Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:31 [musik] 0:39 [musik] 0:43 Brail TV. 0:47 [musik] 0:52 Asalamualaikum warahmatullahi 0:53 wabarakatuh. Walhamdulillahi wa kafa 0:55 wasalatu wasalam ala nabiyil mustofa wa 0:58 ala alihi wasohbihi ahl siddiqi wal 1:00 wafa. Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:02 subhanahu wa taala, para pendengar radio 1:04 silaturahim dan juga pemirsa Rasil TV di 1:07 mana pun Anda berada. Apa kabar? Semoga 1:11 ikhwan akhwat sekalian diberi kesehatan 1:13 dan inayah dari Allah subhanahu wa 1:16 taala. Kami ucapkan selamat datang 1:18 kembali ikhwan akhwat di acara kajian 1:21 tasawuf bersama saya Isa Alkaf on di 1:24 kameraman dan juga eh ee 1:28 eh Oni sebagai kameraman eh bersama kita 1:32 ada Sayid Ahmad Mujtaba yang sudah 1:35 terhubung melalui via Zoom. 1:36 Asalamualaikum Syid Ahmad. 1:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:40 wabarakatuh. Marhaba ahlan waslan Habib. 1:42 Hayakumullah ahl wasah. 1:43 Sehat? 1:45 Sehat alhamdulillah habib. 1:48 Masyaallah. Masyaallah. 1:50 Masih terhubung melalui via Zoom karena 1:53 kami masih menerapkan PPKM lockdown jadi 1:57 para narasumber tidak bisa hadir ke 1:59 studio. Eh Syid eh hari ini kita bahas 2:03 bab apa sih? 2:04 Hm. Marhaba Habib. Masyaallah. Ahlan 2:06 wasahlan Habib. Ya. Ee minggu lalu kita 2:09 mulai eh dalam tema membahas kitab 2:12 Mahiyatut Tasawuf Wasimati Ahli Habib ya 2:15 karangan Sayidil Habib Umar mengungkap 2:18 hakikat ilmu tasawuf dan tanda-tanda 2:22 ahlinya. Ahli tasawuf itu. Ee kemarin 2:25 kan ee kita sudah masuk ke mukadimah ya 2:27 yang basmalah kemudian hamdalah juga 2:30 selawat. Di situ ee Sayid al Habib 2:32 menyebutkan bahwasanya kitab ini adalah 2:33 kitab yang sangatlah ringkas yang bisa 2:36 mengungkap ee dan membuka kirai ee yang 2:40 tertutup ee atas ilmu tasawuf itu. Nah, 2:43 sekarang insyaallah di sini Habib di bab 2:44 pertama sebelum kita masuk ke 2:47 tanda-tanda pengamalan ee orang yang ber 2:51 apa namanya menamakan dirinya dengan 2:54 asufi atau tasawuf di sini perlu kita 2:56 membahas dulu masalah definisi, Habib. 2:58 Nah, inilah mungkin tema kita. Hari ini 3:01 definisi ilmu tasawuf itu apa? Definisi 3:04 itu nam itu mungkin insyaallah 3:06 pembahasan kita hari ini. 3:07 Masyaallah. Masyaallah. Ee jadi ee hari 3:10 ini kita akan membahas tentang definisi 3:12 tasawuf dari kitab Mahiyatut Tasawuf 3:16 karangan ee Habib Umar bin Muhammad bin 3:20 Salim bin Hafid. Bagi ikhwan akhwat yang 3:22 ingin ee mendapatkan kitabnya dalam 3:25 bentuk PDF, silakan kirimkan permintaan 3:29 ikhwan akhwat melalui WhatsApp ke nomor 3:31 0813 3:33 * 93 * 720 atau ee ee kirimkan saja 3:40 permintaannya melalui via WhatsApp atau 3:42 juga bisa bertanya melalui itu dan juga 3:45 berdiskusi melalui kami via WhatsApp dan 3:48 jika ingin berdiskusi via telepon 3:50 Silakan hubungi 0218451512. 3:55 Silakan ee Syid Ahmad untuk menjelaskan. 4:00 Masyaallah. Ahlan wasahlan Habib. 4:01 Bismillah 4:03 Tib. Bismillahirrahmanirrahim. 4:06 Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu 4:08 wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina 4:10 Muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain. 4:13 Subhanaka la ilma lana illa maamtana 4:16 innaka antal alimul hakim ala innaka ant 4:18 tawaburahim. 4:20 [mendengus] 4:20 Allahumma ya fattah ya alim ya fattah ya 4:22 alim ya fattah ya alim iftah al f ya 4:25 arhamarahimin allahum la sah illa ma 4:27 jaalahu waajana 4:30 sah allahumana 4:33 wasilum 4:35 nabium shallallahu alaihi wasallam 4:37 allahum inaluk 4:40 wahabiallahumma 4:43 il yaksya wain yurfa 4:48 wtin 4:51 yaimin ya aramahimin 5:05 wajah 5:07 subhanahu wa taala nahi asihun 5:11 na maullah taala min husn niyat 5:16 alhamdulillah ee kembali dalam kajian 5:18 dan ee kitab Mahiyat Tasawuf Wasimati 5:22 ahli mengungkap hakikat ilmu tasawuf dan 5:25 tanda 5:27 ahlinya. ee dalam pertemuan lalu ee kita 5:31 masuk 5:33 di kitab yang di situ 5:37 jelas ee sedikit ee sejarahnya ilmu 5:41 tasawuf dan juga [mendengus] ee 5:44 background umum ee atas ilmu tasawuf itu 5:48 juga diskusi yang luar biasa dari para 5:52 ee pendengar dan para pemirsa yang 5:55 sangat-sangat ee menghiasi 5:57 ee dan mewarnai ee kajian ee minggu 6:01 kemarin wahak. Insyaallah ee kali ini 6:04 kita akan masuk ke bab pertamaan. 6:06 [mendengus] kita sebutkan di minggu 6:07 kemarin sedikit daripada fahras ataupun 6:09 daftar isi ya, daftar isi daripada kitab 6:12 mahiyat tasawuf itu di [mendengus] situ 6:14 Sayid Habib menyebutkan 10 asr, 10 6:18 alamat ya tanda orang yang bertasawuf 6:22 atau yang sah dinobatkan sebagai sufi. 6:25 orang T mempunyai 10 tanda 6:28 ee di sini insyaallah kita akan masuk 6:31 dulu kita tanda itu ee insyaallah 6:36 kalaupun alarkah fil wag diberkahi 6:38 waktunya kita masuk ke tanda yang 6:40 pertama adalah luas ilmu agama tapi 6:42 sebelum itu, ikhwan, sangat penting 6:44 sekali kita membahas perihal definisi. 6:48 Ah, definisi tasawuf itu apa sih? Ini 6:51 adalah bab pertama sebelum kita masuk ke 6:53 10 tanda ahli tasawuf itu. Waa kullial. 6:56 Oke, sebelum kita masuk ke pembahasan 6:59 kitab ini, Al-fagqir di sini 7:01 mengingatkan diri Al-Fagqir pribadi dan 7:02 juga para pendengar semua untuk apa 7:06 namanya keutamaan hari-hari yang 7:07 sekarang kita di dalamnya yang enggak 7:09 hari 10 pertama di bulan Zulhijah yang 7:13 sangatlah luar biasa sehingga Allah 7:14 Subhanahu wa taala [mendengus] ee 7:16 bersumpah dengan hari-hari ini dan 7:18 malamnya dalam firmannya wal fajri 7:21 walayalin asal 7:24 demi waktu fajar dan demi malam yang 7:27 ada beberapa hadisan kalam Ibn Abbas 7:32 Nabi wasallam bahwasanya yang dimaksud 7:34 dengan layal asr adalah 10 Zulhijah 7:37 pertama itu [mendengus] wasyafi'i wal 7:38 watar wasyafa arti e yang genap adalah 7:42 tanggal 8 Zulhijah insyaallah akan besok 7:44 kita lalu wal water adalah ganjil 7:47 tanggal 9 Zulhijah hari Arafah Tarwiyah 7:50 dan Arafah Syafa wal Watar Luar biasa 7:53 sekali ikhwan banyak sekali lipatan 7:55 ganda 7:56 yang Allah Taala berikan di hari-hari 7:58 yang mulia ini. Betul. Ramadan adalah 7:59 penghulu segala bulan. Nabi [mendengus] 8:01 wasallam bersabda dalam hadisnya yang 8:02 diriwayatkan oleh Imam Imam Ahmad bin 8:04 Hambal dalam Musnadnya ee Ramadan 8:06 sayidus syuhur wa Zulhijah a'damuhun 8:09 hurmah. Ramadan adalah penghulu dari 8:12 segala bulan. Akan tetapi Zulhijah 8:14 adalah ee bulan yang paling agung 8:16 kehormatannya. 8:19 Nah, begitu ikhwan. Jadi jangan sampai 8:21 kita menyia-nyakan ee hari-hari yang 8:24 luar biasa indah ini. Insyaallah berapa 8:26 hari lagi kita bersama akan merayai hari 8:28 raya Idul Adha. Kemudian ada tiga hari 8:31 setelahnya yang dinamakan dengan hari 8:32 tasyrik. Ya, ayyamut tasyrik, ayyamu 8:34 aklin wikr. Hari tasyrik adalah hari eh 8:39 akal wasurub, jamuan dari Allah Taala. 8:41 Maka diharamkan kita berpuasa kalau di 8:43 hari tasyrikan juga hari itu disunahkan 8:46 kita memperbanyak berzikir. 8:48 Lailahaillallah ala kul. 8:51 Nah, di sini ikhwan kita akan masuk ke 8:54 bab pertama dalam kitab Mahiyat Tasawuf 8:57 Wasimati Ahli. Di sini dibahas tentang 9:00 definisi. Nah, di sini ikhwan, betapa 9:04 pentingnya kita mengetahui definisi 9:06 sebelum menghukumi perkara itu. 9:10 Ketahuilah hakikat dari perkara itu 9:12 sebelum engkau menghukuminya. Dalam 9:14 kaidah ilmu ee gawaidul fikih yang 9:16 sebenarnya kaidah itu diambil dari ilmu 9:18 logik atau ilmu mantik dibilang begini, 9:21 alhukmu alai farun tasurihi. 9:26 Alhukmu ali. Menghukumi atas sesuatu itu 9:31 adalah cabang daripada 9:34 gambaran sesuatu itu. Atas gambaran lah 9:40 akan timbul hukum. Bilamana gambarannya 9:42 benar. Insyaallah hukumnya pun akan 9:45 menjadi benar. Akan tetapi bila 9:47 gambarannya sudah salah otomatis dan 9:50 pasti dipastikan [mendengus] hukumnya 9:52 pasti salah. Wahak. Oleh karena itu, 9:54 sebelum kita men-judge atau menghukumkan 9:58 perkara apapun, tasawufkah ataupun pada 10:01 hal apapun sebelum engkau hukum fikih, 10:04 contohnya sebelum engkau menghukumi 10:05 suatu peristiwa engkau harus mengetahui 10:07 dulu definisi dan engkau harus 10:10 menggambarkan dahulu apa itu perkara itu 10:12 yang engkau mau menghukumkannya. 10:14 Tatkala sudah tersemp sudah sudah 10:16 sempurna gambaran atas perkara itu, baru 10:19 di sini dan sudah kita lihat dari segala 10:21 sudutnya depan belakang kanan kiri. Baru 10:24 di sini kita bisa untuk memberikan hukum 10:26 yang insyaallah tepat ya. Namun kalau 10:28 seandainya kita enggak mengetahui hukum 10:30 itu, enggak mengetahui perkara itu apa, 10:33 kemudian [mendengus] kita menghukuminya 10:35 ybarulum. itu dikatakan suatu kezaliman 10:38 ketika kita menghukumi perkara yang kita 10:40 tidak tahu hakikat dari perkara itu. Waz 10:44 alhukmu alai farun tasawurih. Oleh 10:47 karena itu, Ikhwan, dalam ilmu logik, 10:49 ilmu mantik [mendengus] ee dibilang 10:51 begini. Setiap pengetahuan manusia 10:55 itu tidak keluar dari dua perkara. Yang 10:56 pertama tasawur. Yang kedua tasdq. 