Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:14 [musik] 0:28 Bismillahirrahmanirrahim. 0:29 Asalamualaikum. warahmatullahi 0:30 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:33 Wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad 0:35 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Rabbi 0:38 zidni ilma allahumfani bima alamtani 0:40 waimni ma yangfani warzuqni ilman 0:43 yangfoni. Dipancarkan dari jalan masjid 0:45 silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur, 0:47 Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:50 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:51 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:53 Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari 0:55 ini? Semoga dalam keadaan sehat 0:57 walafiat. Kita berjumpa lagi di hari 1:00 Selasa. Kita sudah memasuki hari yang 1:02 ke12 ya tapnya di hari yang ke-12 di 1:06 bulan Syawal 1442 1:08 Hijriah. Semoga kabar Anda di mana pun 1:10 saja Anda berada, ikhwan akhwat dalam 1:11 keadaan sehat walafiat. Kami hadir dalam 1:15 acara ekonomi Islam Ikhwan Akhwat. Saya 1:17 ditemani oleh Atep di kameraman, ada 1:20 juga Anis Mualim di operator. Dan 1:25 narasumber kita alhamdulillah dari Dewan 1:27 Syariah Nasional telah hadir Ustaz Ihwan 1:29 Basri. Asalamualaikum warahmatullahi 1:31 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:34 Sehat kabarnya, Ustaz? Ya, 1:35 alhamdulillah sehat walafiat. 1:37 Kita sudah melewati Idul Fitri kemarin, 1:40 Ustaz. 1:40 Iya. 1:41 Iya. suasananya kita sudah mengalami 1:44 yang kedua berarti mengalami kedua Idul 1:46 Fitri di era pandemi ini. Kalau melihat 1:49 setelah Idul Fitri ternyata kalau dari 1:51 berita-berita yang kita himpun ya angka 1:54 angka yang terjangkit COVID naik lagi. 1:58 Bahkan ada kenaikan di Wisma Atlet 2:00 jumlah jumlah orang yang dikarantina 2:03 juga bertambah. Semoga ee semua bisa 2:05 kita lalui dengan selalu menjaga 2:07 protokol kesehatan Iwan Wanawa. tetap 2:09 peduli walaupun tadi ada beritanya 2:11 memang terkesan bosan tapi virusnya itu 2:13 enggak bosan gitu. Virusnya enggak 2:14 bosan. Jadi mematuhi ee protokol 2:19 kesehatan itu masih harus terus kita 2:21 laksanakan. Dan Ihan Akhwat di 2:23 kesempatan kali ini ekonomi Islam akan 2:24 mengangkat topik mengenai kiat-kiat 2:26 usaha di tengah pandemi. Yang mana kita 2:28 ketahui setelah Idul Fitri ini saja, Pak 2:32 Ustaz, pasca Idul Fitriya saja, ada satu 2:33 berita yang ee akibat pandemi Sriwijaya 2:36 Air akan merumahkan. sebagian besar 2:39 karyawannya tawarannya dua, dia mundur 2:43 atau ee dirumahkan gitu ya. Itu ternyata 2:46 sudah terjadi pula selain Sriwijaya R 2:50 Garuda. 2:50 Garuda yang lebih besar lagi gitu 2:52 ditawarkan gitu yang pensiun dini atau 2:55 dipecat. Selain dari dunia penerbangan 2:58 sebenarnya di di apa di sisi ee bidang 3:02 lain itu sudah banyak sekali ee 3:04 pemecatan, pengurangan tenaga kerja yang 3:07 mana BPS merilis di akhir 2020 saja 3:10 setelah 1 tahun pandemi itu 10 juta 3:13 pengangguran. Bahkan di tahun ini 12,5 3:15 juta dikeluarkan statement itu oleh 3:17 Presiden Republik Indonesia bahwa 3:18 pengangguran akan bertambah. Kalau 3:20 pengangguran nambah berarti kemiskinan 3:21 juga akan tambah. Nah, itu menjadi ee 3:24 sorotan kita. Sebenarnya solusi apa nih 3:28 yang bisa ditawarkan oleh ekonomi Islam? 3:30 Nah, ini akan kita bahas giat-giat usaha 3:32 di tengah pandemi. Begitu, Pak Ustaz ya. 3:34 Sebagai pembuka Pak Ustaz kami 3:35 persilakan. 3:36 Terima kasih. Asalamualaikum 3:38 warahmatullahi wabarakatuh. 3:40 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 3:43 nasta'inuhu ala umurid dunya waddin 3:46 wasalatu wasalamu ala asrofil iyaai wal 3:49 mursalin sayyidina Muhammadin wa ala 3:51 alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du. 3:55 Para 3:57 pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:00 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 4:02 subhanahu wa taala. 4:05 Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat 4:07 Allah Subhanahu wa taala atas limpahan 4:09 rahmatnya kepada kita sekalian sehingga 4:13 kita dapat melaksanakan 4:16 ee apa ini siaran live pada awal bulan 4:21 Syawal 4:23 setelah kita libur 4:26 dalam rangka 4:28 ee Idul Fitri dan sekarang ini di minggu 4:32 yang kedua kita sudah siaran live ee 4:36 tentang ekonomi Islam. Mudah-mudahan 4:39 ee para pendengar dan para pemirsa di 4:42 seluruh Indonesia atau di mana pun Anda 4:45 berada senantiasa dalam keadaan sehat 4:49 walafiat, 4:50 dapat tercurah rahmat Allah Subhanahu wa 4:53 taala sehingga kita dapat melaksanakan 4:57 pekerjaan kita sehari-hari dengan baik. 5:00 Ee kali ini banyak sekali yang meminta 5:04 ya kepada kita, kepada saya gitu untuk 5:08 memberikan 5:11 ya semacam pencerahan, semacam nasihat 5:15 atau hal-hal yang bisa membangkitkan 5:18 gairah hidup. He. 5:20 Karena banyak sekali kejadian di 5:24 lapangan ini yang kalau kita rekam, kita 5:29 pelaah secara langsung itu adalah bentuk 5:32 atau semacam 5:34 frustrasi, 5:36 keputusasaan 5:38 sebagian dari anggota masyarakat kita 5:41 yang tidak apa namanya istilahnya tidak 5:45 sabar gitu. ee tidak punya cara 5:49 bagaimana 5:51 menyiasati 5:53 pandemi ini. Sementara mereka harus 5:56 menanggung sekian anggota keluarga. Ada 6:01 ada ibu-ibu, ada anak-anak ya dan yang 6:04 lain-lain yang mereka tidak punya 6:06 pekerjaan sehingga hidup mereka 6:08 bergantung kepada yang punya pekerjaan 6:11 di ee ee apa namanya di rumah tangga 6:13 itu, di keluarga itu. Dan ini perlu kita 6:19 sampaikan karena mungkin apa yang kita 6:22 ceritakan pada sesi ini mungkin berguna 6:26 bagi ee teman-teman yang mendengarkan 6:28 atau yang ee menyimak siaran kita ya. 6:32 Dan itu semuanya adalah buah daripada 6:37 ee pandemi. Tadi sudah diceritakan Mas 6:39 Angga berapa juta ya tahun pertama 2020 6:44 kira-kira 10 juta orang keluar dari 6:46 pekerjaan. Itu yang bisa dihitung ya 6:49 yang masuk statistik 6:51 yang istilahnya di bawah gunung es ini 6:53 kita tidak tahu berapa jamnya bisa jadi 6:55 lebih besar. 6:57 Jadi kalau kita lihat di Jogja misalnya 6:59 sekian puluh hotel itu tutup bangkrut 7:03 ya. Ee kemudian-kemarin juga ada 7:04 hotel-hotel yang dijual dengan harga 7:06 yang sangat murah di Jakarta ini. Itu 7:09 menunjukkan betapa sektor pariwisata 7:12 yaitu penginapan hotel dan lain 7:14 sebagainya adalah sektor yang 7:15 sangat-sangat terpukul termasuk adalah 7:18 penerbangan ya. 7:21 Ee minggu ini kita dengar Sriwijaya tadi 7:24 sebelumnya Garuda juga sudah. Tapi yang 7:27 penerbangan yang lain atau airline yang 7:29 lain sebetulnya posisinya kurang lebih 7:30 sama. Hanya tidak memberitakan kepada 7:33 kita saja apalagi yang negara-negara 7:36 lain yang angkatan atau fleetnya itu 7:39 armadanya itu banyak dan gede-gede. Tapi 7:42 dia negara yang kecil kayak Singapura 7:45 yang tidak punya rute kecuali 7:47 internasional. seperti misalnya 7:50 Singapura, Airlines, kemudian ittihad 7:52 atau Imarat ya kotor dan lain 7:55 sebagainya. Semuanya adalah ee 7:57 perusahaan-perusahaan airlines yang 7:58 fleitnya itu armadanya besar, banyak 8:01 jumlahnya dan pesawatnya jumbo semua. 