Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan 0:20 akhwat rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 0:24 bersama-sama kembali pada siang ini di 0:28 Hijrah Talk. Mas Krishna berhalangan 0:30 hadir ya. Jadi ee saya menggantikan Mas 0:34 Krishna. Tidak lupa tentu saja salam 0:36 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:39 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:41 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:44 kita dipertemukan dengan beliau di saat 0:47 yang sangat kita rindukan di yaumil 0:49 akhir. Ikhwan akhwat, untuk hijrah tol 0:54 kali ini bisa jadi ini merupakan 0:57 perjalanan 0:59 spiritual seseorang yang menjadi 1:01 narasumber kita yang nanti mungkin juga 1:04 atau bahkan memang kita harapkan bisa 1:06 mempersuasi yang 1:08 mendengar tentang bagaimana beliau 1:12 melangkah mulai dari awal sampai 1:15 sekarang 1:16 ini. Narasumber kita adalah Bapak 1:20 Santoso Halim yang lebih dikenal dengan 1:24 sebutan Ko Halim, pria kelahiran Medan 1:27 yang sebentar lagi berulang tahun nih, 1:29 25 Mei dan beliau sudah hadir di sini. 1:32 Kita sapa beliau. Asalamualaikum 1:34 warahmatullahi wabarakatuh, Ko Halim. 1:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:38 wabarakatuh. Terima kasih atas 1:40 kesediaannya hadir di Hijrah Talk yang 1:43 mudah-mudahan seperti yang saya bilang 1:45 tadi bisa mempersuasi orang. Nah, 1:47 perjalanan spiritual yang pengin kita 1:49 dengar nih sejak kecil sampai sekarang 1:54 itu 1:55 kira-kira apa yang mempersuasi Anda? Apa 1:58 yang membuat Pak Halim Ko Halim ini ee 2:02 menjadi sosok seperti sekarang yang 2:04 punya peran begitu banyak di mualaf 2:06 Center nih, Ikhwan Ahwat? Silakan ya. 2:09 Terima kasih. 2:12 Ee selamat siang saya ucapkan terima 2:14 kasih bahwa saya diberikan kesempatan 2:17 untuk berbagi pengalaman ya terutama ee 2:21 terkait dengan ee perjalanan hidup sejak 2:25 kecil. 2:26 Jadi satu hal yang perlu saya sampaikan 2:29 adalah bahwa 2:32 ketika saya dalam kondisi kecil itu ee 2:35 dari sejak bayi sudah sakit-sakitan. 2:38 Jadi waktu itu saya kena penyakit yang 2:40 cukup menakutkan yaitu asma. Jadi sejak 2:45 bayi sudah asma. Nah, karena keluarga 2:48 asli saya itu banyak anak, itu ada 2:51 sekitar 13 orang saudara. 2:55 Ee ada kepercayaan di ee lingkungan 2:59 keluarga orang-orang Tionghoa. Jikalau 3:04 anak sakit dan berkepanjangan, maka dia 3:07 harus di ee berikan kepada saudaranya 3:10 dan diganti nama. Nah, supaya ee 3:13 diharapkan bahwa dia akan ee selamat. 3:16 sehat kembali dan bisa menata hidupnya 3:19 selanjutnya. Nah, akhirnya saya diadopsi 3:23 oleh paman saya itu di usia yang masih 3:26 sangat muda waktu itu masih ee bayi 3:28 kurang lebih sekitar mungkin 3:31 sekit. Nah, sejak saat itu kondisi sakit 3:36 ee asma saya sudah sangat luar biasa. 3:38 Jadi saya menderita penyakit asma itu 3:40 hampir 10 tahun. Berarti dari usia 1 3:43 sampai usia 10. belum juga 3:45 sembuh-sembuh. Nah, yang lucunya lagi 3:48 bahwa kalau kita berpenyakit asma, kita 3:50 sering dapat masukan dari orang bahwa 3:52 harus makan ini, makan itu. Ya, itu Bu 3:55 sampai boleh katakan saya ini sudah 3:57 termasuk kebun binatang, Bu. Kenapa saya 3:59 katakan begitu? Karena apapun saya 4:01 makan. Jadi orang tua itu saking sayang 4:04 dengan saya, takut saya kehilangan ee 4:08 kehilangan saya. Maka ketika disarankan 4:11 untuk makan burung hantu, maka dicarilah 4:14 burung hantu. Jadi ibarat kata dari 4:17 burung hantu, 4:19 ular, anak tikus dan semua binatang 4:23 termasuk kecoa itu sudah pernah dimakan. 4:25 Heeh. Dengan tujuan supaya saya sembuh 4:28 gitu. Nah, jadi makanya saya katakan 4:30 saya itu hampir seperti ee kebun 4:31 binatang mini ini. Semua makanan di 4:35 dihajar tidak sembuh-sembuh juga ya. 4:38 Artinya penyakitnya terus 4:40 berlanjut. Nah, di suatu saat itu saya 4:43 mengalami salah makan waktu itu. Salah 4:46 makan artinya yang paling ditakuti waktu 4:49 orang dulu itu adalah kalau ee asma itu 4:53 minum air kelapa muda. Enggak boleh. 4:57 Heeh. Heeh. H. Jadi, nah waktu itu 5:01 kelolosan saya sempat minum air kelapa 5:04 muda. He. Nah, itu memang habis-habisan 5:07 hari itu. Jadi, itu pas di usia 10 tahun 5:11 kurang. He. Saya minum kelapa muda. Ee 5:15 paginya saya minum dengan lahap sampai 5:17 habis dua biji ya. Karena belum pernah 5:19 minum air kelapa muda kan, termasuk ee 5:21 dagingnya juga. Oh, itu lahapnya luar 5:23 biasa tuh. Nikmat. Nah, sorenya sebelum 5:27 magrib itu saya sudah dalam kondisi 5:30 sangat parah. Jadi, sempat 5:32 muntah-muntah, sempat apa sampai 5:35 akhirnya ee dinyatakan 5:38 meninggal. Jadi, saya pernah meninggal. 5:41 E ini aneh juga nih. Pernah meninggal 5:43 mati. sempat 2 jam tuh meninggal dan 5:46 sempat juga di apa di ee katakan oleh 5:49 dokter yang mendampingi saya selama 10 5:52 tahun itu bahwa ini si kecil ini 5:55 meninggal jadi sudah diganti baju. Nah, 5:58 kalau orang zaman dulu zaman e 6:00 orang-orang Tionghoa kalau ganti baju 6:02 kan minimal tujuh lapis ya harus pakai 6:05 baju tujuh lapis supaya dimakamkan itu 6:07 ee dalam kondisi sesuai dengan 6:09 ritualnya. He itu sudah sempat saya 6:12 sudah sempat digantiin baju ee saya 6:14 sempat meninggal ee ee saya tahu 6:18 meninggal itu setelah saya bangun 6:20 diceritakan. Jadi waktu itu saya pernah 6:23 meninggal 2 jam. Yang saya rasakan hanya 6:27 ee saya memang lepas dari badan saya. 6:30 Jadi saya melihat saya sedang diganti 6:32 baju segala macam. Bingung juga kok ada 6:35 dua dua orang ya antara saya dan yang 6:38 sedang meninggal itu. Nah, di saat fase 6:42 kedua itu saya sempat ee di ee ditarik 6:46 seperti ditarik begitu ya di satu tempat 6:48 gitu. Perjalanan sangat jauh dan sangat 6:51 sepi. Waktu itu perasaan saya sempat 6:53 muncul rasa takut. Yang saya dengar 6:56 adalah ada suara. Suara itu adalah suara 6:59 ibu. He jadi ibu angkat saya 7:02 mendoakan 7:04 bahwa ee ibu saya mengatakan ee bahwa 7:08 dia sangat sayang sama saya dan dia 7:10 minta jikalau Tuhan mengizinkan maka 7:14 biarlah anak ini 7:16 hidup ada rasa sayang. Nah, begitu doa 7:19 itu di 7:21 diperdengarkan itu mendadak saya bangun 7:24 itu lari semua Bu. Jadi satu ruangan tuh 7:27 lari semua karena ini sudah meninggalkan 7:29 ceritanya. He lari. Perasaan 7:32 satu-satunya perasaan ketika saya bangun 7:34 itu adalah saya haus dan lapar. Saya 7:37 makan begitu banyak. He. Makan ini, 7:40 makan itu, sambil minum, sambil makan 7:42 segala macam. Beres. Nah, dokter 7:45 langsung datang mengecek badan saya 7:48 ini. Ee kenapa bisa terjadi seperti ini? 7:51 Dicek secara kesehatan, besoknya disuruh 7:54 ke lab langsung pergi ke rumah sakit. 