Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:06 [Tepuk tangan] 0:11 [Musik] 0:16 [Tepuk tangan] 0:22 [Musik] 0:26 [Tepuk tangan] 0:27 [Musik] 0:43 rasil 0:45 TV untuk Islam yang 0:56 [Musik] 0:58 satu 1:01 [Musik] 1:20 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 1:21 warahmatullahi wabarakatuh 1:28 alhamdulillah 1:35 dipancarkan dari Jalan Masjid 1:36 silaturahim Nomor 36 Kalimanggis cur 1:39 Bekasi Radio Silaturahim dan rasil 1:41 visual untuk Islam yang satuan akhwat 1:43 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala 1:45 Apa kabar anda di pagi hari ini menuju 1:47 siang hari semoga dalam keadaan sehat 1:49 walafiat bagi Anda yang dapat 1:51 mendengarkan kami melalui Radio 1:53 Silaturahim di am20 di daerah jaek dan 1:57 juga sekitarnyaun anda dapat 2:00 mendengarkan kami melalui radio Sela FM 2:03 bagi Anda yang berada di daerah Batam 2:05 Singapura Johor dan juga sekitarnya 2:07 ataupun Anda yang berada di daerah 2:08 Semarang yang bisa menendengar kami 2:10 melalui Radio Silaturahim Semarang 2:13 ataupun Anda yang saat ini berada di 2:14 Palembang Ihwan akhwat yang dapat 2:16 mendengarkan kami melalui siaran radio 2:19 salam Sriwijaya di daerah Banyu Asin 2:21 Palembang ataupun anda di manaun anda 2:24 berada yang dapat mengakses siaran 2:25 streaming kami di 2:28 www.radiosilaturahim.com dan kami juga 2:29 dapat Anda saksikan dapat Anda lihat 2:31 secara live tonton di youtube channel 2:35 rasil TV yang mana di youtube channel 2:38 rasil TV juga Banyak tersimpan 2:40 video-video siaran rasil yang bisa anda 2:42 pilih acara apapun dan Ustaz apapun Ian 2:45 awat senang sekali di pagi hari ini saya 2:47 Angga Aminuddin ditemani oleh Muhammad 2:49 Ondi dan juga Muhammad Fahri di meja 2:52 operator dapat kembali menyapa anda Kami 2:54 hadir dalam acara ekonomi Islam 2:57 Insyaallah kita akan mendengarkan ee 2:59 pemaparan dan juga ilmu yang akan 3:02 disampaikan oleh narasumber kita yaitu 3:05 Ustaz Ikhwan Basri dari dewan Syariah 3:08 nasional Alhamdulillah narasumber kita 3:11 telah hadir di studio asalamualaikum 3:12 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ust 3:14 Waalaikumsalam Warahmatullahi 3:15 Wabarakatuh sehat Pak ustaz Ya 3:17 Alhamdulillah sehat sekali berarti ini 3:19 siaran perdana ekonomi Islam di tahun 3:22 2019 Pak Ust ya kita sudah melewati 3:26 2018 dan ini akan menjadi topik bahasan 3:29 kita di ekonomi Islam Ihwan akwad 3:31 Selamat tinggal 2018 dan selamat datang 3:33 dan selamat menjalani 2019 ini terkait 3:37 ekonomi Islam eh teringat juga 3:42 ketika Gubernur Bank Indonesia gitu 3:44 menyampaikan bahwa eh catatan di 2018 3:48 nih Pak ustaz saya kutip dari salah satu 3:50 media online eh bahwa pemerintah dan 3:53 otoritas terkait kerap sekali 3:56 menggembar-gemborkan potensi ekonomi dan 3:59 keang keuangan syariah di Indonesia dan 4:01 catatannya di 2018 keuangan syariah di 4:04 Indonesia baru tumbuh sebesar 8% dan ini 4:08 tidak didorong secara maksimal oleh 4:10 pemerintah baik maupun instansi-instansi 4:12 terkait selain itu juga ee menteri 4:15 koordinator bidang perekonomian m 4:17 perekonomian dan Min Su mengatakan bahwa 4:19 pertumbuhan pembiayaan syariah lebih 4:20 diakibatkan karena sektor syariah yang 4:22 memang kurang berkembang gitu kurang 4:24 berkembang Ee tidak 4:26 di sampaikan secara detail alasannya apa 4:30 gitu ya Nah apakah di 2018 ini kan 4:33 Syariah itu pandangannya seperti itu 4:35 atau mungkin nanti ee Ustaz punya 4:37 pandangan lain dan punya catatan-catatan 4:39 di 2018 keangan sernya itu seperti apa 4:41 dan 2019 juga nanti kita akan menjalani 4:44 dan apa ya istilahnya itu potensi 4:47 proyeksi dan 4:48 EE prediksinya Seperti apa Nah itu akan 4:51 jadi bahasan kita betul Pak Ya I baik 4:53 sebagai pengantar Pak ustaz mungkin 4:55 sebelum nanti kita lanjutkan dengan 4:56 dialog silakan terima kasih masangga 4:59 asalamualaikum warahmatullahi 5:00 wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin 5:03 wasalatu wasalamu ala asrofil iiyaai wal 5:06 mursalin Sayyidina Muhammadin wa ala 5:08 alihi Wasabi ajmain para pemirsa rasil 5:13 visual dan para pendengar Radio 5:16 Silaturahim yang dirahmati Allah 5:18 subhanahu wa taala Alhamdulillah kita 5:21 bersyukur keehirat Allah subhanahu wa 5:22 taala atas dengan karena dengan 5:25 rahmatnya lah pada hari ini kita semua 5:29 bisa bertemu dalam acara ee 5:32 ekonomi Islam yang merupakan edisi 5:35 pertama di tahun 2 19 ya setelah off 5:40 beberapa minggu ya karena di bulan 5:43 Desember kita banyak liburan I awal 5:47 Januari juga begitu masih banyak 5:49 agenda-agenda yang berkaitan dengan 5:51 liburan di luar kota Alhamdulillah pada 5:54 hari ini kita bisa siaran langsung ya 5:57 Dan seperti biasa kalau di awal tahun 5:59 itu kita itu ingin meng apa ya 6:03 mer-review gitu ya tahun yang lalu 6:06 2018 dan menatap 6:09 ee tahun 2019 ini tentang agenda-agenda 6:13 yang terkait dengan ekonomi 6:16 syariah para pemirsa dan para pendengar 6:19 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 6:21 subhanahu wa taala kalau tahun 2017 itu 6:24 kita ada ada bonus ya untuk bank syariah 6:29 itu Bank BBD Aceh menjadi Bank Syariah 6:32 full dikonversi dari ee bank 6:35 konvensional menjadi Bang Syariah full 6:38 ya sehingga seluruh modalnya kalau eh 6:42 dalam eh konting treatmentnya kan 6:45 menjadi semacam tambahan yang begitu 6:48 besar terhadap aset bank syariah jadi 6:50 melejit istilahnya karena ditambah 6:52 begitu banyak puluhan puluhan Triliun 6:56 Rupiah ya asal daripada Bank Aceh itu 6:59 nah tahun 2018 itu ada yang sama juga ya 7:03 yaitu Bank NTB ya itu menjadi Bank 7:06 Syariah menjadi full flit ya menjadi 7:09 bank yang penuh beroperasi secara 7:11 syariah yang tadinya hanya Uus ya 7:13 kemudian 7:15 Uus itu bukan anak Sunda ya Uus itu unit 7:19 usaha Syariah Jadi kalau dalam konteks 7:21 perbangan Syariah itu ada bus ada Uus ya 7:25 bus itu Bank Umum Syariah seperti Bank 7:27 Muamalat ya bank eh apa namanya bank 7:31 Sara Mandiri ya E itu itu namanya bus ya 7:36 kalau yang hildingnya masih Kent Terus 7:40 dia hanya memberikan pelayanan Syariah 7:42 itu namanya unit usaha Syariah Nah ini 7:44 banyak jumlahnya kalau bpdank 7:47 Pembangunan Daerah itu 7:49 ee apa namanya hampir semua apa namanya 7:52 rata-rata Uus ya yang bus itu baru 7:55 sekarang ini tiga berarti yang pertama 7:57 Bank Jabar ee Bank Jabar