Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:08 Brail TV 0:21 [musik] 0:24 Brazil TV. 0:41 [musik] 0:46 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:49 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:51 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:53 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:55 berjumpa lagi hari ini hari Rabu tanggal 0:57 28 Mei 2025 atau tanggal 1 Zulhijah 1446 1:03 Hijrah. Kita jumpa lagi dalam acara 1:06 mualaf Talk atau Ijar Talk ya. 1:09 Eh, di sini alhamdulillah sudah ada Oni 1:11 Saputra dan Algi dan kita kehadiran tamu 1:15 yang dulunya bernama Antonius Yosef 1:19 Agung Dwi Haryanto. Lahir di Solo 1:23 tanggal 3 Juni tahun '6. SD-nya di 1:25 Jogja, SMP di Solo, SMA di Solo. 1:28 Kemudian ikut ikut Tamtama, 1:31 sekarang sudah aktif ee di militer atau 1:33 di Angkatan Darat ya, sudah hadir di 1:35 sini. 1:37 Eh, saya manggilnya Mas Agung atau Mas? 1:39 Mas Agung ya. Asalamualaikum Mas Agung. 1:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:43 wabarakatuh. 1:44 Di ee 1:46 salan di Radio Rasil ya. Kita sudah 1:49 berapa kali rencana mau bicara sama Mas 1:52 Agung tapi terhalang terus ya. Ada 1:54 halangan terus ya. 1:55 Ee 1:56 bisa diceritakan Mas Agung gimana 1:58 perjalanan 2:00 religiusnya mulai Darud Katolik ya 2:03 sampai kepada Islam. Bagaimana bisa 2:05 diceritakan? 2:06 Alhamdulillah 2:08 ee sudah sampai saat ini mungkin 2:12 sudah sangat bersyukur ya, Pak Jan. 2:14 Mungkin ya perjalanan ee saya awalnya 2:17 dari pada saat mau nikah itu sebenarnya 2:19 sudah ee baca syahadat ya 2020 itu 2:24 ee perjalanan kami ke sini ya sangat 2:28 mungkin banyak hambatan dari 2:29 berliko-liko ya. 2:30 Bahkan sempat sama keluarga enggak 2:32 dianggap segala macam, 2:34 kakak adik enggak nganggap saudara 2:35 segala macam itu sudah biasa sebalnya. 2:37 Cuman inti saya masih dianggap anak sama 2:40 orang tua gitu aja dan alhamdulillah 2:42 orang tua saya juga masih nganggap 2:44 sebagai anak itu. 2:46 H 2:46 jadi bahasanya tidak 2:47 orang tua Katolik ya. 2:49 Ee awalnya Bapak juga Islam Muslim 2:50 sebenarnya Islam Kejawen ya kalau di 2:52 Jawa ya 2:53 Ibu memang asli Katolik gitu. 2:56 Kalau dari keluarga Bapak ee banyak yang 2:59 muslim sebenarnya. H 3:00 ee cuman karena mungkin ikut ke Solo, ke 3:03 Tibu, jadi mungkin ya ikut Katolik juga. 3:07 H 3:07 karena mungkin sesuatu hal alhamdulillah 3:11 setelah saya tadi masuk di militer 3:13 kemudian saya pindah ke Jakarta, di 3:15 situlah mungkin awal mulanya ee banyak 3:19 yang saya ambil dari kejadian-kejadian 3:23 hingga saya bisa masuk ke mualaf. 3:26 Hmm. Hm. 3:27 Alhamdulillah seperti itu. 3:29 Siapa yang mengajak? Apa kesadaran 3:31 sendiri? 3:32 Awalnya ada seorang paman saya yang dulu 3:35 menikahkan saya 3:36 memang sudah menikahkan secara muslim 3:38 ya. 3:39 Itu tinggal di Cibinong sampai sekarang 3:41 pun masih ada beliaunya. 3:43 Ee salah satu keluarga saya yang 3:46 terdekat beliau di sini di Cibinong. 3:49 Beliaulah yang selalu ngasih masukan, 3:50 masukan, masukan. Ee kemudian 3:53 saya adakan perbandingan sendiri ya 3:57 dengan dulu yang saya ketahui ee di 4:00 Injil seperti apa, di ini seperti apa. 4:02 Saya buka-buka saya buka Al-Qur'an tapi 4:04 terjemahnya seperti apa. 4:06 Ee bahasanya ya nyangkut-menyangkut. 4:09 Ee dalam hati saya tidak yang setelah 4:12 saya ee terima pada saat saya mungkin di 4:16 gereja. Kita tidak mengacu pada mereka 4:19 agamanya bohong. Tidak ya. He. 4:20 Tapi saya merasa seperti itu. 4:22 He. 4:23 Sehingga saya masuk kenal dengan 4:24 Al-Qur'an dan ee bahasanya memang tidak 4:27 terlalu dalam mempelajari. Tapi dari apa 4:31 yang saya tahu, saya harus selalu 4:32 tanyakan ke ustaz saya, "Ustaz, kalau 4:35 seperti ini bagaimana? Kalau seperti ini 4:36 bagaimana?" Itu saya ajar dipelajari. H. 4:39 Makanya beliau hanya ee menekankan 4:41 seperti itu. Alhamdulillah hanya 4:44 sepanjang waktu dari 2001 sampai 2007 4:48 mungkin 4:49 ya itu 4:51 ee karena 4:53 saya masih sama keluarga tidak dianggap 4:56 segala macam mungkin goyah lagi saya 4:58 Pak. Pak 4:59 enggak dianggapnya karena mulai 5:01 kecenderung kepada Islam gitu ya. Islam. 5:03 Jadi mungkin mereka enggak setuju atau 5:05 enggak terima atau se 5:06 tapi pulang masih ke rumah? Masih. Itu 5:08 saya selama sekian tahun itu saya enggak 5:10 pulang. Enggak pulang. 5:11 Hanya bisa telepon ibu saya 5:13 lewat nomor telepon tetangga. Karena ada 5:14 telepon biasa ya dulu ya. 5:16 Pulang terus nginp di mana? Enggak 5:17 pulang nginapnya di 5:18 Saya masih di Jakarta. 5:19 Jakarta. 5:20 Jakarta. Sudah di Jakarta. 5:22 Sudah mualap. Sudah menikah 5:24 saya tidak pulang. 5:25 Heeh. 5:25 Sebelum menikah saya pulang. He. 5:28 Saya minta izin ke orang tua, ke Ibu 5:30 Bapak menetujui 5:32 ee bahasanya cuman ya tidak menyampaikan 5:35 bahwa 5:37 mualaf segala macam saya belum. 