10:59 Tasawur adalah gambaran tanpa hukum. 11:02 Yang kedua tasdq. Tasdik adalah hukum 11:04 atas gambaran itu. Jadi semua perkataan 11:07 kita kalau kita rumusin ya, semua 11:08 perkataan kita dan semua yang kita 11:10 dengar itu eh immaur wa imma tasdiq 11:16 eh 11:18 ilmah 11:34 bersamaidnya Ya, Zawaid Abdus Salam 11:37 Asyqiti dibilang ilmu Allah Subhanahu wa 11:40 taala bukanlah ilmu yang baru. Maka ilmu 11:43 Allah Taala tidak bisa disifatkan 11:46 sebagai idrak wahakah atau yang lain 11:48 sebagainya. Namun ilmu manusia, ilmu 11:51 makhlukah yang disebutkan dengan idrak. 11:53 Nah, yang mana setiap idrak itu kadang 11:56 kala 11:57 menangkap perkara saja tanpa 12:00 menghukuminya. Itu namanya tasawur. Ya, 12:02 gambaran. Kedua, ee dia menangkap hukum 12:07 atas perkara yang sudah tergambar itu 12:08 namanya tasdiq. Wahak. Nah, 12:12 tasdik itu hukum itu tidak akan timbul 12:14 kecuali sudah ada tasawur dahulu. Sudah 12:17 ada gambaran atas perkara itu dahulu 12:19 baru di sini akan timbul hukum. Kalau 12:21 seandainya gambarannya tidak terbentuk 12:23 maka tidak mungkin dan mustahil akan 12:25 timbul hukum. Hanya saja gambaran yang 12:28 terbentuk itu bisa jadi benar, bisa jadi 12:31 salah. 12:32 Dari situlah timbul hukum yang benar dan 12:34 hukum yang salah. Wahak gambaran yang 12:36 salah akan menghasilkan pasti hukum yang 12:39 salah dan gambaran yang benar insyaallah 12:41 akan menghasilkan dan kebanyakan memang 12:44 menghasilkan hukum yang yang benar pula. 12:45 Lailahaillallah. Ini pernah ikhwan 12:48 terjadi ee dalam ilmu fikih. Contohnya 12:51 ada seorang mufti ditanya tentang ee 12:53 hukum bayi tabung. 12:57 Nah, dan dia kurang me apa namanya? 13:00 kurang dalam penggambarannya apa itu 13:02 bayi tabung dan dibuat suatu fatwa dia 13:04 tulis ini hukumnya begini gini gini 13:07 beberapa saat kemudian beberapa pekan 13:08 kemudian sekian tahun kemudian dia 13:10 langsung melihat secara nyata bagaimana 13:12 proses bayi tabung itu dengan itu 13:14 merubah fatwanya yang dahulu nah itu 13:17 ikhwan 13:18 ee dulu katanya aku memberikan hukum 13:21 tanpa aku mengetahui perihal ini apa itu 13:23 bayi tabung itu. Karena pas aku melihat 13:25 bagaimana kenyataannya, oh jadi bisa 13:27 jadi hukumnya lain. Wah baru karena 13:30 sempurna [mendengus] gambaran itu. Nah, 13:31 oleh karena itu ikhwan, sebelum kita 13:33 menghukumi sesuatu 13:34 tasawuf, apakah ini termasuk ilmu yang 13:37 benar ataupun ilmu yang tidak benar? 13:39 Apakah ilmu ini ada pada zaman Nabi 13:41 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 13:41 ataupun tidak? Lalu dari mana timbul 13:43 nama itu? Marilah kita bersama mengkaji 13:46 definisi tasawuf itu sebagai langkah 13:49 pertama dalam tasawur, dalam 13:51 penggambaran ilmu tasawuf ini. Yang dari 13:53 situ kita masing-masing silakan 13:55 menghukumi ilmu [mendengus] tasawuf ini 13:57 ilmu yang layak dipelajari atau tidak. 13:59 Eh, bahkan wajib dipelajari atau tidak. 14:02 Wahak, bahkan apakah ini berasal dari 14:06 Rasulullah atau tidak. Oke, silakan 14:08 hukum sendiri nanti setelah kita bersama 14:11 mengkaji definisinya. 14:13 Ini mungkin mukadimah ikhwan, untuk 14:15 kajian hari ini. Tapi 14:16 bismillahirrahmanirrahim. Kita akan baca 14:18 bersama ee definisi dari ilmu tasawuf 14:21 itu apa. Bismillahirrahmanirrahim. 14:23 Sayidil habib attasawuf. 14:27 Attasawufu hua 14:29 husnul amal wal ittisof 14:34 bimugtad khitabil haqqi subhanahu wa 14:36 taala wa rasulih 14:38 sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi 14:40 wasallam. 14:42 wa taaquqan 14:44 wa tahaqu ini adalah definisinya. Oke, 14:48 di sini ada beberapa poin. Pertama, 14:50 tasawuf adalah husnul amal, 14:53 pengamalan yang baik. Itu satu, bukan 14:57 hanya pengamalan, bukan hanya 14:58 pengaplikasian, tapi yang baik, ya. 15:01 Pengamalan yang baik. Wal ittisf dan 15:06 bersifat. Dan bersifat ya. Jadi bukan 15:10 hanya ee diketahui sahaja akan tetapi 15:13 diamalkan dan bukan hanya diamalkan 15:15 sahaja akan tetapi perkara itu sudah 15:17 menjadi sifat dan kriteria. 15:20 Apa perkara ini? 15:24 Apa-apa 15:26 yang dituntut oleh? 15:30 Jadi, setiap perkara yang dituntut oleh 15:33 Allah Taala, yang diperintahkan oleh 15:34 Allah Taala, baikun itu perintah yang 15:36 wajib atau perintah yang tidak wajib, 15:40 sunah. Kemudian juga di antara imtalal 15:43 amr adalah ijtinabun nawahi, menjauhi 15:46 larangan Allah Taala. Baikun itu 15:48 larangan yang bersifat haram ataupun 15:50 yang bersifat makruh. Ketika seseorang 15:54 mengamal 15:57 Allah itu dan Rasul-Nya bukan hanya 16:00 mengamalkan sahaja, dia mengamalkan 16:02 dengan baik. Bukan cuma itu saja, dia 16:04 bisa menjadikannya itu sebagai kriteria 16:06 dirinya. Itulah perihal yang dinamakan 16:08 dengan tasawuf. 16:10 Jadi tasawuf adalah pengamalan perintah 16:13 Allah dan Rasul-Nya [mendengus] 16:15 dan apa namanya pengamalan yang 16:18 berkualitas dalam perintah Allah dan 16:19 Rasul-Nya dan menjadikan itu sebagai 16:21 kriteria dan pedoman hidup. Wahak 16:24 [mendengus] ini bukan cuma itu sahaja 16:26 lebih dari itu ikhwan. Jadi subhanallah 16:29 tingkat pertama adalah husnul amal 16:31 pengamalan yang baik. Itu tingkat 16:33 pertama. Tingkat yang paling basicnya 16:34 pengamalan yang baik. ataupun adapun 16:36 pengamalan yang tidak baik itu keluar 16:38 dari ilmu tasawuf 16:41 atau tidak mengamalkan sama sekali. 16:43 Sangat jauh dari ilmu tasawuf. Ilmu 16:45 tasawuf adalah pengamalan yang baik. 16:48 Ini tingkah pertama ikhwan, terhadap ee 16:50 apa-apa yang Allah Taala perintahkan dan 16:52 juga Rasulullah sahu al wasallam 16:53 perintahkan naik ke atasnya lagi. Bukan 16:55 hanya pengamalan yang baik, akan tetapi 16:57 menjadikan itu suatu sifat pada dirinya. 16:59 Menjadikan itu tabiat pada dirinya. ee 17:02 dirinya sudah memang ee bukan hanya dia 17:05 tidak mau e untuk berbohong, tapi 17:07 dirinya sudah anti dengan berbohong. 17:11 Bukan hanya dia tidak mau untuk meminum 17:13 air keras, tapi memang dirinya sudah 17:15 menolak, sudah keluar daripada 17:17 tabiatnya. Begitu sy [mendengus] apa 17:19 namanya? Bukan hanya dia salat dengan 17:22 baik, akan tetapi salat dengan baik itu 17:24 dan tepat pada waktunya sudah menjadi 17:25 tabiatnya. Begitu ee ketika azan 17:29 dikumandangkan dia kalau enggak segera 17:31 salat dia gelisah gitu. Wah, sudah kayak 17:33 kebakaran. Ada apaan ini? E telat salat. 17:36 Nah, berarti pengamalan itu sudah 17:38 menjadi kriterianya. Wahak aliktisf 17:42 cukup segitu dan belum naik ke atas 17:44 lagi, Ikhwan. Itu semua dilakukan dengan 17:47 daugan wa tahaqugan wakadza. Ini luar 17:51 biasa. Semua itu diamalkan pengamalan 17:54 yang baik dan juga menjadikan itu sebuah 17:56 kriteria pada dirinya. Ee 17:59 dengan apa dia amalkan? Dengan dug 18:02 dengan penuh cita rasa, dengan penuh 18:06 kenikmatan. 18:08 Jadi bukanlah dia anggap itu suatu 18:09 beban, enggak. Dia resepi. Ohak itu 18:12 artinya dengan penuh peresapan. Itu z 18:16 artinya ikhwan wa tahaugan. dan penuh 18:20 apa namanya dengan rasa sudah bersatu 18:23 antara dia dan perintah itu. Penyatuan 18:26 antara dia dan perintah-perintah Allah 18:27 sudah bersatu. Tahagug sudah A = A dan 18:31 ini kayak ini si fulan ya kayak kayak 18:33 kayak itu udah sama dia sama itu. Jadi 18:36 seakan-akan dialah perintah Allah dan 18:38 dialah perintah Rasulullah sallallahu 18:39 alaihi wasallam. Dia tidak menganggap 18:40 dirinya lagi perihal yang lain. Dia 18:42 sudah menyatu sudah sudah menyatu dengan 18:44 perintah Allah dan rasulnya. Itu artinya 18:45 tahaguk, Ikhwan. Ini yang dibahas di 18:48 sini adalah poin-poin yang sangat 18:50 leluhur, sangat luar biasa. Yang dimulai 18:51 dari pertama tadi apa? Husnul amal, 18:54 pengamalan yang baik. Kemudian naik ke 18:56 al-iktisf. Apa? Al-tisaf ee apa namanya? 19:00 Menjadikan itu suatu sifatnya. Ee 19:02 kemudian naik ke atas lagi dengan 19:05 meresapinya. 19:06 Wah, dicicipi oleh apa? Dengan cita 19:10 rasanya. Yang terakhir tahaguk dengan 19:13 menyatu. 19:15 Hak haza itu adalah ilmu tasawuf. Ikhwan 19:20 kalau kita paham definisi seperti ini, 19:22 woh ini sangat luar biasa dan emang 19:24 inilah inti daripada ilmu tasawuf yang 19:27 terlepas dari gambaran-gambaran yang 19:29 sering kita lihat. Waha meneri-nari 19:32 ataupun bertereak-teriak ataupun ee 19:35 keluar dari alam sadar. Tapi mari ke 19:38 mana kita kembali dalam definisi ini, 19:40 Ikhwan. Hakikat tasawuf adalah ee 19:42 bagaimana kita mengamalkan atau menuruti 19:45 perintah Allah Taala dan Rasul-Nya 19:47 dengan kualitas tertinggi. Dimulai dari 19:49 pengamalan yang baik, kemudian 19:51 menjadikan itu suatu kriteria, kemudian 19:53 dengan menghayati ataupun meresapinya, 19:56 kemudian dengan bersatu dengannya. Ohak. 19:59 Nah, itu adalah ilmu tasawuf. Ini adalah 20:01 definisi ilmu tasawuf. 