7:56 dicek itu asma saya sudah hilang sama 7:59 sekali. Justru malah hilang. Enggak ada 8:01 lagi penyakit asma dan seperti saya 8:03 enggak pernah mengindap penyakit asma. 8:06 kejadian seperti itu. Nah, 8:10 rupanya ketika kalau dikaitkan dengan 8:13 keluarga, rupanya kakek 8:15 saya adalah seorang syekh karena saya 8:19 ada darah Aceh. Jadi, Aceh campur Cina 8:21 campur India nih. Jadi saya ini agak 8:24 sedikit unik ini. Gado-gado Bu. 8:26 Nah, dikatakan bahwa cucu saya ini 8:31 spesial, harus dijaga baik-baik karena 8:34 dia punya kemampuan luar 8:36 biasa. Ya, jadi ee memang sesuai dengan 8:40 ramalan kakek kata ibu saya bahwa saya 8:43 memang unik. Nah, sejak saat itu memang 8:46 setelah saya sembuh dari asma itu 8:49 kemudian saya hidup itu normal semuanya 8:52 serba normal. He. Nah, serba normal. 8:56 Saya hidup dalam keluarga yang waktu itu 8:58 ya termasuk keluarga yang cukup berada 9:00 ya. Artinya tidak susahlah hidupnya. 9:03 Wah, saya itu dijaga itu seperti 9:05 permata. He. Jadi tidak boleh ee 9:08 capek-capek, tidak boleh ini, tidak 9:11 boleh itu. Karena khawatir nanti asmanya 9:12 kambu lagi. He he. E terus. Nah, ini 9:15 kehidupan terus berjalan hingga saya 9:18 mulai ee sekolah. Nah, karena ee Bapak 9:23 ateis tidak beragama, kemudian Ibu 9:26 adalah Buddha. Buddha statistik ya 9:28 artinya Buddha yang tidak baca kitab 9:30 hanya sembahyang di kelenteng. He. 9:32 Akhirnya saya dimasukkan ke satu sekolah 9:34 yang cukup bergensi di Kota Medan, yaitu 9:38 sekolah Kristen Metodis. Nah, di situlah 9:42 terbentuk ee keyakinan saya di situ 9:45 mulai masuk ke agama Kristen waktu itu. 9:50 Nah, perjalanan ini terus ee malah waktu 9:54 masuk agama Kristen saya termasuk murid 9:56 yang nakal, suka bertanya yang aneh-aneh 10:00 terhadap pendeta. Iya. Ya, saya masih 10:02 ingat satu peristiwa yang lucu itu 10:04 adalah ketika ada kebaktian. Karena di 10:07 sekolah Kristen kan biasanya setiap hari 10:10 apa itu ada kebaktian. Jadi semua murid 10:12 dikumpul. Nah, saya pernah dikumpul tuh 10:14 waktu itu. Saya berani e tampil ke depan 10:17 pada saat pendeta lagi ceramah. Saya 10:19 tanya kepada Pak Pendeta, "Pak Pendeta, 10:21 kenapa Yesus disalib dalam kondisi 10:24 telanjang? Kan itu 10:26 memalukan." Akibatnya saya diskor 2 10:28 minggu karena dianggap tidak sopan. He. 10:31 Nah, itu mulai itu ah mulai ada 10:34 pertanyaan-pertanyaan yang unik dalam 10:36 diri saya secara pribadi. Nah, 10:38 pelan-pelan tuh mulai tumbuh barangkali 10:40 seperti itu. Tapi ee perjalanan demi 10:44 perjalanan memang sih perkembangan ee 10:47 keimanan saya ee dalam beberapa agama 10:51 saya pernah ee tekuni seperti Kristen, 10:53 Katolik, malah sempat jadi guru agama 10:55 Buddha. Saya pernah juga ee aktif di 10:58 agama Buddha gitu kurang lebih. Nah, ini 11:01 perjalanan singkat dulu. Mungkin ada Ibu 11:03 pertanyaan apa? Yang jelas ketika masih 11:06 kecil sudah sakit sampai 10 tahun ya 11:08 kena asma dan bisa sembuh dan sekarang 11:11 enggak pernah lagi muncul. Engak pernah 11:12 lagi enggak pernah muncul. Heeh. Yang 11:14 dikatakan kalau buku RA Kartini itu kan 11:18 habis gelap terbitlah terang. Kalau 11:21 perjalanan ee Bung Lim ini bisa saja 11:24 juga dari kegelapan menuju menujuhan 11:28 pencerahan. Kalau boleh tahu bagaimana 11:31 proses sampai memperoleh pemahaman Heeh. 11:35 tentang agama yang sekarang sedang 11:37 dipeluk ini, agama Islam ya. Heeh. Ya, 11:40 saya sambung kembali. Jadi ee begitu 11:43 saya sudah mulai besar ee ternyata saya 11:46 punya keunikan. keunikannya itu adalah 11:48 saya gampang bergaul, gampang bergaul 11:51 dan ee diterima di mana-mana dengan baik 11:54 gitu loh. Tentu dengan ee ee dengan apa 11:57 dengan kebaikan diri juga kita enggak 12:00 sembarangan begitu kita jaga etika, jaga 12:02 kesopanan gitu loh diterima. Nah, sampai 12:06 satu titik optimal ketika saya sudah di 12:09 Katolik, saya pernah jadi wakil ketua 12:11 karismatik, kemudian di Buddha saya 12:13 pernah jadi guru agama Buddha. Nah, 12:15 mulai muncul tuh banyak pertanyaan. 12:18 Sebetulnya 12:20 ee tujuan hidup itu apa sih sebenarnya? 12:23 Nah, itu mulai muncul tuh saat itu. Nah, 12:25 ketika itu muncul maka saya sering 12:29 didatangin oleh kakek saya di mimpi 12:31 berkali-kali. He. Nah, kakek saya itu 12:35 postur tubuhnya tinggi ee gagah. 12:40 Pedangnya saya hitung kira-kira ada 2 m 12:42 kali pedangnya. Dia pakai baju hitam 12:44 kemudian pakai apa? Udeng ya? Udeng atau 12:47 apa gitu. Nah, dia datang hanya dia 12:50 lihat saya dan dia katakan 12:52 bahwa kamu sudah dikasih kesempatan 12:55 untuk hidup. Ya, sekarang kamu harus 13:01 fitrah. Nah, ini kembali ke fitrah. 13:04 Maksudnya apa? Enggak paham saya. Saya 13:07 tanya nih ke ulama-ulama. Nah, ternyata 13:09 jawabannya aneka ragam. Ada yang bilang 13:12 saya mesti ee ee apa e jadi orang yang 13:17 lebih baik, harus merubah sikap saya. 13:20 Terus ada macam-macam dah. He. Nah, 13:23 terakhir saya dapat satu ulama yang 13:26 betul dia bisa memberikan pencerahan 13:28 adalah bahwa kemungkinan saya harus 13:32 kembali ke Islam karena katanya kan 13:35 fitrah. Lah ditanya kakekmu tuh siapa? 13:38 Nah, saya bilang saya gak kenal kakek 13:39 saya siapa. Akhirnya saya cari tahu 13:42 siapa kakek saya. Nah, ternyata kakek 13:43 saya memang adalah ulama besar dulu di 13:46 Aceh di Melabo. Nah, ketika ibu saya 13:49 menikah sama bapak saya, bapak saya kan 13:52 asli dari Tiongkok datang. He. Itu 13:55 mereka tidak bisa nikah di Aceh karena 13:58 Aceh waktu itu keras, enggak boleh ada 14:00 kawin campur. Jadi mereka kawin lari. 14:03 Jadi pergi ke satu daerah kira-kira 3 14:05 jam lah dari Aceh. He. Nah, rupanya 14:08 kakek ini adalah ulama besar. Karena 14:10 artinya fitrah kalau dikaitkan dengan 14:12 kakek berarti harus kembali ke Islam. 14:15 Iya. Nah, di situ tuh mulai menggebu. 14:18 Tapi saya masih anggap remeh. Saya pikir 14:20 namanya mimpi ya itu bisa aja karena 14:23 kita mungkin capek ya kan. Bisa aja 14:25 karena itu. Jadi kita tidak terlalu ke 14:27 mistik. Tapi mimpi ini datangnya 14:31 berturut-turut. Kadang-kadang seminggu 14:32 bisa tiga kali, kadang-kadang seminggu 14:34 empat kali. Sampai terakhir 14:37 ujung-ujungnya kakek keluarkan 14:39 pedangnya. 14:40 Lalu ujung pedangnya itu pasti pelipis 14:43 saya di satu malam itu bahwa kalau masih 14:47 tetap bandel maka saya pisahkan kepala 14:50 sama badanmu. Heeh. Wah, ini sudah 14:53 ancaman ini. Keseram juga kan. He. Wah, 14:55 kalau begitu harus bagaimana saya 14:57 pikirkan? Nah, waktu itu saya masih 15:00 dalam kondisi sangat jahiliah, Bu. Saya 15:03 pernah jadi manajer diskotik di Kota 15:06 Batam. Empat ruko, lima lantai lengkap. 