Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:09 [musik] 0:15 [musik] 0:23 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:25 warahmatullahi wabarakatuh. 0:27 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:29 nastain ala umurid dunya waddin wasalatu 0:32 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:34 alihi wasbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:37 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:40 yangfa warzuqni ilman yangfuni. 0:43 Dipancarkan dari jalan masjid 0:44 silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:47 Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:49 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:52 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:54 Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari 0:57 ini? Semoga kabar Anda di mana pun saja 1:00 Anda berada menyimak siaran kami selalu 1:03 dalam keadaan sehat walafiat. 1:06 Senang sekali di pagi hari ini, Yohan Ah 1:07 saya Angga Aminuddin ditemani oleh Algi 1:10 di meja operator, ada Ondi di kameramen 1:14 dapat kembali menyapa Anda. Kami hadir 1:16 di edisi hari Selasa ini 5 Agustus 2024 1:21 dalam kajian ekonomi Islam. Dan kajian 1:24 ekonomi Islam kita bersama narasumber 1:27 dari Dewan Syariah Nasional Majelis 1:29 Ulama Indonesia yang alhamdulillah 1:31 beliau telah hadir di studio, Ustaz 1:33 Ikhwan Basri. Asalamualaikum 1:35 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:37 Asalamualaikum warahmatullahi 1:38 wabarakatuh. 1:38 Bagaimana, Pak Ustaz kabarnya hari ini? 1:40 Alhamdulillah sudah hujan kemarin. 1:42 Alhamdulillah. 1:43 Sejuk 1:44 itu. Kan panas ya sudah beberapa hari 1:46 bahkan beberapa minggu tahu-tahu dikasih 1:48 hujan. 1:49 Alhamdulillah. 1:50 Rata tuh, Pak Ustaz beberapa daerah ya, 1:52 termasuk siaran Rasil juga yang di 1:54 Sukabumi juga 1:55 hujan hujan petir. Bahkan 1:58 menghapus kembali. Ini kita masuk di 2:01 bulan Agustus, Pak Ustaz. ya 2:03 sudah masuk di bulan Agustus bulan 2:05 kemerdekaan. 2:07 Ee 2:09 hud-nya ini yang sudah masuk ke 80 tahun 2:11 nih, Pak Ustaz. Dan di kesempatan kali 2:13 ini, Ikhwan Akhwat, insyaallah kita akan 2:16 membahas topik mengenai kenapa 2:18 perjuangan menegakkan ekonomi Islam 2:20 terasa begitu berat. Nah, ini jadi 2:23 pertanyaan sebenarnya, kenapa berat 2:24 banget perjuangannya gitu ya? Menegakkan 2:28 ekonomi Islam. Apalagi kalau kita lihat 2:31 mengaca dari institusinya, institusi 2:33 negara lah ya. Sekarang itu sepertinya 2:36 sulit ingin kita katakan mana model 2:40 sebuah negara yang betul-betul 2:42 menjalankan ekonomi Islam. Pertanyaannya 2:45 kenapa bisa begitu gitu? Kenapa bisa 2:47 begitu? Mungkin kalau model-model kecil, 2:49 komunitas mungkin sudah banyak gitu yang 2:52 melaksanakan itu dan juga ada yang apa 2:57 komit, konsisten gitu ya. Karena sampai 3:00 sekarang juga praktik-praktik ilmu 3:02 syariah juga masih berjalan gitu ya. 3:03 Namun ee tadi ketika banyak orang yang 3:06 mempertanyakan yang menerapkannya itu 3:09 sebagai institusi negara nih jadi 3:11 pertanyaan besar. Nah, ini juga yang 3:13 akan kita bahas. Kita akan lebih banyak 3:15 melihat sebenarnya ee fakta-faktanya itu 3:17 seperti apa gitu ya. Dunia Islam itu 3:20 latar belakangnya apa hingga seperti 3:22 itu. Dan kami juga mengundang Anda, Ihan 3:24 Ahwad untuk bergabung. Silakan sampaikan 3:25 pertanyaan atau komentar mengenai apa 3:27 yang kami bahas di kesempatan kali ini 3:29 ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 3:35 Baik, Pak Ustaz. Bagaimana mengawali 3:37 kajian kita mengenai kenapa perjuangan 3:40 menegakkan ekonomi Islam terasa begitu 3:42 berat? Tafadol ya, Ustaz. [berdehem] 3:44 Terima kasih, Mas Angangga. 3:46 Asalamualaikum warahmatullahi 3:48 wabarakatuh. 3:49 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 3:52 wasalamu ala asrofil iya wal mursalin 3:55 nabiina Muhammadin wa ala alihi wa 3:57 ashabihi ajmain. Amma ba'du. [berdehem] 4:00 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:03 radio silaturahim yang dirahmati Allah 4:05 subhanahu wa taala. Alhamdulillah 4:09 kita bersyukur ke hadirat Allah 4:11 Subhanahu wa taala atas segala curahan 4:14 rahmatnya, hidayahnya, taufiknya kepada 4:17 kita sekalian. 4:19 Hingga pada pagi hari ini kita bisa 4:22 berjumpa secara [berdehem] 4:23 online 4:25 ee melalui gelombang udara setelah 4:28 seminggu yang lalu kita off karena 4:31 banyaknya kesibukan yang menyita waktu 4:34 kita dan alhamdulillah ee kita juga 4:37 bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa 4:38 taala yang ada di lingkungan Jelengsi 4:41 Bogor. Kemarin kita sudah diguyur hujan 4:45 setelah beberapa minggu kalau enggak 4:47 salah ya. kita itu ee panas dan mulai 4:50 banyak debu. Alhamdulillah 4:54 wasyukrulillah 4:55 Allah turunkan hujan sebagai rahmat 4:57 kepada hamba-Nya. 4:59 Dan pada pagi hari ini kita ee diberi ee 5:04 apa namanya tema oleh Masangga itu 5:07 kenapa 5:09 terasa sekali berat susah ya 5:13 memperjuangkan ekonomi Islam. Bahkan 5:16 dikatakan bahwa sekarang ini pun kita 5:19 belum bisa melihat mana di antara negara 5:22 muslim ini yang yang benar-benar 5:25 mencerminkan 5:26 ekonomi Islam atau ekonomi syariah. 5:30 sehingga kita bikin kita bisa buat atau 5:33 paling tidak kita punya contoh ya ee 5:35 yang baik untuk kita [batuk] 5:38 ee panuti untuk kita apa jadikan teladan 5:43 dalam hal mengembangkan ekonomi Islam. 5:46 Nah, sebetulnya banyak sekali apa itu 5:51 cerita, kasus dan juga ee 5:54 pengalaman-pengalaman baik itu individu 5:56 [berdehem] ataupun korporat yang 6:00 berjuang berjuang untuk menegakkan 6:04 ekonomi syariah dalam lingkup individu 6:08 ataupun dalam lingkup korporasi, 6:11 tetapi kemudian ee tidak berjalan dengan 6:15 baik dan akhirnya ee tidak membuahkan 6:18 hasil yang baik ya. Nah, banyak sekali 6:23 contoh ya orang maupun 6:26 korporasi yang seperti ini. Sehingga 6:29 sebagian dari kalangan yang kita ikuti 6:32 diskusi bersama itu menyimpulkan bahwa 6:36 ee ternyata memperjuangkan ekonomi Islam 6:38 itu berat. ya berat dalam arti kata 6:41 bahwa ee tidak bisa 6:45 kita memperjuangkan itu dalam waktu yang 6:49 singkat atau dalam waktu yang katakanlah 6:52 menengah gitu. Karena apa yang kita 6:55 capai selama berpuluh-puluh tahun lewat 6:58 ee institusi itu ee tidak menunjukkan ee 7:02 perkembangan yang menggembirakan ya kan. 7:05 Tetapi dalam kasus individu sekalipun 7:08 banyak yang kemudian tidak bertahan dan 7:11 akhirnya menyerah ya karena tidak begitu 7:15 ee tahan terhadap keadaan ya. terutama 7:19 adalah seperti yang kita katakan pada 7:21 beberapa waktu yang lalu, dominasi riba, 7:24 dominasi 7:26 bunga dalam kehidupan yang begitu ee 7:29 mencengkeram sehingga sulit kita itu 7:32 akan bisa bertahan atau sulit kita itu 7:35 untuk bisa menghindarkan diri. Ya, 7:39 makanya dalam hal ini 7:43 bukan hanya ee apa namanya? Bukan, bukan 7:47 hanya satu kasus, dua kasus ya banyak. 7:50 Kalau kita lihat beberapa contoh ya, 7:53 banyak anak muda misalkan 7:57 bersemangat ya, mahasiswa masuk fakultas 8:00 ekonomi, ada jurusan ekonomi Islam, 8:02 prodi ekonomi Islam sambil 8:06 memiliki idealisme untuk bagaimana nanti 8:11 kalau sudah keluar dari perguruan tinggi 8:13 ini mencoba untuk mempraktikkan 8:16 ekonomi Islam yang dalam tanda kurung 8:20 anti riba, anti gor, anti judi dan lain 8:24 sebagainya. 