Syariah 7:59 kemudian bank ee Aceh kemudian Bank NTB 8:03 NTB sebetulnya nanti menyusul bisa Bank 8:06 Jateng Bank Jatim dan lain sebagainya ya 8:09 Sulsel bar itu juga itu seperti sudah 8:12 dekat sekali untuk ee mengkonversi Nah 8:16 jadi tahun 2018 ini kena bonus yang 8:18 kedua kita yaitu Bank NTB Syariah 8:20 menjadi bank eh Bank NTB itu menjadi 8:23 Bank Syariah itu darismikan kalau enggak 8:25 salah tanggal 13 bulan bulan ee 9 ya 8:31 bulan September ya 2018 ya 8:35 itu dan itu juga langsung memberikan 8:38 dorongan bukan hanya dorongan dalam 8:40 bentuk semangat ya tapi ee dalam bentuk 8:43 penambahan modal aset ya itu menjadi 8:46 banyak 8:47 ee Jadi tapi saya belum tahu nih sampai 8:51 dengan akhir daripada bulan e Desember 8:55 2018 ini posisinya Market Share daripada 8:58 bank syyariah terhadap konen Itu berapa 9:01 itu saya belum punya data tapi yang ada 9:03 itu yang sebelumnya itu market share-nya 9:06 adalah 9:08 5 9:10 11% kalau masang tadi mengatakan itu 9:13 pertumbuhannya 8% itu betul tapi 9:15 pertumbuhan 8 8,01% itu bukan bank 9:19 syariah itu seluruh lembaga keuangan Iya 9:22 jadi dibagi tiga ada perbankan ada iknb 9:25 industri keuangan nonbank kemudian pasar 9:28 modal Nah kalau ini di digabung jadi 9:31 satu itu pertumbuhannya itu 9:34 8,01% betul tapi kalau masing-masing itu 9:37 ada data di sini adalah kalau perbankan 9:41 syariah itu baru ini kan apa namanya ee 9:46 5,4 Sori 9:48 5,44% kemudian iknb itu 9:52 4,7 8% dan pasar modal yang paling 9:56 tinggi 9:57 14,49 ee ee 10:01 14,49% ya nah jadi pertumbuhannya itu 10:04 kalau diakumulasi itu menjadi 8,1% ya 10:08 itu betul E tapi yang ada yang kita 10:11 lihat statistiknya ini adalah yang yang 10:14 agak terjacar di belakang itu iknb iknb 10:18 ini seperti asuransi itu ya itu 10:21 4,78%. yang tinggi ini 14% 10:26 14,49% itu pasar modal tapi kalau kita 10:29 bandingkan dengan yang di Malaysia 10:30 market shnya market share daripada pasar 10:33 modal itu sudah mayoritas yang confver 10:36 malah kalah ya nah kita ini ee baru 14% 10:41 oke ya enggak apa-ngapa ya itu adalah 10:44 apa yang sudah kita kita capai ya kita 10:46 ucapkan alhamdulillah ini kita bisa 10:48 mencapai ee angka seperti itu di tahun 10:51 2018 meskipun ya banyak pengamat juga 10:55 pegiat-pegiat ekonomi Islam itu enggak 10:57 enggak pernah puas gitu kenapa pasti kok 10:59 cuman segitu-segitu aja gitu ya padahal 11:01 kita ini 11:02 gembor-gembor bukan hanya masyarakatnya 11:06 dosennya akademiknya ya selalu 11:09 bergembor-gembor Gimana meningkatkan 11:11 bank syariah komunitas-komunitas 11:13 sekarang sudah banyak sekali bahkan ada 11:15 yang koperasi Syariah itu sudah ribuan 11:17 ya tapi kenapa dalam statistik kok masih 11:21 masih seperti ini angkanya masih di 11:23 bawah 10% ya ya kapan kita akan apa 11:27 namanya bisa mencapai ke sana itu 11:30 semuanya orang pada enggak puas dengan 11:32 data ini semuanya pelakunya juga begitu 11:35 ya jadi ee Ini kita lihat sebagai suatu 11:38 bentuk ee dorongan bagi ee masa yang 11:42 akan datang ini untuk bekerja lebih 11:44 cepat e lebih lebih lebih keras lagi 11:47 sosialisasi ya 11:49 Ee terkait dengan itu Ya saya juga 11:53 mempunyai pandangan yang mungkin agak 11:56 itu pandangan pribadi ya Jadi kita itu 11:59 jangan hanya melihat itu gitu angka itu 12:01 saja iya in iknb 12:05 4,47% perbankan 12:07 4,48% eh 12:10 5,44% kemudian dianggap angka 5% angka 12:13 sakral artinya bila sudah kita lewati 12:15 nanti gampang ke depannya belum juga 12:18 karena beberapa waktu yang lalu pernah 12:20 kita sudah lima kemudian balik lagi ke 12:22 4, sekian ya karena ternyata yang confen 12:25 pertumbuhannya lebih tinggi daripada 12:27 kita nah jadi 12:30 eh kalau di perbankan di iknb atau pasar 12:34 modal memang itu semuanya bicara dengan 12:37 angka bicara dengan perbandingan bicara 12:40 dengan persentase dan lain sebagainya 12:41 gak bisa kita hindari tanpa itu kita 12:44 enggak ngerti kan Tapi ada sektor yang 12:47 lain yang mungkin kita ee tidak pernah 12:50 ee perhatikan yaitu Bagaimana ee 12:55 ekonomi syariah ini kita lihat dari sisi 12:58 asi muamalah ya begini maksud saya 13:02 bangkir 13:04 Syariah mereka yang bekerja di asuransi 13:06 syariah atau di pasar modal Syariah ya 13:10 Ini dari sisi operasional dari sisi ak 13:14 dari sisi produk jasa dan lain 13:17 sebagainya Kalau menurut saya itu tak 13:19 perlu kita 13:20 pertanyakan mereka sudah sesuai dengan 13:22 syariah sesuai dengan fatwa bahkan 13:25 sangat ketat kalau di pasar modal Kalau 13:27 indikator syariahnya nya turun itu 13:29 keluar keluar dari emiten Syariah 13:32 gitu Nanti kalau sudah diperbaiki masuk 13:36 lagi jadi apa namanya sudah begitu ketat 13:40 ee tetapi yang kita kurang perhatikan 13:44 adalah 13:45 transaksi-transaksi sehari-hari yang 13:48 mungkin kita tidak lakukan sesuai dengan 13:51 syariah misalnya begini 13:54 ee bangkir Syariah atau pekerja yang di 13:57 asuransi syariah n atau di pasar model 14:00 Syariah produknya mereka sudah sesuai 14:02 dengan syariah tapi apakah 14:05 individu-individu tersebut yang keluar 14:10 dari 14:11 kantornya selesai kerja keluar dari 14:13 kantor pulang Nah transaksi di luar 14:15 kantornya itu apakah sudah sudah sesuai 14:18 dengan syariah dan apakah mereka itu 14:20 aware ya sadar bahwa hal itu termasuk 14:24 bagian daripada kita mempromosikan 14:27 Syariah nah banyak orang yang hanya di 14:31 kantornya Syariah gitu di kantor pakai 14:34 jilbab keluar enggak pakai jilbab macam 14:35 itulah gitu I karena di situ diatur 14:38 secara Syariah produk kemudian pelayanan 14:41 servis dan lain sebagainya 14:43 operasionalnya Oke sesuai dengan fatwa 14:45 diwar nasional 100% m 100% ya itu 14:51 semuanya ada sop-nya ya ya Jadi tidak 14:54 dimungkinkan ada kekeliruan Di Sini dari 14:57 konteks ke fatwa dewan Sari nasional 15:00 tapi manakala dia sudah keluar dari 15:03 lembaga itu pulang ke rumah ya kemudian 15:06 bercampur dengan masyarakat yang lain 15:08 nah yang kita tanyakan adalah Apakah 15:10 orang ini tetap setia untuk melakukan 15:14 transaksi sesuai dengan syariah syariah 15:17 nah itu nah ini penting dalam Parang 15:19 rusan Bagaimana Apakah di Indonesia ini 15:21 sudah terintegrasi gitu di kehidupan 15:24 sehari-hari secara individu ya kalau 15:26 dari kita dari kasat mata ya kita ee 15:30 kita melihat bahwa ada orang yang tidak 15:32 aware ya tidak