Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:36 [musik] 0:45 [musik] 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. 0:50 Asalamualaikum warahmatullahi 0:51 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:53 rahimakumullah. 0:54 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 0:56 bersama-sama kembali di jendela sekolah 0:59 dari Radio Silaturahim yang 1:02 mudah-mudahan bahasannya mempersuasi 1:05 kita semua terkait bagaimana dengan 1:09 pendidikan buah hati kita terlebih-lebih 1:13 juga ee anak-anak Indonesia tercinta ya 1:16 untuk hari ini mudah-mudahan juga apa 1:20 yang dibahas bisa membuat kita semakin 1:23 paham Tapi sebelumnya salam selawat kita 1:27 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 1:29 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 1:32 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 1:34 dipertemukan dengan beliau di saat-saat 1:37 yang sangat kita rindukan di yaumil 1:39 akhir. 1:41 Topik hari ini, maaf 1:44 adalah tentang 1:47 bagaimana mewujudkan pendidikan inklusi 1:50 yang ramah anak. Narasumber yang sudah 1:54 hadir di sini adalah ee Kak Lalu Panca 1:58 Sangsaka Putra. Beliau adalah seorang 2:01 psikolog. Asalamualaikum warahmatullahi 2:04 wabarakatuh. 2:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:07 wabarakatuh. Terima kasih Mbak Nuning. 2:10 Mungkin bisa tambah perkenalkan diri 2:12 sedikit siapa gerangan dan sibuk di 2:15 mana. 2:15 Iya. Baik terima kasih. Asalamualaikum 2:18 warahmatullahi wabarakatuh. Ee Bapak dan 2:21 Ibu mohon izin untuk memperkenalkan diri 2:25 saya Lalu Panca Sangsaka Putra MSI 2:29 Psikolog. 2:31 Alhamdulillah ee saat ini ee saya 2:36 sebagai koordinator unit inklusi di SD 2:41 Silaturahim 2:42 dan juga selain sebagai seorang 2:45 koordinator, saya juga sebagai ayah atau 2:49 orang tua siswa yang bersekolah di SDIS 2:53 juga seperti itu, Mbak Nuning. 2:56 Iya. 2:58 Jadi sebagai seorang ayah pun ini maaf 3:02 banget gangguan baru saja terjadi. 3:06 Mudah-mudahan 3:08 informasi yang akan kita terima ikhwan 3:11 akhwat 3:12 benar-benar membuka pemahaman baru. Ini 3:16 terkait dengan sekolah inklusif nih Kak 3:18 Panca. 3:20 Sebetulnya 3:22 makna sekolah inklusif yang ramah anak 3:26 ini kalau di dalam keseharian praktiknya 3:29 seperti apa? 3:32 Baik, kalau dari ke seharian ya ee Pak 3:37 Runik. Baik ee terima kasih. Yang ramah 3:39 anak ini adalah sekolah yang 3:42 lingkungannya itu bisa menerima, 3:47 memahami 3:49 perbedaan sebagai hal yang wajar. 3:51 Seperti itu. Perbedaan yang seperti apa? 3:55 Di sekolah inklusif ini ada anak-anak 4:00 yang ee kita mengenalnya sebagai anak 4:02 ABK, anak berkebutuhan khusus. Ada juga 4:06 yang menyebutkan dengan IBK, insan 4:08 berkebutuhan khusus. ada juga istilah 4:10 baru yang mana namanya adalah 4:13 neurodivergent seperti itu. Jadi ee di 4:18 sekolah inklusi ini 4:21 karena yang saya di sini sebagai 4:23 koordinator dan juga saya sebagai orang 4:25 tua, saya melihat 4:28 bahwa alhamdulillah ini ee mohon izin ee 4:32 Mbak Nuning dan ayah bunda di rumah. 4:35 Saya saat ini sedang memposisikan diri 4:37 saya sebagai orang tua dulu ya. Pak, 4:40 saya ngelihat ee di SD Silaturahim ini 4:45 ketika saya ee melihat sudah sekitar 4:50 3 bulan saya bergabung, saya melihat 4:54 tidak ada ee dari warga sekolah yang 4:59 membeda-bedakan. Yang mana ini anak ABK, 5:02 ini yang non ABK. Alhamdulillah tidak 5:04 ada. Semua dirangkul. Nah, seperti itu 5:08 dirangkulnya dalam arti 5:11 ee dari warga ee sekolah ada guru ee dan 5:17 penyelenggara pendidikan lainnya itu 5:20 memang ketika ada anak yang ee ABK atau 5:24 berkumpulan khusus itu gurunya meminta 5:26 untuk yuk ini ajarkan untuk 5:28 bersosialisasi, 5:30 ajak anak-anak ini untuk ikut bermain 5:34 seperti itu. Nah, jadi yang terkait ee 5:37 sekolah yang ramah anak ini yang tadi 5:39 yang tidak membeda-bedakan 5:41 dan juga memberikan rasa aman secara 5:44 emosi dan juga sekolah dapat 5:47 menyesuaikan pendekatan belajar sesuai 5:49 dengan kebutuhan anak masing-masing. 5:52 Seperti itu. Ee Pak Nun, 5:54 masyaallah. Jadi anak berkebutuhan 5:58 khusus pun bukan berarti tidak 6:02 mendapatkan kesempatan seperti anak-anak 6:05 yang lainnya. Tadi disebut IBK. Bedanya 6:08 antara anak berkebutuhan khusus dengan 6:11 insan berguna. Insan hampir ee sama 6:13 istilahnya yang berbeda seperti itu. 6:15 Kalau insan termasuk yang dewasa gitu 6:17 ya. sealnya lebih kepada umumnya seperti 6:20 itu. 6:20 Oke. 6:22 Kalau terkait dengan sekolah yang ramah 6:26 anak nih tadi kan sedikit bahasannya 6:28 menunjukkan bahwa beda sekali dengan 6:32 sekolah yang sama sekali tidak 6:36 mendapatkan 6:38 apa tambahan nama ramah anak. 6:40 Ramah anak. 6:41 Perbedaannya di mana? Kalau yang terkait 6:43 ramah anak ya tadi. 6:45 Jadi seperti ini ee saya di praktik ee 6:49 saya itu 6:52 beberapa kali menemukan anak yang tidak 6:55 mau sekolah gitu. 6:58 Ee setelah kita gali, setelah kita 7:01 melakukan SMS psikologi itu ternyata ia 7:04 tidak mau sekolah karena ada tiba 7:08 yang membuat dia tidak nyaman. situasi 7:10 dan kondisi di sekolah dia tidak nyaman. 7:12 Salah satunya dibully 7:14 seperti itu. 7:15 Trauma jadinya ya. 7:16 Akhirnya iya dia tidak mau sekolah 7:17 karena apa? dibully seperti itu. Nah, 7:21 alhamdulillahnya di SIS e di SD 7:24 Silaturahim ini itu anak-anak itu yang 7:30 saya dapatkan itu ee tidak ada pemulihan 7:35 seperti itu. Kemudian ketika saya masuk 7:39 dulu mengantarkan anak saya di depan 7:41 sudah terpampang semua anak itu bintang. 7:43 He. 7:43 Dalam arti semua anak bintang berarti 7:47 saya ee saya melihat wah visi misi 7:49 sekolah ini bagus waktu itu sekolah ee 7:52 visi misi sekolah ini bagus semua anak 7:54 bintang berarti semua ee penyelenggara 7:58 pendidikan warga sekolah bisnis itu 8:01 turut atau ikut serta dalam 8:03 mengoptimalkan 8:05 ee potensi anak masing-masing seperti 8:08 itu. Nah, jadi tidak ada ee label yang 8:13 mohon maaf karena saya ee beberapa kali 8:16 pernah di sekolah itu ketemu orang tua 8:20 yang maaf menggibah ya bahasanya gitu. 8:23 Oh, itu kan anaknya yang tes IQ yang 8:25 maaf bodoh katanya gitu. Oh, itu anaknya 8:27 nakal. Nah, seperti itu. Nah, ee di SIS 8:32 ee itu ee tidak ada yang melakukan 8:36 label-label seperti itu. Ini yang saya 8:39 temukan seperti itu. Dan alhamdulillah 8:41 ee kerja sama kolaborasi dari ee unit 8:45 inklusi dan juga ee guru di kelas 8:50 alhamdulillah ee terjalin seperti itu. 8:53 Jadi pasti hal semacam itu dihadapi ya 8:57 karena dari latar belakang keluarga yang 9:00 berbeda-beda di sekolah kemudian juga 9:03 ketemu dengan 9:04 teman-teman yang beragam. 