Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
6:35 Brail TV 6:43 kepemimpinan, musyawarah dan perbedaan 6:46 kepentingan sembari tetap menjaga 6:48 kesinambungan antara tradisi dan 6:50 perubahan. Malam ini kita akan 6:52 melihatnya dari berbagai perspektif 6:54 sudah hadir bersama kita. Yang pertama 6:57 ee Prof. Lili Romli. Asalamualaikum 6:58 Prof. Lili terima kasih sudah hadir. Ee 7:02 kemudian sama-sama. 7:06 Ee kemudian juga ee Pak Yon Mahmudi. 7:09 Asalamualaikum Pak Yon. Prof. Yon terima 7:11 kasih sudah hadir. 7:13 Waalaikumsalam. Ya. 7:14 Iya. Dan juga sudah hadir juga bersama 7:18 kita Pak Dalan Iskan. Asalamualaikum Pak 7:20 Dalan. 7:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 7:22 wabarakatuh. Pak Palan ini baru landing 7:24 langsung gabung ILT. Alhamdulillah 7:26 terima kasih Pak 7:28 dan juga Pak Marani tua rumah Indonesia 7:30 stokk. Asalamualaikum, Mbak Mardani. 7:35 Ya, sahabat-sahabat sekalian, sebelum 7:37 kita memulai acara Indosial Lokalk pada 7:39 malam hari ini, kami ingin mengucapkan 7:41 terima kasih yang besar sebesar-besarnya 7:43 kepada seluruh pemirsa setia inal Stal 7:46 baik di dalam negeri ataupun luar negeri 7:48 dan juga kepada ee seluruh pemirsa ee 7:52 pendengar radio Rasil 720 AM ya. dan 7:55 juga kepada rekan-rekan media dan 7:57 wartawan yang senantiasa menyaksikan, 8:00 mendengar, meliput, dan memberitakan 8:02 acara kita ini. Acara Indusal Stok ini 8:04 bisa disaksikan secara langsung melalui 8:06 jaringan ee siaran ee channel YouTube 8:10 Marana Elisera dan Rasil TV dan juga 8:12 bisa didengar melalui siaran radio Rasil 8:15 720 AM untuk sahabat-sahabat di Jebor 8:18 Detabek dan juga diray di beberapa kota 8:21 ee yang terhubung dengan jaringan radio 8:23 Rasil di Indonesia. 8:25 Baik sahabat-sahabat, kita mulai diskusi 8:27 kita pada malam hari ini dengan tema 8:31 belajar dari NU kepada Pak Mardani. 8:33 Dipersilakan memberikan pengantar dan 8:35 pandangan awalnya. 8:41 Masih belum kedengaran suaranya Pak 8:42 Merani. 8:51 Belum kedengaran juga, Pak suaranya. 8:59 Halo. Iya. 9:07 Halo. 9:10 Belum juga, Pak. 9:12 Belum kedengaran suaranya. Belum 9:14 terhubung ke audio mungkin ya. 9:31 Halo. 9:33 Ah, itu baru mau connect itu. 9:45 Halo. Belum juga, Pak. 9:48 Masih masih ada gangguan. 9:53 Asalamualaikum. Udah udah Pak silakan. 9:58 Maafkan, Prof. Lili. 10:01 Ee bismillahirrahmanirrahim. 10:03 Asalamualaikum warahmatullahi 10:05 wabarakatuh. 10:06 Waalaikumsalam. 10:08 Alhamdulillah. Allahumma sholli ala 10:10 sayyidina Muhammad. Amma ba'd. 10:15 Eh Prof. Lili, Prof. 10:17 Pak Dahlan, leaders dan calon leaders ee 10:20 Nahdatul Ulama memberikan 10:23 ee banyak ee pembelajaran untuk kita. 10:29 Yang pertama tentu fakta bahwa di 10:33 beberapa survei nanti ee Prof. Lili sama 10:36 Mas Yon bisa mengkonfirmasi ee 57% 10:43 datanya ee Muslim Indonesia. berafiliasi 10:47 kepada Nahdatul Ulama angkanya lebih 10:50 dari 100 juta. Ini adalah sebuah ee 10:54 fakta yang sangat sangat ee ee 11:03 membuat 11:04 ee 11:08 saya nyebutnya gini, Bang Haldi. Prof. 11:09 Lili, ini fakta yang sangat 11:14 luar biasa karena tidak banyak ormas 11:19 yang punya afiliasi lebih dari 100 juta. 11:24 Itu yang pertama. 11:25 Yang kedua ee jejaring yang dimiliki 11:29 oleh Nahdatul Ulama ya dalam satu abad 11:33 ya tidak banyak ormas yang melewati satu 11:38 abad itu loh 1926 sekarang 19 ee 2026 11:44 itu bukan cuma jejaring 11:48 ee pesantren dan jejaring intelektual 11:52 tapi saya mengingatnya nya mengikatnya 11:55 jejaring kultural 11:58 yang ini menjadi pengikat NKRI luar 12:02 biasa. 12:05 Yang ketiga pandangan saya ee saya 12:08 kebetulan kemarin jadi Romli ee bukan 12:12 Prof Romly ya, rombongan liar 12:15 bareng-bareng dengan teman ada teman PKB 12:17 jadi Romla katanya rombongan luar gitu. 12:20 Jadi ee seru sekali suasana muktamar di 12:23 Jombang kemarin. Dan fakta yang saya 12:26 dapatkan 12:28 ruh awalnya Bang Haldi ee leaders dan 12:31 calon leaders rata-rata pesantren awal 12:33 baik Mbah Hasyim, Mbah Wahab, 12:37 maupun ee Mbah Bisri itu ternyata 12:42 tidak diploksok desa. Betul-betul head 12:46 to head dengan penjajah. 12:48 ee pesantren tambak Beras ee Bahrul Ulum 12:52 itu depan 12:55 ee apa namanya? Pabrik gula yang besar 12:59 gitu loh. Begitu pula dengan Darul Ulum 13:02 di Rejoso. Begitu pula dengan ee apa 13:06 namanya? 13:10 Ee 13:12 Denanyar. Begitu pula dengan ee 13:18 Tebu Ireng. Nah, ini luar biasa. Luar 13:20 biasa. 13:23 Iso 13:33 ma parkir. Maaf. Ee itu menjadi sesuatu 13:37 yang sangat luar biasa pembelajaran 13:40 betapa elan vital awal dari ee apa 13:46 namanya 13:49 ee pesantren ini bukan semata pesantren, 13:54 tapi pertarungan melawan penjajah, 13:58 pertarungan menjaga iman. Nah, itu 14:02 ee 14:10 dan terakhir yang ketiga kalau hasil 14:13 muktamar Jombang, kalau pandangan saya 14:16 tentu ee ini bukan sesuatu yang ee 14:21 tunggal. ini ada banyak sekali ee quote 14:26 and unquote ee unsur-unsur di dalam 14:30 Nahdatul Ulama yang apapun hasilnya saya 14:33 mengapresiasi karena pemilihan berjalan 14:37 dengan dinamis. Ee sudah terpilih 14:39 barisan kepimpinan yang baru ee dan 14:43 mudah-mudahan ini menjadi salah satu 14:47 pilar bagi ee kemajuan Indonesia. 14:52 Begitu, Bang Haldi. Ee silakan saya siap 14:56 menikmati. 14:57 Baik. Ee terima kasih, Pak Mardani. 15:00 Sekarang kita ke Prof. Lili Romli. 15:02 Silakan Prof. Lili memberikan pandangan 15:04 awalnya terkait muktamar NU kemarin dan 15:06 apa yang bisa kita pelajari. 15:09 Iya. Eh, makasih, Mas. Eh, Aldi. 15:13 Aldi. Iya. 15:14 Iya, Pak. 15:15 Asalamualaikum warahmatullahi 15:16 wabarakatuh. 15:17 Waalaikumsalam. 15:19 Saya hormati eh Pak Mardani e Pak 15:23 Dahlan, dan eh Prof. Yon. Asalamualaikum 15:26 warahmatullahi wabarakatuh. 15:29 Ya, ee 15:31 pertama-tama tentu ee dalam kesempatan 15:34 ini saya ee mengucapkan selamat gitu ee 15:36 kepada ee 15:39 Akyar dan ee Gus Kikin yang sudah 15:42 terpilih ee sebagai Rois AM dan ketua 15:46 PBN NU. Tentu kita berharap ee NU tadi 15:50 sebagai organi besar ee bukan hanya di 15:53 Indonesia tetapi di dunia dengan anggota 15:57 ee 150 jutaan 16:01 baik yang ee kultural maupun yang ee 16:03 resmi menjadi anggota ini ee sesuatu 16:07 memang yang ee luar biasa ee bagi ee 16:10 Islam di ee Indonesia. 16:13 NU e saya kira tidak ada yang meragukan 16:18 bahwa sudah memberikan ee kontribusi 16:22 yang begitu banyak ee bagi bangsa dan 16:25 negara ini 16:27 dari ee sejak zaman penjajahan sampai 16:30 sekarang mengisi ee kemerdekaan ini. 16:34 Itu. Terus yang kedua memang ee NU 16:37 sebagai ee organisasi terus ee melakukan 16:41 adaptasi-adaptasi 16:42 perubahan di zaman ini. Termasuk juga 16:47 dalam ee mekanisme ee pemilihan ee 16:50 kepemimpinannya 16:52 ee yang dulu melalui eh voting eh 16:55 sekarang eh election dan selection 16:59 melalui eh Ahwa. 17:02 Terus yang ee ketiga saya kira ee semua 17:06 mata tertuju kepada ee NU hasil muktamar 17:11 35 ini. Oleh karena itu ee 17:15 langkah-langkah rekomendasi yang ee 17:18 diberikan kepada pemerintah maupun ee 17:21 buat internal NU ya harus ee dikawal 17:26 agar ee betul-betul ee NU memiliki ee 17:30 peran yang ee signifikan gitu. 17:33 Terus yang ee selanjutnya adalah ee 17:37 terkait ee peran ee NU ee ke depan. 17:41 Apapun ee dinamika yang terjadi ee 17:45 kritik-kritik yang muncul atas ee 17:47 muktamar 35 ini menjadi ee bahan 17:52 pelajaran kita semua ya. Pelajaran yang 17:56 pertama adalah bahwa ee 18:00 konflik begitu tajam. 18:03 sisa-sisa ee muktamar ee di ee Lampung 18:08 kemudian ee berkembang ee konflik antara 18:12 ROS Am dan ee Tanfijiah. Tapi kemudian 18:16 ee diberikan ee solusi yang ee begitu 18:21 baik saya kira pada muktamar 35 di 18:24 Jombang ini ee menghasil kesakatan 18:27 ada semacam ee restorasi peran akhwat. 