Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:09 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 0:21 wa kafa wasalatu wasalam ala nabiil 0:23 mustofa waa alihi wasohi ahlidqi wal 0:26 wafa. Asalamualaikum warahmatullahi 0:28 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:30 dirahmati Allah subhanahu wa taala, apa 0:32 kabar? Selamat datang di acara kajian 0:35 tasawuf bersama saya Isa Alkaf, Ondi dan 0:38 juga Anis di meja operator. Dan seperti 0:40 biasa ikhwan akhwat, setiap Sabtu pagi 0:44 kita akan mengkaji kitab tasawuf yang 0:47 berjudul Mahiyatut Tasawuf yang dikarang 0:50 oleh Sayid Habib Umar bin Muhammad bin 0:53 bin 0:55 Salim bin Hafid. Eh, bagi ikhwan akhwat 0:58 yang ingin mendapatkan PDF-nya supaya 1:02 sambil dikaji, sambil dibaca, sambil 1:04 didengarkan oleh ee yang akan dijelaskan 1:08 oleh Sayid Ahmad Mujtaba bin Syahab, 1:11 silakan kirimkan pesan ikhwan akhwat 1:13 sekalian ke 0811999720. 1:19 Boleh bertanya juga atau juga boleh 1:22 menelepon setelah penjabaran Syid 1:24 Mustaba ke ke 021 8451512. 1:29 Dan hari ini ikhwan akhwat kita akan 1:31 membahas ciri pertama dari seorang yang 1:35 memiliki ee ilmu tasawuf atau seorang 1:39 sufi, yaitu kemapanan 1:42 dalam hal ilmu. Bagaimana ciri-cirinya? 1:46 Mari kita sama-sama dengarkan. 1:48 Penjelasan dari Sayid Ahmad Musttaba bin 1:51 Sahab. Silakan, Habib. 1:54 Masyaallah. Ahlan wasahlan Habib. 1:56 Hayakumullah. 1:58 Bismillah. Jazakumullah khair Habib Isa. 2:00 Allahimkum Habib. 2:01 Amin. 2:03 Asalamualaikum warahmatullahi 2:04 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 2:07 wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin 2:09 sayyidina muhammadin wa ala alihi 2:11 wasohbihi ajmain. Subhanaka la ilma lana 2:14 illa maamtana innaka antal alimul 2:16 hakimba alaina innaka ant tawwabur 2:18 rahim. naimakuradahillah 2:26 rasulillahir 2:31 wajahbi 2:33 subhanahu wa taala nahi asihun nahi 2:38 taala min husnat 2:40 alhamdulillah 2:42 senantiasa puja dan puji syukur kita 2:43 haturkan ke hadirat Allah subhanahu wa 2:45 taala atas limpahan karunia hidayat 2:48 inayah dan riayat nya dan taufik hingga 2:50 bisa kembali kita dalam kajian mingguan 2:53 ini bersama kita mengkaji kitab 2:55 Mahiyatut Tasawuf Wasimati Ahli karangan 2:57 Sayid Al Habib Umar bin Muhammad bin 2:59 Salim bin Hafid 3:01 yang di sini insyaallah ikhwan kita 3:03 mengupas ee hakikat daripada ilmu 3:06 tasawuf mahiyat tasawuf juga wasimati 3:10 ahlih dan ciri-ciri ataupun tanda-tanda 3:12 dari orang-orang yang bertasawuf nam. 3:15 Nah, insyaallah di sini kita akan masuk 3:17 ke ciri-ciri pertama yaitu adalah 3:20 kemapanan ilmu, keluasan ilmu. Yang mana 3:23 sebelum ini, Ikhwan 3:25 ee kita bahas ee dua ataupun tiga 3:28 pertemuan yang lalu masih dalam perihal 3:30 definisi. Kemudian ke definisi wahak 3:33 definisinya tasawuf itu apa. Kemudian 3:35 kajian setelahnya ee definisinya sufi 3:39 orang yang bertasawuf. Kemudian 3:41 perbedaan antara sufi dan mutasawif dan 3:44 juga mutasyabbih begitu. Naam. Kalau 3:48 kita ketahui bahwasanya kalau sufi itu 3:49 sudah yang sampai ke darajat ainul 3:52 yagin. Adapun mutasawif yang masih 3:54 menempuh jalan itu. Kalau mutasyabbih 3:57 yang belum menempuh tapi dia suka, tapi 4:00 dia senang untuk berkumpul dengan 4:02 mereka. Mutasyabbih 4:04 wasyabahin fahua fahua minhum. Naam. 4:10 al kita akan masuk di sini tanda 4:11 pertamaan ee kita ketahui ikhwan dalam 4:15 kitab ini Sayidil Habib Umar menyebutkan 4:17 10 ciri-ciri utama untuk orang yang 4:21 bertasawuf. Nah, ini adalah mizan 4:24 timbangan bagi orang yang mengaku-ngaku 4:27 bertasawuf. Atau kalau seandainya kita 4:29 mau memvonis orang ini sufi atau bukan 4:32 ataupun mutasawif atau bukan, maka 4:34 lihatlah dari 10 tanda-tanda utama. 4:38 Karena 10 ini adalah tanda utama. 4:41 Berarti kalau seandainya kurang satu 4:42 berarti bukanlah mutasyif ataupun 4:44 bukanlah sufi sama sekali. Ada banyak 4:47 lagi tanda-tanda selain 10 ini, tapi 4:49 tanda-tanda tambahan penyempurnaan. 4:52 Adapun yang 10 ini maka itu adalah 4:54 tanda-tanda pokok ataupun arkan daripada 4:57 tasawuf itu. Nah, insyaallah ikhwan, 4:59 kita akan masuk ke tanda yang pertama 5:01 adalah alilmu bil kitabi wasunah. Ah, 5:06 ilm kemapan ilmu, luasnya ilmu. Bukan 5:11 hanya ilmu sahaja, keluasan ilmu itu 5:14 dalam perihal apa? Ilmu dalam apa? Dalam 5:17 perihal Alkitab, Al-Qur'an, wasunah, dan 5:19 hadis. Nah, begitu. Itu tanda pertama 5:22 ya, Ikhwan. Nah, kenapa kok ini 5:24 dijadikan tanda pertama dan ee apa 5:28 keutamaannya? Kita akan bahas di sini 5:30 dalam kitab Mahiyat Tasawuf. 5:31 Bismillahirrahmanirrahim. 5:33 Sayid Habib Umar bin Muhammad bin Salim 5:35 bin Hafid. Simatu ahli tasawuf ahli 5:40 ahli tasawuf ula halaman kelima. 5:44 ilmu bilitabi 6:08 ini luar biasa ikhwan tanda yang pertama 6:11 adalah 6:13 alilmu kemapanan ilmu bil kitabi wasunah 6:16 dalam perihal alkitab al-qur dan sunah 6:19 walika aslut tasawuf karena alkitab 6:22 wasunah adalah pokok dari ilmu tasawuf 6:25 ilmu tasawuf tidak akan keluar dari 6:27 Al-Qur'an dan hadis nam 6:30 biduni karena tanpa ilmu ini la yumkin 6:34 tidak mungkinan sama sekali untuk kita 6:37 menggapai husnul amal pengamalan yang 6:40 baik 6:41 menjadikan sifat 6:44 mengkriteriakan diri kita bt dengan 6:47 tuntutan-tuntutan khitabillahiasul 6:50 ee firman Allah Taala dan rasulnya. Kita 6:53 sudah bahas kemarin beberapa hari yang 6:54 lalu, beberapa minggu yang lalu dalam 6:56 definisi bahwasanya definisi tasawuf 6:58 adalah husnul amal, pengamalan yang 7:00 baik. Wal ittis dan bersifat menjadikan 7:03 itu kriteria, menjadikan itu tabiat. Apa 7:07 menjadikan apa? Menjadikan bimugtad 7:09 dengan apa-apa yang diminta, yang 7:11 dituntun oleh Allah Subhanahu wa taala 7:13 dan rasul-Nya. 7:14 Jadi tuntutan Allah Taala dan Rasulnya 7:16 kita sudah mengamalkan bukan hanya 7:19 mengamalkan akan tapi husnul amal 7:21 pengamalan yang baik bukan hanya saja 7:23 itu, tapi juga aliktisf menjadikan itu 7:26 tabiat kita sudah menjadi tabiat untuk 7:29 mengamalkan perintah Allah dan rasulnya. 7:31 Ini ikhwan, jelas sekaliang kalau kita 7:34 pikir pakai logika jelas dan sangat 7:36 jelas. Untuk sampai ke derajat 7:38 pengamalan yang baik, berarti harus 7:40 diketahui dulu apa yang harus diamalkan. 