Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 Brail [musik] 0:06 TVrahim. 0:12 Asalamualaikum warahmatullahi 0:13 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:15 sayyidina Muhammad waa ali sayyidina 0:16 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:18 lagi hari ini hari Rabu tanggal 15 Safar 0:21 1448 Hijriah atau tanggal 29 Juli Juli 0:27 2026 kita jumpa lagi dalam acara hijrah 0:30 Talk kami menghadirkan ini sudah banyak 0:32 yang rindu katanya dengan Umi Irena 0:34 Handono. kami hadirkan secara zoom 0:37 umiena Andono sekarang berada di Sentul 0:41 di Smartis 0:42 eh Irana Center di Sentul ya Islamic 0:48 School. Asalamualaikum Mimi. 0:51 Waalaikumsalam warahmatullah 0:53 wabarakatuh. Apa kabar Pak Krisna? 0:56 Baik nih banyak pendengar kangen sama 0:58 Umi. Kapan ditampilkan lagi Umi Rene? 1:00 Katanya udah kangen sama suaranya. 1:03 Alhamdulillah. mungkin bisa menyapa dulu 1:06 pendengar hasil. Silakan, Umi 1:08 I. Alhamdulillah pendengar hasil yang 1:11 insyaallah semuanya dirahmati dan 1:14 disayang oleh Allah subhanahu wa taala. 1:17 Apa kabar? Semoga kita senantiasa 1:21 ee sehat, sukses, dan bahagia. 1:25 Amin. 1:25 Sehat jasmani rohani. Amin. Amin. 1:28 Renand, 1:29 ayo kita hijrah. Hijrah terutama bagi 1:33 kita adalah hijrah hati di penghujung 1:35 usia. Insyaallah. 1:36 Baik. Tema hari ini adalah hijrah hati. 1:39 Di sini juga ada Neza dan ada Algi. 1:42 Silakan Umi di mengenai hijrah hati 1:46 seperti apa. 1:47 Iya. Iya. Pak Krishna dan pemirsa 1:51 seluruhnya. 1:53 Alhamdulillah kalau kita berbicara 1:55 tentang hijrah hati maka Umi akan 1:58 terlebih dahulu 2:01 meniti dari awal yaitu bagaimana ketika 2:04 manusia berada dalam kerugian waktu dan 2:07 kenapa dikatakan dalam kerugian waktu? 2:11 Coba kita lihat di dalam ayat Allah 2:14 surah Al-Asr di mana Allah Subhanahu wa 2:17 taala bahkan bersumpah 2:20 demikian seriusnya, demikian pentingnya 2:23 ayat ini. Allah sampai-sampai bersumpah 2:26 demi waktu untuk menegaskan bahwa 2:29 manusia itu benar-benar dalam keadaan 2:31 rugi jika tidak memanfaatkan umurnya 2:35 dengan baik. 2:37 Iya. Nah, ini 2:40 lengkapnya ayat Allah. Umi baca 2:43 terjemahnya ya. Demi masa sesungguhnya 2:45 manusia benar-benar berada dalam 2:47 kerugian 2:50 kecuali orang-orang yang beriman dan 2:53 beramal saleh serta saling menasehati 2:56 untuk kebenaran dan kesabaran. 3:01 sekarang mahal banget ya, saling 3:02 menasihati. 3:04 [menghela napas] Nah, ee dari sini kita 3:07 tahu kemudian kita mulai meraba bahwa 3:11 ternyata ada dua nikmat, dua nikmat yang 3:14 sering dilalaikan sehingga manusia bisa 3:17 dianggap sebagai kaum yang rugi. 3:22 Apa dua nikmat itu yang sering 3:24 dilalaikan? Rasulullah sallallahu alaihi 3:27 wasallam mengingatkan bahwa waktu, nah 3:30 ini ya waktu adalah model utama yang 3:35 seringki disia-siakan oleh manusia 3:38 sampai mereka sadar modal itu telah 3:41 habis alias kehabisan waktu. Dia aja 3:46 waktu sampai bisa habis ya kita tahulah. 3:49 Termasuk yang scroll scroll scroll itu 3:51 ya. 3:53 Nah, ee ada sebuah hadis Rasulullah 3:57 sallallahu alaihi wasallam yang 3:59 dikumpulkan oleh Imam Bukhari. 4:02 Dan kemudian saat itu Rasulullah 4:05 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 4:07 "Ada dua nikmat 4:10 yang banyak manusia tertipu." 4:14 Maksudnya apa? Tertipu? yaitu rugi. 4:17 Ada dua nikmat yang banyak manusia rugi, 4:20 yaitu 4:22 apa? Kesehatan dan waktu luang. Nikmat 4:27 kesehatan dan nikmat waktu luang. Arti 4:30 apa? Tertipu rugi karena mereka 4:34 melalaikan 4:36 kesehatan dan waktu luangnya. 4:40 Nah, lalu juga ada satu buah hadis lagi 4:43 yang harus kita ee sekaligus bahas 4:47 serangkaian hal ini, yaitu memanfaatkan 4:51 lima perkara sebelum lima perkara. Apa 4:54 itu? Memanfaatkan lima perkara sebelum 4:59 lima perkara sebelum ee ee ee mencegah 5:03 kerugian. Apa itu? 5:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 5:09 pernah berpesan 5:11 agar kita bergerak cepat dalam beramal 5:16 sebelum jatah usia dan kesempatan habis 5:20 dirungun oleh waktu. 5:24 Rasulullah bersabda, 5:27 "Manfaatkanlah lima perkara, 5:31 yaitu mudamu sebelum tuamu, sehatmu 5:36 sebelum sakitmu, 5:38 kayamu 5:40 sebelum miskinmu." 