15:09 di situ ada Amusemen, ada Casino, ada 15:12 PAP. Komplit saya manajernya. Nah, waktu 15:15 itu saya melihat bahwa ini kesempatan 15:18 saya harus keluar dari 15:21 Batam gitu. Nah, artinya kalau kita ee 15:25 jelaskan dalam agama Islam sekarang itu 15:28 adalah saya diminta untuk hijrah keluar. 15:32 Nah, waktu itu saya putuskan sama istri. 15:35 Waktu itu saya sudah punya istri Advent 15:38 agamanya Kristen juga. Saya Katolik. Ayo 15:41 kita berangkat ke 15:43 Jogja. Padahal Jogja kita juga enggak 15:46 tahu mau ngapain. Cuma ada teman di 15:47 Jogja e dulu bekas teman-teman di klub. 15:51 Dia bilang dia lagi mau buka PA di sana 15:53 butuh orang di Ambarukmo. Hotel Ambarumo 15:56 saya masih ingat. Jadi tujuan saya ke 15:58 Jogja kerja sama teman saya pokoknya 16:01 lepas dulu dari Batam. Karena saya pikir 16:04 PAP kan agak mending ya dosanya ya kan 16:06 enggak ada kasinonya. Kalau di Batam kan 16:08 kasino komplit tuh segala macam komplit. 16:10 Kalau ini agak mendinglah pikiran begitu 16:13 masih pakai cara berpikir orang biasa 16:15 gitu. 16:17 Begitu saya sampai di Jogja ternyata 16:20 Ambaro lagi dibongkar hotelnya karena 16:23 direnovasi karena carefour mau masuk 16:25 waktu itu. Yang depannya kan Carefour. 16:28 Iya. 16:30 Kehilangan kontak. Udah. 16:33 berarti udah enggak bisa ke Pak pun 16:36 sudah enggak bisa. Nah, akhirnya saya 16:38 pikir karena kakek masih datang juga di 16:40 mimpi bahwa ditagih kapan gitu loh. Oke, 16:46 kalau gitu saya pikir kalau saya mau 16:49 masuk Islam saya mesti ke masjid ya. 16:52 Enggak mungkin saya masuk Islam pergi ke 16:54 supermarket ya pasti ke masjid ya kan. 16:57 Akhirnya saya pergi ke masjid gede, 16:59 masjid yang paling top lah di Jogja 17:02 itu. Cari siapa? Saya cari 17:04 ustaz atau kiai di sana. Nah, di hari 17:09 Jumat saya ke sana, saya masih ingat 17:11 waktu itu semua ustaz, kiai itu enggak 17:14 ada lagi. Enggak enggak di enggak 17:16 ditempat. Ini terhalang lagi ini jadi 17:18 Islam ini. Saya masih cari karena saya 17:21 ketakutan kan karena ke ada ancaman dari 17:24 kakek saya. Kalau pedang nanti bisa 17:27 putus kepala kan. Ee cari ketemu sama ee 17:30 satu teman, bukan temanlah kenalan gitu 17:33 namanya Pak Gonang waktu itu. Itu beliau 17:36 adalah ketua himpunan pengusaha muda 17:38 Indonesia. Itu kejadiannya di tahun 17:41 2004. Saya datangin nekad. Saya bilang 17:44 sama beliau, "Pak Gonang, saya mau masuk 17:46 Islam. Kaget semua. Waduh, kok tiba-tiba 17:49 mau masuk Islam? Ud ngelihat KTP saya 17:51 KTP Batam lagi kan. ini jangan-jangan 17:54 penjahat dari mana kan gitu kan bingung. 17:57 Nah, ini mau islamkan satu ini enggak 17:59 ada kejelasan alamatnya masih di hotel. 18:02 Saya sama istri kan di hotel. Nah, 18:04 akhirnya sudah kalau gitu kita cari ee 18:07 orang yang lebih pantaslah, yang lebih 18:10 tahu siapa. Maka diperkenalkanlah dengan 18:13 almarhum Habib ee Masido 18:16 Alhasni. Ah, di situ saya diperkenalkan. 18:20 Yang lucunya lagi ketika saya 18:23 diperkenalkan dengan Habib katanya ini 18:25 ada namanya Santoso Halim mau masuk 18:27 Islam lah. Kenapa enggak diislamkan? 18:30 Pada diam. Kalau dia mati gimana 18:32 katanya? Waduh Islam kan. Enggak usah 18:36 pusing dia itu mau penjahat mau apa. Itu 18:38 urusan dia. Yang penting dia mau masuk 18:40 Islam kita islamkan katanya gitu. Udah 18:44 terus saya ditanya. Nah saya ditanya ee 18:48 kapan mau masuk Islam? Nah, ini masuk 18:50 Islam gimana caranya nih? Eh, Habib ya 18:53 caranya cuma baca dua kalimat syahadat 18:55 udah jadi Islam habis itu udah 18:56 gampanglah itu agak gampanglah pokoknya 18:58 masuk Islam paling gampang digampangin 19:00 terus sama Habib kan ya supaya saya 19:02 enggak rumit barangkali kan udah main 19:04 gampang-gampang 19:06 ee mau Islam kan kapan Sabtu bisa 19:09 enggak? Enggak enggak bisa, Bib. Sabtu 19:11 soalnya saya ada acara di klub. Saya 19:13 bilang, "Saya ada undangan ini masih 19:15 main klub terus masih minum. Tiap-tiap 19:18 hari harus minum. Tiap malam tuh saya 19:20 harus minum dua botol bir kecil baru 19:22 bisa tidur. Kalau enggak enggak bisa 19:24 tidur. Ee saya ke klub." Hah? Ke klub 19:27 katanya Sabtu. Ngapain di klub? Enggak. 19:29 Saya ada undangan, Bib. Harus hadir. 19:32 Enggak enak ini ada teman gitu. Untuk 19:35 moga-moga aja kamu enggak mati di klub 19:36 katanya. Ya udah, enggak apa-apa, Habib. 19:38 Doain ee minggu aja. Minggu ya. Sudahud 19:41 minggu jam berapa? Jam 0.00 saya bilang, 19:42 "Bip loh kenapa pagi?" Ya dari klub saya 19:45 langsung saya bilang. Jadi habis habis 19:48 ini klub kan jam 0.00 jam . kan itu 19:50 enggak ganti baju langsung 19:53 udah setengah mabuk lagi ini. Wah kok 19:56 kenapa matanya merah? Enggak habis 19:57 minum. Banyak nih Bib. Ya udah kamu 19:59 mabuk ya? Ya sedikitlah Bib. Udah kamu 20:01 ini dulu wudu dulu. Oh dia dia enggak 20:03 ngerti wudu kata Habib. Dia kan belum 20:05 paham wudu kan. Udah kamu mandi dulu. 20:07 dikasih handuk disuruh mandi. Nah, 20:09 begitu selesai mandi, nah baru disuruh 20:12 duduk dipanggil dari Muhammadiyah persis 20:16 sama ee petugas dari Kanwil Agama. 20:20 Panggil langsung bilang, "Kamu sekarang 20:22 syahadat ya?" "Ya udah, Bib. Mau apa aja 20:25 terserahlah. Yang penting gua enggak 20:27 dibantai sama kakek gua." Gua bilang, 20:28 "Ya kan J ngomongnya kurang ajar." 20:31 Betul. Enggak ada sopan santunnya. Udah 20:33 udah sarapan belum? Udah. Eh, makan dulu 20:36 dikit pingsan nanti kau nanti. K. Ah, 20:38 mau diapain, Bib? Kok sampai pingsan? 20:40 Enggak. Makan dulu. Disuruh makan. Udah 20:42 itu sudah siap. Dikasih pakai baju koko. 20:46 E pakai sarung kan belum belum paham. 20:48 Pakai baju koko dikasih kopia. Sudah 20:50 sekarang kamu saya islamkan ya. Saksinya 20:54 banyak. Baca dua kalimat s. 20:57 Begitu selesai baca dua kalimat 20:59 syahadat, yang pertama keluar dari dalam 21:02 hati saya adalah ada rasa ketenangan 21:05 yang sangat luar biasa. Masyaallah. 21:07 Tenang, damai, itu rasanya badan tuh 21:11 ringan. Kalau enggak dipegang mungkin 21:13 saya sudah melayang-melayang tuh. 21:15 Ringan. Nah, habis itu sudah selesai 21:18 baca syahadat nangis nangis air mata 21:22 keluar. Malu saya kok bisa nangis. Habib 21:25 bilang, "Kalau mau nangis, nangis aja. 21:27 Enggak usah gengsi-gengsi, enggak ada 21:29 yang peduli." Katanya, "Lumah nangis 21:31 enggak apa-apa," katanya. Udah nangis, 21:33 sudah nangis, 21:35 udah sekarang sudah jadi Islam katanya. 21:38 Nah, sekarang harus belajar salat. 