Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail 0:14 [Musik] 0:15 [Tepuk tangan] 0:20 [Musik] 0:28 TVA. Asalamualaikum warahmatullahi 0:30 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:32 rahimakumullah. Syukur alhamdulillah ya, 0:35 kita dapat bersama-sama kembali di acara 0:37 jendela sekolah dari Radio Silaturahim 0:41 yang mudah-mudahan mempersuasi kita 0:43 semua untuk lebih pas di dalam 0:47 membimbing dan menempatkan buah hati 0:49 kita di dalam perjalanan hidupnya untuk 0:52 meraih keberhasilan. Tidak lupa tentu 0:55 saja salam selawat kita lantunkan kepada 0:58 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:01 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:04 Semoga kelak kita dipertemukan dengan 1:06 beliau di saat-saat yang sangat kita 1:09 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 1:12 jendela sekolah hari ini 1:14 menghadirkan bahasan pengalamanku di 1:19 Insan Mandiri Cibubur setelah jadi 1:22 alumni. Nah, ini bisa jadi gambaran kita 1:25 juga tentang bagaimana dan seperti apa 1:29 gerangan insan mandiri 1:32 cubur menumbuh kembangkan buah hati 1:35 kita. Dan untuk acara ini nanti kita ada 1:38 dua sesi karena ada dua yang akan hadir, 1:43 dua keluarga bisa jadi ya dari salah 1:46 satu putranya yang sudah jadi alumni 1:50 dari Insan Mandiri Cibubur. Nah, yang 1:54 pertama emm dari 1:58 Rais Akmaril ya. Iya. 2:02 Lihat kamera sambil bisa kedengaran kan 2:04 suaranya. Cuma ingat lulus tahun berapa 2:06 gitu? Lulus tahun 2018 angkatan 4 SMTEN 2:10 Mandiri Cibubur. Keren banget. Dan di 2:12 sebelahnya ada Ibunda Rais yaitu Bunda 2:16 Asmiati. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. 2:19 Kayak apa rasa bangganya entar cerita? 2:22 Dan ada satu lagi yang hadir di sini 2:24 pakai baju putih keren banget yaitu Mas 2:27 Wawan ayah dari Rais. Mikrofonnya 2:29 dipegang. 2:31 Asalamualaikum warahmatullahi 2:33 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 2:35 warahmatullah wabarakatuh. Nah, ikhwan 2:38 akhwat, Rais yang sudah lulus itu 2:41 sekarang ada di mana dan bagaimana kita 2:44 dengarkan. Tapi yang jelas pertanyaan 2:46 yang ee akan dijawab itu terkait dengan 2:52 RAIS ini. Apa sih yang harus disiapkan 2:54 ketika mau daftar kuliah? 2:57 Terus yang sudah dipersiapkan setelah 3:00 atau selama 3:02 menjadi ee siswa di tahun terakhir 3:05 seperti apa? Oke, sebelumnya perkenalkan 3:08 dulu saya Rais Akmaril sekarang 3:11 berkuliah di Istanbul University jurusan 3:14 psikologi dan alhamdulillah lulus di 3:17 Insan Mandiri tahun 2018 angkatan 4 SMA 3:20 Insan Mandiri 3:21 Cibubur. Ee untuk persiapan dari sebelum 3:24 kuliah itu he itu Insan Mandiri sudah 3:29 me memrovide anak-anak untuk 3:32 mempersiapkan minat dan bakatnya. Jadi 3:34 sebelum price kuliah tuh udah di iniin 3:36 dulu sama ke mana guru BK-nya tuh udah 3:39 dikasih tahu nih kamu minatnya apa, 3:41 bakatnya apa, terus dijurusin ini loh 3:44 universitas-universitas yang bagus gitu 3:47 yang bisa menjadi pilihan kamu, 3:49 alumni-alumninya sudah masuk mana aja 3:51 supaya peluangnya untuk keterimanya 3:53 lebih besar seperti itu. Jadi jurusan 3:57 dan kampus yang dipilih itu di situ 3:59 sudah ketahuan ya gambarannya mau ke 4:01 mana dan bagaimana. Iya, tetap 4:03 diarahkan. Jadi misalnya anak, "Bu, saya 4:05 mau ee saya mau kuliah jurusan ee 4:08 kedokteran misalnya." Oh, iya bisa di ee 4:11 universitas ini. Karena tahun sebelumnya 4:13 sudah ada mahasiswa yang keterima di 4:15 sana peluang untuk terima SNMPTN, 4:17 SBMPTN-nya lebih besar seperti itu. Jadi 4:19 memang guru-guru sudah memprovide 4:21 anaknya untuk bisa keterima di jurusan 4:24 itu gitu. Dan 2018 tuh lumayan ya, sudah 4:27 berapa tahun meninggalkan ee Indonesia? 4:30 Tapi yang jelas tahun betul itu jalur 4:34 tes apa waktu itu yang dilakukan? Kalau 4:36 Rais sebenarnya ee Rais kan kuliah di 4:38 Turki nih sekarang. Heeh. Kalau 4:40 bercerita tentang sebelum kuliah itu ya 4:42 seperti itu. Guru-guru sudah ee 4:44 menceritakan eh sudah mengajarkan 4:47 anak-anak untuk memilih jurusannya. Tapi 4:49 ketika setelah lulus Rais tuh sudah 4:52 jalur tes SNMPTN dulu sebelumnya jalur 4:55 undangan. sebelumnya ingin masuk ee 4:57 Universitas kedokteran eh jurusan 4:58 kedokteran di e Universitas Diponegoro, 5:01 tapi Qarullah tidak keterima. Lalu juga 5:03 dianjurkan untuk SBMPTN oleh guru BK-nya 5:06 pada saat itu. SBMPTN pun tidak 5:08 keterima. Lalu akhirnya Rais Gepier 5:11 selama 1 tahun untuk mempersiapkan untuk 5:13 berkuliah di luar negeri, kuliah di 5:15 Turki. Jadi minat bakat itu sudah 5:19 di sedemikian rupa dibantu ya oleh 5:21 Sekolah Insan Mandiri Cibubur ya. 5:24 Dan jurusan yang akhirnya diambil 5:27 psikologi itu alasan pribadinya ada 5:29 enggak? Alasan pribadinya ee minat aja 5:33 sih, tertarik dengan manusia tuh seperti 5:35 apa sih berpikirnya, jiwa manusia tuh 5:37 seperti apa, pemikiran-pemikiran manusia 5:39 tu seperti apa. Karena Rais tipe orang 5:41 yang bersosial banget gitu dengan 5:42 orang-orang terus jadi lebih interest 5:45 kepada orang-orang itu sendiri gitu. 5:47 Keren. Dan itu bisa membantu banyak 5:49 jiwa, banyak orang-orang untuk bisa 5:52 jalan lebih nyaman ya. Betul. Oke. 5:55 Karena memang sebelumnya ee Rais tuh 5:58 minat di kedokteran. Jadi memang 6:01 sebelumnya tuh kedokteran, kedokteran, 6:02 kedokteran kodul enggak keterima. 