18:31 yang dulu adalah ee ketua tanfage itu 18:35 voting ee 18:38 tapi kemudian ee fungsi itu diambil alih 18:41 oleh Ahwa dan ditetapkan oleh Ahwa, 18:43 dipilih oleh Ahwa. Saya kira ini ee 18:46 mekanisme ee musyawarah mufakat gitu ya 18:50 atau ee ee demokrasi ee konsensional ee 18:54 menurut saya meskipun ee 18:59 ada ee naik turun gitu. naik turun. Dan 19:03 ee sepanjang saya tahui adalah ee baru 19:07 dua kali praktik ini ee memilih ee ketua 19:11 PBNU yaitu pertama ketika ee muktamar ya 19:17 muktamar di ee 19:22 memilih ee tahun 4 itu di mana Ah 19:26 memilih eh Gus Dur e gitu. Gus Dur 19:28 sebagai ketua ee tanvijah, tapi kemudian 19:32 ee pada muktamar berikutnya melalui eh 19:36 voting dan kemudian ya sekarang ee pada 19:39 muktamar ke-35 ini ee ah memilih eh 19:43 tanfit gitu. Saya kira ini ee ke depan 19:46 ee perlu ada ee keajegan ee perlembagaan 19:50 ee di dalam proses suksesi kepemimpinan 19:55 di ee NU ini ya. Mudah-mudahan ee 19:59 tradisi ee baru ini itu dilembagakan 20:04 sehingga kritik-kritik yang muncul 20:07 adanya politik transisional, mobilisasi, 20:11 ee polarisasi, 20:13 politik uang dan lain sebagainya itu 20:15 bisa ee dihindari. 20:17 Karena bagaimanapun ee NU sebagai 20:20 organis keagamaan ee ee pasti ee akan 20:24 mendapatkan sorotan-sorotan ketika ada 20:27 muncul-muncul atau sigma-sigma yang ee 20:30 negatif ee tersebut. 20:33 Terus yang kedua ya kita berharap bahwa 20:37 ee tidak lagi muncul gitu ee konflik 20:41 bahwa memang ada yang kalah, ada yang 20:44 tidak terpilih gitu, ada ketidakpuasan. 20:47 dan semua ee mata memandang dan sudah 20:50 tahu juga ee itu. Nah, konflik-konflik 20:54 itu selesai ee ketika muktamar ini sudah 20:57 ee menetapkan ee dua kepemimpinan ee 21:00 tersebut gitu, Ki Akyar dan ee Gus ee 21:03 Kikin gitu. 21:05 Meskipun juga ee bagi saya ada ee 21:08 catatan gitu. 21:11 Kalau sebelumnya ada semacam ee 21:13 narasi-narasi yang ee kuat ee di ee 21:18 muktamar NU itu terkait dengan 21:21 pembahasan ee Islam Nusantara atau 21:25 moderasi ee beragama. Tapi kemudian 21:28 muktabar ee 35 kemarin itu sama juga 21:32 seperti muktamar ee 304 di Lampung 21:36 tenggelam ee dalam arus ee pemilihan 21:39 atau suksesi kepemimpinan. Ya, ke depan 21:42 saya kira ee sebagai organisasi 21:44 keagamaan perlu ada narasi-narasi besar 21:48 yang diemban, yang di ee kedepankan ee 21:51 oleh ee NU gitu sehingga ee betul-betul 21:56 ee kemudian ee muktamar itu ee fokus ee 22:01 ke dalam narasi-narasi itu bukan ee 22:04 terjebak kepada suksesi ee kepemimpinan 22:08 sehingga kemudian ee muncul ee stigma 22:11 negatif ee seperti ee partai politik aja 22:14 gitu riuh ee dengan ee proses suksesi ee 22:19 kepemimpinan. Mudah-mudahan ee dengan ee 22:23 model ee 22:26 pemilihan melalui Ahwa ini ya muktamar 22:29 ke-36 ee lebih fokus kepada ee 22:32 program-program keumatan, narasi-narasi 22:36 yang dibawa oleh NU bukan terjebak 22:39 kepada suksesi ee kepemimpinan. Saya 22:42 kira itu ee Pak Heldi untuk sementara. 22:45 Terima kasih. 22:47 Baik, terima kasih Prof. Lili atas 22:50 pandangan awalnya. Kita sekarang ke 22:52 Prof. Viion. Silakan Prof. Vion. 22:55 Ya. Baik, terima kasih Mas Aldi. 22:57 Asalamualaikum warahmatullahi 22:58 wabarakatuh. 22:59 Waalaikumsalam. 23:02 Bang Mardani. 23:04 Kemudian Pak Dahlan Iskan, Prof. Lili, 23:07 dan teman-teman semua. Ee terima kasih 23:10 atas em apa undangannya untuk 23:13 bersama-sama ya ee berdiskusi berkaitan 23:16 dengan apa yang bisa kita pelajari ya 23:19 dari Nahdatul Ulama. Em saya kemarin 23:23 juga ke Jombang. Kebetulan saya juga 23:25 tinggal di Jombang ya. Jadi sekalian 23:27 mudik ya hampir 4 hari ya saya di ee di 23:31 sana untuk mengikuti perkembangan yang 23:33 ada begitu ya. ee berkaitan ee dengan 23:36 muktamar NU yang ke-35 23:40 memang ada beberapa perubahan yang bisa 23:44 kita lihat ya yang salah satunya apa 23:47 penguatan ya penetapan berkaitan dengan 23:51 ee tidak diperbolehkannya 23:54 ee jabatan rangkap ya ee jabatan politik 23:59 maupun jabatan ee pemerintahan ya untuk 24:03 menjadi ketua PB BNU walaupun ini di 24:06 awal-awal menimbulkan pro kontrak 24:09 dianggap ee menghilangkan 24:12 apa ee kesempatan bagi calon-calon yang 24:15 lain yang terafiliasi dengan politik 24:17 atau ee menjabat ya jabatan di 24:21 pemerintahan. Tetapi ini saya kira juga 24:24 sinyal positif sebenarnya untuk 24:27 menjadikan NU sebagai apa? organisasi 24:30 yang independen ya, memayungi, menaungi, 24:34 dan juga mengayomi ya ee apa macam ee 24:40 kepentingan yang ada yang itu bisa di ee 24:44 disalurkan ataupun juga ee yang penting 24:48 kan ber kontribusi terhadap ee NO em itu 24:52 sendiri dan bukan dijadikan sebagai alat 24:54 ee kepentingan politik ee tertentu. Nah, 24:57 ini saya kira netralitas dan 25:00 independensi menjadi penting. Yang kedua 25:02 tadi juga disebutkan ee peran akhwam 25:05 menjadi penting untuk saya kira ya 25:08 mendudukkan kembali ya peran ee ulama 25:11 begitu ya dalam jajaran NU untuk bisa 25:15 memberikan arahan ee ke depannya ee 25:18 terhadap jalannya ee apa organisasi yang 25:22 besar ini termasuk dalam hal suksesi. 25:25 Nah, ini ee tentu juga ee mendapatkan 25:29 perdebatan cukup sengit tetapi ee pada 25:32 akhirnya kan juga bisa di ee terima ya 25:35 dari sisi ini. Nah, kalau saya melihat 25:39 ee muktamar ya dalam perspektif saya 25:42 ketika melihat ataupun juga mengamati 25:44 sebelumnya muktamar ini walaupun diawali 25:48 dengan katakanlah tadi disebut Prof. 25:51 adanya konflik ya yang mengemuka antara 25:55 ee pemberhentian ketum PBNO ee Gus Yahya 25:59 pada waktu itu ya oleh Rais AM K 26:02 Miftahful Ayar yang menimbulkan ee 26:05 konflik cukup lumayan apa keras ya 26:09 tetapi nampaknya kemudian muktamar 26:11 sebagai jalan untuk menyelesaikan ee itu 26:15 semua. Jadi riak-riak di ee sebelumnya 26:19 ketika di muktamar relatif kalau menurut 26:21 pandangan saya relatif lebih sedikit dan 26:25 jalannya lebih semut apabila kita 26:27 bandingkan dengan muktamar sebelumnya 26:30 baik itu di Makassar, di Jombang, 26:32 kemudian Lampung ya. ee ini ada agak 26:35 perbedaan yang mendasar apalagi 26:38 ee tempat yang digunakan adalah di 26:40 pondok pesantren sehingga kultur tradisi 26:43 pesantren itu sangat ee mempengaruhi ya 26:46 terhadap suasana dan juga perilaku para 26:50 muktamirin begitu ya. akan sangat 26:52 berbeda kalau kemudian diadakan di 26:55 hotel, di gelanggang olahraga atau 26:56 tempat-tempat yang lain daya ikat 26:59 terhadap nilai-nilai kepesantrenan 27:02 itu sangat longgar gitu sehingga juga 27:05 mempengaruhi ee perilaku di dalam hal ee 27:09 apa muktamar. Nah, dikembalikan kepada 27:12 pondok pesantren. Saya kira ini menjadi 27:15 jati diri ya ee NU itu sendiri. Walaupun 27:18 tentu NU tidak hanya ditopang oleh 27:21 pondok pesantren, tetapi juga akan 27:23 ditopang oleh ee aspek-aspek kulturan ya 27:26 kultural yang lain yang memang itu 27:28 menjadi kekuatan ee NU. Nah, 27:32 kalau dikatakan bahwa NU sekarang sudah 27:35 memasuki ya 100 tahun ya di awal itu kan 27:39 Nahdatul Ulama 1926 itu sebagai 27:42 kebangkitan ulama ya. Nah, 100 tahun ee 27:46 sekarang ini pasti harusnya ada visi 27:49 yang lebih ee maju ke depan ya. Kalau 27:53 1926 sebagai kebangkitan gelombang 27:56 pertama, maka sekarang 27:58 2026 saya bisa ee menyebutnya harusnya 28:01 sebagai kebangkitan ulama gelombang 28:04 kedua yang ini ee diharapkan semakin 28:08 memperkokoh peran dan fungsi NU dengan 28:11 tantangan-tantangan global yang lebih ee 28:14 realil begitu ya. tidak sama antara 28:16 tantangan 1926 di era kolonial dengan 28:20 tantangan 28:21 2026 ya ketika berhadapan dengan 28:24 berbagai tantangan-tantangan global yang 28:27 tidak hanya dihadapi oleh ee apa ee 28:31 Jamiah Nahdiin itu sendiri, tapi kan 28:33 juga dihadapi oleh bangsa dan ee negara. 