21:41 Belajar salatnya di mana, Bib? Bib 21:44 enggak? Lu jangan manja-manja sama aku. 21:48 Itu banyak masjid. Kamu pergi ke masjid, 21:51 jangan ke klub lagi. Ya, mati lu nanti 21:53 katanya. 21:55 Lu pergi ke masjid, lu belajar tuh sama 21:57 ustaz di sana. Kebetulan tempat tinggal 21:58 saya dulu di Mangku Yudan, Bu. Heeh. Ee 22:01 disuruh ke masjid. Terus saya bilang, 22:03 "Bib, saya mau tanya nih, Bib. Apa 22:08 kenapa, Bib, habis saya mengucapkan dua 22:10 kalimat sadah saya kalau nangis? Saya 22:13 jarang nangis loh, Bib. Saya ini orang 22:14 kuat, Bib. Laki-laki kok nangis malu 22:17 katanya. Lah enggak apa-apa. Kenapa kok 22:19 nangis malu? 22:21 Yang penting nangis bukan karena banyak 22:23 hutang. Saya bilang, "Enggak, Bib. Saya 22:24 enggak pernah berhutang, Bib." Ya udah. 22:27 Ah, sekarang gini. Kamu kan sudah jadi 22:30 Islam walaupun kamu masih statusnya 22:32 mualaf, ya kan? Jadi nangisnya kamu itu 22:38 dikarenakan selama 22:41 ini jiwa kamu, roh kamu itu mau kembali 22:44 fitrah, mau kembali ke Islam. Cuma 22:47 badanmu ini bandel enggak mau selalu 22:51 maunya ke klub enggak mau ke masjid. 22:55 Jadi ketika jiwa kamu dan badan kamu 22:58 bersatu, maka di situlah kebahagiaan 23:02 dimunculkan. Lalu kamu jadi tenang, jadi 23:05 damai. Paham enggak? Enggak, Bib. Loh, 23:08 kok enggak paham? Ya, pokoknya saya cuma 23:10 pengin tahu kenapa nangis. Ya, nangis 23:12 itu adalah nangis kebahagiaan. 23:16 Lihat enggak kalau misalnya ada ibu-ibu 23:20 melahirkan setelah anaknya keluar dari 23:24 rahim biasanya nangis. Kenapa? Ada dua 23:27 sebab. Satu nangis karena capek. Kedua 23:29 nangis karena bahagia. 23:32 Bukan nangis karena biaya rumah sakit 23:34 belum dibayar ya, Bu ya. Itu jadi 23:37 artinya kan ini ada makna. Ya udah, 23:39 sekarang kamu belajar Islam, pergilah ke 23:41 masjid, belajar sendiri, enggak usah 23:43 diajarin. Kamu pintar kok, katanya. 23:45 Kalau kamu enggak pintar, kamu enggak 23:47 sampai di sini. Allah sudah arahkan. Ya, 23:50 sejak saat itulah saya mulai belajar 23:52 yang namanya 23:54 salat, mulai 23:56 puasa lalu sunat, kemudian saya ee nikah 24:01 ulang dalam Islam. Dan 24:04 alhamdulillah 2 bulan lebih saya setelah 24:07 saya masuk Islam, istri 24:09 saya mengajukan diri minta supaya 24:13 diislamkan juga. Alhamdulillah. 24:15 Alhamdulillah. Padahal saya enggak mau. 24:18 Ayo. Nah, kan lucu kan? Istri mau masuk 24:22 Islam saya bilang, "Ei, lu jangan 24:23 iku-itukan gua lu. Gua lagi spekulasi 24:26 ini." Ya kan? Masuk Islam ini karena 24:27 kakek ancam-ancam. Kalau gua enggak 24:29 masuk Islam ini, lu mau ikut masuk Islam 24:32 maksudnya apa? Apa lu benar dari hati 24:35 atau lu cuma ikut-ikutan? 24:38 Istri bilang, "Gua demen sama lu. Lihat 24:41 lu punya gaya." Katanya, "Sejak lu mas 24:43 mau Islam, lu sudah enggak minum." Heeh. 24:46 "Badan lu selalu bersih. 24:49 Luut udah berubah, sayang katanya." 24:51 "Wah, pakai sayang 24:53 lagi." Loh, kok jadi mesra ya kita ya? 24:57 Artinya selama ini saya merasa suami 25:00 saya itu udah kayak setengah setan 25:02 sebetulnya. Cuma saya enggak berani 25:04 protes. Tapi sekarang kamu sudah beda. 25:07 Tutur katamu sudah bagus. Kamu sudah 25:10 memunculkan sifat-sifat sebagai seorang 25:13 suami. Makanya 25:16 saya mau ikut masuk Islam. Berarti Islam 25:19 ini tepat gitu. Nah, sudah beliau masuk 25:22 Islam. Nah, ini ceritanya nih satu nih. 25:24 Jadi, ikhwan akhwat, begitulah cerita 25:28 Bung atau Koh Halim ini awal menjadi 25:33 mualaf yang kemudian diikuti oleh 25:35 istrinya yang oh ternyata dengan 25:38 berpindahnya agama perilakunya lebih 25:40 keren gitu. Nah, biasanya kan ada saja 25:44 ee hambatan atau masalah yang muncul 25:47 setelah terjadinya perubahan itu. 25:49 Mungkin dari keluarga, mungkin dari yang 25:52 lain. Kira-kira masalah apa yang pada 25:55 saat menjadi mualaf itu kemudian datang? 25:58 Ya, jadi kalau dilihat dari keluarga 26:01 kami ee kalau saya pribadi dari keluarga 26:04 orang Tionghoa asli ya. He itu enggak 26:08 peduli. Yang penting jangan menyusahkan 26:11 keluarga. Karena keluarga saya pada 26:13 prinsipnya adalah bahwa lu akan dianggap 26:16 berhasil kalau lu bisa kaya raya. Itu 26:18 aja. Nah, sebelum lu kaya raya, lu 26:21 jangan coba-coba bicara sama keluarga 26:23 karena ujung-ujungnya nanti pinjam duit 26:24 lagi, ya kan? Jadi hitungannya memang 26:26 luar biasa. Nah, cuma yang berat itu 26:29 adalah istri. Karena beliau ini kan ee 26:33 marganya adalah marga Batak. 26:36 dan keluarganya tidak ada yang Islam. 26:39 Iya. Nah, ini memang tantangan. Jadi, 26:41 artinya ee waktu itu keluarga belum tahu 26:45 secara full bahwa dia itu sudah ee sudah 26:48 kembali ke Islam gitu loh. Heeh. Jadi, 26:50 itulah tantangannya. Tapi alhamdulillah 26:53 ada satu kejadian yang cukup menarik 26:55 yang mau saya ceritakan di sini adalah 26:57 ketika neneknya meninggal, jadi dia 27:00 sempat pulang ke kampung. 27:03 Waktu itu saya tidak punya bekal apa-apa 27:06 ya. Saya hanya bisa kasih ongkos. Lalu 27:09 saya pikir bagaimana saya bisa 27:11 mendampingi istri. He. Sedangkan duit 27:14 pas-pasan hanya buat istri perjalanan 27:16 pulang 27:18 kampung. Dan saya khawatir ketika sampai 27:21 di kampung mungkin dia akan mendapat 27:25 tantangan. Akhirnya dengan ee ilmu apa 27:28 adanya saya salat setiap malam. Salat 27:31 malam ya. ya tahajud lah ya. Saya minta 27:34 supaya Allah mengirimkan malaikatnya 27:36 untuk mendampingi istri selama di 27:40 kampung. Nah, ternyata istri setelah 27:42 kembali kampung cerita kembali ke ke 27:45 dari kampung cerita bahwa ee ketika dia 27:48 sampai di kampung dia enggak berani 27:51 salat. Padahal dia bawa tuh kena 27:53 sajadahnya. Tapi suatu hari mertua saya 27:56 ngomong, e ibu mertua saya 27:59 ngomong, "Saya dengar kamu masuk Islam 28:01 kok enggak pernah sembahyang kamu?" 28:03 katanya. Masyaallah. Akhirnya dia salat 28:06 dengan leluasa karena ditanya Zusul, 28:08 "Kenapa enggak salat gitu loh." Nah, 28:11 ketika kembali pun dia naik bus ya 28:14 pulang dari Medan ke waktu itu saya 28:16 tinggal di Bandung, pulang ke Medan. dia 28:18 itu ee 28:20 sempat ada satu perempuan ibu-ibu 28:23 dampingin dia selama perjalanan sampai 28:26 dekat ke Bandung. Ibu-ibu turun terus 28:28 enggak ada lagi ibunya. Ibunya apa 28:31 memperlakukan dia itu sangat luar biasa. 28:34 Jadi semua diperhatikan barang banyak 28:36 padahal enggak kenal ibu-ibunya. Nah, 28:39 ini kejadian-kejadian ee gaib yang saya 28:41 rasakan. 28:43 Jadi, alhamdulillah akhirnya istri bisa 28:46 ee terus ee terpelihara akidah dan 28:49 tauhidnya gitu loh. Itu kurang lebih 28:51 seperti itu. Jadi tidak ada lagi 28:53 hambatan dari keluarga itu kurang lebih. 