6:04 Akhirnya tertarik dengan komunikasi juga 6:06 bisnis. Tapi ada satu jurusan nih, 6:08 psikologi. Kayaknya psikologi itu seru 6:10 deh gitu. Dan ya enggak jauh beda juga 6:12 kan dengan kedokteran. Kedokteran. Iya, 6:14 betul. Karena memperbaiki kalau itu jiwa 6:17 dan hati. Iya, betul. Sementara 6:18 kedokteran fisik ya. Oke, terus em 6:23 planent di dalam persiapannya ketika 6:26 sebelum masuk itu bisa diceritain 6:28 enggak? Mungkin ada tipsnya atau triknya 6:31 agar adik-adik yang dengar terpersuasi 6:34 gitu? Oke, boleh banget. Untuk 6:37 adik-adik, teman-teman yang mungkin 6:38 sekarang kelas 12 dulu Rais ingat banget 6:41 di sekolah tuh diajarin kayak gini, 6:43 tebar jaring sebanyak-banyaknya. Nanti 6:45 kita akan tahu jaring mana yang bakal 6:46 dapat ikannya. Jadi waktu itu memang 6:49 diajarin tuh udah SNMPTN ambil aja, 6:51 SBMPTN ambil aja, Mandiri ambil aja, 6:53 semua diambil tapi tetap sesuai dengan 6:55 minat dan bakat ee yang sesuai dengan 6:58 siswanya tersebut. Jadi waktu itu ya 7:00 udah memang Rais coba semuanya, Mandiri 7:01 dicoba, SBMPTn dicoba, perjuangan sudah 7:04 diawal ya, sudah dilalui semua 7:06 perjuangannya banyak banget sampai bisa 7:08 ke Turki ya. itu perjuangan yang sangat 7:10 banyak nyobain SBMPT yang 2 tahun terus 7:12 juga banyaklah bahkan swasta pun 7:15 sebenarnya Ris kayak keterima gitu loh K 7:17 Norullahnya tapi kan nyoba iya nyoba iya 7:20 jadi ikhwan akhwat pegang jala ya lebar 7:23 tebarkan agar bisa menangkap itu. Oke 7:26 nanti kita lanjut setelah diterima di 7:29 Turki seperti apa. Tapi kalau bisa tanya 7:32 nih sama Mas Wawan. Mas apa Pak ya? 7:37 Eh sama aja deh ya. juga untuk 7:40 kesempatan ini gimana sih persiapan 7:44 membuat anak-anak bisa masuk ke 7:46 perguruan tinggi setelah kita pilih IMC 7:48 untuk sekolah SMA-nya. Terus kalau mau 7:51 kuliah kira-kira ayah berikan apa nih 7:55 untuk mempersuasi mereka? 7:58 Baik, yang terakhir dulu ya persuasi 8:00 anak. He bismillahirrahmanirrahim. yang 8:02 paling penting ya tentu ee persiapan 8:05 mental yang ubah mindset bahwa ee kuliah 8:08 itu ee keren, hebat gitu. Jangan di ada 8:13 sulit gitu. Tidak boleh kata-kata yang 8:15 sulit ee gimana kesusahan. Heeh. 8:20 Kuliah itu menyenangkan itu dulu apalagi 8:22 ee merubah mindset itu 8:23 persiapan-persiapan lainnya ee ya dari 8:26 sisi ee finansal iya keuangan pasti heya 8:31 ee yang lain ya termasuk e mental 8:34 spiritual itu karena di alhamdulillah ya 8:36 di M itu sudah di sudah di bentuk rupa 8:40 dan ee ini sangat terbantu kami dengan 8:43 men-support apa yang sudah di ee berikan 8:46 diberikan oleh anak guru 8:48 Oke, itu dari ayah. Kalau dari Bunda 8:53 kira-kira kalau kemudian jatuh 8:55 pilihannya keluar berat enggak tuh? Jauh 8:58 nih. Gimana? Adakah itu juga masuk dalam 9:01 benak gitu? Ee terima kasih. 9:03 Asalamualaikum warahmatullahi 9:05 wabarakatuh. 9:07 Ee saya mungkin kalau untuk berat 9:10 melepas anak jauh-jauh mungkin ee tidak. 9:14 Karena saya pun 9:16 perantau ee 9:18 waktu kuliah dulu saya juga merantau 9:21 dari Sulawesi ke Bogor. Jadi tinggal 9:24 ayah ibu juga ya. Iya. Jauh dari ayah 9:26 ibu. Dan Rais adalah anak bungsu 9:30 yang dan Rais juga yang paling jauh 9:33 ternyata kuliahnya. He. Jadi kami punya 9:36 anak empat yang urutan kelahirannya 9:40 ganjil-ganjil itu yang dekat-dekat kami 9:42 kuliahnya di sekitar Jabod Tabek yang 9:45 rutannya genak-genap yang jauh-jauh. Oh, 9:48 bisa gitu ya? Ganjil genap 9:52 mungkin sudah diatur Allah begitu. 9:54 Karena Kakak Rais yang nomor dua 9:56 kuliahnya ke Denpasar. Rais malah lebih 9:59 jauh lagi ke Istanbul. Dan kami merasa 10:02 dulu waktu di IM ini selalu teringat 10:07 sama almarhum Pak Munif Hatif karena 10:10 dialah yang selalu mengumpulkan kami 10:13 orang tua ee di apa namanya komite 10:18 sekolah untuk memberi arahan-arahan 10:20 bahwa ee apa semua anak itu adalah 10:23 juara. Selalu teringat itu dari Pak 10:26 Munif. Iya. Al-Fatihah untuk Pak Munif 10:28 dan ngomong-ngomong 10:31 soal Insan Mandiri Cibubur sendiri nih 10:34 di dalam membersamai anak-anak menurut 10:37 Ibu oke atau oke banget? Alhamdulillah 10:39 luar biasa. Setiap ada masalah dulu 10:42 ibu-ibu sering ngumpul. Memang yang 10:44 sering datang ke sinilah ibu-ibu 10:47 ngumpul. Orang tua murid yang lebih 10:49 banyak ngumpul ya. Ibu-ibu men-support 10:52 anak-anaknya. ee semua masalah siapapun 10:56 anak-anak di sini dulu yang seangkatan 10:58 Rais itu kami ibu-ibu berusaha mencari 11:01 solusinya. Termasuk rumah kami adalah 11:04 tempat anak-anak yang dari jauh-jauh, 11:06 yang dari Maluku, yang dari Kalimantan, 11:09 tempat mereka berkumpul di rumah jadi 11:12 kayak anak-anak kami juga gitu. 11:14 lumayan banyak ya ee kesempatannya untuk 11:18 bersama-sama dengan anak-anak seusia 11:20 kita. Dan terkait dengan pemilihan 11:25 jurusan nih, kira-kira Mas Pawan ikut 11:27 ambil bagian 11:29 enggak? Semuanya pakai mikrofon saya 11:33 yang menentukan betul ee Rais ya yang 11:37 saya mengharapkan ee dan support apa 11:40 yang dipilih ya tidak menentukan. 11:43 Jadi sama sekali tidak ikutan. Iya. 11:46 Emangkan aja ini semua e jurusan baik. 11:50 Tidak ada keinginan untuk mempersuasi. 11:53 Enggak kamu kenapa enggak masuk sini aja 11:54 sih gitu. 11:55 Enggak. Jadi 100% diserahkan kepada Rais 11:59 ya mau pilih apa dan bagaimana. Yang 12:01 terbaik. He. Meskipun waktu pilihan 12:03 kedokteran rasanya wih keren banget nih 12:05 gitu kan. Tapi toh sama aja ya. Oke. 12:08 Oke. E ngomong-ngomong nih, Pak, sebelum 12:12 ke Ibu ya, tipsnya biar men-support ee 12:17 Rais untuk bisa keluar jarak jauh dari 12:19 rumah dan segala macam itu kira-kira 12:21 apa? Sebab siapa tahu di antara yang 12:24 dengar anaknya juga pilih jauh banget 12:25 gitu kuliahnya. Boleh, Ibu. Boleh. Ee, 12:28 Mas Wawan boleh. Silakan. 