7:43 Untuk sampai derajat pengamalan harus 7:46 tahu dulu apa sih yang mau diamalin, apa 7:49 sih yang Allah Taala minta dari kita, 7:52 apa sih yang Rasulullah sahu al wasam 7:53 minta dari kita. Nah, mugad khitabillah, 7:56 tuntutan-tuntutan daripada kalamullah 7:59 dan juga kalam Rasul sallallahu alaihi 8:00 wasallam itu diketahui dengan apa? harus 8:02 diketahui dengan ilmu. Ketika kita 8:05 mengetahui apa yang Allah Taala minta 8:07 dari kita, baru kita bisa 8:08 mengamalkannya. Kemudian baru kita bisa 8:11 sampai untuk derajat pengamalan yang 8:13 baik. Kemudian bisa sampai ke derajat 8:15 al-iktisf. Begitu sampai-sampai di akhir 8:17 kali dalam definisi itu dugan wa 8:20 tahagugan menjadikan itu sebagai cita 8:22 rasa dan tahagug sudah menyatu, mendarah 8:24 daging kita. Itu semua titik utamanya 8:27 adalah pengetahuan dahulu. Taban harus 8:30 tahu apa yang mau diamalin, apa yang 8:32 harus harus tahu apa yang mau dirasakan 8:35 harus tahu apa yang mau dijadikan darah 8:37 daging ini apa sih? Nah, makanya yang 8:40 perkara itu adalah kembali ke Alkitab 8:41 wasunah. Namena tidak mungkin kita ee di 8:45 sini saya tidak mungkin sama sekali kita 8:47 menggapai derajat husnul amal, 8:49 pengamalan yang baik juga aliktisf 8:51 menjadikan sifat-sifat atau 8:53 mengkriteriakan 8:56 dengan e tuntutan Allah dan rasulnya. 8:58 yumkin mujarul amal akan bahkan lain 9:02 tidak mungkin juga mujaradul amal 9:04 beramal dan menjadikan itu sifat itu 9:06 tidak mungkin 9:09 apalagi untuk dijadikan apa namanya 9:12 pengamalan yang baiknya pengamalan yang 9:14 biasa aja enggak mungkin apalagi yang 9:15 kita minta bukan pengamalan yang biasa 9:17 pengamalan yang baik 9:21 api lagi yang yang kita minta itu untuk 9:24 bukan cuma pengamalan yang baik akan 9:25 tapi menjadikan itu cita rasa ee 9:29 ataupun bertahaguk dengannya menjadikan 9:31 itu suatu darah dagingnya. Ini adalah 9:34 tingkat yang kita mau dalam ilmu tasawuf 9:36 yang kita ambil daripada definisi ilmu 9:37 tasawuf yang kemarin, Ikhwan. Ya enggak 9:40 tasawuf adalah pengamalan yang baik wal 9:43 ittisf dan apa namanya bersifat 9:45 menjadikan itu kriteria ee terhadap 9:48 apa-apa yang Allah Taala dan Rasulnya 9:50 minta. Bukan hanya saja itu daugan wa 9:53 taahabugan. Akan tapi menjadikan itu 9:56 sebagai kita rasa dan juga bertahaguk 9:58 mendarah dagingi perihal itu, menyatu 10:00 dengan perihal itu dengan apa dengan apa 10:02 yang Allah Taala tuntut. Titik utamanya 10:04 adalah mengetahui dulu apa sih yang 10:06 Allah tuntut baru bisa mengamalkan, baru 10:09 bisa husnul amal, pengamalan yang baik, 10:12 baru bisa berdzuk ataupun bertahagub. 10:14 Tidak mungkin kita bisa mengamalkan saja 10:17 enggak bisa. Apalagi yang kita minta 10:18 adalah pengamalan yang baik. Apalagi 10:19 yang kita minta adalah d sama 10:21 tahajudnya. Nah, ini adalah arti 10:23 daripada alia pertama pembahasan ini. 10:26 Jelas sekali, Ikhwan. Ah, ini berarti 10:31 kalau kita menyetujui bahwasanya syarat 10:34 pertama ataupun tanda pertama 10:35 orang-orang yang bertasawuf adalah 10:37 mempunyai ilmu. 10:40 Tahu apa yang harus diamalkan. 10:43 Tahu bagaimana cara pengamalan yang 10:45 baiknya. 10:46 Tahu bagaimana cara menjadikan itu 10:49 kriterianya. 10:50 tahu bagaimana dia mencicipi, tahu 10:54 bagaimana dia menjadikan itu darah 10:56 dagingnya. Semua dimulai daripada 10:59 pengetahuan ya, Ikhwan, daripada ilmu. 11:03 Nah, kalau seandainya ee kita melihat 11:06 orang-orang yang bergrafis apa namanya 11:09 ee ee zahirnya ee tasawuf entah dia 11:13 berpakai-pakaian tasawuf kah atau 11:16 bergaya-gaya tasawuf kah ataupun gaya 11:18 ngomongnya gaya ngomong orang tasawuf, 11:20 maka tanyakanlah bagaimana syariatnya, 11:23 maka tanyakanlah berapa mapan ilmunya. 11:26 Ah, makanya 11:28 apa namanya? Imam Sya'rani mengatakan, 11:31 "Kalau seandainya kau melihat orang bisa 11:33 terbang maaf atau berjalan di atas air, 11:36 kalau bahasa kitanya keramat." Wah, 11:37 keramat tuh wali itu. 11:40 Apa pasti dia itu adalah sufi tasawuf 11:44 ini? Bisa macam-macam keramat hebat ini. 11:46 Beliau bilang, "Fazinhu bimizani 11:48 syariah." Maka timbanglah dia dengan 11:51 timbangan syariat. 11:53 Yang mana timbangan syariat itu dimulai 11:55 dengan ilmu dulu. Nah, timbang gimana 11:57 nih amalnya nih sesuai enggak sama 11:58 syariat? Beliau berkata, "Kalau 12:00 seandainya engkau mendapatkan amalnya 12:02 tidak sesuai dengan syariat, 12:04 terutama ilmunya kurang memapani, kurang 12:07 luas dalam ilmunya, fala taadu bih." 12:09 Maka jangan dianggap, "Wah, sudah deh e 12:11 apa jangan dibahas deh 12:14 juga." Tapi juga jangan dicela. Ohak. 12:18 Tapi juga dalam catatan jangan dicela 12:20 dia. Ngapain nyala orang enggak ada 12:21 kerjaan? Ya enggak mending kita berzikir 12:23 daripada nyela orang. Heeh. Tapi la 12:26 tahtad bih. Jangan kau anggap itu sufi. 12:28 Jangan engkau anggap itu seorang wali. 12:30 Ah udah sudah jangan dibahas deh. Jangan 12:31 dibahas. Biarin di di dia di di 12:34 jalannya. Ini yang pertama ikhwan. Jadi 12:36 orang sufi itu harus mempunyai ilmu yang 12:38 luas. Namam. 12:40 Sayidil Habib Umar ketika membahas 12:42 syarat ini dalam Muktamar Syisan dalam 12:46 apa namanya conference eh Chniah ketika 12:49 Sayid Habib membawakan kitab pembahasan 12:51 kitab ini di situ dan membawakan syarat 12:54 pertama adalah kemapanan ilmu. Maka 12:57 dikomen oleh beberapa para hadirin dari 13:00 kalangan ulama pula. 13:02 Mereka berkata, "Wahai Habib, ee ini 13:05 Habib kalau seandainya Habib menjadikan 13:07 ini syarat utama ya kemapanan ilmu itu, 13:10 keluasan ilmu itu, maka banyak sekali 13:13 tokoh-tokoh tasawuf yang sekarang ini 13:16 akan keluar daripada lingkaran tasawuf 13:19 karena mereka ilmunya kurang memapani, 13:22 kurang luas. 13:24 Sedangkan di sini Habib jadikan ini 13:26 adalah syarat nomor satu ilmu yang luas 13:28 terhadap Al-Qur'an dan sunah." 13:30 Banyak kok kita lihat masyaikh thiqoh, 13:34 mursyid-mursyid 13:35 enggak hafal Quran contohnya ataupun 13:37 hadisnya enggak tahu ee belum paham 13:40 betul mengenai syariat fikihnya 13:43 itu bagaimana ceritanya? Apakah benar ee 13:45 disyaratkan ini? Kalau disyaratkan 13:47 banyak do yang bakal keluar. Maka 13:48 dijawab oleh Sayid Al Habib, dijawab 13:50 oleh pengarang kitab ini, "Itulah yang 13:53 aku maksud. 