan misalnya. Maka 32:08 kami akan berikan nih referensinya. kamu 32:10 coba deh buat ee baca artikel ini, 32:12 jurnal ini atau dari purpose misalnya 32:13 bukunya tentang ini ee mungkin untuk SMP 32:16 masih bisa berbentuk fiksi ya gitu. Tapi 32:18 untuk SMA pasti sudah diarahkan kepada 32:20 yang non fiksi 32:21 seperti itu. 32:22 Masyaallah. 32:24 Betul. Ee sebetulnya kami tuh dengan 32:26 bangga ya. Dengan bangga enggak apa-apa 32:28 ya. Kami bangga. Alhamdulillah nilai 32:30 ANBK kami itu 100 untuk literasi 32:34 membaca. Jadi itu kan memang nilai yang 32:37 tidak dicapai dengan mudah ya. itu 32:39 dengan berbagai proses 32:40 dan ee penilaiannya sangat objektif 32:43 karena berdasarkan 32:45 ee respondennya dari siswa sendiri gitu. 32:47 Jadi bukan kami yang menjawab kan, bukan 32:49 guru. Kalau guru yang menjawab mungkin 32:50 ya kami pengin semuanya bagus 32:52 meng-healing, me-refresh sejenak gitu 32:54 karena banyak 32:55 ee yang bisa mereka ee yang bisa mereka 32:58 pakai juga selain membaca mereka juga 32:59 bisa melakukan permainan dan lain 33:01 sebagainya. Bagi anak-anak yang tadinya 33:03 tidak minat membaca, mungkin bisa 33:04 diawali dengan ya udah datang aja dulu 33:06 ke perpus deh. Main Uno dulu aja deh, 33:09 main apa dulu gitu ya, Ular tangga atau 33:11 lain sebagainya. Tapi lama-lama ketika 33:13 anak itu terus-terusan ke perpus pasti 33:15 dong dia penasaran gitu, eh kamu baca 33:17 apa sih? Gitu. Apalagi dengan pencapaian 33:19 anak kalau ditanya sama guru, "Kamu buku 33:21 favoritnya apa? Udah berapa kali baca?" 33:23 Wah kan enggak bisa enggak bisa enggak 33:25 jawab ya. Jadi akhirnya mereka mau tidak 33:26 mau, "Oh, saya juga sudah baca ini, Bu." 33:28 gitu. Ee tapi belum selesai. Enggak 33:30 apa-apa, Nak. coba minggu depan kamu 33:32 udah selesai berapa lembar gitu. Jadi 33:34 challenge-challenge itu yang diberikan 33:35 oleh guru mau baik di dalam pelajaran 33:37 maupun di luar pelajaran sangat 33:39 berpengaruh terhadap anak yang tadinya 33:40 tidak minat menjadi berminat gitu. Ya, 33:42 itu yang saya ceritakan. Bahkan sampai 33:45 buku-buku di perpustakaan itu lecek gitu 33:47 [tertawa] 33:48 saking seringnya dipinjam. 33:49 Alhamdulillah. 33:50 Dan Genzi itu biasanya enggak enggak mau 33:52 dipaksa tuh harus benar-benar alamiah 33:53 gitu ya. 33:54 Iya, betul. 33:55 Pelan-pelan baru bisa. 33:56 Jadi memang PR-nya itu adalah membuat 33:58 mereka jatuh cinta tanpa terpaksa gitu. 34:00 K terpaksa. 34:01 Iya. [tertawa] 34:02 Balik ke Ibu Lulu ini ee untuk anak SMP 34:06 IT ini bagaimana nih? Bisa bisa 34:08 ceritakan enggak kehidupannya untuk apa 34:11 namanya menghidupkan budaya literasi 34:12 sekolahnya seperti apa? 34:14 Iya. Ee oh 34:18 kami sebagai sekolah boarding tentu 34:20 banyak sekali program-program nih untuk 34:22 menumbuhkan budaya literasi. Kalau tadi 34:25 mungkin saya meminta orang tua untuk 34:28 yang membuat budaya di rumah ketika dia 34:30 boarding tentunya tanggung jawab kami 34:31 nih selama anak-anak di sini kan 24 jam 34:33 sama kita gitu. 34:35 Jadi satu yang kami lakukan adalah tadi 34:37 pembatasan gadget gitu. Bagaimana gadget 34:40 hanya digunakan untuk belajar dan dengan 34:42 untuk kepentingan-kepentingan tertentu 34:44 sehingga dia tidak main games. 