12:31 ee 12:33 apa sebelum Rais berangkat jauh ke 12:37 Turki. He saat ketahuan bahwa keterima 12:40 di Turki itu kami mencari ee kira-kira 12:43 siapa yang bisa menjadi induk semang di 12:48 sana sana. Nah, 12:50 ee kami punya kenalan dengan orang Turki 12:55 yang mempunyai ee apa namanya? Ee 12:59 Sulaimania. Jadi kami datanglah ke 13:02 Sulaimani mau mencari tahu dan kira-kira 13:05 di sana Rais tuh 13:08 bagaimana sesampai di Turki itu Istanbul 13:12 bagaimana gitu. Ternyata 13:14 alhamdulillah ee disambut baik dengan 13:18 orang-orang Sulaimani jadi rasa was-was 13:21 itu sudah tidak ada karena sudah ada 13:23 induk semang yang ee bersedia membimbing 13:28 di sana gitu. Alhamdulillah ya. Jadi 13:31 kita tetap harus cari ikhtiar lain, 13:34 ikhtiar tetap jalan ee supaya kita juga 13:39 tenang. Itu saya rasa tipsnya. Karena 13:42 bagaimanapun juga seluruh seluruh dunia 13:45 saya rasa kita punya kenalan lah gitu. I 13:47 misalnya ee di antara kita selin 13:50 silaturahmi mungkin ee dari kenalan dari 13:55 ee sesama pendengar Radio Silaturahim 13:58 pun saya rasa ada saling bisa cari 14:01 tahulah yang begini-begini insyaallah 14:03 bisa gitu. Yang jelas mengoptimalkan 14:05 hubungan dengan siapapun bisa memberikan 14:09 juga ee hal-hal yang positif ya. 14:12 Mas Wawan ini anak bungsu loh. Anak 14:17 bungsu jauh itu. Aku enggak tahu deh 14:19 apakah kalau seorang ayah itu akan 14:20 merasa lebih berat daripada ibu. Aku 14:22 enggak tahu. Tapi yang jelas pasti ada 14:25 harapan-harapan tertentu. 14:28 Iya. 14:29 Ee 14:31 saya ya harus hijrah ketua ingin maju 14:33 gitu ya. He he. Bahkan kami mendorong 14:35 anak itu kalau di bumi Allah itu kan 14:38 luas gitu. Terus 14:39 ee kalau ingin ee berubah ke lebih baik 14:44 ya sebagaimana dian oleh ee nabi, 14:46 sahabatnya harus pindah ee tempat. Jadi 14:50 izah itu bagi kami keharusan bukan anak 14:53 jauh dari orang tua enggak apa-apa 14:55 kebaikan dan dipastikan ee baik-baik 14:57 saja di balik kejauhan jarak ada sesuatu 15:01 yang luar biasa pasti mendewasakan ee 15:04 buah hati kita juga ya. Kalau jauh dari 15:06 rumah kan pasti 15:07 lebih lebih gimana enggak bisa disebutin 15:10 tapi pasti ada perbedaannya dengan kalau 15:12 yang masih di dalam dekapan Ayah Bunda. 15:15 Sekarang kembali ke Rais nih. Kan 15:18 sekarang sudah jauh. Heeh. 15:20 Kuliahnya dari rumah 2018 tuh berarti 15:24 sudah hampir kelar dong. Ya udah 6 tahun 15:26 hampir selesai. Alhamdulillah. Hampir 15:28 selesai kan. Insyaallah. Bisa diceritain 15:30 enggak? Ee rindu-rindu tertentu ada 15:34 terus di sana dalam 15:36 kondisi ter apa terganggu oleh suatu 15:39 masalah tertentu juga pasti ada. Itu ada 15:43 banget. Apa yang dikerjain gitu selain 15:45 berdoa? Tentu saja gimana? Ngadu juga ke 15:48 rumah enggak? Ngadu. Ngadu. 15:50 Alhamdulillah selalu sih hampir setiap 15:52 minggu pasti ee telepon Umi Abi ngobrol 15:55 cerita-cerita tentang keadaan di Turki 15:57 kayak gimana. Terus keadaan Rais kayak 15:59 gimana? Kalau minta misalnya lagi 16:02 anxiety kan anak zaman sekarang tuh suka 16:04 anxiety mental breakdown, mental break 16:06 dance gitu ya. Lagi ee pusing mikirin 16:09 tentang kuliahan dan lain-lain. Apalagi 16:10 di negeri yang jauh ya pasti ee ngelapor 16:13 ke Umi Abi cerita-cerita juga. 16:15 Alhamdulillahnya di Turki itu banyak 16:17 support sistem juga. Banyak orang-orang 16:18 Indonesia yang ada di sana gitu loh. 16:20 Jadi memang tetap tinggal sama orang 16:22 Indonesia, sharing-sharing dengan orang 16:24 Indonesia juga sharing dengan ee Umi Abi 16:27 tentunya. di rumah. Kebersamaan di sana 16:30 dengan orang-orang kita itu cukup keren 16:32 ya. Oh, kuat banget di sana tuh. 16:34 Pedulinya luar biasa. Pedulinya luar 16:36 biasa. Beda mungkin kalau di Indonesia 16:37 malahan ya. Kita enggak akan merasa 16:39 sendiri kok di sana. Alhamdulillah. Dan 16:41 memang untuk orang Turkinya pun itu 16:43 sangat terbuka untuk orang Indonesia. 16:45 Mereka tuh kalau misalnya ketemu orang 16:47 Indonesia misalnya nanya nih, "Kamu dari 16:49 mana?" "Dari Indonesia." "Oh, Kardes. 16:51 Kardes. Kardes itu artinya saudara." 16:52 Mereka tuh langsung ada ikatan orang 16:54 Indonesia dengan orang Turki ikatannya 16:55 kuat gitu. langsung merasa saudara 16:57 karena kita negara sesama muslim gitu. 17:00 Mau ngomong soal makanan nih. Eh, boleh 17:03 gimana seleranya? Ancak kadul apa cocok? 17:07 Untuk awal-awal Rais kan tinggal di 17:09 asrama. Wah, itu lumayan juga sih 17:11 maksudnya effort untuk ee beradaptasi 17:14 dengan makanan Turki. Makanan Turki yang 17:16 cenderung lebih hambar daripada makanan 17:18 kita. Yang kita ya sehari-hari 17:20 makanannya tuh rempah-rempah, 17:23 pedes-pedes mungkin. Sedang orang Turki 17:25 enggak suka pedas. Terus makanannya 17:26 memang e cenderung hambar. Jadi memang 17:28 butuh peradaptasi. Tapi lama-kelamaan 17:30 justru enak juga makanan Turki gitu. 17:32 Lama-lama ya memang butuh beradaptasi 17:34 aja. Dan karena sekarang Rais tinggal di 17:37 rumah, di apartemen itu ya setiap hari 17:40 tetap masak-masakan Indonesia juga gitu 17:42 loh. Kecuali lagi makan siang di kampus 17:44 baru makan-makanan Turki. Kalau misalnya 17:46 pagi hari atau sore hari makan malam itu 17:48 biasanya masak masakan Indonesia gitu 17:51 ya. Meskipun belum tentu edik ya sama 17:53 makanan dari sana. Iya. Selama ada di 17:56 sini nyoba masak-masakan mereka enggak 17:58 buat ayah bunda? Enggak. Belum. Belum. 18:01 Belum ada. Iya. Siapa tahu ayah bunda 18:04 kepengin kan rasanya kayak apa kalau 18:06 anakku yang masak gitu. Kan di apartemen 18:07 biasa masak sendiri juga ya. Oke. Ada 18:11 tips mungkin untuk teman-teman di luar 18:13 sana yang akan mencoba 18:17 mengambil apa namanya lokasi juga jauh 18:20 dari rumah. Kalau kayaknya kamera di 18:23 mana? Di sana deh ya. Lihatin kamera. 18:25 Kalau misalnya tips untuk teman-teman 18:28 barangkali yang ingin berkuliah di luar 18:30 negeri juga itu yang perlu dipersiapin 18:32 banget ini nomor satu nih utama itu 18:35 mental sih. Karena pertama kalau kita 18:37 jauh di luar 18:38 tuh itu masalah tuh ya kita yang hadapin 18:41 juga terus ya kita jauh dari orang tua 18:43 misalnya kayak Rais sekolah di Turki 13 18:45 km. Kalau misalnya sedih nangis-nangis 18:47 ya udah nangis-nangis sendiri aja gitu 18:49 loh. Terus nikmatin semuanya sendiri. 