8:26 Tetapi ketika mereka sudah keluar dari 8:31 kampus mencoba untuk ya berjuang melalui 8:35 lembaga, bisa lembaga keuangan syariah, 8:38 bisa bank, bisa asurans, bisa apa saja 8:40 ya. Ya. Dan berjuang lama. Sebagian dari 8:44 mereka itu ada yang tidak puas juga 8:45 dengan performance daripada lembaga kan 8:49 syariah. Iya. Ada yang berkesimpulan 8:52 kurang mendekati syariahlah, kurang 8:56 inilah, kurang itu. Sehingga sebagian 8:58 dari mereka ini keluar dari lembaga 9:00 keuangan syariah untuk memperjuangkan 9:04 ekonomi syariah lebih murni lagi. 9:08 Dan ketika mereka sudah keluar, mereka 9:10 bikin usaha sendiri atau bersama-sama 9:12 kawan-kawannya untuk melakukannya 9:15 menurut mereka itu lebih murni. Dan 9:17 ketika mereka sudah mendapatkan itu bisa 9:20 membikin perusahaan atau lembaga bisnis 9:24 yang mereka ciptakan sendiri yang mereka 9:27 mereka anggap ini sebagai hal yang lebih 9:29 murni daripada yang sekarang ada. Tetapi 9:32 sesuai seiring dengan berjalannya waktu 9:35 ham taman ya begitu dominannya ee itu 9:39 apa namanya? riba begitu dominannya 9:43 interest rate atau dominannya bunga ya 9:46 akhirnya sebagian mungkin hampir 9:48 sebagian besar ya itu kemudian ee 9:51 semangatnya turun lagi dan akhirnya ya 9:55 mengulang atau melihat kembali tentang 9:57 idilisme itu. 10:00 Jadi ee yang se seperti ini banyak 10:02 sekali ya contohnya banyak ya yang kita 10:06 temui baik secara formal maupun tidak 10:08 formal dalam kehidupan kita sehari-hari 10:11 ya. Nah, bagi yang ee berjuang lewat 10:15 lembaga keuangan secara kontinue ya 10:19 sekalipun mendapatkan banyak tantangan 10:21 ya sebagian mereka tetap di situ ya. 10:25 Namun yang menjadi masalah adalah 10:28 baik kelompok yang pertama tadi yang 10:30 keluar kemudian bikin lembaga sendiri 10:33 atau yang bertahan di lembaga kan yang 10:35 ada itu ada kesimpulan yang sama ya 10:39 bahwa yang sekarang terjadi ini ee masih 10:43 harus diperbaiki kembali tetapi 10:47 perbaikan yang kita lakukan itu tetap 10:49 tidak bisa menggoyang ya menggoyang 10:53 dominasi daripada riba. 10:55 di seluruh kehidupan, baik itu kehidupan 10:57 pribadi ataupun kehidupan usaha. Nah, 11:01 ini yang kemudian mereka rasakan sangat 11:03 berat ya ee memperjuangkan ekonomi Islam 11:08 itu dalam konteks zaman sekarang karena 11:10 begitu kuat dominasi riba. Nah, karena 11:13 itu maka ada kemudian kelompok yang 11:15 akhirnya pragmatis ya pragmatis artinya 11:19 tidak begitu mementingkan masalah itu, 11:22 mempersoalkan masalah itu. Tidak. Tapi 11:24 bagaimana supaya tetap kita jaga 11:27 akhlakul karimah ya ee akhlak Islam ini 11:31 kita jaga. Tetapi dalam hal seperti ini 11:34 mungkin mereka akan lebih kepada 11:36 kompromi ya dalam hal supaya mereka bisa 11:39 berjalan dengan baik ya. Nah, 11:43 ini banyak yang kita diskusikan atau 11:45 kita temui dari ee sebagian teman-teman 11:48 ya yang seperti itu. Nah, karena itu 11:50 maka kemudian pertanyaannya adalah 11:54 kenapa kenapa kita ini ee memperjuangkan 11:57 ekonomi Islam ini sebegitu berat ya 11:59 bahkan hasilnya pun tidak begitu 12:01 kelihatan. misalkan ya tentang share 12:05 daripada keuangan syariah dibandingkan 12:07 dengan ee keangan konvensional itu tidak 12:10 tidak ee tidak bertambah atau kira-kira 12:13 stak di antara 5% 6% sampai 7% ya. Jadi 12:18 artinya apa? Artinya ee lembaga kean 12:21 konvensional itu sudah begitu besar, 12:24 tetapi dengan kecepatan yang seperti itu 12:26 tetap tidak bisa di apa namanya tidak 12:29 bisa diimbangi ya. Sudah berbagai usaha 12:33 dilakukan ya baik itu pemerintah maupun 12:35 swasta, akademisi dan lain sebagainya. 12:37 Begitu juga dalam hal yang lain ya, 12:40 dalam hal yang lain-lain 12:43 masih banyak sekali persoalannya ada ee 12:46 kritik dari berbagai pihak ya tentang 12:49 perbaikan 12:51 ee kemudian ee apa namanya ee penerimaan 12:56 terhadap saran ataupun masukan dari 13:00 berbagai bak juga belum bisa diakomodir 13:04 dalam hal ini ya. Nah, dalam hal ini 13:07 maka 13:08 para 13:10 penggerak entusias orang-orang yang 13:14 memang terlibat dalam hal itu sudah 13:16 melakukan berbagai hal namun tetap belum 13:19 ada hasilnya. Ya, jadi sekali lagi kita 13:22 kembali kepada kenyataan bahwa 13:25 memperjuangkan ekonomi Islam itu 13:26 sebetulnya kurang lebih sama ya sama 13:29 dengan memperjuangkan Islam itu sendiri 13:30 ya. Jika kita berdakwah mengembangkan 13:34 Islam banyak tantangan sana dan sini 13:36 banyak ujian, maka ketika kita 13:38 mengembangkan ekonomi syariah pun kurang 13:40 lebih sama. Tantangannya dalam bidang 13:43 ekonomi sangat berat ya. Yang paling 13:46 penting adalah dominannya ekonomi 13:49 konvensional yang dibangun di atas riba. 13:51 Nah, itu yang nomor satu bagi ee 13:54 sebagian kita ya. Termasuk saya sendiri 13:57 melihat itu sebagai suatu tantangan. 13:59 Namun demikian bahwa kita ini dalam 14:01 perjuangan tidak harus mendapat ee tidak 14:04 harus melihat dari sisi berapa 14:06 pertambahan market share kita. Tidak 14:08 harus melihat begitu, tapi apakah kita 14:10 sudah melakukan sumbangsih atau 14:13 memberikan sumbangsi kepada perkembangan 14:15 ini baik dalam teori maupun dalam 14:17 praktik ya. Nah, ini yang penting. Jadi 14:20 ee dalam hal ini kan kita bisa 14:23 memberikan 14:24 ee misalnya masukan dalam teori bisa 14:27 memberikan masukan di dalam praktiknya 14:29 bagaimana 14:32 para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 14:34 di silaturahim ya ini merupakan suatu 14:37 tantangan ya bukan hanya bagi ya kalau 14:41 saya mewakili ee dari sisi syariah dari 14:43 Dewan Syariah Nasional ataupun Majur 14:45 Ulama Indonesia tetapi juga bagi 14:47 akademisi ee mereka yang bergerak di 14:51 dalam bidang akademik yang memberikan 14:54 prodi-prodi ekonomi Islam atau hukum 14:57 Islam, hukum ekonomi Islam dan lain 14:59 sebagainya pasti akan ee melihat ini 15:03 sebagai suatu tantangan ya. Karena 15:06 sekarang jumlah mahasiswa yang ee yang 15:10 keluar dari prodi ekonomi Islam itu 15:12 kalau kita lihat sudah mungkin sudah 15:14 puluhan ribu. Tetapi kemampuan industri 15:19 keuangan syariah untuk menyerap tenaga 15:21 yang keluar dari ee lembaga pendidikan 15:25 tinggi itu enggak sepadan. Ya, ini belum 15:28 lagi dari 15:30 apa namanya lembaga pendidikan 15:31 [berdehem] yang sifatnya tidak ada 15:33 hubungannya dengan apa namanya keuangan 15:35 syariah misalnya misalnya akuntansi. 15:38 Meskipun ada akuntansi syariah tapi 15:40 akuntansi umum juga enggak masalah. 15:42 kemudian tenaga IT dan lain sebagainya 15:44 ini bisa disuplai dari berbagai 15:47 pendidikan yang tidak harus dari prodi 15:50 ekonomi syariah. Sehingga dengan 15:51 demikian ee perkembangan yang ada dalam 15:56 hal memberikan lapangan pekerjaan kepada 15:58 mereka yang keluar dari ee fakultas 16:01 ekonomi, prodi ekonomi Islam misalnya, 16:04 itu tidak terserap oleh lembaga yang 16:07 ada. 16:08 Apalagi kemudian ada gejala digitalisasi 16:13 ya ee apa namanya lembaga keuangan tanpa 16:17 cabang misalnya enggak perlu cabang 16:19 fisik ini semakin memberikan ee tekanan 16:23 terhadap ee kesediaan lapangan pekerjaan 16:26 bagi ee fresh graduate ya dan jualan 16:31 cukup banyak ini. Karena itu maka gimana 16:33 kita menghadapi masalah ini ya 16:35 mengandalkan lembaga keuangan syariah 16:38 sebagai lapangan pekerjaan dari sisi 16:41 pendidikan di akademik ya akademik yang 16:44 lebih tinggi atau pendidikan tinggi. Ini 16:47 sudah suatu tantangan. Arti artinya apa? 16:50 Kalau kita boleh katakan bahwa suplai 16:52 daripada tenaga kerja untuk masuk ke 16:56 dalam lembaga keuangan syariah ini ee 16:59 melebihi daripada apa namanya? 