Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 [musik] 0:24 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:26 warahmatullahi wabarakatuh. 0:27 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:29 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:32 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:35 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:38 yangfafani warzuqni ilman yangfa. 0:40 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:42 Silaturahim nomor 36, Kalimanggis, 0:44 Cibubur, Bekasi, radio Silaturahim dan 0:46 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:49 akhwat pendengar di mana pun saja 0:51 berada, apa kabar Anda di hari ini? di 0:55 pagi menuju siang hari ini. 0:57 Alhamdulillah senang sekali saya Angga 0:59 Aminudin ditemani oleh Ondi di 1:02 kameraman, ada juga Algi di meja 1:05 operator dapat menyapa Anda di mana pun 1:07 saja Anda berada. Semoga kabar Anda 1:09 sehat walafiat ikhwan akhwat ya. Dan 1:12 selalu setia mendengarkan siaran-siaran 1:15 rahasil untuk daerah Jakarta dan 1:17 sekitarnya. Jauh databek melalui AM 720. 1:20 Kami juga menyapa Anda yang berada di 1:22 Batam, di Sukabumi, di Yogyakarta, 1:25 begitupun di Banyuwangi ataupun di mana 1:28 pun saja Anda berada. Yang selain dapat 1:30 menyimak melalui siaran radio 1:32 konvensional gelombang AM ataupun 1:35 FM-nya, bisa juga mengakses kami di 1:38 siaran streaming di 1:39 ww.radiosesaturahim.com. 1:42 Senang sekali kami di kesempatan kali 1:44 ini hadir kembali dalam acara kajian 1:46 ekonomi Islam edisi hari Selasa. 30 1:51 Desember 2025. Tinggal beberapa hari 1:54 lagi ya tahun 2025 ini. Dan 1:56 alhamdulillah narasumber kita, guru kita 1:59 di acara hari ini di acara ekonomi Islam 2:01 telah hadir di studio Ustaz Ikhwan Basri 2:05 dari Dewan Syariah Nasional Majelis 2:07 Ulama Indonesia. Asalamualaikum 2:08 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 2:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:11 wabarakatuh. 2:12 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 2:13 Alhamdulillah sehat walafiat. 2:15 Alhamdulillah sehat ya. 2025 akan 2:18 berlalu ini, Pak Ustaz. 2:20 [tertawa] 2:20 Kita melihat refleksi akhir tahun 2025 2:24 ini menjadi topik kita, ikhwan akhwat. 2:26 ketika ekonomi Islam melihat peristiwa 2:30 atau kejadian penting apa di 2025 yang 2:33 akan kita angkat tentu saja akan kita 2:36 kaji sebagai pembelajaran penting. Ee 2:38 kalau di 2025 saya googling Pak Ustaz ya 2:41 ada beberapa hal penting itu yang 2:43 kaitannya dengan bagaimana ee 2:45 mempengaruhi ekonomi Indonesia maupun 2:48 ekonomi global. Tapi kalau yang ekonomi 2:50 Indonesia ternyata sekarang saya 2:53 nanyakan ke AI terus nih Pak Ustaz 2:56 [tertawa] 2:57 sama AI ditunjukin bagaimana ketika di 3:00 googling itu pemberitaan banyak muncul 3:02 itu gitu. Ternyata perisau pentingnya 3:04 salah satunya kenaikan PVN nih, Pak 3:05 Ustaz. [tertawa] 3:08 Kenaikan khusus barang mewah gitu. Sejak 3:10 Januari memicu polemik karena khawatir 3:13 menekan daya beli dan ini menjadi ulasan 3:16 berita terbanyak ternyata di 2025 versi 3:19 AI gitu ya yang menjadi 12% walaupun ada 3:22 perubahan-perubahan itu Pak Ustaz dan 3:24 ternyata kalau secara global peristiwa 3:27 besarnya adalah 3:29 trade. Wow. Ini perang tarif Pak Ustaz. 3:31 tarif war and trade disruption. Wah, ini 3:35 yang menjadi hot isu untuk eh ekonomi 3:39 global gitu ya. bagaimana Cina, Amerika 3:42 Serikat, Barat gitu ya, memainkan ee ee 3:46 apa percaturan gitu istilahnya 3:48 percaturan dagang yang betul-betul ee ee 3:52 pasar ee global itu sangat mempenguruhi 3:55 ekonomi di 2025 apalagi dilihat dari 3:59 pertumbuhannya dan lain-lainnya. 4:01 Begitupun dari segi ee ekonomi yang 4:04 mempengaruhi ee bidang politik, bidang 4:08 ee geopolitik juga ya sampai ee perang 4:12 yang sampai saat ini juga masih ee 4:16 menjadi e sorotan dunia itu terjadi di 4:18 ee Gaza, Palestina begitu di Ukraina. 4:21 Nah, ikhwan akhwat, refleksi akhir tahun 4:23 2025 kita akan meneropong dari ekonomi 4:26 Islam. Lalu sebenarnya bagaimana Pak 4:28 Ustaz nanti memandang secara umum 4:30 ekonomi Islam melihat perjalanan di 4:32 tahun 2025 ini? Itu Ikhwan. Kami juga 4:34 mengundang Anda untuk bergabung. Silakan 4:35 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 4:37 ke nomor WhatsApp hasil di 0811999720. 4:42 Baik Pak Usani Iwan Basri. Bagaimana 4:44 kita memulai kajian kita di refleksi 4:47 akhir tahun 202 LM ini, Pak Ustaz. 4:50 Terima kasih Mas Sangga. 4:52 Asalamualaikum warahmatullahi 4:54 wabarakatuh. 4:55 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 4:58 wasalamu ala asrofil iya wal mursalin 5:02 nabiyina wa rasulina Muhammadin wa ala 5:04 alihi washabihi ajmain. Amma ba'du. Para 5:07 pemirsa Rasil TV dan para pendengar 5:10 radio silaturahim yang dirahmati Allah 5:12 subhanahu wa taala. 5:15 Alhamdulillah wasyukrulillah. 5:18 Kita panjatkan puji dan syukur kita ke 5:20 hadirat Allah Subhanahu wa taala karena 5:23 hanya dengan rahmatnyaalah 5:25 kita pada pagi hari ini bisa 5:28 melaksanakan siaran live di Radio 5:31 Silaturahim. Setelah beberapa kali, 5:34 kalau tidak salah tiga kali 5:35 berturut-turut, 5:37 kita tidak dapat melaksanakan siaran 5:40 live karena begitu banyak tugas ya, 5:43 terutama saya itu 5:46 apa namanya bulan bulan Desember sudah 5:49 biasa ya. ya satu hari bisa tiga ya tiga 5:53 meeting. 5:55 Sehingga karena itu maka mohon maaf 5:58 sekali kepada para peserta apa para 6:01 pemirsa dan juga para pendengar ya. 6:04 untuk 3 minggu sebelumnya ini kita 6:06 betul-betul walahan ya 6:09 mencari waktu yang tepat itu karena 6:12 kesibukan kita dan juga Masangga juga 6:16 begitu ya kesibukan kesibukan di kampus, 6:19 kesibukan di akademi 6:22 ya tak kala sibuknya dengan di radio ya 6:27 mohon dimaafkan ini. Ee karena itu maka 6:30 saya bersyukur ke hadirat Allah 6:31 Subhanahu wa taala pada pagi hari ini 6:34 itu semuanya sudah selesai ya. Akhirnya 6:36 hari kemarin, hari Senin ya kita 6:40 terakhir kita 6:42 ee kerjaan kantor itu 6:46 dari jam berapa? Jam 0.30 jam . Ya, 6:50 full. 6:52 Alhamdulillah ini kita syukuri ya. Dan 6:55 kita sudah membikin ya bagaimana kita 6:59 meneropong kejadian-kejadian 7:01 baik itu dalam negeri ataupun itu 7:05 kejadian-kejadian internasional. 7:07 Kita teropong dari ekonomi Islam dan 7:10 pelajaran apa yang kita dapatkan di 7:12 tahun 2025 ini ya untuk menjadikan bekal 7:18 bagaimana kita akan menghadapi tahun 7:20 depan 2026. 7:23 Insyaallah dengan iman, dengan takwa 7:26 yang merupakan ee bekal kita yang paling 7:29 utama, 7:31 seluruh permasalahan itu akan bisa kita 7:33 atasi. 7:34 Tetapi kita akan merefleksi ya akan 7:38 memikir dari ujung tahun 2025 sampai 7:42 akhir daripada 2025 ini kira-kira ee 7:46 peristiwa-peristiwa yang kita teropong 7:49 lewat teropong ekonomi Islam itu apa 7:51 saja yang memiliki bobot ya memiliki 7:55 pelajaran yang memberikan bekal kepada 7:58 kita untuk menghadapi tantangan yang 8:00 lebih berd yang yang tidak kita tahui 8:03 secara mistri. serius di masa yang akan 8:04 datang berdasarkan pengalaman. Nah, 8:07 salah satu yang 8:09 kita teropong di dalam ee 8:12 kejadian-kejadian 8:14 2025 ini masih berkaitan dengan ee 8:17 tahun-tahun sebelumnya 2024 8:21 2023 yaitu geopolitik ya. Geopolitik 8:24 yaitu perang yang terjadi di Ukraina 8:28 antara Rusia dengan apa namanya? Ukraina 8:32 yang ini sudah berlangsung 8:34 bertahun-tahun dan sudah berapa tahun 8:36 ini sudah ee 3 tahun 4 tahun 4 tahun ya 8:41 itu dan belum ada tanda-tanda akan 8:45 berakhir. bukan masalah militer atau 8:49 politik internasional saja yang kita 8:52 akan lihat, melainkan bagaimana perang 8:55 ini ee bisa mempengaruhi produktivitas 8:59 ya, mempengaruhi barang-barang yang 9:02 diproduksi oleh kedua negara itu dan 9:06 dibutuhkan oleh masyarakat 9:07 internasional. Misalnya 9:10 Rusia itu sebagai sumber utama energi 9:14 Eropa. 