Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 Brail TV. 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:19 sayyidina Muhammad waa ali sayyidina 0:21 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:23 lagi hari ini hari Rabu tanggal ee 30 0:28 April 2025 atau tanggal 1 Zulqadah 1446 0:33 Hijriah. Zulqadah kita tahu adalah 4 0:36 bulan haram ya. Zulqadah, Zulhijah, 0:39 Muharam dan Rajab. Allah telah 0:42 mengkhususkan 4 bulan tersebut 0:45 sebagai bulan haram dan Allah 0:47 mengagungkan kemuliaannya. Allah 0:50 menjadikan perbuatan dosa yang dilakukan 0:52 di dalamnya lebih besar. Sebagaimana 0:55 juga Allah menjadikan amal saleh dan 0:58 pahala yang dilakukan dalam bulan-bulan 1:00 ini lebih besar lagi pahalanya. 1:03 Masyaallah. Oke, kita jumpa lagi dalam 1:06 acara mualaf Talk. Kami menghadirkan 1:10 seorang wanita, seorang akhwat ya. Ee 1:14 beliau lahir di 1:16 Manado tanggal 29 Juli 1:19 2000 eh tanggal 9 April. Tanggal 9 April 1:25 ya. Iya. 9 1:27 April tahun 1:30 1981. Tahun 1:33 1981. Di Lingi Lininga Ngaan ya. Iya. 1:37 Liningan. Liningangan. 1:39 Oke. Ee dulu namanya namanya Unike. Iya. 1:44 Pengurus gereja ini sekarang. 1:46 Alhamdulillah setelah walap namanya 1:48 dirubah menjadi Nur Siti Aisyah. Iya. 1:51 Ahlan wasahlan. Asalamualaikum. Ee 1:53 Waalaikumsalam warahmatullahi. Kemarin 1:55 sudah diwawancara 1:57 Kodondi ya? Sudah. Iya. Panjang lebar 1:59 itu. Masyaallah. Oke. Di Manado. Manado 2:03 tuh ada pula Pulau Siladen. Iya. Pulau 2:07 Seladen, Pulau Bunaken. Pulau Siladen. 2:10 Siladen itu di samping bula apa? Pulau 2:12 tapi Pulau Siladen kayaknya eksklusif 2:14 ya. Iya di sana itu cukup eksklusif. 2:17 Boleh. Orang-orang mana itu dikelola 2:19 oleh orang-orang negeri. Jadi kalau 2:21 untuk datang ke sana tapi ada sebagian 2:23 juga yang bisa di ee kunjungi oleh 2:26 masyarakat umum gitu. Tapi kebanyakan 2:28 orang mana ya? Ee kebanyakan orang luar. 2:30 Jadi dari turis. Iya. Oh. Oh, jadi dari 2:33 turis-turis yang dari luar itu ada 2:35 tempat khusus yang memang ee hotel itu 2:37 hanya melayani ee pengunjung-pengunjung 2:39 dari ee luar negeri. Tapi ada sebagian 2:43 memang dibuka untuk umum dan di sana itu 2:45 juga ee bisa sewa perahu, bisa keliling. 2:49 Jadi keliling beberapa pulau itu. Iya. 2:52 Pulau Bunaken, Pulau Siladen itu Pulau 2:55 Siladen. Heeh. Ada beberapa pulau itu 2:57 ada paket perahu yang disediakan untuk 2:59 mengelilingi berapa pulau yang indah 3:01 yang ada di ee Sulawesi Utara. Saya 3:03 pernah ke Manado tuh membeli sudah 3:06 pernah membeli apa buah pala kok buah 3:09 palanya besar-besar di sana ya? Iya. 3:11 Beda dengan yang di Bogor istilnya 3:13 besar-besar. Oh mungkin karena di sana 3:16 itu tanahnya struktur 3:19 tanahnya karena yang di sana itu ditanam 3:22 di bawah ke kaki gunung kelabat. Oh. 3:26 daerah Minaha buah panya besar-besar ya. 3:28 Terus jangan juga makan nasi kuning 3:30 tuhas juga. Kenapa bisa seenak gitu nasi 3:33 kuning? Beda dengan lainnya sampai orang 3:34 bawa nasi kuning buat oleh-oleh ke 3:36 Jakarta. Betul banget. Betul. Soalnya di 3:38 sana itu dibungkus sama ee daun woka 3:42 namanya. Daun woka. Oh woka. Memang 3:46 sangat-sangat terkenal itu. Saya juga 3:48 kalau ke sana itu pasti minta 3:49 oleh-olehnya nasi kuning saya selain 3:52 kelapaar. Heeh. Sudah pernah merasa 3:54 kelapatar? Kelapatart belum? Oh belum. 3:56 Nanti saya bikinin gitu. 4:00 Oke Iwan masih di acara mualaf Talk. 4:03 Kami menghadirkan sini Mbak Siti Nur 4:08 Aisyah. Eh dia sudah juga diwawancar 4:12 oleh Koh Dondi ya. M gimana? E kan dulu 4:16 kalau enggak pernah menjadi penyiar juga 4:18 di RRI Talut ya 3 tahun di sana. Nah, ee 4:21 10 tahun tinggal di 4:23 sana itu sempat menyar sekitar 3 tahun. 4:27 Oke. Jadi, gimana perjalanannya sing 4:30 tadi kan ee penganut ee Kristen 4:32 karismatik ya, Beatle ya? Iya. 4:34 Karismatik itu ada persamaan kalau 4:36 enggak boleh ngerokok kan ya. Iya. 4:37 Enggak boleh ngerokok, enggak boleh 4:38 menem alkohol. Ada puasanya juga ya. Ada 4:42 puasanya juga. Oke. Oke. Baik. Lalu 4:45 bagaimana kisahnya sehingga lalu 4:48 tertarik kepada agama Islam? Islam. 4:50 Alhamdulillah Allah tuh sayang banget 4:53 sama saya gitu sehingga diberikan 4:55 hidayah untuk menjadi umat Islam. Jadi, 4:58 Pak Ustaz dan juga hadirin mungkin sudah 5:00 ada juga yang nonton video saya bersama 5:02 dengan beberapa yang lain. Tapi saya 5:04 sangat bersyukur dulu, terima kasih 5:06 banyak karena saya diundang di Rasel TV 5:10 dan juga radio. Terima kasih banyak 5:12 mengawali ee wawancara saya ini. Ee 5:15 kisah saya em sampai menjadi muslim itu 5:19 pertama kali papa saya itu sebagai 5:21 seorang pendeta. Beliau itu di pernah 5:25 ditugaskan di ee suatu apa tempat 5:30 apabila itu di belakang tempat tugas 5:32 papa itu ee semuanya muslim 99% itu 5:36 muslim dari Bojonegoro. Nah, kebetulan 5:39 di belakang rumah kami itu ada madrasah 5:42 dan di samping e di depan ee madrasah 5:45 itu ada masjid dan di situ tuh anak-anak 5:49 ngaji setiap malamnya. Nah, Aisyah itu 5:52 entah kenapa tuh suka banget kalau mau 5:55 magrib itu tungku beduk bunyi terus ada 5:57 azan magrib itu suka banget gitu suka 6:01 banget dengar 6:03 e jadi suka enggak tahu kalau mau azan 6:05 magrib itu suka dengar aja kadang-kadang 6:07 ke bawaah perasaan terus kalau 6:09 dengar-dengar anak-anak ngaji itu kayak 6:11 apa sih yang mereka pelajari kan 6:13 kedengaran kalau mereka ngaji itu kan 6:15 indah banget ya nyamu banget sama 6:17 anak-anak itu kayak mungkin mereka 6:19 terharu atau gimana ngajunya gitu. Nah, 6:22 Aisyah itu suka dengar itu. Nah, sampai 6:25 suatu ee saat sampai Aisah sudah dewasa 6:29 dan memang Papa itu ee orang 6:32 toleransinya tinggi banget. Papa itu 6:34 enggak pernah teman ustaz dan imam. 6:37 Kebetulan tinggalnya Pak Imam di 6:38 belakang rumah kami juga di samping 6:40 madrasah, teman main catur papa tuh. 6:43 Jadi, papa itu tidak pernah melarang 6:45 kami untuk ee bergaul dengan siapa saja. 6:48 Memang papa itu agak beda. Mungkin ada 6:50 oknum-oknum pendeta lainnya. Kalau 6:52 anak-anaknya mau bergaul dengan ee yang 6:54 beragama Islam mungkin dilarang ya. 6:56 Kalau papa enggak. Papa itu memberikan 6:58 kepercayaan dan memang papa ee toleransi 7:00 papa itu tinggi banget dan ee waktu itu 7:05 suka suka dengar. Jadi di mana pun 7:07 Aisyah pergi itu suka dengar itu. Nah, 7:10 singkat cerita suatu saat Aisyah pernah 7:13 kerja di sebuah perusahaan dan kebetulan 7:15 ikut pelatihan selama 5 hari. Di sana 7:18 itu teman kamar Aisyah itu pintar banget 7:21 ngaji. Nah, adik beliau pintar banget 7:24 ngaji. Dan Aisyah tuh dia ngajinya kan 7:27 habis pelatihan kita sehari nih sudah 7:28 capek dari jam 5. selesai istirahat 7:30 sejam magrib. Iya. Dia habis salat 7:33 magrib kalau dia lewat magrib. habis 7:35 magrib itu ee biasanya kan kita sudah 7:37 boleh makan ya habis magrib, tapi dia 7:39 enggak ee ngaji dulu dia sambil isya. 7:43 Nanti habis isya dia tahu enggak kalau 7:45 Aisyah waktu itu masih tahu tahu. Jadi 7:48 Heeh tapi Aisyah juga harusnya kan 7:49 Aisyah sudah bisa keluar sendiri nih ke 7:52 ruang makan biarin aja tapi Aisyah tetap 7:54 nungguin dia gitu nungguin dia ngaji. 