18:51 Dan memang ee mental itu perlu banget 18:54 disiapin karena dari bahasa beda, budaya 18:57 beda, orang-orang beda, lingkungannya 18:59 beda, semuanya beda dah gitu. Apalagi ya 19:02 namanya luar negeri gitu kan. Dan yang 19:04 perlu disiapin yang paling utama kalau 19:06 tips dari Rais sih mental sama yang 19:08 kedua plan mau ngapain gitu di sana. 19:11 benar-benar mau kuliahkah atau entar 19:13 tiba-tiba ada job atau kerjaan gitu kan. 19:17 Kan biasanya di luar negeri tuh lumayan 19:18 gitu loh uangnya dan itu harus 19:20 pintar-pintar tuh. Jadi karena banyak 19:22 juga orang yang sudah kuliah di luar 19:23 negeri bukannya kuliah malah keasikan 19:26 nyari uang gitu loh. Jadi kan ee tetap 19:29 fokus lagi bahwa ini tuh tujuannya 19:31 kuliah. Jadi yang pertama mental, yang 19:33 kedua plan. E tujuannya kuatin lagi 19:35 gitu. Itu sih mental dan plan. Iya. 19:39 Usiamu berapa sekarang? sekarang 24 19:42 kayaknya di atas 20 atau kurang pun ee 19:45 kemungkinan untuk jatuh hati itu ada di 19:48 sana apakah juga dicuri orang gitu 19:50 hatimu? Ya Allah. 19:55 Aduh. Eh bertanya saja siapa tahu dapat 19:58 menantu orang sana kan. 20:00 Jujur sih kan biasanya kalau orang 20:02 Indonesia ke Turki tuh ya tertarik 20:05 banget apalagi orang Turki itu 20:06 cakep-cakep dan Rais FIA aja for your 20:09 information kan jurusan psychologi 20:11 umumnya perempuan gitu ya yang memang 20:13 90%-nya perempuan jadi hampir itu 20:15 cowoknya hitungan jari lah 90 orangnya 20:17 lagi ee cewek gitu perempuan heh ya 20:20 cakep-cakep cakep-cakep cuman ya secara 20:22 budaya dan lain-lain ya berbeda gitu loh 20:25 gitu sih jadi tak kau biarkan hatimu 20:27 dicuri belum belum sih Masih balik kan? 20:30 Soalnya nih nanti cuma kalau misalnya 20:31 orang Turki ada yang tertarik sama saya. 20:33 Ah itu lain urusan kan pertanyaanku 20:36 hatimu masih di 20:37 situ. Oke. Hatinya tetap orang Indonesia 20:40 gitu ya. Cinta Indonesia. Cinta 20:42 Indonesia sampai di ujung. Heeh. Oke, 20:46 dan sekarang ke Ibu dan ke ayahanda 20:50 tercinta ini terkait dengan apa yang 20:52 sudah diraih Ananda dan kemudian 20:55 harapannya nanti akan kalau bisa sih 20:57 kembali ke Indonesia ya berada di sini 21:01 bersama-sama dengan yang lain. Ada yang 21:03 mau disampaikan terkait dengan mungkin 21:06 ee kebesaran seperti apakah hati yang 21:08 harus kita kembangkan kalau anak-anak 21:10 kita memang memilih jauh atau yang 21:12 lainnya. Silakan. 21:14 Ee kalau sebagai ibu yang dipanggil Umi 21:19 ee memang kita ya mungkin ee ibu tetap 21:22 ibu dari anak kita kecil sampai mungkin 21:26 ee udah menikah pun masih tetap anak 21:29 gitu. Jadi ee selama ini Rais kalau ada 21:32 masalah kadang-kadang mungkin itu naluri 21:35 ibu lah ya. tiba-tiba ngelihat HP, oh 21:38 Rais yang ng-WA paling dia kalau ada 21:41 yang mau dicurahitin bahasanya itu cuma 21:45 umi gitu biasanya langsung saya sekedar 21:47 memanggil saja sudah tahu perlu doa ya. 21:51 Dan kadang-kadang kan perbedaan waktu 4 21:54 jam kadang-kadang di sini sudah tengah 21:56 malam di sana masih awal malam jadi ya 22:00 di ini sering di atas jam .00 malam Rais 22:05 ini kadang-kadang eh apa muncul WA 22:08 tulisannya cuma umi langsung saya 22:10 telepon dan itu ada dua perkiraan rindu 22:12 atau ee bermasalah nih ada di di apa 22:17 dikomunikasikan, dicurhatin ke ibunya 22:20 dan kedekatan meskipun tengah malam pun 22:23 enggak masalah yang penting ada koneksi 22:25 ya dengan ananda tercinta. Iya betul. 22:28 pesan untuk ikhwan akhwat di luar sana 22:31 mungkin yang merasa anaknya juga akan 22:33 jalan keluar nih. Kalau yaitu kita 22:37 sebagai orang tua harus ee berlapang 22:40 dada untuk anak-anak yang mau berangkat 22:44 jauh dan yang penting kita sudah 22:47 membekali anak-anak kita dengan bekal ee 22:51 agama gitu. Insyaallah di sana pun akan 22:53 ingat terus. Dan kita pun sebagai orang 22:56 tua setelah anak di sana ya 22:58 sering-seringlah ingatin, Nak. Jangan 23:00 lupa ya salatnya nak. Ingat gitu. Itu 23:04 aja sih. Alhamdulillah karena dambaan 23:06 ibu pasti itu ya. Oke, sekarang Mas 23:10 Paman gimana nih closing statement 23:13 kebersamaan kita anak yang harus ada di 23:15 luar dan gimana harapan-harapan 23:17 tertentunya ketika nanti akan kembali ke 23:20 sini. Ada enggak sih terbersit mau 23:21 menantu orang sana gitu? 23:25 Tolong. Iya. 23:28 Baik. 23:29 Tadi ayah ini agak beda perasaannya ibu 23:35 kan ee apa pilihan anak e bagi terbaik 23:39 dan ee saya selalu setiap ee pilihan itu 23:42 pasti ada risiko ada ee ada hal yang ya 23:46 plus minus tapi ee ambil yang terbaik. 23:49 Yang terbaik dan ee ya hijrah itu bagus. 23:54 pindah tempat itu dan itu adalah ee 23:57 sesuatu yang memang ee kalau ingin 23:59 berubah yang lebih baik dan harus ee 24:02 harus pindah ke tempat yang lebih baik 24:04 ya. Jadi ee kuliah jauh dari ee orang 24:07 tua itu asal tadi dukungan atau support 24:11 ee agamanya kuat. Nah, siap persiapannya 24:13 maka itu akan memberikan dampak yang 24:15 lebih positif lagi bagi ee perkembangan 24:18 anak. Jadi harapan kami tentu ee setelah 24:22 dari ee kuliah keban Indonesia mengabdi 24:25 dengan ee 24:32 oke ada sedikit kesulitan teknis sudah 24:36 bisa nyala lagi enggak? 