Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:11 Bismillahirrahmanirrahim. 0:13 Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh ikhwan akhwat 0:16 rahimakumullah. Alhamdulillah ya kita 0:19 bersama-sama kembali di Radio 0:21 Silaturahim, meskipun ini tanggalan 0:24 warnanya merah, radio tetap jalan ya. 0:28 Mudah-mudahan apapun yang dibahas hari 0:30 ini akan mempersuasi kita semua 0:33 baik sebagai orang tua atau mungkin yang 0:37 sedang menyimak adalah justru para siswa 0:40 di Jendela Sekolah hari ini yang akan 0:43 berlangsung selama 1 jam ke depan. Tidak 0:45 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 0:47 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:50 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:52 Semoga kelak kita dipertemukan dengan 0:54 beliau di saat-saat yang sangat kita 0:57 rindukan di yaumil akhir. 0:59 Ikhwan akhwat kalau 1:02 disiplin 1:03 di tangan Anda ada di 1:05 posisi ke berapa? 1:07 Yang jelas hari ini kaitannya dengan 1:10 disiplin akan menjadi bahasan utama 1:12 kita. 1:13 Kita sapa dulu siapa saja yang hadir. 1:16 Ehm 1:18 ini tulisannya kecil banget. Silakan 1:20 diperkenalkan 1:22 nama saya Muhammad Kumaidi. Ehem Saya di 1:25 SMA IT Insan Mandiri eh bertindak 1:28 sebagai wakil kepala sekolah bidang 1:30 kesiswaan. 1:33 Wakil Kepala 1:34 kepala sekolah bidang kesiswaan. Terus 1:36 siswa yang dibahas eh yang dibawa hari 1:39 ini siapa saja? Ya, eh dari saya dulu. 1:42 Eh perkenalkan nama saya Muhammad Aditya 1:44 Riadi. Saya sebagai kelas 11 eh IPS. IPS 1:49 kelas 11. 1:50 Kelas 11. Dan ada satu lagi yang ada di 1:52 sebelahku. 1:54 Perkenalkan saya Muhammad Fadil Fio 1:55 Utama Prakoso. Saya dari kelas 10 Insan 1:58 Mandiri Cibubur. 2:00 Kelas 11, kelas 10 sama wakil 2:03 kepala kesiswaan. 2:05 Terkait dengan bahasan kita, betapa 2:07 pentingnya 2:09 penerapan disiplin positif untuk 2:13 kesuksesan anak-anak, ini tentu sesuatu 2:16 banget ya. 2:18 Dan untuk materi ini 2:22 kalau deskripsinya itu persisnya seperti 2:25 apa? Ya. 2:26 Eh, disiplin positif ini He em. suatu 2:30 cara 2:31 di mana 2:33 intinya ini siswa harus menyadari 2:35 tentang kewajibannya dia sebagai siswa. 2:38 Misalkan 2:39 eh, mereka sebagai siswa itu harus eh, 2:42 datang tepat waktu, mereka harus 2:44 belajar, harus mengikuti semua kegiatan 2:46 baik kalau di Insan Mandiri ada boarding 2:49 juga, jadi dari mereka eh, pagi bangun 2:52 sampai nanti tidur lagi itu semua ada 2:56 eh, ada aturannya. Jadi 2:58 eh 2:59 menumbuhkan kesadaran bahwa itu tanggung 3:01 jawab mereka, itu kebutuhan mereka. Jadi 3:04 tidak ada nih guru-guru yang eh, 3:06 ngoprek-ngoprek lagi, semuanya itu ada 3:08 dari kesadaran siswa sendiri. Gitu. 3:10 Karena bukan keterpaksaan. 3:12 Bukan keterpaksaan, betul Bu. Oke. 3:15 Dan 3:17 kalau 3:19 disiplin positif untuk anak-anak yang 3:22 akan eh, kita terapkan di sekolah itu 3:26 kalau misalnya terwujud, kira-kira 3:28 efeknya terhadap masyarakat sekitar 3:30 seperti apa tuh? Ya. 3:32 Eh, ada penelitian dari eh, salah satu 3:35 universitas Harvard University. He em. 3:37 Nah, penelitiannya itu eh, berbunyi 3:40 anak-anak yang terbiasa 3:43 anak-anak yang terbiasa dari kecilnya 3:46 eh, membantu orang tua bersi, dari hal 3:49 kecil ya Bu. He em. Membersihkan tempat 3:51 tidurnya eh, kan tempat tidurnya, bantu 3:54 orang tua nyuci. 3:55 Cuci piring, makan sendiri. Makan iya, 3:57 terus 3:58 nyapu, bantu-bantu hal-hal kecil lah. 4:01 Itu dari survei nya itu lebih banyak. 4:05 Anak-anak itu sukses di masa depannya. 4:08 Dibanding anak-anak yang apa-apa. 4:09 Dimanja. Dimanja di dalam sudah 4:11 disiapkan. [berdehem] 4:12 Jadi. 4:13 Penting banget ya diterapkan sejak dini 4:16 karena tadi melalui penelitian yang 4:19 berjalan kurang lebih 20 tahun. Itu 4:21 efeknya sangat powerful buat anak-anak. 4:23 Keren banget jadi bagaimana membuat. 4:27 Anak-anak sadar diri itu dari. Masih 4:30 bocah banget ya. 4:31 Iya betul Bu, sejak dini. Dan ini 4:34 diharapkan sih untuk teman-teman yang 4:36 mendengarkan jendela sekolah dari Radio 4:39 Silaturahim juga terpersuasi, 4:41 terinspirasi dengan bahasan kita. 4:44 Ngomong-ngomong program yang sudah 4:46 diadakan oleh sekolah terkait dengan 4:48 ini. 4:50 Iya. Program yang sudah dibuat oleh 4:52 sekolah. Terkait ini programnya itu 4:55 misalkan kita tuh ada dari awal itu. He 4:59 em. Kita sudah sosialisasi nih Bu ke 5:01 anak-anak di dalam itu dari mulai MPLS. 5:04 Anak-anak sudah dikasih tahu melalui 5:05 kegiatan-kegiatan grow mindset. Terus 5:09 nanti di kelas juga ada bareng 5:11 wali kelasnya ada ring time. 5:13 Jadi anak-anak dikasih tahu nih. 5:16 Disiplin positif seperti apa, kita 5:18 selip-selipin selip. Selipkan aturan 5:20 sekolah itu seperti apa, jadi langkah 5:22 pencegahan kita untuk. Tadi anak-anak 5:25 seusia mereka kan energinya luar biasa 5:27 nih Bu. Banget. Luar biasa banget nah 5:29 kita arahkan nih energinya itu ke 5:31 hal-hal positif, nah dari awal 5:33 pencegahannya kita. Kasih mereka grow 5:36 mindset, materi-materi grow mindset, 5:38 aturan-aturan sekolah seperti apa. 5:40 Terus di perjalanannya juga. 5:43 Teman-teman ini didampingi oleh wali 5:46 kelas, jadi mereka punya problem apa, 5:48 punya masalah apa, karena mereka 24 jam 5:51 di sini. 5:52 Orang tua mereka ustad dan guru gitu, 5:54 jadi pasti mereka punya problem gitu, 5:57 problemnya apa saja dicurhatkan ke guru, 5:59 terus kita cari solusinya. 