20:04 Oke, di sini ikhwan dikatakan dalam ee 20:07 ilmu mereka itu pertama ada namanya 20:09 attaaruf ya, enggak? Kemudian 20:20 perihal pertama 20:22 adalah taaruf. Berkenal dulu engkau 20:24 berkenal dengan apa sih perintah Allah 20:25 dan rasulnya? Apa-apa aja sih hanya 20:27 kenal saja. Oh begini. Oh ini w ini 20:32 kerjakan ini makruh kita tinggalkan 20:34 wahak. Kemudian setelah taaruf apa? Ee 20:37 tasyawuf. Engkau mau dan tertarik untuk 20:39 itu. Kemudian setelah engkau 20:41 mengamalkannya ee engkau mengetahui dan 20:43 engkau tertarik dengannya. Engkau 20:44 mengamalkannya. Kemudian ee tadwuk 20:46 engkau meresapinya. Wahak. Yang terakhir 20:48 adalah tahaguk engkau bersatu dengannya. 20:51 Nah, di sini ikhwan maka tidak heran ee 20:53 kalau seandainya kita mendengar dari 20:55 beberapa tokoh ulama sufi contohnya 20:58 di antaranya al Imam Al Habib ee 21:01 Abdullah bin Husein bin Thahir seorang 21:02 ulama Hadramut yang beliau berkata 21:05 seperti 21:12 baligh sampai sekarang 21:16 tidaklah pernah terlintas di hatiku 21:21 untuk mengamalkan perkara yang makruh. 21:26 Makruh aja bukan bukannya pernah enggak 21:28 bukannya enggak pernah diamalin enggak 21:30 enggak pernah terlintas di hatinya untuk 21:32 mengamalkan perkara yang makruh. Berarti 21:35 apa? Kalau haram sudah jangan dibahas 21:37 lagi. Pasti enggak pernah beliau jatuh 21:39 ke perihal yang haram dan juga enggak 21:41 pernah terlintas di hatinya untuk 21:43 melakukan perkara yang haram. Bukan 21:45 hanya haram saja, makruh pun larangan. 21:47 Makruh adalah larangan, Ikhwan. Walaupun 21:49 larangan tidak keras, tapi su dibenci 21:55 walaupun tidak berdosa ketika seseorang 21:57 jatuh ke perihal yang makruh. Akan tapi 22:00 itu larangan bukannya ee dan dan beliau 22:04 ee sudah selesai dari perkara yang haram 22:06 dan makruh pun beliau juga selesai. 22:08 Bukan cuma tidak mengamalkan, akan 22:10 tetapi tidak terlintas di hatinya untuk 22:12 mengamalkan makruh itu. Ini suatu 22:15 kualitas yang tinggi dalam pengamalan 22:16 perintah Allah Subhanahu wa taala. 22:19 Ah, ya enggak. Nah, begitu tuh namanya 22:28 Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad yang 22:30 masyaallah luar biasa yang beliau 22:32 berkata pada akhir hayatnya [mendengus] 22:34 eh 22:42 katanya. Aku mengharap insyaallah di 22:44 akhir hayat beliau taklah pernah aku 22:47 dengar apa namanya sunah melainkan aku 22:49 pernah mengamalkan sunah itu. Semua 22:51 sunah yang aku lihat, yang aku baca ini 22:53 ulama besar yang dinamakan sebagai 22:55 mujaddid di abad ke-12 Hijriah. Imam 22:57 Abdullah bin Abil Haddad. Beliau 22:59 berkata, "Pada akhir hayatnya semua 23:01 sunah-sunah yang aku ketahui sudah aku 23:02 amalkan semua kecuali satu dipanjangkan 23:04 rambutnya sampai pundak sebagaimana Nabi 23:06 Sallahu Alaihi Wasallam. Begitu dalam 23:08 syamailnya." Akhirnya di akhir hayat 23:09 beliau dipanjangkanlah rambutnya sampai 23:11 pundak dan beliau meninggal dalam 23:13 keadaan seperti itu rambutnya panjang 23:15 sampai pundak Nabi sallahu alaihi 23:16 wasallam seperti itu kan wahak 23:17 sempurnalah dengan itu semua pengamalan 23:20 sunah. Nah itu namanya tasawuf wahak. 23:23 Kalau seandainya kita melihat orang yang 23:25 mengaku-ngaku atau membawa bendera 23:27 tasawuf tapi dia sangat jauh dari 23:30 perihal apa namanya sunah 23:34 atau seandainya dia jatuh dalam perihal 23:36 yang haram atau meninggalkan yang wajib 23:39 ya bukan cuma itu ee apa namanya pun 23:42 kalau seandainya dia dia tidak apa ee 23:47 punya ee 23:50 hirus semangat yang tinggi untuk 23:52 mengamalkan sunah. Sunahnya dianggap 23:54 perkara yang sepele ataupun dia 23:55 menganggap perihal yang makruh itu. 23:57 Perihal yang sepele yang kadang-kadang 23:58 dia dia jatuh dalam perihal makruh itu. 24:01 Maka hakikatnya orang itu jauh daripada 24:03 hakikat ilmu tasawuf. Yang ada padanya 24:05 hanyalah gambaran tasawuf sahaja. 24:08 Walaupun dia memakai kostumnya ulama 24:10 tasawuf ataupun gerak-geriknya atau cara 24:12 ngomongnya ee apa namanya? Cara ngomong 24:13 ulama tasawuf tapi hakikatnya sangatlah 24:15 jauh daripada hakikat tasawuf ikhwan. 24:18 Nah, ini adalah poin pertama dalam 24:20 definisi ilmu tasawuf yang sangat luar 24:22 biasa ya. Jadi ringkasannya kita ulang 24:25 lagi. Atas husnul amal 24:29 subhanahu wa taalaulih sallallahu alaihi 24:32 wasi wasallamugan. 24:35 Tasawuf adalah pengamalan yang baik dan 24:38 ee bersifat menjadikan dalam kurung 24:41 menjadikan kriteria 24:43 dengan apa-apa yang dituntut oleh Allah 24:46 Subhanahu wa taala dan rasulnya dalam 24:48 kurung baik itu perihal wajib ataupun 24:50 sunah koma juga meninggalkan haram 24:54 ataupun makruh. Oke. Semua itu dilakukan 24:56 secara d meresapi dan tahaguk dan 25:00 menyatu dengannya. Nah, itu adalah 25:02 definisi ilmu tasawuf. Oke, ini poin 25:05 pertama, Ikhwan. Kemudian di sini Sayid 25:07 Habib berkata, 25:13 Allah. Hakikat ilmu tasawuf adalah 25:16 alirtiga, naik 25:20 dari mana? Dari ilm dari ilmu keyakinan 25:24 menuju apa? menuju ain, menuju ainul ya 25:28 dan juga menuju hagul yain. Oke, di sini 25:31 mungkin seringki kita dengar ikhwan tiga 25:34 istilah ini ya, enggak ada namanya ilmu 25:43 tiga nam dan kedua ainul ya dan ketiga 25:47 adalah haqul yain. 25:50 Oke. Tiga perkara ini, Ikhwan, 25:52 hakikat-hakikat ilmu tasawuf adalah 25:54 perihal yang membawa kita 25:59 dengan ilmu itu. Kita akan dibawa menuju 26:01 ee apa namanya? Ainul yakin. Kemudian 26:05 dari ainul yakin kita akan dibawa menuju 26:07 haqqul yakin. Dalam apa? Dalam perihal 26:11 pengamalan perintah Allah Taala dan 26:12 Rasul-Nya. Wahak yang tadinya kita hanya 26:15 mengetahui dengan ilmul yakin kemudian 26:17 dengan penerapan yang baik menjadikannya 26:20 sebagai kriteria kita dengan meresapi 26:22 dan menyatu dengannya maka naik kepada 26:24 ainil yakin. Engkau lihat sendiri ain 26:26 apa arti ainul yakin? Ain penglihatan 26:28 yang yakin. Sampai-sampai setelah engkau 26:31 melihat dan engkau menyatu dengannya 26:32 maka masuklah engkau dalam perihal haql 26:35 yakin. Hakikat daripada keyakinan. Tiga 26:37 martabat Ikhwan. Martabat pertama adalah 26:40 ilmu-ilmu keyakinan. 26:43 Selanjutnya adalah ainul yakin, 26:44 penglihatan keyakinan. Yang selanjutnya 26:47 adalah haul yakin, hakikat daripada 26:49 keyakinan. Oke, [mendengus] kita akan 26:52 membahas ini dengan mencontohkannya ya. 26:54 Jadi gini, contohnya gini. 26:56 Kalau seandainya ada orang desa ya eh ee 27:00 di darada kecil hidup di desa ya, di 27:02 gunung. 27:04 Oke. Dan enggak pernah ke kota. 27:11 Akhirnya suatu hari datang seorang dari 27:13 kota dan bercerita dengan orangor yang 27:16 di desa itu. 27:18 Katanya, "Bapak, Pak, percaya enggak, 27:20 Pak? Ee di sono tuh di tempat saya di 27:24 kota itu ada benda gede." Nah, dari besi 27:28 benda itu. Tamam. Itu beratnya sekian 27:31 ton. 27:33 Tamam. Benda itu dinaikin oleh manusia 27:36 dan dia bisa mengangkut 150 orang sampai 27:39 300 orang dan benda itu Pak bisa terbang 27:45 pesawat artinya mau nyeritain pesawat. 27:48 Heeh. Itu benda bisa terbang. Percaya 27:51 enggak Bapak ini orang desa nih enggak 27:53 pernah lihat pesawat wala dengar pesawat 27:54 wala lihat gambarnya pesawat enggak 27:56 pernah sama sekali. Dia mendengar suatu 27:58 yang aneh. Besi terbang yang bisa 28:00 ngangkut sekian ratus orang, 200, 300 28:03 orang. 28:04 Kalau dia enggak percaya, berarti dia 28:06 belum masuk dalam perihal ilmu 28:08 keyakinan. Belum. Belum masuk. Masih 28:11 dalam perihal enggak percaya. Tapi kalau 28:14 seandainya dia percaya dengan omongan 28:15 orang kota itu karena dia yakin orang 28:17 itu benar dan dia percaya dengan dia 28:20 karena orang itu enggak pernah bohong 28:21 contohnya. Akhirnya dia mempercayainya. 28:24 Nah, ketika dia percaya dan dia 28:25 mengetahuinya itu namanya apa? Ilmu. Dia 28:30 masuk dalam perihal keyakinan, tapi 28:31 keyakinan dalam tingkat basicnya. Hanya 28:33 ilmu sahaja. Karena dia belum melihat 28:36 dan dia belum merasakan. Hanya dia 28:37 percaya sebagai ilmu sahaja. Ini 28:40 pertama, Ikhwan. 