Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brail TV [musik] 0:18 [musik] 0:32 alamin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:35 Muhammad wa ali sayidina 0:36 Muhammadamualaikum. 0:38 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:41 akhwat, pendengarim dan juga pemirsa 0:43 Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:45 Alhamdulillah kita kembali berjumpaan 0:47 akhwat di Kamis siang hari ini tanggal 0:50 21 Rabiul Aal 1448 0:53 Hijriah atau tanggal 3 September 2026. 0:57 Kita kembali bersama-sama hadir di acara 1:00 tausiah siang kajian tafsir Ibnu Katsir 1:04 bersama Ustaz Umar Rasid Hasan yang 1:06 alhamdulillah hari ini telah hadir di 1:07 studio. Kita sapa terlebih dahulu Iwan 1:10 akhwat. Asalamualaikum warahmatullahi 1:12 wabarakatuh ustaz. 1:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:15 wabarakatuh. 1:16 Sehat saja kabarnya ya? 1:18 Alhamdulillah wasyukrulillah. 1:19 Masyaallah. Walaupun sekarang ini masih 1:22 tetap ini ya cuacanya panas terusan ya. 1:24 Aduh, 1:24 hujan kayaknya masih lama untuk turun 1:26 nih. 1:27 Nampaknya kita masih dalam masa kemarau. 1:30 Masa kemarau ya? 1:31 Iya. 1:32 Kebakaran di mana-mana gitu. Di 1:33 Kalimantan ya. 1:34 Kalimantan lebih parah itu. 1:36 Semoga diberi apa namanya? Cepat padam 1:38 gitu ya. 1:39 Insyaallah solusi yang baik. Insyaallah. 1:41 Solusi yang terbaik ya, Ustaz ya. 1:43 Insyaallah. 1:43 Baik, hari ini kita akan bersama-sama 1:45 pelajari dan simak ee pemaparan ustaz 1:49 dan tema yang akan disampaikan adalah 1:51 mengenai Quran surah Alfurqan. Ustaz ya. 1:54 Ayat yang ke-64. Insyaallah. Insyaallah 1:57 kita akan bersama-sama simak dan nanti 1:59 yang ingin bergabung bertanya silakan 2:01 Anda bisa kirimkan oleh WhatsApp kami di 2:03 0811999720. 2:08 Tapadlah ustaz. 2:09 Jazakallah khair. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim. 2:16 Asalamualaikum warahmatullahi 2:18 wabarakatuh. 2:21 Alhamdulillahi rabbil alamin 2:24 wasalatu wassalamu ala asrofil ambiyaai 2:26 wal mursalin 2:28 nabiyina Muhammadin wa ala alihi 2:31 wasohabati ajmain. Amma ba'. 2:36 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 2:39 innaka antal alimul hakim. 2:42 ala innaka antwaburahim 2:45 rbisrohli sodri waassirli amri wahl 2:48 uqdatan m lisani yafqahu qua 2:51 subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 2:54 innaka antal alimul hakim wat alaina 2:58 innaka antwabur rahim 3:03 allahumma inna naud nazubika min ilmin 3:05 la yanfa winqbin la yaksya wamin nafsin 3:07 la tusba wamin dawin la tustajabulah 3:11 Allahum in nasaluka il naiz wasalan 3:15 mutaqala. 3:18 Pendengar Rasil dan pemirsa [berdehem] 3:21 televisi Rasil yang berbahagia. 3:25 Alhamdulillahiabbil alamin. Kita 3:28 panjatkan rasa syukur kita kepada Allah 3:31 Subhanahu wa taala yang telah begitu 3:34 banyak memberikan kepada kita nikmat dan 3:38 karunia. 3:40 dan juga 3:42 nikmat kesehatan yang tidak bisa kita 3:46 bayangkan kalau saat ini kita dalam 3:48 keadaan sakit ya nak PRI ya. 3:50 Iya. 3:50 Subhanallah. Alhamdulillahiabbil alamin. 3:54 Kita masih dalam keadaan sehat walafiat 3:57 dan dapat melaksanakan aktivitas 4:00 yang Allah izinkan. Itu juga 4:05 agar nampak kesyukuran kita dalam 4:07 keadaan sempurna. 4:09 sisipkan di dalamnya ikhwatal iman. 4:11 Jangan bosan-bosan 4:14 selalu 4:16 membaca selawat dan salam untuk baginda 4:19 kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi 4:21 wasallam. Semoga kiranya kita termasuk 4:24 hamba Allah yang kelak akan mendapatkan 4:27 syafaatul udma yang Allah izinkan kepada 4:31 nabi kita. Selanjutnya beliau berikan 4:34 syafaat itu kepada kita. Amin ya rabbal 4:36 alamin. 4:39 Seperti biasa ikhwatil iman di tausiah 4:43 siang ini kita buka dulu melali melalui 4:47 perolohnya 4:48 karena kita akan 4:51 sedikit banyaknya orang bilang ada 4:54 semacam deskripsi gitu kan. deskripsi 4:57 itu 4:59 ee 5:03 deskripsi epistemik itu 5:08 ada orang suka ngomong bahasa-bahasa 5:10 yang susah dipaham ya. 5:13 Ada deskripsi estemik itu semacam uraian 5:17 ilmu. 5:17 Hm. 5:19 Sehingga ilmu ketika diurai itu menjadi 5:21 ilmiah. 5:22 Heeh. Heeh. 5:23 Arti ilmiah itu dapat dipahami. 5:25 Dapat dipahami. 5:26 Kalau ilmu belum di 5:29 urai, 5:30 he 5:30 sangat sulit untuk memahaminya. 5:32 Dicernanya sulit gitu ya. 5:33 Iya, dicerna sulit seperti 5:36 apa? Ee ee seperti ubi-ubian. 5:42 Heeh. 5:43 Yang kalau kita makan mentah. Bagaimana 5:45 rasanya? 5:46 Iya. Agak begah gitu ya. Perlu keras 5:49 gitu. 5:49 Perlu diparut dulu gitu ya. diproses 5:52 dulu, direbus macam-macam 5:54 biar lembut. 5:55 Lantas dikasih 5:57 penyedap atau apa kan jadi enak rasanya 5:59 kasih jadi misro gitu [tertawa] ya. 6:02 Begitu. 6:03 Itulah pentingnya penting adanya semacam 6:07 deskripsi epistemik. 6:09 Epistemik 6:10 itu epistemik sendiri maknanya itu kan 6:12 ilmu pengetahuan. 6:14 Iya 6:15 ya. sehingga oleh sebagian orang 6:18 dimasukkan pada kategori wah ini 6:20 ontologi itu lagi. 6:22 Jadi ontologi itu semacam ee falsafah 6:26 keilmuan yang kalau diteliti itu banyak 6:30 manfaatnya. 6:30 Iya 6:31 itu metode ontologi itu kan ini pun 6:34 ustaz hanya melihat dari 6:37 ee apa namanya perkembangan 6:40 sosial masyarakat yang menginginkan 6:43 hidupnya semakin berkembang. Heeh. 6:46 Dan dalam keadaan nyaman. 6:48 Iya. 6:48 Percuma kalau hidupnya berkembang tapi 6:50 tidak 6:50 tidak nyaman. 6:51 Tidak nyaman. [tertawa] 6:52 Dua-duanya harus ini ya. 6:53 Dua-dua harus seimbang. Harus seimbang. 6:56 Ya. Berkembang ya nyaman. Kalau nyaman 6:59 ya damai. Kalau damai ya tentram. Ya 7:02 betul. 7:02 Itu layak. 7:05 Layak 7:05 gitu kan. Layaknya orang hidup itu kan 7:09 dapat mencicipi nikmat. 7:11 Heeh. 7:12 Kalau orang hidup tidak mendapatkan 7:16 kesempatan mencicipi nikmat, berarti 7:19 tidak layak. Siapa mereka yang tidak 7:21 layak? Orang yang sedang sa 7:24 sakit 7:24 sakit sakit. 7:25 Nah, itu. Maka ikhwan fillah yang 7:28 dirahmati Allah, 7:30 perumpamaan-perumpamaan dalam hidup kita 7:33 itu harus kita ungkap gitu. 7:37 termasuk di dalamnya 7:40 bagaimana upaya kita 7:44 ini. Ini kita sedang berupaya 7:46 bagaimana upaya kita mengurai 7:51 kebekuan, 7:53 kejumudan 7:56 ee dari problematika kehidupan yang 7:59 sedang kita hadapi. 8:01 Tentu kalau kita bicara tentang 8:03 problematika kehidupan, ya Allah ya 8:07 Rabbi, 8:09 di negara kita saja soal problem 8:12 kehidupan itu tidak pernah berkurang. 8:15 Iya 8:16 betul. Gak 8:16 berjubel banyak. 8:17 Berjubel. 8:18 Berjubel. [tertawa] 8:18 Berjubel sekali. 8:19 Bergantian. Bergantian. 8:21 Bergantian. Inginnya kita ini mendengar 8:24 informasi dari kanan kiri depan 8:27 belakang. Kalau informasi itu ada dari 8:29 atas dari bawah gitu ya. inginnya 8:31 mendengar informasi tuh yang enak-enak. 8:34 Iya. 8:35 Iya kan? 8:35 Jadi hanya itu ya 8:37 inilah yang layak. 8:40 Selain itu berarti kan tidak 8:41 tidak layak 8:42 layak. 8:43 Nah, yang layak saja perlu diurai 8:47 apalagi yang tidak 8:48 layak 8:51 tuh. 8:52 Nah, 8:54 cara menghadapi problematika yang sedang 8:59 ramai-ramai kita 9:01 ee 9:03 mencari solusi bagaimana mengurainya itu 9:05 kan perlu 9:07 ada semacam teori. 9:09 Iya. 9:10 Iya. Kan itulah ontologi tadi. 9:12 H. 9:14 Teori bagaimana memecah perkara berat 9:17 menjadi ringan. 