5:39 Tapi tiba-tiba kan 5:41 tahu bahwa saya ini nikah Islam segala 5:42 macam berarti tahu mualaf. H 5:44 Bapak, Ibu saya tidak permasalahkan 5:46 cuman ya mungkin adik sama kakak saya 5:49 itu yang kurang 5:51 menerima keadaan saya mungkin kan 5:53 karena memang 5:54 ee 5:56 saat di kampung itu memang 5:59 dalam keluarga kami itu saya yang paling 6:02 ee sama orang tua di spesialkanlah 6:06 seperti itu. Misalkan tuh bukan spesial 6:09 bagusnya, Pak ya. 6:10 Cuman bandelnya memang katanya [tertawa] 6:12 begitu. Katanya sih begitu dulu 6:14 kecilnya. 6:15 Makanya SD saya di Solo sampai kelas 3 6:18 dilempar saya ke Jogja ke mbah satunya 6:21 kemudian lulus SD masih nakal itu Bapak 6:23 itu Bapak Ibu saya waktu itu di Jakarta 6:25 masih 6:25 he 6:26 di Pulgadung tinggal di Glender. 6:28 He. 6:29 Kemudian e mau SMP saya dikirim lagi ke 6:32 Solo baru Bapak Ibu saya resign ke 6:34 Solo. 6:35 Hm. He. 6:37 Kemudian saya ada masuk militer, saya 6:41 pindah ke Jakarta. Mungkin ee tidak ada 6:45 dalam lingkungan keluarga saya lagi ya. 6:47 Mungkin jauh dari lingkungan 6:49 ee Kristen tadi, Katolik tadi. 6:51 [berdehem] 6:52 Mungkin saya mulai dari situ saya sudah 6:54 mulai tidak pernah namanya mungkin 6:56 jarang-jarang ya ee ke gereja juga 6:58 enggak pernah. 6:59 Padahal di KTP waktu itu Katolik ya, 7:01 tapi enggak pernah ke gereja. 7:03 Paling ke gereja kalau kata orang napas, 7:06 Pak Haji. 7:07 Natal sama Paskah aja. 7:08 Oh. 7:09 Nah, jadi kalau mungkin salatnya orang 7:11 Islam Idul sama Idul Fitri kan. 7:12 [tertawa] 7:13 Alhamdulillah. 7:15 Tapi ya itu berjalan ee alhamdulillah 7:18 ee sudah anak mulai gede, mulai ini dua 7:21 segala macam. 2006 itu anak kedua lahir. 7:23 Saya mulai berpikir saya harus keluar 7:26 dari 7:27 ee 7:28 lingkungan itu, 7:28 lingkungan yang itu lagi. 7:30 Kemudian saya sudah berjanji kalau 7:32 memang itu ee kejadian yang ini saya 7:36 lolos dan tidak ada apa namanya kondisi 7:40 yang berat. He. 7:41 Kemudian saya bisa pindah dalam keadaan 7:43 nama saya baik. 7:44 He. 7:44 Insyaallah saya akan penekanan Islam. 7:46 Heeh. 7:47 Kemudian 2010 itu 7:49 saya dibawa tadi yang saya ketemu di 7:52 Bekasi tadi. 7:52 He. 7:53 Entah dia mungkin malaikat ataupun 7:56 waliullah kita enggak tahu juga apa yang 7:59 dikatakan. 7:59 Saya hanya ketemu dua kali. 8:00 Ketemu dua kali. 8:01 Nah, pertama 8:03 namanya enggak dikenalin 8:05 namanya pun saya enggak tahu 8:06 lah. Ketemunya di mana? 8:07 Di jalan. 8:08 He. 8:08 Saya mungkin ditepuk sama dia. Saya 8:10 bengong, saya ngelamunlah gitu kan. 8:12 Karena saya punya masalah besar tadi. 8:14 Heh. 8:15 Mungkin ya tadi 8:17 apa yang dikatakan oleh dia? 8:18 Ee 8:20 ee dia bilang anak kenapa manggil saya 8:22 anak? 8:22 Hm. 8:23 Iya, Pak. Anak kayaknya bingung punya 8:25 masalah. 8:26 Hm. 8:26 Iya, Pak. Saya ada masalah saya gitu 8:28 kan. He. 8:29 Mau ikut ee ke rumah Bapak? Iya boleh, 8:31 Pak. Ya, ajaklah saya jalan kaki 8:33 sekitar 200 meteran lah. Masuk ganggang 8:36 kecil sampai di situ duduk. He 8:38 dibikin 8:40 diajak ngobrol ngalur ngidul lah. Tanya 8:44 mungkin 8:45 ee pas magrib dia salat. Saya belum 8:48 salat, Pak Haji. 8:49 Iya. 8:49 Saya enggak ini 8:51 kemudian berapa hari lagi saya main ke 8:53 rumah kakak saya. 8:55 Hampir magrib ketemu lagi. 8:57 Hm. 8:57 Ditepuk lagi saya diajak situ gitu. Nah, 9:01 saat sebelum magrib itu 9:03 di teras ya, Pak Haji ya, itu saya 9:05 mendengarkan ada orang di dalam itu baca 9:07 Quran. Heeh. 9:08 Perempuan ya? Suara perempuan. 9:10 Dia tanya, "Pak, 9:12 itu siapa yang baca Quran di dalam?" 9:13 Hm. 9:14 Bapak tinggal di sini sendiri, 9:16 enggak sama siapa-siapa. 9:17 Hm. 9:18 Terus siapa yang membaca Quran? Enggak 9:20 ada siapa-siapa. [tertawa] Kalau ana 9:21 enggak percaya, ayo masuk. Diajalah saya 9:23 masuk. 9:24 Enggak ada siapa-siapa? 9:24 Enggak ada. 9:25 Ada sebuah Quran di situ. Saya ingat 9:27 masih warna merah merah kuning emas. 9:30 Itu ada di bipetja bipet. Ada Al-Qur'an 9:32 di situ. 9:33 Tidak dalam keadaan terbuka ya. 9:34 Iya. Tidak ada satu orang pun di situ. 9:36 Hanya mungkin beliau yang ini sampai ada 9:38 dua kamar saya masuk kamar mandi enggak 9:40 ada orang. 9:40 Enggak enggak konfirmasi ke beliau. 9:42 Bapak, saya dengar nih suara. 9:43 Iya. 9:44 Saya bilang enggak 9:45 enggak jawab gitu. Saya saya di sini 9:47 tinggal sendiri nak. Bapak sendiri sini 9:49 enggak ada siapa-siapa siapa. 9:50 Heeh. 9:50 Saya pun enggak enggak enggak ee 9:53 enggak nanya. 9:54 Pengin nanya terdalu-dalam enggak juga 9:55 ya. 9:56 Enggak. Bapak siapa? Enggak tahu. Bapak. 