6:00 Nah, karena energi tadi energinya luar 6:02 biasa hebatnya, 6:04 kita arahkan di dalamnya itu ada 6:05 kegiatan-kegiatan, 6:07 entah itu kegiatannya 6:09 anak-anak ada bimbingan belajar bareng 6:11 guru, 6:12 anak-anak diarahkan ke lomba dan ada 6:14 kegiatan-kegiatan yang bersifat tambahan 6:17 itu kayak ekskul sesuai dengan passion 6:19 mereka. 6:20 Keren banget ya ikhwan akhwat, dan kalau 6:22 ini sudah diterima oleh siswa, entah 6:25 sebulan dua bulan bahkan mungkin setahun 6:28 lebih, tentu efek positifnya luar biasa. 6:31 Sekarang kita tanya ya kepada siswa yang 6:33 hadir ini, kalau 6:36 disiplin positif yang dirasakan di 6:39 sekolah. 6:40 Aku enggak hafal nama nih, coba dari 6:43 Dika dulu. Eee. 6:45 Yang dirasakan dari disiplin positif 6:47 yang diberikan oleh sekolah. Eee banyak 6:50 sih, eee itu bisa 6:53 membangun eee karakter yang mandiri dan 6:56 bertanggung jawab, jadi kita tuh 6:58 eee disiplin positif tuh kayak 7:01 eee suatu kesadaran atau tindakan 7:04 yang kita lakukan tanpa mengharapkan 7:06 imbalan atau hadiah, jadi eee kesadaran 7:08 dari diri sendiri. 7:10 Jadi STD ya, sikap tahu diri gitu ya. 7:14 Oke, sementara Kalau endukan lupa 7:16 namanya, Fio. Fio. 7:18 Gimana menurut Fio? Kalau menurut saya, 7:22 [berdehem] 7:23 eee disiplin dan positif ini 7:26 bagus untuk membangun karakter siswa 7:29 yang masih eee rapuh dan eee bisa 7:34 membuat para siswa ini 7:37 eee bisa semakin percaya diri ketika 7:40 mereka jauh, mereka harus bisa survive 7:43 sendiri. 7:45 Jauh dari orang tua maksudnya. 7:47 Eh, eh dengan eh dengan 7:51 eh kegiatan positif eh kita bisa tahu 7:55 sik eh kita bisa tahu 7:58 bagaimana mereka itu 8:00 eh 8:01 bisa 8:03 melakukan apa apa saja yang bisa mereka 8:06 lakukan ketika mereka jauh dari orang 8:08 tua mereka. Mandiri banget jadinya. 8:11 Terkait dengan tadi kegiatan yang sudah 8:13 dilakukan oleh Vio apa? Yang diberikan 8:16 sekolah kegiatannya seperti apa? 8:18 Eh kegiatan yang diberikan ke sekolah 8:20 saya itu antara lain ada DCC bina 8:24 prestasi dan lomba-lomba. 8:27 Eh saya juga pernah ikut lomba yang 8:30 namanya sertifikasi Alquran. Ehm, heh 8:33 em. 8:34 Eh eh sertifikasi Alquran itu digelar 8:37 oleh Kemenag. 8:39 Jadi 8:40 eh saya dengan teman-teman yang lain 8:44 eh kami berangkat ke 8:47 kalau tidak salah itu Bogor ya, kalau 8:50 tidak salah atau Bekasi. 8:52 Nah, di sana kami dites eh 8:57 contohnya seperti sambung ayat tebak 9:00 surat dan lain-lain. Nah 9:02 Heh em. eh 9:04 saya saya sendiri itu saya berhasil eh 9:08 menyelesaikan kurang lebih empat juz dan 9:12 mendapat sertifikat lulus dari Kemenag. 9:15 Masya Allah, keren banget ya. Empat juz 9:18 dan eh dengan adanya sambung ayat, tebak 9:22 surat itu di luar empat juz-nya itu ya 9:25 pertanyaan-pertanyaannya. 9:26 Benar. Oke, sementara menurut tuh kan 9:29 ini Vio yang itu siapa tadi? Adit. 9:31 Menurut Adit sendiri apa yang dilakukan 9:33 kalau lomba yang tadi Vio lakukan itu, 9:37 kalau Adit sama kah atau mungkin ada 9:38 yang lain? Eee kalau saya pernah eee 9:41 kebetulan pernah ikut lomba coding. 9:44 Coding ya? He em. 9:46 Eee 9:46 Itu tingkat nasional? Nasional ya. 9:48 He em. 9:49 Eee jadi pada saat itu eee saya 9:53 bertepatan dengan 9:54 eee 9:56 event atau program sekolah yang namanya 9:59 Tandy's Camp. He em. Nah eee awalnya 10:02 saya juga enggak tahu kalau ada lomba 10:04 itu. Eee cuman eee dengar-dengar dari 10:07 adik kelas ada lomba coding. Nah. 10:10 Saya pengin nyoba 10:12 eee tantangan baru gitu. Tapi sebenarnya 10:14 saya awalnya ragu-ragu ambil atau enggak 10:16 ya? Soalnya kan eee waktunya tinggal 10:19 H-3. 10:21 Percaya diri enggak nih? Gitu ya. Terus? 10:24 saya ya ya sudahlah saya pengin nyoba 10:26 tantangan hal baru. He em. 10:29 Terus eee akhirnya saya ambil. 10:31 Saya ambil eee sebenarnya saya eee 10:35 enggak berharap bukan enggak berharap ya 10:36 eee enggak 10:38 enggak expect bakal masuk semifinal 10:41 gitu. 10:42 Terus eee ternyata pas dapat kabar 10:45 malam-malam itu saya masuk semifinal 10:47 alhamdulillahnya. 10:49 Tanpa keyakinan tuh ya bisa masuk 10:51 semifinal. 10:52 Eee terus gimana? 