28:36 Sehingga dari sisi kepemimpinan saya 28:39 kira kemudian ya menjadi jelas bahwa 28:42 yang namanya ulama itu tidak hanya orang 28:45 yang alim, orang yang paham tentang 28:47 agama, tetapi juga ya orang ya dari sisi 28:51 tidak hanya memahami ayat-ayat uliah 28:54 saja dari Quran dan hadis, tapi juga 28:56 ayat-ayat kauniah. sehingga ulama ya 28:59 tidak hanya dibatasi 29:02 dalam hal ee kemampuan ee keilmuan 29:06 keagamaannya saja, tetapi juga harus ee 29:10 diakui kean ya, akademi intelektual 29:15 ee yang ee itu juga berbasis dari 29:19 ilmu-ilmu yang lain katakanlah ilmu 29:21 ekonomi, teknologi, dan juga ee ilmu ee 29:25 sosial dan lain sebagainya sehingga ya 29:28 yang menjadi pemimpin NU itu ya tidak 29:31 hanya diukur ya kemampuannya dia bisa 29:34 membaca kitab kuning atau tidak, tetapi 29:37 bagaimana kemampuan manajemen ee ke 29:40 depannya di dalam hal menghadapi 29:42 tantangan-tantangan global yang dalam 29:45 post trud saat ini saya kira jauh lebih 29:48 besar ya tantangannya dan membutuhkan 29:50 figur yang independen yang sudah selesai 29:54 dengan dirinya gitu ya tidak memerlukan 29:57 ee apa bantuan, tidak memiliki 29:59 kepentingan apapun selain berkhidmat 30:01 untuk NU. Nah, ini saya kira menjadi hal 30:04 yang ee yang penting yang patut untuk 30:06 digaungkan. Sehingga katakanlah 30:09 kebangkitan ulama gelombang kedua di 30:12 2026 ini ya harus menjadikan NU mampu 30:15 untuk kemudian merespon berbagai 30:18 tantangan dan mencari solusinya dari 30:21 sisi ekonominya, dari sisi sosial ya, 30:25 dari sisi teknologi, dari sisi 30:27 perkembangan perkembangan global lainnya 30:30 yang itu memang harus diperkuat dari 30:34 aspek kaderisasi dan juga ee apa 30:38 penguatan ya ee keanggotaan maupun juga 30:42 kontribusi buat jamiah ee para nahdiin 30:46 yang tentu tadi itu melingkupi mencakup 30:50 hampir ee 57% ya dan ee sebagian besar 30:54 kan juga generasi-generasi muda ee yang 30:58 itu akan berkontribusi ya untuk 31:01 Indonesia ke depannya. Nah, jadi tentu 31:03 tantangan NU jauh lebih besar begitu ya, 31:07 menjadi kekuatan yang memiliki kuantitas 31:10 dan juga kualitas. Apalagi kalau 31:12 dikaitkan dengan bonus demografi ya. 31:16 Maka kan penyiapan-penyan 31:18 ke arah sana yang tidak hanya didominasi 31:22 oleh sumber daya manusia yang memiliki 31:26 apa? keilmuan keagamaan, tetapi juga 31:29 saya kira harus melakukan diversifikasi 31:32 semakin dibanyak 31:34 ee apa ee SDMSDM yang punya kemampuan 31:39 keahlian ya, pemberdayaan ekonomi, hal 31:43 teknologi, 31:44 ee tantangan-tantangan ee keilmuan saat 31:47 ini yang memang dibutuhkan untuk ya 31:50 berkembangnya suatu bangsa atau negara. 31:52 dan NU saya kira menjadi ee miniatur itu 31:55 dan harus bisa diarahkan di ke sana. 31:58 Tidak hanya sekedar sebagai jamiah 32:00 sekumpulan ya orang-orang yang taat 32:03 kepada kiai, orang-orang yang kemudian 32:05 bisa dimobilisir untuk kepentingan 32:07 politik tapi justru harus menjadi 32:10 kekuatan besar ya ee di dalam ee 32:12 pemberdayaan ekonomi, penguatan SDM, 32:15 maupun juga untuk kebutuhan-kebutuhan 32:18 strategis ya nasional maupun juga 32:20 global. Saya kira ee gelombang kedua 32:23 kebangkitan ulama ya harus mengarah ke 32:26 sana agar peran ee NU tidak hanya diakui 32:30 secara lokal tetapi juga secara global. 32:34 Tetapi tentu upaya untuk merawat jagat 32:38 begitu ya berkontribusi untuk global 32:40 jangan sampai kemudian melupakan umat. 32:43 Tapi kan harus seiring ya bareng dengan 32:46 penguatan grass root-nya, lokalnya, 32:48 tetapi juga kompetensi globalnya. Saya 32:51 kira ini catatan-catatan saya, Mas Saldi 32:54 yang bisa saya sampaikan. Kurang 32:56 lebihnya mohon maaf. Wallah. 32:59 Wasalamualaikum warahmatullahi 33:01 wabarakatuh. 33:02 Waalaikumsalam. 33:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:06 wabarakatuh. Terima kasih Pak Yon atas 33:09 pandangan awalnya. Ee kita sekarang 33:11 kepada Lan Iskan. 33:13 Bagaimana Pak Adlan melihat bagaimana 33:15 lancarnya muktamar 33:17 NU ya dan menghasilkan pemimpin baru 33:20 yang didukung oleh mayoritas ee Nahdiin. 33:28 Saya kira Bung Aldi bahwa 33:31 yang penting bahwa NU sekarang sudah 33:34 meninggalkan demokrasi one man one food 33:38 seperti Muhammadiyah. Nah, berarti dua 33:40 organisasi Islam yang sangat besar, 33:43 Muhammadiyah dan NU sudah tidak percaya 33:47 lagi mekanisme one man one food. Nah, 33:51 ini berarti 33:54 kalau tadi NU dibilang ee terbesar dan 33:57 Muhammadiyah katakanlah yang kedua, 33:59 berarti nomor satu dan nomor dua sudah 34:02 tidak percaya one man one foot. Nah, 34:05 apakah itu akan mempengaruhi kenegaraan? 34:09 Artinya sistem pemilu negara ini kalau 34:13 ada orang yang mau menggulirkan bahwa 34:15 tidak lagi pemilu langsung, kelihatannya 34:18 bisa diterima karena Muhammadiyah ya 34:21 sudah begitu, NU sudah begitu dan kalau 34:25 memang ini bagus ya ee saya kira kalau 34:28 tadi tema malam ini adalah belajar dari 34:31 muktamar 35 NU ya kita belajar 34:34 dan yang terutama harus belajar ya 34:37 partai. Menurut saya ee karena ee 34:40 partai-partai ini kan keras kepala. 34:43 Artinya ee rakyat sudah maunya begini, 34:47 partai masih begitu, orang maunya sudah 34:50 reformasi jilid dua, partai-partai 34:53 dianggap penghambat reformasi jilid du. 34:56 Dan kalau kita mau belajar dari muktamar 34:58 35, ternyata ketika divoting pilih 35:02 sistem one man one fot sistemwa menang 35:06 sistem ahwa dan menangnya telak sekali. 35:08 Ee berarti memang kesadaran bahwa one 35:11 man one food tidak bisa melahirkan 35:15 pemimpin yang terbaik bahkan hanya 35:17 melahirkan konflik itu kan pada dasarnya 35:20 juga terjadi di tingkat negara begitu. 35:23 Nah, sekarang kalau kita memang 35:25 betul-betul mau belajar ya, kita belajar 35:28 sistem demokrasi itu sampai nanti 35:31 diketemukan bahwa sistem akhwa, tetapi 35:35 Muhammadiyah kan sudah mapan sekali 35:36 dengan sistemnya, sangat memuaskan ee 35:39 dan menghasilkan yang terbaik. meskipun 35:42 yang sistem ahwa di NU masih kemarin 35:46 masih katakanlah kenapa ulama yang 35:49 mendapat suara terbesar Kiai ee ee Nur 35:53 dari Kediri itu 35:55 K Juli ya pelosok Heeh 35:57 ya itu tidak terpilih misalnya begitu 35:59 yang terpilih adalah yang dapat e suara 36:02 terbanyak keempat tapi apapun itu ee 36:06 disepakati dalam akwa dan bahkan akwa 36:09 sebetulnya berwenang 36:11 untuk memilih biarpun tidak masuk 9 36:14 besar. Artinya di luar sembilan besar 36:17 pun di diizinkan 36:20 atau dibolehkan memilih di luar yang 36:23 sembilan itu. Nah, mungkin suatu saat 36:26 itu akan terjadi dan ee kita lihat tentu 36:32 kelihatan betul atau salah kita tunggu 36:35 setelah muktamar ini. Terutama setelah 36:38 ee Suriah terbentuk dengan seluruh 36:41 anggotanya. Apakah sembilan kiai yang 36:44 kemarin dapat sembilan suara terbanyak 36:47 itu semuanya menjadi Surya? ada mungkin 36:51 ada yang ada wakil rais am atau yang 36:54 lain-lain begitu atau ada beberapa orang 36:57 yang tidak mau duduk misalnya ya katanya 37:02 beberapa kiai dianggap ee tidak bisa 37:06 diatur atau tidak bisa didiktate, tidak 37:09 bisa diajak begini begitu. Nah, nanti 37:13 kita lihat apakah kiai-kiai yang 37:15 dianggap seperti itu itu tetap duduk di 37:18 Suriah atau beliau tidak bersedia 37:21 begitu. Kita akan lihat itu. Nah, e 37:24 susunan tanfidah kan kita juga belum 37:27 belum melihat karena formaturnya kan 37:31 sedang bekerja sekarang. Nah, nanti kita 37:34 akan melihat program utamanya ke depan 37:38 itu apa. Karena kemarin di muktamar kan 37:40 tadi seperti Prof bilang itu kan masih 37:43 tenggelam pada masalah suksesi. Nah, 37:46 sebetulnya di periode yang kemarin itu 37:49 kan semacam timbul kesadaran yang sangat 37:52 mendasar bahwa NU ini umatnya terbanyak 37:57 tapi juga yang termiskin, yang 37:59 terketinggalan, yang terbawah. Begitu. 38:02 Kesadaran itu saya lihat besar sekali. 38:05 Sehingga kalau dulu kebangkitan ulama, 38:08 sekarang mungkin kebangkitan umat 38:10 begitu. Nah, dengan cara sampai 38:13 memperjuangkan dapat tambang batubara 38:15 segala macam, artinya kan ee sudah 38:18 disadari sesadar-sadarnya bahwa tidak 38:21 bisa begini terus, bahwa ini besar tapi 38:25 besarnya seperti gelembung yang ee tidak 38:28 mentes gitu. Ee nah ini tapi kan 38:32 kemudian di muktamar itu tidak mengemuka 38:35 dan bahkan ketua umum yang gigih di 38:38 bidang itu kan tidak terpilih lagi. Nah 38:41 atau 38:43 pakai cara lain misalnya dunia sudah 38:47 sepakat bahwa mengentas kemiskinan yang 38:50 terbaik adalah lewat pendidikan. 