Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:57 Brail 1:06 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:08 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan 1:10 akhwat rahimakumullah. 1:12 Syukur 1:14 alhamdulillah untuk kesempatan yang 1:16 Allah karuniakan kepada kita hari ini 1:19 berada bersama-sama di acara jendela 1:22 sekolah Radio Silaturahim seperti yang 1:25 biasa kami hadirkan di hari Senin ya. 1:29 Dan tidak lupa tentu saja salam selawat 1:32 kita lantunkan kepada kekasih kita 1:34 junjungan umat Muhammad Rasulullah 1:37 sallallahu alaihi wasallam. 1:39 Mudah-mudahan kelak kita dipertemukan 1:41 dengan beliau di saat-saat yang sangat 1:44 kita rindukan di yaumil akhir. Untuk 1:47 hari ini di jendela sekolah 1:51 kita seperti biasa juga dari Insanah 1:54 Mandiri Cibubur sekolah yang senantiasa 1:57 hadir untuk mengisinya kali ini 2:00 menghadirkan Dr. Agung Muttaqin. 2:04 Asalamualaikum warahmatullahi 2:06 wabarakatuh. 2:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:09 wabarakatuh. Dan yang satunya lagi Ustaz 2:12 Arif Afandi spesialis ee pendidikan ya. 2:17 Jadi emang tukang mendidik. Oke, senang 2:20 sekali bisa hadir kembali di acara ini 2:24 dan persisnya untuk hari ini ketika tadi 2:28 di off air saya dengar bagaimana nih 2:31 membangun nilai-nilai 2:33 kemanusiaan dan juga 2:36 ee pesantren ya. 2:39 He mudah-mudahan ini akan membuka sekat 2:43 pemahaman baru kita terkait dengan 2:46 terlebih-lebih kalau anak-anak kita, 2:49 buah hati kita entah sudah atau baru 2:51 rencana akan berada di tempat-tempat 2:55 yang jauh dari rumah. Oke. 2:57 Asalamualaikum warahmatullahi 2:59 wabarakatuh. Ustaz Arif Afandi dan Ustaz 3:03 Dr. Agung Muttaqin. Jadi yang akan 3:07 disampaikan pertama kali terkait dengan 3:09 apa nih? Baik. Asalamualaikum 3:11 warahmatullahi wabarakatuh. 3:13 Waalaikumsalam 3:15 Mbak Nuning. Semoga selalu sehat dan 3:17 amin hajat-hajatnya dikabulkan Allah. 3:21 seluruh pendengar dan seluruh tim kru 3:24 dan sahabat saya Ustaz Dr. Agung 3:27 Muttaqin. Alhamdulillah ini kayak 3:29 Upin-Upin ya. Jadi sekarang asrama saya 3:32 alhamdulillah di temanin oleh sahabat 3:35 yang luar biasa. 3:37 Ee jadi kita ya sudahlah bismillah dalam 3:41 rangka untuk mendidik anak bangsa yang 3:44 islami. Jadi mohon doanya juga ee semoga 3:48 nanti asrama dulu namanya, sekarang kita 3:52 mencoba mengganti dengan istilah maahad 3:55 walaupun maahad jadi membangun 3:57 nilai-nilai pesantren tadi yang Mbak 3:59 Noning sampaikan supaya mindset 4:01 anak-anak bahwa ketika tinggal di maahad 4:04 mereka sudah ada mindset bahwa oh saya 4:06 ini sedang nyantri loh gitu tidak asrama 4:09 mungkin asrama konotasinya bisa banyak 4:12 ya asrama Jadi mungkin suasana asrama 4:16 itu lebih ee nilai regelisnya mungkin ya 4:20 lebih kurang. Maka kita ee ganti masukan 4:23 dari Dr. Agung maahad supaya nilai 4:27 pesantrannya dapat. 4:29 Nah, di maahad ini memang ada wajah baru 4:33 Mbak Nuning di tahun ajaran baru 4:35 insyaallah. Di antaranya nanti akan ada 4:38 after school. Nanti kita akan 4:40 bincang-bincang lebih lanjut ya terkait 4:42 dengan after school. He karena bagi kami 4:45 saat ini mendidik generasi bangsa itu 4:48 memang harus ee memakai strategi yang 4:51 luar biasa dengan sekarang tantangannya 4:54 yang luar biasa dengan teknologi yang 4:57 begitu pesat dan cepat perkembangannya. 5:00 Sementara dulu kita ketika di bank 5:02 kuliah, ketika kita belajar itu ee 5:06 konten-konten yang kita dapat, 5:09 teori-teori yang kita dapat dipraktikkan 5:12 dengan ee apa ini anak-anak model 5:15 sekarang harus butuh belajar lagi dan 5:16 butuh ee menggali apa itu wawasan 5:20 kembali supaya nanti kita bisa 5:21 membimbing dan mengawal cita-cita anak 5:23 dengan baik. Karena pepatah Kulon 5:26 mengatakan 5:27 bahwa kenapa kita terjun ke pendidikan? 5:30 Karena pendidikan itu adalah sej senjata 5:33 terampuh untuk merubah dunia. Jadi kita 5:37 ikut membantu mencerdaskan bangsa dengan 5:40 mendidik anak-anak sesuai dengan ya 5:42 kapasitas dan kemampuan kita. Nah, wajah 5:46 baru di maahad itu ee yang kemarin kita 5:50 namakan asrama sekarang menjadi maahad. 5:53 Kemudian dari pengasuhnya atau 5:56 pembimbingnya yang dulu namanya wali 5:59 asrama kita ganti musyrif. Heeh. Oke. 6:03 Jadi ini untuk membangun nilai-nilai 6:06 memang ke pesantren supaya muncul di 6:08 asrama. Ee kemudian kita juga sedang 6:13 membangun pola kepemimpinan. Jadi ada ee 6:18 pengawalan mudabir namanya kepengurusan 6:21 dari anak-anak. kemudian kita dampingi 6:24 untuk nanti mereka melatih dengan moto 6:27 siap memimpin dan siap dipimpin. Nah, 6:30 itu nanti yang ee menjadi mungkin 6:32 sebagian kecil bagian dari bekal yang 6:34 kita berikan kepada anak-anak ketika 6:36 nyantri di sini bahwa dia sebenarnya 6:39 nanti ketika lulus dia bertanggung jawab 6:42 untuk memimpin minimalnya di keluarganya 6:45 gitu. Maka kita dari sekarang memberikan 6:48 ee bekal-bekal terkait dengan 6:52 kepemimpinan. Nah, kemudian ada wajah 6:54 baru lagi after school. Jadi kita sering 6:58 mendengar es schol ya, Mbak Nuneng ya. 7:00 Nah, nanti di wajah baru mahad ada 7:02 kegiatan after school. Jadi kegiatan ini 7:06 adalah kegiatan variatif yang bersifat 7:09 variatif tapi di luar konten KBM 7:12 sekolah. He. Jadi sekolah dari pukul 7:15 untuk tahun ajaran baru insyaallah mulai 7:18 pukul. Pukul 16.00. Nanti setelah pukul 7:22 16.00 sampai pukul .00 itu adalah 7:27 kegiatan-kegiatan ee di pasca KBM 7:29 namanya kegiatan after school. Tapi 7:31 untuk 7:32 kegiatan-kegiatan yang sifatnya nanti 7:35 edukatif kita akan berikan dari pukul 7:37 16.00 sampai pukul ee 22. Eah. 1600 7:43 sampai pukul 22. Mungkin nanti untuk 7:46 detail ee apa itu kegiatan after 7:50 school-nya nanti coba akan kita 7:52 sampaikan sedikit demi