Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:20 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:22 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:25 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:28 yangfa warzuqni ilman yangfauni. 0:30 Dipancarkan dari jalan masjid 0:31 silaturahim nomor 36 kali magis Cibubur 0:34 Bekasi, radio silaturahim dan Rasil TV 0:36 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:39 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala 0:42 di mana pun Anda berada yang dapat 0:44 menyimak siaran radio silaturrahim. Apa 0:47 kabar Anda di sore hari ini? Semoga 0:49 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 0:53 Di sore hari ini, alhamdulillah saya 0:55 Angga Aminuddin ditemani oleh Yusuf 0:58 Sebangkit di meja operator. Ada juga 1:00 Neza di kameramen dapat kembali menyapa 1:03 Anda Iwan Ahwat. Kami hadir di hari 1:05 Kamis sore dalam acara tausiah sore. Dan 1:11 tausiah sore edisi hari Kamis seperti 1:13 biasa kita akan berjumpa, kita akan 1:17 mendengarkan nasihat dan tausiah dari 1:19 guru kita Ustaz Zain Alhadi yang 1:22 alhamdulillah beliau telah hadir di 1:24 studio. Asalamualaikum warahmatullahi 1:27 wabarakatuh, Ustaz Zain. 1:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:31 wabarakatuh. Bagaimana Pak Ustaz 1:33 kabarnya sore ini? 1:34 Alhamdulillah. 1:35 Alhamdulillah 1:37 bisa terus nih datang ke studio ya, 1:39 Ustaz ya. 1:39 Insyaallah 1:40 untuk siaran live 1:41 berdakwah ya. 1:43 Iya. 1:43 Jadi Ustaz ketemunya sama ee pendengar 1:47 di udara. 1:48 Alhamdulillah. 1:49 Alhamdulillah. 1:49 Nanti habis di udara insyaallah di 1:51 surga. 1:52 Masyaallah. [tertawa] 1:53 [terkesiap] 1:53 Insyaallah, Ustaz. Insyaallah Ustaz. 1:55 Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Jadi 1:58 di 1:59 edisi Kamis ini, Ikhwan Akhwat, kita 2:03 akan mengangkat satu topik, ya. Dan 2:08 judul tausiah sore ini seperti biasa 2:10 sudah disiapkan oleh Ustaz Jalaldi dalam 2:13 bentuk ee makalah. Jadi biasa setiap ee 2:17 akan siaran Ustaz pasti membuat 2:19 makalahnya ya. Menjual diri kepada 2:23 Ilahi. Nah, menjual diri 2:25 paling mahal. 2:26 Paling mahal. Ini ada dalam ayat 2:29 Al-Qur'an ya, Pak Ustaz ya. Iya. 2:30 Dibayar. 2:30 Jadi kita jual beli nih sama Allah. 2:32 Jual beli. 2:33 H. 2:33 Jadi 2:35 itu dibayarnya itu kebahagiaan abadi 2:38 tanpa habis kesenangan yang banyak. 2:41 Kalau jual kepada yang lain murah. 2:43 Iya. Ya 2:44 iyalah jual sama bos. 2:45 Tapi kita jual diri ke Allah. Allah 2:47 dalam buat apa, Ustaz? 2:49 Dia gak dia gak butuh apa-apa. 2:50 Belia tidak e dia tidak butuh apa-apa. 2:52 Dia hanya mesti kita mengakui. 2:54 Hm. 2:55 Lah kalau kita menjual diri ke dia, dia 2:56 memberi, dia enggak butuh apa-apa. 2:59 Nah, kalau kita menjadi hamba manusia, 3:01 jadi budak manusia, diperintah terus 3:03 diomelin lagi. [tertawa] 3:06 Baik, Iwat. Bagaimana penjelasan 3:08 mengenai menjual diri kepada Ilahi? Mari 3:10 kita simak. Kami persilakan, Ustaz. 3:13 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 3:15 Alhamdulillahiabbil 3:17 alamin. 3:19 Wasalatu wassalamu ala sayyidina 3:21 Muhammadin asrofil mursalin wa ala alihi 3:25 wasohbihi waman tabiahum biihsan ila 3:28 yaumiddin. 3:31 Asalamualaikum warahmatullahi taala 3:34 wabarakatuh. 3:38 Para pendengar yang disayang Allah. 3:44 Sesungguhnya sebenarnya 3:46 semua manusia ini 3:50 semua tidak danang tidak semua menjual 3:52 diri. Penjual diri mereka kepada siapa? 3:56 Siapa yang mereka mau? 3:59 Ada yang menjual dirinya demi untuk 4:02 makan. 4:03 Ada yang menjual dirinya dengan 4:06 menghamba dan dibayar dengan uang. 4:10 Ada yang menjual kehormatan dirinya demi 4:13 kesenangan, kesenangan semu yang 4:16 sebentar di dunia ini. Lalu akhirnya 4:18 tetap mati. Pasti mati. Nah, tinggal 4:21 kita diberi hak untuk memilih mau 4:24 menjadi budak siapa. Mau jadi budak hawa 4:27 nafsu ujungnya ke penjara ke neraka. 4:31 Menjadi budak bosbos bos ya disuruh 4:33 kerja terus. 4:35 Mereka punya kepentingan 4:37 banyak. Semua menghamba semua. Lihat 4:39 aja. menjilat 4:41 mereka yang dijilat itu yang diharapkan, 4:44 yang dipuja, dipuji, takut sampai 4:46 nunduk-nunduk, sujud-sujud juga ada. 4:50 Orang manusia lemah calon mayat semua 4:53 yang disembah, calon mayat yang 4:56 diharapkan, yang diagungkan dan tidak 4:59 punya neraka, tidak punya surga. 5:02 Kenapa sampai kayak gitu? Jual diri 5:04 kepada yang lemah. 5:08 Sekarang ada yang nawarin 5:11 agar kita menjual diri kepadanya. 5:14 Nanti di halaman berikutnya insyaallah 5:17 kita bahas. 5:19 Sebaiknya ini tolong 5:21 disampai-sampaikanlah kepada yang lain 5:24 yang belum paham. 5:26 Di dunia kita enggak lama cuma 5:27 sebentaran. Nah, carilah pembeli diri 5:30 kita yang mahal dan dia tidak butuh 5:32 apa-apa dari kita. Dia hanya menyayangi 5:34 dan memberi. Sudah tahu kan ada itu 5:37 kenal semua tapi banyak yang lupa. Jadi 5:40 tolong diingatkan 5:42 kalimat yang penting itu nanti tolong di 5:44 WA-wa sampai-sampaikan. Kasihan kita 5:47 bukan mau menyampaikan apa-apa gak ada. 5:49 Hanya saya yang cinta kepada saudara 5:51 kita supaya kita barengbareng menjual 5:54 diri kita kepada yang maha kaya, yang 5:57 maha kuat, yang punya surga. 6:00 Ada lagi pembeli lain yang bisa begitu? 6:01 Enggak ada. 6:03 Coba aja berpikirlah sebelum saya 6:05 lanjutkan, berpikirlah. 6:14 Yang terkaya, yang punya kekayaan, yang 6:16 punya harta, yang menguasai kita, yang 6:19 maha kuat. Dia mematikan, dia 6:22 menghidupkan, dia yang bikin tawa dan 6:24 tangis. Dia 6:28 baah rahim. Dia Allah Subhanahu wa 6:30 taala, Tuhan kita Allah. kita sudah 6:33 kenal. Tapi jangan, 6:36 jangan lupa serahkan. Jual diri kepada 6:40 Allah. Jual 6:43 dan serahkan. Jual dan serahkan. 6:47 Senang hidup. 6:50 Ada apa-apa ingat aku milik Allah. Dia 6:53 akan urus. 6:55 Ya, asal sakit juga tidak berasa 6:58 sedikit. Karena apa? Aku punya Allah. 7:02 Dia segalanya. Dia maha kuat. Dia bisa 7:04 menyembuhkan, Dia bisa segalanya. 7:06 Itu sakitnya jadi ringan. Karena ruh 7:09 kita, mental kita sudah menyerah 7:13 dan menyerah kepada yang punya surga. 7:15 Bayangin 7:17 kenapa [berdehem] kita bahlul, tolol 7:19 kita menyerahkan diri kepada yang lemah, 7:22 yang bisa mati seperti kita, yang 7:25 membutuhkan tenaga, kita membutuhkan 7:27 segalanya. 7:30 Kok kepasrah sama dia? Tawakal kepada 7:32 dia 7:34 di sini kita lupa di sini. Padahal yang 7:38 kita butuhkan itu Allah dan Allah kita 7:41 menjadi hambanya menjadi budaknya 7:42 katakan disayang dia enggak butuh 7:44 apa-apa tidak minta apa-apa malah kita 7:47 dirawat diberi kesenangan, 7:51 dibikinkan makanan minum semua. Kita 7:55 berserah diri kepadanya nyerahkan diri 7:57 kepadanya. 7:59 Kita jual diri kita sudah bukan milik 8:01 kita, milik Allah. Kepunyaan Allah 8:03 kembalikan kepada dia. Dia yang bikin 8:05 disayang kali luar biasa punya perasaan 8:09 nanti di dunia saja sudah senang. Tidak 8:11 bisa lagi dibikin susah, tidak bisa lagi 8:13 dibikin derita. 8:16 Di dalam di tempat derita pun kita 8:18 senang karena diri kita sudah bersama 8:22 Allah. 8:24 Terus kita ingat aku sudah serahkan 8:26 diriku kepada Allah. 8:30 Aman. 8:38 Kita manusia diberi akal. 8:41 Satu-satunya makhluk ciptaan ciptaan 8:43 Allah yang diberi hak memilih. 8:47 Punya hak pilih kita. Yang lain lebih 8:49 rendah dari kita. benda, tumbuhan, 8:51 hewan, semua tidak punya hak pilih. 8:54 Kita diberi hak pilih. 8:57 Allah sebetulnya menguji. Kita serahkan 9:00 diri kita dengan rida ikhlas kita 9:03 serahkan kembali kepada Allah. 9:06 Tidak kita mengerjakan mencari muka dia. 9:11 Kita kerjakan sesuatu yang dia ingini 9:15 dan menjauhi dari apa-apa yang dia tidak 9:17 suka. Sudah gitu saja. Allah tidak butuh 9:20 apa-apa dari kita. 9:22 Kita yang butuh pada Allah. 9:26 Setelah keluar ruh dari jiwa kita, roh 9:29 tuh ke mana? Hidup kita yang mati ini 9:32 badan. 9:34 Nah, hidupnya ke mana? Dari di mana? 9:36 Bersama siapa? Enggak ada kembali kepada 9:38 bos. 9:40 Pedat atasan tidak ada kembali kepada 9:43 Allah. 9:45 Kalau lebih baik kembalinya dari 9:47 sekarang. 9:49 serahkan 9:50 dia yang nawarin nanti nanti ada ayat 9:53 sementara 9:54 itu. Itu kalau kita menjual diri kepada 9:56 dia, dia orang yang paling paling baik, 9:59 maha baik. 10:01 Dia maha kuasa dia yang berkuasa. Kita 10:03 aman di bawah kekuasaannya. 10:07 Dia yang maha penyayang. Senang kita 10:10 hati kita dibikin senang. Hati senang. 10:15 Ada itu ada di dalam derita. Tapi hati 10:18 senang 10:19 dari kita tidak membekas karena kita 10:22 sudah diri kita serahkan pada Allah dan 10:25 dia sayang. 10:31 Dia yang punya harta semua di dunia ini 10:33 punya dia dia yang bikin. Manusia cuma 10:35 hak guna pakai sebentar bisa dicabut 10:37 kapan dia mau bisa dicabut 10:41 kapan aja banyak yang sudah tercabut. 10:45 Tuh yang ditangkap itu KPK sudah miskin 10:48 tuh. 10:51 Mau ke mana? Mau ngadu ke siapa? Ke 10:54 atasan. Ditambahin hukumannya. 11:00 Mudah sekali jatuh mendadak semua 11:03 terjadi semua. 11:06 J kalau mau tahu siapa yang kita 11:08 butuhkan, dia yang bikin kita cari. 11:11 Siapa yang bikin kita cari? 11:13 Pasti di segalanya. 