28:42 Jadi, bapak orang desa itu akhirnya 28:44 percaya bahwasanya ada itu benda kayak 28:45 gitu. Percaya masuk dalam keadaan ilmu 28:47 keyakinan. Oke. 28:50 Akhirnya orang kota itu bawa ee apa 28:53 namanya? orang desa ini ke kota. Nah, 28:56 dibawanya [mendengus] dan dia dibawa ke 28:59 mana? Ke airport. Paka 29:02 di airport dia lihat sendiri itu betul 29:06 ada besi yang gede tamam yang bisa 29:08 ngangkut sekian ratus orang 150 200 300 29:12 apa namanya dan bisa terbang dilihat 29:14 sendiri dengan mata kepalanya. Ini 29:16 berarti apa sekarang? Naik derajat di 29:18 dalam keyakinannya menuju apa? Ainul 29:22 yakin. Nah, mata yang yakin. Saya tanya, 29:26 apakah keyakinan di hatinya akan 29:27 bertambah? Of course, otomatis. Yang 29:30 tadinya dia hanya percaya dengan hanya 29:32 mendengar penjelasan dari Bapak itu, 29:34 orang kota itu, sekarang dia melihat. 29:36 Tatkala dia melihat langsung bertambah, 29:38 Ikhwan. Otomatis keyakinan di hatinya 29:40 bahwasanya ada yang namanya pesawat itu 29:42 bertambah dengan dia melihat. Iya 29:44 enggak? Heeh. Namanya apa itu? Ainul 29:47 yakin. 29:49 Cukup sampai situ. Oh, enggak. Ada lagi 29:50 namanya haqqul yaakin. Hakikat daripada 29:53 keyakinan. Akhirnya orang kota itu 29:56 bersama orang desa ini bareng-bareng 29:58 masuk ke airport dan [mendengus] 30:00 dibelikan tiket. Akhirnya 30:03 akhirnya Bapak ini yang orang desa ini 30:06 ee apa namanya? Yang tadi cuma dia 30:08 melihat pesawat terbang. Masyaallah gede 30:11 orang pada masuk pesawat terbang. Tadi 30:13 kan lihat dia lihat dengan mata 30:14 kepalanya. Sekarang dia dibelikan tiket 30:17 dan dia menunggu di ruang tunggu dan 30:20 kemudian dia masuk ke dalam pesawat itu 30:24 sambil dia meraba-raba. Ini beneran Mbak 30:27 Arti nih. Oh besi nih Mbak Arti. Masuk 30:29 ke dalam situ dan di kursi sama berapa 30:32 [mendengus] saat kemudian dia terbang. 30:34 Saya bertanya apakah bertambah 30:36 keyakinannya dengan pesawat? Pasti of 30:38 course apa namanya? Taban eh akan 30:40 bertambah jelas keyakinannya dengan 30:42 pesawat karena dia sendiri mengalaminya. 30:46 Enggak, mungkin saja pas dia lihat dia 30:47 bisa tertipu dengan penglihatannya. Bisa 30:49 saja, Ikhwan. Tapi sekarang dia langsung 30:52 dia sendiri yang terbang. Dia sendiri 30:53 yang yang yang nyentuh. Ini benar ini 30:55 bendara bukan mimpi. Bukan mimpi ini. 30:57 Wah. Dan dia terbang dengan itu. Nah, 31:00 otomatis dia akan dia akan nambah 31:02 keyakinan. Nah, itu namanya apa? Namanya 31:03 haqqul yaakin. Hakikat daripada 31:05 keyakinan. Keyakinan yang sudah 31:07 dialaminya. Bukan hanya diketahui 31:09 ataupun dilihat, akan tetapi dia 31:11 mengalami perkara yang dia yakini. Itu 31:14 namanya hagulagin. Tingkat keyakinan 31:16 bapak ini orang desa itu yang tadinya 31:18 dia hanya meyakini dengan ilmu dengan 31:21 mengetahui sahaja ya akan naik tingkat 31:25 keyakinannya tatkala dia melihat apa 31:27 yang dia yakini. 31:29 Ainakin kemudian akan naik lagi 31:31 keyakinannya itu ketika dia mengalami 31:34 dan masuk ke dalam apa yang dia yakini. 31:37 Alhakah begitu pula ikhwan perihal kita 31:39 di di dunia dan di akhirat. kita di 31:42 dunia kebanyakan dari kita 31:45 masih dalam derajat ilmul yakin, ilmu 31:48 keyakinan. 31:50 Kita semua percaya dengan Allah Taala 31:53 dan Rasul-Nya dengan 100%. Kita percaya 31:55 bahwasanya di akhirat nanti ada surga 31:58 dan ada neraka. Ya enggak? Kita percaya 32:00 bahwasanya salat itu ada pahalanya. 32:02 Wahak pahalanya begini gini gini. Itu 32:05 semua keyakinan kita. Apakah kita 32:07 melihat pahala salat bagaimana 32:08 bentuknya? Oh gak. Apakah [mendengus] 32:10 kita melihat surga itu bagaimana 32:12 bentuknya? Apakah kita melihat neraka 32:14 bagaimana bentuknya? Enggak. Ini semua 32:16 kita belum lihat. Namun kita sudah 32:18 mempercayainya. Berarti apa namanya? 32:20 Ilmul yakin. Ilmu keyakinan. Seperti 32:23 orang desa tadi dicerita diceritain 32:25 tentang pesawat kemudian dia percaya. 32:28 Nah, kepercayaannya itu sudah masuk 32:29 dalam dalam tahap keyakinan pertama. 32:32 Kalau seandainya dia enggak percaya ya 32:34 berarti sudah dia belum masuk dalam 32:36 konsep keyakinan. Masih di luar 32:38 keyakinan. Kalau seandainya orang itu 32:39 tidak tidak percaya dengan adanya surga 32:41 dan neraka, itu berarti belum muslim. Ya 32:44 enggak? Belum muslim dan belum mukmin, 32:46 belum beriman. Ketika dia beriman, 32:48 otomatis dia pasti dan dan dituntut 32:50 untuk mempercayai perkara alam gaib itu. 32:52 Ketika dia percaya dan dia yakini, yakin 32:54 cu yakin. Dia enggak ragu dia yakin. 32:57 Tapi itu keyakinan yang paling basic. 32:58 Hanya yakin dengan ilmunya sahaja. Oke. 33:02 [mendengus] Ketika nanti kita akan 33:03 meninggal, Ikhwan, masuk ke alam 33:04 barzakh, kemudian kita akan masuk ke 33:06 alam akhirat, kita melihat sendiri wahak 33:09 benar ada itu namanya surga. Benar ada 33:12 namanya neraka. 33:14 Ya enggak itu namanya apa sekarang? 33:16 Ainul yakin. Perkara yang engkau yakini 33:18 dahulu yang kau tidak lihat, sekarang 33:19 engkau lihat dengan nyata depanmu surga 33:23 dan neraka. Naik tingkat keyakinan di 33:25 hati itu. Setelah masuk ee setelah dia 33:28 melalui beberapa apa namanya? jenjang di 33:31 di akhirat hisab kemudian ee mizan, 33:34 kemudian sirat kemudian dia masuk ke 33:36 surga dia benar-benar ngalamin surga 33:39 kayak gimana dan dia benar-benar 33:40 ngalamin naudubillah minzalik neraka 33:41 gimana contohnya 33:43 ketika itu akan nambah keyakinannya 33:45 menjadi apa menjadi haqqul yakin wahak 33:48 ah begitulah ikhwan tingkat keyakinan 33:52 seorang mukmin yang di dunia kebanyakan 33:54 masih dalam keadaan ainul yakin kemudian 33:57 di akhirat nanti akan naik ke ainul ya 33:59 ketika Dia melihat surga dan neraka itu 34:02 kemudian akan menambah kehagulagin 34:04 ketika dia masuk ke surga dan neraka. 34:06 Tiga tingkat ini itulah tingkatan yang 34:08 dibahas oleh ulama tasawuf. Dan mereka 34:10 berupaya bagaimana kita bisa sampai ke 34:13 derajat yang paling tinggi adalah 34:15 hakikat daripada keyakinan. 34:18 Dan engkau masih dalam keadaan dunia. 34:21 Engkau masih di duniamu. Engkau bisa 34:22 menggapai derajat hagul ya. Walaupun 34:25 engkau tidak melihatnya atau engkau 34:27 tidak mengalaminya, tapi tingkat 34:29 keyakinan itu bisa ditingkatkan 34:30 setinggi-tinggi mungkin sampai ke 34:32 derajat hagul yagin. Pertanyaan, 34:36 bisakah seorang hamba ya tingkat 34:38 keyakinannya dinaikin tapi dia belum 34:40 melihat ataupun dia belum mengalami tapi 34:42 dinaikkan tingkat keyakinan sangat bisa, 34:45 Ikhwan. Ini adalah perkataan Sayidina 34:47 Ali karamahullah wajha. Sayidina Ali bin 34:49 Abi Thalib karamallahu wajah beliau 34:50 berkata, "Luif 34:55 mazdat yagina 34:57 la kusif mazdat yagina." Kalau 35:00 seandainya Allah Taala bukakan hijab 35:02 ini, penutup ini sehingga aku bisa 35:05 melihat surga langsung, melihat neraka 35:07 langsung, aku bisa meraba-rabanya. Kalau 35:10 seandainya Allah Taala bukakan alam gaib 35:13 itu, sungguh tidak akan bertambah 35:15 keyakinanku kepadanya. Maksudnya apa? 35:18 Ah, keyakinannya sudah mentok. Di dunia 35:21 itu keyakinannya Sayidina Ali sudah di 35:23 puncak dan di ujungnya. 35:25 Sudah sudah sampai derajat hagul yakin. 35:28 Sehingga kalau seandainya tirai ini 35:30 dibuka oleh Allah Taala, tirai hijab itu 35:32 sehingga dia melihat surga dan neraka 35:34 dan kemudian beliau sendiri langsung 35:35 meraba-raba, itu sudah mentok, sudah 35:37 tingkat keyakinan yang enggak bisa 35:38 nambah lagi. Kalau kita kan e enggak 35:40 lihat ya yakin, pas ngelihat nambah 35:42 keyakinan. Kemudian pas merasakan 35:44 langsung nambah lagi keyakinan. Tapi 35:45 kalau beliau sudah mentok tingkat 35:47 keyakinannya pun kalau beliau melihat 35:49 atau beliau merasakan langsung sudah 35:51 mentok tingkat keyakinannya padahal 35:53 beliau masih di dunia. Hak lafal 35:57 masina. Inilah perihal yang dibahas oleh 35:59 ulama tasawuf. Bagaimana kita 36:01 meningkatkan tingkat keyakinan kita 36:03 sehingga di dunia bukan cuma engkau 36:06 mempunyai ilmul yakin tapi engkau bisa 36:08 naik ke derajat ainul yakin ain 36:11 penglihatan keyakinan dan engkau bisa 36:12 naik ke derajat hagul yakin hakikat 36:14 daripada keyakinan. Sedangkan engkau 36:15 masih dalam keadaan di dunia. Itulah 36:18 yang terjadi dengan Sayidina Ali 36:19 karamahullah taala. Itu semua kita akan 36:21 diantarkan untuk menuju target yang 36:23 mulia itu dengan apa? Dengan kembali ke 36:25 definisi tadi. Dengan pengamalan yang 36:27 baik dan bersifat ee mengkriteriakan ee 36:31 semua perintah Allah Taala dan Rasul-Nya 36:33 yang wajib yang sunah menjauhi semua 36:34 larangannya yang makruh ataupun yang 36:36 haram. Dan semua itu kita lakukan dengan 36:39 meresapi. Meresapinya bukan terbebani 36:42 dengannya dengan meresapinya dan juga 36:45 dengan attahagud dengan menyatu 36:47 dengannya. W ikhwan 36:50 bisan 36:52 islamahillah. 