sedikit terkait 7:55 dengan apa sih wajah baru after school 7:57 yang ada di Maahad. Tapi pada intinya ee 8:01 kita sering mungkin pernah mendengar 8:03 bahwa maahad itu adalah ee pesantren 8:06 yang doktrin kedisiplinannya seperti 8:10 militer gitu. Jadi nanti kita coba 8:13 karena Pak Munif memberikan konsep 8:14 sekolahnya manusia, maka kita imbangkan 8:18 dengan ee istilahnya humanisme. Jadi 8:21 hukuman kita ganti dengan ee konsekuensi 8:24 edukatif, konsekuensi logis. Jadi kita 8:27 sifatnya tidak memberikan tekanan kepada 8:30 anak pres yang kamu kalau melanggar kamu 8:32 hukum begini, kamu kalau enggak. Tapi 8:34 kita mencoba membangun humanism supaya 8:37 kedipan kedisiplinan itu terbangun dari 8:40 safe mereka, dari diri mereka, kesadaran 8:42 mereka. Itu nanti untuk lebih lanjut ee 8:45 Ustaz Tangung biar menyampaikan terkait 8:47 dengan after school ya. Seperti apa itu 8:50 after school yang berbeda dengan tahun 8:53 kemarin atau seperti apa? Mungkin nanti 8:54 Ustaz Anggur bisa tambahkan mungkin itu. 8:57 Masyaallah. Jadi kalau tunas-tunas muda 9:00 kita dibangun, dibina untuk menjadi 9:05 ee sosok-sosok yang akan membangun 9:08 bangsa ini, itu semua jadi kerinduan 9:10 kita bersama ya. Dan kalau bicara soal 9:16 ee disiplin tinggi kemudian tapi tidak 9:20 dengan hukuman-hukuman itu kayaknya jadi 9:23 kerinduan ayah bunda di mana pun berada 9:25 deh. Kalau terkait dengan apa yang akan 9:28 disampaikan oleh ee tamu kita yang 9:31 satunya, Dr. 9:34 Agung Muttaqin, beliau ee lulusan Kairo 9:39 ya kalau enggak salah. King Saudi. Oh, 9:42 Saudi Arabia ya. 9:44 Kemudian di Qatar pernah jadi juara 9:49 lomba debat santri di sana. Itu sedikit 9:54 informasi karena baru hadir sekali ini 9:56 kan ya di rasilnya. Heh. Itu humanisme 10:00 dan value itu luar biasa sekali. Coba 10:03 lebih digambarkan apa yang disampaikan 10:04 oleh Ustaz Arif tadi. 10:07 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 10:10 Asalamualaikum warahmatullahi 10:11 wabarakatuh. 10:14 Ee alhamdulillah ee terima kasih sudah 10:17 diberikan kesempatan waktu di sini dan 10:20 menyapa sahabat atau para pendengar 10:23 hasil yang berbahagia. 10:26 Eh, alhamdulillah kami juga baru 10:29 diamanahkan oleh Yayasan YPS gitu kan 10:32 untuk bergabung 10:34 untuk 10:36 bersama berjuang fisabilillah dalam 10:39 mencetak kader Islam anak-anak khususnya 10:42 di santri Mad Khulafaur 10:46 Rasyidin. Dengan proses yang demikian 10:49 memang jadi disinggung sempat apa pernah 10:52 bawa anak-anak ke Qatar itu memang unik 10:55 juga awalnya dari Pak Farid ya 10:57 menyambungkan 10:59 ketika kami ada interview di salah satu 11:02 media kemudian Pak Farid ee menjemput 11:06 dan akhirnya kita bersilaturahmi ke 11:10 sekolah dan baru kali ini kita ke Rasil. 11:13 Semoga ini bisa menjadi silaturahmi awal 11:16 yang tidak akan pernah putus khususnya 11:19 buat bagi saya pribadi. Amin. Allah 11:21 kaitan 11:22 tentang amanah baru, saya diminta untuk 11:25 ee menjadi istilahnya itu kalau 11:29 diarabkan itu murabbi mahad. tadi ada 11:32 perubahan dari segi nama sebagai upaya 11:35 fail apa upaya nilai ke pesantren yang 11:37 lebih tinggi dan kedua diamanahkan atau 11:42 singkatnyaah pembina lah kalau 11:44 pemimpinnya tetap ini sahabat saya nih 11:46 Ustaz Arif pemimpinnya mudirnya kiainya 11:49 kita hanya ya sama-samalah membareng 11:52 jadi kami apa ya menyerap ee obrolan 11:57 atau aspirasi dari anak-anak sendiri 12:00 kemudian dari para wali santri dan juga 12:02 dari para ee apa namanya? Asatidus apa 12:06 ee yang ada di yayasan sehingga ingin 12:09 menemukan titik temu ya. Jadi apalagi 12:12 kita punya tokoh pendidikan Pak Dr. 12:15 Munifat yang luar biasa dengan 12:17 gagasannya dan karyanya sehingga itu 12:20 tidak ingin kita hilangkan bahkan terus 12:24 menjadi ikon. Nah, kesimpulannya itu apa 12:27 humanism itu ya? Semoga sederhananya 12:31 gini, anak-anak itu akan lahir menjadi 12:33 munif-munif yang lain suatu saat gitu. 12:36 Masyaallah. Iya. Iya. Dari humanismnya 12:38 sih karena kan ya tadi menegakkan 12:42 disiplin tanpa hukuman. Ketika melanggar 12:45 itu dengan ketulusan dan kehalusan dan 12:48 lain sebagai macamnya. Kemudian 12:51 sederhana makna velus itu. 12:54 Jadi anak-anak ini memang tidak bisa ee 12:59 satu dua kali 13:01 diingatkan, tapi memang terus 13:03 berkali-kali. Tapi dari segi katanya 13:05 saja values itu kan artinya nilai ya. He 13:08 nilai. Tapi yang dimaksud dengan nilai 13:10 ini bukan angka 1 2 3 4 10 tapi ada 13:15 makna dalam nilai itu sendiri, makna 13:18 dalam angka itu sendiri. 13:19 apa makna nilai gitu. Bagaimana 13:22 anak-anak 13:23 melatih atau berpondasi seperti ee apa 13:27 ya memiliki nilai-nilai akhlak, memiliki 13:30 nilai-nilai karakter, memiliki 13:33 akhlaknya semoga bisa seperti atau 13:36 menuntun akhlaknya Rasulullah. Bahkan 13:38 juga ee berupaya untuk mentadaburi 13:41 akhlaknya Al-Qur'an. Selain akhlak juga 13:43 ada value seperti kedisiplinan, tentang 13:47 kemandirian seperti nama sekolah kita 13:49 insan mandiri, kemudian ada ee latihan 13:53 leadership menjadi kepemimpinan. Jadi di 13:56 sekolah sini juga kita melatih mereka 13:58 sebagai pemimpin ee untuk menjadi 14:01 barometer kehidupan di masa mendatang 14:03 dan nilai-nilai kehidupan. Jadi 14:04 sederhananya valus itu 14:07 menterjemahkan apa teori yang ada di 14:09 dalam kelas. He karena mahad 14:11 sesungguhnya kan labor saya katakan itu 14:14 laboratorium kehidupan karena kita di 14:16 situ 24 jam. Iya. Jadi walaupun memang 14:20 ada jam kerjanya tapi sesungguhnya 14:21 mereka makan, minum, tidur. Ke sekolah 14:23 kan ya hanya belajar secara teoritis 14:27 juga ada praktiknya tapi aplikatif 14:29 secara keseluruhan mereka hidup selama 3 14:32 tahun bahkan 6 tahun SMP SMA di sana itu 14:36 bagaimana mahat itu laboratorium 14:38 kehidupan gitu. Heeh. Itu jadi ingin 14:42 membalancekan bagaimana ketulusan ke apa 14:46 kehalusan dari pola pendidikan 14:49 sekolahnya manusia gitu kan, gurunya 14:51 manusia dan kurikulumnya manusia yang 14:54 terus digaungkan Ustaz Munip yang 14:55 dikonsep dengan humanism itu 14:57 memanusiakan manusia atau mensantrikan 15:00 santri. Tapi nilai-nilai halus itu juga 15:03 harus dibuktikan dengan praktik gitu. 15:06 dengan praktik dan dengan ee apa ya? 15:09 Semoga timbullah balance keseimbangan 15:11 gitu. Karena valus itu sesungguhnya kita 15:15 apa ya? Karena kita para musyrif itu kan 15:18 berangkat dari beragam pondok pesantren. 