Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain ala umurid dunya waddin wasalatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasbihi ajmain. Rabbi zidni ilma
- allahumfani bima alamtani waimni ma
- yangfa warzuqni ilman yangfuni.
- Dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari
- ini? Semoga kabar Anda di mana pun saja
- Anda berada menyimak siaran kami selalu
- dalam keadaan sehat walafiat.
- Senang sekali di pagi hari ini, Yohan Ah
- saya Angga Aminuddin ditemani oleh Algi
- di meja operator, ada Ondi di kameramen
- dapat kembali menyapa Anda. Kami hadir
- di edisi hari Selasa ini 5 Agustus 2024
- dalam kajian ekonomi Islam. Dan kajian
- ekonomi Islam kita bersama narasumber
- dari Dewan Syariah Nasional Majelis
- Ulama Indonesia yang alhamdulillah
- beliau telah hadir di studio, Ustaz
- Ikhwan Basri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana, Pak Ustaz kabarnya hari ini?
- Alhamdulillah sudah hujan kemarin.
- Alhamdulillah.
- Sejuk
- itu. Kan panas ya sudah beberapa hari
- bahkan beberapa minggu tahu-tahu dikasih
- hujan.
- Alhamdulillah.
- Rata tuh, Pak Ustaz beberapa daerah ya,
- termasuk siaran Rasil juga yang di
- Sukabumi juga
- hujan hujan petir. Bahkan
- menghapus kembali. Ini kita masuk di
- bulan Agustus, Pak Ustaz. ya
- sudah masuk di bulan Agustus bulan
- kemerdekaan.
- Ee
- hud-nya ini yang sudah masuk ke 80 tahun
- nih, Pak Ustaz. Dan di kesempatan kali
- ini, Ikhwan Akhwat, insyaallah kita akan
- membahas topik mengenai kenapa
- perjuangan menegakkan ekonomi Islam
- terasa begitu berat. Nah, ini jadi
- pertanyaan sebenarnya, kenapa berat
- banget perjuangannya gitu ya? Menegakkan
- ekonomi Islam. Apalagi kalau kita lihat
- mengaca dari institusinya, institusi
- negara lah ya. Sekarang itu sepertinya
- sulit ingin kita katakan mana model
- sebuah negara yang betul-betul
- menjalankan ekonomi Islam. Pertanyaannya
- kenapa bisa begitu gitu? Kenapa bisa
- begitu? Mungkin kalau model-model kecil,
- komunitas mungkin sudah banyak gitu yang
- melaksanakan itu dan juga ada yang apa
- komit, konsisten gitu ya. Karena sampai
- sekarang juga praktik-praktik ilmu
- syariah juga masih berjalan gitu ya.
- Namun ee tadi ketika banyak orang yang
- mempertanyakan yang menerapkannya itu
- sebagai institusi negara nih jadi
- pertanyaan besar. Nah, ini juga yang
- akan kita bahas. Kita akan lebih banyak
- melihat sebenarnya ee fakta-faktanya itu
- seperti apa gitu ya. Dunia Islam itu
- latar belakangnya apa hingga seperti
- itu. Dan kami juga mengundang Anda, Ihan
- Ahwad untuk bergabung. Silakan sampaikan
- pertanyaan atau komentar mengenai apa
- yang kami bahas di kesempatan kali ini
- ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720.
- Baik, Pak Ustaz. Bagaimana mengawali
- kajian kita mengenai kenapa perjuangan
- menegakkan ekonomi Islam terasa begitu
- berat? Tafadol ya, Ustaz. [berdehem]
- Terima kasih, Mas Angangga.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil iya wal mursalin
- nabiina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabihi ajmain. Amma ba'du. [berdehem]
- Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- radio silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Alhamdulillah
- kita bersyukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala atas segala curahan
- rahmatnya, hidayahnya, taufiknya kepada
- kita sekalian.
- Hingga pada pagi hari ini kita bisa
- berjumpa secara [berdehem]
- online
- ee melalui gelombang udara setelah
- seminggu yang lalu kita off karena
- banyaknya kesibukan yang menyita waktu
- kita dan alhamdulillah ee kita juga
- bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa
- taala yang ada di lingkungan Jelengsi
- Bogor. Kemarin kita sudah diguyur hujan
- setelah beberapa minggu kalau enggak
- salah ya. kita itu ee panas dan mulai
- banyak debu. Alhamdulillah
- wasyukrulillah
- Allah turunkan hujan sebagai rahmat
- kepada hamba-Nya.
- Dan pada pagi hari ini kita ee diberi ee
- apa namanya tema oleh Masangga itu
- kenapa
- terasa sekali berat susah ya
- memperjuangkan ekonomi Islam. Bahkan
- dikatakan bahwa sekarang ini pun kita
- belum bisa melihat mana di antara negara
- muslim ini yang yang benar-benar
- mencerminkan
- ekonomi Islam atau ekonomi syariah.
- sehingga kita bikin kita bisa buat atau
- paling tidak kita punya contoh ya ee
- yang baik untuk kita [batuk]
- ee panuti untuk kita apa jadikan teladan
- dalam hal mengembangkan ekonomi Islam.
- Nah, sebetulnya banyak sekali apa itu
- cerita, kasus dan juga ee
- pengalaman-pengalaman baik itu individu
- [berdehem] ataupun korporat yang
- berjuang berjuang untuk menegakkan
- ekonomi syariah dalam lingkup individu
- ataupun dalam lingkup korporasi,
- tetapi kemudian ee tidak berjalan dengan
- baik dan akhirnya ee tidak membuahkan
- hasil yang baik ya. Nah, banyak sekali
- contoh ya orang maupun
- korporasi yang seperti ini. Sehingga
- sebagian dari kalangan yang kita ikuti
- diskusi bersama itu menyimpulkan bahwa
- ee ternyata memperjuangkan ekonomi Islam
- itu berat. ya berat dalam arti kata
- bahwa ee tidak bisa
- kita memperjuangkan itu dalam waktu yang
- singkat atau dalam waktu yang katakanlah
- menengah gitu. Karena apa yang kita
- capai selama berpuluh-puluh tahun lewat
- ee institusi itu ee tidak menunjukkan ee
- perkembangan yang menggembirakan ya kan.
- Tetapi dalam kasus individu sekalipun
- banyak yang kemudian tidak bertahan dan
- akhirnya menyerah ya karena tidak begitu
- ee tahan terhadap keadaan ya. terutama
- adalah seperti yang kita katakan pada
- beberapa waktu yang lalu, dominasi riba,
- dominasi
- bunga dalam kehidupan yang begitu ee
- mencengkeram sehingga sulit kita itu
- akan bisa bertahan atau sulit kita itu
- untuk bisa menghindarkan diri. Ya,
- makanya dalam hal ini
- bukan hanya ee apa namanya? Bukan, bukan
- hanya satu kasus, dua kasus ya banyak.
- Kalau kita lihat beberapa contoh ya,
- banyak anak muda misalkan
- bersemangat ya, mahasiswa masuk fakultas
- ekonomi, ada jurusan ekonomi Islam,
- prodi ekonomi Islam sambil
- memiliki idealisme untuk bagaimana nanti
- kalau sudah keluar dari perguruan tinggi
- ini mencoba untuk mempraktikkan
- ekonomi Islam yang dalam tanda kurung
- anti riba, anti gor, anti judi dan lain
- sebagainya.
- Tetapi ketika mereka sudah keluar dari
- kampus mencoba untuk ya berjuang melalui
- lembaga, bisa lembaga keuangan syariah,
- bisa bank, bisa asurans, bisa apa saja
- ya. Ya. Dan berjuang lama. Sebagian dari
- mereka itu ada yang tidak puas juga
- dengan performance daripada lembaga kan
- syariah. Iya. Ada yang berkesimpulan
- kurang mendekati syariahlah, kurang
- inilah, kurang itu. Sehingga sebagian
- dari mereka ini keluar dari lembaga
- keuangan syariah untuk memperjuangkan
- ekonomi syariah lebih murni lagi.