mempedulikan ya Misalnya 15:36 mengkonsumsi yang makruh he mengkonsumsi 15:39 yang haram misalnya he 15:42 ya itu masih terjadi antara makruh 15:46 dengan maharam 15:48 ya yangak saya enggak bisa saya berikan 15:51 contoh yang konkrit nanti menyinggung 15:53 orang ya misalkan kalau masalah ee yang 15:57 makor kita sudah sudah tahu yang haram 15:59 juga sudah tahu mana ee item-item yang 16:02 itu adalah secara Syari dikategorikan 16:05 sebagai item yang makruh he ee kemudian 16:08 mana item-item yang secara Syari itu 16:11 sebetulnya adalah masuk dalam kategori 16:12 haram nah banyak di antara kita tidak me 16:17 Ee tidak sadar bahwa transasi terhadap 16:21 barang-barang seperti itu atau konsumsi 16:23 terhadap barang-barang seperti itu itu 16:26 sebetulnya tidak 16:27 mendorong maslahat ekonomi Islam bahkan 16:30 secara umum enggak juga tidak mendorong 16:33 konsumsi Islami Nah di sini penting 16:36 sekali bahwa biarpun nanti umpamanya ee 16:39 indikator tadi itu terbalik yang 16:42 convonen cuma 5% yang syarial 95% Nah 16:46 itu tetap kita harus sadar bahwa di luar 16:49 daripada itu harus tetap kita apa 16:51 namanya kita perhatikan Bagaimana pola 16:54 konsumsi transaksi kaum muslimin di luar 16:58 daripada lembaga itu ya apakah sudah 17:02 sejalan dengan ketentuan akad yang ada 17:05 dalam syariah atau belum ya Nah ini oleh 17:08 karena itu maka selalu saya mengatakan 17:10 bahwa indikator Market Share lembaga 17:14 keuangan syariah itu menjadi ee menjadi 17:17 pedoman bagi kita tapi bagi kita jangan 17:20 sampai hanya terpaku akhirnya kita kalau 17:23 terpaku hanya kepada angka 5% itu 17:26 menimbulkan tidak semangat kok sudah 17:28 berberapa dekade kita ini apa namanya 17:31 memperjuangkan ekonomi syariah kok masih 17:34 5% jadi kita enggak ada peningkatan sama 17:37 sekali akhirnya kan merasa kecewa dan 17:40 merasa akhirnya semangatnya berkurang 17:41 gitu Tapi kalau kita lihat dari sini 17:43 bahwa kita ini tidak perlu melihat ee 17:46 indikator itu dalam hal ketika kita 17:49 adalah seorang muslim yang ingin 17:51 melakukan transaksi apapun Baik itu 17:53 kepada muslim atau nonmuslim tapi 17:56 transaksi kita ini harus sesuai dengan 17:58 dengan koridor 17:59 Syariah mengandung koridor halal dan 18:03 haram mengandung koridor makruh dan 18:06 haram ini sehingga kita itu hati-hati 18:09 apa yang dimakruhkan sedapat semaksimal 18:12 mungkin kita enggak melakukan apalagi 18:14 yang pada haram ya gitu sehingga pola 18:18 konsumsi ini menjadi dibergahi Mubarokah 18:23 diberkahi karena semua berada dalam 18:26 konteks yang dibolehkan tapi kalau 18:29 ekonomi Islam kita perjuangkan lalu yang 18:31 memperjuangkan ini tidak pernah 18:33 mempedulikan kepada transaksi yang 18:36 mereka lakukan dalam kehidupan 18:37 sehari-hari l Apa gunanya kita ee 18:40 mengomentari indikator pertumbuhan 18:42 perbangan sear se persen terus kita 18:45 kecewa Padahal kita sendiri tidak 18:47 memberikan kontribusi dalam skalala 18:49 individu untuk kemajuan ekonomi syariah 18:54 itu maksud saya ya I ini jadi komen jadi 18:57 yang saya ingatkan selalu adalah ketika 19:01 kita mensosialisasikan ekonomi Islam 19:04 atau ekonomi syariah itu Jangan terpaku 19:07 hanya kepada indikator data yang keluar 19:10 dari lembaga-lembaga resmi Ya seperti 19:12 Bank Sentral Bank Indonesia atau OJK 19:15 atau kementerian keuangan dan lain 19:17 sebagainya tapi bukan berarti kita 19:19 enggak butuh sangat butuh data itu 19:21 adalah suatu hal yang menjadi dasar 19:24 guidance guidance bagi kita petunjuk 19:26 bagi kita untuk Melang ke depan tapi apa 19:30 namanya jangan hanya terpakuada masalah 19:32 itu masih banyak area di mana kita bisa 19:35 berkiprah tetapi tidak masuk di dalam 19:37 data itu seperti yang saya katakan tadi 19:39 I Bagaimana menjadikan setiap muslim ini 19:43 sadar bahwa pola konsumsi Mereka pun 19:46 harus sesuai dengan adab-adab konsumsi 19:49 Islam ya Dan ini kan tidak mungkin bisa 19:52 kita bukan hanya pola konsumsi ya tapi 19:54 pola hidup juga Lifestyle kan ada pola 19:57 konsumsila saving ya bagaimana kita 20:00 menyimpan atau kita menabung investasi 20:04 ini semuanya ada Tata caranya ada 20:07 adab-adabnya yang Islam memberikan 20:10 aturan dalam hal itu gitu ya jadi 20:12 keseluruhannya memang ya istilahnya 20:14 kalau dalam hal ini muamalah ya muamalah 20:18 ee Islamiah muamalah maliah Islamiah 20:21 yaitu fikih muamalah dalam hal keuangan 20:24 tapi yang terkait dengan 20:27 ee nilai-nilai 20:29 Islam Karena tidak semua muamalah itu 20:31 diperbolehkan Ya hanya boleh yang 20:34 mendapatkan dasar dari syariat saja nah 20:37 ini perlu kita dorong terus nah ini 20:39 makanya memerlukan adanya 20:41 ee visi ya dan ini hanya bisa dilakukan 20:45 dalam bentuk misalkanlah pembelajaran H 20:48 kurikulum ya kurikulum itu dari SD bisa 20:53 SMP bisa sampai peruguruan tinggi 20:56 kurikulum tentang misalkan Bagaimana 20:59 jual beli secara Islam yang benar itu 21:01 apa Ada berapa macam jual beli yang 21:05 diperbolehkan Islam kita praktikkan 21:07 karena diperbolehkan kita praktikkan 21:09 jual beli tunai jual beli tidak tunai 21:13 syarat dan rukunnya juga nah itu 21:15 semuanya k gitu sehingga kita dari kecil 21:18 sudah paham Jal beli yang benar ya 21:23 kemudian sewa- menyewa Gimana caranya 21:25 rukunnya apa saja syaratnya B gimana ini 21:28 harus kita ketahui gadai menggadai juga 21:31 posada dan lain sebagainya sehingga kita 21:34 ini mengerti akad Syariah itu dari 21:39 kecil dari kecil sudah tahu nah ini 21:42 harus kita masukkan dalam bentuk 21:44 kurikulum di pembelajaran di apa namanya 21:48 kurikulum sekolah mulai dari SD ee 21:52 sampai SMP sampai perguruan tinggi dan 21:55 itu bisa kita aplikasikan di sekolah 21:58 dalam bentuk misalkan di sekolah kan ada 22:00 Koperasi jual beli makanan minuman 22:02 jajanan Untuk anak-anak itu bagaimana 22:05 kalau kita polakan itu semuanya dalam 22:06 bentuk Syariah sehingga dia anak-anak 22:10 itu tidak mungkin tidak bisa kita 22:13 ajarkan apa mudarabah enggak perlu dulu 22:16 tapi pola cara ee muamalah jual beli 22:18 yang benar itu ini secara aplikatif itu 22:21 bisa dan lebih masuk lebih mengena gitu 22:25 ya kalau saya jelas masangga mudarabah 22:29 dan musyaraka mungkin Secara teoritis 22:31 enggak 22:32 paham-paham Tapi kalau Ayo kita 22:33 bermudarabah sekarang Nah caranya gimana 22:36 itu langsung paham gitu loh iya