9:16 Istilahnya Eropa itu bisa seperti ini. 9:19 Itu karena dapat suplai energi murah 9:21 meriah dari Rusia. 9:24 Dan ketika sumber energi itu dikurangi 9:28 ya enggak betul-betul diputus ya, maka 9:33 dengan sendirinya Eropa itu kelabakan. 9:36 sehingga semua industri Eropa tanpa 9:39 kecuali itu akan melakukan adjustifikasi 9:44 atau penyesuaian terhadap harga-harga 9:47 barang yang mulai naik. Harga terutama 9:50 yang paling penting adalah energi dan 9:52 itu mengancam kelangsungan industri 9:54 mereka. Di saat yang sama 9:58 Cina masuk ya lewat industri otomotifnya 10:02 serentak masuk ke Eropa, Inggris, 10:04 Spanyol. 10:06 itu adalah negara yang paling demen gitu 10:08 dengan produk otomotif Cina. Tapi 10:11 Jerman, kemudian Prancis dan lain 10:13 sebagainya. Di mana mereka ini adalah 10:16 punggung tulang punggung utama Eropa 10:19 atau Uni Eropa ini merasakan beban yang 10:24 luar biasa. Nah, akibatnya ialah 10:27 beberapa di antara industri yang mereka 10:30 yang selama ini menjadi tumpuan hidup 10:32 mereka itu ya luar biasa. bukan 10:35 ketar-ketir sebagian malah sudah ada 10:37 yang tutup ya. Nah, misalkan yang 10:39 terakhir ini VW ya. VW itu grup VW ini 10:44 adalah grup otomotif Jerman yang 10:46 terbesar ya terbesar dan dia dan 10:51 termasuk ee otomotif yang dibandingkan 10:53 dengan Mercy atau BMW itu dia harganya 10:56 di bawah ya jadi lebih merakyat itu. 10:59 Tapi dia sudah tidak bisa lagi ee 11:02 bertahan sehingga dia terpaksa menutup 11:05 salah satu produk ee salah satu 11:06 pabriknya di Berlin kalau tidak salah 11:09 ya. Begitu juga yang lain-lain. Bukan 11:12 berarti bahwa BMW atau Mersi 11:14 mentang-mentang aja. Enggak. Mereka ini 11:16 sekarang ketar-ketir ya. 11:17 Nah, jika ee tulang punggung industri 11:19 suatu negara itu diserang dan akhirnya 11:22 babak belur, dapat kita pastikan bahwa 11:26 bertahan 11:27 bertahannya 11:29 Eropa itu bisa di diprediksi. 11:33 Kalau kita lihat dari analis banyak 11:35 sekali ee apa namanya? profesor, 11:39 ahli-ahli itu mereka ini sudah kolabnya 11:42 ya. Jadi satu saja itu yaitu dari sumber 11:46 ee energi. 11:48 Nah, itu di dunia internasional. Terus 11:52 perang tarif yang dilancarkan oleh 11:53 Presiden Trump terhadap Cina itu tidak 11:58 begitu banyak berdampak dari sisi Cina. 12:00 Ya, 12:01 terbukti apa? Terbukti 12:03 Cina itu surplus perdagangan di bulan 12:06 lalu 1 triliun dolar. 12:08 Surplus 12:09 satu 12:11 artinya apa? Bagi orang yang pengamat ee 12:13 orang umum, bagaimana kita melihat angka 12:17 1 triliun dolar itu dalam bentuk surplus 12:20 perdagangan. 12:21 Artinya begini, 12:23 Cina mengekspor barang ke seluruh dunia, 12:25 termasuk ke Amerika, termasuk ke kita 12:28 dengan Cina mengimpor barang dari 12:31 seluruh dunia kepada dia masih selisih 1 12:34 triliun dolar. Bukan triliun rupiah, 12:36 triliun dolar. Enggak kebayang 12:39 itu sudah perang tarif bertahun-tahun 12:41 dengan Amerika itu masih begitu. Iya. 12:47 Ya, luar biasa. Sementara industri 12:50 Amerika 12:51 otomotif misalnya itu 12:54 apa namanya? 12:56 Hancur-hancuran. Saya lihat misalnya 12:59 traktor namanya merek John Deere. 13:02 Hm. 13:03 di sini jaranglah John Dir 13:06 itu semua pertanian traktor kombin mesin 13:10 dan lain sebagainya di Amerika kalau 13:12 kita lihat selalu John Deere walaupun 13:15 bukan berarti dia 100% menguasai mesin 13:18 pertanian Amerika tapi dia termasuk yang 13:20 paling besar dia sudah enggak bertahan 13:23 ngolab dia ya karena apa karena 13:27 kebijakan term ini yang membuat dia itu 13:30 tidak bisa mengimpor komponen 13:32 dari luar negeri, dari Cina utamanya 13:35 sehingga tidak bisa dalam waktu yang 13:38 sangat singkat mengubah bagaimana 13:40 komponen ini bisa dibeli di dalam 13:42 negeri. Ya, itu luar biasa ya ininya 13:47 dampaknya. Meskipun sudah kayak begitu 13:50 sepertinya Presiden Trump juga enggak 13:52 enggak bergeming terhadap masalah dalam 13:54 negeri ya. ini jadi dari ekonomi 13:57 purpurna puranda semuanya ya 14:00 belumlah itu yang dari internasional ya. 14:03 Jadi ada sisi terutama ee masyarakat 14:06 ekonomi Eropa, masyarakat ee Uni Eropa 14:10 yang sekarang ini benar-benar kena 14:12 masalah. Ee tetapi ada juga bagian 14:16 negara atau 14:18 apa namanya kelompok ekonomi yang 14:21 ekonominya bagus-bagus saja kayak Rusia 14:22 misalnya. Terus saya itu diembargo 14:25 dengan luar biasa. Mungkin seandainya 14:29 kita Indonesia di embargo seperti itu 14:32 kab seketika ya pesawat enggak boleh. 14:36 Iya komponen pesawat enggak boleh 14:38 semuanya enggak boleh. Yang semua 14:39 teknologi barat enggak boleh intinya 14:41 begitu. Tapi dia barisa bertahan ya 14:44 enggak ada masalah. Bahkan pertumbuhan 14:46 ekonominya lebih tinggi daripada ee 14:48 Amerika Serikat. Iya. Termasuk Jepang 14:51 juga begitu ya. 14:53 Ya. Jadi yang diuntungkan itu 14:57 memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus 14:59 itu China, kemudian Rusia, kelompok 15:01 brick lah ya. Brick itu adalah ee briak 15:05 itu singkatan dari 15:08 B-nya itu Brazil ya, R-nya itu Rusia, 15:13 I-nya India ya, Cina. Nah, kemudian 15:17 Afrika Selatan lalu kemudian Indonesia 15:20 masuk ya. Nah, jadi termasuk India, 15:23 termasuk Afrika Selatan itu 15:25 negara-negara yang kelompok berik ini 15:27 boleh dikatakan ekonominya ee tetap 15:29 tumbuh positif ya. 15:30 H. 15:31 Nah, di dalam negeri kita pada tahun 15:35 2025 ini kalau di awal 2025 kita 15:39 mengalami 15:40 ee limpahan nasib atau kejadian dari 15:44 tahun 2024 yaitu perpanjangan atau 15:47 kejadian yang ee terjadi di ee apa 15:51 namanya pabrik-pabrik tutup terutama 15:54 tekstil. Kemudian apa namanya ee PHK 15:57 massal ribuan mungkin ratusan ribu di 15:59 industri teksil di Indonesia. itu masih 16:01 kejadian dari 2025 tapi sebetulnya 16:05 kelanjutan dari 2024 ya. H 16:07 ya. Nah, kemudian sekarang ini kita 16:12 mendapatkan musibah dari Allah Subhanahu 16:15 wa taala dengan banjir yang luar biasa. 16:17 Iya. 16:18 Yang kalau menurut saya sendiri itu 16:20 setara 16:22 dengan tsunami sebetulnya ya. 16:24 Luar biasa itu ya. Di Sumatera Utara di 16:28 apa namanya? di Banda Ace kemudian juga 16:30 di Sumatera Barat dan ini sangat 16:33 mempengaruhi ekonominya bahkan mungkin 16:35 ketahanan. 16:36 Sampai-sampai saya baca dalam artikel di 16:38 suatu koran eh suatu ee jurnal di luar 16:41 negeri ee 16:45 ada ada 16:47 pihak termasuk perserikatan 16:49 bangsa-bangsa mungkin merasa apakah 16:51 Indonesia ini siap mengirimkan 16:53 pasukannya ke Timur Tengah yang 16:55 dijanjikan 20.000 Ibu untuk menjaga 16:57 perdamaian di Israel dan Kham. 16:59 He. 17:00 Karena sekarang ini karena musibah 17:04 banjir besar itu. Jadi orang asing atau 17:07 analisa analisis asing itu melihat 17:10 banjir ini menurut dia itu berpengaruh 17:13 terhadap pertahanan Indonesia sendiri 17:15 sampai segitunya. 