- Dan ketika mereka sudah keluar, mereka
- bikin usaha sendiri atau bersama-sama
- kawan-kawannya untuk melakukannya
- menurut mereka itu lebih murni. Dan
- ketika mereka sudah mendapatkan itu bisa
- membikin perusahaan atau lembaga bisnis
- yang mereka ciptakan sendiri yang mereka
- mereka anggap ini sebagai hal yang lebih
- murni daripada yang sekarang ada. Tetapi
- sesuai seiring dengan berjalannya waktu
- ham taman ya begitu dominannya ee itu
- apa namanya? riba begitu dominannya
- interest rate atau dominannya bunga ya
- akhirnya sebagian mungkin hampir
- sebagian besar ya itu kemudian ee
- semangatnya turun lagi dan akhirnya ya
- mengulang atau melihat kembali tentang
- idilisme itu.
- Jadi ee yang se seperti ini banyak
- sekali ya contohnya banyak ya yang kita
- temui baik secara formal maupun tidak
- formal dalam kehidupan kita sehari-hari
- ya. Nah, bagi yang ee berjuang lewat
- lembaga keuangan secara kontinue ya
- sekalipun mendapatkan banyak tantangan
- ya sebagian mereka tetap di situ ya.
- Namun yang menjadi masalah adalah
- baik kelompok yang pertama tadi yang
- keluar kemudian bikin lembaga sendiri
- atau yang bertahan di lembaga kan yang
- ada itu ada kesimpulan yang sama ya
- bahwa yang sekarang terjadi ini ee masih
- harus diperbaiki kembali tetapi
- perbaikan yang kita lakukan itu tetap
- tidak bisa menggoyang ya menggoyang
- dominasi daripada riba.
- di seluruh kehidupan, baik itu kehidupan
- pribadi ataupun kehidupan usaha. Nah,
- ini yang kemudian mereka rasakan sangat
- berat ya ee memperjuangkan ekonomi Islam
- itu dalam konteks zaman sekarang karena
- begitu kuat dominasi riba. Nah, karena
- itu maka ada kemudian kelompok yang
- akhirnya pragmatis ya pragmatis artinya
- tidak begitu mementingkan masalah itu,
- mempersoalkan masalah itu. Tidak. Tapi
- bagaimana supaya tetap kita jaga
- akhlakul karimah ya ee akhlak Islam ini
- kita jaga. Tetapi dalam hal seperti ini
- mungkin mereka akan lebih kepada
- kompromi ya dalam hal supaya mereka bisa
- berjalan dengan baik ya. Nah,
- ini banyak yang kita diskusikan atau
- kita temui dari ee sebagian teman-teman
- ya yang seperti itu. Nah, karena itu
- maka kemudian pertanyaannya adalah
- kenapa kenapa kita ini ee memperjuangkan
- ekonomi Islam ini sebegitu berat ya
- bahkan hasilnya pun tidak begitu
- kelihatan. misalkan ya tentang share
- daripada keuangan syariah dibandingkan
- dengan ee keangan konvensional itu tidak
- tidak ee tidak bertambah atau kira-kira
- stak di antara 5% 6% sampai 7% ya. Jadi
- artinya apa? Artinya ee lembaga kean
- konvensional itu sudah begitu besar,
- tetapi dengan kecepatan yang seperti itu
- tetap tidak bisa di apa namanya tidak
- bisa diimbangi ya. Sudah berbagai usaha
- dilakukan ya baik itu pemerintah maupun
- swasta, akademisi dan lain sebagainya.
- Begitu juga dalam hal yang lain ya,
- dalam hal yang lain-lain
- masih banyak sekali persoalannya ada ee
- kritik dari berbagai pihak ya tentang
- perbaikan
- ee kemudian ee apa namanya ee penerimaan
- terhadap saran ataupun masukan dari
- berbagai bak juga belum bisa diakomodir
- dalam hal ini ya. Nah, dalam hal ini
- maka
- para
- penggerak entusias orang-orang yang
- memang terlibat dalam hal itu sudah
- melakukan berbagai hal namun tetap belum
- ada hasilnya. Ya, jadi sekali lagi kita
- kembali kepada kenyataan bahwa
- memperjuangkan ekonomi Islam itu
- sebetulnya kurang lebih sama ya sama
- dengan memperjuangkan Islam itu sendiri
- ya. Jika kita berdakwah mengembangkan
- Islam banyak tantangan sana dan sini
- banyak ujian, maka ketika kita
- mengembangkan ekonomi syariah pun kurang
- lebih sama. Tantangannya dalam bidang
- ekonomi sangat berat ya. Yang paling
- penting adalah dominannya ekonomi
- konvensional yang dibangun di atas riba.
- Nah, itu yang nomor satu bagi ee
- sebagian kita ya. Termasuk saya sendiri
- melihat itu sebagai suatu tantangan.
- Namun demikian bahwa kita ini dalam
- perjuangan tidak harus mendapat ee tidak
- harus melihat dari sisi berapa
- pertambahan market share kita. Tidak
- harus melihat begitu, tapi apakah kita
- sudah melakukan sumbangsih atau
- memberikan sumbangsi kepada perkembangan
- ini baik dalam teori maupun dalam
- praktik ya. Nah, ini yang penting. Jadi
- ee dalam hal ini kan kita bisa
- memberikan
- ee misalnya masukan dalam teori bisa
- memberikan masukan di dalam praktiknya
- bagaimana
- para pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- di silaturahim ya ini merupakan suatu
- tantangan ya bukan hanya bagi ya kalau
- saya mewakili ee dari sisi syariah dari
- Dewan Syariah Nasional ataupun Majur
- Ulama Indonesia tetapi juga bagi
- akademisi ee mereka yang bergerak di
- dalam bidang akademik yang memberikan
- prodi-prodi ekonomi Islam atau hukum
- Islam, hukum ekonomi Islam dan lain
- sebagainya pasti akan ee melihat ini
- sebagai suatu tantangan ya. Karena
- sekarang jumlah mahasiswa yang ee yang
- keluar dari prodi ekonomi Islam itu
- kalau kita lihat sudah mungkin sudah
- puluhan ribu. Tetapi kemampuan industri
- keuangan syariah untuk menyerap tenaga
- yang keluar dari ee lembaga pendidikan
- tinggi itu enggak sepadan. Ya, ini belum
- lagi dari
- apa namanya lembaga pendidikan
- [berdehem] yang sifatnya tidak ada
- hubungannya dengan apa namanya keuangan
- syariah misalnya misalnya akuntansi.
- Meskipun ada akuntansi syariah tapi
- akuntansi umum juga enggak masalah.
- kemudian tenaga IT dan lain sebagainya
- ini bisa disuplai dari berbagai
- pendidikan yang tidak harus dari prodi
- ekonomi syariah. Sehingga dengan
- demikian ee perkembangan yang ada dalam
- hal memberikan lapangan pekerjaan kepada
- mereka yang keluar dari ee fakultas
- ekonomi, prodi ekonomi Islam misalnya,
- itu tidak terserap oleh lembaga yang
- ada.
- Apalagi kemudian ada gejala digitalisasi
- ya ee apa namanya lembaga keuangan tanpa
- cabang misalnya enggak perlu cabang
- fisik ini semakin memberikan ee tekanan
- terhadap ee kesediaan lapangan pekerjaan
- bagi ee fresh graduate ya dan jualan
- cukup banyak ini. Karena itu maka gimana
- kita menghadapi masalah ini ya
- mengandalkan lembaga keuangan syariah
- sebagai lapangan pekerjaan dari sisi
- pendidikan di akademik ya akademik yang
- lebih tinggi atau pendidikan tinggi. Ini
- sudah suatu tantangan. Arti artinya apa?
- Kalau kita boleh katakan bahwa suplai
- daripada tenaga kerja untuk masuk ke
- dalam lembaga keuangan syariah ini ee
- melebihi daripada apa namanya?