10:54 Eee terus sebenarnya eee 10:58 eee pas saya masuk semifinal saya juga 11:01 masih ragu juga karena device saya kan 11:04 belum memadai. Tapi alhamdulillahnya 11:06 orang tua mensupport full. Orang tua 11:08 support banget saya. Dengan dukungan 11:10 orang tua dan teman-teman serta 11:12 guru-guru saya akhirnya ngelanjutin 11:14 lombanya. Terus saya juga dibelikan 11:16 device baru sama orang tua. Dari 11:18 semifinal masuk ke final. Eee Masuk 11:21 enggak? 11:22 [tertawa] 11:23 Mungkin saya belum beruntung atau 11:24 mungkin mungkin dengan pelatihan yang 11:27 lebih intensif dan 11:29 eee 11:31 latihan yang lebih sering gitu mungkin 11:33 saya bisa aja masuk final cuman mungkin 11:35 belum beruntung ya. Iya, masuk semifinal 11:37 saja sudah sesuatu banget kan karena ini 11:39 baru pertama kali juga dan tingkatnya 11:43 bukan tingkat sekolah doang tapi tingkat 11:45 nasional, keren banget. Bagaimana 11:48 komentar pembimbing terhadap perolehan 11:50 atau raihan anak-anak? Iya. 11:54 Ee tentu saja ini suatu hal yang sangat 11:56 membanggakan ya Bu ya. Ehe. 11:58 Terutama tadi 11:59 ada Fio 12:00 yang ee konsen di hafalan ya. 12:03 Tadi ee 12:04 munculnya kedisiplinan diri apa 12:08 ee 12:09 mereka 12:10 merasa ini kebutuhan mereka, mereka 12:12 ingin jadi juara 12:14 mau enggak mau mereka harus ee belajar 12:16 atau menyiapkannya lebih dini. 12:18 Baik itu Fio maupun ee Adit, insya Allah 12:22 dengan tadi penerapan disiplin positif 12:25 ee semua hal yang disiapkan sejak dini 12:27 dari kesadaran diri insya Allah itu akan 12:29 berbuah 12:30 hal yang positif juga ke depannya buat 12:32 ee 12:33 siswa-siswa maupun anak-anak kita. 12:35 Iya, jadi lewat disiplin yang 12:40 betul-betul membentuk karakter ini 12:43 diharapkan ke depan akan jauh lebih 12:46 mudah melangkah ya Adit ya atau Fio ya. 12:49 Sementara 12:50 kalau 12:52 teman-teman sebaya atau bahkan juga guru 12:56 yang melihat, 12:58 menyimak, menyaksikan 13:01 apa namanya disiplin positif yang 13:02 dilakukan ini, apa yang bisa ditangkap? 13:06 Iya. 13:07 Disiplin positif ini suatu cara yang 13:10 menurut saya ee rekomendasi banget atau 13:13 bahkan harus diterapkan 13:15 sejak ee anak ini ee ada pendidikannya 13:19 di tingkat orang tua. 13:20 Di rumah masih anu ya apa golden age ya? 13:24 Masih golden age Bu karena tadi ketika 13:26 siswa atau si ee si anak itu punya 13:28 kesadaran dari hal-hal kecil tadi, mulai 13:31 membantu orang tua bahwa 13:34 mereka punya mempunyai tanggung jawab, 13:36 insyaallah nanti 13:37 di tingkat sekolah pun eh guru-guru akan 13:40 terbantu bahwa anak-anak ini suatu input 13:44 yang luar biasa yang dari rumahnya ini 13:46 sudah dibekalin dibekali disiplin yang 13:48 bagus, kesadaran bahwa 13:50 oh iya, saya harus datang tepat waktu 13:51 itu karena apa? 13:53 Saya harus eh bangun eh tidur tepat 13:56 waktu itu karena apa? Mereka punya 13:57 alasan sendiri, Bu. He em. 13:59 tanggung jawab mereka sendiri. 14:02 Oke. 14:03 Nah, terkait dengan disiplin positif 14:05 yang sudah diterima, dilaksanakan juga 14:08 oleh Adit dan Vio ini, kira-kira respon 14:10 Ayah Bunda terhadap perubahan sikap 14:13 kalian gimana? 14:15 Waduh, anakku sekarang keren banget 14:17 misalnya gitu. Boleh? 14:18 Vio dulu boleh? 14:20 Atau mau suit dulu? Siapa menang duluan? 14:23 Oke. 14:24 Ya. Dek. 14:26 Tanggapan orang tua terhadap sikap 14:28 kalian setelah berubah, tentu berubah 14:29 dong setelah mengikuti eh kegiatan yang 14:32 seperti ini. 14:33 Penilaian yang positif yang diberikan 14:35 sekolah. Eh tanggapan orang tua sih eh 14:38 udah pasti positif kayak He em. eh 14:44 eh 14:45 ya contohnya contoh contoh contoh 14:49 disiplin positif yang bisa diterapkan di 14:50 rumah tuh bangun tidur tuh langsung 14:52 beres-beres kasur. 14:54 Tadinya enggak? Tadinya enggak 14:55 [tertawa] 14:56 ya. Sebenarnya eh disiplin positif tuh 14:57 kan tentang kesadaran ya. Jadi harus 15:00 eh 15:02 melakukan tindakan sesuatu bukan karena 15:04 takut dihukum atau takut dimarahi sama 15:06 orang tua. Jadi memang dari kesadaran 15:08 diri sendiri. 15:10 Nah, eh contohnya kayak bangun tidur 15:12 langsung rapiin kasur, terus langsung 15:14 beres-beres atau melibatkan eh 15:17 melibatkan diri ke 15:19 eh 15:21 pekerjaan rumah misalnya menyapu, 15:23 mencuci piring, itu eh termasuk dengan 15:26 kesadaran disiplin positif. Masya Allah, 15:28 jadi ikhwan akhwat, kalau anak-anak 15:31 sejak kecil di rumah diberikan 15:34 gambaran tentang disiplin positif yang 15:36 tentu juga dengan contoh ya. Enggak ada 15:38 orang tua minta anaknya disiplin positif 15:40 tapi enggak disiplin sendiri. Itu yang 15:42 terjadi pada Adit adalah sekarang 15:44 mungkin ayah ibu sudah senyum nih, "Mmm, 15:46 anakku enggak bakalan ninggal piring 15:48 kotor di belakang." [tertawa] 15:50 Enggak biarin kamarnya berantakan. Oke, 15:53 apa kabar dengan Fio? 15:56 Kalau saya, saya memang sudah dididik 15:59 untuk disiplin dan mandiri itu semenjak 16:02 SD saya. Mmm, mmm. 16:04 Saya diajarkan itu SD itu harus bisa 16:08 bangun sendiri, 16:09 eh eh rapikan kasur sendiri, 16:12 habis itu 16:14 sampai di eh di apa dilatih rendam baju 16:18 sendiri. Mmm. SMP pun alhamdulillahnya 16:22 saya masih bisa menerapkan apa yang 16:26 orang tua saya ajarkan. 