17:01 ketersediaan ya supply over demand. Jadi 17:06 suplainya itu jauh lebih banyak dari 17:08 permintaan ya sama dengan kasusnya di 17:11 luar ini ya. di mana-mana kalau ada di 17:15 dibuka lapangan pekerjaan apapun 17:17 lapangan pekerjaan itu yang dibuka hanya 17:20 100 orang ya ternyata yang datang itu 17:23 ribuan mungkin puluhan ribu ya ini 17:25 menunjukkan betapa begitu banyaknya ee 17:29 apa nam sarjana atau sumber daya manusia 17:32 yang menurut kita ini karakteris ini 17:34 adalah sarjana S1 sarjana yang 17:38 benar-benar ee mempunyai ee apa namanya 17:42 namanya ee 17:44 mempunyai apa namanya bukan bakat 17:47 memiliki tingkat apa namanya akademik 17:50 yang tinggi tetapi tidak mendapatkan 17:52 lapangan pekerjaan ya belum lagi nanti 17:54 yang kejuruan masyaallah 17:56 ya 17:58 jadi akhirnya apa 18:01 mereka melakukan entrepreneurship ya 18:05 entrepreneurship dalam pengertian 18:07 Islamic entrepreneurship yaitu 18:10 kewirausahaan tapi ee dalam koridor 18:13 syariah ya. Dan ini tantangan juga berat 18:16 sekali. Tidak semua orang bisa karena 18:19 tidak semua orang juga mempunyai mental 18:21 entrepreneur ya. Walaupun misalnya itu 18:24 apa namanya ee mendapatkan training ya 18:29 pelatihan dan lain sebagainya, maka 18:32 belum tentu orang yang tidak memiliki 18:34 jiwa entrepreneurship akan mampu untuk 18:37 bertahan di situ. Nah, ini yang membuat 18:41 apa namanya? yang membuat sebagian 18:42 daripada masyarakat kita yang ada di 18:45 dalam kategori ini ee pengembangan 18:49 ekonomi syariah ini merasakan tekanannya 18:52 cukup kuat. Eah tekanan berat ini. Belum 18:55 lagi sebagian itu tidak bisa memberi ee 19:02 melihat contoh yang yang ideal sebagai 19:07 perwujudan daripada ekonomi syariah itu 19:09 mana gitu misalnya. Apakah Malaysia, 19:12 apakah Saudi Arabia, apakah misalkan 19:16 United Arab Emirat ya, Qatar dan lain 19:19 sebagainya atau Mesir atau Yordan ya, 19:22 ini juga enggak ada ya enggak ada yang 19:26 semuanya itu mencakup ee general gitu 19:28 loh. Jadi misalkan dari semua segi 19:32 manakah negara-negara muslim ini yang 19:33 bisa dikatakan perekonomiannya lebih 19:35 dekat mencerminkan kepada ekonomi Islam. 19:37 Ini mungkin enggak ada enggak ada 19:39 jawaban ya. Tapi misalkan ada enggak 19:43 negara muslim yang sekarang ini ada 19:45 wujud di muka bumi tapi memiliki track 19:48 record terhadap katakanlah ee 19:51 aktualisasi wakaf misalnya. Nah, itu 19:53 banyak ya 19:54 kalau misalkan di Mesir ada, di Alazar 19:57 ada di Yordania ada di Saudi juga banyak 19:59 gitu. Sehingga apa? sehingga kita bisa 20:03 belajar bagaimana mengembangkan sektor 20:06 yang selama ini tidur yang berpotensi 20:09 besar untuk menjadi pilar daripada 20:11 ekonomi Islam. Apa itu? Itu wakaf. Ya. 20:14 Nah, wakaf ini sekarang lebih digalakkan 20:18 daripada orang bicara tentang zakat. 20:21 Sebelumnya zakat luar biasa. banyak 20:23 sekali paper ya, para ahli, ulama, 20:27 akademisi dan ee penggiat-penggiat 20:30 ekonomi Islam melihat bahwa potensi 20:32 zakat itu luar biasa ya. 20:35 Namun ketika realisasi daripada zakat 20:38 yang seharusnya kita terima jauh 20:41 daripada harapan mereka ber ee apa 20:44 namanya? Ber berpindah kepada tubik yang 20:48 lain, yaitu tentang wakaf. Dan sekarang 20:51 wakaf sudah 20:53 lagi lagi hot-hot-nya dipandang sebagai 20:55 suatu hal yang menjanjikan ya dalam hal 20:59 ini. Makanya sekarang sudah hampir 21:01 setiap di mana pun kita ada penggalangan 21:04 dana mesti nanti ada wakaf ya. salah 21:06 satu di antaranya tidak lagi 21:08 mengharapkan zakat ee zakat Bapak, zakat 21:11 lembaga ini atau zakat dari orang-orang 21:15 kaya untuk 21:17 memberikan apa namanya pembiayaan atau 21:20 bantuan dalam hal untuk mengembang 21:22 ekonomi Islam. Tapi sekarang wakaf itu 21:24 menjadi salah satu hal yang sangat ee 21:27 digemari ya 21:28 ya pengembangan roading fund dan lain 21:30 sebagainya kebanyakan sekarang maf. 21:33 Nah, tetapi tidak ada satupun 21:35 kesepakatan di antara kita mana ada 21:37 sebuah negara pada zaman sekarang yang 21:39 lebih dekat secara keseluruhan 21:41 perekonomiannya. Cara mengelola 21:43 ekonominya itu ee lebih lebih dekat 21:46 kepada desa itu enggak ada yang sepakat. 21:48 Karena pada umumnya negara-negara di 21:50 dunia ini, negara-negara muslim itu 21:53 masih menggunakan standar ganda dual ya. 21:58 Dual standar, dual banking system, 22:00 yaitu mengadopsi 22:03 dua sistem perbankan yaitu bank 22:05 profesional yang berbasis bunga atau 22:07 riba dan masih dominan di negara itu. 22:10 Dan negara yang membolehkan ya negara 22:14 yang membolehkan perbagan syariah 22:16 berkembang. 22:18 ada yang membiarkan berkembang begitu 22:20 saja. Ada yang benar-benar negaranya itu 22:22 ingin punya ini punya peran besar dalam 22:25 hal bagaimana ee share-nya supaya lebih 22:28 cepat mengalahkan share daripada lembaga 22:32 kewan konvensional ini. Nah, tapi 22:35 walaupun begitu tetap dominannya itu 22:38 dominan konvensionalnya itu tetap ada. 22:41 Nah, ini yang membuat apa namanya? 22:43 Penggiat-pegiat termasuk kita semua para 22:46 mahasiswa juga dosen-dosen yang terlibat 22:48 di dalam pengembangan ekonomi Islam itu 22:51 terasa terasa berat ya. Bagaimana kita 22:54 memperjuangkan ini ya. Makanya 22:56 sebetulnya yang paling utama dalam 22:58 pandangan saya adalah keterlibatan 23:00 pemerintah yang punya visi. Jadi 23:02 pemerintah seri punya visi. Nah, tidak 23:05 setiap negara punya seperti ini. Dulu 23:07 pernah ada Malaysia ya. 23:09 Malaysia pada zaman Pak Amatir itu punya 23:12 visi untuk ee mengembangkan ekonomi 23:15 Islam lebih cepat gitu. Tapi setelah 23:18 hari-hari ini kayaknya ee apa namanya 23:20 sudah berkurang komitmen negara itu 23:22 kepada ee pengembangan ekonomi Islam. 23:26 Sekalipun kalau kita bandingkan dengan 23:27 negara kita ya dia lebih banyak lebih 23:30 lebih baik lebih maju gitu. Brunei. Nah, 23:33 Brunei ini sebetulnya sudah cukup cukup 23:36 banyak ya. Kalau kita lihat bahwa Brunei 23:38 itu bisa memberikan contoh bagaimana 23:41 penerapan sebuah perekonomian dalam 23:43 suatu negara yang mencerankan ekonomis 23:46 sudah cukup bagus. Cuman apa namanya 23:49 yang menjadi masalah adalah betapaapun 23:52 bagusnya sebuah perekonomian syariah 23:54 dari negara Brunei ini enggak ada 23:56 hubungannya dengan negara lain gitu ya. 23:58 dia hanya memikir ee dia hanya ee 24:02 berkota di dalam 24:03 dirinya sendiri, 24:05 tidak memberikan kontribusi kepada 24:07 negara lain dalam bentuk katakanlah 24:09 umpamanya ee 24:12 ee teori yaak gak banyak itu dari mereka 24:14 ada. Kemudian bagaimana 24:17 apa pengaruh misalnya ee lembaga 24:21 keuangan atau perekonomian syari di 24:23 Brunei terhadap ee terhadap negara kita 24:27 di ASEAN sendiri pun enggak ada ya. Jadi 24:28 sangat terbatas. Begitu juga akses kita 24:31 untuk mendapatkan info kalau di sana itu 24:33 juga enggak terlalu banyak. Ya, saya 24:35 mengatakan demikian karena ada 24:38 mahasiswa kita S3 yang melakukan 24:41 penelitian di 24:42 di Brunei. Nah, tetapi itu banyak 24:45 hambatan dia ngomong dengan saya. 24:49 Jadi ee kesimpulannya mulai dari mereka 24:52 yang antusias menggerakkan ekonomi 24:55 syariah untuk apa namanya untuk kategori 24:59 individual, untuk kategori lembaga 25:02 keuangan atau lembaga bisnis yang 25:04 lainnya itu masing-masing merasakan 25:07 