15:21 Ada yang pondok pesantren yang modern 15:23 yang menegakkan tentang disiplin murni. 15:25 Ada dari Gontor, ada dari ee apa? Nurul 15:28 Iman Parung dan lain sebagaim. kita 15:31 ingin menghadirkan nilai-nilai di 15:34 pesantren yang sebelumnya itu. Namun 15:36 kita tidak mentah, kita ramuk, kita olah 15:41 dengan pendekatan Ustaz Munif itu ya kan 15:43 baru kita menemukan satu tagline yaitu 15:46 humanism and values education. Itu 15:49 mungkin pengantar awal. 15:52 Jadi, ikhwan akhwat, 15:56 kalau apa yang dimaksud asrama tadi 15:59 gambarannya seperti yang baru kita 16:00 dengar itu sesuatu yang memang ee 16:03 berbeda sekali. Tetapi harapan dan 16:06 dambaan kita terhadap hasil daripada apa 16:10 yang disebut tadi mahad ya, bukan asrama 16:14 lagi. Bayangkan disiplin tingkat tinggi, 16:17 enggak pakai hukuman itu bukan hal yang 16:19 mudah. di rumah aja kadang-kadang kita 16:21 masih ee mikir ya ini diapain nih? Nah, 16:25 apalagi kalau em kaitannya yang dibangun 16:29 lewat kedisiplinan itu nanti adalah 16:33 bagaimana terkait dengan siap untuk 16:35 menjadi pemimpin bisa jadi tapi siap 16:38 untuk dipimpin bukan hal mudah juga. 16:41 Emm 16:43 dari topik yang kita bahas wajah baru 16:47 asrama, ada mungkin yang perlu 16:49 ditambahkan terkait dengan ee harapan 16:53 tadi kan Pak Arif sudah Ustaz Arif salah 16:56 biasa panggil pria dengan Bapak jadi 16:58 lupa. Maaf Bapak boleh. 17:01 itu seperti apakah biar tambah mantap 17:04 sekali nih kita-kita nih karena sesuatu 17:07 yang baru dengan wajah baru asrama itu 17:09 sendiri 17:10 ee mahad itu sendiri juga merupakan 17:13 sesuatu yang bagi kami wow wnya pakai 17:17 tanda seru lima di belakangnya. 17:21 Baik, terima kasih Mbak Nuning. Ee wajah 17:24 baru maha tadi yang pertama adalah kita 17:27 kalau orang Jawa bilang kan misalkan ada 17:29 contoh anak kecil bayi ya sering nangis 17:33 zaman dulu itu ini keberatan nama 17:35 kayaknya deh. Terus namanya mulai 17:37 dirubah. Tapi kalau kita merubah makna 17:40 ini dalam rangka tafaul gitu loh, semoga 17:43 dengan istilah-istilah yang religius, 17:46 istilah-istilah yang ee dalam konteks 17:49 pesantren, anak-anak itu sadar bahwa 17:52 dirinya saat ini sedang menyantri. Dan 17:54 kalau kita bicara santri pasti anak itu 17:58 ya harus apa berpikir dan memaknai 18:02 konsep itu bahwa oh santri itu religius 18:04 dekat dengan Allah cinta Rasulullah 18:06 minimal itu itu sebagai landasan bekal 18:09 ketika nanti mereka lulus gitu kan. 18:12 Terus yang kedua terkait dengan 18:14 perubahannya adalah bahwa di Maahad ini 18:17 kita mau coba konsep ee kegiatan karena 18:21 mereka dari jam 0.00 sampai 16 sudah 18:24 kegiatan akademis. Jadi kita di Maahad 18:27 penginnya tidak akademis atau teoritis 18:29 gitu loh. He. Tapi kegiatan-kegiatan 18:31 yang bersifat funny, bersifat tadi itu 18:35 ya. Jadi after school ya. School memang 18:38 ada sendiri, maka istilahnya kita ganti 18:40 dengan ee after school. Contohnya 18:43 kegiatan-kegiatan seperti ee forum grup 18:46 diskusi, ada kelas inspiratif. Nah, itu 18:50 nanti di hari-hari tertentu satu minggu 18:53 itu 18:55 ee dalam satu pekan itu dari mulai Senin 18:58 sampai Ahad kita desain dengan by 19:00 schedule. Misalkan hari Senin kita 19:03 temanya yang dulu kan kita masih Islamic 19:06 Studies setelah Isya itu. Jadi cakupan 19:09 dari Islamic Studies sekarang kita 19:12 alihkan di sekolah secara akademis ya. 19:14 Nah, kegiatan di Mahad ini 19:16 kegiatan-kegiatan yang memang 19:18 ee melibatkan banyak kepada anak-anak 19:22 santri gitu. Nah, forum diskusi grup 19:25 diskusi ini nanti kita akan misalkan ee 19:28 hari Senin tanggal 21 Juni misalkan. 19:32 Nah, itu nanti kita akan ambil tema 19:33 tentang ee calon presiden 2024. Tapi 19:37 yang diskusi anak-anak gitu loh. 19:40 Bagaimana sih kira-kira pandangan Anda 19:42 tentang calon presiden di tahun 19:44 2024? Mungkin salah satu tokohnya Pak 19:47 Anis. Kita undang Pak Anis untuk di ee 19:49 memberikan ee apa ya sebagai 19:53 narasumberlah di diskusiasak terkait 19:56 dengan hal ini supaya anak-anak belajar 19:58 gitu ya. itu wajah baru. Karena kan 20:00 kalau dulu kita misalkan di jam-jam 20:04 tertentu kita belajar ya fikih, kemudian 20:07 belajar ee bahasa Arab, belajar apa itu 20:12 ee tarikh gitu. Nah, yang sifatnya 20:14 akademis nanti kita mau tarik ke 20:16 sekolah, kegiatan-kegiatan yang di 20:19 maahad kita ganti after after school 20:21 dengan kegiatan-kegiatan kekinian yang 20:24 justru banyak melibatkan anak. Kayak 20:26 tadi anak harus diskusi nih bagaimana 20:29 sih pola pemikiran anak dan pandangan 20:31 anak terkait dengan calon presiden di 20:35 2024 gitu. Itu salah satu contoh Kak 20:39 Senin. I Senin Selasa nanti ada Iya ada 20:43 pelatihan kader kayak kita kan punya PKD 20:45 nih di Rasil ee kader dakwah dai lah 20:48 kita juga nanti akan bikin. Cuman kalau 20:50 di maahad mungkin konten bahasanya kita 20:52 ganti bahasa asing bahasa Arab sama 20:54 bahasa Inggris. itu untuk kader dainya. 