5:42 Kaya itu enggak kekal abatinya, 5:45 paket juga enggak kekal abadi. uangmu 5:49 sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum 5:53 matimu. Ini manfaatnya. Ini maksudnya 5:56 manfaatkan lima perkara tadi sebelum 6:00 lima perkara. 6:05 Nah, sekarang baru kita masuk nih 6:09 makna hijrah 6:12 hati. 6:13 Ada hijrah hati. 6:17 Ada yang disebut juga beriringan dengan 6:21 hijrah hati adalah istilah hijrah 6:24 orang-orang di masyarakat mengatakan 6:26 hijrah spiritual. 6:29 Jadi gini, 6:31 jika hijrah fisik adalah perpindahan 6:35 raga tubuh dari satu ke tempat ke tempat 6:39 yang lain, hijrah hati atau hijrah 6:43 spiritual, 6:45 hijrah qolbiah 6:47 atau maknawiah 6:49 adalah perpindahan kondisi batin. 6:54 Jadi kalbunya yang pindah ya, kondisi 6:58 batinnya pindah. Ini adalah sebuah 7:01 perjalanan navigasi internal 7:06 disebut internal di mana seseorang 7:09 secara sadar pindah. 7:12 pindah pindah dari kondisi spiritual 7:16 yang gelap, gersang, lalai menuju 7:19 kondisi batin yang terang, tenang, dan 7:23 dekat dengan penciptanya. 7:28 Jadi, hijrah 7:30 ee secara batin, hijrah hati tidak 7:34 membutuhkan bekal koper ya, Pak Krishna. 7:38 Iya. Iya. 7:39 Enggak perlu paspor juga. 7:42 Tapi yang diperlukan adalah ketulusan 7:45 niat dan konsistensi. 7:49 Nah, apa sih konsistensi? Kalau dalam 7:51 bahasa kita ya istikamah itu 7:54 konsistensi. 7:57 Nah, nah berikut ini misalnya adalah 8:00 rincian detailnya ya. Coba Umi Umi ulas 8:03 ya. rincian detail mengenai makna dan 8:06 hijrah hati 8:08 dan spiritual. Berpindah dari kelalaian 8:13 menuju kesadaran. 8:16 Berpindah dari kelalaian menuju 8:19 kesadaran. 8:22 Banyak manusia yang hidup dalam kondisi 8:24 tanda kutip tidur. 8:30 Tidur 8:32 ya. Orang tidur itu kan enggak tahu 8:34 apa-apa ya. 8:36 Mati sekejap itu ya. [tertawa] 8:40 Ya. Banyak manusia hidup dalam kondisi 8:43 tidur secara spiritual. 8:46 Mereka mengejar dunia tanpa mengingat 8:49 tujuan akhirat. dunia terus terus dunia 8:53 sampai ada istilah misalnya apa banting 8:56 tulang bayangin Pak Krishna tulang aja 8:59 dibanting-banting. [tertawa] 9:02 Jadi hijrah hati ini bermakna bangunnya 9:08 kesadaran batin. 9:12 Jadi seseorang mulai menyadari bahwa 9:15 waktu di dunia itu dia sadar, 9:19 mulai sadar mungkin ya, dia mulai sadar 9:22 bahwa waktu di dunia ini ternyata 9:25 ada limitnya. 9:27 I 9:27 bahkan sangat singkat 9:30 jatah usia itu terus berkembang ee 9:33 berkurang. Jadi kalau ada anak misalnya 9:35 anak gadis atau cowok keren 9:39 merayakan ulang tahun 17, ulang tahunnya 9:42 yang ke-17 bukan berarti umurnya 9:45 bertambah 17 tahun. 9:49 Enggak, umurnya berkurang 17 tahun. 9:52 H 9:54 kalau seperti Umi ini kata Pak Krishna 9:57 ini. Tapi ya [tertawa] 9:59 umi itu dikurangi 72 tahun. Bayangin gak 10:02 tahu sisanya tinggal berapa ya. 10:04 Besok nih umi nih nama [tertawa] 10:08 tanggal 30 Juli. 10:10 Eh enggak usah enggak usah bocor-bocorin 10:12 Pak. [tertawa] 10:14 Ini peringatan ini bagi Umi. 10:18 Ingat Iren kamu itu sudah makai hidupmu 10:22 72 tahun nih. Siap enggak nih? Aduh aduh 10:27 aduh aduh aduh aduh. 10:30 Yah, itulah 10:32 penginnya masih masih terus berbuat yang 10:36 bermanfaat ya, Pak Krista ya. 10:38 Iya, insyaallah 10:39 adu-adunya itu bukan adu-adu ketakutan, 10:41 tapi penginnya sih masih mau berbuat 10:45 yang lebih banyak lagi. 10:47 Khawatir kalau timbangannya kurang 10:49 cukup. 10:50 Nauzubillahzalik. 10:52 Dan setiap detik ya ini kan kita harus 10:56 mempertanggungjawabkan 10:57 apa yang kita perbuat. Contohnya gini, 11:03 soal salat 11:06 berarti kita harus memperbaiki kualitas 11:09 salat. lah 11:14 seorang ibu yang berhijrah dari salat di 11:18 akhir waktu karena sibuk urusan dapur, 11:22 anak atau bisnis ya ibu-ibu zaman 11:25 sekarang 11:27 menjadi ibu yang segera salat di awal 11:30 waktu. Masyaallah. Begitu azan langsung 11:33 ya. 11:34 He. 11:35 Dan mengondisikan anak-anaknya sejenak 11:38 demi mendahulukan panggilan Allah. 11:40 Nah, sekarang sudah banyak ibu-ibu yang 11:43 enggak berani ngingetin anaknya. 