langsung 22:38 praktik I Nah Pak ustaz itu di dalam 22:40 negeri Indonesia ya di 2018 Bagaimana 22:43 dengan catatan ekonomi syariah 2018 di 22:46 luar di luar selain Indonesia atau yang 22:48 paling dekat mungkin negara Malaysia lah 22:51 yang dalam sorotan 2018 pun ekonomi 22:53 syariahnya dalam pandangan pengamat 22:55 mengalami kemunduran gitu ya ataupun 22:57 negara-negara B gimana 22:58 Pang kalau di Malaysia itu 23:01 sudah sudah dewasa ya sudah apa namanya 23:05 sudah matang istilahnya H ya kalau kita 23:09 masih menganggap ini masih infan infan 23:12 industry masyubi masih baby masih anak 23:15 kecil yang harus dibopong yang harus 23:18 dikasih nutrisi yang sesuai dengan 23:20 umurnya kalau di Malaysia relatively 23:23 sudah sudah masuk ke periode matang ya 23:27 Bahkan 23:28 Kalau menurut saya itu sudah jenuh 5 23:32 karena jenuhnya itu maka dia ekspansinya 23:34 ke 23:34 Indonesia banyak sekali perusahaan 23:36 Malaysia iya I Iya Misalnya Berarti ada 23:39 pengaruh dong Pak dengan perkembangan 23:41 indonesiauh banyak Indonesia ini 23:43 peluangnya tinggi kalau orang luar itu 23:44 melihat ke Indonesia peluangnya tinggi 23:46 kita sendiri enggak bisa mungkin enggak 23:47 bisa Melihat peluang itu orang lihat Wah 23:50 banyak sekali peluang di Indonesia Masud 23:51 dia ada banknya Malaysia CMB masuk ya 23:55 kan ada ada Apa nama Maybank itu bank 23:59 itu gede-gede di Malaysia i jadi dua 24:02 grup itu masuk Maybank kemudian juga 24:06 cambb asuransi ada ya heeh heeh yau ee 24:10 beberapa malah sudah di apa di 24:14 diakuisisi oleh investor Malaysia oleh 24:17 perusahaan-perusahaan Malaysia belum 24:20 lagi yang sektorial misalkan ee 24:22 kehutanan perkebunan perkebunan ya 24:25 Bahkan yang herbal aja itu yang sekarang 24:27 ada itu yang paling terkenal Malaysia H 24:29 HPAI misalnya Iya apaagi Kiling itu kan 24:34 Kalau di saya kan ketemu dengan mereka 24:37 ya saya tanya Kenapa ee pindah ke 24:40 Indonesia di sana sudah jenuh sudah 24:43 enggak bisa lagi berkembang marketnya 24:45 sedangkan Indonesia itu huge marketnya 24:47 besar sekali large market ya belum ada 24:51 yang masuk ah akhirnya pnya pindah ke 24:53 sini Heeh Ya mungkin apa namanya 24:57 pendapatan dari iam sudah melebihi yang 24:58 ada di Malaysia kalau dalam hal itu ya 25:00 Iya Nah 25:03 jadi mereka juga kepenginnya apa 25:06 kepenginnya semua produknya itu halal 25:09 dan mengikuti semua standarisasi dari 25:11 majelis islama Indonesia terkait dengan 25:13 kehalalan itu lalu kemudian ee terkait 25:17 dengan apa namanya 25:19 transaksi semuanya ini mereka tunduk 25:22 kepada aturan yang ter dapat di dalam 25:24 konteks apa namanya diktum fatwa 25:27 nasional jadi gitu enggak enggak enggak 25:31 menentang ikut aja yang penting mkanya 25:34 Jalan I dan nasabahnya atau 25:37 apaenggemarnya jauh lebih bagus eh lebih 25:39 banyak daripada di Malaysia nah ini 25:42 kalau kita lihat begitu nah kalau kita 25:44 bicara tentang lembaga keuangannya kita 25:46 ya buncitlah di antara dibandingkan 25:49 dengan Malaysia jauh pasar modalnya saja 25:51 itu sudah mayoritas I mungkin sekarang 25:54 sudah 25:55 80% yang Syariah itu yang di bawah 20% 25:59 itu yang konen lah kalau kita kan baru 26:02 tadi lihat ya statisnya 26:04 14,4 Iya dan para pelaku pasar 26:07 syariahnya juga beragam ya Pak kalau di 26:09 sana itu saya senangnya apa pendekatan 26:13 yang dipakai itu bukan ideologis jadi 26:16 artinya apa bank-bank yang bank-bank 26:18 Sarah di Malaysia itu 26:21 multietnis mau India mau apa Cina Sais 26:24 transassi itu enggak apa ya Enggak risik 26:26 itu ya saja ya kalau kita kan 26:30 kadang 26:31 menanyakanasakan mana ini pemiliknya 26:33 siapa gitu ya kalau di sana sudah enggak 26:35 enggak pernah ini enggak mau 26:37 mempertanyakan itu he Jadi sudah agak 26:39 dewasa ya kedewasaan dalam pengertian 26:42 nasabahnya pun dewasa ya industrinya pun 26:45 dewasa dan jumlah atau market share-nya 26:48 pun jauh lebih tinggi daripada 26:50 kita karena itu maka mereka dalam hal 26:55 inovasi selalu Leading Leading ee lebih 27:00 lebih bagus daripada kita dan akhirnya 27:03 ee apa namanya 27:06 eh dirasakan sekali 27:09 eh bangsa R itu dalam kehidupan 27:13 sehari-hari dirasakan sekali dan nyaris 27:15 tidak ada ee pelayanan yang tidak bisa 27:18 dilakukan oleh bangsar Malaysia 27:21 dibandingkan dengan Bang konal ituari 27:24 Semuanya sama ada semuanya di sini ada 27:26 di situ ada dan comparable serta 27:29 kompetitif dulu saya pernah ditraining 27:31 itu malah dalam hal tertentu 27:34 produk-produk tertentu itu fe-nya lebih 27:37 lebih kecil daripada konvensional saya 27:39 diberi contoh itu Misalkan dalam hal 27:42 LC v-nya lebih lebih kecil ya 27:46 dibandingkan dengan LC yang diterbitkan 27:47 oleh bank konvensional di di Malaysia 27:50 Meskipun mereka mengatakan bahwa itu 27:52 sesungguhnya adalah ee termasuk dukungan 27:55 pemerintah ya kepada ini secara langsung 27:58 jadi ada tangan langsung P pemerintah 28:00 subsidi dan lain sebagainya Nah kalau 28:02 kita enggak kita ini walaupun bank Sar 28:05 itu masih infan industri tapi 28:08 diperlakukan sama dengan yang gede yang 28:11 sudah lama yang konent yang sudah 28:13 ratusan tahun Sehingga dalam banyak hal 28:17 mungkin dalam segala hal kita ini kalah 28:19 sdm-nya h Gak bisa kita ngelawan SDM 28:22 yang sudah diproduksi selama lebih dari 28:25 satu abad betul Iya kan pasti mereka 28:28 punya manajer yang handal pengalaman di 28:31 sini B pengalaman ahli-ahli yang sangat 28:33 pengalaman sekali ya bang-bang konven 28:35 bukannya di bankan diperbankan di 28:37 asuransi juga begitu yang paling ahli 28:39 mestinya dari yang konvensional ya belum 28:42 ada yang benar-benar ahli ee dari 28:44 Syariah mampunya kemampuan manajerial 28:46 yang Ee yang bagus ya itu belum ada ya 28:50 jadi dalam segala hal SDM kita tidak 28:53 sama Ya dana juga 28:56 begitu 28:58 salah satu yang dikritik oleh 29:01 EE pengguna lembaga kuangan Sara di 29:04 Indonesia dalam hal ini perbangkan 29:05 Tentunya termasuk lembaga pembiayaan itu 29:09 kan dirasakan kalau kita itu menggunakan 29:11 skema Syariah itu agak mahal mahal dikit 29:15 ya dibandingkan konent konvent dalam ee 29:18 kebutuhan dana yang sama bank konven 29:22 memberikan beban lebih kecil bank syara 29:25 memberikan beban lebih besar relatif ya 29:27 ini membuat apa orang yang ingin 29:31 mendapatkan pemaan dari