13:55 Ini yang aku mau untuk mengeluarkan 13:57 orang-orang yang mengatasnamakan 13:59 tasawuf. Padahal mereka jauh daripada 14:02 hakikatnya tasawuf karena cetek ilmunya, 14:06 kurang mapan ilmunya. Wahak ikhwan. Nah, 14:08 ini memang syarat pertama dan syarat 14:10 utama. 14:12 Lailahaillallah. Kemapan ilmu. Ya 14:14 ikhwan. Dan subhanallah 14:17 kita mendapatkan tokoh-tokoh tasawuf 14:20 yang kita baca di rijal baikun di 14:23 thabaqatul auliya ee apa namanya lil 14:27 munawi ataupun hiliatul auliya li Abi 14:29 Nuaim alasfahani itu kita lihat apa 14:32 namanya tokoh-tokoh sufi memang mereka 14:35 ulama mereka adalah ulama pada zamannya 14:37 menjadi rujukan pada zaman-zamannya itu 14:40 ikhwan nah di sini di alirnya kedua 14:42 sayidil habib menyebutkan bahwasanya nya 14:45 sufi kalau kita mengkaji dari abad 14:47 kedua, ketiga dan terus e kita tidak 14:50 akan mendapatkan sosok yang bertasawuf, 14:54 sosok ulama yang dinobatkan sebagai sufi 14:58 melainkan mereka juga menjadi rujukan 15:00 dalam ilmu yang zahir. Naam. berkata 15:04 Habibah 15:23 wasamik 15:27 imam ahm 15:41 dan cukup menjadi dalil untukmuahu 15:45 bahwasanya lain tidak mungkin yujad 15:49 atau terdapat fi waqiil ummah dalam 15:53 keadaan umat ini alyaum hari ini tidak 15:57 engkau Akan tidak akan engkau dapatkan 15:59 sanadun satu sanad pun, tapi sanad yang 16:02 sahih. Sanad yang menyambung muttasilun 16:06 dalam ilmu apa? Pertama, dalam ilmu 16:09 qiraah min qiraatil Quranul Karim. Dalam 16:11 ilmu qiraat. Qiraat Sabah kah, qiraat 16:15 asyah kah, qiraat yang 14 kah, mau pakai 16:20 thariqah Imam Syatibi kah atau yang 16:22 lainkah. Tamam. Ini pertama ilmu qiraat. 16:25 Engkau tidak akan mendapatkan satu sanad 16:27 yang sahih pun dalam ilmu qiraat. 16:29 Pertama, wfsiri ahadin minhabatiin. Dan 16:33 kau tidak akan mendapatkan sanad yang 16:35 sahih untuk sampai kepada tafsir salah 16:38 satu daripada sahabat atau tabiin. Dua 16:41 wabutilah 16:44 alurah. Dan juga engkau tidak akan 16:45 mendapatkan satu sanad yang sahih yang 16:48 menyambung ke rujukan kitab-kitab tafsir 16:51 utama yang muktabarah yang dianggap 16:53 memang almasyhurah minalqarni hijri 16:55 daripada abad ke-tiga Hijriah. Fama 16:58 ba'dahu ataupun setelahnya seperti kitab 17:00 apa? seperti kitab tafsir at Thaabari, 17:02 tafsir Ibnu Katsir wahakad atau tafsir 17:05 Sahabah ee yang makruf sekarang tafsir 17:08 Ibnu Abbas w dalam kitabnya makruf itu 17:10 tanwir 17:12 migbas migwas fi Tafsir Ibn Abbas min 17:15 had 17:16 kitab-kitab tafsir yang yang pada 17:18 abad-abad utama abad ketiga, keempat, 17:20 kelima kau tidak akan mendapatkan sanad 17:22 satu pun ke ilmu tafsir ke kitab tafsir 17:26 itu hadis min Rasulullah dan engau tidak 17:29 akan mendapatkan san Sanat satuun yang 17:31 sahih yang muttasil untuk menggapai ke 17:33 hadis Nabi sallallahu alaihi 17:34 wasallamitabin 17:35 min kutub sunah min kutub sunah muktabar 17:38 ataupun engkau tidak akan mendapatkan 17:39 satu sanad pun menuju ke kitab sun ke 17:42 kitab hadis-hadis yang muktabar yang 17:44 dianggap seperti apa kamuwat Imam Malik 17:46 seperti kitab Muwatta Imam Malik wada 17:48 marruf ee kitab Imam Malik yang bernama 17:51 Almuwatta luar biasa, Ikhwan. 17:54 Imam Malik bin Anas, Imam Darul Hijrah 17:56 ee mengarang kitab hadis yang bernama 17:58 Almuwat. Bahkan itu termasuk kitab 18:01 pertama ee dalam bidangnya dikarang 18:03 sebelum ee kitab Bukhari dan Muslim 18:07 wahakad. 18:08 Maka sebagian ulama mereka menobatkan 18:10 kitab Muwat ini menjadi kitab ee 18:12 karangan pertama dalam ilmu hadis. 18:14 Walaupun si muktamadnya 18:16 bukan kitab muatta karena kitab muat 18:18 lebih mengarah ke fikih daripada ke 18:20 hadis. Betul. Itu tertera dalam kitab 18:22 muat itu beberapa hadis namam tapi itu 18:25 lebih mengarah dengan globalnya ke abwab 18:29 fikih daripada abwab hadis juga. Wa 18:32 musnadil imam Ahmad. Dan juga engkau 18:34 tidak akan mendapatkan sanad yang sahih 18:35 kepada musnad Imam Ahmad bin Hambal 18:38 wasahihaihin dan juga Bukhari Muslim 18:41 wasunan alarbaah dan juga sunah-sunah 18:44 yang empat yang lain apa? Abu Daud dan 18:46 Tirmidzi 18:49 dan juga apa namanya ee Ibnu Majah dan 18:52 juga Annasai itu artinya Sunan Arbaah. 18:54 Apa arti Sunan Arbaah? Ee Abu Dawud dan 18:58 juga Sunan At-Tirmidzi dan Ibnu Majah 19:00 dan juga Annasai ya makruf karena ada 19:02 kutubus sittah ya. Empat itu ditambah 19:04 dua Bukhari dan Muslim yang itu menjadi 19:05 rujukan utama dalam ilmu ilmu hadis itu. 19:08 Masyaallah luar biasa semua ya ikhwan. 19:10 Masyaallah. Bukhari Muslim sudah makruf 19:13 h la kalama alaih. Kitab yang talagatul 19:17 ummah bilqabul yang semua umat ini 19:20 menerima kitab itu dengan apa namanya? 19:23 Dengan pasrah gitu. Artinya ini pasti e 19:26 sudah sahih. E al Imam Darulutni 19:29 berkata, "Irijal shahihain jawazal 19:32 gantar." Sungguh mereka telah melewati 19:34 jembatan. Kalau kalau ini beberapa rijal 19:36 disebutkan dalam Bukhari Muslim ya sudah 19:38 jangan dibahas lagi begitu. Sunan Abu 19:41 Daud juga masyaallah alaih juga Sunan 19:42 Tirmidzi makruf. Sunan Tirmidzi ajib 19:44 ajib dan ajib. Berkata sebagian umah, 19:47 sebagian ulama, "Barang siapa yang di 19:49 rumahnya memiliki Sunan at-Tirmidzi 19:52 seakan-akan di rumahnya dia memiliki 19:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." 19:56 Ee seakan-akan Rasulullah ada di 19:58 rumahnya. Hm. Gitu. Karena di rumahnya 20:01 ada kitab Sunan at-Tirmidzi. Masyaallah 20:04 ikhwan Sunan Annasai baikun yang kubra 20:06 ataupun sugra almujtana ataupun mujtabah 20:08 juga Ibnu Majah ala kul itu artinya 20:10 sunan whairaha dan juga kitab-kitab yang 20:12 lain 20:14 baikun musanafat musonf eh Ibnu Abi 20:16 Syaibah Musnaf Abdur Razzaq ataupun 20:18 masanid yang lain masanid e Musnad Abu 20:21 Daud atayalisi dan lain sebagainya wabin 20:23 min kutubi fq syariah dan juga engkau 20:25 tidak akan mendapatkan satu kitab apapun 20:27 daripada kitab fikih syariah almutaharah 20:30 yang suci mtabirin almuktabarin Untuk 20:33 aimah yang muktabar fil mazhabil arba 20:35 dalam mazhab yang empat. Kitab apa pun 20:37 ambil dari kitab yang awal. Jadi mazhab 20:39 ahnaf kemudian mazhab Syafi'i ataupun 20:41 Maliki ataupun Hambali engkau tidak akan 20:43 merujuk sampai ke kitab-kitab mereka. 