11:45 He. 11:47 Hanya karena anaknya lebih sukses secara 11:50 ekonomi dibanding dia yang sudah tua. 11:53 Nah, ini 11:56 ini kan kebalik-balik. Padahal ingat 11:58 mengingatkan itu gak ada batasan usia 12:00 kan. 12:01 Iya. 12:04 Contoh lainnya lagi 12:08 menghidupkan tumaknina. Apa sih 12:10 tumaknina? Seringkan kita dengar 12:13 tumaknina. 12:14 Kekhusyukan. 12:17 Kekhusyukan 12:21 dari yang biasanya salatnya tergesa-gesa 12:24 seperti dikejar macan tutul. 12:28 Kini ya hijrah untuk salat dengan 12:31 tenang. Ya, ini tumaknah 12:34 tenang. Menikmati setiap sujudnya 12:39 menjadikan momen istirahat terbaik dari 12:43 lelahnya urusan rumah tangga atau urusan 12:47 lain mungkin bisnisnya. 12:50 Nah, sekarang ini kan wanita juga banyak 12:53 yang berbisnis kan. 12:56 Malik tapi dia 12:59 mendahulukan mana 13:03 sukses dunia atau mau sukses akhirat? 13:10 Lalu lain lagi yaitu contoh lainnya lagi 13:14 membiasakan zikir di sela aktivitas ini 13:18 loh Pak Krishna susah. 13:20 Heeh. 13:22 dari yang biasanya ngelamun. Padahal 13:25 ngelamun itu seolah-olah seolah-olah 13:27 katanya lebih enak ini. 13:29 Atau mendengarkan hal yang tidak 13:31 bermanfaat 13:35 dan hatinya 13:39 dia niatkan untuk berhijrah menjadi 13:42 selalu basah dengan zikir, selawat, 13:46 istigfar. 13:49 zaman sekarang bahkan banyak ibu-ibu 13:52 mohon maaf di sono ya bukan di pemirsa 13:56 radio Rasil bukan di sono. 13:59 Heeh. 14:00 Banyak ibu-ibu yang mengucapkan kalimat 14:02 lailahaillallah 14:06 enggak bisa. 14:08 Hm. 14:09 Padahal setiap hari ayat ee kalimat itu 14:12 diperdengarkan. 14:14 Tapi saking tiap hari mungkin dia merasa 14:17 bosan. Ah gitu ya disepelekan. 14:21 Padahal maknanya demikian luar biasa. 14:26 Terus yang kedua ada lagi Pak Krishna 14:30 yang harus kita lakukan dan kita jalani. 14:36 Detoksifikasi 14:38 dan penyembuhan penyakit hati. Nah, ini 14:42 untuk hijrah hati ini harus mengalami 14:45 ini detoks ya. Detoks itu ngeluarin 14:49 racun ya, Pak ya. 14:50 Iya. 14:51 Detoksifikasi dan penyembuhan penyakit 14:54 hati. 14:57 Jadi hijrah hati itu adalah proses 14:59 membersihkan diri. Siapa yang hijrah 15:01 hati? Ya, kita. 15:03 Kalau Rasulullah itu hijrah secara fisik 15:08 dan juga secara hati, jasmani, rohani. 15:12 Tapi kalau kita kan tetap kita enggak 15:14 pindah kota gitu ya, tetap. 15:18 Jadi hijrah kita lebih banyak hijrah 15:20 hati. 15:22 Hijrah hati adalah proses membersihkan 15:25 diri. 15:26 Ini maksudnya kita pindah 15:30 ee dari diri kita yang mohon maaf yang 15:33 kotor, sampah-sampah visual batiniah. 15:38 Dan ini kita bersihkan. 15:40 Ini adalah transisi besar-besaran. 15:44 Contohnya apa? Contohnya apa? Konkretnya 15:47 itu kita lihat sifat riya. 15:53 Ri itu apa? ingin dipuji. 15:57 Kita hijrah berarti apa? Kita tinggalkan 16:00 yang riak dan kita 16:05 berjuang untuk mempunyai sifat ikhlas. 16:10 Hanya mengharap rida Allah. Allah. 16:15 Enggak enggak enggak perlu lagi ridanya 16:17 manusia. 16:19 Terlalu receh ya, Pak Krishna. 16:21 Iya. 16:22 Kita mengharap rida Allah. 16:25 Apalagi dari sifat hasad Pak Krishna. 16:29 Nah, ini iri dengki 16:35 menuju Sadrus Salim, hati yang lapang 16:39 dan ikut bahagia atas nikmat orang lain. 16:43 Ini dia tantangan. 16:45 H. Oke. 16:47 Sebab apa? Sebab manusia hidup pada 16:49 zaman sekarang ini, kebanyakan manusia 16:53 ini, mohon maaf enggak mau tersaingi. 16:58 Maunya dia yang nomor satu. 17:01 Enggak mau ada saingan 17:04 dan takut dia bersaing. Maka banyak 17:07 keculasan yang dilakukan. 17:10 Karena apa? Hasad. 17:13 Karena dia iri. 17:16 Yang ketiga, sifat 17:20 kibar. 17:22 Kibar itu apa? Bukan bendera yang 17:25 berkibar, bukan ya? Kibar, sombong, 17:30 merasa lebih baik. Ayo ini kita 17:33 tinggalkan kesombongan. 17:35 Merasa aku loh yang terbaik itu kita 17:39 tinggalkan 17:41 menuju tawadu. Tawadu itu apa? 17:46 Rendah hati. Bukan rendah diri 17:50 tapi rendah hati. 17:57 Nabi kita Rasulullah sallallahu alaihi 17:59 wasallam. 18:01 Contoh seorang yang mampu ikhlas, 18:03 sempurna, 18:05 sadrus salim, dan tawadu. 18:10 Lah kalau kita menyinta ee kalau kita 18:13 meniru pada Rasulullah, kita mencintai 18:15 Rasulullah, ya mestinya kita bisa 18:17 mengikuti ini. 18:20 Coba 18:22 apa sih contohnya? 