37:00 Juga Sayid Habib menambahkan di sini 37:01 hakikat ilmu tasawuf adalah asai 37:03 bagaimana kita menempuh 37:06 suatu jalan wasuud dan naik ke mana? 37:10 Bisullamil Islam dan naik di atas 37:12 anak-anak tangga. 37:15 Tangga apa? Tangga keislaman. Wal iman. 37:17 Tangga keimanan. Karena keislaman dan 37:20 keimanan itu banyak sekali 37:22 martabah-martabahnya. 37:24 Ilmu tasawuf adalah ilmu yang 37:25 mengantarkanmu, yang yang menuntutmu 37:27 untuk bisa menempuh jalan ke depan. yang 37:29 menuntutmu untuk bisa naik dari anak 37:31 tangga pertama ke anak tangga kedua 37:32 sampai ke atas sampai ke mana? Il naili 37:34 maratibil gurub. Sampai engkau menggapai 37:37 martabat-martabat yang tinggi kedekatan 37:41 kepada Allah Taala. Wal makrifah dan 37:44 makrifat dan mengenal alkhasah. Makrifat 37:47 yang sangatlah khusus dengan Allah 37:49 Taala. Alamal makrifah dan juga wal 37:51 mahabbah dan cinta alkalih yang tulus 37:54 minallah. Engkau akan mendapatkan cinta 37:56 yang tulus minallah dari Allah walillah 37:58 dan engkau akan mencintai Allah Taala. 38:01 Allah Taala akan memberikan cintanya 38:03 kepadamu dan engkau pun akan cinta 38:05 kepada Allah Taala dengan cinta yang 38:07 sangatlah tulus hakikat daripada cinta 38:09 Ikhwan. Dan juga bagaimana [mendengus] 38:11 engkau mengenal Allah Taala dengan 38:12 pengenalan yang khasah yang khusus. 38:14 Engkau akan mendapatkan kedekatan kepada 38:16 Allah Taala. itu adalah 38:17 tingkatan-tingkatan daripada ee 38:19 tangganya keislaman dan keimanan yang 38:21 mana itu semua akan dituntut kita oleh 38:24 ilmu tasawuf untuk menggapai semua itu 38:26 ke atas. Wahak ikhwan lailahaillallah. 38:28 Ringkasnya di sini adalah 38:31 J. Masyaallah ya. Masyaallah Bib dari 38:34 definisi ke definisi dari 38:36 ringkasan-keringkasan. 38:38 Yang akhir di sini poin terakhir ikhwan. 38:39 Heeh. 38:42 Rasulullah wasah 38:46 azza ringkasan ilmu tasawuf mutar-mutar 38:49 tadiimana 38:52 ilmul apa namanya derajat keislaman 38:54 keimanan juga definisi pertama tadi 38:57 amal walis akhir tapi ringkasannya di 39:00 sini adalah tasawuf adalah husnul ittiba 39:04 mentauladani 39:06 Rasulullah sallahu alaihi wasallam 39:07 dengan baik itu ringkasan ilmu tasawuf 39:09 bagaimana Engkau tauladani Rasulullah 39:12 sallallahu alaihi wasallam dengan 39:14 sebaik-baiknya. Engkau mengikuti 39:16 jejaknya, engkau menja, engkau mengikuti 39:19 perihal yang wajib engkau lakukan. 39:20 Perhal yang sunah engkau juga lakukan. 39:23 Engkau tinggalkan perihal yang haram 39:25 semua. Perihal yang makruh juga engkau 39:26 tinggalkan. Dan engkau sebaik-baik 39:28 mungkin mentauladani Rasulullah wasam 39:32 dan untuk mendapatkan buah daripada e 39:36 kita mengikuti Nabi Wasam itu mentaulad 39:38 Baginda Wasallam. Apa buahnya? Adalah 39:41 min mahabbatillah. Menggapai cinta Allah 39:44 subhanahu wa taala azza waalla. Nah, itu 39:46 adalah ringkasan daripada ilmu tasawuf. 39:48 Intinya adalah tasawuf adalah bagaimana 39:50 engkau mentauladani Rasulullah sallah 39:52 alaihi wasallam dengan sebaik mungkin 39:54 dan engkau bisa menggapai buah daripada 39:56 itu yaitu adalah menggapai cinta dari 39:59 Allah Taala azza waalla. Nah, itu adalah 40:02 apa namanya? Definisi ilmu tasawuf. Ya, 40:04 mungkin sekian ikhwan, kajian kita pada 40:07 kali ini. Di sini kita membahas ee 40:09 pentingnya kita mendefinisikan sesuatu 40:11 sebelum kita menghakiminya. 40:14 Ee dan kita di sini bahas juga poin 40:16 pertama dalam definisi ilmu tasawuf 40:18 yaitu adalah husnul amal wal itisf bt 40:22 khitabillahi taala wa rasul sallallahu 40:24 alaihi wasallamugan 40:26 wa taahaugan pengamalan yang baik dan 40:29 menjadikannya sifat mengkriteriakannya 40:32 terhadap apa-apa yang Allah Taala 40:34 perintahkan kepada kita dan juga rasul 40:35 perintahkan kepada kita dan bersama juga 40:38 menghayati meresapi dan juga menyatu 40:41 dengannya kata nah Itu adalah ringkasan 40:44 dari ee [mendengus] kajian kita kali ini 40:46 dan insyaallah kita akan lanjut ee apa 40:48 namanya dengan sesi berikutnya 40:50 insyaallah. Haikumullah. Haikumullah. 40:52 Ahlan Habib Fadul Habibikumullah. Ee ana 40:55 mau sedikit nyampaikan berita duka Habib 40:58 ee datang dari salah satu 41:01 pengisi narasumber radio silaturahim 41:04 Ustaz Muhammad Rahmatullah. 41:06 pengisi renungan QBU mm telah berpulang 41:10 ee meninggal dunia tadi malam 41:14 ee tepat tepatnya malam ini ya meninggal 41:18 ee kami mohon kepada ikhwan akhwat 41:20 sekalian untuk sen untuk sekiranya 41:24 mengirim mengirim doa kemudian ee agar 41:28 beliau diampuni dosanya oleh Allah 41:30 subhanahu wa taala 41:33 diluaskan alam kuburnya diberi cahaya di 41:37 kuburnya serta diterima amal ibadah 41:39 beliau di sisi Allah subhanahu wa taala. 41:42 Mungkin nanti Habib di akhir acara bisa 41:45 membantu merkan hati untuk beliau. 41:48 Marhab, marhaba. Marhaba marhaba. 41:50 Jazakallah khair, Habib. Jazakallah 41:52 khair. Ee Habib ee tadi antum ee sempat 41:54 sampaikan 41:56 bahwasanya ee 41:59 hagul yakin bisa didapatkan kalau kita 42:02 sudah mengalami atau kita sudah ee 42:05 merasakan. Apakah itu bisa kita dapatkan 42:10 di dunia hagulakin terhadap surga dan 42:12 neraka tadi? Tadi antum antum sempat 42:15 sampaikan bisa. 42:17 Buktinya adalah Sayidina Ali eh berkata, 42:20 "Makadu 42:24 yakin 42:26 tapi bentuknya bagaimana? Bagaimana 42:28 Sayidina Ali bisa ee mendapatkan hagul 42:31 yakin tanpa beliau bisa mengalaminya 42:33 seperti analogi yang tadi antum 42:35 sampaikan, analogi pesawat terbang tadi. 42:38 Bagaimana, Bu?" 42:40 Masyaallah. Yakir, Habib Ajib, Mumtaz. 42:43 Jamil jidan jamil, Habib pertanyaannya. 42:45 Oke, di sini Habib sedikit kita membahas 42:47 masalah ainul yakin dan apa namanya? 42:50 ilmul yaakin dan ainul yakin dan haul 42:52 ya. Ee ini sebenarnya pembahasan 42:54 panjang, Bib di dalam ilmu tasawuf ini 42:57 perihal 3 derajat ini oh iya lupa 42:59 tersebut tiga perihal itu semua ada di 43:01 Al-Qur'an semua ya gitu 43:04 ingat semua ada di Al-Quran sebagian 43:06 sebagainya di surat apa namanya 43:08 attakatur dan sebagainya di surah Al 43:10 al-Waqi'ah 43:12 oke hakikat daripada ilmulagin ilmu 43:16 keyakinan kemudian ainul yakin 43:18 penglihatan keyakinan kemudian haulin 43:20 hakikat daripada keyakinan di atasnya 43:21 itu. 43:22 itu adalah sifat hati sebenarnya, Habib. 43:25 Sifat-sifat hati. Keyakinan di mana sih 43:28 keyakinan tempatnya? Di hati. Oke. 43:31 Ketika ee apa namanya? Keyakinan di Oke. 43:34 Jadi gini contohnya ee kalau saat ini 43:36 kita contohkan ya ilmulagin adalah ee 43:40 apa namanya? 3% 30% dari 100. Kemudian 43:44 [mendengus] ee ee ain adalah 70% dari 43:46 100. Kemudian hagul yakin adalah 100% 43:48 dari 100 kamil. Jadi itulah tingkat 43:51 keyakinan yang ada di hati. 30% kah, 70% 43:55 kah, 100% kah? Nah, [mendengus] kemudian 43:59 ee yang 30% itu biasanya perantaranya 44:02 adalah hanya ilmu sahaja. Kemudian yang 44:06 70% itu yang namanya ain yin 44:08 perantaranya adalah apa? Adalah 44:10 penglihatan. 44:13 Yang 100% hagul yagin per antaranya 44:15 adalah kenyataan. Ee diraba-raba. Benar. 44:18 Masuk. itu yang kayak cerita pesawat 44:20 tadi. Kalau kita meneliti lebih dalam, 44:24 Bib ya, sebenarnya penglihatan itu yang 44:26 namanya ain yin, penglihatan itu 44:29 hanyalah perantara 44:31 sebagaimana 44:33 apa namanya kenyataan itu dan ee 44:36 mengalami ee peristiwa itu juga adalah 44:39 perantara. Wahak, jadi ee [mendengus] 44:42 ketika dia naik derajat keyakinannya 44:45 sampai 70% dengan apa dia naik? biasanya 44:48 dengan perantara penglihatan wahak 44:51 kemudian dia naik derajat keyakinan 100% 44:54 biasanya dengan perantara dia apa 44:56 namanya ee sudah mengalami perihal itu 44:59 kayak orang naik pesawat tadi 100%. 45:02 Sebenarnya ini bisa kita pisahkan, Biba 45:05 hakikat keyakinan itu di hati ya enggak? 45:08 Hanyalah perantara-perantara ini ee mata 45:11 menjadi perantara penambahan keyakinan. 45:13 Kemudian juga ee apa has ee panca indra 45:16 yang lain apa [mendengus] namanya ee 45:18 panca indra sentuh menyentuh ee apa 45:22 namanya mendengar itu semua menjadi 45:24 perantara untuk bisa naiknya keyakinan. 45:26 Nah, ini sebenarnya bisa dipisah. 45:29 bisa sebenarnya orang itu menaikkan 45:30 derajat keyakinannya dari 30% 40 50 45:33 sampai 70% tanpa dia menggunakan 45:35 perantara mata juga bisa juga dia 45:38 menaikkan keyakinannya sampai 89 dan 45:40 100% sampah dia menggunakan panca indra 45:42 yang lain. Nah, makanya ee [mendengus] 45:44 walaupun dinamakan dengan ain yagin 45:46 kenapa? Karena memang derajat itu bisa 45:48 digapai dengan tatkala dia melihat. Tapi 45:50 jangan lupa penglihatan hanyalah 45:52 perantara. 