Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:11 irrahim. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:13 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:15 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat, 0:21 pendengar rada silaturahim dan juga 0:22 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:25 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan 0:27 akhwat di Kamis malam hari ini tanggap 0:30 kajian kitab kajian kitab Alulu wal 0:34 Marjan yang disampaikan oleh Dr. K. H. 0:37 Zaki Mubarok, MA. Beliau adalah 0:39 mustasyar PBNU dan alhamdulillah beliau 0:42 telah hadir di tengah-tengah kita dan 0:44 kita live di aplikasi Zoom Ikhwan 0:46 Akhwat. Kita sapa Ustaz terlebih dahulu. 0:48 Asalamualaikum warahmatullahi 0:49 wabarakatuh, Ustaz. 0:52 Waalaikumsalam warahmatullah 0:54 wabarakatuh. 0:55 Kabar sehat, Ustaz? Ya, 0:57 sehat, alhamdulillah. 0:59 Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan 1:01 disampaikan adalah mengenai menebar 1:04 menebarnya fitnah dalam kehidupan 1:06 masyarakat, 1:08 Ustaz. Ya. 1:09 Baik, kita akan bersama-sama simak 1:10 ikhwan akhwat. Dan nanti yang ingin 1:12 bergabung bertanya silakan Anda bisa 1:13 kirimkan nomor WhatsApp kami di 1:15 0811999720. 1:20 Tad ustaz. 1:23 Asalamualaikum 1:26 warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. 1:33 Alhamdulillahiabbil 1:35 alamin 1:37 wabihi nastain ala umurid dunya waddin 1:42 wal aqibatu lil muttaqin 1:45 wala udwana illa aladolimin. 1:50 Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la 1:53 syarikalah 1:55 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 1:58 rasuluh. Allahumma sholli wasallim ala 2:02 had nabiil 2:04 karim sayyidina wa maulana Muhammadin 2:08 waa alihi wa ashabihi wat tabiin waman 2:13 tabiahum biihsanin 2:15 ila yaumiddin. 2:17 Amma ba'd. 2:21 Ikhwan akhwat, 2:23 para pendengar Radio Silaturahim 2:28 dan pemirsa Rasil TV yang kami cintai. 2:30 Alhamdulillah 2:32 pada malam hari ini kita dapat jumpa 2:34 kembali dalam kajian kitab 2:37 Allu Wal Marzq. 2:40 Semoga kajian ini dapat membimbing kita 2:43 bisa memahami Al-Qur'an dan As-Unah 2:46 dengan baik dan bisa kita amalkan dalam 2:49 kehidupan sehari-hari. Amin ya rabbal 2:51 alamin. Para jemaah sekalian, dalam 2:55 kehidupan bermasyarakat 2:57 kita jumpai 2:59 dinamikanya 3:01 sangat cepat dan luar biasa. 3:06 Nah, dari sekian aktivitas itu ada di 3:10 antaranya fitnah 3:13 yang berkembang di tengah-tengah 3:15 masyarakat dan ini sering menimbulkan 3:18 bencana yang sangat dahsyat. Maka 3:21 digambarkan Al-Qur'an alfitnatu 3:26 asyaddu 3:28 ya minal qatr. 3:33 Fitnah itu lebih berat daripada 3:35 pembunuhan itu sendiri. 3:39 Ya, maka kita harus berhati-hati 3:42 menghadapi fitnah di tengah-tengah 3:43 masyarakat ini supaya kita tidak 3:45 terjebak dalam kesulitan dan tidak 3:48 terjebak dalam penyesalan untuk 3:50 selamanya. 3:55 Nah, fitnah ini terus merebak semakin 3:57 banyak 3:59 dan kita harus semakin hati-hati. 4:02 Jangan terjerbap ke situ. 4:05 Tapi kita harus bisa menghindar dan 4:07 sekaligus kita bisa meminimalisir fitnah 4:09 itu dalam kehidupan masyarakat. untuk 4:11 menghilangkan sama sekali. Enggak 4:13 mungkin kita bisa meminimalisir. 4:19 Salah satunya dijelaskan dalam hadis 4:23 dari Hudzaifah radhiallahu anhu. 4:27 Hadis Hudzaifat 4:30 radhiallahu anh qala. 4:33 Beliau menginformasikan, 4:36 kunna julusan aa Umar. Kami sedang duduk 4:39 di samping Umar radhiallahu anhu. 4:43 Waqal tiba-tiba Umar bertanya, 4:46 "Ayukum yahfadu 4:48 q Rasulullah sallallahu alaihi 4:49 wasallam." Siapakah di antara kalian 4:52 yang mengingat atau menghafal ucapan 4:55 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? 4:57 Fil fitnati mengenai fitnah kata Umar. 4:59 Jadi Umar bertanya pada para sahabat 5:02 waktu itu dan dihadiri oleh Hudzaifah 5:06 menanyakan, 5:09 "Ya, adakah salah seorang di antaramu 5:11 yang menghafal 5:13 atau mengingat sabda Rasulullah tentang 5:15 fitnah?" 5:17 Qtu aku mengatakan aku wahai Umar 5:21 ana kama qolahu 5:23 aku sebagaimana apa yang disampaikan 5:26 oleh Nabi. Qa innaka alaihi alaiha 5:30 lajariun. 5:35 Sesungguhnya 5:38 semua orang itu terkena fitnah. 5:42 Ya, terkena fitnah itu sendiri. Apa 5:44 wujudnya? 