- ketersediaan ya supply over demand. Jadi
- suplainya itu jauh lebih banyak dari
- permintaan ya sama dengan kasusnya di
- luar ini ya. di mana-mana kalau ada di
- dibuka lapangan pekerjaan apapun
- lapangan pekerjaan itu yang dibuka hanya
- 100 orang ya ternyata yang datang itu
- ribuan mungkin puluhan ribu ya ini
- menunjukkan betapa begitu banyaknya ee
- apa nam sarjana atau sumber daya manusia
- yang menurut kita ini karakteris ini
- adalah sarjana S1 sarjana yang
- benar-benar ee mempunyai ee apa namanya
- namanya ee
- mempunyai apa namanya bukan bakat
- memiliki tingkat apa namanya akademik
- yang tinggi tetapi tidak mendapatkan
- lapangan pekerjaan ya belum lagi nanti
- yang kejuruan masyaallah
- ya
- jadi akhirnya apa
- mereka melakukan entrepreneurship ya
- entrepreneurship dalam pengertian
- Islamic entrepreneurship yaitu
- kewirausahaan tapi ee dalam koridor
- syariah ya. Dan ini tantangan juga berat
- sekali. Tidak semua orang bisa karena
- tidak semua orang juga mempunyai mental
- entrepreneur ya. Walaupun misalnya itu
- apa namanya ee mendapatkan training ya
- pelatihan dan lain sebagainya, maka
- belum tentu orang yang tidak memiliki
- jiwa entrepreneurship akan mampu untuk
- bertahan di situ. Nah, ini yang membuat
- apa namanya? yang membuat sebagian
- daripada masyarakat kita yang ada di
- dalam kategori ini ee pengembangan
- ekonomi syariah ini merasakan tekanannya
- cukup kuat. Eah tekanan berat ini. Belum
- lagi sebagian itu tidak bisa memberi ee
- melihat contoh yang yang ideal sebagai
- perwujudan daripada ekonomi syariah itu
- mana gitu misalnya. Apakah Malaysia,
- apakah Saudi Arabia, apakah misalkan
- United Arab Emirat ya, Qatar dan lain
- sebagainya atau Mesir atau Yordan ya,
- ini juga enggak ada ya enggak ada yang
- semuanya itu mencakup ee general gitu
- loh. Jadi misalkan dari semua segi
- manakah negara-negara muslim ini yang
- bisa dikatakan perekonomiannya lebih
- dekat mencerminkan kepada ekonomi Islam.
- Ini mungkin enggak ada enggak ada
- jawaban ya. Tapi misalkan ada enggak
- negara muslim yang sekarang ini ada
- wujud di muka bumi tapi memiliki track
- record terhadap katakanlah ee
- aktualisasi wakaf misalnya. Nah, itu
- banyak ya
- kalau misalkan di Mesir ada, di Alazar
- ada di Yordania ada di Saudi juga banyak
- gitu. Sehingga apa? sehingga kita bisa
- belajar bagaimana mengembangkan sektor
- yang selama ini tidur yang berpotensi
- besar untuk menjadi pilar daripada
- ekonomi Islam. Apa itu? Itu wakaf. Ya.
- Nah, wakaf ini sekarang lebih digalakkan
- daripada orang bicara tentang zakat.
- Sebelumnya zakat luar biasa. banyak
- sekali paper ya, para ahli, ulama,
- akademisi dan ee penggiat-penggiat
- ekonomi Islam melihat bahwa potensi
- zakat itu luar biasa ya.
- Namun ketika realisasi daripada zakat
- yang seharusnya kita terima jauh
- daripada harapan mereka ber ee apa
- namanya? Ber berpindah kepada tubik yang
- lain, yaitu tentang wakaf. Dan sekarang
- wakaf sudah
- lagi lagi hot-hot-nya dipandang sebagai
- suatu hal yang menjanjikan ya dalam hal
- ini. Makanya sekarang sudah hampir
- setiap di mana pun kita ada penggalangan
- dana mesti nanti ada wakaf ya. salah
- satu di antaranya tidak lagi
- mengharapkan zakat ee zakat Bapak, zakat
- lembaga ini atau zakat dari orang-orang
- kaya untuk
- memberikan apa namanya pembiayaan atau
- bantuan dalam hal untuk mengembang
- ekonomi Islam. Tapi sekarang wakaf itu
- menjadi salah satu hal yang sangat ee
- digemari ya
- ya pengembangan roading fund dan lain
- sebagainya kebanyakan sekarang maf.
- Nah, tetapi tidak ada satupun
- kesepakatan di antara kita mana ada
- sebuah negara pada zaman sekarang yang
- lebih dekat secara keseluruhan
- perekonomiannya. Cara mengelola
- ekonominya itu ee lebih lebih dekat
- kepada desa itu enggak ada yang sepakat.
- Karena pada umumnya negara-negara di
- dunia ini, negara-negara muslim itu
- masih menggunakan standar ganda dual ya.
- Dual standar, dual banking system,
- yaitu mengadopsi
- dua sistem perbankan yaitu bank
- profesional yang berbasis bunga atau
- riba dan masih dominan di negara itu.
- Dan negara yang membolehkan ya negara
- yang membolehkan perbagan syariah
- berkembang.
- ada yang membiarkan berkembang begitu
- saja. Ada yang benar-benar negaranya itu
- ingin punya ini punya peran besar dalam
- hal bagaimana ee share-nya supaya lebih
- cepat mengalahkan share daripada lembaga
- kewan konvensional ini. Nah, tapi
- walaupun begitu tetap dominannya itu
- dominan konvensionalnya itu tetap ada.
- Nah, ini yang membuat apa namanya?
- Penggiat-pegiat termasuk kita semua para
- mahasiswa juga dosen-dosen yang terlibat
- di dalam pengembangan ekonomi Islam itu
- terasa terasa berat ya. Bagaimana kita
- memperjuangkan ini ya. Makanya
- sebetulnya yang paling utama dalam
- pandangan saya adalah keterlibatan
- pemerintah yang punya visi. Jadi
- pemerintah seri punya visi. Nah, tidak
- setiap negara punya seperti ini. Dulu
- pernah ada Malaysia ya.
- Malaysia pada zaman Pak Amatir itu punya
- visi untuk ee mengembangkan ekonomi
- Islam lebih cepat gitu. Tapi setelah
- hari-hari ini kayaknya ee apa namanya
- sudah berkurang komitmen negara itu
- kepada ee pengembangan ekonomi Islam.
- Sekalipun kalau kita bandingkan dengan
- negara kita ya dia lebih banyak lebih
- lebih baik lebih maju gitu. Brunei. Nah,
- Brunei ini sebetulnya sudah cukup cukup
- banyak ya. Kalau kita lihat bahwa Brunei
- itu bisa memberikan contoh bagaimana
- penerapan sebuah perekonomian dalam
- suatu negara yang mencerankan ekonomis
- sudah cukup bagus. Cuman apa namanya
- yang menjadi masalah adalah betapaapun
- bagusnya sebuah perekonomian syariah
- dari negara Brunei ini enggak ada
- hubungannya dengan negara lain gitu ya.
- dia hanya memikir ee dia hanya ee
- berkota di dalam
- dirinya sendiri,
- tidak memberikan kontribusi kepada
- negara lain dalam bentuk katakanlah
- umpamanya ee
- ee teori yaak gak banyak itu dari mereka
- ada. Kemudian bagaimana
- apa pengaruh misalnya ee lembaga
- keuangan atau perekonomian syari di
- Brunei terhadap ee terhadap negara kita
- di ASEAN sendiri pun enggak ada ya. Jadi
- sangat terbatas. Begitu juga akses kita
- untuk mendapatkan info kalau di sana itu
- juga enggak terlalu banyak. Ya, saya
- mengatakan demikian karena ada
- mahasiswa kita S3 yang melakukan
- penelitian di
- di Brunei. Nah, tetapi itu banyak
- hambatan dia ngomong dengan saya.