9:06 Betul. 9:06 Nih terkait dengan ini semua soal tugas 9:10 guru nih. Apa langkah yang paling 9:12 praktis dan juga bisa langsung dilakukan 9:16 para guru terkait dengan ee yang 9:19 dihadapi anak-anak ini? 9:21 Baik. langkah praktis ee yang dihadapi 9:24 oleh guru itu mulai secara bertahap 9:29 untuk memetakkan karakter anak, 9:31 kemampuan anak itu seperti apa. 9:34 Nah, misalkan anak dengan ia ee belajar 9:40 dengan misalkan ee praktikal misalkan 9:43 seperti itu atau dengan sisi praktik. 9:46 Tapi kalau dari sisi ee guru itu tidak 9:49 memberikan praktik misalkan atau kita 9:52 menalkan juga dengan gaya belajar ada ee 9:54 visual, auditori 9:56 dan ee kestetik seperti itu. 10:01 Mungkin ini kembali ke saya. Saya itu 10:03 tipenya itu rang praktikal. Kalau 10:06 misalkan ada ee orang yang menjelaskan 10:10 saya secara teori, saya juga pusing 10:12 kadang pusing. [tertawa] 10:14 Saya langsung praktisnya udah praktiknya 10:16 seperti apa, enggak usah banyak teori 10:17 seperti itu. Nah, kembali lagi ke guru. 10:20 Jadi, kita harus tahu misalkan dari 10:22 ke-15 atau 20 anak ini tipenya seperti 10:25 apa. Kita harus mapping 10:26 seperti itu. Kemudian selain dari sisi 10:29 ee kognitifnya, berarti oh anak ini 10:31 misalkan ee pintarnya di salah satu mata 10:34 pelajaran. kita juga harus mapping dari 10:37 secara sosial dan emosinya. sosialnya 10:40 misalkan, oh anak ini memang ee dia itu 10:43 memang tidak mau bergaul misalkan 10:45 seperti itu. Tapi bagaimana pendekatan 10:46 kita sebagai guru supaya anak ini mau 10:50 menjalin kerja sama kalau misalkan ada 10:52 tugas kelompok sedangkan anak ini ee dia 10:54 tidak mau bergaul kan agak susah ya 10:57 seperti itu. Begituun dengan emosi. 10:59 Misalkan kalau misalkan ada anak yang 11:02 mohon maaf ketika dipinjam sedikit ee 11:04 dipinjam mainannya tiba-tiba ngambek 11:07 tantrum atau bagaimana. anak guru di 11:09 situ harus bisa memetakan dari sisi 11:11 kognitif, sosial, dan juga emosi. 11:13 Keren banget ya, Ikhwan Akhwat. Kalau 11:16 kita paham anak didik kita, anak kita 11:19 itu termasuk yang auditori kah, 11:21 kinestetik kah atau visual. Kalau 11:24 misalnya ada anak yang enggak bisa diam 11:26 duduk karena kebutuhannya untuk 11:29 bergerak, jadi bukan berarti dia enggak 11:31 fokus mendengarkan, tapi dia bisa saja 11:34 beralih bangku atau apa, itu juga ee 11:37 dihadapi dengan nyaman ya. 11:39 Iya. Bisa kita lakukan seperti itu. 11:40 Kemudian kita akan cari latar belakang 11:42 apa yang menyebabkan anak ini tidak bisa 11:46 diam, tidak bisa duduk seperti itu. 11:48 Apakah ada faktor psikologis lainnya 11:51 kah? ada masalahkah atau gangguan 11:53 seperti itu. Nah, kita sebagai guru, 11:57 sebagai warga sekolah harus peka nih 12:01 ngelihat harus kita mapping ternyata oh 12:03 anak ini memang dia tidak bisa duduk 12:06 diam karena mungkin cari perhatian. Nah, 12:09 seperti itu. Nanti kan kita bisa cek 12:12 ini cari perhatian tuh karena apa? 12:14 Apakah mungkin karena kurang perhatian 12:17 di rumah kah atau di lingkungan 12:18 terdekatnya atau bagaimana? Nah, di situ 12:21 peran kita sebagai warga sekolah untuk 12:23 bisa memapping fenomena apa yang terjadi 12:25 dengan anak-anak kita. Seperti itu, Mbak 12:27 Noni. 12:28 Enggak sekedar memberikan materi 12:29 pelajaran terima ya sudah gitu ya. Terus 12:33 kalau misalnya anak-anak ini kalau tadi 12:36 kan dia ee tidak bisa diam terus kalau 12:39 yang punya kebiasaan menentang 12:43 atau ya 12:46 menanyakan sesuatu yang gimana atau 12:49 bahkan juga bukan sekedar itu, tetapi 12:52 pokoknya 12:53 menantang aja deh. Nah, itu pernah juga 12:55 dialami dan tidak sulitkah mengatasinya? 12:58 Baik. ini yang pernah ee saya temukan 13:03 juga di salah satu sekolah bukan di SIS 13:08 gitu. Alhamdulillah saya ee 13:10 tidak menemukan di ISIS selama saya 13:12 bergabung di sini baik itu dari menjadi 13:15 ee orang tua dan juga sebagai 13:18 koordinator. Tapi ini saya menemukan di 13:20 luar anak itu menentang. Saya ini salah 13:23 satu sekolah swasta di ee Jakarta Pusat. 13:26 Saya tidak bisa menyebutkannya. anak itu 13:29 menentang kemudian anaknya itu sampai 13:31 pernah naik-naik ke bangku naik ke kursi 13:33 baru seperti itu. Kenapa? Nah, 13:36 waktu itu ada guru kelas bertanya, "Pak 13:38 Panca ini bagaimana ya?" Nah, Bu, kalau 13:41 seperti itu kita coba cari tahu dulu 13:45 kenapa 13:47 yang terjadi, bagaimana perilaku ini 13:49 bisa keluar seperti itu. 13:51 He. 13:52 Apakah mungkin di rumah ia tidak pernah 13:56 didengarkan pendapatnya? 13:58 Tidak diberikan kebebasan dalam 14:00 berekspresi oleh orang tuanya 14:03 atau orang tuanya itu terlalu otoriter 14:06 menuntut lebih. Nah, itu kita bisa 14:09 lakukan dulu, Bu. Seperti itu. Kita 14:11 harus tahu dulu latar belakangnya anak 14:14 ini seperti apa, fenomena situasi, dan 14:16 kondisinya di rumah itu bagaimana. 14:19 Setelah itu kita bisa ee lakukan sebuah 14:23 treatment ke anak ini. Sebetul melakukan 14:25 pendekatan, melakukan intervensi yang 14:28 mana ee intervensi 14:31 kita di sini kalau di ISIS itu ada 14:33 intervensinya. kita nyebutnya stimulasi 14:35 bukan terapi lagi sebenarnya. He. 14:37 Ada apa untuk melihat dari sisi e 14:40 behavior terapinya atau ee menstimulasi 14:44 perilaku yang kurang baik menjadi 14:47 perilaku yang baik dan diterima oleh 14:49 masyarakat. Seperti itu. Jadi kita harus 14:52 lihat latar belakangnya. 14:54 Kalau untuk tahu latar belakangnya 14:56 perlukah juga diadakan komunikasi dengan 14:59 ayah bundanya? 