bangsa agak 29:33 berpikir berkali-kali ya Oh beda ya Iya 29:36 kok sarnya jadi mual ya he ya Nah ini 29:39 kan kita lihat dari sisi ee Apa 29:42 Operasional bangsa ini belum belum 29:44 efisien karena masih baru masih banyak 29:48 harus ditata harus ditata lah ini untuk 29:51 yang apa namanya 2019 ini itu kita kan 29:56 ingin mematang kan yang konsep yang 29:59 sudah di apa namanya yang sudah 30:01 diwujudkan namanya knnks ya komite 30:05 nasionalunity Nal Kang Syar ini sudah 30:08 resmi ada tetapi apa namanya mercon itu 30:12 kalau meledak sudah meletus merconnya 30:14 tapi enggak ada lagi Iya tinggal Iya 30:17 mercon gitu sudah meledak tinggal 30:19 selongson tinggal kertasnya selongsonnya 30:20 Enggak ada ininya gitu loh kalau seperti 30:23 itu diagung-agungkan 30:26 diharap-harapkan sangat 30:28 dinanti-nantikan sesuai dengan hasil 30:31 daripada semua pemengku kepentingan 30:34 stakeholder dalam berbagai ee 30:38 fgd focus group discussion ini termasuk 30:41 saya ikut itu ee bahwa knks ini adalah 30:45 harapan kita yang paling tinggi untuk 30:48 bisa menyelesaikan semua permasalahan di 30:50 lembaga kewang Syariah di perbankan di 30:52 asuransi lembaga pembiayaan dan termasuk 30:55 yang mikro ya Iya i e tapi ini mungkin 30:59 karena kita sudah masuk pada menjelang 31:01 Pemilu itu ya jadi ee konsentrasi 31:04 pemerintah juga agak ini ya Nah 31:07 mudah-mudahan nanti sesudah selesai 31:09 Pemilu siapapun pemenangnya agenda knks 31:12 itu bisa jalan kalau itu bisa jalan saya 31:15 juga berharap bahwa kita punya 31:17 kesempatan untuk ee apa namanya 31:21 memberikan apa ya amunisi-amunisi baru 31:24 ya Sehingga misalnya dana 31:27 tidak ee bisalah kita bagaimana caranya 31:30 untuk bisa diselesaikan kekurangan dana 31:33 yang kedua sumber daya manusia ya 31:35 kemudian aturan-aturan yang banyak 31:38 sekali Tetapi aturan-aturan itu bukanya 31:40 memberikan dorongan untuk maju tapi 31:43 sering kali menghambat ini bisa 31:44 dikoreksi ya dengan demikian nanti kalau 31:47 ini terjadi terwujud E itu yang kita 31:51 harapkan 2019 akan memberikan warna yang 31:54 berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun 31:57 sebelumnya karena knnks ini menjadi 32:00 tumpuan gitu ya Iya baik di tahun 2019 32:04 2019 ini yang disebut tahun politik gitu 32:07 ya bukan hanya knks yang merasakan ee 32:11 dari dampak tidak fokusnya pemerintah 32:13 tapi juga banyak lembaga-lembaga dan 32:14 juga gerakan-gerakan lain di 2019 ini 32:17 yang merasakan ya pemerintah ini lagi 32:19 kurang fokus karena Fokusnya ke Pilpres 32:21 tadi gitu ya atau katahuan politik namun 32:23 Pak ustaz ee Bagaimana Pak ustaz ekonomi 32:26 Islam mengisi agenda gerakannya di tahun 32:28 2019 prediksinya kira-kira yang spesifik 32:32 akan dicapai di tahun 2019 ini dilihat 32:35 dari potensi kendala dan juga peluang 32:37 apa Pak 32:38 ustaz itu masih sama dengan yang 2018 ya 32:43 malah kita tidak mendapat seperti yang 32:45 tahun 2018 dapat atau 32:48 2017 2017 kita dapat e BPD Aceh ee 32:52 konversi ke Syariah itu bikin bus ya 32:56 dorongan tinggi 2018 kita dapat NTB nah 33:00 2019 ini Enggak tahu yang mana Ini yang 33:04 konversi ya mudah-mudahan Ada 33:08 ya saya belum dapat informasi yang fix 33:12 Ya ee mengenai hal ini karena ee 33:15 bank-bang itu apa namanya bikin jadwal 33:18 kadang-kadang kemudian diubah ya tapi 33:21 sesuai dengan amanah sebetulnya amanah 33:23 undang-undang itu kan bahwa tahun 2000 33:27 sudah tiga itu semua yang Uus ini harus 33:29 berubah menjadi bus ya yang unit usaha 33:32 berubah jadi B Iya begitu berdiri 33:34 sendiriad itu terakhir kita menunggu itu 33:37 tahun 2023 atau ee kita dahului ya itu 33:42 Lembaga apa namanya Bank Sentral 33:43 transika mendorong agar supaya tidak 33:46 harus menunggu S tahun 2003 2023 lebih 33:50 bagus dilakukan sekarang kalau sudah Ee 33:53 memungkinkan ya He nah ini oleh karena 33:56 itu maka beberapa konsultan Ya 33:58 teman-teman saya juga sudah mendapat job 34:00 ya untuk menjadi konsultan di beberapa 34:03 bank ya enggak perlu kita sebutkan ya 34:05 ini 34:06 ee berita agak itu itu ada tapi fixnya 34:11 kapan akan 34:12 diklarasikan kalau NTB kan sudah 2018 AC 34:16 2017 nah Yang launching 2019 ini ini 34:20 belum ada ee jadi saya enggak bisa 34:22 pastikan tapi mudah-mudahan ada juga 34:25 mungkin kalau bisa lebih dari satu Kalau 34:27 lebih daripada 1 2019 ini maka akan ada 34:30 dorongan yang besar juga dalam hal itu 34:32 ya 34:33 Ee dan untuk yang nonbank seperti 34:37 asuransi lembaga pembiayaan ini yang 34:41 saya ingat itu maju mundur masih mundur 34:44 karena 2018 ini bagi lembaga pembiayaan 34:48 itu tahun yang sulit ya ya tahun yang 34:51 sulit karena seretnya dana yang mereka 34:54 miliki Dan juga Kak karena dalam tanda 34:57 peti ini adalah suku bunga ya suku bunga 35:01 itu walaupun sebetulnya tidak ada 35:02 hubungannya dengan lembaga keuangan 35:04 syariat tapi di Indonesia ini terhubung 35:06 kalau suku buungnya tinggi ya tetap aja 35:08 terhubung dan 35:10 berpengaruh jadi belum belum ada apa 35:14 namanya ruangan yang steril Artinya kita 35:16 ini beroperasi dengan menutup mata 35:19 seperti kacamata kuda enggak melihat 35:21 kanan enggak melihat kiri nah yang 35:22 penting ini Syariah ya belum ada seperti 35:24 itu teorinya ada tapi eh manajer 35:28 direktur tetap melihat performance itu 35:31 dari e pertimbangan yang ada di e 35:34 data-data Apakah tadi ruang lingkupnya 35:36 belum privat 35:38 gu sebetulnya kita ini kan hidup dalam 35:41 dua alam misalahnya ya alam darat alam 35:45 laut misalnya sama apa yang terjadi di 35:47 darat itu ya berpengaruh terhadap di 35:50 laut apa yang teradiadi diilat berpengar 35:52 diarat istilahnya Iya kalau secara 35:55 teorinya memang kita adalah tidak ada 35:58 hubungannya sama sekali dengan yang 35:59 diharamkan oleh Allah riba Goro dan lain 36:02 sebagainya tidak ada hubungan sama 36:04 sekali 36:05 heeh tapi dalam sebuah 36:08 ekosistem kita itu sebagai individu 36:11 enggak bisa secara freely secara bebas 36:14 melakukan tindakan yang mungkin tindakan 36:17 kita merugikan kita nah yang merugikan 36:18 itu yang di dihindari oleh oleh co co 36:22 itu co co-nya itu menghindari risiko seb 36:26 kalau dia melakukan itu kemudian enggak 36:27 membuat keuntungan terpaksa dia kan 36:29 dicopot Iya begitu juga si apa namanya 36:32 dewan direksi harus memberikan teguran 36:34 