9:19 teori bagaimana mengurai benang kusut 9:22 menjadi menjadi hal-hal yang bisa 9:24 dimanfaatkan kayak benang kusut itu kan 9:26 kalau sudah diurai bisa dibuat ngejahit 9:29 lagi. 9:29 Iya 9:30 gitu. 9:32 Demikian pula ikhwat al iman yang 9:34 dirahmati Allah di siang hari ini kita 9:38 secara pribadi, secara keluarga, 9:42 bahkan secara berbangsa dan bernegara, 9:45 kita sedang mencari solusi 9:49 untuk ataupun upaya untuk 9:53 mengurai 9:55 kesulitan-kesulitan 9:56 hidup di anak bangsa Indonesia ini. 10:01 Tapi kita harus sadar 10:05 teori apapun yang kita gunakan untuk 10:09 menghadapi kesulitan hidup kalau 10:12 teorinya itu buatan manusia. Ahah. Itu. 10:16 Hm. 10:18 Itu ini teori nih anak bah. Ada teori 10:21 untuk menyelesaikan kasus kehidupan 10:24 masyarakat yang rumit. Iya. 10:25 Kalau teorinya itu buatan manusia, 10:29 artinya buatan manusia menyelesaikan 10:32 kasus manusia, perbuatan manusia manusia 10:36 itu akan mengalami kegagalan. 10:41 Karena manusia dengan manusia itu 10:43 memiliki sifat yang sama. Apa sifatnya? 10:46 Lemah. 10:47 Lemah. 10:48 Segala kurang 10:50 terbatas. 10:51 Terbatas. 10:52 manusia itu memiliki keterba 10:55 keterbatasan. 10:57 Nah, sekali [mendengus] lagi ikhwan 10:59 fillah untuk mengatasi berbagai 11:02 problematika kehidupan itu bila 11:04 mengandalkan ee atau bila hanya 11:08 mengandalkan teori ciptaan manusia, 11:11 lagi-lagi kita didera kepada kebuntuan. 11:16 H 11:17 tu. 11:18 Nah, ada sekarang 11:21 agama yang kita perlu ini Islam adalah 11:23 way of life. 11:25 H 11:25 gitu kan 11:27 jalan hidup yang menghasilkan maslahat. 11:32 Ada jalan hidup yang tidak menghasilkan 11:34 maslahat. Banyak ya 11:36 judi jalan hidup bukan 11:38 jalan hidup bagi orang yang mau berjudi 11:40 tapi bukan maslahat hasilnya kan. 11:43 Korupsi jalan hidup bukan 11:45 jalan hidup tapi tidak maslahat. 11:48 Itu kan hasilnya 11:50 berkhianat juga jalan hidup bagi 11:53 seseorang 11:54 pilihannya kan tapi tidak mengandung mas 11:57 mas 11:57 demikian bohong berdusta menipu itu 12:01 jalan hidup tapi tidak menghasilkan 12:04 maslahat nah kita coba mencari 12:08 apa namanya jalan hidup jalan untuk 12:12 mengurai 12:13 kekusutan problematika kehidupan ini 12:17 melalui melalui teori yang dikenalkan 12:19 oleh Allah Subhanahu wa taala dalam 12:22 Al-Qur'an. H 12:25 itu melalui apa gitu? 12:29 Melalui 12:31 bahwa jangan lupa Allah Subhanahu wa 12:35 taala menciptakan kita untuk apa kan 12:37 gitu. 12:37 Iya. 12:39 Allah Subhanahu wa taala menciptakan 12:41 kita bahkan dengan jin itu. 12:44 Hm. 12:44 Bang bahkan dengan makhluk yang di luar 12:48 ee metafisik kita 12:51 gitu kan. Itu jin. 12:54 Tidaklah Allah ciptakan jin dan kita 12:57 manusia melainkan hanya untuk 12:59 beribadah. 13:01 Dalam Al-Qur'an Allah firmankan, "Wama 13:04 khalaqtul jinna wal insa illa 13:07 liya'budun." pun tidaklah kami 13:10 menciptakan jin dan manusia terkecuali 13:12 hanya untuk beribadah kepada Allah. Nah, 13:15 jalan ibadah ini merupakan teori yang 13:18 harus kita tempuh untuk menyelesaikan 13:22 segala perkara kehidupan. 13:24 Niscaya jika ini yang kita andalkan, 13:27 insyaallah taala dengan izin Allah dan 13:29 ridanya berbagai bentuk problem 13:32 kehidupan akan selesai. 13:37 Masalahnya adalah 13:39 dari hari ke hari bangsa ini akan terus 13:42 didera dengan problematika yang berat 13:44 yang sulit mencari solusinya. 13:48 Anak bangsa kita ini tidak mau merapat 13:51 kepada Allah. 13:52 H 13:53 tidak mau mendekatkan diri pada Allah 13:56 itu melalui ibadah tadi. 13:59 Padahal tujuan Allah menciptakan dirinya 14:01 untuk 14:01 beribaadah. 14:03 Ini masalah akhirnya. 14:06 gitu. 14:08 Jadi jangan harap ketika problem besar 14:10 ini akan diselesai, akan bisa selesai 14:14 oleh otak kita, 14:16 oleh kecerdasan nalar kita, hanya oleh 14:20 tenaga kita, hanya oleh 14:24 upaya-upaya yang selain daripada upaya 14:26 yang diridai Allah Subhanahu wa taala. 14:29 Jangan harap itu akan selesai ya. 14:30 Kalaupun selesai tidak sempurna. 14:33 Iya. E. Nah, coba kita melihat 14:38 cara pandang hidup kita saat berpapasan 14:42 dengan berbagai kendala, berbagai 14:45 kesulitan. 14:47 Mencoba untuk mengembalikan itu ee cara 14:52 mencari solusinya itu kepada apa yang 14:56 telah Allah Subhanahu wa taala 14:59 tetapkan dalam Al-Qur'an. Nah, pada 15:02 siang hari ini itu 15:06 kita akan mengurai surat dalam surah Al 15:11 Alfurqan ya, 15:12 Alfurqan 15:13 ayat 64 15:15 ee berbunyi 15:16 azubillahiminasyaitanirrajim. 15:19 Bismillahirrahmanirrahim. 15:22 Walladzina yabituna lirabbihim sujjada 15:27 waqiyama. 15:32 Walladzina dan yang itu kan yabituna 15:37 mereka tidur di malam hari. 15:40 Labbihim sujadan. Namun mereka sempat 15:43 pada malam hari itu sujud untuk Allah. 15:48 Sujadan lirabbihim sujadan. 15:51 Melakukan persujudan kepada Allah. Arti 15:55 sujud di sini apa, Nak? Sal 15:57 salat. salat 15:58 tahajud 15:59 itu 16:00 sujadan waqiama 16:03 sujud ya beribadah pada Allah sujud 16:07 waqiamah dan berdiri lama 16:09 itu 16:11 makna tafsirnya oleh Ibnu Katsir 16:13 sederhana sekali 16:15 ditafsirkan ayat ini yaitu manusia itu 16:21 selalu 16:24 tentunya manusia yang dikehendaki Allah 16:26 ya 16:27 iya I 16:27 itu kan h selalu mudawamah 16:33 istiqomah fi 16:36 ibadatihi wa thaatihi. 16:40 Istiqomah pada apa? 16:41 Ibadah. 16:42 Pada ibadah dan ketaatannya. 16:46 Ini tafsir ayat itu. 16:48 Ibnu Katsir hanya mentafsirkan 16:50 segitu-gitunya. 16:51 G. 16:53 Tetapi pun demikian, Ibnu Katsir 16:56 menghadirkan pada tafsirnya itu 16:59 ayat-ayat lain yang sepadan maknanya 17:01 dengan ayat ini. 17:03 Hm. 17:06 Maka kalau ayat ini dipelajari di Aceh 17:09 semisal, oke 17:11 tentu Aceh juga punya problem 17:14 di ke di ke di Provinsi Aceh 17:18 mesti ada problem. 17:20 Iya. Demikian di provinsi ee [erangan] 17:25 Sumatera Barat semisal [tertawa] 17:29 kan ada Sumatera Utara ya kan, Sumatera 17:31 Barat ya kan, Sumatera Selatan ya kan. 17:36 Katakan di Indonesia semua provinsi 17:39 punya problematika. 17:40 Iya. 17:41 Dan itu fakta. 17:44 Tapi ayat ini ketika oleh ulama setempat 17:48 diurai 17:50 ya kan menjadi ee 17:55 kalau 17:57 obat itu 17:59 walaupun pahit 18:00 He 18:02 menyembuhkan enggak 18:03 menyembuhkan. Nah, itu menjadi obat 18:06 [tertawa] 18:06 [terkesiap] 18:07 dan menjadi obat pelipur larah 18:11 itu kan 18:13 kesulitan hidup di provinsi-provinsi 18:16 tertentu. Ayat ini diurai oleh ulamanya. 18:20 Tentu masyarakat yang mendengarkan 18:24 uraian ulama itu insyaallah taala dibuat 18:28 tenang. 18:29 Iya, 18:30 gitu kan. Dibuat apa? dibuat nyaman 18:35 gitu loh. Hu punya problem coba dong 18:39 gitu. Oleh ulama nih 18:41 di Aceh, oleh ulama nih di Padang, oleh 18:43 ulama di Medan, sampai di Lampung, oleh 18:46 ulama di Banten, sampai di Surabaya, 18:49 oleh ulama di Sulawesi terus terus 18:51 berantai diungkap oleh ulama 18:55 tafsirnya, coba dong kalau kamu punya 18:58 problem 18:59 bangun malam. 19:04 Biar cepat segera selesai. 19:09 Coba dong kalau kamu punya masalah ajak 19:12 bicara Allah. 19:15 Kan begitu. 19:17 Kalau Allah engkau ajak bicara, Allah 19:20 itu assami albasir. 19:23 Maha mendengar lagi maha melihat liihat. 19:28 Niscaya Allah yang memiliki alam raya 19:32 ini beserta manusia yang punya problem 19:35 tadi. Tentu Allah tidak akan membiarkan 19:40 hambanya itu menghadapi kesulitan 19:44 seorang diri. 19:48 Karena apa? Karena ujian itu hakikatnya, 19:52 karena kesulitan itu hakikatnya ujian 19:54 yang diadirkan Allah kepada dia. 19:57 Hm. 19:58 Tuh. Itu sulit apa sekarang kalau kita 20:02 bicara kesulitan yang sudah jadi problem 20:04 itu ya banyak sekali ya, Nak? 20:06 Iya. 20:08 Apa tadi apa kemarin ya terjadi lagi 20:12 dari BMG MB eh BMG 20:15 MBG? [tertawa] 20:16 MBG 20:17 MBG ya. Iya. keracunan lagi di Jawa 20:19 Timur. 