9:57 Iya. Enggak tahu juga. Itu yang salah 10:00 namanya enggak tahu. Jadi 10:02 ee mungkin tidak terlalu mau banyak 10:04 nanya. juga pun juga ah enggak kenal 10:06 siapa Bapak ini kan gitu 10:08 dan mungkin Bapak itu enggak kenal juga 10:09 saya ya diajak ngobrol-ngobul 10:11 baru azan magrib itu saya diajak salat 10:13 saya mau diajak salat 10:14 he 10:15 cuma masih ee tolat-taleh belok-belok 10:18 yaarin 10:20 ya mungkin Alfatikah mungkin ya 10:21 bahasanya masih ngalor ngidul lah gitu 10:25 kan h 10:26 kemudian hari kedua itulah saya cerita 10:30 sampai malam saya sampai 1030 saya waktu 10:31 itu baru pulang 10:32 Heeh 10:33 cerita panjang lebar sama beliau gini 10:35 gini gini gini tentang masalah saya 10:37 tentang ee apa yang saya alami semua 10:40 saya ceritakan semua dari A sampai Z 10:41 kasi dia. He 10:43 akhirnya dia hanya menekankan ini 10:46 coba besok Agung ee nanti malam pulang 10:50 ke rumah 10:51 Heeh. 10:52 ee 10:53 salat 10:53 mungkin istirahat dulu habis salat 10:56 kemudian bangun tengah malam. 10:58 Heeh. 10:58 Bangun tengah malam coba salat tahajud. 11:00 Salat tahajud salat apa nih Pak? 11:02 salat saja pokoknya dua rakaat yang yang 11:04 Mas Agung tahu yang dibaca apa silakan 11:07 doa mintanya apa silakan 11:10 jam 1130an pulang lagi. 11:12 Heeh. 11:13 Pulang tidurlah kecapekan warna naik 11:15 bisarawi 11:17 terbangunlah saya sekitar jam 3an kurang 11:19 itu. Ya si teringat bahasanya Bapak e 11:22 Bapak itu ngasih pesan ke saya 11:26 ngambil wudu. Ya sebisa sayalah wudu 11:28 mungkin masih salah-salah ya. 11:30 Heeh. Ee di situlah saya langsung salat 11:33 dua rakaat. Dua ratu bacanya cuman 11:37 alfatihah, qul ahad. Itu aja saya 11:40 ulang-ulangin. 11:40 H 11:41 ya kan sama doa ya semampu saya. Setelah 11:43 doa 11:43 zikir wirid mungkin saya enggak tahu 11:45 juga. Jadi 11:46 hanya minta saya 11:48 kalau memang besok itu ee 11:53 diputuskan baik biar saya terima baik 11:56 apa kalau tidak diputuskan jelek ya akan 11:58 saya terima dengan apa adanya. Heeh. 12:01 Tiba-tiba ya ee 12:03 bahasanya malam itu kayak ikhlas gitu. 12:06 Heeh. 12:08 Beliau cuman wun salat tuh 12:12 enggak ada keberatan apa-apa cuma salat 12:14 gitu aja. 12:15 He he. 12:17 Jadi 12:20 ee beliau hanya menekankan saya waktu 12:22 itu belajar salat. 12:23 Iya. 12:26 Panjang lebar beliau ngomong apa? 12:29 Ee 12:31 pesan juga beliau, "Kamu mau sedekah 12:34 segunung es pun gedenya 12:37 membantu orang sebesar apapun. Tapi 12:38 kalau kamu enggak salat enggak ada 12:40 gunanya." 12:41 Nah, itulah 12:43 sekarang ee saya pelajarinlah 12:45 dikit-dikit 12:45 sejak itu salat lima waktu terus. 12:47 Alhamdulillah mungkin 12:49 ee sudah 12:52 ada mungkin 12:54 semenjak saya punya pengajian kemarin 12:56 Pak Haji 12:56 H 12:57 insyaallah 12:59 satu ee 24 jam itu 40 enggak saya 13:01 tinggalkan. 13:02 Hmm. Masyaallah. 13:04 Oke. Jadi ya orang yang menemu itu 13:07 enggak tahu namanya siapa. 13:08 Iya namanya enggak tahu. 13:09 Dan ketika datang ke rumah itu sudah 13:12 enggak ada lagi orangnya. 13:12 Iya. Pada saat setelah semuanya 13:16 diputuskan, 13:18 malamnya saya datangi lagi 13:19 ke sana lagi 13:20 ke Bekasi rumah itu saya datangin lagi. 13:23 Heh. 13:24 Saya datang sampai saya tungguin di 13:26 depan rumahnya gerbangnya 13:28 ada kurang lebih setengah jam ada yang 13:30 lewat. Ibu-ibu saya tanya, "Ibu, Bapak 13:34 yang tinggal di sini enggak ada ya?" 13:35 Hm. 13:36 "Loh, Mang enggak ada yang tinggal di 13:37 situ, Pak? Ini rumah sudah 2 mingguan 13:39 kosong." Saya bilang, "Saya nyebut." 13:41 Astagfirullahalazim. [tertawa] 13:43 Bu, saya benar, Bu. Saya nanya apa 13:45 adanya? Iya, Pak. 13:46 Oh, saya kan tinggal di sini. Ini 13:47 kontrakan 2 minggu enggak keisi, Pak. 13:49 H 13:50 lah. Terus seminggu yang lalu siapa? 13:52 Hampir seminggu yang lalu siapa saya 13:53 temuin di sini? Katanya sudah 2 minggu 13:56 saya enggak percaya. Saya masih nungguin 13:57 lagi. 13:59 Nungguin lagi. Datang bawa Bapak pulang 14:01 dari musala mungkin. Pak, saya mau nanya 14:04 Bapak yang tinggal di sini pindah ke 14:06 mana ya? Waduh, Pak. Ini kalau enggak 14:09 salah rumah ini sudah lama kosong, Pak. 14:12 Mungkin lebih dari seminggu hampir 2 14:15 mingguan kok. Bapak nanya Bapak ini loh 14:18 seminggu yang lalu, Pak, sebelum 14:19 seminggu, Pak, saya di sini Pak, duduk 14:21 di teras tuh ngobrol. 14:22 E waktu ke sana rumahnya bersih apa 14:24 enggak keadaannya gimana? Keadaannya 14:25 bersih 14:25 bersih enggak ada apa-apa ya. Seperti 14:27 orang dihuni aja rumah itu. 14:28 Hm. 14:29 Jadi ya seperti tiap hari disap 14:31 bersih, 14:32 ada kursinya segala. 14:33 Bahkan saya dibikinkan teh kok waktu 14:35 itu. [tertawa] Kan tehnya enggak saya 14:37 minum kan teh manis kan 14:38 dan enggak ngerasa apa-apa. Saya saya 14:40 masih hidup juga makanya kan. [tertawa] 14:42 Nah, itu yang saya aneh sampai sekarang. 14:44 Asyaallah. 