17:17 meskipun sampai dengan hari ini kan 17:19 tidak di dianggap sebagai bencana 17:21 nasional yang berarti bahwa Indonesia 17:25 itu bisa menangani persoalan ini sendiri 17:27 tanpa cawe-cawe dari negara lain. 17:30 Mungkin karena terlalu PD atau PD lah 17:32 gitu ya untuk bisa mengatasi. Nah, itu 17:35 semua kejadian ini sangat berpengaruh 17:39 terhadap ee ekonomi ya. 17:42 itu yang dari sisi apa namanya 17:45 kejadian-kejadian yang cukup memberikan 17:49 ee dampak terhadap ekonomi dari teropong 17:51 ekonomi umum ataupun ekonomi Islam. Tapi 17:54 ada beberapa hal yang menurut saya di 17:56 tahun 2025 ini yang menjustifikasi 18:01 bahwa ekonomi Islam itu semakin 18:05 semakin benar, 18:08 semakin menunjukkan bahwa apa yang kita 18:11 klaim sebagai satu nilai itu semakin 18:14 dibenarkan oleh 18:17 ekonom. H 18:18 saya beri contoh misalnya 18:21 ee studi Harvard tentang Indonesia 18:25 sebagai 18:27 most flourishing country ya itu adalah 18:31 menunjukkan bahwa selama ini orang Barat 18:36 itu melihat bahwa 18:39 pencapaian materi adalah segala-galanya. 18:41 Jika suatu materi bisa kita capai lebih 18:45 tinggi daripada orang lain atau negara 18:48 lain, maka bisa kita katakan mereka yang 18:51 mencapai materi lebih tinggi itu itulah 18:53 yang berbahagia. 18:55 Mereka welfare, mereka orang yang 18:58 sejahtera, mereka orang yang berbahagia 19:01 secara eh secara lahir. Ya gitu. 19:04 apa yang kita pelajari dari teksbook 19:07 ilmu ekonomi pembangunan yang semuanya 19:10 kita dapatkan dari barat itu mengacu 19:13 kepada itu. Walaupun ada human index 19:15 yang sekarang ini komponennya ada halal 19:18 bukan hanya masalah ekonomi ya 19:20 masalah-masalah yang lain bukan hanya 19:21 materi. Namun demikian, 19:24 tren itu tetap 19:27 ee konsisten bahwa yang namanya orang 19:30 atau negara yang memiliki PDB atau 19:33 perkepita income lebih tinggi daripada 19:35 yang lain pasti penduduknya lebih 19:38 welfare, lebih happy, lebih bahagia. 19:41 Nah, banyak survei seperti itu. Tapi 19:43 studi Harvard di beberapa bulan yang 19:45 lalu itu menunjukkan bahwa ee itu tidak 19:49 benar. bahwa ada negara yang pendapatan 19:53 per kapitannya jauh lebih rendah 19:55 daripada negara maju. Katakanlah 19:57 Indonesia itu pendapatan per kapitannya 19:59 cuma 5.000 sekitar 5.000 6.000 dolar per 20:02 tahun Amerika mungkin sudah 9.000 90.000 20:05 Ibu berarti berapa kali lipat itu ya 20:08 Amerika? Tapi studi Harvard menyatakan 20:12 bahwa Indonesia is the most flourishing 20:15 country in the world. Ya, itu statinya. 20:18 Dan ini menyatakan sekali lagi bahwa apa 20:21 yang di ee agung-agungkan oleh Islam, 20:24 apa yang didakwahkan oleh ekonomi Islam 20:27 bahwa kebahagiaan itu bukan karena 20:31 materi terbukti 20:33 ya. terbukti ya. Banyak orang yang 20:37 menyangkal awalnya, masa sih Indonesia 20:39 lebih berbahagia daripada Amerika. Tapi 20:41 kalau lihat di di apa namanya? di 20:45 YouTube banyak, tapi kita bukan dari 20:47 YouTube, dari studi sendiri ada 20:49 jurnalnya ada ya rankingnya ya orang 20:53 yang apa namanya yang ee memberikan 20:58 orang yang 21:00 dalam hal ini adalah Harfat ya. Para 21:02 profesor di sana membikin study dan 21:05 meranking negara-negara mana yang 21:07 merakyatnya itu 21:09 berbahagia dalam segala hal. Nomor satu 21:12 Indonesia. 21:14 Ya, itu itu menunjukkan bahwa harusnya 21:17 kalau kita menggunakan ekonomi 21:20 konvensional murni harusnya Jepang, 21:23 harusnya Amerika, harusnya Jerman, 21:26 Inggris, Prancis, Korea Selatan, 21:29 Australia itu negara-negara yang paling 21:33 berbahagia 21:34 ya. Tapi bukan tidak dinyana dalam 21:37 bahasa Jawa, tidak disangka sama sekali 21:38 bahwa studi itu akhirnya menyimpulkan 21:42 bahwa Indonesia negara yang paling 21:45 floris berkembang. Bukan berkembang di 21:47 sini, bukan berkembang developing 21:50 istilahnya gitu kan. Bukan itu, tapi dia 21:53 menggunakan flourishing ya yang mana 21:56 berkembang semuanya. Spiritualnya 21:59 berkembang, materinya berkembang 22:01 sosialnya berkembang, stres itu ya tidak 22:04 ada atau sangat berkurang dibandingkan 22:06 dengan yang ada di negara lain dan lain 22:08 sebagainya. Jadi indikator ataupun 22:11 variabel-variabel yang dipakai ini semua 22:12 mendukung bahwa sebetulnya bukan materi 22:17 sebagai satu-satunya faktor kebahagiaan 22:20 dan itu terbukti. He. 22:21 Dan kalau kita lihat dari berbagai 22:23 survei, Indonesia ini selalu menjadi 22:26 negara nomor satu, negara yang paling 22:28 dermawan di dunia. 22:30 Dermawan itu kalau kita lihat dari sisi 22:33 ekonomi mikro konvensional sebetulnya 22:35 bertentangan. Sebab di dalam 22:37 mikroekonomi itu atau kita masuk ke 22:40 dalam teori human behavior atau consum 22:44 consumer behavior itu ada asumsi-asumsi 22:47 yang membuat mereka itu harusnya 22:49 berperilaku rasional ya. 22:51 Iya. rasional adalah seorang ee perilaku 22:55 seseorang apabila sebagai konsumen dia 22:58 ingin mendapatkan utility ya kepuasan 23:02 terbesar ketika dia berbelanja dan 23:04 apabila dia tidak mendapatkan kepuasan 23:06 dari yang dia belanjakan dia mengalami 23:10 disutility 23:12 ya tidak puas ya jadi orang itu kalau 23:16 dalam kacamata seperti ini 23:19 memberikan membeli suatu barang Kemudian 23:21 barang itu secara 23:24 ee nilai tidak memberikan nilai yang 23:26 lebih kepada dia, dia itu namanya tidak 23:29 rasional ya. Tapi orang itu dinamakan 23:32 rasional kalau dia dalam mencapai apa 23:35 nam konsumsinya itu dia ingin 23:36 mendapatkan nilai yang tertinggi dari 23:38 yang dikonsumsi. Makanya dikatakan orang 23:41 yang berinfak ya memberi uang kepada 23:44 orang lain tanpa ada return kepada dia 23:47 itu dinamakan tindakan irasional. 23:49 Jadinya tidak rasional. Iya. dalam 23:51 konsep ini. Nah, ternyata 23:54 bahwa negara yang paling dermawan di 23:58 dunia itu adalah Indonesia itu 24:00 bertahun-tahun selalu nomor satu. Dan 24:02 apa motifnya dan apa di balik itu 24:05 penjelasannya di antaranya adalah karena 24:07 orang Indonesia itu beragama baik itu 24:09 beragama ya mayoritasnya beragama Islam 24:13 dan yang lainnya juga beragama-agama 24:15 yang lain mungkin agama-agama yang ada 24:17 itu juga menganjurkan kepada orang untuk 24:19 tolong-menolong kepada sesama manusia ya 24:23 baik bentuk itu sedekah atau hibah dan 24:25 lain sebagainya dan itu merupakan ee 24:28 karakter daripada bangsa Indonesia ya 24:31 ini sekali lagi gimana menunjukkan bahwa 24:33 apa namanya ee satu ya kebahagiaan itu 24:39 tidak harus menjadi paling kaya secara 24:43 materi itu. Seandainya itu apa namanya 24:47 ee itu sebagai kriterianya ya jadinya 24:50 negara-negara 24:52 Barat, Amerika dan Eropa akan menjadi 24:55 negara yang paling bahagia. Tapi 24:57 ternyata studi menunjukkan itu tidak. 24:59 Hatta walaupun studi itu dilakukan oleh 25:02 orang-orang mereka sendiri, bukan kita 25:04 ya. Kita mah cuman baca hasilnya saja 25:07 ya. Itu adalah suatu apa namanya ya 25:11 suatu temuan ya yang sangat penting yang 25:14 mendukung kepada ee benarnya ekonomi 25:17 Islam ya. Bahwa dalam ekonomi Islam itu 25:23 apa namanya? kebahagiaan atau dalam 25:25 ajaran Islam kebahagiaan itu adalah ee 25:28 tidak semata-mata materi. Tapi 25:30 kebahagiaan itu adalah apabila semua 25:32 aspek daripada penyusun komponen dalam 25:35 dalam hidup manusia ini itu mendapatkan 25:39 kebutuhannya, mendapatkan asupannya. 25:42 Nah, jadi misalkan kita terdiri dari 25:44 jasmani, maka jasmani itu akan apa 25:47 namanya? Memerlukan atau membutuhkan 25:50 makanan, minuman, pakaian dan lain 25:52 sebagainya yang pantas. Sedangkan 25:56 kebutuhan rohani karena kita ini dari 25:58 roh ya, komponen yang lainnya adalah 26:00 roh. Nah, roh itu adalah memiliki 26:03 kebutuhan yang sifatnya non materi. 