24:41 Masih bersama jendela sekolah dari Radio 24:45 Silaturahim bicara tentang bagaimana nih 24:48 buah hati kita yang sudah lulus dari IMC 24:51 pengalamannya seperti apa dan sekarang 24:53 ada di luar Anda mungkin juga 24:57 putra-putri Anda ada yang seperti itu 24:59 dan apa yang kita dengar dari obrolan 25:01 ini mudah-mudahan membuka sekat 25:03 pemahaman baru. Iya ya enggak usah 25:06 terlalu bla bla bla. Oke, nanti kita 25:09 akan lanjutkan kembali di sesi yang 25:11 kedua dengan siswa yang berbeda dan juga 25:15 ayah bunda yang berbeda. Terima kasih 25:17 banyak Mas Wawan juga untuk ee ibunda 25:21 yang sudah ditinggal berapa tahun tetap 25:25 penuh dengan ini ya Bunda Asmiati ya. 25:27 Rais juga mudah-mudahan sukses. Amin. 25:29 Amin. Jangan lupa dambaan ayah dan bunda 25:32 itu jangan pernah lupakan yang namanya 25:36 apa? 25:37 pernah dengar ASI kan ya Al-Qur'an 25:40 kemudian salat dan inya apa infak 25:44 mungkin ibadah kali ya. Oke nanti kami 25:47 kembali ke ruangan dengar Anda untuk 25:49 bersama-sama di jendela sekolah dalam 25:52 acara yang memilih topik pengalaman di 25:55 IMC setelah jadi alumni. Kami kembali 25:58 sesudah 25:59 [Musik] 25:59 [Tepuk tangan] 26:10 ini. Terima kasih masih bersama Radio 26:14 Silaturahim di acara Jendela Sekolah 26:17 yang tengah membahas pengalamanku di IMC 26:21 setelah jadi alumni. Dan ikhwan akhwat. 26:25 Kalau tadi yang pertama sudah kita 26:27 dengar dari ayah bunda Rais, kali ini 26:32 yang hadir untuk sesi kedua ini adalah 26:37 Daava bersama ibundanya yaitu Bunda 26:41 Tata. Tapi sebelumnya saya ingin berikan 26:43 satu informasi bahwa pendaftaran SMA IT 26:47 atau SMP IT itu sudah dibuka untuk tahun 26:51 2000 ee 25-2026 ya. Alhamdulillah. Siapa 26:56 yang bisa dihubungi? Iya, Pak Jo siap 26:59 dengan ee alat tulis 27:04 0897 27:08 9207092. Saya ulang. 27:11 Pak Jo teleponnya 27:17 08979207092. Baik, kita lanjutkan dengan 27:19 sesi kedua. Kita sapa yang hadir dari 27:23 Bunda Tata dulu. Asalamualaikum 27:25 warahmatullahi wabarakatuh. Iya. 27:26 Waalaikumsalam Bunda. Alhamdulillah ya 27:29 bisa hadir 27:30 biasanya sibuk dan Dafa. Asalamualaikum. 27:35 Waalaikumsalam. I, Bu. Jadi sekarang 27:39 ceritanya kalau tadi yang pertama 27:41 kuliahnya di Turki, Dava di mana? 27:45 Alhamdulillah saya keterima di UGM. 27:48 Oh, Ngayoko. Hatira. Udah bisa bahasa 27:52 Jawa belum? Enggak bisa sih. Itu PR loh 27:55 kalau tinggal di daerah tertentu harus 27:57 bisa bahasanya. itu kata aku karena 27:59 kebetulan aku orang Jogja sih. Oke, kita 28:02 kembali ke persoalan yang sedang kita 28:06 bahas terkait dengan ee tunggu 28:13 sebentar. Sekarang di Jogja waktu 28:16 sebelum ke sana itu sama 2018 atau 28:19 sesudahnya? E kalau Daafa Daafa baru 28:22 tahun ini baruah bahkan baru tahun ini 28:25 baru berangkat si jadi belum ninggalin 28:26 rumah belum karena kan lulusan tahun ini 28:29 202 Oh bed karena yang sebelumnya 2018 28:32 kupikir juga sudah jalan. Nah 28:34 persiapannya sebelum memilih seperti 28:37 pertanyaan yang sama sih itu kira-kira 28:41 apa? 28:43 Kalau dari saya sendiri kalau buat 28:46 persiapannya yang pasti yang pertama 28:48 belajar, yang kedua ya pasti ya ibadah 28:52 yang rajin. Terus yang menurut saya ini 28:55 faktor yang paling mendorong yaitu ya 28:58 doa orang tua dan doa teman-teman 29:01 semuanya. 29:03 waktu di sekolah pasti seperti yang tadi 29:06 didapat Rais mendapatkan pula gambaran 29:10 terkait dengan ee kampus yang mana yang 29:13 mau dipilih, jurusan apa dari 29:16 SMA itu seberapa banyak membantu sih? 29:21 Ee alhamdulillah itu membantu banget ya. 29:24 He apalagi kan saya emang sebenarnya 29:26 enggak terlalu merhatiin diri juga kalau 29:30 misalnya di sekolah tuh belajarnya kayak 29:31 gimana. Tapi ya alhamdulillah guru-guru 29:34 bisa mencari dan bisa tahu minat bakat 29:37 yang saya punya. Kan ada tes mir juga 29:40 itu. Heh. Sebenarnya dulu saya tesmirnya 29:43 IPS tapi saya pengin kekeh di IPA dan ya 29:47 alhamdulillah ngambil jurusan yang IPA 29:49 juga. Apa tuh? Biologi. 29:53 Biologi. 29:54 Jadi kalau boleh tahu tertarik di 29:57 biologi ada alasan tertentuah. 30:01 Sebenarnya sih suka biologi itu emang 30:04 dari SD sih emang dari kecil gitu. Kayak 30:07 suka 30:09 kadang kalau misalnya lagi hujan tuh 30:11 suka ngelihat keluar jendela gitu kok 30:14 baunya enak banget. Rumput-rumput gitu. 30:16 Kayak fenomena-fenomenanya tuh menarik. 30:18 He sama ya dari dulu kecil juga 30:22 belajarnya IPA tuh seru aja gitu belajar 30:24 IPA tentang alam ekosistem segala macam 30:28 tuh emang seru aja menurut saya. Oke. 30:30 Jadi ikhwan Akhwat kecenderungan 30:32 putra-putri kita menyukai sesuatu 30:35 berdasarkan pengalaman pribadinya juga 30:38 sesuatu banget yang harus 30:39 dipertimbangkan ya. Terus 30:40 ngomong-ngomong sebelum diterima di UGM 30:43 tesnya ke mana aja tuh? 30:46 Banyak sih. Boleh diceritain dong. Kan 30:48 ini perjuangan. 30:51 Iya. Awalnya enggak pengin banyak-banyak 30:54 sih. Awalnya kan 30:56 kayak kan sekarang SNBT ya. Heeh. 30:59 namanya. Nah, dari Yasn BT itu saya 31:02 udah ya insyaallah udah paten gitu kayak 31:05 udah pasti saya ke awalnya ke IPB ke 31:09 Bogor. Nah, tapi dari situ ya saya sadar 31:13 saya enggak keterima mungkin usaha saya 31:16 masih kurang ibadah saya juga masih 31:19 kurang. Akhirnya Umi ee bilang diam-diam 31:25 ya. Iya tahu-tahu gitu daftar-daftar di 31:28 mana aja. 31:30 Ada yang ujian mandiri lagi, ada juga 31:33 yang pakai skor UTBK-nya juga gitu. Iya. 31:37 Berapa kali terlempar sebelum diterima 31:40 UGM? 31:43 Ee 31:46 lupa, lupa sih. Soalnya UGM itu yang 31:48 keterima pertama malah. 31:51 Oh iya. Yang dari hasilnya itu kan UGM 31:55 tes juga. Heeh. Nah, dari situ saya udah 31:58 sebelumnya ikut-ikut tes-tes juga dari 32:01 unif-unif lain. Cuma hasil yang cepat 32:05 keluarnya itu dari UGM duluan. Jadi, UGM 32:07 yang informasinya dari UGM lebih dulu 32:09 meskipun tesnya didahului oleh 32:12 kampus-kampus yang lain ya. 32:14 Iya. Ya, 32:16 alhamdulillah saya apa ya habis yang 32:19 dapat UGM itu saya langsung ya senang 32:22 mantaplah pokoknya di sana. Heeh. Nah, 32:24 terus habis itu saya udah sebenarnya 32:26 enggak terlalu ngarep yang unif-unif 32:29 setelah ini. Tapi ya qadarullah keterima 32:34 juga dari beberapa unif juga dari entah 32:37 itu dari nilai UTBK sama Ujian Mandiri 32:40 juga. Jadi enggak cuman satu nih kampus 32:42 yang nerima ya. Iya. Keren banget ya 32:45 yang ditinggalkan. Mudah-mudahan bisa 32:47 buat ee apa slot mahas calon mahasiswa 32:51 yang lain ya. 32:52 Jadi sesuai banget ya sudah ya. Iya. 32:55 Jurusan yang dipilih yang kemudian 32:57 memang dirindukan sejak lama. Begitulah 33:00 ceritanya. Terus ada tips tertentukah, 33:04 trik tertentukah agar bisa seperti 33:07 semudah ini diterima di banyak tempat. 