adanya ee apa namanya ee hambat bukan 25:11 hambatan ya kesulitan itu 25:14 kesulitan 25:17 kesulitan yang sangat besar ya 25:20 mulai dari kita bisa menyediakan tenaga 25:23 kerja tapi enggak ada apa namanya 25:26 lapangan apa namanya e enggak terserap 25:28 oleh industri. Nah, ini sudah masalah 25:30 mulai dari mereka yang antusias di dalam 25:34 pengembangan diri sebagai entrepreneur, 25:36 sebagai wirausahawan yang ingin 25:39 menegakkan nilai-nilai syariah di dalam 25:40 usahanya juga mendapatkan apa tantangan 25:44 cukup banyak. kesulitan permodalan, 25:47 kemudian kesulitan akses, ya cukup dan 25:51 ya itu tadi konsistensi istikamah di 25:54 dalam manhaj ee ekonomi syariah ini 25:58 perlu perlu 26:00 apa daya tahan yang tinggi. Seringki 26:03 sudah berjalan kemudian jatuh. Bahkan ya 26:08 banyak ya ustaz-ustaz yang yang cerita 26:10 ke saya itu menyatakan bahwa ee 26:14 mengembangkan ekonomi syariah sepertinya 26:16 tidak ada tidak ada visi, tidak ada 26:21 seharusnya bagaimana kita gitu loh ya. 26:24 Kalau kita masuk pesantren misalnya, 26:26 pesantren paling di situ ada koperasi 26:29 ya, koperasi. Koperasinya dinamakan 26:31 koperasi syariah. Itulah lingkup. Tapi 26:34 itu tidak dikembangkan lebih lanjut 26:37 sehingga banyak santri yang pondok 26:40 pesantrennya sendiri sudah punya 26:41 koperasi. Tapi santrinya sendiri tidak 26:44 begitu paham tentang bagaimana ee 26:47 entrepreneurship yang atau bagaimana 26:51 wirausaha yang harus dibina ketika dia 26:53 keluar dari pesantren itu. Karena 26:56 menurut saya itu harusnya ada harus ada 26:59 dampak ya. Koperasi dikelola oleh santri 27:01 dan santri ketika keluar dari pesantren 27:04 dia akan memiliki kompetisi di dalam 27:07 wirausaha syariah. Karena dunia santri 27:10 itu dunia syariah harusnya begitu. 27:12 muamalahnya diberikan di situ sehingga 27:15 bisa memiliki pengetahuan umum tentang 27:18 muamalah syariah. Dan ketika di 27:20 pesantren itu ada apa namanya ee 27:24 koperasi syariah, maka santri dilibatkan 27:26 untuk mengelola pesantren koperasi 27:29 tersebut sehingga ketika dia keluar itu 27:31 punya pengalaman pertama ya 27:33 entrepreneurship 27:35 Islam atau syariah. Yang kedua punya 27:37 maklumat tentang apa namanya pengetahuan 27:39 umum tentang muamalah yang benar. 27:41 harapan kita itu seperti itu. Nah, 27:44 tetapi sekarang ini belum belum ke sana 27:46 sehingga banyak sekali ee sebenarnya 27:49 peluang untuk membina orang-orang atau 27:52 santri atau pelajar tentang muamalah 27:54 syariah dan mempraktikkannya dalam 27:56 lingkungan tempat mereka belajar ini 27:59 belum belum banyak disentuh ya. Belum 28:01 belum banyak disentuh. Nah, padahal ini 28:04 sebetulnya ada itu ya. Jadi kita melihat 28:08 begitu ruet ya. Pertama pengetahuan yang 28:11 kurang mapan. Pengetahuan tentang 28:13 muamalah syariah itu 28:15 tidak semua orang dapat memiliki dengan 28:18 baik. Hanya mereka yang memang masuk 28:21 jurusan atau prodi ekonomi syariah atau 28:23 mereka yang masuk bahkan mereka yang ada 28:25 di pesantren sekalipun tidak di apa 28:27 namanya tidak diberikan ini dengan baik 28:30 ya. Kemudian pengalaman yang kurang 28:32 untuk membina ee keuangan syariah dalam 28:35 ee usaha syariah dalam lingkup yang 28:37 lebih kecil seperti koperasi ini sangat 28:40 kurang. Karena itu maka ya kegagalan 28:43 ataupun merasa begitu berat 28:46 mengembangkan ekonomi mungkin ya kalau 28:49 kita lihat adalah pertama dari 28:51 pengetahuan mereka yang kurang. Hm. 28:53 Yang kedua adalah ee peluang yang ada 28:57 yaitu lembaga kanu yang kecil-kecil yang 28:59 mereka ada di sekitarnya itu kurang 29:01 dimanfaatkan sehingga sebagian besar itu 29:04 malah tidak memberikan kontribusi ke 29:07 dalam pembentukan entrepreneur muslim. 29:09 Ya. 29:10 He. 29:11 Itu itu Mas. 29:12 Nah, Pak Ustaz, apakah itu kan ee 29:16 fakta-fakta ya potretnya tadi ceritanya 29:19 disampaikan? Apakah ini karena ada unsur 29:24 Pak Ustaz, lamanya dunia Islam ini 29:26 mengalami penjajahan Barat yang sekuler 29:29 dan kemudian mereka menanamkan ee 29:31 sekularisme ini di tanah jajahan mereka 29:33 gitu ya. Apalagi kan jajahan Barat 29:35 hampir memenuhi semua daratan Asia 29:38 termasuk negeri ini, Pak Ustaz. 29:40 Itu jawabannya saya kira ya. 29:41 Hm. 29:42 Karena ketika kita dijajah barat itu 29:45 pertama lama 29:48 Indonesia katanya ratusan tahun lah ya. 29:50 Walaupun tidak 350 tahun, tetapi ya 29:53 ratusan tahun ya. 29:54 Heeh. 29:55 Nah, selama ratusan tahun itu kan 29:57 penjajah itu menancapkan sistem keuangan 30:00 mereka di sini atau lembaga keuangannya 30:03 di sini. Mulai dari bank, mulai dari apa 30:07 ya, mulai dari asuransi, pasar modal. 30:10 Dulu Belanda semua ada di sini termasuk 30:14 pegadaian, 30:15 termasuk koperasi ya dan lain sebagainya 30:18 ya. itu semuanya Belanda buat di 30:21 Indonesia. Nah, selama mereka menjajah 30:25 Indonesia, lembaga-lembaga keuangan 30:27 seperti inilah yang 30:29 ditanamkan dan lembaga-lembaga 30:31 pendidikan misalnya perguruan tinggi 30:34 atau lembaga pendidikan tinggi, jurusan 30:36 ekonomi, akuntansi semuanya didirikan 30:38 dalam rangka untuk mensuplai tenaga itu 30:41 ya 30:43 termasuk kedokteran, termasuk perawat 30:45 dan lain sebagainya itu semuanya Belanda 30:47 yang punya. Nah, ketika ini ditanamkan, 30:50 otomatis 30:52 negeri kita ini yang pada waktu itu 30:54 belum merdeka sudah 100% mengikuti ee 31:00 ekonomi, sistem ekonomi yang dibangun 31:01 oleh penjajah. 31:03 Dan itu bukan hanya di kita, semua 31:05 termasuk di Malaysia, termasuk di 31:08 Pakistan, kemudian di Timur Tengah 31:11 semuanya itu ee apa namanya? 31:14 Ada lembaga keuangan negara penjaja dan 31:18 semua dididik untuk menjalankan lembaga 31:20 keuangan seperti ini. Sehingga ketika 31:23 kita merdeka yang tersedia, 31:26 sumber daya manusia yang tersedia adalah 31:28 mereka yang dibina oleh penjajah, dibina 31:31 oleh Belanda. Dan karena itu mereka 31:33 meneruskan apa namanya kolonialisme, 31:36 meneruskan sistem keuangan penjajah itu 31:40 dan tidak pernah berpikir sedikit pun 31:42 bagaimana untuk membikin sistem ekonomi 31:45 Islam. Mungkin kecuali satu yang saya 31:47 lihat ya, yaitu di Pakistan. Karena pada 31:50 waktu itu ketika dia dia apa namanya? 31:52 dia merdeka di bawah pimpinan ee ahli 31:56 jin Muhammad Ali Jina. Dia mengatakan 31:59 bahwa sebagai negara yang merdeka, 32:01 Pakistan harus memiliki sistem keuangan, 32:04 sistem ekonom sendiri. Sistem ekonomi 32:06 itu mesti dari Islam. Itu ada kutipannya 32:09 ya. Jadi sebagai pendiri ya Qawaid Azam 32:13 ya. Qawaid Azam itu pemimpin besar ee 32:15 yang mendirikan Pakistan ya Muhammad Ali 32:17 Zina itu punya visi tentang ekonomi 32:20 Islam. meskipun kemudian pada berikutnya 32:24 perdana menteri perdana menteri atau 32:25 presiden Pak berikutnya ini juga 32:28 mempunyai apa namanya keinginan untuk 32:30 menjadikan ekonomi Islam sebagai ekum 32:33 yang berlaku sampai yang saya tahu itu 32:35 pada waktu Presiden Muhammadiyahul haqq 32:39 tahun antara tahun 1977 sampai 32:43 198 98 32:45 ya ini mengalami 32:48 apa namanya bukan keemasan ya. Artinya 32:52 artinya negara itu mau membentuk ekonomi 32:55 Islam berdasarkan keinginan mereka itu 32:57 ada. Tapi sesudah itu juga enggak ada 32:59 lagi yang ngomong begitu. Jadi akhirnya 33:02 ya balik lagi, balik lagi. He. 33:04 Nah, kalau di Saudi kan kita tahu bahwa 33:08 dia menerapkan syariat di dalam syariah, 33:11 tetapi dalam ekonomi kan dia masih 33:13 menggunakan dual sistem ya, 33:16 dual sistem. Makanya 33:18 di Saudi sendiri itu banyak orang kaya, 33:22 tapi yang orang kayanya yang tidak ingin 33:26 sesuai dengan syariah ya dia keluar ya. 33:29 Ya. Misalkan ada dulu ada tokoh namanya 33:31 Kasogi 33:33 sepatu 33:34 Kasogi Adnan. Kasok Adnan itu kan e apa 33:38 ya? Arm dealer. He. 33:40 Yaitu apa namanya? Pedagang senjata. 