26:06 Dan apabila kebutan itu dipenuhi maka 26:08 jasm dan rohani ini akan berkembang 26:10 menjadi pribadi yang baik. Ya, itu jadi 26:14 ini memberikan apa namanya pelajaran 26:16 kepada kita bahwa semakin hari 26:19 studi-studi yang dilakukan oleh 26:20 mereka-mereka di dunia Barat itu semakin 26:23 menunjukkan bahwa apa namanya 26:25 ajaran-ajaran Islam yang diadopsi dalam 26:28 ekonomi Islam semakin hari semakin 26:30 menunjukkan kebenarannya. 26:32 Dan ini baru kita apa namanya kita 26:36 dapatkan itu tahun 2025 dari Harvard 26:39 University ya itu Mas Sangga ya. 26:42 H. 26:43 Jadi ee ketika melihat peristiwa di 26:45 bidang ekonomi dan kajian ekonomi yang 26:47 memiliki perajaran penting. Kalau dari 26:50 nilai-nilai ekonomi Islam sendiri Pak 26:52 Ustaz selain pelajaran yang kita petik 26:55 dari tadi kan perang dagang disinggung 26:57 ee antara Amerika Serikat dan dan juga 27:00 dunia gitu ya. Lalu prinsip-prinsip 27:02 ekonomi Islam dengan ee secara umum 27:05 gitu, Pak Ustaz, kita lihat ee bagaimana 27:09 menentukan semua peristiwa-peristiwa 27:11 ini. Jadi, ada di mana posisi ekonomi 27:13 Islam itu, gitu. 27:14 Iya. Jadi, kita bisa melihat perang 27:17 tarif, ya. 27:18 Heeh. Heeh. 27:18 Perang tarif ini kalau kita ibaratkan 27:21 bermusuhan, permusuhan di dalam 27:24 perdagangan. 27:25 Hm. Nah, negara satu tidak ingin apa 27:28 namanya barang asing masuk meraja lela 27:31 menguasai negaranya 27:33 dan dia ingin barangnya dia juga 27:36 dikonsumsi oleh negara lain. Lah 27:39 kalau orang ini hanya berpikir satu 27:44 sisi saja kayak misalnya Amerika ya 27:47 bikin tarif ya ke Cina 125% 27:51 ke Indonesia awalnya berapa itu? 39 atau 27:55 berapa kemudian menjadi 32 dan akhirnya 27:57 19 ya. Jadi seolah-olah dengan memasang 28:01 tarif seperti itu dia menang ya. 28:05 Padahal tarif itu seperti tembok ya. 28:07 Kita dirikan tembok barang enggak bisa 28:09 masuk. 28:10 Kalau barang-barang yang kita impor dari 28:13 luar negeri itu bahan baku penolong, 28:15 bahan baku bahan penolong intermediate 28:17 good misalnya komponen-komponen semua 28:20 mulai dari mobil, TV dan lain 28:21 sebagainya. Lalu hari ini kita tarif 28:24 100% 28:26 bagaimana industri yang berkembang di 28:29 negara kita yang selama ini membutuhkan 28:33 atau mengandalkan supplier-suplier dari 28:35 luar negeri untuk komponennya kan jadi 28:38 berhenti. 28:39 Iya. Nah, ketika perusahaan itu berhenti 28:41 maka dia enggak bisa produksi. Ketika 28:43 dia tidak bisa produksi yang dilakukan 28:45 adalah PHK. Jadi kenapa terjadi PHK? 28:48 ujungnya adalah karena tarif ya 28:51 di dalam Islam ya kita itu ada 28:53 istilahnya taawun, konsep taawun, saling 28:56 tolong-menolong. 28:57 Tidak ada sebuah negara 29:00 di dunia ini yang mandiri dalam segala 29:03 hal. Gak ada. Kalau kita lihat 29:06 sejarahnya misalkan 29:08 pada zaman Nabi Muhammad atau sebelum 29:10 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 29:11 lahir, orang Arab, orang Arab Quraisy 29:14 ini bagaimana mereka bisa hidup? free 29:17 trade [tertawa] 29:18 I kan enggak ada sawah 29:21 ada gunung-gunungnya kering batu 29:22 semuanya tuh 29:23 iya 29:24 tapi bagaimana mereka menjadi negara 29:26 kaya e ya tidak kaya pada waktu itu tapi 29:29 bisa hidup gitu bisa memenuhi 29:31 kebutuhannya sehari-hari bisa punya 29:33 gandum bisa punya tepung gandum bisa 29:35 segala macam ada pakaian dan lain 29:37 sebagainya segala kebutuhan bangsa Arab 29:40 itu bisa mereka penuhi padahal di situ 29:43 enggak ada barang-barang nah gunung 29:46 pasir semua. Nah, konsepnya tahun ya. 29:49 Jadi mereka itu membuka pasar-pasar 29:51 bebas 29:53 ya. Makanya diceritakan dalam Al-Qur'an 29:55 itu dalam surat Al-Quraisy itu ya, surat 29:57 Quraisy cerita tentang bagaimana mereka 29:59 itu hidup ya cara hidupnya menyambung 30:01 hidupnya kehidupannya adalah mereka 30:04 berdagang ya Arab trader dan di beberapa 30:09 naskah di Yunani sekalipun atau Romawi 30:12 itu menceritakan bagaimana pada zaman 30:15 itu bangsa Arab adalah bangsa yang 30:18 terhebat dalam berdagang. Ya, urat nanti 30:21 kehidupan mereka itu berdagang. Karena 30:24 itu mereka bisa hidup ya. Nah, ini. Nah, 30:27 di dalam Islam juga begitu ya. Kita Nabi 30:30 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 30:30 pernah bersabda, 30:32 dau annas. Biarkan manusia itu jangan 30:37 dikasih aturan-aturan. Maksudnya jangan 30:40 sampai manusia dalam berusaha 30:43 beraktivitas secara ekonomi ini dibatasi 30:45 oleh aturan oleh peraturan-peraturan 30:48 yang mengekang. Mereka biarkan mereka 30:51 yang menjadi pedagang-pedagang. 30:53 Yang mau jualan sate, jualan sate. Yang 30:55 mau jualan bakso, silakan jualan bakso. 30:58 Biar 30:59 yang mau jualan apa itu ubi jelembu 31:02 silakan. Iya, jangan ini. Yang mau 31:05 bertani padi silakan, yang mau bertani 31:08 buah-buahan silakan. Itu semuanya itu 31:11 jangan sampai ada hambatan ya. Apakah 31:13 hambatan itu bentuknya adalah tarif atau 31:17 bentuknya adalah bias cukai 31:19 atau bentuknya itu adalah 31:21 peraturan-peraturan yang membatasi. 31:24 Karena itu Rasul mengatakan itu daunas 31:26 itu biarkan mereka ee Allah akan 31:28 memberikan rezeki kepada masing-masing 31:30 orang ya. Nah, ini sebenarnya prinsip 31:33 free enterprise itu muncul ya 31:36 pada zaman pada zaman Islam. Dan kalau 31:39 saya lihat hadis ini, ini free 31:42 enterprise dalam konteks Islam ya. Kita 31:44 bebas melakukan perdagangan. 31:47 Yang yang penting cara berdagang kita 31:50 itu benar secara Islam. Dan yang kedua 31:52 yang kita perdagang-barang yang halal. 31:56 Selain daripada itu enggak ada enggak 31:58 ada aturan ya boleh silakan. 32:00 He. 32:01 Nah, yang sekarang ini terjadi 32:04 adalah sebaliknya ya karena merasa 32:07 terancam. He. 32:08 Akibat free trade, lalu salah satu 32:11 negara membikin tarif. Nah, membikin 32:14 tarif itu bukan berarti barang-barang 32:17 yang dari negara yang dikenai tarif itu 32:18 kemudian mati. Enggak. 32:20 He. 32:21 Ya, kita kan cari pasar baru ya. Seperti 32:24 kita lihat data ya, misal dari tahun 32:26 2000 awal 2025 sampai akhir bulan 32:31 November kemarin itu kita masih 32:33 mengalami surplus perdagangan 32:36 ya dalam bentuk perdagangan fisik. 32:38 Barang-barang itu kita masih surplus. 32:40 Belum pernah dalam tahun ini itu defisit 32:43 ya. Ya. Begitu juga Cina ya. Cina 32:46 bukannya bukannya 32:49 ee apa namanya surplusnya berkurang 32:52 malah mencapai puncakannya pada saat 32:54 Trump itu ngasih tarif 100%. 32:56 Itu menunjukkan bahwa Cina itu ketika 32:59 dikasih tarif dia ya cari cari pasar 33:01 baru enggak usah ke Amerika selesai. 33:03 He 33:04 membanjir di mana-mana barangnya. Iya. 33:07 Nah itu jadi akhirnya yang yang merugi 33:11 adalah Amerika sendiri. 33:12 Iya 33:13 ya. itu ditunjukkan dengan kita lihat di 33:15 TV laporan-laporan itu etalase-etalase 33:18 di pasar-pasar 33:20 apa itu pasar Amerika, pasar serba 33:24 terus serbanya itu enggak ada barang 33:26 lagi enggak seperti dulu banyak yang 33:28 berkurang. Kalaupun ada itu harganya 33:30 sudah beda ya. Jadi sekarang ini siapa 33:32 yang menderita? Apakah rakyat negara 33:36 yang memberikan tarif atau negara yang 33:38 ditari? Iya. Ternyata Amerika sendiri 33:40 yang 33:41 saya enggak kebayang ini kalau 33:42 terus-menerus ini Amerika jadi apa. Yang 33:46 menjadi masalah adalah itu semuanya 33:47 tidak dirasakan oleh 33:49 presidennya. 33:50 Oh presiden. 33:51 Iya. Petani kedele misalnya sekarang 33:53 kedelai Cina enggak mau impor kedele 33:55 dari apa? Dari Amerika. 33:56 Heeh. 33:57 Berjuta-juta ton itu terus dilarikan ke 34:00 mana? Kalau hanya diserap oleh 34:02 Indonesia. Indonesia itu enggak 34:03 seberapa. 34:04 Iya. 34:04 Saya ngasih trip 0% kepada kedela 34:07 Amerika. Oke. Amerika senang. Tapi itu 34:09 kesbaikan kecil. 