16:29 Eh SM semenjak SMA, 16:32 eh saya mulai tertantang nih karena kan 16:34 eh saya kan sudah mulai jauh nih dari 16:37 orang tua saya nih ya. 16:38 Memang di mana orang tua? Saya orang tua 16:40 saya tinggal di Depok. Oh, tapi karena 16:42 harus di asrama terus ya. Mau di Depok 16:44 atau mau di Bali sama aja ya enggak 16:45 ketemu ya. 16:46 [tertawa] 16:47 Oke, lanjut. 16:49 Eh saya mulai tertantang nih di sini 16:51 nih. Apakah saya masih bisa melanjutkan 16:55 apa yang orang tua saya ajarkan selama 16:57 saya SD, SMP di rumah. Alhamdulillahnya 17:01 saya masih bisa meneruskan apa yang 17:05 orang tua saya ajarkan. 17:07 Eh contohnya saya sudah bisa bangun 17:10 sendiri tanpa harus dibangunkan orang 17:12 tua saya. 17:13 Enggak pakai dioprak-oprak, enggak ada 17:14 pakai ditabok-tabok gitu ya. 17:16 [tertawa] 17:17 Habis itu 17:17 Terus 17:18 saya juga mulai 17:20 untuk membuat teman apa teman kamar saya 17:24 itu 17:25 juga sadar untuk membersihkan 17:28 kamar sama-sama ketika kotor. Habis itu 17:31 juga 17:33 eee 17:34 kasur kasur saya alhamdulillah sudah 17:37 setiap hari selalu saya bersihkan, saya 17:40 selalu sapu. Alhamdulillahnya. 17:44 Kalau kaitannya dengan bisa hafal 4 juz, 17:45 ceritain dong. 17:47 Eee kalau bisa hafal dengan 4 juz itu 17:49 saya 17:50 Disiplin juga dong pasti. 17:51 Iya. 17:52 Gimana gimana? Eee saya mulai 17:56 bisa ngafal mudah itu semenjak SD. 18:00 Saya SD itu dapat hafalan itu sekitar 18:04 berapa ya? 30, 29, 28 18:08 28, 27, ya. 18:12 Mundur jadi ya, mundur 30 dulu. 18:14 di SMP 18:16 saya berhasil mendapatkan 18:19 eee 27 saya ngulang lagi di sana, 26 18:23 1 2 3 4 5 6 7, alhamdulillah. 18:29 Nah, eee saya pun wah saya mau lanjut 18:33 nih nanggung kali nih sudah dapat 12 13 18:36 juz nih. Heeh. Alah akhirnya 18:38 alhamdulillahnya eee di sini tuh saya 18:42 berhasil meneruskan apa yang telah saya 18:46 eee apa yang telah saya lakukan dari SD 18:50 sampai SMP itu untuk meneruskan hafalan 18:53 saya. 18:54 Untuk menjaganya sampai 18:56 saya nanti Hafal semua. Iya, amin. Amin. 19:00 Habis itu habis hafal semua eee 19:03 ditadaburi ya, bukan cuma dihafalain 19:05 doang tapi dimaknai eee isinya, keren 19:08 banget. Nah, kalau pencapaian dari Dito 19:12 dan juga eh Adit dan juga Vio di mata 19:15 teman-teman yang bukan di sekolah tapi 19:18 di luar, apakah itu sepupu atau apa, ada 19:21 enggak kira-kira? 19:22 Ya, lu hafal gua kagak deh untuk Qur'an 19:25 misalnya. 19:26 Kalau itu sih eh mereka bukannya apa 19:30 mereka lebih mengapresiasi saya lah 19:33 kurang lebih. 19:34 Eh contohnya ketika ayah saya sama ibu 19:37 saya dengar saya lulus eh apa eh 19:41 sertifikasi Alquran 19:43 Iya. Eh ayah saya wah ibu saya wah 19:45 senang sekali alhamdulillah ini bisa 19:48 dijadikan eh apa namanya untuk 19:51 portofolio saya nanti ketika untuk masuk 19:53 perkuliahan. 19:54 He em he em. 19:56 Jadi ada kebanggaan yang tanpa sadar 19:58 muncul ketika anak berhasil dapat 20:01 sertifikat tadi ya. Iya. 20:03 Kalau sekarang sendiri menyikapi hal ini 20:05 seperti apa? 20:06 Iya. Itu yang ikut waktu itu berapa 20:07 anak? Untuk sertifikasi itu. Berapa Eka 20:10 tadi? 20:11 Kelas 10. Ada kurang lebih 8 orang ya 20:14 kurang lebih. Ya tadi mungkin kita kan 20:17 di sini juga ada program Qur'an camp ya 20:19 Bu ya. 20:20 He em. Yang mereka dapatkan dari kelas 20:24 10, 11, 12. Nah 20:27 karena kita juga menunjang kesuksesan 20:30 mereka nanti di masa depan He em he em. 20:32 kita fasilitasi mereka untuk selain 20:34 mereka menghafal mereka juga 20:35 tersertifikasi. 20:37 Akhirnya sekolah kerja sama dengan 20:39 Kemenag Kemenag Kota khususnya wilayah 20:41 Kota Bekasi untuk mengadakan sertifikasi 20:44 dari 20:46 semua siswa yang ikut ikut alhamdulillah 20:49 mereka sudah tersertifikasi dan insya 20:51 Allah tadi sertifikat yang tadi 20:53 dijadikan portofolio untuk menunjang 20:55 mereka ke perguruan tinggi. Bekal. Bekal 20:58 karena banyak perguruan tinggi yang 21:00 sudah menyiapkan beasiswa lewat jalur 21:03 tahfiz. Apalagi dapat beasiswa ya, 21:06 memudahkan ayah bunda, kan jadinya. Oke. 21:10 Kalau 21:11 bicara soal hikmah yang diambil oleh 21:15 Dito, eh Adit, salah lagi. Habis ini 21:18 Vio. 21:19 Hikmah yang setelah mengikuti ini, ya 21:22 kan, apa nih yang kemudian menjadi 21:24 bagian dari pemikiran dan 21:27 apa pola, gaya, perjalanan, langkah Adit 21:31 ke depan? 21:32 Disiplin, cuy. Banyak banget yang 21:34 diperlukan, kan. 21:36 Gimana, gimana? 