28:56 Kemudian bisa bergabung dengan mualaf 28:59 center. Heeh. Itu gimana ceritanya? I. 29:02 Nah, kalau cerita mualaf center 29:03 sebetulnya saya punya cita-cita begini 29:06 karena saya melihat bahwa pengalaman 29:08 mualaf ini kan unik. He. Saya termasuk 29:11 beruntung karena tidak terlalu banyak 29:13 masalah. Tapi terus terang saya katakan 29:16 bahwa cobaan ujian yang Allah berikan 29:19 kepada kita orang mualaf ini adalah 29:22 tujuannya supaya kita kuat akidah dan 29:24 tauhid. Kita sempat dicoba macam-macam 29:27 sampai puluhan tahun kita masih 29:28 mengalami cobaan dan ujian. Tapi 29:30 alhamdulillah bisa kita ee hadapi dengan 29:34 baik. Nah, segala sesuatu itu adalah 29:36 tauhid dan akidah kita harus kuat. Nah, 29:39 ini saya kan mau berbagi nih dengan 29:40 mualap-mualf sekarang yang sangat 29:42 dimanjakan. Mualap sekarang zaman saya 29:45 dulu 2004 enggak ada mualap center. Jadi 29:48 kita belajar di masjid semua tergantung 29:50 kita. Kita belajar di masjid kita apa 29:53 kalau muala-mula sekarang kan banyak 29:54 sekali yayasan mualaf yang ngurusin 29:57 mualaf itu enaknya luar biasa. Cuma satu 30:00 hal ketika menjadi seorang Islam kita 30:03 harus tahu bahwa syarat utama setelah 30:06 syahadat itu adalah salat. enggak bisa 30:08 di tawar. Tawar. Heeh. Itu. Nah, ini 30:12 yang saya ingin berbagi. Akhirnya saya 30:14 bergabunglah dengan teman-teman di 30:16 Yayasan Mualaf supaya ikut ee memberikan 30:19 sharing atau sebagai tempat curhatnya 30:22 mereka. Kalau mereka mengalami peristiwa 30:24 gini kan kita ngalamin. Jadi kita bisa 30:27 kasih penguatan. Enggak usah khawatir. 30:31 Karena ee pengalaman kita selama jadi 30:34 mualaf kita enggak pernah yang namanya 30:36 enggak makan. kita yang enggak pernah 30:38 mengalami yang namanya enggak punya 30:40 tempat tinggal, enggak punya baju, itu 30:42 enggak pernah ngalamin. Tapi kalau soal 30:45 kebutuhan, sesuai dengan kebutuhan 30:47 memang dipenuhi. Tapi kalau mau lebih ya 30:50 entar dulu. Tapi intinya kebutuhan beres 30:52 saja. Jadi enggak usah khawatir 30:54 sebetulnya. Nah, ini yang mau kita 30:55 sharing kepada mualaf. Jangan takut. 30:58 Artinya kita harus perkuat akidah dan 31:01 tauhid karena itu satu-satunya senjata 31:03 kita untuk kita terus di jalan Allah. 31:06 gitu loh. Nah, itu kurang lebih seperti 31:08 itu. 31:10 Menghadapi mualaf-mualaf di mualaf 31:13 center ini kebanyakan yang masuk Islam 31:16 itu pria atau wanita sih? Ee variatif 31:19 ya. Tapi rata-rata yang masuk Islam 31:24 yang sebagian besar itu banyak yang 31:26 karena pernikahan. Hm. Jadi menikah jadi 31:30 suaminya mungkin belum Islam, akhirnya 31:32 suaminya ikut Islam gitu. Rata-rata 31:35 seperti kalau kita bicara akhwan, kalau 31:38 kita bicara ikhwan biasanya ikut 31:41 istrinya yang sudah Islam atau dia 31:43 sendiri memang ada ee keinginan untuk 31:45 masuk Islam. Jadi variatif. Saya 31:47 sekarang e tanganin hampir puluhan 31:50 mualaf ya. Rata-rata mereka masih ee 31:53 masih berada di di rana masih mencari 31:57 kehidupan. Jadi ekonominya memang masih 31:59 diperbaiki. Kalau di dalam mempelajari 32:02 agama Islamnya itu sendiri, para mualaf 32:04 yang dibantu oleh ee mualaf center ini 32:08 gimana? Ya, jadi ee kita kalau bimbingan 32:11 itu kita 32:13 lakukan. Namun saya bekerja sama dengan 32:15 masjid. Jadi artinya gini, artinya 32:17 masjid itu kan ada DKM ya. He. Jadi 32:20 ketika si orang ini ee masuk Islam 32:23 setelah kita syahadatkan itu kita 32:26 serahkan kepada ketua DKMnya yang di ee 32:29 domisilinya yang bersangkutan untuk 32:32 dibina sambil kita monitoring aja gitu. 32:35 Heeh. Jadi kita enggak bisa full ee 32:37 bimbing mereka juga karena mereka di 32:39 domisili yang ee berbeda gitu loh. Itu 32:42 kurang lebih seperti tapi lebih banyak 32:44 ke masalah curhat, masalah ngobrol, 32:46 ngopi bareng. Tapi kalau akhwatnya 32:49 khusus ada yang urus akhwat kita enggak 32:51 campur. Jadi saya enggak mau 32:53 menggabungkan antara perempuan dan laki 32:56 karena ini jadi sasarannya iblis 32:58 biasanya ya kita bisain aja gitu loh. 33:01 Heeh. Jadi alhamdulillah masih jalan, 33:03 masih jalan. Ngomong-ngomong nih karena 33:05 kita mempersuasi orang-orang yang 33:08 baru masuk bergabung sebagai mualafi 33:11 ini. Ada enggak kesempatan untuk 33:14 mempersuasi mereka merangkat umrah yuk 33:16 atau haji? 33:18 Ya. 33:19 Ee kadang-kadang kita ada beberapa hal 33:23 yang kita sampaikan kepada mualaf ini, 33:25 tapi untuk masalah haji umrah belum ada 33:29 kepikiran. Mereka hanya berpikir 33:32 bagaimana ekonomi dia bisa lebih baik. 33:34 Karena banyak yang menjadi mualaf justru 33:36 sebelumnya sudah belangsatan. Orang 33:38 bilang sudah kacau balau ekonominya. Dia 33:41 masuk Islam dengan berharap bahwa dia 33:43 bisa ekonomi bisa menjadi lebih baik 33:46 gitu. karena ada dukungan dari Molab 33:48 Center gitu loh. Ee ada sebagian yang 33:51 seperti itu, tapi ada juga yang memang 33:53 hidayah dia enggak peduli soal masalah 33:55 apa-apa tapi dia tetap belajar, tetap 33:58 belajar, tetap ee ngaji e terus ke 34:00 masjid, salat dibenerin. Ada yang 34:02 seperti itu. Tapi sedikit persentasenya. 34:05 Sebagai seorang mualaf yang berada di 34:08 mualaf center itu tentu banyak sekali 34:10 kesempatan untuk melakukan hal-hal yang 34:13 akan ee membantu banyak hal termasuk 34:17 masjid. Kira-kira ee mualaf center 34:21 membantu sesuatu di masjid-masjid 34:23 tertentu jugaah. Nah, ini mualaf-mualaf 34:26 sekarang ini timbul tenggelam. Heeh. Ah, 34:30 jadi 34:30 artinya maaf ya, kalau misalnya kita 34:33 mengadakan acara yang sifatnya santunan, 34:36 nah itu muncul semua. Nah, tapi sudah 34:38 cerita ngaji sudah pada malas, pada 34:41 enggak bener, pada enggak ikut belum. 34:44 Artinya kan memang ini menurut saya ini 34:46 adalah dinamika. Dinamika dalam 34:49 perjalanan keimanan sekarang di ee 34:51 seorang di dalam Islam. Karena Islam ini 34:54 memang enggak bisa instan. Saya saya 34:56 rasakan saya kita berjuang untuk bisa 34:58 punya rumah aja itu butuh waktu sekitar 35:01 15 tahun. Iya. Hanya untuk mau punya 35:04 rumah ya, rumah sendiri tidak ngontrak 35:06 sana sini. Itu 15 tahun kita berjuang. 35:09 Iya, baik dalam keimanan maupun dalam 35:11 ekonomi. Nah, artinya memang ada 35:14 etapa-etape yang harus dilalui oleh 35:16 seorang mualaf itu, gitu. Tapi ini 35:18 jangan takut karena pasti akan lebih 35:21 baik. Nah, makanya banyak orang 35:23 mengatakan ee ini jadi Islam ini repot 35:27 loh ya. Salat lima waktu belum puasanya 35:31 belum ini belum itu. Ini kayaknya repot. 35:34 Nah, begitu repot saja kita masih ragu 35:37 apakah kita memang layak nanti di di 35:39 akhirat nanti kita bisa diloloskan. 