20:19 Iya, Sidoarjo lah ya. 20:21 Sidoarjo. Jawa Timur itu Sidoarjo ke 20:24 Surabaya 20:25 itu 20:28 kita sudah nyaman tidak mendengar 20:31 beberapa saat itu kasus-kasus keracunan 20:34 MBG 20:35 muncul lagi kan 20:37 meraung-raung lagi ambulans. Masuk rumah 20:40 sakit ini, masuk rumah sakit sana. 20:42 Kalang kabut orang dibuatnya kan. 20:45 He 20:45 ya. 20:49 Ini ini di kita 20:51 Iran dengan Amerika, Iran meluncurkan 20:55 rudal-rudal balistiknya kan 20:57 untuk melumpuhkan kekuatan pangkalan 21:00 Amerika yang ada di 21:01 Arab. 21:02 Arab itu kan. 21:04 Nah, itu kan problem. 21:07 Ini problem nasional itu problem. 21:11 Mau selesai enggak? Kan gitu. Iya. 21:13 Ada pertanyaan, mau selesai enggak 21:15 problem kalian secara nasional? Mau 21:18 selesai enggak kalian punya problem 21:20 secara internasional? Jawaban manusia, 21:23 bohong. Kalau tidak mau 21:26 ajak Allah bicara. 21:31 Bagaimana caranya? 21:33 Ya, kita orang Islam kembalilah kepada 21:37 dua supermasi hukum, yaitu Al-Qur'an dan 21:40 sunah-sunah Rasul sallallahu alaihi 21:42 wasallam. terutama ukurannya dari nilai 21:46 ibadah. 21:48 Karena kita diciptakan oleh Allah 21:50 Subhanahu wa taala itu hanya totalitas 21:53 untuk beriba 21:55 beribadah. 21:56 Nah, itu betul. Memang 22:01 salat wajib itu akan mengalahkan segala 22:03 salat 22:04 h 22:04 sunah. 22:06 Betul. 22:08 Artinya seseorang kalau dalam hidupnya 22:12 hanya mengamalkan yang wajib-wajib saja. 22:15 Salat wajib saja. Oke. 22:19 Puasa wajib saja, enggak usah pakai 22:21 sunah-sunah. 22:24 Zakat kalau dia wajib yang wajib saja. 22:27 Gak usah pakai infak sodqah. Contohnya 22:31 haji satu kali saja yang haji sunahnya 22:33 enggak usah. itu cukup mengantarkan diri 22:36 seseorang hamba Allah ke dalam surga. 22:39 Itu sudah janji Rasul, janji Allah dan 22:41 Rasul. 22:45 Tetapi dalam hidup ini perlu apa? Perlu 22:49 penambahan. 22:50 Kalau tenaga mah daya, kalau listrik mah 22:54 harus diupkan apanya? 22:55 Tambah daya. 22:56 Tambah [tertawa] daya. 22:59 Siapa tahu kan gitu 23:03 yang wajib-wajib itu ada yang keleleran 23:06 sifatnya. 23:07 Iya. 23:09 Maka yang sunah itu perlu kita raih 23:11 untuk apa? Menutupi tambal sulam. Hari 23:15 ini kita sedang mengalami 23:17 kewajiban-kewajiban hidup yang banyak 23:19 bolong-bolongnya. 23:21 He 23:22 itu betul. Memang ustaz katakan tadi 23:26 yang wajib dari ibadah itu utama 23:29 daripada yang sunah. 23:31 Iya. 23:32 Nah, sekarang kita mengupas 23:34 masalah-masalah yang berkaitan dengan 23:37 kehidupan masyarakat luas yang hajat 23:40 kebutuhannya beragam. Ayo, Ikhwat al 23:43 iman yang dirahmati Allah secara 23:45 nasional 23:47 kita pahamkan betul bahwa segala problem 23:51 akan ada solvingnya. H 23:54 ada problem solv 23:55 solving. 23:57 Nah, kita menghadirkan problem 24:00 solvingnya itu dari Al-Qur'an yang 24:02 sedang kita bahas itu. [mendengus] Apa 24:05 ayatnya tadi? 24:07 Ayatnya adalah ajakan untuk kita sujud 24:10 di malam hari dan berdiri untuk salat 24:14 malam. 24:16 Niscaya ikhwatal iman kalau kita 24:18 melakukan itu 24:21 ujian ya ujian tidak seluruhnya langsung 24:23 selesai gitu. Iya. 24:26 Tapi ada tahapan yang Allah berikan pada 24:28 kita cara untuk menyelesaikan 24:31 kasus-kasus itu. Kenapa tidak Allah 24:33 langsung selesaikan? Bukan Allah tidak 24:35 mampu. Ingat dosa kita 24:39 terlalu banyak sehingga menghadirkan 24:41 begitu banyak pro 24:43 problem karena dosa. Itu problem 24:46 kehidupan yang sulit-sulit itu karena 24:48 dosa kita, Nak. Iya. 24:51 Nah, [berdehem] 24:52 malam ini mungkin akan mengkikis salat 24:55 salat tahajud kita mengkikis kesalahan 24:57 sekian persen. 25:00 Alhamdulillah berkurang kan. malam besok 25:02 lagi lakukan, malam besoknya lagi terus 25:05 lakukan. Sehingga dari malam-malam yang 25:08 kita lakukan dari tahajud ini, Allahu 25:12 Akbar menggugurkan 25:15 berbagai kekurangan-kekurangan dan 25:18 dosa-dosa serta subhanallah menggugurkan 25:22 perilaku jahat kita. 25:24 Iya. Nah, kalau sudah dianggap Allah 25:26 Subhanahu wa taala bersih kamu dari 25:28 dosa, sudah saatnya aku turunkan kepada 25:32 kalian ini rahmat. Bayangkan andai kata 25:35 negeri ini dari Sabang sampai Merauke, 25:37 Allah turunkan rahmat pada negeri ini, 25:39 apa yang terjadi? Oh, luar biasa 25:42 nikmatnya. 25:44 Tetapi itu perlu tebusan. Tebusannya 25:47 apa? Tebusannya seperti dalam surah 25:50 As-Sajadah. 25:53 Oh, dalam surat azzariyat ayat 17 dan 18 25:58 Allah katakan kanu. Nah, ini sepadan 26:01 ayatnya dengan ayat yang tadi. Kanu 26:05 qolilam minallili ma yahjaun. 26:09 hamba-hambaku yang punya problem 26:11 kehidupannya yang banyak tadi lalu 26:14 mereka berdiri 26:16 gitu kan 26:18 di malam hari untuk salat tahajud 26:22 sedikit dari tidur mereka wabil ashar 26:26 hum yastagfirun 26:28 saat mendekati subuh dikumandangkan 26:30 waktu sahar. Waktu sahar itu waktu 26:33 sahur. He 26:34 ya paling setengah jam 15 menit 10 menit 26:37 mau azan. 26:37 Iya. 26:39 10 menit atau 15 menit mau azan. Mereka 26:43 menadahkan tangan mereka kepada Allah 26:46 beristigfar, 26:50 memohon maaf kepada Allah, 26:53 memohon ampunan pada Allah. Itu 10 menit 26:57 mau azan subuh itu. 26:59 Jika ini dilakukan oleh jutaan 27:02 masyarakat Indonesia dari Sabang sampai 27:05 Merauke, 27:07 mustahil. Ustaz tidak suon pada Allah. 27:09 Bahkan kita harus husnuzon terus pada 27:12 Allah. Allah siap menurunkan rahmat 27:14 Allah Subhanahu wa taala. 27:17 Nah, sekarang kita hanya maunya saja, 27:20 hanya maunya saja kita dapat rahmat 27:22 Allah. Betul. 27:25 Hanya maunya saja problematika yang 27:27 sulit-sulit ini selesai digantikan oleh 27:30 segala kemudahan. Hanya maunya saja, 27:34 tapi upaya untuk merubahnya tidak mau. 27:37 Ini tidak ada upaya. 27:40 Ya, lagi-lagi kesalahan bukan pada 27:43 takdir Allah. Kepada siapa? Kepada kita 27:47 sendiri. 27:49 Ikhwan filah, pendengar 27:51 redorasi dan pemirsa televisi yang Allah 27:54 rahmati. Inilah kondisi kita hari ini, 27:58 gitu loh. Maka kalau kondisi seperti ini 28:03 jangan harap hari besok itu lebih baik 28:06 dari hari sekarang. Betul? 28:09 Iya. 28:10 Bahkan mungkin akan lebih buruk 28:13 itu. 28:14 Hari ini sebetulnya harus lebih baik 28:16 dari kemarin. 28:17 He. 28:17 Iya kan? Tapi kenyataan sekarang sudah 28:21 hampir sore nih kita. Iya kan? Berapa 28:24 banyak problem yang belum selesai yang 28:25 digodok di DPR dan MPR hari ini? 28:29 Iya kan? Ini sudah jam berapa ini? 28:33 Hampir jam . I kan. Berapa persen 28:36 permasalahan hidup yang sulit-sulit itu 28:38 yang digodok di DPR MPR ya dibicarakan 28:41 di partai-partai politik yang masih 28:44 nanggre? Apa nanggre itu? 28:46 Kampung. 28:47 [tertawa] 28:50 Kalau nanggrekya air hanya di digelas 28:53 itu enggak seberapa 28:55 problemnya hanya segelas. 28:56 Iya. 28:57 Tapi kalau nangger di muara ingat bahwa 29:01 air yang nanggre di muara itu mengandung 29:05 banyak kekotoran. Betul. 29:07 Iya. 29:08 Nah, sekarang begitu analoginya. 29:12 Sedangkan sore ini sebentar lagi kan. 29:16 Kita dalam hidup ini mengurai kesulitan 29:18 itu hanya dari pagi sampai sore. Betul 29:20 gak? 29:21 Kalau malam 29:23 [tertawa] 29:24 untuk istirahat kan. Seperti Allah 29:27 firmankan, "Hualladzi jaakum hualladzi 29:31 jaalaakumul 29:33 litaskunu fihi whar mubsir. 