8:04 Nah, mereka-mereka ini juga terkapar 8:06 semuanya. Ya, seperti itu ya. Jadi 8:10 memang sangat luar biasa. Nah, tapi yang 8:13 kita sorir bukan perusahaan itu yang 8:16 bangkrut atau yang ee hilang dari 8:19 peredaran karena pandemi ini, tetapi 8:22 adalah nasib daripada karyawan mereka, 8:25 buruh-buruh mereka yang sekarang ini 8:28 tidak bisa mendapatkan apa-apa karena 8:32 tunjangan sudah habis, tabungan sudah 8:35 habis, pekerjaan belum terbuka, dan 8:37 mereka belum bisa menyiasati bagaimana 8:41 mengubah ee ee pola hidup yang tadinya 8:44 itu sebagai karyawan kemudian sekarang 8:47 berusaha untuk menjadi pengusaha atau 8:50 bisnismen itu tidak dengan cepat bisa 8:53 kita lakukan karena perlu penyesuaian 8:56 apalagi kalau kemudian di pensiun muda 8:59 gitu. Maknanya pensiun muda ini misalnya 9:02 dia sudah bekerja 20 tahun dan selama 20 9:06 tahun dia hanya sebagai karyawan. 9:09 Nah, ini sudah membuat ee membuat 9:12 membiasakan dirinya sebagai karyawan dan 9:14 untuk mengubah bagaimana dia punya ee 9:17 insting bisnis itu tidak secepat itu. 9:21 Perlu waktu lama, perlu adjustment. Nah, 9:23 kalau adjustmentnya ini begitu lama 9:24 sehingga tabungan yang mereka miliki 9:26 habis, lalu apa yang terjadi? Ini yang 9:29 yang terjadi adalah seperti itu ya. di 9:32 masyarakat banyak sekali. Dan ini ee 9:35 subhanallah kalau kita lihat dari secara 9:38 ekonomi Islam dari makro ekonomi Islam 9:40 itu kita memiliki apa namanya namanya 9:44 adalah institusi yang nonmarket 9:48 yang tidak didasarkan pada mekanisme 9:50 pasar seperti zakat yang sudah kita 9:53 bicarakan berkali-kali. Jadi di sinilah 9:57 letak keunggulan sistem ekonomi Islam 9:59 ketika market itu tidak bisa bekerja, 10:03 ketika market structure atau market 10:05 mekanisme ini ee fail, gagal untuk 10:09 menjalankan fungsinya. 10:11 Nah, di situ ada institusi yang 10:13 nonmarket ya, yaitu zakat. Dan zakat ini 10:16 luar biasa. Nah, masalahnya adalah 10:18 apabila zakat ini tidak dilaksanakan 10:21 secara optimal, maka hasilnya enggak 10:23 optimal. Tapi seandainya saya asumsikan 10:27 ee 50% saja orang Indonesia kaum 10:30 muslimin mengeluarkan zakat sesuai 10:32 dengan perintah di dalam syariat lalu 10:34 kemudian dialokasikan 10:36 kepada ee apa di di dikumpulkan dicollek 10:41 oleh Baznas, oleh Laziz dan lain 10:44 sebagainya. ini dengan benar baik dari 10:46 ormas maupun dari pemerintah misalnya 10:48 dari NU, dari Muhammadiyah dan lain 10:50 sebagainya dan itu optimal 50% saja. Ini 10:54 masalah pandemi selesai. Enggak enggak 10:56 terlalu enggak terlalu ini enggak 10:59 terlalu apa enggak terlalu bisa merusak 11:03 ekonomi kita gitu karena jumlahnya 11:04 banyak. Karena kalau dihitung dari ini 11:07 bisa ee perolehan zakat itu kira-kira 11:10 220 triliun misalnya. Kalau separuhnya 11:12 saja kita dapat sudah 100 triliun ya, 11:16 110 triliun. 11:18 10 triliun per tahun ini huge. Ini 11:20 adalah jumlah yang banyak sekali dan itu 11:23 bisa kita pakai apa namanya? Gunakan 11:25 untuk membantu warga kita yang 11:28 kehilangan pekerjaan siapapun mereka 11:31 muslim atau nonmuslim. Jadi sangat 11:33 membantu pemerintah sebetulnya ya. Nah, 11:35 di sinilah kita masih dapat harapan 11:38 kalau kita menggunakan kacamata ekonomi 11:39 Islam. Kalau kita menggunakan ekonomi 11:42 konvensional ya mau tidak mau larinya 11:45 kepada 11:46 printing money. Kalau enggak printing 11:49 money pajak dinaikkan ya pajak progresif 11:53 ya. Dan seperti ini menyakitkan bagi 11:56 mereka yang terkena ya. Nah, printing 11:58 mani koleksinya apa namanya? 11:59 Konsekuensinya adalah inflasi yang tidak 12:02 bisa terhindarkan dan nanti akan merusak 12:04 saudara keseluruhan ekonomi kita. 12:07 Karena itu kalau ini zakat ini ee dengan 12:13 instruksi yang sifatnya dia non market 12:15 ya 12:17 non mekanism nonmarket mekanisme ini 12:20 kita tegakkan dengan baik maka itu akan 12:22 bisa memberikan solusi yang luar biasa. 12:24 Yang kedua adalah yang nonmarket tadi 12:27 itu ada lagi seperti kalau zakat ini kan 12:30 yang wajib yang izbari yang yang 12:33 mandatori. Nah, yang lainnya itu adalah 12:35 yang sifatnya itu sukarela seperti 12:38 sedekah yang lain itu banyak sekali dan 12:39 ini lebih lebih menonjol kalau saya 12:42 lihat ya misalnya bantuan-bantuan itu 12:46 banyak di-cover oleh media sosial bahkan 12:48 untuk yang saudara-saudara kita di 12:50 Palestina saja itu cepat sekali. hari 12:53 ini ada konflik ya, besok sudah ada 12:55 bantuan ke sana sudah sampai ya. Nah, 12:58 padahal itu sebetulnya bentuknya sedekah 13:00 itu ya sifatnya sukarela ya. Apalagi 13:03 kalau kita miliki zakat tadi itu. Jadi 13:07 kalau zakat itu lokasinya sudah apa 13:09 namanya? Penerimaan sudah kita bisa kita 13:12 ee terima. Ada ada persoalan atau tidak 13:16 ada persoalan itu ada terus. Itu 13:19 pemasukan itu ada terus. sehingga tak 13:21 perlu kita berkeluar-keluar kepada orang 13:23 lain untuk mengeluarkan zakat. Dana 13:25 zakat sudah ada di situ. Tinggal kita 13:27 distribusikan pada yang berhak itu. Ee 13:31 jadi itu kita memiliki ee sebuah 13:34 mekanisme nonpasar. Ini adalah 13:36 keunggulan kita wakaf dan lain 13:38 sebagainya. Sekarang lagi 13:39 digencar-gencarkan oleh pemerintah. 13:42 Dalam hal ini Kementerian Keuangan juga 13:43 cukup bagus. Tapi itu sekali lagi 13:46 masih-masih sangat kecil ya. Sangat 13:48 kecil sekali. 13:50 kita perlu ee dorongan yang kuat agar 13:53 supaya zakat ini diimplementasikan 13:57 dengan benar dan dikelola dengan benar 14:00 sehingga nyata memberikan dukungan 14:03 ekonomi kita. Nah, yang kita ceritakan 14:06 adalah korban daripada pandemi ya. 14:09 akibat perusahaan ee gulung tikar, maka 14:13 karyawan sekian ratus orang mungkin 14:15 ribuan ya harus tidak punya pekerjaan. 14:19 Akibat pekerja apa pandemi mungkin 14:21 paling tidak dikurangilah karyawan itu. 14:23 Separuhnya masih bagus kalau separuhnya 14:26 kalau yang sudah gulung tikar semuanya 14:28 tidak ada ya. Ee dan ini banyak sekali 14:31 dan kita tidak tahu sampai kapan. Oleh 14:33 karena itu ee yang kita ceritakan di 14:36 sini adalah keluhan daripada para warga 14:39 kita yang mereka kebingungan sebetulnya 14:43 bagaimana memulai usaha, bagaimana cara 14:46 mengelola usaha. Ada yang sudah berusaha 14:50 mungkin waktunya sudah bertahun-tahun 14:52 tetapi kemudian gagal ya gagal walaupun 14:56 dia sudah berusaha bermacam-macam cara. 14:58 ada usaha ini, usaha itu, tapi kemudian 15:00 ee tidak juga menghasilkan di akhirnya 15:03 kemudian mereka kehilangan semangat. Ini 15:06 ini pada umumnya begitu. Nah, yang baru 15:08 ini adalah yang memang karena dampak 15:12 daripada pandemi di mana perusahaan 15:13 tempat mereka bekerja itu tutup atau 15:17 mengurangi karyawannya dan itu membuat 15:19 mereka bingung ya karena kebanyakan 15:23 mereka itu sudah berkeluarga bahkan 15:25 sudah punya anak lebih dari satu. 15:28 Dan ini membebani mereka ketika kemudian 15:31 mereka tidak punya pekerjaan sama 15:33 sekali. Untuk mendapatkan suatu 15:35 pekerjaan yang baru tidak mungkin kalau 15:37 kita enggak adalah lawangan kerja itu. 15:39 Atau 15:41 mengubah yang tadinya dia menjadi 15:43 karyawan atau buruh menjadi orang yang 15:46 kerja mandiri. Ini juga perlu waktu itu 15:49 ya. Jadi sebagian itu ada yang tidak 15:52 menyangka seperti ini ya karena dampak 15:55 begitu sehingga mereka tidak belum bisa 15:58 untuk menyesuaikan keadaan. Ini yang 16:01 kita angkat itu ya sebetulnya kebanyakan 16:04 adalah masalah dari individu ya. 16:06 Hm. 16:07 masalah individu ini, Pak Ustaz, kita 16:10 melihat ee kalau sudah setahun lebih ini 16:15 kan kalau ditimpa terus-menerus 16:18 masalah masalah psikologisnya kayaknya 16:20 lebih besar nih, Pak Ustaz. 