34:11 H 34:11 iya berjuta-juta mungkin 60% daripada 34:14 konsumen ee apa namanya? pembeli ke 34:17 dalam Amerika itu Cina. Sekarang Cina 34:19 mengadakannya ke Brazil. 34:21 Nah, jadi apa namanya sudah 34:25 diperingkatkan oleh semua kalangan 34:27 ekonomi termasuk mereka yang mendapat 34:29 ada Nobel terhadap kesalahan Pak Trum 34:33 ini. Tapi dia tidak bergeming. Jadi aneh 34:37 sekali ya. 34:38 Jadi seolah-olah di disimpulkan oleh 34:41 para pengamat bahwa Amerika memang 34:44 hancur. Trump itu sendiri sebagai orang 34:47 yang paling menghancurkan Amerika ya 34:49 dari sisi ekonominya. Iya. 34:52 Baik. Ketika kita memandang ee mungkin 34:55 ada satu kata keos lah ya. 34:58 Iya. 34:58 Ekonomi 2025. Di samping itu, Pak Ustaz, 35:01 kalau kita lihat fokus ke dalam negeri 35:04 ini kan di era pemerintahan Prabowo ini 35:07 ada ini istilah saya yang saya baca, Pak 35:10 Ustaz, paket stimulus ekonomi. Nah, di 35:14 antaranya ee termasuk program MBG ya, 35:17 Pak Ustaz ya, yang menurut Presiden akan 35:19 membuka lapangan kerja di samping ee pro 35:23 kontranya gitu ya dan juga segala 35:25 permasalahannya. Lalu juga mengenai ee 35:29 pemagangan PR graduate ini memang jadi 35:31 program pemerintah nih kalau tidak salah 35:32 juga menggunakan ee beberapa program 35:34 tinggi dari kampus-kampus gitu ya untuk 35:36 menyasar ee press graduate dan juga 35:39 belum lagi bantuan sosial. Nah, 35:41 tunai 35:42 bantuan tunai gitu ya Pak Ustaz ee 35:44 melihat terombosan belum lagi danantara 35:46 gitu ya. Nah, di tahun 202 ini mungkin 35:48 selain keos apakah juga dilihat ada 35:51 kayak secercah langkah maju ada enggak 35:54 Pak Ustaz? 35:55 ee MBG itu kan baru dilansurkan tahun 35:59 2025 ya. He. 36:00 Dan kita enggak pernah mengalami hal 36:03 yang seperti itu. Anggarannya besar 36:05 sekali. Maka seandainya bisa dilakukan 36:10 iya itu efek multiplayernya besar. Iya 36:13 kan? 36:13 Tapi masalahnya untuk membuat MBG itu 36:17 tidak bisa sehari du hari butuh 36:20 infrastruktur yang mapan. Kita enggak 36:23 pernah membuat itu masalahnya. 36:24 sebelumnya kan kita enggak pernah punya 36:26 kebiasaan begini. itu kan mengubah 36:28 kebiasaan dan mengubah kebiasaan dalam 36:31 skala seluruh Indonesia masif seperti 36:33 ini tidak bisa dilakukan dalam sekejap 36:36 mungkin 2 3 tahun mungkin belum selesai 36:38 ya 36:39 mungkin sampai akhir jabatan juga 36:40 wallahuam bawab 36:42 karena ini bagi kalau saya melihat 36:43 sendiri adalah suatu hal yang harus 36:45 dibuat baru 36:46 kita enggak punya contoh sebelumnya ee 36:49 tetapi secara hitung-hitungan itu kalau 36:51 jadi begitu efek multiplayernya luar 36:54 biasa ya kan 36:55 tapi itu tidak bisa dilakukan dalam 36:57 secepat mungkin kasus Jakarta saja ya 37:01 seperti itu ya. Kita butuh banyak sekali 37:04 pihak ya. 37:05 Apa supply chain ini banyak banget ya. 37:07 He. 37:07 Nah, supply chain ini harus kita 37:09 rencanakan dan untuk bikin supply chain 37:10 ini enggak bisa 3 bulan, 4 bulan, 37:13 setahun, 2 tahun gak bisa ya perlu waktu 37:15 yang lama itu. Makanya sekarang laporan 37:18 MBG itu kan istilahnya raporan yang 37:21 banyak negatifnya. Iya. 37:22 Ada orang dilind apa mobilnya segala 37:25 macam yang itu ditampilkan. Tapi 37:27 bagaimana [tertawa] 37:29 hasilnya itu enggak ditampilkan. 37:30 Tapi kalau dari sisi angka anggaran 37:32 segini mestinya dia apaan e mempunyai 37:35 flek multiplayer 37:36 ya. Misalnya dikalikan 5 dikalikan 8 37:39 tergantung MPC kita 37:40 ya misalnya MPC ini 0,8 misalnya itu 37:44 bisa ini bisa 10 kali lipat ya. 37:47 Iya efeknya begitu. Tapi untuk bikin 37:50 efek seperti itu waktunya lama. Nah, 37:53 yang bagi orang ekonomi itu seperti 37:56 itulah. Orang yang kayak Pak Trump itu 37:58 kan gak ngerti bahwa ini itu butuh 38:01 proses ya. Butuh proses. Nah, dia maunya 38:05 begini begitu tarif dikenakan selesai 38:07 masalah. Enggak. 38:09 Iya kan? Rentetan masalah baru makin 38:11 banyak. Iya. 38:12 Iya. 38:13 Makin menimbulkan kekacauan keos. Ya, 38:15 contoh yang kemarin diceritakan oleh Pak 38:17 Menteri kita, Menteri Perindustrian eh 38:19 bukan 38:20 Pak Menteri Menko Ekonomi ya, Pak Harto 38:22 Menko 38:23 waktu selesai selesai ee dealing dengan 38:27 Amerika tentang ee tarif itu kan ee itu 38:30 sekarang sudah selesai, 38:31 sudah balik 0% kan. Tapi ketika kena e 38:36 rate 29% atau eh 19% misalnya 38:40 ini dirasakan tiba-tiba UKM kita yang 38:44 biasanya mengekspor ke Amerika itu tidak 38:47 bisa mengekspor 38:48 atau orang Amerika yang biasanya 38:50 mendapat suplly barang ini dari 38:51 Indonesia dengan larga ke segini enggak 38:53 bisa lagi. 38:54 Di sini enggak bisa bergerak, di sana 38:55 enggak bisa menerima. 38:57 Nah, itu tidak seketika ee berlangsung 39:00 lama. Iya. 39:02 Eh, itulah maka ada prosesnya. Prosesnya 39:05 sangat menyakitkan bagi apa namanya 39:08 industri UMKM kita, pengerjin-pengerjin 39:11 kita 39:11 sakit karena enggak bisa menjual ke 39:13 Amerika. 39:15 Penerima yang biasa menggunakan hasil 39:17 UMKM kita di Amerika sakit hati karena 39:20 sekarang tiba-tiba harganya jadi seperti 39:22 ini 39:22 ya. Pasar mereka juga mati gitu ya. 39:24 Kayak gitu ya. Jadi mematikan dua dua 39:26 ini. Nah, ini di didengarkan oleh orang 39:28 yang tadinya enggak ngerti apa-apa. Oh, 39:30 begitu ya. Oh, ternyata begitu. Setelah 39:32 kita timbul gak tahu timbul 39:36 kemanusiaannya disentuh atau tidak. 39:38 Akhirnya kok bisa jadi 0% mungkin karena 39:41 itu kan mungkin disentuh-sentuh begitu. 39:43 Makanya kebijakan itu pengaruh sekali 39:45 Pak Ustaz ya. 39:46 Iya. Pengaruh banget. Iya. Jadi ee saya 39:49 waktu mendapat program itu MPG mendapat 39:52 berita 39:53 saya kan background saya bagaimana cara 39:55 bikin infrastrukturnya. Heeh. 39:57 Kita kalau mau bikin ee orang bisa naik 40:00 kereta tapi dari Jakarta ke Surabaya 40:02 karena bikin relnya. 40:03 Iya, 40:04 bikin keretanya. Dan itu tidak mudah dan 40:06 makan waktu yang lama. 40:08 Ternyata infrastruktur kilat. 40:09 Iya, infrastruktur kilat enggak ada. 40:12 Sama aja kita itu mengubah seorang 40:14 petani yang tiap hari nyangkul di sawah 40:17 menjadi buruh di otomotif. Ya 40:19 kan enggak bisa. Iya 40:21 itu. 40:23 Lalu dua hal yang belum disinggung nih, 40:25 Pak Ustaz ya. tadi kan di 2025 juga PHK 40:28 ini makin meraja lelain meraja lela 40:30 lalu ada janji pemimpin bahwa 40:32 pengangguran itu akan dikikis 40:35 pengangguran katanya akan dibasmi karena 40:37 akan membuka ee jutaan lapangan kerja. 40:40 Nah, di 2025 sepertinya ini menjadi 40:42 masalah serius, Pak, Ustaz. 40:44 Itu maksudnya ee janji kosong, ya. Janji 40:46 kosong 40:47 masih janji kosong karena itu hanya 40:49 perencanaan ya. Mungkin realistiknya 40:52 bagaimana 40:54 apa namanya program ini harus di 40:56 diwujudkan dalam bentuk yang konkret 40:57 gitu. Misalkan 40:59 ee apa tadi yang magang itu ya, 41:03 magang dari pemagangan. Nah, ini kan 41:06 walaupun itu kelihatannya gampang 41:09 tapi kan harus dikomunikasikan dengan 41:11 perusahaan. 41:12 Iya. 41:12 Lah perusahaan ada yang dari asing, ada 41:14 yang dari campuran asing dengan kita, 41:17 ada yang dari kita. Nah, ini kan enggak 41:19 bisa komisarisnya atau direkturnya 41:22 tiba-tiba menerima lalu kemudian tanda. 41:24 Enggak mungkin kan dipikir-pikir 41:25 kemampuannya seberapa gitu kan. 41:27 Salah satunya kampus kami juga Pak Ustaz 41:29 itu langsung tersuruh koordinasi sama 41:32 bank syariah gitu. Sebentar tenaganya 41:34 belum siap. Bang Sari sudah minta contoh 41:36 aja itu. 41:37 Iya. Jadi banyak bukan bukan kejanggalan 41:41 tapi apa ya 41:42 ee ini menunukkan proses yang lama 41:45 dan prosesnya itu tidak mungkin setahun 41:47 selesai, 2 tahun selesai. Enggak. 