11:17 Siapa yang bikin dunia? 11:20 Semua itu kenyata nampak depan mata. 11:23 Presiden aja orang rebutan cari mukanya, 11:25 cari ridanya. Padahal presiden juga 11:27 sakit mati juga bisa jatuh. Miskin lagi 11:30 bisa. 11:32 Siapa ya yang ada terus dan maha kaya, 11:35 maha kuat, maha sakti. Dunia semua di 11:38 bawah genggamannya. Apa saja suka-suka 11:40 dia? Kenapa kita tidak menjilat? Kenapa 11:42 tidak mencari mukanya? Cari ridanya. 11:45 Jual dirilah kepadanya. 11:48 Dia tawarin kok. 11:50 Berapa Allah nawar diri kita? 11:54 Hah? Berapa? Kalau kita jual kepada 11:56 orang-orang ni berapa dibayar? 11:58 Hitung aja berlaku sementara semua. 12:02 Ini saya bacakan ayat Quran firman Allah 12:09 satu surat Assof. 12:12 Assaf ayat 10. Ya ayyuhalladzina amanu, 12:16 wahai orang-orang beriman, maukah aku 12:18 tunjukkan 12:20 melaksanakan suatu, suatu dagang, suatu 12:23 bisnis yang bisa menyelamatkan kalian 12:26 dari azab dan siksa bisa senang 12:27 selama-lamanya. 12:29 Mau ditunjukkan sama Allah siapa yang 12:31 beli tijaratan lan tabur di surat patir, 12:35 dagang yang tidak merugikan 12:37 menguntungkan selamanya. Nah, 12:40 selanjutnya di surah at-Taubah ayat 111. 12:43 Nah, ini boleh wajib hafal ini At-Taubah 12:46 111. 12:48 Dan tolong di WA ke semua 12:49 saudara-saudara kita supaya sadar diri, 12:52 jual diri kepada Allah. 12:57 Enggak ada lain. Dia pembeli yang bukan 13:00 mahal lagi. Semua kebutuhan k dijamin 13:02 selama-lamanya. 13:05 hidup senang-sang 13:07 yang punya kesenangan hanya Allah. Yang 13:10 punya surga Allah. Jangan takut kepada 13:13 yang lain. Neraka milik Allah. 13:16 Dan wahai hamba-hambaku, kata Allah 13:18 dalam hadis qudsi, bila kumpul semua 13:21 manusia yang pernah hidup, yang sekarang 13:24 hidup dan yang akan hidup bersama 13:26 jin-jin semuanya makhluk itu kumpul di 13:28 suatu lapangan besar, semua mereka itu 13:31 akan menganiayamu. Jika aku tidak 13:33 izinkan sedikit pun kamu tidak akan 13:36 teraniaya. 13:39 Itu ada hadis qudsi itu ada di kitab 13:41 arbain nawiyah. Di semua kitab hadis 13:43 ada. Itu hadis yang paling banyak 13:46 riwayatnya. 13:48 Dan yang ada di semua di Arbain 13:50 Nawawiyah. Imam Nawawi kumpulkan hadis 13:53 itu panjang banyak. Hai hamba-hambaku, 13:56 jika semua berkumpul manusia dan jin 13:58 yang pernah ada, yang sekarang ada dan 14:00 yang akan ada, yang akan memberi manfaat 14:03 kepadamu, tidak akan bisa bila aku tidak 14:05 izinkan. 14:07 Ya, dia Tuhan yang bikin semua dia 14:08 ngatur. 14:11 Kalau kita jual kepada Allah bukan 14:13 untung-untung lagi. 14:16 Aman sudah selamanya. 14:19 Ini dia ayatnya Allah nawarkan. 14:22 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 14:25 Innallaharastaro 14:27 minal mukminina anfusahum. Allah telah 14:30 membeli daripada orang beriman. Allah 14:32 beli diri mereka, diri kita. 14:36 Ruh dan jasmani semua dari ujung rambut 14:38 semua kaki jual kepada Allah. Sudah Anda 14:40 tenang dia ngatur 14:43 kita kembalikan sudah memang milik dia, 14:45 kepunyaan dia. Kita resmikan dengan 14:47 pernyataan aku jual dirimu kepada Allah. 14:50 Aku serahkan diriku kepadamu ya Allah. 14:58 Serahkan diri dan harta 15:02 apakah terus Allah bayarnya pakai apa? 15:05 Dibayar 15:07 lahumul jannah. 15:10 Surga. 15:12 Surga enggak gratis. 15:15 Surga tidak melihat keturunan siapa. 15:19 Surga tidak melihat anak siapa. 15:23 Ada di Quran. Sudah wafat sudah ada 15:25 terompet kiamat tidak berlaku lagi 15:28 keturunan. 15:33 Menjual diri kepada Allah. 15:35 Tapi kalau sudah dijual kepada Allah 15:36 konsisten. Jangan dikontrakin ke orang 15:38 lain. K bukan Allah. 15:43 Sudah sudah punya Allah. 15:45 Ada apa aja terus lakukan. Sudah 15:49 milik Allah, kepunyaan Allah. Aku ini 15:53 sudah kuakafkan. 15:54 Ku sudah jual pada Allah diriku. 15:59 Walaupun 16:01 untuk mendapatkan itu kadang-kadang 16:05 melakukan peperangan itu membela 16:08 kebenaran kemanusiaan 16:10 itu muslimin di Gaza sekarang di 16:12 Palestina membela apa? Membela 16:15 kemanusiaan. 16:19 Kemanusiaan ditindas 16:22 kemanusiaan. Kita juga membela 16:23 kemanusiaan. 16:25 Manusia itu apapun agamanya hamba Allah. 16:27 punya hak untuk dihormati. 16:31 Nah, lebih lagi dari itu persaudaraan 16:34 sesama muslim. 16:37 Yang muslim yang mana kalau sudah 16:38 syahadat muslim? 16:44 Di sini banyak orang-orang nonmuslim 16:46 masuk Islam. Dia sudah syahadat. 16:47 Walaupun kadang-kadang kelihatan kalau 16:49 dia tuh benci kepada Islam tapi kita 16:51 tidak bisa katakan kamu Islam bohongan. 16:53 Enggak bisa. Begitulah kejujuran muslim. 16:56 dia sudah syahadat ya sudah. Tapi semua 16:59 kita tahu kalau dia itu ada yang baru 17:02 ketahuan belakangan. Nah itu yang juga 17:05 banyak. Tapi kalau kita lihat di Quran 17:08 ada perintah disuruh waspada. 17:11 Bukan menunduh bukan menghukum. Waspada 17:14 ada di Quran. Kalau ada orang datang 17:16 gini-gini fatabayyanu periksa betul 17:19 enggak Islamnya. Kalau enggak kita 17:21 dibohongin lagi. Dibohongin lagi dari 17:23 zaman dulu. 17:25 itu nanti kalau kita mau lebih selamat 17:28 lagi dari itu semua di dunia ini ya 17:30 sudah dipelihara Allah gimana sih? Semua 17:32 juga dipelihara. Tapi kalau kita jual 17:34 diri kita kepada Allah, bukan dipelihara 17:35 lagi. 17:37 Dipeluk, disayang. 17:40 Itu bahasa bahasa sastra ya, bukan peluk 17:44 beneran. 17:45 He. 17:45 Nah, itu jadi 17:48 enggak ada enggak ada pilihan lain. Itu 17:50 saja pilihan satu-satu. Enggak bangga. 17:53 Enggak bangga jadi 17:55 apa itu? Budak Allah. Tapi budak di sini 17:57 bukan penjajahan. Hambalah hamba Allah. 18:03 senang ada perasaan. Aduh, aku sudah 18:07 serahkan diri pada Allah. Ya, saya 18:08 enggak ada rasa takut lagi menghadapi 18:11 hari esok. 18:13 Enggak ada takut-takut miskin lagi 18:17 sehingga enggak mau sedekah. 18:20 Bisikin itu, Khonas tukang bisikin tuh. 18:22 Jangan nanti kamu miskin. Sudah enggak 18:25 bisa miskin, sudah senang, sudah tahu 18:27 bahwa dirinya bersama Allah. 18:31 sudah dijual ke Allah ya enak banget 18:36 dia kadang berperang di jalan Allah 18:39 faytalun dia dibunuh dia membunuhun 18:46 waan alaihi haqqan semua terjadi sesuatu 18:49 yang sudah pasti semua ada itu. 18:51 Alhamdulillah sekarang kita masih negeri 18:53 tenang, tenang, tenang. Tapi 18:55 gejalak-gejolak 18:57 kerusuhan, 18:58 kezaliman nampak 19:02 nampak mulai bergolak. 19:06 Selalu itu perang itu antara zalim 19:09 dan yang dizalimi 19:13 antara zulumat dan nur, antara hak dan 19:16 batil, antara benar dan salah. Nama ini, 19:19 persatuan ini, itu semua nama yang 19:22 terjadi perang antara yang benar dan 19:24 yang tidak benar. 19:27 Yang zalim, yang adil. 19:30 Itu aja tinggal pilih 19:33 mau ada di pasukan yang adil atau yang 19:35 zalim. 19:38 Mau menjadi 19:41 mau jual diri kepada Allah apa mau jual 19:43 diri kepada setan. 19:52 Ini sudah janji Allah hidup ada seperti 19:54 ini. 19:55 Termaktub di Taurat, di Injil, di Quran. 19:59 Siapa yang menepati janjinya daripada 20:01 Allah pastafbsiru. 20:05 Bergembiralah, berbahagialah. 20:08 Jual beli kamu itu bagus, tepat. 20:14 Itulah kemenangan yang besar. 20:17 Jadi enggak usah ribut lagi soal mazhab 20:19 partai. Enggak ada gunanya itu semua. 20:22 Serahkan diri kepada Allah. 20:25 Jual. 20:27 Bayar surga. Dibayar surga sama Allah. 20:29 Dikasih surga. Emang surga gratis? Mau 20:32 nyelondong aja. 20:34 Kata Allah beli. Itu bahasa Arab di 20:36 Quran. Innallah. Setara itu beli. 20:40 Inallah bahwa Allah membeli dari orang 20:42 beriman dirinya dan hartanya dibayar 20:44 surga. 20:47 Ini ayat Quran. Yang punya surga bicara 20:49 seperti ini. Mau enggak jual diri kepada 20:51 Allah? 20:53 Serahkan kepada Allah. Atau mau jual 20:54 diri kepada manusia-manusia, 20:59 berbuat baik aja kepada manusia. 21:02 Kenapa kita enggak pintar kok masih 21:03 bodoh terus dengan harga murah dibeli 21:06 sama orang? Kasih gaji, kasih apa? 21:13 Menghamba kepada Allah. 21:16 Jual diri kepada jual sudah niat dari 21:19 sekarang niat 21:22 insyaallah selamat dapat didikan kita, 21:25 dapat hidayah 21:27 duka-duka sudah hilang walaupun kita 21:29 kejepit tetap masih bisa senyum. 21:32 Itu berasa kepunyaan Allah dari saya 21:35 saya sudah serahkan sama dia. Dia akan 21:37 urus, dia akan sayangin. 21:42 Kenapa repot-repot? 21:45 Mau mau ini, mau ini kerja keras segala 21:48 macam. Jelat sana, menjelat sini bohong. 21:51 Disuruh membunuh orang tidak bersalah 21:52 mau. Suruh tangkap orang yang tidak 21:54 bersalah mau karena dibayar. 21:59 Itu sudah menghinakan diri sendiri, 22:01 menjebloskan diri kita sendiri. Kita 22:03 jual kepada manusia. 22:11 Kenapa 22:13 tahu ada Allah? Tahu Allah itu yang 22:15 mencipta yang ini, yang punya kekayaan, 22:17 segalanya. 22:19 Ya sudah, jangan tanggung-tanggung. Jual 22:22 diri itu wakafkan. Sudah 22:24 Allah 22:26 ini enggak berapa lama lagi 22:30 tinggal siap-siap aja 22:32 dijemput, disayang. 