34:47 Dari situ ee membaca mulai menjadi ee 34:51 pelarian buat anak-anak gitu ya. 34:53 pembatasan gadget satu. Kemudian kedua, 34:56 karena mereka dibarding ee mereka jauh 34:59 dari orang tua, 35:01 mau tidak mau mereka harus belajar 35:03 literasi finansial. Mereka harus belajar 35:06 mengelola uang gitu ya, uang jajan 35:08 enggak bisa asal minta 35:10 gitu. Literasi finansial kami bekali 35:12 mereka di awal mereka datang gitu ee ada 35:15 ee apa literasi finansial sederhana. 35:17 Kemudian dalam prosesnya juga mereka 35:19 mulai belajar mengelola keuangan mereka. 35:21 kita batasi per hari. 35:24 Kalau kami kan ee tidak boleh pakai uang 35:26 cash ya, mereka pakai kartu gitu. Kita 35:29 bastasi smart card-nya berapa limitnya 35:31 per hari gitu. Dari situ mereka mulai 35:33 belajar literasi finansial. He. 35:35 Kemudian juga tiga tadi yang saya sudah 35:38 jelaskan bagaimana mereka mencari 35:40 inspirasi dari ayat Al-Qur'an. Nah, kita 35:43 sebutnya goay gitu, one week, one 35:45 inspiration dari Al-Qur'an. Dari situ 35:47 kita ingin anak-anak ee memiliki budaya 35:50 literasi ee memahami ayat Al-Qur'an juga 35:54 menjadikan itu sebagai inspirasi buat 35:56 hidup dia 35:57 gitu. 35:58 Ee lebih lanjut lagi tidak hanya membuat 36:02 kata-kata inspirasi dari ayat Al-Qur'an, 36:05 tapi kita juga punya program namanya 36:08 Project based on Quran gitu. mungkin 36:10 sudah sering kita ee sampaikan di sini, 36:13 tapi ee saya singgung lagi sedikit ee di 36:15 mana project based on Quran adalah 36:17 anak-anak mencari solusi dari masalah 36:21 yang dia hadapi di ayat Al-Qur'an. 36:23 Alquran 36:24 solusinya di Al-Qur'an gitu. 36:26 Oh, saya punya masalah apa gitu. 36:28 Kemudian dia cari solusinya di ayat 36:30 Al-Qur'an. Kita bikin projjectnya. 36:32 Projeknya bisa dengan mapel IPA, bisa 36:34 dengan bahasa Indonesia, bisa dengan BK 36:37 ee ataupun mata pelajaran apapun gitu. 36:40 Yang mana di PBQ ini siswa ee diajarkan 36:44 untuk memahami tidak hanya memahami teks 36:47 Al-Qur'an, tapi juga ee mengkorelasikan 36:50 itu pada kehidupan dia gitu. Kemudian 36:53 dia juga berpikir kritis bagaimana 36:55 caranya ini menjadi solusi buat 36:57 kehidupannya dia gitu, PBQ. 37:00 Karena bagi kami literasi itu tidak 37:03 hanya memahami teks, 37:05 tapi juga dia memahami kehidupan, dia 37:09 membaca situasi bagaimana dia bisa 37:12 mengkritisi dan juga dia berpikir ee 37:15 mendalam buat kehidupan dia. Seperti 37:17 itu. Kurang lebih itu program-program 37:19 yang ee terkait dengan literasi di 37:22 sekolah kami. 37:23 Itu untuk SMP ya. Untuk SMA bagaimana 37:25 Pak Manar? 