20:47 Semua itu dimulai nih dari awal tadi 20:50 perihal qiraat, perihal tafsir sahabat 20:52 dan tabiin, perihal kitab tafsir, 20:54 perihal hadis, perihal kitab-kitab 20:56 hadis, 20:58 perihal kitab-kitab fikih. Engkau tidak 21:00 akan mendapatkan satu sanad pun yang 21:03 mencapaikan 21:04 yang nyambung ke mereka illa melainkan 21:09 ahli tasawuf 21:11 melainkan melalui jalannya orang-orang 21:13 yang bertasawuf. 21:15 Nah, ini disuruh cari katanya coba cari 21:17 satu sanad yang sahih ya. satu sanad 21:20 yang sahih yang merujuk ke hadis ataupun 21:25 tafsir ataupun kitab fikih yang kosong 21:28 dari ulama tasawufnya enggak enggak akan 21:30 dapatkan. Ah gitu ikhwan 21:34 dan kenyataannya begitu dan ini 21:35 kenyataan iya Bibwat 21:38 ee ulama tasawuf dari segi sanad 21:40 Bibabut. Bzabut Habib Bzabut naam pasti 21:45 melewati ulama-ulama yang bertasawuf 21:48 yang ber ya kalau bahasa kita 21:50 bertarekatlah ya ataupun tanpa tarekat 21:52 tapi mereka berkriteria tasawuf wahak 21:56 Imam Nawawi di antaranya Syaikhul Islam 21:58 Zakaria al-Anshari oh naam kebanyakan 22:01 qiraat itu ataupun kebanyakan tafsir 22:03 ataupun ee apalagi fikih yang beliau 22:06 dinatkan sebagai Syaikhul Islam ee 22:08 Zakaria al-Anshari guru daripada Imam 22:10 Ibnu Hajar Warramli Ktibini wb qasim 22:15 wj tasawuf nam w. Nah, itu dia. Jadi, 22:19 mau enggak mau enggak bisa dipungkiri, 22:21 enggak bisa dipungkiri bahwasanya ee 22:24 merekalah ulama tasawuf yang membawa 22:27 ilmu ini ke kita. Karena tidak ada sanad 22:29 satuun yang kosong daripada ulama 22:31 tasawuf. Berkata sayid habib di ketigan 22:47 ini 22:49 yang tidak mungkin dipungkiri, yang 22:52 tidak mungkin diingkarkan. Enggak bisa 22:54 orang memungkiri, enggak bisa orang 22:56 menolak kenyataan ini karena itu 22:58 kenyataan memang nyata. Ini adalah 23:00 dilalah wadi tanda yang jelas yang 23:02 gatiah yang pasti bahwasanya anna ahl 23:06 tasawuf bahwasanya ulama tasawuf lah 23:08 mereka lah yang hamalah yang membawa 23:12 wah humah apa arti huma humain yang 23:14 melindungi ulumil kitabi wasunah ilmu 23:17 kitab dan ilmu hadis wa fikh syariah 23:20 mutaharah dan juga fikih syariah 23:21 mutaharah nah merekalah yang membawa 23:23 ilmu itu kepada kita merekalah yang 23:25 sebagai apa namanya benteng-benteng 23:27 daripada ilmu itu. Dan memang tidak 23:29 mungkin ee dipisahkan ya ikhwan ee 23:31 antara tasawuf dan ilmu syariah 23:34 almutaharah. 23:35 Ee had ajib. Nah, di sini dinukil kalam 23:38 daripada al Imam Abdul Karim 23:40 Al-Gusyairi. Wadruf seorang tokoh ulama 23:42 tasawuf yang makruf yang mempunyai kitab 23:44 karangan yang yang makrufnya dan 23:45 Arrisalah Al-Gusyairiyah. Berkata Al 23:47 Imam Abdul Karim al-Gushairi dalam 23:48 risalahnya menukil kalam daripada 23:50 Sayyidina Junaid bin Muhammad alBaghdadi 23:52 yang mana beliau adalah sayidut thaifah. 23:55 Ee apa namanya? rujukan utama daripada 23:58 thafah kelompok ahli tasawuf 24:02 qal junaid beliau berkata dalam 24:04 risalahnya berkata Imam Junaid bin 24:05 Muhammad Baghdadi manam yahfadil Quranal 24:08 karim walam yaktubil had yt bihi amrina 24:15 fial amayadun 24:19 kitabi wasunah 24:22 berkata Imam Junaid barang siapa yang 24:24 tidak menghafal Alquran 24:26 walam yaktubil hadis dan juga tidak 24:29 menulis hadis ya dalam istilah mereka 24:32 itu dulu yaktub menulis hadis artinya 24:33 belajar hadis ya kan belajar hadis 24:36 karena dulu enggak ada cetakan Bib 24:37 karena jadi orang kalau mau belajar 24:38 nulis dulu kitab ituh mau belajar 24:40 Bukhari ya tulis dulu Bukharinya 24:42 semuanya itu baru bisa ngaji sama 24:43 gurunya 24:47 hadis barang siapa tidak menghafal 24:48 Al-Qur'an dan juga tidak pernah menulis 24:51 hadis maka lahi 24:54 maka bukanlah dia ee bisa untuk 24:56 dijadikan panutan dalam perkara tasawuf 24:59 ini. Bukan enggak bisa ditiru, enggak 25:02 bisa dijadikan rujukan, enggak bisa 25:05 dijadikan mursyid. Ah, gitu. Lais lianna 25:08 ilmana h. Karena ilmu kita ini 25:10 mugayyadun bil kitabi wasunah. Mugayyad 25:13 diikat ee diikat dengan kuat. Dengan 25:18 apa? Diikat bil kitabi wasunah. Dengan 25:20 Al-Qur'an wasunah dan hadis. 25:22 semuanya ilmu tasawuf itu diikat dengan 25:25 Al-Qur'an dan hadis. Maka orang yang 25:27 tidak tahu menahu tentang Al-Qur'an dan 25:29 hadis maka jauh sekali daripada 25:30 hakikatnya tasawuf. Apalagi untuk 25:33 dijadikan panutan 25:35 warisati 25:37 banadii junaid anug. Beliau juga Imam 25:40 Abdul Karim Al-Busyairi meriwayatkan 25:42 dalam kitabnya Risalah Gusairiyah dengan 25:44 sanadnya yang sampai ke Imam Junaid 25:46 annahu B dia berkata, "Madhabuna h 25:49 mugayyadun biusulil kitabi wasunah." 25:51 Mazhab kita ini mugayyadun terikat 25:54 dengan usul dengan pokok-pokok daripada 25:56 alkitab wasunah Quran dan hadis. Wal dan 25:59 beliau berkata, "Ilmuna had musyayadun 26:02 biaditi rasulillah sallallahu alaihi 26:04 wa." Ilmu kita ini musyayad, dikuatkan. 26:08 Musayyad dikuatkan juga bisa diartikan 26:10 diikat biaditi Rasulullah sallallahu 26:13 alaihi wasallam 26:15 wa 26:17 junid al imam Ibnu Rajab alhambali. Nah 26:19 di sini ee di alenia ketiga halaman keen 26:22 Sayid Habib mengatakan begini. Ah itu 26:25 mah yang menukil sih ulama tasawuf. Jadi 26:27 mereka yang bilang siapa yang di mana 26:29 tuh? Itu ada di kitab lagu Syiri ya 26:32 meang kitab tasawuf. Menukil dari siapa? 26:33 Dari Imam Junid ya. Imam rijal tasawuf. 26:35 Entar dulu. Perkataan ini pun dikatakan 26:38 oleh siapa? Al Imam Ibnu Rajab 26:39 Al-Hambali. Hambali. Syekh bangsanya apa 26:42 ya? Hambali. Yang kebanyakan sekarang 26:45 tokoh-tokoh ee apa namanya? ee 26:48 orang-orang apa namanya yang menisbatkan 26:52 diri mereka kepada ee salaf ee mereka 26:56 sangat fanatik dengan mazhab Hambali ya 26:59 Ibnu Taimiyah whairu e ini Syekh Ibnu 27:01 Rajab al-Hambali yang merupakan rujukan 27:03 juga di mazhab Hambali menukil menukil 27:05 kalam ini juga dalam kitabnya 27:08 ula perkataan yang pertama itu junaid 27:10 daripada Imam Junaid eh siapa yang yang 27:13 mendatangkan perkataan itu al Imam Ibnu 27:15 Rajab alHambali fi juzihi dalam ee kitab 27:19 tipisnya yang bernama Bayanu Fadli Ilmi 27:22 Salaf Ala Ilmil Khalaf itu judul 27:24 kitabnya ee keterangan bahwasanya ilmu 27:27 salaf lebih utama daripada ilmul khalaf. 