20:57 Nah, ini nanti anak-anak membuat teks 21:01 kemudian nanti kalau istilahnya ditashih 21:03 ya ee di dicek sama musyrifnya. Misalkan 21:07 temanya tentang mencari ilmu, anak 21:10 membuat teks. Kemudian, jadi semua dari 21:12 anak ya, anak membuat teks kemudian 21:14 nanti kepada musrifnya, musrifnya nanti 21:18 didiskusikan kepada tim bagian ee 21:22 industri kreatif dan tim bahasa karena 21:24 kita nanti akan ada bagian-bagian 21:26 tertentu di kepengurusan itu. Nah, nanti 21:29 mereka membuat ee forum diskusi public 21:32 speaking bahasa asing tetap di antaranya 21:34 bahasa Arab itu hari misalkan Selasa, 21:37 nanti hari ee kita biasa ada kegiatan 21:41 Jumat putih ya. Kita nanti ada ASQ di 21:44 malam Jumat kita baca surat Alkahfi 21:47 kemudian mentadaburi. Kemudian nanti ada 21:51 pesan dan nasihat dari para asatid 21:54 membangun value kepesantrenan dan 21:56 nilai-nilai spiritual ke anak. Jadi 21:59 kegiatannya ee religius tapi dibalu 22:02 dengan ee kekinian lah Mbak Nuning gitu. 22:06 Karena yang dihadapi yang menghadapi 22:08 anak-anak milenial juga anak milenial 22:10 gitu. Jadi jadi pesantren itu bukan 22:14 suatu hal yang kaku gitu loh yang 22:16 konotasinya tradisionil kemudian 22:19 tangannya kesrekan gitu-gitu. Tapi 22:21 enggak loh. Justru anak-anak yang 22:23 nyantri ini adalah nanti jadi 22:24 prajurit-prajurit perubahan bangsa gitu. 22:27 Mungkin itu Mbak Nonin kegiatan after 22:30 school-nya kalau dihitung Senin sampai 22:32 Sabtu sampai Ahad. Oh, Minggu juga ikut 22:34 sampai Ahad. Iya. Heeh. Itu akan beragam 22:37 sekali. Baru dua atau tiga poin aja yang 22:39 barusan kita dengar, Ikhwan Akhwat. Itu 22:42 sudah kebayang enggak sih fokus grab 22:45 group discussion itu sesuatu yang 22:47 membuat itu tadi ya mau mampu memimpin 22:50 tapi sanggup dipimpin juga gitu ya. 22:53 belajar anak berarti kan anak itu 22:56 belajar apa menyampaikan gagasannya 22:58 belajar untuk tidak terima dengan 23:00 pendapat orang lain kemudian dia harus 23:03 terima dengan pendapat kesepakatan gitu 23:05 itu paling sulit itu. Nah, itu apalagi 23:07 kalau yang stab gitu. Aduh ya supaya 23:10 belajar bahwa ini loh Islam itu rahmatan 23:12 lil alamin. Tidak kaku dengan paradigma 23:14 dia saja. Dia harus menerima belajar 23:17 untuk tadi belajar bersosialisasi, 23:19 menerima pendapat orang gitu mungkin. 23:22 Mudah-mudahan ini juga membuat gambaran 23:26 dan bayangan kita semakin mantap yang 23:28 tentu digaris bawahi dengan doa ya. Dr 23:31 Agung, terkait dengan apa yang sedang 23:33 kita bahas ini, itu em gagasan Anda 23:37 untuk membuat wajah baru asrama ini 23:39 tentu sudah di ee pikirkan sedemikian 23:42 rupa. Terus dari apa yang barusan 23:44 disampaikan oleh Ustaz Arif terkait 23:47 dengan after school 23:50 tadi, ada yang mungkin bisa membuat kami 23:53 semakin wow. 23:57 Iya. Jadi memang ee kita ini kadang 24:02 harus terus mau mengikuti suatu 24:05 perubahan ya. Jadi memang kondisi 24:09 anak-anak juga 24:11 sekarang tidak 24:13 [Musik] 24:15 bisa seperti dulu gitu. Artinya ada 24:18 pendekatan yang istilahnya mungkin 24:20 milenial atau zilenial atau apa. Tapi 24:23 kita bisa membayangkan bagaimana ke 24:26 depan 24:27 itu apa ya santri ini kan kita ingin 24:30 mencetak santri. Jadi apapun misalkan 24:34 Bapak Ibu sekalian para pendengar yang 24:36 ingin bisa menyekolahkan anaknya di 24:39 sini, keinginan niat tulus kami itu 24:42 sederhana yang telah dibahas tadi. He. 24:44 Apapun profesimu tetap nilai santri yang 24:49 ada dalam jati dirimu. Kalau misalkan 24:52 Anda ingin jadi polisi, jadilah 24:54 polisi-polisi yang santri. 24:57 Kalau misalkan Anda suatu saat lulus 24:59 ingin menjadi TNI, TNI TNI yang bernilai 25:02 santri. Terus saat Anda ingin menjadi 25:05 politisi, jadilah politisi-politisi yang 25:08 santri. He. Anda ingin jadi menteri, 25:11 jadilah menteri menteri yang santri. 25:13 Bahkan presiden sekalipun, gitu kan atau 25:16 ketua PBB sekalipun di luar, 25:18 jadilah profesi Anda apapun itu 25:21 presiden-presiden yang santri. 25:23 Jadi apa ya? Karena santri itu 25:29 udah banyak ee rela tidak dekat dengan 25:32 orang tua. Kemudian di sekolah dihajar 25:36 oleh gurunya bahasanya gitu kan. Di 25:39 asrama juga ada pendekatan musrifnya 25:41 segala inb kehidupan 3 tahun bahkan 6 25:45 tahun bahkan dia terus-terus. Nah, jadi 25:48 semua apapun profesinya tidak terlepas 25:51 daripada nilai-nilai kesantrian sih yang 25:54 ingin saya harapkan. Jadi, belok 25:56 sedikit. Oh, iya saya pernah mondok di 25:58 sini. Belok sedikit, mau zalim sedikit 26:01 atau mau enggak salat itu lupa salat. 26:03 Oh, iya. Saya kan pernah diaj sama Ustaz 26:05 Arif kayak gitu. Jadi, semoga 26:08 nilai-nilai santri 26:10 di masa mendatang atau ketika anak-anak 26:13 sudah lulus itu kuat nilai kesantriannya 26:17 menjadi jati diri dia untuk kehidupan 26:19 bakal di masa depannya, gitu. 26:21 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat kata 26:24 dihajar tadi dalam tanda petik ya, 26:26 dihajar guru maksudnya adalah 26:30 diajarin hanya dibuang gitu. karena ee 26:34 memang ada disiplin-disiplin tertentu 26:38 yang bakal meresap sampai ke bawah sadar 26:42 ke subsus mind kalau dilakukan seperti 26:45 yang barusan kita dengar bayangin aja 26:47 dengan nilai-nilai kemanusiaan, 26:49 nilai-nilai kepesantrenan semua akan 26:51 tumbuh menjadi seperti yang kita 26:53 harapkan. Tapi bahasan akan kita 26:56 lanjutkan sesudah jeda berikut. tetap 26:58 bersama Rasil untuk Islam yang satu yang 27:01 pagi ini bersama-sama di jendela 27:04 sekolah. 27:10 [Musik] 27:14 Oke, Brasil TV. 27:31 Waqul'malu 27:33 fasayarallahu amalakum wa rasuluhu wal 27:38 [Musik] 27:39 mukminun. 27:41 Wasaturadduna ila aalimil ghaibi 27:44 wasyahadah. 