21:37 Eh, hikmahnya, ya. He em. Disiplin 21:39 positif itu eh bisa mengarahkan kita ke 21:43 cita-cita kita. 21:45 Eh 21:47 contohnya tuh ya membangun karakter 21:50 mandiri, 21:52 eh rasa bertanggung jawab dari eh 21:54 kesadaran diri sendiri, 21:56 eh terus eh menjadi habit eh yang bisa 22:02 diterapkan hingga sudah dewasa gitu. 22:04 Terus kita mengajarkannya kepada 22:06 anak-anak kita. 22:07 Yang berasa banget yang tadinya enggak 22:09 terus sekarang iya di dalam disiplin 22:12 ini, He em. apa tuh? Bukan soal tadinya 22:14 beresin tempat tidur terus sekarang 22:16 rajin, yang lainnya. Ada enggak 22:17 kira-kira? 22:19 Yang berasa banget tentang disiplin itu, 22:21 disiplin positif itu tanggung jawab sih. 22:24 Eh 22:26 tanggung jawab kita sih itu yang 22:27 Terhadap apapun, kalau itu menjadi 22:29 tanggung jawab kita, kita pegang teguh 22:31 gitu, ya. Jadi bukan cuma beresin tempat 22:33 tidur doang. 22:35 [tertawa] 22:36 Ya, itu adalah bagian yang memang 22:38 diharapkan muncul pada anak-anak, ya. 22:40 Bagaimana perubahan-perubahan sikap 22:42 mereka terkait dengan keseharian, 22:45 tanggung jawab ke depan, dan sebagainya. 22:48 Biasanya kesulitan seperti apa yang 22:50 dihadapi pihak sekolah untuk menerapkan 22:53 disiplin positif ini? Ya. 22:55 Eh, mungkin kesulitan yang kita hadapi 22:58 itu eh tadi 23:01 mereka berangkat dari input-input yang 23:04 mungkin belum terbiasa dengan disiplin 23:06 positif, Bu. 23:07 Jadi kita tadi di kita di awal sudah ada 23:10 pencegahannya itu melalui eh 23:13 eh sosialisasi. 23:15 Nah, 23:15 untuk kesulitannya mungkin ini kan kita 23:18 kawal tiap hari ya, Bu. Iya. Ada saja 23:20 hal-hal yang misalkan 23:22 eh salah satu penerapan disiplin positif 23:25 ini ketika siswa 23:27 eh 23:28 terlambat berarti kan terlambat kan 23:29 kaitannya dengan waktu. 23:31 Iya. 23:32 Nah, mau enggak mau mereka harus 23:33 konsekuensinya itu waktu juga. 23:36 ada punishment enggak? Kalau di disiplin 23:38 positif tidak ada hukuman adanya 23:40 konsekuensi. 23:41 Oke. Nah, konsekuensinya itu mereka 23:43 harus 23:44 eh 23:46 menambah waktu di akhir sejumlah dengan 23:50 waktu yang mereka eh 23:53 telat di awal gitu. 23:54 Jadi kalau telat 15 menit pulangnya juga 23:56 mundur 15 menit. Enggak lebih 1 menit 23:58 pun. 23:59 [tertawa] 24:00 Ngapain saja selama 15 menit kalau 24:02 terlambat 15 menit? Kita utamakan 24:04 service learning mereka. Service 24:06 learning-nya bisa dalam bentuk mereka 24:08 yang membantu di di sekolah kan ada tim 24:12 bersih-bersihnya, office boy-nya 24:14 membantu apa saja yang perlu dibantu 24:16 atau membersihkan 24:19 kelasnya. Jika itu semua sudah 24:21 terlaksana 24:22 eh mereka eh 24:24 cari kegiatan-kegiatan positif yang 24:27 tujuannya menambah wawasan mereka. 24:30 Eh 24:30 kita pernah mengajari teman-teman yang 24:33 terlambat itu untuk 24:35 membuat terminal colokan yang buat 24:38 mereka dipakai di sekolah. Hmm. Gitu. 24:41 Eh kebetulan pada saat itu 24:43 sekolah sedang mengadakan 24:45 eh penambahan 24:47 eh terminal buat di kelas-kelas nah 24:49 belum dipasang. 24:51 Dan di hari itu ada siswa yang 24:52 terlambat. 24:53 Telat. Dia yang masang. Iya, dia yang 24:55 masang gitu. Jadi 24:56 eh 15 menit yang mereka 25:00 kurang di awal itu dipakai buat kegiatan 25:02 hal-hal yang positif. Jadi bayar utang 25:05 ya, bayar utang waktu dengan kegiatan. 25:08 [tertawa] 25:09 kalau yang mungkin kita pernah lihat 25:11 ketika mereka terlambat ada yang 25:13 langsung di push up, ada yang keliling 25:15 lapangan, ada yang 25:17 suruh hormat bendera berapa jam, 25:19 menurut saya konsep disiplin positif 25:21 tidak seperti itu. 25:23 Tadi menimbul menumbuhkan kesadaran, 25:25 terus sesuai dengan apa yang mereka 25:28 eh 25:30 langgar gitu, kalau mereka melanggar ya 25:31 waktu konsekuensinya waktu. Kalau 25:33 misalkan mereka 25:34 memecahkan eh Sesuatu? Sesuatu ya harus 25:37 ganti. 25:38 Gitu, kalau misalkan ada kursi atau eh 25:42 pintu yang rusak, kalau bisa diperbaiki 25:44 mereka yang memperbaiki, kalau enggak 25:45 bisa diganti. Eh keren banget. Jadi 25:49 sesuai dengan apa yang memang itu tadi 25:52 utang harus dibayar. Bagaimana pendapat 25:55 dua siswa yang ada di sini? Pernah 25:56 ngalamin enggak? Vio gimana? Pernah 25:58 ngalamin telat terhadap waktu atau 26:01 mungkin hal lain terkait dengan disiplin 26:03 yang terlanggar gitu? 26:05 Alhamdulillahnya tidak. Belum pernah. 26:08 alhamdulillah. 26:09 Jadi sampai dengan detik ini masih aman? 26:12 Alhamdulillah masih aman. Terus kalau 26:14 lihat ada teman yang mengalami 26:16 konsekuensi dari disiplin yang tidak 26:18 dilaksanakan, gimana? Pernah ada? Pernah 26:21 menyaksikan sendiri? Oh sering Bu saya 26:23 Bu, dari [tertawa] Jadi banyak 26:25 teman-teman ya, nah itu gimana gimana? 26:27 Reaksimu atau responmu terhadap mereka? 26:31 Ya 26:32 Enggak diledekin kan? Enggak. 