Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:14 [musik] 0:24 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:26 warahmatullahi wabarakatuh. 0:28 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:30 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:34 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:37 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:40 yangfani warzuqni ilman yangfi. 0:42 Dipancarkan dari jalan masjid 0:43 silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur, 0:46 Bekasi, radio silaturahim dan Rasil TV 0:49 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:51 pendengar dan juga pemirsa di mana saja 0:54 Anda berada di pagi menuju siang hari 0:57 ini. Apa kabar Anda? Semoga dalam 1:01 keadaan sehat walafiat. Saya senang 1:03 sekali Angga Aminudin ditemani oleh Ondi 1:06 di kameramen. Ada juga Algi di meja 1:08 operator dapat kembali menyapa Anda Iwan 1:10 Ahwat. Kami hadir hari Selasa. Kita 1:12 sudah masuk hari yang kedua di bulan 1:16 September 1:18 2025. 10 Rabiul Aal 1447 Hijriah. Iwan 1:22 akhwat. Kajian ekonomi Islam kembali 1:25 hadir. Dan alhamdulillah narasumber kita 1:28 di kesempatan kali ini sudah hadir di 1:30 studio Ustaz Ihwan Basri. Asalamualaikum 1:33 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 1:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:36 wabarakatuh. 1:37 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 1:39 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:40 Sehat Ustaz ya. 1:42 Sambil terus kita ini memantau nih 1:44 keadaan negeri ini nih. Ee beberapa hari 1:48 ini begitu menyita perhatian publik ee 1:51 ikhwan akhwat. Demonstrasi di ee 1:53 mana-mana dan bahkan saya sampai ee 1:57 memantau pemberitaan, opini ee artikel 2:01 di media di media online ya, Pak Ustaz. 2:04 ya komen komentar [tertawa] 2:06 komen bahkan yang memiliki yang apa 2:08 menulis opini gitu ya argumen mengenai 2:11 apa yang terjadi itu kayaknya hampir 2:13 serempak nih Pak Ustaz bukan hanya 2:15 akademisi yang ahli di bidang ekonomi 2:17 saja yang ahli di bidang politik yang 2:19 ahli di bidang agama gitu ya yang ahli 2:20 di bidang apa semua pada dikomen nih Pak 2:22 Ustaz 2:22 benar 2:23 yang terjadi ee baru-baru ini karena 2:26 memang kita kan belum beranjak dari 2:28 hingar-bingar nih Pak Ustaz ya masih 2:29 bulan Agustus tuh kemarin tuh gitu ya 2:31 iya 2:32 masih perayaan gitu ya ee pidato ee 2:35 presiden juga waktu pas ee 17-an itu 2:38 dinanti gitu ya. Ternyata enggak jauh 2:41 dari situ terjadi peristiwa yang membuat 2:44 negeri kita ini ee bersedih gitu ya. 2:47 Bentrokan antara aparat dan juga 2:49 masyarakat terjadi. Selain itu kita juga 2:52 melihat ada satu potret yang malah makin 2:58 ee menjadi pemicu Pak Ustaz ya. 3:00 ketidakadilan gitu ya, kemiskinan, 3:03 kesenjangan sosial. Udah tahu rakyat ini 3:06 miskinnya 3:07 sampai sulit makan ya, Pak Ustaz ya. 3:09 Terus merasa juga tidak adil. Eh, sama 3:11 pejabatnya mulai dipanas-panasin. 3:13 [tertawa] 3:14 Akhir pecah gitu. Akhir pecah. Dan pecah 3:17 pun kemarin ee ada pengawat yang 3:20 mengatakan ee itu tuh belum belum 3:23 klimaksnya gitu. Belum seberapa katanya. 3:26 Oke. Kita sebenarnya ingin menyoroti 3:28 gitu ya. lebih ke 3:32 kenapa gitu ya ledakan emosi rakyat ini 3:36 sampai demonstrasi sampai terjadi ee 3:39 penjarahan 3:41 akar masalah utamanya 3:43 dalam pembangunan negeri ini sebenarnya 3:45 apa yang salah gitu ya saudara apa yang 3:47 salah sebenarnya kok ada begini terus 3:49 gitu dan tentu saja kita akan soroti 3:53 dalam ranah kajian ekonomi Islam begitu 3:55 Pak Ustaz ya kami mengundang Anda Yan 3:56 Ahwad silakan sampaikan pertanyaan 3:58 ataupun komentarnya ke nomor Nomor 3:59 WhatsApp rasil di 0811999720. 4:05 Selain teks, Anda juga bisa mengirimkan 4:07 voice note. Jadi pesannya itu di 4:10 WhatsApp itu Anda bisa rekam suara Anda, 4:12 gitu ya. Sebut salam, sebutkan nama dan 4:14 pertanyaannya apa dengan voice note 4:16 WhatsApp. Baik, Pak Ustaz, bagaimana 4:19 mengawali eh diskusi kita mengenai apa 4:22 sebenarnya Pak Ustaz lihat pemicu utama 4:25 dari yang kemarin terjadi di negeri ini? 4:28 Tafadol ya ustaz. 4:30 Asalamualaikum warahmatullahi 4:31 wabarakatuh. 4:34 Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu 4:37 wasalamu ala asrofil iya wal mursalin. 4:40 Sayyidina wa maulana wa nabiyana wa 4:43 rasulina Muhammadin wa ala alihi wa 4:45 ashabihi ajmain. Amma ba'du. 4:48 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:51 radu silaturahim yang dirahmati Allah 4:53 subhanahu wa taala. 4:55 Alhamdulillah 4:57 tma Alhamdulillah 4:59 kita panjatkan puji dan syukur ke 5:01 hadirat Allah Subhanahu wa taala yang 5:04 senantiasa mencurahkan rahmatnya kepada 5:06 kita sekalian 5:08 sehingga pada pagi hari ini kami yang 5:11 ada di radio silaturahim di studio 5:15 berhasil dan bisa melaksanakan siaran 5:19 live dan begituun Anda semuanya kaum 5:23 muslimin yang sedang mendeng 5:25 mendengarkan atau menyimak siaran kami 5:27 ini di mana pun berada. Mudah-mudahan 5:30 rahmat Allah Subhanahu wa taala selalu 5:33 terlimpahkan atau dilimpahkan kepada 5:36 saudara-saudara sekalian dan 5:38 saudara-saudara sekalian bisa 5:39 melaksanakan 5:41 ee pekerjaan yang seharusnya kita 5:44 kerjakan meskipun ada batasan-batasan 5:47 yaitu di antaranya masih ada yang 5:49 melakukan WFH 5:51 working from home ini karena 5:54 mengantisipasi. Namun demikian, 5:56 mudah-mudahan situasi yang kita rasakan 6:00 sekarang ini ee makin membaik dan makin 6:03 kondusif sehingga seluruh bangsa kita, 6:06 bangsa Indonesia bisa melaksanakan 6:08 fungsinya masing-masing. Bekerja di 6:12 tempat masing-masing. Petani bisa ke 6:14 sawah dengan enak, sopir juga bisa ke 6:18 melaksanakan tugas sebagai pengendara di 6:21 dalam kota dengan aman dan lain 6:22 sebagainya. Kita harapkan semakin dari 6:25 semakin baik. Ee para pemirsa Rasil TV 6:29 dan para pendengar Rajil Silaturahim 6:31 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 6:33 Yang dimukadimahi oleh Mas Angga tadi 6:35 adalah hal yang sebetulnya 6:39 ee sudah banyak dibahas apalagi oleh 6:42 para akademisi dari berbagai disiplin 6:45 ilmu, ilmu sosial, ilmu politik, ilmu 6:49 ekonomi dan lain sebagainya. bahkan 6:51 budayawan, ustaz, para asatid dan lain 6:55 sebagainya. Tidak ada dalam waktu kurang 6:58 lebih 5 hari terakhir ini ee ee apa 7:01 namanya cerita yang di ee yang disorot 7:04 oleh para akademisi melainkan apa yang 7:07 sedang terjadi di negeri kita. Karena 7:10 itu maka di dalam hal ini kita juga 7:12 turut memberikan suatu kontribusi dalam 7:15 hal bagaimana memandang hal tersebut 7:18 dari kacamata ekonomi Islam. Apa yang 7:21 salah 7:23 terhadap yang sedang kita bangun? Kita 7:26 merdeka dan kita peringati kemerdekaan 7:30 kita ini pada tahun ini pada bulan 7:32 Agustus kemarin itu yang ke-80 7:36 ya. Yakni kita ini sudah genap 8 dekade 7:40 merdeka. 