15:00 Iya perlu. Tapi waktu itu ee di 15:03 pengalaman saya itu orang tuanya 15:05 pertama ee pemanggilan pertama tidak ee 15:09 tidak datang, yang kedua denial gitu. 15:12 Anak saya enggak gitu kok di rumah. Nah, 15:14 harus ada peran kolaborasi 15:18 dengan ee orang tua dan juga pihak 15:21 sekolah. Apa yang terjadi di sekolah itu 15:25 kita sampaikan di rumah. apa yang 15:27 teradium itu silakan di ee sampaikan 15:30 juga terbuka sejujur-jujurnya 15:33 agar ya kita juga bisa mendapatkan data 15:36 dan bisa oh kira-kira intervensi apa 15:38 yang baik untuk anak ini seperti itu. 15:42 Jadi kolaborasi antara ee sekolah dan 15:47 orang tua itu harus terjalin. Bukan 15:50 berarti anak saya ee sekolah saya 15:54 titipkan ya sudah pihak sekolah yang 15:57 penting anak saya baik bagaimana caranya 15:59 pi sekolah enggak gitu. Jadi harus ada 16:01 kolaborasi di sekolah kan cuma sebentar 16:04 ya Mbak 16:05 seperti itu. Jadi ikhwan akhwat yang 16:08 namanya kerja sama antara orang tua 16:10 dengan pendidik di sekolah itu luar 16:12 biasa banget nilainya. 16:16 Bayangkan kalau di rumah enggak pernah 16:18 begitu, terus di sekolah begitu kayaknya 16:20 agak tidak mungkin juga ya, karena kan 16:22 kebiasaan itu ee tidak tiba-tiba saja 16:25 ada. Oke. Terus kaitannya dengan teman 16:29 sebaya nih, perannya di dalam pendidikan 16:32 inklusi ini seperti apakah gerangan? 16:35 Baik. Kalau untuk teman ee sebaya itu 16:39 dari teman-temannya itu memberikan ruang 16:43 untuk ee anak-anak ABK seperti itu. 16:47 Anak-anak ABK membeli ruang seperti apa. 16:49 Bukan berarti pada saat anak-anak yang 16:52 tanda kutip kita sebut reguler ee itu 16:55 bermain kemudian anak ee yang ABK ini 16:59 mau ikut bermain tapi oh ditolak gitu. 17:02 Jangan. Nah, justru sebagai teman 17:05 sebaya, sebagai teman kelas itu membuka 17:08 ruang untuk sama-sama bermain. 17:10 Mengajarkan dia bersosialisasi seperti 17:12 apa, mengajarkan ya caranya mengantri 17:16 seperti apa. Misalkan ee contoh misalkan 17:19 ee kalau di sis saya alhamdulillah saya 17:22 melihat kadang ee apa namanya? Melihat 17:24 di HP istri oh anak selalu di-update 17:28 Mbak Nuning update salat duha misalkan 17:30 gitu kan. Heeh. He 17:31 ee lagi apa namanya ee salat zuhur ee 17:35 lagi kegiatan umi saya lihat kan pada 17:37 saat ee 17:39 mau wudu salat ee dua kan kadang ee saya 17:44 ngelihat anak saya apa namanya bersama 17:47 teman-temannya. Nah, di situ teman 17:50 sebaya bisa membuka ruang untuk nih 17:53 sama-sama budaya antri itu seperti apa. 17:56 Nah, bukan hanya dari anak-anak yang 17:58 ABK, anak-anak yang reguler juga 18:01 sama-sama berdiskusi bagaimana sih ya 18:03 budaya antri. Nah, jadi tadi teman 18:06 sebaya membuka ruang untuk bisa 18:11 mencapai visi misi dalam arti ee sekolah 18:15 ini bisa menjadi sekolah yang ramah anak 18:18 seperti itu. 18:20 Iya. Jadi posisi teman pun itu sangat 18:25 perlu mendapatkan 18:27 pembelajaran ya di antara sesama mereka. 18:30 Kalau seandainya ada yang enggak peduli 18:34 itu bagaimana sikap sekolah? 18:36 Nah, kalau misalkan 18:38 ada hal yang ee tidak peduli bagaimana 18:41 sikap sekolah 18:42 terhadap temannya yang berkebutuhan 18:43 tadi? He 18:46 ya, sekolah memberikan sebuah edukasi 18:49 seperti itu. Kalau misalkan tidak 18:50 pedulinya, mohon maaf ee sudah ada ee 18:53 perilaku bullying misalkan ada perilaku 18:56 ee tindakan nonverbal atau verbal. itu 18:59 diberikan dari disiplin positif. Nah, 19:01 kalau yang di sis ini ee pada saat itu 19:05 saya juga yang memberikan materi tentang 19:07 disiplin positif. Jadi, alhamdulillah ee 19:09 disiplin positif sudah ee berjalan dan 19:12 ditegakkan kalau diis seperti itu. 19:15 Iya. 19:17 Kembali ke bagaimana sekolah 19:20 berkomunikasi dengan orang tua khususnya 19:23 untuk ayah bunda yang anaknya 19:26 berkebutuhan khusus. Apakah ada 19:28 pertemuan 19:30 mm secara terpisah sendiri-sendiri atau 19:33 mungkin ee ada kesempatan untuk bersama 19:37 sama orang tua yang anaknya berkebutuhan 19:40 khusus bertemu dengan pihak sekolah atau 19:43 bagaimana? Baik. Alhamdulillah ee ini ee 19:48 selama saya bergabung sebagai 19:49 koordinator ee inklusi DSDSIS itu 19:54 alhamdulillah ee kita sering ee bertemu 19:58 dengan ee beberapa orang tua, 20:00 tapi kan kadang ada beberapa orang tua 20:02 yang mohon maaf ee terkendala karena 20:04 bekerja seperti itu. Nah, itu kami buka 20:09 ruang yang mana kita sama-sama 20:12 mengupdate dari sisi perkembangan anak 20:15 pada saat ia melakukan stimulasi di 20:17 sekolah bagaimana. Kemudian juga kami 20:20 berikan itu kayak ee home program di 20:23 rumah yang harus dilakukan oleh orang 20:25 tua. Nah, di grupnya kita itu ee bahas 20:29 Mbak Nuning. 20:30 He. 20:31 Orang tua update update ini anak saya 20:34 sudah melakukan home program seperti 20:36 itu. Nah, kami pun ee membuka ruang 20:41 kalau misalkan ee ingin ee diskusi 20:46 dengan ee koordinator ee inklusi diis 20:50 silakan. Itu kami ee sering janjian, oh 20:53 Pakai bisa di jam berapa, di hari apa 20:55 itu kami langsung bertemu gitu. He. 20:56 Karena kadang kalau misalkan lewat chat 20:59 itu ee ini menurut ee ee saya kadang 21:06 ee dari teks itu maknanya berbeda dengan 21:10 apa yang diterima orang. He he. 21:12 Kalau saya 21:13 salah paham deh jadinya. 21:14 Salah paham jadinya. Jadi ee kalau saya 21:16 baiknya kalau tidak telepon enaknya 21:18 bertemu seperti itu. Itu yang ee kita 21:21 alhamdulillah ee sudah ee ee laksanakan, 21:24 sudah dijalankan di SDC seperti itu. 21:27 Jadi inklusif ee terbuka kita juga 21:31 terbuka untuk menerima masukan dari 21:34 orang tua seperti itu. 21:36 Menerima masukan itu justru mempermudah 21:39 kita menangani anak-anak ya. 21:40 Betul. karena informasi yang kita dapat 21:43 dari ayah bundanya jadi memudahkan kita 21:47 untuk mengambil sikap terhadap si anak. 21:50 Betul. 21:50 Ee ini kebetulan ada yang bertanya 21:52 sambil lalu. Boleh ya? 21:53 Iya. 21:54 Kalau hiperaktif itu Mbak Nuning tanyain 21:56 dong termasuk ABK enggak ya? 21:59 Baik. 22:01 Ee 22:02 apakah itu termasuk ABK atau tidak ya? 22:06 Heeh. pertanyaannya. Iya. 22:07 Kami di inklusif ini ada yang hiperaktif 22:12 gitu, ADHD 22:15 seperti itu. Berarti kalau misalkan apa 22:16 yang disebut berkebutuhan berarti ada 22:18 kebutuhan khusus, ada perbedaan dengan 22:21 anak yang reguler yang membutuhkan 22:23 penanganan khusus. Itulah yang disebut 22:25 dengan 22:26 anak yang berkebutuhan khusus. Menurut 22:28 saya seperti itu. Jadi kalau misalkan 22:30 seperti itu ya bisa masuk dalam 22:33 ee berkebutuhan khusus. Jadi yang 22:36 bertanya tidak disebutkan sayangnya 22:38 namanya hiperaktif adalah perilaku 22:41 khusus ya. Jadi termasuk di dalam ABK 22:44 yang tentunya memerlukan penanganan yang 22:47 juga lebih spesial dibandingkan anak 22:51 pada umumnya. 