Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:19 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:21 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:24 berjumpa lagi hari ini hari Rabu tanggal 0:29 10 September 2 0:32 25 atau tanggal 17 Rabiul Awal 1447 0:36 Hijriah. 0:38 Kita jumpa lagi dalam acara Hijrah Talk 0:41 ya. 0:42 Dan kami mendapatkan tamu seorang yang 0:46 dulunya bernama Yunike, sekarang berubah 0:49 menjadi namanya Aisyah dan beliau sedang 0:51 berada di Manado. Tadinya rencananya mau 0:54 datang ke Rasil, tapi rupanya 0:56 harus pulang kampung apa ya. Jadi kita 0:59 zoom aja dari Manado. Asalamualaikum 1:01 Mbak 1:02 Aisyah 1:06 Pak Haji dan semua pendengar. Apa kabar 1:09 Mbak Isa? Sehat ya? Hm. 1:11 Masyaallah. Alhamdulillah. 1:13 Kemarin sempat ini juga ada gangguan 1:15 agak sedikit sakit ya. 1:17 Iya. Bagilah. 1:19 Tapi sekarang sudah keluar dari rumah 1:20 sakit dan sehatlah kembali ya. 1:22 Alhamdulillah. 1:23 Iya. Alhamdulillah. 1:25 Mbak Aisah bisa diceritakan enggak dulu 1:27 gimana akhirnya bisa ketemu Islam? 1:30 Tadinya kan agamanya Kristen Protestan 1:32 nih kalau enggak salah ya. Bisa 1:33 diceritakan sedikit? 1:34 Iya. Alhamdulillah ee pendengar ee Rasil 1:39 TV di [berdehem] manapun berada. Saya 1:40 sangat bersyukur banget karena Allah itu 1:43 memberikan hidayah kepada saya di ee 1:47 tahun 2019 ee di Masjid Raya Jawa Barat. 1:53 Dan saat itu ee proses ee hijrah saya 1:57 itu cukup panjang sebenarnya dari ee 14 2:01 tapi saya mengambil keputusannya di 2019 2:05 untuk bersyahadat. Nah, di 2014 itu 2:08 sebenarnya saya mendapatkan kebenaran 2:10 tentang Ola itu sendiri. di mana Anda? 2:13 Waktu itu saya kerja di sebuah 2:15 perusahaan dan kebetulan waktu itu kami 2:18 itu ada kegiatan dan di sana saya 2:21 sekamar dengan anak yang sangat pintar 2:23 banget ngaji. 2:24 Ee ngajihnya dia itu membuat hati saya 2:28 cukup sangat 2:29 ee tenang dan 2:31 tersentuh gitu ya 2:32 sampai 2:34 iya saya tersentuh dengan ee apa dia 2:37 mengaji. saya itu tuh merasa 2:39 sangat-sangat ee hati saya itu damai, 2:43 hati saya itu sangat-sangat tersentuh 2:45 dan bahkan sampai saya terharu. 2:48 Nah, ketika setelah kegiatan itu kami 2:52 pindah tempat nginap karena masih ada 2:54 kegiatan lanjutan. Jadi, kami nginap di 2:56 sebuah hotel di Jakarta Selatan, dekat 2:59 dengan perusahaan yang kami bekerja saat 3:02 itu. Nah, di saat itu saya mengajak ada 3:05 itu untuk nginap di kamar saya. Saya 3:07 bilang, "Ya, kamu nanti nginap di kamar 3:09 saya aja." Nah, terus katanya dia, "Ibu, 3:12 pasti ibu mau suruh saya ngaji." Kan 3:14 benar. Saya bilang, "Poknya tugas kamu 3:16 hanya mengaji aja kalau tidur di kamar 3:19 saya." 3:20 Dan di hari ketiga 3:24 pas kami nginap, saya suruh dia itu 3:27 untuk mengulangi sampai ee empat kali 3:30 mengajnya. Terus waktu itu dia bilang, 3:32 "Ibu, saya sudah capek. Kalau mau 3:33 keempat kali harus kelima kali. Ibu mau 3:35 tanya apa aja tentang Islam? Nanti ee 3:39 sebisa mungkin saya bisa menjelaskan. 3:42 Nah, ketika dia menjelaskan itu di 3:43 situlah saya dapat kebenaran pertama 3:46 tentang Allah itu sendiri di 3:48 kalau benar Isa Almasih itu adalah Allah 3:51 itu sendiri, kenapa ketika dia dicari 3:53 sama pasukan Romawi di Taman Getsmani di 3:56 mana di Alkitab itu ditulis bahwa ee di 3:59 sana ee Isa Almasih itu bersujud dan 4:02 berdoa? Nah, di pemahaman saya kalau dia 4:04 berdoa berarti ada sosok yang dia tuju. 4:07 H 4:07 yang mana ya itu Allah itu sendiri. 4:10 Namun saat itu saya belum langsung ee 4:12 mengambil keputusan untuk masuk Islam 4:14 karena saya masih takut dengan banyak 4:17 hal. Sekalipun kebenaran sudah saya 4:19 dapatkan, tapi [batuk] saya masih takut 4:20 dengan banyak hal. Karena saya 4:22 dilahirkan dari keluarga pendeta. Mama 4:24 saya seorang pendeta, sapa saya 4:25 [batuk][berdehem] seorang pendeta, 4:26 [tertawa] dan juga kakak saya. Kami 4:29 kakak beradik itu hanya dua dan kakak 4:32 saya itu juga ada seorang pendeta dan 4:34 keluarga pada umumnya aktif di pelayanan 4:37 dan waktu itu saya masih takut untuk 4:39 penolakan dan lainlain 4:44 saya takut untuk mengambil keputusan 4:47 untuk bersyahadat. 4:49 Nah, jadi nanti di 2019 itu ketika saya 4:53 ada di Jakarta, perasaan kerinduan 4:57 tentang ee apa mendengarkan ee orang 5:01 mengaji, mendengarkan acan itu kembali 5:04 bergejolak dalam hati. Sampai ke titik 5:07 ee saya berpikir bahwa 5:10 ee ini adalah jalan yang harus saya 5:12 ambil kayak ayo kamu itu masuk Islam 5:15 gitu. itu adalah sebuah jalan yang buat 5:17 kamu untuk menuju ke surga gitu. Dan 5:21 waktu itu saya sempat mau sahadat 5:23 pertama kali itu di Masjid Istiqlal tapi 5:27 saya datang sudah jam .00 sore 5:29 dan di sana itu ada beberapa syarat yang 5:31 diberikan ke saya namun saya tidak bisa 5:34 memenuhi syarat-syarat ituaratnya dan 5:36 akhirnya saya syaratnya harus ada surat 5:39 keterangan domisili karena waktu itu 5:41 saya domisili di luar Jakarta. Heeh. 5:43 Nah, kedua harus ada saksi minimal dua 5:45 orang. 5:46 He. 5:46 Namun saya coba hubungi teman-teman saya 5:50 atau relasi kerja saya. Cuman waktu itu 5:53 karena sudah jam .00 mereka merasa 5:55 nanggung untuk datang karena kantor 5:56 sudah sebentar lagi akan tutup dan 5:58 karena Jakarta padat enggak mungkin 6:00 mereka akan kembali ke tempat 6:01 pekerjaannya juga. 6:03 So, mereka minta ee Bu Niku boleh enggak 6:06 ditunda? gitu. Tapi saya bilang, "Oh, 6:08 iya iya boleh boleh nanti saya tunda." 6:10 Cuman dalam hati saya mungkin saya salah 6:13 jalan kali ya. Tapi ternyata perasaan 6:16 itu kayak kata dalam hati itu makin 6:19 bergejolak gitu sampai akhirnya saya 6:23 memutuskan untuk mematikan handphone 6:25 selama 3 hari. 6:26 He. 6:27 Nah, 6:27 selama 3 hari itu ee esoknya saya 6:30 matikan handphone sampai 3 hari saya 6:32 mengarkan perjalanan ke Jogja, ke 6:34 Surabaya baru selanjutnya ke Bandung. 