8 dekade berusaha untuk 7:42 membangun negeri ini. Tapi pada dekade 7:46 yang ke-elapan di hari yang di hari 7:49 ulang tahun yang ke-80 7:51 setelah kita riang gembira, 7:54 hingar-bingar melaksanakan peringatan 7:57 itu, belum sampai bulan Agustus itu 8:01 selesai, kita sudah mengalami hal yang 8:05 sangat besar seperti yang kita saksikan 8:08 ya, berbagai demo, berbagai unjuk rasa 8:13 dari kelompok masyarakat terutama adalah 8:16 dari para mahasiswa dan juga para 8:18 pekerja ini luar biasa ya luar biasa 8:23 dimensinya ee skalanya juga demikian 8:26 besar ya tidak bisa kita lihat peristiwa 8:29 ini hanya dari satu sudut dari satu 8:32 pandang katakanlah politik atau ekonomi, 8:36 tapi multidimensional ya. Peristiwa ini 8:40 ee masuk dalam kategori hukum atau 8:42 legal. masuk dalam kategori ee 8:45 kesenjangan ekonomi, masuk dalam 8:47 kategori ee pembangunan ekonomi dan lain 8:51 sebagainya, masuk politik dan lain 8:52 sebagainya. Ya, karena itu kalau kita 8:55 melihatnya hanya dari satu sisi, mungkin 8:57 hasil nanti investigasi kita itu akan 9:00 tidak memberikan gambaran yang benar 9:02 terhadap peristiwa ini. Karena itu dalam 9:05 melihat suatu peristiwa seperti ini 9:07 kacamata harus banyak ya dari berbagai 9:10 segi sosial, ekonomi, politik dan lain 9:12 sebagainya dalam satu waktu. Nah, kalau 9:16 kita lihat tuntutan dari mahasiswa atau 9:18 tuntutan yang berunjuk rasa ini yang 9:21 sangat penting bagi kita adalah ajarnya 9:24 transparansi terhadap penggunaan sumber 9:26 daya ee milik kita, sumber daya negeri 9:30 kita, kemudian adalah penegakan hukum, 9:34 kemudian adalah perampasan Undang-Undang 9:37 perampasan Aset Negara. Ini sangat 9:39 penting. Ini yang menurut saya yang 9:42 sudah lama dinanti-nantikan. 9:45 ya kesenjangan terutama ya kesenjangan 9:48 atau ee gap antara miskin dan kaya itu 9:52 semakin hari semakin tidak bisa 9:55 dikontrol ya memang melebar makin makin 9:58 jauh gitu ya tetapi yang di atas ini 10:03 tidak merasa bahwa itu adalah melukai 10:07 sebagian besar orang-orang di bawah ya 10:10 apalagi kemudian ada wakil rakyat 10:13 anggota DP BR yang flexing, 10:17 yang memamerkan kekayaannya 10:20 dan itu bisa dimanai oleh orang-orang 10:22 bahwa orang-orang duafa ini bahwa mereka 10:24 itu kaya lantaran menjadi wakil rakyat 10:27 dan korupsi. Ya, itu aja yang di dalam 10:31 pandangan orang-orang bawah. Tetapi yang 10:34 yang ada di atas ini yang flexing, yang 10:37 memperlihatkan kekayaannya itu bukannya 10:40 bukannya apa ya, bukannya sedih gitu. 10:43 terutama bangga ya bangga dengan cara 10:46 seperti itu dan itu menyakiti orang 10:47 terutama menyakiti warga yang duafa ini 10:51 tidak bisa diterima sebetulnya ya karena 10:55 itu maka hal seperti itu ya wakil rakyat 10:58 yang fleksi memperlakukan kekayaan itu 11:01 sebenarnya bodoh ya dan tidak pantas 11:03 menjadi wakil rakyat mereka itu adalah 11:06 sama sekali tidak apa namanya bahkan 11:08 untuk menjadi politisi pun seharusnya 11:10 tidak bisa karena dalam sistem politik 11:12 itu yang menjadi wakil dari partai 11:15 politik adalah orang yang baik. 11:16 H 11:17 orang yang punya akhlak. Ya, orang yang 11:19 punya akhlak tidak akan memamerkan 11:21 kekayaan. Entah dari mana itu 11:23 kekayaannya itu. Yang jelas selama 11:25 puluhan tahun mereka menjadi anggota 11:26 wakil rakyat. Ya. Ya. Tidak bekerja 11:28 selain daripada itu. Dan karena itu 11:30 sangat mungkin sekali kekayaan yang 11:32 mereka perlihatkan itu adalah berasal 11:34 dari hal yang ya dekat-dekat dengan 11:36 korupsi, dekat-dekat dengan seputar itu 11:38 ya. Ya. Nah, kok malah dipamerkan. 11:41 Makanya ini sangat memicu ya itu 11:44 kesenjangan ya. Belum lagi apa namanya 11:47 hukum penegakan hukum yang kecil-kecil 11:50 orang yang bersalah tapi kesalahan itu 11:52 sangat kecil dihukum dengan cepat dan 11:55 dihukum dengan berat. Nah mereka yang 11:57 korupsi triliunan itu enggak pernah 11:59 ditangkap ya. 12:01 Ya. Ada yang sekarang ini apa namanya 12:04 klasifikasinya klasemen sementara siapa 12:07 yang menang 12:08 apa yang Pertamina 200 berapa triliun. 12:11 Kemudian ada lagi 12:12 PLN dan itu enggak ada enggak ada 12:15 ujungnya, enggak ada perkembangannya, 12:16 enggak ada update-nya. 12:18 Di mana itu ya yang di Bangka Belitung 12:21 itu yang apa itu ya yang 12:24 tima itu ya itu 12:26 ya ratusan triliun dan tiba-tiba enggak 12:28 ada. Kemudian tentang ee penyelesaian 12:32 PIK 2 kemarin juga begitu enggak ada 12:34 berita sama sekali. He. 12:36 Jadi akhirnya seolah-olah dalam satu 12:38 kalimat yang padat ini, pemerintah atau 12:42 negara kita ini dikerangkeng oleh 12:44 oligarki yang masuk ke dalam sistem 12:47 politik ya, sistem pemerintahan ya. 12:50 Memang mereka enggak ada namanya di 12:52 dalam menteri enggak ada di dalam 12:55 Panglima TNI enggak ada tapi mereka itu 12:58 punya kekuatan yang super kuat 13:01 sehingga lembaga-lembaga ini mandul 13:03 untuk melakukan fungsinya dengan baik. 13:06 Akibatnya kezaliman itu menjadi-jadi. 13:09 Dan setelah menjadi-jadi Rat jadi 13:11 pasrah. Pasrah itu karena mereka enggak 13:14 bisa lagi mengubah. Nah, ketika ada 13:16 momen ya ada momentum seperti ini kecil 13:19 saja mungkin yang diawali dengan Pati 13:21 itu bupati yang tiba-tiba menaikkan 13:24 pajak ratusan persen yang dan lain-lain 13:27 juga. Dan setelah itu kemudian terjadi 13:30 peristiwa demodipati yang gak berhenti 13:32 siang malam. Padahal kota itu selama ini 13:34 enggak terkenal sebagai kota yang pernah 13:36 didemo. 13:37 Tiba-tiba menjadi 13:39 kota yang paling banyak demonya. Luar 13:41 biasa. Dan itu belum satu, belum selesai 13:45 timbul lagi, timbul lagi, timbul lagi. 13:47 Dan akhirnya meledak. Ya. Nah, 13:50 masalahnya di sini adalah ee 13:52 pertanyaannya adalah apa pemicunya 13:55 sebetulnya? Yait banyak yang nanya 13:58 begitu. Iya kan? 14:02 pemicu dari demo ini apa ya? Ya 14:04 jawabannya tadi itu banyak faktor 14:06 multidimensional. 14:08 Ada masalah hukum, ada masalah ekonomi, 14:10 kesenjangan, dan lain sebagainya. 