7:57 Heeh. Tungguin dia ngaji, dengar itu 8:00 sampai udah selesai em apa pelatihan 8:03 kami karena masih ada urusan di kantor, 8:06 masih dikasih nginap waktu itu di hotel 8:08 di samping kantor dan kebetulan Aisyah 8:11 itu ee mendapat fasilitas lebih karena 8:13 memang jabatan Aisyah itu lebih tinggi 8:15 jadi dapat fasilitas lebih. Aisyah 8:17 bilang sama dia, "Dek, kamu nyinap di ee 8:20 kamar ibu aja. Emang bisa?" katanya Bu. 8:23 "Iya bisa nginap di ruang asik katanya 8:26 gitu." Tapi pasti suruh saya ngaji ya. 8:29 Iya. Saya bilang, "Tolong kalau kamu di 8:31 kamar saya, saya cuman itu saja kamu 8:33 bisa ngaji gitu." Nah, ketika dia di 8:36 kamar ngaji udah malam kedua dia ngaji 8:40 sudah berhenti. Pak Ustaz Aisyah bilang 8:43 lagi dong gitu. Ulangi lagi. 8:46 Nah, ketiga kali juga gitu ya. Udah 8:49 berhenti dia enggak lagi dong. Nah, pas 8:51 mau keempat dia bilang, "Bu, kalau mau 8:53 keempat berarti Ibu harus suruh lagi 8:55 saya kelima." Tapi saya udah sedikit 8:56 capek katanya dia gitu. Terus akhirnya e 9:00 saya bilang, "Ya udah kalau begitu gini 9:03 aja deh." Katanya dia, "Ibu mau tanya 9:04 apa tentang Islam?" Nah, jadi waktu itu 9:07 Aisah tanya gini ke dia, "Apa sih yang 9:09 membedakan Islam sama Kristen?" He. Nah, 9:12 dia banyak hal dari cerita dia itu 9:15 tersadar, "Oh, iya ya, kalau ee Isa 9:19 Almasih itu, Yesus itu ada Allah itu 9:22 sendiri." Kenapa ketika dia dic cari 9:25 sama pasukan Romawi di Taman Getsemani, 9:28 di sana itu dituliskan di Alkitab bahwa 9:30 dia bersujud di sana dan berdoa. Begitu 9:33 juga ketika dia disalib gitu. Di sana 9:36 kan diceritakan bahwa dia berdua, "Eli, 9:38 Eli, Laba Sabatani, lalukanlah cawan ini 9:41 daripadaku." Yang artinya, "Ya Allah, 9:43 Allah Tuhanku, lalukanlah cobaan ini 9:46 daripadaku." Jadi, berarti ada sosok dia 9:48 tu di sana. Jadi, dia bukan Allah itu 9:50 sendiri. Nah, itu kebenaran tentang 9:53 Allah pertama kali yang Aisyah dapat, 9:55 Pak Ustaz. Tapi waktu itu Aisyah belum 9:57 langsung bersyahadat. ada proses berapa 10:00 lama sampai akhirnya di 2019 itu 10:06 kebetulan lagi di Jakarta lagi ngurus ee 10:08 beberapa urusan di usaha em di dewan 10:13 pers. Jadi Ais tuh masih bolak-balik 10:15 bolak-balik. Kebetulan Aisyah tinggalnya 10:17 itu dekat sama masjid juga jadi 10:20 kedengaran kalau ada azan gitu. Nah, di 10:23 situ hati yang rindu akan ee orang ngaji 10:28 asan itu tuh kembali ada di dalam hati 10:30 dan ada dorongan ya udah masuk Islam 10:33 aja, syahadat aja waktu itu kan. Nah, 10:36 akhirnya Aisyah tuh pergilah ke Masjid 10:40 Istiqlal. Nah, waktu itu pesan taksi 10:42 Aisyah ke Istiqlal. Nah, sampai di 10:44 Istiqlal itu pertama kali kan bingung 10:46 tuh, Pak Ustaz. Karena kan enggak kenal 10:47 siapa-siapa ya. Duduklah di pos satpam 10:51 yang menghadap ke gereja katral itu. 10:53 Duduk di situ. Akhirnya memberanikan 10:55 diri e tanya sama yang jaga di situ sat 10:59 ee kalau mau masuk muslim ke mana ya? 11:02 Gitu saya tanya terus. Oh iya Bu. Ibu 11:05 mau ee ini mau syahadat? Iya saya bilang 11:08 diantarinlah sama saat pemintu sampai ke 11:10 pintu. Terus Aisyah diantterin sama 11:12 orang. Pertama kali mereka pikir Aisyah 11:15 mau syahadat itu karena mau nikah. Jadi 11:18 kan beda konsultasi tempat konsultasi 11:20 mau masuk muslim karena pernikahan sama 11:23 yang umum. Nah, Aisyah bilang, "Saya 11:25 enggak dalam rangka mau nikah karena 11:28 saya sendiri. Jadi, oh iya Bu, nanti di 11:30 sebelah." Tapi sayangnya waktu itu ada 11:32 dua syarat yang harus dipenuhi. Ada ee 11:35 surat keterangan domisili dan harus ada 11:37 dua saksi waktu itu. Dan satunya waktu 11:40 itu kalau enggak salah dibilang harus 11:41 sudah lama, minimal setahun kenal sama 11:44 Aisah. He. Nah, waktu itu sebenarnya ada 11:46 teman-teman muslim relasi-relasi kerja 11:48 itu ada. Cuman karena hari itu sudah 11:52 pukul 7 apa 11:57 15 sekian. Jadi telepon teman-teman itu 12:01 kan udah kalau mereka mau keluar kantor 12:03 itu ee mau balik lagi Jakarta itu kan 12:06 lumayan padat ya, Pak Ustaz. Jadi mereka 12:09 bilang mau banget tapi boleh enggak 12:10 direschedule gitu. He. Nah, waktu itu 12:13 Aisah bilang, "Oh, iya mungkin aku salah 12:15 jalan kali ya. Jangan-jangan ini cuman 12:18 karena emosi gitu kan secara manusia. 12:20 Jangan-jangan saya salah g akhirnya 12:23 kembalilah A. Tapi setelah pulang itu 12:28 hati itu enggak tenang kayak ini udah 12:30 jalan kamu ini udah udah yang paling 12:33 benar. sudah di jalan yang benar jangan 12:36 undur. Tapi memang A tipe orang yang 12:39 sangat berhati-hati dalam mengambil 12:41 keputusan. Jadi karena Aisah tahu bahwa 12:44 keputusan yang diambil itu resikonya 12:47 heeh banyak dan ada yang harus 12:48 dipertanggungjawabkan. 12:50 Ee jadi 12:52 Ais tuh ee apa namanya? Benar-benar 12:56 memikirkan kembali gitu. 12:59 Tapi dorongan itu terus ada sampai 13:01 akhirnya itu hari Senin ya. Iya. Terus 13:07 hari ee Kamisnya Aisyah tuh matiin 13:10 handphone. Aisyah telepon anak-anak. 13:13 Aisyah bilang ee Mama mau matikan 13:15 handphone selama 3 hari. Jadi kalau ada 13:17 keperluan apa-apa bilang aja dan 13:19 pokoknya tenang aja gitu. Sampai 13:21 akhirnya Aisah tuh beli tiket ke Jogja 13:25 terutama ke Jogja. Tapi di sana tuh 13:27 kenapa tujuannya Jogja? Emm karena 13:30 pengin ngelihat Jogja. Karena memang 13:31 Aisah tuh dari dulu meang suka ke Jogja. 13:33 Oh. Ee karena di Jogja itu banyak ee apa 13:37 gak tahu tenang aja kalau ke sananya. 13:40 Jadi ee ke Jogja waktu itu ngambil ee 13:43 tiket itu naik dari Gambil naik kereta 13:46 aja Ustaz terus ke G e ke Jogja. Nah, di 13:50 sana itu masih matiin handphone. Jadi, 13:52 jalan-jalan ke mana gitu, matiin 13:54 handphone. Dan di sana tuh A tuh 13:57 mengalami hal-hal yang luar biasa yang 13:59 Allah tunjukin semuanya dipermudah sama 14:01 Allah. Misalnya nih, mau mau pergi kan 14:04 mau jalan ya, Pak Ustaz. Pas Aisyah 14:06 datang dijemput sama orang hotel itu 14:08 barang-barangnya diambil. Nah, terus 14:11 waktu mau pesan Grab waktu itu pinjam 14:14 sama orang bisa gak tolongin ee pesankan 14:19 saya ini soalnya handphone saya mati. 14:21 Saya bilang pesankan saya e Grab. 14:24 Dipesanin, Pak Ustaz. Jadi pas 14:27 dipesanin, pas saya sampai di sana, pas 14:29 saya mau bayar katanya e Bapak itu, "Bu, 14:32 sudah dibayarin lah." Padahal anak itu 14:35 saya nanya, "Em kerjanya di mana?" 14:38 kerjanya dia itu di salah satu ee batik. 14:42 Seandainya dia bisa dengar mungkin video 14:44 saya, saya pengin ketemu sama dia. Ee 14:47 dia kerja di salah satu ee apa? Apa sih, 14:51 P? Kalau bikin batik-batik konveksi ya, 14:53 percetakan batik gitu. Nah, dia kerja di 14:55 situ dan ternyata sudah dibayarin sama 14:58 dia gitu. 15:00 dibayarin enggak tahu. Padahal saya 15:02 cuman minta dia untuk tolong pesankan 15:04 saya ee Grab aja, tapi saya enggak minta 15:07 dibayarin. Alhamdulillah waktu itu ada 15:10 uang di saya dalam keadaan waktu itu 15:13 saya kondisi ekonominya lagi baik-baik 15:15 aja. Jadi sebenarnya saya punya em cuman 15:18 saya enggak kepikiran kalau dia mau 15:20 bayar. Jadi karena dia cuman itu, saya 15:22 cuma bilang makasih aja gitu. Pas saya 15:24 turun ternyata sudah dibayar. Luar biasa 15:26 banget. Nah, sudah habis jalan-jalan 15:29 langsungnya saya ke Surabaya. Dan dari 15:32 Surabaya itu saya kebetulan ada acara di 15:36 Gedung Sate di Bandung itu hari Senin 15:40 pas tanggal 29 itu ee saya telepon ee 15:43 teman saya, salah satu relasi kerja saya 15:46 sebenarnya. Ee terus saya bilang, "Saya 15:50 mau apa? Mau masuk Islam." Saya bilang, 15:54 "Saya mau masuk Islam. E tolong bisa gak 15:57 ada temanah yang di Bandung yang bisa 15:59 bantu saya. Kendala saya kemarin di 16:02 Istiqlal ini ini ini. Jadi ee sekiranya 16:06 kalau misalnya saya bisa dibantu 16:07 alhamdulillah saya bilang dan kalau 16:09 memang dilancarkan berarti memang sudah 16:12 ini jalannya Allah buat saya. Nah waktu 16:15 itu akhirnya singkat cerita saya kembali 16:16 matikan handphone. Beliau bilang sudah 16:18 ada temannya. Saya matikan handphone dan 16:20 saya ke Bandung. He. Nah, saya ke 16:22 Bandung. Saya nginap di ee salah satu 16:25 hotel waktu itu. Nah, di sana biasanya 16:29 kalau masuk hotel kan checkinnya 16:30 biasanya kita bisa bayar sebelumnya, 16:32 tapi checkinnya kan biasanya c di atas 16:34 jam 12. Ke atas ya, Pak Ustaz. Nah, 16:37 waktu itu saya datangnya sebelum jam . 16:39 Karena acara saya diedung tuh itu jam . 16:42 Nah, saya datang di sana ternyata waktu 16:45 itu saya bilang ketika saya bilang, 16:47 "Saya mau numpang mandi, boleh enggak, 16:49 Bu? Kamarnya sudah ready kok." 16:50 Masyaallah. 