33:44 Iya. 33:44 Iya. 33:45 Akhirnya kan gak enggak banyak di 33:47 Saudinya Pangeran Khalid juga begitu. 33:50 Karena apa? Karena dia ini enggak 33:52 mencerminkan 100%. Dia masih mengadopsi 33:55 sistem kapitalis, sistem ribawi dan lain 33:58 sebagainya. Sekalipun porsinya itu sudah 34:01 mulai lebih banyak yang syariat kalau 34:04 dibandingkan sekarang ini ya. Namun 34:06 demikian belum sepenuhnya gitu. Ee itu 34:10 apa namanya? memberikan contoh bagaimana 34:12 dalam lembaga keuangan terutama ee Saudi 34:15 itu masih tetap menggunakan dual banking 34:17 system. yang lain lebih parah juga ya. 34:19 Seperti misalkan ee United Arab Emirat, 34:23 kemudian Qatar, kemudian lain-lain itu 34:26 enggak enggak enggak enggak punya ee 34:28 enggak punya visi bagaimana kapan 34:31 menghilangkan ee apa namanya 34:35 ee pondasi daripada ekonomi kapitalis 34:37 atau ekonomi konvensional yang 34:39 berbasis riba. Karena kita tidak melihat 34:42 bahwa semua harus dibongkar, enggak. 34:44 yang tidak sesuai dengan syariah 34:46 misalkan riba itu kan sudah jelas ya itu 34:50 aja belum bisa kita 34:51 he 34:52 masih di diakomodir dan memang ini berat 34:55 ya secara secara konsep juga berat 34:58 secara implementasi implementasi juga 35:00 berat karena memerlukan dukungan bukan 35:03 hanya ya tokoh tertentu melainkan juga 35:06 mungkin dukungan negara termasuk 35:08 undang-undang dan lain sebagainya. 35:10 Nah, itu jadi pertanyaan juga Pak Ustaz. 35:12 Iya. Kenapa seluruh instrumen finansial 35:15 di seluruh dunia Islam itu akhirnya 35:17 berbasisnya itu riba, 35:19 gor, keharaman sampai kezaliman gitu ya. 35:22 Iya. Ya, itu karena tadi ee apa namanya? 35:26 Mungkin karena penjajahan yang terlalu 35:28 lama ya. Kemudian penjajah menanamkan 35:31 lembaga keuangannya di sini bercokol di 35:34 mana-mana sehingga melahirkan generasi 35:36 seperti ini. Sementara itu 700 tahun 35:39 yang lalu, 700 tahun ee penjajah atau 35:43 Islam mundur dari bangun sejarah itu 35:45 juga turut turut ini turut ee punya 35:48 punya faktor yang cukup besar. H 35:50 karena ketika kaum muslimin mundur dari 35:52 sejarah, maka mereka itu mundur dari 35:55 ekonomi ya, dari perdagangan, 35:59 dari akad-akad yang dulu dipakai untuk 36:01 berdagang. 36:02 Sekarang mereka tidak menggunakan 36:04 akad-akad akad-akad itu selama beratus 36:06 tahun sehingga kita lupa. 36:08 Iya. Iya. 36:09 Ya. Akad misalnya kita akad jual beli 36:11 aja kan kita kan merasa bahwa jual beli 36:13 yang kita lakukan ini benar. Iya kan? 36:15 Padahal banyak yang tidak benar ya. 36:18 Karena apa? Karena kita tidak mengikuti 36:20 muamalah syariah yang benar. Akad-akad 36:23 yang ada di dalam muamalah, fikih-fikih 36:25 muamalah ini cenderung kita tidak 36:27 pelajari dalam kurun ratusan tahun yang 36:29 lalu ya. Sekarang-sekarang ini 36:31 alhamdulillah sudah mulai banyak ya 36:33 orang sudah mulai ee ngajinya sekarang 36:36 ya tetap ngaji fikih ibadah tetapi ngaji 36:39 fikih muamalah di mana-mana sekarang 36:42 sudah 36:42 ingin kembali kepada ee kemurnian 36:45 syariah 36:46 ya. Banyak kita temui 36:48 pengusaha-pengusaha 36:50 yang kelas terli, kelas menengah, kelas 36:53 kelas kakap pun sekarang sibuk untuk 36:56 mencari pengetahuan tentang muamalah. 36:58 Ya, saya juga banyak diminta memberikan 37:01 pencerahan itu ya. 37:02 Tapi memang Pak Ustaz ya 37:04 sekarang aja gitu kalau bicara tentang 37:07 ekonomi Islam, ekonomi syariah, kita 37:09 lebih tahu tentang yang haram-haramnya, 37:12 tentang ribanya, tentang gorornya. Tapi 37:14 ketika ditanya 37:16 instrumen finansial ya sok ya, suku, 37:19 mudarabah, kita malah belum paham itu. 37:21 Kalau riba goror yang haram-haramnya 37:23 kita sudah tahu gitu. [tertawa] 37:26 Jadi ada ada yang pernah ya kita 37:28 bicarakan dengan teman-teman eh 37:30 pertanyaan begini 37:31 supaya gampang kita memberikan 37:33 penjelasannya. Pertanyaannya boleh 37:35 enggak kita bikin koperasi? Iya, 37:38 pertanyaan itu gampang sebetulnya. Boleh 37:40 enggak kita bikin bank? 37:42 Boleh enggak kita bikin atau mendirikan 37:45 asuransi? 37:47 Dari pertanyaan itu jawabannya bagi 37:50 orang yang sudah tahu fikih muamalah 37:52 atau mengenal muamalah dalam Islam, 37:55 jawabannya pasti boleh. 37:56 He. 37:57 Boleh enggak kita mendirikan bank? 37:58 Boleh. Boleh enggak kita mendirikan 38:00 asuransi? Boleh. Boleh enggak kita 38:01 mendirikan koperasi? Boleh. Jawabannya. 38:04 Nah, kalau boleh kenapa susah sekali 38:06 kita mendirikan bank? 38:08 Iya. 38:08 Iya. Kenapa susah sesekali kita 38:10 memberikan koperasi dan ee asuransi? 38:13 Padahal umatnya banyak. 38:14 Iya. Karena yang dilarang itu bukan 38:16 mendirikan banknya. 38:17 Hm. 38:18 Bukan mendirikan asuransinya yang 38:20 dilarang. Yang dilarang itu ee riba. 38:26 Ya. Kita boleh mendirikan bank, tapi 38:28 banknya tidak ada ribanya. Karena yang 38:30 diharamkan itu ribanya. 38:32 Ribanya. 38:33 Begitu juga asuransi boleh kita bikin 38:35 asuransi. Yang diharamkan apanya? 38:37 Gornya. 38:38 Iya kan? 38:39 gor ya. Jadi bukan asuransinya, gornya. 38:43 Nah, segala macam yang dilarang itu 38:45 sebetulnya harus pula tidak ada terwujud 38:49 di dalam lembaga yang kita dirikan. 38:51 Bukan yang kita larang itu bukannya 38:53 mendirikan bank, mendirikan koperasi, 38:55 enggak masalah ya. Sama dengan 38:57 pertanyaan dalam bidang politik 38:59 misalnya, apa hukumnya mendirikan 39:01 partai? Kalau kita jawab dengan hukum 39:04 dasar muamalah boleh saja. 39:07 Nah, asal partai didirikan untuk 39:09 kebaikan ya, untuk memberikan apa 39:12 namanya kekuatan bagaimana supaya 39:15 kelompok yang ini bisa me apa namanya 39:19 menegakkan nilai-nilai yang baik bagi 39:21 bangsa ini. 39:22 Ya kan gitu. 39:23 Sedangkan kalau perti didirikan untuk 39:26 membikin kerusuhan, membikin ee kearan, 39:30 maka tidak boleh. yang di yang dilkan 39:32 keunarannya itu ya kerusakannya itu yang 39:35 tidak diperbolehkan memberikan partti 39:37 silakan kalau dalam hal ini. Begitu juga 39:40 pertanyaan tentang tadi ya. Nah, 39:43 karena yang dilarang itu bercokol kuat 39:47 sulit untuk kita hilangkan dan boleh 39:49 dikatakan tidak ada 39:52 cara bagaimana menghilangkan sulitlah 39:54 bagi kita ini bagaimana berpikir 39:56 menjadikan menghilangkan riba misalnya. 