6:37 Heeh. 6:38 Nah, di Bandung itu waktu dari Surabaya 6:40 mau ke Bandung saya sempat ee 6:42 menghubungi relasi salah satu relasi 6:44 kerja saya dan saya bilang sama beliau 6:46 bahwa saya akan di Bandung ee dan 6:49 rencananya saya akan bersyahadat di 6:50 sana. Apabila nanti tidak ada hambatan 6:53 seperti yang saya rasakan di ee Jakarta, 6:56 berarti Islam adalah 6:58 ee apa? Masukiam saudara jalan akul 7:02 gitu. Dan alhamdulillah sampai ke 7:04 Bandung itu semua diberikan kelancaran 7:06 oleh Allah. Nah, di sana itu dari saya 7:09 masuk hotel sampai ee saya ikut 7:12 kegiatan. Kebetulan waktu itu saya ada 7:14 kegiatan di Bandung. 7:16 Di Bandung ini masjid apa? Boleh tahu? 7:18 Harusnya 7:19 di Masjid Raya, Pak Ustaz. 7:21 H. Oke. 7:22 Heeh. Jadi pas saya sampai Bandung, saya 7:25 ke hotel. Awalnya itu di hotel itu ee 7:29 cuman mau bayar kamar aja, habis itu mau 7:32 numpang mandi. 7:33 Heeh. untuk ikutin acara itu. Tapi 7:36 alhamdulillah banget pihak hotel itu 7:39 saat saya bayar hotelnya dan saya bilang 7:42 ee mohon maaf boleh enggak saya numpang 7:45 mandi soalnya bentar lagi saya ada acara 7:47 di gedung sat dan saat itu mereka bilang 7:50 ibu ee manajernya bilang ibu kamarnya 7:53 sudah ready ibu boleh masuk saat ini 7:56 juga. Masyaallah saya bilang benar. Saya 7:58 tanya em ken charge berapa biar saya 8:00 bayar enggak usah enggak perlu kam 8:03 itu 8:04 masallah 8:04 ee apa sebuah kejapan pertama yang Allah 8:09 berikan ke saya 8:09 hotel apa itu ya 8:10 dan akhirnya iya diberikan kelancaran 8:14 dan saat itu juga saya masuk kamar saya 8:16 masih sempat ee bersih-bersih merenam 8:19 masih siap-siap sudah juga ditelepon 8:21 sama orang yang ee mau mendampingi saya 8:24 untuk ngurus berkas-berkas perompak 8:27 kelengkapan berkas untuk sahadat. Nah, 8:30 saat itu ternyata beliau sudah siap 8:32 dibawa di lobi dan saya kasihkan paso 8:35 KTP saya untuk difotokopi. 8:39 Selanjutnya saya ee ngikut acara dan 8:42 sebelum juga selesai acara beliau sudah 8:44 bilang, "Ibu, saya sudah di parkiran. 8:46 Kalau Ibu sudah selesai kabar saya aja." 8:49 Padahal saya sudah bilang sama beliau, 8:51 "Nanti kita ketemu di Masjid Raya aja. 8:53 Nanti kalau saya sudah ee apa selesai 8:55 walaupun kegiatannya itu belum selesai 8:57 secara keseluruhan nanti saya itu akan 9:00 izin setelah pembukaan saya izin keluar 9:02 untuk syahadat nanti saya balik lagi ke 9:04 tempat acara. 9:06 Nah, ternyata sebelum saya hubungi 9:08 beliau, beliau sudah diparkiran di 9:09 bawah. Jadi alhamdulillah banget sebelum 9:12 itu saya juga keluar 9:14 saya sempat ganti pakaian dulu baru ee 9:17 ke masjid B dan di pukul 09.00 kurang 9:21 lebih 2915 pagi itu saya bersyahadat 9:25 lagi di masjid raya Bandung 9:28 gitu, Pak Haji. Jadi 9:30 sama Ustaz siapa? Masih ingat enggak? ee 9:31 perjalanan saya 9:33 Ustaz siapa waktu yang 9:34 lupa tapi saksi-saksinya saya masih 9:37 ingatinya [tertawa] 9:38 ada Pak Haji Atang karena waktu itu saya 9:42 benar gak sama beliau itu namanya siapa 9:46 cuman karena ee saksinya itu ee karena 9:50 kemarin beliau juga adalah pengurus di 9:52 dalam masjid ternyata yang dari Kemenak 9:56 di Kemenak yang ditempatkan di Masjid 9:59 Raya Bandung. Jadi ee saya masih ingat 10:03 namanya 10:04 itu ada Pak Haji Atang ee yang eh 10:08 menjadi saksi saya di 10:10 Masjid Raya itu tahun berapa itu tadi 10:12 itu 10:15 tahun berapa waktu itu? 29 Juli 2019. 10:18 29 Juli 2000 10:20 tahun 2009. 10:22 2009. 10:22 19, Pak. I 10:24 tadi kan Mbak 10:25 Iya. 10:25 Saya cerita waktu di Kos tuh temannya 10:28 baca Quran. Jadi tertarik karena 10:30 alunannya bukan bukan terjemahannya ya. 10:33 Karena alunannya sudah tertarik ya. 10:36 Iya karena saya belum ngerti. Heeh. 10:38 Belum ngerti terjemahannya ya. 10:39 Itu ee apa kerasa banget. Heeh. 10:41 Heeh. 10:43 itu syaduh banget yang membuat saya 10:45 sampai terharu. Enggak tahu juga terbawa 10:48 dengan perasaan saat itu kayak ada 10:50 ketenangan batin yang belum pernah saya 10:52 rasakan di saat saya mendengarkan ee 10:55 pengajian dari beliau. 10:57 Hm. Lalu kan dia ee mempersilakan Mbak 11:00 Aisyah untuk bertanya tentang Islam. 11:02 Pertanyaan apa yang pertama ditanya ke 11:05 temannya 11:06 Aisyah itu? Nah, I yang menjadi 11:08 pertanyaan saya pertama, apa sih yang 11:10 membedakan Islam sama Kristen? 11:12 Hm. 11:12 Nah, di situ saya juga lupa apa semua 11:15 yang dia jelaskan secara detail karena 11:17 saya takut itu salah gitu. Tapi dia 11:19 menjelaskan tentang Allah, dia 11:21 menjelaskan tentang Nabi Isa, dia 11:24 menjelaskan tentang Nabi Muhammad gitu. 11:26 Nah, di situ baru saya terbuka. Oh iya 11:28 ya, 11:29 kalau Isa Almasih itu adalah Allah itu 11:31 sendiri. Kenapa ketika dia dicari sama 11:34 pasukan Romawi di em apa di Taman 11:38 Gitsmani di situ itu dia berdoa, dia 11:41 bersujud dan [berdehem] berdoa di sana. 11:43 Artinya gak mungkin dia berdoa kepada 11:45 dirinya sendiri. Ada sosok yang dia tuju 11:48 dan menurut saya sosok yang ee Isa 11:51 Almasih itu tuju untuk berdoa adalah 11:53 Allah itu sendiri gitu. Itulah kebenaran 11:56 tentang Allah pertama kali yang Aisyah 11:58 dapatkan 11:59 sampai akhirnya memutuskan untuk 12:01 bersyahadat. 12:03 Iya. 12:04 Oke. Tadi kan Mbak Isa cerita bahwa ayah 12:07 atau kakak-kakak masih aktivis gereja 12:09 ya. Bagaimana reaksi mereka begitu 12:11 mengetahui bahwa 12:12 ee Mbak Aisah masuk Islam? Bagaimana 12:15 reaksi mereka? 12:16 Kalau kalau 12:18 papa sudah almarhum memang sebelum ee 12:20 Aisyah bersyahadat ee kalau Mama baru 2 12:24 bulan yang lalu. Ee kalau Kakak masih 12:27 ada. 12:28 Kakak juga awalnya waktu Aisa ngasih 12:32 tahu cukup kaget, cukup syok. Tapi 12:35 memang ee alhamdulillah papa kami itu 12:38 memang toleransi walaupun beliau adalah 12:41 seorang pendeta, tapi beliau itu 12:43 toleransinya sangat tinggi. 