29:37 Dialah Allah yang menciptakan bagimu 29:40 malam hari." Untuk apa malam hari itu? 29:44 untuk istirahat 29:46 dari kepenatan menghadapi 29:49 masalah-masalah hidup yang berat, yang 29:51 susah-susah itu. 29:54 Dan Allah tekankan wnahar mubsiro. Dan 29:58 adapun siang hari terhitung dari subuh 30:01 sampai menjelang magrib karena 30:03 perputaran dunia kan dari magrib ya. 30:05 He 30:06 perubahannya. 30:06 Iya. 30:07 Itu untuk kalian beraktivitas kata Allah 30:10 Subhanahu wa taala. 30:12 innaika dan pada masalah itu Allah 30:15 katakan laatin sebagai ayat tanda-tanda 30:19 kebesaranku liumin ylamun 30:25 bagi kaum atau hamba-hamba Allah yang e 30:29 likulin yasmaun ya liumi yasmaun bagi 30:34 kaum yang ingin mendengar gitu terhadap 30:37 apa yang menjadi ee apalah Ah arahan 30:41 Allah subhanahu wa taala. Ikhwan fillah 30:43 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 30:45 Itulah tadi 30:48 kanu minall kanu qolilam minallili ma 30:52 yahjaun wabil ashari hum yastagfirun 30:55 yastagfirun. Tafsir daripada ayat dalam 30:59 suratul Furqan ayat 64 ditafsirkan oleh 31:02 Al-Azariyat ayat 1718 31:05 untuk supaya kita betul-betul yakin 31:09 bahwa dahsyatnya rahasia malam hari saat 31:13 kita manfaatkan itu, itu akan menjadikan 31:18 pribadi-pribadi kita mengalami 31:21 ketentraman hidup. 31:26 menjadikan pribadi-pribadi kita orang 31:28 yang senang meskipun menderita. 31:32 Ada enggak orang yang senang padahal 31:34 menderita? Ayo. 31:36 H. 31:37 Ada. 31:37 Ada. 31:38 Senang walaupun menderita kalau dia 31:41 sabar dan berupaya untuk penderitaan itu 31:46 dapat dirubah. He. 31:48 Bisa jadi ee tidak senang dalam 31:51 penderitaan kalau dia tidak berubah, kan 31:54 gitu. 31:55 upaya maksudnya 31:57 senang dia walaupun serba kurang 32:01 karena dia telah melakukan upaya. Apa 32:05 upaya di sini? Itulah bangun malam tadi. 32:09 Dan mustahil ikhwatal iman ketika 32:12 seseorang itu tawakal pada Allah melalui 32:15 bangun malam tahajud. 32:20 Mustahil ini ustaz tatang mustahil. 32:22 permasalahan-permasalahan hidupnya 32:25 tidak Allah eh permasalahan-permasalahan 32:27 hidup yang sulitnya tidak Allah urai 32:30 menjadi kemudahan. Itu mustahil. Artinya 32:33 yang sulit pasti akan mendapatkan kemu 32:36 kemudahan. 32:38 Yakinkan itu 32:40 dan jadikan uraian ini untuk ee semacam 32:46 ee solusi terakhir 32:49 buat menyehatkan kembali 32:52 ya Allah 32:54 sakitnya sakitnya pemerintahan khususnya 32:58 negeri kita 33:00 itu. Karena kalau kita tidak 33:04 bertawakal pada Allah melalui 33:06 arahan-arahan Allah itu sendiri, maka 33:08 kita akan sekali lagi akan mengalami 33:10 kegagalan. Ikhwan fillah yang dirahmati 33:13 Allah subhanahu wa taala. 33:15 Maka mari sama-sama kita ingatkan bahwa 33:21 di dalam surah Az-Zumar sendiri yang 33:25 dulu kita sudah bahas tapi ini di ayat 33:27 yang lain ketika Allah katakan 33:37 amman hua qonitun anaili sajidan waqoima 33:43 he Yahdarul akhirata warjur rahmata 33:47 rabbih. Ini Ajur ayat 9 itu 33:55 dan siapa dari hamba-hamba Allah ini 33:57 yang qonitun ana allail 34:01 yang merasa masyaallah qanit itu khusyuk 34:06 pada malam hari beribadah dalam keadaan 34:09 sujud dan berdiri. Lalu di ayat ee yang 34:13 lain dikatakan masih azumar ya ee qul 34:18 yastawilladina yamuna ini keterusan ayat 34:22 tadi. Qul hal yastawilladina ylamuna 34:26 walladina la y'lamun. 34:28 Katakan wahai Muhammad apakah sama 34:31 orang-orang yang 34:34 mengetahui dan orang tidak mengetahui? 34:37 Maksudnya mengetahui apa? 34:39 mengetahui rahasia Allah Subhanahu wa 34:43 taala tentang ciptaan yang bernama malam 34:47 hari. 34:49 Ternyata dahsyat sekali yang namanya 34:51 malam hari itu penuh dengan 34:53 rahasia-rahasia ilahi. 34:55 Itu 34:57 dan Allah Subhanahu wa taala 34:59 mengingatkan pada kita, innama 35:02 yatadakaru 35:06 ulul albab. 35:09 Dan tidak banyak orang yang memikirkan 35:12 tentang rahasia-rahasia kehidupan itu. 35:15 Terkecuali mereka hanya orang-orang yang 35:19 ingin menggunakan akal sehatnya untuk ee 35:23 berpikir. 35:24 Itu 35:25 jadi akal itu untuk berpikir kan. 35:28 He. 35:29 Akal dilahirkan oleh hati. 35:31 Iya. 35:31 Jadi hati melahirkan akal. akal untuk 35:33 berpi berpikir. Ulul albab ini adalah 35:36 kelompok hamba Allah yang mau selalu 35:38 berpikir terhadap apa kekuasaan Allah 35:41 yang ada di hadapan matanya. Ikhwan 35:44 fillah, itulah dahsyatnya rahasia malam 35:46 hari. 35:50 Jadi ada di dalam muktat juga dikatakan 35:55 waman thaabal ula sahir layali. He. 35:59 Barang siapa yang ingin atau 36:03 meraih kemuliaan, maka seringlah bangun 36:07 malam g 36:10 sekarang mulainya mau tapi bangun 36:12 malamnya tidak mau. Ya jangan harap. 36:16 Coba bayangkan hari ini. 36:19 Subhanallahiladzim. 36:21 Ustaz rasa di Indonesia sendiri hari ini 36:24 penderitaan 36:26 para petani saja yang sekarang mengalami 36:29 ee apa istilahnya kekeringan ya di 36:32 mana-mana. I 36:35 kehidupan seakan-akan terputus, Nak. 36:37 Betul. 36:40 Belum lagi yang ada katakan sekarang 36:43 masih bisa bercocok tanam gitu kan. 36:46 Mereka hampir putus asa. Bagaimana terus 36:49 menghidupkan padi ini sementara itu kan 36:52 pupuk mahal 36:53 mahal 36:54 itu kan nanti 36:57 nilai jual harga gabahnya itu 36:59 he 36:59 di bawah rata-rata harga pasaran. 37:03 Heeh. 37:04 Ah itu akan berkecamuk rasa 37:07 subhanallahzim. 37:09 mungkin keputusasaan ya itu. 37:13 Maka ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 37:15 yang memberikan rezeki adalah Allah. 37:18 Yang menguji kehidupan manusia adalah 37:20 Allah. Maka yang akan menyelesaikan 37:24 kasus-kasus berat ee pada kesulitan 37:28 hidup ini pun 37:30 Allah. 37:30 Ustaz yakin betul bukan manusia 37:33 melainkan Allah Subhanahu wa taala. 37:36 Hanya kita sekali lagi 37:39 disyariatkan untuk berupaya mencoba 37:45 menyelesaikan kasus-kasus kehidupan ini. 37:48 Ee upaya kitanya 37:51 harus maksimal dalam beribadah. 37:55 Lalu tawakal kita harus kuat kepada 37:58 Allah agar 38:00 perimbangan antara keinginan 38:03 hita-cita 38:05 itu akan menghasilkan 38:08 perubahan-perubahan yang sesuai dengan 38:10 cita-cita bersama secara nasional. Kita 38:13 berharap ikhwat al iman di tahun 2026 38:17 ini subhanallah ya prediksi-prediksi 38:20 orang pintar itu banyak ya 38:22 yang membuat masyarakat awam ini cak 38:25 takut [tertawa] itu kan 38:27 ya belum lagi yang dulu sudah bilang 20 38:30 2030 Indonesia apa lenyap apa kan gitu 38:34 [tertawa] 38:35 itu apa tidak membuat orang-orang awam 38:37 itu oh merasa khawatir ketar-ketir kan 38:41 nah itu pengamat-pengamat seperti itu 38:43 sebetulnya tidak boleh mengumbar 38:46 informasi-informasi yang belum jadi yang 38:48 belum tentu terjadi. 38:50 He. 38:50 Yang ada adalah berilah masyarakat itu 38:53 informasi-informasi yang menggembirakan. 38:56 2030 mari sama-sama kita songsong negeri 38:59 ini semakin maju. Begitu semestinya. 39:03 Tidak malah ditakut-takuti Indonesia 39:04 akan len 39:05 akan lenyap. Kalaupun ia akan lenyap, 39:08 kita pertahankan sebelum terjadi dengan 39:11 darah dan pengorbanan. 39:13 Kan begitu. 39:14 Ikhwan pilah yang dirahmati Allah 39:15 Subhanahu wa taala, marilah kita kembali 39:18 kepada ee untuk meraih kemuliaan 39:23 kita dan keluarga. Apakah ee 39:28 sekup besarnya berbangsa dan bernegara 39:30 gitu kan. Hm. Dengan apa untuk meraih 39:34 kemuliaan itu? Tidak lain ikhwat al iman 39:37 dengan menghambakan diri kita pada Allah 39:39 karena semua kita adalah makhluk Allah 39:42 dan hambnya. Wallahuam bisawab. 39:45 Baik, alhamdulillah telah kita 39:47 bersama-sama simak ikhwan akhwat 39:49 pemaparan Ustaz ee Umar Rasyid Hasan di 39:53 acara tausiah siang kajian tafsir Ibnu 39:55 Katsir. Kita pelajari Quran surah 39:58 Alfurqan ayat ke-64. 