27:29 Asalaf adalah pendahulu alkhalaf 27:31 mutaakhirin. Waidan Abul Faraj Ibnul 27:35 Jauzi. Ibnu Jauzi juga apa namanya? 27:38 Mendangkan ee perkataan itu daripada 27:40 Imam Junaid bin Muhammad Baghdadi dalam 27:41 kitabnya Talbis Iblis. Dua sosok ini, 27:45 Imam Ibnu Jauzi dan juga Ibnu Rajab 27:47 al-Hambali sosok utama dalam apa namanya 27:49 mazhab Hanabilah. Sosok utama dalam 27:52 kalangan-kalangan apa namanya ee 27:54 orang-orang yang menamakan dirinya 27:55 dengan salaf 27:57 pun menukil kalam ini, Ikhwan. Jadi 27:59 bukan ini perkataan ini bukan hanya 28:01 dinukil oleh ulama tasawuf dalam dalam 28:03 kitabnya pun dinukil oleh yang lain 28:05 mereka. 28:07 Lailahaillallah w dan cukup di sini 28:10 kalau kita merujuk ke hadis Nabi sahu al 28:11 wasallam kita akan mendengar dan semua 28:13 sering mendengar hadis ini. 28:18 Bukhari Muslimillahu. 28:21 Barang siapa yang Allah Taala kehendaki 28:24 baginya kebaikan maka yufaggihu fiddin. 28:27 Maka Allah akan berikan dia pemahaman 28:30 tentang agamanya. 28:32 Yufqih. Diberikan ia fikih, pemahaman 28:35 agama, diberikan ilmu. Ya, kalau 28:38 seandainya kita merujuk ke apa namanya 28:40 definisi tasawuf itu sangat baik ya, 28:42 kebaikan yang luar biasa. Apakah mungkin 28:45 kebaikan ini didatangkan tanpa ilmu? 28:47 Sedangkan Allah Taala berkata ee 28:49 sedangkan Nabi Sallahi Wasallam ee 28:51 bersabda, "Barang siapa yang Allah Taala 28:52 menginginkan kebaikan untuknya, pasti 28:54 Allah Taala akan bukakan jalan ilmu 28:55 untuknya." Ya, sahih berkata dalam 28:59 zatnya, walnairilali 29:03 wahil. 29:05 Ilmu adalah asna, paling tingginya 29:08 amal-amal yang baik. Dan itu adalah 29:10 dalil tanda-tanda daripada alkhair 29:12 kebaikan wal ifdali dan keutamaan. 29:15 Wahak. 29:17 Nah, begitu ikhwan. Nah, ini adalah 29:19 ringkasan daripada 29:21 ee tanda pertama ini. Dan di sini sayid 29:24 habib eh menutupnya dengan perkataan 29:26 Imam Abu Bakarni bin Abdullah Idrus. 29:29 Imam Abu Bakar terus 29:35 jahil. 29:40 Beliau berkata Imam Adni berkata aku 29:43 melihat hakikah jalan hakikat itu 29:48 qolilan salikiha sangat sedikit orang 29:51 yang menempuhnya. 29:53 Jalan menuju hakikat. Seringkiali kita 29:55 mendengar kalimat oh hakikat-hakikat. 29:58 Tapi apa benar mereka orang-orang yang 30:00 benar-benar menempuh jalan hakikat? Di 30:03 sini Imam Adni berkata sangat sedikit. 30:07 Wadu jahil dan menjadi banyak orang dan 30:10 apa yang terjadi? Banyak orang yang 30:12 jahil yang orang yang bodoh. Mereka 30:15 bilain yaddaha yadda mengaku-ngaku 30:20 mempunyai hakikat itu tapi tanpa 30:23 mempunyai apapun. Jahil apa namanya? 30:25 Mereka e bodoh dan tidak mempunyai 30:28 kemapanan dalam ilmu, enggak mempunyai 30:30 ilmu yang luas. Tapi mereka mengaku 30:32 bahwasanya kami adalah ahli hakikat, 30:34 kami adalah ahli tarekat. Begitu begitu 30:37 menjadi adhana adha adha min akhwat 30:40 menjadi adha waamsa wa asbah wam. 30:45 Dan inilah yang terjadi. Apa yang 30:46 terjadi sekarang? Banyak dari 30:47 kalangan-kalangan orang yang tidak 30:48 berilmu, mereka mengaku-ngaku bahwasanya 30:50 kami adalah ahli ahli thaqah ataupun 30:53 ahli hakikah. Bila ilmu amal muhalun 30:56 yarqiha tanpa ilmu 30:59 dan juga tanpa pengamalan ilmu itu maka 31:01 muhal mustahil untuk bisa masuk untuk 31:04 bisa naik dalam jalan hakikat itu. Titik 31:07 pertama adalah ilmu. Kemudian ilmu yang 31:09 diamalkan. Apakah mungkin pengamalan 31:11 tanpa ilmu? Ngamalin apaan? Iya enggak. 31:14 Yang cerita husnul amal yuk in bagus 31:16 pengamalan yang baik. Pengamalan apa 31:18 yang mau diamalkan kalau enggak ada 31:19 ilmu? Memang gitu logikanya. Titik 31:22 pertama ilmu dulu diketahui baru 31:23 diamalkan. Kemudian pengamalan yang 31:25 baik. Kalau tanpa ada ilmu ini lalu apa 31:27 yang mau diamalkan? Nah bilang muhal 31:29 tidak mungkin untuk ytagiah untuk 31:32 dimasuki ataupun naik ke ke derajat 31:34 hakikah itu di khitam. Di sini fasal ini 31:37 ditutup dengan kalimat daripada Imam 31:39 Assagaf. Gagal Imam Abdurrahman bin 31:41 Muhammad Segf seorang ee apa namanya? 31:44 Ulama yang 31:47 yang luar biasa di apa namanya? Di 31:49 kalangan ulama Hadramut. yang kebanyakan 31:52 apa namanya asadah dan juga ee ulama 31:56 hadr merujuk dari segi nasabnya dan dari 31:59 segi sanad ilmunya ke beliau ini. Ilmu 32:01 Abdurrahman bin Muhammad Assegaf ee pada 32:03 abad ke-7 Hijriah 32:06 seorang sufi yang luar biasa dan alim 32:10 yang luar biasa. Ini Imam Segaf ya 32:12 Ikhwan Sayidina Abdurrahman bin Segaf 32:14 Mak'ruf. Kalau mungkin sebagian ikhwan 32:16 yang pernah ke Kota Tarim akan ee 32:20 mungkin pernah menziarahi makam beliau 32:22 ataupun masuk ke beberapa masjid beliau. 32:24 Beliau bangun masjid yang banyak. 32:26 Masyaallah dan 32:28 Babt bidabit bahkan beliau dijuluki 32:30 dengan Alfqihil Muqaddam yang kedua 32:33 sosok dalam Tiga Alawiyah kan ada sosok 32:35 utama Alfqihil Mugqaddam yang ini. Ini 32:37 yang nomor duanya alfqihil muqaddamani 32:39 Abdurrahman bin Muhammad Assagf. 32:42 Beliau ini sufi makruf sufi yang makruf. 32:44 Ya enggak. Tapi lihat bagaimana biodata 32:48 beliau, bagaimana menagib beliau. 32:51 Dikatakan ikhwan itu beliau hafal Quran 32:54 sebelum baligh ya satu. Dan itu sudah 32:56 tabiatnya orang Tarim. Sampai sekarang 32:57 pun begitu. Kebanyakan ulama-ahli 33:00 tarim umur 12 sudah hafal Quran. Satu. 33:03 Beliau ini ee apa namanya? Menimba ilmu 33:06 dari ulama Tarim. Kemudian beliau pindah 33:07 ke Syiba menimba ilmu. Kemudian beliau 33:09 juga pindah ke mana? ke Yaman Utara 33:11 untuk menimba ilmu. Ee beliaulah yang 33:14 berkata, 33:18 "Manam ya'rifil muhadzab lam man lam 33:21 yagra il muhazab lam y'rif gawaidil 33:24 mazhab waman lam yagrabbih falaisa 33:27 binabbih." 33:28 Barang siapa yang dalam fikihnya belum 33:31 sampai untuk membaca kitab almuhazzab, 33:34 kitab Muhazzab mak'ruf, kitab dalam 33:35 fikih Syafi'i karangan Imam Abi Ishaq 33:37 Assyirazi yang disyarahkan oleh Imam 33:40 annawawi dalam kitabnya Majmu yang 33:42 sekian puluh jilid itu. Nah, beliau 33:45 berkata, "Barang siapa kalau dalam fikih 33:46 beliau membaca kitab ini, maka dia belum 33:48 bisa untuk mengetahui kaidah-kaidah 33:50 mazhabnya." 