22:39 itu kalau di ceramah yang berapa bulan 22:42 lalu berapa Bapak itu buka di lagi saya 22:46 lihat 22:47 surat apa itu Fusilat 22:49 3031 22:52 jelas disayang 22:55 mau pulang dikawal dijemput dihibur 22:58 semua ada di surat Pusat 331 23:04 bahagialah yang sudah sadar 23:07 mengembalikan menyerahkan dirinya 23:08 kembali kepada Allah. Bukan sekedar 23:11 tawakal gak 23:13 menjual 23:17 diri dan harta semua yang ada pada diri 23:19 kita. Mata telinga semua jual serahkan 23:22 kepada Allah. 23:28 Setiap muslim dan mukmin beriman Islam, 23:31 muslimin dan muslimat, mukminin, 23:32 mukminat 23:34 sebenarnya semua sudah 23:36 telah menggadai harta benda, jiwa, raga 23:39 mereka untuk mendapatkan surga Allah. 23:43 Mereka akan selalu siap sedia setiap 23:45 saat memenuhi panggilanpanggilan jihad, 23:47 panggilan berbuat baik 23:50 dari Allah Subhanahu wa taala. 23:53 Semua ini terdapat dalam kitab Injil, 23:54 Taurat, dan Al-Qur'an. 24:00 [mendengus] 24:03 Itulah jual beli yang sangat 24:05 menguntungkan. 24:06 Bahagia selamanya tanpa duka, jual beli 24:10 dengan Allah. Banyak ayatnya itu. Jadi 24:14 sudah kita bacakan satu. Ada lagi oleh 24:16 Allah memberikan bahwa jual beli yang 24:18 paling menguntungkan 24:21 tijaratan lan tabur 24:24 perdagangan jual beli yang tidak pernah 24:26 rugi pasti menguntungkan. 24:28 Itu surat Fatir 29. Ya jelas dong 24:33 presiden aja punya anak dibela-belain 24:37 melanggar hukum juga dilakukan itu demi 24:39 anaknya. 24:42 Nah, kalau kita bukan kepada presiden, 24:44 bukan kepada manusia, kepada Allah yang 24:46 bikin semua segalanya. 24:49 Masa enggak enggak merasa aman, merasa 24:50 enggak bangga? Aku bangga menjadi hamba 24:53 Allah. 24:56 Aku men aku senang menjadi muslim. 25:01 Kenapa? Aku dekat pada Allah. Aku 25:05 serahkan diri kepada Allah. Dia maha 25:06 kuasa. Dia yang punya segalanya. Kenapa 25:08 aku enggak senang, enggak bangga? Kamu 25:10 menjual diri kepada siapa? 25:13 Kepada makhluk Allah, kepada orang 25:15 jahat, 25:17 pada orang zalim. Apa itu enggak aneh 25:20 enggak bisa berpikir ke situ. 25:25 Terus menjual dirinya kepada pimpinan 25:28 apa itu? Pimpinan 25:31 apa yang suka ngamuk-ngamuk tuh. 25:35 Tukang bunuh misalnya. 25:38 Apa yang mau dibanggakan? 25:40 jadi hamba pembunuh. 25:48 Kemudian dalam surah Assaf Allah 25:51 berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu hal 25:55 adulukum ala tijaratin tunjikum minabin 25:58 alif." Maukah kalian aku tunjukkan suatu 26:01 perdagangan 26:03 yang bisa menyelamatkan diri dari siksa 26:06 Allah? 26:08 Ya, itu tadi jual diri kepada Allah. 26:11 Semua wanita, pria semua ramai-ramai 26:14 sekarang semua kita selamat dunia 26:16 akhirat. Jual diri kita kepada Allah. 26:19 Apa yang diperintahkan kita laksanakan 26:21 tidak berapa lama lagi kita pulang 26:24 kepada Allah. Suatu negeri yang tanpa 26:26 tangis, tanpa duta, tanpa sakit, tanpa 26:29 susah, tanpa sebal, tanpa kesal. Yang 26:31 ada cuma senyum, senyum-senyum dan 26:33 cinta. 26:36 syaratnya jualkan diri. Jual diri kepada 26:38 Allah. 26:40 Kalau sudah jual diri kepada Allah 26:41 tercapai kalau bunun sadim. 26:43 Tapi Allah kalau kita jual diri 26:45 kepadanya disuruh kerja terus ya enggak 26:46 jugalah. 26:48 Ada sebagian situ. Tapi Allah suruh 26:50 bersenang-senang. Kul makanlah apa yang 26:53 kuberikan rezeki kepadamu yang halal dan 26:56 thayib. Yang halal dan baik. 27:02 Sayang suruh minum. 27:05 suruh ngedekatin dia, suruh bangun malam 27:08 dekatin Allah, curhat kepadanya, 27:12 disayang. 27:15 Kenapa enggak mau? 27:20 Kalau enggak mau menyerahkan diri kepada 27:22 Allah, akan diserah Anda akan tanpa 27:24 sadar menyerahkan diri kepada 27:26 orang-orang nakal. 27:28 hanya memanfaatkan 27:32 kita itu di pemilu kita ini belum 27:35 demokrasi. Betul. 27:37 Itu dimanfaatkan hamba-hamba ini, 27:39 orang-orang ini. Orang itu mau mendapat 27:42 jabatan, dia mesti naik tangga. 27:46 Partai itu tangga ormas juga dijadikan 27:49 tangga tempat orang-orang yang mau mau 27:52 jadi pejabat 27:55 naik tangga. anak tangganya itu ya 27:58 rakyat ini dipijak. 28:01 Nah, dia sudah sampai di atas sudah di 28:03 sana ditinggalkan 28:07 semua itu. Habis apa lagi ya? Itu yang 28:10 kita lihat sudah lama sampai sekarang 28:13 semua hanya itu. 28:18 Mestinya demokrasi itu partai tidak ikut 28:22 campur. Sudah ada anggota DPR sudah. itu 28:25 anggota bermusyawarah enggak boleh 28:27 diatur oleh ketua partai. 28:29 Sekarang ketua partai yang ngatur. Anak 28:31 DPR tuh kayak anak wayang saja. Anggota 28:34 DPR maksud saya mengingatkan bukan 28:36 demokrasi bukan begitu. Tolong 28:38 selamatkan negeri ini. 28:41 Hukum ditegakkan. 28:43 Tapi bukan itu aja ini ujian dari Allah. 28:46 Siapa yang zalim mempermainkan hukum 28:48 Allah lihat di akhirat 28:51 dan akan menyesal. 28:55 Memang di dunia enggak ada yang punya? 28:57 Ada dong. Sama tahu ada yang punya. 28:59 Nyebut macam-macam namanya. Dewa dan 29:02 saya bodohlah. Tapi yang pasti yang 29:04 punya ini akan menindak yang merusak 29:06 kehidupan yang menyiksa makhluk-makhluk 29:09 ciptaannya. 29:17 Kalau kita sayang diri, kita betul-betul 29:19 sayang. Sayangi diri. Minggu lalu sudah 29:22 judul kita sayang diri. Sayangin diri 29:25 kita jangan sampai ke neraka. Jangan 29:26 sampai zalim. Jangan sampai dibenci 29:28 Allah. Dibenci manusia sedunia enggak 29:31 apa-apa. Manusia sedunia tidak bisa 29:32 apa-apa. 29:37 Kita serahkan diri pada Allah. 29:43 Jualkan diri kepada Allah. Allah nawarin 29:45 kok masa enggak mau. Dan dijanji Allah 29:47 janjinya pasti tepat. 29:50 Ku bayar dirimu dengan surga. 29:52 Subhanallah. Terima kasih ya Allah. 29:54 Alhamdulillah. 29:57 Jualnya gimana? Nurut. Jadi hambanya itu 30:00 pada nurut banyak sama bos-bos. 30:03 Suruh apa aja mau? 30:19 [mendengus] 30:23 Apalagi bertakwa. Bertakwa kepada Allah 30:26 bukan bertakwa kepada orang zalim. 30:31 [mendengus] 30:32 Mereka itu menyembah ego, 30:34 egois, 30:37 mementingkan diri sendiri dengan merusak 30:39 kehidupan orang lain. 30:41 Itu yang disebut zalim. Dan Allah paling 30:44 benci kepada orang zalim. 30:46 Semenah-menah bikin manusia juga enggak, 30:48 tapi manusia disiksa, ditipu. 30:53 Emang yang bikin manusia diam saja? 30:57 Pasti dihukum dong. 30:59 Emang ini manusia keluar dari pabrik 31:02 enggak ada yang punya 31:05 milik yang bikin. Yang bikin dunia, yang 31:07 bikin azab, yang bikin neraka. Dia 31:11 enggak ada jalan lain. Satu pilihan 31:14 tobat. 31:18 Keluar dari alam ego, penuh hawa nafsu. 31:23 Menghamba hanya kepada Allah. 31:29 Mereka yang menghamba menghamba kepada 31:31 selain Allah hanya mengharapkan benda, 31:35 mengikuti hawa nafsu dan maksiat. Semua 31:38 akan pun hancur tanpa sisa. Yang ada 31:41 hanya dosa dan nista. 31:46 Masa hidup yang tersiksa selamanya. 31:49 Segeralah 31:51 kita tobat sesuai dengan ajaran yang 31:54 bikin diri kita. 31:57 Kita ikuti semua keinginan Allah dan 32:00 menjauhi dari apa yang Allah tidak suka. 32:04 Kembalikan jiwa kita hidupkan 32:08 tidak dijajah oleh benda. 32:11 Ke alam rohani. Kita kembali ke alam 32:12 rohani. Hidup dengan rohani hidup dengan 32:16 ruh. 32:24 Selamat kembali fitri dan berkbun salim 32:31 bagi yang sudah bertauat. 32:35 Allah selalu menepati janjinya tidak 32:38 pernah tidak. Tapi suka 32:43 membatalkan ancamannya. 32:46 Ancamannya itu dibatalkan sering kali 32:49 itu karena dia pengasih penyayang. Tapi 32:52 kalau janjinya semua ditepati tidak 32:54 pernah dibatalkan. 32:57 Surga sudah disiapkan. 32:59 Bahkan ada riwayat 33:04 sudah ada nama 33:06 yang diberikan kepada siapa? ada namanya 33:08 di situ. 33:18 Kita tidak bisa meyakini bahwa umur kita 33:22 panjang lagi. 33:24 Hidup ini 33:27 bagaikan putik buah kelapa. 33:30 Buah kelapa yang muda itu yang kecil 33:32 masih kecil. Putihnya itu putihnya itu 33:35 terkadang gugur ke tanah. 33:38 sebelum buahnya yang tua. Kalau kita 33:41 lihat di buah pohon kelapa itu penuh itu 33:43 putik-putiknya terus terontok. 33:46 Hidup manusia juga seperti itu. 33:49 Enggak jaminan meninggal itu harus tua. 33:54 Siaplah tidak menyesal nanti. Itu 33:58 tawaran Allah seperti ini luar biasa. 34:01 Anda punya mobil ditawar berapa? Oh 34:03 bekas ini rusak itu rendah. [tertawa] 34:06 Mau jual diri kepada selain Allah berapa 34:08 mau dibayar? 34:10 Dulu budak-budak tuh diambil dari Afrika 34:12 tuh dijala terus masuk ke dalam karung 34:15 dibawa kapal dilelang sana di Amerika. 34:20 Berapa dibayar? Murah manusia. 34:24 Tapi sekarang enggak ada yang kuitu ada. 34:26 Cuman perbudakan modern lewat politik. 34:34 Jangan jual diri dengan harga murah. 34:37 Semua mereka butuh 34:39 tenaganya kita sebagainya. Bergaul yang 34:42 baik dengan orang. Kerja ya kerja yang 34:45 baik tapi serahkan diri bulat-bulat 34:48 kepada Allah. Jual saja. Jadi tidak ada 34:50 keluh kesah lagi. Serahkan pada Allah. 34:53 Sakit serahkan. Berobat ikhtiar tapi 34:56 serahkan pada Allah. Yakin Allah urus 34:59 semuanya. 35:01 Apalagi yang tobat. Allah sudah dalam 35:04 Al-Qur'an jelas-jelas innallah yuhibut 35:06 tawabin. Allah mencintai mencintai orang 35:08 yang tobat. Wuhibul mutatahirin. Dan 35:11 mencintai yang mensucikan diri. Nah, 35:14 sudah di sini jual diri kepada Allah. 