27:49 Fayunabbiukum bimaa 27:52 kuntum 27:53 [Musik] 28:08 tamalun. Sungguh nikmat orang yang sudah 28:11 mendapat perhatian Allah dan Rasul-Nya. 28:15 Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan 28:18 orang-orang yang berkuasa saja sudah 28:21 bisa membuat kita kegirangan. Bagaimana 28:24 jika perhatian itu datang dari pencipta 28:27 alam semesta beserta ciptaannya yang 28:30 paling indah, yaitu Baginda Nabi? 28:34 Apalagi yang kita cari di dunia selain 28:37 dua hal tersebut? 28:42 [Musik] 28:43 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 28:46 kita beramal saleh apapun bentuknya. 28:50 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 28:54 dan lain 28:55 sebagainya. Namun amalan yang paling 28:58 menyenangkan baginda Nabi adalah 29:01 memperjuangkan ajarannya, meneruskan 29:04 perjuangan beliau, berdakwah di 29:06 jalannya. 29:09 [Musik] 29:12 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 29:14 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 29:18 bersama-sama berjuang bersama Radio 29:20 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 29:23 rekening berikut. 29:29 [Musik] 29:35 Terima kasih masih tetap bersama Rasil 29:38 untuk Islam yang satu di jendela sekolah 29:41 yang menghadirkan Ustaz Dr. Agung 29:44 Muttaqin dan Ustaz Arif Afandi yang siap 29:48 untuk melanjutkan gambaran-gambaran yang 29:51 tadi sebagian sudah kita dengar. 29:53 Ngomong-ngomong ketika membangun kiat ee 29:58 membangun asrama atau mahad ini tentu 30:01 ada kiat-kiat tersendiri itu menurut Dr. 30:05 Agung apa sih gitu? 30:09 Ee baik. Jadi ee setelah ini kan tiga 30:14 ada tiga langkah. He tiga ini tidak 30:17 instan dan perlu ada perenungan dan 30:21 mengambil data dari teman-teman musyrif, 30:24 teman-teman di sekolah dan anak-anak 30:28 juga gitu ya. Sehingga semoga ini bisa 30:30 menjadi satu upaya kekuatan 30:33 kebersamaan. Jadi ada ada tiga langkah 30:36 yang ingin membangun mahad 30:38 dengan kondisi-kondisi yang ada di sini. 30:41 Jadi yang pertama kita ingin bangun 30:44 sistem. Karena apa itu sistem? Jika 30:48 sistem kita bangun, jika aturan kita 30:51 bangun, jika ee apa ya paradigma lah 30:55 konsep kebersamaan atau konsep dasar itu 30:58 kita bangun, maka he semua aturan itu, 31:03 semua keingin itu akan berjalan. Contoh 31:05 kadang apa ya 31:07 istilahnya terkadang namanya anak-anak 31:10 gitu kan gitu kan kadang kalau masih 31:13 olahraga tuh suka pakai celana pendek 31:16 gitu kan karena sekolah kita Islam gitu 31:18 kan ada ada mahad 31:21 sehingga mana yang lebih baik olahraga 31:23 atau aurat sebagai nilai-nilai syariat 31:25 gitu kan. Nah, ketika itu adalah tetap 31:28 ada nilai syariat sehingga aturan 31:30 seperti itu ketika berolahraga itu wajib 31:33 aurat menutupi. Bukan tidak boleh pakai 31:35 celana pendek ya kan ada lenjing juga 31:37 gitu kan. Nah, itu seperti itu. Kemudian 31:40 juga dengan senam. Kemudian juga yang 31:43 kita bangun adalah sistem. Jadi ee 31:46 singkat cerita kita di sistem tuh ada 31:48 lima divisi. Satu ada devisi taklim atau 31:52 pengajaran. Kedua, ada devisi aman atau 31:55 keamanan. Ketiga, ada devisi lughah 31:58 bahasa ee bahasa Arab maupun bahasa 32:01 Inggris gitu kan. Keempat itu ada divisi 32:05 ee jasmani ee kesehatan dan ee jasmani 32:09 ya kesehatan dan kesehatan dan olahraga, 32:11 maaf. Kesehatan dan olahraga dan 32:13 terakhir industri kreatif. dari lima ke 32:16 devisi itu kita breakdownkan bagaimana 32:19 teman-teman itu punya tupoksinya 32:21 masing-masing secara khusus. He. Dan ini 32:23 yang kita bangun bagaimana nilai-nilai 32:26 pengajaran taklim itu ranahnya ubudiyah. 32:29 Nilai-nilai spiritual, nilai-nilai 32:31 akhlak, penegakan salat masjid, kita 32:34 berjamaah, kita tahfid, kita tahsin, 32:37 kita tamyiznya itu kita ee apa namanya? 32:41 Konsentrasi teman-teman di musyrif ee 32:45 juga demikian. Kemudian yang kedua, 32:48 keamanan. Keamanan itu apa? Menjaga 32:50 keamanan, stabilitas. Teman-teman, 32:53 anak-anak khawatir. Ada yang keluar 32:56 tanpa izin, kemudian ada yang apa 32:59 namanya? Ee apa namanya? Ee sesuatu yang 33:03 kurang enak gitulah. Atau sederhana kita 33:06 mengupayakan tentang kerapihan. Apa 33:09 kerapihan itu? pakaian kaos, pakaian 33:12 kemeja itu dimasukkan ke dalam celana 33:14 gitu. Itu itu ada sederhananya seperti 33:17 itu. Kemudian bahasa tentunya kita ingin 33:19 menjadi ada cita-cita itu ada word apa 33:23 ya? Word Arabic school gitu. Jadi kita 33:25 pengin mendesain bahwa sekolah kita bisa 33:28 menjadi kelas dunia bahasa Arabnya gitu 33:31 loh. Karena namanya omongan jadi doa ya. 33:34 Jadi sederhana kalau di Mahad ceritanya 33:36 itu adalah Timur Tengahnya gitu. Kalau 33:39 di sekolah itu adalah Eropanya. Jadi 33:41 ketika anak-anak itu di dua benua antara 33:44 e Eropa dan Timur Tengah gitu atau 33:46 Afrika atau Asia. Kemudian ada divisi ee 33:51 apa namanya? Kesehatan dan olahraga. 33:55 Tentu kita harus ee mengupayakan 33:58 mengoptimalkan kesehatan bahwa kita 34:02 proses ee kemarin alhamdulillah sudah 34:04 bangkitlah perlahan-perlahan dari 34:05 COVID-19. Kemudian nilai-nilai kesehatan 34:09 juga harus kita perhatikan khusus kita. 34:12 Makanya kita buat selain menanamkan 34:14 nilai pendidikan, tapi kesehatan juga 34:16 menjadi poin penting sebagai unsur 34:18 pembangunan sistem di maahad dan juga 34:20 diseimbangi dengan olahraga. Nah, 34:22 terkadang karena mungkin makanan di IMC 34:25 itu enak-enak gitu, pada nambah gitu kan 34:28 nasinya, lauknya kan pada enak-enak 34:29 sekarang. Jadi harus diimbangi, ya, 34:31 harus diimbangi dengan olahraga biar 34:33 dibakar lemaknya dan sebagai macamnya. 34:35 Kebetulan kita ada fasilitas kolam 34:37 renang, ada lapangan futsal, ada 34:39 lapangan basket, ada takr segala macam. 34:41 Jadi itu bisa menjadi konsentrasi di 34:44 teman-teman bagian olahraga dan 34:46 kesehatan. Dan terakhir industri kreatif 34:48 bahwa industri kreatif ini mungkin salah 34:50 satunya penerjemahan dari itu kolaborasi 34:53 antara mahad dengan terhasil ini. 34:55 Kemudian juga bisa memberikan apa ya 34:59 informasi tentang kemahat bagaimana. 