38:53 Sementara NU punya lembaga pendidikan 38:55 yang jumlahnya luar biasa banyak. Tetapi 38:58 apakah lembaga-lembaga pendidikan NU 39:01 sudah pada kerangka yang bisa mengatasi 39:07 kemiskinan itu? Artinya kemiskinan umat 39:10 begitu. Itu kan juga tugas besar sekali 39:14 kalau memang NU akan menempuh jalan 39:17 mengatasi 39:19 apa? 39:21 mengatasi 39:23 predikat sebagai umat yang besar tapi 39:26 paling miskin dan paling bawah, paling 39:28 terbelakang itu lewat pendidikan. Kalau 39:31 lewat pendidikan berarti 39:34 sekolah NU yang begitu banyak itu kan 39:37 harus 39:39 dirombak habis-habisan supaya sesuai 39:41 dengan ee perkembangan zaman dan bisa 39:45 dipakai untuk itu tadi teori bahwa 39:47 mengatasi kemiskinan terbaik adalah 39:49 lewat pendidikan. meskipun itu tidak 39:51 bisa cepat, tetapi dunia sudah sepakat 39:53 ee memutus kemiskinan adalah lewat 39:56 pendidikan. Nah, benih benih itu kan 39:59 sudah ada di NU. Misalnya sering saya 40:02 kemukakan ada pesantren di NU di di 40:06 Cirebon itu luar biasa majunya meskipun 40:10 tidak membawa bendera NU tapi membawa 40:12 bendera kiainya itu sendiri. di mana 40:15 misalnya sekolah itu antri ee inden 40:19 untuk bisa masuk ee madrasah itu dan 40:23 perombakan terbesar yang dilakukan 40:25 adalah tingkat SMA-nya mata pelajarannya 40:29 hanya tiga, 40:32 tidak seperti saya dulu ketika di Aliah 40:34 mata pelajarannya 27 40:37 karena bahasa Arab saja ya nahwu sarf 40:40 segala macam kemudian hadis saja hadis 40:42 mustalah hadis segala macam e Quran ya, 40:45 tafsir, asbabun nuzul dan seterusnya. 40:47 Mata pelajaran waktu saya di Aliah itu 40:49 27. Sementara di SMA NU NU dalam tanda 40:53 kutip di Cirebon itu berani sekali mata 40:57 pelajarannya hanya tiga. Semester satu 40:59 adalah membaca Quran, 41:02 kemudian matematika, fisika. Cuma tiga, 41:06 satu semester tiga itu terus yang 41:07 diajarkan. Semester kedua, 41:11 hafal Quran, matematika, fisika. 41:14 Semester 3 bahasa Arab, matematika, 41:18 fisika. Semester 4 bahasa Inggris, 41:22 matematika, fisika. 41:24 terus sampai tamat ee SMA mata 41:28 pelajarannya 3. Nah, ini luar biasa 41:32 majunya dan inisiatif 41:35 inisiatif-inisiatif pribadi tokoh-tokoh 41:37 muda NU seperti itu banyak sekali. 41:40 anggap saja NU kultural zaman baru 41:43 adalah NU kultural yang di luar sistem 41:48 ee di luar struktur NU mereka berjuang 41:51 sendiri-sendiri memperbaiki 41:53 pendidikannya dan kalau itu nanti 41:56 berkembang terus maka ya ee kebangkitan 41:59 umat ee bukan lagi kebangkitan ulama 42:02 tapi kebangkitan umat dan itu mungkin 42:04 jalan terbaik bagi NU. Makasih. 42:09 Masyaallah. kasih pandangan keren 42:11 pandangan Pak Dalan. Nah, bagaimana Pak 42:13 Mardani tadi pandangan Pak Adalan, Prof. 42:15 Romli ya, Prof. Yon ini bisa menjadi 42:18 model baru nih yang kita tidak 42:20 sangka-sangka ternyata NU bisa juga ee 42:24 dengan tingkat musyawarah yang begitu 42:26 tinggi ya kualitasnya bagaim dan ini 42:28 bisa jadi percontohan buat partai-partai 42:30 juga ya. Di mana demokrasi di 42:32 partai-partai sekarang kayaknya belum 42:33 terwujud malah. 42:36 Yang pertama tentu apresiasi ee 42:40 pandangan-pandangannya 42:43 terutama tadi Pak Dahlan ketika 42:46 mencoba meng-capture ee perubahan di 42:49 Nahdatul Ulama yang tadinya pemilihan 42:53 one man one foot menjadi ee pemilihan 42:57 kepada ahlul halli wal aqdi. Ya, ahlul 43:01 wal ahlul halli wal aqdi. Jadi kelompok 43:06 terpilih yang memang punya kapasitas dan 43:09 kualitas ya. Ee ee kalau di PKS 43:15 sebetulnya Bang Haldi, kita sudah 43:17 menggunakan Majelis Syura yang memilih 43:19 dan Majelis Syura itu ahlul hali wal 43:22 aqdi. Untuk jadi anggota Majelis Syura 43:24 dipilih oleh anggota partai. Jadi memang 43:27 pemilihan ahlul hali wal aqdi ee baik 43:31 penerapannya. Kalau tadi Prof. 43:33 mengatakan ada election yang juga 43:36 selection gitu loh. Buat saya tentu ee 43:39 ini menjadi menarik. Eh 43:43 Liquanyu padahal pasti ee tahu ya 43:46 menyatakan demokrasi itu memerlukan 43:50 syarat utama adanya kelas menengah yang 43:54 kritis ya baru dia akan hidup. Sementara 43:58 di kita dengan pendapatan per kapita 44:02 yang di bawah 6.000 ya kata Samuel 44:04 Huntington demokrasi akan anomali pada 44:07 pendapatan perkapita di bawah 6.000. Ya, 44:09 ini yang terjadi dengan kita. Sehingga 44:11 buat saya ini sangat menarik ee kalau 44:14 bangsa ini mau belajar dari NU dan 44:16 Muhammadiyah 44:17 yang buat saya dua-duanya punya 44:19 kelebihan kalau Muhammadiyah ee amal 44:22 usaha ee baik itu pendidikan, 44:25 kesehatannya 44:26 ee lazizmunya itu luar biasa ya. Kalau 44:30 teman-teman NU ee kultural pesantren 44:33 yang sangat kuat dan kokoh ya. Saya 44:35 kemarin merasakan luar biasa keikhlasan, 44:39 luar biasa guyubnya, luar biasa ee 44:43 grassroot-nya tuh hidup. Sehingga memang 44:47 NU dan Muhammadiyah ini harus 44:49 betul-betul dirawat, ditumbuhkan, 44:51 dikembangkan. Dan saya setuju eh Daren 44:55 EC Moglu selalu ee mengatakan sederhana 44:59 eh Pak Dahlan eh kenapa Venezuela ee 45:04 yang pemilik cadangan minyak terbesar di 45:06 dunia yang mestinya 45:09 menjadi negara kaya itu menjadi negara 45:12 yang ee miskin dan Swiss negara yang 45:15 tidak memiliki sumber daya bahkan 45:18 landlok yang mestinya menjadi negara 45:19 miskin menjadi negara super kaya salah 45:22 Salah satu sebabnya karena adanya 45:24 institusi yang inklusif ketimbang 45:27 institusi yang ekstraktif. Dan 45:30 keberadaan institusi yang inklusif ini 45:32 akan sangat terkait dengan institusi 45:36 politiknya, sistem politiknya. Sistem 45:38 politik yang sehat akan melahirkan akan 45:41 melahirkan ee 45:45 institusi yang inklusif. Dan saya setuju 45:48 perlu ada reformasi jilid dua khususnya 45:51 kepada lembaga-lembaga politik baik itu 45:54 partai politik, DPR, ee saya juga 45:57 melihat kepada pemerintahan yang 46:00 dieksekutif. Begitu Pak Dahlan, Mang 46:02 Haldi. 46:04 Ya. Baik, terima kasih Prof. ee eh Pak 46:07 Mardani. Profardani. Semua profesor di 46:10 sini, Pak. kecuali saya. Oh, kalau Prof 46:17 apa? Kalau Pak Dahlan lebih di atas 46:19 Profesor. Pak Dahlan dari Aliah itu yang 46:23 paling keren itu saya, Pak. Dari Aliah. 46:28 Baik, kita sekarang ke Prof. Lili. Prof. 46:30 Lili benar ya maksudnya menarik melihat 46:33 dinamika NU ini luar biasa melihat di 46:37 tengah situasi terjadinya dinamika 46:39 internal ya ternyata endingnya tuh bagi 46:42 saya sih sangat indah sih menurut saya 46:44 ya sangat indah dengan muktamar ini 46:46 endingnya luar biasa dan ee apa 46:49 kira-kira ee semangat ini yang perlu 46:52 kita tularkan di di dalam kehidupan 46:55 berbangsa kita, terutama di negara kita, 46:58 lembaga-lembaga negara ya? 47:00 Presiden dan kabinetnya DPR, eksekutif, 47:04 legislatif, yudikatif, dan lain-lain dan 47:06 partai politik dan juga dalam kehidupan 47:09 ee sosial dan masyarakat kita 47:13 ya. Ee makasih 47:16 tadi ee pandangan Pak Dahlan tidak 47:18 menarik. Tapi sebelum ee 47:22 mendukung tadi pandangan Pak Dahlan ee 47:25 pertanyaan Pak Heldi ya ee saya kira ee 47:30 ee pembelajaran ee buat kita semua dan 47:34 juga ee buat ee 47:37 NU gitu 47:39 ya. Saya sebagai warga NU gitu ya. kita 47:42 tadinya kan khawatir eh polarisasi ee 47:45 begitu ee 47:48 tinggi gitu kan. Ee Gus Yahya ee dipecat 47:53 kemudian diangkat Plt ee Keulfa gitu. 47:57 Terus e penentuan ee 48:00 tempat muktamar ee terjadi pembatalan 48:04 kemudian akhirnya ee dipilih di Jombang 48:07 gitu 48:08 dan ee kita ee merasa ee wah kalau 48:12 begini ee NU ee bisa ee terpecah nih 48:16 seperti partai politik juga ada ee ee 48:20 beranak-pinak gitu kan