16:54 Masyaallah, itu benar-benar luar biasa 16:56 banget. Jadi ee pas itu juga sudah 16:59 siap-siap, Pak Ustaz, ternyata orang 17:01 yang mau bantuin ngurus administrasinya 17:04 Aisyah untuk ee syahadat sebagai syarat 17:06 untuk syahadat itu fotokopi KTP untuk 17:09 pas foto. Udah ada di lobi. Beliau 17:11 telepon, "Ibu, saya sudah di lobi." Itu 17:14 baru kenalan atau ee iya baru kenal 17:16 teman dari ee teman Aisyah. He. Heeh. 17:20 Nah, jadi akhirnya e langsung buru-buru 17:23 nih, Pak. Langsung buru-buru, Pak Ustaz 17:24 turun ke bawa dan alhamdulillah beliau 17:27 langsung saya kasihkan fotokopi KTP. Oh, 17:30 sori. Langsung kasih KTP karena gak ada 17:32 fotokopi sama pas foto. Jadi KTP sama 17:35 pas foto sudah dikasihkan dan beliau 17:37 bilang, "Bu, saya antar aja ke gedung 17:40 satenya." Oh, iya enggak apa-apa. 17:42 dianterin. Dia bilang, "Mau urus dulu 17:44 yang lain-lain sampai nyarikan saya buku 17:47 penuntun salat itu, Pak Ustaz." Ee 17:50 beliau pergi terus belum selesai acara 17:54 saya, dia sudah ada juga gitu. Itulah 17:57 kemudahan-kemudahan. Dan acara itu pun 18:00 teman-teman itu pas saya pamit, "Oh, ini 18:03 belum makan." Saya bilang, "Saya ada 18:04 acara tapi gak bilang kalau saya mau 18:06 syahadat gitu." 18:08 Nah, pas pergi ternyata sampai juga di 18:11 masjid. Itu imam masjidnya sudah di 18:13 situ, ustaznya dan saksinya juga ada di 18:16 situ. Sudah sedia menunggu saya. Itulah 18:18 luar biasanya. Pas nyampai ingat saya 18:21 tuh jam 09.15. Kenapa saya ingat jamnya, 18:25 Pak Ustaz? Karena teman saya yang di 18:27 Surabaya itu orang pertama yang saya 18:29 telepon. Heeh. Heeh. Jadi saya telepon 18:32 beliau, saya bilang, "Saya syahadat." 18:34 Masyaallah kita kemarin ketemu kok 18:36 enggak ngomong. Dia bilang, "Kalau tahu 18:38 ngomong itu kan di sini aja biar saya 18:40 bisa jadi saksinya." Saya bilang, "Saya 18:42 memang enggak ngomong-ngomong." Saya 18:43 bilang, "Karena saya enggak mau bilang 18:44 siapa siapa." Dia bilang, "Pantasan ya 18:47 tadi itu jam 09.15 dia bilang, "Entah 18:50 kenapa saya tuh kayak disuruh ayo ke 18:52 masjid. Saya bingung juga itu bukan jam 18:54 salat juga itu." Jadi saya cuma ngambil 18:56 wudu aja dan berdoa di sana. Justru 18:59 ditakutkan dia kenapa ada apa-apa. Oh, 19:01 ternyata di saat itu malah Aisyah 19:03 syahadatnya ternyata. Jadi itulah yang 19:05 membuat Aisyah tuh ingat. 19:07 Aisah ee syahadat itu. Dan waktu itu 19:12 yang cerita udah semua, Pak Ustaz. Dan 19:15 waktu itu kan Aisyah pengin belajar 19:17 tentang agama. Cuman Aisyah itu enggak 19:20 mau menjadi beban siapapun. Jadi Aisyah 19:23 bilang, "Aisah harus urus usaha Aisyah 19:25 dulu. Awalnya mau belajar di ee 19:29 pesantrennya Aim. Heeh. sudah dibantu 19:32 juga untuk pengurusan yang lain-lain. 19:35 Cuma yang saya bilang Aisyah mau ngurus 19:36 usaha dulu dan rencananya itu di bulan 19:40 Maret 2020 mau belajar di sana karena 19:43 memang harus ada kontrak-kontrak kerja 19:46 juga dengan ee media Aisah waktu itu 19:49 yang harus Aisyah tuntasin enggak bisa 19:51 ini kan Aisah maksudnya biar belajar itu 19:55 ee tidak menjadi beban bagi orang lain. 19:57 Aisa ada penghasilannya. 19:59 Cuman pas waktu itu dan ee maaf waktu 20:03 sahadat itu juga Aisyah minta untuk 20:04 tidak dipublikasi waktu itu Pak Usan 20:07 karena Aisah pikir keluarga umumnya 20:09 pendeta dan mereka juga indah tidak 20:12 berstatus pendeta juga. Heeh. Terus 20:14 Aisyah yang cuma Aisyah takutkan ketika 20:15 Aisyah diserang Aisyah tuh belum punya 20:18 ilmu agama yang cukup untuk ee 20:21 berhadapan dengan mereka. bukan untuk e 20:24 berdebat, tapi untuk kebenaran tentang 20:26 Allah itu sendiri secara benar dan tepat 20:28 itu Aisah belum bisa. Jadi Ais takutnya 20:31 malah Aisah yang kembali ketarik ke 20:32 sana. Nah, jadi Aisyah ee berjanji saat 20:35 itu jika suatu saat nanti jangankan 20:38 untuk menguasai itu, tapi kalau sudah 20:40 bisa baca Al-Qur'an aja, Aisyah bilang 20:43 ee Aisyah akan menyiarkan agama Islam 20:46 apa dengan cara yang Allah percayakan 20:48 sama Aisyah waktu itu. Oke. Nah, jadi em 20:54 akhirnya ee apa namanya? Gak dipublikasi 20:57 saat itu, Pak Ustaz. Dan bulan Maret itu 21:01 kenapa enggak jadi masuk ke pesantren? 21:05 Karena sudah COVID. Heeh. Iya. Nah, 21:09 seiring dengan waktu setelah COVID, 21:11 beberapa kali mau masuk pesantren 21:13 ditakutin sama teman, "Kamu lagi 21:15 sendiri, nanti kalau masuk pesantren ada 21:17 yang ustaznya minta nikah." 21:21 Nah, Aisyah itu masih dengan prinsip 21:24 hidup yang eh aku enggak mau jadi yang 21:27 kedua. 21:29 Takut tidak mau ada perempuan lain yang 21:31 menangis karena kehadiran Aisyah, 21:32 apalagi anak-anak lain yang menangis 21:34 karena kehadiran Aisyah. Jadi memang 21:37 udah tertanam dalam hati dan pikiran itu 21:39 enggak pernah mau seperti itu. Jadi 21:42 akhirnya takut, Pak Ustaz. Oke. E untuk 21:45 masuk pesantren dibatalin. 21:48 Nah, ee 2021 2022 itu banyak hal yang 21:54 Allah percayakan sama Aisyah. secara 21:56 ekonomi Allah mempercayakan memberikan 21:58 banyak hal dengan Aisyah dan di situ tuh 22:01 Aisyah ada hati ee dalam hati ya Allah 22:04 sudah memberikan banyak hal kepada saya 22:07 tapi untuk salat aja masih apa tonton 22:10 dari YouTube terus mau baca Al-Qur'an 22:13 belum bisa jadi itu rasanya mau doa juga 22:16 masih belum ngerti seperti apa, Pak 22:18 Ustaz akhirnya minta gini ya Allah kalau 22:21 gitu kirimkan saya imam aja 22:26 Nah, gitu Imam aja. Tapi ternyata emm 22:31 apa namanya? Di situlah Allah itu 22:34 memurnikan keimanan Aisyah. Kenapa? 22:37 Bukan mengungkit ee aib itu atau apa, 22:41 tapi em di situ itu justru Allah 22:44 menunjukkan kebesaran Allah dalam 22:46 kehidupan Aisyah. Dan kenapa Aisyah e 22:49 memilih untuk membuka ini? supaya 22:52 insyaallah harapannya Isa itu bisa 22:54 menginspirasi teman-teman mualaf, 22:56 teman-teman muslim yang di sana. Jadi 22:58 ketika ketika menghadapi sebuah masalah 23:01 cobaan hidup yang berat itu em jangan 23:05 lari dari jalannya Allah gitu. Tetap 23:08 bertahan, tetap bersyukur gitu. Karena 23:11 apa yang Aisyah alami begitu berat, Pak 23:15 ee Pak Ustaz. Jadi secara 23:17 manusia ee Aisyah enggak mampu gitu 23:21 karena Aisyah tuh hampir kehilangan 23:23 nyawa. Justru di saat Aisah tuh mau 23:25 belajar agama hampir kehilangan nyawa. 23:28 Gimana ceritanya tuh? Iya. Nah, nah 23:33 itu jadi ee KDRT. 23:37 Iya, Pak Ustaz. Jadi di situ tuh di 23:40 2000. Atas dasar apa dia melakukan itu? 23:43 Emm. 23:45 Banyak hal, Pak Ustaz. Banyak hal yang 23:48 gak kena pindah agamanya atau apa enggak 23:51 Pak Ustaz? Jadi itu justru dengan yang 23:53 sudah Islam. Jadi itu yang Aisyah bilang 23:55 Aisyah tuh ee meminta sama Allah kalau 23:58 bisa dikasihkan jodoh gitu ee untuk 24:01 menjadi imam Aisyah. Nah, salahnya Aisah 24:04 itu ee dulu masih punya usaha kan, Pak, 24:08 Pak Ustaz. Jadi ee iseng aja sih 24:10 sebenarnya waktu itu karyawan Aisyah 24:12 bilang gini, "Aku mau bikin status. Ah, 24:14 mau lihat kalau siapa yang merespon 24:16 siapa tahu bisa menjadi seleksi yang 24:18 mendekati Aisyah. Aisyah bikinlah status 24:21 cintai aku karena Allah gitu." Nah, 24:25 cintailah aku karena Allah gitu ya. Iya. 24:27 Jadi ada seseorang yang ngerespon saat 24:29 itu, Pak Ustaz. Jadi ada seseorang yang 24:31 ngerespon saat itu dan dia instance 24:33 untuk merespon. Terus itu padahal anak 24:36 buai saya yang ngecek-ngecek gitu. 24:38 Nah, katanya dia, "Bu, kayaknya ini 24:41 boleh deh. Dia banyak kegiatan sosial 24:43 gini-gini. Beliau juga berstatus ASN 24:46 gini gini. Jadi kayaknya boleh deh, Bu. 24:48 Enggak bakalan menjadi beban hidup 24:50 katanya." 24:52 Awalnya seperti itu, gitu. Dan ee dia 24:56 ketika kita dekat em apa 24:59 komunikasi dia nunjukin dia bisa salat, 25:04 rajin salat, kadang-kadang vikol juga 25:06 lagi salat dan bla bla. gitu. Ternyata 25:09 setelah kita menikah itu semua bohong. 25:11 Bahkan dia itu mau awalnya itu kan em 25:15 salat apa ternyata dia masih ikut juga 25:18 buku tuntunan salat. Memang dia bilang 25:20 mau belajar. Padahal Aisyah milih dia 25:24 dari sekian banyak. Bukan sombong nih. 25:26 Dari sekian banyak orang yang mendekati 25:28 Aisyah itu Aisyah milih dia. Walaupun 25:31 Aisyah tahu bahwa dia hanya seorang ASN 25:34 golongan dua. Jadi penghasilannya sudah 25:36 tahu, gajinya juga udah kebitu. 