14:44 Dari situ saya enggak pernah ee 14:48 merasain apa-apa segala macam apa-apa. 14:50 Saya bisa mendoakan aja beliaunya. Saya 14:52 gitu aja. Mudah-mudahan beliau juga 14:53 kalau memang beliaunya ee benar-benar 14:56 manusia ya sebumnya sehat, panjang umur 14:59 dan mungkin makin berkah aja. Kalau 15:01 memang ini ya, kalau memang beliaunya 15:03 bukan 15:05 manusia dia mungkin utusan dari Allah 15:07 atau malaikat segala macam ya 15:09 mungkin saya pengin beliaunya ngelihat 15:11 saya terus nih kalau saya mincing dikit 15:14 sentil aja gitu saya gitu kan bahasanya 15:17 kalau mungkin saya jalan di dunia ini 15:19 mau macam-macam 15:20 tabuklah saya gitu loh biar ingat eh 15:22 kamu salat ah gitu 15:24 itu aja 15:25 sekarang masak sudah punya istri sudah 15:26 punya anak ya 15:27 alhamdulillah 15:28 itu setelah peristiwa itu 15:30 ee ee peristiwa itu saya ee 2010 Pak 15:33 Haji, saya sudah punya 15:35 dua anak. 15:36 He 15:36 ya kan yang terakhir kan 2006 itu lahir. 15:40 2001 anak gede 2006 anak yang kedua itu 15:44 lahir. 15:45 Jadi apa tekadnya Mas Agung setelah 15:47 bertemu orang misterius itu 15:49 langsung ee ingin terus belajar Islam 15:52 ya? 15:52 Iya. Intinya seperti [berdehem] itu. 15:53 E belajar ke siapa itu 15:55 ya? 15:55 Belajar ke siapa? ngaji-ngaji 15:56 ee sekarang kami ada di situ ada 15:59 pengajian gratis juga ada ustazah juga 16:01 yang biasa untuk anak-anak ustaznya juga 16:04 di situ ada Ustaz Far Rosjana Hukum 16:06 Islam 16:07 beliau juga dari masih muda tapi memang 16:10 beliau juga mengajarkan saya bahwa kalau 16:15 diundang ngajar ke mana-mana tuh jangan 16:16 minta duit ya itu beliaunya 16:18 dia pun saya undang ke mana-mana juga 16:20 ee tidak pernah minta ini, minta itu. 16:22 Tapi tetap kita pikirkan karena beliau 16:24 juga kan punya keluarga. Hm. 16:26 Dan sekarang juga kami ee alhamdulillah 16:30 tahun 2003 kemarin 2004 saya ee membuat 16:35 sebuah yayasan sosial gitu, Pak. 16:37 H 16:37 karena mengacu pada lingkungan di situ 16:40 memang kurang ee memprihatinkan, 16:43 menengah ke bawah bahas saya seperti 16:44 itu. Ya, intinya ingin berbagi a sosial 16:48 di situ. 16:49 Bukan sudah punya ambulan segala ya. 16:51 Iya. Alhamdulillah. He 16:52 itu saya kumpulkan kawan-kawan dulu yang 16:54 mungkin cuman saya menawarkan ke 16:57 kawan-kawan ini kalau yang mau lillahi 17:00 taala ayo ikut sekalian 17:01 tapi jangan mikirkan apa ada apanya di 17:04 situ. [berdehem] 17:05 Saya enggak pernah mencari apa-apa dan 17:07 saya enggak bisa ngasih duit. Saya 17:08 enggak bisa ngasih apa-apa. 17:09 Kita hanya nyari berkah aja dunia 17:12 akhirat. 17:13 Kenapa? Kalau kalian kerja terus nyari 17:16 duit percuma enggak akan dapat. Enggak 17:18 akan kaya juga. H 17:20 saya nyatanya dokter jadi entara iya 17:23 jaga sini iya tetap enggak kaya-kaya ya 17:26 kan tetap gini aja tapi ya alhamdulillah 17:27 bersyukur anak sekolah bisa bisa 17:30 apa namanya sehat semua seperti itu. 17:34 Akhirnya banyak yang ngumpul. Kita 17:36 bikinlah 17:38 sebuah seperti arisan tabungan. Kita 17:40 dapat 1 tahun 20002 itu kita 17:44 bisa punya tabungan sekian kita untuk 17:46 beli ambulans. Kita DP ambulans. 17:49 Alhamdulillah. 17:50 Iya. Mas Gong cerita enggak ke Ustaz Far 17:52 Rajin tentang kejadian ketemu pria 17:55 misterius itu? Cerita enggak? 17:57 Alhamdulillah saya cerita enggak panjang 17:59 lebar ya Pak aja. 18:01 Respon Ustaz itu apa? 18:03 dia ya bahasanya 18:05 ee kita tidak boleh menduga-menduga ya 18:08 Pak Agung. Bahasanya ini kita enggak 18:10 bisa kalau memang itu utusan Allah ya 18:13 mungkin itu jalan dari Allah untuk Mas 18:15 Agung Pak Agung mulai 18:17 ee berbenah diri 18:19 karena mungkin Pak Agung pernah alami 18:20 sesuatu hal yang sangat besar mungkin 18:23 menurut diri pribadi Pak Agung. Itulah 18:26 ya mungkin ini kalau memang beliaunya 18:27 itu ee waliullah ataupun ee siapapun itu 18:32 orangnya ya kita wajib doakan beliaunya. 18:35 Mudah-mudahan 18:36 yang yang penting ajakannya positif baik 18:37 gitu ya. 18:38 Iya. Intinya begitu karena bahasanya 18:40 beliau hanya mesankan saya salat salat 18:42 salat dan salat gitu aja Pak 18:44 itu belajar salat. 18:45 Karena apa? Orang intinya Islam itu 18:47 kalau ee 18:50 sedekahmu segede apapun, seberapa banyak 18:53 pun kamu punya uang sedekahkan kalau 18:55 enggak punya salat, enggak punya ya 18:56 percum juga enggak ada gunanya kalau 18:58 enggak salat, 18:59 enggak ada hitungannya itu sedekah gitu 19:01 loh. 19:03 Itu intinya. 19:04 Alhamdulillah kemarin saya pendidikan 19:07 yayasan ya, 19:09 sekarang alhamdulillah sudah berjalan 19:11 lancar, 19:12 sudah punya ambulan mungkin ee 19:15 anak yatim tiap 3 bulan kita santunin 19:18 yang lingkungan situ ya, Pak. 19:19 Siapa saja yang boleh memakai ambulans 19:21 itu? Apa ke lingkungan saja apa di luar 19:23 lingkungan boleh? 