40:01 Yang ingin bergabung bertanya silakan 40:03 Anda bisa kirimkan WhatsApp 0811999720. 40:09 Kami sel kembali 40:12 radio Rasil untuk Islam yang satu masih 40:14 bersama kami Ikhwan Awat di acara 40:16 tausiah siang kajian tafsir Ibnu Kafsir 40:18 bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan. Kita 40:21 tadi telah bersama-sama pelajari Quran 40:22 surah Al-Furqan ayat 64 insyaallah. Dan 40:27 sudah ada yang bergabung ustaz di 40:30 WhatsApp rahasia yang bertanya maupun 40:32 yang ini komentar-komentar juga ada ee 40:35 sapaan-sapaan ya yang masuk di siang 40:37 hari ini. Dari Bapak Nana Sumarna juga 40:41 sedang menyimak, Ustaz. Terima kasih 40:43 atas tausiahnya. 40:45 Dan juga ini ada Ibu Eyang Sri yang 40:48 setia terus menyimak dari pagi sampai 40:50 malam 40:51 24 jam katanya ya. 40:52 Masyaallah. Masyaallah. 40:54 Ibu Sundari juga sedang menyimak. Allahu 40:57 Akbar. Semoga Bunda Sundari sehat 40:59 walafiat. Insyaallah. 41:00 Amin. Ibu Pirza Pambudi di Bekasi. Ada 41:03 juga Ibu Pani juga sedang menyimak ya. 41:05 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 41:07 Ada juga ini komentar dari Ibu Sundari. 41:09 Asalamualaikum warahmatullahi 41:10 wabarakatuh, Ustaz. 41:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:12 wabarakatuh. 41:13 Alhamdulillah menyimak, Ustaz. Benar 41:15 sekali, Ustaz. Kalau kita sudah 41:17 berbicara sama Allah, rasanya hati ini 41:19 plong sekali. Apapun masalahnya akan 41:22 saya bicarakan dengan Allah. Cakan 41:23 kepada Allah. 41:25 Kadang seperti Ustaz ya. 41:26 Iya. 41:27 Walaupun kita cuman searah mungkin 41:28 komunikasinya ya, 41:30 tapi menenangkan hati. 41:31 Komunikasi searah itu sebetulnya 41:35 komunikasi hamba terhadap pencipta. 41:38 Heeh. [berdehem] 41:39 Yang mana pencipta itu kan tidak kita 41:41 lihat kan gitu. Seakan-akan kita bicara 41:44 sendiri 41:44 padahal sedang bicara dengan 41:47 pencipta kita. 41:49 Hanya saja Allah Subhanahu wa taala 41:51 tidak mengizinkan dirinya dilihat di 41:53 dunia kan gitu. Iya. Saya ngomong 41:56 sendiri. 41:58 Tidak. Sekali-kali tidak. Kita 42:01 sesungguhnya sedang berbicara dengan 42:03 yang menciptakan kita. 42:05 Makanya maka bicaralah yang baik 42:09 gitu kan. Bicaralah yang sopan gitu loh. 42:13 Bicaralah keluhan-keluhan 42:16 yang minta jaran keluar. [tertawa] 42:19 Jangan mengeluhnya doang. 42:23 Ajak bicara. Allah yang menciptakan kita 42:26 itu. 42:27 Ustaz sangat setuju dengan apa yang tadi 42:30 Bunda katakan. Plong 42:32 lega gitu ya. 42:34 Lega lega lega. Soal bagaimana rasa 42:37 leganya setelah kita berbicara dengan 42:41 Allah itu kita tidak bisa menggambarkan. 42:46 Mau ngomong ke orang juga, "Ih, saya 42:48 lega banget." Seperti apa leganya? Kan 42:50 gitu. 42:51 Tetapi perasaan itu ada di hati kita. 42:55 Contohnya semalam ibaratnya kita sudah 42:58 tahajud, doa berpuluh-puluh kita 43:00 sanjungkan pada Allah. 43:02 Doa itu kan permintaan. 43:04 Iya. 43:05 Subhanallahiladzim. 43:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 43:08 mengatakan seluruh doa 43:12 akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa 43:15 taala seluruhnya. 43:17 Asalkan doa itu baik seluruhnya 43:19 dan tidak mengandung kesyirikan. 43:21 Iya. 43:22 Baik. tidak mengandung kesyirikan dan 43:24 tidak mengandung pemutusan tali 43:26 silaturahim. Itu syaratnya 43:30 ya. Enggak syarat lain berdoanya dimulai 43:33 dengan bismillah kemudian tambah 43:36 alhamdulillah kemudian selawat pada 43:38 rasul. Itu syarat doanya. 43:41 Jadi syarat doanya bismillah 43:43 alhamdulillah selawat tidak doa dengan 43:46 kesyirikan dan tidak sedang memutuskan 43:49 tali silaturahim kepada saudara-saudara 43:51 kita. Jika itu dipenuhi, janji Allah 43:55 akan menepati semuanya 43:58 atas permintaan kita. Rasul mengatakan 44:02 semua doa dan munajat 44:04 pasti Allah dengar, pasti Allah 44:07 kabulkan. 44:08 Pasti. 44:09 Nah, sekarang kita lihat pada kondisi 44:12 kita. 44:14 Kok Ustaz Umar bilang doa-doa kita semua 44:16 dikabulkan Allah. Tadi malam saya berdoa 44:18 100 bentuk loh [tertawa] 44:20 dikabulkan. 44:22 Tapi kok yang Allah kabulkan saya cuman 44:24 bisa pakai baju, bisa bawa mobil dari 44:28 rumahnya ke hasil saya hanya bisa makan 44:30 minum. Kok yang lainnya kok enggak 44:32 dikabulkan? Eh, jangan dulu putus asa. 44:36 Jangan dulu suujon pada Allah. 44:39 Tapi kita harus tahu diri siapa kita. 44:42 Betul gak, Pak Hari? 44:43 Iya. 44:44 Itu Rasul yang menyampaikan pada kita. 44:47 Seluruh doa hamba Allah yang baik-baik 44:49 itu akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu 44:51 wa taala. Tapi ada tapinya 44:55 kita nih manusia 44:57 yang kesehariannya suka bangga dengan 45:00 dos 45:01 dosa. Itu kata Ebit KD ya. 45:03 He 45:04 bangga dengan 45:05 dosa. 45:06 Bangga dengan keburukan, 45:08 bangga dengan pelanggaran. 45:11 Maka doa-doa yang kita munajatkan itu 45:14 dibagi tiga. Terpaksa dibagi tiga oleh 45:17 Allah Subhanahu wa taala. Eh bukan 45:19 terpaksanya dibagi tiga sajalah oleh 45:22 Allah Subhanahu wa taala itu. Mau enggak 45:24 mau kita harus menerimanya. 45:27 Sepertiga dari doa kita itu untuk 45:30 menebus dosa harian kita. Nak PI. 45:34 Hm. 45:35 Itu 45:35 menbus dosa-dosa ya. 45:37 Iya. Laong pagi-pagi aja kita sudah dosa 45:40 kok. Iya kan? Sudah ingat kepada 45:43 kesalahan orang. [tertawa] 45:45 Iya kan? Itu kadang eh kok orang susah 45:48 orang kok enggak bangun-bangun subuh ya? 45:50 Enggak seperti saya. [tertawa] 45:53 Jangan-jangan kita pun seperti itu. Ya 45:57 udah ked azan dikumandangkan kok masih 45:59 pada tidur aja sih. 46:01 Itu aja kita takut dosa sebetulnya. 46:06 [berdehem] 46:06 Kalau tidak kalau maunya ya Allah 46:08 moga-moga nih orang bangun enggak 46:11 seperti yang tadi kan udah tahu ah 46:12 jangan masih tidur aja itu kan ada 46:15 kekesalan kita pada kondisi tapi tidak 46:18 berbuat doa kan kesal itu mungkin dosa 46:23 itu dari situ aja kita sudah Allahu 46:25 Akbar. Nah sepertiga dari doa kita itu 46:31 fungsinya untuk menebus dosa harian 46:34 kita. 46:35 24 jam kita 46:38 dapat dibersihkan oleh doa kita. Itu 46:43 sepertiga berikutnya 46:46 tentunya doa kita itu 46:49 ada yang 46:51 langsung kita rasakan. 46:53 H 46:54 kita bisa makan, bisa minum itu hasil 46:57 doa kita. Nah, Pak Hari. 46:58 Iya. 46:59 Kita bisa beraktivitas sekarang ini itu 47:02 hasil doa kita. N Pak Pari. 47:05 itu dan sepertiga terakhir, Allahu Akbar 47:09 kita akan kembali ke akhirat. 47:13 Kalau Allah semuanya kabulkan doa kita 47:16 di dunia, habis dong. Sepertiga hasil 47:19 doa kita ini Allah tabungkan di akhirat. 47:24 Yang kelak kalau kita sudah kembali ke 47:26 akhirat, Allah akan kasihkan kepada yang 47:28 mengucapkan doanya itu. 47:31 Itu loh. 47:32 Ini enggak sia-sia ya. Enggak sia-sia 47:34 semuanya dik. 47:35 Maka Rasul mengatakan kepada para 47:37 sahabatnya, "Doa kalian itu semuanya 47:39 akan dikabulkan Allah." Tapi melalui 47:41 tiga cara tadi. 47:42 H. 47:44 Nah, apa kata para sahabat? Ya 47:46 Rasulullah, jika kita harus memperbanyak 47:49 doa karena diterima semuanya, idan nqsir 47:53 ya Rasulullah. 47:54 Kalau begitu kami akan memperbanyak doa 47:57 itu. Gitu. 48:00 Apa jawaban Rasul sallallahu alaihi 48:01 wasallam? Kalau kalian memperbanyak doa 48:04 kalian pada Allah, 48:06 Allahu akbar. 