16:21 Iya. Iya. 16:23 Pertama mungkin kita bisa mulai 16:24 bagaimana, Pak Ustaz sebenarnya 16:25 membangkitkan optimis. Nah, kita juga 16:28 melihat karena kemauan itu kan ee ada 16:32 itu kalau misalkan ada pencerahan di 16:33 depannya ini ketika dia gagal gagal 16:35 lagi, gagal lagi pengalamannya apalagi 16:37 berkali-kali gagal. Ini bagaimana saat 16:38 menjaga optimisme? 16:40 Iya. Betul. [berdehem] 16:41 Jadi apa namanya 16:45 kasusnya itu kebanyakan adalah ketika 16:47 dia sudah kena PHK. 16:50 Heeh. ini secara 16:52 psikologis bebannya itu mulai mulai 16:56 besar dirasakan. 16:57 Jadi misalnya gini, hari ini di PHK 17:01 bagaimana dia membayangkan tetangganya 17:04 gitu. Iya, dia membayangkan bahwa 17:06 tetangganya tahu bahwa dia sedang diphk 17:09 itu rasanya secara psikologis itu berat 17:12 yang tadinya begini begegini ya jadi 17:16 tidak mungkin dilakukan. Wal hasil beban 17:18 psikologis ini yang paling berat ya. 17:20 Nah, ini yang beban inilah yang 17:22 seringkiali kalau saya lihat itu justru 17:24 meruntuhkan mental dia ya. Mental dia 17:28 gugur begitu saja karena dia melihat ee 17:32 apa namanya kondisi di masyarakat 17:34 melihat saya lagi di PHK saya enggak 17:37 punya pekerjaan. Jadi harga dirinya dan 17:40 lain sebagainya turut dipertaruhkan, 17:42 turut jatuh gitu seolah-olah begitu. 17:44 Padahal tidak harusnya begitu. kita 17:46 menyikapinya ya sesuatu yang sudah 17:49 terjadi kepada kita terima padanya ya 17:52 jangan kita memikirkan bagaimana tentang 17:54 melihat kita bagaimana teman yang 17:57 tadinya kurang baik hubungannya dengan 18:00 kita, melihat kita enggak usah kemikiran 18:02 ke sana ya. Sekarang yang kita terima 18:05 adalah apa yang sedang terjadi pada diri 18:06 kita ya. Seolah-olah kita membayangkan 18:10 ada anak panah yang dilemparkan atau di 18:13 apa diluncurkan ke arah kita dan 18:15 mengenai kita des begitu 18:17 [batuk][berdehem] ya kita terima. Ini 18:18 adalah takdir dari Allah Subhanahu wa 18:19 taala. Oh itu pertama ya. Innama asabru 18:24 fi asodama alula. Sesungguhnya kesabaran 18:27 itu hitungannya adalah pada saat pertama 18:29 kita menerima musibah. Ya, jadi detik 18:32 ini kita menerima pengumuman bahwa kita 18:36 termasuk orang yang di PHK. Maka yang 18:39 harus kita terima adalah innillahi wa 18:42 inna ilaihi rjiun. Kita mengembalikan 18:44 ini semua kepada Allah Subhanahu wa 18:45 taala. Ini rencana Allah Subhanahu wa 18:47 taala kepada kita dan itu baik bagi 18:49 kita. Itu awalnya begitu kita terima. 18:51 Nah, amat jarang dari kita itu melihat 18:55 musibah yang diterima itu sikapnya 18:57 seperti ini, ya. Nah, sikap yang umum 18:59 adalah mereka tidak terima, 19:02 tidak marah, bikin demo bikin kelompok 19:07 ee bukan ee bikin kelompok ya, cari 19:10 teman yang sama kemudian bikin demo dan 19:13 lain sebagainya. Ini ini kan menunjukkan 19:15 bahwa ee kita tidak terima dengan apa 19:17 yang terjadi pada diri kita. Takdir yang 19:20 kita terima kita tidak ee takdir yang 19:22 mengenai kita tidak kita terima. Padahal 19:24 kita sikapnya harus menerima takdir itu 19:26 dengan lapang dada dan dengan rida. E 19:29 dengan rida dan ee walaupun itu pahit 19:32 sekali ya. Dan kemudian kita ee 19:36 mengembalikan kepada Allah Subhanahu wa 19:37 taala. Innalillahi wa inna ilaihi 19:39 rojiun. Sesungguhnya ini terjadi menimpa 19:41 saya. Ini saya yakin dari Allah 19:43 Subhanahu wa taala. Walaupun ini baik 19:46 saya rasakan, tetapi apa namanya ini 19:49 saya ngerti bahwa ini adalah sesuatu 19:51 yang direncanakan Allah mengenai diri 19:53 saya. Saya terima. Tapi karena ini 19:57 sangat pahit, kita rasakan e kita 19:59 merasakan sebagai suatu beban yang 20:01 berat, maka kita mohon kepada Allah, "Ya 20:03 Allah 20:04 mohon supaya ini segera dihilangkan." 20:08 Kita mohon kepada Allah, berdoa ya. Jadi 20:11 yang yang pertama kita sikap kita yang 20:14 harus kita lakukan ketika menerima itu 20:16 adalah dengan bersabar. Nah, prinsip 20:19 sabar adalah seperti yang saya katakan 20:20 di awal tadi kata Rasulullah sallallahu 20:21 alaihi wasallam, innama asabru fisodama 20:25 alula a indasodama alula. Sesungguhnya 20:28 kesabaran itu dihitung pada saat ketika 20:32 kita menerima pada detik yang pertama. 20:35 Menerima itu adalah dari Allah dan ini 20:37 ee 20:39 ee apa namanya? adalah kesempatan bagi 20:41 kita untuk mengetahui bahwa Allah 20:43 menguji kita. Apapun yang kita terima 20:46 kita kembalikan kepada Allah Subhanahu 20:48 wa taala itu jadi kita terima ya memang 20:52 ada level-level keimanan seseorang itu 20:56 adalah musibah ini. Ada yang menerima 20:58 tapi dengan tapi ada yang menerima tapi 21:01 dengan kegembiraan. Ini yang paling 21:03 tinggi ya. Orang yang menerima musibah 21:06 yang begitu pahit dirasakan tapi dia 21:07 bersyukur. Ya, bersyukur ini amat jarang 21:10 ya. Mungkin di antara kita enggak 21:11 seperti itu. Tapi kalau syukur kita 21:13 punya sikap seperti itu. Karena dia 21:16 mengetahui bahwa ini adalah rencana 21:17 baik. Apa yang diterima oleh kita, apa 21:20 yang kita terima dari Allah Subhanahu wa 21:21 taala, 21:22 baik atau buruk, pahit atau manis, 21:24 terutama yang pahit ini. 21:27 Nah, kita merasakan bahwa itu dari Allah 21:29 Subhanahu wa taala dan itu adalah baik 21:31 bagi kita. maka kita tidak akan 21:33 mengalami beban ee mental ataupun 21:36 mengalami ee beban psikologis. Ya, 21:40 ini yang pertama ya. Yang kedua adalah 21:43 kita menerima bahwa 21:45 kehidupan ini apa namanya? Ee bala atau 21:49 ujian. 21:52 Banyak ayat mengatakan begitu. 21:53 Liyabluakum ayyukum aksanu amala. 21:57 agar dia menguji engkau. 22:00 Siapakah di antara kau? Di antara kamu 22:03 itu yang terbaik amal perbuatannya. 22:06 Jadi kehidupan ini adalah ujian 22:11 ini. Nah, apabila kita sudah merasa 22:13 seperti itu, maka kita mungkin akan 22:16 dapat mengurangi sekian puluh persen 22:19 dari beban psikologis. Dan kita tidak 22:21 akan memikirkan bagaimana teman sejawat 22:23 melihat kita atau tetangga melihat kita 22:26 dan lain sebagainya. Apalagi kita 22:27 mempunyai lawan-lawan atau ee 22:30 musuh-musuh yang memang ingin 22:32 menjatuhkan kita, enggak usah kita 22:34 pikirin ke sana. Kita pikirin adalah 22:36 kita hubungan kita dengan Allah 22:37 Subhanahu wa taala. Ini kita miliki ee 22:40 kita sedang diuji. Ya, sedang diuji itu 22:42 kemudian kita berpikir bagaimana orang 22:45 yang sedang diuji itu sikap yang paling 22:47 baik. ya menerima takdir, berusaha untuk 22:52 bangkit dan kemudian berdoa kepada Allah 22:54 Subhanahu wa taala agar cepat keluar 22:55 dari hal seperti ini ya. Jadi yang tadi 22:59 pertanyaan yang pertama itu apa tadi? 23:03 Optimisme. 23:03 Ee bagaimana membangkan [berdehem] 23:05 optimisme sedangkan kemauan untuk 23:07 bertahan sudah hilang karena berbagai 23:09 pengalaman gagal. 23:10 Nah, ini yang 23:11 yang lama sebenarnya. Artinya mungkin 23:14 sebelum pandemi ini juga dia sudah 23:17 berusaha. 23:18 He. 23:20 Jadi 23:22 makin ee ketika ada pandemi persoalan 23:24 lebih sulit lagi. Jadi karena 23:27 berkali-kali dia usaha coba coba untuk 23:30 berusaha dari berbagai cara ya. Ada yang 23:33 jualan ini, jualan bakso, jualan mie, 23:37 jualan macam-macam berubah-berubah gitu. 23:40 terus ee dia tidak berhasil. 