5:46 fitnaturuli ahli fitnah seorang dalam 5:50 kehidupan keluarganya 5:54 ya ada keluarga yang timbul fitnah di 5:57 dalam 5:59 terjadi bentrokan, terjadi perceraian, 6:02 terjadi permusuhan dalam satu keluarga 6:06 ya. Suami dengan istrinya bentrok, 6:11 menimbulkan perpecahan, menimbulkan 6:12 perceraian, anak-anaknya berantakan. 6:15 misalnya. 6:19 Kemudian juga wamalihi dan hartanya 6:22 ada fitnah karena harta 6:26 ya. Ada orang yang meninggal keluarga 6:29 meninggalkan harta banyak lalu anak-anak 6:31 memperebutkan harta itu saling 6:33 bermusuhan. Ada 6:38 itu anak yang enggak baik. Anak yang 6:39 baik diselesaikan secara 6:41 ilmu faraid, ilmu baris dalam Islam. 6:45 Tapi kadang-kadang enggak masuk-masuk 6:47 ngotot ingin dapat lebih besar. 6:52 Kemudian wawaladi fitnah terhadap yang 6:55 ditimbulkan oleh anak-anak kita. 6:58 Ada orang keluarga harmonis sangat baik. 7:00 Eh, anaknya kepleset, 7:05 terjebak dalam judi online. Wah, 7:08 berantakan orang tuanya semua itu. Ada 7:10 anak terpeleset 7:12 meminum khamar, minuman keras. Ada 7:14 terpeleset lagi mengonsumsi 7:18 obat-obat terlarang. Oh, lebih bahaya 7:19 lagi. 7:22 Sehingga keluarga yang begitu indah, 7:24 begitu hebat, mawaddah, dan rahmah 7:27 menjadi hancur karena anaknya enggak 7:30 baik. 7:32 Terlibat dalam 7:34 ya kerusuhan misalnya anaknya, 7:37 terlihat terlibat dalam perkelaheian, 7:42 terlibat dalam mengkonsumsi 7:45 obat terlarang. Wah, itu bahaya sekali. 7:48 keluarga hansuk 7:52 kemudian wajari dan tetangganya 7:54 bisa juga orang terjadi keributan dengan 7:56 tetangga 7:58 banyak hal yang bisa 8:01 ya mengantarkan ke arah itu kalau tidak 8:03 hati-hati 8:05 dengan tetangga 8:15 ya kemudian semua itu 8:19 tukafaru 8:21 tukafiruha dapat dihilangkan 8:25 fitnah-fitnah itu 8:28 asalatu dengan merahkan salat 8:33 ya melakukan salat sebaik-baiknya wasumu 8:36 dan puasa wasodqatu dan bersedekah wal 8:40 amru dan memerintahkan kebajikan 8:44 w nahyu dan mencegah kemungkaran itu 8:47 bisa terkurang dosanya. Dikurangi 8:49 dosanya dengan kegiatan salat, zakat, 8:53 puasa, 8:55 ya sedekah, memerintahkan pada kebajikan 8:58 amar bin al amr bil ma'ruf w nahyuil 9:01 munkar dan mencegah kemungkaran itu 9:02 termasuk kebajikan yang bisa 9:06 ya membuat dosa-dosa seseorang bisa 9:10 menjadi hilang. 9:15 Umar mengatakan 9:18 uridu bukan itu yang kami maksud kata 9:21 Umar tentang fitnah tadi. 9:25 Bukan itu yang aku maksud kata Umar. 9:31 Wakinal fitnat tamuju kama yamujul bahr. 9:35 Akan tapi fitnah yang kamu maksud adalah 9:37 fitnah yang terus semakin menggelor 9:40 semakin besar seperti 9:44 ombaknya lautan 9:47 seperti buih di lautan. Wah menyebar ke 9:50 mana-mana. 9:52 Fitnah yang dahsyat yang berkembang di 9:55 tengah masyarakat demikian cepat 9:57 sehingga digambarkan seperti buih 9:59 lautan. 10:06 Q la alaika minha baun ya. Tidak ada 10:11 bagi kamu mengenai hal ini ketakutan, 10:15 kesulitan wahai amirul mukminin. 10:18 Inna bainakahaan 10:21 muk. Sesungguhnya antara engkau wahai 10:23 Umar dengan fitnah yang besar itu ada 10:26 pintu yang tertutup terkunci rapat. 10:33 Ola Umar bertanya, "Ayuksaru am 10:35 yuftahu?" 10:37 Apakah pintu itu bisa dipecahkan 10:40 atau dibuka? 10:49 Q yuks dipatahkan pintu itu katanya 10:53 bakal dipecahkan 10:55 sehingga enggak bisa lagi membendung 10:59 fitnah 11:01 karena pintunya telah dipecahkan. 11:10 y ab kalau demikian tidak bisa ditutup 11:13 lagi pintu itu. Katanya kata Umar enggak 11:15 bisa ditutup lagi karena pintunya sudah 11:17 dipatahkan, sudah dipecah 11:20 enggak bisa lagi ditutup. Fitnah itu 11:22 akan merebak ke tengah-tengah masyarakat 11:24 abadan selamanya. 11:27 Na kami bertanya 11:30 akana Umar malu ylamu. Apakah Umar 11:34 mengetahui 11:36 albaba? Apakah siapakah pintu itu? Qa 11:40 naam. Iya. Umar tahu siapa pintu itu. 11:44 Itu 11:49 kama annadunaldi 11:51 allailati. Seperti 11:54 sebelum pagi tadi 12:00 ada malam. 12:02 Artinya begitu mengetahui seperti 12:04 mengetahui siang dan malam. Gitulah 12:06 kalau bahasa kitanya. 12:08 Kita kan kalau sudah tahu pagi berita 12:09 nanti malamnya yang lewat nanti malam 12:13 berikutnya ya nanti sore lagi gitu. Itu 12:16 pasti diketahui ya. Ya. Jadi sudah 12:18 menari pengetahuan yang pasti ya. 12:21 Seperti kita mengetahui bahwa hari ini 12:24 pasti ada hari besok. 