kepada dia Oh enggak boleh begitu ya 36:37 jadi apa namanya jangan dibayangkan 36:40 bahwa co ini orang yang powerful dia ada 36:42 undang-undangnya ada utarannya dia 36:44 bertindak itu harus diperhitungkan ee 36:47 kerugiannya manfaatnya bagi lembaga yang 36:50 dia Pimpin 36:51 ee Harus berpikir begitu makanya 36:54 kadang-kadang kita juga apa apa namanya 36:57 Gregetan ya kenapa sudah begini 36:59 posisinya sudah begitu peluangnya Kok 37:01 enggak dimasuki iya i seperti itu karena 37:04 mereka bertindak itu ada hitungannya ya 37:07 semuanya itu itu termasuk ya bertindak 37:10 secara pruden ni bertindak secara 37:12 hati-hati pertama tidak melanggar sar 37:15 yang kedua undang-undang yang berlaku 37:16 pun enggak boleh dilanggar ya Iya itu 37:20 baik Pak Az kita akan tahan dulu 37:22 pembahasan kita karena kita akan jeda 37:24 dan ikhwan akhwat saat ini anda sedang 37:27 menyimak ekonomi Islam bersama Ustaz 37:30 Ikwan Basri review ekonomi Islam di 2018 37:34 dan menatap 37:35 2019 bagi Anda yang ingin bergabung 37:38 berpartisipasi menyampaikan komentarnya 37:40 ataupun pertanyaannya silakan sampaikan 37:42 ke nomor whatsApp dan SMS rasil di 37:47 0811199720 untuk berdialog langsung 37:49 dengan kami Silakan telepon di Nomor 37:53 0218451512 kami akan segera 37:55 kembali 38:02 [Musik] 38:05 [Tepuk tangan] 38:06 [Musik] 38:15 [Tepuk tangan] 38:17 [Musik] 38:25 [Tepuk tangan] 38:27 [Musik] 38:43 [Tepuk tangan] 38:44 [Musik] 38:53 [Tepuk tangan] 38:55 [Musik] 39:03 [Tepuk tangan] 39:05 [Musik] 39:21 [Tepuk tangan] 39:22 [Musik] 39:31 [Tepuk tangan] 39:33 [Musik] 39:41 [Tepuk tangan] 39:43 [Musik] 39:59 [Tepuk tangan] 40:00 [Musik] 40:09 [Tepuk tangan] 40:11 [Musik] 40:19 [Tepuk tangan] 40:21 [Musik] 40:37 [Tepuk tangan] 40:38 [Musik] 40:47 [Tepuk tangan] 40:49 [Musik] 40:57 [Tepuk tangan] 40:59 [Musik] 41:15 [Tepuk tangan] 41:16 [Musik] 41:25 [Tepuk tangan] 41:27 [Musik] 41:35 [Tepuk tangan] 41:37 [Musik] 41:53 [Tepuk tangan] 41:54 [Musik] 42:03 [Tepuk tangan] 42:05 [Musik] 42:13 [Tepuk tangan] 42:15 [Musik] 42:31 Brasil 42:33 TV untuk Islam yang 42:39 [Musik] 42:43 [Tepuk tangan] 42:43 [Musik] 42:44 [Tepuk tangan] 42:48 [Musik] 42:55 satu 43:06 Radi silaturahim dan hasilual untuk 43:08 Islam yang satu ikhwan akhwat yang 43:09 dirahmati Allah subhanahu wa taala 43:10 Terima kasih Masih bersama kami dalam 43:12 acara ekonomi Islam Iwan akwad bersama 43:14 Ustaz Ian Basri di kesempatan kali ini 43:17 kami membahas topik mengenai review 43:19 ekonomi Islam 2018 dan tatapan di 2019 43:23 di sesi pertama tadi kita sudah banyak e 43:25 membahas apa yang sudah dicapai oleh 43:27 ekonomi Islam di 2018 dan bagaimana 43:30 ekonomi Islam mengisi agenda gerakannya 43:32 di tahun 43:33 2019 selah ini kita juga akan membaca 43:36 pertanyaan yang masuk dari Anda ikhwan 43:38 akhwat yang bisa anda sampaikan ke nomor 43:40 whatsApp dan SMS rasil di 43:45 08111999720 di sesi kedua ini juga kita 43:48 akan awali dengan Pak 43:50 ustaz dengan perkembangan ekonomi Islam 43:54 tadi catatannya di 2018 43:56 lalu di tahun ini apakah sosialisasi 43:58 yang sekarang ada ini apakah masih perlu 44:01 dilanjutkan dan titik-titik sosialisasi 44:04 tadi apa saja yang perlu diingatkan 44:05 kepada masyarakat i terima kasih 44:07 pertanya yang bagus ya Jadi selama ini 44:11 untuk memberikan atau meningkatkan 44:14 kesadaran kaum muslimin atau bangsa 44:17 Indonesia untuk 44:19 ee menggunakan transaksi keuangan 44:22 syariah itu 44:25 ee lewatnya salah satu di antaranya ya 44:28 lewat 44:29 sosialisasi sosialisasi ini sudah lama 44:32 dilakukan sudah dari dulu ya saya enggak 44:34 tahu dari semenjak ada undang-undang itu 44:36 I bahkan sebelum ada undang-undang 21 44:39 undang-undang 2000 apa namanya 44:42 undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 itu 44:44 juga sudah ada tahun 2000 juga sudah 44:46 mulai ya he ee dan kemudian sekarang ini 44:51 sosialisasinya sudah masuk ke dalam 44:53 pendidikan sistem pendidikan sudah masuk 44:55 kurikulum 44:56 ee tetapi yang saya amati itu kok di 45:00 sini seperti terjadi stagnasi gitu ya 45:04 terjadi kemandekan artinya 45:06 ee semangat untuk melakukan sosialisasi 45:09 dalam hal 45:10 ee pemuatan di kurikulum tentang 45:13 akad-akad tentang ee ekonomi syariah itu 45:18 kurang terdengar lagi gaungnya mungkin 45:20 sudah jalan tetapi maksudnya adalah 45:23 tidak terjadi penambahan tidak terjadi 45:25 dinamikanya kurang terdengar gitu 45:28 maksudnya Keinginan kita ini adalah 45:30 bahwa ee ketika dia masuk dalam 45:33 kurikulum maka kurikulum itu akan 45:36 memberikan ee beban beban bagi siswa ya 45:40 untuk mengerti ya Bean pendidikan 45:43 artinya menjadi tambahan di dalam 45:46 tambahan di dalam mata mata pelajaran 45:48 Gitu loh yang tadinya enggak ada ekonomi 45:50 Islam sekarang menjadi ada ekonomi Islam 45:52 ya Nah 45:54 ee sejauh mana ini ee terjadi atau 45:58 sejauh mana bisa dicapai saya sendiri 46:01 kurang kurang begitu Ee mengikuti Karena 46:04 dulu saya mengikuti ikut bikin buku ikut 46:08 merancang buku dan segala macam ya 46:11 tetapi sudah lama saya tidak ikuti 46:13 Meskipun begitu saya masih masih tahu ya 46:15 Ee kondisi dan kondisi sosialisasi di 46:19 dalam hal ee kurikulum ini 46:23 jadi awalnya itu hanya di sekolah 46:25 Sekolah Islam tapi ini harus masuk 46:27 menjadi kurikulum Nasional bagian 46:29 daripada kurikulum nasional misalnya ada 46:31 pelajaran Ekonomi Nah di situ Itu sudah 46:35 ada ekonomi syariah tapi kalau hanya 46:38 muncul seperti itu biasanya kalau dalam 46:40 bahasa Jawa itu kita sebut cangkingan 46:42 hanya sekedar lewat saja ya ya dan 46:46 hampir buku-buku hampir ya bukan bukan 46:49 Sori banyak sekali buku textbook ekonomi 46:52 sekarang ini yang ditulis orang barat hm 46:55 he atau keuangan ya Finance itu di 46:58 dalamnya sudah ada beberapa bab tentang 47:00 ekonomi Islam he ya dari tulis orang 47:03 Kanada orang Amerika orang Eropa ya cek 47:07 aja tu Buku apa saja yang dicetak ini 47:10 mungkin di diterbitkan di atas tahun 47:12 2010 ya yang Saya tahu saya punya banyak 47:15 ee kopinya itu sudah masuk jadi mereka 47:19 sudah memberikan penjelasan tentang itu 47:21 mudarabah itu apa musyarakah itu apa 47:23 murabahah itu apa ee k kemudian 47:26 dibandingkan dengan e Finance atau 47:28 pembiaan-pembiaan dari ee yang 47:30 konvensional ada beberapa bab itu jadi 47:33 ini di internasional