18:25 Contohnya riak gimana? 18:29 Riak itu ingin dipuji. H. 18:31 Jadi, bagaimana menyembuhkan orang yang 18:34 berpenyakit riak? 18:36 Iya. 18:39 Misal seorang ibu dari sono yang 18:43 berhijrah dari kebiasaan membuat status 18:46 nih. 18:49 Kebiasaan kan buat status di media 18:51 sosial. 18:53 saat sedang salat tahajud 19:00 ya berpaling ke sana 19:03 saat baca Al-Qur'an kegoda juga sama 19:07 setan gitu 19:09 lirik ngelirik ngelirik status gitu kan 19:14 atau saat sedekah 19:16 saat sedekah juga begitu itu 19:23 ada aja begitu ee tampilan di media 19:27 sosial yang menarik hatinya sehingga dia 19:31 terlewatkan untuk bersedekah. 19:38 Nah, 19:39 setelah dia hijrah hati, ia 19:42 menyembunyikan ibadahnya. bukan pamer. 19:47 Ia menyembunyikan ibadahnya rapat-rapat 19:50 demi menjaga 19:52 supaya hatinya tetap ikhlas. 19:58 Karena dia niatnya untuk sedekah itu 20:02 bukan karena manusia, karena lillah, 20:05 karena Allah. 20:09 Ini [berdehem] 20:11 jadi ini tinggalkan teriak. 20:15 Yang kedua, 20:17 mengikis hasad. 20:20 Mengikis hasad. Mengikis 20:23 iri dan dengki. 20:26 Ini ada doanya. 20:31 Oke, coba kita lihat contoh soal. 20:36 Seseorang ketika melihat tetangganya 20:40 diberi rezeki berlimpah 20:43 atau anak tetangga yang sukses hafiz 20:48 Al-Qur'an. 20:51 Bukannya dia menyatakan, "Alhamdulillah 20:56 aku bertetangga 20:59 dengan 21:02 seorang anak yang hafiz Quran. 21:07 Ee rezeki orang tuanya juga melimpah." 21:09 Enggak. 21:11 Dia enggak begitu. Jadi 21:15 hatinya justru panas. 21:19 Terus kalau sudah panas apa? 21:21 Membanding-bandingkan. 21:23 Ih, bapaknya padahal apa sih dibanding 21:26 sama suamiku? Nah, ini. 21:28 Hm. 21:32 Tapi orang yang 21:34 sudah punya niatan untuk berubah, untuk 21:38 berpindah, 21:40 ya langsung bisa beristigfar, 21:45 sadar. 21:47 bahwa dia di posisi yang keliru. 21:51 Ya, langsung istigfar dan kemudian dia 21:54 berdoa, "Ya Allah, 21:57 berkahilah mereka. 22:01 Aku sudah enggak iri lagi, ya Allah. Aku 22:04 salah, aku dosa. Ampunilah aku. Aku 22:07 enggak mau lagi iri atau dengki kepada 22:09 tetanggaku. 22:11 Ya Allah, aku berdoa dengan ikhlas. 22:14 Berkahilah mereka. 22:17 Karuniakanlah kebaikan yang sama untuk 22:20 keluargaku. Boleh enggak doa seperti 22:23 ini? Boleh. 22:28 Baik enggak kalau doanya seperti ini? Ya 22:31 baik. 22:33 Jadi sudah enggak enggak ada rasa rasa 22:36 iri dengki lagi. Kalau minta seperti 22:39 mereka boleh, 22:41 minta lebih dari mereka pun boleh. tapi 22:44 tidak diiringi dengan terasa dengki. 22:51 Nah, oke Pak Krisna 22:54 tadi juga berbicara tentang tawakal ya. 22:58 Ayo 23:01 kita berjuang mengubah haluan cinta dan 23:05 ketergantungan. 23:08 mengubah dengan menjadi tawakal. 23:12 Ini 23:15 sebelum 23:16 berhijrah secara spiritual, 23:19 hati manusia itu seringki berharap pada 23:22 makhluk, 23:24 sangat bergantung pada penilaian 23:27 manusia, takut kehilangan jabatan, 23:32 cemas 23:34 tentang rezeki. 23:37 Ketika seseorang melakukan hijrah 23:39 spiritual, 23:41 maka ia memindahkan pusat 23:45 ketergantungannya 23:47 dan memindahkan juga pusat cintanya. 23:53 Orang ini menyadari bahwa makhluk bisa 23:56 mengecewakan. 23:58 Betul enggak, Mbak Krishna? 23:59 Iya. 24:01 Seringki makhluk itu mengecewakan, 24:05 lupa atau ingkar atau apalah seringkiali 24:08 begitu. 24:10 Tapi Allah tidak pernah mengecewakan 24:13 hambanya. 24:15 Betul kan? 24:17 Iya. 24:19 Sebagaimana firmannya surah at-Talaq 24:22 ayat 3. Dan barang siapa yang bertawakal 24:26 kepada Allah, niscaya Allah akan 24:30 mencukupkan keperluannya. Hm. 24:35 Syaratnya apa? Dicukupi keperluannya 24:38 oleh Allah. Syaratnya apa? 24:40 Takwa. 24:41 Tawakal. 24:43 Nah, ini 24:47 jangan bergantung pada manusia. 24:51 Ini coba kita lihat ya contohnya 24:54 kita lihat dalam masyarakat kita 24:58 dalam hal ekonomi keluarga. 25:02 Ada seorang ibu yang awalnya selalu 25:05 diliputi cemas, 25:10 stres, 25:13 dan menggantungkan 25:15 rasa amannya 25:17 kepada besaran gaji suami 25:20 atau bantuan orang tua. Banyak enggak 25:23 orang kayak begini? 25:25 Banyak, Om. 25:26 Banyak. 25:29 Tapi insyaallah sekali lagi bukan 25:31 pemirsa Rasil. 