25:39 Ada beberapa orang yang mendekati Aisyah 25:41 bahkan punya segala-galanya dan itu yang 25:44 Heeh. justru tapi Aisah mikirnya gini, 25:46 kalau kalau secara materi kita bisa cari 25:50 gitu. Tapi yang Aisah butuhkan banget di 25:52 sini adalah bimbingan. Heeh. untuk bisa 25:55 imam. Jadi padahal yang mendekati itu 25:57 punya segala-galanya dan dia bilang, 26:00 "Kalau kamu mau belajar agama kan kita 26:01 bisa nanti saya bayar ustaz aja untuk 26:04 ngajarin gini gini gini." Tapi Aisah 26:07 mikirnya ah enggak mau ah gitu miliknya 26:10 pengin banget dibimbing gitu. 26:14 Tapi ternyata Aisyah salah. Jadi untuk 26:16 para teman-teman mualaf dan juga 26:18 perempuan di luar sana kalau mau cari 26:19 jodoh jangan mungkin ada ya yang dapat 26:22 di medsos baik-baik tapi ada baiknya 26:24 untuk mencari tahu dulu segala-galanya 26:27 gitu istikharah gitu dan waktu itu 26:29 maunya kan ee apa Pak Ustaz enggak mau 26:32 pacaran. Nah salahnya Aisyah itu Aisyah 26:34 pikir ee enggak pacaran itu ee apa 26:37 namanya? Kalau enggak pacaran itu apa 26:40 itu taaruf itu ee cuman enggak pacaran 26:43 aja. Ternyata kan proses taaruf itu 26:44 panjang ya, Pak Ustaz. Nah, jadi setelah 26:47 menikah ternyata tujuannya dia menikah 26:50 sama Aisah itu hanya secara materi gitu. 26:54 Nah, jadi kenapa Aisah bilang gitu? 26:57 Karena waktu kita menikah itu 26:59 dibilangnya sama dia tuh dia minta 27:01 banyak hal di Aisah dan Aisah yang 27:03 enggak penuhi dan dia adalah orang yang 27:06 temperamen. Kalau Aisa tuh ee terlambat 27:10 nyiapin ee air minum aja. 27:13 itu ditampar gitu. Jadi ee apa dan 27:17 pertama kali benar ya KDRT itu pertama 27:20 kali terjadi itu di 3 bulan pernikahan 27:23 kami. Jadi e kan waktu dia pint saya 27:27 Aisyah bertanya apa yang membuat dia 27:30 pisah sama ee istrinya. Heeh. Tapi 27:34 ternyata semua bohong. Nah, Aisyah itu 27:36 kebetulan lagi weekend dan pulang ke 27:38 rumah mertua. Nah, di sana tuh Aisyah 27:41 ditelepon sama seseorang. Bukan 27:43 ditelepon sebenarnya dia itu bilang sama 27:45 Aisyah, "Kalau ada yang nelepon, tolong 27:47 diangkat ya, saya mau mandi." Karena 27:49 sebenarnya dia ada keperluan dari kantor 27:51 karena kan habis cuti. He. Nah, ee 27:54 kebetulan telepon Aisah angkat dong 27:56 gitu. Nah, ternyata yang nelepon itu 27:59 yang perempuan. Terus dia bilang, "Kamu 28:01 tahu enggak apa yang menyebabkan suami 28:03 kamu pisah sama mantan istrinya?" Saya 28:05 bilang, "Saya menerima suami saya yang 28:07 sekarang dan menerima masa lalunya dia 28:10 dan kalaupun apapun itu sudah menjadi 28:12 masa lalu dia." Tapi Aisah penasaran 28:15 dengan kata-katanya yang begini, "Ee 28:18 kamu cari tahu dulu deh karena saya 28:20 takut kamu menjadi korban berikutnya." 28:22 He. Nah, Aiza tuh penasaran karena dia 28:25 bilang gini, "Coba kamu periksa di 28:27 handphone-nya dia itu ada aplikasi ee 28:30 apa?" Adob. Nah, dipikirnya Ais kan 28:33 biasanya adop itu ada di laptop kok bisa 28:35 ada di handphone gitu kan. Jadi jadi 28:37 penasaran gitu. Akhirnya Aisyah bukalah. 28:41 Nah, di situ Aisyah dapatin itu bukti di 28:44 situ bukti yang dijadikan alasan 28:46 istrinya mengugat cerai di mana istrinya 28:49 pernah dikejar-kejar pakai pisau sama 28:51 dia. Terus ee dia itu habis istrinya, 28:54 mantannya itu dipukul masih 28:56 berdarah-darah dipaksa berhubungan di 28:58 samping anak gadisnya yang perempuan. 29:00 udah kelas 3 SMP. Nah, di situ tuh Aisah 29:04 benar benar-benar merasa dibohongi. 29:07 Cuman itu Aisah tahu sekitar jam siang. 29:10 Nah, Aisyah itu enggak memilih untuk ee 29:13 diam karena Mama mengajarkan kalau mau 29:15 bahas sesuatu dengan suami itu usahakan 29:18 habis makan malam di atas tempat tidur. 29:20 Jadi, A itu mengikuti apa yang diajarkan 29:22 Mama gitu. Nah, waktu itu ee akhirnya 29:25 Aisyah tuh nanti sudah selesai makan, 29:27 sudah di kamar, terus Aisyah nanya. 29:29 Aisah bilang ee ayah manggilnya ya kalau 29:33 ee bisa nanya enggak? Awalnya dia tanya 29:36 iya apa gitu. Nah saya bilang apa sih 29:40 yang menyebabkan pisah dengan itu? Saya 29:43 enggak ee Bunda gitu enggak mau ada 29:46 kebohongan. Maksudnya itu pun 29:48 kejujurannya tidak akan merubah keadaan 29:50 kita saat ini. Cuman kalau misalnya ada 29:53 kebohongan kan nanti menghambat rezeki 29:55 kita gitu. Jadi cuman minta kejujurannya 29:58 aja. Nah, di situ itu dia langsung 30:00 meninggi, langsung ngegas gitu. Dia 30:03 langsung marah marah marah terus sampai 30:05 akhirnya enggak apa-apa kok. Mau cerita 30:06 juga boleh enggak cerita juga enggak 30:08 apa-apa cuman kalau bisa cerita gitu 30:10 biar tahu yang sebenarnya apakah orang 30:12 lain yang bohong atau yang bohong. Nah, 30:15 waktu itu dia langsung marah-marah 30:16 langsunglah dia pukul Aisyah saat itu. 30:18 Nah, pas dipukul Aisyah saat itu 30:20 kedengaran sama adiknya di luar. Adiknya 30:22 langsung gedur-gedor pint. 30:25 Aisyah tuh dibanting mau buka pintu 30:27 dibanting ke tempat tidur. Nah, 30:29 dibanteng ke tempat tidur ee Aisyah tuh 30:31 mau itu udah enggak dikasih terus 30:34 adiknya tetap gedor-gedor pintu. Pas 30:36 dibuka lebih syoknya lagi Aisyah 30:39 dibilang kami semua di tempat sini sudah 30:41 pernah dipukul 30:42 sama suami saya danal gitu. Terus kenapa 30:46 Kak Aisyah lagi ee kanik lagi yang 30:49 dibawa ke sini jauh-jauh terus mengalami 30:52 hal seperti itu gitu. itu Aisyah syok 30:55 sampai jatuh gitu. Aisyah syok sampai 30:57 jatuh sampai ee akhirnya Aisyah tuh 31:00 keluar jalan ini dicari sama mama sama 31:04 papanya diajak kembali. Dia juga 31:07 mohon-mohon maaf, mohon-mohon ampun 31:09 sampai selesai. Akhirnya Aisyah tuh malu 31:11 juga kan Pak Ustaz karena Aisyah sudah 31:14 berhijab, sudah juga mempublikasikan 31:16 diri seorang Islam. Terus gimana nanti 31:19 tanggapan teman-teman di Kristen nanti 31:21 dengan kondisi Aisah yang seperti itu? 31:23 tiba-tiba mengalami hal seperti itu 31:25 tidak kok tidak menjadi lebih baik gitu 31:26 ya. Iya. Jadi kok gak jadi lebih baik. 31:28 Akhirnya Aisah bertahan memilih untuk 31:30 memaafkan, berharap itu akan ee apa? 31:33 Berubah berubah. Tapi ternyata enggak, 31:35 Pak Ustaz. Justru intens e apa dia itu 31:38 mukulnya itu lebih makin e ini ada ini 31:41 digigit nih. Ya Allah digigit terus em 31:46 apa namanya ini kejadiannya bulan 31:48 September eh Desember sori digigit. Itu 31:52 cuman masalah-masalah sepele Pak Ustaz. 31:54 Jadi dari situ juga kebohongan satu 31:56 persatu tentang dia itu kebuka gitu. 31:59 Kebohongan dia satu persatu itu kebuka. 32:02 Nah, ini digigit ini cuman gara-gara dia 32:04 lagi bikin SPJ fiktif. H. Iya. Terus 32:08 Aisah kan ngiku tuh udah seminggu, 2 32:10 minggu kok enggak selesai-selesai. Dia 32:12 ngikut-ngikut tanda tangan orang dan 32:13 lain-lain. Nah, akhirnya kan sebagai 32:15 seorang istri Aisah pengin kayaknya 32:18 bukan pengin tahu tapi pengin ngasih 32:20 tahu ke dia apa yang dia lakukan itu 32:22 salah. Nah, jadi akhirnya Aisah coba 32:24 dekati. Ada yang bisa saya bantu enggak? 32:27 Memang ada masalah apa kok gak 32:28 selesai-selesai gitu. Nah, akhirnya dia 32:32 ngomong waktu itu. Em, dia ngomong 32:36 akhirnya ya udah Aisah bilang, "Ya udah 32:38 karena dia enggak mau dicampur ya udah 32:40 masuk. Esoknya lagi dia masih bikin 32:43 bikin." Ah, Ia kasih tahu konsekuensi 32:46 hukumnya. Jadi, Isa bilang itu tidak 32:48 baik karena memberikan konsekuensi hukum 32:50 yang berat gitu. Karena kalau ngikut 32:52 tanda tangan orang kan bahaya gini gini. 32:55 Nah, akhirnya ee dia marah-marah. Dia 32:58 marah-marah. Ya udah, Aisyah bilang 32:59 kalau gitu saya masuk ke kamar aja deh. 33:01 Langsung ditarik tangan Aisyah terus 33:03 digigit. Ya Allah, digigit berdarah 33:05 curi. Karena ini diuratkan caranya 33:07 berdarah, Ustaz. Gitu. Nah, di situ 33:10 pertama kali Aisah bilang, "Oh, kayaknya 33:12 saya sudah harus ngumpulin bukti kalau 33:14 sudah seperti ini. Ini ada yang tidak 33:16 beres gitu." Nah, jadi bla bla bla. A 33:20 juga enggak dikasih nafkah kan waktu 33:22 itu. Jadi pertama kali nikah dia nanti 33:24 kasih nafkah itu bulan September kita 33:26 nikahnya bulan Mei itu pun cuman 33:28 Rp400.000. H. E tapi Aisah sih enggak 33:32 karena memang waktu menikah Aisyah sudah 33:34 tahu bahwa dia itu penghasilannya 33:36 seperti itu. Jadi Aisyah enggak banyak 33:38 menuntut karena kan Aisyah cuman butuh 33:40 waktu itu tuh yang penting Aisyah itu 33:42 dibimbing di agama. punya imam ngajarin 33:45 Aisah belajar Alquran, baca Alquran 33:48 dibimbingkan oleh dia. Iya. 33:50 Enggak karena dia sendiri juga masih 33:53 ini. Nah, bahkan untuk belajar waktu 33:56 Aisyah dapat Al-Ikhlas, Alfalaq itu kan 33:58 di tengah-tengah proses itu tuh, Pak 34:00 Ustaz. Nah, pas dapat itu Aisyah tuh 34:03 belajar itu. Aisyah baru tahu ternyata 34:05 selama ini dia doa waktu salat itu 34:07 salah-salah gitu. 34:10 Setelah Aisyah hafal itu kan ee 34:13 Al-Ikhlasnya Al-Falaq. Padahal kan itu 34:15 ayat-ayat pendek ya. Aisah itu baru 34:17 sadar, "Oh, ternyata selama ini yang dia 34:19 doa itu salah gitu." Nah, itu jadi 34:22 sebenarnya dia bisa cuman ee mungkin 34:26 karena dia enggak banyak rutin gak rutin 34:28 salat atau belajar itu akhirnya waktu 34:31 nanti dengan Aisyah baru dia berusaha 34:33 untuk jadi imam. Ya, setidaknya ada 34:35 nilai flas lah yang baiknya dia. Dia 34:37 berusaha untuk menjadi imam ketika 34:38 salat. cuman bacaannya dia itu yang ada 34:40 yang salah-salah mungkin masih nusia 34:43 juga ya, Pak Ustaz. Nah, singkat cerita 34:45 waktu itu tuh ee entah kenapa kalau kita 34:48 salat subuh itu selalu berantem, selalu 34:51 ada aja. Enggak tahu kenapa, Pak Ustaz. 