26:34 [tertawa] 26:34 Kalau mau kasihan ya kasihan aja gimana 26:36 dulu. 26:38 Ya mungkin ya 26:40 ya cuma berharap aja, ya semoga mereka 26:43 bisa lebih baiklah atau lebih lebih 26:46 disiplin dalam memanajemen waktu lah, 26:49 itu aja. He em, he em. 26:50 Kalau Adit paling susah di apa? Di waktu 26:54 atau di tugas-tugas yang lain? Di waktu 26:56 sih saya. Jadi hampir sama kita semua 26:58 ya. 26:58 [tertawa] 26:58 Sama waktu kalau boleh nawar gitu ya. 27:02 Eee saya tuh kesusahan 27:05 eee 27:06 bukan kesusahan sih, eee kayak agak 27:08 sulit untuk memanajemen waktu saya. 27:11 Eee kadang tuh kayak 27:13 eee terlena cuman eee 27:16 karena 27:18 harus ya harus sadar gitu dengan 27:21 tanggung jawab ya 27:25 Mau enggak mau bisa gitu ya? 27:27 gitu ya. 27:28 Cuman ya pernah juga telat. 27:30 Oh ya? Terus hukuman saya ya disiplin 27:32 positif tadi. Saya membersihkan kelas 27:35 seperti piket atau enggak membersihkan 27:36 kamar mandi. Heeh. Atau membaca Qur'an. 27:40 Enggak diledek sama teman-teman? 27:41 [tertawa] 27:42 Eee enggak lah. Alhamdulillah berarti 27:45 teman-temannya semuanya oke ya. Enggak 27:46 ngeledekin, enggak ngeledekin telat sih 27:48 loh rasain gitu 27:50 [tertawa] 27:51 Oke. Ikhwan Akhwat ini live jadi Anda 27:53 bisa telepon ya ke Radio Silaturahim 27:56 kalau ada yang ingin ditanyakan. 27:59 Mudah-mudahan 28:00 eee bisa dijawab dengan seperti apa yang 28:04 diharapkan dan kalau kirim WA juga bisa 28:07 seperti biasanya. Kita jeda sejenak 28:10 nanti kembali ke ruang dengar Anda 28:12 sesudah jeda berikut. 28:21 [musik] 28:29 Masih bersama Rasil untuk Islam yang 28:31 satu. Kita sekarang ada di Jendela 28:34 Sekolah yang tengah membahas disiplin 28:37 positif bersama dengan wakil kepala 28:40 sekolah bidang kesiswaan dan ada siswa 28:43 yang satunya Vio yang satunya Adit. Kita 28:46 lanjut kembali bahas terkait dengan 28:48 disiplin positif ini. 28:51 Kalau 28:53 yang diajarkan 28:55 kalau yang tadi terkait tanggung jawab 28:57 terhadap keterlambatan misalnya. 29:00 Itu ada hal lain lagikah yang membuat 29:02 anak-anak merasa I have to do this 29:05 misalnya gitu. Ya. 29:07 Eee 29:08 dalam pelaksanaan disiplin positif eee 29:11 selain tadi 29:12 eee penerapan siswa yang terlambat 29:15 Heeh. 29:16 Melakukan pelanggaran. 29:17 Eee di awal kita sudah eee melakukan 29:20 pencegahan-pencegahan Ibu selain tadi 29:22 kita sudah memberikan materi growth 29:24 mindset. 29:26 Nah 29:27 usia mereka kan energinya luar biasa. 29:30 Jadi kita perlu salurkan ke hal-hal 29:31 positif. Nah dari kelas 10 mereka sudah 29:35 di eee tracking nih Bu. Mereka sukanya 29:37 apa, passion-nya di apa, minatnya di 29:39 apa. 29:40 Contohnya misalkan ada eee Adit eee suka 29:43 di 29:45 komputer atau informatika dan Vio suka 29:47 kimia. 29:48 Kita fasilitasi Bu. Sesuai dengan 29:50 minatnya tadi. Minatnya dan passion-nya 29:51 kita fasilitasi untuk mereka mendapatkan 29:54 bimbingan tambahan dari guru-guru 29:56 terkait. Nah harapannya apa? Harapannya 29:59 ketika 30:00 eee ada event lomba mereka sudah tidak 30:03 eee apa persiapan yang dadakan lagi 30:06 semuanya sudah siap. Jadi begitu ada 30:08 lomba mereka langsung siap dikirim 30:11 dengan persiapan yang 90% lah ya. 30:16 Kemungkinan untuk menangnya sangat besar 30:18 gitu. Heeh heeh. Nah terus 30:20 eee ada juga di karena kita di boarding 30:23 hari Sabtu dan Minggu nya kan eee 30:26 kegiatan anak-anak kan terfokus di 30:28 eee ma'had. Nah kita siapkan juga 30:30 program ekskul. Nah ekskulnya ini ada 30:33 eee beberapa ekskul yang bersifat fisik, 30:37 ada ekskul yang bersifat eee pengetahuan 30:40 atau skill. Contohnya 30:42 Olahraga itu pasti ya. 30:43 Olahraga. Mereka dapat eh 30:45 kegiatan ekskul bulu tangkis, ekskul 30:48 basket, futsal, dan renang, panahan, dan 30:50 sebagainya. Ada juga ekskul desain 30:53 grafis, eh fun cooking, terus science 30:57 club, public speaking, broadcasting, dan 30:59 lainnya. Jadi 31:00 eh semua kita fasilitasi agar tadi ya 31:03 eh energi anak-anak ini diarahkan ke hal 31:05 yang positif. Ehm gitu. 31:08 Jadi dari semua ekskul yang disiapkan 31:11 oleh sekolah, anak-anak boleh pilih mana 31:13 yang sesuai dengan minatnya? Iya, betul. 31:16 Lebih dari satu boleh? 31:18 Lebih dari satu boleh. 31:19 Asal waktunya cukup ya. 31:20 [tertawa] 31:21 Enggak ber 31:22 apa? Ber 31:24 dempetan gitu ya. 31:25 ada ekskul juga yang berjalan di 31:27 weekdays, ada juga yang di weekend. Jadi 31:29 eh tadi dari kesadaran mereka, mereka 31:32 bisa nih membagi waktu. Oh, waktu saya 31:34 adanya di ini, saya pilih ini. 31:37 ini gitu. Jadi enggak enggak asal mereka 31:39 milih, ternyata waktunya bentrok. Jadi 31:41 mereka lihat-lihat dulu. Tentunya eh 31:43 atas pengetahuan orang tua juga. 31:45 Nah, terkait dengan apa yang disediakan 31:47 sekolah, menurut Adit, apa nih yang wah 31:50 mumpung nih, apa yang kira-kira jadi 31:52 passion Adit, kemudian diambil sehingga 31:55 waktumu habis beneran untuk hal-hal yang 31:57 positif? 31:59 Eh karena sekolah ini mendukung minat 32:01 dan bakat, eh saya berminat di ekskul 32:03 panahan. 