25:33 Amin. 25:35 Ia berhijrah dengan menanamkan keyakinan 25:38 di hatinya. Hijrah ya. Dia hijrah. Dia 25:42 sadar ini. 25:45 Dia sadar. Jadi awalnya itu dia cemas. 25:48 Cemas cemas cemas. 25:53 banyak stres 25:58 karena andalannya adalah besaran gaji 26:01 suami dan bantuan orang tua. 26:07 Akhirnya dengan banyak kepahitan 26:11 dia kemudian menyadari dan alhamdulillah 26:15 dia berhasil menanamkan keyakinan di 26:18 hatinya bahwa ternyata suaminya itu 26:22 hanyalah perantara. 26:27 Sedangkan penjamin dan pemilik rezeki 26:32 adalah Allah Subhanahu wa taala. Betul 26:34 kan? Betul. 26:37 Tapi untuk mencapai ke sini luar biasa 26:41 perjuangannya. 26:45 Seseorang kalau ditanya agamamu apa? Y 26:48 aku Islam tujuh turunan aku ya Islam. 26:55 Tapi Ibu kok masih cemas? Kok masih 26:58 stres? 27:01 Takut kalau gaji suami enggak naik. 27:05 takut kalau bantuan orang tua juga 27:07 terlambat. 27:12 Tanggal buktinya banyak kaum ibu di 27:15 tanggal tua 27:18 malah banyak yang stres, banyak yang 27:22 sakit ee gertnya kumat. 27:26 Tanggal muda amplop sudah di tangan, 27:29 semuanya sembuh. 27:33 [tertawa] 27:35 Nah, ketika nafkah sedang seret 27:37 misalnya, 27:41 ini ujiannya 27:43 ujian tawakal dia sudah mampu. Dia ini 27:46 hijrah kan. 27:48 Nah, dia menyimpulkan suaminya hanyalah 27:51 perantara. Coba sekarang 27:55 bagaimana ketika nafkah sedang seret, 28:00 ngamuk misalnya nih ada ibu-ibu yang 28:04 ngamuk pada suaminya. 28:08 Nah, dia bagaimana? 28:10 Apakah dia tetap marah-marah pada suami 28:13 misalnya ini ya misalnya atau dia 28:16 memperbanyak salat duha 28:19 dan istigfar? 28:21 memohon pintu rezeki dibuka oleh Allah. 28:25 Nah, ini contoh. 28:30 Nah, 28:34 maka 28:36 hijrah orientasi hidup. Nah, hijrah 28:40 sebagai orientasi hidup maka bisa kita 28:43 simpulkan atau mulailah kita mencari 28:45 kesimpulannya. Nanti di akhir kita 28:48 simpulkan secara utuh. 28:51 Hijah spiritual itu ternyata juga 28:55 mengubah cara pandang seseorang terhadap 28:58 ujian hidup. 28:59 Iya. 29:00 Ini loh. 29:06 Jadi tadinya 29:08 ee kalau sudah zikir itu bosan. 29:13 Lailahaillallah. 29:15 Lailahaillallah. 29:17 Lailahaillallah. 29:19 Ih, bosanlah. Emang Allah itu enggak 29:22 dengar. Nah, ini 29:27 hijrah spiritual mengubah cara pandang 29:29 seseorang terhadap ujian hidup. 29:34 Jika dulu melihat kesulitan sebagai 29:36 hukuman 29:38 atau kesialan, 29:40 setelah hijrah ia melihatnya sebagai 29:43 bentuk kasih sayang Allah untuk 29:45 menggugurkan dosa atau menaikkan 29:49 derajatnya. 29:52 Jadi 29:54 dunia tidak lagi diletakkan di dalam 29:56 hati hingga menyiksa pikiran. 30:00 Tapi dunia diletakkan hanya di genggaman 30:04 tangan sebagai dunia itu adalah sebagai 30:08 alat untuk beramal. Nah, ini 30:13 ini yang benar. 30:18 Jadi, dunia itu adalah alat 30:22 untuk beramal. 30:27 Pencapaian ke arah ini luar biasa. 30:32 Nah, kalau kita mau surganya Allah ya 30:34 kita tempuh. 30:38 Maka di dalam surah Azzariyat ayat 50 30:41 Allah berfirman, "Maka berlarilah." 30:45 Yang dimaksudkan di sini itu 30:47 berhijrahlah. 30:49 Berhijrahlah. Berpindahlah. 30:53 Cepat berpindahlah kepada Allah. 30:56 Sesungguhnya 30:57 aku seorang pemberi peringatan yang 30:59 nyata darinya untukmu. 31:07 Jadi Rasulullah menyatakan bahwa dia itu 31:10 hanya seorang 31:12 pemberi peringatan. 31:16 Peringatannya dari siapa? Dari Allah. 31:19 Untuk siapa? Ya, untuk kita. 31:23 Mampu enggak kita mengubah cara hidup 31:26 ini? Insyaallah mudah-mudahan kita semua 31:30 diberi kemampuan. 31:33 Sebab manusia itu kan lebih banyak 31:35 ngomel ya, Pak Krista ya. 31:36 Iya. 31:37 Kalau kalau sehat lupa dengan nikmat 31:41 sehat. Kalau tapi kalau sudah sakit wih 31:44 ngomelnya. 31:46 Ya Allah apa salahku? [tertawa] 31:52 Padahal yang berbuat salah ya dia. Yang 31:54 harusnya introspeksi juga dia kok malah 31:57 dia tanya lagi. [tertawa] 31:58 He. 31:59 Nah, kita lihat lagi contoh lain. 32:06 Hijrah mengubah lelah menjadi lillah. 32:13 Mengubah lelah capek menjadi lillah. 32:17 Ikhlas karena Allah. 