48:09 Kalau jawaban para sahabat menggunakan 48:12 fi'ilul mudhor, 48:14 nuksir ya, tuksir, yuksir itu fi'il 48:17 mudhar namanya. Pekerjaan yang sedang 48:20 dan akan terjadi, gitu kan. Allah 48:24 menjawabnya dengan ismu tafdil. Coba 48:27 bayangkan 48:28 [mendengus] 48:30 kalau para sahabat mengatakan idsir ya 48:33 Rasulullah. Kalau begitu kami akan 48:35 memperbanyak doa itu ya Rasulullah. 48:37 Rasul mengatakan Allahu aksar. Allah 48:40 lebih banyak lagi anugerahnya akan Allah 48:43 berikan pada kalian. Coba bayangkan. 48:46 Maka ustaz sangat setuju dengan ungkapan 48:49 Bunda tadi. Ajak bicara Allah apapun 48:52 kondisi kita plong. 48:54 [tertawa] 48:54 Meskipun hari itu, pekan itu, bulan itu, 48:58 tidak seluruhnya apa yang kita minta itu 49:00 Allah kabulkan. 49:02 Contohnya pada kita yang masih banyak 49:04 hutang, masih banyak penderitaan, terus 49:06 terus terus berdoa, 49:08 terus terus terus usaha itu jangan 49:12 putuskan usaha, jangan putuskan doa, 49:14 malah rugi nantinya, 49:17 kan begitu. He. 49:18 Nah, makanya kepada kita-kita yang masih 49:21 memiliki kekurangan hidup, 49:23 kekacauan-kekacauan pikiran, karena 49:26 banyak problematika, ajak bicara Allah. 49:30 Semoga dengan kita selalu membajak 49:32 bicara Allah itu dengan zikir kita, 49:34 dengan bertasbih kita seperti kita 49:37 bertasbih subhanallah wabihamdihi adada 49:40 khqihi warid nafsihi wainata arsihi 49:43 waidada kalimatih atau dengan bertasbih 49:46 subhanallah. Wabihamdihi subhanallahilim 49:50 atau bertasbih subhanallah 49:51 walhamdulillah walailahaillallah wallahu 49:53 akbar la haula wala quwwata illa 49:55 billahil alilim itu kata rasul sahu al 49:58 wasallam inna haqqian 49:59 inna haqqian semua ungkapan-ungkapan 50:03 baik yang kau ucapkan di dunia berupa 50:05 tasbih, tahmid takhmid itu akan menjelma 50:08 menjadi taman-taman surga 50:13 coba nak pikirkan 50:15 moga-moga meskipun Nak, asalkan kita 50:18 yang punya hutang banyak nih, kita niat 50:21 untuk bayar utang. 50:22 He. 50:23 Oke. Dengan upaya ya sedikit kesalahan, 50:26 kekurangan itu manusia namanya tidak ada 50:28 yang sempurna tapi tap usaha. Lalu kita 50:31 niat untuk bayar hutang kemudian kita 50:33 meninggal dunia, 50:36 siapa yang akan bayar hutang kita? 50:40 Allah subhanahu wa taala. 50:43 Tapi dengan niat membai membayar. 50:46 [tertawa] 50:47 Dalam sebuah hadis seperti itu, bahkan 50:50 Rasul menegaskan, 50:52 "Jika kalian 50:55 meninggal dunia," kata Rasul sallallahu 50:57 alaihi wasallam, "Datang kepadaku, aku 51:00 akan selesaikan masalah engkau itu." 51:03 Itu. 51:05 Tetapi kalau kalian mempunyai harta, 51:07 manfaatkan untuk keluargamu. Namun 51:09 kalian, wahai umatku, kalau punya hutang 51:11 datang kepadaku. Itu saat Rasul hidup 51:13 mengatakan begitu. 51:16 Ini maknanya kita diberi kesempatan 51:18 untuk kerja keras menutupi utang-putang. 51:21 Kalau kita sudah tidak mampu, sang Nabi 51:25 kita Muhammad sallallahu alaihi 51:26 wasallam, nabi pamungkas itu rahmat buat 51:29 semua umatnya. Hatta kepada utang Allah 51:33 dan Rasul jamin akan dibayarkan melalui 51:37 apa? Ya melalui kebijakan beliau ya. 51:39 Baitul mal. Makanya fungsi baitul mal 51:42 itu untuk apa? 51:44 untuk samaniatu asnaf untuk dimanfaatkan 51:47 kepada delapan golongan 51:49 dari kaum muslimin ya kan 51:52 dengan strata kehidupan masing-masing 51:55 itu. Jadi ikhwat al iman yang dirahmati 51:57 Allah sekali lagi kita ini manusia lemah 52:01 tetapi jangan lemah dengan upaya. 52:03 Iya 52:04 jangan lemah dengan harapan. Teruslah 52:06 berharap dengan harapan yang baik. 52:08 Bercita-citalah dan niatlah dengan niat 52:11 yang bagus. gitu. Semoga apa yang kita 52:14 niatkan itu suatu saat menjadi 52:18 fakta dan pembuktian dari Allah 52:20 Subhanahu wa taala. Wallahuam bawab. 52:22 Baik. Allah maha tahu. 52:24 Pelong ya. 52:26 Baik. Allah maha tahu kapan yang terbaik 52:27 untuk dikabulkan kita ustaz ya. 52:30 Yang terbaik itu yang sedang kita 52:31 nanti-nantikan. Amin. 52:33 Ini dari Eyang Sri bertanya. 52:36 Asalamualaikum warahmatullahi 52:37 wabarakatuh Pak Kiai. 52:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:40 wabarakatuh. Ayang Sri semoga tetap 52:41 sehat. He 52:43 ini kalau keindahan alam ciptaan Allah 52:46 ini ada yang merusak gitu, ada yang 52:48 membakar hutan, ada cahaya tangan-tangan 52:51 rakus yang serakah ee membabat hutan, 52:53 membakarnya itu bagaimana, Pak Ustaz? Ee 52:58 apakah akan dituntut oleh penghuni 53:00 hutan? [tertawa] 53:02 Penghuni hutan ya. 53:03 Dan kayu-kayu yang dibakar itu akan 53:05 apakah akan menuntut orang 53:06 pertanggungjawaban yang membakarnya? Ya. 53:08 Oh, Allahu Akbar. 53:09 Demikian pencerahannya. 53:10 I. Bismillahirrahmanirrahim. Pertama, 53:13 perlakuan itu untuk tidak ditiru. 53:16 Yang membakar-bakar hutan, ya kan untuk 53:19 tidak ditiru. 53:22 Kenapa? Karena yang kedua dia sedang 53:24 melakukan kezaliman terhadap hamba-hamba 53:26 Allah. Hutan belantara itu makhluk al 53:31 Allah. 53:31 Makhluk Allah. Umamun amsalukum. Kata 53:35 kata hadis ya kata Allah Subhanahu wa 53:37 taala kan. 53:39 Nah, [mendengus] 53:40 kita dengan hutan itu sama seperti kita 53:44 nih umat manusia, mereka juga umat. Umat 53:46 pepohonan. 53:48 Umamun amsalukun. 53:50 Umamun amsalukum. Mereka juga umat 53:53 seperti kalian wahai manusia. Jadi kalau 53:56 ada tiba-tiba perlakuan manusia dengan 53:59 kezalimannya, 54:01 ya Allah. Iya. Dan bukan hanya yang 54:04 membakar hutan saja, yang membalak hutan 54:07 secara liar itu pun 54:09 itu mereka yang zalim. Yang membakar 54:13 hutan ya zalim. 54:14 Iya pasti 54:15 ya kan. Yang menjadikan hutan itu 54:17 gundul-gundul itu zalim. 54:20 Nah pertanyaan Eyang Sri apakah gitu 54:24 tadi kan [tertawa] 54:25 coba apa pertanyaannya 54:27 apakah akan dituntut menuntut gitu ya? 54:30 Apakah akan dituntut oleh penghuni hutan 54:32 itu? 54:33 Penghuni hutan itu apa coba? Hewan. 54:36 Hewan pasti ya. 54:37 Dari hewannya aja yang besar ada yang 54:38 kecil. 54:39 He 54:40 ya. Ada bakteri, ada cacing, ada 54:41 jangkrik 54:42 sampai gajah sampai harimau. 54:43 Ada gajah sampai harimau. 54:46 Ada berbagai bentuk pohonan. 54:48 Heeh. 54:49 Ya. Yang dibakar-bakar itu. Apakah 54:51 mereka akan meminta pertanggungjawaban? 54:54 Jawabannya yes. 54:56 Iya. Pasti. 54:57 Apa? Yes. Itu 54:58 naam. Iya. Mereka juga kalau diizinkan 55:03 Allah berbicara di dunia, mereka 55:05 berbicara dan mereka bisa berbicara 55:08 kelak di akhirat. 55:09 Iya. 55:10 Mereka akan meminta pertanggungjawaban. 55:12 Tugas aku yang diberikan oleh Allah 55:14 adalah untuk itu kan menyimpan oksigen 55:19 ya kan secara besar-besaran. Kenapa kamu 55:22 bakar aku? Kan gitu. Allahu Akbar. 55:26 Mereka akan minta pertanggungjawaban. 55:28 Iya. Jangan kira pohon-pohonan nanti di 55:30 akhirat tidak akan minta 55:32 pertanggungjawaban kepada yang membakar. 55:35 Sehingga merebaknya api itu, ya Allah 55:39 radiusnya berapa puluh hektar kan gitu 55:42 sampai 55:42 berapa puluh kilometer kan gitu. 55:45 Itu akan dipinta. 55:47 Sekali lagi Ustaz Umar akan katakan 55:50 perlakuan itu untuk tidak ditiru. 55:54 Himbauan kepada semua masyarakat ya kan 55:57 yang di pinggir-pinggir hutan itu kan e 56:00 terutama Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, 56:03 Jawa mungkin hutannya tinggal sedikit ya 56:06 Jawa ini itu tolong jaga lingkungan 56:10 hutan kita ini agar asri agar dia tetap 56:14 menyimpan oksigen yang sangat dibutuhkan 56:16 oleh manusia. 