19:23 Siapapun sampai luar lingkungan Pak 19:25 H 19:26 dalam kota baik itu luar kota. Sekarang 19:28 juga kemarin sudah 19:31 kita di kami sendiri yayasan dilirik 19:33 sama 19:35 majelis taklim al-husna di wilayah 19:37 Condet. Di situ diketahui oleh Habib 19:40 Hamid ee bin Umar Alhamid. He. 19:44 Nah, beliaunya mungkin kata orang Habib 19:47 yang belum terkontaminasi [tertawa] gitu 19:50 kan. Saya beliau ngikut. Nah, kalau 19:52 ngikut beliau memang beliau hanya 19:53 intinya taklim dan sedekah isinya itu. 19:56 Hm. taklim itu ya pengajian. Kemudian 19:59 sedekahnya itu sudah dari ee sebelum 20:02 puasa kita adakan ee Jumat berkah Pak 20:05 Haji. Bagi-bagi makanan 20:08 sampai 300 bok biasanya. Sampai kemarin 20:12 puasa juga kita bagi-bagi 20:15 makan buka bersama itu sampai 3500 bok 20:18 seminggu tiga kali. 20:19 Sampai sekarang masih berjalan. 20:22 Setiap Jumat jam .00 itu kita adakan 20:23 jemaat berkah di Jond. 20:25 Sekarang hubungan dengan Bapak dan 20:27 keluarga bagaimana? Apakah sudah baik 20:29 atau bagaimana? 20:30 Ee sebelum Bapak Ibu almarhum alhumah 20:33 alhamdulillah sudah enggak masalah. 20:34 Oh 20:35 karena waktu itu 2000. 20:36 Tapi waktu wafat dalam keadaan Islam 20:38 apa, Mas? 20:39 Ya, waktu ibu kan dicovidkan ya. 20:41 He. 20:41 Dicovidkan saya pun pulang tapi karena 20:43 tidak bisa ketemu dimakankan jam 12.00 20:46 malam saya pagi baru sampai kan. Tapi 20:50 alhamdulillah Bapak pada saat 20:53 meninggalnya saya bisa pulang malam itu 20:56 sampai pagi. Tapi memang tidak keburu 20:59 beliau nunggu saya sudah meninggal 21:02 duluan. 21:03 Tetapi saya berusaha ya sebisa mungkin 21:06 apa kata yang diajarin sama ustaz yang 21:08 penting saya bisikkan aja ke telinga 21:10 beliaunya. He 21:11 syahadat segala macam itu saja tentang 21:14 diterima atau tidak kan itu kan Allah 21:17 sendiri yang berkehendak kan. 21:21 Baik danwat ee masih di acara 21:24 hijrah Talk kami mengundang Mas Agung 21:28 Dwi Haryanto. Beliau tadinya Katolik 21:31 lalu bertemu dengan seseorang yang 21:33 enggak nanya nama, enggak nanya apa. 21:35 Mengajarkan untuk salat tahajud 21:37 malam-malam. Ternyata 21:40 tahajud dia kasusnya 21:44 terselesaikan gitu ya. Alhamdulillah 21:47 sekarang bahkan sudah punya yayasan, 21:49 sudah punya ambulans, mm dan sudah mulai 21:53 rajin ngaji ya. 21:55 Insyaallah. 21:55 Oke. Ee kami akan bacakan nomor HP Mas 21:58 Agung Dwi Haryanto. Silakan yang mau 22:01 mencatat kami akan bacakan nomor HP dari 22:04 Agung Harianto. Tinggal dicondet ya. 22:06 Iyaet. Hm. Nomornya 0812. 22:10 Kemudian 95, 22:13 99, 22:14 6453. 22:16 0812 22:19 95 22:23 64 22:25 53. 22:26 Agung Dwi Haryanto. 22:30 Asalamualaikum, Mas Agung. Selamat 22:32 datang di Rasil. Senang dengar 22:35 ceritanya. 22:36 E 22:38 Mas Agung, apakah ee tidak bertemu lagi 22:41 dengan seseorang itu yang mengajarkan 22:43 Agung untuk salat tahajud? 22:45 Sampai detik ini saya belum bisa jumpain 22:48 lagi. 22:49 Rumahnya pun masih kosong. 22:50 Ke rumahnya pun sekarang sudah ada orang 22:51 lain. 22:52 H 22:52 2 tahun yang lalu saya pernah ke 22:54 rumahnya 22:55 ee orang lain lagi sih. 22:56 He. 22:57 Dan mungkin ya saya enggak nanya lagi. 22:59 [tertawa] 23:00 Oke. 23:02 Asalamualaikum, Mas Agung. 23:04 Waalaikumsalam warahmatullah. 23:05 Mas Agung, bagaimana hubungan Mas Agung 23:07 dengan adik-adik Mas Agung? Apakah masih 23:09 suka kontak? 23:14 Alhamdulillah, kakak adik saya ee saya 23:17 lima bersaudara. Saya nomor dua, kakak 23:20 saya alhamdulillah 23:21 baik. Kemudian ee adik-adik saya juga 23:24 mungkin sudah menerima. Ada salah satu 23:26 adik saya mungkin yang sekarang dinas di 23:28 AURI ya. 23:28 Heeh. 23:29 Itu masih mungkin belum begitu menerim 23:32 lah mungkin. Karena setahu saya dulu 23:35 istrinya dia itu muslim. 23:37 He. 23:37 Tapi berpindah ikut adik saya ke 23:39 Katolik. 23:39 He. 23:40 Nah, mungkin dari situlah mungkin masih 23:42 sampai sekarang 23:44 belum nerima saya. 23:45 Satu aja. Yang lain sih alhamdulillah. 23:49 Oke. Asalamualaikum, Mas Agung. Mas 23:51 Agung apanya apa dulu pernah aktif juga 23:53 di gereja? Nih. 23:57 Kalau di gereja 23:59 aktif sih sebenarnya tidak ya, tapi ee 24:02 hanya mengikutin orang tua saja ya. 24:04 Kalau aktif mungkin seperti 24:07 pengurus segala macam saya tidak. 24:08 He. 24:09 Karena memang setelah banyak saya tahu, 24:12 saya tidak pengin terlalu dalam, terlalu 24:15 aktif di situ di gereja 24:16 gitu. Apalagi setelah saya keluar dari 24:19 lingkungan Solo, saya pindah ke Jakarta 24:20 itu alhamdulillah saya sudah mulai 24:22 menjauhin sedikit demi sedikit. He 24:24 gitu. Oke. 24:29 Asalamualaikum, Mas Agung. Ee 24:34 Mas Agung dari militer ya? E dari di KTP 24:38 di atau di tanda 24:40 masuk di militer agamanya apa? 24:44 Waktu daftar di militer agama saya 24:46 Katolik. 24:46 He. 24:47 Sekarang sudah dirubah? 24:48 Sudah dirubah. Saya sudah pindah 2010 24:50 itu pindah ke Mapes. 