32:20 Ibu yang awalnya memandang pekerjaan 32:22 rumah 32:24 atau ya ya kalau pekerjaan rumah itu apa 32:27 ya? Ya masak, ya mencuci, membersihkan 32:30 rumah ya. Nah, sekarang kalau di luar 32:34 rumah ya apalah sebagai apa sekretaris 32:37 atau apa sebagai ibu yang ee menganggap 32:42 pekerjaan itu sebagai beban yang 32:44 menyemukan dan melelahkan. 32:47 Ia berhijrah dengan mengubah sudut 32:49 pandang. 32:53 Setiap perbuatan yang dia lakukan 32:56 diniatkan sebagai 32:59 investasi pahala dan saksi kebaikan di 33:03 akhirat. Jadi apa maksudnya? Apa? 33:06 Lillah. 33:10 Apa aja yang dia kerjakan 33:12 bukan dikerjakan untuk maksud supaya 33:15 suaminya senang. 33:17 supaya anak-anaknya senang enggak, tapi 33:21 sebagai tabungan terhadap investasi 33:26 pahala. Atau dengan kata lain, apapun 33:29 yang dia kerjakan adalah saksi kebaikan 33:34 di akhirat. 33:38 Sehingga 33:40 rumah itu menjadi madrasah, bukan tempat 33:43 sehingga. 33:48 Seorang ibu yang awalnya menganggap 33:50 rumah hanya sebagai tempat istirahat dan 33:53 menonton hiburan setelah ee setelah 33:56 capai 33:59 ia hijrah 34:02 dengan mentransformasi fungsi rumahnya 34:05 menjadi baitul jannah, rumah surga, 34:10 tempat di mana lantunan Al-Qur'an hidup. 34:13 Enggak 34:15 gampang, tapi insyaallah karena iman 34:20 bisa dilakukan. 34:25 Menarik enggak, Pak? 34:27 Menarik. Menarik sekali. 34:30 Alhamdarillah. 34:32 Dan aku yakin ee 34:35 kita semua mampu untuk melakukan amin. 34:39 Nilai karena Allah. 34:40 Amin. 34:41 Mungkin ini dulu. 34:45 Pak Krisna. 34:46 Umi serahkan Pak Krishna kembali. Baik, 34:48 terima kasih Umi. Ini banyak sekali yang 34:50 masuk dan mereka menyambut. Terima kasih 34:53 saya kembali bisa mendengar suara Umi di 34:56 Radio Rasil. Kangen katanya Umi ini ada 35:01 ditanyakan dari hamba Allah seorang 35:02 suami sepertinya. Umi, istri saya kalau 35:05 pulang dari pasar mengeluh harga-harga 35:07 naik. 35:09 Saya aduh cuma ngelus-ngelus dada aja. 35:12 Bagaimana saya harus menjawabnya ini 35:15 supaya mereka enggak selalu mengeluh 35:16 karena selalu pulang dari se harga naik 35:19 ini naik ini naik katanya. Bagaimana 35:21 saya mesti menjawab ini supaya istri 35:23 saya jadi tenang? 35:25 Iya. 35:26 Dari hamba Allah. 35:27 Iya. Ya. 35:29 Pak yang membuat naik harga kan bukan 35:32 kita ya, Pak ya. 35:35 Jadi ya harga naik itu di luar di luar 35:38 keinginan daripada para suami. 35:41 H 35:43 bahwa terjadi kenaikan. Itulah sekarang 35:46 ujian bagi pengelola uang itu. 35:50 H 35:51 kalau diserahkan kepada ibu-ibu untuk 35:53 rumah tangga ya ujian bagi ibu rumah 35:55 tangga. Tapi suami kalau ada ada barang 36:00 ee ada makanan yang biasanya katakanlah 36:04 ee ayam dua ekor sekarang menjadi 36:08 ayamnya kok cuman seekor 36:11 ya harganya naik semua. 36:13 Heeh. 36:15 Bagaimana di sini kita sebagai kaum ibu 36:21 kurang mengalami pengurangan tapi kita 36:24 tetap bersyukur? Itu satu seni 36:26 tersendiri. 36:28 Bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi 36:32 dan protein 36:35 yang biasanya pakai ayam kita alihkan 36:38 kepada yang lebih murah daripada ayam. 36:42 Mungkin protein nabati. 36:47 Yang paling terkenal, Pak, di seluruh 36:50 dunia bangsa kita ini adalah pemilik 36:55 tempe. 36:56 Tempe ya. 37:02 Dan masih banyak yang lain. 37:05 Ini Pak Krisna, Umi pernah terkejutnya 37:09 ketika Umi ke Turki. 37:13 Iya. 37:15 Sepanjang Umi berada di Turki. 37:19 Iya, 37:21 2 minggu di sana. Maka Umi itu tiap hari 37:26 selalu mendapat makanan yang terdiri 37:30 yang ada sayuran yang pasti ada sebuah 37:34 sayuran yang namanya terong. 37:37 Terong. 37:38 Heeh. 37:40 Dan luar biasanya ee Turki itu punya 37:44 puluhan ber ee ee lebih dari 10 lah 37:49 jenis terong. 37:50 Hm. 37:52 Terong panjang, terong bulat, terong 37:55 bundar, 37:57 ada yang warna ungu, warna hijau, 38:00 macam-macam. 38:03 Kalau kita 38:05 bangsa kita, orang kita nih masak terong 38:09 itu kan terongnya kan dikupas ya, Pak 38:10 Krishna. 38:11 Iya. 38:13 Terongnya itu dikupas terus kulitnya 38:16 dibuang kan. 38:17 Iya. 38:19 Kalau di Turki 38:22 terutama di desa ya 38:26 mereka ini kalau makan terong itu 38:29 sakit-kulitnya 38:30 potong ujungnya bukan Pak Krisa potong 38:34 ujungnya sambil dikeruk 38:38 dikeruk dagingnya itu yang dimasak 38:41 h 38:42 nah tinggal kulitnya kan Pakisa 38:45 utuh kan 38:46 itu enggak dibuang 38:48 Iya. 38:50 Di pedesaan itu dijemur, 38:52 dijemur 38:54 dijempur sampai kering 38:57 terus 38:59 ditumpuk. 