35:42 Gimana kalau cuma seminggu sekali kita 35:45 ibadah? Apa enggak lebih parah tuh 35:47 kondisi? Ini ada perbandingan seperti 35:49 itu. Heeh. Gitu. Heeh. Iya. Ya. Setelah 35:54 proses menjadi mualaf ini, kemampuan 35:58 diri kita untuk mengendalikan ego kita, 36:01 emosi kita meningkat atau bagaimana? 36:03 Ceritain dong. Ya, jadi iman itu naik 36:05 turun. Iman itu naik turun begini. Jadi 36:08 kadang-kadang memang muncul tuh muncul 36:10 iblisnya kita muncul. Jadi kepengin lagi 36:13 digoda lagi. Kepengin kayak dulu ya kan 36:16 ee kepengin lagi ee belangsatan. Cuma 36:21 alhamdulillahnya yang bisa membuat kita 36:23 meredam itu yaitu salat. Nah, ketika 36:27 kita salat, ketika kita mulai ee apa ee 36:32 wudu itu mulai itu bisa kita kendalikan. 36:35 Jadi memang poinnya itu 36:38 adalah kita harus salat. Jadi enggak ada 36:41 tawaran bagaimanapun kita tetap harus 36:44 salat. Itu adalah udah hal yang harus 36:47 enggak bisa ditawar. Enggak bisa 36:48 ditawar. Enggak ada salat percuma kita 36:50 bicara mau apa pun enggak ada gunanya. 36:53 Ikhwan akhwat, kehadiran Bung Halim atau 36:59 Santoso Halim ya aslinya Santos So 37:00 Halimli sebagai tamu kita di Hijrah Talk 37:04 mudah-mudahan mempersuasi kita semua dan 37:07 perjalanan mulai dari kecil sampai 37:10 dengan sekarang itu kalau dibayangkan 37:12 bukan hal yang sederhana apalagi dengan 37:15 gambaran yang tadi kita simak. Tapi kita 37:18 akan lanjutkan menyimak apa yang bisa 37:21 kita dengar setelah jeda 37:31 berikut. Brail TV. 37:40 Terima kasih masih tetap bersama Rasil 37:43 untuk Islam yang satu di acara Hijrah 37:46 Talk yang menghadirkan Bung Halim atau 37:50 Koh Halim yang rasanya e ee banget ya. 37:55 Nah, kalau bicara soal jadi mualaf tadi 37:59 di umur 4 40 berapa? 41 ya. 41 41 38:04 baru masuk Islam. He padahal urusan 38:07 khitan kan katanya cuma di Islam ya 38:10 sementara. Jadi itu waktu itu belum 38:12 dong. Belum. Terus ya enggak takut ada 38:15 ceritanya. Ah mau 38:17 dengerin gimana? Gimana ya? Jadi 38:21 ee 38:23 ketika sudah dianggap ee baik oleh istri 38:27 lalu saya mulai berpikir kan ini saya 38:29 mau itu waktu itu sudah mau masuki bulan 38:32 suci Ramadan. Pada saat saya saya 38:34 mengucapkan dua kalimat sadar itu. Jadi 38:36 beberapa bulan lagi masuk ee apa ee 38:40 bulan suci Ramadan. Saya pikir ada yang 38:43 kurang nih di diri saya. Apa ya masalah 38:47 sunat ya? Terus terang sunat itu 38:49 merupakan satu hal yang cukup menakutkan 38:51 bagi kita yang non Islam ya. Terutama di 38:54 Buddha-Buddha ya enggak boleh mas 38:55 sembarang potong tu enggak boleh ya kan. 38:57 ee di sedangkan di Katolik sendiri juga 39:00 tidak diajarkan soal sunat bukan hal 39:02 yang wajib dan tentu masalah sunat ini 39:04 akan menjadi satu masalah yang cukup 39:07 krusial 39:08 karena ada operasi kan pikiran begitu. 39:12 Nah, oke. Ee kemudian saya sempat 39:15 hubungi salah satu ulama di Jogja. 39:17 Beliau juga sudah meninggal. Namanya 39:19 almarhum Ustaz Fani. Beliau ada dari 39:22 Muhammadiyah yang selama ini selama saya 39:24 masuk Islam itu ee beliau bimbing saya 39:27 dalam hal ee ee iman dan akidah dan 39:31 tauhid. Saya tanya ke 39:34 beliau, "Saya mau sunat." 39:37 Kaget. Ustaz Fanani kaget. Kamu sudah 39:40 usia begini masih belum sunat? Ya 39:43 belumlah. Saya kan dulu pindah-pindah 39:45 agamanya dari Katolik, kemudian dari 39:48 Buddha, cuma Hindu aja belum pernah 39:50 ngerasain kan. Heeh. Heeh. Terus gimana 39:53 ini bagusnya? Ya sudah kalau gitu ee 39:56 kita atur, kita 39:57 sunat. Nah, udah saya dibawa ke tukang 40:02 hitan yang cukup terkenal di Jogja. 40:04 Mungkin semua orang Jogja tahu itu, Pak. 40:07 Siapa gitu namanya. Nah, begitu saya ke 40:10 sana sudah siap-siap ke sana. Begitu 40:13 saya masuk pintu, waduh saya lihat ada 40:15 salib sama Yesusnya gede banget di di 40:18 ruang tamunya. Kaget saya. Saya bilang, 40:21 "Waduh, jangan ini balik lagi saya kalau 40:23 begini caranya. Cari yang lainlah yang 40:25 agak sedikit ee apa netral gitu loh. 40:28 Rumah sakit misalnya. Loh, kok jadi 40:30 begini?" Katanya ini kan enggak masalah 40:33 katanya. Mau dia keyakinan apapun yang 40:36 penting dia melaksanakan tugas. Ya tapi 40:38 saya enggak bisa. Saya bilang, "Saya 40:40 merasa saya kembali lagi ke masa lalu 40:41 nanti." Saya bilang, "Ya sudah, akhirnya 40:43 dicarilah di Rumah Sakit Muhammadiyah 40:46 Ahmad Dalan di ee Jalan Ahlan." Waktu 40:50 itu saya sudah pindah ke Kauman karena 40:53 saya sudah kerja dengan Sultan waktu 40:55 itu. Sempat saya bekerja sama Sultan 4 40:57 tahun waktu itu. Sultan Habeng Guono 41:01 10. 41:03 Nah, disunatlah, diaturlah waktunya. 41:06 Nah, memang cerita hitan ini memang 41:09 cerita yang cukup cukup apa menarik 41:12 untuk kita bahas sebetulnya ya. Memang 41:14 saya agak kulucu juga ya karena udah 41:16 seusia segitu ya. Ee sedangkan kita 41:19 belum tahu apa-apa akhirnya saya 41:21 dimasukkanlah ke ruang operasi. Nah, di 41:24 ruang operasi itu dinginnya luar biasa, 41:26 Bu. Itu sampai gemeter, Bu. Dan saya 41:29 disuruh 41:31 disuruh telanjang sebelah bawahnya kan 41:34 terus cuma dikasih kain tipis. Waduh, 41:36 ini dingin sekali ini. Luar biasa. Nah, 41:38 dokternya masuk. Dokternya bilang, "Wah, 41:40 ini ini yang mau disunat ini udah tua 41:43 sekali. Harus pakai 41:45 gergaji enggak bisa pakai pisau-pisau 41:49 biasa. Kalau begini katanya, waduh ini 41:51 dokternya bercanda, Pak. Pasti saya 41:53 percaya bahwa itu sampai kayak begitu 41:55 karena kita 41:56 yakinnya dalam hati ini kok pakai 41:58 gergaji apa mau potong kaki atau apa 42:01 gitu." Ya udah katanya siap-siap aja 42:04 dibuka dikasih lihat. 42:06 Begitu dikasih lihat, "Ini kok enggak 42:10 ada katanya. Mana ini kok hilang?" 