sudah menjadi 47:35 bagian dari kurikulum perguruan tinggi 47:37 Nah kita juga sudah memasukkan itu di 47:39 dalam ee pendidikan dasar dan perguran 47:43 tinggi juga tetapi saya tidak tahu 47:45 bagaimana 47:46 ee intensitas daripada sosialisasi dalam 47:50 bidang ini yang lain adalah 47:53 ee itu inginnya adalah 47:56 apa ini stakeholder Bank Indonesia atau 47:58 ini kerja sama dengan Pesantren he ya 48:01 karena Pesantren ini dalam pandangan 48:03 mereka akan mengajarkan ilmu agama I nah 48:06 tentu saja fikih tentu saja muamalah 48:10 atau ee kurikulum yang terkait dengan 48:12 fikih muamalah itu lebih it intensif itu 48:16 diajarkan di pesantren kan enggak 48:19 mungkin ya Misalnya kita itu memberikan 48:22 ee memasukkan kurikulum ikut Um Islam di 48:26 SMA jurusan IBS lalu di situ ada apa 48:32 namanya akad 22 akad mulai akad jual 48:36 beli ini jual beli itu ujarah ini dan 48:38 lain sebagainya musyarakah mudarabah 48:40 anak-anak ini mungkin kurang ini kurang 48:44 bisa mengkompren hand gitu ya Jadi kalau 48:48 di sekolah umum akan terbatas muatannya 48:51 tapi kalau sudah di pesantren itu bisa 48:52 diful maksud saya begitu Jadi masuk 48:56 dalam kurikulum nasional tetapi itu 48:57 hanya e sekedar eh secara umum 49:01 Disinggung aja gitu ya tapi kalau sudah 49:03 masuk di pesantren itu bisa full itu 49:05 makanya harapannya dari Bank Indonesia 49:07 dari OJK dari stakeholder ini itu lebih 49:11 intensif kalau itu masuk dalam kurikulum 49:13 pesantren tapi memang sudah sudah masuk 49:16 dari dulu bahkan sebelum ada istilah 49:18 bangsar ini muamalah itu sudah masuk ya 49:20 cuman muamalah pada waktu itu hanya 49:22 sebagai ee pelajaran yang diujikan 49:26 tapi aplikasi di lapangan kita gak tahu 49:28 nah sekarang ini harus Bukan gitu lagi 49:31 masanya kita harus menjadikan Bagaimana 49:33 misalnya mudarabah itu kita lakukan 49:35 sendiri 49:36 gitu di pesantren itu Ustaz menjelaskan 49:40 mudarabah itu begini begini ada dua 49:43 pihak misalnya satu namanya shhibul ma 49:45 satu lagi namanya mudarib ya Nah 49:47 ustaznya sendiri oke sekarang saya akan 49:51 memberikan kamu modal katanya r50.000 49:54 nanti dari R ini kamu kelola keuntungan 49:57 daripada 50.000 kita bagi dua ee 49:59 misalnya saya 50% Eh kamu 60% saya ee 50:05 kamu 60% saya 40% jadi dipraktikkan 50:09 teori aplikatif lah aplikatif he ya nah 50:12 ini kalau diaplikasikan 50:14 ee sosialisasi ini lebih intensif 50:17 seperti itu he he makanya saya sendiri 50:20 kalau ngaji ngaji di masa di komunitas 50:24 kita itu kan yang kita ajarkan Cuma 50:26 sekarang ini muamalah karena saya lihat 50:29 muamalah ini sangat penting ya 50:32 orang apa jamaah di masjid itu kan 50:35 kebanyakan pedagang Iya tapi enggak 50:37 ngerti dagang yang benar itu gimana 50:40 pinjam modal dari saudaranya enggak 50:42 pernah 50:43 dikembalikan ini kan dagang 50:48 ee di trotoar misalnya I kan trotoar itu 50:54 hak siapa bukan 50:57 hadiah ya J ini seperti itu jangan 51:01 sampai mereka ini belum mengerti 51:03 Bagaimana ee melakukan muamalah itu 51:07 tidak mengambil hak orang lain nah ini 51:10 yang penting sekali kalau ini kita 51:12 terapkan 51:12 ee maka semua pendapatan yang diperoleh 51:17 orang Islam dengan muamalah yang benar 51:20 menjadi halal semua tidak ada syubhat 51:23 tapi kalau di dalamnya itu apa namanya 51:26 terkait hak orang lain nah terkait 51:29 misalnya dia apa jualan di trotoar 51:33 kemudian diambil semua pendapatannya hak 51:35 tertornya enggak dikasih H hak tertor 51:38 ini siapa yang punya tapi ada itu 51:40 makanya jangan ini ee jangan ee sampai 51:44 kita itu berdagang atau berusaha tapi 51:48 ketika berusaha itu ada orang lain di 51:50 dalam pendapatan kita yang kita tidak 51:53 tahu nah ini penting sekali ya 51:55 apa namanya sosialisasi muamalah ini 51:58 saya mengatakan bahwa ini jauh lebih 52:00 penting dari sekedar kita melihat angka 52:02 tadi ee 4 apa namanya 4,7% ee 52:07 5,44% 52:10 8,01% itu angka-angka saja tapi 52:12 seharusnya yang ini ini apa harus kita 52:15 perbaiki karena muamalah yang tidak 52:17 benar akan menimbulkan imma yang kita 52:21 peroleh itu haram atau makruh atau 52:24 syubhat Baik Pak ustaz kita akan ke 52:26 beberapa pertanyaan yang sudah masuk di 52:28 antaranya ini dari bapak Iskandar 52:30 asalamualaikum warahmatullahi 52:32 wabarakatuh Waalaikumsalam 52:33 warahmatullahi wabarakatuh Pak ustaz 52:35 Apakah faktor pendidikan yang menentukan 52:37 maju atau mundurnya umat ini dalam hal 52:42 umat yang bisa mengangkat potensi dana 52:45 umat Islam ini bagaimana Pak ustaz 52:48 kualitas pendidikannya juga Apakah 52:50 pengaruhnya itu sangat besar Terima 52:52 kasih Masyaallah ini pertanyaannya 52:55 filosofis ya filosofis Iya jadi maju dan 52:59 mundurnya suatu umat itu salah satu 53:01 faktornya adalah 53:02 SDM la syaka fihi tidak ada keraguan di 53:06 dalamnya bahwa Jepang misalnya dulu 53:10 Jepang itu negara tertutup 53:11 1850-an ke sono itu masih negara 53:14 tertutup enggak mau sama orang asing ada 53:16 orang asing usir Belanda diusir Inggris 53:18 diusir nah begitu melihat sendiri Oh di 53:22 luar sana kok maju semua kita kok begini 53:26 akhirnya ada restorasi Meji itu kan 53:28 restorasi Meji itu kurang lebih cuman 53:29 seperempat abad tapi dalam masa yang 53:32 begitu cepat itu karena Jepang itu sudah 53:35 merasa sadar bahwa dia sangat-sangat 53:38 ketinggalan maka dia itu benar-benar 53:40 belajar Iya pusat-pusat pendidikan di 53:43 Amerika di Kanada di Eropa datang semua 53:46 dan Pulang membawa teknologi membawa 53:49 pengetahuan barat dan merubah dalam 53:51 waktu singkat negara maju jadi dari dari 53:54 peristiwa itu dapat kita simpulkan bahwa 53:56 He salah satu yang paling utama sumber 54:00 atau faktor kemajuan suatu umat ya 54:02 termasuk umat Islam ini adalah SDM Nah 54:05 karena itu maka membentuk SDM yang baik 54:09 sesuai dengan tuntutan zaman itu wajib 54:11 hukumnya tanpa itu enggak bisa maaju 54:13 kita he seperti dulu kita menggunakan 54:15 kaidah usul F kaidah fikiyah itu matimu 54:18 Al wajibu Bi faha wajib 54:21 ya apa yang suatu kewajiban tidak bisa 54:24 dilakukan kan tanpa dia dia itu hukumnya 54:27 wajib he ya jadi Gu Jadi kemajuan itu 54:32 adalah yang ingin kita capai tanpa SDM 54:36 yang bagus enggak bisa maka wajib kita 54:39 mencetak Apa nama menciptakan SDM yang 54:42 bagus yang mumpuni sesuai dengan 54:45 tuntutan