35:17 Selesai semua urusan 35:19 tinggal kerjain aja apa yang Allah suka. 35:21 Kan kita sudah jual. Cara menjual 35:23 gimana? Ya sudah punya Allah. Habis 35:25 kerjakan apa yang Allah suruh. Di mana 35:27 tahunya menyuruh teguran. 35:30 di hadis baca itu. Tapi sekarang 35:33 muslimin sedunia saya lihat lebih patuh 35:36 kepada fikih daripada Quran. 35:40 Kalau saya mau terus terang banyak 35:42 ayat-ayat yang tidak tidak diamalkan 35:44 oleh orang Islam. 35:46 Khatib baca Quran bahwa Allah 35:50 memerintahkan diam. Kalau Quran dibaca 35:52 diam dengarkan. 35:54 Hilang 35:57 banyak sekali. 35:59 Quran di tahfid dihafal sudah bagus, 36:02 tapi enggak cukup dihafal. Sekalian tahu 36:07 maknanya, pemahamannya, 36:10 bukan dihafal. Pemahaman 36:14 pemahaman ayat ini Tuhan maunya apa? Apa 36:17 yang dilarang, 36:19 apa motivasinya? Insyaallah lah ini 36:23 sudah kita sudah di penghujung 36:26 mungkin generasi manusia terakhir atau 36:28 anak cucu kita masih itu gua dua tiga 36:30 generasi lagi. Wallahuam soal kiamat 36:33 jangan coba-coba ada yang mengatakan 36:34 tanggal sekian tahun sekian jangan 36:37 mendahului Allah. Itu hak Allah. Kapan 36:40 saja dia mau bikin kiamat suka-suka dia. 36:44 Nabi aja enggak dikasih tahu. 36:47 Nabi ditanya sama orang Yahudi. Dia 36:49 enggak kasih tahu sama Allah. Enggak 36:50 saya tahu. Pas Yahudi itu bilang, "Saya 36:53 tidak tahu." Orangorang Yahudi percaya 36:55 apa? Kamu betul nabi. 36:57 Karena memang seperti itu. 37:02 Juallah diri kepada Allah. Sebelum 37:04 dijual, bersihkanlah. 37:06 Bersihkan. Wahai orang beriman, tobatlah 37:09 kepada Allah. Tobatan nasuha. Nasuha itu 37:12 dari kata nasihat. Tobatan yang menjadi 37:15 nasihat. Maksudnya apa? Tobat dan kapok 37:18 dari kesalahan. itu nasuha dia tobat 37:22 udah dibenci banget dia. Contoh aja ini 37:25 kalau orang mau berhenti merokok 37:27 syaratnya apa? Benci sama rokok baru 37:29 bisa berhenti. 37:31 Benci sama narkoba baru berhenti. Kalau 37:33 sudah benci, kalau belum benci tidak 37:35 akan bisa berhenti. 37:41 Ah kalau sudah seperti itu, kata Allah, 37:43 "Allah akan ampuni semua dosa-dosamu dan 37:46 kamu akan kembali kepadanya dan dia akan 37:49 beli dirimu dengan harga yang termahal. 37:51 Tidak pernah ada tandingnya." Surga 37:54 berapa tahun? tanpa tahun, tanpa 37:56 akhiran, tanpa awalan. 38:00 Nah, itu hidup seperti itu. Senang terus 38:02 tak ada sakit, tidak ada apa-apa. Masa 38:05 enggak mau? Kalau enggak dijual di itu 38:07 mau dijual pasti laku ke orang lain, 38:10 ke orang, bukan ke Allah. Kalau Allah 38:12 tidak butuh, orang butuh kita suruh ini, 38:15 suruh itu. 38:20 Dan manusia [mendengus] tidak punya 38:21 surga. Dia sendiri hidupnya susah. 38:25 jualah kepada Allah. 38:29 Benci semua maksiat itu. Kalau sudah 38:31 benci semua. Kasihan tuh saudara kitanya 38:34 semua manusia banyak dari korban pinjol 38:37 tuh banyak kali banyak. 38:40 Itu orang yang menyetujui 38:43 dan tidak mau membasmi dia bisa dosanya 38:46 luar bisa besarnya. sama dia dengan 38:48 pelaku pinjol 38:52 enggak mau lihat korban-korban banyak 38:53 banget 38:55 anak-anak kecil bajar subhanallah mereka 38:58 cuk duit yang berkuasa dapat jatah 39:03 makanya enggak bisa masa pintu dari dulu 39:05 sekarang enggak bisa diberantas enggak 39:07 masuk akal 39:10 jangan cari uang itu menzalimi rakyat 39:14 mengorbankan rakyat 39:19 Tidak ada perbuatan jahat gratis. Pasti 39:23 ada hukum. 39:28 Menbar kejahatan, menebar merusak 39:31 perikemanusiaan, 39:33 merusak negara dan bangsa. 39:36 sudah dia merusak negara dan bangsa, 39:38 teriak lagi nyalahkan orang lain. 39:42 Yang merestui pinjol, narkoba dan 39:45 sebagainya itu bertanggung jawab 39:49 kepada siapa? Kepada yang bikin dunia 39:50 ini, kepada yang bikin manusia, 39:52 makhluknya. Dijahatin, dizalimin. 39:55 Masa dibiarin? 39:57 Disediakan namanya neraka. Itulah tempat 39:59 neraka. 40:01 Dosa yang merusak manusia itu lebih 40:03 besar dari dosa lain. 40:06 Merusak manusia dan kemanusiaan. 40:19 Itu pelindung-pelindung narkoba, 40:20 pelindung-pelindung ponjol 40:23 panjol ponjol ya 40:26 itu merusak kehidupan itu dosanya luar 40:29 biasa. 40:32 Perusak kemanusiaan, perusak Pancasila. 40:35 Jangan duduk orang lain tidak 40:36 Pancasilais. Kalian yang tidak 40:38 Pancasilais 40:40 semua bertentangan dengan Ketuhanan yang 40:41 Maha Esa itu. Pinjol narkoba. 40:44 Bertentangan dengan keadilan, 40:47 bertentangan dengan kemanusiaan. 40:52 Ini ini yang merusak negara. 40:56 teroris negara 40:59 siapa bilang tidak. Lihat faktanya 41:02 berapa yang sudah mati terbunuh. 41:04 Ribut-ribut nangkapin apa itu 41:06 begal-begal. Kenapa dia jadi begal? 41:08 Karena dia mabuk di narkoba, 41:13 lapangan kerja kurang. 41:20 Nah, kita ini di dunia sekarang sebentar 41:26 keluar dari badan. Badan dunia punya 41:30 karung keluar badan badannya dipendam di 41:33 tanah. Roh kita hidup 41:36 di alam barzakh. Begitu roh keluar dari 41:39 badan, mulai hidup senang. Di situ sudah 41:43 senang sebel kesal sudah hilang. 41:46 Berapa lama mereka di alam barzakh? 41:48 Lama. Di situ transit 41:51 mau pindah ke akhirat. 41:53 Di tempat transit itu hidup enggak? 41:55 Hidup. Tapi awalnya nanti ada sedikit 41:58 diwafatkan juga. Hidup seperti di dunia 42:01 kurang. tidak luas seperti kehidupan di 42:03 dunia, tapi di sana saling berkomunikasi 42:06 satu sama lain, kumpul. Tapi dengan 42:08 bahasa masing-masing, tapi semua paham 42:12 ada kehidupan. Bukan mati itu di alam 42:14 kubur itu kubur gitu mati. Enggak 42:19 ada waktunya mati dimatikan. Kalau sudah 42:21 mendekat kiamat di situ nunggu sampai 42:25 datang kiamat ada suara trompet itu 42:29 bangkit itu di surat Yasin ditulis ya 42:31 wailana man baatana mim marqodina. Nah 42:34 dia sudah di akhir mau kiamat 42:36 ditidurkan, dimatikan tuh. Jadi kita dua 42:38 kali mati dua kali dihidupkan. 42:41 Ya Allah ya Tuhanku siapa yang bangkit 42:44 kami lagi tidur-tidur? 42:46 Jawab ada suara jawab ini janji Allah. 42:49 Dan betullah apa yang disampaikan oleh 42:50 para rasul 42:53 kematian dua kali mati dua kali 42:55 dihidupkan. 42:57 Nah, ketika terompet itu. Nah, sekarang 42:59 sekarang mereka sekarang lagi nunggu 43:02 menanti 43:03 ke mana hidup tapi enggak seperti di 43:07 dunia ada berkurang. Tapi kadang-kadang 43:10 buat yang baik-baik, yang saleh dapat 43:12 hadiah makanan dari surga. Tapi enggak 43:14 selalu enggak enggak setiap hari, enggak 43:16 setiap saat. Sekali-sekali. 43:19 senang sudahud di situ. Masih di alam 43:20 barzakh saja sudah senang seperti taman 43:22 surga. Nah, yang jahat di situ sudah 43:25 seperti jepitan neraka. Sumpek susah 43:28 hatinya, gelisah. 43:30 Sampai kap lama di sana lebih lama dari 43:32 dunia. 43:33 Tapi kita ini agak dekat. 43:37 Menunggu semuanya mati di alam barzah. 43:40 Nunggu dunia bubar. 43:42 Nah, dunia sudah mubarin dia ditidurin. 43:45 Begitu ada suara trompet dia bangun 43:47 bangkit. Itu dia bilang, "Siapa yang 43:48 bangunin yang lagi tidur?" Mimar di 43:50 surat Yasin itu ayat 52. Jadi berarti 43:54 ada kehidupan tapi di menjelang mau 43:56 kiamat ditidurin. 43:58 Nah, itu bangun sudah kiamat. Semua yang 44:02 dari dunia sudah kumpul semua di situ. 44:04 Manusia yang pernah hidup, yang sekarang 44:07 hidup dan yang akan hidup. kumpul semua 44:10 di situ. Jin juga ikut situ. 44:15 Baru berangkat ramai-ramai itu menuju 44:16 akhirat. Nah, di situ ada jatuh bangun, 44:19 ada tempat gelap, nanti ada lagi tempat 44:21 panas, ada lagi berkeringat-keringatnya 44:24 sampai luber. 44:26 Masih panjang pos-pos apa yang kita 44:29 lalui menuju akhirat. Ini banyak pos 44:32 siratal mustaqim. Apa itu? Siratul 44:35 mustaqim. Jalan lurus. Jalan lurus itu 44:37 tercipta dari kelurusan kita di dunia. 44:41 Kita di dunia mustaqim sana mustaqim. 44:44 Saya ulang lagi memang kadang-kadang 44:46 suka lupa ya. Nah, siratul mustaqim buat 44:48 orang yang baik. Wih, indah sekali. 44:51 Kanan kiri itu bunga-bunga 44:54 yang katanya susah kejebur. Itu yang 44:55 jahat. Yang tukang maksiat tuh banyak 44:59 tuh kecebur segala macam ada di situ. 45:02 Yang muslimin menyenangkan semua. Di 45:04 situ juga senang. Di tempat gelap aja 45:06 yang muslimin keluar cahaya dari 45:07 dahinya. 45:09 Kayak orang masuk ke gua mau ngambil 45:11 batu bara tuh kan pakai lampu. 45:13 Nah, ini terang di situ. 45:16 Dan yang lain yang gelar terinjak-injak 45:18 itu. Terus kita keluarin ayat Qurannya 45:19 minggu lalu tuh dia terinjak-injak 45:22 bertanya, "Tuhan kenapa saya buta di 45:24 dunia? Saya melek." Kamu di dunia itu 45:27 buta. Ada tanda kebesaranku kau enggak 45:30 pernah lihat. 45:32 Kalau mau lihat gunung biasa saja. Kamu 45:34 enggak pikirin tuh nguruknya gimana? 45:38 Matahari itu sudah berapa abad itu 45:41 enggak pernah diservis, enggak cari 45:43 siapa yang bikin. Buta kamu sekarang aku 45:46 butakan kau beneran. 45:49 Buta Allah. 45:51 Mengenal Allah itu bukan ngfalin apa 45:53 buku-buku. 45:55 Hafalin ini nih di dunia nih. Dunia ini 45:57 semua isinya kitab tauhid. 46:03 Tafakur. 46:07 Hah? Tafakur. 