12:31 Inni hadasuh. 12:34 Sesungguhnya aku menceritakannya 12:37 dengan suatu cerita 12:41 yang tidak terdapat kesalahan. 12:49 wahibna anasalal hudaifata 12:55 maka kami 12:57 mencoba untuk bertanya pada Huzaifah 13:01 masruk kemudian memberitakan pada kami 13:04 masruk fasalahu kemudian masuk bertanya 13:07 kepada 13:09 Hudzaifahq 13:12 Hzfah menjawab albabu Umar 13:15 Yang ini dimaksud bab itu pintu yang 13:17 memisahkan kita dari fitnah itu adalah 13:20 Umar. 13:24 Umar bin Khattab sendiri. Artinya 13:26 sepeninggal Umar bakal merebak fitnah 13:30 dalam kehidupan bermasyarakat. 13:36 Bahkan Umar sendiri jatuhnya karena 13:38 fitnah. 13:43 Apa? 13:44 Beliau ditusuk oleh Abu Lu'ah, 13:50 seorang berkebangsaan Persik. Waktu 13:53 beliau mau salat subuh mau jadi imam 13:55 tusuk 14:00 sehingga darahnya keluar 14:04 dari perutnya itu. 14:10 Setiap beliau minum keluar hari air 14:14 minum tadi. 14:17 Kemudian beliau wafat. Wafatnya Umar itu 14:20 terbunuh. 14:26 Kemudian fitnah terus menyebar. 14:30 Sahabat Utsman pun wafat dibunuh lagi 14:33 baca Quran. 14:35 Setelah Umar kan khalifahnya Utsman. 14:39 Bertahun-tahun bel jadi khalifah. Wah, 14:42 berbagai kerusuhan timbul. 14:45 Sampai kemudian akhirnya ada kerusuhan 14:48 besar 14:50 yang melanda pemerintahan Utsman 14:52 sehingga Utsman terbunuh ketika sedang 14:54 baca Quran. Sudah bayangkan. 14:59 Kemudian diangkatlah Sayidina Ali 15:01 sebagai khalifah. Oh, banyak yang 15:03 berontak. 15:05 Aisyah radhiallahu anha 15:08 memberontak dengan ee memimpin 15:11 peperangan disebut Waqatul Jamal. Perang 15:13 berunta. Beliau mengenarai unta untuk 15:16 bertawan berperang melawan Ali. 15:19 Muawiyah angkat senjata 15:22 yang mengangkat bajunya Utsman yang 15:24 berlumuran darah membakar semangat umat 15:27 untuk memberontak. Maka terlihat 15:29 pemberontakan perang besar-besaran. 15:31 Kalau pemberontakannya 15:34 Aisyah itu bisa dipatahkan 15:37 dan Aisyah diselamatkan oleh Ali. 15:40 Tapi Muawiyah gerat sekali perangan 15:43 Syifin. Semenanya terjadi ee 15:47 perselisihan dalam ee arbitrase 15:52 antara Ali dan Muawiyah sampai kemudian 15:54 terjadi 15:56 ya berbagai macam kelompok dalam Islam. 16:00 Aliran-aliran ada aliran 16:04 Syiah, 16:07 ada aliran Muktazilah. 16:13 Ada aliran Murjiah, 16:16 ada aliran Qadariah, 16:19 aliran-aliran lain banyak. Termasuk 16:21 nanti ada aliran ahlusunah wal jamaah. 16:25 Itu terjadi. Sudah terjadi, 16:28 Saudara-saudara. Nah, di zaman kita 16:29 sekarang lebih banyak lagi fitnah itu 16:32 melanda kita. Kalau kita tidak 16:34 berhati-hati, kita akan terpeset. 16:37 Maka harus hati-hati. 16:40 Nah, jadi setelah Umar wafat di akhir 16:43 hayat sendiri Umar terkena fitnah. Ya. 16:46 Kemudian di zaman Sayidina Utsman fitnah 16:48 semakin merebak. Zaman Sayidina Ali juga 16:51 begitu. sampai zaman Muawiyah nanti, 16:53 sampai zamannya Yazid 16:57 putra Muawiyah yang melakukan 17:01 kegiatan yang sangat 17:04 fatal, yaitu dengan melakukan pembunuhan 17:07 terdapat Husein Ibnu Ali, cucu 17:11 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di 17:13 Karbala. Wah, itu berat, 17:15 Saudara-saudara. Jadi, fitnah semakin 17:17 banyak. 17:21 Nah, ini kita diminta supaya 17:23 berhati-hati 17:27 ya. Jangan sampai kena fitnah itu harus 17:30 berhati-hati, 17:32 harus banyak lakukan tabayun, 17:35 mencari kejelasan suatu hal jangan 17:37 langsung bertindak. Tabayun dulu. 17:41 Kemudian tafahum bisa saling memahami, 17:45 bisa taawun, saling nanti 17:46 tolong-menolong. Itu begitu arahnya. 17:51 tabayyul mencari kejelasan dulu 17:56 makalah itu dikembangkan dengan tafahum 17:59 saling memahami 18:01 dilanjutkan lagi dengan ya saling 18:04 memahami kemudian saling mengasihi 18:11 ya maka tahabbu saling mencintai itu 18:15 diarahkan begitu 18:19 tidak kemudian semakin membesar 18:21 fitnahnya. 18:31 Masih berkaitan dengan fitnah, Saudara. 18:34 Lihat hadis berikutnya. 18:38 Hadisitu Sa'din. Hadis dari Sa'ad 18:40 radhiallahu anhu. Semoga Allah 18:42 meridainya. 18:43 Anna sesungguhnya Rasulullah sallallahu 18:46 alaihi wasallam 18:48 ahtun 18:50 was'dun jalisun. 18:53 Nabi memberikan 18:57 beberapa materi makanan, uang dan 19:00 lain-lain kepada sekelompok orang. 