ee beranak pinak 48:23 termasuk ke PKS juga kan Pak Mardani 48:25 gitu kan ee pecah juga gitu. gitu loh 48:27 kan. Ee ternyata ee kekhawatiran itu ee 48:31 berakhir ee dengan ee happy ending itu 48:34 gitu loh. Ee yang kita tahui bahwa ee 48:38 meskipun ee ada protes-protes ee 48:41 ketidakpuasan eusah kan ee menerima dan 48:45 tidak akan keluar dan saya tetap akan 48:47 berkontribusi katanya terhadap NU. I 48:50 ee berarti ee ya dari konflik ee menuju 48:53 ee konsensus ini sesuatu yang harus 48:56 menjadi ee pembelajaran juga buat ee ee 49:00 partai-partai politik gitu ya, terutama 49:03 partai politik karena ee partai politik 49:05 kan representasi ee dari ee rakyat kan 49:08 ee dari rakyat. Oleh karena itu ee 49:12 bagaimana ee memberikan anu ee 49:14 mentradisikan ee bahwa ee konflik itu ya 49:19 tidak harus berakhir kepada perpecahan, 49:22 tetapi ee berakhir pada ee konsensus dan 49:26 NU memang ee kan sudah ee dikenal juga 49:30 meskipun ee gegeran gitu istilahnya kan 49:33 nanti juga terjadi geran gitu ya akan ee 49:36 bersatu kembali karena memang ee ee 49:40 fleksibilitas ee NU ee yang karena 49:44 memang masing-masing ee mempunyai ee 49:46 otonomi kan para kiai kiai tersebut, 49:50 tetapi otonomi-otonomi itu demi 49:52 organisasi kemudian mereka ee bersatu. 49:56 Saya kira ini hal yang ee menjadi ee 49:59 ibrah buat kita semua gitu loh. Artinya 50:02 konflik ya harus diakhiri ee dengan ee 50:04 konsensus, tidak terus-menerus ee 50:07 terjadi ee ee vaksionalisasi itu gitu 50:11 sampai ee menyebabkan perpecahan ee di 50:15 ee organisasi 50:17 dan ee NU saya kira eh meskipun 50:20 konfliknya konflik tajam ya selalu ee 50:23 berakhir dengan eh happy ending itu 50:27 meskipun ya umatnya ee menjadi ee ee 50:31 khawatir juga gitu. Karena sebagai ee 50:34 organisasi 50:35 besar kan harus berharap memberikan ee 50:38 usuhalah keteduhan ee seperti yang 50:40 dicontohkan tadi Pak Dalan atau Pak 50:43 Mardani ya di ee Muhammadiyah ee tidak 50:47 terjadi itu ee keributan-keributan 50:50 terkaitan dengan ee suksesi. 50:52 Maka ee saya berharap ee ke depan memang 50:55 ee ini ee perlu ee dilembagakan gitu 51:00 model ee mekanisme suksesi kepemimpinan 51:03 via Ah ini tinggal diperkuat tentang ee 51:07 kriterianya gitu. Kriteria yang akan 51:11 menjadi ee anggota Ahwa ya atau dipilih 51:14 Ahwa itu karena kan muncul ee 51:17 ketidakpuasan juga gitu. Kenapa Kiai 51:20 Bisri enggak terpilih? Kenapa Kiai 51:23 Marruf enggak terpilih? Kenapa yang 51:26 dipilih ya tadi ee Kiai Ahyar bukan Kiai 51:30 Nurul Huda gitu? Ada yang menginginkan 51:33 kenapa tidak ee ee Kiai Said kan seperti 51:37 itu. Apapun saya kira ya itu kan ee 51:39 sudah ee mekanisme konsensus yang 51:42 dilakukan oleh sembilan ee anggota AKWA 51:45 itu. Nah, saya kira itu. Itu yang e 51:48 pertama. Yang kedua, saya kira ee kita 51:51 tahui dari dulu bahwa ee pesantren itu 51:54 kan agen ee perubahan ee sosial, 51:57 kontribusi ee pesantren, para kiai dan 52:00 ee para santrinya terhadap ee kemajuan 52:04 ee bangsa ini ee begitu ee tinggi dan ee 52:08 saya kira selalu ee pesantren-pesantren 52:11 itu ee melakukan ee adaptasi-adaptasi 52:15 terhadap ee merespon perubahan tersebut 52:18 meskipun memang ee tidak secepat ee 52:21 seesponsif 52:23 organisasi-organisasi 52:25 ee lain. Ee di ee NU memang ada yang 52:28 begitu responsif yang seperti 52:30 dicontohkan oleh Pak Dahlan tadi, tapi 52:32 ada yang juga masih mempertahankan 52:35 sistem ee salafiahnya gitu di sana. 52:39 apapun itu saya kira ee masing-masing eh 52:43 kiai itu ada landasan pemikiran ee untuk 52:47 mempertahankan antara tradisi dan 52:50 modernitas itu gitu. Ee oleh karena itu 52:54 eh saya kira memang ee ke depan ee 52:57 tantangan global begitu tinggi ee maka 53:00 memang ee para ee kiai itu harus 53:04 responsif. Kalau tidak maka akan ee 53:06 ketinggalan zaman. Meskipun kita akui ee 53:10 sekarang ee banyak ee kader-kader NU 53:13 sudah ee mengalami mobilitas vertikal 53:17 kan banyak ee yang ee di birokrasi 53:20 begitu banyak yang dulu ee sedikit gitu 53:23 zaman Orde Baru sekarang itu banyak ee 53:25 di birokrasi yang ee mendapatkan ee 53:28 gelar-gelar ee S3 e Profesor kayak Prof. 53:32 Yon ini ee banyak juga gitu. di ee semua 53:36 partai politik banyak. Nah, aset-aset 53:38 ini saya kira ee apa yang ee diharapkan 53:42 oleh Pak Dahlan agar tidak tertinggal 53:45 lagi, tidak terbelakang lagi, itu mereka 53:48 itu guyub ee untuk ee bisa ee 53:52 memberdayakan ee umat NU ini gitu. 53:56 karena memang ee diakui secara ee 53:59 ekonomi ee umat NU ini masih ee 54:03 kekurangan, masih ee terbelakang gitu. 54:06 Jadi ee indeks atau apa ee kalau di 54:10 sensus tentang ee kemiskinan itu ee yang 54:13 ee 8% itu ee bisa jadi ee mayoritas 54:17 adalah ee orang NU gitu loh. Itu apalagi 54:21 ee itu yang rujuk BPS kalau menurut 54:23 workbank yang 60% itu mayoritas juga 54:26 orang NU. Itulah konsennya adalah 54:28 bagaimana ee pemberdayaan ekonomi dan 54:31 pemberdayaan pendidikan dua itu yang 54:33 saya kira ee NU ee harus ee menjadi ee 54:38 perhatian gitu. Ke depan ee jangan hiruk 54:41 pikuk terhadap ee politik praktis tetapi 54:44 bagaimana membaakan ee umat ini kayak 54:47 gitu. Apalagi ee kata Pak Dahlan ee di 54:50 kolomnya ini kan ketuanya ini kan ee 54:53 orang yang ee bisa menghitung uang 54:55 katanya. Begitu judulnya Pak Dahlan ya. 54:57 Nah, itu kan ee jadi ee tahu betul gitu 55:01 ee bagaimana agar ee umat NU itu punya 55:04 uang semua gitu ee supaya tidak menjadi 55:08 ee objek ee dari siapapun tetapi ee 55:13 menjadi subjek kekuatan ee buat ee NU 55:16 yang diharapkan oleh Pak Yon itu tadi ee 55:20 ee abad ee satu abad NU ini ee 55:25 abad kedua. abad kedua. 55:27 Abad kedua ee NU ini ee betul-betul ee 55:30 fokus ee kata pah dalam kebangkitan umat 55:33 begitu. Jadi bukan hanya kebangkitan ee 55:35 ulama tetapi ee umat. 55:38 Ini saya kira ee yang harus ee menjadi 55:41 ee perhatian. Yang ketiga saya kira 55:43 memang ee ini ee 55:48 kita berharap begitu ee karena kan ee 55:51 publik itu berharap NU itu menjadi 55:54 kekuatan civil society 55:57 yang ee meskipun memang mendukung 56:00 pemerintah tetapi tetap ee bersifat ee 56:04 kritis gitu terhadap ee kebijakan. Nah, 56:07 beberapa rekomendasi saya kira ee 56:09 menunjukkan kekritisan juga gitu kan. 56:12 salah satunya agar mengevaluasi ee 56:15 koperasi ee ee desa merah putih itu gitu 56:20 agar ee asas gotongroyong ee bottom up 56:23 itu harus ee diperhatikan juga 56:26 rekomendasi tentang ee sumber daya alam 56:30 dan lain sebagainya itu. Nah, itu ee 56:32 sebagai kekuatan civil society memang 56:35 harus ee dikawal gitu. Jangan lagi ee 56:38 kemudian ee hiruk pikuk terkait dengan 56:42 ee politik ee praktis. Betul-betul ee NU 56:46 menjadi kekuatan civil society. Ya, itu 56:49 harapan saya sih eh Pak Heldi. Makasih. 56:53 Baik, terima kasih Profi. Sekarang saya 56:56 ingin ke Profon. Prof. Ee terkait dengan 57:01 ee peran NU dalam membangun citra Islam 57:04 rahmatan lil alamin di Indonesia ataupun 57:08 di dunia ya ahlusunah wal jamaah dan 57:11 juga Islam ee rahmatan lil alamin. 57:14 Bagaimana dengan kepemimpinan baru ini e 57:16 dengan Kiai Miftahul Akhyar dan juga Gus 57:19 Kikin sebagai ketum PBNU-nya ee arah 57:22 kebijakan dan melihat dari karakter dan 57:24 track record mereka mungkin yang 57:26 sangat-sangat moderat dan perekat dan ee 57:29 membuka hubungan silaturahmi dengan 57:31 banyak pihak gitu ya. Nah, kira-kira 57:33 bagaimana ee Pak Yon ee melihat arah 57:36 kepemimpinan mereka terkait ee bagaimana 57:39 NU membangun Islam rahmati alamin dan 57:41 ahlusunah wal jamaah. percontohan bagi 57:44 Indonesia dan dunia. 