41:49 Mungkin sampai periode Pak Presiden 41:50 sekarang ini selesai belum selesai juga. 41:52 Yang khawatirnya nanti kalau sudah 41:55 seperti ini kemudian diganti oleh 41:56 pemimpin yang baru dan kebijakan 41:58 berbeda. 41:59 Nah itu 42:01 proses saja. hanya proses yang kita itu 42:02 sibuk diproses tapi hasilnya enggak ada. 42:05 He 42:05 ya. Akhirnya apa? Uang sudah keluar tapi 42:08 hasilnya belum dapat. Ya. Jadi misalkan 42:12 saya melihat bahwa orang yang 42:13 background-nya bukan ekonomi itu ya ini 42:16 asal ngomong aja ya. 42:18 Tapi apa namanya pelaksanaan di lapangan 42:21 sulit sebenarnya 42:22 ya sangat sangat sulit. Karena itu maka 42:25 harus realistik ya. 42:26 Realistik sekali. Tidak kita apa namanya 42:29 tidak bisa tiba-tiba oh kita ini 42:32 pertumbuhannya 10% double digit misalnya 42:35 sementara yang biasanya kita cuma mentok 42:37 di 5%. Nah, secara teori bisa kita 42:40 mungkin double digit bisa, tapi harus 42:42 ada apa lompatan apa ada breakthrough, 42:47 ada apa namanya terobosan yang 42:50 kita enggak ng sebelumnya ya. Egal 42:54 sebelumnya 42:55 iya misalkan orang ada yang mengatakan 42:59 bisa itu kita ambil aja lahan-lahan 43:02 orang-orang yang enggak jelas ilegal 43:04 semua kita jadikan produktif secara 43:07 negara misalnya 43:08 ambil apa perusahaan-perusahaan yang 43:10 ilegal ya di sawit atau di perkebunan 43:12 yang 43:12 menguasai berjuta-juta hektar kalau kita 43:14 kuasai ee kita kan bisa ee mendapatkan 43:17 yang yang net kepada kita. Nah, 43:20 seandainya itu benar misal, 43:21 seandainya benar, 43:22 seandainya itu benar itu gak seketika 43:25 proses hukumnya harus dilalui dulu. Kita 43:27 mengatakan fulan ilegal misalnya, 43:29 dasarnya apa 43:31 perlu jadi prosesnya enggak seketika. 43:33 Seandainya kita punya data bahwa dari ee 43:36 kebun yang ada sekarang ini di Indonesia 43:38 itu 50% legar, nah kita punya potensi 43:40 dari situ untuk kita kembangkan menjadi 43:42 suatu yang produktif dan masuk ke 43:44 negara. Ya, itu pemasukannya menjadi 43:47 besar. Iya. Kalau dari situ, tapi 43:49 prosesnya itu legalnya lebih rumit 43:53 daripada kita sekedar ngomong. 43:56 Banyak sekali 43:58 peristiwa itu yang membutuhkan waktu 44:00 yang cukup lama tapi mungkin berpotensi. 44:03 Saya sendiri tidak tahu karena enggak 44:04 punya datanya ya. 44:06 Ya, secara umum bisa kita pertumbuhan 44:09 itu per tahun sampai double digit juga 44:11 bisa karena potensinya banyak sekali. 44:14 Indonesia banyak yang belum di 44:16 dikembangkan ya. Hm. 44:18 Kalau Cina itu semua aspek berkembang 44:20 serentak ya. Ya, kita kan enggak bisa 44:23 begitu. 44:23 Heeh. 44:24 Karena sumber daya kita ini walaupun 44:26 banyak tetapi harus ditraining dulu 44:29 untuk 44:30 mencapai sumber daya yang lebih baik. 44:32 Ya, 44:32 ada potensi besar yang sudah 44:34 dikembangkan tapi untuk segolongan 44:35 orang, bukan untuk masyarakat. 44:38 Iya. 44:38 Bukan untuk rakyat. Dan tadi satu lagi 44:40 itu tadi disinggung sedikit ee salah 44:42 satunya Pak Ustaz ketika kepemilikan 44:44 lahan sumber daya alam terjadi bencana 44:47 tang 44:48 terjadi bencana akhir banyak pihak yang 44:50 menyoroti 44:51 ada ee ee ee apa ya usaha-usaha 44:54 pemerintah yang akhirnya tertuduhlah di 44:56 sini gitu ya. Bagaimana alih fungsi 44:58 hutan menjadi lahan lalu juga 45:01 pertambangan juga menimbulkan kerusakan 45:03 lingkungan. Jadi ekonomi kaitannya 45:05 dengan lingkungan akhirnya jadi sorotan 45:07 akhir tahun ini, Pak Ustaz. Ya, 45:08 benar. Itu itu mengakumulasi persoalan 45:11 di akhir tahun. 45:12 Heeh. 45:13 Tapi ditambah dengan kejadian seperti 45:16 banjir besar di Sumatera itu 45:18 memporak-porandakan atau 45:20 Heeh. 45:20 ee apa ya me me menghilangkan 45:26 angan-angan yang kita mau ciptakan itu 45:28 menjadi hilang atau paling tidak 45:30 tertunda. Ya. 45:31 Heeh. itu 45:33 seandainya peristiwa itu di Jawa bisa 45:37 kita bayangkan. 45:38 Wah, 45:38 woh itu Indonesia colab ya situ. 45:41 Tapi di Jawa hutan sudah enggak ada. 45:43 Iya kan makin enggak ada hutan kan 45:46 harusnya makin banjir banyak gitu. 45:48 Iya ini bencananya masyaallah 45:49 harusnya seandainya terjadi di Pulau 45:51 Jawa saya masyaallah nauzubillah 45:53 minzalik ya. 45:55 Kita mungkin langsung jatuh ya 45:57 baru sedikit aja sudah banyak 45:58 baru sedikit sudah kayak begitu. 46:00 Ini kejadian dan ini menjadi pelajaran 46:02 bagi kita. Ikhwan ahad yang dirahmati 46:04 Allah Subhanahu wa taala. Anda saat ini 46:06 menyimak siaran live acara ee kajian 46:10 ekonomi Islam, refleksi akhir tahun 46:12 2025, sebuah teropong ekonomi Islam. 46:15 Bagi Anda yang ingin menyampaikan 46:15 pertanyaan ataupun komentar, silakan 46:17 dikirimkan ke nomor WhatsApp rasil di 46:19 0811999720. 46:24 Tetaplah bersama kami. Kami akan segera 46:26 kembali dengan menjawab pertanyaan yang 46:27 sudah masuk. 46:28 Tetaplah bersama kami. 47:33 hari ini di rumah ngariung. Wah, 47:35 terima [tertawa] kasih 47:36 dari Tangerang nih, Pak Andi. Cileduk 47:39 Tangerang. 47:39 Terima kasih, Pak Andi. 47:41 Begituun ini ada Ibu Fani. 47:42 Asalamualaikum warahmatullahi 47:43 wabarakatuh, 47:45 Mas Angga. Aku sedang mengikuti acara 47:47 ini. Suka banget sama acara ini karena 47:50 menambah wawasan walaupun saya seorang 47:53 ibu-ibu muda. Mudah-mudahan tambah 47:55 pintar. Oh, iya. Suara Pak Ustaz juga 47:57 enak didengarnya, Pak Ustaz. Semangat 47:59 terus, Pak Ustaz dan juga Mas Angga. Ini 48:02 Bu Fani ngasih atensi nih, Pak Ustaz, 48:03 ya. 48:04 Sementara itu ada dari 08129597 48:09 sekian-sekian. Sabita di Depok. 48:12 Asalamualaikum warahmatullahi 48:13 wabarakatuh. 48:14 Pak Ustaz, apakah kewajiban Indonesia 48:17 dalam hal ini Presiden Prabowo tetap 48:21 ingin membeli 50 pesawat buing kepada 48:24 Amerika Serikat? Lalu bagaimana 48:26 negosiasi tarifnya Juni lalu, Juli lalu 48:30 dan dan juga pengaruhnya bagaimana 48:32 menurut Pak Ustaz 48:35 datanya. Jadi pembelian puing maksudnya 48:37 puing komersial ya kayak puing 48:40 737 48:43 atau yang dulu sebetulnya kita itu 48:44 dengan ee dengan masih presiden 48:47 sebelumnya. Jadi disepakati ada 48:49 perusahaan kita itu membeli 250 buing. 48:53 Heeh. 737 kalau enggak salah max itu ya 48:56 ada yang jatuh. Kemudian Airbus. Jadi 49:00 maunya itu seimbang. Airbus dibeli 250 49:04 kemudian ee buing 250 juga. Nah, yang 49:09 saya dengar yang saya dengar ini 49:11 mudah-mudahan salah 49:13 mohon dimaafkan. 49:14 Ini yang dibeli dari ee Pak Presiden 49:17 sekarang 50 biji puing itu sebetulnya 49:22 ee yang perjanjian lama. 49:23 Perjanjian lama ya 49:24 yang 200 49:25 cuma waktu waktu pas masih jadi menhan. 49:27 Heeh. Waktu itu kan ini apa namanya di 49:29 Bali waktu pertemuan dengan 49:31 siapa presiden 49:33 pokoknya saya sudah lupa lah itu 49:35 presiden kita. Kemudian ee lagi ada 49:38 pertemuan G7 at di balik kita membeli 49:40 itu 49:41 membeli 250. Jadi itu sampai kepada 49:45 berita internasional bahwa itu pembelian 49:48 pesawat yang terbanyak di dunia ya. Satu 49:50 perusahaan beli 500 pesawat yang 49:52 Indonesia yang beli. 49:53 Iya itu lion itu sebetulnya 49:55 lion [tertawa] sebenarnya. 49:57 Nah yang 50 biji sekarang buing itu 50:00 sebenarnya kelanjutan daripada itu saya 50:02 kira masih dalam dalam jumlah yang 250 50:05 itu ya. 50:05 Iya. I. Nah, kalau apa namanya? Kalau 50:08 masalah tarif itu ee 50:12 kan sebetulnya kalau untuk dari sisi 50:14 Amerika tidak tidak tidak masalah ya 50:17 seperti semula. 