23:44 Nah, di sini seringki apa namanya 23:47 teman-teman itu kemudian frustrasi ya 23:50 frustrasi tidak punya semangat yang ini 23:52 disebut adalah apa namanya tidak optimis 23:54 apa namanya bagaimana membangkitkan 23:56 optimisme. Jadi ketika mereka mengalami 24:00 berkali-kali kegagalan ee teman-teman 24:02 sekalian ya atau para pendengar sekalian 24:06 ee mungkin kita sudah merasa bahwa kita 24:09 telah mencoba berkali-kali usaha ada 24:12 mungkin 7 kali 10 kali kalau kita 24:15 bandingkan dengan Thomas Alfa Edison itu 24:17 1000 kali. 24:18 Iya. 24:20 Dan dia enggak pernah mengeluh ya. Siang 24:23 malam dia mencoba apa itu melakukan 24:25 percobaan gagal lagi, gagal lagi, gagal 24:28 lagi. Dia katakan saya mengalami 1000 24:31 kali percobaan dan itu gagal. Tapi 24:34 enggak pernah berhenti. Nah, kalau kita 24:35 baru 7 10 kali kemudian apa namanya? Ee 24:39 berhenti, itu kita kalah dengan masalah. 24:42 Allah Subhanahu wa taala ee berfirman di 24:44 dalam surah apa itu? Surah Al-Ankabut 24:47 ya. 24:48 Auzubillah minasyaitanirrajim. 24:51 Walladzina jahadu fina 24:54 lanahdiannahum subulana. 24:58 Wa innallaha lamal muhsinin. 25:01 Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh 25:05 berjihad di sini berjihad maknya 25:07 bersungguh-sungguh. 25:09 Walladzina jahadu fina. Dan orang-orang 25:11 yang bersungguh-sungguh di jalan kami, 25:14 berusaha dengan sungguh-sungguh di jalan 25:15 kami. Lanahdiannahu subulana akan pasti 25:20 akan kami tunjukkan jalan-jalan kami. 25:22 Ya, ayat ini turunnya di Makkah ya. Ya, 25:27 kalau kita perhatikan ayat ini secara 25:28 umum artinya bukan tidak berlaku hanya 25:31 kaum muslimin saja, berlaku bagi semua 25:33 orang, muslim atau nonmuslim ya. Ya, 25:35 artinya begini, semua orang 25:38 muslimnya atau nonmuslimnya 25:42 apabila mereka bersungguh-sungguh 25:43 berusaha pasti akan kami tunjukkan 25:46 jalannya. Nah, rumus ini kan berlaku 25:48 umum ya. 25:49 He 25:49 ya. Thomas Alfa Edison melakukan 25:53 percobaan ribuan kali dan berhasil. Dia 25:56 mematenkan lebih dari 500 ya hak paten 26:00 ya. Kadang ada menceritakan 1000 paten 26:03 juga. itu kan gak mungkin dicapai dalam 26:06 semalam 26:08 ya. Setahu saya dia itu enggak sampai 26:11 sekolah enggak enggak lulus sekolah SD 26:13 karena dia sudah disibukkan dengan 26:15 keinginannya bikin percobaan itu sampai 26:18 tua seumur 70 tahunan ya. N itu luar 26:23 biasa. Nah, mereka yang nonmuslim yang 26:26 orang kafir itu diberikan jalan ketika 26:29 mereka itu berusaha Allah akan kasih 26:31 jalan. Apalagi kita sebagai hambanya 26:33 yang apa namanya? Hamba yang 26:36 sesungguhnya, kaum muslimin, kaum 26:38 mukmin, orang-orang yang beriman. 26:41 Maka kita juga harus melakukan itu. 26:44 Melakukan upaya bersungguh-sungguh untuk 26:46 mencapai apa yang kita inginkan. Jadi 26:48 kalau kita mau menjadi pedagang yang 26:50 sukses, ya kita harus terjun ke dalam 26:54 dunia perdagangan dan jangan sekali dua 26:57 kali atau tiga kali percobaan. Kemudian 26:59 ketika gagal kita kemudian tinggalkan. 27:01 Tidak begitu. Harus 27:03 harus mempunyai mental yang kuat, solid 27:07 ya. Sehingga ketika gagal itu tidak apa 27:10 namanya tidak berhenti ya. Ya. Jadi jika 27:15 Thomas Alfa Edison saja 1000 kali 27:17 melakukan percobaan dan baru berhasil 27:19 lah kita mungkin bisa seperti itu. 27:20 Artinya kita juga mungkin tidak sampai 27:22 1000 kali ya percobaannya. Tapi kalau 27:25 kita itu benar-benar bersungguh-sungguh 27:28 untuk mencapi apa yang kita inginkan 27:29 itu, itu pasti akan ada jalan. Pasti 27:32 akan ada jalan. Tidak sampai 10 atau 20 27:35 kali mungkin kita sudah dikasih jalan 27:37 oleh Allah Subhanahu wa taala menuju apa 27:39 yang kita inginkan. Nah, ini adalah kita 27:41 fokus di dalam ee ini di dalam pekerjaan 27:44 kita. 27:45 Jadi jangan merasa 27:48 apa namanya beberapa kali gagal lalu 27:51 kemudian berhenti. Ini kita ya enggak 27:54 bisa begitu ya. Semuanya harus kita 27:56 lakukan dengan usaha yang 27:58 sungguh-sungguh ya. Harus terus 28:00 dilakukan usaha tidak boleh berhenti. 28:03 Ya, ini yang dari pertanyaan yang 28:06 pertama itu ya. Jadi kegagalan itu 28:09 adalah 28:10 keberhasilan yang tertunda. Harusnya 28:12 seperti itu. 28:13 Dan jangan sampai kita gampang banting 28:16 setir ya. itu mental kita bukan seperti 28:19 itu ya. Ini juga ada hadis ya apa ada 28:25 contoh dari pada zaman Rasulullah 28:26 sallallahu alaihi wasallam dan sudah 28:27 pernah juga saya ceritakan 28:30 seorang pemuda yang tidak tahu bagaimana 28:33 dia harus usaha 28:35 ya buntu di depannya itu gak dia tidak 28:38 punya apa yang harus dilakukan tapi yang 28:40 jelas kan dia harus makan dia harus 28:42 minum dia harus minum dia harus makan 28:44 dia harus punya tempat tinggal dia harus 28:46 ngasih pakaian sama dirinya sendiri dan 28:48 juga istrinya atau keluarganya ini 28:50 adalah suatu yang harus dilakukan. N 28:52 terus pendapatannya enggak ada ya. Dia 28:55 bingung enggak tahu bagaimana caranya 28:58 ya. Kemudian 29:01 apa namanya oleh Rasulullah dilihat 29:04 bahwa dia ini masih muda, punya potensi. 29:07 Maka ditanyakanlah kepada dia, "Kamu 29:09 punya apa?" "Ya Allah, ya punya punya 29:12 hils, saya punya semacam tikar gitu ya. 29:14 yang kalau kita pakai itu adalah sebagai 29:16 selimut atau sebagai alas untuk tidur. 29:20 Coba bawa sini. Dibawalah ke hadapan 29:23 Rasulullah. Kemudian di dilelang kepada 29:26 sahabat. 29:28 Ada yang menawar 1 dirham dikasih oleh 29:30 Rasulullah. Ada yang menawan apa? 29:33 Menawar 2 dirham. Nah, kemudian dikasih 29:36 dijual menjadi 2 dirham. Yang satu 29:38 dirham dibelikan kapak ya. Yang satu 29:41 lagi untuk kebutuhan. 29:43 Dan janganlah kamu 29:45 apa namanya menghadap saya kecuali 29:48 setelah 2 minggu, 2 jumat 2 minggu kamu 29:52 pergi cari kayu dengan kap ini dan kamu 29:55 jual nanti itu. Dan betul apa yang 29:59 dilaku apa yang diserangkan oleh beliau 30:01 ini kemudian dia lakukan dan 2 minggu 30:03 kemudian dia sudah banyak uang sudah 30:06 bisa beli ini, beli dan lain sebagainya. 30:08 H khairun laka kata Rasulullah. Ini 30:10 adalah lebih baik bagi kamu daripada 30:12 kamu minta-minta. Ya. Jadi sebetulnya 30:16 yang menjadi pelajaran dari peristiwa 30:18 ini adalah bahwa Rasulullah sallallahu 30:21 alaihi wasallam melihat potensi ya. 30:23 Selama kita ini masih hidup dan sehat 30:25 itu potensi ada. Mau apa juga kita bisa 30:28 buat ya. Maka dilihatnya potensi yang 30:30 paling bagus ini adalah 30:32 dia punya sumber daya apa dilelang ya. 30:34 Punya tikar dilelang kemudian dijual. 30:37 Kemudian dari itu dia belikan alat 30:39 kampak untuk bisa motong kayu. Padahal 30:42 kita bayangkan di Madinah kayu ya, kayu 30:44 apa ya misalnya kayu kurma atau kalau 30:47 kita di Indonesia 30:48 banyak 30:48 banyak 100 200 m dari rumah sudah ada 30:51 kayu gitu. Iya kan? Tapi di Saudi di Eas 30:56 yang ada kayu apa tapi bisa apalagi kita 30:59 di Indonesia gitu maksudnya. Jadi dengan 31:01 alam yang seperti ini kayanya pasti 31:04 lebih bisa daripada sahabat tadi. Itu 31:08 ini memberikan kepada kita bahwa 31:10 sesungguhnya kita harus melihat diri 31:11 kita ini sebagai sumber daya yang 31:13 berguna untuk menyelesaikan semua 31:16 persoalan kita gitu. 31:19 Sekarang kan masanya pandemi nih Pak 31:21 Ustaz ya. 31:22 Oh iya. 31:23 yang dirasa lebih sulit gitu. Kira-kira 31:26 masih ada celah gitu Pak Ustaz usaha apa 31:30 gitu. Iya. 31:32 Jadi pertanyaannya itu kan normal ustaz. 