57:46 Iya, saya kira kan apa kesadaran itu kan 57:49 sudah sudah muncul ya. dulu ee Kiai Said 57:53 menyebutnya atau K. H. Muzadi kan juga 57:55 sudah menyebutnya dengan Islam apa? Ee 57:58 rahmatan lil alamin. Kemudian Kiai Said 58:01 memunculkan Islam Nusantara kemudian 58:04 berikutnya berubah lagi. Tetapi kan 58:05 harusnya esensi dari apa konsep rahmatan 58:10 lil alamin itu kan bukan pada ee 58:12 penamaan ya. Harusnya itu kan 58:14 semangatnya sudah muncul yang menjiwai 58:16 prinsip NU yang yang moderat. kemudian 58:21 apa berimbang begitu ya ee toleran tasam 58:25 itu kan sejak awal berdiri sudah di di 58:28 apa dirumuskan ya. Nah itu saya kira 58:31 harus di diperkuat dan NU kan harusnya 58:34 kemudian ya sudah saatnya memang NU 58:37 perannya kan untuk mengawal untuk 58:39 memandu zaman gitu ya jangan sampai 58:42 malah kemudian ketinggalan zaman gitu 58:44 ya. Kalau ketinggalan zaman kan berarti 58:46 ada di belakang dan harus nah ketika 58:48 menjadi di depan itu kan harus selalu ee 58:50 muncul berbagai macam inisiatif ya 58:54 terhadap masalah-masalah yang dihadapi 58:56 oleh umat. Kemudian juga tentu 58:59 masalah-masalah yang yang lain secara 59:01 umum. Dari sisi keberagamaan saya kira 59:05 ya Islam rahmatan lil alamin ya ee perlu 59:08 untuk kemudian diperkuat imitnya sampai 59:10 ke ke global begitu ya. kemampuan untuk 59:14 menyelesaikan masalah, kemudian 59:15 toleransi, aspek-aspek tadi ya, wasatia 59:19 itu kan sudah sudah ada. Tetapi tentu 59:21 untuk mempromosikan itu kan tidak harus 59:23 memakai apa ee pihak luar yang ee bisa 59:28 jadi pihak luar itu justru memanfaatkan 59:31 keberadaan NU begitu ya. Sementara kita 59:33 tidak ee secara langsung bisa 59:35 mempromosikan. saya kira hal ee yang 59:38 kemarin kan ee itu perlu menjadi juga 59:40 apa ee koreksi dan saya sepakat bahwa ee 59:45 ke depannya ya ee memang ee umat itu 59:50 harus diperkuat begitu ya. Saya setuju 59:54 dengan Pak Dahlan ya yang ee sebelumnya 59:58 kan ee apa ee umat menggendong elit ya. 1:00:03 Nah, sekarang ya saatnya ee elit 1:00:07 mengangkat umatnya begitu yang rumput 1:00:11 biasa diinjak-injak sekarang rumputnya 1:00:13 harus disunggi di atas begitu. Nah, 1:00:17 filosofi itu harus dipegang gitu. Jangan 1:00:20 sampai mobilisasi ke mana-mana naik. 1:00:23 Saya menyaksikan saya dari kampung di 1:00:25 Jombang gitu ya. Ibu-ibu senang kalau 1:00:27 hanya naik mobil bug terbuka diajak ke 1:00:30 mana-mana begitu ya. Tetapi 1:00:32 pemberdayaannya enggak ada begitu. 1:00:34 Sementara elit-elitnya 1:00:36 itu sudah sedemikian rupa. Ini saya kira 1:00:38 harus menjadi catatan. Saya lihat, oh 1:00:40 banyak nih orang-orang NU sudah menjadi 1:00:42 pengusaha, 1:00:45 tapi realitasnya pengusaha apa gitu. 1:00:48 Ee bisa mengusahakan apa saja gitu ya, 1:00:51 apa saja bisa diusahakan. Itu kan jadi 1:00:53 repot kalau prinsipnya seperti itu ya. 1:00:57 Nah, ee saya kira saat ini ee dengan 1:01:01 kepemimpinan yang ada tadi ya menonjol 1:01:03 menonjolkan image rahmatin ke global ee 1:01:07 tetapi juga tentu ke dalamnya perlu 1:01:10 perbaikan-perbaikan dan saya ee percaya 1:01:13 kepemimpinan Rais am Kia Miftahul Ayar 1:01:15 dan Gus Kikin bisa membawa NU ee ke sana 1:01:19 tanpa kemudian diikat atau di apa 1:01:22 dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan 1:01:25 ee tertentu. Memang kan ya NU sebagai 1:01:28 organisasi yang khusus, tapi kan 1:01:30 pemikiran-pemikirannya terbuka begitu 1:01:32 ya. Ee dan itu saya kira selaras dengan 1:01:36 jiwa zaman ya bahwa ya muhafad alaqadim 1:01:41 shh ya waldu bil jadil aslah harus 1:01:43 menjadi semboyan yang terus-menerus gitu 1:01:46 ya. mana yang harus dipertahankan dan 1:01:48 mana harus di diambil gitu tanpa ragu ee 1:01:52 atas suatu pertimbangan untuk mengambil 1:01:55 hal-hal yang baru. Yang tadi kata Kang 1:01:58 ee apa namanya Prof. Lili tadi kan itu 1:02:00 aspek ee apa modernitas dan juga tentu 1:02:04 aspek ee tradisi ya. Tradisi-tradisi 1:02:07 yang baikan itu harus kemudian diperkuat 1:02:09 ya. Sementara kita bisa mengambil 1:02:10 aspek-aspek yang ee maju, yang modern, 1:02:14 yang itu bisa memperkuat NU menjadi 1:02:17 terdepan gitu ya. Kalau mau mengawal, 1:02:20 mau memandu ya harus di depan gitu ya. 1:02:23 Jangan ee di belakang atau tertinggal 1:02:26 termarginalkan dengan ee demografi NU 1:02:29 yang sedemikian ya. Kerja keras itu saya 1:02:32 kira untuk ee meningkatkan ke depannya. 1:02:34 Saya kira begitu. Eh, 1:02:36 Profesor Yon. Profesor Yon ini 1:02:37 sehari-hari di mana, Prof? 1:02:39 Saya di UI, Prof. Eh, 1:02:41 Oh, 1:02:42 saya saudaranya Cam. 1:02:45 Iya, ya. Ya, i. Saya tadi di UI siang, 1:02:48 ya. 1:02:48 Oh, iya. 1:02:50 Menguji menjadi salah satu penguji calon 1:02:53 doktor tadi ya. 1:02:54 Oh, oke oke. I siap. 1:02:56 Oke. 1:02:58 Oke. Tadi di apa? Ee, Pak Adlan fakultas 1:03:01 apa? 1:03:03 Fakultas Ilmu Humaniora apa Ilmu Budaya. 1:03:06 Ilmu budaya. 1:03:07 Oh, di sejarah ya tadi ya? Fajar ya 1:03:09 bukan? Iya. 1:03:09 Iya iya iya betul betul. 1:03:11 Oh tadi saya di situ mau datang tadi itu 1:03:13 tapi ada 1:03:17 saya ketemu tadi Pak Dahlan. 1:03:19 Baik. 1:03:19 Istilahnya Prof. John Prof John. E 1:03:22 istilahnya bagus sekali tentang rumput 1:03:24 tadi. Aduh aku suka sekali ya. 1:03:28 Nah langsung kita lanjutkan, Pak. 1:03:30 Menurut Pak Dahlan. lokal wisdom apa 1:03:33 sebenarnya yang bisa kita gali dari 1:03:35 basis NU ini kan sebenarnya basis 1:03:37 pesantren ya 1:03:39 padahal di mana model pesantren ini kan 1:03:41 agak unik ya Islam di antara tradisi 1:03:44 Islam di seluruh dunia dengan model 1:03:46 pesantren yang ada di Indonesia tapi 1:03:48 kekuatan lokal wisdom apa yang bisa kita 1:03:50 ambil dari basis ee NU dan basis 1:03:53 pesantren ini 1:03:55 yang hebat di NU itu kan karena ada usul 1:03:57 fikih dan itu jadi pedoman kejiwaan dan 1:04:01 rohani orang NU yaitu sesuatu yang tidak 1:04:06 bisa dipakai semua, jangan dibuang 1:04:08 semua. Ah, itu usul fikih yang menurut 1:04:11 saya membuat orang NU itu fleksibel. 1:04:14 Saking fleksibelnya 1:04:16 ketua umum PKS itu loh NU begitu 1:04:21 ya. 1:04:22 Dan ketua ketua PKS Jawa Timur itu NU 1:04:25 tulen 1:04:26 gitu ya. 1:04:30 Saya enggak habis pikir bagaimana ada 1:04:32 orang NU NU beneran menjadi ketua umum 1:04:36 DPP PKS dan menjadi ketua PKS Jawa Timur 1:04:40 itu kalau tidak karena usul fikih itu 1:04:43 saya kira enggak terjadi begitu. Nah, 1:04:47 kemudian 1:04:49 saya tertarik dengan Prof. ion tadi 1:04:52 bahwa 1:04:53 mm civil society misalnya menurut 1:04:57 pendapat saya kepengurusan yang akan 1:05:00 datang ini pekerjaan begitu banyak tidak 1:05:03 mungkin ditangani oleh pengurus seperti 1:05:05 juga kabinet Indonesia lah pekerjaan 1:05:07 begitu banyak enggak mungkin ditangani 1:05:10 oleh satu kabinet enggak mungkin harus 1:05:13 memberdayakan banyak eh resources begitu 1:05:16 nah misalnya civil society menurut saya 1:05:20 ya sudahlah lah ee 1:05:22 apa DPP PKB nanti PB PBNO nanti PKB 1:05:27 minta maaf ee PBNO nanti sudahlah 1:05:30 menokohkan salah satu kiai yang memang 1:05:34 mempunyai kejiwaan dan kejuangan di 1:05:38 civil society untuk menjadi komandan 1:05:41 civil society di masyarakat NU. misalnya 1:05:44 Kiai Rozin eh dari Pati yang kemarin 1:05:48 menjadi salah satu calon e ketua umum ya 1:05:50 sudah beliau kelihatannya punya 1:05:52 antusiasme dan punya ee ruhul jihad 1:05:56 kalau istilah punya ruhul jihad di 1:05:59 bidang ee perjuangan civil society. 1:06:02 Pendidikannya juga memenuhi syarat ee 1:06:05 untuk itu. Ya sudah, PBNO menokohkan 1:06:09 beliau sebagai tokoh 1:06:12 tokoh civil society dari kalangan NU dan 1:06:16 diberi keleluasaan, diberi kebebasan, 1:06:19 diberi 1:06:21 lapangan yang luas untuk berkibrah, 1:06:24 berkiprah sebagai tokoh NU di bidang 1:06:27 civil society. Menurut saya enggak ada 1:06:29 salahnya. eh toh kan e fleksibel tadi 1:06:32 tidak harus ee PBNO 1:06:37 mencerminkan civil society sekaligus 1:06:40 untuk mengurangi konflik-konflik ee di 1:06:42 tingkat akar rumput dan seterusnya. maka 1:06:45 tokoh civil sociin 1:06:48 dari Pati ditokohkan, diberi lapangan, 1:06:51 diberi ee kalau Cak Nun bilang ee 1:06:56 mumpung padang rembulan begitu. Ee 1:06:59 diberi lapangan yang luas begitu, diberi 1:07:02 jalan dan tidak usah merasa em 1:07:07 dicemburui 1:07:08 karena kok dia lebih terkenal ya di 1:07:10 bidang civil society dibanding ketua 1:07:12 umum. Dan saya kira Gus Kikin bukan tipe 1:07:14 orang seperti itu. Menurut saya bagus 1:07:17 sekali supaya di bidang di wajah sivil 1:07:20 societ NU ini juga kuat gitu. Jangan em 1:07:24 jangan kemudian ee kalau civil society 1:07:26 itu pasti orang sosialis ee apa begitu. 