42:12 katanya. Oh, mungkin dingin kali, Dok. 42:15 Sembunyi. Masih bisa bercanda. Padahal 42:17 sudah ketakutan itu. Akhirnya 42:19 diputuskanlah disunat. Nah, setengah 42:23 sunat itu masuklah beberapa mahasiswi 42:26 sama misiswa yang lagi KKN. KKN. 42:31 Dikasih tahu sama dokter, "Dok, ah ini 42:34 coba lihat ya. Inilah bentuk daripada 42:37 sesuatu yang sudah usia 40 yang mau kita 42:41 babat nih sekarang katanya astagfirullah 42:44 saya malunya minta ampun waktu itu 42:45 sangat malu karena malu ya takut ya malu 42:49 ah disunat loh saya tanya sama dokternya 42:52 dok ini sembuhnya berapa lama ah 42:54 seminggu juga kelar katanya 3 bulan saya 42:56 enggak bisa jal Bu heeh saking takutnya 42:59 it bulan saya pakai 43:01 sarung luar biasa nah lewatlah itu Masa 43:04 sunat itu beres hampir du ham sampai 43:07 hampir 3 bulan enggak sampai 3 bulan 43:09 akhirnya selesai bersih kemudian 43:12 masuklah bulan suci 43:13 Ramadan. Nah ini istri kan belum pakai 43:16 jilbab masihlah gayanya masih gaya 43:19 sedikit 43:20 gaya-gaya lagi mau tanktop sudah agak 43:22 mending ya masih enggak sering pakai 43:24 tapi belum ngerti hukumnya. Iya. Iya. 43:26 Nah, suatu 43:27 hari meninggallah Ustaz 43:31 Fanani. Kami dikasih tahu waktu itu kami 43:34 sudah pindah lagi ke Jakarta dikasih 43:36 tahu bahwa Ustaz Fanani sudah meninggal, 43:39 istri datang he berkunjung ke kuburannya 43:42 beliau. Nah, ternyata kuburannya Ustaz 43:45 Fanani itu sangat sederhana. Tidak 43:49 dipakaiin keramik, hanya dikasih satu 43:54 papan saja. hanya namanya saja. Di 43:57 situlah 43:58 istri merasa 44:01 bahwa kalau sudah meninggal ya begini 44:04 kondisinya. Mungkin di situlah istri 44:07 merasa 44:08 bahwa dia mau lebih benar dalam 44:12 melaksanakan agama Islam sebagai seorang 44:15 muslimah. Akhirnya dia bilang, "Saya mau 44:17 pakai jilbab." Nah, waktu itu pulang ke 44:21 Jakarta dia sudah pakai jilbab. Ya, 44:24 pakai jilbab tuh. Baju-bajunya banyak 44:26 tuh yang harus dibuang. Harus enggak? 44:30 Pertama gini sayang ya katanya kita 44:31 kasih orang aja. Saya bilang kasih orang 44:33 sama negara kita jelumusin orang kan. 44:35 Udahlah mending dibuang-buangin aja. 44:37 Udah ada sebagian kita bakar, kita 44:40 bakar, kita buang. Beres. Nah, 44:41 alhamdulillah sampai hari ini istri 44:43 tetap istikamah dalam berjilbab. Dan 44:46 juga putri saya waktu itu kita 44:48 menikahnya cepat dan kemudian kita 44:51 hampir 9 tahun 44:53 nunggu Allah percayakan kita untuk 44:56 seorang anak. Akhirnya lahirlah seorang 44:57 anak. Dan hari ini 45:00 alhamdulillah ee anak saya putri umur 45:03 sekitar 13 tahun itu sudah pakai jilbab. 45:06 Alhamdulillah sekolah di sekolah Islam 45:08 dan sudah bisa baca Al-Qur'an. Jadi 45:11 alhamdulillah. Nah begitulah sebetulnya 45:14 keindahan dalam Islam. Iya. Jadi kita 45:17 tidak merencanakan, kita hanya menuruti 45:20 apa yang ditakdirkan Allah. Sebetulnya 45:22 itu paling aman. Jadi enggak perlu pakai 45:24 rencana kita karena rencana kita pasti 45:26 enggak sempurna. pasti ada 45:28 kekurangannya. Nah, Allah berkehendak 45:30 yang luar biasa sehingga putri kami 45:32 sehat saat ini bisa baca Quran dan 45:36 sudah pakai jilbab gitu. Alhamdulillah 45:39 20 tahun sudah berarti di dalam ranah ee 45:43 Islam ini 22 tahun. 22 tahun. 45:46 Ngomong-ngomong ngajak saudara-saudara 45:48 untuk juga jadi mualaf enggak? Iya. 45:51 Jadi kami berusaha ee apa e mengajak 45:56 saudara-saudara dengan akhlak. Jadi 45:59 mungkin mereka agak sulit ya kalau 46:01 diajak untuk masuk Islam karena mereka 46:03 menganggap bahwa apa yang mereka yakini 46:06 itu sudah paling bagus. Tapi 46:08 alhamdulillahnya Allah mudahkan kami 46:10 dalam segi ekonomi sehingga kita bisa 46:12 membantu mereka dalam segi ekonomi 46:14 sehingga mereka merasakan keberadaan 46:17 kita sebagai orang muslim ternyata 46:19 banyak membantu. Nah, itu 46:21 alhamdulillahnya kita. Jadi sampai hari 46:23 ini memang saudara-saudara belum ada 46:25 satu pun yang ee 46:28 bersad moga-moga Allah berikan hidayah 46:31 karena kita hanya bisa berusaha ya itu 46:34 yang penting adalah kita jaga akhlak 46:36 kita. supaya mereka bisa menilai Islam 46:40 dari akhlak kita gitu loh. Itu aja yang 46:43 Allah berikan kemudahannya kepada kita 46:46 gitu. Ketertarikan dan keinginan untuk 46:50 mempelajari Islam lebih dalam itu kan 46:52 ini 21 tahun ya. Itu sejak berapa tahun 46:56 berada di ranah ini? Ee sejak 10 tahun 47:00 terakhir. 10 tahun terakhir iya. Baru 47:02 saya mulai full ini saya ambil pensiun. 47:05 He. Jadi pada saat saya sudah masuk 47:08 pensiun, saya memang ambil pensiun. 47:10 Kemudian ee saya mulai ee dakwah ee 47:13 salah satunya dengan channel Kohal Halim 47:15 TV. Saya muncul setiap hari Senin, Rabu, 47:18 Jumat. He. Ee saya memberikan sedikit ee 47:20 bukan tausiah tapi ee sharing beberapa 47:24 pengalaman. Ee sekarang subscriber saya 47:26 lumayan cuma berapa bulan dapat sekitar 47:28 7.000-an. 47:30 Keren. Jadi, Ikhwan coba simak apa yang 47:34 disajikan di Kohalim TV. Iya, Kohalim 47:38 TV. Hah? Ko Kohalim 47:42 TV. Nah, ini semua tentu saja kalau tadi 47:47 sebetulnya saya ingin tanya deh terkait 47:49 lagi dengan yang tadi sudah ditanyakan. 47:51 gimana mulai mampu mengendalikan egois 47:55 kita yang karena di samping sudah umur 47:58 nambah dan pengalaman menghadapi 48:01 kesulitan demi kesulitan di dalam proses 48:04 perjalanan sebagai mualaf ego tuh 48:07 diapain sih mestinya biar dia kalah gitu 48:09 ya jadi gini ee seperti tadi saya 48:13 jelaskan bahwa iman kita ini kan naik 48:15 turun naik turun artinya ada di satu 48:18 saat kita di titik terendah ada satu 48:20 saat di titik tertinggi. Tapi senjatanya 48:23 cuma satu. Ketika ego itu sudah mulai 48:25 muncul, He 48:28 cepat-cepat 48:30 wudu salat dua rakaat. Oh, jadi ilmunya 48:33 itu tipsnya adalah wudu salat. Salat. 48:37 Sudah begitu 48:38 wudu kemudian salat insyaallah maka 48:41 insyaallah beres. Apa tertekan kita 48:44 punya ego. Kenapa? Masalahnya adalah 48:46 kita jarang sadar ket kita ini lagi 48:48 egois gitu. Betul. Tapi intinya ego itu 48:52 muncul ketika kita mulai ada 48:53 ciri-cirinya seperti kita sudah merasa 48:56 diri kita paling benar ya kan terutama 49:00 di keluarga apalagi sudah pensiun ya kan 49:02 ketemu terus sama istri kan. Nah 49:04 kadang-kadang istri ee ngomel misalnya 49:06 kita merasa oh kenapa saya diomelin saya 49:08 kan kepala keluarga. Nah itu juga muncul 49:10 tuh. Eh kalau istri ngomel itu kan 49:12 perempuan memang perlu 30.000 kata sat 49:14 hari sementara pria cuma R.000. Jadi 49:17 boleh dong. Jadi kalau kita sudah 49:18 pahamin itu akhirnya ee omelan dia 49:21 seperti lagu lah ya. Jadikan lagu aja 49:23 udah jadi enggak perlu terlalu pusing 49:25 gitu loh. Heeh. Ngomong-ngomong nih 49:27 dengan keberadaannya di mualaf center 49:30 tadi, apa sih yang dilakukan untuk 49:32 mensejahterakan masjid-masjid yang 49:34 taruhlah di dekat di sekitar kita 49:37 tinggal? Ya. Jadi kalau muab center 49:39 sendiri sebetulnya ee ini kan ee tidak 49:42 ada ee donasi atau tidak ada apa-apa. 49:45 Jadi kita masih mengandalkan kemampuan 49:47 kita untuk ee membina mualaf ini. Nah, 49:51 masjid-masjid sekarang ini juga 49:53 sebetulnya juga ada beberapa masjid yang 49:56 konsen juga mau bantu mualaf. Jadi 49:58 artinya kalau misalnya mualaf itu memang 50:01 ee bisa diajak untuk ee mungkin 50:04 pekerjaan itu mereka juga mau bantu gitu 50:06 loh. Jadi ya harus memang kerja sama 50:09 dengan masjid-masjid. Nah, cuma kalau 50:11 perannya mualaf terhadap masjid hingga 50:13 hari ini belum ada gitu. Karena 50:15 masjid-masjid sekarang kalau dia memakai 50:18 e misalnya marbot ya kita bicara marbot. 