12:44 Ee beliau juga berteman sama papa pernah 12:47 tugas di sebuah tempempat di mana di ee 12:51 tempat tugas papa itu di belakangnya itu 12:53 yang tinggal itu umumnya orang Islam. 12:56 99% adalah umat Islam. 12:58 Dan kebetulan di belakang rumah kami itu 13:00 ada madrasah dan madrasah itu depannya 13:04 lagi seberang jalannya madrasah itu 13:06 masjid. Samping rumahnya adalah imam dan 13:09 imam itu adalah ee teman bapak main 13:12 catur. [tertawa] 13:13 Jadi mereka tuh sering bisa dan papa itu 13:17 Heeh. Ee papa itu ketika Aisyah pun umur 13:20 17 tahun karena anaknya cuman dua. Jadi, 13:23 Papa tuh berpesan kepada anak kami bahwa 13:27 ee adik sekarang sudah cukup sudah 17 13:30 tahun sudah dewasa. Untuk menjaga 13:32 kerukunan kakak beradik itu ee harus 13:35 bisa menghargai apapun keputusan adik 13:38 berarti ee kakak harus dukung. Begitu 13:40 juga sebaliknya. Nah, jadi mungkin kakak 13:43 waktu itu ada rasa malunya dia juga 13:45 diserang sama keluarga. Jadi 13:48 dia kasihan juga kakak saya. Kakak itu 13:51 yang diserang adalah dia. Kamu sebagai 13:52 kakak papa sudah ada dan bla bla bla. 13:54 Sampai beliau sempat sakit, sempat kena 13:57 stroke ee ringan waktu lalu itu. 14:00 Karena saya tahu dia tuh diserang sama 14:01 keluarga, tapi mungkin dia juga enggak 14:04 mau ee enggak mau juga menyakiti hati 14:07 saya. He. 14:08 Cuman 14:11 waktu itu juga ee di awal Februari 2023 14:17 karena di 2022 sampai 2023 itu saya 14:21 sempat mengalami ee proses keimanan yang 14:24 saya namakan proses keimanan saya yang 14:26 saya tuangkan dalam buku saya. He. 14:29 Ee dan ee proses [berdehem] keimanan 14:31 yang saya jalani, proses hij yang saya 14:32 alami, yang saya tuangkan dalam buku 14:34 saya. Nah, kakak saya berpikir dan 14:37 berpendapat bahwa sebenarnya apa yang 14:39 saya alami ini adalah pukulan dari 14:41 Tuhannya untuk saya kembali ke agama 14:43 Kristen. [berdehem] 14:45 Ee tapi saya tetap ee 14:49 tetap memilih untuk tetap berada di 14:51 jalannya aula. Dan sejak Februari 2023 14:55 mungkin kami berkomunikasi terakhir 14:57 hanya di e pas mama kami meninggal dunia 15:01 itu pun 15:03 ee belum bertambah ketemu secara 15:06 langsung dan sampai sekarang pun kami 15:08 cuman ya itu terakhir kali ketika Mama 15:10 meninggal kurang lebih 2 bulan yang 15:12 lalu. 15:13 Jadi di keluarga Mbak Aisyah yang muslim 15:16 hanya Aisyah sendiri atau ada lagi yang 15:19 kemudian ikut-ikut juga masuk Islam? Ee 15:21 kalau di kakak beradik kami saya tapi 15:24 ternyata ada ada sepupu saya juga satu. 15:29 Heeh. Ada sepupu saya tapi [berdehem] 15:30 dia lebih dulu dari saya ternyata. 15:33 Tapi kalau di pihak mama itu ee kalau di 15:37 pihak mama di kakak beradik mama sama 15:39 sepupu kami itu ee enggak belum ada 15:43 gitu. Tapi kalau keluarga agak jauh 15:46 dikit itu ternyata ada. Kemarin Aisyah 15:48 juga baru tahu. 15:50 Oke, sekarang Mbak Aisah dia lontok 15:52 kayaknya. 15:54 Sudah bisa baca Quran ya? Sudah bisa 15:56 baca Quran ya sekarang ya? 15:57 Alhamdulillah Pak Haji dengan 16:00 pertolongan Allah ya. Alhamdulillah 16:02 walaupun 16:03 tajwidnya belum [tertawa] banget 16:06 ya. Tapi alhamdulillah ya. 16:07 Alhamdulillah 16:09 ya. 16:10 Nah, terus sampai akhirnya Mbak Isa 16:12 menulis buku judulnya 16:15 Kemukan jalan Melalui Islam gitu ya. itu 16:18 bukunya tebalnya 16:20 ee ber halaman ya. 16:24 Maaf, maaf. 16:25 Diterbitkan oleh Gramedia ya. Gramedia 16:27 melalui subnya apa namanya? 16:31 Wanta di bawah Gramedia. 16:34 Iya, Gramedia ya. Mem 16:36 iya. 16:37 Ee itu 16:40 Mbak Aisyah menulis sendiri redaksinya 16:42 atau di Mbak Aisyah diwawancara lalu 16:46 ditulis oleh penulisnya atau bagaimana? 16:48 Iya. Dibantu dibantu dengan tim yang 16:51 ada, Pak. 16:51 Ada penulisnya ya. 16:54 Apa Mbak Isa sendiri yang menulis lalu 16:56 ee apa ada diedit gitu? 16:59 Iya. Dari tim timnya 17:03 timnya itu ya tim penerbit ya. 17:05 Iya. 17:05 Heeh. He 17:06 iya betul. 17:07 Oke. Judul bukunya menarik sekali. 17:10 Covernya juga bagus sekali. Judulnya 17:12 Aisyah kutemukan Jalan Melalui Islam. 17:15 Barangkali Anda berminat memilikinya, 17:17 silakan hubungi Mbak Aisyah di 0812 17:22 kemudian 17 10 17:25 178. 17:28 Kami ulangi lagi. 0812 17:31 kemudian 17 17:33 [berdehem] 17:34 10 17 88. Betul enggak nomor yang saya 17:39 sebutkan itu, 17:41 Mbak Isa? 17:41 Betul ya. Oke, silakan. 17:43 0812 170 178. 17:47 Iya. Judul bukunya Aisyah kutemukan 17:51 jalan melalui Islam. Yang buat covernya 17:55 siapa? Bagus benar tuh. 17:57 dari pihak penerbit ya, 17:59 dari kuantanya, Pak, jadi 18:02 tapi mereka ee mengirimkan ke saya ee 18:06 apa dan ini atas tuhannya. Jadi di sini 18:10 menggambarkan tentang jalan. 18:13 Jadi ee makna di balik cover ini adalah 18:18 jalan jalan menuju surga sama jalan 18:20 menuju sebuah 18:22 ke yang penuh duri. 18:24 Oh, sebelah kiri ada gambar duri-duri 18:27 itu ya. 18:27 Heeh. 18:28 Heeh. Iya, dulu ada Di. Jadi di sini tuh 18:32 ee Ais tuh diproses a ya Pak Apa 18:37 diproses a sedemikian lupa 18:39 ee mungkin ceritanya sudah sempat ee 18:43 Aisa ceritakan di wawancara awal Pak 18:46 Haji bagaimana tapi Aisah tetap berjalan 18:50 dan alhamdulillah walaupun sekarang juga 18:53 masih mengalami proses yang begitu luar 18:55 biasa tapi ee 18:58 A yakin bahwa jika tetap berjalan di 19:01 jalannya Allah insyaallah ada 19:03 kebahagiaan, ada surga di sana. 19:08 Oke, 19:09 ini ada yang tanya nih, apakah buku itu 19:10 ada dijual di Gramedia nih? Ada yang 19:12 tanya, Mbak Aisyah nih dari Ratna, 19:15 apakah itu buku dijual di Gramedia? 19:17 Tapi sementara ini. Iya. 19:19 Iya. Tapi untuk sementara ini untuk 19:21 pemesanannya boleh langsung sama Aisyah 19:23 dulu. 19:23 Langsung nama Aisyah di 0812. 19:26 Kemudian 17 107 19:30 88. 