1:07:30 Nah, kemudian di bidang ee inklusivitas 1:07:35 katakanlah tadi Islam Nusantara moderasi 1:07:38 ya sudahlah Kiai Adil Sirat kalau memang 1:07:41 sudah punya wajah di sana beliau justru 1:07:45 katakanlah ini wajah NU di bidang 1:07:48 pembangunan Islam ee Nusantara begitu 1:07:52 atau ee Islam Walisongo apapunlah 1:07:55 begitu. Dan PBNO tidak usah merasa 1:07:58 cemburu bahwa Kiai Gil Sirat kok 1:08:00 terkenal sekali yo eh sebagai pembawa 1:08:03 bendera em rahmatan lil alamin tadi atau 1:08:07 pembawa bendera katakanlah Islam 1:08:08 Nusantara enggak apa-apa. justru dibeli 1:08:10 lapangan, diberi kebebasan untuk 1:08:13 mengibarkan bendera NU di bidang itu. 1:08:17 Jadi siil society dipati, kemudian mm 1:08:21 Islam Nusantara atau Islam garis tengah 1:08:23 atau apapun itu di Cirebon dari 1:08:26 setagirat. Kemudian masih perlu satu 1:08:29 lagi yaitu yang tadi itu bahwa 1:08:33 mengatasi, memutus, 1:08:36 meng-cut off ee kemiskinan lewat 1:08:39 pendidikan. 1:08:40 Harus ada tokoh NU yang terus-menerus 1:08:44 bicara soal ini di kalangan internal dan 1:08:47 yang harus silaturahmi ke kiainya itu 1:08:50 kuat, yang orangnya itu andab asor ee 1:08:54 tawadu, kemudian teknokrat. Dan itu ada 1:08:58 orang NU yang sangat teknokrat di bidang 1:09:00 itu yaitu Prof. Muhammad Muhammad Nuh 1:09:03 yang dua kali muktamar selalu menjadi e 1:09:07 stiring komite. Dan menurut saya ya 1:09:09 sudah urusan pendidikan pokoknya 1:09:11 dipercayakan kepada Prof. Nob karena 1:09:13 beliau memang sudah membuktikan 1:09:15 mempunyai konsep pendidikan. Negara saja 1:09:18 percaya dia. Masa NU tidak percaya 1:09:20 begitu. Dan beliau secara pribadi juga 1:09:24 mempunyai sikap yang tawadu, yang 1:09:27 silaturahminya kuat luar biasa, yang 1:09:30 tidak pernah meninggalkan kopiah, yang 1:09:32 dan segala macam begitu. Menurut saya 1:09:34 memenuhi syarat. Jadi, PBNO enggak usah 1:09:36 cemburu. Nanti di bidang civil society 1:09:39 ada Gus Rozin, di bidang rahmatan e di 1:09:42 bidang Islam Nusantara ada Kiai Akil 1:09:44 Sirat, di bidang pendidikan ada Prof. 1:09:47 Profesor Nuh. Biarlah mereka menjadi, 1:09:51 biarlah mereka menjadi mercar-mecuar di 1:09:54 bidang masing-masing. Begitu kayak 1:09:56 Kristen lah. Kristen itu kan e beda 1:09:59 dengan Katolik. Kalau Katolik itu kan 1:10:00 satu ee keuskup. Nah, NU jangan-jangan 1:10:04 ee kayak Katolik. Semuanya harus 1:10:06 bermuara ke ee ke ee Suriah begitu. ee 1:10:12 dan itu tidak mungkin pekerjaan begini 1:10:14 banyak dan sangat teknokratik 1:10:18 menurut saya begitu. Makasih. I baik 1:10:20 terima kasih Pak Dalan. Ya, sekarang Pak 1:10:24 Marani. Pak Marani ya bagaimana tadi 1:10:27 ngelihat pandangan Pak Dahlan dan yang 1:10:29 lainnya bahwa salah satu kekuanian itu 1:10:31 usul fikihnya kuat ya, moderasinya juga 1:10:34 kuat gitu. 1:10:35 Ada ada satu ya, ada satu yang kemarin 1:10:37 dimunculkan di muktamar yang membuat 1:10:40 semua orang lega. yaitu moto baru saya 1:10:42 lihat dan saya memuji dengan pencipta 1:10:44 moto ini. Menjadi pengurus itu 1:10:47 secukupnya. Menjadi NU itu selawase atau 1:10:51 selamanya. 1:10:52 Menjadi pengurusnya 1:10:54 menjadi NU selamanya. Itu hebat sekali 1:10:57 ya. 1:10:58 Keren, keren, keren. Kalau saya motonya 1:11:01 ini Pak Adan politik secukupnya, 1:11:03 persahabatan selamanya. kayaknya 1:11:05 jangan-jangan NU itu ngelihat postingan 1:11:07 saya tuh niruin 1:11:12 ya, Pak. Gimana, Pak? Silakan, 1:11:15 Bang Haldi. Nih, kita lagi belajar dari 1:11:19 NU 1:11:21 ya. 1:11:22 Jadi yang pertama ee 1:11:26 ini kita belajar dari NU tapi saya juga 1:11:29 yakin NU sangat open minded ya. Masukan 1:11:33 Pak Dahlan eh 1:11:36 Gus Ion ya, bukan cuma Prof ya, Prof. 1:11:39 Fromle ya. Buat saya ee ini ee adalah ee 1:11:45 tanda cinta kita betapa NU sebagai 1:11:49 entitas ormas terbesar di Indonesia. 1:11:53 Kalau NU-nya sehat, Indonesia sehat. 1:11:56 Kalau NU-nya cerdas, Indonesia cerdas. 1:11:58 Kalau NU-nya maju, Indonesia maju. itu 1:12:01 pasti ya. Karena itu ee luar biasa. 1:12:05 Kalau saya tiga aja, Bang Hali. Yang 1:12:07 pertama dari semua kesimpulannya ee 1:12:11 dinamika dalam berorganisasi pasti ada. 1:12:14 Ee Imam Ali bin Abi Thalib ee 1:12:17 mengingatkan, "Sekeruh-keruh hidup 1:12:18 berjamaah itu lebih baik ketimbang 1:12:20 beningnya hidup sendiri. Jangankan NU 1:12:23 yang 100 juta lebih gitu loh, ee 3 4 5 1:12:29 orang saja bisa berbeda pendapat. Dan NU 1:12:32 ee dengan muktamar ke 35 di Jombang 1:12:35 kemarin ya di Bahrul Ulum buat saya 1:12:38 menunjukkan kedewasaannya. Ada dinamika, 1:12:42 ada perbedaan kadang-kadang bahkan ada 1:12:46 ee ee apa namanya? perspektif dan visi 1:12:50 yang masing-masing, tetapi semuanya bisa 1:12:53 diselesaikan dengan dewasa. Nah, ini 1:12:57 buat saya satu pembelajaran yang menarik 1:13:00 bagi siapapun bahwa ketika kita hidup 1:13:03 berjamaah, bernegara, berbangsa harus 1:13:06 punya kedewasaan. Tidak semua yang kita 1:13:09 pikirkan dan kita inginkan itu terwujud 1:13:12 dan tidak semua yang kita perjuangkan 1:13:15 itu ee jalannya sesuai dengan harapan 1:13:17 kita. Tetapi memang kita memerlukan 1:13:20 kedewasaan 1:13:21 dan selama ada persatuan, ada 1:13:24 kedewasaan, ada keikhlasan, maka 1:13:27 insyaallah kita akan jadi pribadi yang 1:13:29 terus kontributif. Itu yang pertama. NU 1:13:31 mengajarkan kita itu. Yang kedua, ee 1:13:35 Muhammadiyah punya kelebihan ya. Luar 1:13:37 biasa. Kalau teman-teman NU selalu 1:13:40 melihat Muhammadiyah itu ee punya rumah 1:13:43 sakit terbaik, sekolah terbaik, tapi NU 1:13:47 punya soft power yang luar biasa. 1:13:50 guyubnya ee adabnya 1:13:53 kalau Gus Kikin mengangkat ee membumikan 1:13:58 konun asasi ya yang luar biasa ya dan 1:14:01 beberapa hasil dari komisi bukan yang 1:14:06 ramai kan komisi organisasi ya karena 1:14:08 bab perubahan kewa itu tapi 1:14:10 komisi-komisi yang lain juga buat saya 1:14:12 kontribusinya luar biasa dan 1:14:14 mudah-mudahan 1:14:15 kepemimpinan yang sekarang bisa tetap ee 1:14:18 enggak mudah ya menggerakkan kereta yang 1:14:22 panjang dan banyak penumpangnya. Dan 1:14:25 kita doakan ee keikhlasan menjadi syarat 1:14:29 utama. Makin ikhlas makin mudah 1:14:31 ngaturnya. Karena ada kaidah ee qiadah 1:14:34 mukhlisah dan juni mutiah. Kalau punya 1:14:37 pemimpin yang ikhlas, prajuritnya akan 1:14:39 taat. Nah, karena ee ikan e busuk, ikan 1:14:43 busuk itu mulai dari kepala. Ikan sehat 1:14:45 juga mulai dari kepala. Kalau kepalanya 1:14:47 sehat, semuanya sehat. Nah, karena itu 1:14:49 kita doakan ee kepemimpinan yang 1:14:51 terpilih sekarang ee bisa yang tadi 1:14:54 Padahlan Iskan justru ee menjadi 1:14:58 platform di mana orang-orang terbaik NU. 1:15:01 Tadi Pak Dahlan Iskand cerita tentang ee 1:15:04 Kak Imam Jazuli ya, anak muda di Cirebon 1:15:09 ya, pesantrennya luar biasa, kreativitas 1:15:12 luar biasa. Kemarin tuh menarik Pak 1:15:15 Dahlan Gus dan Prof. Lili Romli ketika 1:15:19 membahas bukunya 1:15:21 ee Kiai Mar'ruf 1:15:23 ee K. H. Imam Jazuri itu mengatakan NU 1:15:27 itu tiga ee landasannya. 1:15:31 Ada fikrah, ada manhaj, ada harakah. Ya, 1:15:34 fikrahnya NU itu NU itu bukan karena 1:15:37 keturunan, bukan karena darah, tapi 1:15:39 karena punya fikrah ya ee ahli sunah wal 1:15:42 jamaah ya. Sementara manhajnya NU itu 1:15:44 tawas ya, yaitu moderasi ya. Makanya 1:15:48 membumikan Islam itu, melokalkan Islam, 1:15:51 membuat Islam itu bisa diterima. Ya. Dan 1:15:55 sayangnya kata K. Imam Jajuli ee siapa 1:15:59 Kiai Mar'ruf Amin bukunya tidak ada 1:16:01 harokahnya. Harokahnya itu politik gitu. 1:16:04 Kiai Mar'ruf Amin benar dia kiai, dia 1:16:08 dosen, ya akademisi. Tetapi pada intinya 1:16:12 Kiai Maruf itu politisi, makanya bisa 1:16:15 menjadi calon presid wakil presiden. 