14:12 Pengeluaran sumber daya Indonesia, 14:15 negeri kita tercinta yang tidak 14:17 dinikmati oleh ee rakyat. Undang-Undang 14:20 Dasar pasal Undang Dasar 45 pasal 33 14:24 yang mengatur bagaimana mengolah sumber 14:26 daya ini untuk kepentingan untuk 14:27 kemakmuran rakyat gak pernah 14:29 direalisasikan. sudah 8 dekade ya, sudah 14:33 8 windu ee lebih daripada 8 windu. Kalau 14:35 windu kan cuma 8 tahun ya. Ini 80 tahun 14:38 10 window. Kalau kalau dilihat dari sisi 14:41 itu sudah cukup lama karena apa? 14:44 Negara-negara sebelah sudah keluar 14:47 angkasa. Cina dulu sudah buat stasiun 14:50 angkasa. Padahal Cina dengan kita 14:52 merdekanya tu kalau dilihat dari kita 14:54 duluan kita ya. 14:55 Kita kan Cina 49 ya, kita 45. [tertawa] 14:58 Taiwan juga gitu kepecah Taiwan dengan 15:00 Cina daratan itu kan sekitar tahun 9 ya. 15:04 Nah itu sekarang mereka sudah punya 15:06 stasiun angkasa lebih janggi daripada 15:09 punya NASA ya daripada Rusia. 15:13 Mobil-mobilnya sudah masuk ke kita 15:14 semuanya pakai listrik ya. TV-nya, 15:17 kulkasnya segala sudah masuk ke 15:20 rumah-rumah kita. eh kita masih apa 15:24 namanya ee memberikan ee makan kepada 15:28 ayat kita tiga kali se belum bisa. Inna 15:30 lillahi wa inna ilaihi roajiun. Nah, 15:33 karena itu maka dalam hal ini topik yang 15:37 dicari Mas Angga tadi itu adalah 15:39 ee ada apa dengan pembangunan kita 15:41 selama ini? Kenapa ini peristiwa 15:43 terjadi? ya seperti itu. Jadi ada yang 15:46 salah, ada yang salah dalam hal ini. Dan 15:49 kesalahan itu bukan hanya dalam bidang 15:52 ekonomi di mana kita ee membangun 15:55 kemudian menghancurkan. Membangun 15:57 menghancurkan. Ya, kalau kita lihat ya 15:59 peristiwa dari 45 kita enggak bisa 16:02 membangun sampai akhirnya kita tahun '5 16:04 itu kena G30S. Kemudian muncul ee Orde 16:09 Baru, Orde Baru membangun Indonesia dan 16:12 berhenti tahun 98 ya kan. Nah, selama 16:16 membangun Orde Baru, membangun Indonesia 16:18 itu ada banyak ee nyata apa yang dibuat 16:20 itu. [berdehem] Ya, saya sendiri sebagai 16:23 orang yang lahir di dalam masa itu ya 16:25 menyaksikan benar ya 16:27 banyak karya dari Orde Baru itu. Tapi 16:30 begitu akhirnya Orde Baru runtuh dan itu 16:32 kembali kita itu mundur gitu. Nah, tadi 16:35 peristiwa yang sekarang ini yang 5 hari 16:39 terakhir ini hampir-hampir saja ya 16:43 mengulang peristiwa tahun 98 ya kalau 16:47 enggak dikendalikan dan itu akan 16:48 meruntukkan pembangunan yang sudah kita 16:50 lakukan 25 tahun terakhir ya. 16:54 Ya. Jadi ee apakah kita harus mempunyai 16:57 siklus bahwa setiap 20 tahun, 25 tahun 17:00 sekali kita hancur lalu kita bangun lagi 17:03 20 tahun lagi hancur lagi. Begitu 17:05 innalillahi waziun ya kita itu akhirnya 17:07 masuk ke dalam ee lubang yang sama 17:10 berkali-kali ya. Nah, ini yang apa 17:13 namanya yang menjadi soratan kita bahwa 17:16 ee tantangan di dalam membangun negara 17:19 itu memang banyak. Tetapi 17:23 tantangan yang kita yang kita hadapi 17:25 sekarang ini mungkin sebabnya ialah 17:27 karena cara membangun kita yang gak 17:29 benar. Cara yang membangun kita yang 17:31 enggak benar di mana kita hanya 17:33 menumbuhkan kalau dari sisi ekonomi itu 17:35 kan kita hanya menumbuhkan sebagian 17:36 kecil ya 5% dari penduduk kita menguasai 17:39 aset nasional. yang 5% ini bukan hanya 17:42 menguasai aset nasional, tapi menguasai 17:45 pemerintah. Bisa mendikte bahkan 17:46 pemerintah atau rezim itu enggak 17:48 berkuasa apa-apa terhadap mereka. Mereka 17:51 punya proyek ini kita buat proyek dibuat 17:54 nasional, digandinglah pemerintah itu 17:57 dan dibikin ini adalah proyek nasional. 18:00 Emergency yang sangat penting bagi 18:02 negara. Padahal proyek ini bukan punya 18:04 negara awalnya juga ya. 18:06 Jadi akhirnya ke situ. Sumber daya 18:09 dipakai untuk membangun. Tapi membangun 18:11 itu membangun yang 5% tadi. Yang 90% itu 18:16 bahasa jawanya itu enggak kedomanan. 18:20 Enggak kebagianak 18:22 kebagian sampah doang. Nah, karena itu 18:26 maka jika dari bawah ini seperti ini 18:29 guncangannya maka atau ledakannya 18:31 seperti yang kita lihat sekarang ini ya 18:33 itu adalah akibat yang lumrah daripada 18:37 cara kita membangun negara, cara kita 18:40 memurkan rakyat yang hanya kita dengar 18:43 pada waktu pemilu aja dengan 18:45 slogan-selogan tapi kenyataannya enggak 18:47 ada. ya pendapatan per kapita tetap 18:50 mandek di situ. Yang miskin tetap miskin 18:52 malah sebagian yang miskin menjadi lebih 18:54 miskin lagi. Yang kaya sudah kaya 18:57 menjadi lebih kaya dengan sangat cepat 18:59 karena ee mendapat umpan, mendapat 19:01 dukungan dari atau fasilitas dari negara 19:04 ya. Sementara yang miskin tetap miskin 19:06 ya, tidak mendapat apapun dari negara 19:09 dan negara tidak membikin mereka menjadi 19:11 orang yang pintar. Mereka orang yang 19:13 semat, orang yang 19:15 apa ya, yang ngerti sebagai warga negara 19:17 yang baik mereka dibodohi. Nah, jika 19:20 kita lihat seperti ini ya, maka 19:23 peristiwa yang terjadi pada 5 hari 19:25 terakhir itu adalah peristiwa yang 19:27 lumrah. Nah, mungkin cara kita memandang 19:30 atau menganalisis peristiwa ini, oh itu 19:34 dibilang ini dialektis materialis, 19:37 dialektis sosialis. cara pandangan 19:39 sosialis selalunya begitu. Kalau kita 19:42 melihat suatu perkara yang 19:45 membedah bagaimana pergolakan revolusi, 19:48 pergolakan sosial ini terjadi, selalu 19:50 orang bilang itu ini adalah pandangan 19:52 kiri. Ya, 19:53 sama dengan yang di Amerika sekarang 19:55 misalkan tidak sebagian besar mungkin 19:58 akademisi atau ya kaum ee akademisi di 20:01 bidang ekonomi, ahli-ahli ekonomi mereka 20:03 enggak setuju dengan ee Trump ya. dan 20:07 melihat tram itu adalah kelompok 20:08 kapitalis ya yang menguasai sumber daya 20:12 sementara mengeksploitasi sumber daya 20:14 Amerika apapun yang dimiliki dipakai 20:16 oleh mereka yang bawa yang kaum buru itu 20:20 tidak mendapat apa-apa kalau kalau kita 20:23 membedah apa yang terjadi di Amerika kan 20:24 seperti itu. Nah kalau analisisnya 20:26 seperti ini orang bilang itu kan kita 20:29 melihat dari sisi ee sosialisme. 20:32 Jadi seperti itu. Seolah-olah apa yang 20:35 dianalisis dalam pandangan konteks 20:37 seperti ini ini enggak ilmiah. 