56:17 Gitu kan ustaz kemarin ke Cipamingkis 56:19 tuh indah sekali sejuk sejuk jangan 56:22 dirusak alam Allah Subhanahu wa taala 56:25 sekarang apalagi musim kemarau korek api 56:27 satu aja 56:28 bisa membakar 56:31 hektaran daripada padang rumput kan itu 56:35 rokok bekas rokok sudahlah rokok itu 56:37 haram ya kan membuang puntung rokok yang 56:40 masih hidupnya asal-asalan membakar lagi 56:42 kan himbauan untuk perokok-perokok ini 56:45 jangan asal akan membuang apa namanya 56:48 puntung rokoknya zalim nanti mereka akan 56:51 meminta pertanggungjawaban. Belum lagi 56:53 hewan yang terusir oleh api. 56:56 Iya. 56:56 Belum lagi yang mati berupa semut-semut 56:59 apa itu akan minta 57:01 pertanggungjawabannya. 57:04 Memang di dunia tidak terdengar suara 57:06 mereka. Di akhirat mereka akan 57:08 berbicara, "Allah, aku tidak terima ini. 57:12 Aku tidak salah apa-apa kok aku 57:13 dibakar." 57:14 Iya. Ah, itu sehingga apa? Sehingga 57:17 masyarakat manusia juga terganggu oleh 57:19 asap. Iya kan? 57:23 Daripada aku yang dibakar ini 57:25 memunculkan asap, maka negara yang 57:27 terkorban tuh biasanya negara Malaysia 57:29 [tertawa] kan gitu. 57:31 Tetangga kita. 57:32 Jadi, Eyang Siri yang dirahmati Allah 57:34 Subhanahu wa taala ee itu pasti yang 57:38 akan diminta pertanggungjawabannya gitu 57:40 loh oleh hewan, oleh pepohonan. Bahkan 57:45 oleh manusia sendiri yang terganggu 57:48 gitulah dengan banyaknya asap yang 57:51 mengepul [tertawa] itu 57:53 akan dipita pertanggungjawabannya. Aduh 57:56 kenapa kamu kok bakar bakar hutan ya? 57:59 Bakar sampah aja udah banyak masalah kok 58:02 gitu kan. Malah ini bakar hutan iseng 58:05 amat kamu kan gitu. Kalau ketahuan itu 58:07 pun di dunianya akan kena sanksi berat 58:10 itu orang begitu bisa dipenja bisa 58:12 dipenjara itu. Jadi ikhwan fillah 58:17 berhati-hatilah 58:18 saat hidup ini jangan melakukan sesuatu 58:21 yang sifatnya sembrono. 58:23 Iya. 58:23 Yang menghadirkan pada kita ini 58:25 petaka-petaka yang sangat sulit. Ya. 58:28 Sekarang siapa yang bisa memadamkan api 58:30 coba? Bisa dihadirkan ke hutan-hutan itu 58:33 Blamwir? Gak bisa. Kan? 58:34 Bisa. Coba 58:36 semakin besar tiupan angin semakin besar 58:40 merembet terus 58:40 merembatnya ke mana-mana itu sangat 58:42 sulit. Maka semoga Allah Subhanahu wa 58:44 taala yang memiliki alam raya ini tetap 58:48 memberikan rahmat pada kita. 58:50 Semoga lahan-lahan yang begitu luas 58:53 terbakar Allah gantikan kembali sebagai 58:56 reboisasi gitu kan. cara Allah 59:00 menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di 59:02 hutan-hutan yang sudah hancur itu 59:04 sehingga bermanfaat kembali buat kita. 59:06 Ingat bahwa hutan belantara itu manfaat 59:09 kepada kitanya luar biasa. Tanpa ada 59:11 mereka oksigen 59:13 di dunia berkurang loh. 59:14 Iya. Pemanasan global. 59:16 Oh iya. pemanasan global akan ini juga 59:19 orang-orang yang membalak hutan harus 59:21 berhenti. Itu cukong-cukong yang 59:24 Cina-Cina menghancurkan hutan Indonesia 59:27 itu takutlah sama Allah lah. Mereka tuh 59:29 tidak punya Allah kan. [tertawa] 59:32 Takutlah pada dirimu sendiri gitu. 59:35 Karena mereka tidak punya keyakinan kan. 59:37 Rusak ya ngerusak aja laun mereka hidup 59:39 tuh Allah apa hidup? Hidup itu kan hidup 59:42 dan mati doang. Enggak ada 59:43 pertanggungjawaban buat kita, buat 59:45 mereka akhirnya semena-mena melakukan 59:47 perbuatan itu. Kepada semua 59:51 yang merasa dirinya menjadi manusia ini 59:55 ya kan, cobalah hentikan untuk tidak 59:58 melakukan hal-hal yang menghadirkan pada 1:00:01 kita manusia ini keburukan dan ee apa 1:00:05 namanya? resiko-resiko hidup yang berat. 1:00:08 ee dan hentikan perbuatan-perbuatan 1:00:10 tercela termasuk pembakaran hutan itu 1:00:13 tercela sifatnya. Hentikan dan tahan 1:00:16 untuk merusak karena sesungguhnya ee hal 1:00:20 yang dirusak itu dia akan meminta 1:00:22 pertanggungjawaban pada diri yang 1:00:24 merusaknya. Wallahualam bisawab. 1:00:26 Baik, Ustaz. Ada dua pertanyaan 1:00:27 terakhir, Ustaz. Ya. 1:00:28 Iya. 1:00:28 Dua pertanyaan terakhir. Yang pertama 1:00:30 dari Ibu Fani. Asalamualaikum 1:00:31 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:00:33 Waalaikumsalam warahmatullahi [berdehem] 1:00:34 wabarakatuh, 1:00:35 Ustaz. Apabila kita berkhalwat kepada 1:00:37 Allah yang hanya berisikan keluh kesah, 1:00:40 rintihan, menghiba, tangisan, dan 1:00:42 mengemis pada Allah, apakah hal tersebut 1:00:45 tidak membuat Allah bosan akan hal 1:00:47 tersebut? Pak Ustaz [tertawa] 1:00:49 Allahu Akbar 1:00:50 juga yang kedua nih dari Bapak Nana, Pak 1:00:52 Ustaz 1:00:53 ee bagaimana agar mau salat malam? Apa 1:00:56 doanya sebelum itu? [tertawa] 1:00:57 Masyaallah. 1:00:58 Demikian, Ustaz. Dua. 1:01:00 Satu pertanyaan dari Bunda apa tadi? 1:01:03 Bu Fani. 1:01:04 Ee Bu Fani ya. Allah akan bosan dengan 1:01:06 keluhan kita setiap hari gitu. 1:01:07 Allah. Semoga Bunda Fani Subhanallah 1:01:10 selalu sehat walafiat diberkahi Allah 1:01:12 subhanahu wa taala. 1:01:12 Amin. 1:01:13 Keluhan apapun, 1:01:16 sebanyak apapun 1:01:19 kalau ditujukan pada Allah 1:01:22 mustahil Allah bosan. [tertawa] 1:01:25 Bahkan Allah akan nantang lagi, "Ayo 1:01:27 keluhannya besok apa? 1:01:30 Ayo keluhannya lagi kepadaku. Besok 1:01:32 apa?" 1:01:33 gitu loh. Namun keluhan itu harus berupa 1:01:36 doa dan keluh kesah yang kita berharap 1:01:39 Allah akan menjawab dan membantunya. 1:01:42 Tidak akan Allah ee putus apa tadi? 1:01:46 Bosan. Enggak mungkin Allah bosan. 1:01:50 Bahkan Allah dalam sebuah hadis qudsi 1:01:52 mengatakan, "Waya ibna Adam, wahai 1:01:54 putra-putri Adam, andaikan dosamu 1:01:58 memenuhi ruangan langit dan bumi." Coba 1:02:01 bayangkan, mungkin menurut Allah dosa 1:02:03 kita hanya memenuhi Cibubur. 1:02:07 dosa kita mungkin sewaladatika, 1:02:10 mungkin dosa kita seciriu, mungkin dosa 1:02:13 kita sejonggol, 1:02:15 mungkin seperti Allah katakan dalam 1:02:18 hadis qudsi, "Andai kata dosamu memenuhi 1:02:21 ruangan langit dan bumi, 1:02:26 tetapi kamu beristigfar gitu loh." 1:02:30 Keluh istigfar kan keluh kesah. 1:02:32 Iya. isinya kan, "Ya Allah, aku 1:02:34 berdosa." Betul itu kelukesah. Banyak 1:02:37 banget dosaku, "Ya Allah, kelukesah 1:02:38 bukan?" 1:02:39 "Ya Allah, dosaku yang lama, yang dulu, 1:02:41 yang sekarang jangan Engkau berikan 1:02:43 kesempatan aku untuk melakukan dosa yang 1:02:45 akan datang." Keluka, bukan. Ya Allah, 1:02:47 anakku nakal. Ya Allah, beri aku rezeki. 1:02:51 Ya Allah, hutangku banyak menggunung. 1:02:53 Lah, betul. Kelukesah enggak? 1:02:55 Istriku nakal. Istriku [tertawa] 1:02:57 nakal. 1:02:58 Gak gak gak gak. Istriku suka. Ah, 1:03:02 macam-macam ya kan. Kurang sabar. 1:03:05 Sementara saya laki-laki juga kurang 1:03:07 penghasilannya [tertawa] 1:03:09 ibaratnya. 1:03:12 Ya Allah, ya Allah ya Allah semua. Ya 1:03:14 Allah 1:03:14 kesah semua ya. Ya Allah, mobil rusak 1:03:17 kebanaknya. Sampai ke rusak keban mobil 1:03:19 diceritakan kepada Allah. Apapun bentuk 1:03:22 keluk kelukesa kita, Allah akan dengar 1:03:27 assami albasir. Allah itu maha mendengar 1:03:31 lagi maha melihat kondisi kita. 1:03:34 Sekarang 1:03:36 kita kepada anak aja, anak kita. Oke, 1:03:40 Bu. Ya, lagi-lagi Bu. Besok lagi. Entar 1:03:43 sebentar lagi. Sejam, Bu. 1:03:45 Iya kan? Pada ibunya memiliki segalanya 1:03:50 istilahnya untuk pemberian anaknya ada 1:03:53 terus itu Bu, 1:03:54 Bu lagi, Bu lagi kalau kita ada 1:03:59 apa? Ayo mau ngapa lagi kan gitu. 1:04:02 Bu, saya mau jajan lagi ya. Jajan, asal 1:04:04 jangan berman, 1:04:07 Ibu kasih. Karena ada apalagi Allah yang 1:04:11 maha ada, 1:04:13 segalanya maha ada. Maha memiliki 1:04:15 segala-galanya. 