- Jadi ee kesimpulannya mulai dari mereka
- yang antusias menggerakkan ekonomi
- syariah untuk apa namanya untuk kategori
- individual, untuk kategori lembaga
- keuangan atau lembaga bisnis yang
- lainnya itu masing-masing merasakan
- adanya ee apa namanya ee hambat bukan
- hambatan ya kesulitan itu
- kesulitan
- kesulitan yang sangat besar ya
- mulai dari kita bisa menyediakan tenaga
- kerja tapi enggak ada apa namanya
- lapangan apa namanya e enggak terserap
- oleh industri. Nah, ini sudah masalah
- mulai dari mereka yang antusias di dalam
- pengembangan diri sebagai entrepreneur,
- sebagai wirausahawan yang ingin
- menegakkan nilai-nilai syariah di dalam
- usahanya juga mendapatkan apa tantangan
- cukup banyak. kesulitan permodalan,
- kemudian kesulitan akses, ya cukup dan
- ya itu tadi konsistensi istikamah di
- dalam manhaj ee ekonomi syariah ini
- perlu perlu
- apa daya tahan yang tinggi. Seringki
- sudah berjalan kemudian jatuh. Bahkan ya
- banyak ya ustaz-ustaz yang yang cerita
- ke saya itu menyatakan bahwa ee
- mengembangkan ekonomi syariah sepertinya
- tidak ada tidak ada visi, tidak ada
- seharusnya bagaimana kita gitu loh ya.
- Kalau kita masuk pesantren misalnya,
- pesantren paling di situ ada koperasi
- ya, koperasi. Koperasinya dinamakan
- koperasi syariah. Itulah lingkup. Tapi
- itu tidak dikembangkan lebih lanjut
- sehingga banyak santri yang pondok
- pesantrennya sendiri sudah punya
- koperasi. Tapi santrinya sendiri tidak
- begitu paham tentang bagaimana ee
- entrepreneurship yang atau bagaimana
- wirausaha yang harus dibina ketika dia
- keluar dari pesantren itu. Karena
- menurut saya itu harusnya ada harus ada
- dampak ya. Koperasi dikelola oleh santri
- dan santri ketika keluar dari pesantren
- dia akan memiliki kompetisi di dalam
- wirausaha syariah. Karena dunia santri
- itu dunia syariah harusnya begitu.
- muamalahnya diberikan di situ sehingga
- bisa memiliki pengetahuan umum tentang
- muamalah syariah. Dan ketika di
- pesantren itu ada apa namanya ee
- koperasi syariah, maka santri dilibatkan
- untuk mengelola pesantren koperasi
- tersebut sehingga ketika dia keluar itu
- punya pengalaman pertama ya
- entrepreneurship
- Islam atau syariah. Yang kedua punya
- maklumat tentang apa namanya pengetahuan
- umum tentang muamalah yang benar.
- harapan kita itu seperti itu. Nah,
- tetapi sekarang ini belum belum ke sana
- sehingga banyak sekali ee sebenarnya
- peluang untuk membina orang-orang atau
- santri atau pelajar tentang muamalah
- syariah dan mempraktikkannya dalam
- lingkungan tempat mereka belajar ini
- belum belum banyak disentuh ya. Belum
- belum banyak disentuh. Nah, padahal ini
- sebetulnya ada itu ya. Jadi kita melihat
- begitu ruet ya. Pertama pengetahuan yang
- kurang mapan. Pengetahuan tentang
- muamalah syariah itu
- tidak semua orang dapat memiliki dengan
- baik. Hanya mereka yang memang masuk
- jurusan atau prodi ekonomi syariah atau
- mereka yang masuk bahkan mereka yang ada
- di pesantren sekalipun tidak di apa
- namanya tidak diberikan ini dengan baik
- ya. Kemudian pengalaman yang kurang
- untuk membina ee keuangan syariah dalam
- ee usaha syariah dalam lingkup yang
- lebih kecil seperti koperasi ini sangat
- kurang. Karena itu maka ya kegagalan
- ataupun merasa begitu berat
- mengembangkan ekonomi mungkin ya kalau
- kita lihat adalah pertama dari
- pengetahuan mereka yang kurang. Hm.
- Yang kedua adalah ee peluang yang ada
- yaitu lembaga kanu yang kecil-kecil yang
- mereka ada di sekitarnya itu kurang
- dimanfaatkan sehingga sebagian besar itu
- malah tidak memberikan kontribusi ke
- dalam pembentukan entrepreneur muslim.
- Ya.
- He.
- Itu itu Mas.
- Nah, Pak Ustaz, apakah itu kan ee
- fakta-fakta ya potretnya tadi ceritanya
- disampaikan? Apakah ini karena ada unsur
- Pak Ustaz, lamanya dunia Islam ini
- mengalami penjajahan Barat yang sekuler
- dan kemudian mereka menanamkan ee
- sekularisme ini di tanah jajahan mereka
- gitu ya. Apalagi kan jajahan Barat
- hampir memenuhi semua daratan Asia
- termasuk negeri ini, Pak Ustaz.
- Itu jawabannya saya kira ya.
- Hm.
- Karena ketika kita dijajah barat itu
- pertama lama
- Indonesia katanya ratusan tahun lah ya.
- Walaupun tidak 350 tahun, tetapi ya
- ratusan tahun ya.
- Heeh.
- Nah, selama ratusan tahun itu kan
- penjajah itu menancapkan sistem keuangan
- mereka di sini atau lembaga keuangannya
- di sini. Mulai dari bank, mulai dari apa
- ya, mulai dari asuransi, pasar modal.
- Dulu Belanda semua ada di sini termasuk
- pegadaian,
- termasuk koperasi ya dan lain sebagainya
- ya. itu semuanya Belanda buat di
- Indonesia. Nah, selama mereka menjajah
- Indonesia, lembaga-lembaga keuangan
- seperti inilah yang
- ditanamkan dan lembaga-lembaga
- pendidikan misalnya perguruan tinggi
- atau lembaga pendidikan tinggi, jurusan
- ekonomi, akuntansi semuanya didirikan
- dalam rangka untuk mensuplai tenaga itu
- ya
- termasuk kedokteran, termasuk perawat
- dan lain sebagainya itu semuanya Belanda
- yang punya. Nah, ketika ini ditanamkan,
- otomatis
- negeri kita ini yang pada waktu itu
- belum merdeka sudah 100% mengikuti ee
- ekonomi, sistem ekonomi yang dibangun
- oleh penjajah.
- Dan itu bukan hanya di kita, semua
- termasuk di Malaysia, termasuk di
- Pakistan, kemudian di Timur Tengah
- semuanya itu ee apa namanya?
- Ada lembaga keuangan negara penjaja dan
- semua dididik untuk menjalankan lembaga
- keuangan seperti ini. Sehingga ketika
- kita merdeka yang tersedia,
- sumber daya manusia yang tersedia adalah
- mereka yang dibina oleh penjajah, dibina
- oleh Belanda. Dan karena itu mereka
- meneruskan apa namanya kolonialisme,
- meneruskan sistem keuangan penjajah itu
- dan tidak pernah berpikir sedikit pun
- bagaimana untuk membikin sistem ekonomi
- Islam. Mungkin kecuali satu yang saya
- lihat ya, yaitu di Pakistan. Karena pada
- waktu itu ketika dia dia apa namanya?
- dia merdeka di bawah pimpinan ee ahli
- jin Muhammad Ali Jina. Dia mengatakan
- bahwa sebagai negara yang merdeka,
- Pakistan harus memiliki sistem keuangan,
- sistem ekonom sendiri. Sistem ekonomi
- itu mesti dari Islam. Itu ada kutipannya
- ya. Jadi sebagai pendiri ya Qawaid Azam
- ya. Qawaid Azam itu pemimpin besar ee
- yang mendirikan Pakistan ya Muhammad Ali
- Zina itu punya visi tentang ekonomi
- Islam. meskipun kemudian pada berikutnya
- perdana menteri perdana menteri atau
- presiden Pak berikutnya ini juga
- mempunyai apa namanya keinginan untuk
- menjadikan ekonomi Islam sebagai ekum
- yang berlaku sampai yang saya tahu itu
- pada waktu Presiden Muhammadiyahul haqq
- tahun antara tahun 1977 sampai
- 198 98
- ya ini mengalami
- apa namanya bukan keemasan ya. Artinya
- artinya negara itu mau membentuk ekonomi
- Islam berdasarkan keinginan mereka itu
- ada. Tapi sesudah itu juga enggak ada
- lagi yang ngomong begitu. Jadi akhirnya
- ya balik lagi, balik lagi. He.