34:53 Jadi kalau kita pulang dari salat subuh 34:55 itu ada aja. Karena di salat subuh itu 34:57 dia memang nemenin salat subuh itu kita 34:59 ke masjid, tapi di masjidnya tidur. 35:02 Mungkin ya setan ganggunya di situ. 35:05 Ada-ada aja. Pas habis salat itu pasti 35:07 ada aja yang terjadi. Nah, karena Aisah 35:10 tuh keseringan dipukul, sediain makanan 35:12 aja itu ditampar, dia pulang kantor aja, 35:16 kalau minumnya dia mau langsung 35:18 dikasihkan ke tangan dia. Kalau misalnya 35:20 cuman di meja aja, kadang kan Aisah di 35:22 dalam tuh dia udah masuk tuh. Nah, Aisen 35:24 enggak buru-buru ngasih minumnya di 35:26 tangan dia tuh langsung dipukul dan 35:27 lain-lain. Nah, karena keseringan 35:30 seperti itu sampai suatu saat Ais tuh 35:32 ada tuntutan berkas-berkas dari dewan 35:35 pers untuk media YouTube kelengkapan 35:37 untuk verifikasi 35:39 faktual. Kebetulan di sana kan Aisyah 35:41 sewa ke kantor itu dua lantai. Jadi 35:45 dibawa Aisyah jadikan kantor ruang 35:47 kerja. Ternyata tinggalnya di atas. Nah, 35:50 Aisyah memang lagi bikin surat. Aisyah 35:51 minta tolong sama dia yang boleh bantuin 35:54 enggak gitu. Kes dia datang bawa laptop. 35:57 Aisyah juga lagi di depan laptop. Ee dia 36:00 datang bawa laptop terus dia lagi main 36:03 handphone. Tapi dia datang itu kelihatan 36:05 bahagia banget dengan handphone-nya. 36:07 Lagi ngechat telepon. Aisa lihatin oh 36:09 kayaknya dialah bahagia banget ya. Nah 36:11 di situ Aisah tanya ya kalau misalnya 36:14 ayah itu enggak bahagia sama bunda, 36:17 enggak apa-apa kalau misalnya kita pisah 36:19 aja. Ayo tuntut aja. Kalau kita bisa 36:22 terus kita mulai dengan kehidupan kita 36:24 masing-masing. Ayah dengan kehidupan 36:25 ayah, bunda dengan kehidupan bunda. 36:27 Soalnya kalau kita begini begini terus 36:30 kayaknya tidak baik untuk kita. Saya 36:33 juga enggak bisa belajar agama gitu. 36:35 Membaca Al-Qur'an aja sampai sekarang 36:37 saya enggak bisa gitu. Terus kalau 36:40 sekarang itu bayangkan mau mau ee puasa 36:44 aja. Dia bilang, "Percuma kamu puasa 36:46 tanpa seizin saya." ya. Nah, di situ 36:48 juga Aisah bertau, "Oh, kita kalau mau 36:49 puasa harus seizin dia gitu." Nah, mau 36:53 puasa mau ap pun tanpa seizin saya 36:55 enggak bisa. Aisyah juga mau berbagi 36:58 dengan anak-anak yatim karena memang 36:59 terbiasa dari dulu sejak Aisyah dirikan 37:02 e perusahaan Aisyah waktu itu 37:04 sekecil-kecil apapun itu Aisyah bilang 37:06 memang sudah berbagi. Jadi 37:08 penghasilannya kecil sekecil apapun itu 37:10 ada bagian orang lain di sana. Karena 37:12 papa berpesan seperti itu. Nah, saya 37:14 langsung bagiin. Nah, dia ngelarang, 37:17 Pak. Pak Ustaz ini alasannya apa? 37:19 Katanya masih kita masih butuh dia masih 37:22 butuh gitu. Jadi em lebih ke keluarga 37:25 dulu baru berbagi dengan orang lain. 37:27 Nah, gitu. Nah, Pak Ustaz waktu itu 37:32 ee sama yang kita di ruang kerja itu 37:34 Aisyah habis ngomong kayak gitu terus 37:36 Aisyah bilang, "Kalau ayah udah punya 37:38 keputusan nanti sampaikan ke Bunda ya. 37:40 Bunda naik ke atas dulu lantai dua untuk 37:43 nerusin pekerjaan. Karena Aisa takut 37:45 habis ngomong kayak gitu nanti dipukul 37:47 lagi kan, Pak Ustaz. Jadi lebih baik 37:49 menghindar. Eh, waktu itu pas Aisyah 37:52 ngambil laptop terus ambil tab juga, 37:55 ambil sampel perusahaan, Aisah berdiri 37:58 mau ke lantai atas. Tiba-tiba Aisa itu 38:00 ditarik langsung didorong di dinding, 38:03 langsung ditampar-tampar, di jambak, 38:05 dipukulin ke dinding kepalanya. I itu 38:09 syok kan karena enggak pernah dimaki 38:11 apalagi dimagi dipukul itu enggak pernah 38:13 dari kecil itu enggak pernah ngerasain 38:15 seperti itu. Jadi waktu itu pas dipukul 38:18 tuh Aisyah tuh benar-benar syok dan 38:20 Aisyah tuh berusaha untuk lepas dari dia 38:22 sampai megang di meja kerja. 38:24 Alhamdulillah meja kerjanya berat 38:25 banget. Jadi dia tendang-tendang apa dia 38:28 narik-narik udah enggak ketarik. Nah itu 38:31 untuk mengalihkan perhatiannya akir saya 38:32 jatuhin laptopnya. K tarik laptopnya. 38:36 Jadi akhirnya dia kaget dan dia lepas. 38:38 Aisyah lari dikejar ditahan terus 38:41 diorong ke dinding waktu itu. Nah 38:45 didorong ke dinding Aisah tuh ee 38:48 kelempar kelempar dia lari keluar. 38:50 Aisyah kira dia keluar itu untuk 38:52 menenangkan hati pikiran. Aisyah berdiri 38:56 di apa di tiang pintu gitu. Tiba-tiba 39:00 dia datang sudah pegang pisau. Ya Allah, 39:02 sudah pegang pisau. Nah, di situ Aisyah 39:05 benar-benar syok. Benar-benar syok kok 39:07 gitu yang langsung ditarik Aisah tuh 39:10 pisaunya udah di sini di leher ya. Di 39:12 leher. Nah, Ais tuh mau teriak udah 39:15 makin menekan. Jadi, Ais pikir udah 39:17 enggak bisa tapi tetap berusaha untuk 39:19 berteriak. Kebetulan tetangga mungkin 39:22 udah dengar tapi enggak mau masuk campur 39:24 ya. Jadi dia keluar pura-pura jemur 39:26 baju. Nah, di kita kan kelihatan tuh 39:29 dari tirai tapi ada tirai. Akhirnya dia 39:31 lepas, Pak Ustaz. Dia lepas. Aisyah juga 39:35 ee waktu itu kena udah badan gemetar. 39:38 Ambil handphone. Aisyah duduk di anah 39:40 tangga. Di anak tangga itu. Aisyah duduk 39:42 di anah tangga itu. Tiba-tiba Aisyah kan 39:45 enggak mau bergerak lebih karena dia 39:46 pisau masih di tangan dia gitu. Jadi Ais 39:49 takut bereaksi lebih. tiba-tiba pisaunya 39:51 dilempar ke arah pintu. Nah, karena 39:54 Aisyah pikir kan udah harus ada bukti 39:56 ini karena sudah seperti ini. Aisyah tuh 39:58 kan pakai handphone itu pakai Samsung 40:01 Ultra jadi langsung videonya langsung 40:03 aktif. Saya ambil video lari di lantai 40:07 dua dikejar sama dia dorong-dorongan. 40:10 Akhirnya Aisyah juga kalah kena tempat 40:12 tidur. Aisyah tuh dikancing lehernya 40:14 sama dia. Biru dipukul-pukul badan udah 40:17 biru-biru semuanya. 40:19 Nangis nangis. Alhamdulillah anak Aisyah 40:22 itu telepon terus Pak Ustaz. Ditelepon 40:25 terus sama anak yang paling tua. I gak 40:27 biasanya anak Aisyah tuh seperti itu. 40:29 Biasanya kalau Aisyah sudah bilang e dia 40:32 perlu sesuatu terus Aisyah bilang tunggu 40:33 ya nak. Dia enggak menelepon lagi tuh. 40:35 Nunggu Aisyah ngasih kabar. Tapi ini 40:37 ditelepon-telepon terus Pak Ustaz. 40:39 Aisyah bilang sama dia, dia bilang sih 40:41 memang ayo kita mati bersama gitu. 40:43 Aisyah bilang gini, "Kalau kamu mau 40:45 bunuh saya dan mau mati, izinkan saya 40:48 tuh kirim uang untuk yang terakhir kali 40:50 untuk anak Aisyah gitu. Untuk pertama 40:52 kali untuk anak Aisah. Nah, jadi Aisyah 40:56 waktu itu bujuk-bujuk dia. Akhirnya 40:58 mungkin ee hampir sejam lah diizinkan 41:01 sama dia. Pas diizinkan sama dia, Aisyah 41:03 tuh langsung pakai e hijab cuman 41:06 digulungin. Aisyah langsung ke Polres." 41:08 H alhamdulillah Ibu Kapoles di sana 41:11 sangat baik dan beliau waktu itu pas 41:14 Aisah datang memang langsung menghadap 41:15 beliau Bukittinggi. 41:17 Em alhamdulillah beliau tuh baik banget. 41:21 Alhamdulillah mungkin karena Aisel juga 41:22 punya media ya waktu itu jadi gampang 41:25 aja untuk komunikasi jadi Aisah datang 41:28 Ibu Kapres langsung bantuin diinikan 41:31 diurus semuanya. Tapi mungkin Aisyah 41:33 mengecewakan beliau karena Aisyah tarik 41:35 laporannya. Nah, waktu itu pun di visu 41:38 kok ditarik laporannya ee ada proses 41:40 ceritanya di em divisum apa semua terus 41:45 habis itu bikin BP. Aisyah sebenarnya 41:46 sudah enggak mau ketemuan sama dia. Tapi 41:48 Aisyah tuh dikirimin video sama adiknya. 