24:52 Alhamdulillah semua sudah saudara saya 24:53 rubah semua. Hm. 24:55 KTP. 24:56 Tapi enggak enggak ada keberatan ya. 24:57 Enggak ada enggak sulit ya? 24:58 Ee gak sulit semuanya dipermudah. 25:01 Alhamdulillah Allah permudah jalan saya 25:03 sih. 25:03 Hmu. 25:05 Oke. Asalamualaikum Mas Agung. Mas Agung 25:08 sekarang pengajiannya di mana? Apakah 25:11 kami boleh ikut mengaji di sana? 25:15 Alhamdulillah pengajian gratis kami di 25:18 sana itu untuk anak-anak 25:19 di sana ya. 25:20 Iya. Itu anak-anak SMP ke bawah, Pak. 25:23 Jadi usia dini ya yang kita ajarin di 25:25 situ. Karena 25:27 ee sepengetahuan saya lingkungan kami di 25:29 situ sangat-sangat kurang bagus. 25:32 Dulu-dulu orang tuanya mungkin seperti 25:34 apa 25:35 kita tahu juga gitu loh. Saya jadi 25:37 sendiri tahu banyak kejadian di situlah 25:39 tawuran segala macam. Dulu sangat-sangat 25:41 sering. 25:42 Siapa ngajar di sana? 25:43 Di situ ada Ustazah Ari. 25:45 He. 25:46 Yang membina setiap hari itu ada di aula 25:49 pos ya kan tadi kan di musala waktu itu 25:51 ya. Cuman karena di musala enggak 25:54 berkenan, ya sudahlah kita bedakan ke 25:55 pos. 25:56 H 25:56 sampai sekarang di pos seperti itu. 25:59 Kalau Ustaz tadi pembimbing saya sendiri 26:02 terprosi masuk juga di yayasan. 26:05 Beliaunya jadi dewan surau kami di 26:07 yayasan 26:08 gitu. 26:10 H. Halo. Asalamualaikum Mas Agung. Mas 26:12 Agungam. 26:13 Apa yang ee Mas Agung lihat dengan Islam 26:16 sekarang ini? Apa keindahan-keinan yang 26:18 Mas Agung rasakan dari Islam? 26:21 Alhamdulillah Islam yang saya tahu 26:25 mungkin dari awal ee mungkin saya 26:27 dikenalkan sama orang-orang yang 26:29 bahasanya ee 26:32 bukan kehidupannya 26:34 mapan ya, makmur bukan, tapi kehidupan 26:37 mereka 26:39 biasa-biasa saja tapi ee bisa dengan 26:44 orang itu saling membantu, 26:46 saling sosialnya sangat tinggi. Itulah 26:49 mungkin yang banyak saya pelajari dan 26:50 mungkin mengajarkan diri saya supaya 26:53 saya sendiri juga ee banyak membantu 26:55 orang. Maka dari itu kami di situ ngajak 26:59 teman-teman yang masih mau bergabung 27:01 saya dirikan Yayasan Sosial tadi. Itulah 27:04 di situ. Itu yang intinya 27:07 ee di Islam 27:10 ee 27:12 kita ingin memperbaiki adab dan akhlak 27:14 kita sendiri. Itu yang paling inti 27:16 sebenarnya. 27:17 Oke. Asalamualaikum dari Bu Heni. Mbak 27:20 Sagung, apakah sudah umrah? 27:22 Alhamdulillah belum. 27:24 Oh, belum. Tapi ya rencana ke sana ya. 27:26 Ee dulu ee sebelum COVID eh setelah 27:30 COVID pernah mau ee umrah. Bahkan 27:34 mungkin dana sudah mungkin sekitar 80%. 27:37 cuman tiba-tiba ada apa ya tadi ada 27:41 pengajian yang saya harus iniin ada anak 27:44 yatim yang harus saya ini akhirnya saya 27:47 batalkan lagi. 27:47 Hm. 27:48 Ya tadi bahasanya kalau kita mau naik 27:52 umrah setiap bulan tapi lingkungan kita 27:55 masih membutuhkan 27:56 ya percuma juga kita umrah. Yang penting 27:58 lingkungan kita ya kita harus bantu 28:00 dulu. He 28:01 jangan sampai kita bisa naik haji tiga 28:03 kali 28:04 setahun tiap tahun naik haji tapi kita 28:06 enggak bisa bantuin sebelah-sebelah 28:08 dekat rumah itu dulu. 28:09 Oke ya. Asalamualaikum dari Ibu Tuti. 28:11 Asalamualaikum Mas Agung. 28:13 Waalaikumsalam. 28:14 Lingkungan yang seperti apa ya Pak yang 28:15 perlu bantuan dan kasusnya apa saja yang 28:17 ada di lingkungan? Waduh. 28:21 Kasus di lingkungan biasanya di situ ee 28:25 banyak-banyak ya mungkin masih pada 28:28 minum-minuman anaknya. Kemudian tawuran 28:31 itu yang sering terjadi sih. Hanya itu 28:32 aja sebenarnya. Makanya kita bikin 28:36 dahulunya sebagai ikatan remaja musala 28:38 ini biar kita bisa mengajak 28:40 mereka-mereka gitu kan yang sekarang 28:42 akhirnya kita bubarkan tetapi masih 28:45 berdiri pengajian tersebut di bawah 28:46 yayasan. Tadi di bawah musala sekarang 28:48 di bawah 28:49 yayasan. Begitu. Jadi sampai anak-anak 28:52 yang wisadini ini 28:54 ee ikut terbawa oleh abang-abangnya, 28:56 kakak-kakaknya yang tadi mungkin tidak 28:58 baik gitu kan. Makanya kita anak yang 29:01 kecil-kecil ini kita ajarin dari awal 29:03 dari usia dini. 29:04 Itu ada tawaran itu tawaran antara gang 29:07 atau apa gimana? 29:08 Ya antara sebenarnya beda aja Pak Haji 29:11 bisa tawuran ya. 29:12 Tawuran gitu. 29:13 Gara-garanya apa kalau tawuran biasanya? 29:15 Ya, kalau kalau puasa ledek-ledekan sem 29:18 kan terutama puasa sebelum setelah puasa 29:21 juga kemarin kejadian kan ada yang 29:24 sampai ee main sajam juga kan ke bacok 29:27 juga 29:28 akhirnya begitu. Karena juga saya 29:31 sebelum memudarkan diri kemarin saya 29:34 sudah jadi keamanan RW juga sebenarnya. 29:36 H 29:36 hanya mungkin ee Pak RT, Pak RT juga 29:40 sendiri sih kurang ee peduli sama 29:43 lingkungan. He 29:44 semua lingkungan di situ mereka kurang 29:45 ber hanya mungkin kalau tugas-tugas 29:48 pokoknya dia yang dijalanan padahalkan 29:51 namanya ketua RT itu ya harus warga 29:53 semuanya diurus baik buruknya harus 29:56 diurus kan gitu. 29:57 Hm. 29:58 Itu 30:00 oke. 30:02 Ada minta nomor teleponnya Mas Agung. 