33:52 Dan barang siapa yang dalam fikih belum 33:54 membaca kitab at-tanbih, kitab tanbih 33:56 lian juga oleh Imam Abi Ishaq Assyirazi 33:59 banyak sekali yang mensyarahinya. Di 34:00 antaranya syarah yang makruf, yang 34:02 muktasar, syarah Imam Nawawi, syar 34:04 syarah Imam Assuyuti. 34:06 Nam syarhasyuti alanbih. Barang siapa 34:10 yang belum membaca kitab tanbih maka 34:12 falaisa binabih. Maka belum bisa 34:14 dikatakan itu orang yang nabih, yang 34:16 cerdas. 34:18 Hmm. Gitu. Padahal dua kitab nih, kitab 34:23 Muhazab dan kitab Tanbih itu kitab yang 34:25 sangat-sangat tinggi, Ikhwan. Kalau di 34:27 kalangan sekarang mungkin enggak ada 34:28 orang yang baca kitab Muhazab atau 34:30 Tanbih. Cukup mereka sampai ke kitab 34:32 apa? Minhaj. Sudah, alhamdulillah. Tapi 34:35 ini enggak Minhaj enggak cukup naik lagi 34:39 baca tanbih tuh enggak cukup naik lagi 34:42 baca muhazzab. Dan emang beliau 34:44 dikatakan dalam manibnya Imam 34:45 Abdurrahman Sugf ini beliau bukan cuma 34:47 baca, beliau hafal hafal muhazzab itu 34:50 ikhwan begitu. 34:53 Nah, beginilah sosok ulama tasawuf yang 34:54 sebenarnya. Nah, Sayidina Abdurrahman 34:57 Segaf beliau mempunyai perkataan yang di 35:00 sini ditutup bab ini dengan perkataan 35:02 Imam Segaf. 35:04 Kullu ilmin bila amal batil. Ah, ini 35:08 luar biasa, Ikhwan. Ah, ini 35:10 timbangan untuk kita semua. pertama 35:12 beliau berkata kullu ilmin. Jadi harus 35:14 ada ilmu dulu. Setelah ilmu apa? Kullu 35:17 ilmin bila amalin batil. Ya, pengamalan. 35:20 Tiap-tiap ilmu 35:22 tanpa pengalaman itu dianggap batil, 35:24 tidak sah. 35:27 Jadi ilmu dan pengamalan cukup enggak 35:29 cukup. W ilmin waalin bila niatin haba. 35:33 Dan tiap-tiap ilmu juga pengamalan, tapi 35:37 kalau enggak ada niat yang baik 35:38 dalamnya, maka itu adalah haba. 35:41 fatamorgana 35:43 seakan-akan ada tapi tidak ada 35:45 hakikatnya kayak gitu hanya bayangan, 35:49 hanya khayalan itu perumpamaannya apa 35:51 tuh kalau ilmu dan amal ilmu ada juga 35:55 amalan juga ada tapi niatnya yang enggak 35:57 ada itu seakan-akan kosong kata beliau 36:00 haba 36:03 cukup tiga ilmu alam ilmu amal dan niat 36:06 enggak enggak cukup ada lagi satu lagin 36:13 Kalau seandainya ilmu ada juga amalnya 36:15 ada dan niat pun ada tapi tidak sesuai 36:19 dengan sunah tidak sesuai dengan cara 36:23 Nabi sallallahu alaihi wasallam maka itu 36:24 akan merdud akan ditolak 36:27 ilmunya ad amalnya ad niatnya ad bagus 36:30 tapi enggak sesuai ini sama sunah ini 36:32 menyeleweng ini ee bukan daripada hadun 36:35 Nabi sallallahu alaihi wasallam pasti 36:36 akan ditolak wa wak wahak ee Eh man ahd 36:40 amrina h maaisa minhu fahua rad dalam 36:43 hadis Nabi sahu alaihi wasallam 36:45 cukup empat. Oh enggak enggak cukup ada 36:47 satu lagi. 36:53 Dan tiap-tiap ilmu yang ada 36:56 pengamalannya, 36:57 yang ada niatnya yang sudah sesuai 37:01 dengan sunah Nabi sallallahu alaihi 37:02 wasallam sudah oke enggak? 37:05 masih kurang atu. Kalau seandainya dia 37:07 tidak mempunyai wara sifat 37:09 kehati-hatian, 37:11 maka dia akan khusus merugi. Nah, jadi 37:14 juga perlu untuk sifat kehati-hatian ya, 37:16 Ikhwan. Nah, ini luar biasa alwara ini. 37:20 Nabi wasallam bersabda ee kalau 37:21 seandainya kalian berpuasa sampai kurus 37:25 dan kalian beribadah sampai patah-patah 37:29 kaki. Kalau bahasa kitanya gitu, ee lam 37:31 yutagabbalika minkum illa biwarin hajiz. 37:34 Nabi wasam bersabda, "Tidak akan 37:35 diterima semua itu kecuali dengan wara." 37:37 Sifat wara yang menjadi pencegah kalian 37:40 untuk melakukan perkara yang haram. Wara 37:42 artinya apa? Berhati-hati, ya, Ikhwan. 37:46 Berhati-hati bukan cuma dari yang haram. 37:48 Jelas itu. Ini haram jelas. Ya sudah 37:50 pasti hati-hati perkara yang syubhat pun 37:51 harus dijauhin. 37:54 Ya enggakubah 37:58 ehini 38:02 waqat haram. 38:13 Mereka yang mempunyai ilmu, amal dan 38:15 niat dan juga pas dengan sunah tapi 38:17 mereka tidak punya war itu rugi dan 38:20 ditakutkan atas ee yang mempunyai itual 38:24 mughasah ketika nanti dihisab 38:27 wal muwazanah dan ditimbang 38:30 ee di akhirat nanti takutnya itu amal 38:32 akan hilang semua ya enggak? 38:35 Lautaqbalika minkum hajis. Nah, jadi 38:37 perlu ilm kemudian ilmu yang diamalkan 38:41 yang ada niat baiknya dan juga yang pas 38:45 dengan sunah Nabi sallallahu alaihi 38:46 wasallam dan juga mempunyai wara. Semua 38:50 itu harus ada warya, sifat 38:52 kehati-hatiannya. Dengan itu insyaallah 38:54 diharapkan akan selamat dengan ilmu yang 38:56 diamalkan itu. Tapi kalau kurang satu 38:58 aja ya sudah. Heeh. Ini artinya 39:01 beginilah ulama tasawuf. Nah, ini 39:02 artinya perkataan dari ulama tasawuf. 39:04 sosok ulama tasawuf ee dari Hadramut, 39:08 Imam Abdurrahman bin Ahmad Segaf yang 39:09 beliau mengutamakan yang luar biasa 39:11 dalam keilmuannya dan dalam maqulahnya 39:13 juga luar biasa. Nah, begini. Ilmu, 39:15 amal, niah, sunah, dan juga wa wara. 39:18 Nah, itulah ikhwan pembahasan 39:21 di bab pertama, tanda pertama daripada 39:23 kitab ee mahiyat tasawuf wa wasimati 39:26 ahlih. 39:28 Nah, insyaallah, Habib ya. Khair, Habib. 39:29 Bismillah. Namam. 39:30 Masyaallah. Ee ikhwan akhwat, kami hari 39:34 ini tidak membuka banyak pertanyaan 39:36 karena Sayid Musaba akan ada acara 39:39 setelah ini ya saya ya jam .30. 39:41 Iya. Naam. 39:43 Tapi ada satu pertanyaan aja ee Habib 39:46 sebelum kita tutup. 39:47 Boleh Habib. Siap. Habib 39:49 kalau memang ee kemapan ilmu ini 39:52 merupakan syarat utama 39:54 ahlus sufi atau ahl tasawuf ee ada 39:57 standarnya enggak Bib? Apa ilmu apa yang 40:00 harus dimiliki setidaknya harus dimiliki 40:03 orang-orang sufi, apakah harus hafal 40:05 Quran atau harus sudah baca kutubusah 40:07 atau bagaimana Habib? 