41:51 Papanya udah bentur-benturin kepalanya 41:53 di dinding karena papanya itu berstatus 41:56 datuk. Terus ee anaknya yang paling tua 41:59 itu baru selesai keluar dari penjara 42:02 karena kasus asusilah anak di bawah umur 42:04 perkosa anak 9 tahun terus baru keluar 42:07 penjara terus adiknya udah ketiga kali 42:10 masuk penjara karena narkoba. Nah, itu 42:13 Aisyah bilang. Makanya teman-teman di 42:14 luar sana itu kalau mau cari suami harus 42:16 tahu dulu selak-beluknya, ketemu sama 42:18 keluarganya tahu. Karena Aisyah tuh 42:20 enggak tahu kondisi orang kakaknya, 42:23 adiknya itu nanti tahu H-1 setelah mau 42:26 nikah. 42:27 Jadi baru Aisyah tahu. Nah, jadi waktu 42:31 itu papanya juga malu karena papanya 42:33 sebenarnya mantan pejabat juga gitu tapi 42:35 anak-anaknya seperti itu. Jadi ee malu 42:39 Aisyah kasihan enggak tega. Kelemahan 42:41 Aisyah tuh mungkin ada di orang tua ya. 42:43 Kalau ngelihat seperti itu ya Aisyah 42:45 enggak tega kalau bapaknya bilang kalau 42:48 anak saya yang satu ini juga masuk 42:50 penjara terus dipecat dari kerjanya 42:53 gimana gitu hidupnya gitu. adiknya 42:56 perempuan satu. Aa benar-benar enggak 42:59 tega karena tahu kondisi mereka tuh 43:01 seperti apa. Enggak tega. Akhirnya 43:03 ngelihat itu salahnya Aisyah. Aisa tarik 43:06 laporan. Tapi kita punya perjanjian 43:08 sebenarnya jika dia melakukan kembali ee 43:11 Aisah boleh e melaporkan dan ee 43:14 mengangkat kembali kasus yang pertama 43:17 gitu. Nah, setelah itu dia masih 43:20 melakukan juga. Jadi kejadian yang 43:23 terakhir sampai Aisyah memutuskan untuk 43:25 sudah cukup sampai di sini itu dia kan 43:29 ada beberapa penyakit yang dia ngidap. 43:31 Jadi ada ada kista ginjal, ada apa tuh 43:34 beberapa penyakit dari kedang kapal ada 43:37 gulahnya juga dan lain-lain. Nah itu kan 43:40 jadi Aisyah tuh sering buat dia makanan 43:42 ee yang sesuai apa yang apa jangan 43:45 sampai membuat penyakit-penyakit yang 43:47 lain yang aman untuk seluruh 43:48 penyakitnya. Jadi Ais tuh selalu buat 43:50 kayak gitu makanannya. Nah, kebetulan 43:52 waktu itu Aisah tuh bawa sayur terus ee 43:56 dari bawah karena kita masaknya lantai 43:58 satu. Nah, itu kan tangga ke bawah itu 44:00 dilapisin karpet gini biar enggak licin. 44:02 Jadi, Aisyah bawa pelan-pelan sampai ke 44:04 atas dia lagi pegang handphone. Dia 44:06 bilang, "Apa ngendap-ngendap?" Mau lihat 44:08 mau pergoki. Saya lagi main apa telepon. 44:11 Dalam hati Aisyah mau mergoki berarti 44:14 melakukan gitu. Tapi Aisyah tuh sudah 44:16 enggak mau ngerespon. A saya bilang 44:18 gini, "Udahlah ya kalau memang kita udah 44:20 mau pis, kita bisa baik-baik aja. Enggak 44:22 perlu nyiksa saya seperti ini, gitu. Ee 44:25 ini makanannya kalau mau makan silakan 44:28 makan. Aku capek mau istirahat aja 44:30 gitu." Pas Aisyah kasih itu tiba-tiba 44:33 Aisyah tuh biasa dengan maki-makian 44:35 anjing baby apa semua yang kayak gitu 44:37 gitu. Maaf aku jadi maki bilang gitu. 44:40 Nah, Aisah bilang, "Udahlah kalau itu 44:42 enggak perlu maki-maki saya gitu." itu 44:44 tiba-tiba langsung dilempar pakai gelas 44:47 yang lebih tinggi dari ini pecah di kaki 44:50 Aisyah belnya nancep masih ada bekasnya 44:52 di situ nancap di kaki Aisyah itu. Nah 44:56 di situ 44:57 tuh Aisyah benar-benar syok dan Aisyah 45:00 bilang sama Allah, "Ya Allah saya sudah 45:02 tidak sanggup seperti ini." Nah, Aisyah 45:05 waktu itu coba cari mualaf center sampai 45:08 telepon ke nomor-nomor telepon mualaf 45:10 center di saat mana-mana itu enggak ada 45:12 yang ngerespon. Aisah sempat di mana 45:14 ini? Karena Aisyah takut mau mengambil 45:16 keputusan itu tidak sesuai dengan ee 45:18 agama kita. N Aisyah kan belum tahu 45:21 seperti apa. Jadi butuh orang untuk 45:23 berkonsultasi. Nah, waktu nyari-nyari 45:25 itu enggak dapat. Akhirnya ee Aisyah 45:28 tiba-tiba ditelepon sama 45:31 tantenya. Aisyah ini ada pengajian ikut 45:33 ya sama ante. Baik. Heeh. Tantenanya. 45:36 Tante keluarnya aja baik banget. Sayang 45:38 banget sama Aisah. Ee ada pengajian. 45:41 Nah, di situ ada seorang ustaz dan 45:43 Aisyah bilang gini, "Aku harus ketemu 45:45 sama ustaz itu. Aku harus nanya gitu." 45:47 Akhirnya Aisyah memaksakan diri di 45:49 tengah-tengah banyak orang ketemu dan 45:51 Aisyah bilang, "Sebenarnya Aisyah tuh 45:53 enggak mau penginnya ngomong sama 45:55 ustazah tapi belum dapat ustazah waktu 45:58 itu." Di sana ngikut berapa kali ngikut 46:00 pengajian ustaz semua. Ya udahlah, 46:02 enggak apa-apa. Yang penting Aisyah tuh 46:04 ada orang untuk berkomunikasi ketemu dan 46:07 Aisyah bilang masalahnya e beliau 46:09 memberikan jawaban sesuai dengan ajaran 46:11 agama kita. Di situ pun Aisyah belum 46:13 langsung telan menta-mentah. Aisyah 46:15 Aisyah berkonsultasi dengan dua ustaz 46:17 lainnya. Oh, ternyata pemaham apa 46:19 jawabannya sama. Akhirnya Ais mengambil 46:22 keputusan untuk oke tolong kamu urus 46:25 perceraian kita. bilang karena kalau 46:27 saya ngurus di sini saya enggak kenal 46:29 siapa-siapa dan em apa saya enggak mau 46:32 ngurus ini. Saya mau konsentrasi belajar 46:34 agama. Dia mau ee enggak mau banyak 46:37 sekali alasan-alasan tapi Aisah udah 46:39 kayak udahlah gitu ini udah harus 46:42 diakhiri. Jadi akhirnya diurusin dengan 46:45 berbagai macam ininya akhirnya diurusin 46:49 sama dia. Ee tapi Aisah bilang berikan 46:52 alasan yang sebenar-benarnya jangan 46:54 bohong. Karena kalau kamu bohong, aku 46:57 ngadapin terus. Akhirnya dengan segala 47:01 skenario yang dia buat buat buat seperti 47:03 apa, tapi Aisyah tetap pokoknya gak 47:05 boleh bohong. Sampai akhirnya ada 47:08 keputusan. Oh, Ustaz dapat keputusan itu 47:10 pun Ais tuh terus dijahatin sama dia. 47:13 Pernah dikirimin ee apa di depan rumah 47:17 dikirimin barang-barang santet katanya 47:20 dikirimin apa imistis gitu. Jadi 47:23 ketahuannya ah itu proses perceraian 47:26 kami kan berlangsung tuh. Jadi 47:28 berlangsung. Alhamdulillah dengan proses 47:30 percayaan itu berjalan tanggal 5 Agustus 47:33 Aisyah tuh belajar baca Al-Qur'an. H ee 47:37 belajar belajar Al-Qur'an tanggal 15 47:39 September alhamdulillah udah bisa. 47:43 Padahal Aisyah pikirnya pas pertama kali 47:45 buka Iqra, waduh berapa tahun aku bisa 47:48 belajar ini? Dipikiran paling 2 3 tahun 47:50 sampai 5 tahun ini belajar. Tapi itulah 47:53 keajaiban Allah tuh. Di sementara proses 47:55 percayaan kami berjalan, Aisa itu 47:57 belajar Al-Qur'an dan alhamdulillah bisa 48:00 Aisyah itu dikirimkan malaikat-malaikat 48:02 tak bersayap. Aisyah ada Uni dan juga 48:04 adik ustaz yang baik hati. Mereka berdua 48:06 adalah malaikat bersayap Aisyah di 48:10 Bukittinggi. Nah, di sana itu Aisyah tuh 48:12 diajarin sama beliau berdua dan akhirnya 48:17 15 September Aisyah tuh sudah bisa. 48:20 Seang itu sudah enggak ketemu sama 48:21 beliau lagi ya? Masih. Dia masih datang 48:23 ke rumah, masih mengganggu, masih sudah 48:25 cerai tapi kan belum secara administrasi 48:29 negara belum. Iya, tapi kita sudah pisah 48:32 gitu. Nah, dia ee apa namanya? Masih 48:35 datang-datang ke rumah minta kembali, 48:38 ngancam-ngancam dan sekarang macam-macam 48:39 rupa. Masih minta kembali kita masih 48:42 bisa perbaiki. Yang penting ini ini anak 48:44 saya bilang udah sudah selesai saya 48:47 sudah tidak sanggup lagi gitu. Nah, saya 48:50 udah enggak karena sudah berapa kali 48:52 dimaafin tetap waktu dia hampir bunuh 48:55 Aisyah kan Aisah masih terima dia Pak 48:56 Ustaz masih kembali bahkan bulan waktu 49:00 Idul Fitri itu Aisyah dari hampir dia 49:03 bunuh Aisyah Aisyah masih basuh kakinya 49:05 dengan itu. Terus Aisyah masih cium 49:08 kakinya waktu itu. Aisyah masih basuh 49:10 kakinya, masih nyium kakinya juga waktu 49:13 itu. Karena Aisah pikir dengan Aisyah 49:16 berlakukan itu mungkin bisa merubah 49:19 keadaan. Heeh. Tapi ternyata memang 49:23 enggak. Emm Aisah waktu 49:26 itu Aisah tuh em sempat berkonsultasi 49:30 dengan 49:32 teman-teman. 49:34 Em Aisah disuruh cari tentang latar 49:37 belakang dia bagaimana masa kecilnya 49:40 bagaimana. Iya. Jadi em Aisah bilang 49:43 akhirnya tanya ke mamanya, tanya ke 49:46 kakaknya. Ternyata sudah terlambat 49:47 mungkin ya. Heeh. Itu sudah terlambat 49:50 karena mungkin karena A kalau Aisyah 49:52 tahu bagaimana masa kecilnya mungkin 49:54 ketika merespon sebuah masalah kita itu 49:56 akan berbeda. Cuma memang ee Aisyah tahu 49:59 nanti setelah hampir dia bunuh Aisyah. 