37:27 Iya. Untuk yang SMA pertama pastinya 37:30 untuk meningkatkan literasi membaca kami 37:33 mewajibkan seminggu satu kali anak-anak 37:36 itu membaca buku di perpustakaan 37:39 begitu untuk bisa ya mereka berawal dari 37:43 hal-hal yang ee sederhana dulu misal 37:46 baca novel yang paling ringan biasanya 37:47 seperti itu kan ya. Iya. 37:48 Kemudian cerita-cerita nanti 37:51 sudah dilahap nih novel baru kemudian 37:53 meningkat lagi buku umum sampai ke 37:55 buku-buku yang memang itu khusus begitu 37:58 ya untuk mereka ee bisa baca begitu. 38:01 Kemudian yang 38:02 ee kedua di kami tadi sudah disebutkan 38:05 project bas Quran di level SMA anak-anak 38:08 dibiasakan untuk membuat karya tulis 38:09 ilmiah 38:10 begitu. Jadi kan mereka selain tadi 38:13 meriset begitu ya tentang masalah yang 38:15 terjadi di kalangan ee remaja, kemudian 38:19 mereka ee apa cari teorinya berdasarkan 38:23 Al-Qur'an. Kemudian hasil akhirnya 38:26 adalah ya mereka membuat karya tulis 38:29 ilmiah 38:30 untuk ee dijadikan sebagai apa nih ee 38:33 kesimpulan dari yang mereka lakukan 38:36 begitu selama ee project Basw ini 38:39 berlangsung begitu. Kemudian juga ada 38:42 literasi digital. Nah, literasi digital 38:45 ini kami di SMA kebetulan anak-anaknya 38:48 senang banget megang gadget. 38:52 Jadi [terkesiap] 38:53 otomatis kami harus juga memanfaatkan 38:57 potensi itu sehingga ee apa nih yang 39:00 bisa kita lakukan ketika anak-anak 39:02 memang sangat sering memegang gadget 39:04 yaitu dengan mencoba AI begitu ya, 39:09 kemudian desain, kemudian ee apa namanya 39:13 ee coding dan aplikasi-aplikasi lainnya 39:16 yang memang dibutuhkan untuk penunjang 39:18 pembelajaran 39:19 seperti itu. itu. Nah, ee selain itu 39:23 juga ada kami sesi di mana bersama wali 39:26 kelas dan juga ee guru itu mereka 39:31 merefleksikan 39:32 selama 1 minggu atau memang ketika ada 39:36 momen-momen tertentu mereka diminta 39:39 untuk merefleksikan apa sih yang memang 39:42 ee terjadi di minggu-minggu ini, di 39:45 pekan ini atau di negara ini, di 39:48 Indonesia. 39:50 supaya mereka juga punya peran di sana. 39:52 Itu yang membuat ee semakin terasah 39:55 ee kemampuan dari berbicara mereka, 39:59 berargumen mereka, 40:01 kemudian ee apa namanya? Baik itu siswa, 40:06 nah ini guru pun juga sama. 40:08 Guru pun juga kita ee insyaallah itu 40:11 akan juga di dalam pembelajarannya 40:14 itu berbasis dengan literasi. misal anak 40:17 itu harus ee harus membaca terlebih 40:20 dahulu baru bisa ee melakukan atau 40:22 menyelesaikan tugas-tugasnya. Nah, itu 40:24 salah satu juga ee usaha dari kami ee 40:27 dari sisi ee guru begitu ya, tidak hanya 40:29 dari sisi ee siswa seperti itu. 40:34 Baik, jadi seperti itu ya. Ada enggak ee 40:37 siswa yang tidak bisa menyelesaikan 40:40 bacaan sesuai dengan ditargetkan gitu? 