19:33 [berdehem] 19:34 Iya. 19:36 Apakah Mbak I sekarang ikut di komunitas 19:38 ee para mualaf atau gimana? Ikut 19:42 komunitas 19:43 ee saat ini Aizah ee apa? Mendirikan 19:47 rumah binaan mualaf, Pak. 19:49 Di 19:49 Pak Haji 19:50 di Jakarta, di Manado apa di mana? Di 19:52 Bandung. 19:52 Ee Jakarta. 19:54 Di Jakarta. 19:55 Ee di Jakarta. cuman ee kemarin itu 19:58 karena Aispatnya [berdehem] Ais kontrak, 20:02 kontraknya sudah habis. Kebetulan bulan 20:03 ini habisnya. Jadi ee insyaallah nanti 20:06 berencana untuk membeli tempat baru. 20:08 Jadi kalau ada juga yang ingin berbagi 20:11 rezeki 20:13 untuk kami untuk membeli tempat baru 20:15 yang rencananya nanti Aisyah akan beri 20:17 tempat itu dan berhubung keluarga masih 20:21 pada umumnya Kristen. 20:23 Aisyah berpikir nanti suatu saat tempat 20:25 yang di belih nanti itu di sana juga 20:28 Aisyah akan dikuburkan 20:30 supaya nanti ketika Aisyah dipanggil 20:32 sama Allah, 20:33 Aisah tuh dikuburkan di tempat ee 20:35 dikuburkan secara Islam di sana. Dan 20:39 kenapa nanti dibikin rumah binaan mualaf 20:42 dan juga mungkin di sana insyaallah 20:43 didirikan musala atau masjid supaya 20:47 nanti kalau ada orang Aisah tetap 20:49 didoakan sampai selama-lamanya. 20:50 Masyaallah. 20:51 Tapi insyaallah kalau anak saya 20:52 diberikan hidayah sama Allah, 20:55 anak saya masih ada di sini sebenarnya 20:57 sekarang. 20:57 Oh, ya. 20:58 Sudah usia berapa anaknya, Mbak Aisah? 21:01 Ee 22 ya. 21:03 22 ya. 21:04 Insyaallah tahun 23. 21:06 23 ya. Mudah-mudahan Allah kasih hidayah 21:09 ya 21:09 Desember nanti. Oke. 21:11 Iya. Semoga anak-anak saya, keluarga 21:14 saya mendapat hidayah. cuman ee karena 21:16 saat ini Aisyah pikirnya ee masih 21:19 seperti ini keadaannya. So, ee Aisyah 21:21 harus mempersiapkan nanti. Semoga hingga 21:25 akhirnya nanti Aisyah tetap ada di 21:27 jalannya Allah. Sampai tutup mata pun 21:29 Aisyah bisa dikuburkan secara Islam. 21:32 Jadi itulah kemarin sebenarnya Pak Idi 21:34 sudah sebelum ke Manado sudah mengecek 21:36 suatu tempat dan saat ini insyaallah 21:38 Allah ngasih rezeki dan kalau ada yang 21:41 membagi rezeki untuk kami membeli tempat 21:43 ee insyaallah nanti akan dibangun di 21:46 sana rumah sehat untuk ee lansia 21:50 dan lebih khusus untuk para mualaf 21:52 karena banyak ee teman-teman mualaf yang 21:55 mungkin di masa tua mereka-mereka itu 21:58 sendiri dan mereka juga jauh dari 22:01 keluarga. juga insyaallah cita-cita 22:03 Aisyah itu bisa menyediakan tempat buat 22:05 Aisyah sendiri dan juga buat mereka. 22:08 Masyaallah. 22:10 Ee alhamdulillah kemarin di rumah binaan 22:12 mualaf ada yang syahadat di sana juga, 22:15 Pak Haji. 22:16 Heeh. 22:17 Jadi ee harapan Aisah ee kalau selama 22:20 ini yang bersyahadat di ee tempat Aisah, 22:23 Aisah alhamdulillah kemarin didukung 22:25 oleh ee dari Kemenak khususnya Jakarta 22:29 Selatan. Jadi untuk pembinaan secara 22:31 ilmu agama, Aisyah serahkan kepada 22:34 beliau-beliaunya 22:35 untuk dibimbing. Karena kalau untuk ilmu 22:38 agama Aisyah sendiri masih belajar, 22:40 masih sangat-sangat minim. Ee sesuai 22:43 dengan nar Aisyah, ketika Aisyah itu 22:46 bisa salat, Aisyah bisa baca Al-Qur'an 22:49 aja Aisyah tuh akan mensiarkan agama 22:51 Islam dengan cara yang Allah berikan 22:53 kepada Aisyah. 22:56 Masyaallah. caranya mungkin seperti ini. 22:59 [berdehem] Jadi, mendirikan rumah binaan 23:01 mualaf dan juga menerbitkan buku. Jadi, 23:04 buku ini mengisahkan perjalanan hijrah 23:06 Aisyah. 23:08 Dan ee harapannya ee buku ini bisa 23:12 memotivasi semua ee wanita karena memang 23:16 banyak mengisahkan tentang kehidupan 23:19 saya sendiri. 23:20 Ini diangkat dari kisah nyata kehidupan 23:22 saya. 23:24 Ee harapan satu buku ini bisa 23:26 menginspirasi para wanita di luar sana 23:29 yang mungkin mengalami persoalan hidup 23:31 yang berat. Ee mengalami ee sebuah 23:36 mungkin tindakan kriminal yang begitu ee 23:40 menyakitkan hati. Ee jangan pernah 23:43 tinggalkan aula. Justru di saat kita itu 23:46 mengalami ujian yang sangat berat, kita 23:48 tetap cari Allah, kita tetap bersyukur 23:52 dan ee tetap menjalani hidup dengan 23:55 sabar. Sabar aja pokoknya sabar aja. 23:57 Insyaallahlah semua akan Allah pulihkan. 23:59 Memang mungkin hari-hari yang akan 24:02 dijalani itu juga masih berat. Mungkin 24:04 seperti yang Aisah saat ini rasakan. Em, 24:09 Aisah awalnya berpikir setelah setelah 24:12 terbit buku ini, segala persoalan juga 24:14 ada yang bisa teratasi. Tapi ternyata 24:17 setelah terbit ada juga 24:18 pergumulan-pergumulan hidup yang baru 24:20 yang Aisyah rasakan. Tapi 24:23 Aisyah sangat bersyukur ee Allah 24:25 memberikan semuanya itu dan cobaan 24:27 masalah yang Allah berikan itu membuat 24:29 Aisyah tuh lebih kuat dan lebih dekat 24:31 sama Allah. 24:32 Oke. Bab-babnya apa saja yang ada di 24:34 buku itu? Bisa dibacakan bab-babnya apa 24:36 saja? 24:38 B 24:38 babbaknya bagi ya. 24:43 Ya, masih bersama acara hijrah tok. 24:46 Iya. Ada gemuru hati di balik agar awan. 24:53 Lalu 24:53 jadi ee Aisa. 24:58 Iya. 24:58 Geburu hati dibalik. 25:03 Keburu hati di balik tangan. 25:06 Hm. H 25:07 ini ya, Mbak Haji. 25:09 Oh iya ya, lupa tadi. Harusnya Aisyah 25:11 sudah resa tersembunyi. Jadi ee buku ini 25:16 mengisahkan tentang perjalanan hijrah 25:19 Aisyah tapi ee berbentuk emvel 25:23 gitu karena supaya cerita ini tidak 25:26 menyinggung orang di masa lalu. Aisyah. 25:29 Heeh. 25:29 Dan tidak kena e aturannya. Makanya 25:32 kisah ini dibuat seperti novel. Siapa 25:34 tahu nanti Pak Haji ada yang mau 25:36 ngangkat film ya, Pak Haji. 25:37 Amin. Mudah-mudahan nih ada yang dengar 25:40 ee 25:40 nanti kalau ada di filmkan nanti berarti 25:43 untuk membuat ee membeli sebuah lokasi 25:47 untuk dijadikan ee apa? tempat rumah 25:50 sehat untuk para lansia. 