19:05 Jalis Saad duduk di situ. Ketika Nabi 19:09 membagi-bagikan 19:10 ya sembako, uang dan lain-lain 19:13 dibagi-bagikan. 19:15 Saat ada di situ duduk 19:18 duduk 19:21 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 19:23 Tapi Nabi meninggalkan 19:25 rjulan seorang laki-laki. Ajabuhum ilai. 19:28 Seorang laki-laki yang sangat saya 19:30 kagumi. Katanya Nabi tidak memberikan 19:32 kepada dia ini laki-laki ini. Laki-laki 19:34 yang dikagumi oleh 19:37 Saad ini. Orang yang paling baik kata 19:39 dia. Dia sangat kagum pada orang ini. 19:41 Kok Nabi enggak kasih dia? Yang lain 19:43 dikasih. 19:45 Faqulu. Maka beliau 19:48 protes pada Nabi, 19:50 "Ya Rasulullahi 19:52 maaka an fulan." Rasulullah, mengapa 19:55 kamu tidak memberikan kepada si fulan 19:57 itu? 19:59 Fawallahi, maka demi Allah inni laaru 20:02 mukminan. Saya melihat orang itu seorang 20:04 mukmin yang sangat baik, 20:06 seorang yang sangat terpuji, seorang 20:08 yang sangat jujur. Waqala musliman atau 20:11 dia seorang muslim yang baik. 20:16 Maka aku diam protes pada Nabi begitu. 20:19 Kenapa kamu tinggalkan dia? Ini orang 20:21 baik ini 20:23 orang yang terpuji. 20:25 Sudah beliau diam. 20:33 Faqulu makbudun beliau bertanya lagi 20:38 ya. 20:40 Q ya fasakilan aku diam sebentaram 20:47 kemudian mengalahkan kepadaku apa yang 20:49 aku ketahui. Artinya membuat dia ingin 20:52 bertanya lagi. 20:57 Maka aku mengulangi lagi ucapanku kepada 21:00 Nabi seperti tadi. Kenapa kamu enggak 21:02 kasih ini Rasulullah? Begitu kira-kira. 21:07 fulan mengapa si fulan itu tidak dikasih 21:10 bagian sementara yang lain dikasih 21:12 bagianallahi 21:14 inminan 21:17 demi Allah aku melihat dia itu seorang 21:18 mukmin yang baik seorang muslim yang 21:20 terpujiakatilan 21:24 beliau diam protestan kedua 21:29 ya diamaniam 21:32 minhu kemudian mengalahkan dia sendiri 21:34 lagi. apa yang dia tahu. Dia ingin 21:38 enggak bisa diam, harus bertanya lagi. 21:40 Yang ketiga kalinya faudu liqolati. Aku 21:44 ulangi pertanyaan kami kepada 21:46 Rasulullah. 21:47 Kata Saad 21:50 waada Rasulullah sallallahu alaihi 21:51 wasallam. 21:54 Ya. 21:55 Ya. 21:57 Kemudian Rasulullah memanggilnya 22:01 ya sa'du. 22:04 Nabi menjawab, "Wahai Saad, inni 22:08 sesungguhnya aku memberikan sungguh 22:10 berikan kepada seseorangu 22:15 dan yang lain yang tidak aku beri. 22:16 Ahabbu minhu aku lebih mencintai orang 22:19 yang tidak aku beri ini daripada yang 22:20 aku beri." Anda lihat itu. Kata Nabi, 22:24 "Aku tidak memberikan kepada si fulan 22:26 ini. Aku lebih mencintai dia dari yang 22:29 orang yang diberi oleh Nabi." 22:36 Aku khawatir kalau orang ini diberi juga 22:38 akan melemparkan dia ke dalam api 22:40 neraka. Nah, ini saudara-saudara lihat 22:45 kita membagi sesuatu nih. 22:48 Ada itu dorongan itu teman kamu itu 22:50 saudara kamu 22:52 sehingga kita kasih. Padahal dia bukan 22:55 bukan ahlinya itu bukan orang miskin dia 22:59 kita kasih juga. Ah, ini sama dengan 23:02 kita menjerumuskan orang itu ke dalam 23:03 neraka. 23:05 Disusakin hati-hati. Kata Nabi, "Orang 23:07 yang tidak aku beri itu yang orang orang 23:09 yang lebih aku cintai dari yang lain. 23:12 Aku khawatir kalau dengan diberi 23:13 sesuatu, maaf saudara-saudara, misalnya 23:15 kita sedang membagikan harta anak yatim. 23:19 Oo, lalu kita melihat ada saudara kita, 23:22 ada orang yang simpati pada kita, 23:26 akhirnya kita kasih juga harta anak 23:27 yatim sama dengan menjerumuskan orang. 23:30 Ya, makibat itu memakan harta anak 23:32 yatim, dosa besar, termasuk kita yang 23:35 memberikannya. Nah, itu Nabi mau begitu. 23:38 Nabi katakan, "Orang yang tidak aku beri 23:40 justru aku lebih cinta kepadanya 23:42 daripada orang yang aku beri." 23:45 Mengapa? Takut terjadi fitnah. Itu 23:51 ini waktu kita membagikan sesuatu harus 23:54 jelas. Untuk apa pembagian ini? Untuk 23:57 miskin. 