45:53 He. 45:54 Oh, gitu. Hagul yakin hakikat keyakinan 45:56 bisa digapai tatkala dia mengalami dan 45:58 masuk ke perkara itu. Apa mengalami dan 46:03 masuk dalam perkara itu juga sebagai 46:04 perantara yang hakikat keyakinan adalah 46:07 ketingkatan ee apa tingkat dan derajat 46:09 keyakinan yang ada di hati. Nah, yang 46:11 dialami oleh Sayidina Ali karamahullah 46:13 wajha adalah peningkatan hatinya dan dia 46:15 bisa melepaskan itu dengan 46:17 perantara-perantara yang lain. Bagaimana 46:19 kita bisa meningkatkan? Ini agak 46:20 bingung, Bib. Masa sih? yakin bisa 46:22 sampai 70% yang semestinya ini keyakinan 46:25 nih nyampainya 70 itu kalau dia melihat 46:28 lah enggak bisa dia meyakini walaupun 46:30 dia tanpa dia melihat. Ah contohnya gini 46:33 contohnya 46:36 Bapak orang desa itu contohnya ee satu 46:39 orang yang ngabarin ini sebelum dia ke 46:40 kota, Bib ya dia masih diceritain di 46:43 desa sama temannya itu bahwasanya ada 46:45 namanya pesawat. Dia percaya sama 46:46 temannya karena temannya enggak pernah 46:47 bohong. Oke. 46:50 Bukan satu orang. Kemudian ada temannya 46:51 lagi yang lain ngabarin, "Uh, emang ada 46:53 pesawat 30 orang, 50 orang, 100 orang." 46:56 Akhirnya masyaallah dia bertemu dengan 46:59 banyak orang yang memang mengabarkan ada 47:01 namanya pesawat tapi dia belum 47:02 melihatnya. Itu tingkat keyakinannya 47:05 nambah. Ya enggak? Nambah dan nambah. 47:07 Kalau bahasa hadisnya namanya tawatur ya 47:10 enggak? tawatur 47:12 nambah-nambah yakin. Tatkala dia melihat 47:15 pesawat, dia sudah enggak heran lagi. 47:18 Dia ini dianggap sama dia ini perihal 47:20 yang sudah ee biasa. E kenapa ya? 47:22 Padahal dia baru ngelihat nih pesawat 47:23 nih tingkat keyakinannya sudah bertambah 47:27 tatkala dia di desa. Karena apa? Karena 47:29 banyaknya yang mengabarkannya. Dia bisa 47:30 memisahkan sekarang antara tingkat 47:32 keyakinan itu dengan penglihatannya. 47:34 Jadi penglihatan sebagai panca indra 47:36 adalah ee wasilah perantara ee hanya 47:40 perantara sahaja yang mana bisa kita 47:42 gapai peningkatan dalam keyakinan itu 47:43 tanpa menggunakan perantara ini. Begitu 47:46 pula hagul yagin tingkat yang tinggi 47:48 dalam keyakinan yang biasanya dengan 47:50 perantara masuk dan mengalaminya dan 47:52 bisa kita gunakan dan kita bisa dan bisa 47:54 kita gapai keyakinan itu tanpa 47:56 menggunakan perantara ini. Nah, 47:58 hakikatnya itu BB. Nah, jadi intinya di 47:59 sini ee mata dan panca indra yang lain 48:03 hanyalah perantara dalam keyakinan itu 48:05 yang mana hakikat keyakinan adalah 48:06 keyakinan hati dan bisa digapai ee tanpa 48:10 menggunakan perantara itu. Oh, gimana 48:12 caranya? Nah, inilah akan dibahas dalam 48:14 ilmu tasawab. Bagaimana engkau bisa 48:16 sampai ke hagulagin tanpa menggunakan 48:18 perantara-perantara mata ataupun ee 48:20 panca indra yang yang lain. Hanya 48:22 sekedar ee keyakinan ilmu sahaja. Nah, 48:25 begitu di 48:26 Masyaallah. Masyaallah. Jazakum. 48:28 Jazakallah ya. Jadi kalau jangan 48:30 dimaknai secara literal ya. Basirah hati 48:33 yang lihat bukan mata. 48:35 Betul. Luar biasa 48:36 mata mata kita secara fisik tapi hati. 48:39 Masyaallah penjelasan gampang sekali. 48:41 Jazakallah khair Habib. Jazakallah 48:42 khair. Masih banyak pertanyaan Habib. 48:44 Tapi kita akan kembali setelah pesan 48:47 berikut. Bagi ikhwan akhwat yang ee 48:49 ingin bertanya, silakan kirimkan 48:51 pertanyaan Ikhwan Akhwat di nomor 48:53 WhatsApp 0813 48:56 * 93 * 720 atau bisa telepon ke nomor 49:01 0218451512. 49:04 Sekali lagi bagi ikhonak yang ingin 49:05 bertanya silakan kirimkan ee pesan Anda 49:09 ke WhatsApp nomor 0811999720. 49:15 Kami akan kembali setelah pesan-pesan 49:17 berikut. 49:54 [musik] 49:54 Amin. 50:03 [musik] 50:06 Rasil TV. 50:14 Asalamualaikum warahmatullahi 50:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 50:16 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 50:17 Kembali lagi bersama kami di kajian 50:19 tasawuf bersama Syid Ahmad Mujtaba bin 50:23 Syahab. ee masih membahas kitab 50:26 Mahiyatut Tasawuf karangan Syekh Habib 50:30 Umar bin Muhammad bin Hafid, kitab yang 50:32 membahas tentang hakikat ilmu tasawuf. 50:36 Ee masih bersama kita Syed Ahmad Mustaba 50:39 melalui via Zoom. Zaid. Ee tadi kita 50:42 sudah bahas tentang definisi ilmu 50:45 tasawuf dan bagaimana ee bagaimana kita 50:50 memahami ilmu tasawuf itu dengan mudah 50:52 dan apa inti pemahaman dari ilmu 50:54 tasawuf. Masih ada pertanyaan dari 50:56 pendengar, Habib. Ee Anda bacakan 50:59 pertanyaan pertama dari Ibu Rahmawati. 51:02 Asalamualaikum warahmatullahi 51:04 wabarakatuh. Apakah ilmu tasawuf hanya 51:07 diamalkan 51:08 dengan cara harus masuk satu tarekat 51:11 yang dipimpin oleh seorang mursyid? 51:15 Tes. 51:17 H. 51:20 Aifah. 51:23 Marhaba Habib. Heeh. 51:28 Langsung dijawab Habib. 51:29 Iya. Iya. Habib. [tertawa] 51:30 Oke. Bismillah. 51:33 Minta maaf alatu ya. Bismillah. 51:35 Masyaallah. Jazakumullah khair. Ini Ibu 51:37 siapa namanya tadi? 51:38 Ibu Rahmawati. 51:40 Ibu Rahmawati. Jazakumullah khair Bu 51:41 Rahmawati atas ee pertanyaannya. Ini 51:44 [mendengus] memang seringkiali kita 51:46 ditanyakan perihal seperti ini 51:50 yang tadi barusan kita bahas definisi 51:52 ilmu tasawuf dengan sedemikian rupa dia 51:55 pasti ada yang pasti akan menimbul suatu 51:58 pertanyaan. ee [mendengus] juga melihat 51:59 keadaan tasawuf yang sekarang kan banyak 52:02 namanya tariqah ataupun tarekat kalau 52:04 bahasa kita. Dan tiap-tiap tarekat itu 52:06 biasanya ada guru mursyidnya, guru 52:08 pembimbing. Kalau mursyid itu artinya 52:10 kan pertanyaan, apakah ane mau nih pas 52:14 mendengar kriteria apa namanya definisi 52:16 tasawuf itu, wah bagus tuh boleh deh 52:17 masuk tasawuf. Di sini akan pasti 52:20 dipertanyakan apakah harus ane masuk 52:22 dalam tarekat-tarekat yang sudah ada 52:24 atau enggak? Oke. Jawabannya gini, 52:27 Ikhwan. 52:31 mengetahui apa namanya perintah Allah 52:33 Taala dan bagaimana pengamalannya dengan 52:36 baik ya enggak 52:38 ee itu sangat susah kalau seandainya 52:40 kita mandiri artinya ana berusaha 52:43 sendiri deh. Oh itu susah banget. Susah 52:46 banget. Harus ada sosok yang kita contoh 52:49 untuk ee kita mengikutinya yang mana 52:51 sosok itu sudah tercetak ya oleh sosok 52:54 sebelumnya. yang mana sosok sebelumnya 52:56 sudah tercetak oleh sosok yang sebelum 52:57 sampai rantai yang bersambung sampai 52:59 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 53:02 dengan itu dengan dengan itu sangatlah 53:04 mudah kita mentauladani Rasulullah 53:06 sallallahu alaihi wasallam dan kita 53:07 mengaplikasikan kemudian kita menjadikan 53:09 itu sebagai kriteria kita sebagai apa 53:11 namanya ee dan juga meresapi ataupun 53:16 bersatu dengannya kata tahaguk tadi 53:18 dengan sosok yang kita lihat di depan 53:20 mata itu sangatlah mudah jadinya tapi 53:22 kalau seandainya enggak ada kayak gitu 53:24 sangatlah susah ikhwan 53:25 Nah, tapi untuk apa namanya? Makanya di 53:29 sini habib perlu namanya ee 53:31 pembimbing-pembimbing ataupun guru 53:33 murabbi ya kalau dalam bahasa tasawufnya 53:35 almurabbi. Murabbi adalah seorang yang 53:39 mengajarkanmu bagaimana engkau berjalan 53:41 menuju Allah subhanahu wa taala dan 53:42 dialah yang menuntunmu ketika engkau 53:44 berjalan menuju Allah subhanahu wa 53:45 taala. Yang mana orang itu sudah 53:47 [mendengus] tertuntun juga, sudah 53:48 tercetak dengan yang sebelumnya dan 53:50 begitulah rantai yang bersambung sampai 53:51 rasul sahu alaii wasallam. K. Apakah 53:53 harus ee masuk ke tarekat tertentu? 53:58 Jawabannya kalau harus sih tidak dan 54:00 sangat tidak. Enggak harus masuk. Oh. Ee 54:05 apakah harus ada seorang murabbi 54:07 pembimbing? Iya, jawabannya harus. Oh. 54:11 Karena tanpa seorang pembimbing itu ee 54:13 bakal nyasar gitu. Kalau bahasa ininya 54:15 bakal nyasar ke mana ya? Baca baca baca 54:17 akhirnya biasanya yang kayak ginilah 54:19 dari hasil baca-bacaan akhirnya bingung. 54:22 mau bagaimana mengaplikasikannya 54:24 biasanya akhirnya nyasar. 54:27 Nah, harus adalah sang murabbi 54:29 membimbing itu dan apakah harus ee 54:32 menjadi tarekat? Enggak harus enggak 54:33 harus masuk tarekat wahak. Dan perihal 54:35 tarekat itu ada pada yang timbul pada 54:39 zaman tabiin dan pada tabut tabiin dan 54:41 muncullah tarigat tiap-tiap sosok itu 54:44 mempunyai ee cara jalan ee yang khusus. 54:47 Imam Syekh Abdul Qadir Aljailani 54:48 contohnya mempunyai azkar yang khusus 54:50 yang beliau rangkum untuk memudahkan 54:52 murid-muridnya untuk berjalan menuju 54:53 Allah Taala. Muncullah namanya Tarikah 54:55 Al-Griyah. Begitu pula Abil Hasan 54:58 Assyadili. Begitulah apa namanya? Sidi 55:00 Ahmad Arfa'i dan lain sebagainya. 