25:52 Masyaallah. dan juga untuk menjadi rumah 25:54 binaan 25:55 untuk rumah binaan mualaf gitu, Pak 25:57 Haji. 25:59 Jadi 25:59 em seperti itu, Pak Haj. 26:01 H bahasanya bahasanya Aisyah ya itu ya. 26:06 Iya, Pak Ibu ya. Jadi ini adalah me 26:09 pokoknya ini ee dibuat seperti cerita di 26:13 ee novel Pak Haji, tapi diangkat real 26:16 kisahnya dari ee apa yang ee kisah nyata 26:19 tentang Aisyah. He 26:20 dari ee 19 dan yang intinya ada di 2022 26:29 dan nanti ada buku kedua Islam Agamaku. 26:32 Nah, nanti kalau Islam agamaku itu 26:33 biografi tentang Aisyah nanti. 26:36 Insyaallah. 26:36 Oke. 26:37 Semoga laris ya, Pak. 26:38 Amin. Amin. Judul bukunya Aisyah 26:41 kutemukan jalan 26:43 ee melalui Islam. 26:44 Jalan melalui Islam. Jadi sebenarnya 26:47 jalan sesungguhnya jalan terang itu 26:49 Aisyah rasakan itu 26:51 bukan hanya dari syahadat tapi proses 26:53 hidup g proses hidup itu membuat jalan 26:55 itu makin terang gitu Aisah Aisah masih 26:58 makin mengerti tentang ee kebesaran 27:01 Allah, tentang [berdehem] keajaiban 27:02 Allah tentang kebenaran Aisah tuh lebih 27:05 yakin dengan kebenaran tentang Allah itu 27:08 sendiri. Jadi ketika syahadat itu kan 27:10 masih em oh i Allah itu ee Yesus itu 27:15 bukanlah nabi bukanlah Allah dan ee dia 27:19 adalah seorang nabi di Islam juga 27:21 mengajarkan seperti itu. Tidak 27:23 membantaan tentang keadaan Isa Almasih 27:26 itu sendiri. Isa Almasih itu juga 27:28 tercatat sebagai nabi bukan 27:29 termasuk juga Maryam ya. 27:31 Iya termasuk juga jadi 27:34 ee apa namanya? Setelah menjalani hari 27:37 demi hari ee Aisyah makin paham dan 27:40 makin kagum dengan ee Allah karena Allah 27:43 itu benar-benar ada di dalam kehidupan 27:46 kita. 27:46 H 27:47 ee Allah tuh menunjukkan kebesarannya 27:49 Allah dari persoalan hidup yang Aisyah 27:52 alami gitu. Sakit secara manusia 27:55 benar-benar tidak mampu, Pak Haji. 27:57 Secara manusia Aisah pernah bilang sama 28:00 Allah sampai tidak bisa ee berkata 28:02 apa-apa tapi tetap memaksakan diri. 28:05 Terima kasih ya Allah. Terima kasih. 28:07 Padahal waktu itu nyawa hampir hilang. 28:11 Tapi di dalam ee keberadaan itu tetap 28:15 maksakan diri bilang, "Terima kasih ya 28:16 Allah sayangi saya, cintai saya. Jadi 28:19 jangan pernah tinggalkan saya [berdehem] 28:21 gitu. Dan alhamdulillah di tengah-tengah 28:24 proses kehidupan Aisyah yang sedemikian 28:26 rupa, yang sangat menyakitkan itu, 28:29 Aisyah ee membuat memaksakan diri Aisyah 28:33 untuk tetap berpikiran positif, tidak 28:36 uzan sama Allah dan melakukan hal-hal 28:38 yang lebih positif. di antaranya 28:42 ee saat proses ee 28:45 keimanan yang begitu luar biasa di 28:47 [berdehem] Kota Bukit Tinggi, Aisah 28:48 memaksakan diri untuk buat ee mualaf 28:52 senter di sana. Dan alhamdulillah di 28:54 sana itu ada anak-anak yang ngaji dan 28:57 ada beberapa ee binaan mualaf yang juga 29:01 ee bergabung bersama dengan kami. Ee 29:04 kami bina, kami dampingi gitu dengan 29:06 didukung oleh ee beberapa teman yang 29:09 ada. Jadi ee saya berharap teman-teman 29:13 juga ee para mualaf ketika mengalami ee 29:17 hal yang sangat sulit gitu untuk tetap 29:20 teguh jangan kembali ke jalan yang 29:22 semula. tetap bertahan di jalannya 29:25 Allah, tetap kuat, tetap percaya bahwa 29:27 Allah itu ada dan Allah itu tidak pernah 29:30 mengizinkan sebuah masalah kita alami. 29:32 Kalau Allah itu tahu kita tidak mampu 29:35 untuk menjalani semuanya itu, gitu, Pak. 29:39 Sekarang sudah 29:40 dan kita harus belajar mengajarkan diri 29:43 untuk bisa memaafkan. 29:44 Iya. Iya. Sekarang sudah tidak ada 29:46 kegelisahan-kegelisahan sudah tidak ada 29:48 ya. Alhamdulillah. 29:51 Saya yakin loh, Mbak. Alhamdulillah. 29:54 Hm. Sudah mantap kali ya. 29:56 Bahkan mungkin rasa sakit itu digantikan 29:59 dengan rasa syukur sama Allah. 30:01 Jadi kalau kita itu dekat sama Allah 30:03 gitu, Paki. Sekalipun hati kita disakiti 30:06 oleh orang lain, em apa kita akan merasa 30:10 tenang aja. Sampai ada beberapa teman 30:12 sampai bilang, "Kamu kok bisa ya ngalami 30:15 hal itu?" Saya juga bilang kalau secara 30:17 manusia saya tidak mampu. Tapi 30:19 alhamdulillah dengan saya meminta 30:21 pertolongan Allah, dengan saya berpasrah 30:24 sepenuhnya sama Allah, 30:27 saya ee apa minta sama Allah tetap 30:30 bersyukur. Jadi ada lima kunci saya 30:32 menjalani kehidupan ini, Pak Haji. Yang 30:35 pertama tetap berpasrah sepenuhnya sama 30:38 Allah dalam keadaan apapun. Kedua, 30:41 banyak-banyakin bersyukur. Ketiga, tulus 30:44 ikhlas. Keempat sabar, kelima tetap 30:47 bersedekah. Walaupun mungkin bayangkan 30:50 ee waktu Aisyah benar-benar memutuskan 30:52 untuk dekat sama Allah itu em semua yang 30:56 ada di Aisyah itu semua diambil sama 30:59 Allah. Mau ee harta benda, mau tinggal 31:04 nyawa aja lilahnya yang [berdehem] Allah 31:06 enggak ambil gitu. 31:08 Sampai ee benda-benda yang terkecil pun 31:11 memang ee diambil sama Allah. Tapi di 31:15 saat itu 31:17 secara manusia sakit, ada ras malu 31:19 biasanya bisa tampil seperti ini, bisa 31:21 bawa handphone seperti ini, dan harus 31:24 seperti ini. Tapi akhirnya Aisyah hanya 31:26 dari mungkin ada tiga handphone 31:29 dan lain-lain tinggal satu gitu dan 31:32 hal-hal segitu itu semua yang ada di 31:34 masa lalu Aisyah itu Allah ambil semua 31:36 kecuali nyawa Aisyah. 31:38 Nah, dan [berdehem] 31:40 di dalam kondisi seperti itu, Aisyah 31:42 tetap bilang, "Terima kasih Allah, aku 31:44 percaya bahwa di balik semua ini akan 31:47 punya sebuah rencana yang indah. Dan 31:49 saat ini Aisah tetap menjalani proses 31:51 itu dan tetap bersyukur." Dan yang 31:53 paling Aisyah syukuri ee akhirnya ee 31:56 awalnya berpikir sudah tidak mungkin 31:58 akan menginjakkan kaki di Manado karena 32:01 takut dengan banyak hal. Ee ada 32:05 penolakan sama keluarga gitu. Terus ee 32:08 sebenarnya sama anak-anak pun masih agak 32:11 takut untuk bagaimana melihat respon 32:14 mereka dan lain-lain gitu. 32:16 Tapi gimana respon mereka kayak Aisyah 32:19 datang ke Manado? 