35:02 Jadi yang pintar teknologi gitu ya, yang 35:05 melek dengan perubahan zaman yaitu di 35:07 dinahkodai oleh devisi industri kreatif 35:10 ini. Jadi dibayangkan ibudiahnya kita 35:12 dapat, keamanan disiplin juga kita 35:15 dapat, pengembangan bahasa internas juga 35:17 kita dapat, menyeimbangi kesehatan 35:20 tubuh, nutrisi dan keseimbangan lagi 35:23 kita dapat dan juga pengembangan 35:25 teknologi kita tidak melek gitu ya. itu 35:27 coba kita jalankan di teman-teman muslim 35:29 itu itu sistem kita bangun dan muslim 35:32 tidak akan sendiri oleh mudabir. Mudabir 35:35 itu adalah kelas 11 atau kelas 12 35:37 tertinggi di SMA itu sehingga itu bisa 35:40 bersinergi antara musrif dan anak-anak 35:43 sebagai melatih leadership ataupun 35:45 kepemimpinan. Setelah itu kita bangun 24 35:49 jam kita ee berjalan. Alhamdulillah 35:51 secara pelan kita lakukan baru masuk ke 35:53 konten. Konten itu ada bahasanya, ada 35:57 ubudiahnya atau ada ee persiapan untuk 36:00 segala macam lomba sehingga konten kita 36:02 perbaiki tentunya di bawah asuhan atau 36:05 bimbingan Ustaz Munifotif, Pak 36:07 Hunifotif. Dan endingnya apa? setelah 36:09 konten ingin menghadirkan 36:12 prestasi-prestasi santri Matulafa 36:14 Rasyidin. Kalau dia prestasi ya jangan 36:17 hanya dia doang menularkan prestasi 36:19 kepada yang lain. Sehingga endingnya apa 36:21 sih? Endingnya ingin menjadi khairun nas 36:24 wa anum linas waahsan khq. Jadi 36:27 sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat 36:29 dan berbaik budik pekertinya. Itu 36:31 kira-kira kiat membangun mahat. 36:33 Sistemnya jelas banget. Kemudian konten 36:36 yang dipilih juga dan hasilnya prestasi 36:41 yang diraih oleh buah hati kita, 36:43 anak-anak kita tentu meskipun 36:45 berbeda-beda tapi semua sesuai dengan 36:48 kecenderungan si anak tersebut ya, hobi 36:51 dan memang 36:52 kemahirannya. Kemudian tadi ngomongin 36:56 soal after school tadi, kalau untuk yang 36:59 Jumat putih tadi keren banget. Nah, 37:01 Sabtu minggunya gimana tuh? Nah, ini 37:04 tentu yang akan menjawab Ustaz Arif ya. 37:06 Iya. Baik, terima kasih Mbak Nuning. 37:09 Tadi saya katakan bahwa maahad dan 37:11 sekolah ini akan ada wajah baru ya. 37:13 Heeh. Jadi nanti insyaallah untuk 37:16 kegiatan esol kita akan alihkan di hari 37:20 Jumat. Jadi, Jumat itu kita isi dengan 37:23 seluruh ee kegiatan yang sesuai dengan 37:25 bakat minat anak. He. Jadi, kita 37:27 upayakan insyaallah mohon doanya nanti 37:29 kita didampingi oleh pelatih-pelatih 37:31 yang profesional. Nah, setelah itu 37:34 sabtunya yang dulu yang dulu itu kita es 37:37 schol ya, Sabtu Ahad School. Ini untuk 37:41 Sabtu ini kita akan isi dengan 37:43 kegiatan after school dan kegiatan ee 37:46 kegiatan akademis di sekolah. 37:48 Nah, untuk Ahadnya, nah ini kemarin ada 37:51 beberapa gagasan dari teman-teman dan 37:54 dari anak-anak karena proses after 37:56 school ini idenya adalah bersumber dari 37:58 anak-anak juga, Mbak Nuning. He. Jadi, 38:00 kita enggak otoriter dan diktator dengan 38:02 program ya. Jadi, kita memberi 38:04 kesempatan kepada anak 38:07 untuk menyampaikan aspirasi program 38:10 kegiatan gitu loh. Kamu pengin apa sih 38:12 di kegiatan-kegiatan yang akan kita 38:13 laksanakan? Jadi kita sebar ee kita 38:17 sosialasikan program after school 38:19 kemudian kita kasih 38:21 kesempatan ee untuk kita kasih 38:25 kesempatan untuk apa itu menulis 38:28 inspirasi dan masukan kegiatan apa. Jadi 38:31 mereka menulis, "Saya ingin hari Ahad, 38:35 apa saya ingin ini." Ada berapa? Hampir 38:39 100 lebih ee masukan-masukan ide. Ee itu 38:42 nanti kita akan list, kita cari ide 38:45 terbanyak dan terbaik sesuai dengan 38:47 kemampuan anak-anak dan ee minat 38:50 anak-anak. Nah, yang baru nanti 38:53 insyaallah mulai di tahun ajaran baru 38:55 kita akan membuat program silaturahim 38:58 mengaji, Mbak Nuning. Heeh. silaturahim 39:01 mengaji ini. Jadi nanti kita mulai 39:04 karena dulu Pak Farid punya impian ya 39:07 menjadikan Kalimanggis adalah 39:08 kalimanggis qurani. Jadi warga yang di 39:11 sekitar Rasil, di sekitar sekolah itu 39:14 bagaimana caranya bisa menjadi warga 39:16 qurani gitu. Semua yang ada di sekitar 39:20 ee kawasan ini itu mencintai Al-Qur'an. 39:23 Maka kita bikin program silaturahim 39:26 mengaji. Nah, silaturahim mengaji ini 39:28 anak-anak santri. Jadi nanti kita kerja 39:31 sama sama warga atau sama warga sekitar 39:34 atau sama pengurus-pengurus yayasan 39:36 manajemen. Jadi kita tawarkan kita itu 39:39 ada program silaturahim mengaji nih. 39:41 Jadi rumahnya itu didatangin santri kita 39:43 khataman Quran di rumah itu gitu. 39:45 Masyaallah. Jadi 30 juz dengan 39:48 mendatangkan anak-anak dan enggak 39:50 dipungut biaya. Memang kita mau membuat 39:52 program kalimat Quran. Jadi siapa nanti 39:55 kita insyaallah akan memulai tentunya 39:57 dengan pengurus-pengurus yayasan bisa 39:59 Pak Farid, Pak Ihsan, Pak Munif dan yang 40:02 lainnya ee untuk nanti kita hadir ke 40:05 rumah beliau-beliau ya untuk khataman 40:08 Quran di sana. Dan nanti kalau misalkan 40:11 permintaan lebih dari satu kita bagi 40:13 kelas 7 nanti di rumah Mbak Nun misalkan 40:16 kelas 8 di rumah ee Pakan, kelas 9. Tapi 40:20 he kontennya adalah khataman Quran di ee 40:23 rumah-rumah beliau supaya 40:26 gaung mensosialasikan Quran dan 40:28 menjadikan kalimang Quran ni ini menjadi 40:31 ee sebuah inspirasi yang baiklah untuk 40:33 warga sekitar gitu. Itu salah satu 40:35 program weekend ya walaupun nanti ada 40:38 beberapa program weekend lain gitu. 40:40 Mudah-mudahan ya kerinduan Pak Farid, 40:42 kerinduan kita bersama. Bayangkan kalau 40:45 Kalimanggis Qurani ini bisa