50:19 Tapi yang berlaku nanti adalah 50:21 komponennya. Misalkan 50:23 Amerika Serikat itu Boeing semua 50:26 perusahaan Amerika enggak bikin sendiri 50:28 ya misalnya Boeing itu Boeing 787 misal 50:33 NUS-nya itu yang depannya itu dari 50:35 Jepang. Mesin jetnya juga beda lagi. 50:37 Mesin jetnya bisa dari ee Rollroyce atau 50:40 dari dari Kanada ya. 50:43 Jadi yang dibuat buing itu hampir enggak 50:45 ada cuma rakit aja 50:46 bodinya juga. 50:47 Iya. Kursinya pintunya ada dari 50:49 Malaysia. Iya. I kita juga mensuplai ya. 50:52 Ya. Ada bagian komponen apa? 50:54 Enggak ada ya enggak ada murni ya. Ada 50:57 landing landing gear itu yang roda untuk 51:00 mendarat itu dari Itali. I 51:02 mungkin saya bannya kali karetnya ya. 51:04 [tertawa] 51:06 Ya, pokoknya diimpor banyak sekali ya. 51:09 Mungkin kalau di di apa di apa namanya 51:13 dipresentasi. He. 51:14 Itu mungkin 80% komponen diimpor. 51:17 Iya. Iya. 51:19 Mereka enggak ada TKND. 51:20 Oh, gitu ya. 51:21 Iya. Enggak ada. Karena waktu mau dibuat 51:24 itu memang banyak suplai dari 51:26 negara-negara lain. Termasuk F6, F35 51:29 yang pesawat siluman itu. 51:31 Iya. 51:32 itu lebih dari 1000 komponen buat Turki. 51:35 Iya. 51:36 Termasuk ininya apa itu kopiknya, 51:39 teknologinya juga, 51:40 computeriz-nya gitu. 51:41 Iya. Semuanya ada pokoknya ada 51:44 bisa gitu, Ustaz, ya. 51:45 Iya. Jadi, sekarang made inin Amerika 51:48 itu enggak ada yang 100% Amerika. Nah, 51:50 mungkin kalau yang seperti ini terkena 51:53 tarif. 51:53 Terkena tarif ya. 51:54 Iya, terkena tarif ya. Bagaimana 51:56 kelanjutannya saya tidak tahu karena 51:58 saya enggak mengikuti. Tapi seandainya 51:59 kena tarif itu harga akan berubah. 52:02 Harga akan berubah ya mungkin ya mungkin 52:05 itu dibikin perjanjian ee apa namanya 52:08 jangka panjang atau ada deal antara 52:11 Boeing dengan presiden 52:12 itu ya. 52:12 Coba kalau enggak ya mati industri 52:14 Amerika itu 52:15 ya. 52:16 Hm. gitu loh. Amerika bisa bikin ee apa 52:19 namanya chip misalnya kan 52:21 Nvidia, Intel segala macam itu yang yang 52:23 isinya di komputer kita teknologiah. 52:25 Tapi kan walaupun itu komponennya enggak 52:28 enggak dari Amerika semua. 52:30 Iya kan? 52:31 Intel minta dibikinkan TMC dari Taiwan 52:35 gitu ya 52:35 dan lain sebagainya. Bikin Samsung dan 52:37 lain sebagainya. 52:38 Nah, ini walaupun itu sangat kecil ya, 52:41 tapi itu enggak 100%. Mikrochip itu 52:44 enggak enggak ada satu negara yang 52:46 benar-benar bikin sendiri. 52:48 He he. 52:48 Jadi pabriknya kan disuplai ASML dari 52:51 Belanda. N 52:52 termasuk Cina. 52:53 Semua masuk Cina 52:54 karena Cina kan bikin juga. 52:55 Iya. [tertawa] 52:56 Pokoknya sekarang ini 52:58 gitulah. Jadi enggak ada satu komponen 53:01 apa semuanya itu komponennya kata kamera 53:03 yang yang kita punya. 53:05 Iya. Enggak semuanya dibikin su negara 53:07 itu. Jadi saling tergantungan yang ini 53:10 akibat tarif kacau. 53:12 Kacau karena merubah harga. 53:14 Nah, itu ya. 53:16 Jadi ada dampaklah Pak Ustaz ya 53:18 signifikan dari transaksi tersebut. 53:19 Saya sendiri apa kasihan ya John Deer 53:22 itu kan 53:23 yang selama ini men-supplai traktor 53:25 pertanian ke Amerika terus collab 53:27 sekarang. 53:28 Hm. He yang saya heran kenapa Presiden 53:30 Trump membiarkan dia colab padahal itu 53:33 disebut karena dia. Di mana 53:35 nasionalismenya? Di mana make American 53:37 Great again itu? Di mana dia 53:40 mematikan ee 53:41 padahal banyak negara yang butuh juga 53:43 kan traktor itu. 53:43 Iya. 53:44 Israel. [tertawa] 53:46 Iya. Untuk menggusur lahan-lahan 53:48 Palestina. Selanjutnya Pak Ustaz ada Ibu 53:51 Ani C Hudaifah. Alhamdulillah insyaallah 53:53 hadir menyimak di radio Rasil Kajian 53:56 Ekonomi Islam. Pak Ustaz terima kasih 53:58 banyak. Semoga Ustaz selalu sehat 53:59 walafiat. 54:01 Lalu juga ini ada Pak Ahmad di Depok. 54:02 Asalamualaikum warahmatullahi 54:04 wabarakatuh. 54:05 Ekonomi Islam di Indonesia 2025. Jujur 54:08 Pak Ustaz saya tidak mendengarkan 54:11 beritanya, gaungnya ataupun syiarnya. 54:13 Bagaimana menurut Pak Ustaz? 54:15 Ya, makasih. H 54:16 ya. Jadi untuk yang berita dari sektor 54:20 keuangan 54:21 boleh dikatakan 54:22 ademayam aja, enggak ada berita baru. 54:24 Iya. Tapi saya kemarin, 54:28 saya kemarin baru 54:30 kemarin persis yang hujan deras itu loh 54:33 saya kan ee apa namanya? Ada di rest 54:35 area di KM 72 54:38 di tol. 54:39 Nah, di tol. 54:40 Terus saya istirahat ada toko kopi gitu 54:44 namanya apa ya? 54:45 He 54:45 pokoknya ee kedai kopi 54:47 kafe. Kafe. 54:48 Kafe itu saya minum sama anak saya. 54:51 Terus saya lihatnya di situ ada 54:52 sertifikat bazen ada macam-macam. 54:55 Saya tanya kepada ini, ini punya siapa, 54:57 Mas? Ini kita kerja sama dengan 54:59 Bansenas. He. 55:00 Modelnya gimana? Modelnya mudarobah, 55:02 Pak. Jadi yang menyediakan lain ini ee 55:05 Jasa Marga. 55:06 Oh, 55:07 jadi enggak enggak sewa dong. Enggak, 55:09 Pak. Kita bagi hasil 55:10 Basnas ya. 55:11 Basnas ada ini. 55:12 Iya. Iya. 55:13 Ini sebagai contoh untuk menjawab Pak 55:14 Ahmad. 55:15 Hm. 55:16 Ini enggak ada gaungnya, tapi ada 55:17 kenyataannya di jalan. 55:18 Itu kan UMKM maksudnya. 55:19 UMKM. Iya. I. Nah, seperti itu. Jadi, 55:22 jangan hanya kita ingin mendengarkan 55:24 berita update dari 55:26 lembaga keuangan kayak bank. Enggak, 55:28 tapi Benes sendiri sekarang sudah bikin 55:31 banyak itu 55:32 ya. Ternyata bukan yang di situ. Jadi 55:34 apa kerja sama dengan vendor atau 55:36 misalkan yang punya lahan ya dalam hal 55:38 ini kan 55:39 resar itu yang punya jasa marga 55:42 ini tidak harus nyewa. 55:44 Kalau sebelah-sebelahnya katanya nyewa, 55:45 Pak. Ini tapi kalau ini kita bekerja 55:48 sama. Jadi kita jualan barang kita nanti 55:52 bagi hasil sama saja sama warga. 55:53 Makanya bahasa seharusnya sosialisasi. 55:55 Jadi ini berita baru nih Pakita baru ya 55:58 yang kita dapatkan bukan dari lembaga 56:01 keuangan syariah seperti bank atau 56:03 asuransi enggak. Tetapi dari basnas ya. 56:06 Iya 56:06 ya. Mudah-mudahan ini bukan di situ saja 56:09 dan saya 56:09 praktik ya transaksi ekonomi syariah lah 56:12 ya. mudaroba 56:13 saya pikir dan itunya apa namanya produk 56:17 yang ditawarkan itu banyak sekali sampai 56:20 saya tanya kok ada tulisannya menu ini 56:22 memang cara membuatnya di sini enggak 56:25 Pak di sebelah sana itu itu gandengan 56:27 kita apa teman-teman iya mitra-mitra 56:29 kita 56:30 jadi dia 56:31 menggait banyak sekali kanan kirinya it 56:34 dan itu sebagai contoh ini bukan 56:36 satu-satunya banyak di tempat lain 56:39 jadi apa namanya praktik daripada 56:41 ekonomi Islam untuk apa namanya 56:44 menggerakkan UMKM ini sudah nyata. 56:46 Semoga merata sih ya. 56:48 Heeh. Itu saya berikan update untuk Pak 56:51 Ahmad ya. Nanti kalau mungkin misalnya 56:53 kalau jalan ke mana ada 56:54 Heeh. 56:55 Kita ceritakan juga. 56:57 Iya. Iya. 56:58 Selanjutnya ada Pak Pepen Supendi. 57:00 Asalamualaikum warahmatullahi 57:02 wabarakatuh. 57:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:03 wabarakatuh. 57:04 Alhamdulillah Kang Angga selalu 57:06 menyimak. Saya ingin minta pendapat dari 57:10 Pak Ustaz mengenai pembayaran pesangon 57:14 atau pensiun buat ASN 57:18 seperti saya nih, mana yang terbaik 57:20 menurut ekonomi Islam? Pembayaran 57:22 pesangun dibayar sekaligus atau pensiun 57:24 yang dibayar nyicil? 57:27 Nah, mohon pendapat dari Pak Ustaz 57:29 [tertawa] 57:30 konsultan ini. Jadi 57:33 ee jadi ada orang yang ee menginginkan 57:37 pesang seketika diambil 57:39 karena jumlahnya besar. 