1:04:17 Kelukah kita gak seberapanya. 1:04:20 Itu [tertawa] 1:04:22 Allahu Akbar. Enggak seberapanya. 1:04:26 Para nabi dulu berkelukkesah enggak 1:04:29 kelukesah ketika umatnya tidak mau ikut 1:04:31 pada ajakannya kan gitu. Sehingga para 1:04:34 nabi dulu, para nabi dulu itu langsung 1:04:37 kontan. Tidak seperti Nabi Muhammad 1:04:39 sallallahu alaihi wasallam 1:04:41 mau kontan. Ya Allah, umat ini sudah 1:04:44 tidak mau ikut lagi terserah Engkau. 1:04:45 Gitu loh. Akhirnya sebagian yang diazab 1:04:49 ya kan langsung. Tapi Nabi Muhammad 1:04:51 tidak. 1:04:52 Beliau adalah nabi rahmah untuk semua 1:04:54 manusia. 1:04:57 Dia tidak langsung azab ya Allah ini 1:04:58 enggak dakwah dulu. 1:05:02 Umat dulu oleh nabinya langsung 1:05:04 diserahkan pada Allah. Ya Allah ini umat 1:05:07 aku ajak tidak mau ngelawan gitu kan. He 1:05:11 terserah engkau lah kan gitu. 1:05:13 Tenggelamkan aja. 1:05:14 Ada yang ditenggelamkan, ada yang ditiup 1:05:16 angin. 1:05:17 Iya, 1:05:17 ada yang dijerembabkan ke tanah kan itu. 1:05:21 Tapi Nabi kita tidak. Allah Subhanahu wa 1:05:23 taala tidak akan bosan 1:05:27 mendengar keluh kesah kita apapun 1:05:30 bentuknya. Asalkan tadi keluh kesahnya 1:05:33 berupa harapan dan doa. 1:05:37 Tidak akan mungkin Allah ee bosan. Yang 1:05:40 keduanya tadi apa? N 1:05:42 doa untuk biar bisa bangun malam. 1:05:44 Doa untuk bisa bangun malam gitu kan. 1:05:47 Pertama niat. Kalau enggak ada niat 1:05:49 [tertawa] 1:05:50 niat dulu awalnya ya. 1:05:52 Kedua, boleh kita menggunakan alat untuk 1:05:56 membantu kita beker [tertawa] HP lah 1:05:59 gitu. 1:06:00 HP gitu kan sekarang ada HP. Hidupkan 1:06:03 apanya timernya itu jam berapa 1:06:06 itu? itu dari upaya fisiknya ya, 1:06:10 dari upaya fisiknya boleh menggunakan 1:06:12 backk. Kalau dulu beker yang gitu kan 1:06:16 dimatiin tidur lagi. [tertawa] 1:06:20 Biasa manusia tuh seperti itu. 1:06:24 Bekernya udah udah bunyi jam .00 nih. 1:06:28 Plek bukan malah tidur lagi. 1:06:31 Handphone-nya sudah bunyi. Ngangengong 1:06:33 ngangengongengong plek gitu. digini aja 1:06:36 sampai tuk gitu kan matikan tidur lagi. 1:06:40 Upayakan ketika beker sudah hidup 1:06:43 tandanya sudah waktu kita bangang 1:06:46 bangun 1:06:48 itu secara fisiknya boleh bekerja sama 1:06:51 dengan apa yang Allah ciptakan ya beker 1:06:53 ya handphone. 1:06:56 Kan handphone ini memberikan opsi apa 1:06:58 saja. Baik buruk ada di handphone kan. 1:07:01 kita ambil yang baiknya. Kerja sama 1:07:03 dengan handphone dalam urusan kebaikan. 1:07:06 Boleh itu secara fisik, secara ee di 1:07:10 luar fisiknya 1:07:12 kita harus banyak berdoa. 1:07:15 H 1:07:17 itu apa doanya? Boleh bahasa kita, boleh 1:07:21 bahasa Arab, boleh doa-doa yang sudah 1:07:24 maksur sifatnya yang diajarkan Rasul 1:07:27 seperti Allahumma ainni ala zikrika wa 1:07:32 syukrika wa husni ibadatik. 1:07:37 Allahum ainni ya Allah bantulah aku 1:07:41 alaikrika 1:07:43 untuk selalu mengingatmu. 1:07:45 Allahum alikrikaukrika 1:07:48 dan untuk selalu mensyukuri 1:07:50 nikmatmuukrika 1:07:52 Allahummaikrika 1:07:54 wusni ibadatik. Dan bantulah aku, 1:07:58 tolonglah aku ya Allah agar aku bisa 1:08:01 beri ibadah dengan sebaik-baiknya kepada 1:08:04 sebaiknya. Nah, ternyata dari 1:08:07 salat-salat yang sunah, yang beragam itu 1:08:11 yang paling baik menurut Allah dan 1:08:13 Rasulnya adalah bangun malam yang 1:08:17 namanya tahajud dan witir 1:08:19 witir. 1:08:21 Maka lengkap sudah tawakal kita melalui 1:08:27 ee kerja sama kita dengan fisik, 1:08:30 baik itu beker atau handphone gitu kan. 1:08:34 lakukan kalau memang mampunya dengan 1:08:36 itu, gitu kan. Ah, aku mau belum bangun 1:08:39 malam, aku mau ee bangun sendiri aja 1:08:42 gitu. Kalau bisa [tertawa] 1:08:45 selama masih dibolehkan untuk bekerja 1:08:47 sama dengan makhluk, silakan ajak 1:08:50 bekerja sama karena untuk kebaikbaikan 1:08:53 [berdehem] secara 1:08:54 rohaninya, sekaruhnya kita banyak berdoa 1:08:57 kepada Allah. 1:08:58 Kita banyak berdoa bismikallahumma ahya 1:09:01 wa amut gitu kan. Kemudian baca qul 1:09:05 huallahu ahad, qul azubirabbil falaq, 1:09:08 qul azubirabbinnas. 1:09:10 Baca dua ayat gitu kan. Ee di akhir 1:09:13 surat Albaqarah baca ayat kursi. Untuk 1:09:16 apa? Tujuannya untuk menjaga diri kita 1:09:19 dari gangguan setan saat kita tidur dan 1:09:22 kita memohon pada Allah agar bisa 1:09:25 dibangunkan untuk melakukan 1:09:27 qiamul lail. itu mungkin bisa kita 1:09:30 lakukan dengan apa istilahnya kesadaran 1:09:34 yang tinggi. He. 1:09:35 Kalau kita sudah tawakal seperti itu. 1:09:37 Bayangkan Pak Hari 1:09:40 andai kata ini kita 1:09:42 andai kata kita lakukan ini 1:09:45 masif dari Sabang sampai Merauke. 1:09:47 Iya kompak semuanya. 1:09:48 Kompak. Setiap malam tahajud pada Allah. 1:09:52 Ustaz Umar rasa ya, Ustaz Umar yakin dan 1:09:55 tidak 1:09:58 suujon pada Allah. Rasa-rasanya 1:10:01 problematika kita secara kebangsaan ini 1:10:04 pasti Allah akan kurangi 1:10:06 gitu loh. Tetapi siapa yang bangun malam 1:10:10 dari Sabang sampai Merauke? Sekarang nih 1:10:13 abreg-abreg kesulitan hidup. 1:10:14 He. 1:10:15 Makanya kita harus banyak doa sesuai 1:10:17 dengan banyaknya masalah masalah 1:10:20 kehidupan kita. Lah sekarang 1:10:23 problematika kehidupannya banyak 1:10:26 tapi minim doa. 1:10:28 Minim orang yang sadar terhadap 1:10:30 kesulitan hidup. Paling-paling dia 1:10:33 tahajud ngoain diri sendiri. Wah, ini 1:10:36 yang 1:10:37 egois namanya 1:10:39 itu. Tapi arahan Ustaz Umar ini jika ada 1:10:43 kesempatan bangun malam, selain 1:10:46 mendoakan diri dan keluarganya, doakan 1:10:49 pula saudara-saudaranya. 1:10:52 Doakan pula stakeholder negara yang 1:10:56 sedang sulit mengendalikan 1:10:58 pemerintahannya. Jangan dibenci. Kita 1:11:01 tidak benci Pak Prabowo kok. Betul. Kita 1:11:04 tidak membenci bahlil kok. Betul. Kita 1:11:07 tidak membenci yang lain-lain kok. Yang 1:11:10 kita benci adalah perbuatan. Kalau itu 1:11:12 salah, kita coba menasehati. Kita tidak 1:11:15 membenci semua orang. Yang kita benci 1:11:17 adalah perbu perbuatan. Kalau itu buruk, 1:11:20 kalau baik kita dukung 1:11:22 dan kita angkat jempol. Gitu kan. Bahwa 1:11:25 ini merupakan ee hal-hal yang diinginkan 1:11:29 oleh rakyat kebanyakan. Kan begitu. 1:11:32 Wallahualam bisawab. Semoga apa yang 1:11:34 kita uraikan ini 1:11:36 mendapatkan juga ee perhatian dari 1:11:40 masyarakat luas pendengar Radio Rasil 1:11:42 dan juga semoga menghadirkan pada kita 1:11:46 maslahat dan manfaat kehidupan pada saat 1:11:50 sama-sama kita menghadapi problematika 1:11:52 kehidupan yang semakin hari semakin 1:11:55 runyam, semakin ruet, semakin susah, 1:11:59 semakin sulit, maka perlu untuk mencari 1:12:03 Solusi jalan keluar yang baik. Itulah 1:12:06 tadi arahan agama kita untuk rajin-rajin 1:12:10 bangun malam. Wallahuam bawab. 1:12:14 Baik, Ustaz. Jazakallah atas 1:12:15 pencerahannya, ilmunya di siang hari ini 1:12:17 di acara tausiah siang kajian tafsir 1:12:19 Ibnu Katsir ee surat Al-Furqan ayat 1:12:21 ke-64. Semoga tadi apa yang telah ustaz 1:12:25 sampaikan banyak sekali manfaat ustaz 1:12:27 untuk pwat saya yang bertugas pahli 1:12:29 ditemani Ondih dan juga Alur Pamit. 1:12:31 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:12:33 ilahailla anta astagfiruka waubuik. 1:12:35 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:12:37 wabarakatuh. 1:12:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:38 wabarakatuh. Terima kasih.