32:05 Eh Jadi udah ikut itu? Udah ikut saya. 32:08 Dan bisa manah? Ah 32:10 alhamdulillah lah kalau masih range-nya 32:12 10 sampai 15 m. Oke, tapi sekarang 32:15 jangan manah hati dulu ya. 32:17 [tertawa] 32:17 Masih muda banget. Apalagi? Apalagi? 32:20 Eh jadi eh 32:22 diterapkan juga tuh saya disiplin 32:24 positif di ekskul panahan itu. Contohnya 32:26 nih, eh sebelum coach-nya datang, saya 32:29 udah turun, saya udah nyiapin bawa panah 32:31 sama nyiapin targetnya. 32:33 Eh tanpa harus eh disuruh gitu. Eh kalau 32:38 enggak ada yang 32:39 eh, inisiatif buat bawa panah dari 32:44 gudang sama mempersiapkan 32:46 mempersiapkan targetnya, itu mau nunggu 32:48 lama lagi 32:50 terus harus ditunggu disuruh dulu. Nah, 32:52 itu kan termasuk salah satu eh, 32:54 kesadaran atau tanggung jawab. Jadi, eh, 32:57 hikmahnya adalah tahu diri ya. Udah tahu 32:59 nanti mau apa, memanah kok bukannya 33:02 buruan disiapin nunggu nunggu pelatihnya 33:04 datang, misalnya gitu. 33:06 Apa lagi selain panahan? 33:08 Eh, saya ekskul eh, cuman ikut panahan 33:11 sih ya. Satu aja. 33:12 aja tadi. 33:13 Eh, ada DCC juga sih. 33:17 DCC itu 33:18 bimbingan prestasi 33:19 bimbingan prestasi juga Ada bimbingan 33:21 prestasi juga sih. Eh, jadi setelah 33:23 pulang sekolah eh, setelah asar itu ada 33:28 bimbingan prestasi. Jadi, eh, semisalkan 33:31 eh, saya nih, saya berminat di eh, 33:35 informatika. Jadi, saya meminta guru 33:38 informatika saya 33:39 eh, untuk menambah materi atau latihan 33:42 soal. Jadi, untuk eh, lumayan buat 33:44 nambah-nambah ilmu juga. Eh, buat 33:47 ngabisin waktu kan sore juga tuh. 33:48 Iya. Jarang loh ikhwan akhwat, siswa 33:51 yang justru minta tambahan beban. 33:53 Tapi itulah yang terjadi pada Adit. 33:55 Sekarang kita dengar kalau Fio sendiri 33:57 gimana memanfaatkan apa yang disediakan 34:00 oleh sekolah. 34:01 Kalau saya ekskul itu ikut berenang sama 34:04 sains club. Aha. Eh, kalau sains club 34:08 itu eh, kita 34:11 praktek membuat eh, contohnya itu eh, 34:16 toothpaste eleven, kemudian telur asin, 34:20 es kopi murni dan lain-lain. Kalau 34:22 berenang ya, saya sih sebenarnya saya 34:25 sendiri yang mau berenang karena saya 34:26 dulu SMP itu udah pernah berenang. Jadi, 34:29 untuk melanjutkan aja sih sebenarnya. 34:31 Aha. Dan sekarang enggak pernah 34:33 tenggelam ya? Mau ditaruh di manapun ya? 34:34 Alhamdulillah. ya. 34:35 [tertawa] 34:36 Iya, iya. Itu adalah bagian yang menjadi 34:39 passion anak-anak ya, karena mereka 34:41 memang sukanya di situ, difasilitasi, 34:44 keren banget. Kalau emm 34:48 anak-anak laki-laki itu enggak ada yang 34:49 suka masak ya? 34:50 Ada, ada. 34:51 Ada enggak? 34:51 Ada. Ekskul masak? Ada, ekskul fun 34:53 cooking namanya. 34:54 Oh, namanya fun cooking. Dan itu 34:55 biasanya apa aja tuh? 34:57 Itu termasuk eh salah satu ekskul di 34:59 peminatnya banyak, Bu. Oh ya? Tanpa dua 35:01 anak ini pastikan. 35:03 [tertawa] 35:03 Enggak suka masak. Karena tadi mungkin 35:06 makan masakan buatan orang dengan makan 35:09 masakan buatan sendiri itu eh 35:12 Beda. beda rasa kebanggaannya gitu. 35:14 Makanya tadi eh siswa sangat eh antusias 35:17 dari menyiapkan bahannya sampai plating 35:20 akhirnya gitu. 35:21 Itu biasanya hari apa? Itu eh jadwalnya 35:24 hari Sabtu. Mhm. Ya, di sesi dua kalau 35:27 di ekskul itu, termasuk eh siswanya yang 35:31 eh antusiasnya termasuk yang banyak 35:32 gitu. Mungkin mereka ngelihat eh 35:35 eh contohnya itu dari TV-TV banyak juga 35:39 yang chef-chef itu ternyata laki-laki 35:41 dibanding perempuan. Contohnya di 35:43 MasterChef itu kan Iya. banyak 35:45 juri-jurinya itu ya chef yang 35:47 eh laki-laki termasuk pesertanya juga. 35:50 ekskul yang ini belum pernah ikut lomba? 35:53 Eh 35:54 Masak. 35:54 [tertawa] 35:55 Untuk ekskul ini bukan eh lomba tapi 35:57 berpartisipasi di kegiatan, Bu. Oh. 36:00 Misalkan ada kegiatan invest di mana 36:02 semua eh kegiatan misalkan contoh ada 36:06 ada lomba renang di sini. 36:08 Pesertanya kan dari luar banyak. 36:09 Banyak. Nah, teman-teman eh ekskul fun 36:12 cooking ini ikut berjualan di sana. 36:16 Itu mereka eh PD menyajikan bahwa ini 36:19 apa yang kita bikin ini sudah layak 36:20 untuk dijual gitu. 36:22 Mhm. Jadi lebih ke pengembangan itu ke 36:24 nantinya wirausaha. Wirausaha, percaya 36:27 diri. Enggak usah lomba-lombaan deh 36:28 kalau yang dimasak enak pastilah ya, oh 36:30 gitu, he he he. 36:32 Oke, menyenangkan sekali karena banyak 36:35 hal diperoleh sementara bisa jadi di 36:38 tempat-tempat lain hal-hal semacam ini 36:40 terkait dengan disiplin positif tidak di 36:43 adakan atau belum di adakan. 36:45 Mudah-mudahan siaran kita ini nanti juga 36:47 mempersuasi yang dengar atau 36:49 sekolah-sekolah lain juga, ah di sekolah 36:51 kita mau ah. 36:53 Untuk penghujung acara 36:57 Jendela Sekolah ini, tentu ada dong 37:00 harapan baik itu dari para guru atau 37:03 juga para siswa dengan adanya kaitan 37:07 disiplin ini. 37:09 Dari yang memberikan dulu kira-kira 37:12 harapannya apa? Iya. 37:14 Eh, harapannya disiplin positif ini bisa 37:16 diterapkan di semua jenjang. 