22:51 Pada umumnya. Tapi itu ee jadi ini yang 22:56 beberapa klien saya, Pak, anak saya 22:59 sampai ee banyak 23:01 cerita kan gitu, "Pak, anak saya kenapa 23:03 seperti ini? Kenapa?" anak saya seperti 23:05 ini, gitu. Terus ada yang anaknya ADHD, 23:08 saya bilang, "Bu, gitu, 23:11 kalau ada anak yang ADHD, kemudian kita 23:14 tahu potensinya apa, 23:16 kita support potensinya 23:19 itu 23:20 agar lebih optimal ya, 23:21 lebih optimal lagi 23:23 ini anak ini insyaallah bisa jadi 23:26 orang." Tanda kutipnya seperti itu, Bu. 23:27 Iya. I kan kita dulu zaman ini kamu 23:30 nanti kalau misalkan ee enggak belajar 23:33 mau jadi apa kamu gitu. Enggak bisa jadi 23:34 orang misalkan kayak gitu. Nah. Nah. 23:36 Iya. 23:37 Ee salah. Ternyata setelah saya baca 23:41 ee beberapa yang katanya tokoh yang 23:44 adik-adik itu seperti apa namanya ee 23:47 Bill Gates seperti itu. Terus ee 23:50 Einstein gitu. Ternyata ya memang 23:52 kembali lagi ketika kita sudah menemukan 23:55 potensinya anak-anak ini bisa melenjit 23:57 bisa optimal potensinya seperti itu. 24:00 Jadi ikhwan akhwat kekurangan anak bukan 24:04 berarti lantas sukses tidak digenggam 24:06 tangan. Kalau seperti yang barusan kita 24:09 dengar Bill Gates saja dengan 24:11 keterbatasan dalam hal tertentu bisa 24:14 menjadi seseorang. Lanjut ke Mbak Fanny 24:17 ini. Ini bertanya nih. Assalamualaikum. 24:21 Anak saya kelas 1 SMA cengeng banget. 24:25 Gampang nangis. Baru seminggu yang lalu 24:27 terjadi pulang sekolah dengan kondisi 24:30 mata lembab dan langsung sampai di rumah 24:32 menangis sejadi-jadinya. 24:35 Ketika ditanya kenapa kakak menangis, 24:37 dia bilang ada satu mata pelajaran yang 24:39 dia dapat dengan nilai bagus. Sementara 24:41 teman-teman yang lain jauh di bawah dia. 24:44 Terus sang guru tanya, "Kamu nyontek 24:47 ya?" Kakak kan jadi ee tadi malam kan 24:51 belajar terus-terusan sampai jam 11.00 24:54 malam kan, Ma? Bagaimana saya harus 24:57 menyikapi kondisi seperti ini? Saya juga 25:01 terus terang jadi kecewa dengan kata 25:02 guru tersebut. Masa ngatain nyontek ya 25:05 kan? Apakah saya harus datang ke 25:07 sekolah? 25:09 Karena kelihatannya anakku juga sakit 25:12 sekali hatinya atas perkataan itu. 25:15 Terima kasih banyak. 25:16 Iya. 25:17 Baik. 25:19 Ini saya jadi merecall memori saya pada 25:22 saat saya kelas 4 SD dulu baring 25:25 gitu. 25:28 Saya dulu alhamdulillah masuknya di 25:31 kelas unggulan. Kanya dulu waktu di ee 25:34 daerah saya. saya masuk dan ee saya 25:40 dapat nilai bahasa Inggris itu di kelas 25:44 saya, di kelas unggulan dari sekitar 2 25:47 23 sampai 25 anak saya lupa. 25:49 Itu saya masuk lima besar. Nah, 25:52 teman-teman saya bilang, "Oh, kamu 25:54 nyontek ya? Kamu ini." Nah, dan di situ 25:57 saya, "Wah, kok dibilangnya gini gitu." 25:59 Akhirnya saya sebagai anak berceritalah 26:02 kepada orang tua saya. He 26:04 saya dibilang nyontek, saya bilang 26:06 jurang, saya bilang pokoknya bla bla 26:08 blaz gitu ya. He. 26:10 Nah, tapi apa ya yang dilakukan orang 26:13 tua pada saat itu adalah menenangkan 26:15 saya dulu dalam arti ya yang ee ibu 26:20 bangga sama kamu yang pertama adalah 26:22 kamu sudah bisa mengekspresikan emosimu. 26:25 H 26:25 dan kecewa itu. 26:27 Yang kedua, Ibu bangga dengan kamu bahwa 26:31 kamu sudah bisa menyampaikan apa yang 26:34 kamu rasakan seperti itu. Yang ketiga, 26:38 saat ini kamu harus tetap kuat. Kalau 26:42 misalkan memang kamu tidak nyontek, 26:44 kemudian orang lain mengatakan bahwa ih 26:46 kamu nyontek, kamu melakukan ee A sampai 26:50 Z hanya kamu dapat nilai bagus, biarkan 26:53 saja. Tetapi kan pada kenyataannya kamu 26:55 tidak menyontek, 26:56 besarkan hati. Jadi ya 26:58 besarkan hati. Nah, jadi bagaimana kita 27:01 harus memperkuat hati kita, memperkuat 27:05 ee emosi anak-anak. ee secara psikologis 27:08 itu ada di rumah seperti itu. Jadi 27:10 ketika ia keluar dari rumah mentalnya 27:13 sudah kuat, psikologisnya sudah kuat. 27:16 Kalau yang bilang kamu nyontek ya teman 27:18 kayaknya masih oke deh. Tapi kalau guru 27:22 ini apa ada sesuatu nih pada sang guru? 27:26 [tertawa] 27:27 Baik. 27:28 Kalau misalkan seperti itu kembali lagi 27:31 ke bagaimana ke sistem ee pengajar 27:35 pengajaran oleh oknum guru tersebut 27:37 seperti itu. Nah, kalau seperti ini kita 27:40 ee fokus ee ke dari sisi psikologis anak 27:43 dulu. Tetap kita harus kuatkan. Nak, 27:46 kalau misalkan kamu memang tidak 27:48 nyontek, tidak melakukan hal-hal yang ee 27:52 curang yang membuat nilai kamu baik, 27:54 kenapa kamu harus marah? Enggak apa-apa, 27:57 gitu. 27:57 Heem. Sekarang tugas kita adalah sebagai 27:59 orang tua adalah tadi memperkuat secara 28:01 psikologis anak kita. Nah, kalau 28:04 misalkan ee nanti gurunya pada saat anak 28:09 kembali lagi ketika nanti gurunya 28:11 bilang, "Ah, kamu nyontek yang ini." 28:12 Terus coba dari mana kita sekarang 28:15 main-main data, Ibu tahunya dari mana 28:17 saya nyontek 28:18 seperti itu. 28:20 Ee, Afan mungkin ee tidak ada salahnya 28:23 kan kita kan tidak menentang kan, tapi 28:25 kan kita mau berargumen gitu. berargumen 28:27 bahwa mana datanya, mana buktinya saya 28:30 nyontek seperti itu. Kalau misalkan ee 28:34 Ibu ee tidak ada data, berarti ya apa 28:37 yang Ibu sampaikan tidak sesuai dong, 28:40 Bu. Seperti itu. 28:42 Iya. Jadi, Ikhwan Akhwat, banyak hal 28:46 yang terjadi yang dialami oleh buah hati 28:49 kita ketika berada di luar rumah yang 28:52 kesemuanya juga pasti nanti akan kita 28:54 dengar ya. Ini ada komentar sambil lalu 28:58 nih, Mbak Nuning, kalau dituduh itu 29:01 bilang aja sama gurunya, "Tes saja saya 29:03 sekarang. Apa yang harus saya jawab?" 29:05 Tunjukin sama semua teman-teman kalau 29:07 saya memang bisa. 29:09 Ya, ya, ya boleh aja sih begitu. 