30:04 Oke saya akan bacakan lagi nomor telepon 30:05 Mas Agung ya. 30:06 Iya. Monggo. 30:07 0812 30:10 sudah. Kemudian 95 kemudian 99 30:16 0453 30:17 0812 30:20 95 30:22 64 30:24 531295 30:28 996453 30:30 Agung Dwi Harsanto. 30:33 Haryanto 30:34 Haryanto Agung Dwi Haryanto. 30:38 Masang Agung apa ada rencana untuk 30:40 pindah lokasi mengingat di sana suka ada 30:43 tawuran. Waduh. 30:46 Alhamdulillah saya belum ada niat untuk 30:48 pindah lokasi. Bahkan mungkin pulang 30:50 kampung pun kayaknya ee agak berat 30:54 karena orang tua sudah almarhum semua 30:56 dua-duanya. 30:57 Mungkin kalau masih ada beliaunya 30:58 mungkin masih punya keinginan untuk 31:00 pindah kampung ya. 31:01 Tapi karena beliau sudah enggak ada mau 31:02 enggak mau saya harus berusaha di luar. 31:05 Tapi ya alhamdulillah t apapun yang 31:07 terjadi situ ya kita akan selalu ee 31:11 lihat lingkungan. Kalau memang kurang 31:12 benar ya kita benarkan, kalau kurang 31:13 beres ya kita bereskan. Insyaallah 31:15 seperti itu. 31:15 Hm. Oke. Dari Bapak Bambang ee Mas 31:19 Agung, apa pesan Mas Agung untuk para 31:20 mualaf yang baru saja masuk Islam? Apa 31:23 pesannya? 31:25 Ya, intinya kalau buat saya diri pribadi 31:28 saya 31:30 untuk memperteku iman kita ya itu 31:32 intinya jangan lupa tinggalkan salat aja 31:34 sudah. Karena salat itu pada intinya 31:37 misil. Karena yang membedakan kita 31:38 dengan kafir ya salat. 31:40 Hm. 31:41 Mungkin banyak 31:43 hmm 31:45 banyak orang baik juga agama lain. 31:46 Tetapi perbedaan di kita dengan orang 31:49 mereka juga intinya di salat. 31:51 Oke. Baik. Kita jeda dulu. Nanti kami 31:54 akan kembali setelah yang berikut ini 31:56 masih di acara hijrah talk bersama Mas 32:00 Agung Dwi Haryanto. 32:10 [musik] 32:13 Hasil TV 32:16 [musik] 32:20 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 32:22 jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimangis 32:24 Cibubur masih di acara hijrah TOK di 32:27 mana kami mengundang Mas Agung Dwi 32:30 Haryanto. Beliau dari militer ya ee 32:33 mualaf. Tadinya agamanya Koterik 32:36 sekarang bahkan sudah bisa membuat 32:38 yayasan sendiri. Bagaimana perjalanan 32:41 membuat yayasan Mas Agung? 32:44 Ee alhamdulillah sudah Januari kemarin 32:48 kita 1 tahun e yayasan kami berdiri, 32:50 Pak. 32:51 Ee awalnya dari kita membuat pengajian 32:54 gratis tadi sudah selama 3 tahun ya, 32:57 2021 sampai setelah COVID itu vakum. 33:01 Jadi tidak ada apa-apa, tidak ada 33:02 kegiatan. Kami berusaha sama teman-teman 33:06 pengin pengajian perjalanan 3 tahun ee 33:10 hanya stak di situ-situ aja ya 33:11 pengajian-pengajian tapi tidak ada 33:13 perkembangan yang signifikan. Kemudian 33:16 kami berpikir dan di pengajian tersebut 33:18 kita nyari dana buat mereka pun semakin 33:20 sulit bahasanya. 33:22 Akhirnya saya ke berkunjung ke Basnas ke 33:24 Basis ee kita dapat himbuan dari mereka 33:28 coba bikin yayasan. 33:29 Hm. Mungkin kalau 33:32 berbentuk yayasan lebih dipermudah. 33:34 Alhamdulillah saya kembali rapat dengan 33:36 anak-anak, dengan teman-teman 33:39 kita bikinlah yayasan gitu. 2023 kita 33:42 bikin yayasan sampai 2024 kemarin resmi 33:47 ee sah keluar SK Kemen Kumam. 33:49 Alhamdulillah juga kita langsung ee DP 33:53 ambulans. 33:54 Hm. Alhamdulillah di bulan 1 ee sudah 33:57 berjalan ke mana-mana 33:59 ya memang ee tidak tidak mudah dan tidak 34:04 murah bikin yayasan sebenarnya tapi 34:07 alhamdulillah apa yang kita bikin ada 34:10 aja yang bantu. 34:11 Untuk bayaran cicilannya gimana? 34:13 Cicilan dari kita patungan. Jadi kita 34:15 punya sebuah celengan namanya celengan 34:18 ambulans. 34:18 Hm. 34:19 Itu ada beranggotakan sekitar 30 orang. 34:21 He. 34:22 Itu setiap bulan kita buka. 34:24 sebulan berapa 34:25 kita buka hanya dapat ee kadang R juta, 34:27 seteng kadang-kadang R juta paling 34:30 banyak R juta 34:31 tapi kita bayar jilannya kan itu memang 34:34 karoseri teman kita sendiri 34:37 jadi 34:38 2 bulan sekali kita nyicil R5 juta 34:40 [tertawa] gitu kan jadi kekurangan ya 34:42 nanti kita 34:43 mungkin dari kami yayasan kita temokin 34:46 supaya lengkap R5 juta seperti kemarin. 34:49 Hm. He 34:49 ini tahun pertama 34:52 yayasan berdiri. Alhamdulillah 34:55 kita sudah kasa kusuk keman ke Telkom. 34:58 Alhamdulillah sudah dapat ee dilirik 35:00 sama pihak Telkom BUMN. 35:03 Ee kita tinggal ee tekunin aja Pak Haji. 35:06 Karena Telkom itu sebenarnya dana CSR 35:09 itu setiap WMN mengeluarkan CSR tetapi 35:12 tidak ada pengajuan. 35:14 Hm. He 35:14 karena 35:16 saya tahu dan ada linknya dari 35:18 teman-teman, akhirnya kita ngajukan ke 35:20 beliaunya. 35:21 Dapat. 