37:19 Baik itu tadi di momen-momen usia golden 37:22 age. He em. Karena 37:24 ketika disiplin positif kesadarannya 37:26 muncul di usia sejak dini 37:28 orang tua akan terbantu 37:31 bahkan terbantu seumur hidup karena anak 37:34 ini sudah mempunyai kesadaran dari dini. 37:37 Nah, kesadaran yang dimulai dari dini 37:39 ini akan eh membekas, akan tertanam 37:42 selama mereka seumur hidup. Mereka akan 37:44 merasakan begitu 37:46 eh tanggung jawab mereka itu eh harus 37:48 tepat waktu kalau di sekolah 37:50 ketika mereka terlambat mereka pasti 37:52 akan merasa bersalah atau mereka bakalan 37:54 sudah prepare sebelum waktunya gitu. 37:57 Nah, ketika eh mereka masuk ke jenjang 37:59 sekolah sekolah pun juga akan terbantu 38:02 dengan siswa yang sudah on time. Udah on 38:05 time. [tertawa] Sudah memiliki modal 38:07 kedisiplinan yang luar biasa, tanpa 38:10 disuruh inisiatifnya tinggi, itu 38:12 benar-benar disiplin positif sangat 38:14 powerful impact-nya kepada siswa. Ketika 38:17 di pembelajaran itu mereka juga akan 38:20 eh memiliki tanggung bahwa saya 38:23 eh 38:24 ingin ikut lomba, berarti mereka harus 38:26 prepare-nya dari jauh, enggak harus 38:28 dioprek-oprek gurunya dulu, mereka sudah 38:30 ada kesadaran. Eh, seperti Adi tadi 38:32 ngajak guru informatikanya minta 38:34 tambahan, jadi ada kesadaran dari diri 38:36 sendiri itu. 38:37 Oke. 38:38 penting banget disiplin positif 38:40 diterapkan sejak dini. Dari kacamata 38:43 pendidik, sekarang kalau anak-anak 38:44 sendiri gimana? 38:46 Ayo. Siapa dulu juga boleh. 38:49 Eh. 38:50 Harapan saya sih eh, semoga saya masih 38:54 bisa konsisten 38:56 untuk disiplin dan harapan saya buat eh, 38:59 masyarakat Indonesia itu eh 39:03 eh, semoga diterapkan 39:06 eh, disiplin positifnya ke semua 39:08 masyarakat Indonesia dimulai dari hal 39:09 kecil seperti buang sampah. 39:12 Gitu. 39:13 Dan bukan hanya sekat sekarang, nanti 39:15 setelah mahasiswa setelah menjadi ayah 39:17 pun tetap genggam erat disiplin positif 39:20 gitu ya. Iya. Oke, Vio apa kabar? 39:24 Kalau dari saya, harapan saya itu 39:27 [berdehem] 39:28 tidak tidak hanya sekolah saja yang 39:31 mengaplikasikan disiplin positif ini, 39:34 tapi seluruh pemuda di Indonesia ini. 39:37 Karena mereka yang akan menggantikan 39:39 orang tua kita nanti di masa depan. 39:42 Saya dulu pernah mendengar sebuah 39:45 eh, quotes atau kalimatlah 39:47 eh, dari seorang yang terkenal yaitu 39:51 Presiden Soekarno-Hatta. Ehm. Dia bilang 39:54 begini 39:55 "Berikan saya 1.000 orang tua, niscaya 39:58 akan kucabut akar dari semeru dan 40:01 berikan saya 10 pemuda niscaya akan 40:04 kuguncangkan dunia." Masya Allah. 40:07 Itu harapan yang luar biasa karena lewat 40:10 disiplinlah segala sesuatunya bisa 40:13 terwujud. Di bagian akhir nih, closing 40:16 statement masing-masing juga akan 40:18 memberikan. Oke, kita dengar. Silakan. 40:20 Ya, closing statement dari saya 40:23 disiplin positif eh bagian dari eh 40:26 proses 40:28 kita mendisiplinkan diri sendiri dan 40:30 anak kita. Jadi, mulailah dari diri 40:33 sendiri 40:34 eh terutama orang tua, mulailah dari 40:36 kesadaran diri sendiri dan eh ajarkan ke 40:39 anak-anak kita 40:40 agar disiplin positif ini bisa eh 40:43 tertanam di anak-anak kita 40:45 dari sejak dini sampai nanti mereka eh 40:49 menerapkannya juga ke anak-anak mereka. 40:51 Gitu. 40:53 Oke, Adit. 40:55 Eh disiplin positif ini 40:58 eh ketika melakukan sesuatu 41:00 eh 41:02 tindakan 41:03 eh mau dari buang sampah, mau dari 41:05 bersih-bersih atau itu, jangan 41:07 mengharapkan imbalan atau hadiah, tapi 41:10 memang dari kesadaran diri sendiri. 41:12 Eh dimulai dari hal kecil saja. Eh 41:15 little eh little things matter gitu. 41:19 Kalau Fio? 41:23 Eh tanpa adanya disiplin, kedisiplinan 41:25 diri itu eh kehidupan kita itu tidak 41:28 akan sempurna, karena disiplin itulah 41:30 yang membuat karakter manusia itu 41:33 bisa diterima oleh orang lain dan 41:36 dipandang baik oleh orang lain juga. 41:40 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat untuk 41:44 jendela sekolah kita hari ini dengan 41:47 bahasan disiplin positif di mana tidak 41:50 ada hukuman, tidak ada hadiah, tapi 41:54 disiplin dijalankan dengan hati nurani, 41:56 dengan kesadaran bahwa itu adalah bagian 41:59 dari entah itu tanggung jawab atau 42:02 bentuk kasih sayang kita atau kepedulian 42:05 dan ketaatan kita pada Allah subhanahu 42:07 wa taala. 42:09 Terima kasih sekali lagi untuk Jendela 42:11 Sekolah yang sudah mempersuasi siapapun 42:13 yang mendengar, mudah-mudahan 42:15 bermanfaat. Billahi taufiq wal hidayah, 42:17 wassalamualaikum warahmatullahi 42:19 wabarakatuh. Wa