20:39 Sebenarnya bukan ilmiah, ini sangat 20:42 sangat ilmiah dan sangat aktual. Ya. 20:45 Jadi kalau dalam ekonomi Islam tetap 20:47 kita akan melihat bahwa persoalannya 20:48 antara kaya dan si miskin. Karena orang 20:51 kaya, orang the have itu akan memiliki 20:55 hubungan yang kuat dengan rezim. E di 20:58 mana-mana begitu. Kalau skala 21:02 skala usahanya seseorang itu sudah 21:04 nasional, 21:06 maka kementerian, maka presidensi 21:09 kepresidenan, maka wakil rakyat itu 21:12 menjadi teman 21:14 supaya ee perusahaan ini gampang 21:17 urusannya. Tapi kalau misalkan 21:20 perusahaan itu gurem ya, kayak kita UMKM 21:24 membikin bakso, menjual bakso, bikin 21:27 batagor, jualan batagor enggak akan ada 21:30 hubungan dengan pemerintah itu enggak 21:31 akan ada ya atau dengan orang kuat di 21:35 tempatnya juga enggak ada karena mereka 21:38 kecil skalanya. Tapi kalau usaha itu 21:40 sudah menasional ya, maka mereka merasa 21:43 berkepentingan untuk dekat dengan 21:45 kekuasaan. Sebab tanpa dekat dengan 21:47 kekuasaan, mustahil rasanya mereka akan 21:51 bisa berkembang secara nasional atau 21:53 berlanggeng secara nasional. Karena itu 21:56 terjadilah perkawinan simbiosis ini 21:59 antara komorador ada yang mengatakan 22:02 begitu antara elit politik ya, antara 22:06 apaama orang yang kuasa, orang yang 22:09 kaya, saling sinergi ya. Tapi itu di 22:13 dalam Al-Qur'an sudah ada contohnya ya 22:14 kan dengan kekuasaan Firaun, dengan 22:17 kekuasaan Haman, dengan Qarun. Tiga 22:20 tokoh ini sebetulnya mewakili tiga 22:22 kepentingan yang melanggarkan kekuasaan 22:24 dan melanggarkan kezaliman kepada rakyat 22:28 gitu loh maksudnya ya. 22:29 Hm. 22:31 Lalu, Pak Ustaz [berdehem] ketika 22:33 ledakan ini sudah tidak bisa ditahan 22:36 lagi gitu ya, bahkan oleh sistem ee 22:40 negara, pemerintahan, sistem sosial juga 22:43 gitu. Ee bagaimana Pak Ustaz ini 22:45 terjadi? Apakah Pak Ustaz juga melihat 22:49 rekayasa atau skandero tertentu nih Pak 22:51 Ustaz ya? ataukah alamiah gitu bahwa 22:55 suara rakyat ini sudah tidak terbendung 22:57 kekesalan mereka juga atau karena yang 22:59 mendorong mereka ini alami itu karena 23:00 fakta-faktor tadi yang multidimensi itu, 23:02 Pak Ustaz ya pasti [berdehem] ada yang 23:03 mengatakan ini rekayasa 23:05 i 23:06 sebagian pengamat ya karena apa ya 23:11 teori seperti ini pasti ada untuk 23:14 menjelaskan ke keadaan ya 23:16 he 23:16 ee apalagi pergolakan politik, 23:18 pergolakan sosial ya maka Maka selalu 23:22 banyak ya selalu banyak ya pengamat yang 23:25 mengatakan bahwa ini ada rekay ini ada 23:28 ada apa namanya titipan dari luarlah ini 23:32 dan lain sebagainya. intinya adalah 23:34 menyalahkan ya menyalahkan pihak yang 23:37 ikut di dalam pergolakan atau memicu 23:39 pergolakan ini dan karena itu kemudian 23:43 dia tidak memilih melihat bahwa ini 23:45 kesalahan pemerintah, ini kesalahan ee 23:47 wakil rakyat, ini kesalahan sistem 23:49 politika tidak melihat ke situ ya kalau 23:52 argumenya seperti itu ya. dan kita 23:55 maklumi bahwa pendapat seperti ini pasti 23:58 akan ada ya. Apalagi ee orang yang 24:02 background-nya atau mempunyai 24:03 pengetahuan tentang intelijen pasti 24:05 pasti menganggapnya seperti itu. 24:08 Namun demikian ee tidak tutup 24:12 kemungkinan bahwa menurut saya itu 24:14 justru adalah karena masalah-masalah 24:15 ekonomi ya. Ya, masalah ketimpangan 24:18 ekonomi yang Mas sebutkan tadi ya. 24:20 Kemudian masalah hukum yang tidak 24:22 ditegakkan. Terus Undang-Undang 24:24 Perampasan Aset Negara ini kan 24:26 sebenarnya sangat penting karena apa? 24:29 Karena wakil-wakil rakyat, anggota DPR, 24:32 anggota MPR dan lain sebagainya ini 24:33 banyak terlibat dalam korupsi, gubernur, 24:36 menteri dan lain sebagainya. Tapi 24:38 tindakan yang dilakukan oleh penguasa 24:39 itu hampir enggak ada nyaris. Iya. 24:42 Kecuali korupsi yang tingkat bupati yang 24:44 rendah-rendah itu. Tapi yang yang 24:46 gede-gede yang tadi itu klasemen 24:47 sementara sampai 200 triliun segala 24:49 macam itu enggak ada ya. Enggak. Bahkan 24:53 orang yang apa memberikan konsultasi 24:55 kepada mahkamah bahwa itu kerugikan 24:57 penghitungan seperti malah di mau 25:00 dijebloskan ke dalam penjara. Wa inna 25:02 lillahi wa inna rjiun. Sampai segitunya 25:04 mereka. Jadi mereka itu sudah sangat 25:06 kuat mencengkeram kekuasaan, 25:09 mencengkeram pengadilan dan semua semua 25:13 lembaga pengadilan mulai dari ee apa 25:15 jaksa, mulai dari hakim, mulai dari 25:18 kepolisian dan lain sebagainya udah 25:21 mereka atur semuanya dan hal itu sudah 25:23 terang benerang banyak apa namanya 25:25 dokumen dan tidak seorang pun 25:27 mengingkari ya sudah terang benerang ada 25:31 mafia hukum mafia ini, mafia itu ada 25:34 semuanya ya kan di negeri ini. Karena 25:37 itu maka si penguasa yang hebat ketika 25:40 pemilu 25:41 menjadi tak berkutik ketika sudah duduk 25:44 dalam kekuasaan karena begitu rumun 25:47 rumitnya, begitu risikonya tinggi jika 25:51 dia tidak mengikuti kemauan mereka ya. 25:53 Maka digadaikanlah ideologi mereka. Nah, 25:56 di sini orang-orang yang sudah sadar 25:59 akan hal itu menjadi pasrah, menjadi 26:02 tidak berdaya menghadapi ini. Bagaimana 26:04 negara ini dikuasai oleh segelintir 26:06 orang? Hebat sekali mereka. Tapi enggak 26:08 ada daya upaya bagaimana itu bisa 26:10 dikembalikan menjadi normal ya. Kecuali 26:13 orang yang benar-benar super kuat, super 26:15 berani, super tegas. Dan ini kita cari 26:19 entah siapa ini ya. 26:20 [mendengus] 26:20 Ya, jadi bisa saja dikatakan itu adalah 26:24 ditunggangi oleh kepentingan asing. 26:27 Tetapi kalau kepentingan asing mbok ya 26:29 di didetailkan sedikit gitu loh ya. 26:33 Linknya itu ke mana itu misalnya kalau 26:34 di komputer ini linknya ke mana gitu. 26:36 Kalau kita hanya mengatakan itu 26:38 ditunggangi oleh kepentingan ras yang 26:40 direkayasa oleh kelompok lain nah itu 26:43 seperti kita enggak bertanggung jawab 26:45 ya. ya kalau kita tidak bisa memberikan 26:48 tunjuk ya tunjuk jari kita ini ke mana 26:51 arahnya 26:51 nah itu itu enggak enggak enggak 26:54 bertanggung jawab dan itu enggak ilmiah 26:56 tapi yang jelas ini adalah suatu hal 26:58 yang lama diderita oleh kita ya oleh 27:01 kita karena dikatakan masang tadi 27:04 pemicunya sebetulnya kita ini sudah 27:06 seperti kondisinya itu daun kering di 27:09 musim kemarau yang diterpa angin dan itu 27:14 ada percikan api yang sedikit saja 27:16 akan membakar hutan. Ya, 27:19 seperti itu. Jadi tinggal ee pemicu 27:22 ketika peristiwa itu sudah terjadi, demo 27:25 sudah terjadi di ee di apa itu di depan 27:28 gedung MPR, DPR MPR, kemudian ada 27:31 peristiwa berikutnya itu kan ada yang 27:33 dilindes itu. 27:34 Iya. 27:35 Nah, itu menjadi lebih-lebih ya. Itu aja 27:37 kita sudah bisa menyimpulkan bahwa rasa 27:41 muak rakyat ini kepada pemerintah, 27:43 kepada lembaga negara, kepada wakil 27:45 rakyat sudah sampai ubun-ubun ya 27:48 penjarahan kepada pihak tertentu, 27:51 nama orang tertentu, individu tertentu 27:53 yang sebetulnya beberapa tahun ini 27:55 enggak terjadi ya. dulu-dulu enggak 27:57 terjadi. Kalau yang dirusak biasanya 27:59 fasilitas umum ya, tapi ini merujuk 28:02 kepada pribadi, menunjuk kepada pribadi 28:06 dan itu menjadi ee semakin memberikan 28:10 informasi kepada kita, petunjuk kepada 28:12 kita bahwa 28:15 itu ada agenda dari pihak lain ya. He. 28:19 Karena kalau mahasiswa kan biasanya 28:21 tidak merusak apa tidak merusak misalnya 28:24 milik orang pribadi ya. Tapi kalau ini 28:26 ya dan itu ee apa menunjukkan bahwa ini 28:30 beringas, ini berandalan gitu kan. 28:32 Karena itu dalam hal ini dikatakan bahwa 28:35 sebagian ini numpang free rider, 28:38 penumpang gelap 28:40 ee mencari momen ya. 28:42 Makanya di dalam hal seperti ini ya 28:44 ditunggangi. 