33:08 Kemudian di Gajah Mada juga yang ee itu 33:12 kampus juga cukup jauh ya, tapi keren. 33:14 Oke. Ada enggak selain berdoa? Tentu 33:17 saja sebenarnya ada satu yang ngebuat 33:22 saya tuh kayak berpegang teguh banget 33:25 dari dulu. He. Yaitu positive vibes aja 33:28 sih. Jadi jangan 33:32 gampang kebawaah hal-hal negatif maupun 33:35 itu dari orang lain atau mungkin dari 33:37 diri sendiri mungkin ee memikirkan 33:39 hal-hal yang udah negatif duluan. 33:42 Karena kalau menurut saya kalau misalnya 33:45 diri kita positif ya otomatis lingkungan 33:48 dan sekitarnya juga ikut positif. Jadi 33:50 ya enggak merasakan negatif sama sekali 33:52 gitu. Keren banget. Jadi Ah positive 33:55 thinking, positive feeling membuat Daava 33:59 menjadi jauh lebih nyaman ya. Oke, 34:01 sekarang Kak Ibunda ini ngomong-ngomong 34:03 ee tadi berdua aja. Iya. Kenapa enggak 34:06 dianterin sama yang satu? lagi ada 34:08 kegiatan gitu, Bunda. Jadi, mohon izin. 34:11 Enggak apa-apa. Yang jelas sudah bisa 34:12 mendampingi Daafa. Keren banget. Nah, 34:16 ketika persiapan Daava sebelum diterima, 34:19 dukungan ibunda seperti apa nih? Apakah 34:23 soal jurusan juga terserah kamu? Apakah 34:26 ee di mana yang dipilih juga terserah 34:28 Daava atau gimana? Ya, masyaallah sih, 34:31 Bun. Eh, Dava ini kan kalau bisa 34:34 dibilang ya anak yang pintar-pintar 34:36 banget juga enggak gitu kan, bodoh juga 34:38 enggak. Jadi average lah rata-rata gitu. 34:41 Jadi em saya tuh mempersiapkan Daava 34:45 juga sebenarnya sih enggak terlalu 34:46 ambisi banget untuk masuk PTN gitu 34:48 karena kita ya sadar dirilah gitu ya 34:51 kita ya biasa aja gitu. Cuman ee kita 34:55 persiapan ini memang saya lihat kan Dafa 34:57 ee cara belajarnya beda dengan yang 35:00 teman-teman mungkin yang cepat mengerti 35:02 kayak gitu. Jadi dari kelas 11 itu Dava 35:05 sudah saya masukkan ke bimbel gitu untuk 35:09 persiapan 35:10 ee ujian nanti di kelas 12 seperti itu. 35:14 Jadi ee bimbel dari kelas 11. He gitu. 35:19 Sebenarnya jalannya sih enggak mudah 35:21 juga ya, Dava untuk dapat PTN sekarang 35:23 gitu. Penolakan pertama tuh malah dari 35:25 bimbel dulu waktu awal tuh. Oh iya. 35:28 Heeh. Untuk masuk bimbel aja kita sudah 35:29 ditolak ya waktu itu gitu. Terus 35:32 akhirnya apa yang terjadi dengan 35:33 perasaan buah hati ketika ditolak? Apa 35:36 yang Ibu lakukan gitu loh. Kecewa pasti 35:38 kan? Pasti gitu. Saya berdua datang ke 35:40 situ kemudian oh maaf Bu anak Ibu 35:42 nilainya enggak masuk untuk dibimbel 35:43 kita gitu. Wow. Saya bilang oke. Terus e 35:46 emosi sempatlah Dava ya. saya nenangin 35:49 juga sudah Lafa ee kita ikhlas ikhlaskan 35:52 gitu. Saya bilang ee jalur PTN bukan 35:54 hanya dari Bimbel itu kok berhasilnya 35:56 gitu. Saya yakinkan dia. Ya udah itu 35:59 langkah awal tuh kita penolakan pertama 36:01 terus besokannya saya langsung daftar 36:03 bimbel tempat lain gitu. Alhamdulillah 36:05 keterima dan dari situ Daafa mulai 36:07 bimbel dan alhamdulillah anaknya pun ee 36:10 Daafa tuh dari dulu nurut sama orang tua 36:12 gitu. Jadi kalau a lebih baik ini gini, 36:16 oh iya nurut aja gitu. Jadi jalannya 36:19 mungkin mudah dari situ gitu. Kalau 36:22 untuk ee pemilihan jurusan sih saya pure 36:26 terserah terserah Daafa. Cuman ya ngasih 36:28 arahan aja gitu. Nanti kalau gini 36:31 kerjaannya gini loh, A ini gini terus 36:32 tapi ya terserah balik lagi ke Dafa 36:34 gitu. Punya gambaran yang penting sudah 36:37 diberikan dan pilihannya itu ya oke gitu 36:40 ya. Iya gitu. Jadi, jadi support banget 36:43 terhadap apa yang di ingin diraih oleh 36:46 buah hati kita. Terus ngomong-ngomong 36:48 soal IMJ sendiri menurut ee pandangan 36:52 ibunda Dafa mulai dari masuk sampai 36:56 selesai itu seperti apakah geraknya? Mas 36:58 ee IMC ini ee sekolah yang sangat 37:00 support banget ya ke anak-anak gitu. 37:03 mereka ee pendekatan ke anak-anak pun 37:05 dari mulai belajar spiritual terus 37:08 kemudian em apa namanya program-program 37:11 pendidikannya itu sangat baik sekali 37:13 gitu. Jadi sangat mendukung anak-anak 37:15 untuk ee itu tadi untuk mengetahui ee 37:18 bakat dan minatnya mereka itu ada di 37:21 mana gitu. kemudian 37:22 mengarahkan seperti itu dan 37:25 program-program sekolahnya ee masyaallah 37:28 sangat baik banget ya untuk anak-anak 37:31 mendukung untuk kemajuan gitu. Kemajuan. 37:33 He. He terus terkait dengan ee apa 37:37 namanya istilahnya enggak pulang setiap 37:40 hari itu juga enggak masalah. Enggak 37:42 masalah sih. Ee alhamdulillahnya Dafa 37:44 itu dari SMP itu memang sudah asrama, 37:49 sudah boarding gitu. Jadi ya udah 37:52 terbias lah gitu 6 tahun sudah di asrama 37:55 boarding jauh dari jauh dari rumah tuh 37:57 sudah biasa. Jadi entar kalau Dafa di 37:58 Jogja enggak usah khawatir ibunda pasti 38:00 akan baik-baik saja. Malah Dafa yang 38:02 meyakinkan sih udahlah Miss aku sudah 6 38:04 tahun asrama gitu insyaallah mudah 38:07 beradaptasi. Iya mudah-mudahan malah 38:10 asik tahu nanti bisa jalan-jalan ke 38:12 Jogja 3 bulan sekali kayak gitu. Hampir 38:14 ke rumah Bunda sekali kan aku di sini. 38:17 Iya. Jalan-jalan ke Oke. Nah, terkait 38:19 dengan soal emm pemilihan jurusan itu 38:22 tadi kan enggak masalah. Tapi pernah 38:24 enggak muncul kerinduan tertentu aku 38:27 pengin anakku menjadi A 38:30 gitu. Pasti ada keinginan gitu ya. Kayak 38:33 waktu itu F yakin mau biologi? Kenapa 38:36 sekarang kan lebih berkembang