32:21 [tertawa] 32:22 Anak saya langsung tersenyum dia di sana 32:25 lagi [tertawa] waktu karena ini pertama 32:28 kali ya Nak ya datang ke Manado itu 32:30 benar-benar Aisyah sudah full dengan 32:32 tampilan seperti ini karena waktu lalu 32:34 meninggalkan Manado sekalipun beliau ee 32:37 mereka sudah tahu Aisyah sudah muslim 32:39 tapi Aisyah belum berhijab dan ee masih 32:41 biasa aja e mereka lihat jadi belum 32:44 terlalu gimana tapi ee 32:47 soalnya anak saya yang paling tua ini 32:49 sempat saya sekolahkan itu di Sarker 32:51 Hinsus. Ee jadi di sana itu sistem 32:55 pendidikannya itu mungkin sama kayak 32:56 pesantren ya, Pak 32:58 Haji. Jadi ee lebih ke nilai-nilai 33:01 agamanya, pengajaran tentang agama. 33:04 Waktu itu ee saya sih bagaimana orang 33:06 tua saya ee mengajarkan saya atau 33:09 mendidik saya. Begitu juga saya mendidik 33:12 anak-anak saya. So, waktu pertama kali 33:14 bilang ke kakak yang balik tua, katanya 33:17 dia gini, "Saya kecewa sih, Ma. Kecewa 33:21 karena Mama kemarin itu masukin saya di 33:23 sekolah itu dengan tujuan supaya saya 33:26 kuat imannya, saya itu tidak terpengaruh 33:28 dengan dunia, hal-halnya. Sekarang mama 33:31 memilih untuk masuk Islam. Jadi secara 33:33 manusia kakak kecewa cuman ee ya mau 33:38 gimana lagi yang penting Mama merasa 33:39 tenang ke sana dan ee kalau memang itu 33:43 sudah jalan pilihan mama ya tetap 33:46 mendukung dan alhamdulillah Pak Haji 33:48 saya pas datang ke sini saya nelepon 33:50 beliau juga eh kakak ke sini dong Mama 33:53 ada acara di Rasel TV bantuin untuk ini 33:56 ya nyediain jadi ini pakai laptopnya dia 33:59 semua 33:59 Oh begitu pantes clear benerinya 34:02 Hm. Masyaallah. [tertawa] Alhamdulillah. 34:05 Iya, dia sudah selesai soalnya kebetulan 34:08 ee dia mengambil teknik informatika. Dia 34:12 programmer sudah lulus kemarin dengan 34:14 kumlaut. [berdehem] Jadi mungkin dia 34:16 ee ngasih dan saat ini dia lagi dengar, 34:19 Pak. 34:20 Oh, begitu. 34:22 Mbak Isa ini ada pertanyaan dari Susan. 34:24 Asalamualaikum, Mbak Isa. Baik banyak 34:27 para mualaf itu 34:29 begitu masuk Islam terpikir masalah 34:32 kerjaan. Jadi dia masuk tapi belum ada 34:34 kerjaan itu bagaimana mengatasinya. 34:37 Sedangkan dia di keluarganya sudah tidak 34:39 diterima. 34:42 Oke. Kalau seperti itu ee bisa 34:46 menghubungi saya. Oh, 34:48 ee ee [berdehem] kalau kalau misalnya 34:52 seperti itu, kebetulan salah satu 34:54 program di Rumah Binaan Mualaf. Ee kami 34:58 untuk sementara ini saya lagi ee seperti 35:01 semula saya katakan bahwa saya masih 35:04 sementara meminta sama Allah biar Allah 35:06 ngasih rezeki untuk bisa beli suatu 35:08 tempat ee untuk bisa teman-teman mualaf 35:12 bisa juga turut nginap di sana dan atau 35:15 kalau belum cukup untuk penginapan kami 35:18 ee di programnya akan menyediakan 35:23 apa pelatihan bagi teman-teman mualaf 35:26 yaitu pelatihan ada tataboga, ada e 35:29 multimedia dan ada ee fashion juga 35:34 jahit, menjahit dan juga ada tata rias. 35:38 Hm. 35:38 Nah, ee memang kemarin sudah mulai tapi 35:41 berhubung tempat yang saya kontrak sudah 35:44 habis dan saya masih terkendala untuk 35:47 biaya dan ee saya pikir kemarin itu 35:49 kalau untuk mau kontrak lagi nanti 35:51 setahun habis akhirnya kami memutuskan 35:53 untuk mencari suatu ee satu tempat dan 35:56 semoga segera bisa terealisasi dengan 35:59 pertolongan Allah dan juga teman-teman 36:01 ee muslimah, muslim muslimah yang ada ee 36:05 agar ee tempat itu segera tersedia. Nah, 36:13 halo 36:15 pekerjaan 36:17 nanti. 36:20 Wah, terputus-putus ini. 36:23 Hah? 36:25 Oh, sinyalnya kurang bagus nih. 36:28 Heeh. Jujur 36:31 sinyalnya kurang bagus ya, Pak. 36:33 Engak. Tapi udah bagus lagi. Udah, udah 36:34 bagus lagi. Silakan lanjutkan. 36:37 Oke, maaf. 36:41 Ah, jadi kalau khusus untuk sudah 36:43 berkeluarga atau bisa menghubungi saya. 36:46 Insyaallah kalau untuk saat ini saya 36:48 bisa bantu. 36:49 Nah, 36:50 kalau untuk ee teman-teman yang lain ee 36:54 apa teman-teman yang lain seperti yang 36:57 saya bilang tadi, kami ee akan 36:59 menyediakan tempat untuk pelatihan ee 37:04 itu base-nya di mana sih? di Manado, di 37:07 Jakarta, di Bandung atau di mana yang 37:10 Mbak Isa harapan nanti di Jakarta. 37:13 Halo. 37:15 Di mana? 37:15 Di Jakarta. [tertawa] 37:16 Tapi sementara di Jakarta. 37:18 Di Jakarta ya. 37:21 Halo. 37:22 Oke. Baik. Ee sementara ee menunggu 37:26 sinyalnya bagus, kami akan bacakan lagi 37:28 nomor telepon Aisa. Silakan di siapkan 37:32 pulpen sama kertas. Kami akan bacakan 37:34 nomor telepon Aisah. yang menulis buku 37:37 Aisyah ketemukan jalan melalui Islam 37:42 diterbitkan oleh Gramidia nomornya 0812 37:48 kemudian 17 37:51 kemudian 10 37:54 17 lagi kemudian 88 37:59 0812 38:00 17 38:05 1788 38:07 judul bukunya Aisyah Kutemukan Jalan 38:10 Melalui Islam. Bukunya bagus sekali itu 38:13 ya. Oke. Halo. Asa coba ngomong lagi 38:17 apakah sudah bagus? 38:19 Hah? 38:21 Masih sinyalnya masih belum bagus. 38:23 Alhamdulillah. Mohon maaf ya suar ee 38:25 jaringannya agak kurang bagus. Bagus. 38:28 E suara saya juga mungkin Pak AJ masih 38:30 ada sedikit Heeh. gangguan karena 38:33 kemarin 38:34 sempat hilang suaranya. 38:35 Hm. 38:37 Oke. Ee ada yang tanya kapan Aisa 38:40 kembali ke Jakarta katanya? 38:44 Ee insyaallah dalam waktu dekat kalau 38:47 urusan di sini sudah selesai mohon 38:50 doanya biar Aisah segera balik ke 38:52 Jakarta. 38:53 [berdehem] 38:53 Hm. Mbak Isa nih ada yang mintakan Mbak 38:56 Asa untuk bacakan Quran dong. Pengin 38:58 kangnya ingin dengar sekali Mbak Aisa 39:01 membacakan Quran katanya. 39:03 Aduh 39:04 yang yang surat-surat pendek saja. Hm. 39:06 Enggak. Eh pendek. 39:08 Surat pendek-pendek saja. 39:10 Masyaallah. 