1:16:18 Sayangnya bab politiknya tidak banyak 1:16:20 nih. Jadi NU dengan pemahaman fikrah 1:16:24 yang luar biasa, manhaj yang luar biasa, 1:16:26 dan harakah yang luar biasa buat saya 1:16:28 insyaallah ke depannya akan menjadi 1:16:30 salah satu ee ee tidak penggendong NKRI 1:16:35 sih, tapi penjaga NKRI. terakhir tentu 1:16:39 ee tidak mudah NU hidup dalam dunia ee 1:16:44 ee krisis iklim kemarin ee tsunami di 1:16:48 Nepal padahal itu bukan dari laut tapi 1:16:52 dari glacier yang ee mencair itu menjadi 1:16:56 luar biasa. ee Indonesia sekarang 1:16:59 bencana alam terbesar sudah 1:17:01 hidrometeorologi 1:17:02 ya. Ee kita menghadapi ee target menjaga 1:17:07 1,5 1:17:08 ee derajat ee dijaga ternyata sudah 1:17:11 lewat dan karena itu ancaman luar biasa 1:17:14 dari krisis iklim ini juga harus akan 1:17:17 kena kepada kita semua. Sekarang saja 1:17:19 Karla dan lain-lain kekeringan sudah 1:17:22 mulai kita mendoakan semuanya dijaga 1:17:24 Allah Subhanahu wa taala. Belum lagi ada 1:17:28 revolusi AI ya, artificial intelligence 1:17:31 yang ini membuat banyak sekali lapangan 1:17:34 pekerjaan menjadi sangat segmented. 1:17:37 Bahkan ada ancaman pekerja digantikan 1:17:39 dengan AI ya dan seterusnya dan 1:17:42 seterusnya. Ini tentu akan tetap menimpa 1:17:45 NU, menimpa Muhammadiyah, menimpa 1:17:47 Indonesia. Dan terakhir saya masih 1:17:51 berharap pemerintah eksekutif Pak 1:17:54 Prabowo dan seluruh kementeriannya 1:17:56 betul-betul mampu untuk ee menstabilkan 1:18:01 ee politik untuk menghasilkan tadi 1:18:04 institusi yang inklusif ya ee 1:18:07 menghadirkan ee pelayanan birokrasi 1:18:10 terbaik, memerangi korupsi, reformasi 1:18:14 birokrasinya jalan, riset dan 1:18:16 pendidikannya berkembang, investasinya 1:18:18 masuk, ee manufakturnya tumbuh, 1:18:21 industrinya berkembang, kita punya laut 1:18:25 yang luar biasa panjang pantai kita, 1:18:27 kita punya ee kesuburan di banyak ee 1:18:31 daerah kita Indonesia adalah the Giant 1:18:35 eh eh the sleeping giant. Pak Habibi 1:18:39 mengatakan, "We are not a country, we 1:18:41 are a continent." 1:18:43 Kalau pemerintah bisa mengubah iklim 1:18:46 investasi menjadi lebih baik, indeks 1:18:49 prosesi korupsi kita ee tumbuh ya 1:18:52 bukannya turun gitu menjadi lebih bisa 1:18:55 mendapatkan tras eh indeks harga saham 1:18:57 gabungan kita akan kembali naik ee 1:19:00 rupiah kita akan menguat maka NU 1:19:03 Muhammadiyah dan seluruh elemen kita 1:19:06 siap untuk menyongsong Indonesia emas di 1:19:09 2045. Begitu Bang Hi? 1:19:12 Baik, terima kasih Pak Marani. 1:19:14 Sahabat-sahabat, dengan demikian tiba 1:19:15 kita di akhir acara. Eh, para narasumber 1:19:19 dipersilakan berikan closing statement 1:19:21 ringkas, kesimpulan dan juga sekaligus 1:19:23 saya dulu saya dulu statement 1:19:26 closing statement closing statement saya 1:19:30 seperti Profesor Yon. Terima 1:19:32 kasihamaasih 1:19:34 Pak. 1:19:36 Keren Prof. 1:19:37 Baik, sekarang kita ke Prof. Silakan 1:19:39 closing statementnya. 1:19:41 Ya, closing statement saya seperti Pak 1:19:43 Dahlan Iskan 1:19:47 ini saling tikitaka ini takik 1:19:51 cakep 1:19:52 ya iya jadi sedikit aja sih tadi saya 1:19:54 kira penting tema dan tagline-nya NU ya 1:19:58 iya 1:19:59 menjadi NU sak lawase pengurus sak 1:20:02 cukupe tapi kadang kebalik ya menjadi 1:20:04 pengurus sak lawase nu sak cukupe ya 1:20:06 jadi 1:20:08 ee sering kebalik-balik itu saya kira 1:20:11 yang harus semakin diperkuat. Yang 1:20:13 penting kan bagaimana kita sebagai warga 1:20:15 NU berkontribusi ya untuk NU, untuk 1:20:18 bangsa. Apakah itu ada di struktur atau 1:20:20 tidak saya kira tidak masalah dan enggak 1:20:23 harus mengejar-ngejar ada nama kita di 1:20:25 dalam ee struktur. yang penting ee kita 1:20:29 ee bisa terus ee secara ikhlas ya 1:20:31 berkontribusi untuk NU dan tentu tadi 1:20:33 itu kan untuk mengangkat umat ya ee agar 1:20:36 kemudian ee terbdayakan ee bisa sejajar 1:20:40 dengan yang lain. Saya kira begitu Mas. 1:20:43 Baik, terima kasih Pak Yon. Prof. Lili 1:20:46 dipersilakan 1:20:48 ya. Ee makasih. Nih ada tiga hal mungkin 1:20:51 ee harapan kita terhadap NU. 1:20:54 pertama saya kira ee perlu ee membangun 1:20:58 soliditas dan ee kesivitas 1:21:02 pemimpin yang sekarang ni eh duet Kyar 1:21:05 Gusikin harus merangkul ee semua ee 1:21:09 kelompok golongan ee yang ee kemarin itu 1:21:13 begitu dinamis itu nanti tercermin di 1:21:16 dalam ee kepengurusan gitu. tidak lagi 1:21:19 ada ee eksklusioner ee terhadap ee 1:21:22 kelompok-kelompok ee tertentu, 1:21:24 betul-betul ee merangkul ee semua ee 1:21:26 kelompok. 1:21:28 Terus yang kedua, saya kira ee NU memang 1:21:32 ee fokus terhadap ee penguatan ee SDM ee 1:21:36 NU tadi. Jadi yang harapan eh Gus Yon eh 1:21:40 Prof Yon itu ee bagaimana ee 1:21:43 rumput-rumput ini selama ini harus ee 1:21:45 betul-betul diangkat begitu. ee menjadi 1:21:49 ee kekuatan ee yang ee mandiri dan ee 1:21:53 otonomu. 1:21:55 Dan yang ketiga saya kira kita berharap 1:21:58 ee NU eh memperkuat perannya sebagai eh 1:22:02 civil society bukan eh political 1:22:06 society. Karena ini sebagai orpas 1:22:08 keagamaan, maka healthy-nya ke eh 1:22:13 ke apa eh civil society bukan ke 1:22:16 political society. Mungkin ya sekarang 1:22:19 ya memang ee tidak terlihat tapi kerap 1:22:21 sekali eh menjelang eh pesta demokrasi 1:22:25 terlihat gitu eh political society-nya 1:22:28 gitu. kita berharap ee tidak lagi ke 1:22:31 sana gitu, betul-betul ee independen. 1:22:34 Saya kira itu ee bagaimanapun ee kita 1:22:37 memang menaruhkan ee harapan besar ee 1:22:41 bagi NU sebagai organisasi besar di 1:22:45 Indonesia ee menjadi ee lokomotif buat 1:22:48 ee semua aspek ee bidang kehidupan di ee 1:22:52 Indonesia ini. 1:22:54 pandangan pluralismenya, 1:22:56 pandangan ee toleransinya, 1:22:59 demokratisnya, 1:23:01 ekonominya, dan semua hal itu semuanya 1:23:04 saya kira ee banyak menaruh harapan ee 1:23:07 kepada NU. Saya yakin ee di bawah duet 1:23:11 ee K Akyar dan Gus Kikin ini akan ee 1:23:15 mewujudkan harapan-harapan dari umat NU 1:23:17 itu. Seira itu. Makasih. 1:23:20 Baik, terima kasih Prof. lagi dan 1:23:23 terakhir Pak Marani persilakan 1:23:24 closing-nya. 1:23:26 eh NU Muhammadiyah nanti ada Al-Irsyad 1:23:30 eh Matul Anwar eh ada juga Transparansi 1:23:34 Internasional, Indonesia Corruption 1:23:36 Watch, ada Perludem semuanya adalah eh 1:23:42 taman ee bunga-bunga indah dalam taman 1:23:47 ee demokrasi ee dan taman kebangsaan 1:23:52 NKRI. ee partai politik ee ee ormas ee 1:23:58 negara, media ee akademisi semuanya 1:24:02 wajib berkolaborasi ee untuk saling 1:24:06 watawanu alal birri wat taqwa. Dan saya 1:24:09 yakin ketika kedewasaan itu ada, ee peta 1:24:13 jalan itu ada, ee kerendah hatian itu 1:24:17 ada, keikhlasan itu ada, insyaallah kita 1:24:21 bisa bergadeng tangan untuk membawa 1:24:23 Indonesia menjadi negeri yang baldatun 1:24:26 thayibatun warabbun gfur. Begitu Mang 1:24:28 Aldi. Makasih, Profon, Prof. Lomri. 1:24:31 Sama-sama Pak 1:24:36 RT selalu top. Ya, terima kasih Prof. 1:24:39 Lili, Prof. dengan demikian eh kita 1:24:41 akhiri acara ILT kita pada malam hari 1:24:44 ini. Belajar dari NU. Semoga ee 1:24:47 keteladanan muktamar yang ditampilkan 1:24:49 oleh para kiai NU sehingga menghasilkan 1:24:52 keputusan yang sangat berkah, 1:24:54 mendatangkan keberkahan juga bagi bangsa 1:24:57 dan negara kita dan seluruh umat Islam 1:24:59 dan rakyat Indonesia. Terima kasih. 1:25:01 Sampai ketemu pada acara ini stop depan 1:25:03 pada waktu dan channel yang sama. 1:25:05 Asalamualaikum warahmatullahi 1:25:06 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:25:07 warahmatullahin. 1:25:09 am