AI, IT 38:38 komputer gitu. Kenapa kamu enggak 38:40 ngambil itu gitu? Terus ee Daafa 38:43 memberikan alasan penjelasan begini 38:45 begini begini. Oh, oke. Ya sudah, kalau 38:47 memang itu keputusan A ya kita support 38:49 aja gitu. Karena kan dia yang ngejalanin 38:52 kuliah. Kalau nanti terpaksa terpaksa 38:55 malah enggak jalan ya repot. Iya. 38:57 Bisa-bisa enggak kelar-kelar ya. Iya. 39:00 Jadi ee terkait dengan jurusan yang 39:02 dipilih nih, Ikhwan Akhwat, ayah bunda 39:06 yang mendukung pilihan buah hati itu 39:09 akan sangat memudahkan bagi anak-anak 39:12 kita untuk melangkah ke depan sesuai 39:14 dengan apa yang dicita-citakan dan 39:16 digambarkannya. Meskipun enggak enggak 39:20 atau kurang sesuai dengan keinginan 39:22 kita. Ya, kebayang enggak sih kalau ayah 39:26 ibu pengin anaknya keren di AI, tahu 39:29 banyak soal itu karena zaman sekarang 39:31 itulah yang paling akan laku misalnya. 39:34 Terus kalau buah hati kita enggak mau 39:36 soat gitu maksa kan enggak juga ya. Jadi 39:38 keren banget memang seperti itulah. Emm 39:41 untuk support terhadap DAFA dengan apa 39:44 yang akan dilakukannya di sana kira-kira 39:46 apa nih yang harus disiapkan? 39:49 Ya, yang pasti benar tadi kayak kakak 39:53 yang mau ke sana ke Turki itu mental 39:55 pasti. Kemudian ee secara finansial 39:59 juga, kemudian secara spiritual juga 40:02 kita selalu meyakinkan Dava, kamu enggak 40:04 usah khawatir walaupun jauh dari orang 40:06 tua, yakin setiap langkahmu itu selalu 40:09 diirinya Allah gitu, dilindungi gitu. 40:11 Jadi, ee jangan tinggalin salat. Udah 40:14 itu aja kayak gitu ya. Paling 40:17 penekanan-penekanan seperti itu sih, 40:18 Bun. Iya. 40:21 Iya. Biar lebih siaplah untuk tinggal 40:24 sendiri di sana. Berarti berjauhan bukan 40:27 masalah. Yang penting cita-cita akan 40:29 terwujud dan doa akan selalu membahana, 40:33 pantul, memantul, mengetuk keagungan 40:36 pintu arsnya. Ya, doa utama dari Umi. 40:41 Umi apa? Ibu sih manggilnya. Kebetulan 40:43 Umi sih. Heeh. terhadap Dava. Apa nih 40:46 kalau boleh tahu? Siapa tahu ada yang 40:48 pengin pengin tahu doa ibu tuh yang 40:51 spesifiknya seperti apa? Ya, umum-um sih 40:55 sebenarnya saya ke Dafa juga ee 40:58 mudah-mudahan Daafa tuh selalu 40:59 dilindungi, kemudian dilindungi sama 41:01 Allah, setiap jejak langkahnya juga ee 41:05 selalu ingat sama Allah gitu. Biar 41:06 semuanya dimudahkan itu aja gitu. Semua 41:10 dimudahkan itu segala sesuatunya ya. 41:12 Keren banget ya. Oke. Oke, sekarang 41:14 kembali ke Dava. Ini belum berangkat. 41:16 Mau berangkat kapan nanti ini? September 41:19 bukan 25. Enggak. Insyaallah tanggal 25 41:22 sudah bulan ini. Jadi kebersamaan 41:24 tinggal berapa kali 24 jam nih. Iya. 41:27 Kita sudah persiapan insyaallah. Oke. 41:29 Persiapannya apa aja tuh? 41:33 Ya, baju pasti. Baju pasti. 41:36 Atribut-atribut ya, Fa. Iya. Tapi kalau 41:39 saya sendiri sih saya yang malah saya 41:42 kayak bawa kosong aja gitu soal diri 41:45 saya. Soalnya entar saya ke sana bakal 41:47 ngisi yang baru lagi. Oke. Jadi kayak 41:49 tabung itu kosong nanti tinggal diisi 41:51 masukan dari Jogjanya seperti apa. 41:55 Gambarannya nanti 41:57 di kos di rumah kos-kosan atau tinggal 42:01 di rumah saudara atau mungkin di asrama 42:04 atau apa ada gambaran untuk itu? Eh, 42:08 alhamdulillah udah dapat kosan sih di 42:10 sana. Jadi, kos yang satu rumah berapa 42:13 orang? Berapa kamar? Kamar kosannya ee 42:18 biar bisa kebayang aja 42:20 kayak asrama gitu. Iya, kayak 42:22 mirip-mirip asrama gitu. Bukan satu 42:24 rumah cuman empat l kamar gitu. Enggak. 42:27 Itu berarti tantangannya lumayan menarik 42:30 ya. Campur dengan banyak orang. Pastinya 42:33 juga bukan orang Jogja. Iya. Karena 42:35 kalau orang Jogja enggak mungkin kos kan 42:38 dari daerah-daerah lain dan 42:40 sebagainya. Ada keberatan tertentu untuk 42:44 setelah Agustus September di sana? 42:48 Keberatan sih enggak ya. Saya ya jalanin 42:52 apa aja yang udah udah tertera gitu yang 42:55 udah ditakdirkan. Ditakdirkan saya 42:57 jalanin aja. Sebetulnya pertanyaan 43:00 tersembunyinya ada enggak sih yang 43:01 ditinggalin yang bakal sedih banget 43:03 selain ayah ibu gitu? 43:05 Kan anak-anak sekarang lain ya, enggak 43:07 sih? Iya. Ya kalau soal ninggalin orang 43:11 tua ya itu udah pastinya. Oke. Tadi yang 43:14 yang lainnya tadi ada enggak? 43:17 Enggak ada sih. Kucing paling ya? Iya 43:18 saya kucing. Oh jadi enggak perlu dibawa 43:21 ya kucingnya ya? Ya paling entar di sana 43:23 nemu lagi kucing. 43:26 Iya. 43:27 Maksudnya Mbak Nuning, adakah hati yang 43:31 akan membuatnya menderita selama engkau 43:33 berangkat? Tapi ternyata kucing. Ya 43:35 udah, enggak apa-apa. Dan ee soal tips 43:40 nih, kan enggak semua orang akan se 43:44 berhasil itu ya mendapatkan PTN apalagi 43:47 yang banyak diminati seperti UGM dan 43:50 segala macamnya. Selain doa ee belajar 43:54 keras, apalagi Dafa. 43:59 Ee sebenarnya sih ya enggak jauh-jauh 44:02 dari situ. Sisanya yang lain tuh cuma 44:04 buat tambahan aja. Kalau misalnya emang 44:07 pengin gampang gitu kan, gampang 44:10 beradaptasi, gampang apa yang ini juga 44:13 lumayan penting yaitu ya koneksi apa 44:16 kayak pertemanan gitu ya. Soalnya kalau 44:19 misalnya ada teman satu walaupun di 44:21 daerah juga itu pasti gampang dikenalin 44:24 ke sekitarnya juga gitu. Heeh. Heeh. 44:26 Jadi di luar situ emang skill 44:28 berkomunikasi itu sangat penting. 44:30 Mungkin ya berkomunikasi. 44:34 Terus kalau ditanya ada sesuatu yang 44:38 bikin kangen banget sama Jakarta sama 44:41 ayah bunda terkait dengan makanan. Ada 44:45 enggak sih? Saya cuma ya mungkin 44:47 stereotype-nya orang Jogja suka yang 44:49 manis-manis gitu. He. Dan saya emang 44:52 orangnya yang enggak terlalu suka yang 44:53 manis-manis banget. 