40:42 Ti bacaan yang wajib kan ke perpustakaan 40:44 ngambil buku gitu untuk membaca. Ada 40:46 enggak yang seperti itu? 40:47 Iya tentunya kita tidak pungkiri pasti 40:50 ada begitu. Kenapa? Karena ya minat baca 40:53 ini kan harus dibangun dari dini ya 40:55 begitu. Begitu sudah SMA sebenarnya kan 40:57 sudah sudah matang begitu ya. sudah dia 40:59 sudah pun harusnya sudah punya 41:00 kebiasaan. Tapi karena anak tersebut 41:04 belum memiliki kebiasaan, maka kita coba 41:07 dekatkan dengan yang 41:09 sesuatu yang sederhana dulu yang membuat 41:11 dia menarik. Nah, ini pengkhususan buat 41:14 anak-anak yang memang belum 41:16 iya 41:16 istilahnya ya belum ee punya kebiasaan 41:20 begitu ya di dalam dirinya untuk 41:23 ee bahwa membaca itu penting ya kita 41:25 dekatkan dulu dengan sesuatu yang ee 41:28 sederhana yang menarik. Nah, itulah 41:30 mungkin anak-anak yang ada seperti itu 41:33 ya kita dekatkan dengan cara seperti 41:35 itu. 41:35 Terus dibangun ya kesadarannya gitu ya 41:37 dengan cara-cara yang memang ee dia suka 41:40 juga ya memaksa. 41:41 Betul. Betul. Betul. Ada paksaan ya? 41:43 Insyaallah tidak ada paksaan. Begitu. 41:46 Baik, selanjutnya kita ke Ibu Nuning. 41:50 Sebagai guru, program apa yang Ibu rasa 41:52 paling efektif? 41:53 He ee baik. Banyak sebetulnya ya. Hampir 41:56 semua program kita paksa untuk efektif 41:59 untuk siswa. Tapi kan tentu masih jauh 42:01 dari kesempurnaan gitu ya. Ee yang 42:04 paling penting itu adalah minat anak 42:06 untuk membaca. Itu yang pertama. Karena 42:08 membaca itu adalah pintu gerbang dari 42:10 semua literasi. baik literasi digital, 42:12 literasi finansial, literasi Al-Qur'an, 42:15 kemudian literasi 42:17 semuah pokoknya semua literasi itu 42:18 gerbangnya adalah membaca gitu. Makanya 42:20 penting banget bagi kita itu ee 42:24 e membiasakan ya yang tadi gerakan one 42:26 month, one book ya, mudah-mudahan bisa 42:28 terealisasi sesuai dengan ee target 42:31 kita. Kemudian yang kedua adalah morning 42:33 page. Jadi kami itu membuat program 42:36 setiap pagi sebelum anak-anak 42:37 beraktivitas mereka membuat catatan. 42:40 Nah, ini untuk membiasakan mereka 42:42 mencatat ya, karena udah kebiasaan pakai 42:44 gadget kan, jadi mereka kadang-kadang 42:46 tulisannya juga tidak terbaca. [tertawa] 42:48 Iya. 42:49 Itu untuk membiasakan mencatat dan 42:51 mengemukakan pendapat itu adalah 42:53 kegiatan morning page. Mereka ee wajib 42:56 membuat catatan minimal dua halaman 42:58 gitu. Dan itu 42:59 apa aja, apa saja yang terlintas di 43:01 benak mereka atau berita yang mereka 43:03 tonton atau mereka mendapatkan tadi 43:05 malam ada ngapain aja gitu, itu boleh 43:07 diceritain semuanya tanpa orang lain 43:09 tahu. 43:10 Jadi itu kayak semacam diir lah untuk 43:12 mereka. Dan itu kebiasaan menulis 43:13 sebenarnya di zaman kita udah ada ya, 43:15 cuman sekarang mungkin sudah mulai 43:17 menurun. Zaman dulu tuh diir itu sampai 43:19 ada kunci gemboknya ya 43:21 zaman saya mungkin ya. [tertawa] 43:23 Coba kalau masih seperti itu luar biasa 43:25 loh anak-anak tuh bisa mencurahkan semua 43:27 ide-ide kreatif mereka di situ gitu 43:29 dengan cara menulis. 