29:12 Meskipun tidak semua anak punya 29:13 keberanian 29:14 untuk mengatakan, 29:16 "Bu guru, Pak guru kalau gitu tes 29:17 sekarang saya. Saya enggak nyontek kok." 29:19 Gitu. Enggak ada. Ya, bukan enggak ada, 29:20 tapi jarang sekali karena 29:23 ee lebih terluka terlebih dahulu. tadi 29:25 itu ya. Oke. Kaitannya dengan ee 29:31 kesalahan yang suka terjadi di dalam 29:35 penerapan inklusi ini itu seperti apa? 29:39 Kesalahan yang sering terjadi ya 29:41 penerapan inklusi di sekolah ya. mungkin 29:45 kembali lagi warga sekolah itu belum ee 29:50 memahami 29:51 belum ee 29:54 secara terbuka memberikan ruang bagi 29:57 anak-anak yang ee ABK tersebut. 30:00 Contoh ee misalkan 30:03 ada anak yang misalkan ee 30:08 dia ABK dan mohon maaf masih belum bisa 30:11 pup seperti itu. Terus ia poup misalkan 30:14 mohon maaf di celana. 30:16 Terus misalkan ada ee oknum saya sebut 30:20 oknum ya Mbak Noning. 30:21 Okum warga guru e warga ee sekolah 30:24 bilang, "Eh, ini kok kamu sudah gede 30:26 masa pop di celana." Nah, seperti itu. 30:28 Nah, kesalahan-kesalahan itu. Jadi, 30:30 ketika kita menjadi ee 30:35 sekolah atau ee lembaga pendidikan yang 30:39 ada menyelenggarakan inklusi, kita harus 30:42 sudah siap. Itu kita harus mengedukasi 30:44 bahwa nanti selain anak reguler di sini 30:47 juga ada anak ABK yang semuanya harus 30:49 kita terima. Dan alhamdulillah ee kita 30:53 diis kita sampaikan bahwa anak-anak ABKT 30:57 seperti apa. Kita ada autisme, ada ADHD 31:01 dan sebagainya seperti itu. Nah, kita 31:03 juga ee sampaikan kalau misalkan anak 31:06 ini gejalanya seperti ini. Kalau 31:08 misalkan anak yang B ini dia masih 31:10 misalkan ee belum bisa poop di celana. 31:13 Jadi, tapi ini kita sedang lakukan 31:15 intervensi, lakukan treatment supaya ia 31:18 bisa melakukan tril training seperti 31:20 itu, Mbak. 31:21 Iya. 31:23 Emm, 31:24 yang bakal ditanyakan lagi ke Kak Panca 31:28 nanti dilanjut. Ini kebetulan ikhwan 31:31 akhwat kita juga kedatangan humasnya 31:35 silaturahim. Kalau ada yang ingin tahu 31:38 terkait dengan ee pendaftaran atau kuota 31:42 yang soalnya banyak yang mengatakan, 31:44 "Wah, enggak semua sekolah peduli loh 31:47 pada ABK. Mereka mendidik secara formal 31:50 saja. 31:52 Emm, saya sapa humas kita. 31:54 Asalamualaikum warahmatullahi 31:56 wabarakatuh, Mbak Yuni. 31:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:00 wabarakatuh. 32:02 Ee 32:03 bunyi enggak tuh? Bunyi ya? Sehat ya? 32:06 Alhamdulillah Bunda Nuni ee pendengar 32:09 hasil yang berbahagia ee untuk SD 32:13 Silaturahim Islamic School kita sudah 32:15 berdiri dari tahun 2014 32:18 dan secara akreditasi kita sudah a ee 32:22 menambahkan tadi dari Pak Panca yang ee 32:25 sudah sampaikan beliau juga psikolog 32:27 kami di SD Silaturahim dan juga 32:29 koordinator inklusi. ee kita juga ada 32:33 fasilitas lainnya untuk siswa yang 32:35 berkebutuhan khusus yaitu ruang terapi. 32:38 Jadi untuk mendukung perkembangan ananda 32:41 yang ee inklusi, kita menyediakan ruang 32:43 terapi. Kemudian di saat ee ada 32:46 pelajaran matematik ya nanti anak-anak 32:49 yang tadi berkebutuhan khusus akan 32:52 belajarnya di ruang inklusi tersebut 32:54 karena ee pasti untuk mata pelajarannya 32:57 berbeda dengan yang anak-anak reguler. 32:59 kami sebutnya anak-anak reguler kalau 33:01 yang umum ya. Kalau inklusi anak 33:03 spesial. 33:04 Oke. 33:05 Dan menambahkan juga saya juga orang tua 33:07 murid SD silaturahim. Tiga anak saya di 33:09 SD silaturahim yang anak pertama sudah 33:12 lulus sekarang kelas 3 SMP. Anak saya 33:15 satu kelasnya waktu itu ada lima yang 33:18 berkebutuhan khusus. Saya sebut anak 33:20 saya namanya Hanifah. 33:22 Satu kelas ada lima yang sendiri. He 33:24 ada lima. Ee berkebutuhan pusat itu 33:26 jumlah siswanya kurang lebih 25. lianya 33:29 berkebutuhan khusus. 33:30 Nah, yang luar biasa yang saya ee dapat 33:33 cerita dari dia itu tingkat 33:35 kepeduliannya tinggi ee bahwa Umi aku 33:38 punya teman-teman spesial. Nah, 33:41 teman-teman spesial ini dekat semua sama 33:43 aku. Kalau ada ada sih yang enggak mau 33:45 dekat ada. Nah, tapi Hanifa sampai 33:48 bilang, "Aku kalau nanti diberi 33:50 kesempatan untuk kuliah atau perguruan 33:52 tinggi pengin ambil psikologi pendidikan 33:55 atau apa karena dia sudah dari dari 33:58 kelas dari SD silaturahim tuh dari kelas 34:00 3nya itu sudah ee berteman dengan 34:03 anak-anak inklusi dan luar biasanya 34:05 guru-guru di SD silaturahim sudah 34:08 menjelaskan bahwa nanti ini kita akan 34:10 berteman dengan anak-anak spesial, teman 34:13 kita begini ee apa agar tidak terjadi 34:17 bullying di kelas. Nah, itu 34:18 alhamdulillah ee setiap ee pembelajaran 34:22 itu nanti ee ada yang disatukan ee 34:25 misalnya pelajaran olahraga, 34:27 kemudian ada juga yang dipisah untuk 34:30 beberapa yang ee sifatnya akademisi. 34:32 Akademis 34:33 karena memang diperlukan perbedaannya 34:35 pengajarannya. Heeh. Heeh. Terus ee 34:38 berkembangnya waktu pas waktu dia 34:40 bertemu di SMP ini bukan di Insan 34:41 Mandiri karena saat itu belum buka full 34:43 day putri. He, 34:44 saya enggak sebut sekolahnya. Dia 34:46 menemukan ee apa? Teman yang ee 34:49 sebenarnya bukan ABK tapi agak ada ee 34:52 kecatatan fisik gitu ya. Nah, itu 34:54 dijauhi oleh teman-temannya. 34:56 Akhirnya sama Hanifah dirangkul ee kita 34:59 harus bersyukur, kita ee normal, kita 35:02 harus merangkul anak yang ee kekurangan 35:05 fisik tersebut. 35:06 Iya. dia mengedukasi teman-temannya itu 35:09 yang saya wah ini yang saya dapatkan 35:11 dari SD silaturahim yang ini sukses nih 35:13 gurunya sudah 35:15 membuat anak 35:16 mengedukasi untuk peduli. 35:18 Peduli. 35:19 Anak saya yang kedua juga sama. Selalu 35:21 bilang bukan yang anak yang berbeda. 35:25 Tapi aku punya anak ee aku punya ee 35:27 teman spesial Umi yang nomor dua nih 35:30 sekarang kelas 3 kebetulan satu kelas 35:32 juga anaknya ee Pak Panca satu kelas. 