39:01 I 39:01 ketika musim dingin 39:05 kan tanaman gak ada semua mati kan. 39:07 Iya. 39:08 Ketika musim dingin itu yang diolah jadi 39:10 makanan. Dan kata mereka kulit ini lebih 39:14 enak, lebih nikmat daripada daging 39:17 terong. 39:21 Masyaallah, 39:23 kreatif 39:26 ya. Ini ini salah satu ya, Pak Krista 39:28 ya. Ini ini salah satu 39:31 ee bagaimana kalau kita diuji dengan 39:34 kenaikan 39:36 kenaikan harga bahan makan, harga pangan 39:40 yang di luar kendali kita. 39:45 Kita enggak boleh kemudian menyerah dan 39:47 kemudian anak-anak sampai ee stunting 39:51 misalnya ya. 39:53 Enggak 39:55 boleh begitu. 39:57 Terus dialihkan 39:59 pakai pewarna supaya cantik ya. Pakai 40:04 perasa atau apa enggak boleh 40:06 malah merusak kesehatan itu 40:07 bagaimana kita bisa 40:11 membuat itu olahan itu menjadi naik 40:14 nilai ee nilai gizi atau nilai 40:18 proteinnya. 40:22 fermentasi 40:26 ya. Cara-cara seperti itu, Pak. Kita 40:28 enggak boleh meratapi. 40:31 Gak boleh kita meratapi. 40:35 Baik. 40:37 Baik, Umi. Kita ke pertanyaan berikut 40:39 dari Bapak 40:41 Bapak Tarto di Pamulang. Asalamualaikum 40:44 Umir Rono. Alhamdulillah bisa dengar 40:46 kembali Umi di Rasil. Umi, kalau saya 40:49 lihat di YouTube banyak ee warga di 40:52 Eropa pada masuk Islam. Apakah itu 40:55 termasuk hijrah juga seperti yang Umi 40:57 maksud? 40:59 Ya, termasuk karena mereka dengan masuk 41:01 Islam maka mereka yang biasanya enggak 41:05 punya arah kiblat gitu ya, 41:08 saat ini pun mereka ee 41:11 apa namanya? Mempunyai arah kiblat. Jadi 41:14 salat itu enggak sembarangan menghadap 41:17 ee ke arah yang yang tidak diketahui, 41:20 tapi mencari tahu ini kiblatnya ke mana. 41:23 Terus salat. sebelum salat ya kita pun 41:26 wajib berwudu. 41:29 Nah, sebelum mereka menjadi mualaf ya 41:33 mualaf atau mualafah sebelum mereka 41:36 mengenal Islam ya mereka mau pakai 41:40 tanktop, mau pakai apa, gak perlu 41:43 menyucikan diri, membersihkan diri, 41:46 enggak perlu berwudu atau 41:49 mereka enggak mengenal itu semua. 41:53 Islam yang mengajarkan kerapian, 41:56 ketertiban, 41:57 kebersihan itu Islam. 42:02 Jadi pasti berubah, Pak. 42:05 Pasti berubah. 42:09 Ngomel enggak enggak boleh. Ayo. Ini 42:12 tadi kan hijrah 42:16 macam-macam contohnya yang sudah kita 42:19 urai bersama. 42:24 marah-marah. 42:26 Marah yang marah orang tua kepada anak 42:29 yang paling keren. 42:33 Marahnya orang tua kepada anak yang 42:35 paling keren itu adalah yang setahu Umi 42:39 nih. Setahu Umi adalah marahnya ibunya 42:45 Imam ee Sudis. 42:47 Imam Sudis. 42:49 Heeh. 42:50 Pak Krishna tahu kan? 42:52 Tahu. Tahu. Disempah menjadi imam 42:56 ya. 42:58 Jadi ee ayah Imam Sudis memberitahu 43:02 ibunya ee Bunda ee besok akan datang 43:07 teman-teman saya. 43:09 H. 43:10 Ayo kita potong 43:12 ee apa namanya? Kita potong kambing. 43:15 Buatkan masakan yang enak. 43:19 Orang Arab kan terkenal 43:21 menjamu tamu. 43:24 Orang Islam sih sebenarnya, tapi berawal 43:27 dari tradisi di sana. Nah, kemudian apa 43:31 yang terjadi? ini Imam ee Sudis kecil 43:35 ini dengan pemikiran anak kecil ya 43:39 sesuai dengan usianya ingin membantu 43:42 bagaimana 43:43 supaya ee daging kambing seekor itu bisa 43:48 mencukupi 43:49 ee tamu dan juga keluarga. 43:52 H 43:54 bagaimana ini caranya supaya bisa cukup? 43:58 Ternyata dia punya cara, sudis kecil 44:02 punya cara. Dia 44:05 ambil pasir 44:08 satu inilah satu timba. 44:12 H 44:12 dan dia masukkan pasir itu ke dalam ee 44:17 apa namanya? Gule gule. 44:19 Gle kambing. 44:22 Ibunya melihat dia bawa 44:25 ee apa namanya? Timba. 44:28 dia lihat aja. Tapi begitu timbnya itu 44:32 dituang, isi timba dituang ke dalam ke 44:36 dalam apa? Panci, ibunya teriak, "Sis, 44:40 apa yang kamu lakukan?" 44:43 "Iya, Ibu, ini supaya lebih banyak ini 44:47 gulai yang bisa kita bagikan. 44:49 Tetangga-tetangga kita juga bisa 44:51 menikmati gulai." 44:55 Kaget sekali ibunya. 44:57 Imam Sudis ya. Dan kemudian beliau 45:00 menyallah 45:04 la haula wala quwwata illa billah. 