50:02 Nah, Aisyah cari tahu, oh ternyata dia 50:04 memang di masa kecilnya mengalami 50:07 kekerasan-kekerasan. He. Terus ee memang 50:10 ya memang juga karakternya seperti itu. 50:13 Jadi di kantor dia itu pernah juga 50:15 dilaporin karena mukul e anak-anak honor 50:19 kayak gitu gitu. Papanya pernah dipukul 50:21 sama dia katanya. Terus ee adiknya, 50:25 kakaknya 50:26 bahkan tantenya juga pernah diancam kamu 50:29 dibunuh gitu. Tantenya sendirian cerita 50:32 sama Aisah. Nah, jadi ee proses seperti 50:35 itu. Jadi sampai akhirnya Aisyah bilang, 50:37 "Ya udah ini udah Aisyah sudah selesai." 50:39 Masyaallah. E dan waktu itu ketika bulan 50:43 September Aisyah sudah bisa baca 50:45 Al-Qur'an, Aisyah ingat dengan nasar 50:47 Aisyah bahwa Aisyah akan menyiarkan 50:49 agama Islam ketika Aisyah sudah minimal 50:51 bisa baca Al-Qur'an, akhirnya Aisyah 50:53 buka mualaf center di Bukittinggi. 50:56 Ee di mualaf center di sana 50:57 alhamdulillah sudah berjalan bagus, Pak 51:00 Ustaz, sudah berjalan. Di sana ada 51:02 belasan anak-anak yang belajar ngaji. 51:04 Jadi konfenya tuh per tanggal berapa 51:07 sudah clear itu? September. Eh, 51:09 September Februari. Februari sudah clear 51:11 itu. Udah benar-benar clear. Ya udah ya 51:13 pisah dari dia Heeh. 2000 ee nanti kita 51:17 pisahnya itu Februari 2024 tapi di 2023 51:22 itu yang Aisyah bilang proses percayaan 51:24 malah Aisyah bikin mu love center itu. 51:26 He. Terus waktu Aisyah mengambil 51:27 barang-barang dari rumah ada gangguan 51:29 enggak? kan mesti ada diambil kan 51:31 barang-barang untuk cerai itu pindah 51:33 rumah apa dia yang pindah soalnya kan 51:35 itu Aisa kontrak rumahnya jadi ee dia 51:38 yang pindah dia yang pindah ke sana tapi 51:41 di situ kan Aisah kan sudah dijadikan 51:43 mualaf center nih Pak Ustaz dijadikan 51:45 mualaf center tempat tinggal Heeh banyak 51:48 orang datang nah di situ ee ada kejadian 51:52 waktu persiapan ee bikin Malaf Center it 51:56 Aisyah bikin di sana nuansa putih gold 51:58 tool jadi Aisah tuh beli di meja-meja 52:00 untuk tempat ngaji, tempat Al-Qur'an itu 52:03 nyata banget hari Jumat. Jadi ada sama 52:05 Uni itu malaikat tak bersayap Aisyah. 52:07 Pagi beli Al-Qur'an, siangnya kita beli 52:10 meja-meja kecil itu Pak Ustaz. Nah, 52:12 karena Aisyah pengin ada nuansa putih 52:14 gold, jadi Aisyah bungkus sama kertas 52:16 kado gold gitu. Terus jam 11.43 Aisyah 52:19 biasanya sebelum tidur tuh ambil wudu 52:21 dulu kan. Jadi habis ambil wudu sempat 52:23 periksa handphone. Oh, ada WA. Aisyah 52:25 sempat balas WA. Terus waktu itu Aisyah 52:28 bilang, "Ya Allah, aku pengin tidur. 52:30 Berikan tidur aku yang nyenyak, 52:31 bangunkan esok pagi karena masih banyak 52:33 kegiatan." 52:34 Nah, jadi waktu itu Aisyah pas buka WA 52:38 itu langsung tidur. Langsung tidur 52:40 benar-benar tidur nyenyak gitu. Gak 52:42 tahunya di luar lagi heboh jam sekitar 52:44 jam . Itu tetangga Aisyah itu kan ada 52:47 CCTV depannya. Sebelum tidur dia ngecek 52:50 CCTV dia lihat ada dua orang bolak-balik 52:52 bolak-balik depan tempat Aisah. Nah, 52:55 kebetulan dia lihat ada yang naruh 52:57 plastik, tas plastik di pagar gitu. He. 53:01 Nah, pas ada plastik di pagar 53:02 digantungkan di situ, dia penasaran 53:05 orang dua itu pergi, dia telepon adik 53:07 yang dibawa di sebelah di antara kami 53:10 berdua ditelepon, "Coba lihat itu ada 53:12 orang naruh sesuatu diasuk." Setelah 53:15 dipanggillah Pak RT dibuka di situ, Pak 53:18 Ustaz ada tisu, ada darahnya, ada tanah, 53:21 ada kayak pocong gitu, tanah dibungkus 53:23 gitu, terus ada serabut kelapa yang 53:26 dibungkus pakai merah. Jadi katanya 53:29 mereka itu kalau misalnya itu memang 53:32 udah membuat Ais minimal memang sakit 53:34 berat atau meninggal gitu. Jadi dari 53:38 tapi memang Allah gak mengizinkan Aisyah 53:40 lihat dan memang gak sempat bereaksi 53:43 karena pas dia taruh sudah kelihatan 53:45 langsung diambil. Kalau mungkin Allah 53:48 itu nak gak sayang ya kalau udah biarin 53:51 gitu kan udah udah ke mana-mana itu efek 53:54 udah ada efeknya Aisah tidur lelap gitu. 53:57 Jadi orangnya nanti pagi-pagi udah heboh 53:59 semua orang di luar dan ngasih tahu ke 54:01 Aisyah. Aduh memang A tuh luar biasa 54:04 banget diizinkan Allah tuh ee Aisyah 54:08 berada di dapur ujian. Tapi yang Aisyah 54:11 bersyukur banget Allah tuh memberikan 54:13 kekuatan hingga saat ini buat Pak 54:16 Ustazn Aisyah sangat bersyukur sangat 54:19 bersyukur banget dan itu sebagai pesan 54:21 Aisyah juga buat teman-teman di luar 54:23 sana untuk teman-teman mualaf atau 54:25 teman-teman muslim yang lainnya 54:27 perempuan-perempuan ketika menghadapi 54:29 hal seperti itu kebahagiaan kita kan 54:31 hanya dekat sama Allah jadi jangan 54:34 pernah jauh dari Allah kalau hadapi 54:36 masalah dan hadapi masalah itu jangan 54:38 bersungut-sungut tapi bersyukur. 54:40 Karena 54:41 diat menghadapi proses hidup seperti itu 54:44 kan berat banget. Ais mau bicara sama 54:46 keluarga. 54:48 Waktu itu keluarga semua Kristen. Nanti 54:50 Aisyah jadi bahan tertawaan. 54:53 Terus mau teman-teman muslim Aisyah 54:55 belum banyak teman-teman muslim gitu. 54:57 Terlebih khusus di Kota Bukittinggi. 54:59 Aisyah enggak punya siapa-siapa di sana. 55:01 Gak kenal sama siapa-siapa. Enggak punya 55:04 keluarga satuun. Kok sampai ke Bukit 55:06 Tinggi sih? Tadi dari Bandung, Surabaya. 55:09 dari Balikpapan. Heehuh. Dari Balikpapan 55:11 tinggalnya di Balikpapan. Nah, kita 55:12 kenalkan di Mesos itu, Pak Ustaz. Nah, 55:15 jadi waktu itu ketika Aisyah mau diajak 55:18 nikah, Aisyah bilang gini, "Kalau kamu 55:20 serius, kamu yang jemput saya ke 55:24 Balipapan." Karena Aisyah tuh sebagai 55:26 perempuan walaupun ada status juga 55:28 seperti Anda diminta enggak mau kayak 55:30 membawa diri Aisyah. Jadi gak mau 55:33 dipikir Aisyah ngejar-ngejar laki-laki. 55:35 Jadi Aisyah bilang kalau kamu mau ya 55:38 karena dia memang asli Bukit Tinggi. 55:39 Ustaz. Nah, jadi Aisa waktu itu ada 55:43 beberapa syarat ketika dia mau minta 55:45 nikah Aisyah. Aisyah minta beberapa 55:47 syarat. Jadi satu syarat utama itu dia 55:50 harus bisa membing Aisada agama. Yang 55:52 kedua, ee harus ada restu orang tua. 55:55 Ketiga, karena kita masing-masing sudah 55:58 punya pernah punya keluarga, ada 55:59 anak-anak, dia harus minta izin sama 56:01 anak-anaknya, harus izin ke anak Aisa 56:02 juga. Keempat, ya dia harus kalau memang 56:06 serius dia yang datang ke Balipapan. 56:09 Nah, kelima harus ada izin dari Kakak 56:11 Aisyah gitu. Jadi itu ada beberapa 56:14 syarat yang Aisyah kasihkan gitu seperti 56:18 dia. Heeh. Ee sampai akhirnya ee karena 56:21 Aisyah pikir sudah mempublikasikan. 56:23 Kasihan kalau Aisyah tinggal di Bari 56:25 Papan di sana itu ee Kakak Aisa di sana 56:28 kan pendeta walaupun dia di Kutai di 56:30 Kutai Barat. 56:32 Em apa cuman Aisyah pikir nanti Aisyah 56:35 kan sudah pakai hijab apa semua kita 56:38 saling menjaga aja lah. Walaupun doa 56:40 Aisyah itu sampai sekarang ini semoga 56:43 keluarga Aisah ter kakak Aisyah tuh bisa 56:45 diberikan hidayah sama Allah. Oke, 56:47 sekarang setelah Esa terpisah dengan 56:50 suami yang enggak baik itu apa rencana 56:53 selanjutnya? 56:55 Ee karena cita-cita itu masuk surga, 56:58 jadi ya rencana 57:00 selanjutnya belajar agama, coba 57:03 meneruskan usaha punya. Kalau sekarang 57:06 itu diizinkan Allah apa ya sebenarnya 57:09 sama lu. Cuman memang Allah sudah 57:11 menyediakan seperti itu waktu pisah itu, 57:13 Pak Ustaz. Ee mohon maaf baru nanti 57:16 Aisyah terusin jawabannya. Du ketika 57:19 pisah sama mantan suami itu, Aisyah 57:21 bilang, "Aisah sudah enggak mau nikah 57:23 lagi." Tapi kalau Allah ngasihkan suami 57:26 satu, Aisyah enggak mau jadi yang kedua. 57:29 Kedua, kalau bisa dia punya pekerjaan 57:31 tetap dan benar-benar pintar ngaji, 57:33 karena Aisyah itu diberikan hidayah 57:35 ketika mendengar orang mengaji. Jadi, 57:37 penginnya punya suami yang pintar ngaji 57:39 gitu kan, terus enggak punya 57:42 anak. Oke. Dan ternyata Allah memberikan 57:46 hal yang kelihatan mustahil waktu lalu 57:48 dan Aisyah sudah coba-coba menghindar 57:50 dan ternyata Allah ngasih seperti itu. 57:52 Nah, dengan apa yang Allah percayakan 57:53 saat ini hanya itu aja sih, Pak Ustaz. 