43:30 Kemudian ada lagi display karya siswa 43:33 itu SMP, SMA alhamdulillah 43:35 banyak sekali ya kalau misalnya kita 43:36 pameran itu enggak sulit untuk mencari 43:38 karya siswa karena kita tinggal 43:39 menurunkan saja. Jadi mereka tuh sangat 43:42 bangga ketika ada kegiatan lalu karya 43:44 mereka tuh diisplay. Jadi itu salah satu 43:47 bagian dari literasi juga yang sudah ee 43:49 terjadi di sekolah kami. Dan yang 43:51 terakhir adalah yang paling penting 43:52 adalah library navigator. Jadi ini hanya 43:55 ada di MC sepertinya. 43:56 Jadi di mana beberapa siswa dipilih oleh 43:58 pustakawan kami untuk menjadi lead bagi 44:01 teman-temannya di perpustakaan gitu. 44:03 Jadi itu banyak banget programnya kita 44:05 mengunjungi Islamic Book Fair ke 44:08 Perpusnas dan lain sebagainya. Bahkan 44:09 mereka itu benar-benar kalau 44:11 perustakaannya tidak ada, mereka sudah 44:12 bisa menjalankan program perpustakaan ee 44:15 lewat mereka sendiri gitu. Jadi mereka 44:16 punya ee semacam lencana gitu. LN itu 44:20 bangga sekali mereka menggunakan rencana 44:21 LN ee ketika jam literasi merekalah yang 44:24 diberikan tugas untuk menjadi library 44:26 navigation 44:27 seperti itu. 44:27 Keren ya. Sekarang ke Pak Arul juga Ibu 44:31 Nuning kembali ini menyambung perubahan 44:34 kebijakan pemerintah terkait literasi. 44:36 Tahun ini pemerintah mengadakan tka atau 44:39 tes kompetensi akademik untuk siswa 44:41 akhir sekelas di setiap jenjang. 44:43 Bagaimana Bapak Ibu guru menyiapkan 44:45 siswa-siswanya dalam menghadapi itu? 44:48 Pak. 44:49 Iya. Jadi untuk TKA ini memang betul ya 44:53 tadi disampaikan tahun baru akan dimulai 44:57 ya tahun ini khususnya ee SMA begitu ya. 45:00 Dan ini sebenarnya secara status tidak 45:05 wajib sebenarnya begitu. Tapi begitu 45:08 kita 45:10 turunkan ke dampaknya ke yang lain, TKA 45:13 ini untuk apa sih? Begitu kan. Nah, 45:16 ternyata di SNB 45:19 seleksi nasional berbasis prestasi 45:23 TKA ini wajib begitu ya di akan 45:27 digunakan di SNBP ini 45:29 sehingga kami SMA 45:32 untuk ee seluruh siswa SMA IT Insan 45:35 Mandiri itu kita wajibkan untuk ikut. 45:38 Kenapa? karena ya tadi akan berdampak 45:42 pada bagaimana nanti anak tersebut 45:44 mengikuti jalur SNBP untuk masuk kuliah. 