45:08 Awas kamu ya nanti setelah kamu dewasa 45:11 kamu jadi imam di Masjidil Haram. 45:14 Masyaallah. 45:17 Ini cara marahnya nih. Wah, ini cakep 45:20 banget. 45:23 Jadi bukan marah dengan mengata, "Kurang 45:26 ajar anak enggak tahu diri niru 45:28 bapaknya." Nah, ini 45:31 bapaknya enggak ikut-ikut ya ikut 45:32 disalahin. [tertawa] 45:36 Buara bilang, "Awas kamu ya, kamu kalau 45:40 sudah besar nanti kalau sudah dewasa 45:42 jadi imam di Masjidil Haram." Eh, benar 45:45 sumpah serapahnya ibunya beliau ini. 45:49 Itulah kemudian 45:51 kami meyakini ya ini doanya ibu ketika 45:54 dia marah itu 45:56 maka dikabulkan oleh Allah. 45:58 H. Jadi imam 46:01 di Masjidil Haram ya 46:06 jadi imam. 46:09 Coba ini 46:12 ya. Ini hijrah juga kan. 46:14 proses jadi kalau kalau marah enggak 46:17 enggak seperti dulu lagi. 46:19 Heeh. 46:20 Tapi marah marah yang berkualitas 46:23 [tertawa] 46:26 itu ya. Silakan, Pak. 46:28 Oke. Baik, kita ke pertanyaan berikut 46:31 dari Ibu Vivi. Asalamualaikum Umi. Oh, 46:34 Ibu Peti. 46:36 Terima kasih, Umi sudah terdengar lagi 46:37 suaranya dirasil Ibu Pet. Alhamdulillah 46:41 Ibu. 46:44 Ee Umi, bagaimana agar iman kita 46:47 konsisten, tidak goyah dengan ee 46:49 godan-godaan dunia yang suka memukau, 46:57 Ibu? Bu Vivi, 47:01 tadi Umi sudah memberikan ee beberapa 47:05 contoh, tapi Umi akan melengkapi. 47:10 Ada satu hal yang mesti kita ingat. 47:14 sebaiknya kita ingat Bu, kalau Ibu 47:17 sedang 47:19 digoda oleh perasaan kecewa, 47:24 didera oleh perasaan kecewa, 47:28 kesal, kecewa, 47:33 merasa capek, 47:36 Ibu, 47:37 Ibu jangan larut dan jangan menyendiri. 47:41 Hm. 47:44 Saya enggak tahu, Pak Kris, kalau 47:45 laki-laki gimana ya. Tapi kalau 47:48 perempuan menyendiri 47:50 hanya bertanya jawab sendiri. Mohon maaf 47:54 Umi khawatir dalam keadaan sedang labil, 47:57 setan yang masuk. 47:59 I 48:03 setan yang akan memperuncing 48:06 permasalahan kita. 48:08 Jadi jangan 48:10 kalau sedang galau 48:12 gundah keulana 48:15 keluarlah. Kalau dari dalam di dalam 48:17 kamar keluarlah. 48:20 Bila perlu lompatlah dari tempat itu. 48:23 Cari kegiatan, aktivitas dan berbicara. 48:27 Itu cara menyelamatkan diri. Setan tidak 48:31 akan mampu untuk menggoda ketika kita 48:33 sedang fokus berbicara. 48:37 Apalagi kebaikan, 48:39 tapi setan akan mengganggu ibu-ibu yang 48:42 sedang gundah kewenangan itu ya, Bu. 48:49 Baik, terima kasih Umis. Sayang sekali 48:51 kita sudah dibatasi oleh waktu. Mohon 48:53 maaf untuk Anda yang sudah kirim WA 48:56 belum sempat dijawab. Terima kasih atas 48:58 perhatiannya. Umi, terakhir apa yang mau 49:00 disampaikan Umi? Barangkali 49:02 kesimpulannya. Silakan, Umi. 49:04 [mendengus] 49:05 Kesimpulannya, alhamdulillah Umi juga 49:08 senang sebagaimana Ibu-ibu, Bapak-bapak 49:12 juga senang kita bisa berjumpa kembali. 49:15 Semoga ini bukan 49:18 yang terakhir kali. 49:19 Iya. Semoga kita bisa berjumpa kembali 49:23 dan kita bisa ee 49:27 membuat suatu suatu bahasan yang 49:31 bermanfaat dan lebih bermanfaat dan 49:34 lebih bermanfaat lagi. 49:36 Oke, Umi maaf. 49:38 Heeh. 49:39 Ada yang bertanya nomor telepon Umi 49:40 boleh? 49:42 Hm. 49:43 E Sharli aja mungkin ya S. 49:45 Iya betul betul. 49:46 Oke. [berdehem] Ini nomor teleponnya 49:48 Mbak S atau Ustazah S. Nomornya 08 49:51 enggak enggak aktif. 49:53 Iya. Nomor teleponnya Mbak Sali 0812 49:57 15 49:58 51 50:00 933. 50:02 Tiganya tiga kali jadi 081 50:08 51 50:10 9 333. 50:13 Tiganya tiga kali. Itu nomor telepon 50:16 Ustazah Salih putri dari ee Umi 50:19 Renandoono. Umi terima kasih sudah 50:22 member berbagi ilmu kepada kita semua. 50:25 Mudah-mudahan sehat ya. 50:27 Insyaallah Pak Krisna 50:29 banyak terima kasih juga atas kesempatan 50:32 yang diberikan dan semoga menjadi lahan 50:37 kita untuk berbuat baik. 50:40 Amin. 50:41 Untuk mendapatkan 50:43 pahala Allah. Oke, salam buat 50:45 teman-teman di Smartis Irena Center 50:48 Islamic School di Sentul. 50:50 Terima kasih sekali lagi. Baik, saya 50:52 Muhamad 50:53 Neza, kemudian Algi mohon pamit. 50:55 Wabillahi taufik walhidayah. 50:57 Alalamualaikum warahmatullahi 50:58 wabarakatuh.