28:45 Kalau kita itu mau aman ya harusnya ini 28:49 disegah dari awal. Hm. 28:50 Sebab ketika hal itu terjadi maka segala 28:52 yang punya kepentingan, agenda yang 28:54 berbeda ikut nimbrung, 28:55 muncul. Ya. 28:56 Iya. 28:57 Itu 28:58 iya. I. 28:58 Nah, yang kita rasakan adalah kenapa 29:00 lambat banget antisipasinya? 29:03 Padahal kita sudah mengalami 29:04 bertahun-tahun seperti ini. 29:06 Kenapa kita tidak belajar dari peristiwa 29:08 itu? Jadi kita menjadi bebal kalau 29:12 bebal bodoh juga ini dan tidak tahu diri 29:15 karena kita melakukan hal yang konyol 29:18 memancing emosi masyarakat ya terutama 29:21 ini wakil wakil rakyat itulah ya yang 29:23 enggak ngerti 29:25 apa namanya perasaan masyarakat yang 29:28 tertindas. Iya. Wakil rakyat yang kami 29:31 sebagai rakyat tidak merasa terwakili. 29:33 [tertawa] 29:35 Nah, tapi Pak Ustaz Kit karena 29:36 disinggung mengenai satu dialektika 29:40 sosialis gitu ya, bahkan materialisme 29:43 juga kita kalau bicara tentang bagaimana 29:46 perjuangan kelas gitu, Pak Ustaz. Ya, 29:48 sebenarnya kan harusnya ada suara-suara 29:49 itu menentang kapitalisme. 29:52 Nah, bagaimana Ustaz menganalisa gitu 29:54 ya, apakah benar falsafah ketika terjadi 29:57 ee suara rakyat ee demonstrasi 30:01 itu dialektika materialisme sosialisme 30:04 itu selalu selalu mengikuti gitu, Pak 30:06 Ustaz. Ada orang juga sampai mengatakan 30:08 begini, "Pak Ustaz, sosialisme itu nanti 30:10 jadi sarana loh untuk masyarakat gitu 30:12 ya. Mereka berjuangkan kelas melawan 30:14 kapitalisme gitu ya." A kita benar 30:17 enggak aktual seperti itu, Pak Ustaz? 30:20 Iya. Jadi ee sekarang ini mungkin saya 30:25 enggak tahu sebabnya apa, 30:26 He. 30:26 Tapi ee sebagian orang termasuk 30:30 akademisi dan juga aktivis ya itu mulai 30:34 menggandrungi 30:36 paham-paham sosialis. 30:38 Bahkan tokoh-tokoh sosialis Indonesia 30:40 yang dicap sebagai PKI itu buku-bukunya 30:43 diterbitkan 30:44 yang dulu-dulu ya. 30:45 Iya, yang dulu-dulu. itu katan malaka 30:47 madiloknya itu. Meskipun sebetulnya 30:50 kalau saya memandang bahwa tidak 30:52 seharusnya mereka ini ee dalam 30:54 pengertian ee komunis yang antitisa 30:58 daripada ini, tapi itu seperti ee model 31:01 cara berpikir. 31:02 He. 31:02 Dan orang-orang ini yang tokoh-tokoh 31:04 yang disebut tadi itu hidup dalam 31:06 situasi di mana komunisme memang 31:09 betul-betul berjaya di Uni Soviet pada 31:13 waktu itu. He. Jadi sebagian dari orang 31:16 Indonesia ingin belajar supaya bisa 31:18 bagaimana membangun negara seperti 31:20 mereka itu hal yang wajar. tetapi dengan 31:23 cara metodologi yang brutal yang 31:27 menyalahkan semua selain daripada dia. 31:30 Ya, itu itu yang membuat kita menjadi 31:33 atau sebagian besar orang Indonesia itu 31:35 antipati terhadap hal itu. Kalau hanya 31:37 dalam masalah sosialisme itu sebetulnya 31:40 banyak ya tokoh-tokoh Indonesia itu ya 31:43 termasuk apa namanya Pak Sumitro sendiri 31:46 bapaknya Pak Prabowo kan 31:48 itu kan kelompoknya masuk kalau di dalam 31:51 kategori ini masuk dalam sosialis 31:52 iya 31:53 tapi sosialis beliau itu yang kayak apa 31:56 namanya ee penerjemahannya ee kita belum 31:59 lihat karena tidak bisa di diaplikasikan 32:02 di Indonesia 32:03 tapi bahwa pembangunan ekonomi itu harus 32:06 dirasakan sebagian besar orang, sebagian 32:09 besar penduduk negara itu tidak membuat 32:12 bahwa cara berpikir seperti ini sosialis 32:14 gitu loh. Iya. 32:16 Ya, karena sosialisme itu luasluas ya. 32:19 He. 32:20 Iya. Dan tidak selalu bahwa sosialisme 32:24 itu dalam pengertian ini mesti kita 32:26 mengikuti dialektika materialisme ya. 32:28 Hm. 32:29 Karena dalam pandangan mereka yang 32:31 komunis terutama yang sosialis yang 32:33 ekstrem gitu ya, itu selalu melihat 32:37 sesuatu itu tesis, antitesis, dialektik 32:40 terus. Jadi setiap entitas suatu keadaan 32:43 tertentu 32:44 pasti akan ada ada antitesisnya ya. 32:48 Antitesisnya itu akan terus bergerak 32:50 berjuang untuk menghancurkan 32:52 tesis yang ada sekarang. Nah, nah ketika 32:55 tesis ini dihancurkan maka dia yang anti 32:58 tesis menjadi tisa lagi. 33:00 Nah, itu yang dilakukan seperti misalkan 33:02 [berdehem] ee 33:03 meruntuhkan negara-negara Eropa Timur 33:05 dulu kan negara-negara timur ini kan 33:07 negara agraris ya. 33:09 Kemudian rakyatnya itu 33:11 simpati 33:12 karena belajar ke Moskow bagaimana teori 33:14 sosialis ini dilakukan termasuk Cina dan 33:17 tokoh-tokoh Indonesia juga begitu. 33:18 rata-rata mereka itu ngajinya itu juga 33:21 ke Rusia, ke Moskow dan sampai di sini 33:23 diterapkan 33:24 dengan membabi buta. 33:27 buta buta akhirnya kan e yaitu melukai 33:30 bangsa ini mulai dari Madiun kemudian 33:33 tahun 5 33:34 dan tidak berarti bahwa setelah 65 bukan 33:38 tidak ada meskipun pada zaman orde baru 33:40 dilarang ya kan muncul sekarang ini 33:42 generasi berikutnya memang 33:45 ngotakati itu karya-karya ilmiah ee 33:48 orang tokoh-tokoh ee komunis Indonesia 33:51 ya yang ingin ya pada prinsipnya suatu 33:55 saat nanti ingin membangun apa yang 33:57 mereka sebut sebagai sosialis dalam 33:59 pengertian yang seperti ini. Nah, karena 34:02 di dalam negara Eropa seperti Eropa 34:04 Barat, seperti Prancis, Inggris itu kan 34:06 bolak-balik sosialis kapitalis 34:09 bolak-balik gitu-gitu terus. Tapi 34:11 sosialis yang mereka bangun sama sekali 34:13 tidak ada hubungannya dengan 34:15 sosialis yang dibangun oleh Rusia, oleh 34:17 Uni Soviet 34:18 dengan apa namanya iya yang brutal 34:21 melalui cara-cara yang sangat keras itu 34:24 budeta di mana-mana begitu. Kalau mereka 34:26 menggunakan pemilu ya, dia bikin partai, 34:28 partai sosialis kemudian menang di 34:30 parlemen membentuk ee kabinet ya kan. 34:33 Kabinet tujuannya menjadikan apa namanya 34:36 sumber daya negara itu dinikmati oleh 34:38 sebagian orang ya. Jadi sosialisme 34:42 pendidikan gratis ya, kesehatan gratis 34:45 bahkan orang asing pun yang tinggal di 34:47 situ gratis ya. Hasilnya seperti itu ya. 34:51 Ya, ini kalau yang seperti itu enggak 34:53 masalah sebetulnya. 