39:11 Silakan Mbak Aisa. 39:18 Oh, sinyalnya masih anu ya belum bagus 39:20 ya 39:20 suara saya sebenarnya saya baru hafal 39:23 baru 39:25 apa al-Ikhlas alfalah anas. 39:27 Oke, boleh enggak apa-apa itu. Bu 39:30 hah waduh 39:34 bentar Pak Haji. 39:36 Tapi tulisan Arab sudah bisa ya baca ya? 39:39 Alhamdulillah udah baju tajwidnya aja 39:42 yang belum. Makanya ee Aizah tuh bilang 39:45 sama aula kemarin tuh karena memang e 39:47 proses ekonomi hancur lebur 39:51 ketika memutuskan sama ee memutuskan 39:55 untuk benar-benar di jalan Allah tuh 39:57 semua Allah ambil dari saya. 39:59 Ee karena Allah sayang Allah memurnikan 40:01 keimanan saya lewat itu semua. So, Aisah 40:05 kemarin sempat ee untuk belajar ngajinya 40:08 sempat berhenti sebentar. Em belajar, 40:13 belajar-belajarnya sempat berhenti ee 40:15 dan konsentrasi untuk ee 40:18 buka usaha kecil-kecilan untuk memenuhi 40:21 ee biaya hidup sehari-hari [tertawa] 40:23 supaya tidak menjadi beban sama orang 40:25 lain. Baik. Baik. Walaupun banyak juga 40:27 dibantu oleh ustaz, teman-teman, 40:30 keluarga-keluarga Islam yang lain. Tapi 40:32 Aisah memang tujuannya tidak mau menjadi 40:34 beban orang lain. Jadi sekecil-kecil 40:35 [berdehem] 40:36 apapun itu terus berusaha. Jadi ee buka 40:39 usaha kecil-kecilan warung dan juga 40:41 konsentrasi untuk buka ee buku ini. 40:45 Karena ee di dalam ee proses atau 40:49 perjalanan hijrah Aisyah itu ada 40:51 pesan-pesan Allah yang Allah titipkan di 40:53 sana. Dan Aisah tahu bahwa kehidupan 40:57 kita ini tidak tahu sampai kapan. Sampai 40:59 kapan Allah tuh memanggil kita. Waktu 41:01 belum buku ini terbit, Aisyah masih ada 41:03 sedikit ketakutan karena nanti kalau 41:06 saya meninggal pesan-pesan Allah itu 41:09 belum tercatat. Insyaallah ee saya takut 41:12 saya belum menyampaikan dan ee 41:14 sebenarnya apa yang Allah titipkan ke 41:17 saya itu bisa menginspirasi banyak 41:19 wanita bisa menguatkan 41:20 perempuan-perempuan di luar sana ketika 41:22 menghadapi masalah. Tapi karena Aisyah 41:24 tidak buka, akhirnya ee itu hanya 41:27 menjadi konsumsi Aisyah sendiri dan ee 41:29 cita-cita Aisyah cuma satu, masuk surga. 41:32 Nah, 41:34 kalau misalnya pesan-pesan aulah itu 41:36 nanti tidak Aisyah sampaikan dan tidak 41:39 tercatat di buku dan juga di mungkin di 41:42 ee elektronik gitu ee nanti akhirnya ee 41:48 apa? 41:49 Berkah itu hanya milik Aisyah sendiri 41:52 dan orang lain tidak merasakan. Dan 41:54 Aisyah pengin banget ee banyak perempuan 41:57 perempuan di sana yang bisa ee tetap di 42:00 jalan aula meskipun 42:03 langkahnya 42:05 jalannya harus melewati seperti gambar 42:08 yang ada di buku Aisyah ini penuh duri 42:10 gitu. He. 42:11 Tapi percaya kalau kita tetap dekat sama 42:13 Allah, kita tetap memilih jalan Allah. 42:15 Meskipun jalan itu berbatu, meskipun 42:17 jalan itu berduri, meskipun duri 42:20 tertusuk di hati kita, tapi kita tetap 42:23 percaya bahwa ee ada Allah yang sanggup 42:27 menolong kita dan kita tetap percaya 42:30 dengan kebesaran Allah, insyaallah kita 42:32 akan masuk ke dalam surga. Tapi kalau 42:35 kita menyerah, 42:36 kalau kita menyerah [batuk][berdehem] 42:38 berarti kita menuju ke neraka. sudah 42:40 pasti seperti itu. Tapi kalau kita tetap 42:42 berjalan di jalannya Allah, insyaallah 42:44 ini seperti bunga ini dan di sana ada 42:47 pintu. Walaupun punya cuma setengah, 42:49 harus kita berusaha untuk berada di 42:52 jalan ini. Karena di sini adalah jalan 42:54 surga gitu, Pak. 42:55 Oke. Ini kata Mas enggak apa-apa baca 42:57 qulhu juga enggak apa-apa katanya. Saya 42:59 ingin mendengar [tertawa] Mbak Aisa 43:01 membaca surah Al-Qur'an. 43:03 Silakan, Mbak Aisah ditunggu. 43:09 Semoga saya tidak meng Pak Haji ya 43:14 dengan bacaannya. E ini saya 43:18 dulu ya. 43:22 Masih bersama Aisyah, seorang mualaf 43:25 yang menulis buku judulnya Aisyah 43:28 Kutemukan jalan melalui Islam. Silakan 43:32 bagi yang memesan bukunya hubungi Mbak 43:34 Aisa di 0812. 43:37 Kemudian 17 43:39 10 43:41 17 88. 43:44 Gimana Mbak Isa? Sudah siap? 43:46 0812 43:48 lagi nyari ininya 43:50 17 107 43:54 88. Aisyah dulu namanya Unike. 44:00 Hm. 44:03 [berdehem] 44:06 Tapi alhamdulillah, Pak Haji, suara saya 44:07 benar-benar pas sampai 4 hilang. 44:09 Benar-benar khilaf. 44:10 Mau bersuara aja enggak bisa. [tertawa] 44:15 Oke, gimana? Sudah bisa dibacakan? 44:18 Insyaallah, Pak Haji ya. 44:19 Oke, silakan Mbak saja ya. 44:21 Iya, [tertawa] 44:23 karena memang suara saya [berdehem] 44:30 Wah, menghilang lagi nih sinyalnya. 44:31 Enggak ini ya sinyalnya nih agak bagus 44:34 nih. Hmm. 44:38 Bismillahirrahman. 44:41 Allahuad. 44:43 Lam yalid walam yulad walam yakulahu 44:46 kufuwan ahad. 44:48 Ada terjemahannya enggak di situ? 44:49 Kedengaran, Pak Haji. 44:50 Kedengaran. Ada terjemahannya enggak di 44:51 situ? 44:53 Ada. 44:53 Bisa dibacakan terjemahannya? 44:58 Katakanlah Nabi Muhammad, "Dialah Allah 45:00 yang maha esa. Allah tempat meminta 45:03 segala sesuatu. Dia tidak beranak dan 45:06 tidak pula diperanakkan serta tidak ada 45:09 sesuatu yang setara dengannya." 45:11 H itu menjawab kegelisahan Aisyah waktu 45:13 dulu. Ya, 45:15 benar sekali, Pak. Al-Ikhlas ini Aisyah 45:18 temukan pertama kali dan ayat yang 45:20 pertama kali Aisyah hafal tanpa 45:22 diberitahukan sama siapapun. He. 45:25 Jadi di dalam buku saya ini kan di dalam 45:27 buku Ais sudah menceritakan tentang 45:29 kisah perjalanan Aisyah. Nah, waktu itu 45:33 ee Aisyah kan sebenarnya awalnya sudah 45:36 tidak berencana untuk menikah. 45:39 Karena alhamdulillah waktu itu secara di 45:41 tahun 2019, 2020, 2021 Aisah tidak lebih 45:46 dari orang lain. Tapi ee Allah 45:48 memberikan banyak hal yang mungkin 45:50 secara materi Aisyah sudah cukup untuk 45:52 menghidupi diri sendiri. 45:56 So sudah tidak terpikir untuk 46:03 hilang lagi suaranya ya. Ini nomor 46:05 teleponnya Aisyah adalah 0812. 