24:00 untuk yatim. Makanya saya sering usulkan 24:03 di panitia 24:05 yang menyatu anak yatim. Saya katakan 24:07 sebutkan di situ yatim dan duafa supaya 24:10 enggak berat kita. 24:12 Anak-anak yatim dan anak-anak duafa kita 24:14 kasih juga. Jangan sampai anak yatim 24:16 kita kasih orang-orang dua miskin. Papak 24:19 enggak dikasih kasihan. Jadi kita 24:22 mengemumkan ke umat, masyarakat silakan 24:25 kalau mau memberikan bantuan kepada anak 24:28 yatim dan duafa monggo. Ah jadi enak 24:31 kita membaginya. Oh ini duafa kita bagi, 24:33 ini yatim kita bagi. Kalau kita katakan 24:35 yatim saja duafa enggak dapat kita 24:36 enggak enak itu orang sangat susah kok 24:38 enggak dikasih. 24:40 Nah itu caranya saudara-saudara ya yang 24:41 mesti kita tegaskan. 24:45 Nah, jadi itulah untuk menghindari dari 24:49 fit fitnah. Jadi waktu kita membagikan 24:51 sesuatu harus tegas dan harus hati-hati 24:55 semua dibagi. Padahal dia buka enggak 24:57 bukan haknya itu kita dosa dia juga 25:00 dosa. Ini Nabi katakan saya lebih 25:03 mencintai orang-orang yang tidak aku 25:05 beri daripada yang aku beri. Karena apa? 25:07 Aku khawatir kalau dia kita beri juga 25:09 akan mencampakkan dia ke dalam api 25:11 neraka. 25:12 Ikhwan akhwat sekalian, inilah kajian 25:14 kita malam hari ini. Semoga bermanfaat 25:16 dan saya mohon maaf kalau ada khilaf. 25:18 Wasalamualaikum 25:20 warahmatullahi wabarakatuh. 25:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:24 wabarakatuh. Demikian telah kita 25:25 bersama-sama simak kajian kitab Allu wal 25:29 Marjan yang telah disampaikan oleh Dr. 25:31 K. H. Jakim, M. Abdullah Mustasyar PBNU. 25:34 Menebarnya fitnah dalam kehidupan 25:37 masyarakat. Tema kita di malam hari ini 25:39 sudah ada yang bergabung ustaz di 25:41 WhatsApp yang menyapa maupun yang 25:44 bertanya. Ini sapaan-sapaan yang masuk 25:46 datang dari Bapak Rama Mitra di 25:50 Tangerang Selatan. Izin menyapa Pak 25:52 Ustaz ee terima kasih tausiahnya kajian 25:56 kitab Alulu wal Marjan. Selanjutnya dari 25:59 Ibu Sundari. Alhamdulillah menyimak. 26:01 Terima kasih, Ustaz. Dari Ibu Ani C 26:03 Hudaifah. Insyaallah. Bismillah. 26:05 Menyimak radio rasio dalam kajian kitab 26:08 Alulu wal Marjan. Selanjutnya sapaan 26:11 dari Bapak Deni di Cibubur. Terima kasih 26:15 Ustaz tausiahnya. Ibu Siti Rahma di 26:17 Bekasi, Bapak Fauzan, ada juga Ibu 26:19 Aisyah di Bogor, Ibu Rahma Tangerang, 26:22 Bapak Hendra juga sedang menyimak. Yang 26:26 pertama, Ustaz, saya akan bacakan 26:27 pertanyaan yang masuk ini dari Ibu Siti 26:30 Rahma di Bekasi. Asalamualaikum 26:33 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. 26:36 Waalaikumsalam warahmatullah 26:38 wabarakatuh. 26:40 Pak Kiai, apa sebenarnya perbedaan 26:42 antara fitnah, gibah, namimah, dan 26:47 menyampaikan informasi yang benar? 26:50 Karena seringkiali seseorang merasa 26:52 dirinya hanya menyampaikan fakta. 26:55 Padahal ternyata informasi tersebut 26:58 membuat orang lain saling bermusuhan. 27:00 Ini bagaimana? Mohon pencerahannya. 27:02 Demikian pagi 27:03 ya. Namimah itu kan mengadu domba 27:08 ya. Mengadu domba itu juga enggak boleh. 27:10 Akan menimbulkan fitnah lebih besar ya 27:13 gitu ya. Ada domba itu fitnah tapi 27:16 dengan mengadu domba akan kembukan 27:17 fitnah yang lebih besar lagi. Apa? 27:19 Permusuhan. 27:21 Maka kalau ada orang mengadu domba, kita 27:23 akan termakan oleh dia. Tenang aja 27:26 kitaah diselidiki dulu. 27:27 Heeh. 27:28 Kita tabayun dulu ya. sehingga tidak 27:31 terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 27:33 Ya, termasuk ee apa 27:37 yang disebutkan tadi itu selain namimah 27:39 tadi apa disebutkan? 27:40 Ada gibah. 27:41 Gibah, 27:41 fitnah, namimah. Iya. 27:44 Gibah, 27:44 fitnah 27:45 ya. Fitnah, gibah, namimah. 27:49 Ya, itu semua itu enggak boleh ya. Lebih 27:53 akan menimbulkan fitnah dari semua tadi 27:56 ya. Maka dari dari masih belum 27:59 berkembang, kita harus sudah melarang, 28:01 harus kita berhati-hati supaya tidak 28:03 terjadi fitnah yang lebih besar. Ya, 28:05 saya kira demikian. Terima kasih. 28:08 Selanjutnya kita beralih ke Bapak Hadi 28:10 di Depok. Ustaz, asalamualaikum 28:12 warahmatullahi wabarakatuh. 28:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:17 wabarakatuh. 28:17 Ustaz, kalau kita menerima berita buruk 28:20 tentang seseorang dari orang yang kita 28:23 percaya, apakah kita boleh langsung 28:25 mempercayainya? 28:27 Sejauh mana kewajiban tabayun 28:30 sebagaimana yang diperintahkan oleh 28:32 Allah dalam Al-Qur'an. Ustaz demikian 28:36 ya. Semua dari siapapun berita itu 28:38 sampai pada kita harus tabayyun. Meskap 28:45 harus tabayyun. 