35:35 Nah, Amira selalu bilang ee temanku 35:37 spesial ee sedang nanti kadang-kadang 35:40 belajar di sana. Kita diajarin guru 35:43 untuk ee peduli karena ee mereka ini ee 35:50 ee kita harus bersyukur ya, bersyukur 35:52 karena kita ee diciptakan dengan ee 35:54 kondisi sempurna. Nah, itu yang selalu 35:56 disounding oleh gurunya di kelas 35:58 sehingga dia menerima perbedaan itu. 36:01 Nah, terkait dengan ee tadi ada yang 36:03 nanya PPDB SD Silaturahim Islamic 36:06 School. Alhamdulillah ee dari kuota 75 36:10 insyaallah yang sudah daftar sekitar ee 36:13 65. Jadi sisa kuotanya tinggal 10 lagi. 36:18 Ee per kelas kita maksimal di 25 Bunda 36:21 Nuning dengan dua guru kelas. Nah, dua 36:25 guru kelas ini yang mendampingi siswa ee 36:27 seluruh siswa. Nanti kalau ada yang 36:29 siswa inklusi, ada lagi ee untuk guru 36:33 pendamping namanya Sedo Teacher gitu. 36:36 Nah, ee bagi ayah bunda yang berminat 36:39 silakan nanti bisa ee disp nomor 36:42 PPDB-nya oleh Bunda Nuni. He. 36:45 Ee selain itu menambahkan sekalian ee di 36:49 PPDBY PSJ ini kita ada empat unit. Yang 36:53 pertama tadi SD Silaturahim Islamic 36:54 School, yang kedua SMP IT Insan Mandiri 36:58 Cibubur Full Day School. Nah, yang tahun 37:00 ini kita sudah ee sudah berjalan 1 37:04 tahun. Nah, untuk tahun depan kita 37:07 memang baru menerima ee akan menerima 37:10 satu kelas dengan jumlah maksimal 37:12 insyaallah 20 siswi putri. He. 37:15 Nah, alhamdulillah yang sudah daftar 13, 37:17 kuotanya tinggal tu lagi. 37:20 Dan tidak usah khawatir ee untuk siswa 37:23 putra-putrinya kami pisah 37:25 agar yang boarding school putra fokus di 37:28 hafalannya gitu. Bukan berarti kalau di 37:30 ee campur mungkin, tapi ini harapan dari 37:33 orang tua yang boarding dan ee yang full 37:35 putri memang kelasnya dipisah. 37:37 Alhamdulillah fasilitas ada jadinya ee 37:39 saat ini kami pisah untuk 37:40 putra-putrinya. 37:42 untuk boarding SMP, SMA. Ee jadi mohon 37:45 maaf untuk yang putri kami belum ada 37:47 fasilitas boarding. Banyak banget 100 37:50 lebih nanya ke kami ee kapan dibuka 37:52 boarding putri. Nah, jadi dari 2012 37:57 Insan Mandiri Cibubur berdiri ee memang 37:59 fokusnya baru di SMA, SMP Boarding 38:02 Putra. Nah, kuotanya juga masing-masing 38:05 ee tinggal 20 lagi. 38:08 Mudah-mudahan ya, Ikhwan Akhwat di tahun 38:11 2026 akhir atau mungkin tahun depan 38:13 sudah ee boarding school-nya sudah lebih 38:16 lengkap lagi untuk yang wanita ya, 38:18 karena banyak yang merindukan anak 38:21 perempuanku nih. Oke, 38:22 I 38:23 ya. Kalau soal kuota tadi, ada enggak 38:28 sih yang pakai jalur prestasi? 38:30 Oh, iya. untuk prestasi khususnya SMP 38:34 dan SMA boarding itu kita ada masih ada 38:37 kuota. Oh ya. 38:38 Jadi 38:43 untuk jalur prestasi ee insyaallah kita 38:46 masih ada kuota masing-masing ee masih 38:49 ada tiga untuk SMP Putra Boarding. 38:52 Kemudian untuk SMA-nya masih ada lima. 38:55 Jalurnya dibagi menjadi tiga. Pertama 38:57 jalur tahfiz. Untuk jalur tahfiz ee 39:00 minimal hafalannya 2 juz dan ini sudah 39:03 sekitar lima anak yang daftar. Ada yang 39:05 hafalannya 8 juz gitu ya. Itu beraneka 39:09 macam kalau boarding ini ada yang dari 39:11 Kalimantan, 39:12 dari Palembang, Aceh, Medan, luar Jawa 39:17 banyak gitu. 39:18 Nah, kemudian yang kedua jalur prestasi 39:20 akademik. Nah, jalur prestasi akademik 39:23 ini syaratnya nilai rapotnya minimal 85. 39:27 Nah, yang ketiga jalur prestasi non 39:29 akademik. Contoh misalnya ee Ananda ee 39:32 berhasil punya sertifikat tekwondo 39:35 ataupun karate panahan gitu ya, 39:37 tingkatnya minimal kabupaten. 39:39 Kemarin juga ada yang mendaftarkan dia 39:42 karate tingkat nasional. Nah, nanti 39:44 semua berkas akan kami terima dulu 39:46 seleksi. Jadi, jalur seleksi tentunya 39:49 nanti ada perbedaan di uang pangkal ada 39:51 diskon kurang lebih R juta diskonnya. 39:54 He. 39:55 Kemudian di SPP juga ada ee perbedaan ee 39:58 ada bonus lah, ada hadiah untuk jalur 40:00 prestasi ini. 40:02 Nah, kemudian untuk khusus pendengar 40:05 hasil yang mau daftar di hari ini di 40:07 acara jendela sekolah akan mendapatkan 40:09 voucher sebesar Rp1 juta untuk di uang 40:12 pangkal. He. 40:13 Nah, alhamdulillah yang jendela sekolah 40:15 yang 3 minggu yang lalu ya, saya juga 40:18 bersama beberapa orang tua SD, SMP, SMA 40:21 ada pendengar hasil yang putranya yang 40:23 mau daftar jalur prestasi akademik 40:25 rumahnya di Bogor. Beliau juga sering 40:28 ikut kajian di Masjid Silaturahim ee 40:30 mencoba jalur akademik ee pas saya lihat 40:34 ee rata-ratanya di 87. Mudah-mudahan 40:36 nanti terseleksi dan ikut jalur prestasi 40:40 gitu. Tapi untuk hari ini gitu ya, 40:42 khusus ee hari ini ee selain tadi nanti 40:46 mau daftar prestasi kita ee ada ee 40:50 potongan khusus untuk pendengar hasil 40:52 yang mendaftarkan hari ini ada potongan 40:54 uang pangkal Rp1 juta. 40:56 Em baik jalur prestasi atau bukan 40:59 maupun reguler. 41:00 Pokoknya yang daftar hari ini dapat 41:02 keringanan Rp1 juta gitu ya. 41:05 Iya. Oke. Terus emm udah pegang pen 41:09 belum? Nih nomornya ya? Untuk PPDB, SD, 41:15 SIS, dan IMC itu ada di 0822 41:22 5899 41:25 2414. 41:27 Sekali lagi 08258992414. 41:32 Nanti di penghujung saya akan ulang 41:34 lagi. Jadi informasi dari Mbak Yuni 41:38 terkait dengan ee pendaftaran 41:41 di Sekolah Insan Mandiri mudah-mudahan 41:45 membuat catatan kita lebih lengkap ya. 41:48 Sekarang saya akan kembali ke narasumber 41:51 kita nih, 41:53 kepada Kak Panca Sangsaka Putra, seorang 41:57 psikolog yang kebetulan dari tadi kita 41:59 simak paparannya terkait dengan ee 42:04 keusian yang ada di Sekolah Insan 42:08 Mandiri Cibubur. Ngomong-ngomong 42:12 bagaimana menyesuaikan metode belajar 42:16 tanpa memberi label pada anak-anak 42:19 sehingga kita di rumah yang mendengar 42:22 pun yang punya anak lebih dari satu 42:25 tidak kemudian melabeli si kakak lebih 42:27 dari si adik dan segala macam. Gimana 42:29 nih kira-kira? 42:32 Oke. Ee baik. bagaimana supaya tidak 42:36 melakukan labeling ya tadi ya. Dan 42:39 itu kalau kita ingat ee ada penyanyi 42:43 dulu ee siapa saya lupa namanya yang 42:46 dari Banyuwangi ojok dibandingke ya 42:48 kalau enggak salah 42:50 Farel. 42:50 Parel. Parel. Betul. 