- Nah, kalau di Saudi kan kita tahu bahwa
- dia menerapkan syariat di dalam syariah,
- tetapi dalam ekonomi kan dia masih
- menggunakan dual sistem ya,
- dual sistem. Makanya
- di Saudi sendiri itu banyak orang kaya,
- tapi yang orang kayanya yang tidak ingin
- sesuai dengan syariah ya dia keluar ya.
- Ya. Misalkan ada dulu ada tokoh namanya
- Kasogi
- sepatu
- Kasogi Adnan. Kasok Adnan itu kan e apa
- ya? Arm dealer. He.
- Yaitu apa namanya? Pedagang senjata.
- Iya.
- Iya.
- Akhirnya kan gak enggak banyak di
- Saudinya Pangeran Khalid juga begitu.
- Karena apa? Karena dia ini enggak
- mencerminkan 100%. Dia masih mengadopsi
- sistem kapitalis, sistem ribawi dan lain
- sebagainya. Sekalipun porsinya itu sudah
- mulai lebih banyak yang syariat kalau
- dibandingkan sekarang ini ya. Namun
- demikian belum sepenuhnya gitu. Ee itu
- apa namanya? memberikan contoh bagaimana
- dalam lembaga keuangan terutama ee Saudi
- itu masih tetap menggunakan dual banking
- system. yang lain lebih parah juga ya.
- Seperti misalkan ee United Arab Emirat,
- kemudian Qatar, kemudian lain-lain itu
- enggak enggak enggak enggak punya ee
- enggak punya visi bagaimana kapan
- menghilangkan ee apa namanya
- ee pondasi daripada ekonomi kapitalis
- atau ekonomi konvensional yang
- berbasis riba. Karena kita tidak melihat
- bahwa semua harus dibongkar, enggak.
- yang tidak sesuai dengan syariah
- misalkan riba itu kan sudah jelas ya itu
- aja belum bisa kita
- he
- masih di diakomodir dan memang ini berat
- ya secara secara konsep juga berat
- secara implementasi implementasi juga
- berat karena memerlukan dukungan bukan
- hanya ya tokoh tertentu melainkan juga
- mungkin dukungan negara termasuk
- undang-undang dan lain sebagainya.
- Nah, itu jadi pertanyaan juga Pak Ustaz.
- Iya. Kenapa seluruh instrumen finansial
- di seluruh dunia Islam itu akhirnya
- berbasisnya itu riba,
- gor, keharaman sampai kezaliman gitu ya.
- Iya. Ya, itu karena tadi ee apa namanya?
- Mungkin karena penjajahan yang terlalu
- lama ya. Kemudian penjajah menanamkan
- lembaga keuangannya di sini bercokol di
- mana-mana sehingga melahirkan generasi
- seperti ini. Sementara itu 700 tahun
- yang lalu, 700 tahun ee penjajah atau
- Islam mundur dari bangun sejarah itu
- juga turut turut ini turut ee punya
- punya faktor yang cukup besar. H
- karena ketika kaum muslimin mundur dari
- sejarah, maka mereka itu mundur dari
- ekonomi ya, dari perdagangan,
- dari akad-akad yang dulu dipakai untuk
- berdagang.
- Sekarang mereka tidak menggunakan
- akad-akad akad-akad itu selama beratus
- tahun sehingga kita lupa.
- Iya. Iya.
- Ya. Akad misalnya kita akad jual beli
- aja kan kita kan merasa bahwa jual beli
- yang kita lakukan ini benar. Iya kan?
- Padahal banyak yang tidak benar ya.
- Karena apa? Karena kita tidak mengikuti
- muamalah syariah yang benar. Akad-akad
- yang ada di dalam muamalah, fikih-fikih
- muamalah ini cenderung kita tidak
- pelajari dalam kurun ratusan tahun yang
- lalu ya. Sekarang-sekarang ini
- alhamdulillah sudah mulai banyak ya
- orang sudah mulai ee ngajinya sekarang
- ya tetap ngaji fikih ibadah tetapi ngaji
- fikih muamalah di mana-mana sekarang
- sudah
- ingin kembali kepada ee kemurnian
- syariah
- ya. Banyak kita temui
- pengusaha-pengusaha
- yang kelas terli, kelas menengah, kelas
- kelas kakap pun sekarang sibuk untuk
- mencari pengetahuan tentang muamalah.
- Ya, saya juga banyak diminta memberikan
- pencerahan itu ya.
- Tapi memang Pak Ustaz ya
- sekarang aja gitu kalau bicara tentang
- ekonomi Islam, ekonomi syariah, kita
- lebih tahu tentang yang haram-haramnya,
- tentang ribanya, tentang gorornya. Tapi
- ketika ditanya
- instrumen finansial ya sok ya, suku,
- mudarabah, kita malah belum paham itu.
- Kalau riba goror yang haram-haramnya
- kita sudah tahu gitu. [tertawa]
- Jadi ada ada yang pernah ya kita
- bicarakan dengan teman-teman eh
- pertanyaan begini
- supaya gampang kita memberikan
- penjelasannya. Pertanyaannya boleh
- enggak kita bikin koperasi? Iya,
- pertanyaan itu gampang sebetulnya. Boleh
- enggak kita bikin bank?
- Boleh enggak kita bikin atau mendirikan
- asuransi?
- Dari pertanyaan itu jawabannya bagi
- orang yang sudah tahu fikih muamalah
- atau mengenal muamalah dalam Islam,
- jawabannya pasti boleh.
- He.
- Boleh enggak kita mendirikan bank?
- Boleh. Boleh enggak kita mendirikan
- asuransi? Boleh. Boleh enggak kita
- mendirikan koperasi? Boleh. Jawabannya.
- Nah, kalau boleh kenapa susah sekali
- kita mendirikan bank?
- Iya.
- Iya. Kenapa susah sesekali kita
- memberikan koperasi dan ee asuransi?
- Padahal umatnya banyak.
- Iya. Karena yang dilarang itu bukan
- mendirikan banknya.
- Hm.
- Bukan mendirikan asuransinya yang
- dilarang. Yang dilarang itu ee riba.
- Ya. Kita boleh mendirikan bank, tapi
- banknya tidak ada ribanya. Karena yang
- diharamkan itu ribanya.
- Ribanya.
- Begitu juga asuransi boleh kita bikin
- asuransi. Yang diharamkan apanya?
- Gornya.
- Iya kan?
- gor ya. Jadi bukan asuransinya, gornya.
- Nah, segala macam yang dilarang itu
- sebetulnya harus pula tidak ada terwujud
- di dalam lembaga yang kita dirikan.
- Bukan yang kita larang itu bukannya
- mendirikan bank, mendirikan koperasi,
- enggak masalah ya. Sama dengan
- pertanyaan dalam bidang politik
- misalnya, apa hukumnya mendirikan
- partai? Kalau kita jawab dengan hukum
- dasar muamalah boleh saja.
- Nah, asal partai didirikan untuk
- kebaikan ya, untuk memberikan apa
- namanya kekuatan bagaimana supaya
- kelompok yang ini bisa me apa namanya
- menegakkan nilai-nilai yang baik bagi
- bangsa ini.
- Ya kan gitu.
- Sedangkan kalau perti didirikan untuk
- membikin kerusuhan, membikin ee kearan,
- maka tidak boleh. yang di yang dilkan
- keunarannya itu ya kerusakannya itu yang
- tidak diperbolehkan memberikan partti
- silakan kalau dalam hal ini. Begitu juga
- pertanyaan tentang tadi ya. Nah,
- karena yang dilarang itu bercokol kuat
- sulit untuk kita hilangkan dan boleh
- dikatakan tidak ada
- cara bagaimana menghilangkan sulitlah
- bagi kita ini bagaimana berpikir
- menjadikan menghilangkan riba misalnya.
- Hm.
- bahwa pada tataran negara aja sulit ya.
- Ya, belum ada negara di dunia ini yang
- berhasil ya. Saya lama di Pakistan dan
- waktu itu masih ada Presiden Jul Haq.
- Dia bikin ee bikin namanya Islamic
- Ideologi Counil, Dewan Ideologi Islam
- Pakistan
- yang membikin food e blueprint untuk
- menjadikan Pakistan menuju tidak ada
- riba ya. how to eliminate interest from
- the economy. Itu kan buku yang dibuat
- oleh Islamic ideologi Council ada ya.