28:47 Ya, digambarkan kata Al-Qur'anu 28:51 maka hendaklah kamu mencari kejelasan 28:55 ya sehingga tidak menyesal 28:58 ya. 28:59 Kalau kita tidak mencari tabayun nanti 29:02 akhirnya menyesal luar biasa sampai 29:04 akhir hayat menyesalnya. 29:06 Saya ambil contoh, 29:10 ada anak 29:13 kelas 1 29:15 SD. 29:16 Iya. 29:21 Begitu ayahnya pulang dari kantor jam 29:23 5.00 sore sampai ke rumah, 29:26 anak itu menginformasikan, 29:28 "Pah, tadi siang mama berduaan dengan 29:31 seorang laki-laki." Nah, itu kalimatnya. 29:33 H 29:34 siang mama berdoa dengan seorang 29:36 laki-laki. Si Papa langsung marah. 29:39 Memang Mama kamu enggak bisa percaya. TV 29:42 dibanting, laptop dilempar, 29:47 ya hal-hal 29:49 barang-barang bergharga dibuang. 29:54 Nah, begitu dia sudah ngamuk tadi, baru 29:58 baru tabayun. Bajunya terlambat dia 30:02 dengan siapa itu, Nak? Mama kamu 30:03 berduaan laki-laki itu. Itu pah naik 30:06 teksi katanya [tertawa] itu ya naik 30:09 teksi. Sopirnya kan laki-laki iya kan 30:11 satu mobil. Benar kan? 30:13 Nah tapi kan yang dimaksud bukan itu 30:14 naik teksi mah bebas enggak apa-apa. Nah 30:16 inilah kekeliruan karena tidak tabayun. 30:20 Tabayun terlambat. 30:22 Anak itu benar omongan namanya anak 30:24 kecil. Ibunya berduaan naik mobil 30:29 ya dengan laki-laki supirnya teksi 30:32 laki-laki 30:34 contohnya ya akibatnya nyesal kan sudah 30:38 ngamuk pada anaknya sudah ini 30:39 barang-barang dihancurkan tinggal nyesal 30:41 nah itulah akibatnya karena tidak 30:43 tabayun 30:45 harus tabayun meskipun kita yakin orang 30:47 itu benar tabayun dulu 30:49 he 30:50 ya supaya tidak terjerbap dalam 30:53 ee sikap-sikap yang konyol dan 30:55 memberikan. Terima kasih. 30:56 Baik, ini sapaan juga dari Ibu Siswati 30:59 Rifai di Batam ya, sedang menyimak. 31:02 Terima kasih Ustaz tausiahnya. 31:03 Alhamdulillah menyimak terus berhasil. 31:07 Ada juga Bapak Sodikin di Jakarta Timur 31:09 juga sedang menyimak ini ya. Ibu Pani 31:12 juga dari Ibu Syaidah sedang menyimak 31:15 terus Rasil. Terima kasih. 31:18 I Bapak Rama Mitra. Asalamualaikum 31:19 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 31:23 Pak Ustaz. 31:23 Waalaikumsalam. warahmatullah 31:26 wabarakatuh. 31:27 Dalam ungkapan fitnah lebih kejam dari 31:31 pembunuhan, apakah fitnah itu juga 31:34 berdampak pada pencemaran nambah baik 31:36 seseorang yang berujung pada sanksi atau 31:39 hukum pidana, Pak Ustaz? Mohon 31:41 pencerahan. 31:43 Termasuk 31:45 ya dari fitnah itu orang baik bisa 31:47 dituduh salah. 31:49 Iya. 31:51 Ya, orang jujur bisa dituduh berdusta 31:55 dari fitnah. 31:58 Orang baik-baik bisa dipenjara padahal 32:00 dia enggak bersalah. 32:01 Iya. 32:01 Fitnah 32:02 bahaya 32:03 ya. Itu bahaya sekali makanya ya. Dan 32:05 bahkan bisa menghancurkan kehidupan 32:07 keluarga seorang karena fitnah. 32:11 Iya. Yang tadi saya contoh anak kecil 32:13 itu ada orang yang memfitnah suatu 32:16 keluarga dengan informasi-informasi yang 32:19 menyesatkan. Akhirnya keluarga itu 32:20 bentrok sampai terjadi perceraian. Bukan 32:23 karena salah suami salah istri, bukan 32:25 istri enggak salah. Salahnya 32:28 dia tidak bisa menyaring fitnah. 32:31 Ya, terima kasih. 32:33 Iya. 32:35 Beralih ke pertanyaan selanjutnya dari 32:36 Ibu Pani. Asalamualaikum warahmatullahi 32:38 wabarakatuh, Ustaz. 32:40 Waalaikumsalam. warahmatullahi 32:42 wabarakatuh. 32:43 Izin bertanya, Pak Ustaz, bagaimana 32:45 sikap kita menghadapi pejabat atau 32:48 aparat yang saling melempar fitnah demi 32:51 kepentingan pribadi atau golongannya? 32:54 Syukran, Ustaz. 32:57 Ya, kita harus bersikap kritis. Jangan 32:59 diikuti dia. 33:02 Ya, kalau kita ramai-ramai enggak ikuti 33:03 juga dia malu sendiri. 33:07 Ya, jangan kita berantusias ikuti. 33:11 Jangan abaikan aja. Nanti dia juga akan 33:15 belajar atau mengambil pelajaran dari 33:17 kisah itu. 33:18 H 33:19 ya, sehingga tidak menimbulkan fitnah 33:21 lebih besar. Fitnahnya di situ aja, 33:23 stop, tidak berkembang ke melebar ke 33:27 masyarakat. Ya, kita abaikan ya gitu. 33:30 Kalau kita kenal orangnya, kita nasihati 33:32 dengan baik. 33:33 Heeh. 33:34 Dengan jujur, dengan ikhlas. Insyaallah 33:35 dia mau. 33:36 Insyaallah 33:36 jangan kita menasihati keangkuhan. 