39:58 Hm. 39:59 bahwa pada tataran negara aja sulit ya. 40:02 Ya, belum ada negara di dunia ini yang 40:03 berhasil ya. Saya lama di Pakistan dan 40:06 waktu itu masih ada Presiden Jul Haq. 40:08 Dia bikin ee bikin namanya Islamic 40:12 Ideologi Counil, Dewan Ideologi Islam 40:15 Pakistan 40:16 yang membikin food e blueprint untuk 40:20 menjadikan Pakistan menuju tidak ada 40:23 riba ya. how to eliminate interest from 40:27 the economy. Itu kan buku yang dibuat 40:30 oleh Islamic ideologi Council ada ya. 40:34 Tapi sekarang belum ya. Makanya bagi 40:37 saudara-saudara atau bagi teman-teman 40:39 yang bergerak dalam bidang ekonomi 40:42 syariah atau bisnis syariah, 40:44 entrepreneurship syariah, ya jangan 40:47 kecil hati kita menghadapi dominasi ee 40:52 struktural daripada riba, daripada goror 40:55 yang sudah begitu kuat, tapi tetap kita 40:59 bisa melakukannya, tetap kita bisa 41:01 melakukan produksi, kita bisa melakukan 41:04 ee marketing, kita bisa melakukan 41:06 konsumsi terhadap barang-barang yang 41:08 yang sepenuhnya itu halal ya 41:11 meskipun apa namanya tidak tidak apa 41:15 namanya tidak gampang untuk menembus 41:17 yang lain-lain ya tapi skala individu 41:21 termasuk skala bisnis kita ada ruang 41:24 untuk tetap ee bergerak dalam koridor 41:27 halalan thayibah atau syariah ya 41:31 saya kira itu, Mas. 41:32 Baik. Baik, Ustaz. Tidak terasa nih 41:35 sudah sampai jam 10. Pak Ustaz ya. Kita 41:38 akan jeda dulu Pak Ustaz. Ikhwan akhwat, 41:40 saat ini Anda sedang menyimak siaran 41:42 live kajian ekonomi Islam bersama Ustaz 41:45 Iwan Basri. Kenapa perjuangan menegakkan 41:48 ekonomi Islam terasa begitu berat? Kami 41:51 mengundang Anda untuk bergabung. Silakan 41:53 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 41:55 ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 42:01 Kami akan kembali. tetaplah 42:09 [musik] 42:18 [musik] 42:28 silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 42:30 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 42:32 Allah subhanahu wa taala. Terima kasih 42:34 masih bersama kami dalam kajian ekonomi 42:36 Islam. Di edisi hari ini kita mengangkat 42:41 topik mengenai kenapa perjuangan 42:44 menegakkan ekonomi Islam terasa begitu 42:46 berat. 42:48 Ibu Sri menyimak. Alhamdulillah. 42:52 Begituun Bu Vina, Ibu Siti, juga Ibu 42:56 Retno menyimak siaran di kesempatan kali 42:59 ini. Sementara itu, Pak Abdullah di 43:01 Bogor menyampaikan pertanyaan. 43:02 Asalamualaikum warahmatullahi 43:04 wabarakatuh. 43:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:06 wabarakatuh. 43:06 Pak Ustaz, apakah karena globalisasi 43:10 selama puluhan tahun Barat yang memegang 43:13 ekonomi Islam akhirnya tidak bisa 43:15 mengambil peran dan tidak bisa 43:17 beradaptasi dengan negara-negara Islam 43:19 sendiri? perubahan ekonominya secara 43:22 global Islamnya malah tertinggal. 43:24 Bagaimana menurut Pak Ustaz? 43:27 Terima kasih 43:28 ee Pak Abdullah yang menyimak siaran 43:30 kita di pagi hari ini. Itu termasuk juga 43:33 salah satu faktor ya bahwa terlalu lama 43:37 penjajahan terhadap negeri-negeri muslim 43:40 ini maka salah satu hasilnya adalah kaum 43:44 intelektual atau kaum terdidik itu 43:46 sangat terbatas. 43:48 Iya. 43:50 Bahkan terdidik yang ada itu semuanya 43:52 konven, 43:54 semuanya konvent. Enggak ada hubungannya 43:56 dengan saya sama sekali. 43:57 He. 43:58 Karena mereka lulus dari lembaga 44:00 pendidikan dari penjajah ya. Orang-orang 44:03 kita yang dididik oleh Belanda ya. H 44:05 itu rata-rata menjadi Belanda walaupun 44:08 Belanda hitam istilahnya gitu ya. 44:10 Ini ada pengaruh bidang lain enggak, Pak 44:12 Ustaz? Karena kalau enggak bisa 44:13 beradaptasi dengan globalisasi mungkin 44:16 bukan masalah ekonomi aja. 44:17 Iya. Ya, ini maksudnya saya ingin 44:19 menjawab ee gak langsung ya. 44:21 Heeh. He. 44:22 Dari situ kita ini merasa ada minder. 44:27 Hm. 44:28 Minderan 44:29 karena terjajah itu ya. 44:30 Iya. Tidak. Tidak. Kita ini selalu 44:32 seperti melihat penjajah itu seperti 44:34 tuan. 44:35 H. 44:35 Iya. Dan itu sampai sekarang itu 44:38 rata-rata kalau orang yang saya alami ya 44:41 bukan saya meneralkan 44:43 ee kita kalau belajarnya di Indonesia 44:46 dalam negeri terus kita setelah 44:50 selesai jadi sarjana atau jadi dosen 44:52 atau apa kita ke luar negeri 44:55 itu biasanya kita merasa kurang kurang 44:58 iya kurang PD 44:59 tapi beda dengan mahasiswa yang memang 45:02 ya kita belajar di sini tapi kemudian 45:04 dikirim ke luar negeri ke Eropa apa ke 45:06 Amerika, ke Jepang itu rasa PD-nya beda. 45:09 He 45:09 saya juga merasa begitu. [tertawa] 45:12 Jadi kita menghadapi orang Er biasa aja 45:14 akhirnya. 45:15 He 45:15 itu. Dan itu bukan hanya di dalam sikap, 45:18 termasuk juga ee kemampuan membawa 45:21 ketika kita ini memiliki sesuatu yang 45:23 harus kita over ya. Jadi sama-sama kom 45:26 intelektual tapi kita mempunyai tempat 45:29 yang sama. yang saya pandang benar-benar 45:32 tidak membedakan atau dia punya rasa 45:35 beda yang tinggi 45:36 he 45:36 itu Presiden Habibi ya itu dengan 45:40 Amerika dengan siapapun ilmu manaun dia 45:43 PD gitu dan saya inginkan seperti itu 45:45 bahwa kita ini mempunyai ee mempunyai 45:48 kesamaan ya sehingga kita tidak pernah 45:50 minder kepada siapapun. Nah, di sini 45:53 kita merasa bahwa ketika 45:56 ee penjaja itu keluar dari negara yang 45:58 dijajah, sumber daya manusia yang 46:01 harusnya ee mengendalikan negara dan 46:04 ekonomi negara ini masih tidak siap 46:07 secara mental dengan apa yang diwariskan 46:09 oleh penjajah. Dan itu menimbulkan apa? 46:12 Menimbulkan kita tidak PD. Tidak PD 46:15 dalam hampir segala hal. Termasuk tidak 46:17 BD ketika kita mempunyai sistem ekonomi 46:19 Islam sendiri ya. sistem ekonomi yang 46:22 kita klaim lebih adil, 46:25 lebih bersih, ya yang akan memperkuat 46:29 karakter kaum muslimin baik secara 46:31 individu maupun sebagai suatu kesatuan. 46:33 Ini kita enggak PD ya. Nah, kita 46:36 berbicara tentang ekonomi yang berbasis 46:39 mudarabah, berbasis musyarakah ini masih 46:42 kurang kurang apa namanya banyak belum 46:47 belum banyak dan tidak begitu PD gitu 46:49 loh. Sehingga apa? sehingga kita itu 46:52 tidak bisa memberikan contoh bagaimana, 46:55 belum bisa memberikan contoh bagaimana 46:57 ini adalah sebuah lembaga yang lebih 46:59 baik ya secara teoritis iya itu lebih 47:02 baik tetapi bagaimana kita membawa 47:05 lembaga yang berbasis non riba, berbasis 47:09 ee mudarabah musyarakah yang kita adopsi 47:11 dari muamalah Islam ini ee belum begitu 47:16 memberi belum belum bisa memberikan 47:18 sesuatu kepada Barat ya. kita kurang PD 47:21 kalau menal karena kita sudah pernah ya 47:24 ke mana itu ke ke 47:26 Inggris ke London ya kita konferensi di 47:28 sana sekalipun sebagian yang kita lihat 47:32 itu banyak antusias orang-orang ini 47:34 orang-orang Barat terhadap ekonomi Islam 47:37 itu masih sangat kecil banget sama masih 47:40 sangat kecil banget i ya 47:42 pengarang-pengarang ataupun ekonom yang 47:44 kelas dunia itu belum belum ada satupun 47:46 yang ini ee yakin ini mereka masih yakin 47:49 dengan bunga sebagai satu-satunya sistem 47:52 ekonomi yang atau konvensional sebagai 47:54 satunya ekonomi yang bisa bertahan. Tapi 47:57 pengikut daripada mereka ee yaitu 48:01 mahasiswa ataupun para dosen ataupun 48:03 intelektual di bidang kuntomi ya 48:05 sekarang mulai mulai ini mulai mulai ada 48:08 perhatian. Misalnya [mendengus] kalau 48:10 kita baca di dalam sebuah ee tekbook 48:13 misalkan katakanlah tekbook ekonomi yang 48:15 ditulis oleh orang-orang Barat yang 48:17 dikeluarkan mungkin tahun 2012 ke sini 48:21 sudah ada sebagian itu yang mengadopsi 48:24 ee beberapa term ekonomi Islam ya 48:27 misalnya mudurabah misal musyarakah dan 48:29 lain sebagainya itu itu sudah mulai ada 48:31 ya tetapi itu sangat kecil ini 48:34 menunjukkan bahwa hasilnya belum ada dan 48:37 kita mengapa hasilnya belum ada karena 48:39 kita mengalami apa yang kita sebut tadi 48:42 itu ee keminderan gitu loh. Keminderan 48:45 ya kurang tidak PD ya. Meskipun tidak 48:48 semuanya benar begitu. Banyak guru-guru 48:50 saya yang e ceramah di Harfah, ceramah 48:53 di MIT itu PD aja ya. Ya seperti Dr. 48:59 Umar Sapra, Profesor Bursid Ahmad, 49:01 Anijatullah Siddiq ini beliau di 49:03 mana-mana setara itu kelihatannya. 