terwujud 40:47 Heeh. Bukan cuma orang-orang yang 40:50 terlibat di dalam perwujudan ini saja 40:52 yang merasa bersyukur, tapi orang lain 40:54 yang tahu pun juga pasti akan merasakan 40:56 seperti itu. Bahkan dulu kita punya 40:58 cita-cita pengin ngajarin ee warga 41:01 sekitar tamyiz. Kita kan punya program 41:03 tamyiz, program metode untuk menterjemah 41:06 Al-Qur'an. 41:07 He. Itu menjadi ee salah satu target 41:12 juga gitu loh. Jadi selain ee warga itu 41:16 mengetahui Al-Qur'an apa mau membaca 41:18 Al-Qur'an minimal mereka tahu 41:21 terjemahannya gitu. Nanti anak-anak yang 41:22 mengajarkan. Dulu juga pernah kita bikin 41:26 ee beberapa anak-anak warga sekitar 41:28 anak-anak kecil itu ada dulu pengabdian 41:31 sosial dari maahad untuk mengajarkan 41:34 anak-anak sekitar yang belajar mengaji 41:36 tahsin gitu. Lalu sempat juga kita punya 41:38 program itu. Jadi ee santri yang kayak 41:40 tadi kita pilih nih yang bagus-bagus 41:42 bacaannya kita hadirkan kerja sama sama 41:44 musala-musala dan masjid terdekat yang 41:47 kekurangan guru TPQ. Mbak Nuning. Ee 41:49 kita hadir sebagai relawan untuk 41:52 mengajarkan vaksin kepada anak-anak yang 41:54 di musala-musala itu yang biasanya kan 41:57 gurunya dua, muridnya 100. Di 42:00 musim-musal kecil-kecil, TPQ, TPQ. Nah, 42:02 kita ee ingin menghadirkan kegiatan 42:05 weekend itu. Nanti anak-anak belajar di 42:07 sana. Untuk langkah ke depannya kita 42:10 juga punya cerita ingin ee magang. Jadi 42:13 anak-anak yang punya 42:14 kompetensi-kompetensi dan cita-cita yang 42:17 baik, yang bagus, mungkin kekinian, kita 42:21 bolehkan untuk magang. Misalkan ada anak 42:23 kami ya di kelas 8 itu dia suka motor 42:27 banget gitu loh, motorism. Jadi under 42:30 deal part motor dia menguasai, sangat 42:32 menguasai dan suka sudah mulai taraf di 42:35 jual beli under deal, serv lain 42:37 sebagainya gitu. Nah, kita mungkin kalau 42:39 dia mau kita cari bengkel terdekat atau 42:42 terdekat untuk magang di sana. Kita 42:44 nanti bikin MOU-nya seperti apa. Jadi 42:47 kesempatan walaupun di mahat kita tetap 42:50 mempedulikan ee bakat anak gitu. Dan 42:53 kita juga masih dalam wacana. Mohon 42:56 doanya nanti anak-anak yang suka memasak 42:59 atau mau mengelola restoran kita mungkin 43:02 kerja sama sama KFC di Plaza. Jadi 43:04 anak-anak nanti belajar juga magang juga 43:07 di sana. Heeh. Dan di kafe-kafe terdekat 43:10 sini yang memang hobi mereka di arah 43:12 sana gitu. Learning by doing. Jadi ya. 43:16 Wow. Tapi ngomong-ngomong terkait dengan 43:19 anak-anak milenial ini kan enggak enggak 43:21 sama ya dengan zaman kita dulu atau yang 43:24 sebelumnya. Itu bagaimana? Ee ada enggak 43:26 sih konsepnya untuk membuat anak-anak 43:29 milenial yang dalam tanah petik meskipun 43:32 bukan berarti semuanya sulit tapi agar 43:34 sesuai dengan apa yang kita harapkan. 43:38 Yang terpenting adalah kita harus 43:40 sebagai musyrh, pembimbing dan guru 43:42 mengetahui latar belakang anak. He. 43:44 Karena madrasatul ula di rumah itu, jadi 43:48 rumah itu madrasah pertamanya itu memang 43:50 sangat mendukung ee konsep dalam 43:54 mendidik kami di sini gitu loh. Kita 43:56 memang pelajari dulu nih latar belakang 43:58 anak di rumah seperti apa. Maka di 44:00 sekolah ada namanya Tesmir, multiple 44:03 intelligent research. Jadi sebelum masuk 44:04 ke sekolah kita tesmir nih bakatnya di 44:07 mana, latar belakangnya bagaimana. ee 44:10 termasuk secara riwayat kesehatannya 44:13 bagaimana dari makanan kita harus detail 44:16 karena lucu ada anak secara kesehatan ya 44:19 dia kalau makan bau telur itu langsung 44:22 alergi gitu baru baunya ya belum dimakan 44:25 terus kalau makan ayam kan kalau 44:27 misalkan seafood kan wajar ya ini makan 44:29 ayam dia langsung alergi gitu jadi kita 44:32 memang benar-benar jadi dokter juga buat 44:34 anak-anak gitu nah itu makanya kita 44:37 mulai memahami latar belakang dari anak 44:40 tersebut itu dari pola asuh ya. Kemudian 44:44 kita sharing sama anak-anak biasanya 44:46 namanya ada ee program 44:50 ee apa pembinaan individu. Jadi kita di 44:53 waktu-waktu senggang ada sharing itu 44:55 sama anak-anak biasanya musrif memanggil 44:57 satu-satu untuk hanya mengobrol kamu tuh 45:00 suka apa sih enggak apa sih gitu. Jadi 45:02 kita harus pintar mengambil hati anak ke 45:04 hati ke hati ini hard to hard dia. 45:06 Cita-citanya apa sih? mulai kita 45:08 memantik dari obrolan itu ke sana. Jadi, 45:10 masing-masing musrif harus memahami 45:12 masing-masing anaknya karena nanti 45:14 masing-masing anak akan berbeda secara 45:16 penanganannya. Maka kita harus tahu 45:18 latar belakang yang ee sepenuhnya ini ke 45:21 anak itu. Ini anak ini latar belakang 45:23 seperti apa sih? Kita masuk untuk 45:26 mendapatkan hati anak itu ya harus 45:28 dengan ngobrol, dengan tahu karakter dan 45:30 lain sebagainya. Jadi baru boleh mulai 45:33 masuk pelan-pelan gitu. ini pada 45:35 dasarnya semuanya hampir hampir rata 45:39 bagus sih cuman beberapa anak yang butuh 45:41 bimbingan khusus mungkin Mbak 45:43 Nun anak-anak bimbingan khusus beberapa 45:47 dan ini tentu perlu juga effort tertentu 45:49 lagi yaul heeh dokter Agung bisa 45:51 tambahin sesuatu terkait dengan ini 45:53 kayaknya W keren banget ini bagaimana 45:56 konsep menangani anak-anak ini. Iya, 45:59 tadi kita ee udah baru saja ya tentang 46:03 apa 46:03 tuh teori hibertism ya. Jadi 46:08 memang kita itu saya juga jujur ya 46:12 banyak belajar juga di sini karena 46:14 memang ee pola asuh atau pola pendidikan 46:19 kita sebelumnya itu memang ya udah saya 46:23 nurut eh saya bilang ini ya harus ngikut 46:25 gitu. Tapi di sini karena konsepnya 46:27 berbeda sekolahnya manusia sehingga 46:31 banyak pendekatan-pendekatan yang memang 46:34 tidak tidak instruktif, tidak pressure. 