40:10 Standarinya setidaknya jamil 40:13 keren, Habib. Masyaallah. Antum keren 40:16 soalnya ini. [tertawa] 40:19 Oke. Ee standar utamanya apa ini? Habib 40:22 dinukil oleh Al Imam Al Habib 40:24 Abdurrahman bin Abdullah Balfqi 40:27 Alamatud Dun dalam kitabnya namanya ee 40:34 Fathu Bashairil Ikhwan ya kitab tipis 40:38 luar biasa kitabnya Fathu Basiril Ikhwan 40:41 fi bayani maani dairatil Islam wal iman 40:45 wal ihsan wal irfan itu nama kitabnya 40:48 panjangnya ketika beliau menjelaskan 40:51 masalah adalah dairatul ee Islam. Beliau 40:54 menyebutkan ini standar ee minimal ee 40:57 mereka untuk yang menggapai darajatul 41:00 ihsan kemudian darajatul irfan standar 41:03 ilmunya itu apa? Oke, di sini Habib 41:07 jelas sekali kalau kita bahaskan apa 41:10 namanya dalam Z itu 41:25 ada ilmu namanya ilmu fardu ain. Jelas 41:28 ilmu fardu ain ilmu yang tiap-tiap 41:31 individu wajib mengetahuinya. baikun 41:32 ilmu ee perihal salat, perihal ee apa 41:36 namanya wudu dan perihal perniagaan bagi 41:39 mereka yang mau berniaga, perihal haji 41:41 bagi mereka yang mau haji gitu. Itu ilmu 41:44 fardu ain. 41:46 Di atasnya ada ilmu fardu kifayah. Nah, 41:48 ini titiknya di sini ilmu fardu kifayah 41:50 dalam ilmu tafsir ilmu fardu kifayah itu 41:53 apa? Dalam ilmu hadis ilmu fardu 41:55 kifayahnya apa? Dalam ilmu fikih pun 41:57 ilmu fardu kifayahnya apa? dalam ilmu 42:00 bahasa pun fardu kifayahnya apa. 42:04 Di sini, Habib ee bisa kita rujuk ke 42:06 kitab Fathul Basharil, Ikhwan. Ee di 42:09 situ Alh Abdurrahman menyebutkan dalam 42:12 ilmu ee tafsir 42:15 secara global engkau bisa memahami dan 42:16 memetik apa namanya makna-makna yang 42:18 tersembunyi di Al-Qur'an dengan model 42:21 tafsirmu itu. Dalam ilmu hadis engkau 42:23 telah membaca apa namanya ee mujmal 42:26 muadam kebanyakan daripada ahadis ya. 42:29 Kalau kita baca kutubus sudah masyaallah 42:30 luar biasa. ataupun yang 42:32 mukhtasar-mukhtasarnya seperti aljami 42:34 asagir Imamuti juga apa namanya mulai 42:38 dulu dari hadis-hadis yang apa namanya 42:41 yang mukhtasar e arbain nawawi dan terus 42:43 naik ke atas naik ke atas wahak riyadus 42:45 shihin dan sampai ke atas dan juga nah 42:48 dalam ilmu fikih beliau menjelaskan itu 42:51 harus luas kemapanan dalam ilmu fikih 42:52 yang yang harus yang yang harus didalami 42:55 sedalam-dalamnya kalau bisa dan tidak 42:57 ada habisnya dan terus naik ke atas 43:00 tergantung mazhab nya apa? Ee dalam ilmu 43:02 bahasa pun seperti itu. Ee tidak harus 43:05 sampai ke dalam, tapi harus mempunyai 43:06 modal yang bisa dengan bahasa itu kita 43:09 terjun, kita tenggelam dalam ilmu tafsir 43:11 ataupun hadis dengan benar. Mengambil 43:14 makna-makna dengan benar dengan modal 43:15 bahasa tadi. Nah, itu ya, Bib. Di sini 43:18 ada ini, Bib. Ada ada apa ya? Ada 43:22 ada dabit yang luar biasa di sini. Jadi, 43:25 pertanyaan begini. Kalau kita bilang 43:27 standarnya apa sebenarnya kita enggak 43:28 bisa apa namanya? Oh, pokoknya ini nih 43:31 saklek segini 43:32 habis ini baru bisa namanya sufi. 43:34 Eh, enggak enggak bisa dibilang kayak 43:36 gitu. Kenapa? 43:37 E makruf apa namanya? Eh, maal mahbarah 43:40 ilal magbarah. Ya, enggak. E Imam Imam 43:43 Ahmad bin Hambal waktu beliau dalam 43:47 sakaratul maut ya dalam apa namanya 43:49 sakit yang beliau mau meninggal waktu 43:51 itu masih menulis ee perihal ilmu ee 43:55 ditanya sama muridnya wahai Imam apakah 43:57 dalam keadaan ini engkau masih belajar 44:00 beliau berkata, "Maal mahbarah ilal 44:02 makbarah senantiasa aku bersama tinta 44:05 pena sampai kuburan." Nah, gitu. 44:09 Nah, jadi perihal ilmu itu harus terus, 44:11 terus, dan terus. Jadi enggak ada di 44:13 sini standar tak sekian. Ah, berarti 44:15 betul namanya sufi. 44:18 Betul. Harus ada pemapan dalam ilmu itu. 44:21 Tapi terus harus dilestarikan terus 44:22 nambah, nambah dan nambah. Bahkan di 44:24 sini, Habib. Ah, ini penting penting, 44:26 sangat penting. 44:28 Dalam istilah tasawuf enggak ada 44:30 namanya, "Oh, sudah ente segini, kalau 44:31 begini namanya begini." Apa namanya? 44:34 Kalau sekian, oh sudah ente menjadi sufi 44:35 sekarang. ee kalau dengan membaca atau 44:38 mengamalkan perkara ini ee dibilang 44:40 begini 44:41 logika logikanya gini. Kita mensyaratkan 44:45 orang menjadi alim baru bisa menjadi 44:48 sufi. Alim dulu. 44:49 Oke. Alimnya bagaimana? Kalau seandainya 44:52 kita begini ee 44:55 in harus belajar kitab ini, ini, ini, 44:57 ini, ini. Sudah hafal ini, ini, ini, 44:58 ini, in nih. 44:59 Heeh. 45:00 Harus hafal Quranah? Enggak, harus 45:01 banget sih sebenarnya. 45:03 harus begini. Kalau seandai kita apa 45:05 namanya naruh standar itu, apa yang akan 45:07 terjadi? 45:09 Mulailah orang itu menempuh belajar 1 2 45:11 3 sampai kelar. Setelah kelar apa yang 45:13 akan terjadi? Dia akan menganggap 45:15 dirinya sebagai orang yang alim, yang 45:17 pantas untuk menjadi sufi. Oh, manonna 45:22 annahu alima faqad jahil. Ya, enggak. 45:24 Dia bilang, "Barang siapa yang mengira 45:26 dirinya sudah menjadi alim, 45:28 sungguh dia telah menjadi bodoh." 45:30 Betul. begituallah. 45:32 Ee terus naik ke atas ee apa namanya 45:35 standar yang fardu ain jelas mulai untuk 45:37 fardu kifayah dan tempuhlah jalan 45:39 tasawuf itu ee sedang dalam keadaan kita 45:42 mengira bahwasanya kita belum menunaikan 45:44 hak daripada ilmu itu. Yang bahaya di 45:47 sini ketika kita menempuh jalan tasawuf 45:49 sedangkan kita mengira perihal ilmu 45:51 sudah aku ee selesaikan. Ah berarti jauh 45:54 sekali dia daripada tasawuf. masih di 45:57 luar daripada lingkaran tasawuf jauh 45:59 karena ada namanya gurur ya enggak 46:01 tertipu dengan apa namanya ee dengan 46:05 standar itu tadi. Naam. Lailahaillallah. 46:07 Jadi itu Habib apa jawabannya? Emang 46:09 enggak bisa kita buat apa namanya 46:10 standar kita standarisasi enggak bisa 46:12 kita untuk oh begini nih. Justru kalau 46:15 ada kayak gitu bakal menjadi bahaya bagi 46:17 mereka. Mereka akan mengira bahwasanya 46:20 ee wah sudah kelar nih. Kayak gini 46:22 jangan jauh-jauh. Contoh kayak gini, 46:24 Bib. 46:25 Banyak orang mengira ee kewajiban dakwah 46:28 itu eh ah persis persis kayak gini. 46:31 Tasawuf nih kayak perihal dakwah ya 46:33 enggak? 46:34 Kita harus berdakwah. Oke. Ani berdakwah 46:36 harus belajar dulu. Betul. Belajar dulu. 46:38 Kalau ente enggak punya ilmu, apa yang 46:40 mau mau didakwahkan? Iya enggak? Ente 46:41 mau ngajak orang ke mana. 46:43 Nah, begitu pula tasawuf. Ani mau 46:45 bertasawuf mau mengamalkan. Mengamalkan 46:47 apa? harus ilmu dulu ada baru bisa 46:49 diamalkan ilmu itu. Tapi bukan berarti 46:52 tidak akan kita mulai tasawuf ini 46:53 kecuali setelah selesai ilmu. Sama juga 46:56 tidak akan kita ada yang berkata enggak 46:57 akan ana mulai dakwah kecuali sudah 46:59 kelar ilmu. 47:00 Itu salah. Kenapa ada kelarnya? 