49:06 Iya. Tapi belakangan berikutnya ini 49:09 harus kita bangun lagi generasi-generasi 49:11 seperti itu yang mampu membawa ee 49:14 ekonomi Islam itu sehingga ee para ahli 49:17 ee intelektual, orang-orang 49:20 berpendidikan di itu menjadi lebih 49:22 tertarik dan mengakui dakwah ekonomi 49:25 Islam sangat penting dalam hal ini. Ya, 49:27 ini saya menjaji, Pak Abdullah ya. 49:30 Iya. 49:30 Iya. 49:32 Terus apakah mungkin Pak Ustaz 49:35 supremasinya umat Islam ini bisa 49:37 terwujud tanpa keunggulan ekonomi Islam? 49:39 Kalau kita lihat dari sisi ekonominya 49:41 saja nih, Pak Ustaz. 49:42 Saya rasa enggak ya. Artinya begini, 49:45 supervasi umat Islam terhadap umat lain 49:47 itu mesti ada juga superi dalam ekonomi. 49:50 He. 49:51 Tidak hanya militer. 49:54 Kalau militer itu kan ee berumur singkat 49:59 jikalau tidak didukung oleh kekuatan 50:01 ekonomi. Ya. 50:02 Hm. 50:03 Ya. Jadi, suprimasi umat Islam ini akan 50:06 bisa unggul kelihatan sekali apabila 50:10 dalam bidang ekonomi mereka unggul. Ya, 50:13 kalau tidak unggul dalam bidang komisi, 50:15 sulit kita itu dihormati orang lain. Iya 50:18 kan? 50:19 kita aja 50:21 kita aja ya dari sisi ekonomi seperti 50:23 negara-negara Timur Tengah yang kita 50:25 sebut petrol dolar itu walaupun 50:29 ekonominya 50:30 relatif dibandingkan dengan Indonesia 50:32 lebih baik tapi kan tidak dibandingkan 50:35 dengan Barat dengan Inggris dengan apa 50:36 itu enggak enggak enggak masih dibawa 50:39 gitu loh 50:39 karena negara-negara ini negara yang 50:41 hanya mengendalikan satu sumber 50:42 pendapatan minyak dan gas tapi kalau 50:46 seperti Eropa itu kan teknolog teknologi 50:49 pengetahuan ya hasil negara itu 50:51 berdasarkan pengetahuan dan teknologi 50:53 gitu loh. Produk-produk mereka itu 50:54 berdasarkan pada riset dan teknologi. 50:57 Tidak hanya dalam satu bidang, hampir di 50:59 seluruh bidang. 51:00 Itu sebabnya maka pendapatan mereka itu 51:02 tinggi. K Israel itu sebetulnya kan dari 51:06 mana pendapatannya. 51:07 Iya 51:07 kan dia menggunakan ee seluruh penduduk 51:10 Israel itu kan pendidikannya tinggi 51:11 sekali. He 51:12 mungkin paling tinggi di dunia sehingga 51:14 ee karena pendidikan tinggi cara 51:17 kerjanya itu menggunakan teknologi yang 51:18 tinggi dan akhirnya bisa diversifikasi 51:22 semua usaha ya tidak hanya minyak dia 51:24 enggak punya minyak dia minyak ambil 51:26 dari luar kemudian diolah di situ ya 51:28 kalau beda dengan Arab atau 51:30 negara-negara Timur Tengah dia itu 51:32 single income resources ya satu saja 51:36 sumata apa sumber pendapatannya itu dari 51:40 oil and gas 51:41 meskipun sekarang ada usaha itu untuk 51:44 diversifikasi, tapi negara-negara ini 51:46 ekonominya tidak begitu baik 51:48 dibandingkan dengan Eropa walaupun 51:51 perkapita income-nya tinggi. 51:52 He. 51:53 Iya. 51:54 Iya. Tapi Eropa itu tinggi sekali ya. 51:56 Ya. Rata-rata di atas 70.000 dolar per 52:01 kapita itu 52:02 per kapita 52:03 itu setara dengan Qatar. Apalagi kita 52:06 jauh di bawah ya. 52:07 Kita 10.000 Raz [tertawa] dikurangi 52:09 5.000 52:10 dikurangi 5.000 harapannya 52:13 iya harapannya Rp10.000 [tertawa] 52:14 Iya. 52:15 Iya. Mudah-mudahan ya. 52:17 Hm. 52:19 Gitu. [mendengus] 52:20 Baik. Selanjutnya Pak Ustaz ya ini dari 52:23 tidak menyebutkan nama. Asalamualaikum 52:25 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikums 52:27 Pak Ustaz tadi disebutkan bagaimana 52:28 penguatan SDM melalui pendidikan ataupun 52:33 pelatihan-pelatihan dari mulai pondok 52:35 pesantren. Sepertinya Pak Ustaz harus 52:37 ada juga sertifikasi khusus karena 52:40 enggak semua orang ini paham ekonomi 52:41 syariah. Bidang ekonomi syariah. Terima 52:45 kasih, Pak Ustaz. 52:45 Iya, terima kasih. Ini saran ya. H 52:48 saya itu termasuk ee memperjuangkan 52:51 ekonomi syariah dari pendidikan 52:52 h 52:53 bahkan dari pendidikan ee dasar dan 52:56 menengah ya. He 52:57 sudah ada kita buat contoh bagaimana 52:59 memperkenalkan ekonomi syariah itu 53:01 kepada mahasiswa mulai dari SMP ya SD 53:05 juga tapi SD enggak kita kembangkan tapi 53:07 SMP SMA 53:09 yang kita cocokkan dengan kita juga 53:11 perkenalkan dengan beberapa SMA di 53:13 Jakarta ini. 53:14 Nah kalau yang perguruan tinggi sudah 53:16 banyak itu banyak sekali mereka-mereka 53:18 yang sekarang 53:19 terjun di dalam bidang ini ya. Nah, ini 53:22 menunjukkan betapa apa kita kita perlu 53:25 untuk memberikan pendidikan ekonomi 53:28 syariah itu mulai dari dasar sekali ya. 53:32 Dasar mungkin mulai dari kita 53:34 mengenalkan kata-kata akad saja itu 53:37 gimana jual beli itu bagaimana. 53:39 Heeh. 53:39 Iya. Di kita kan ada ini di SD 53:42 silaturahim ini kan ada SMP apa ya? 53:44 Ada SMP. SMP 53:45 ada jualan bagaimana? Cari jualan yang 53:47 besar gitu kan. 53:48 Iya. ini memperkenalkan bahwa jualan itu 53:51 walaupun itu semua orang bisa melakukan 53:53 tetapi kita dalam hal ini menanamkan 53:56 nilai-nilai Islam di dalam jual beli 53:58 penting. 54:00 Apa rukun jual beli? Apa konsekuensinya 54:04 jika salah satu rukun dari jual beli itu 54:06 enggak ada misalnya. Ini ini harus 54:09 diketahui ya. Sehingga kita itu ngerti 54:11 jual beli dalam Islam itu bagaimana. 54:14 Tidak hanya jual beli ya semua orang itu 54:16 kalau jual beli bisa. itu kalau jual 54:18 beli bagaimana dengan kita menyewa suatu 54:21 barang hukumnya bagaimana? Bagaimana 54:24 kita berkongsi ngumpulin modal dari satu 54:27 orang kepada orang yang lain? Bagaimana 54:29 cara bagi hasilnya dan seterusnya? Ini 54:30 ini semuanya harus kita kenalkan dan ini 54:33 semuanya bisa kita lakukan tanpa 54:35 menggunakan apa yang disebut dengan 54:36 riba. Tanpa riba ya 54:39 karena kita bagai hasil dari pendapatan 54:41 ya. kita kongsi apa namanya ABC modal 30 54:46 30 33 misalkan kemudian kita usaha 54:50 bersama bertiga. Nah, keuntungan yang 54:52 muncul dari usaha bersama ini kita bagi 54:55 H 54:55 yang adil kayak gimana Al-Qur'an apa 54:57 syarah memberikan hal itu. Usaha apa 55:00 saja yang boleh kita lakukan? Bagaimana 55:02 jika ada yang curang? Bagaimana jika ada 55:05 yang tidak mau bekerja tapi dia stor 55:08 modal saja dan lain sebagainya. H 55:11 ini bisa kita kembangkan gitu. Nah, 55:14 makanya kalau kita lihat implementasi 55:17 ekonomi pada zaman saadet itu apa ya itu 55:21 mampu memberikan kontribusi kepada 55:23 masyarakat Islam luar biasa walaupun 55:25 usaha pengusaha-pengusaha enggak banyak. 55:27 I 55:27 misalnya Utsman bin Affan ee Abdurrahman 55:30 bin Auf ya tokoh-tokoh beberapa gelintir 55:33 sahabat. Tapi hasil yang mereka lakukan 55:36 itu bisa memenuhi keutan hajat daripada 55:38 masyarakat Islam semuanya. gitu kan. 55:41 Yang kedua adalah mereka ini 55:43 pengusaha-pengusaha ini pada zaman 55:45 Rasulullah itu bukan dengan model 55:47 sendiri tapi 55:49 join join venture ya model ventura. 55:53 Sebagian hanya menanamkan modal 55:56 sebagian menanamkan modal dan ikut 55:58 bekerja dan ada yang bekerja saja 56:01 begitu. Nah, itu bisa memberikan begitu 56:04 banyak kebaikan kepada masyarakat pada 56:06 waktu itu. Nah, nah kita ini sekarang 56:10 salah satu kesulitan yang dari 56:13 teman-teman yang lakukan adalah ya ini 56:16 karena pengalaman kita ya sulit kita ini 56:18 berkongsi dengan orang walaupun kepada 56:20 muslim sendiri. 