57:40 Heeh. 57:41 Tapi ada juga yang memang inginnya besar 57:44 itu karena untuk modal dia ada rencana. 57:47 He. 57:47 Kalau misalkan kita punya rencana untuk 57:49 memberikan usaha dan itu perlu modal ee 57:53 dan kita yakin bahwa usaha kita kita 57:55 akan tekuni sehingga nanti setelah kita 57:58 pensiun itu kita akan alih usaha menjadi 58:01 katakanlah ee usaha tertentu ya yang 58:05 sudah kita kuasai. Maka mungkin lebih 58:08 baik untuk yang kita ambil satu kali ya. 58:10 Tapi umpamanya kita enggak punya rencana 58:13 setelah pensiun itu kita enggak jelas 58:16 rencananya apa, enggak punya ee usaha 58:19 yang baru yang kita yang kita gandrungi, 58:22 maka mungkin yang kedua itu lebih lebih 58:25 ee apa namanya? Lebih bagus gitu, lebih 58:28 bijak. Iya. He. 58:30 Tapi menurut saya 58:32 baik itu pesangon maupun yang diambil 58:34 per bulan menurut saya setelah kita 58:37 pensiun kita harus melakukan usaha yang 58:39 produktif. 58:39 Hm. itu 58:40 Pak Ustaz, ada enggak lembaga keuangan 58:42 syariah atau perbankan syariah yang 58:43 melakukan pendampingan untuk itu? Nah, 58:46 ada namanya [tertawa] 58:49 Oh, I nanti nyebutin kan ada bank ya 58:52 namanya bank pensiunan negeri apa 58:56 kan ada Taspen kayak mod-model kayak 58:58 gitu kan 58:58 ya. Tapi itu kan lembaga keuangan. Nah, 59:00 lembaga keuangan itu hanya memberikan 59:02 apa namanya pembian. 59:04 Iya. Tetapi masalah yang penting adalah 59:05 kita harus mengasah diri untuk mempunyai 59:08 suatu keahlian di bidang tertentu ya. 59:12 Usaha tertentu yang menghasilkan. Itu 59:14 yang pertama. Jangan kita belum punya 59:17 mimpi, belum punya usaha, tapi kita 59:19 sudah mengeluh kok enggak ada modal itu 59:22 salah. Yang penting adalah kita memiliki 59:25 modal diri dalam pengualian 59:28 usaha yang produktif. Ini nomor satu 59:30 dulu. Heeh. 59:31 Nanti sesudah kita miliki baru kita 59:33 bilang modal. Modal itu nomor T nomor 4 59:35 nomor L. Yang penting ini adalah kita 59:38 punya ini kemampuan tadi itu ee punya 59:41 bekal kita menguasai sesuatu yang dari 59:44 sesuatu itu kita bisa produktifkan. 59:47 Iya. 59:48 Jangan sampai kita berpikir modal dulu. 59:50 Nanti modal itu habis tapi kita belum 59:52 menguasai apa-apa gitu. 59:53 H. 59:53 Saya kira itu ya jawaban saya. 59:55 Baik Pak Pepen. Semoga terjawab. 59:58 Terakhir Pak Ustaz ya ini dari Pak 1:00:00 Iskandar. Oh, ini. Asalamualaikum 1:00:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:02 Waalaikumsalam. 1:00:03 Dari Pontianak selalu memonitor. Terima 1:00:06 kasih ilmunya di pagi hari ini, Pak 1:00:07 Ustaz. Oh, atensi saja nih, Pak Ustaz. 1:00:09 Ya. 1:00:09 Baik, Pak Ustaz. Itu terakhir yang bisa 1:00:11 kita jawab karena keterbatasan waktu. 1:00:12 Sebagai penutup, Pak Ustaz, tadi juga 1:00:14 ada satu pertanyaan yang belum ee 1:00:16 dijelaskan gitu ya. Bagaimana Pak Ustaz 1:00:19 melihat di 2026 nanti 1:00:21 Iya. 1:00:22 Eeah, ek teropong ekonomi Islam 1:00:23 sekaligus penutup, Pak Ustaz. 1:00:25 Iya. Jadi sebetulnya kejadian-kejadian 1:00:28 yang kita ceritakan keos, e 1:00:30 ketidakaturan berantakannya 1:00:33 ee pola ee pola perdangan dunia ini 1:00:37 dipiju oleh satu kelompok yang ingin 1:00:40 menang sendiri dan ingin menguasai 1:00:42 dunia. Ya kan? Tapi dalam konteks Islam 1:00:45 ekonomi itu adalah taawun ya. Taawun 1:00:49 saling kerja sama. Kita ambil dari ayat 1:00:52 Al-Qur'an wat taawan alal birri wat 1:00:54 taqwa. W tawan alalmi walwan. Selama itu 1:01:01 memberikan kebaikan maslahat kepada 1:01:03 kita. Siapapun kita ajak kerja sama 1:01:07 dalam rangka untuk saling menutup 1:01:09 kebutuhan, saling memenuhi kebutuhan 1:01:11 kita bersama. Ya, jangan sampai ada 1:01:15 suatu kelompok yang ingin menguasai 1:01:17 semua sumber daya kemudian mendikt itu 1:01:21 kepada orang lain. Nah, ya yang seperti 1:01:22 sekarang ini ada yang seperti itu, ya. 1:01:24 Nah, konsep Islam adalah keadilan. 1:01:28 Semua boleh mendapatkan apa yang sudah 1:01:32 disediakan oleh Allah Subhanahu wa taala 1:01:33 di dunia ini. Tapi dengan cara 1:01:35 membiarkan orang lain juga masuk ke 1:01:37 dalam situ. Karena sumber daya Allah 1:01:40 Subhanahu wa taala yang ada di langit, 1:01:41 ada di bumi, ada di sungai, ada di 1:01:43 gunung, ada di danau dan lain 1:01:45 sebagainya, ada di laut, semuanya itu 1:01:48 disediakan untuk manusia ya sebagai 1:01:51 khalifah ya. maka semua orang boleh 1:01:54 untuk melaksanakan itu. Dan aturan yang 1:01:57 dibuat oleh pemerintah yang punya 1:01:58 otoritas hanyalah mengatur agar supaya 1:02:02 orang tidak saling menzalimi pada yang 1:02:03 lain, 1:02:04 tapi bagaimana supaya bisa saling 1:02:06 bertaawun, saling tolong-menolong yang 1:02:09 tujuannya itu untuk dapat memenuhi 1:02:11 kebutuhan manusia. Jika ini dilakukan 1:02:14 maka semua kebutuhan manusia akan 1:02:16 terpenuhi tanpa ada seorang pun yang 1:02:18 kelaparan. Ya, secara tuli begitu ya. 1:02:21 Kalau ada yang kelaparan pasti ada 1:02:23 aturan yang membuat mereka itu 1:02:25 tersingkirkan ya. Entah aturan dari 1:02:27 pemerintah atau aturan atau orang yang 1:02:30 kuat di situ ee menutup akses orang yang 1:02:34 tidak disenangi sehingga orang yang 1:02:36 tidak disenangi itu akhirnya enggak 1:02:37 dapat akses kepada sumber daya. Nah, ini 1:02:39 kembali kepada keadilan. Makanya semakin 1:02:42 kita lihat ya kejadian-kejadian di tahun 1:02:46 2025 baik itu sekalian internasional 1:02:48 maupun sekalian dalam negeri maka 1:02:51 keadilan Islam itu makin kelihatan ya. 1:02:54 Seandainya Islam itu diadopsi dalam 1:02:57 konsep ini, pastilah kejadian itu enggak 1:02:59 akan terjadi. Sehingga sehingga 1:03:02 seandainya ee hukum ditegakkan dengan 1:03:06 baik tanpa pandang bulu ya, keadilan 1:03:09 ditegakkan dalam mahkamah, maka tidak 1:03:11 akan ada banjir, tidak akan ada seperti 1:03:14 bencana yang penyebabnya itu karena 1:03:17 manusia serakah dan hukum tidak 1:03:19 ditegakkan. Keadilan enggak sama sekali 1:03:21 ditegakkan. Keadilan itu hanya mimpi 1:03:24 saja, enggak ada. Kapan itu akan 1:03:26 ditegakkan? Yang membabat hutan tidak 1:03:28 ada hukum, apalagi hutang hutan lindung 1:03:31 enggak ada hukum. Pelakunya enggak 1:03:33 ditemukan. Ya, kalau kita mau pasti akan 1:03:35 ketemu. Tapi karena tidak ada keadilan 1:03:38 ee yang ber adil juga enggak ada. 1:03:41 Akhirnya yang kita dapatkan adalah ee 1:03:44 bencana dari Allah Subhanahu wa taala 1:03:45 berupa banjir. 1:03:46 Nah, kalau modelnya seperti ini ya 1:03:49 siap-siap kita banjir-banjir seperti itu 1:03:51 yang akan terjadi di masa yang akan 1:03:52 datang. Innalillahi wa inna rojiun. Maka 1:03:55 seruan kita adalah di akhir tahun ini 1:03:57 kembali kepada keadilan Islam karena 1:04:01 hanya di situlah kita akan mendapat 1:04:03 rahmat dari Allah Subhanahu wa taala. 1:04:05 Saya kira itu Masangga ya. 1:04:06 Baik, Pak Ustaz, ikhwan akhwat yang 1:04:09 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:04:11 Demikianlah kajian ekonomi Islam kita di 1:04:14 kesempatan hari ini bersama guru kita 1:04:16 Ustaz Ikhwan Basri. Terima kasih banyak, 1:04:19 Pak Ustaz telah hadir ke studio dan juga 1:04:21 Ikhwan Ahmad, terima kasih banyak atas 1:04:23 kebersamaan Anda. Semoga apa yang kami 1:04:25 sampaikan bermanfaat. Kami undur diri. 1:04:27 Mohon maaf segala kesalahan kata. 1:04:29 Billahi taufik wal hidayah. 1:04:30 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:04:32 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:04:34 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:36 wabarakatuh.