- Tapi sekarang belum ya. Makanya bagi
- saudara-saudara atau bagi teman-teman
- yang bergerak dalam bidang ekonomi
- syariah atau bisnis syariah,
- entrepreneurship syariah, ya jangan
- kecil hati kita menghadapi dominasi ee
- struktural daripada riba, daripada goror
- yang sudah begitu kuat, tapi tetap kita
- bisa melakukannya, tetap kita bisa
- melakukan produksi, kita bisa melakukan
- ee marketing, kita bisa melakukan
- konsumsi terhadap barang-barang yang
- yang sepenuhnya itu halal ya
- meskipun apa namanya tidak tidak apa
- namanya tidak gampang untuk menembus
- yang lain-lain ya tapi skala individu
- termasuk skala bisnis kita ada ruang
- untuk tetap ee bergerak dalam koridor
- halalan thayibah atau syariah ya
- saya kira itu, Mas.
- Baik. Baik, Ustaz. Tidak terasa nih
- sudah sampai jam 10. Pak Ustaz ya. Kita
- akan jeda dulu Pak Ustaz. Ikhwan akhwat,
- saat ini Anda sedang menyimak siaran
- live kajian ekonomi Islam bersama Ustaz
- Iwan Basri. Kenapa perjuangan menegakkan
- ekonomi Islam terasa begitu berat? Kami
- mengundang Anda untuk bergabung. Silakan
- sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya
- ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720.
- Kami akan kembali. tetaplah
- [musik]
- [musik]
- silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Terima kasih
- masih bersama kami dalam kajian ekonomi
- Islam. Di edisi hari ini kita mengangkat
- topik mengenai kenapa perjuangan
- menegakkan ekonomi Islam terasa begitu
- berat.
- Ibu Sri menyimak. Alhamdulillah.
- Begituun Bu Vina, Ibu Siti, juga Ibu
- Retno menyimak siaran di kesempatan kali
- ini. Sementara itu, Pak Abdullah di
- Bogor menyampaikan pertanyaan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, apakah karena globalisasi
- selama puluhan tahun Barat yang memegang
- ekonomi Islam akhirnya tidak bisa
- mengambil peran dan tidak bisa
- beradaptasi dengan negara-negara Islam
- sendiri? perubahan ekonominya secara
- global Islamnya malah tertinggal.
- Bagaimana menurut Pak Ustaz?
- Terima kasih
- ee Pak Abdullah yang menyimak siaran
- kita di pagi hari ini. Itu termasuk juga
- salah satu faktor ya bahwa terlalu lama
- penjajahan terhadap negeri-negeri muslim
- ini maka salah satu hasilnya adalah kaum
- intelektual atau kaum terdidik itu
- sangat terbatas.
- Iya.
- Bahkan terdidik yang ada itu semuanya
- konven,
- semuanya konvent. Enggak ada hubungannya
- dengan saya sama sekali.
- He.
- Karena mereka lulus dari lembaga
- pendidikan dari penjajah ya. Orang-orang
- kita yang dididik oleh Belanda ya. H
- itu rata-rata menjadi Belanda walaupun
- Belanda hitam istilahnya gitu ya.
- Ini ada pengaruh bidang lain enggak, Pak
- Ustaz? Karena kalau enggak bisa
- beradaptasi dengan globalisasi mungkin
- bukan masalah ekonomi aja.
- Iya. Ya, ini maksudnya saya ingin
- menjawab ee gak langsung ya.
- Heeh. He.
- Dari situ kita ini merasa ada minder.
- Hm.
- Minderan
- karena terjajah itu ya.
- Iya. Tidak. Tidak. Kita ini selalu
- seperti melihat penjajah itu seperti
- tuan.
- H.
- Iya. Dan itu sampai sekarang itu
- rata-rata kalau orang yang saya alami ya
- bukan saya meneralkan
- ee kita kalau belajarnya di Indonesia
- dalam negeri terus kita setelah
- selesai jadi sarjana atau jadi dosen
- atau apa kita ke luar negeri
- itu biasanya kita merasa kurang kurang
- iya kurang PD
- tapi beda dengan mahasiswa yang memang
- ya kita belajar di sini tapi kemudian
- dikirim ke luar negeri ke Eropa apa ke
- Amerika, ke Jepang itu rasa PD-nya beda.
- He
- saya juga merasa begitu. [tertawa]
- Jadi kita menghadapi orang Er biasa aja
- akhirnya.
- He
- itu. Dan itu bukan hanya di dalam sikap,
- termasuk juga ee kemampuan membawa
- ketika kita ini memiliki sesuatu yang
- harus kita over ya. Jadi sama-sama kom
- intelektual tapi kita mempunyai tempat
- yang sama. yang saya pandang benar-benar
- tidak membedakan atau dia punya rasa
- beda yang tinggi
- he
- itu Presiden Habibi ya itu dengan
- Amerika dengan siapapun ilmu manaun dia
- PD gitu dan saya inginkan seperti itu
- bahwa kita ini mempunyai ee mempunyai
- kesamaan ya sehingga kita tidak pernah
- minder kepada siapapun. Nah, di sini
- kita merasa bahwa ketika
- ee penjaja itu keluar dari negara yang
- dijajah, sumber daya manusia yang
- harusnya ee mengendalikan negara dan
- ekonomi negara ini masih tidak siap
- secara mental dengan apa yang diwariskan
- oleh penjajah. Dan itu menimbulkan apa?
- Menimbulkan kita tidak PD. Tidak PD
- dalam hampir segala hal. Termasuk tidak
- BD ketika kita mempunyai sistem ekonomi
- Islam sendiri ya. sistem ekonomi yang
- kita klaim lebih adil,
- lebih bersih, ya yang akan memperkuat
- karakter kaum muslimin baik secara
- individu maupun sebagai suatu kesatuan.
- Ini kita enggak PD ya. Nah, kita
- berbicara tentang ekonomi yang berbasis
- mudarabah, berbasis musyarakah ini masih
- kurang kurang apa namanya banyak belum
- belum banyak dan tidak begitu PD gitu
- loh. Sehingga apa? sehingga kita itu
- tidak bisa memberikan contoh bagaimana,
- belum bisa memberikan contoh bagaimana
- ini adalah sebuah lembaga yang lebih
- baik ya secara teoritis iya itu lebih
- baik tetapi bagaimana kita membawa
- lembaga yang berbasis non riba, berbasis
- ee mudarabah musyarakah yang kita adopsi
- dari muamalah Islam ini ee belum begitu
- memberi belum belum bisa memberikan
- sesuatu kepada Barat ya. kita kurang PD
- kalau menal karena kita sudah pernah ya
- ke mana itu ke ke
- Inggris ke London ya kita konferensi di
- sana sekalipun sebagian yang kita lihat
- itu banyak antusias orang-orang ini
- orang-orang Barat terhadap ekonomi Islam
- itu masih sangat kecil banget sama masih
- sangat kecil banget i ya
- pengarang-pengarang ataupun ekonom yang
- kelas dunia itu belum belum ada satupun
- yang ini ee yakin ini mereka masih yakin
- dengan bunga sebagai satu-satunya sistem
- ekonomi yang atau konvensional sebagai
- satunya ekonomi yang bisa bertahan. Tapi
- pengikut daripada mereka ee yaitu
- mahasiswa ataupun para dosen ataupun
- intelektual di bidang kuntomi ya
- sekarang mulai mulai ini mulai mulai ada
- perhatian. Misalnya [mendengus] kalau
- kita baca di dalam sebuah ee tekbook
- misalkan katakanlah tekbook ekonomi yang
- ditulis oleh orang-orang Barat yang
- dikeluarkan mungkin tahun 2012 ke sini
- sudah ada sebagian itu yang mengadopsi
- ee beberapa term ekonomi Islam ya
- misalnya mudurabah misal musyarakah dan
- lain sebagainya itu itu sudah mulai ada
- ya tetapi itu sangat kecil ini
- menunjukkan bahwa hasilnya belum ada dan
- kita mengapa hasilnya belum ada karena
- kita mengalami apa yang kita sebut tadi
- itu ee keminderan gitu loh. Keminderan
- ya kurang tidak PD ya. Meskipun tidak
- semuanya benar begitu. Banyak guru-guru
- saya yang e ceramah di Harfah, ceramah
- di MIT itu PD aja ya. Ya seperti Dr.