45:46 Begitu. Meskipun statusnya di pemerintah 45:49 itu tidak wajib begitu. Dan kami melihat 45:55 TKA ini nantinya tidak akan hanya SNBP 46:00 saja 46:01 fungsinya, tapi juga ada ee tes-tes 46:04 misalnya masuk CPNS, 46:06 kemudian ada AKMIL dan sebagainya. Nah, 46:10 ini perencanaan-perencanaan ini sudah 46:11 muncul nih di publik begitu kan. Dan 46:13 kita mesti 46:15 mesti waspada dan perlu menyiapkan. Dan 46:18 alhamdulillah yang kami siapkan dari 46:19 awal anak-anak ini yang pertama ada 46:22 pendalaman materi khusus ee berkaitan 46:24 TKA, 46:25 kemudian kita ada simulasi dan juga 46:28 tryout-tryout yang memang dilaksanakan 46:30 begitu ya. Baik itu ee bekerja sama 46:33 dengan pihak luar ataupun bekerja sama 46:35 dengan pihak yang memang ee kami sudah 46:38 ee kerja sama dari awal begitu. Kemudian 46:41 juga ee anak-anak juga dibiasakan dalam 46:44 pembelajaran itu khususnya mata 46:46 pelajaran-mata pelajaran yang memang ee 46:49 keluar di TKA itu sebisa mungkin guru 46:52 ini juga ee menyisipkan soal yang memang 46:55 berkaitan dengan TKA sehingga anak-anak 46:57 terbiasa ee ketika ee melaksanakan 47:01 simulasi, melaksanakan tryout nanti 47:04 harapannya adalah hasilnya ee bisa yang 47:06 lebih baik. begitu 47:08 seperti itu 47:12 ya ke Ibu Nuni. 47:14 Baik. Eh, jadi memang nyambung ya, Pak 47:16 Arul sama sekali baik di SMP dan SMA 47:18 memang kita sedang mempersiapkan TKA 47:20 gitu sebagai ee program baru ya sesuai 47:23 dengan Permenikbud nomor 9 tahun 2025 47:27 yang baru disahkan di bulan Juni itu 47:29 oleh ee Menteri Pendidikan kita Bapak 47:31 Abdul Mutti bahwa ee TKA ini insyaallah 47:34 akan dilakukan di seluruh jenjang akhir 47:36 pendidikan baik SD, SMP, maupun SMA. 47:39 Untuk SMA sendiri insyaallah di bulan 47:42 November, 47:42 November dan untuk SMP itu nanti 47:44 insyaallah di bulan Maret, maka 47:46 persiapan kami itu panjang. 47:47 Karena itulah kami perlu nih memperkuat 47:50 literasinya dulu nih supaya nanti TKA 47:52 ini bisa berjalan dengan lancar gitu. 47:54 Jadi kenapa kami sangat mementingkan 47:56 literasi gitu ya, karena dengan literasi 47:58 itulah anak-anak itu bisa dengan lebih 48:00 mudah gitu mengerjakan soal-soal TKA 48:02 yang ee tahun ini insyaallah kami sudah 48:05 melaksanakan beberapa kali tryout ya. 48:07 Bahkan untuk SMA itu hari ini sudah 48:09 geladi geladi TKA gitu. E dan insyaallah 48:12 ini kabar baik juga. Alhamdulillah 48:14 sekolah kami memberikan kesempatan 48:17 kepada sekolah-sekolah lain. Bagi ayah 48:19 bunda yang memiliki putra-putri ee kelas 48:23 6 ataupun kelas 9 insyaallah di SMP dan 48:26 SMA Insan Mandiri Cibubur akan 48:29 mengadakan TROT TK Treot Akbar. Nah, ini 48:31 rencananya kita akan melaksanakannya di 48:33 tanggal 15 November mulai pukul .00 48:37 hingga pukul 11.00. Nah, ini bukan hanya 48:39 tryout aja nih. Jadi, banyak banget ee 48:42 apa namanya? 48:43 Aktivitas yang akan dilakukan. Yang 48:45 pertama tentu tray otka-nya dulu untuk 48:47 SMP dua pelajaran matematika dan 48:50 ee bahasa Indonesia. Untuk 48:54 SMA itu empat pelajaran ya, 48:56 tiga. 48:56 Tiga pelajaran tapi dua yang wajib eh 48:58 dua yang pilihan ya. Berarti tiga 48:59 pelajaran. Nah, itu insyaallah akan kita 49:02 laksanakan di Insan Mandiri Cibubur. 