55:03 Intinya begini ringkasannya. Oke. Ee ada 55:07 satu target yang kita mau sampai ke 55:09 situ. Wahakata kita ada pedomannya nih. 55:12 Buku petanya petanya sudah ada sama 55:13 kita. 55:15 Oke. 55:17 Ah, peta itu, Ikhwan bagaikan pembimbing 55:20 murabbi tadi. Tanpa murabbi enggak 55:23 mungkin kita bakal sampai ke situ. 55:25 Kalaupun sampai itu hanya kebetulan ya, 55:29 bukan arti enggak ada. Ada yang sampai 55:32 tapi sama tapi itu tadi kebetulan sampai 55:35 ke target tanpa petak. Wahak sangatlah 55:37 jarang. Dan itu hanya kebetulan hanya 55:40 arti kebetulan di sini apa? Hanyalah 55:41 orang-orang yang dipilih oleh Allah 55:43 Subhanahu wa taala. yang dalam istilah 55:45 mereka namanya majzub wahak. 55:49 Heeh. Dengan peta ini engkau mempunyai 55:51 pembimbing peta itu. Ah wahak. Kemudian 55:54 yang namanya tarekat itu ya enggak 55:57 mursyid itu bagaikan orang yang 56:00 membimbingmu. Bukan hanya peta sahaja. 56:02 Kalau ada peta bisa nih kita nyampai 56:05 tapi masih susah juga. Masih susah juga 56:08 walaupun ada petanya. Walaupun ada 56:09 murabbi ya enggak tapi kita mau jalan 56:11 sendiri yang penting ada murabbi nyampai 56:13 tapi susah. Tapi kalau seandainya ada 56:15 yang menuntunmu, yang mana dia sudah 56:17 tahu lika-liku jalannya, yang mana ada 56:19 jurang, yang mana jalannya bagus, 56:21 dituntun. Nah, itu penuntun itu bagaikan 56:23 tarekat tadi. Sosok penuntun itu 56:26 bagaikan tarekat tuntun. Karena itulah 56:28 ee jalan yang sudah ditumpuh oleh 56:30 orang-orang yang diyakini aman. Wahak 56:35 jalan sampai ke depan dituntun sampai ke 56:38 target itu, ikhwan. Nah, begitulah 56:39 perumpamaannya tarekat itu bagaikan 56:41 sosok penuntun. Adapun guru murabbi itu 56:44 bagaikan peta. Tanpa peta dan dan tanpa 56:47 penuntun itu mustahil. Bukannya mustahil 56:50 si sangat sangatlah jarang. Kalaupun ada 56:52 hanya kebetulan untuk sampai ke target 56:54 itu. Ee dengan adanya peta sang murabbi 56:57 ee engkau bisa sampai tapi masih agak 56:58 susah. Tapi ketika engkau apa namanya 57:01 mempunyai tarikah pola jalan sang 57:03 murabbi itu engkau apa namanya tauladani 57:05 dia dan engkau ikuti bimbingannya itu 57:08 bagaikan ee dia menuntunmu sekarang. ee 57:11 penonton sampai tiba di target. Ee 57:14 banyak juga orang hanya dengan beta 57:16 sahaja sampai ee sampai ke target tanpa 57:18 ada sosok penuntun. Biasanya jatuh ke 57:21 jurang, naik lagi ke atas berusaha lagi. 57:24 Wahak jatuh ke sono nyasar akhir balik 57:26 lagi ke jalanan balik lagi ke jalan 57:28 utama sampai. Begitu pula ketika orang 57:30 ee menuju tarikah menuju jalan itu tanpa 57:33 ee apa namanya? adanya sosok penuntun 57:35 itu tanpa adanya tarikah itu bisa 57:38 disampai tapi itu dengan jatuh berapa 57:39 kali dan nyasar juga berapa kali wahak 57:41 jadi intinya ikhwan tarikat kalau 57:44 ditanya harus atau tidak jawabannya 57:46 tidak harus akan tetapi tariqah bagaikan 57:49 jalan yang telah namanya kan tariqah 57:52 tariqah bahasa Indonesia artiang trigh 57:54 arti jalan tarekat itu arti jalan 57:56 tigaah bagaikan jalan yang sudah 57:58 ditempuh oleh banyak orang yang mereka 58:00 yakini dan mereka sudah sampai ke tujuan 58:03 hanyalah kita tinggal untuk ikut di 58:05 jalan itu yang sudah tertempuh, yang 58:07 sudah di aspal hakkata sampai tujuan. 58:11 Nah, sangat bahaya ikhwan, ketika kita 58:13 menempuh jalan itu tanpa ada peta dan 58:15 tanpa ada ee petunjuk. Wahak, kalaupun 58:19 [mendengus] enggak ada petunjuk, 58:20 lihatlah petamu ataupun lihatlah 58:22 tapak-tapak yang ada di jalan-jalan itu 58:24 menuju ke target itu, Ikhwan. Nah, 58:27 itulah ringkasannya, Habib. Jadi, 58:28 ringkasannya sih kalau ditanyakan harus 58:31 bertarekat, jawabannya enggak harus. 58:33 Tapi jangan lupa kalau berguru itu harus 58:36 betul berguru harus bertarekat tidak 58:38 harus hanya dengan bertarekat itu lebih 58:40 dimudahkan untuk sampai. Nah, itu 58:42 intinya Habib ya. Jazakallah khair. 58:45 Habib jazakallah khair. Ee ee ada 58:48 pertanyaan lagi Habib ee dari Bunda 58:51 Emilda. Asalamualaikum warahmatullahi 58:52 wabarakatuh 58:53 Habib. Masyaallah syukran jazakullah 58:55 khair pencerahan pagi ini. Habib 58:57 sangat-sangat menyejukkan dan memberi 58:58 pencerahan Habib. Bagi kami yang tidak 59:01 belajar dari awal dan tidak banyak ilmu 59:04 pengetahuan, tapi hanya sering dan 59:06 banyak mendengar tausiah-tausiah seperti 59:08 ini, apakah masih ada kesempatan untuk 59:12 mendapatkan ainul yakin atau bahkan 59:14 hagul yaakil hagul yakin? Mohon 59:16 pencerahannya bagaimana agar kami juga 59:19 bisa merasakan hagul yakin ini. Syukran. 59:22 Allahu Akbar. Masyaallah. Masyaallah. 59:28 Pertanyaan yang luar biasa, yang 59:30 masyaallah menyentuh pertanyaan 59:31 sangat-sangat menyentuh. 59:34 Masyaallah, Ikhwan 59:36 ee Syekh ya yang bertanya tadi apa ya 59:39 oleh Ukhti dan juga segala segenap para 59:42 pendengar 59:44 jalannya Allah itu ee tidaklah khusus 59:47 bagi mereka orang-orang yang berilmu 59:50 wahak ataupun yang ee berposter dengan 59:53 apa namanya ee posternya ulama. 59:57 Jalannya Allah Taala bisa ditempuh oleh 59:59 siapapun 1:00:01 dan tidak ada kata terlambat ataupun 1:00:03 telat untuk menembuh untuk menempuh 1:00:05 jalan Allah Subhanahu wa taala. Walaupun 1:00:08 di akhir hayat kita bahkan walaupun 1:00:10 ketika sakaratul maut masih ada 1:00:12 kesempatan itu untuk menggapai tingkat 1:00:15 haul yakin, untuk menggapai tingkat 1:00:18 makrifat kepada Allah yang sangatlah 1:00:19 tinggi walaupun hanya di saat-saat 1:00:22 sakaratul maut. Wahak. Di sini alfqir 1:00:25 akan mulai dan akan mengakhiri dengan 1:00:27 cerita Sayidina Ali Khawas. 1:00:31 Dahulu ee di abad ke-9 Hijriah ada 1:00:34 seorang ulama yang bernama Al Imam Abdul 1:00:35 Wahab Assya'rani. Ma'ruf Imam Sya'rani 1:00:38 yang dahulu Imam Sya'rani ini ee tokoh 1:00:42 ulama fikih yang sangatlah tenar di 1:00:44 zamannya itu. Beliau satu pretingan 1:00:46 dengan Imam Ibnu Hajar al-Haitami dan 1:00:48 juga Imam Muhammad Ramli. 1:00:50 semuanya menimba menimba ilmu daripada e 1:00:52 al Imam Syaikhul Islam Zakaria 1:00:54 Al-Anshari. 1:00:57 Setelah tenar Imam Sya'rani dalam sosok 1:00:59 fikihnya 1:01:01 ee suatu ketika beliau lagi duduk dan 1:01:04 apa namanya lewatlah seorang orang yang 1:01:07 lewat itu masyaallah terkenal dengan 1:01:09 kesalehannya dan orang-orang 1:01:11 menghormatinya. 1:01:13 Namanya As Syekh Ali Alkhawwas yang pada 1:01:16 cerita akhirnya ini akan menjadi 1:01:17 gurunya. Kata gurunya Syaroni 1:01:21 ketika lewat sosok orang tua yaitu Syekh 1:01:23 Ali Alkhawas, orang pada hormat 1:01:25 dengannya, pada cium tangan kalau bahasa 1:01:27 gitu ini masyaallah orang pada demen 1:01:30 sama dia, menghormatinya luar biasa. 1:01:32 Padahal Syekh Ali Alkhawaswas itu 1:01:35 bukannya orang alim. Bahkan [berdehem] 1:01:38 dalam cerita mereka, Syekh Ali Alkhawas 1:01:40 itu orangnya ummi buta huruf, enggak 1:01:43 bisa baca, enggak bisa nulis. 1:01:45 Tapi orang hormat sama orang saleh. 1:01:47 Orang saleh wali seorang wali minillahi 1:01:50 taala. 1:01:51 Pas lewat Syekh Ali Khawas di depan eya 1:01:54 Imam Sya'rani ini, timbullah lintasan 1:01:56 hati dari Imam Sya'rani yang berkata 1:01:59 begini, 1:02:01 "Masa iya sih ini wali gitu kan. Orang 1:02:04 pada hormat di orang yakin semua ini 1:02:06 seorang wali yang luar biasa. Masa iya 1:02:08 sih ini wali? Padahal [mendengus] dia 1:02:10 enggak punya ilmu. Masa Allah Taala 1:02:12 menjadikan orang bodoh wali gitu. Itu 1:02:15 yang terlintas di hati Imam Sya'rani. 1:02:18 Matakallahu walian jahilan. Allah tidak 1:02:20 akan menjadikan seorang bodoh ee 1:02:23 walinya. Enggak mungkin. Wali itu pasti 1:02:26 ulama. Kata siapa? Kata Imam Sya'oni. 1:02:28 Untuk menggapai tingkat makrifat, 1:02:30 tingkat hagul yakin itu harus alim. Kata 1:02:33 Imam Sya'rani itu 1:02:37 bisikan hati Imam Sya'rani itu diketahui 1:02:39 oleh Syekh Ali Khawas. Masyaallah 1:02:41 orangnya orang yang saleh. Langsung 1:02:43 dilirik sama Syekh Ali Khawas dan beliau 1:02:45 langsung menjawab diisikan hati gal 1:02:48 naamallahu 1:02:51 walian jahilan. Betul sekali Syekh 1:02:53 Alwas. Betul sekali. Allah tidak akan 1:02:57 memilih walinya dari kalangan orang yang 1:02:59 bodoh. Walakin akadahu alamahu. Namun 1:03:05 kalau seandainya Allah Taala mau 1:03:07 menjadikannya walinya maka ia sendiri 1:03:09 akan mengajarkannya. 1:03:11 Allah kata Syekh Ali Khawas. [mendengus] 1:03:14 Kalau Allah sudah milih anunya ini. Ini 1:03:17 orang bodoh 1:03:19 sangatlah mudah Allah Taala memberikan 1:03:20 ilmu namanya ilmu ladunni wahak. 