44:55 Jadi gimana dong? Enggak bisa jajan di 44:57 luar. Kekhawatiran pertama gitu begitu 45:00 ke sana, "Umi di sana aku harus setiap 45:02 hari makan gudek gitu ya." Enggak harus 45:04 gudek sih, tapi makanan yang lain 45:06 biasanya kadar manisnya lebih lebih 45:10 sedikit gitu lah. Nanti juga terbiasa 45:13 karena biasa. Eh, apalagi yang lain ya? 45:17 Karena kalau biasanya di asrama atau di 45:20 tempat kos itu kan ada sesuatu yang 45:24 harus menjadi bagian dari pertimbangan 45:26 kita. Misalnya tentang jam malam boleh 45:30 pulang jam sekian enggak boleh. Kalau 45:32 itu kalau yang punya rumah cukup ketat 45:33 ya. Iya. Itu kira-kira siap insyaallah 45:37 siap enggak usah keluar gitu. Iya. 45:40 Aturannya juga lumayan ketat ya di kosan 45:43 ya. Iya. Sudah ditanya ya sudah. dan ee 45:46 Umi sudah ngantterin ke sana juga. 45:48 Kebetulan alhamdulillah ee pas pertama 45:50 pengumuman itu saya langsung cari tahu 45:52 kan ada teman enggak yang punya anak di 45:54 sana. Karena jujur saya enggak ada 45:55 saudara sama sekali kan kita di Jogja. 45:57 Alhamdulillah ada. Kemudian ee Mbak 46:00 tolong tanyain ada kamar satu enggak 46:02 sisa gitu. Ada. Oh ya udah. Jadi belum 46:04 survei ke sana cuman buy WA aja gitu 46:07 online telepon ke ownernya. Oh ya udah 46:10 gitu seperti itu sih Bu. Jadi 46:13 benar-benar ee cepat banget gitu waktu 46:16 ee pengumuman persiapan gitu. Kita juga 46:19 sampai sekarang kayak masih enggak 46:20 percaya gitu, Aah benar kamu udah dapat 46:22 N UGM gitu karena Iya. Iya. Dari awal 46:25 juga memang kan UGM tuh enggak masuk 46:27 wishlist kita gitu sebenarnya. He. 46:30 Padahal masuk wishlist banyak orang yang 46:32 susah banget masuknya. Kenapa ya? Karena 46:34 kita sadar diri kayaknya nilai kita 46:36 enggak akan masuk A ke situ. Tapi jadi 46:37 kadarullah banget ya. 46:40 Allah ya kita enggak tahu ya udah 46:42 jalanin saya bilang gitu itu udah 46:43 pilihan Allah kamu milih yang mana gitu 46:45 kan sempat bingung karena keterima juga 46:48 yang ini. Ya udah yang pertama dipilih 46:49 sama Allah itulah kamu ambil kamu 46:52 jalanin itu sih kalau boleh tahu nih 46:56 biaya masuk sekarang berapa sih di PTN 47:02 informasinya karena mungkin ada yang 47:04 pengin tahu bukan cuman satu orang ya. 47:06 Oke. Iya. Heh. Beda-beda sih gitu. Cuman 47:08 kalau Mandiri rata-rata ee memang untuk 47:12 IP-nya tuh di atas 10 ya. Heh. Terus UKT 47:15 minimal 8,5 kalau enggak salah minimal 47:17 ya. Hm. Per semester. Per semester gitu. 47:21 Cuman ee kalau dari UGM sendiri itu 47:23 berbeda sih kalau yang sudah saya 47:24 jalanin ya daripada PTN lain. Di awal 47:27 dia tidak memasukkan kita kesanggupan 47:29 berapa. Jadi pure benar-benar cuma 47:31 daftar ujian. Heh. Lolos. Lolos. baru 47:34 mereka menawarkan IP berapa dan berapa 47:36 berapa kita sanggup atau kita mau 47:38 mengajukan subsidi seperti itu. Oke. 47:42 Jadi ada kemudahan yang ditawarkan oleh 47:44 PTN juga ya. I benar. Oke. Kalau kita 47:48 masih punya cukup banyak waktu nih. Ada 47:50 tips-tips tertentu enggak yang bisa Dafa 47:53 berikan? bukan hanya terkait dengan 47:55 bagaimana bisa diterima di PTN, tapi 47:59 kalau mau jauh dari ayah bunda, apa sih 48:02 yang harus digenggam erat oleh anak-anak 48:05 zaman sekarang? 48:08 Ee ini dari saya ya. Saya enggak tahu 48:12 pandangan orang lain yang mungkin orang 48:14 punya pandangan atau perasaan yang 48:16 mungkin berbeda-beda. Heh. Kalau saya 48:19 sih saya percaya gitu kalau misalnya 48:21 saya baik-baik saja, orang tua juga 48:23 pasti baik-baik saja gitu. Tapi bukan 48:25 berarti saya susah, orang tua juga 48:26 susah. Enggak. Masyaallah. 48:29 Ya, saya 48:31 selalu ya tadi positif vibes aja. Saya 48:34 juga ya selalu mendoakan orang tua, 48:38 selalu mengharapkan yang terbaik, 48:40 menjalankan yang terbaik. Jadi 48:42 ya kalau misalnya diri sudah baik ya 48:46 insyaallah lingkungan juga ikutan baik 48:48 gitu dan itu bisa menjauhkan dari 48:51 hal-hal yang negatif di luar sana. 48:53 Jadi positive vibes itu nomor satu 48:57 karena bukan hanya ke diri sendiri tapi 48:58 juga ke sekitar kita ya. Luar biasa 49:02 banget. Nah, mudah-mudahan adik-adik 49:04 kelas atau siapapun yang ingin kuliah 49:08 jauh dari rumah persiapannya bagaimana 49:11 untuk bisa diterima dan untuk ee tegar 49:17 mampu menghadapi apapun di sana. 49:18 Godaannya banyak loh Dava. Jangan dikira 49:20 enggak ya, apalagi jauh dari 49:23 rumah. Masih perlu diomelin enggak? 49:25 Kadang-kadang masih banget. Kalau jauh 49:29 ngomelnya gimana dong? Harus diingetin 49:31 pakai WA kali ya. E kalau enggak 49:33 ditelepon nitip ke penjaga kos ya. Kalau 49:36 enggak bisa ditelepon. 49:38 Iya. Mudah-mudahan seperti halnya juga 49:41 Rais, mudah-mudahan Daava sukses di sana 49:43 dan mem meng harumkan nama IMC serta ee 49:50 Indonesia pada umumnya. Ada yang mau 49:53 ditambahkan terkait dengan ini? Ee Umi 49:56 ee ada P. Oke, kalau kami ya ngucapin 50:00 terima kasih aja sama IMC dan semua guru 50:03 juga pengajar semua yang sudah support 50:06 anak-anak sampai titik ini. Iya. dengan 50:09 model pendidikan yang betul-betul sangat 50:12 ee membantu ya. Sekali lagi terima kasih 50:15 juga untuk sahabat-sahabat yang tadi 50:18 yang sudah ee turun duluan karena kita 50:21 bagi dua sesi. Yang jelas info 50:23 pendaftaran sekali lagi untuk siswa baru 50:26 IMC di tahun 50:28 2025-2026 itu sudah dibuka ya. Untuk itu 50:34 bisa hubungi Pak Jo di 0897. 50:40 9207092. Sekali lagi 50:46 0897920792. Mudah-mudahan buah hati kita 50:49 mendapatkan tempat yang paling pas untuk 50:51 tumbuh kembang mereka menjadi 50:53 sosok-sosok yang akhlakul karimah yang 50:56 penuh dengan cinta kepada Indonesia 50:59 tentu saja. Sekali lagi terima kasih 51:01 semuanya. Billahi taufik walhidayah. 51:03 Wasalamualaikum warahmatullahi 51:05 wabarakatuh. Waalaikumsalam 51:06 warahmatullahi wabarakatuh.