46:10 Bagaimana itu? Tuhan bikin durian yang 46:13 lancipin durinya tuh 46:19 semua kelihatan. Lihat langit, lihat 46:21 udara, lihat sungai. Saya ngulang-ulang 46:24 supaya hafal ya. Di atas tuh ada danau 46:26 loh, air di langit. 46:30 Ya, itu dia yang turun hujan tuh dari 46:31 situ 46:34 12 hari dia asalnya dari wap. 46:37 Di bawah laut ada kebun, ada buat 46:39 makanan ikan di dasar. 46:42 Jadi semua ciptaan Allah ini luar biasa. 46:44 Itu Allah itu benda-benda ciptaan Allah 46:48 dan lain-lainnya itu bukti nyata. Ada 46:50 ada yang menciptakannya. 46:52 Ada yang menciptakannya. 46:56 Ayam tidak menciptakan telur. Ayam 46:58 diciptakan, telurnya diciptakan. 47:01 Penciptanya Allah. 47:04 Dalam satu detik, berapa ayam yang 47:07 keluar dari perut ayam? Eh, telur yang 47:09 keluar dari perut ayam 47:11 dalam 1 jam berapa? 47:15 Kita semua sudah kira-kira sudah berapa 47:18 ton telur yang kita telan? 47:21 Mikir dong. 47:23 Emang gampang tuh bikin telur? 47:26 Apalagi kalau sudah netes jadi itik. 47:29 Subhanallah. Lailahaillallah. 47:33 Kemudian kita lihat 47:39 surah almukmin 47:41 ayat 11. 47:43 Qubana amanana 47:46 wahyain. 47:48 Ya Allah kamu kalian ya Allah kau 47:51 menciptakan kami hidup dua kali. 47:55 dan mewafatkan kami dua kali. 48:01 Maka ya Allah kami mengaku banyak 48:04 berdosa. 48:05 Apakah ada jalan keluar ya Allah untuk 48:08 mendapat ampunan? Bagi yang belum 48:10 menjual diri kepada Allah 48:12 kalau sudah kiamat masih bisa enggak 48:14 menjual diri? Tidak bisa lagi. 48:17 Sudah habis penawarannya sudah ada luar. 48:22 Sekarang jawabnya. 48:24 Kalau menawarkan jawab jual diri 48:28 dibayar pakai surga. Ya Allah jangan 48:32 lupa saya ulang-ulang ini sengaja sayang 48:36 supaya kita semua anak-anak kita semua 48:38 kumpul di surga sana. Ini sayang banget 48:40 kalau sudah serahkan diri kepada Allah 48:42 sudah selesai aman. Iya dong. 48:46 Di dunia itu ada yang banyak tawakal ke 48:48 Amerika. 48:49 minta perlindungan dari Amerika dijual 48:51 dirinya sur apa aja mau banyak itu. Nah, 48:54 lihat 48:57 bisa nyelamatkan mereka. 49:00 Hah? 49:02 Yang menjual dirinya, negerinya itu ke 49:04 sana selaman enggak? 49:07 Tidak. Semua manusia 49:12 kembali kepada yang bikin dunia, yang 49:14 bikin diri kita, yang maha penyayang, 49:16 yang maha baik, yang tidak butuh 49:18 apa-apa. Dia sayang kepada kita memang 49:20 sayang malah kita di kasih surga. Coba 49:23 aja ada yang tawaran untuk jual jual 49:27 diri kita itu yang lebih mahal lagi. Ada 49:28 enggak? Enggak ada. Semuanya bakal 49:30 hancur. Bohong. Duit juga hangusar lagi. 49:33 Sebenarnya duit kertas sudah enggak 49:34 hangut. Duit kita lagi inflasi. 49:40 Kertas negaranya bubar duitnya bubar. 49:49 Kalau dia bisa bikin dunia, bikin kita, 49:50 mudah sekali dia mindahin kita ke surga. 49:53 Buktinya kita ada sekarang. 49:58 Ah, ada yang penting lagi. Ini surah 50:00 Al-Isra 71. Kalau sudah Quran tidak usah 50:03 diprotes, tidak usah tapi. 50:06 Quran ini maknanya ya. Lihat di 50:09 terjemah. Bismillahirrahmanirrahim. 50:14 unasin biimamihim unasinam 50:18 tatkala saatnya kami mengundang 50:20 memanggil semua manusia ini 50:24 berbaris di belakang imam-imamnya 50:26 masing-masing 50:29 ya silakan 50:32 hanya 50:34 menurut paham saya tapi bebas kita 50:37 berimam tuh pada yang hidup 50:41 pada yang lewat boleh juga, tapi bisa 50:43 hiduplah, carilah itu banyak kiai-kiai 50:46 itu 50:47 yang saleh, yang jujur tentunya ya kan 50:50 dia mimpin kita kan. Jadilah yang baik, 50:52 bebas saya enggak akan mendikte. 50:55 Banyaklah mudah-mudahan baik semua 50:56 insyaallah banyaklah yang baik itu 50:59 banyak sekali. Yauman kita kami panggil 51:02 semua manusia itu dengan imam-imamnya 51:05 masing-masing. 51:18 Terus surah 51:23 at-Taubah juga. 51:25 Ya ayyuhalladzina amanu. Wahai manusia 51:26 yang beriman, 51:29 ittaqulah. Bertakwalah kepada 51:31 Allahunuodqin. 51:34 Hendaklah kalian semua 51:38 hidup bersama orang-orang yang benar, 51:40 yang jujur. Nah, itu jadi 51:45 penganjur-penganjur banyak. 51:47 Carilah yang jujur, yang menyampaikan 51:51 agama Allah dengan sebenar-benarnya. ee 51:54 tidak di apa diselewengkan kentuk 51:57 kepentingan politik atau apapun. Tapi 52:00 jangan juga dimusuhin. Kita kan cuma 52:02 lihat enggak tahu. [tertawa] Nanti kita 52:03 berprasangka buruk juga dosa juga. Kita 52:07 ikuti saja apa yang diajarin. Yang baik 52:09 ikutin. Yang merasa tidak baik ragu 52:11 jangan salahin tapi jangan ikut. 52:15 Hal itu a yang jangan diikutin. Nanti 52:16 dia berbuat baik lainnya ya ikutlah. 52:20 Itu saja 52:22 ada di surat Yasin itu. Ituu manasalukum 52:26 ajro. Ikutilah orang yang tidak punya 52:28 pamri, 52:30 pamri politik, pamri untuk diadu. Kita 52:33 sering diadu terus umat Islam nih. 52:35 Jauhilah itu. 52:37 Enggak bisa jual diri kepada Allah dalam 52:39 keadaan jiwa seperti itu. Enggak 52:40 mungkin. Kejujuran 52:45 itu diikuti orang-orang yang tidak punya 52:47 pamri. Kenapa wahum muhtadun? Yang tidak 52:51 punya pemeri itu sudah mendapat hidayah 52:53 dari Allah. J dakwah lillahi taala. 53:00 Mazhab biasa. Insyaallah semua mazhab 53:02 yang ada di Indonesia itu baik. Tapi 53:04 kalau Anda pilih yang itu lebih baik ya 53:06 silakan aja. 53:08 Silakan. Enggak ada masalah. 53:11 Serahkan diri kepada Allah. Selesai itu 53:13 ada kebeda pendapat salah sat diampuni 53:16 Allah subhan 53:18 rahmanirrahim 53:20 selama niat kita baik aman 53:24 berkumpullah sama orang-orang yang jujur 53:26 itu di surah at-Taubah juga ayat 110 53:36 jadi dari kita selesai di mahsyar jalan 53:39 lagi masih banyak pos-pos siratul 53:41 mustaqim 53:42 Jalan lurus itu siratul mustaqim 53:44 terbentuk buat kita. Kita yang bentuk di 53:46 dunia 53:47 jujur di dunia ini jujur itu jadi 53:49 siratul mustaqim. Siratul mustaqim itu 53:51 jalan jujur lurus. 53:55 Itu maksudnya kita yang bikin 53:58 di sini. Di sana Allah yang takdirkan, 54:00 Allah yang jadikan. Tapi sesuai dengan 54:03 perjalanan hidup kita di dunia. 54:07 Nanti masih banyak lagi tema suratan, 54:10 rapot. 54:13 Terus lagi ada penyidikan penyidikan 54:16 tapi semua serba canggih. 54:19 Dan ada pembalasan 54:22 manusia yang menzalimi manusia tapi dia 54:24 muslim beriman itu dia dikasih denda. 54:28 Denda 54:31 amal [berdehem] baiknya dibuat bayar ke 54:32 orang yang dizalimi 54:36 itu adil. 54:38 Jadi insyaallah ada iman bisa 54:40 salah-salah ada masih ada harapan 54:42 diperbaiki di akhirat. Eh bukan di 54:44 akhirat di di situ dalam di perjalanan 54:47 ya perjalanan terus sampai ketemu 54:50 macam-macam itu. Penyidikan semua ada 54:53 sampai nanti terakhir di haut telaga 54:57 situ minum air. Nah terus insyaallah 55:00 sudah bersih. Sisa-sisa kotoran di hati 55:03 itu dibersihkan Allah. Asal kita 55:06 serahkan diri kita pada Allah dari sini 55:10 dari sekarang. Enak juga tenang hidup 55:12 enggak ada derita. Karena merasa dekat 55:15 sama Allah. Aman kan? Di sini banyak tuh 55:18 anak-anak. Nah itu preman-preman itu 55:20 merasa aman. Kenapa? 55:23 Backing. 55:24 Backing 55:25 dibaking yang yang punya kekuasaan 55:28 rasa aman. Padahal yang punya kekuasaan 55:30 mah banyaknya jatuh sudah kalah banyak 55:32 sudah ditangkap banyak. Nah, kita enggak 55:35 kita serahkan diri 55:37 jual diri kepada Allah. 55:40 Itu ini hanya poin hari ini itu saja. 55:44 Jual diri kepada Allah. Ayatnya banyak 55:46 tadi. Allah jual dari orang beriman 55:50 karena dia akan mendapat dibayar surga. 55:54 Terus kalau Allah beli kita dijadikan 55:56 budak. Enggak. Kenapa kok kita sebut 55:59 menghamba? Menghamba di sini apa? Manja, 56:02 kolokan. curhat kepada Allah itu tapi 56:06 takut 56:08 di situ. Jadi ada rasa hubungan rasa 56:11 dengan Allah. Hiduplah dalam ruh dengan 56:14 ruh. Bodi si body ini cuma tempat 56:16 peragaan. Namanya juga raga kok. 56:21 Raga enggak ada rasa di situ. Yang salat 56:24 perasaan 56:26 isi perasaan diperagakan oleh raga. 56:30 Kalau saya sujud, yang sujud siapa? 56:33 Ruh saya 56:34 merasa nyerah kepada Allah dan pasrah 56:37 kepunyaan dia. Nah, badan memperagakan 56:40 bersujud, memperagakan rukuk mau nurut, 56:43 mengangkat tangan nyerah ya Allah nyerah 56:46 aku enggak nakal lagi. 56:48 Angkat tangan nyerah. Nyerah itu kepada 56:51 Allah malah jual diri sekalian pada 56:54 manusia kalau dizalimin. Kalau bisa 56:57 lawan lawan. 57:05 Maaf kalau bahasanya agak semangat ya 57:08 dari rasa cinta, rasa kepingin bersama 57:12 buat diri saya juga buat kita semua. 57:14 Mari kita jual diri kita kepada Allah. 57:17 Kalau sudah dijual jangan kontrakin lagi 57:19 ke yang lain. 57:21 Jangan jual kepada yang lain. Beruat 57:23 keluar dari jaratan-jaratan manusia 57:26 nakal. 57:28 Serahkan pada Allah. Aduh, indah sekali 57:30 hidup. Coba deh dah senang karena berasa 57:34 dekat. Dijagain Allah, dirawat Allah. 57:38 Yang kita sudah serakat. 57:42 Tolong disampai-sampaikan pada keluarga 57:45 ya dan saudara kita yang lain. Mau 57:48 mazhab silakan deh. Mau Syafi'i Maliki 57:50 sudah itu sudah jalan ke surga sudah 57:52 bagus bangetlah. 57:55 Saling sayanglah. Mudah-mudahan 57:57 bermanfaat. 57:58 dan sampai-sampaikan kepada yang lain 58:00 insyaallah. Asalamualaikum. 