50:20 Marbot kan punya dasar. Sedangkan mualaf 50:22 ini kan baru berarti belum juga masuk ke 50:25 rana itu gitu loh Bu. Heeh. Iya tapi ke 50:29 depan insyaallah ya. Insyaallah ke 50:31 depan. Heeh. Yang di sini yang 50:33 diperlukan modal kemauan kan untuk 50:36 membantu mengembangkan masjid. Betul. 50:38 Iya. Apalagi dengan wakaf air belakangan 50:41 ini kan sedang ngetren tuh. Heeh. Untuk 50:43 masjid-masjid tertentu. Nah, siapa tahu 50:45 memang diperlukan di sekitar kita di 50:48 yang ada masjid. Karena kalau orang suka 50:52 mampir karena apa? Musafir ya itu kan 50:56 perlu juga minum dan segala macam. Nah, 50:59 banyak sekali masjid yang berusaha untuk 51:01 ya sudahlah kalau sekedar air aja mari 51:03 kita sediakan untuk yang mampir gitu. 51:06 Heeh. Mudah-mudahan sih ya. Ya. Kita 51:09 masih punya waktu. Bisa ceritain enggak 51:12 satu hal yang membuat alhamdulillah gue 51:15 ada di sini sekarang di Islam. Heeh. 51:18 Bagian tertentu apa itu? Ya sebetulnya 51:21 gini, sebetulnya kalau kita bicara bahwa 51:23 saya hari ini bisa jadi seorang muslim 51:25 kembali menjadi Islam bukan rencana. 51:28 Jadi tidak ada rencana. Intinya ini 51:31 semua adalah kadar. Semua adalah takdir 51:34 Allah. Jadi ee intinya ketika kesempatan 51:38 ini sudah ada, nah kita harus manfaatkan 51:41 baik-baik. Kalau kita sampai mengingkari 51:44 lalu kita pindah sana pindah sini, 51:47 ujung-ujungnya nanti kita bingung 51:49 sendiri. Iya. Sebetulnya tujuan hidup 51:51 itu apa. Nah, kalau saya pelajari agama 51:54 Islam, tujuan hidup itu cuma satu, yaitu 51:59 kita takwa pada Allah. Itu saja ya. 52:03 tugas kita itu tugas kita hidup itu 52:05 adalah itu bukan tugas hidup kita itu 52:07 supaya kita punya keluarga kemudian 52:09 punya mobil banyak rumah banyak itu 52:12 hanya urusan dunia sampingan yang paling 52:15 penting adalah kita ya memuji Allah kita 52:18 ibadah sama Allah itu saja kalau kita 52:21 sudah pakai itu sebagai pedoman 52:24 insyaallah yang lain-lain akan 52:26 terpenuhi ah kita harus tulus bahwasanya 52:29 ibadah sama Allah. Nah ibadah itu apa? 52:31 Salah satunya salat. Kenapa saya selalu 52:33 tekankan salat? Karena banyak mualaf 52:36 yang masih bolong-bolong salatnya. Nah, 52:40 ketika salatnya bolong, enggak rutin, 52:43 akidahnya enggak beres, tauhidnya enggak 52:45 beres, akhirnya apa yang terjadi? Dia 52:48 terkatung-katung. Islam sebetulnya juga 52:50 terserah Anda, kan ee sudah dikasih, 52:53 sudah di sudah ditunjukkan jalan, 52:55 silakan pilih. Kan begitu. Heeh. Itu 52:59 loh. Iya. Jadi lagi-lagi salat adalah 53:04 utama. Salat adalah utama. Dan kalau 53:07 memang itu kita tinggalkan, berarti 53:09 hutangnya, hutang salatnya itu yang 53:12 harus diupayakan. Sudah diupayakan. 53:14 Ikhwan akhwat, 53:16 emm Kohal Halim ini aci tahu enggak? Aci 53:21 anak dari orang Aceh, Cina, dan India 53:24 ya. 53:25 Nah, ini kita di penghujung yang 53:27 mengesankan selama proses perjalanan 53:30 menjadi mualaf yang paling mengesankan 53:33 sehingga kalau perlu digenggam erat 53:37 dibagikan ke yang lain biar bisa 53:39 memotivasi dan mempersuasi orang. Apa 53:42 yang paling mengesankan? Iya, yang 53:44 paling mengesankan adalah bahwa Allah 53:46 kita satu 53:48 tauhid dan akidah kita jelas apa? Lima 53:52 rukun Islam. Enam rukun iman itu saja 53:56 dipegang baik-baik, jangan lepas. Lima 53:59 rukun Islam apa? Syahadat, salat, puasa, 54:03 zakat. Punya duit naik e naik haji ke 54:06 Makkah. Lalu masuk rukun iman. Enam 54:09 rukun iman, percaya pada 54:12 akhirat itu dan lain-lain. Dan itu sudah 54:15 harus dipegang kuat-kuat. Jangan 54:17 dilepas. Jangan dilepas. Jangan dilepas. 54:20 Menurut dikau yang paling berat yang 54:22 mana nih di antara 5 dan 6 tadi? Salat. 54:26 Kelihatannya sederhana ya akhwat ya. 54:29 Tapi justru tantangannya. He itu 54:31 tantangan kalau bisa sebelum azan sudah 54:33 wudu. I tambah berat. E tambah berat. 54:36 Salat yang dinilai sama Allah itu adalah 54:39 niat. Contohnya salat subuh. Salat subuh 54:42 itu adalah hal yang berat pada ringan. 54:46 Ketika azan belum berbunyi atau 54:48 menjelang mau azan kita bangun. Nah, 54:51 perjuangan bangun itu yang dinilai sama 54:54 Allah. Bangun enggak lu? Nah, sampai ada 54:57 yang kasih tips dulu. Ada yang kasih 54:59 tips supaya nanti kamu sudah bangun 55:01 jangan sampai kamu tidur lagi. Usap 55:04 wajahmu tiga kali baca Allahu Akbar. 55:07 Sampai begitu orang pakai tips supaya 55:10 jangan sampai tidur lagi. Karena 55:12 biasanya salat itu akan jadi loyo, akan 55:15 jadi terhambat gara-gara apa? Entar lagi 55:18 deh kan masih ada waktu 5 menit lagi. 55:22 Tahu-tahu kebablasan kalaupun jam . 55:24 pagi. I itu tadi kan ada Kohalim TV. 55:28 Iya. Koalim TV untuk urusan ee 55:31 aplikasi-aplikasi yang lain yang akan 55:33 mempersuasi orang yang nonton dan apa 55:35 gitu. ada punya yang lain TikTok gitu 55:37 atau apa? Oh, ada komplit. Jadi, eh 55:39 Kohalim TV itu termasuk di TikTok juga 55:42 ada. Kemudian di ee YouTube-nya ya 55:46 Kohalim TV ada TikTok-nya, kemudian ada 55:48 Instagram-nya juga ada. Jadi kalau akses 55:51 di Kohalim TV itu sudah ada masuk semua 55:53 sudah bisa dilihat gitu. Banyak yang 55:55 bisa dipelajari dari situ. Ee moga-moga 55:57 ini menjadi inspirasi aja dan motivasi 55:59 gitu loh. Oke, Ikhwan Akhwat, kita sudah 56:03 di penghujung. Jadi closing 56:05 statement-nya terkait dengan hijrah apa 56:07 nih? Heeh. Ya, artinya acara ini sangat 56:10 baik. Kemudian ini juga bisa menjadi 56:13 inspirasi. Moga-moga bisa terus 56:15 dipertahankan hijrah ini. Dan ini kan 56:17 pertama kali saya di ee Rasil TV ya. 56:21 Moga-moga kita bisa bertemu lagi di 56:23 acara yang lain dan juga kita berharap 56:26 bahwa mari kita doakan semoga Rasil TV 56:29 ini bisa tetap istikamah, diberikan 56:31 kemudahan sama Allah. Kemudian juga ee 56:34 para petugasnya ya bisa dikuatkan 56:39 imannya ya kan diluruskan niatnya 56:42 kemudian semuanya bisa dalam ee apa 56:45 dalam jalan Allah ya itu yang kita 56:48 harapkan dari situ. 56:50 Terima kasih Koh Halim dan juga ikhwan 56:54 akhwat yang bersama-sama rasil pada 56:57 acara hijrah TQI ini. Mudah-mudahan kita 57:01 semuanya bisa belajar banyak tentang 57:03 sabar, tentang ego, tentang hal-hal yang 57:06 pasti dihadapi oleh kita semua yang bisa 57:09 jadi merupakan PR seumur hidup ya. Baik, 57:13 sekali lagi terima kasih. Billahi taufik 57:15 wal hidayah. Wasalamualaikum 57:16 warahmatullahi wabarakatuh.