46:38 Apalagi tadi ada kita membahas tentang 46:41 bagaimana ee karena akan berakibat di 46:44 proses kebersamaan itu ada disiplin 46:47 positif disiplin biasa gitu. Kalau 46:50 misalkan kita mampu ee menegakkan suatu 46:54 aturan atau suatu disiplin 46:56 yang lebih kepada pressure, anak harus 46:59 ikut saya, itu bisa menyebabkan biasa 47:01 saja. Mungkin dia rapi, nurut hanya 47:04 depan kita, tapi kalau di belakang bisa 47:06 jadi dia macam-macam gitu. Tapi kalau 47:09 sudah menegakkan disiplin positif, 47:12 artinya kesadaran internal yang lebih 47:16 tinggi daripada kesadaran eksternal yang 47:19 menyadarkan. Jadi bagaimana sadar dalam 47:21 diri sendiri di hati anak-anak itu. Nah 47:25 caranya itu memang yang sekarang kita 47:27 berupaya 47:28 untuk aturan ini tuh tumbuh berkembang 47:32 bersama bukan dari kegagahan saya, bukan 47:35 kegagahan Ustaz Arif, bukan kegagahan 47:37 Ustaz Munif, tapi kegagahan anak-anak 47:40 yang memberikan satu formula, oh kita 47:43 harus bersiplin bersama. Dan itu kan 47:45 luar biasa ya ketika ee ada anak kadang 47:49 kita punya anak aja di rumah atau 47:52 sudah bandel eh diam kan gitu. Iya. Tapi 47:56 di sini kita tidak bisa seperti itu. Ada 47:59 pendekatan-pendekatan yang humanis yang 48:01 terus kita ee apa namanya? bangunkan dan 48:04 itu seluruh muslim tentunya kita juga 48:07 sama-sama belajar tentang hal itu. Si 48:09 Bu. 48:10 Bayangkan ikhwan akhwat, kalau seorang 48:14 dokter agung saja belajar, kita 48:15 mendengar ini saja rasanya perlu 48:17 dipraktikin juga nih di rumah ya. Enggak 48:19 ada ee apa namanya? Kudu musti, harus 48:23 gitu kan. Semuanya bisa didiskusikan, 48:26 diperbincangkan dan itu sebabnya juga 48:29 enggak salah kalau dibilang laboratorium 48:31 kehidupan ya seperti yang tadi kita 48:33 dengar. Betul. Kita masih punya waktu 48:36 beberapa menit. Ini ada pertanyaan. 48:39 Bukan pertanyaan, lebih tepatnya lagi 48:41 adalah ee acan jempol. Ya, terima kasih 48:43 ini semuanya sudah memper mempersuasi 48:47 kami semuanya untuk mengikuti cara-cara 48:50 konsep dan sistem menangani anak-anak. 48:54 Dari Ibu Dewi Emma Warni. Kalau mau 48:57 telepon ke 845 1512 ya, karena nomor ee 49:01 WA-nya tidak bisa terima telepon. tadi 49:03 sudah berapa kali bunyi itu. Kemudian 49:05 juga dari hamba Allah yang lain, terima 49:08 kasih mudah-mudahan sukses ya. Itu yang 49:11 namanya ee kalimangis qurani. Amin. 49:16 Banyak ya. Doa itu penting banget. Dan 49:19 saya bilang tadi karena kita masih cukup 49:21 punya punya waktu mungkin ada yang mau 49:22 ditambahkan terkait dengan bagaimana 49:25 wajah baru dari asrama kita ini yang 49:28 akan membuat orang-orang kemudian 49:31 semakin tertarik. Mudah-mudahan nanti 49:33 kalau semakin banyak yang berminat 49:34 ditambah lagi ya tempatnya. 49:37 Memang ada tadi saya terima kasih yang 49:40 sudah menyentuh kalimanggis qurani ya. 49:42 Memang kita juga sadar betul walaupun 49:46 kita istilahnya baru dan pendatang tapi 49:48 sama-sama ingin menciptakan he kampung 49:51 silaturahmi ini, jalan silaturahmi 49:53 menjadi kampung Al-Qur'an. 49:54 Alhamdulillah. Sumbernya dari mana? Heh. 49:57 Siapa penggeraknya? Siapa inisiatornya? 50:00 Siapa muharriknya? itu adalah 50:02 santri-santri Matula Forasidin. Jadi 50:06 bayangkan di dari tempat titik ini dari 50:10 radius 34 km selatan utara itu awal 50:14 pertama kali ada bersinarnya kampung 50:17 Al-Qur'an itu. Semoga kita mendoakan 50:21 dari santri Mahad Khulafaur Rasyidin 50:23 Kalimanggis mengaji. Insyaallah Kalim 50:25 manggis mengaji. Kalimanggis Quran itu 50:28 jadi kerinduan kita semua. Bahkan 50:30 mungkin nanti di kampung kita sendiri 50:33 juga boleh ya atau di RT kita jadi ee 50:36 quran inspirasi jadi inspirasi. Iya. Ini 50:39 betul-betul memotivasi, mempersuasi kita 50:41 semua untuk please deh jangan cuman 50:43 serumah doang gitu ya. Oke Ustaz Arif 50:47 ada yang mau ditambahkan silakan. Ee 50:49 saya sedikit mungkin Mbak menambahkan 50:51 bahwa pendidikan ini adalah tugas kita 50:53 bersama. He tidak hanya di tumpuan pada 50:56 para guru, para mungkin asate, tapi ayah 50:59 bunda pendengar semuanya di rumah kita 51:02 wajib menjadi pendidik yang baik. Dan 51:05 mari kita menjadi orang tua yang bisa 51:07 menjadikan contoh buat anak-anak kita. 51:10 Karena anak kita adalah followers hebat. 51:13 Yang sedikit kita melakukan hal salah, 51:16 anak itu akan menjadi follower yang 51:19 hebat buat kita. Maka yuk mari kita 51:21 bangun pendidikan ini bersama-sama 51:24 supaya Indonesia utamanya menjadi bangsa 51:28 yang berkarakter, barang bangsa yang 51:30 humanis dan menjadi contoh bangsa-bangsa 51:32 lain. Mungkin itu sebagai closing 51:34 penutup Mbak Noni. Terima kasih sekali 51:37 untuk ee Ustaz Arif dan juga Dr. Agung. 51:41 Yang jelas inilah sekolahnya manusia 51:44 gitu ya. Dan senjata ampuh untuk 51:47 membangun dunia adalah memang dengan 51:50 pendidikan. Insyaallah bahasan kami hari 51:52 ini nanti bisa berlanjut dengan hal-hal 51:54 lain. Di jendela sekolah kita akan 51:56 dengar banyak informasi ataupun juga 51:59 hal-hal terkait dengan pendidikan yang 52:02 kami hadirkan setiap hari Senin jam 52:04 10.00 sekian sampai dengan jam 11.00 lew 52:07 sekian. Dan terima kasih sekali lagi, 52:10 mudah-mudahan 52:12 emmir tadi yang kapan-kapan bisa kita 52:15 bahas lebih lanjut lagi ya. Karena biar 52:17 bagaimanapun juga multiple intelligence 52:20 untuk ee yang perlu kita pahami itu 52:24 benar-benar akan membuat sikap dan ee 52:27 acuan kita bergerak juga berbeda. Terima 52:30 kasih sekali lagi dan juga untuk ikhwan 52:32 akhwat di mana pun berada, jendela 52:35 sekolah hadir ke ruangan Anda dari ee 52:38 sekolah Insan Mandiri Cibubur adalah 52:41 untuk kita semua. Billahi taufik 52:43 walhidayah. Wasalamualaikum 52:45 warahmatullahi wabarakatuh.