58:04 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 58:06 subhanahu wa taala. Tausiah sore edisi 58:08 hari ini bersama guru kita Ustaz Zain 58:11 Alhadi. Menjual diri kepada Ilahi. Kami 58:15 mengundang Anda untuk bergabung. Silakan 58:17 sampaikan pertanyaan ataupun komentar ke 58:19 nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 58:26 Kami akan kembali di sesi kedua. 58:28 Tetaplah bersama kami. Silat Rahim dan 58:30 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 58:33 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 58:34 taala. Terima kasih masih bersama kami 58:37 dalam acara tau sih sore. Kita masuki 58:39 sesi kedua dan akan menjawab beberapa 58:42 pertanyaan yang sudah masuk dari 58:43 pendengar Ikhwan dan Akhwat. Namun 58:45 sebelumnya ini ada sapaan untuk siaran 58:49 di sore hari ini. Yang pertama dari 58:51 Bapak Rama di Tangerang. Izin menyapa. 58:55 Asalamualaikum warahmatullahi 58:56 wabarakatuh, Pak Ustaz. Saya hadir 58:59 menyimak tausiah dari Pak Ustaz di 59:03 Tangerang dari Rama. Begituun ada Ibu 59:06 Fani. Asalamualaikum warahmatullahi 59:07 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak Pak 59:10 Ustaz siaran di sore hari ini. Ibu Ani 59:12 Cudaifah juga tidak lepas ya. Selalu 59:16 stay tune. Nah, mendengarkan siaran 59:18 Rasil AM 720. Alhamdulillah menyimak 59:22 tausiah sore, Pak Ustaz. Begituun Ibu 59:25 Retno. Asalamualaikum. Salam Qolbun 59:27 Salim. Terima kasih Pak Ustaz atas 59:29 pencerahannya. Sementara itu ada Bapak 59:32 Ahmad di Bogor. Asalamualaikum 59:34 warahmatullahi wabarakatuh. 59:37 Pak Ustaz kalau di kita sudah dijual 59:40 kepada Allah, apa yang harus kita 59:43 lakukan, Pak Ustaz? Sikap apa yang harus 59:45 dijaga? Terima kasih. 59:47 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 59:49 Ya, satu kalau sudah dijual kan sudah 59:50 bukan punya kita lagi, bukan milik kita. 59:54 Jadi sudah ikuti apa kata Allah. Dia 59:57 sudah dia akan rawat. Yang sudah kita 1:00:00 ketahui banyak dari Quran, hadis, kitab 1:00:02 fikih semua itu. Apa yang Allah ingini 1:00:04 kita kerjain. Nah, lainnya lagi kita 1:00:07 bisa diberi kebebasan juga tapi ingat 1:00:09 kita sudah jual. 1:00:10 Hm. 1:00:11 Jadi yang kita ikuti kehendak Allah saja 1:00:13 amalin itu. Makan, Ustaz. Ya, Tuhan juga 1:00:15 suruh makan malah dimanja. Makanlah yang 1:00:19 halal dan bersih 1:00:21 dan menyehatkan. Tuh sampai ke situ. 1:00:24 Jadi kalau kita ada penyakit kolesterol 1:00:27 misalnya ya kita jangan makan yang bikin 1:00:28 kolesterol. 1:00:31 Itu maksudnya thayiban halalan thayiban. 1:00:34 Halal dan thayib. Jadi Allah sudah 1:00:36 sayang banget deh dijagain, diurusin. 1:00:38 Nah kita tahu dong diri kita sudah kita 1:00:40 jual ya udah jangan kontrakin ke orang 1:00:42 lain lagi atau ikut menghamba kepada 1:00:45 orang lain. Jangan kita sudah merdeka. 1:00:48 Allah membeli kita, tapi kita dikasih 1:00:50 merdeka. Coba aja itu kalau kepada yang 1:00:53 lain kita dijajah enggak merdeka 1:00:56 dimarahin. 1:00:57 He. 1:00:58 Kalau mau saya sudah gaji macam-macamlah 1:01:00 itu marahnya banyak. Sama Allah enggak 1:01:02 ada disayang. 1:01:03 Iya. 1:01:04 Makan, jaga kesehatan 1:01:06 indah banget. Banyak berbuat baik. Dan 1:01:10 nanti ada rasa saya baca buku ya, saya 1:01:13 juga belum. Saya masih belajar. Nanti 1:01:15 ada rasa lapang dada. H 1:01:18 apaang dada? Jadi enggak enggak bisa 1:01:19 sumpak-sumpak sudah enggak mempan lagi 1:01:22 walaupun ada derita ya Pak itu bahasanya 1:01:25 gini tidak tidak sempit di lubang jarum 1:01:30 tidak merasa sempit di lubang jarum 1:01:32 artinya sudah kejepit pun masih bisa 1:01:34 senyum 1:01:35 dan tidak merasa lapang di pintu gerbang 1:01:38 logisang logis dia enggak sombong karena 1:01:41 sudah merasa punya kepunyaan Allah sudah 1:01:43 pasrah aja sudah mengerjakan yang 1:01:46 wajib-wajib dikerjakan senang hati 1:01:49 Udah lagi duduk juga sudah jual sama 1:01:51 Allah. Yaudah enak banget dekat sama 1:01:54 Allah gimana? 1:01:55 Nah itu 1:01:56 senang tapi enggak sombong. Senang 1:01:59 ingat sudah jual dia sayang banget dia 1:02:02 bilang terima dan dikasih surga 1:02:05 bayarannya. 1:02:07 Itu Quran Bu. Sudah 1:02:10 itu paling indah. Tapi dia enggak lupa 1:02:13 terus ingat kita sudah jual diri kepada 1:02:15 Allah. Pangan Allah. Tambah ingat ke 1:02:17 sini tambah senang insyaallah. 1:02:21 Baik, selanjut Ibu Tina. Asalamualaikum 1:02:23 warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Ustaz 1:02:26 selalu sehat. 1:02:27 Tadi Pak Ustaz dikatakan dunia nawarnya 1:02:30 murah pakai jabatan, pakai uang, pakai 1:02:32 pujian. Sementara Allah nawarnya mahal 1:02:35 pakai surga. 1:02:36 Tapi kenapa banyak manusia yang enggak 1:02:38 mau, Pak Ustaz? Nah, itu. 1:02:40 Bismillahirrahmanirrahim. [tertawa] 1:02:42 Iya. itu manusia bisa berubah seperti 1:02:45 itu. Ada sebabnya banyak faktor 1:02:48 lingkungan. Lingkungannya itu enggak 1:02:50 pernah cerita tentang itu, tentang 1:02:51 kebesaran Allah segala macam. 1:02:53 Dua, salah ajaran, 1:02:57 pengaruh lingkungan salah ajaran. 1:02:59 Nah, jadi kalau begitu tahu 1:03:01 permasalahannya itu, nah kita kalau 1:03:03 ketemu itu betulin ajarannya 1:03:07 kita melalui cerita-cerita sadarkan dia 1:03:11 mana di mana ya tak mengenal Allah lah 1:03:14 kalau sudah kenal mau dia 1:03:19 sudah tahu Tuhan yang bikin surga Tuhan 1:03:22 yang bikin. Neraka Tuhan yang bikin. 1:03:25 J takutnya kepada Allah dong, 1:03:27 mengharapnya juga kepada Allah. Nah, 1:03:29 sekarang belum kita mengharap Allah 1:03:31 sudah tawarin duluan. Mau apaagi? 1:03:34 Bayarnya pakai pakai diri sendiri. Terus 1:03:37 pakai sendiri-sendiri kita kerja sama 1:03:39 Allah dan milik dia. Disuruh ngapain? 1:03:41 Suruh mengerjakan kepentingan dia. 1:03:43 Enggak. 1:03:45 Dia enggak butuh apa-apa. Bagaimana dia 1:03:48 mau kasih surga? Dia enggak butuh 1:03:49 apa-apa. Apa enggak senang kitanya? 1:03:52 Senang. 1:03:54 Dijamin hidup kita dunia sampai akhirat. 1:03:56 Dijamin sama Allah. Kebenaran 1:03:59 akan diatasi problem juga Allah bantu. 1:04:02 Ada bimbingan nanti di telinga itu 1:04:03 enggak ada suara tapi kita dapat 1:04:05 tangkap. 1:04:08 Itu yang disebut itu saya buka 2 minggu 1:04:09 lalu 1:04:11 apa itu ilmu dari Allah tanpa belajar. 1:04:14 Ada di Quran itu banyak. 1:04:21 Amanlah. 1:04:22 Mari deh kita semua jual. Demi Allah 1:04:24 jual deh. Senang deh. Beneran di Quran 1:04:28 lagi nawarin kalau enggak mau kita 1:04:29 kebangetan bunya kita ini seperti yang 1:04:32 disampaikan tadi banyak yang enggak mau. 1:04:33 Kenapa? Ya saya juga bertanya kenapa ya 1:04:36 itu antara lain 1:04:37 faktor lingkungan 1:04:40 salah jarang 1:04:42 itu aja. Negeri kita ini kan kaya kok 1:04:46 jadi begini. Salah urus. 1:04:48 Hm. 1:04:49 Salah urus. 1:04:51 Apalagi sudah salah urus 1:04:53 merpekinnya gimana? Ya diurus baru. 1:04:57 Salah urus salah orang. 1:04:59 Salah orang termasuk. Makanya salah urus 1:05:01 kata orang yang duduk di tempat saya 1:05:03 yang salah. 1:05:04 He. 1:05:06 Keahlian apa ditaruh di mana? Saya 1:05:07 banyak. Saya kasih contoh yang gampang 1:05:10 aja deh. Itu IPB pertanian. 1:05:13 Iya. 1:05:13 Itu satu mahasiswa tuh biayanya bisa R 1:05:15 miliar uang negara kan. 1:05:17 Nah, terus keluar di mana dia? 1:05:19 Limpang semua 1:05:20 kebanyakan [tertawa] 1:05:22 bisa enggak berbaiki tumbuh-tumbuhan? 1:05:24 Heeh. 1:05:25 Kurang. Nah, sekarang kalau kalau ada 1:05:26 buah baru bagus Bangkok 1:05:30 ini duku Bangkok buahnya banyak 1:05:32 sebutannya Bangkok ya? 1:05:33 Bangkok. 1:05:34 Iya. 1:05:35 Mana ini dari PB gitu? 1:05:37 Iya. 1:05:39 Nah, itu kan salah urus. 1:05:41 Kok dibiarin? Sudah banyak yang kasih 1:05:43 tahu itu salah urus terus saja bisa 1:05:45 bodoh 1:05:47 situ. Jadi begitu juga ini kita punya 1:05:50 saudara seperti yang disampaikan tadi 1:05:51 banyak yang enggak tahu kita sampaiin 1:05:53 pelan-pelan kasihan dakwah kan banyak 1:05:56 ini aja biangnya di sini kalau sudah mau 1:05:58 jual diri kepada Allah sudah selesai 1:06:00 tinggal ibadah dia. Karena orang hidup 1:06:03 mau senang. Nah di dunia senangan semu. 1:06:06 Kesenangan semu. Bohongan. Nah ini di 1:06:08 surga kesenangan yang beneran. H 1:06:11 insyaallah ya. Insyaallah betul punya 1:06:14 perhatian seperti itu. Jadi jangan 1:06:15 diomelin orang yang belum mau dekatin 1:06:18 nasihatin. Dia lagi lupa. 1:06:20 Insyaallah. 1:06:23 Selanjut Pak Ustaz ini ada hamba Allah 1:06:25 di Jakarta Timur. Asalamualaikum 1:06:27 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz 1:06:30 bagaimana jika kita sudah menjual diri 1:06:32 kepada Allah tapi kita masih diberikan 1:06:35 ujian yang berat, ujian hidup bagaimana, 1:06:37 Pak Ustaz? 1:06:38 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06:40 Kalau sudah menyerahkan diri kepada 1:06:41 Allah, ujian yang berat itu jadi rasanya 1:06:44 ringan. 1:06:45 Hm. 1:06:45 Kan kita sudah enggak sama diri kita 1:06:47 sudah biasa aja kurus boleh. Cobalah 1:06:52 Allah bisa berikan dada itu senang. Yang 1:06:55 contoh 1:06:57 di riwayat ya itu cucu Nabi yang namanya 1:07:00 Zainab, Siti Zainab. 