42:53 Itu kadang ee saya punya punya dua anak. 42:57 He 42:58 ya. mungkin ee ini saya karena wah ini 43:01 kok si kakak belajarnya dia lebih ke 43:05 teori ya kalau si adik lebih ke 43:07 praktikal kayak gitu 43:09 tapi kadang itu yang astagfirullahalazim 43:11 yang membuat saya waduh ingat lagi kita 43:13 tidak boleh membandingkan mana yang 43:15 lebih ee baik ini sebenarnya cuma cara 43:19 mereka saja yang belajar yang berbeda. 43:21 Nah seperti itu. Jadi saya ingat sekali 43:24 ee Mbak Nuning ini mungkin ee sedikit 43:26 share ada sebuah cerita yang mana 43:29 anak-anak ini katakanlah si anak A B C 43:32 ya Mbak Nuning. 43:33 Anak ABC ini baru pulang main sepak 43:35 bola. 43:35 Oke. 43:36 Main sepak bola. Akhirnya dia itu karena 43:41 saking capeknya main bola itu dia 43:43 istirahat. Istirahat di sebuah 43:46 persawahan gitu. Istirahat. Kemudian 43:49 lagi duduk-duduk mungkin kipas-kipas 43:51 karena mungkin sudah capek ya Mbak Ning 43:53 ya capek. Terus 43:54 ketiga ini ee melihat ada ee pohon buah 44:00 kelapa yang jatuh gitu 44:03 terus 44:04 duk jatuh. Nah, terus si A bilang gini 44:08 nih, saya bisa nih menghitung berapa 44:11 kecepatan buah kelapa yang jatuh ke 44:13 tanah. Yang A 44:16 yang B gini, 44:19 ini kalau buah kelapanya ini ee bisa 44:23 kita bawa ke pasar, kita parut, kemudian 44:26 kita jual bisa dapat duit katanya gitu, 44:28 Mbak Roni. 44:29 Hm. 44:30 Yang ketiga ini bagaimana kalau pohon 44:34 kel ee buah kelapa ini 44:36 kita kupas kan airnya masih ada. 44:39 Nah nanti mungkin di depan 44:41 ada ibu-ibu mungkin ee yang sedang capek 44:45 karena berjalan itu nanti kita bisa 44:47 berikan airnya seperti itu. 44:49 Masyaallah. 44:50 Terus 44:51 cerita ini sering saya share ketika saya 44:54 melakukan ee parenting ee edukasi di 44:58 sekolah-sekolah seperti itu. 45:00 Saya tanya kadang, "Bu, kira-kira anak 45:02 yang pintar yang mana?" gitu. 45:05 Bisa dibilang 60% jawabnya yang A. 45:08 Heeh. Oke. 45:09 Dia yang anak itu yang bisa apa namanya? 45:12 Menghitung kecepatan 45:14 jatuhnya 45:15 gitu. Saya bilang, "Baik, terima kasih 45:18 ee Ibu atas jawabannya gitu. 45:22 Kalau kita lihat anak ini kalau dari 45:25 sisi matematikanya 45:27 mungkin anak si paling pintar." 45:28 Benar. 45:29 Kalau kita dari sisi ngelihat dari sisi 45:31 entrepreneurnya 45:33 yang paling pintar yang B yang tadi yang 45:35 buah kelapanya dibawa ke pasar kemudian 45:37 dijual. He. 45:38 Kalau dari sisi sosialnya yang paling 45:40 pintar adalah yang 45:41 C. 45:41 C. 45:42 Kecerdasan nurani. 45:43 Kecerdasan moralnya [tertawa] 45:44 dia. Empatinya bagaimana, simpatinya 45:46 bagaimana kepada orang lain seperti itu. 45:49 Jadi, Ibu kira-kira yang pintar yang 45:50 mana? 45:52 Ya, ini kalau secara jal kita enggak 45:54 bisa ini. Jadi, kita harus ee lihatin 45:56 satu persatu. Nah, oleh sebab itu tidak 45:58 boleh membandingkan gitu. Iya. 45:59 Ketika ibu sudah membanding-bandingkan, 46:02 saya balik, Ibu mau mau mau enggak 46:03 dibandingkan tetangetangga saya enggak 46:05 mau. Ya, kenapa kita harus bandingkan 46:07 anak kita? 46:08 Kalau misalkan kita pun sebagai orang 46:10 dewasa itu tidak mau dibandingkan. tugas 46:13 kita adalah tadi memperkuat mental dan 46:16 psikologis anak-anak kita supaya ketika 46:19 dia sekolah misalkan karena kan nanti 46:21 misalkan dia boarding school 46:23 dia itu ee bisa bagaimana caranya ketika 46:29 ada orang yang misalkan meremehkan dia, 46:32 dia bisa menstabilkan emosinya, dia 46:35 harus kuat, dia bisa melakukan 46:36 argumentasi, bisa mengekspresikan 46:39 emosinya dengan bijak kepada orang lain. 46:41 perhitungan. 46:42 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, bagi 46:46 kita nih kecerdasan emosiah, kecerdasan 46:49 spiritual kah atau kecerdasan-kecerdasan 46:54 yang lain yang diutamakan? Kalau bisa 46:56 sih dibikin setara ya, Kak Panca. Karena 47:00 anak yang pintar banget tapi enggak 47:03 punya kecerdasan sosial. Sedih juga kita 47:07 sebagai orang tua ya. Sementara mencari 47:10 anak yang peduli pada hal-hal 47:13 ee di luar standar anak pintar itu juga 47:19 perlu banget kita perjuangkan. Terus 47:22 ngomong-ngomong bagaimana 47:25 ee cara menyesuaikan metode belajarnya 47:28 yang kalau tadi kita sudah bilang jangan 47:30 diberikan 47:32 label pada anak-anak yang berkebutuhan 47:34 khusus atau tidak. Nah, indikator 47:37 keberhasilan dari pendidikan inklusi 47:42 yang bisa kita lihat secara nyata 47:44 seperti apakah gerangan? 47:45 Baik, kalau untuk anak-anak ee inklusif 47:50 di sini kita ada PPI, 47:52 program pembelajaran individu. Betul. 47:54 Kita lihat misalkan anak ini 47:57 ee sudah bisa ee to training atau belum 48:00 misalkan seperti itu. Terus ee dia sudah 48:03 bisa melakukan regulasi emosinya apa 48:04 belum misalkan. dia sudah bisa ee 48:09 istilahnya hitungannya bagaimana. Nah, 48:11 ini setiap anak ini misalkan ada sekitar 48:14 10 anak inklusi. Nah, ini harus kita 48:16 petakan. Jadi, setiap anak-anak ini 48:19 memiliki PPI atau memiliki rapot yang 48:21 berbeda-beda seperti itu. Kalau anak 48:23 reguler misalkan ee misalkan pendidikan 48:26 agama, PPKn, IPA, IPS seperti itu kanal. 48:29 Nah, kalau untuk anak-anak inklusi ini 48:32 itu dia punya laporan itu yang namanya 48:35 PPI tadi. Kita akan lihat progresnya 48:37 apakah ee selama 2 bulan atau 3 bulan 48:42 ini dia sudah berhasil misalkan 48:44 melakukan toilet training atau sudah ee 48:46 motoriknya sudah bagus, ia sudah bisa 48:49 duduk selama 5 menit. Nah, seperti itu. 48:51 Kalau misalkan sudah bisa tercapai dalam 48:54 3 bulan, kita akan buatkan lagi 48:56 programnya ke depan seperti apa. Seperti 48:58 itu. 48:59 Jadi bertahap ya, 49:00 bertahap kita akan ee evaluasi dari PPI 49:03 tadi. Kalau bahasa Inggrisnya IAP, 49:05 individual edukasi program seperti itu. 49:09 Jadi kan kalau di sekolah-sekolah yang 49:12 taroklah tidak ee 49:15 mengatakan secara inklusi kepada 49:19 anak-anak tertentu tadi kan ada guru BK 49:22 ya. 49:22 Iya. Guru BK. Betul. 49:23 Itu juga ee perannya luar biasa ya untuk 49:25 kebutuhan anak-anak yang kita enggak 49:28 tahu. Kadang-kadang kan ABK itu kan ada 49:30 yang tampak ada yang enggak kan. He itu 49:34 kalau di sekolah di ee SD silaturahim 49:38 sebagai seorang psikolog Kak Panca 49:42 sendirian atau ada yang lainnya? 