47:02 Betul. 47:03 Heeh. 47:03 Enggak ada kelarnya. 47:05 Ketika orang begini dibilang berkata Ali 47:08 Jufri waktu itu kita lagi belajar fan 47:10 dakwah. Kalau seandainya orang dia 47:12 bilang gini, "Ah, nih enggak bisa dakwah 47:14 ah enggak mau dakwah." Kenapa? Enggak 47:16 punya ilmu? Jadi gimana? Ana belajar 47:18 dulu kalau sudah punya ilmu baru ana 47:20 dakwah. Wah ketika pada hari orang itu 47:24 terjun ke medan dakwah 47:27 yang ada bukannya orang alim yang 47:29 berdakwah akan tapi yang ada setan yang 47:32 berdakwah katanya. 47:34 Kok bisa setan berdakwah? Karena kenapa? 47:36 Karena dia mengira dirinya sudah selesai 47:38 daripada ilmu. Lah itu setan namanya 47:41 mengira sudah selesai. 47:44 Ketika itu dia berdakwah. Ini bakal 47:46 negatif gerakan dakwahnya. Karena dia 47:49 berdakwah dalam keadaan kesombongan. I 47:51 enggak 47:52 berdakwah dalam keadaan gurur. 47:54 Mulailah dalam berdakwah. Mulailah dalam 47:57 menempuh jalan tasawuf 47:59 walau dalam keadaan engkau belajar 48:01 terus untuk belajar sampai mati. 48:04 Dan teruslah tempuh jalan itu 48:06 beriringan. Berkata Imam Imam Hadam 48:09 menukil dalam kitabnya adab sulukul 48:11 murid eh siru ilallahi urjan wa makasir 48:16 wirihah 48:17 fainhah batah dinukil daripada kalam 48:21 Ibnillah Asakandari beliau berkata, 48:24 "Siru ilallah berjalanlah menuju Allah 48:27 dalam keadaan engkau pincang-pincang 48:31 dan jangan tunggu untuk kesembuhan." 48:35 Enggak deh, Ana enggak mau jalan. Sembuh 48:36 dulu deh. Sudah sembuh baru jalan. Ah, 48:38 enggak. Fahati 48:41 karena penungguan e zaman sehat itu 48:44 adalah sia-sia katanya. Jangan dari 48:46 sekarang walaupun dalam keadaan 48:48 pincang-bincang. Nah, begitu Habib. 48:51 Sama [tertawa] kayak perkataan ee 48:54 saudari kita yang belum berkerudung. 48:57 Saya enggak mau berkerudung dulu, mau 48:58 benahin hati dulu. Enggak, enggak gitu 49:01 ya, Bib ya. Kerudung dulu. 49:04 [tertawa] 49:04 kerudung dulu baru benahin hati. 49:07 Nah, ketika dia seandainya kalau dia 49:09 pakai apa kayak gitu tuh konsepnya ee 49:11 ketika dia berkerudung apa berarti sudah 49:13 benar hatinya? Justru ketika hati itu 49:15 sangat ketika itu sangat kotor hatinya 49:18 karena dia mengira sudah benar hatinya. 49:20 Begitu, Habib. Naam. [tertawa] 49:23 Ada lagi yang saya enggak mau ke 49:25 pengajian ah belum merasa pantas loh. 49:28 Semua yang ada di pengajian harusnya 49:30 tidak merasa pantas itu untuk berada di 49:32 pengajian ya, B. 49:33 Harus 49:34 keren banget, Habib. Sahih. Sahyaallah. 49:37 [tertawa] Kenapa ana tanyakan itu, 49:38 Habib? Karena kaitannya dalam pencarian 49:41 seorang mursyid. Apa yang bisa kita 49:43 nilai nih? Oh, ini mursyid sudah cocok, 49:45 ilmu syariahnya sudah cukup untuk jadi 49:48 guru saya atau mursyid ini. Ah, kayaknya 49:51 belum deh. Begitu, Bi. Maksudnya dari 49:54 segi kita mencari ilmunya, apakah ada 49:57 yang bisa kita lihat, Habib, dari 49:58 seorang mursyid itu? dari ilmunya 50:02 h jamil habib jamil jidan juga 50:04 pertanyaan luar biasa dan penting untuk 50:07 mencari seorang murabbi seorang mursyid 50:09 memang harus ee nomor satunya ya 50:10 keilmuannya ini gimana ini kita ngukur 50:12 keilmuannya 50:13 nah ini sebenarnya Habib apa namanya 50:15 yang penting kita mempunyai niat yang 50:17 yang siddiq niat yang jujur e barang 50:20 siapa 50:22 murid wajik alal abwab dia bilang 50:26 bilamana ada kesungguhan daripada murid 50:28 itu maka dia akan menemu Semui gurunya 50:30 depan pintunya langsung bakal dapat. 50:32 Enggak usah dicari tahu adik aja. 50:34 Oh, masyaallah. Masyaallah. Siap. Siap. 50:37 Jadi kita 50:37 itu yang itunya ya 50:38 ee serahin ke Allah aja bagaimana kita 50:41 nyari nyari gurunya itu. 50:44 Nah, betul. B berdoa kepada Allah Taala 50:47 untuk kalau untuk menilai seseorang wah 50:49 itu agak agak agak berat. Walaupun di 50:51 sini 50:51 beberapa metode betul beberapa metode 50:53 ulama begitu caranya. Tapi dalam perihal 50:56 ini, Habib, seperti Imam Ghazali, 50:58 seperti Imam Bukhari ketika beliau mau 51:00 berguru kepada seorang seorang muhaddis 51:02 ahli hadis, jauh-jauh dia datang 51:04 dengar di situ ada pakar hadis yang 51:06 banyak di hadisnya. Pas dilihat dia lagi 51:08 ngasih makan ayam gitu. Tahu-tahu ee dia 51:12 ngasih makan ayam tapi enggak ada 51:13 makanan di tangannya. C dia mau deketin 51:15 ayam gitu 51:17 langsung cut sama Im yang Imam Bukhari. 51:18 Ah, ini enggak pantas aku ambil hadis. 51:20 Loh, kenapa? Karena dia berbohong. 51:22 Bohongnya apaan? Ngebohongin ayam 51:23 katanya. 51:25 [tertawa] 51:26 Ya, dikira ada yang makan tapi enggak 51:27 dimakan di tangannya. Kalau ayam dia 51:29 bisa dibohongin, apalagi hadis Nabi 51:31 pasti dia bisa dibohongin. Wah, gitu. 51:34 Udah deh, enggak mau. Nah, itu kayak 51:35 gitu bisa. 51:37 Intinya begini, Habib. Bilamana engkau 51:38 melihat dari seorang yang menobatkan 51:41 dirinya sebagai mursyid perihal yang 51:43 bertentangan dengan syariah. Oke, sudah 51:46 langsung cut. Jangan. 51:47 Oh, gitu. Baik-baik. 51:48 Ee selagi perihal itu tidak bertentangan 51:51 dengan syariah. Ah, insyaallah kir 51:53 marham. mizan yang utamanya. Mizan yang 51:56 utamanya. Habis itu serahkan kepada 51:58 Allah Taala. Pasti akan dibawa ke 51:59 seorang murabbi dan seorang syekh. 52:02 Marhaba. Marhaba. Jazakallah khair 52:03 habib. Jazakallah khair atas 52:05 penjelasannya. Mudah-mudahan ee 52:06 minggu-minggu ke depan kita bisa ikhwan 52:09 akh membaca kita ee ciri-ciri lainnya 52:12 daripada seorang sufi. Mudah-mudahan 52:14 kita juga bisa masuk ke dalam ciri-ciri 52:17 ee orang yang tasawuf ini supaya kita 52:21 bisa mengenal Allah, supaya kita bisa 52:26 mendapatkan hagul yakin seperti yang 52:27 sudah pernah diterangkan Syid Musyaba di 52:31 pertemuan-pertemuan sebelumnya. Baik 52:33 ikhwan akhwat. Saya Iskaf on di 52:36 kameraman dan juga Anis di meja 52:38 operator. Mohon undur diri. 52:40 Wasalamualaikum warahmatullahi 52:42 wabarakatuh. 52:44 Wabarakatuh. 52:47 Segerim