zaman segala daya upaya kita 54:48 kerahkan untuk menciptakan itu sehingga 54:50 terers kemajuan tadi gitu baik ini 54:53 pertanyaan penutup Pak ustaz dari ibu 54:55 hamba Allah di Jakarta asalamualaikum 54:57 warahmatullahi wabarakatuh 54:58 Waalaikumsalam warahmatullah Pak ustaz 55:00 Bagaimana dengan gerakan-gerakan ekonomi 55:02 syariah ke umatan di level umat atau GR 55:05 rot yang saya lihat ada juga e gerakan 55:08 usaha tanpa berhutang terus juga ada 55:11 gerakan Gerai Dinar ada juga 55:14 gerakan-gerakan hijrah ekonomi dari 55:17 konvensional kepada syariah yang 55:19 semuanya berbasis ada juga yang dari 55:20 masjid ada juga di majelis taklim atau 55:23 di beberapa kantor-kantor bag gimana ini 55:25 Pak ustaz perkembangannya ee menanggapi 55:27 itu saya hanya bisa mengatakan 55:29 Alhamdulillah ya alhamdulillah Gu Jadi 55:32 gerakan semuanya baik yang disebutkan 55:34 tadi semuanya baik kita dukung semuanya 55:36 karena itu mereka menunjukkan bahwa 55:39 kesadaran kita bahwa muamalah kita ini 55:42 harus bersih harus terhindar dari riba 55:45 harus terhindar dari garor harus 55:48 terhindar dari maisir harus terhindar 55:51 dari kezaliman dan lain sebagainya yang 55:54 dilarang yang dilarang itu banyak sekali 55:56 kita hindari sehingga inilah akan 55:59 menciptakan suatu kebersihan thahir 56:01 dalam muamalah kita itu karena Islam itu 56:05 apa namanya menginginkan agar supaya 56:07 seluruh yang kita dapatkan ini dengan 56:09 cara yang benar Nah ini tadi komunitas 56:11 tadi yang disebutkan ada Gray Dinar ada 56:15 ya apa namanya berusaha tanpa hutang ee 56:19 bisa juga ya Meskipun tidak terlalu 56:21 dilarang itu berhutang ya tapi berusaha 56:23 tanpa hutang itu bisa juga ya he caranya 56:25 bagaimana kita menggunakan musyarakah 56:27 kita menggunakan mudarabah kita 56:29 menggunakan isjarah juga bisa ya n itu 56:32 tapi kalau di apa namanya transaksi ee 56:36 menghindari hutang 100% kayaknya sih 56:38 enggak mungkin ya tapi kalau ee 56:40 alternatifnya masih banyak kita bisa 56:42 pakai itu ya karena hutang itu kan 56:45 memang apa kalau tidak terpaksa kalau 56:47 tidakpaksa kita lakukan ya Enggak ada 56:49 enggak ada lagi alternatif yang lain ya 56:52 sudah gitu Tapi kalau kita mau 56:55 kedepankan yang non hutang tadi yang 56:57 mudarabah musyarakah itu saya sangat 56:59 setuju cuman mudarabah dan musyarakah 57:02 ini mensyaratkan adanya kejujuran 57:04 nah walaupun Ustaz belum tentu jujur 57:08 karena sudah kita ceritakan dulu-dulu ya 57:10 Ustaz kalau ngang susah memang kejujuran 57:14 nomor satu al-amin nomor satu amanah 57:16 nomor satu nah tapi itu yang diinginkan 57:18 ee diniscayakan dalam akad yang non 57:21 hutang tadi yaitu mudarabah dan 57:23 musyarakah ini meniscayakan adanya orang 57:25 yang sangat-sangat jujur ya Nah ini 57:28 harus kita temukan jika tidak maka ya 57:30 kita menggunakan akhirnya tadi itu 57:33 menggunakan hutang dalam bentuk yang 57:34 bisa dijaminkan Baik Pak ustaz hilang 57:37 karena kita sudah dibatasi oleh waktu 57:40 sebagai penutup dari seluruh bahasan 57:41 kita apa Terima kasih Mas Sangga para 57:44 pemirsa rasil visual dan para pendengar 57:47 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 57:49 subhanahu wa taala pada acara ini 57:51 sebetulnya kita hanya bincang-bincang 57:52 tentang masa lalu 2018 dan masa yang 57:56 kadang 2019 ee pada tahun 2018 itu 58:01 lembaga keuangan sarian di Indonesia ada 58:04 ada apa peristiwa yang mungkin harus 58:06 kita catat yaitu adanya bank yang semula 58:10 itu konvensional dikonversi menjadi bank 58:13 syariah dan itu memberikan bus ya 58:15 dorongan yang besar ee kepada aset yang 58:18 dimiliki oleh EE perbangkan Syariah 2017 58:22 juga kita sudah punya yaitu e bank bank 58:25 apa ini bank bank Aceh itu dikonversi 58:28 menjadi Syariah jadi 2017 dan dan 2018 58:31 kita ini memberikan memiliki 58:33 dorongan-dorongan dengan bank-bank yang 58:35 dikonversi menjadi Syariah nah menatap 58:38 ke 2019 ini mudah-mudahan ya ada satu 58:42 atau dua yang dikonversi full menjadi 58:44 Syariah sehingga aset daripada ee 58:48 lembaga keuangan syariah terutama 58:49 perbankan ini ee naik Sehingga ee apa 58:53 namanya indikas ya menjadi lebih 58:55 daripada 58:57 5,44% nah itu yang bisa kita sampaikan 59:00 dari sisi data ya Nah tetapi kita 59:03 inginkan adalah Jangan sampai kita hanya 59:05 terpaku hanya terpaku kepada data itu 59:08 Mari kita tatap ee tahun 59:11 2 19 ini ee dengan lebih mempromosikan 59:15 kepada e agenda muamalah Islam yaitu 59:19 Mari kita usaha secara pribadi secara 59:23 kolektif secara e ke masyarakat dari 59:25 masjid ke masjid kita dengung-dengungkan 59:27 bersama-sama ayo kita usaha yang halal 59:31 yang sesuai dengan syariah yang 59:33 terhindar dari riba yang terhindar dari 59:35 ee goror yang terhindar dari maisir dan 59:39 lain sebagainya Mari kita usahakan 59:41 kehidupan kita seperti itu ya kita mulai 59:43 dengan yang sederhana kita jual beli 59:46 sesuai dengan syariah kita berusaha 59:49 mudarabah atau musyarakah kongsi dengan 59:51 teman-teman sesuai dengan syariat Jangan 59:53 sampai kita ee melakukan pelanggaran 59:57 sehingga apa yang kita peroleh ini 59:58 adalah halal dan thayiban dan memberikan 1:00:01 rezeki yang baik bagi kita ya dan dengan 1:00:04 cara seperti itu maka kita tidak lagi 1:00:06 melihat atau tertumbuh pada indikator 1:00:08 tadi itu karena kita ingin secara 1:00:10 pribadi seluruh kehidupan kita ini 1:00:13 tunduk pada hukum syariah terutama dalam 1:00:15 bidang ekonomi Saya kira itu ya terima 1:00:18 kasih banyak Pak ustaz atas waktu dan 1:00:20 juga ilmunya dan Ikwan akhwad 1:00:22 demikianlah ekonomi Islam edisi hari ini 1:00:24 ini bersama Ustaz Ikhwan Basri dari 1:00:27 dewan Syariah nasional Semoga apa yang 1:00:29 beliau sampaikan berfat bagi anda semua 1:00:31 dan mohon maaf atas SMS yang belum 1:00:33 sempat terjawab di kesempatan kali ini 1:00:36 Ikwan ahwad kami undur diri saya Angga 1:00:38 Aminudin ditemani oleh Muhammad Oni dan 1:00:40 juga Muhammad Fahri di meja operator 1:00:43 kami undur di Billahi taufik wal hidayah 1:00:45 subhanakallahum wabihamdika 1:00:49 asaduaahaag alamuikum warahmatullahi 1:00:53 wabarakatuh 1:01:55 [Musik] 1:02:04 braasil 1:02:06 TV untuk Islam yang 1:02:12 [Musik] 1:02:15 [Tepuk tangan] 1:02:16 [Musik] 1:02:17 [Tepuk tangan] 1:02:21 [Musik] 1:02:23 satu 1:02:24 [Musik]