34:55 Iya. 34:55 Makanya ketika ada suara bahwa Indonesia 34:58 ini kapitalis banget gitu ya, maka 35:00 ketika muncul 35:02 ee kemarin demonstrasi dan penolakan itu 35:04 ya seperti mereka tuh perjuangan kelas 35:06 melawan atau anti terhadap ee 35:09 kapitalisme. Namun, Pak Ustaz, kita juga 35:12 kan ingin 35:13 melihat pada dasar prinsip kita nih, Pak 35:16 Ustaz ya. Dasar prinsip kita ee ketika 35:19 ekonomi Islam 35:21 memandang sebuah gejolak masyarakat gitu 35:24 ya, mereka menyuarakan ketidakadilan 35:28 terhadap pemimpinnya, terhadap 35:29 penguasanya apalagi kaitannya dengan 35:31 sistem ekonomi, politik dan lain-lain. 35:33 Ini bagaimana, Pak Ustaz, cara pandang 35:34 ekonomi Islam? 35:35 Iya. Jadi ekonomi Islam juga melihat 35:38 dari sisi bagaimana sumber daya alam ini 35:41 dinikmati oleh sebagian besar masyarakat 35:45 atau warga. Itu pandangan. Maka kalau 35:48 kita lihat di dalam Undang-Undang Dasar 35:49 45 pasal 33 roh Islam itu ada di situ 35:53 ya. Iya kan? Ekonomi sistem perekonomi 35:57 di berdasarkan 35:59 koperasi kan. Iya, itu sebetulnya 36:02 pandangan Bung Had masuk di situ. 36:05 Nah, cuman koperasi ini selama kita 36:06 merdeka tidak dibesarkan, 36:09 tidak digalakkan. Yang digalakkan itu 36:12 adalah yang perusahaan-perusahaan 36:15 individual itu yang PT-PT gitu loh ya. 36:18 ee perusahaan-perusahaan ini yang 36:19 dibesarkan entah kena apa entah lebih 36:22 cocok bagi kepentingan individu atau 36:25 pertimbangannya apa. Tapi yang saya 36:27 lihat semua rej mulai dari Bung Karno, 36:30 Pak Harto itu tidak begitu mempedulikan 36:33 koperasi dalam pengertian yang benar 36:35 gitu. 36:36 Kalau Jam itu koperasi itu banyak ya, 36:39 tapi tidak semuanya itu sehat dan arah 36:42 pembangunan kita tidak diarahkan ke sana 36:44 ya, tidak diarahkan ke sana. tapi yang 36:47 dibesarkan adalah individu atau swasta. 36:50 Ya, karena itu maka kemudian ee koperasi 36:53 itu perannya sangat sangat kerdil dalam 36:57 pembangunan ekonomi kita. 36:59 Sangat marginal. Tetapi perawanan 37:01 peranan swasta dalam bentuk perusahaan 37:02 swasta menggejala mengalahkan punya 37:06 pemerintah. Ya, walaupun pemerintah 37:08 pusat ee punya tetapi selalu kalah. 37:10 Contoh misalnya 37:11 bank saja itu nyaris itu kalah itu 37:13 h 37:14 dengan BCA iya kan? 37:17 penerbangan Garuda selalu kalah dengan 37:18 dengan yang lain-lain gitu kan. 37:21 Iya. Iya. 37:22 Cocok gitu. Seandainya kereta api ini 37:24 swasta masuk 37:25 Heeh. 37:26 PJK atau INK atau apa ya K ini kalah 37:29 juga 37:30 juga 37:30 darat ini ada Damri tapi kalah dengan 37:33 Haryanto, kalah dengan Agras, kalah 37:36 dengan Harapan Jaya. 37:38 Heeh. 37:38 Seolah-olah pemerintah enggak punya ya. 37:41 Padahal semua usaha itu ada di situ ya. 37:45 Jadi ee apa namanya? Enggak tahu 37:47 bagaimana kalau ini negara harus 37:50 membangun sesuai dengan kemampuan untuk 37:53 mengelola sumber daya untuk kepentingan 37:55 semua rakyat. Harusnya itu dalam segala 37:57 bidang itu dominan ya. Dalam perbankan 38:00 dominan, dalam penerbangan dominan, 38:03 dalam segala hal dominan. Perkebunan dan 38:06 lain sebagainya dominan. Kita punya PTP 38:09 gak tahu berapa jumlahnya. ada PTW 1 2 3 38:11 12 atau berapa dan berapa juta hektar 38:15 dikumpulkan kalau ini kalau kita bisa ee 38:19 ada datanya ya. Tapi kalau kita 38:21 bandingkan hasil yang dimiliki 38:24 hasil daripada perkebunan ke perkebunan 38:27 itu dengan seandainya dikelola oleh 38:29 swasta pasti lebih lebih banyak swasta. 38:32 Nah, di sinilah apa namanya ee 38:35 pembangunan yang di mana pemerintah itu 38:38 terlibat dalam membangun bungnya sebagai 38:40 pengawas ini kemudian dipertanyakan. 38:42 Padahal seharusnya harus di 38:43 diprofesionalkan 38:46 ya. Banyak inefisiensi dalam semua 38:48 perusahaan pemerintah. Banyak kerugian. 38:50 Tapi kerugian ini kan bisa dilihat apa 38:52 karena korupsi, apa karena tidak 38:54 profesional dan lain sebagainya. 38:56 [mendengus] 38:56 itu ee jadi kalau kita serahkan semua 39:00 kepada swasta habis negeri kita ini lah. 39:03 Yang saya yang saya tanyakan adalah 39:05 bagaimana kita ini melihat amanah 39:08 Undang-Undang Dasar 45 Pasal 33 di mana 39:11 kenyataannya? 39:12 Di mana swasta sekarang ngakalin 39:14 pemerintah apa ngadalin pemerintah atau 39:17 pemerintah dikalahkan oleh swasta dalam 39:20 segala hal dalam setiap usaha. Nah, 39:22 amanah Undang-Undang Pasal 33 itu 39:25 sebetulnya bukan begitu. He. 39:27 Harusnya leading dalam setiap sektor 39:29 kita ini ya. Harusnya leading karena apa 39:32 namanya? Akibat swasta lebih kuat 39:36 daripada sektor pemerintah, maka sumber 39:39 daya ini akan dikuasai habis-habisan 39:42 oleh swasta dan untuk kepentingan 39:45 mereka. Bukan untuk kepentingan rakyat. 39:47 Kalau mereka punya buruh sekian ribu, 39:49 ratusan ribu ya memang harus pakai 39:51 buruh. Memang enggak boleh pakai mesin, 39:53 enggak pakai pakai robot ya. Kalau pakai 39:55 robot habis semua lagi kita. 39:57 Jadi jangan dijadikan alasan bahwa 39:59 perusahaan swasta ini telah 40:01 mempekerjakan sekian ribu orang sehingga 40:04 memberikan lapangan perj kepada itu mah 40:06 apa ya argumen 40:08 ya bagi saya itu gimik saja. 40:11 Gimik 40:11 ya gimik. Arah pembangunan ini yang 40:13 menentukkan pemerintah bukan swasta. 40:15 Nah, sekarang kita lihat seperti itu. 40:17 Nah, demo-demo semuanya itu karena 40:20 pelakunya juga akademisi, mahasiswa, 40:22 mereka pasti ngerti ya. Harusnya 40:25 pemerintah itu membangun negara itu 40:26 arahnya ke sini tapi selama puluhan 40:29 tahun bengkok ke arah kiri. 40:30 Heeh. 40:31 Atau ke arah ee kepada swasta. 40:34 Bengkok ke arah kiri. 40:35 Iya. Bengkok itu di tengah jalan harus 40:36 diluruskan ya. Tapi ketika meluruskan 40:39 ini 40:40 ongkosnya besar sekali. Harus demu, 40:43 harus demo, harus merangs ke gedung DPR, 40:47 harus 40:49 apa itu namanya? Pembangunan berhenti 40:51 dulu ya. 40:52 Pemerintah berhenti dulu beberapa hari. 40:54 Sampai sekarang hari ini kan belum bisa 40:56 kita kerja normal itu masih WFA. Iya 40:58 kan? Itu Masangga. Baik ikhwan akhwat 41:02 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 41:04 Anda saat ini sedang menyimak kajian 41:06 ekonomi Islam. Ada yang apa yang salah 41:10 dalam membangun negeri? teropong ekonomi 41:13 Islam. Kami akan kembali di sesi kedua, 41:16 Ikhwan Akhwat. Di sesi kedua kami akan 41:18 menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 41:19 sudah masuk. Untuk kirimkan pertanyaan 41:21 Anda ataupun komentarnya ke nomor WA 41:23 perhasil di 0811999720. 