33:38 Jangan kita menasihatinya dari baina 33:41 qulubina antara hati kami 33:42 ba 33:43 ya dengan hati yang bersih 33:45 sungguh-sungguh insyaallah orang bisa 33:47 menerima. 33:48 Terima kasih. 33:49 Baik ini juga sapaan dari Bapak Armali 33:52 di Kelurahan Dukuh Jakarta Timur sedang 33:55 menyimak. Semoga Ustaz sehat dan kelas 33:57 sehat terus ya. Amin. Terima kasih. Ada 33:59 juga ini pertanyaan selanjutnya dari 34:02 Bapak Sodikin di Jakarta Timur. Pak 34:05 Ustaz mohon pencerahannya. 34:06 Asalamualaikum warahmatullahi 34:07 wabarakatuh. 34:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:10 wabarakatuh. 34:10 Ini mengenai surat Yasin ayat 12. Ustaz 34:13 mohon ee pencerahannya maksud dari ayat 34:16 di atas yang artinya sesungguhnya kami 34:19 menghidupkan orang-orang mati dan kami 34:21 menuliskan apa yang telah mereka 34:23 kerjakan dan bekas-bekas yang mereka 34:26 tinggalkan. Dan segala sesuatu kami 34:29 kumpulkan dalam kitab induk yang nyata 34:31 Lauh Mahfuz. Mohon pencerahnya, Pak 34:33 Ustaz. Demikian 34:36 ya di situ tegaskan bahwa setiap orang 34:39 itu 34:41 tercatat 34:44 direkam segala aktivitasnya. 34:47 Iya 34:50 sampai hal yang kecil-kecil yang besar 34:52 dan yang kecil 34:57 ya 35:00 maoha tidak ada yang ketinggalan. 35:05 [berdehem] 35:06 Ziratan kabiratan. Kecil maupun besar 35:08 enggak ada yang ketinggalan semua 35:10 direkam. 35:13 Bahkan detik-detik hati kita direkam. 35:20 Dan semua orang nanti akan menyaksikan 35:24 apa yang diamalkan dengan nampak jelas 35:27 dalam pandangan mata fisisnya. 35:31 Masyaallah, Saudara-saudara. Itu 35:32 pernyataan dari Quran. Wawajadu ma amilu 35:37 wal yadlimuka ahada. Dan Tuhanmu tidak 35:40 menzalimi kepada seseorang pun. I 35:42 mereka lakukan begitu sehingga mereka 35:45 mendapatkan saksi, mendapatkan dosa 35:47 karena perbuatan sendiri. Bukan 35:51 kezaliman dari Allah. Bukan. 35:52 Iya. 35:53 Wakin kanu anfusah. Tapi merekalah yang 35:56 menzalimi diri sendiri. Walamahullah. 35:59 Allah tidak menzalimi mereka, tapi 36:01 mereka menzalimi diri sendiri. Maaf, 36:03 misalnya ada seorang yang melanggar 36:04 larangan agama, mencuri, 36:07 belum apa-apa sudah dipukuli orang, dia 36:09 dikoyok ramai-ramai. 36:11 H 36:11 lah masa menyalahkan yang lain atau 36:14 menyalahkan Allah enggak. Dia sendiri 36:16 salah. Sudah tahu itu dilarang kok 36:18 dikerjakan akhirnya bahaya. Bahaya yaitu 36:23 saya kira demikian. 36:24 Terima kasih 36:26 dari Bapak Adik di Batam. Asalamualaikum 36:28 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 36:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:33 wabarakatuh. 36:34 Ustaz, terkadang fitnah muncul bukan 36:36 karena kebencian, tetapi karena iri, 36:39 persaingan atau kepentingan tertentu. 36:43 Bagaimana cara membersihkan hati agar 36:46 kita tidak menjadi sumber fitnah 36:48 sekaligus tidak mudah menjadi korban 36:51 fitnah, Ustaz? Demikian. 36:53 I bukan cuma karena perselisihan, bukan. 36:58 Bukan hanya karena iri hati, bukan. He. 37:02 Bahkan terjadi ya 37:06 niatnya baik, 37:10 tapi caranya sa salah. 37:16 Ya, niatnya baik, caranya salah. Apa? 37:20 Saya ambil contoh 37:23 ya. 37:24 kita seseorang keluarga 37:29 mempercayakan anak perempuannya 37:33 kepada 37:35 anak muda. 37:36 Iya. 37:39 Nah, itu niatnya kan baik dia supaya 37:42 terlindungi itu anaknya. Bukan 37:44 terlindungi di situ jadi malan bahaya. 37:46 Iya ya. Wala syabban alamin. Kata Nabi, 37:49 "Tidak boleh seorang anak muda dipercaya 37:53 perempuan muda. 37:56 Niatnya baik, salah niat." Ya, enggak 37:59 begitu caranya. Kecuali ada mahramnya. 38:02 Enggak apa-apa. Kalau enggak ada 38:03 mahramnya baik. H. 38:05 Yang pernah saya ceritakan pada kuliah 38:07 yang lalu. 38:08 Iya. 38:10 Ada seorang yang aktivitasnya itu 38:14 kegiatan sosial. 38:15 Iya. 38:15 Oh, bagi segala-galanya. sembah kau bagi 38:18 uang kok berbagai masyarakat miskin. 38:21 Nah, salah satu teman perempuan juga 38:23 dari ibu ini ikut aktif 38:27 bagi-bagi setelah dia selesai acara sore 38:30 hari pulang malam ke rumahnya 38:33 dia menteng sini. 38:39 Tiba-tiba istrinya mengatakan, "Mbak, 38:43 itu teman saya tuh 38:45 pulangnya jauh loh 38:48 lewat Bogor ke sana. Padahal sudah malam 38:51 hari begini." 