1:07:02 Hm. 1:07:02 Itu dia mengalami derita yang luar 1:07:04 biasa. ponakannya itu di kemah-kemah itu 1:07:07 Karbala itu laus sampai dia panggil 1:07:11 pamannya itu siapa namanya Abbas Mo ya 1:07:14 Abbas ya Abbas moya 1:07:17 pamannya minta air diambilin air kan di 1:07:19 embargo dikepung itu mulai ini embargo 1:07:22 itu sebelum negara lain itu sebelum 1:07:24 Amerika belum ada waktu itu. itu dari 1:07:26 Bani Umayyah Abu Sufyan 3 tahun itu 1:07:30 keluarga Nabi di embargo ekonomi dan 1:07:32 air. Itu fakta nyata. Karena kalau kita 1:07:36 nyebut ini seolah-olah kita yang salah. 1:07:39 H 1:07:39 itu yang melakukan kejahatan yang salah 1:07:41 enggak boleh diom enggak boleh 1:07:42 disalahin. Gimana? 1:07:47 Itu fakta sejarah seperti itu. Makanya 1:07:49 banyak riwayat itu mereka rubah. 1:07:53 Ya sudahlah, bukan cerita masa lalu. 1:07:56 Diingatkan, 1:07:57 diingatkan. 1:08:00 Itu bahaya banget itu. Kemudian 1:08:03 ee kita 1:08:06 menyampaikan 1:08:07 semampu kita, semampu. Dan jangan merasa 1:08:11 kita paling bisa memberi hidayah. Tidak. 1:08:13 Kita hanya menjalankan sarana. Allah 1:08:15 yang menggulkan. Kita minta kepada Allah 1:08:18 agar mereka mau menerima ajakan kita 1:08:21 itu. Kita lemah. Lemah bampunya segini. 1:08:25 Nanti dengan sebab kita menjalani 1:08:29 hal yang Allah suka, Allah suka itu kita 1:08:32 menyayangi manusia. Dia suka. Nah, itu 1:08:35 Allah akan beri kita bimbingan. Nanti 1:08:37 dikurangin rasa sedih, rasa duka tuh 1:08:41 enggak hilang. Itu suka itu ada. Cuma 1:08:43 ringan jiwa kita itu berubah. 1:08:47 Ada itu masa Allah diam aja. Enggak 1:08:49 mungkin Allah yang bisa menentukan hati 1:08:51 manusia di mau bolak-balik itu bisa. 1:08:54 Justru kita enggak bisa. Kita cuma 1:08:56 ikhtiar. Segalanya Allah yang nentukan. 1:08:58 Nah Allah akan lapangkan dada kita itu. 1:09:02 Nah itu yang Sayidah Zainab tadi saya 1:09:04 bilang cucu Nabi dia bilang apa? Maroitu 1:09:07 illa jamil. Dia itu disiksa luar biasa 1:09:10 ponakan depan matanya itu haus mati 1:09:12 kehausan di panah di apa di Karbala. 1:09:14 Kemudian di diborgol, dibawa dari Irak 1:09:16 ke Surya. 1:09:19 Dia bilang apa? Sampai di Padang Pasir 1:09:21 mukanya sudah debu. Sampai ketemu 1:09:22 suaminya di Madinah pulang suaminya 1:09:24 enggak kenalin. Mukanya sudah hitam 1:09:26 macam padang pasir jalan kaki. 1:09:29 Nah, kemudian dibang mar itu ila jamil. 1:09:32 Yang kakan semuanya indah-indah saja. 1:09:35 Nah, itu 1:09:36 itu ada manusia dapat seperti itu. 1:09:39 Banyak yang sekarang juga banyak. 1:09:41 Hm. K mungkin kiai-kia sepuh zaman dulu 1:09:43 tuh yang bantu perjuangan 1:09:45 pesantren-pesantren tu dia tenang-tenang 1:09:48 aja. 1:09:50 Saya pernah lihat yang seperti itu. Kiai 1:09:52 Abdul Mukhti eh Kiai 1:09:55 apa sih yang di yang dibilang dari kiai 1:09:59 kiai apa itu dari Jawa di Jogja. 1:10:02 Hm. 1:10:03 Saya lihat aneh. 1:10:05 Kenapa 1:10:06 kiai siapa sih namanya? kayaknya manusia 1:10:09 yang dikasih kesenangan itu 1:10:10 senyum terus. 1:10:12 Oke. Orang harus tahu semua tuh. 1:10:15 Sekarang dia datang ke Jakarta tuh. 1:10:17 Setiap orang datang masuk ke dalam 1:10:19 keluar kasih nasi di piring sarung 1:10:22 semua yang datang. 1:10:23 Hm. 1:10:24 Mangli kayak mangli. 1:10:25 Oke. Mangli 1:10:26 betul-betulan mukanya itu luar biasa 1:10:31 jalannya kayak kayak enggak ngijakin. 1:10:34 Oh. Saya perhatiin 1:10:36 ini luar biasa. Emang orangnya suci 1:10:38 banget, 1:10:40 rumahnya kecil. Nah, jadi seperti itu 1:10:43 banyak juga ramai diriwayatkan cerita 1:10:46 sebagai apa tuh di Tianjur 1:10:49 itu benar? 1:10:51 Heeh. 1:10:51 Yang mobilnya enggak pada enggak mau 1:10:52 lewat. Ada apa gitu air 1:10:56 [tertawa] 1:10:57 itu bisa terjadi. Nah, caranya gimana? 1:11:00 Itu yang kita enggak tahu. Mungkin orang 1:11:02 bisa lihat, ada yang lihat biasa-biasa 1:11:04 aja. 1:11:04 Nah, mungkin gambarnya kuasa Allah lah 1:11:06 semua Allah bisa apa saja. 1:11:08 Dan memang orang saleh banget dakwahnya 1:11:11 itu lillahi taala. Banyak banyak itu 1:11:14 saya Abdul Mati di Malang tuh kiai aduh 1:11:18 banyak sekali kiai yang enggak 1:11:21 bayarannya banyak. 1:11:23 Iya 1:11:23 iya dia punya banglong. Banglong apa ya? 1:11:25 Hm. Balong. 1:11:26 Nah itu apaendi Panon Jaya Tasik. 1:11:29 Hm. Saya ke sana nangis. 1:11:33 Ada balong, ada sawah, 1:11:35 ada sawah. Seriak bayar. 1:11:37 H 1:11:38 he kita datang 1:11:41 banyak, Pak. Saya ke daerah cari kiai. 1:11:43 Iya. 1:11:44 Heeh. K Musad itu. 1:11:46 He. Dari Garut itu. 1:11:47 Iya. Yang di Cipasung nginap enggak 1:11:50 boleh pulang. 1:11:50 Pak Anom 1:11:52 di di itu di sebelah Mari Tasik tuh 1:11:56 jalan mau ke 1:11:57 Singaparna. 1:11:58 Singaparna. Iya, 1:12:01 Suryal ya. H 1:12:03 baik-baik deh, Pak. 1:12:04 Iya. 1:12:08 Selanjutnya, Pak Ustaz ada Pak Maul, Pak 1:12:11 Maul Anwar. Nah, ini yang menyampaikan 1:12:15 asalamualaikum warahmatullahi ee Pak 1:12:17 Arwin maksud kami. Asalamualaikum 1:12:19 warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Pak 1:12:21 Ustaz dan pejuang dakwah serta para 1:12:22 pendengar Rasil selalu dalam keadaan 1:12:24 sehat walafiat. Terima kasih, Pak Ustaz 1:12:27 atas nasehatnya. Ada juga Pak Yuman. 1:12:31 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:32 wabarakatuh. Terima kasih Pak Ustaz 1:12:34 menyimak siaran rasil di sore hari ini. 1:12:37 Sementara itu dari 08157310 1:12:40 sekian-sekian tidak menyebutkan nama. 1:12:42 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:44 wabarakatuh, Pak Ustaz. Hadis Nabi harta 1:12:47 tidak akan berkurang karena sedekah. 1:12:51 Bagaimana, Pak Ustaz? supaya hati kita 1:12:55 bisa tenang ketika kita mengeluarkan 1:12:57 harta untuk bersedekah 1:13:00 supaya hati tenang saja ketika 1:13:02 bersedekah. Terima kasih ya. 1:13:04 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:13:06 Ya. Pertama kita ingat itu 1 banding 700 1:13:10 itu di kuli sumbulatin miatu hab. 1:13:13 Hm. 1:13:13 Iya kan? Setiap tangkai ada 100. Nah, 1:13:16 kalau 7 tangkai jadi 700. Ya, kita 1:13:19 enggak ingat ke situlah maksudnya 1:13:21 berkah. Berkah. kita punya uang sekian, 1:13:25 kita bersedekah berkurang kan? Tapi jadi 1:13:30 contohnya gini lagi. Kita nanam pohon 1:13:32 pohon pohon kecil 1:13:35 itu pohon tingginya 40 cent. 1:13:37 Hm. 1:13:38 Kita kita tanam mendam berapa senti? 15 1:13:43 tinggal 25 1:13:44 yang ke atas kan berkurang. 1:13:46 Tapi tunggu berapa hari? 1:13:49 H 1:13:50 tumbuh [berdehem] terus sampai besar 1:13:52 sampai pohon 1:13:54 kelihatannya berkurang sedekah itu 1:13:57 nambah. 1:13:59 Nah, kalau renten 1:14:01 itu kelihatannya besar tapi gembos. 1:14:04 Kepada akhirnya nanti sedikit. 1:14:06 H 1:14:07 artinya apa? Uang itu akan digunakan 1:14:09 tanpa manfaat. 1:14:11 Belanjanya salah malah kadang-kadang 1:14:13 belanjanya bikin susah. 1:14:14 Hm. 1:14:16 Itu yang disebut berkat itu berkurang 1:14:19 tapi manfaatnya besar dan nanti dia dan 1:14:22 anak-anaknya belanjanya itu pas yang 1:14:24 berguna, bermanfaat kan. Masalahnya uang 1:14:28 itu buat apa dong? 1:14:29 Iya 1:14:29 kan bisa jadi bencana, bisa jadi 1:14:31 manfaat. 1:14:33 Nah, itu yang disebut berkah itu 1:14:34 barokah. 1:14:37 Nah, itu supaya kita juga jangan takut 1:14:40 miskin. 1:14:41 Hm. H 1:14:41 karena itu rezeki dari Allah dibutuh 1:14:45 berkah dan suci. Arti zakat di bahasa 1:14:48 Arab itu dari kata zaka yazku. Sesuatu 1:14:50 yang tumbuh tapi indah. 1:14:54 Dia tumbuh tapi indah. Yazku 1:14:56 suci. Karena disedekahin jadi suci. 1:14:59 Iya. 1:15:00 Dan disucikan. Menguntungkan banget itu 1:15:03 aja. Jadi Allah bakal ganti semua tu. 1:15:06 Kalau sudah punya duit banyak nih, dapat 1:15:08 apa enggak tahu. Tapi enggak ada berkah 1:15:10 mau habisin. Habis ketipu ke apa ke apa 1:15:13 ke apa 1:15:14 kerugian dan sebagainya. Jadi ya itu 1:15:18 jual diri kepada Allah ya sudah pasrah 1:15:19 deh diapain aja. I kan sudah punya dia 1:15:22 berarti kalau sudah menjual diri kepada 1:15:24 Allah harta yang kita miliki juga ya 1:15:26 bisa dengan harta gitu kita. 1:15:28 Tapi caranya tadi 1:15:29 sedekah kan dirinya sudah sering maulid 1:15:31 dia ikut perang 1:15:32 membela kemanusiaan. Membela kebenaran. 1:15:35 membela kebenaran 1:15:37 hidupnya indah. 1:15:38 Iya. 1:15:39 Jadi senang itu yang senang tidak bisa 1:15:41 dibeli pakai uang. 1:15:44 Yang yang bikin enggak tenang itu 1:15:46 sedekah tuh yang enggak ikhlas kali, 1:15:47 Ustaz. 1:15:47 Betul. [tertawa] Itu dia. Itu dia 1:15:50 penyakit fiubihim marun. 1:15:52 Dia dia sedekah tapi kok enggak sih? 1:15:56 Nah, ketika dia 1:15:56 jadi enggak tenang 1:15:57 ya sudah karena Allah semua dia senang 1:15:59 aja. 1:15:59 Jangankan itu, 1:16:01 mungkin sekian uangnya tuh hilang gitu 1:16:03 ya. 1:16:03 Heeh. Ang ya kecuali mul ya sudah pasti 1:16:07 ada sesuatu yang baik. 1:16:08 Nah 1:16:09 mungkin saya kurang sedekah diambil 1:16:12 suruh malaikat bagiin ke orang. 1:16:14 Iya 1:16:14 semua bisa terjadi. 