35:22 Alhamdulillah kemarin dapat untuk anak 35:24 yatim, untuk ambulans sama untuk 35:26 pengajian dapat Rp15 juta. Ahah. Kita 35:28 bagi-bagi dah tu untuk ambulans, juga 35:31 untuk ee anak yatim juga. Akhirnya kita 35:33 setelah lebaran kemarin dapat ya kita 35:36 santunin anak yatim seperti itu. Kita 35:38 belikan pengajian juga untuk mungkin 35:40 seragam murabinya segala macam ee iqra 35:43 segala macam. kita belikan semuanya. 35:44 Untuk sopir dari mana? 35:46 Sopir dari kita semua relawan. Kita ada 35:48 namanya relawan 35:49 ee relawan tuh disebut raya. Relawan ee 35:52 relawan ambulans Yayasan Arido. 35:54 Hm. 35:55 Itu alhamdulillah 35:57 ee teman-teman kami yang sopir kru 36:01 mereka tidak pernah menuntut bayaran 36:03 sama sekali. 36:04 Hm. 36:05 Alhamdulillah kalau dari setiap ambulans 36:08 bawa pasien 36:11 mungkin ada yang ngasih kita akan 36:13 dahulukan dulu ambulans, 36:14 bensin terutama kemudian nanti paling 36:17 untuk ee uang makan segala macam untuk 36:19 dibagi dengan kru. Kalaupun masih kurang 36:23 ee mereka supaya beli apa-apa yang 36:26 penting ada bonnya suruh ngadap saya. 36:28 Kita akan ganti uang dari yayasan. 36:30 Yayasannya apa namanya? Yayasan Arido. 36:32 Arido itu. Oke. Oke. 36:34 Arido di Cond. 36:36 Nomor teleponya juga ada, Pak. 36:37 Oke. Ya, bisa nelepon ke Mas Agung aja 36:40 di 0812 36:41 kemudian 9591453. 36:46 Jadi kalau ada pendengar hasil yang 36:48 memerlukan ambulan boleh telepon ke sini 36:50 ya. 36:50 Di 0812 36:53 95 36:55 99 e 14 36:58 53. 37:00 Agung Dwi Haryanto. 37:03 Oke. 37:05 Ee 37:07 Mas Agung siapa ustaz favoritnya? Waduh. 37:12 Ustaz favorit ya 37:14 maksudnya yang di apa? Di umum ya di 37:17 luar ya. 37:17 Heeh. 37:19 semuanya favorit semua saya dengarkan 37:20 sebenarnya sih semu semuanya 37:22 semua ustaz saya di YouTube di apa saya 37:23 baca dan saya dengarkan 37:25 ee hanya ya mungkin yang merasa buat 37:29 saya baik saya ambil yang enggak ya 37:30 enggak saya ambil 37:31 yang merasa di hati dan pikiran saya 37:33 masuk saya akan masukkan kalau gak ya 37:35 enggak sama seperti itu juga karena kan 37:37 belum tentu ya mau nih Pak Haji ya belum 37:40 tentu ee semua entah itu ustaz ulama 37:44 ataupun habib belum tentu juga apa yang 37:46 dia katakan semuanya benar Benar kan 37:48 gitu. 37:49 Itu intinya. 37:50 Tadi kalau Ustaz semuanya kita saya 37:52 tidak ada semuanya favorit sih 37:54 sebenarnya karena semua saya dengarkan 37:56 dari Ustaz apa namanya ee 37:59 Abdul Somad. 38:00 Abdul Somad dari 38:03 Ustaz Reza segala macam. 38:05 Ee kalau dulu memang saya mengagumi 38:08 Ustaz yang meninggal tuh 38:09 ee siapa 38:11 yang tak jatuh motor tabrakan itu? 38:13 Jeffri J 38:14 Jeffri itu sangat sangat mengagumi 38:15 beliau kan rekam jejaknya juga sangat 38:17 seperti apa. 38:19 Pernah saya baca juga begitu 38:21 ya. itu sih kalau sekarang karena ee 38:25 intinya 38:27 guru-guru kami yang diondet 38:30 itu ya intinya itu tadi ee semua 38:36 kalau 38:37 mengajari seseorang ya bahasanya 38:40 janganlah menuntut sesuatu apapun di 38:41 situ. 38:42 Jangan lihat ada apanya 38:44 gitu. Tapi kita berbuatlah situ apa 38:47 adanya kan gitu aja. 38:50 Baik. Oke. Baik. Ee Mas Agung, 38:52 sepertinya kita sudah dibatasi oleh 38:54 waktu ee terakhir ada yang mau 38:56 disampaikan untuk para mualaf atau 38:58 pendengar hasil? Silakan. 39:00 Ee bismillahirrahmanirrahim. 39:02 Mungkin untuk para mualaf ee wabil 39:05 khusus diri pribadi saya sendiri. 39:08 saya sendiri ee 39:11 masih banyak kekurangan, masih banyak 39:13 yang perlu harus saya perbaiki dalam 39:16 diri kami sendiri, dan dari kita 39:17 sendiri, terutama terutama juga di 39:20 keluarga saya sendiri 39:22 yang intinya ee awal mula saya hijrah 39:26 memang dari ee seseorang mengajarkan 39:30 saya untuk beribadah salat. Karena ee di 39:35 Muslim itu adalah inti dan kunci dari 39:37 segala macam tiangnya agama itu adalah 39:39 salat. 39:40 H 39:40 karena kita mau berbuat baik, kita mau 39:43 sedekah, kita mau bantu orang sebesar 39:46 apapun 39:47 kalau kita tanpa kita melakukan salat 39:50 buat buat kita tidak ada gunanya. 39:52 Hm. 39:54 Mungkin itu aja dari saya. Mudah-mudahan 39:56 kita semakin bertebal iman kita, semakin 39:58 banyak pengajian dan 40:00 ee kita perbaiki salat kita. Karena 40:03 siapa yang bisa memperbaiki salat kita, 40:05 nanti akan perbaiki hidup kita akan 40:06 diperbaiki sama Allah. 40:07 Oke [tertawa] 40:09 [terkesiap] 40:09 ya. Kalau ingin baik hidupnya, perbaiki 40:11 salatnya ya. 40:12 Baik, terima kasih Mas Agung eh Dwi 40:16 Haryanto atas kunjungannya kerasil, atas 40:19 sharing ceritanya. Baik, mudah-mudahan 40:21 bermanfaat ya. Alhamdulillah. 40:22 Baik. Saya Muhammad Krishna Ondi 40:24 Saputra. Lalu Algi mohon pamit. 40:26 Wabillahi taufik walhidayah. 40:28 Wasalamualaikum warahmatullahi 40:29 wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull 40:35 [musik] 40:43 [musik] 40:44 sahabat. 40:45 Mari