46:09 Namun saat itu 46:14 08121710 46:18 akhir Aisah tuh bilang sama tapi baca 46:21 Alquran aja gangguan terus ya. Halo, 46:25 Pak. 46:26 Iya, iya, ya. Agak terputus-putus tapi 46:29 masih bisa tertangkap lah, ya. 46:31 Terputus-putus ya, Pak. Mohon maaf ya. 46:33 Nih Manado lagi kurang bagus ya 46:35 sinyalnya ya. Heeh. Ini ada yang tanya 46:38 baa sebenarnya orang mana? Orang Jawa 46:40 apa orang mana? Aduh, 46:45 terputus lagi. [tertawa] 46:51 Mohon maaf ya, 46:53 Mbak Isah ini ada yang tanya, Mbak Isa 46:54 ini sebenarnya orang mana? Orang Manado 46:56 apa orang Jawa? 46:59 Ee saya orang Manado, Pak. 47:01 Oh, Manado. 47:04 H 47:04 iya, saya aslinya orang Manado. Mama 47:06 aslinya orang Manado. Papa juga aslinya. 47:09 Oh, masih bisa bahasa Manado tentu ya? 47:13 Masih, masih. Insyaallah masih. Nanti 47:15 kalau udah enggak bisa malah dipikir ee 47:19 sudah lupa katanya. [tertawa] 47:21 Cobalah pakai pakai. 47:22 Kalau orang Manado itu ada hal yang 47:24 memalukan kalau gak bisa bahasa Manado. 47:26 Oh, gitu. 47:28 Manado terengal buburnya ya. 47:30 Iya. 47:31 Sama nasi itu apa? Nasi kuningnya itu. 47:34 Oh, 47:35 nasi kuning. 47:36 Ah, betul. Baik. [tertawa] 47:38 Ing Saroja ya kesebut enggak apa-apa ya. 47:41 Semoga nanti Pak Saroja nanti jadi 47:43 sponsor kita. [tertawa] 47:45 Terus buah panya di sana besar-besar 47:48 gitu ya. 47:48 Tapi nantinya dirasil ya Mas. 47:51 [terkesiap] 47:52 Oke. Coba siapa pendengar di Manado 47:54 coba? Pakai bahasa Manado coba. 47:56 Sudah dari tahun berapa? 48:01 Halo, Mbak Aisah. 48:03 Halo. Asalamualaikum warahmatullahi 48:06 wabarakatuh 48:08 semua orang Manado, pendengar setia RAL 48:13 TV. Saat ini kita lagi ada di Manado. 48:20 Iya, 48:21 di Manado tuh ada suara Alkhairat. Eah, 48:24 radio Islam juga. Itu saudara kita juga 48:26 tuh, saudara 48:27 Alkhairat di Manado. 48:29 Al Oh iya, Pak Haji. 48:31 Alirat. itu kita boleh baku dapah di 48:34 Manado 48:35 siapa tahu nanti mau bikin acara di 48:37 Manado boleh baku dapah orang semua di 48:39 Manado 48:41 sementara Aisyah ada di sini 48:44 oke baik Aisyah karena kita sudah 48:46 dibatis oleh waktu terima kasih atas 48:50 kunjungannya kerasil walaupun mulai zoom 48:53 ada terakhir yang mau disampaikan 48:54 terakhir 48:55 mohon maaf semuanya terima kasih 48:57 terutama untuk ee Rasil TV eh TV dan 49:01 radi 49:03 yang sudah berkenan mengundang Aisyah 49:05 [berdehem] saat ini. Ee dan sungguh luar 49:08 biasa ini adalah juga salah satu 49:12 pertolongan Allah di dalam kehidupan 49:14 Aisyah yang begitu luar biasa. Karena 49:16 kemarin tuh Aisah pas launching buku di 49:19 Masjid Raya Bandung mikirnya aduh 49:21 gimana ya cara mempromosikan buku Aisah? 49:24 Karena memang Aisah sendiri em kurang 49:28 ini untuk publish gitu karena memang 49:31 masuk Islam bukan untuk cari 49:32 popularitas. So memang Aisah tuh agak 49:35 sedikit menahan-nahan untuk itu walaupun 49:37 semua sudah bilang sudah waktunya karena 49:39 bikin buku semoga buku itu dikenal dan 49:41 orangnya juga harus diketahui banyak 49:43 orang. Tapi Aisyah masih membuat ee lagi 49:46 menyusun semuanya. Insyaallah nanti kita 49:48 bisa ketemu. Tapi kalau di daerah-daerah 49:51 lain yang mungkin mau ada acara, Aisah 49:53 sudah siap untuk ee memenuhi semua 49:56 undangan yang sempat kemarin juga Aisah 49:59 ee masih menolak dan Aisah bilang nanti 50:01 Aisyah akan hadir ketika ee ada buku. 50:04 Jadi kalau misalnya ada undangan 50:05 insyaallah IS akan hadir dan 50:09 sekali lagi terima kasih untuk Rasil TV 50:11 semoga berkah berkah berkah dan tetap 50:14 Rasil ber ulang tahun nih tanggal jadi 50:16 16 tahun tanggal 9 September kemarin 50:19 16 tahun September kemarin Subhanallah 50:22 [tertawa] selamat ee ulang tahun buat 50:24 Rastil Radio dan TV dan semoga tetap 50:28 menjadi ee apa menjadi pusat ee 50:34 Islam 50:35 dan bisa mengabarkan baik tentang 50:37 kebaikan tentang Allah dan semuanya yang 50:39 terbaik untuk Islam. Semoga menjadi 50:41 berkah bagi seluruh rakyat Indonesia 50:44 bahkan seluruh dunia. Sekali lagi terima 50:46 kasih banyak dan untuk semua pendengar 50:49 ee Rasil Radio di mana pun berada terima 50:51 kasih sudah bersama kami hari ini. 50:54 Semoga juga berkah menjadi bagian kita 50:56 semua dan sekiranya jika ada 50:59 kurang-kurang atau ee hal-hal yang salah 51:02 di perkataan saya tadi mohon dimaafkan 51:05 dan semoga kita bisa bertemu. 51:07 Amin. 51:08 Dan kita tetap di jalannya Allah dan 51:10 kita bertemu di surga nanti. Jika nanti 51:12 di surga carilah saya nanti. Mohon 51:15 doanya buat saya dan juga keluarga saya. 51:17 Semoga mendapat hidayah semuanya. 51:19 Amin. 51:20 Dan Allah memberikan sebuah kesehatan. 51:22 Apapun yang menjadi kita doa kita 51:23 bersama kiranya disegerakan sama Allah. 51:27 Dan semoga saya pengin banget bantuan 51:29 doanya pengin segera umrah ataupun haji. 51:32 Semoga 51:32 amin. Mudah-mudahan Allah 51:34 didoakan agar segera tercapai oleh 51:36 Allah. Oke. 51:37 Dan oh iya, Pak Haji, kemarin kami 51:40 deklarasikan kemarin deklarasikan ee 51:47 organisasi apa itu? 51:50 Ee sambungannya terputus. Oke, 51:53 bersama kami boleh nanti insyaallah 51:56 untuk 51:59 hmm untuk jelasnya hubungi saja Mbak 52:02 Aisah ya di nomor 0812 52:05 17 52:10 88 52:12 0812 52:14 17 52:15 kemudian 10 52:18 178 52:21 Aisyah 52:22 yang menulis buku judulnya Aisyah 52:24 Kutemukan jalan 52:26 melalui Islam. 52:28 Putus lagi. 52:29 Oke, silakan kalau yang berminat 52:31 langsung aja hubungin Mbak Aisyah di 52:32 081217108. 52:39 Terima kasih Mbak Aisyah. Kita 52:42 insyaallah akan jumpa lagi. Kami doakan 52:43 Mbak Aisyah sehat dan keluarganya 52:45 insyaallah dapat hidayah ya. Terima 52:48 kasih sekali lagi. Sampai jumpa di lain 52:50 waktu. Saya Muhammad Krishna Saputra 52:52 [berdehem] 52:53 dan Ustaz Aldi. Mohon pamit. 52:56 Wabillahi taufik walhidayah. 52:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 52:58 wabarakatuh.