56:21 Iya. ya berkongsi di awalnya beberapa 56:24 saat bubar 56:26 i kan gak bisa bertahan lama dan 56:28 berkongsi kita bikin kongsi beberapa 56:30 orang kita masuk tidak lama kemudian 56:32 satu khianat ya terhadap yang lain 56:35 akhirnya usaha itu bubar jalan 56:38 nah ini perlu kita ee memiliki fikih apa 56:42 fikih muamalah yang tangguh dan 56:44 bagaimana meng mengimplementasikan 56:47 dengan baik supaya kita ini dapat berkat 56:50 ee berkahnya dari ee menegakkan fikih 56:53 muamalah dalam bidang maliah ini. Itu 56:56 Mas. 56:56 Baik, selanjutnya ada Pak Tejo. 56:59 Asalamualaikum warahmatullahi 57:00 wabarakatuh. 57:01 Waalaikumsalam. 57:02 Izin komentar, Pak Ustaz. Tadi sudah 57:03 ditanyakan oleh Mas Angga. Kenapa sistem 57:05 ekonomi dunia saat ini termasuk di 57:08 negeri kita dominan riba? Saya mencoba 57:11 berpendapat seperti ini, Pak Ustaz. 57:13 Satu, dalam sejarahnya Islam masuk 57:16 Indonesia itu belum lengkap. Kedua, 57:19 pemahaman terhadap ekonomi Islam secara 57:21 utuh termasuk manfaatnya sepertinya 57:23 belum tersosialisasi luas di masyarakat. 57:26 Ketiga, keimanan umat Islam masih lemah 57:29 sehingga daya juang menegakkan ekonomi 57:31 Islamnya lemah juga. Yang keempat, 57:33 kehidupan ini pertarungan antara 57:35 orang-orang yang berjalan di jalan Allah 57:38 dan yang berjalan di jalan Thaagut. 57:41 Jadi, ada dua jalan. Yang kelima, Yahudi 57:44 konon mengamalkan beberapa ayat 57:46 Al-Qur'an, namun bukan untuk ketaatan 57:47 kepada Allah sehingga mereka bisa maju 57:51 qadarullah. Apakah sunatullah? Terima 57:53 kasih, Pak Ustaz. Wasalam. 57:54 Terima kasih. Ada namanya enggak ada? 57:56 Patejo [berdehem] Sukmono. 57:57 Patejo saya setuju sem setuju semuanya. 58:01 Iya. Cuman yang kelima itu ya harus ada 58:05 penjelasan lebih rinci ya. Tapi yang 1 2 58:08 3 dan 4 I agree. [berdehem] 58:12 Iya. 58:12 Saya sebenarnya setuju ya menambah 58:13 wawasan ini Pak Tejo ya. Heeh. He. 58:15 Ya. Yang lima itu nanti kita kaji 58:17 bersama 58:18 ya. 58:19 Tapi memang seperti itulah salah satu 58:22 daripada kenapa kita menjadi seperti 58:24 ini. Faktor yang lima tadi terutama yang 58:26 1 2 3 4 ini benar semuanya. 58:28 Heeh. 58:29 I fully agree with you. Oke Mas Ang. 58:33 Baik. itu Pak Ustaz menjadi ee komentar 58:37 dan pertanyaan terakhir ya bisa kita 58:38 jawab di kesempatan kali ini sebagai 58:41 seluruh ee bahasan kita penutup dari Pak 58:44 Ustaz itu apa yang diingatkan kepada 58:45 pendengar. Terima kasih Mas Angga para 58:48 pemirsa Rasil TV dan para pendengar 58:51 radio silaturahim yang dirahmati Allah 58:52 subhanahu wa taala. 58:54 ee kepada saudara-saudara sekalian yang 58:58 punya entusiasme yang tinggi untuk 59:02 mengamalkan ee fikih muamalah dalam 59:05 bidang ee perdagangan, dalam bidang 59:08 ekonomi dan komersial. ini kita 59:12 merasakan bahwa selama usaha kita ini 59:15 belum mendapatkan hasil yang sesuai 59:17 dengan harapan kita, maka janganlah kita 59:20 ini putus asa karena begitu beratnya 59:23 tantangan di lapangan ya. Tantangan yang 59:26 di lapangan itu memang berat ya. 59:27 Terutama adalah dominasi riba, dominasi 59:31 gor, dominasi judi, ya. Judi di dalamnya 59:35 judul H 59:36 yang luar biasa. Kemudian ee apa 59:41 namanya? Trik-trik yang dipakai ya. 59:43 Trik-trik itu biasanya tidak sepenuhnya 59:45 benar secara syariah, tapi dipakai oleh 59:48 orang lain untuk mendominasi daripada 59:51 keinginan mereka atau mengkontrol 59:53 sebagian daripada sumber daya yang ada. 59:56 Karena itu maka kita berhadapan dengan 59:58 hal ya berhadapan dengan luar biasa. nih 1:00:01 mulai trik, mulai mekanisme, mulai apa 1:00:06 namanya ee rezine atau namanya itu 1:00:09 merekayasa dan lain sebagainya. 1:00:11 He. 1:00:12 Sehingga kita ini menghadapi tantangan 1:00:14 yang tidak tidak sungguh tidak mudah. 1:00:16 Nah, karena itu kembali kepada pada 1:00:20 prinsip kita bahwa yang kita kejar itu 1:00:23 bukan d hasilnya banyaknya atau gimana, 1:00:26 tapi yang kita kejar adalah hasil itu 1:00:30 sesuai dengan syariah. apa gunanya kita 1:00:33 ee melakukan usaha bisnis 1:00:35 entrepreneurship 1:00:37 mungkin menguasai negara atau kawasan 1:00:39 tertentu, tapi itu semuanya tidak kita 1:00:42 peroleh dengan yang baik dengan sesuai 1:00:45 dengan ee apa namanya? kaidah islamiah, 1:00:48 kaidah muamalah islamiah. Mungkin 1:00:51 sebagian besar apa yang kita peroleh dan 1:00:53 kita capai dari usaha-usaha komersial 1:00:56 itu sebagian besar mungkin malah 1:00:57 diharamkan oleh Allah Subhanahu wa 1:00:59 taala. Kalau yang seperti itu kita 1:01:01 dapatkan, maka tidak ada kebanggaan sama 1:01:04 sekali. Karena harta yang kita peroleh 1:01:06 dari cara yang tidak benar akan menjadi 1:01:08 haram dan akhirnya akan merugikan kita 1:01:11 sendiri. Maka di sini ekonomi Islam itu 1:01:15 bukan melihat hasilnya yang besar tapi 1:01:17 caranya yang benar. Ya, yang mula-mula 1:01:19 ada caranya ya. caranya yang benar 1:01:21 dengan cara kita menghindari hal yang 1:01:23 diharamkan yaitu ya sudah kita katakan 1:01:26 tadi riba goro dan lain sebagainya itu 1:01:29 ee tetapi apa namanya kita jangan jangan 1:01:34 apa ya pada saat kita dalam keadaan 1:01:36 terpuruk kemudian kita ee lemas kita 1:01:39 tidak punya semangat untuk bergerak 1:01:40 karena kita keberatan atau tidak tahan 1:01:43 melihatkan tangan, kemudian kita mundur 1:01:46 dan akhirnya kita kompromi. Nah, itu 1:01:48 yang yang tidak harus kita lakukan ya. 1:01:53 Bisnis memang turun naik, kadang baik 1:01:55 kadang tidak ya. Tapi kalau kita merasa 1:01:58 bahwa ajaran Islam ini ajarannya di 1:02:01 dalam muamalah maliah, bisnis dan lain 1:02:04 sebagainya ini sangat baik, bernilai 1:02:07 tinggi ya kita apa namanya kita adopsi 1:02:12 menjadi bagian daripada kehidupan kita, 1:02:14 way of life kita dalam bidang ekonomi 1:02:17 dan komersial. untuk mendapatkan 1:02:19 fadlullah ya. Karena fadlullah itu bisa 1:02:21 dicapai dengan cara yang baik ya. 1:02:23 Jangan sampai kita berbicara 1:02:25 apa namanya yang sulit, yang haram aja 1:02:28 gak susah apalagi yang halal enggak 1:02:29 boleh begitu ya. Yang kita inginkan 1:02:32 adalah bahwa kita memperoleh fadlullah 1:02:35 yaitu keuntungan dari usaha ini caranya 1:02:37 benar sehingga apa yang kita peroleh itu 1:02:40 benar secara syariah dan akhirnya 1:02:42 menjadi berkah baru dalam kehidupan 1:02:44 kita. Jangan tertarik kepada keuntungan 1:02:47 sesaat. 1:02:48 yang itu tidak mendapat dari Allah. Nah, 1:02:50 di sini kita perlu konsisten dalam 1:02:53 setiap saat ya. Ketika berusaha harus 1:02:56 kita camkan itu. Jangan sampai kita 1:03:00 kalah dengan nafsu sehingga akhirnya 1:03:02 kita tidak begitu apa namanya 1:03:06 memperhatikan hal-hal yang diharamkan 1:03:10 oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya kira 1:03:12 itu Mas ya. 1:03:12 Baik, Pak Ustaz. Demikianlah ikhwan 1:03:15 akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa 1:03:16 taala. Kajian ekonomi Islam kita edisi 1:03:19 hari ini bersama guru kita Ustaz Ihwan 1:03:21 Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan 1:03:24 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:03:26 banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf 1:03:28 atas segala kesalahan kata. Kami undur 1:03:30 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:03:31 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:03:33 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:03:35 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:37 wabarakatuh.