49:44 Iya, alhamdulillahnya di Sis ini ee ada 49:48 beberapa psikolog ya ee Bu Yuni ya gitu. 49:52 Ee saya ini ee sebagai koordinator 49:57 di sini bisa melakukan penilaian seperti 50:00 itu gitu ya. He 50:01 saya mungkin e cerita ee tahun lalu, 50:04 tahun lalu ee saya mendapatkan ee hasil 50:08 ee tes ee psikologis anak ee dari rekan 50:11 saya sama psikolog juga di SIS seperti 50:14 itu. Jadi saya tinggal membaca dan 50:16 mengimplementasi oh ternyata anak ini 50:18 butuhnya terapi apa, anak ini memiliki 50:21 ee permasalahannya apa, itu akan saya 50:24 baca. Kemudian ee saya dan ee tim diusi 50:29 itu membuat sebuah PPI dan juga reduksi 50:33 untuk dari sisi pembelajaran. 50:34 Nah, reduksi pembelajaran misalkan 50:37 di kelas anak-anak diajarkan misalkan 50:40 matematika. Matematikanya apa yang 50:42 diajarkan? Misalkan diajarkan hitungan 1 50:45 + 1 misalkan sama dengan 2. Nah, kalau 50:47 misalkan anak yang berkebutuhan khusus 50:49 ini bagaimana ya? Apakah ee bisa 50:53 mengikuti? Nah, kalau misalkan dia belum 50:54 bisa mengikuti kita akan menggunakan ee 50:57 benda peraga dulu. He. 51:00 Krim 51:01 ini stik es krim satu ini es krim stik 51:03 es krim satu berapa? 51:06 Coba dihitung 1 du. Nah, seperti itu. 51:09 Jadi lebih 51:10 ee praktikal. 51:12 He 51:15 in case semuanya sudah dijalankan, 51:18 perubahan kecil apa yang bisa langsung 51:20 diterapkan di sekolah agar lebih bisa 51:23 ramah anak? 51:24 Baik. 51:26 apa yang ee perubahan kecil yang bisa 51:30 diterapkan adalah pentingnya komunikasi. 51:34 Komunikasi dan empati gitu. komunikasi 51:38 dari 51:40 ee sekolah ke orang tua seperti itu. 51:44 kita sudah melakukan 51:48 dengan full tenaga dengan tim inklusi 51:52 karena alhamdulillah di sis ini ee sudah 51:55 ada stimulasi inte ee kita nyebutnya 51:58 kalau dulu terapis sekarang karena di 52:01 lingkup pendidikan sekolah kita 52:03 nyebutnya stimulasi 52:04 kita sudah ada sensor integrasi ada 52:06 fasilitatornya 52:08 kemudian ada bagian wicara dan 52:10 komunikasi sebenarnya ini ee kalau di 52:13 klinik nyebutnya terapi wicara. 52:15 H. 52:16 Tapi kalau di sis kita nyebutnya 52:18 stimulasi wicara dan komunikasi. Loh, 52:21 kok beda? Iya, karena melengkapi. Karena 52:23 ada anak-anak yang masih dia bisa 52:27 berbicara 52:28 tapi komunikasinya masih belum dua arah. 52:31 Nah, alhamdulillahnya di sis ini kita 52:33 nyebutnya itu wicara dan komunikasi. Dan 52:36 yang ketiga kita juga ee untuk perilaku 52:41 terapi perilaku atau stimulasi 52:43 perilakunya. seperti itu. Nah, kembali 52:45 lagi ke komunikasi. Komunikasi antara 52:48 orang tua dan juga kolaborasi ketika 52:53 anak-anak libur, anak-anak ini sekolah 52:55 Senin sampai Jumat. Nah, harapannya home 52:58 program di rumah itu dilakukan oleh 53:00 orang tua. Dilakukan kalau misalkan 53:02 tidak dilakukan kemudian anak saya kok 53:04 tidak ada perubahan, 53:06 terapinya bagaimana? Nah, kembali lagi 53:08 kita punya data anak ibu diterapi 53:11 misalkan seminggu dua kali home 53:13 programnya seperti ini. Kemudian ee 53:16 silakan dikurangin makanan yang memiliki 53:19 misalkan ee tinggi gula itu dikurangin 53:22 itu kita sudah sampaikan. Tapi kembali 53:24 lagi ee mungkin dari orang tua yang 53:28 mungkin belum puas kok anak saya seperti 53:31 ini, seperti ini, seperti ini. Nah, kita 53:33 melakukan verifikasi, konfirmasi. 53:35 bagaimana Bu di rumah programnya 53:37 bagaimana makannya bagaimana seperti 53:40 itu. Tapi alhamdulillah saat ini ya kita 53:44 ringkatkan komunikasi juga dengan ee 53:46 orang tua Paki. 53:48 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, betapa 53:51 pentingnya komunikasi kita dengan pihak 53:54 sekolah agar anak-anak juga bisa 53:58 mendapatkan 54:00 apa ya kita mau menyebutnya kesempatan 54:02 untuk tumbuh kembang tanpa harus terjadi 54:07 hal-hal yang tidak diinginkan. Dan kita 54:11 sudah di penghujung nih mungkin closing 54:14 statement dengan mewujudkan pendidikan 54:17 inklusi yang ramah anak Kak Panc. 54:19 Baik. 54:21 Alhamdulillah ee Paking mungkin saya 54:23 spil sedikit ini saya ee sedang 54:26 mengambil S3 program doktor S3 Psikologi 54:30 Buning 54:31 yang mana salah satu penelitian saya 54:33 nanti adalah bagaimana ee mengembangkan 54:38 potensi dan juga karir development 54:41 anak-anak berkebutuhan khusus. 54:43 He. 54:44 Nah, kembali lagi closing statement saya 54:46 adalah 54:47 kita adalah makhluk Tuhan. kita 54:50 sama-sama diciptakan menjadi khalifah di 54:52 bumi ini dan tidak boleh 54:55 membeda-bedakan. 54:56 Kalau misalkan kita kembali ke Al-Qur'an 54:59 kan ada ayat 55:01 diciptakan bersuku-suku ya makin mohon 55:04 nanti dikoreksi diciptakan bersuku-suku 55:08 supaya kita saling mengenal. Mungkin itu 55:10 bukan hanya bersuku-suku tapi dengan 55:13 potensi yang berbeda-beda. 55:15 Iya. 55:15 Supaya apa? supaya kita saling mengenal, 55:17 supaya kita saling menghargai bahwa 55:19 dengan keragaman ini kita kuat. Seperti 55:22 itu, Mbak. 55:23 Terima kasih banyak, Kak Panca juga. 55:27 Mbak Yuni, ada yang mau ditambahkan 55:28 sebagai sosok yang bisa memberikan 55:31 informasi terkait dengan ee Sekolah 55:36 Insan Mandiri Cibubur. Humas gitu loh. 55:40 [tertawa] 55:41 Iya. perlunya sinergisitas antara 55:44 sekolah dan orang tua dan juga 55:46 pentingnya komunikasi 55:48 dengan dari kedua belah pihak baik itu 55:51 sekolah dan orang tua untuk mewujudkan 55:54 kesuksesan untuk Ananda Buah hati 55:56 tercinta. 55:59 Oke, sekali lagi nomornya tadi saya 56:01 bilang kan di penghujung diulang ya, 56:04 0822 56:07 5899 56:10 2414. 56:12 Sekali lagi 082 56:14 58992414. 56:18 Ya, ikhwan akhwat. Mudah-mudahan dengan 56:22 menyimak ini kita juga tahu 56:24 kecenderungan anak kita apakah visual, 56:26 kinestetik atau auditori sehingga kita 56:29 juga bisa membantu mereka tumbuh 56:34 berjalan bersama dengan apa yang 56:35 diprogramkan oleh sekolah. Dan 56:38 mudah-mudahan bahasan hari ini juga 56:41 mempersuasi kita. Yang jelas komunikasi 56:45 antara kita dan anak kita dan juga kita 56:49 dengan sekolah itu sungguh akan sangat 56:52 berperan. Terima kasih Kak Panca, Mbak 56:55 Yuni. Billahi taufik wal hidayah. 56:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:59 wabarakatuh.