41:28 Kami akan segera kembali. 41:34 [musik] 41:41 [musik] 41:48 [musik] 41:57 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 41:59 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 42:00 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 42:02 Terima kasih masih bersama kami dalam 42:05 siaran live kajian ekonomi Islam bersama 42:09 guru kita Ustaz Ikhwan Basri. Kami 42:13 menyapa Ibu Ani Cudaifah yang menyimak 42:15 siaran di pagi hari ini menuju siang 42:18 gitu ya. Ada juga ini Ibu Sri juga 42:21 menyimak ee begituun ini ada 42:27 Pak Putra ya. Asalamualaikum 42:29 warahmatullahi wabarakatuh. Menyimak 42:30 siaran 42:32 Ustaz Topik hari ini juga ini ada Pak 42:35 Masud Batam. Asalamualaikum 42:36 warahmatullahi wabarakatuh. 42:37 Waalaikumsalam warahmatullah. 42:39 Pak Pak Ustaz Ikhwan Basri. Apakah boleh 42:42 kita menilai situasi sekarang dengan 42:44 adanya unjuk rasa itu akar masalahnya 42:48 karena Indonesia membangun dengan hutang 42:52 dengan riba, lalu membayar bunganya saja 42:56 sampai hutang lagi yang baru lagi. 42:59 Bagaimana cara menyadarkan para pemangku 43:00 kebijakan agar jangan senang berhutang 43:03 apalagi terkait riba dengan asing yang 43:06 akibatnya menyengsarakan kita bersama. 43:09 Apakah pernah para ulama kita amar 43:12 makruf itu sampai ke sana, Pak Ustaz? 43:16 Sebagai rasa gero kita agar kembali ke 43:18 jalan yang benar. Sepertinya ekonomi 43:20 Indonesia menuju jalan yang sesat saat 43:22 ini, Pak Ustaz. Mohon pencerahan. 43:24 Ee terima kasih Pak Masud di Batam yang 43:27 sudah sharing sama kita. Ee yang apa 43:30 yang dikemukakan Pak Masud? Saya setuju 43:32 sebetulnya bahwa utang yang berbunga 43:36 betapun di awalnya itu seolah-olah 43:40 bermanfaat, di belakangnya akan 43:43 menimbulkan kerugian. 43:45 hadis yang senada seperti itu ada ya 43:48 akan mengibatkan sedikit ya akan ee jadi 43:52 yang di depan di awalnya itu terasa 43:54 banyak terasa bermanfaat bagi sebagian 43:57 orang di akhirnya akan terasa sedikit ya 44:00 ya akan ya sedikit jadi rugi sebetulnya 44:03 ya maka apa namanya hadis itu ada dan 44:08 saya juga sepakat yang menjadi masalah 44:11 apakah tidak ada cara lagi 44:14 kita itu membangun negeri ini dengan 44:15 tidak berhutang. Ya, kalau dalam 44:19 kacamata kapitalis cara membangun negara 44:22 itu ma cuma seperti itu ya. 44:25 Ada istilahnya itu kita kerja sama join 44:27 venture ya Toyota membangun pabrik di 44:32 Indonesia ya. Nah, ini dia penyertaan 44:35 modal dia tidak ee Indonesia tidak 44:37 berhutang pada Toyota. Cuman kita ini 44:39 kerja sama ente bikin pabrik Toyota di 44:42 Indonesia ya. 44:44 Jadi ya disediakan lahan, disediakan 44:48 lapangan pekerjaan bagi anak-anak STM 44:51 atau insinyur-insinyur Indonesia bisa 44:53 masuk ke situ. Nah, ini sebenarnya kalau 44:55 model seperti ini John Venture itu 44:57 enggak menimbulkan utang. Tapi ini kan 45:00 sebetulnya antara pemerintah dengan 45:03 swasta luar negeri ya. Tapi kalau antara 45:06 pemerintah dengan pemerintah misalkan 45:10 itu tidak ada cara kecuali berhutang. 45:13 Maka dulu kita itu sesudah keluar dari 45:16 ordo lama itu kita langsung bikin grup 45:19 donor Indonesia. Donatur Indonesia. 45:22 Donatur bukan berarti memberikan dana 45:24 gratis. Enggak. Donatur itu maksudnya 45:26 adalah lembaga kumpulan daripada 45:28 negara-negara Eropa Barat terutama 45:31 dikoordinir oleh Belanda termasuk 45:33 Amerika untuk memberikan utang kepada 45:35 Indonesia. Nah, masalahnya dulu itu 45:39 bukan dihutang. 45:41 Istilah yang pertama bukan hutang loh, 45:43 bukan loun ya. Itu seperti apa? Grand 45:46 atau apa bantuan gitu ya. lah bantuan 45:49 tapi harus dibayar dengan pokok dan 45:50 bunganya kan lucu. Jadi dari awal itu 45:53 sudah disesatkan dengan istilah kita itu 45:56 ya. Yaitu yang pertama. Yang kedua, 45:58 bantuan itu di dalam anggaran belanja 46:01 kita dianggap sebagai pelengkap 46:06 dan kita mengikuti anggaran belanja 46:09 unitary ya. Ee unitary artinya berimbang 46:12 antara pengeluaran dan apa? antara 46:16 pemasurikan dengan pengeluaran itu harus 46:17 nol gitu loh 46:19 ya nol-nol gitu enggak ada kelebihan 46:21 uniteri atau berimbang tapi untuk bisa 46:24 berimbang itu sektor pemasukan lebih 46:26 sedikit daripada yang pengeluaran nah 46:28 setiap tahun kita tekor tekor tekor nah 46:30 itu dibantu dengan IGCI 46:32 H 46:33 ee yang akhirnya dibatalkan oleh Pak 46:36 tahun 8 kalau enggak salah ee tapi 46:39 diganti dengan CGI sama saja ya. Jadi ee 46:42 dalam konteks ee kita membangun negara 46:45 dengan kapitalisme 46:47 tidak ada kamus melainkan kita harus 46:50 berhutang. Ya, itu kalau dalam sektor 46:53 pemerintah dengan pemerintah atau dengan 46:55 luar negeri. Kalau swasta dengan swasta 46:57 bisa tidak begitu ya. Ada yang bisa 46:59 dengan J ver yang seperti saya katakan 47:01 tadi. Tapi yang paling banyak ini adalah 47:05 seperti itu tadi ya. Makanya bagaimana 47:09 kita akan bisa apa namanya membangun 47:12 negara tanpa hutang. Ya bukunya harus 47:14 diganti bukunya bukan jangan buku 47:16 kapitalis itu bukunya dengan ekonomi 47:18 Islam gitu loh. Atau dengan musyarakah 47:20 dengan join venture ya. Ya. Nah ini 47:25 selama modalnya seperti itu ya tidak ada 47:29 di luar kamus yang akan menjelaskannya 47:32 ya. ada cuman utang dan utang yang parah 47:35 adalah utang dari luar negeri itu 47:37 dipakai untuk gaji pegai negeri. 47:39 Nah, itu 47:40 ya itu kan tidak produktif. Kalau utang 47:43 itu kata Pak Harto dipakai untuk 47:44 membangun jati luhur misalnya bendungan 47:48 misalnya jalan tol manfaatnya kepada 47:50 masyarakat karena nanti akan ada 47:51 pemasukan. 47:52 Tapi kalau apa namanya 47:55 utang itu untuk membayar gaji pegawai 47:58 negeri 47:59 ah itu sudah tidak benar ya. Sangat 48:01 tidak benar ya. Ya, seperti itu. Jadi 48:04 saya tegaskan kepada 48:07 ee para pemirsa Rasil TV dan juga para 48:10 pendengar radius silaturahim menanggapi 48:12 komentar Pak Masud ini bahwa memang apa 48:16 setiap utang yang mengandung bunga tidak 48:20 ada berkahnya 48:21 yang akan menjadi beban atau yang akan 48:24 terbebani generasi berikutnya yang utang 48:27 misalnya pemerintah tahun 2020 yang 48:30 menanggung bebannya ya belakangnya. 48:32 Heeh. 48:33 Kita-kita ini ya yang tidak tahu-menahu 48:36 gitu loh. 48:37 Iya. 48:38 Dan itu nanti utang itu pada prinsipnya 48:40 tidak begitu berguna, tapi akan 48:43 memberikan beban kepada masyarakat dan 48:46 Indonesia di belakangnya. E sesuai 48:48 dengan hadis tadi dikatakan begitu bahwa 48:51 di akhirnya akan sedikit ya sedikit itu 48:55 manfaatnya jadi sedikit tapi bebannya 48:57 menjadi banyak madaratnya lebih banyak 48:59 lagi seperti yang kita rasakan sekarang. 