38:51 Iya. 38:53 Kasihan kalau dia pakai mobil umum 38:55 mungkin enggak dapat. Tolong, Bang, 38:57 anterin dia. Ah, lihat ya. Sudah ya. 39:00 Kata istrinya, "Anterin, Bang. 39:04 Niatnya baik dia ya 39:06 melindungi temannya yang harus berangkat 39:09 pulang sendirian malam hari 39:12 bendera lewat Bogor sana 39:14 dekat Sukabumi. 39:16 Niatnya baik. Akhirnya diantarlah oleh 39:18 suaminya. Diantar sekali enggak apa-apa. 39:23 Dua kali eh ngajak mampir 39:26 di restoran. 39:29 Makanlah bersama di restoran. 39:32 Jalan ketiga ngajak mampir di pemandi 39:35 ya. [tertawa] 39:39 Sampai akhirnya terjadi hal-hal yang 39:41 tidak diinginkan. 39:43 Ributlah itu suami istri datang ke saya 39:46 ya konsultasi mengenai 39:48 h 39:49 saya begit itu cerita saya bilang ibu 39:53 jangan hanya salahkan suami ibu saya 39:55 katakan gitu. Ibu juga salah. 39:57 Iya 39:58 saya niatnya baik Pak. Niat ibu baik, 40:00 tapi itu enggak tepat. He 40:02 ya. Menyerahkan perempuan muda kepada 40:05 suaminya sendiri. Diantar berduaan saja 40:07 kecuali ada mahram. Saya bilang itu ibu 40:10 juga salah. Jadi suami ibu salah, ibu 40:12 juga salah. Jangan hanya menyalahkan 40:13 suami. 40:14 Baru dia sadar. Oh iya. Nah ini. 40:16 He. 40:17 Ya. Jadi niat baik kadang-kadang kalau 40:19 enggak sesuai dengan syariat jadi enggak 40:22 benar. Ya. Terima kasih. 40:24 Baik. Jadi harus berhati-hati ya. Niat 40:26 baik belum tentu baik juga akhirnya 40:28 Ustaz ya. 40:29 Baik, ini terakhir Ustaz dari Bapak Deni 40:32 di Cibubur. Asalamualaikum 40:33 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 40:37 Waalaikumsalam warahmatullah 40:39 wabarakatuh. 40:41 Sekarang fitnah bisa menyebar hanya 40:44 dalam hitungan menit melalui WhatsApp 40:46 dan media sosial. Kalau seseorang 40:49 meneruskan berita yang belum terbukti 40:51 benar, tetapi dia sendiri tidak tahu 40:54 bahwa berita itu palsu, apakah tetap 40:56 berdosa, Pak Ustaz? Dan bagaimana cara 40:59 bertaubatnya? Demikianah 41:02 tetap berdosa kalau menebarkan fitnah 41:05 atau berita bohong. 41:07 Ya, kenapa kita mau menyebarkan padahal 41:09 belum tahu kebenarannya kita ikut 41:11 menyebarkan. Nah, itu salahnya di situ 41:12 ceroboh 41:13 ya bertindak sesuatu yang di luar 41:15 pengetahuan dia itu salah. 41:18 Nah, bertobatnya dengan banyak 41:20 beristigfar, 41:22 banyak berbuat baik, banyak sedekah, 41:25 banyak melakukan salat-salat wajib dan 41:27 salat sunah, banyak puasa itu akan 41:30 menghilangkan ya 41:32 dosa-dosa ibn tadi. Terima kasih. 41:36 Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 41:37 mungkin sebelum pamit disimpulkan tema 41:40 kita hari ini, Ustaz. 41:42 Baik, ikhwan akhwat sekalian. dari 41:44 uraian dua hadis yang kami sampaikan 41:46 tadi 41:48 mengarahkan kita untuk bersikap 41:51 hati-hati, 41:53 sangat hati-hati. 41:55 Jangan sampai terfitnah 41:58 oleh aktivitas kita sendiri, oleh niat 42:01 kita sendiri itu jangan. Harus hati-hati 42:04 menebarkan berita harus kita cek dulu 42:07 benar enggaknya 42:09 ya. Jangan mengadu domba antara sesama 42:11 kita 42:13 ya. Jangan saling menzalimi. Itu harus 42:16 kita terapkan kehidupan. Insyaallah 42:18 fitnah itu akan bisa diminim 42:21 diminimalisir. 42:22 Dihilangkan sama sekali enggak bisa ya. 42:24 Diminimalisir bisa. 42:26 Demikian yang bisa kami sampaikan. 42:28 Semoga bermanfaat. 42:29 Saya mohon maaf kalau ada kekhilafan. 42:31 Wasalamualaikum 42:33 warahmatullahi wabarakatuh. 42:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:37 wabarakatuh. Demikian telah kita 42:38 bersama-sama simak kajian kitab Alulu 42:41 wal Marjan yang telah disampaikan oleh 42:43 Dr. K. H. Zaki Mubarok, M. Abdullah 42:45 Mustasyar PBNU. Tema menebarnya fitnah 42:49 dalam kehidupan masyarakat. Iwanawat, 42:51 mari kita jaga lisan kita. Jangan sampai 42:54 satu ucapan, satu tuduhan atau satu 42:57 pesan yang kita sebarkan menjadi sebab 43:00 rusaknya kehormatan seseorang dan 43:02 retaknya bersaudara. Saya Fahri ditemani 43:05 Neza dan juga Yusuf Subang pamit. 43:07 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 43:09 alla ilahailla anta astagfiruka waubu 43:12 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 43:13 wabarakatuh.