31:35 [tertawa] Iya. 31:36 Itu dalam keadaan normal. Ini normalnya 31:38 mungkin juga sulit 31:40 ditambah dengan masa sekarang ini masa 31:42 pandemi ya. 31:44 Apa ada celah bagi saya untuk melakukan 31:47 itu? 31:48 ee Allah Subhanahu wa taala 31:51 memberikan 31:53 apa namanya menjadikan kita ini 31:57 bukan untuk sia-sia, 31:59 bukan diciptakan abatan. 32:02 Afahasibtum annama khalaqnakum abatan 32:06 wa annakum ilaina la turjaun. 32:09 Apakah kamu sekalian menyangka 32:13 bahwa kami menciptakan kamu itu abatan 32:17 sia-sia, tidak ada tujuannya? Waakum 32:19 ilaina la turjaun dan tidak dikembalikan 32:23 kepada kami. Dan kamu sekalian tidak 32:24 dikembalikan kepada kami. Ini pertanyaan 32:27 ya. Jadi artinya apa? Kita ini 32:30 diciptakan oleh Allah oleh Allah 32:32 Subhanahu wa taala itu 32:34 dengan tujuan ya. Kemudian Allah 32:38 menciptakan manusia dengan memberi 32:40 rezeki kepada mereka. Tetapi rezeki yang 32:43 diberikan kepada manusia itu harus 32:45 diusahakan. Ya, seperti kita ditakdirkan 32:49 oleh Allah itu ee kenyang kalau kita 32:53 makan, 32:54 kenyang kalau kita minum misalnya. 32:56 Karena tidak mungkin kita itu berdoa 32:59 kepada Allah, "Ya Allah, kenyangkan 33:00 perut saya tanpa kita makan." Nak 33:03 mencari makan itulah usaha. 33:05 Makanya kalau kita mau menggapai rezeki 33:07 yang dia ee tentukan kepada kita, yang 33:10 Allah tentukan kepada kita, ya caranya 33:12 kita harus berusaha untuk mencapai itu. 33:15 Nah, itu rahasia tidak diperitakan 33:18 kepada kita di mananya. Nah, kita sudah 33:21 dilengkapi dengan segala macam alat ya, 33:25 insting, 33:27 akal yang sehat, badan yang sehat, 33:30 rasionalitas dan lain sebagainya. Ini 33:32 semuanya adalah alat yang di yang kita 33:35 miliki untuk menggapai itu. Oleh karena 33:38 itu, maka ketika kita dalam keadaan 33:42 seperti pandemi, pertanyaan, "Masih 33:45 adakah cela bagi saya untuk berusaha?" 33:47 Jawabannya pasti ada. Masih ada. Allah 33:49 menciptakan kita bukan untuk dimatikan. 33:52 Ya, bahkan dalam hadis dikatakan yang 33:54 lain, wnafsu lan tamut hatta tastufa 33:58 rizuquha. 34:00 Dan jiwa itu tidak akan mati melainkan 34:02 setelah disempurnakan rezekinya kepada 34:04 dia. Ya. A kama qa Rasulullah sallallahu 34:08 alaihi wasallam. Ya, seperti itulah 34:09 hadisnya ya. Jadi kita tetap memiliki 34:13 celah untuk apa namanya untuk bisa hidup 34:18 walaupun di masa pandemi. Saya sendiri 34:21 merasa punya punya ini punya pandangan 34:24 seperti ini. 34:26 Seandainya asumsi asumsi bahwa saya 34:29 ditugaskan 34:31 oleh perusahaan atau oleh negara di 34:35 sebuah negara di mana tidak ada usaha di 34:37 situ kecuali haram. Enggak ada usaha 34:40 yang halal di situ. Ya, saya hidup di 34:43 suatu negeri di mana 34:46 secara kasat mata 34:48 tidak ada usaha yang halal di situ. 34:50 Semuanya haram ya. Katanya dalam peta 34:53 itu semuanya merah, enggak ada yang 34:55 hijau ya. Ya, jadi secara kasat mata di 35:00 tempat itu tidak ada usaha yang halal, 35:02 tapi saya ditempatkan di situ justru. 35:05 Tetapi saya tidak mau kecuali makanan 35:08 yang halal, rezeki yang halal. 35:10 Pertanyaannya bisa enggak di situ? Nah, 35:12 kan seperti ini. 35:13 Masih ada cela tidak ketika saya hidup 35:15 di tempat seperti itu untuk mendapatkan 35:17 cela yang halal? Ah, pertanyaannya 35:20 begini. Kalau pertanyaan seperti itu, 35:22 jawaban saya adalah kalau Anda yakin, 35:25 kalau Anda seorang mukmin, seorang 35:29 muslim yang tidak mau mendapatkan harta 35:32 yang haram, 35:34 walaupun ditepatkan seperti itu, 35:37 Allah akan kasih Anda lapangan pekerjaan 35:42 yang sesuai dengan keinginan Anda. Pasti 35:44 akan diberikan jalan keluar dengan 35:46 diberikan lapangan pekerjaan yang halal. 35:49 He 35:49 ya seperti itu masih ada ya asal kita 35:51 yakin ya dan kita tidak mau makan dari 35:54 harta yang tidak halal tidak mau sama 35:57 sekali dan mohon kepada Allah supaya 35:58 diberikan jalan keluar pasti aja jalan 36:00 keluar saya punya keangan seperti itu 36:03 dan beberapa pengalaman pribadi juga 36:07 menunjukkan seperti itu ada ya jadi 36:10 orang mungkin sudah tidak bisa melihat 36:13 itu ada cela, dinding sudah tertutup 36:17 tidak ada lagi pintu semua sudah 36:19 tertutup. 36:20 Satu-satunya yang kita lakukan adalah 36:22 kita mengemis, kita minta, kita 36:25 menghibah kepada orang lain. Tapi kita 36:27 enggak mau menghibah. Kita tidak mau 36:30 meminta atau mengemis pada orang lain. 36:32 Yang kita ya kita mau mengemis kepada 36:34 Allah subhanahu wa taala, maka dia akan 36:36 memberikan jalan. Ya. Nah, keyakinan 36:38 kita ini harus pada tingkat seperti itu 36:41 ya. Bahwa ee Allah akan memberikan 36:45 pertolongannya. Allah akan memberikan 36:46 apa yang kita inginkan. 36:48 Selagi kita itu yakin benar bahwa Allah 36:52 akan memberikan pertolongan. Ya. Dan 36:55 pada saat yang paling genting, misalnya 36:56 pada saat pandemi seperti ini yang kita 36:59 rasakan lapangan pekerjaan tertutup 37:01 semuanya tidak lagi tidak ada lagi 37:04 celah, tidak ada lagi apa ya mungkin 37:08 titik-titik yang bisa kita masuki untuk 37:10 kita bisa berusaha. Tapi kalau kita 37:13 yakin bahwa akan bahwa Allah Subhanahu 37:15 wa taala ghaniyun maha kaya 37:20 yang akan memberikan apa saja kepada 37:22 kita kalau kita minta maka pada saat itu 37:25 pasti akan anda temukan jalan keluar. 37:28 Ya, ini yang harus kita apa namanya yang 37:32 harus kita tanamkan dalam batin kita. di 37:35 tengah kita men apa diselimuti oleh 37:39 pesimisme. He. 37:40 Di tengah suasana di mana semuanya 37:43 menutup lapangan pekerjaan. Tidak ada 37:45 lagi pekerjaan. Jangankan pekerjaan 37:47 baru, yang ada saja kita dikurangi atau 37:50 ditutup. Ya seperti itu. Tapi kalau kita 37:52 yakin ya nomor satu itu yakin ya bahwa 37:57 Allah akan memberikan jalan keluar yang 37:58 baik pada kita, pasti kita akan 38:00 diberikan jalan keluar. Iya. 38:03 Jadi tadi apa itu 38:05 ikhwan akhwat saat ini Anda menyimak 38:08 mengenai 38:09 ee kiat-kiat usaha di tengah pandemi 38:13 bersama Ustaz Ihan Basri. Nah, terkadang 38:15 Pak Ustaz kita juga kan tadi memang 38:19 celah itu ada ini dari diri sendiri 38:22 biasanya Pak Ustaz teror mental nih Pak 38:23 Ustaz 38:25 teror mental yang memang enggak kuat 38:27 gitu mentalnya itu gampang ng-drop 38:29 semangat juga kadang-kadang kendor gitu 38:32 ya nih jaga semangat jangan kendor 38:34 gimana [tertawa] 38:36 berapa kali saya mendapat seperti ini ya 38:39 datang ke rumah saya 38:40 H 38:41 padahal sebelumnya sudah saya kasih 38:43 pencerahan Heeh. 38:46 Enggak bisa, Ustaz. Katanya 38:48 saya meledik kata-katain teman saya 38:50 sendiri begini-begini. 38:51 He. 38:52 Akhirnya roboh juga. Akhirnya anak itu 38:54 juga tidak kuat ya, mentalnya jatuh. 38:58 Saya bilang, "Kalau kamu mau maju, 39:00 jangan berteman dengan orang seperti 39:01 itu." 39:02 He. 39:03 Yang kalimat-kalimatnya, kata-katanya 39:05 bukannya menambah semangat kamu. 39:08 Iya. Malah 39:10 menghilangkan semangat kamu. Caranya 39:12 bagaimana? kamu pindah, jangan 39:13 bertekawan dengan seperti itu. Iya. 39:16 Jadi, ini adalah kiat, salah satu kiat 39:18 yang kita pakai untuk bagaimana kita 39:21 memelihara optimisme dalam hati 39:24 di dalam kenyataan sehari-hari. Apa 39:27 maksudnya dalam kenyataan sehari-hari? 39:29 Kenyataan sehari-hari begini, kita kan 39:31 punya teman, punya punya kolega lah, 39:33 punya teman-teman mungkin teman sekolah 39:35 atau teman main gitu ya. Nah, 39:37 teman-teman sekolah atau teman-teman 39:39 main biasanya tidak ramah terhadap ee 39:42 hati kita. Artinya kalimat ucapan dan 39:45 lain sebagainya itu kadang-kadang 39:47 mungkin bukan kadang-kadang seringkiali 39:48 pada umumnya adalah meruntuhkan mental. 