49:04 Kami mengundang ee ayah bunda yang 49:06 memiliki siswa kelas 6 dan kelas 9 untuk 49:09 datang ke acara ini. Dan ini acaranya 49:11 free 49:12 gratis gitu. Ada banget nih 49:14 keunggulannya atau keuntungannya selain 49:16 dapat tryout dan tryout itu kan 49:17 sebenarnya harusnya berbayar ya kalau 49:18 misalnya kita ke lembaga lain. Tapi 49:20 insyaallah kita berikan free. Kenapa? 49:22 Karena sepeduli itu kami terhadap ee 49:27 ketercapaian lah gitu ya. ee literasi 49:29 dan lain sebagainya. Kemudian ada juga 49:32 ee pembahasannya nanti. Jadi selain 49:34 diberikan tryout-nya ini yang paling 49:36 gongnya nih mereka akan mendapatkan 49:37 pembahasan. Pembahasan apa? Pembahasan 49:40 cara atau trik-trik gitu gimana caranya 49:43 menyelesaikan soal TK yang sulit itu 49:45 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. 49:46 Itu yang paling penting. 49:48 Betul. Nanti kita akan berikan juga 49:50 kalau mau datang gimana datangnya? Yang 49:52 hubungi siapa? Kalau misalnya mau daftar 49:54 bisa melalui kontak person ee untuk SMP 49:57 boleh ke saya di boleh di nomor 49:59 teleponnya boleh disampaiin ya? 50:01 Boleh boleh 50:02 di ee kontak personnya untuk SMP ke 50:05 Bunding di nomor 081214485. 50:13 Dan untuk SMA bisa ke Bu Maya di nomor 50:17 0853 50:19 2572 50:21 8595. 50:25 Oke. 50:26 Dan ini tentu saja ada hadiahnya gitu. 50:29 Jadi untuk ee teman-teman kelas 6 dan 50:32 kelas 9 yang mau ikut kegiatan ini, yuk 50:34 kapan lagi ee suasananya juga pasti 50:36 keren banget. Kemudian em juga memang 50:39 betul-betul sudah mendekati tka ya. Jadi 50:42 ini programnya keren banget, wajib 50:44 datang dan banyak fasilitas yang bisa di 50:47 ee apa namanya? Bisa dinikmati, 50:50 didapatkan secara gratis. Bahkan kita 50:52 menjadikan hadiah untuk 10 ee nilai 50:55 terbaik SMP dan SMA gitu. Kita dibatasi 50:59 oleh waktu nih. Sayang sekali ya Bapak 51:01 Mano, Bapak Ibu Duning juga Ibu Lulu. 51:04 Terima kasih banyak atas kehadirannya 51:05 dan informasinya di sini. Sebelum pamit 51:07 mungkin terakhir apa makna literasi 51:10 menurut Pak Arul? 51:11 Ya, 51:13 menurut saya kalau literasi ini orang 51:16 yang punya 51:18 kemampuan literasi yang tinggi berarti 51:24 secara ee produktivitas dia akan lebih 51:26 tinggi. 51:27 Iya. 51:28 Secara ee kebermanfaatan insyaallah jauh 51:31 lebih banyak. Maka ee mari kita 51:35 sama-sama membangun generasi ke depan 51:40 yang literasinya ini baik dan tinggi 51:43 supaya bisa menghadapi masa depan 51:46 seperti itu, Bu Lulu. 51:50 Iya. Saya berharap dan juga berdoa 51:52 tentunya semoga ee anak-anak kita cerdas 51:55 literasi. 51:57 Bapak Ar di hari ini telah bergabung di 51:59 acara Jendala Sekolah. Semoga apa yang 52:00 disampaikan bermanfaat un semuanya. Saya 52:02 yang bertugas Pak Harri ditemani Oni dan 52:04 juga Algi Nur pamit. Billahi taufik wal 52:06 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 52:08 wabarakatuh.