1:16:16 Berbuat apa saja sudah jadi 1:16:20 apa yang Allah inginin jalanin aja deh. 1:16:22 Heeh. 1:16:23 Kan kita sudah jual 1:16:26 jadi kita sakit. Ya sudah biarin 1:16:28 [tertawa] 1:16:29 obatin aja. Enggak sedih. Enggak. Jadi 1:16:33 rasa sakitnya tinggal dikit. 1:16:36 Enggak mempengaruhi lagi. 1:16:39 Kalau harta enggak punya, Pak Ustaz. 1:16:41 Hah? 1:16:41 Kalau harta enggak punya biangfusihim 1:16:43 tuh gimana, Pak Ustaz? Ininya sedekahnya 1:16:45 kalau dia sudah serahkan diri kepada 1:16:47 Allah akan ada. 1:16:48 Akan ada. 1:16:49 Tapi kayak ke negeri kita ini enggak ada 1:16:52 orang lapar sebenarnya enggak ada. 1:16:54 Iya. 1:16:54 Hak dia diambil namanya rakus. 1:16:56 Nah, itu [tertawa] 1:16:59 ya. itu dia masalahnya kayak kayak 1:17:01 begini. 1:17:02 Iya. 1:17:04 Nah, membatasi yang rakus ini gimana? 1:17:06 Itu hukum ditegakkan. 1:17:08 H. 1:17:08 Nah, hukumnya kayak gini gimana bisa 1:17:11 teriak-teriak kita percuma juga. 1:17:13 Iya. 1:17:15 Tapi kita sih senang-senang aja. Kenapa? 1:17:18 Pasti akan berakhir 1:17:19 pasti 1:17:20 ke begini. Pasti akan datang pada 1:17:23 saatnya 1:17:24 diberantas semua itu dan ditegakkan 1:17:26 keadilan. 1:17:27 Heeh. Heeh. Dan nanti kalau sudah ada 1:17:29 imam yang menegakkan keadilan di sini 1:17:32 itu sampai tidak ada yang mau nerima 1:17:34 zakat. 1:17:35 Cukup semua makmur cukup semua 1:17:39 karena adil ini. Kalau kalau sekarang 1:17:41 adil cukup 1:17:42 iya 1:17:43 ya. 1:17:47 Ya. Jadi orang yang betul enggak mampu, 1:17:49 resmi enggak mampu dapat bulanan. 1:17:52 Seharusnya begitu bukan diobral. Yang 1:17:55 kaya juga mengambil semua. 1:17:56 Iya. Nah, jadi sudah tahu ada daftar di 1:17:59 setiap kelurahan ini yang tidak mampu 1:18:02 hasilannya sekian sudah ada dananya 1:18:05 enggak usah pakai bikin makan-makan itu. 1:18:07 Itu sih memang bikin sarannya proyek 1:18:10 korupsi. 1:18:12 Jadi sudah tahu ini orang enggak punya 1:18:14 dikasih itu tahu semua. Siapa sih enggak 1:18:16 tahu 1:18:17 transfer. 1:18:21 Jadi penegakan keadilan 1:18:23 pemimpin-pemimpin yang berlaku adil dia 1:18:26 akan dipayungin oleh Allah di hari 1:18:28 Iya. 1:18:29 Di Mahsyar tadi kita dalam perjalanan 1:18:30 mahsyar. 1:18:31 Iya. Nah, itu 1:18:34 kita enggak bisa mengelak apa yang Allah 1:18:36 sampai dia yang bikin, dia yang bikin. 1:18:38 Mau apaagi sih? 1:18:39 Kalau masih enggak beriman yang bikin, 1:18:41 saya mau tanya siapa yang bikin dunia? 1:18:43 Kalau bukan Tuhan siapa? Ayo sebut. 1:18:46 Kalau ada Tuhan lain kamu bisa ikut 1:18:49 menuhankan. Enggak ada. Saya sudah cari, 1:18:52 sudah mikir. Emang saya tukang mikir 1:18:54 kok. 1:18:55 Semua jawabannya hanya Allah. Enggak 1:18:58 mungkin. 1:19:00 Enggak ada siapapun. Enggak ada siapapun 1:19:02 dan tidak ada yang berani ngaku Tuhan 1:19:03 mana pun berani ngaku menciptakan alam. 1:19:06 Hanya Allah terbukti. 1:19:10 Makanya kita syahadatnya 1:19:12 lailahaillallah. 1:19:14 Nah, di sini ada apa? Membuang dan 1:19:16 menetapkan apa yang dibuang? 1:19:18 Keyakinan-keyakinan lain di pikiran, di 1:19:21 perasaan kita. Ada yang lebih hebat dari 1:19:24 seb itu buang kecuali Allah di hatiku. 1:19:27 Illallah. 1:19:30 Mantap seperti itu. Pohon sawit mau 1:19:32 ditanam itu didilakkan ditiadakan 1:19:35 ilalang tiada kaleng, tiada besi, tiada 1:19:37 rumput, tiada apapun kecuali sawit. Tapi 1:19:40 kalau enggak dibersihkan ditanam sawit, 1:19:42 padahal di situ masih ada ada 1:19:44 macam-macam. Buahnya busuk. 1:19:47 Manusia kalau tidak buang syirik dari 1:19:49 hatinya menghaba kepada selain Allah, 1:19:53 imannya busuk campur. Iman kepada Allah, 1:19:56 iman kepada yang lain. 1:19:59 Seluruhnya Rudul dianggap sakti. Masih 1:20:01 sekarang yang dianggap sakti. Enggak ada 1:20:02 itu. Dia jin. 1:20:04 He. 1:20:05 Sekarang sudah Islam, ada di Makkah 1:20:06 sana, sudah shah. Ya sudah. Itu yang ada 1:20:10 di sana setan-setan nyaru nyaruhnya 1:20:13 kidu. 1:20:14 Hm. 1:20:16 Tuh. Jadi jin itu memang seperti manusia 1:20:19 tapi lebih lemah dari manusia jauh. 1:20:22 Pangkat manusia lebih tinggi. 1:20:25 Manusia paling tinggi muka badannya 1:20:28 mukanya juga sempurna. Jin enggak di 1:20:30 bawah manusia. Itu gambar-gambarnya IR 1:20:33 Qadir itu semua bohong. Khayal 1:20:36 tidak seperti itu. 1:20:39 Insyaallah. 1:20:40 Insyaallah. Ada Pak Rusandar yang 1:20:42 menyimak siaran di sore hari ini. Terima 1:20:44 kasih, Pak Ustaz atas tausiahnya. Itulah 1:20:47 pertanyaan-pertanyaan bisa kita jawab, 1:20:49 Pak Ustaz, di kesempatan kali ini. 1:20:51 Sebagai penutup dari Pak Ustaz, singkat 1:20:55 apa yang ingin diingatkan kembali kepada 1:20:56 ikhwan dan akhwat. Ya, kita dari 1:20:59 sekarang ini sudah sadarlah kita semua 1:21:02 dari hidup sudah berapa tahun kita 1:21:04 begini terus terus tidur makan, tidur 1:21:06 makan ibadah semua seperti itu. Pasti 1:21:09 akan berakhir. 1:21:11 Kayaknya pengakhirannya sudah dekat, 1:21:15 sudah hampir magrib. 1:21:19 Dan tadi saya sampaikan hidup ini 1:21:21 bagaikan putih buah kelapa 1:21:24 yang banyak. Bukan kadang, sekarang 1:21:26 banyak gugur 1:21:28 sebelum buahnya yang tua. I berserekan 1:21:31 itu putihnya 1:21:33 manusia begitu juga banyak sekarang umur 1:21:37 katanya yang sampai usia lanjut sudah 1:21:39 jarang. 1:21:41 Dulu kakek nenek banyak, sekarang ada 1:21:43 sih tapi enggak banyak. Sudah 50-an, 1:21:46 60-an sudah banyak gugur. 1:21:50 Siap-siap saja di sana hidup lebih 1:21:53 senang. Lebih senang. 1:21:55 Kita dibikin Allah, dibikin oleh Allah. 1:21:57 Enggak ada lain ngaku. Berarti kita 1:21:59 memang kepunyaan Allah, tapi Allah tuh 1:22:01 maha baik sampai nawarin aku beli, aku 1:22:05 bayar pakai surga. Emang punya dia kan 1:22:08 terus sampai ke situ Allah tuh. Iyalah 1:22:11 kenapa enggak? Ya Allah, sudah saya 1:22:13 serahkan saya jual diri pada Allah 1:22:17 dan wakafkan 1:22:19 untuk umat. 1:22:22 Paling Allah gitu wakafkan untuk umat. 1:22:24 Dia kan enggak butuh apa-apa 1:22:26 ya. Kita disuruh dakwah paling tidak. 1:22:27 Itu amal yang paling disenangi Allah 1:22:30 dakwah. 1:22:30 He. 1:22:31 Surat Fusilat 33. 1:22:36 Tidak ada perbuatan yang lebih berpahala 1:22:38 besar selain dakwah. Makanya siapa ingin 1:22:42 ee bikin Allah senang menyenangkan 1:22:44 Allah, bantu-bantulah sarana-sarana 1:22:46 dakwah. itu paling penting. Apalagi 1:22:48 keadaan sekarang banyak anak-anak 1:22:51 pemuda-pemunya belum paham Islam. 1:22:53 Pelajaran tauhid kebanyakan hanya 1:22:56 menghafal, bukan pemahaman, bukan 1:22:59 mengenalkan Allah. Nah, itulah 1:23:01 insyaallah diskusi-diskusi di surau, di 1:23:05 di musala atau di mana pun jangan 1:23:07 diskusi politiklah. Bukan enggak 1:23:08 boleh-boleh cuma enggak bisa apa yang 1:23:10 kita lihat, kita dengar itu semua tidak 1:23:12 jelas karena tidak ada kebebasan 1:23:15 wartawan, PPS, penulisan-penulisan. H 1:23:19 jadi susah nanti kita akhirnya 1:23:20 ngobrol-ngobrol politik, ngawur ke 1:23:22 mana-mana. Jadi berpolitik boleh pegang 1:23:25 teguh agama itu deh. Sayangi sesama 1:23:28 muslim. 1:23:30 Sayangi sesama muslim. Hukumnya wajib. 1:23:34 Jangan dibuang itu. Jangan kebencian 1:23:36 ditanam terus. Cukup. Kasihan generasi 1:23:39 muda ini. 1:23:42 Saya gitu sudah waktunya dakwah yang 1:23:44 keras. Dakwah ber 1:23:47 kerusakan sudah terlalu merajela. 1:23:50 Kejahatan, kezaliman, merjal lelah semua 1:23:54 bangkit dakwah semua dakwah 1:23:57 itu lebih jauh. Allah senang dakwah itu. 1:24:01 Tidak ada kata Allah yang lebih baik 1:24:03 daripada dakwah. Nah, itu dengan cara 1:24:07 apa semampunya masing-masing. Ini yang 1:24:09 di sini dia ada yang angkat bangku, ada 1:24:11 bagian dia dapat pahala sama sama kita. 1:24:14 Enggak mesti ceramah semuanya dengan 1:24:18 bikin ini bikin itu yang bagian angkat 1:24:20 ini. Itu semua sama berdakwah itu 1:24:23 diperbanyak dakwah diperbanyak. 1:24:25 Anak-anak tuh sering-sering dikumpulkan 1:24:27 di surau kalau libur dulu ada bikin 1:24:29 pesantren kilat bagus teruskan. Tapi 1:24:32 jangan semua hari libur. Kasihan dia mau 1:24:34 libur juga ya. 1:24:35 Atau di tempat liburnya diadakan 1:24:37 diskusi-diskusi. 1:24:39 Jangan berhenti terus dakwah terus 1:24:40 kewajiban. Kasihan kasihan. Dan kita 1:24:43 disayang banget oleh Allah. 1:24:44 mengajak orang kepadanya. Insyaallah 1:24:48 Bapak, Ibu semua Allah bimbing kita ke 1:24:50 jalan yang lurus. Allah bantu kita 1:24:52 membersihkan hati, mencapaibun zalim 1:24:55 dan insyaallah Allah kumpulkan kita 1:24:56 semua Bapak, Ibu sekeluarga dan 1:24:59 lain-lainnya kita di sana di surga 1:25:01 Allah. Amin ya rabbal alamin. 1:25:04 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:25:06 Allah subhanahu wa taala tausiah sore 1:25:08 edisi hari ini bersama guru kita Ustaz 1:25:10 Zain Alhadi. Semoga apa yang beliau 1:25:12 sampaikan bermanfaat bagi kita semua. 1:25:15 Terima kasih banyak atas kebersamaan 1:25:16 Anda. Mohon maaf atas segala kesalahan 1:25:19 kata. Kami undur diri. Billahi taufik 1:25:21 wal hidayah. Subhanakallahumma 1:25:22 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:25:24 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:25:26 Asalamualaikum warahmatullahi 1:25:28 wabarakatuh.