39:52 Iya. Ya, kita mau berusaha begini lagi 39:55 ngangkat-ngangkat barang untuk kita jual 39:57 sudah dikata-katain. 39:59 Ya, bukan diberi semangat tetapi 40:00 dikata-katain. Sehingga ee suasana 40:03 seperti ini terus-menerus terjadi, 40:05 akhirnya dia ee kalah juga. Nah, makanya 40:10 salah satu cara bagaimana supaya kita 40:12 ini ee bisa memelihara optimisme, 40:16 semangat, spirit ee adalah kita tidak 40:21 mencampuri atau tidak bergaul dengan 40:23 mereka. Kalau bisa lah kalau kalau tidak 40:26 bisa misalnya memang harus di situ ya 40:28 jangan di ini jangan didengarkan saja 40:30 gitu. Kita harus punya kiat bagaimana 40:33 kita memelihara itu ya. Makanya konsep 40:35 di sini adalah konsep hijrah. Sebenarnya 40:36 konsep hijrah itu artinya pindah tempat. 40:39 Pindah dari tempat yang bisa kita 40:42 memelihara optimisme dengan mencari 40:44 orang-orang yang selalu memberikan apa 40:47 namanya dukungan kepada kita, sport 40:49 kepada kita, memelihara optimisme kita. 40:51 Seperti itu yang teman yang baik ya. 40:54 Tapi kalau memang tidak bisa karena 40:56 alasan tertentu ya kata-kata mereka, 41:00 ucap ucapan mereka yang tidak memberikan 41:03 dukungan ini enggak usah kita dengarkan 41:05 itu aja. Kalau tidak bisa hijrah secara 41:07 fisik ya idealnya itu kita harus cari 41:09 orang yang bisa memberikan semangat. 41:12 Jangan sampai kita di tempat yang 41:14 seperti itu terus karena itu akan apa 41:16 namanya? membocorkan baterai kita. 41:19 habis dicas sudah full eh bocor di situ. 41:22 Padahal harus kita apa namanya? Kita 41:25 pilih tempat di mana ee cas baterai kita 41:28 ini supaya langgeng, supaya tidak mudah 41:30 bocor sehingga kita kita tetap ee 41:33 tersemangati, kita tetap ee optimis 41:37 gitu. 41:39 Dukungan pertama mungkin dari orang 41:40 dekat ya, Pak Ustaz ya 41:41 sangat ya seperti istri seperti istri. 41:45 mencari lingkungan juga tadi ya. Kalau 41:47 misalkan betul-betul sudah tidak ada 41:50 harapan untuk dukungan hijrah itu. 41:52 Hijrah sudah masuk ke 41:53 tahapan itu ya. 41:54 Ya. Ini yang kejadiannya seperti itu 41:55 yang saya suruh bilang ya. Selama ini 41:58 kan dia enggak pernah ke masjid ya. Nah, 42:00 ke masjid 42:01 tapi ke masjid dari pertama kedua gak 42:03 punya teman karena dia selama ini tidak 42:05 pernah di masjid. Nah, itu juga 42:07 perjuangan. Berat juga ini. 42:08 Iya. I 42:09 iya. berat sekali mereka dia ini orang 42:11 ini. Makanya ee saya menyimpulkan bahwa 42:15 peristiwa itu terjadi karena anak ini 42:17 selama selama hidupnya itu berkawan 42:20 dengan geng, 42:22 dengan kelompok anak-anak yang 42:24 kalimat-kalimat yang diucapkan 42:25 sehari-hari tidak pernah memberikan 42:27 semangat kepada dia. 42:28 He. 42:29 Gembosin kalau bahasa jawanya itu 42:31 semangatnya itu digembosin oleh temannya 42:33 sendiri. Maka ee solusinya harus harus 42:36 ini harus dia hijrah ya ke teman yang 42:39 lebih baik. 42:40 H 42:42 Ikwan akhwat Ustaz kita jeda dulu ya. 42:44 Oke, sudah 42:45 kiat-kiat usaha di tengah pandemi ini 42:48 jadi bahasan di acara ekonomi Islam kita 42:50 kali ini. Bagi Anda yang ingin 42:52 bergabung, menyampaikan pertanyaan 42:55 ataupun komentar, silakan sampaikan ke 42:57 nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 43:01 Yang ingin berdialog langsung dengan 43:03 Ustaz Ikwan mengenai apa yang kita 43:04 bahas, silakan telepon di 0218451512. 43:11 [musik] 43:18 [musik] 43:24 [musik] 43:32 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 43:34 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 43:35 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 43:38 Terima kasih masih bersama kami 43:39 mendengarkan dan menyimak acara ekonomi 43:42 Islam. Kita mengangkat topik mengenai 43:44 kiat-kiat usaha di tengah pandemi. Bagi 43:48 Anda yang sudah memang menjalankan 43:51 usahanya, yang sudah maju, kira-kira 43:54 evaluasinya apa, Pak Ustaz? Kalau yang 43:56 sudah maju gitu ya. Kalau yang 43:58 betul-betul sedang ng-edrop ini sedang 43:59 membutuhkan semangat. Apalagi tagi 44:02 dengan kondisi yang di PHK ingin memulai 44:04 seperti apa. Mudah-mudahan ini menjadi 44:07 masukan berharga gitu ya. Tadi kita 44:09 sudah sampai ke bagaimana motivasi juga 44:11 bahkan ke memperhatikan lingkungan dan 44:13 teman-teman dekat yang bisa mendukung 44:15 gitu Pak Ustaz. Nah, sering juga nih Pak 44:18 Ustaz kita ini kan membaca cerita sukses 44:21 gitu ya. Ada motivator sekarang 44:23 motivator-motivator saya banyak 44:26 tapi online sekarang 44:28 banyak yang online ya karena kondisi 44:29 ini. 44:30 Tapi banyak juga akhirnya hanya ikut 44:34 seminar aja. Seminarnya sudah puluhan 44:36 kali usahanya belum. [tertawa] 44:38 Ini bagaimana Pak Ustaz ya? Rumus-rumus 44:40 untuk mengaplikasikan itu kayaknya sulit 44:42 gitu. 44:43 Iya. 44:44 Motivator itu penting untuk 44:48 mempertahankan 44:50 baterai kita yang mungkin mau redup itu 44:52 mau habis itu ya. 44:54 Ketika kita sudah 44:57 mengelola usaha kita kemudian mengalami 45:00 kejenuhan ya saya merasakan berapa 45:03 banyak teman-teman saya itu yang jenuh 45:05 dengan usaha ya. misalnya jualan ini 45:08 sudah 3 tahun atau 5 tahun, dia merasa 45:10 jenuh, ingin yang baru-baru, ingin 45:13 tantangan yang berikutnya dan lain 45:14 sebagainya. Nah, ini biasanya mereka 45:17 menghadiri seminar itu untuk menambah 45:19 wawasan gitu ya. Nah, dalam seminar 45:21 biasanya ada yang ee motivatornya memang 45:24 orangnya berhasil ya, tinggal cerita 45:26 keberhasilannya dia itu kepada ee yang 45:29 diseminari itu sudah menjadi ilmu 45:32 sebetulnya. Tapi bagi yang orang yang 45:35 atau teman-teman yang belum punya usaha 45:38 tapi ingin usaha kemudian mendatangi 45:40 seminar ini seringkiali pendengar yang 45:43 baik menjadi pendengar yang baik sangat 45:44 baik. 45:46 Cerita ee motivatornya bagus, 45:49 bisnismennya bagus, cerita keberhasilan 45:51 mereka. 45:52 Cuman begitu seminar selesai mereka 45:55 tidak 45:57 bisa memenuhi usaha yang baru. Seperti 46:00 ada hijab antara 46:03 apa yang diseminarkan dengan bagaimana 46:05 dia melaksanakan isi seminar itu loh. 46:07 Ada ijab mesturo, ada ada 46:11 ada penghalang yang enggak kelihatan 46:12 tapi yang membuat mereka tidak bisa 46:14 berjalan. Nah, ini ini mungkin 46:15 pengalaman sebagian mungkin sebagian 46:18 besar malah ya yang ikut seminar itu 46:20 begitu ya. termasuk saya juga dulu 46:22 begitu ya. 46:23 Nah, ee 46:26 jadi seminar ini atau motivator itu 46:30 ketika dia memberikan motivasi kepada 46:32 kita mungkin ee 46:36 audionya audio apa namanya orang yang 46:38 mendengarkan itu tidak semuanya sama. 46:41 Ada yang mendengarkan pendengar ini 46:43 adalah mereka yang sudah punya usaha 46:45 tapi dia datang ke seminar untuk 46:46 menambah semangat. Ah, ini yang yang 46:49 terakhir yang kedua ini yang paling 46:51 banyak orang yang tidak memiliki usaha, 46:53 ingin usaha seperti dia dan ee meniru 46:56 apa yang sudah dia berhasil di dalamnya 46:58 gitu. Nah, ini yang seringki tidak 47:02 berhasil atau kurang. Nah, bagaimana 47:04 caranya? Ya 47:07 menurut saya bahwa kita memulai adalah 47:10 wajib. Memulai usaha apapun itu wajib. 