- Umar Sapra, Profesor Bursid Ahmad,
- Anijatullah Siddiq ini beliau di
- mana-mana setara itu kelihatannya.
- Iya. Tapi belakangan berikutnya ini
- harus kita bangun lagi generasi-generasi
- seperti itu yang mampu membawa ee
- ekonomi Islam itu sehingga ee para ahli
- ee intelektual, orang-orang
- berpendidikan di itu menjadi lebih
- tertarik dan mengakui dakwah ekonomi
- Islam sangat penting dalam hal ini. Ya,
- ini saya menjaji, Pak Abdullah ya.
- Iya.
- Iya.
- Terus apakah mungkin Pak Ustaz
- supremasinya umat Islam ini bisa
- terwujud tanpa keunggulan ekonomi Islam?
- Kalau kita lihat dari sisi ekonominya
- saja nih, Pak Ustaz.
- Saya rasa enggak ya. Artinya begini,
- supervasi umat Islam terhadap umat lain
- itu mesti ada juga superi dalam ekonomi.
- He.
- Tidak hanya militer.
- Kalau militer itu kan ee berumur singkat
- jikalau tidak didukung oleh kekuatan
- ekonomi. Ya.
- Hm.
- Ya. Jadi, suprimasi umat Islam ini akan
- bisa unggul kelihatan sekali apabila
- dalam bidang ekonomi mereka unggul. Ya,
- kalau tidak unggul dalam bidang komisi,
- sulit kita itu dihormati orang lain. Iya
- kan?
- kita aja
- kita aja ya dari sisi ekonomi seperti
- negara-negara Timur Tengah yang kita
- sebut petrol dolar itu walaupun
- ekonominya
- relatif dibandingkan dengan Indonesia
- lebih baik tapi kan tidak dibandingkan
- dengan Barat dengan Inggris dengan apa
- itu enggak enggak enggak masih dibawa
- gitu loh
- karena negara-negara ini negara yang
- hanya mengendalikan satu sumber
- pendapatan minyak dan gas tapi kalau
- seperti Eropa itu kan teknolog teknologi
- pengetahuan ya hasil negara itu
- berdasarkan pengetahuan dan teknologi
- gitu loh. Produk-produk mereka itu
- berdasarkan pada riset dan teknologi.
- Tidak hanya dalam satu bidang, hampir di
- seluruh bidang.
- Itu sebabnya maka pendapatan mereka itu
- tinggi. K Israel itu sebetulnya kan dari
- mana pendapatannya.
- Iya
- kan dia menggunakan ee seluruh penduduk
- Israel itu kan pendidikannya tinggi
- sekali. He
- mungkin paling tinggi di dunia sehingga
- ee karena pendidikan tinggi cara
- kerjanya itu menggunakan teknologi yang
- tinggi dan akhirnya bisa diversifikasi
- semua usaha ya tidak hanya minyak dia
- enggak punya minyak dia minyak ambil
- dari luar kemudian diolah di situ ya
- kalau beda dengan Arab atau
- negara-negara Timur Tengah dia itu
- single income resources ya satu saja
- sumata apa sumber pendapatannya itu dari
- oil and gas
- meskipun sekarang ada usaha itu untuk
- diversifikasi, tapi negara-negara ini
- ekonominya tidak begitu baik
- dibandingkan dengan Eropa walaupun
- perkapita income-nya tinggi.
- He.
- Iya.
- Iya. Tapi Eropa itu tinggi sekali ya.
- Ya. Rata-rata di atas 70.000 dolar per
- kapita itu
- per kapita
- itu setara dengan Qatar. Apalagi kita
- jauh di bawah ya.
- Kita 10.000 Raz [tertawa] dikurangi
- 5.000
- dikurangi 5.000 harapannya
- iya harapannya Rp10.000 [tertawa]
- Iya.
- Iya. Mudah-mudahan ya.
- Hm.
- Gitu. [mendengus]
- Baik. Selanjutnya Pak Ustaz ya ini dari
- tidak menyebutkan nama. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikums
- Pak Ustaz tadi disebutkan bagaimana
- penguatan SDM melalui pendidikan ataupun
- pelatihan-pelatihan dari mulai pondok
- pesantren. Sepertinya Pak Ustaz harus
- ada juga sertifikasi khusus karena
- enggak semua orang ini paham ekonomi
- syariah. Bidang ekonomi syariah. Terima
- kasih, Pak Ustaz.
- Iya, terima kasih. Ini saran ya. H
- saya itu termasuk ee memperjuangkan
- ekonomi syariah dari pendidikan
- h
- bahkan dari pendidikan ee dasar dan
- menengah ya. He
- sudah ada kita buat contoh bagaimana
- memperkenalkan ekonomi syariah itu
- kepada mahasiswa mulai dari SMP ya SD
- juga tapi SD enggak kita kembangkan tapi
- SMP SMA
- yang kita cocokkan dengan kita juga
- perkenalkan dengan beberapa SMA di
- Jakarta ini.
- Nah kalau yang perguruan tinggi sudah
- banyak itu banyak sekali mereka-mereka
- yang sekarang
- terjun di dalam bidang ini ya. Nah, ini
- menunjukkan betapa apa kita kita perlu
- untuk memberikan pendidikan ekonomi
- syariah itu mulai dari dasar sekali ya.
- Dasar mungkin mulai dari kita
- mengenalkan kata-kata akad saja itu
- gimana jual beli itu bagaimana.
- Heeh.
- Iya. Di kita kan ada ini di SD
- silaturahim ini kan ada SMP apa ya?
- Ada SMP. SMP
- ada jualan bagaimana? Cari jualan yang
- besar gitu kan.
- Iya. ini memperkenalkan bahwa jualan itu
- walaupun itu semua orang bisa melakukan
- tetapi kita dalam hal ini menanamkan
- nilai-nilai Islam di dalam jual beli
- penting.
- Apa rukun jual beli? Apa konsekuensinya
- jika salah satu rukun dari jual beli itu
- enggak ada misalnya. Ini ini harus
- diketahui ya. Sehingga kita itu ngerti
- jual beli dalam Islam itu bagaimana.
- Tidak hanya jual beli ya semua orang itu
- kalau jual beli bisa. itu kalau jual
- beli bagaimana dengan kita menyewa suatu
- barang hukumnya bagaimana? Bagaimana
- kita berkongsi ngumpulin modal dari satu
- orang kepada orang yang lain? Bagaimana
- cara bagi hasilnya dan seterusnya? Ini
- ini semuanya harus kita kenalkan dan ini
- semuanya bisa kita lakukan tanpa
- menggunakan apa yang disebut dengan
- riba. Tanpa riba ya
- karena kita bagai hasil dari pendapatan
- ya. kita kongsi apa namanya ABC modal 30
- 30 33 misalkan kemudian kita usaha
- bersama bertiga. Nah, keuntungan yang
- muncul dari usaha bersama ini kita bagi
- H
- yang adil kayak gimana Al-Qur'an apa
- syarah memberikan hal itu. Usaha apa
- saja yang boleh kita lakukan? Bagaimana
- jika ada yang curang? Bagaimana jika ada
- yang tidak mau bekerja tapi dia stor
- modal saja dan lain sebagainya. H
- ini bisa kita kembangkan gitu. Nah,
- makanya kalau kita lihat implementasi
- ekonomi pada zaman saadet itu apa ya itu
- mampu memberikan kontribusi kepada
- masyarakat Islam luar biasa walaupun
- usaha pengusaha-pengusaha enggak banyak.
- I
- misalnya Utsman bin Affan ee Abdurrahman
- bin Auf ya tokoh-tokoh beberapa gelintir
- sahabat. Tapi hasil yang mereka lakukan
- itu bisa memenuhi keutan hajat daripada
- masyarakat Islam semuanya. gitu kan.
- Yang kedua adalah mereka ini
- pengusaha-pengusaha ini pada zaman
- Rasulullah itu bukan dengan model
- sendiri tapi
- join join venture ya model ventura.