1:03:22 diberikan ilmu sama menjadi orang alim 1:03:25 sampai akhirnya Allah Taala memilih dia 1:03:26 untuk menjadi walinya. Wahak memang 1:03:28 enggak ada ceritanya wali bodoh. Ee 1:03:30 kalau seandainya orang tua enggak pernah 1:03:31 belajar, Allah yang langsung akan 1:03:32 mengajarinya sehingga dia mempunyai ilmu 1:03:34 kemudian Allah Taala pilih dia menjadi 1:03:35 wali. Jawaban itu yang dijawab oleh 1:03:37 Syekh Ali Khawas yang langsung beliau 1:03:39 arahkan ke Imam Sya'rani. Imam Syaani 1:03:41 terkejut dengan jawaban yang sangat luar 1:03:43 biasa itu. Akhirnya beliau datang dan 1:03:47 minta maaf ke Syekh Ali Al Khawas dan 1:03:49 ceritanya yang panjang. Dan akhir cerita 1:03:50 akhirnya Imam Sya'rani menuntut ilmu 1:03:52 kepada Syekh Ali alkhawwas ini yang 1:03:54 menjadi gurunya dalam ilmu tasawuf. 1:03:56 Okey, intinya di sini ikhwan ee kita 1:03:59 bukan cuma yang bertanya sahaja, kita 1:04:02 semua ikhwan ya kita ni orang awam semua 1:04:04 yang hanya ee demen apa enak nikmat 1:04:07 kalau seandainya kita hadir di majelis 1:04:08 taklim ya dengar kajian-kajian walaupun 1:04:11 sebagian mungkin sempat ada yang ee 1:04:13 pernah ee meluangkan waktunya khusus 1:04:15 sekian tahun contohnya untuk mondok 1:04:18 ataupun belajar di mana gitu atau di 1:04:20 mana itu semua masih ikhwan sebenarnya 1:04:22 hakikatnya kita dalam keadaan masih 1:04:24 orang awam dan sangat sangat awam kita 1:04:26 sebenarnya. Tapi itu bukan berarti kita 1:04:28 ditutup dari masuk ke jalan mereka, 1:04:32 jalannya orang-orang yang khawas, orang 1:04:34 yang khusus. Pintu Allah senantiasa 1:04:35 terbuka. 1:04:37 Nah, bagaimana kita bisa menggapai hagul 1:04:39 yakin itu sedangkan kita mempunyai 1:04:41 kesibukan yang banyak. Kita hanya 1:04:43 meluangkan waktu untuk mendengar 1:04:45 kajian-kajian seperti ini contohnya 1:04:46 ataupun menghadiri beberapa majelis. 1:04:48 Bisakah? Sangat bisa dan sangat sangat 1:04:51 sangat bisa, Ikhwan. Bagaimana? Oke, 1:04:54 kuncinya satu. Kuncinya satu ee apaan ee 1:04:57 yang inti dan utamanya engkau minta 1:04:59 kepada Allah Taala, berdoa kepada Allah 1:05:01 Taala terutama di dalam kegelapan malam 1:05:03 untuk diberikan disampaikan ke derajat 1:05:06 yang tinggi ini ke haul yakin sebelum 1:05:07 kita meninggal. Sungguh dikatakan 1:05:10 perihal yang sangat berharga di dunia 1:05:12 ini adalah makrifatullah, mengenal Allah 1:05:14 Taala sampai ke derajat hagul yakin. 1:05:16 Nah, dikatakan begini, "Sungguh rugi 1:05:18 orang-orang yang meninggal ee dan yang 1:05:21 pernah mereka hidup di dunia tapi mereka 1:05:22 tidak pernah mencicipi perihal yang 1:05:24 paling lezat di dunia." Apa perihal 1:05:26 paling lezat? Bukannya kekayaan, 1:05:28 bukannya mahkota, bukan. Pelihara paling 1:05:31 lezat di dunia adalah engkau mencicipi 1:05:33 makrifatullah ketika engkau masih berada 1:05:35 di dunia, engkau masuk surga dahulu. 1:05:38 sebelum engkau masuk surga yang 1:05:39 sebenarnya. Surga ada di dunia dengan 1:05:42 apa? Dengan surga makrifatullah. Surga 1:05:44 mengenal Allah Taala. Surga cinta kepada 1:05:46 Allah. Itu suatu surga yang luar biasa, 1:05:47 Ikhwan. Ketika engkau bangun malam, 1:05:49 contohnya menyendiri dengan Allah Taala, 1:05:51 bermesrahan dengan Allah, itu adalah 1:05:53 engkau menyicipi sedikit daripada aroma 1:05:56 surga. Ketenangan hati, engkau 1:05:58 meneteskan air mata. Contohnya di dalam 1:05:59 kegelapan mal, engkau meminta kepada 1:06:00 Allah Taala, "Ya Allah, cicipkanlah aku 1:06:02 ya Allah mahabbah kepadamu ini ya 1:06:04 Allah." Ya Allah, 1:06:09 ya Allahkanlah aku satu butir daripada 1:06:11 cinta kepadamu sehingga aku lupa dari 1:06:12 alam semesta semuanya. Gapai. Ya Allah, 1:06:15 berikanlah aku kesempatan untuk 1:06:16 menggapai derajat hagul Yagin ini dengan 1:06:19 permintaan yang tulus dalam doa di 1:06:22 kegelapan malam akan diarahkan oleh 1:06:24 Allah Taala sehingga engkau bertemu 1:06:25 dengan seorang penonton dituntun. 1:06:28 Subhanallah. Dalam kesibukan yang luar 1:06:29 biasa, ada aja waktu untuk bisa 1:06:31 menyendiri dengan Allah Taala ee dengan 1:06:34 seorang pembimbing itu dan terus dibawa 1:06:36 satu mulai dengan langkah yang satu itu 1:06:39 adalah minta dan berdoa kepada Allah 1:06:41 Taala untuk diberikan perihal itu. 1:06:43 Niscaya engkau akan melihat keajaiban 1:06:45 yang luar biasa, dibukakan jalan dan 1:06:47 kesempatan yang luar biasa menuju ke 1:06:48 depan insyaallah. Yairu minukum hab 1:06:52 jazakallah khair habib. 1:06:53 Allahumarzuqnafatim 1:06:55 ya Allah. Amin. 1:06:57 Mudah-mudahan kita diberi rezeki 1:06:58 makrifatullah ee sesuatu yang lezat 1:07:01 sekali di dunia ini dan bagaimana kita 1:07:04 bisa mengenal Allah kalau kita tidak 1:07:06 membaca ayat-ayat Allah, tidak 1:07:07 mentadaburi ayat-ayatnya quliah maupun 1:07:11 fi'iliah ya, Ustaz. Kurang lebih begitu 1:07:12 ya, Bib. 1:07:13 Masyaallah, Bib. Ajib, ajib, ajab, 1:07:15 Habib. Naam. 1:07:16 Ee tahu makrifatullah ee minimal aja, 1:07:20 minimal ya. dekat dengan ayat-ayatnya, 1:07:22 dengan dekat dengan kitabnya, dekat 1:07:24 dengan ee Al-Qur'an wabil khusus. Ee 1:07:28 Habib, kita sudah di penghujung waktu 1:07:30 nih, Habib. Sudah 1:07:32 masyaallah [tertawa] 1:07:33 sudah habis tidak terasa penjelasan 1:07:36 antum sangat enak didengar, sangat enak 1:07:38 penjabarannya sehingga kita enggak 1:07:40 kerasa sudah 1:07:41 sudah 1:07:43 kurang lebih 1 seteng jam berada 1:07:45 mengkaji kitab Mahiyatul Tasawuf 1:07:48 karangan Sayid Habib Muhammad bin 1:07:49 Muhammad bin Salim bin Hafid. Sudah tadi 1:07:51 kita ikhwan akhwat membahas definisi 1:07:53 tasawuf dan apa saja ee yang menjadi 1:07:58 analogi kita agar bisa mudah dalam 1:08:01 memahami tasawuf. Ke depan kita akan 1:08:04 membahas ciri-ciri 10 ciri-ciri atau 10 1:08:08 tanda orang yang sudah memiliki atau 1:08:11 sudah masuk atau sudah tinggi ilmunya 1:08:14 dalam ee menjalani tasawuf satu-satu. 1:08:18 Mulai dari apa? Yang pertama, Habib. 1:08:20 Ee yang pertama itu, Habib keluasan ilmu 1:08:22 syariat. 1:08:22 Keluasan ilmu syariat. Keluasan ilmu 1:08:24 syariat. 1:08:25 Ee insyaallah kita akan bahas langsung 1:08:28 minggu depan ya, Habib ya. 1:08:29 Insyaallah. Insyaallah. Insyaallah. 1:08:30 Insyaallah. Insyaallah. Mudah-mudahan 1:08:32 Allah kasih panjang umur kita sehingga 1:08:34 kita bisa menyelesaikan kitab ini 1:08:36 ee dan mendapatkan manfaatnya serta yang 1:08:40 paling penting adalah pengamalan dari 1:08:42 apa yang kita pelajari. Habib. ee 1:08:45 mungkin di akhir kita bisa minta 1:08:49 tolong antum untuk meratibkan fatihah 1:08:52 untuk salah satu narasumber kita Ustaz 1:08:56 Muhammad Rahmatullah. 1:08:58 Marhaba marhaba. Marhaba. Jazakumullah 1:09:00 khair Habib. 1:09:02 Jazakumullah khair ee para pemirsa ee 1:09:04 apa namanya yang sudah setia 1:09:05 mendengarkan kajian ini. Semoga Allah 1:09:07 Taala ee menjadikan bagian kita bukan 1:09:11 hanya ee mendengar ataupun berkata 1:09:13 sahaja. Insyaallah Allah Taala jadikan 1:09:15 bagian kita untuk bisa mengamalkan 1:09:18 dengan merasapi dan penyatuan sehingga 1:09:21 kita bisa menggapai daripada almahabbal 1:09:24 khalisah lillahi taala. Oke. Alfatihah. 1:09:27 Sayidinafi Rasulullah sallallahu alaihi 1:09:29 wasallam. 1:09:35 Ust Muhammad rahmatullahmah 1:09:55 wasillah 1:10:00 Irim. Bismillahirrahmanirrahim. 1:10:03 Alhamdulillahiabbil alamin 1:10:06 arahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka 1:10:09 na'budu wa iyaka nastain. Ihdinasiratal 1:10:12 mustaqimathalladzina 1:10:14 anamta alaihim giril magdubi alaihim 1:10:17 waladin. Amin. Jazakallahu khairan jaza 1:10:21 e Habib Ahmad Mustaba atas 1:10:22 penjabarannya, penjelasannya, dan 1:10:24 jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya 1:10:26 juga doanya untuk ustaz kita, Ustaz 1:10:29 Muhammad Rahmatullah. Semoga 1:10:32 semua dakwah yang sudah disampaikan 1:10:35 Ustaz Rahmatullah di Radio Silaturahim 1:10:37 bisa bermanfaat buat ikhwan akhwat 1:10:39 sekalian. Semoga apa yang beliau 1:10:41 sampaikan ee apa yang Ustaz Rahmatullah 1:10:44 sampaikan menjadi amal jariah untuk 1:10:47 beliau, bisa menjadi teman untuk beliau 1:10:50 di alam kuburnya, bisa menjadi cahaya 1:10:53 untuk beliau di alam kuburnya, dan 1:10:55 menjadi hujah pembela untuk beliau di 1:10:58 hari kiamat. Semoga juga diampuni segala 1:11:01 dosanya dan diterima amal ibadahnya. 1:11:04 juga untuk semua ikhwan akhwat yang 1:11:06 sedang mengalami penyakit ee semoga 1:11:09 diangkat penyakitnya, diberi ketabahan 1:11:12 untuk keluarganya dan bagi ikhwan-akhwat 1:11:14 yang kehilangan saudaranya, kehilangan 1:11:17 gurunya, kehilangan kerabatnya, semoga 1:11:20 segera diberi kesabaran, ketabahan ee di 1:11:25 dalam hatinya sehingga bisa ee lebih 1:11:29 mengangkat derajat ikhwan akhwat 1:11:31 sekalian di sisi Allah Subhanahu wa 1:11:33 taala. 1:11:34 Ikhwan akh saya isi dan fajar sebagai 1:11:37 operator mohon undur diri. 1:11:39 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:11:41 wabarakatuh.