47:13 Tapi hendaklah kita mulai dengan usaha 47:15 yang kita kenal, 47:16 yang kita kuasai, ya. Jangan memiliki ee 47:20 usaha yang kita tidak suk yang kita 47:24 tidak suka meskipun itu diseminarkan 47:26 menarik sekali 47:28 ya. Sama dengan kita menjadi mahasiswa 47:31 ketika disuruh menulis skripsi gitu loh. 47:33 Betul. 47:34 Gimana cara saya kan jadi pembimbing, 47:37 bagaimana cara bikin skripsi, Ustaz? Ya, 47:40 yang kamu senangnya apa? 47:42 Sahabat saya itu selalu begitu. Topik 47:45 yang kamu senangi apa? Itulah yang harus 47:47 kamu tulis. 47:47 Nah, begitu juga bisnis. Apa yang 47:50 menarik bagi kamu, bagi Anda sekalian 47:52 untuk melakukan usaha? Itulah yang harus 47:54 Anda awali dari situ. Titik awalnya dari 47:57 situ. Jangan memulai usaha yang kita 48:00 tidak kuasai. Yang kedua adalah kita 48:01 tidak suka. 48:03 Karena ketika kita tidak suka, passion 48:07 kita itu, energi kita itu enggak bisa 48:10 kita pakai untuk melakukan usaha ini. 48:12 Karena kita melakukan usaha dengan tidak 48:13 rida. Ya, saya dalam bahasa Islamnya itu 48:16 rida. Kita harus sangat senang mencintai 48:19 apa yang kita lakukan itu. Sehingga kita 48:22 lakukan dengan cinta, kita melakukannya 48:23 dengan kesenangan bukan dengan 48:25 keterpaksaan. 48:27 Kalau kita melakukan dengan cinta, 48:28 energi kita akan terus bergobar-gobar. 48:32 Tapi kalau kita melaksanakan karena 48:34 keterpaksaan, maka semakin kita bekerja 48:37 semakin hilang energi kita. He 48:39 ya. Dengan cinta, dengan mahabbah itu. 48:42 Jadi usaha dulu ya. Usaha dulu kita 48:45 lakukan. Kemudian baru setelah kita 48:49 berjalan kemudian katakanlah kita 48:51 menemui aral tantangan. Nah, kita 48:54 bicarakan jalan keluarnya bagaimana. 48:57 Jangan kita belum memulai terus kita 48:59 hanya membicarakan persoalan-persoalan 49:01 terus ya itu enggak akan enggak ada 49:02 jalannya itu. 49:03 Iya. 49:04 Kita jalan dulu baru kena masalah. Nah, 49:07 kita baru akan selesaikan masalahnya. 49:09 Jangan sampai kita belum melangkah terus 49:10 kita takut dengan persoalan yang enggak 49:12 melangkah-melang seperti itu. 49:16 Baik, Pak Ustaz. Kita akan ke pendengar. 49:19 Ini ada beberapa pertanyaan yang masuk. 49:21 Ibu Lisa di antaranya. Asalamualaikum 49:24 warahmatullahi wabarakatuh. 49:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:27 wabarakatuh. 49:27 Masyaallah, Ustaz Ikhwan, syukron 49:29 tausiah dan motivasinya. Benar sekali, 49:32 Ustaz. Di masa sekarang banyak sekali 49:33 usaha yang gulung tikar dan gagal dalam 49:36 mencoba usaha-usaha lain. Namun, 49:38 bagaimana, Ustaz, agar mental kita 49:40 benar-benar bisa terbentuk? Jangan 49:42 sampai putus asa, jangan sampai 49:44 menyerah, dan tetap berusaha. 49:46 Yang paling ini menjaga keyakinan sama 49:49 Allah nih, Pak Ustaz. 49:50 Menjaga keyakinan sama Allah tuh 49:51 bagaimana? 49:53 Yang penting kita juga terus berusaha. 49:54 Mohon pencerahan Ustaz Supra. 49:55 I. Terima kasih Ibu Lisa. 49:58 Ibu Lisa di Bogor. 49:59 Di Bogor ya. Dan yang diutamakan di sini 50:04 adalah ee keyakinan aliktimad alallah. 50:07 Ya, berpegang teguh kepada keyakinan 50:11 kita kepada Allah Subhanahu wa taala 50:13 bahwa Allah akan memberikan jalan 50:15 keluar. 50:17 Apapun persoalan kita ya persoalan kita 50:20 sekarang adalah persoalan bisnis atau 50:21 usaha. kita mendapatkan masalah, maka 50:26 kita rumuskan masalah itu apa. Kita 50:28 rumuskan kemudian kita identifikasi apa 50:31 kira-kira e solusinya ya. Persoalannya A 50:36 identifikasi persoalan itu. Kemudian 50:37 kita coba jalan keluarnya apa? 1 2 3. 50:41 Nah, di antara jalan keluar yang ada ini 50:42 kira-kira yang paling mungkin kita 50:44 lakukan untuk apa? Itu itu sudah kita 50:46 pegang ya. He. 50:47 Lalu yang kedua yang paling penting di 50:50 sini adalah kita mohon kepada Allah 50:52 Subhanahu wa taala untuk menyelesaikan 50:55 masalah ini. Ya, saya cerita ya ini 51:00 cerita 51:01 cerita diri saya sendiri. 51:03 He. 51:04 Jadi saya pernah tidak punya uang ya. 51:09 Tidak punya uang. Tapi saya juga tidak 51:11 ingin berhutang. Tidak mau. Heeh. 51:13 Tidak mau berhutang. itu ketika sudah 51:16 berkeluarga atau masih single? 51:18 Belum. Masih single. 51:18 Masih single. 51:19 Iya. itu lama terkej 51:22 1990 ya 32 31 yang lalu. 51:28 Jadi saya butuh uang katakanlah kalau 51:31 dihitung itu dolarnya 300 ee 50 dolar 51:35 putus saat itu. 51:37 Tapi saya tidak bisa minta kepada orang 51:41 tua. Gak mau 51:44 dan saya juga enggak mau berhutang. 51:47 Ya. Jadi pagi jam 0.00 saya ke 51:50 perpustakaan. 51:52 Tempat saya kuliah, baca buku aja. Tapi 51:54 hati saya itu berpikir gimana 51:57 menyelesaikan persoalan ini ya. Hari ini 51:59 harus harus ada uang itu harus ada. 52:03 Saya baca buku, baca buku, baca buku 52:05 hanya untuk killing time, hanya untuk 52:08 apa? Memenuhi waktu aja itu untuk 52:10 killing time. 52:12 Date lainnya itu jam .00 nanti jam . 52:15 malam. 52:18 Nah, akhirnya 52:20 salat zuhur. Habis salat zuhur makan 52:23 siang. Makan siang tak asar terus 52:25 menjelang magrib itu kita pulang. Bisnya 52:27 itu sudah harus membawa mahasiswa itu ke 52:30 asrama. 52:30 Iya kan? 52:33 Nah, saya naik bus kemudian sampai di 52:34 rumah eh sampai di asrama. 52:37 Masuk asrama itu 52:39 ada orang yang berdiri di tengah-tengah 52:41 pintu sehingga saya enggak bisa masuk 52:44 karena dihalangi begini. H 52:46 ya. Ya. Orang ini men, 52:49 "Saudara, 52:51 kelihatannya ada masalah?" Saya itu 52:54 mengelak enggak? "Saya enggak punya 52:55 masalah." 52:57 Dia enggak percaya saya enggak punya 52:58 masalah. "Apa tanda saya punya masalah?" 53:01 Dia sebutkan, "Kamu biasanya orangnya 53:04 ceria." 53:05 He. 53:05 "Hari ini enggak lihat. Kamu kelihatan 53:07 sedih, wajahnya kelihatan." Wah, saya 53:09 tetap enggak ini nak bilang saya punya 53:12 masalah. Tapi dipaksa itu 53:15 kalau Anda tidak cerita, 53:18 Anda punya masalah, hari ini kita 53:21 hubungannya putus, enggak ada ukhuwah 53:23 islamiah. Wah, itu baru tersentak saya. 53:27 Enggak dia itu siapa, Ustaz? 53:28 Ada orang namanya Muhammad Saleh. 53:31 Iya, Ustaz. Kenal gitu? 53:32 Kenal orangorang dari Timur Tengah. 53:36 Tapi dia bukan mahasiswa satu kelas 53:39 dengan saya kan dia jurusan 53:41 dakwah usuluddin. Saya ekonomi. 53:44 Heeh. 53:44 Iya. 53:46 Itu. Nah, walhasil dia ngajak saya makan 53:49 malam itu. Terus dia menanya saya 53:52 terus-menerus. He. 53:53 Akhirnya saya cerita terpaksa, "Ya, saya 53:56 butuh uang sekian dan saya tidak mau 53:58 hutang, saya tidak mau minta kepada 54:00 orang tua saya." Lihat tersenyum. Oh, 54:03 itu masalahnya ya? 54:05 Ada halukah? Ada masalah. Dia bilang 54:08 begitu. 54:09 Ini kecil gitu. Dibawa saya ke kamarnya 54:12 itu di 54:15 bukakan ini kopernya itu isinya wah 54:18 ratusan dolar banyak sekali. [tertawa] 54:21 Terus ambil yang secukupnya kamu ambil 54:24 ambil saja bukan hutang lah. Itu kan 54:26 dalam sehari kan dari jam 0.00 sampai 54:28 jam 0.00 malam dan 54:29 dan saya apa yang saya inginkan dapat 54:31 semua tidak berhutang, tidak meminta 54:34 kepada orang tua dan dapat sesuai dengan 54:36 yang saya inginkan karena saya minta 54:37 kepada Allah ya Allah saya sepanjang 54:39 jalan itu menangis di bis itu saya 54:40 menangis 54:42 menangis terus makanya dia tahu saya 54:44 sedih [tertawa] 54:46 ah ini jawaban saya kepada buulis saya 54:49 gitu jadi kalau kita itu numbuk artinya 54:52 benturan dengan persoalan yang kita 54:54 enggak tahu jalan keluarnya bagaimana ya 54:57 menangis kepada Allah He. 54:58 Jam malam sejadi-jadinya menangis. 