57:56 Jadi selanjutnya rencananya itu hanya 57:59 benar-benar belajar agama di dalam 58:02 keluarga, belajar agama, ngurus usaha 58:04 supaya hidupnya tidak menjadi beban bagi 58:06 orang lain. Walaupun memang sekarang ini 58:09 memang lagi 58:10 diuji 58:12 keberadaannya. Bahkan memang sekarang 58:14 itu kan ada di e apa keberani memang 58:17 aula lagi nguji Aisah dan mohon doanya 58:20 semuanya biar Aisyah tetap kuat, tetap 58:23 bertahan dan tetap istikamah gitu. 58:26 Masyaallah. Perencanaan terakhir yaitu 58:28 yang ke depannya itu cita-cita Isa hanya 58:30 masuk surga. 58:32 Gak punya cita gak punya cita-cita yang 58:35 terlalu muluk-muluk dan selama Allah 58:38 izinkan berada di dunia. Semoga Aisah, 58:41 hidup Aisyah bisa bermanfaat bagi banyak 58:43 orang, terlebih di agama, bermanfaat 58:46 bagi sesama dan semoga Allah memberikan 58:49 rezeki supaya tidak menjadi beban bagi 58:52 orang lain. 58:54 Ee memberikan pekerjaan-pekerjaan yang 58:57 sekiranya bisa ini gitu. Dan terima 59:01 kasih untuk malaikat-malaikat tak 59:03 bersayap, Pak Aisah yang selama ini ee 59:06 memberikan support yang begitu luar 59:08 biasa. Aisah, gitu aja sih, Pak Ustaz. 59:11 Mohon doanya biar buku Aisyah bisa 59:14 segera terbit. Baikbaik, didoakan ya, 59:16 lancar. Oke, Iwan dan masih di acara 59:20 muala vlog di mana kami menghadirkan 59:22 Mbak Siti Nur Aisyah sebagaimana orang 59:25 Minahasa ya, orangnya putih ya dan 59:27 enggak enggak tampang stres ya kalau 59:30 kita dengar ceritanya. Wah, begitu 59:31 mukanya tuh fresh gitu. Masyaallah. Oke. 59:36 Udah soalnya sakitnya udah kayaknya 59:37 kalau ke bawah terus kas kalau katanya 59:39 Allah kasih wajahnya enggak tampang 59:41 orang menderita namanya happy 59:44 soalnya menderitanya udah cukup selesai. 59:46 Alhamdulillah. Allah berian nanti nanti 59:49 kalau sedih-sedih terus buat apa kan ada 59:52 aulah gitu. 59:54 Saya dari siapa nih? Dari Riri saya 59:58 lihat di YouTube. Mbak Aisah orangnya 1:00:01 cantik sekali. Alhamdulillah terima 1:00:03 kasih. Oke. Ee ee kayak saya kasih nomor 1:00:06 telepon enggak keberatan ya? Boleh 1:00:07 silakan. Oke. Sil siap siapkan pulpen 1:00:09 sama kertas. Saya akan bacakan nomor HP 1:00:12 dari Siti Nur Aisyah. Tadinya 1:00:17 namanya Yurike ya? Iya. Unike. Unike. 1:00:20 Dulu pengurus 1:00:22 gereja. Beliau lahirnya 1:00:24 di ee eh di Lininongan. 1:00:29 Liningaan. Liningaan itu di daerah 1:00:32 Manado di Kabupaten Minasa ya. 9 April 1:00:36 tahun 1.1. Pernah jadi penyi R di Tal 1:00:40 Laut 3 tahun. 1:00:42 He. Dan pernah juga ada di Koh Dondi di 1:00:46 Wakaf TV. Ini nomor teleponnya silakan 1:00:49 dicatat. 1:00:51 0852 sudah. Kemudian 17 kemudian 1:00:56 26 1:00:59 7-nya 3 kali kemudian 8 08 52 17 1:01:06 26 1:01:09 7 8 ini ada Mbak Aisyah kok tahan banget 1:01:14 sih udah tahu dianiaya gitu kok sabar 1:01:16 banget gitu enggak langsung pada saat 1:01:19 itu saja langsung ca kabur oh Karena 1:01:23 luar biasa deh ininya semua karena Allah 1:01:26 mungkin kotaan gitu loh. Ee mungkin 1:01:29 karena ini sih karena ee apa Pak 1:01:33 Ustaz? Allah pasti punya maksud gitu. 1:01:36 Jadi dinikmati aja prosesnya Allah itu. 1:01:39 Satu sebenarnya karena malu aja sih Pak 1:01:42 Ustaz. 1:01:43 Jadi maksudnya gini, bertahan itu 1:01:46 awalnya, awalnya berpikirnya tuh malu 1:01:49 kalau orang teman-teman di Kristen lihat 1:01:52 Aisyah gagal gitu. Kok udah berhijab, 1:01:56 udah seperti ini terus gagal gitu. Jadi 1:02:00 ee apa? Oke. Kalau yang mau nelepon 1:02:03 nanti jangan sekarang ya. Jadi ee itu 1:02:07 Pak Ustaz awalnya seperti itu. Tapi ke 1:02:10 sininya Aisyah ternyata belajar untuk 1:02:13 mengambil hikmah. Mungkin ada 1:02:15 pesan-pesan Allah. Mungkin Aisyah 1:02:18 bersyukur banget karena Allah 1:02:19 mempercayakan hal itu ke Aisyah karena 1:02:22 Allah tahu Aisyah mampu. Nah, mungkin 1:02:25 yang Aisyah pikirnya mungkin dengan apa 1:02:28 yang Allah izinkan Aisyah alami ee bisa 1:02:31 ee menjadi atau diambil hikmahnya oleh 1:02:35 teman-teman sekalian. Walaupun 1:02:37 seberat-berat apapun yang kita hadapi 1:02:40 itu pasti kita mampu kalau kita dekat 1:02:42 sama Allah ya. Karena Allah memang tak 1:02:44 pernah mengizinkan masalah. seberat apun 1:02:47 itu kalau Allah tahu kita tidak mampu 1:02:49 sekalipun nyawa taruhannya gitu dan e 1:02:53 kita harus benar-benar bersyukur. Jadi 1:02:56 imam berikut yang diharapkan adalah 1:02:59 pandai baca Quran, pintar ngaji gitu ya. 1:03:02 Punya anak ya sayang gitu. Iya betul 1:03:05 betul. Oke. Itu kriterianya tuh sudah 1:03:08 bekerja ee pintar ngaji, pintar baca 1:03:10 Quran. Sudah ada loh, Ustaz? Sudah ada. 1:03:13 Oh, sudah ada ya. Alhamdulillah. Oke. 1:03:15 Alhamdulillah. Tidak ada, Pak. Ini ada 1:03:16 pertanyaan dari Bapak Wahyu. Tahun 1:03:18 berapa Kak Aisah keluar dari Sulawesi 1:03:20 Utara? Ee keluar dari Sulawesi 1:03:25 Utara 1:03:27 2020 ya? 2020. Tapi masih bolak-balik 1:03:30 aja sih. Emm cuman yang terakhir kali 1:03:34 berkunjung 1:03:35 itu 1:03:38 2020 2021 bulan Desember. Oke. Tahun 1:03:42 berapa? 1:03:44 2021 2021 kemudian dari Bapak Andi, 1:03:48 asalamualaikum Rasil terima kasih Radio 1:03:50 silaturahim acara mualaf siang ini 1:03:53 sangat bermanfaat dan bagus sekali salam 1:03:55 silaturahim untuk Mbak Aisyah semoga 1:03:58 Allah subhanahu wa taala memberikan 1:03:59 kesehatan, panjang umur, dan dikuatkan 1:04:01 iman dan Islamnya dalam mengaruhi 1:04:03 kehidupan dunia ini. Dari Bapak Andi 1:04:06 Suandi, Cipado, Cileduk Tangerang. He, 1:04:09 makasih 1:04:11 Pak dari siapa lagi nih? Enggak disebut 1:04:14 namanya. Asalamualaikum, Mbak Aisah. 1:04:16 Begitu berat jalan hidupmu. 1:04:18 Waalaikumsalam. Semoga Mbak tetap 1:04:20 istikamah dalam ibadahnya. Allah 1:04:22 Subhanahu wa taala maha pengasih, maha 1:04:23 penyayang. Saya sangat terharu 1:04:26 mendengarnya. Masyaallah. 1:04:29 Oke, 1:04:31 dari Korian. Asalamualaikum, Mbak Aisah. 1:04:34 Semoga Mbak isa istikamah dan berbahagia 1:04:38 dunia dan 1:04:40 akhirat. Oke. Ee kami dengar Mbak Isa 1:04:44 baca 1:04:46 Quran hafal kan insyaallah ya. Iya 1:04:48 insyaallah. Oke silakan Mbak Aisyah. 1:04:50 Aduh tapi saya enggak percaya diri kalau 1:04:52 di depan Pak Ustaz 1:04:55 nanti aja kalau itu e saya bukan ustaz 1:04:58 lah. Silit silakan dibaca surat 1:05:02 Al-Ikhlas. Al-Ikhlas. 1:05:08 Aduh, Pak Ustaz K aku enggak percaya 1:05:10 diri terlalu banyak orang yang jago di 1:05:12 sana apalagi teman saya ada justru lain 1:05:14 dong kalau Aisyah bawakan kan mualaf 1:05:17 jadi lain dong itu. Iya saya terbawa 1:05:21 perasaan kalau nanti aja di dalam Ustaz 1:05:26 habis habis sudah hafal ya itu ya. 1:05:27 Alhamdulillah. Al-Ikhlas, Alfatihah, 1:05:29 Alikhlas, Alfalaq, Annas. Iya. Yang 1:05:32 lain-lain mohon doanya bisa segera 1:05:35 mungkin. Tapi huruf Arab sudah ngerti, 1:05:37 sudah huruf Arab sudah tahu. 1:05:39 Alhamdulillah, Pak Ustaz. Tinggal tajid 1:05:42 aja yang belum. Siapa guru ngajinya 1:05:44 namanya? Em siapa? Ah, itu guru ngaji 1:05:47 saya tuh enggak mau dipublikasi orangnya 1:05:50 katanya beliau. Tapi guru ngaji sekarang 1:05:52 saya adalah suami saya. Dia pintar 1:05:54 banget ngaji sama mertua saya. Soalnya 1:05:56 mertua saya guru ngaji. Alhamdulillah. 1:05:59 Beliau juga beliau adalah guru ngaji di 1:06:02 Tangerang. Dan beliau tuh anak ngajinya 1:06:04 dari 1:06:06 tahun 90-an. Jadi di sana tuh banyak 1:06:09 anak-anak ngaji setiap malamnya. Oke, 1:06:12 terima kasih Mbak Siti Nur Aisah atas 1:06:15 kehadiran di Radio Rasil untuk acara 1:06:17 mualaf ini. Sekali lagi saya akan 1:06:19 bacakan nomor HP beliau ya, Siti Nur 1:06:21 Aisyah nomornya 0852. 1:06:25 Nanti akan nulis buku nih, akan ditulis 1:06:27 dalam buku kisahnya. Kemudian 17, 1:06:31 kemudian 26 kemudian 1:06:34 777 7-nya 3 * 8 1:06:38 0852 17 1:06:41 267 1:06:44 778. Mbak Aisyah datang bersama Vero. 1:06:46 Dia juga udah pakai nikop ya. Iya. Ada 1:06:49 Mbak Fero di sana. Terima kasih Mbak 1:06:51 Fero. Terima kasih Mbak Fero sudah 1:06:52 mengantar Aisyah ke Rasil ya. dengan 1:06:55 terus segirasil beliau mualaf juga. Iya. 1:06:58 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:06:59 Alhamdulillah. Mudah-mudahan samalah 1:07:02 seperti iya baesa dalam mencari apa? 1:07:05 Kebenaran dan mencari ilmu Islam. Oke. 1:07:08 Ya. Sekali lagi terima kasih. 1:07:10 Mudah-mudahan kita akan jumpa lagi pada 1:07:11 Rabu depan dalam acara mualaf top. Saya 1:07:15 Muhammad Krishna Oni Saputra dan Algi 1:07:18 mohon pamit. Wabillahi taufik 1:07:19 walhidayah. Wasalamualaikum 1:07:20 warahmatullahi wabarakatuh.