- Sebagian hanya menanamkan modal
- sebagian menanamkan modal dan ikut
- bekerja dan ada yang bekerja saja
- begitu. Nah, itu bisa memberikan begitu
- banyak kebaikan kepada masyarakat pada
- waktu itu. Nah, nah kita ini sekarang
- salah satu kesulitan yang dari
- teman-teman yang lakukan adalah ya ini
- karena pengalaman kita ya sulit kita ini
- berkongsi dengan orang walaupun kepada
- muslim sendiri.
- Iya. ya berkongsi di awalnya beberapa
- saat bubar
- i kan gak bisa bertahan lama dan
- berkongsi kita bikin kongsi beberapa
- orang kita masuk tidak lama kemudian
- satu khianat ya terhadap yang lain
- akhirnya usaha itu bubar jalan
- nah ini perlu kita ee memiliki fikih apa
- fikih muamalah yang tangguh dan
- bagaimana meng mengimplementasikan
- dengan baik supaya kita ini dapat berkat
- ee berkahnya dari ee menegakkan fikih
- muamalah dalam bidang maliah ini. Itu
- Mas.
- Baik, selanjutnya ada Pak Tejo.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Izin komentar, Pak Ustaz. Tadi sudah
- ditanyakan oleh Mas Angga. Kenapa sistem
- ekonomi dunia saat ini termasuk di
- negeri kita dominan riba? Saya mencoba
- berpendapat seperti ini, Pak Ustaz.
- Satu, dalam sejarahnya Islam masuk
- Indonesia itu belum lengkap. Kedua,
- pemahaman terhadap ekonomi Islam secara
- utuh termasuk manfaatnya sepertinya
- belum tersosialisasi luas di masyarakat.
- Ketiga, keimanan umat Islam masih lemah
- sehingga daya juang menegakkan ekonomi
- Islamnya lemah juga. Yang keempat,
- kehidupan ini pertarungan antara
- orang-orang yang berjalan di jalan Allah
- dan yang berjalan di jalan Thaagut.
- Jadi, ada dua jalan. Yang kelima, Yahudi
- konon mengamalkan beberapa ayat
- Al-Qur'an, namun bukan untuk ketaatan
- kepada Allah sehingga mereka bisa maju
- qadarullah. Apakah sunatullah? Terima
- kasih, Pak Ustaz. Wasalam.
- Terima kasih. Ada namanya enggak ada?
- Patejo [berdehem] Sukmono.
- Patejo saya setuju sem setuju semuanya.
- Iya. Cuman yang kelima itu ya harus ada
- penjelasan lebih rinci ya. Tapi yang 1 2
- 3 dan 4 I agree. [berdehem]
- Iya.
- Saya sebenarnya setuju ya menambah
- wawasan ini Pak Tejo ya. Heeh. He.
- Ya. Yang lima itu nanti kita kaji
- bersama
- ya.
- Tapi memang seperti itulah salah satu
- daripada kenapa kita menjadi seperti
- ini. Faktor yang lima tadi terutama yang
- 1 2 3 4 ini benar semuanya.
- Heeh.
- I fully agree with you. Oke Mas Ang.
- Baik. itu Pak Ustaz menjadi ee komentar
- dan pertanyaan terakhir ya bisa kita
- jawab di kesempatan kali ini sebagai
- seluruh ee bahasan kita penutup dari Pak
- Ustaz itu apa yang diingatkan kepada
- pendengar. Terima kasih Mas Angga para
- pemirsa Rasil TV dan para pendengar
- radio silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- ee kepada saudara-saudara sekalian yang
- punya entusiasme yang tinggi untuk
- mengamalkan ee fikih muamalah dalam
- bidang ee perdagangan, dalam bidang
- ekonomi dan komersial. ini kita
- merasakan bahwa selama usaha kita ini
- belum mendapatkan hasil yang sesuai
- dengan harapan kita, maka janganlah kita
- ini putus asa karena begitu beratnya
- tantangan di lapangan ya. Tantangan yang
- di lapangan itu memang berat ya.
- Terutama adalah dominasi riba, dominasi
- gor, dominasi judi, ya. Judi di dalamnya
- judul H
- yang luar biasa. Kemudian ee apa
- namanya? Trik-trik yang dipakai ya.
- Trik-trik itu biasanya tidak sepenuhnya
- benar secara syariah, tapi dipakai oleh
- orang lain untuk mendominasi daripada
- keinginan mereka atau mengkontrol
- sebagian daripada sumber daya yang ada.
- Karena itu maka kita berhadapan dengan
- hal ya berhadapan dengan luar biasa. nih
- mulai trik, mulai mekanisme, mulai apa
- namanya ee rezine atau namanya itu
- merekayasa dan lain sebagainya.
- He.
- Sehingga kita ini menghadapi tantangan
- yang tidak tidak sungguh tidak mudah.
- Nah, karena itu kembali kepada pada
- prinsip kita bahwa yang kita kejar itu
- bukan d hasilnya banyaknya atau gimana,
- tapi yang kita kejar adalah hasil itu
- sesuai dengan syariah. apa gunanya kita
- ee melakukan usaha bisnis
- entrepreneurship
- mungkin menguasai negara atau kawasan
- tertentu, tapi itu semuanya tidak kita
- peroleh dengan yang baik dengan sesuai
- dengan ee apa namanya? kaidah islamiah,
- kaidah muamalah islamiah. Mungkin
- sebagian besar apa yang kita peroleh dan
- kita capai dari usaha-usaha komersial
- itu sebagian besar mungkin malah
- diharamkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau yang seperti itu kita
- dapatkan, maka tidak ada kebanggaan sama
- sekali. Karena harta yang kita peroleh
- dari cara yang tidak benar akan menjadi
- haram dan akhirnya akan merugikan kita
- sendiri. Maka di sini ekonomi Islam itu
- bukan melihat hasilnya yang besar tapi
- caranya yang benar. Ya, yang mula-mula
- ada caranya ya. caranya yang benar
- dengan cara kita menghindari hal yang
- diharamkan yaitu ya sudah kita katakan
- tadi riba goro dan lain sebagainya itu
- ee tetapi apa namanya kita jangan jangan
- apa ya pada saat kita dalam keadaan
- terpuruk kemudian kita ee lemas kita
- tidak punya semangat untuk bergerak
- karena kita keberatan atau tidak tahan
- melihatkan tangan, kemudian kita mundur
- dan akhirnya kita kompromi. Nah, itu
- yang yang tidak harus kita lakukan ya.
- Bisnis memang turun naik, kadang baik
- kadang tidak ya. Tapi kalau kita merasa
- bahwa ajaran Islam ini ajarannya di
- dalam muamalah maliah, bisnis dan lain
- sebagainya ini sangat baik, bernilai
- tinggi ya kita apa namanya kita adopsi
- menjadi bagian daripada kehidupan kita,
- way of life kita dalam bidang ekonomi
- dan komersial. untuk mendapatkan
- fadlullah ya. Karena fadlullah itu bisa
- dicapai dengan cara yang baik ya.
- Jangan sampai kita berbicara
- apa namanya yang sulit, yang haram aja
- gak susah apalagi yang halal enggak
- boleh begitu ya. Yang kita inginkan
- adalah bahwa kita memperoleh fadlullah
- yaitu keuntungan dari usaha ini caranya
- benar sehingga apa yang kita peroleh itu
- benar secara syariah dan akhirnya
- menjadi berkah baru dalam kehidupan
- kita. Jangan tertarik kepada keuntungan
- sesaat.
- yang itu tidak mendapat dari Allah. Nah,
- di sini kita perlu konsisten dalam
- setiap saat ya. Ketika berusaha harus
- kita camkan itu. Jangan sampai kita
- kalah dengan nafsu sehingga akhirnya
- kita tidak begitu apa namanya
- memperhatikan hal-hal yang diharamkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Saya kira
- itu Mas ya.
- Baik, Pak Ustaz. Demikianlah ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa
- taala. Kajian ekonomi Islam kita edisi
- hari ini bersama guru kita Ustaz Ihwan
- Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
- banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf
- atas segala kesalahan kata. Kami undur
- diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.