55:01 Ceritakan semua persoalan kita. 55:03 Habis menangis insyaallah ada jalan 55:05 keluar 55:06 ya. Kita muntahkan semua persoalan kita, 55:09 curat kita hanya kepada Allah Subhanahu 55:11 wa taala. 55:13 Itu. 55:14 Baik. Cerita yang menginspirasi. Kita ke 55:17 pertanyaan pertenanya selanjutnya, Pak 55:18 Ustaz. Ini ada Pak Muhammad di Bekasi. 55:20 Asalamualaikum warahmatullahi 55:21 wabarakatuh. 55:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:23 wabarakatuh. Pak Ustaz, kira-kira apa 55:25 yang harus kita lakukan jika memang 55:27 ditakdirkan kita selalu gagal? Bagaimana 55:30 meyakini ini? Meyakini ini. Terima 55:32 kasih. 55:33 Kita enggak bisa mengatakan begitu ya, 55:35 Pak. Ya, 55:36 mungkin karena gagal terus kali ini, Pak 55:38 Ustaz. 55:38 Iya. Tapi tidak bisa mengat ditakdirkan 55:42 kita gagal ya. Enggak bisa. 55:44 Dalam kalau masalah takdir ini mang 55:46 enggak rumit, ya. 55:47 Heeh. Karena di dalam seb sebuah hadis 55:49 dikatakan bahwa ee seseorang itu sudah 55:53 disiapkan tempatnya di surga atau di 55:54 neraka. He 55:55 ya. Kalau dia ahli neraka dimudahkan dia 55:57 pekerjaan untuk masuk neraka. Kalau dia 55:59 ahli surga dimudahkan untuk masuk surga. 56:02 Bahkan dikatakan bahwa antara dia dengan 56:06 amal surga itu tinggal sejengkal. Tapi 56:08 kemudian sabaqahu att takdir dia 56:10 didahului oleh takdirnya dia masuk 56:12 neraka. Jadi seperti itu dia akan masuk 56:14 neraka. Kita tidak tahu ya. kita tidak 56:16 tahu ini misteri. Yang penting adalah 56:18 kita berusaha ya. Kita misalkan saat ini 56:22 ee pahit, kita rasakan apa yang kita 56:24 lakukan ee kita terima itu pahit 56:26 kehidupan kita. Maka cara untuk 56:28 menghilangkan kepahitan itu adalah 56:29 dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa 56:31 taala. Berdoa kepada Allah subhanahu wa 56:33 taala supaya kita ee dikeluarkan dari 56:36 zona pahit ini. Nah, doa itu merubah 56:39 takdir dari takdir yang buruk menjadi 56:40 takdir yang baik. Ya, itu begitu. Nah, 56:43 tapi kalau ada orang yang misalkan tadi 56:45 kategorinya sudah sangat tinggi imannya 56:47 bahwa dia mensyukuri musibah yang di 56:50 yang di yang dikirim oleh Allah, musibah 56:52 dikirim oleh Allah Subhanahu wa taala 56:54 kepada dia dan dia mensyukuri. Nah, 56:55 orang seperti ini ya enggak akan 56:57 mengubah ya. Tapi sangat jarang ya orang 56:59 pada tingkat seperti ini ya. He 57:01 ya. Tapi kita tidak masalah kalau kita 57:03 dalam keadaan ee sakit, dalam keadaan 57:07 buruk, dalam keadaan pahit, getir 57:09 kehidupan kita sekarang ini. Nah, kita 57:11 mohon kepada Allah Subhanahu wa taala 57:12 untuk dipindahkan menjadi ee yang lebih 57:15 baik. Kita mohon pasti Allah kasih. 57:17 Pasti Allah kasih. Ya, kita harus yakin 57:19 begitu husnudan kita kepada Allah 57:21 Subhanahu wa taala. 57:22 Ya. Baik, Pak Ustaz. Kita sayang sekali 57:26 sudah dibaptis oleh waktu. 57:28 Oh, iya. ini juga atensi dari berbagai 57:31 pendengar gitu ya. Terima kasih atas 57:33 atensinya dan juga ee perhatiannya 57:36 selalu menyimak. Kita ke penutup Pak 57:39 Ustaz kira-kira dari seluruh bahasan 57:41 yang kita bahas. 57:42 Terima kasih, Mas Angga. [tertawa] 57:45 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 57:48 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 57:50 subhanahu wa taala. 57:52 Kajian kali ini kita adalah memberikan 57:55 semacam tausiah, nasihat ataupun 57:57 pencerahan kepada teman-teman yang sudah 58:01 banyak curhat kepada saya tentang 58:04 bagaimana menyikapi persoalan-persoalan 58:08 kehidupan 58:10 baik itu terjadi sebelum pandemi ataupun 58:13 sedang terjadi pada masa pandemi ini 58:16 yang isinya adalah kesempitan hidup ya. 58:18 banyak yang mendapatkan musibah PHK, 58:22 tidak punya pekerjaan, 58:24 kemudian lama tidak memiliki ee usaha 58:28 karena situasi seperti ini ya, apalagi 58:32 mengembangkan usaha yang baru ya. Dan 58:35 bagi teman, bagi para pendengar ataupun 58:38 teman-teman yang mengalami seperti ini 58:41 maka seri hari ini itu kita lakukan 58:44 untuk memberikan pencerahan. 58:45 Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan di 58:48 sini dalam memberikan pencerahan ini 58:50 adalah bisa membantu baik itu sifatnya 58:54 itu ee meningkatkan mental kita ataupun 58:57 meningkatkan tauhid kita kepada Allah 58:59 Subhanahu wa taala. Terutama adalah ee 59:01 tentang sifat Allah arraziq arrazaq ya 59:04 yang memberi rezeki sifat Allah memberi 59:07 rezeki kepada makhluknya. Ee itu akan 59:10 kita rasakan pada saat kita dalam 59:13 keadaan sempit. Kita mohon kepada Allah 59:15 Subhanahu wa taala yang arrazaq, arrazaq 59:19 yang memberi rezeki khairur roziqin atau 59:22 arraziq itu juga sifat yang menempel 59:26 pada asmaul husna yang bisa kita ee apa 59:31 namanya imani bahwa Allah Subhanahu wa 59:33 taala adalah Rabb Tuhan yang memberikan 59:36 rezeki kepada semua makhluknya. Tidak 59:39 hanya kaum muslimin saja, bahkan kaum 59:42 kaum kafir ketika di dunia yang tidak 59:44 mau menyembah kepada dia tetap diberi 59:47 rahmat, keleluasaan, kekayaan, dan lain 59:49 sebagainya. Apalagi hambanya yang muslim 59:52 yang menyerahkan hidupnya kepada Allah 59:53 Subhanahu wa taala, maka sungguh tidak 59:56 ada hambatan, tidak ada hijab antara dia 1:00:00 dengan Allah ketika mereka dalam keadaan 1:00:04 apa? Sempit, tidak memperoleh pekerjaan. 1:00:08 Nah, kuncinya adalah kita memohon kepada 1:00:10 Allah Subhanahu wa taala. 1:00:13 Bangunlah kita ini pada jam 3. Jam4 1:00:17 salat tahajud dan memohon kepada Allah 1:00:19 subhanahu wa taala. Ceritakan ee 1:00:21 kepahitan hidup kita kepada Allah 1:00:22 subhanahu wa taala dan minta jalan 1:00:24 keluar segera ya segera supaya tidak 1:00:28 berlama-lama kita dalam keadaan seperti 1:00:30 ini. Hanya kepada Allah kita memohon 1:00:33 pertolongan. Iyaka na'budu wa iyyaka 1:00:36 nasta'. Itu surah Al-Fatihah yang selalu 1:00:40 kita ulang-ulang sehari 17 kali. 1:00:43 Memberikan dorongan kepada kita bahwa 1:00:45 hanya kepada Allah kita menyembah dan 1:00:48 hanya kepada Allah kita minta 1:00:49 pertolongan apapun pertolongan tersebut. 1:00:52 Saya kira itu Mas Sangga ya. 1:00:54 Baik. 1:00:55 Iya. 1:00:56 Alhamdulillah ikhwan akhwat. Demikianlah 1:00:59 ekonomi Islam di kesempatan kali ini 1:01:01 bersama Ustaz Iwan Basri. Semoga apa 1:01:03 yang beliau sampaikan bermanfaat bagi 1:01:05 kita semua. Terima kasih banyak Pak 1:01:06 Ustaz atas ilmu dan waktunya. 1:01:08 Dan jangan lupa ikhwan akhwat simak 1:01:10 selalu ekonomi Islam setiap hari Selasa 1:01:12 mulai jam 09.00 hanya di Radio 1:01:14 Silaturahim untuk Islam yang satu. Dari 1:01:16 studio kami undur diri mohon maaf atas 1:01:18 segala kesalahan kata. Billahi taufik 1:01:20 wal hidayah subhanakallahumma 1:01:22 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:01:24 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:01:26 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:27 wabarakatuh.