49:01 Iya. 49:02 Tetapi yang kedua adalah karena kita 49:04 belajarnya menggunakan ekonomi kapitalis 49:06 tidak ada di dalam teksbook itu 49:09 membangun negara kecuali dengan utang 49:12 ya. Kalau mau dengan tidak utang ya 49:13 harus kita membangun negara dengan 49:16 musyarakah dengan ekonomi Islam. Saya 49:18 kira itu ya Pak Maksud. 49:20 Baik Pak Abdullah di Depok. 49:22 Asalamualaikum warahmatullahi 49:23 wabarakatuh. 49:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:25 wabarakatuh. tadi dikatakan 49:27 bahwa yang mendekati rezim itu adalah 49:30 pengusaha-pengusaha besar. Lalu UMKM itu 49:33 dilupakan oleh penguasa. Bagaimana, Pak 49:36 Ustaz? Padahal UMKM ini bagi rakyat itu 49:40 ladang mereka gitu ya, penggerakan 49:42 mereka tapi tidak didukung oleh 49:44 pemerintah. Hingga akhirnya rakyat 49:46 bergejolak. Bagaimana menurut Pak Ustaz? 49:49 Ya. 49:49 Iya. Terima kasih. 49:51 Iya. [berdehem] 49:52 Ee UMKM ini sebetulnya tulang punggung 49:56 ekonomi kita. 49:58 Pabrik-pabrik besar itu bisa didimo, 50:00 bisa tutup, bisa dibakar oleh perusuh. H 50:03 UMKM tidak akan ada yang membakar. Ya, 50:07 itu yang peristiwa kita lihat dari tahun 50:08 99. 50:09 Iya. 50:10 Banyak perusahaan-perusahaan besar di 50:12 Jakarta atau di sekitar Jabut Tabek ini 50:15 di jara ya. Akhirnya mereka menjadi 50:17 tutup kan. 50:19 per apa namanya? Ee pekerjanya enggak 50:22 bisa ke pabrik, enggak bisa bekerja. 50:24 Akhirnya mereka dapat gaji, keluarganya 50:26 enggak dapat pendapatan. Sedih kita 50:29 mendengarkan cerita itu. Iya kan? 50:32 Tapi 50:34 usaha pemerintah 50:37 untuk menstabilkan kondisi sehingga 50:39 pabrik itu menjadi normal sangat besar. 50:42 Ya, bedanya ketika petani ini nanam 50:48 dan pada saat yang nanam benih enggak 50:50 ada, 50:53 pupuk enggak ada, 50:54 pupuk itu tiba-tiba menghilang di saat 50:56 sangat dibutuhkan. H 50:57 ini kan kalau kita katakan di mana 51:00 keperbiakan pemerintah dalam milik 51:02 kepada pertanian sebelum Pak Menteri 51:03 sekarang ini kan akhirnya banyak itu ee 51:06 orang-orang yang terlibat dalam mata 51:09 rantai kementerian ini akhirnya di 51:11 ditangkap karena justru karena mereka 51:14 itulah yang membuat Pup itu enggak ada. 51:17 Iya. 51:17 Iya [tertawa] kan? 51:19 Masyaallah. Mereka ini bukan hanya 51:22 penjahat kayak merampok tokung. Enggak. 51:24 lebih parah daripada itu ya 51:27 menyembunyikan 51:29 apa namanya mengendalikan ini apa pupuk 51:32 di saat mereka itu sangat dibutuhkan 51:34 oleh petani. 51:35 Iya. 51:36 Akhirnya apa ya pertanian kita jadi 51:38 enggak ya ngos-ngosan akhirnya tidak 51:40 berhasil dengan baik. Nah, sekarang ini 51:43 Pak Menteri yang baru ini yang saya 51:45 perhatikan sangat peduli kepada petani. 51:48 Jadi, kalau dalam hal itu kita 51:50 bandingkan ee usaha pemerintah untuk 51:52 membangun sektor yang gede-gede tadi itu 51:54 yang pabrik besar-besar jauh lebih hebat 51:57 ya daripada ketika dia menghadapi 52:00 bagaimana 52:03 mengolah ee sektor pertanian menjadi 52:05 lebih baik. Pupuk ada ketika dibutuhkan, 52:08 benih ada dengan harga murah. hasil pun 52:11 diserap oleh semua pemerintah dunia 52:13 usaha sehingga petani itu ya bahagia ya. 52:17 Selama ini enggak begitu. Petani kalau 52:19 kita lihat ya sebutannya minus ya antara 52:21 usaha mereka dengan hasilnya itu gak 52:23 seberapa. Mereka harus menghidupi 52:26 dirinya sendiri, menghidupi anaknya, 52:28 keluarganya, dan menyekolahkan anaknya 52:30 dari pertanian seperti itu. 52:32 Makanya sulit pertanian ini akan 52:34 berkembang ya. Nah, kalau UMKM itu 52:38 sebetulnya dalam sektor apapun ya dia 52:40 itu agak kebal krisis gitu. Kayak yang 52:42 sekarang aja kita sekarang lihat ee 52:45 hari-hari ini 52:46 kantor di Jakarta boleh tutup ya. 52:48 Iya. Diliburkan. 52:49 Diliburkan atau dia menggunakan WFA tapi 52:52 ini [berdehem] tetap jalan. Orang jualan 52:54 bakso tetap jualan bakso. Orang jualan 52:56 batakor tetap jualan batakor. Walaupun 52:58 tentu dengan was-was ya, 53:00 tapi mereka tetap jalan ya. itu. Nah, 53:04 jadi terbukti apa namanya imun gitu 53:08 terhadap persoalan seperti ini. Nah, 53:09 yang kita tuntut adalah bagaimana supaya 53:12 sektor seperti ini menjadi lebih baik 53:14 lebih lebih mudah bagi para pelaku 53:16 sehingga ekonomi dari rakyat kecil ini 53:19 tetap berkembang di saat negara boleh 53:21 gonjang-ganjing, negara boleh ada 53:23 kerusuhan, tapi mereka tetap jalan 53:25 begitu itu ya. Jadi harus ada 53:27 keseimbangan perhatian pemerintah ee 53:29 kepada sektor makro dunia usaha yang 53:32 besar. Harus sama pula perhatiannya 53:35 kepada sektor kecil yang justru ingin 53:37 menjadi tulang pungun negara kita dari 53:40 sisi ekonomi. Ya, saya kira itunya untuk 53:43 Pak Abdullah ya. 53:44 Baik, selanjutnya Pak Ustaz ini tidak 53:46 menyebutkan nama di Jakarta. 53:49 Asalamualaikum warahmatullahi 53:50 wabarakatuh. 53:51 Waalaikumsalam. Bagaimana sekarang 53:53 pemerintah untuk menangani ketimpangan 53:56 ekonomi yang makin lebar? Kris ketenagak 54:00 kerjaan diperparah juga PHK masih 54:02 terjadi di mana-mana, Pak Ustaz. 54:04 Pengangguran itu makin banyak. Mungkin 54:06 kemarin yang turun dan demo itu 54:07 kebanyakan pengangguran, Pak Ustaz. 54:09 Oke. 54:10 Kembalikan pada fungsi sejatinya juga 54:14 para aparat. Oke. Disinggung juga, Pak. 54:16 Iya. 54:18 Jadi sudah juga memberikan ini jalan 54:21 keluar ya. 54:22 Tapi tentang persoalan bagaimana 54:23 menghadapi 54:25 ee kesenjangan ekonomi ini belum ada 54:28 langkah-langkah yang apa yang 54:31 yang 54:33 langkah-langkah yang cukup untuk 54:38 apa menghentikan supaya gap-nya ini 54:41 enggak terlalu lebar lagi. Belum ada ya 54:44 belum ada. Kalau undang-undang apa itu 54:47 namanya ee perampasan aset iya itu 54:51 diundangkan. Kemudian itu salah satu 54:55 yang akan memberikan 54:57 langkah pemerintah ini untuk mengirim 55:00 sedikit ee jurang pemisa tidak melebar 55:03 lagi. 55:04 Katanya anggota kayaknya anggota kan 55:05 enggak ada yang mau bahas itu deh. 55:06 Iya. Nah, itu [tertawa] 55:08 jadi wallahuam bisawab. Tapi apa namanya 55:11 mungkin bukan hanya ee Undang-Undang 55:14 Perampasan Aset Negara harus ada 55:16 harus ada pengendalian yang lain ya. 55:20 Kalau tidak ada langkah seperti itu, ya 55:23 sama saja pemerintah enggak serius 55:25 mengelola negara ini dan peristiwa ini 55:26 akan terjadi lagi di masa yang akan 55:28 datang mungkin lebih buruk lagi 55:30 akibatnya ya. Karena bisa di ee apa bisa 55:33 diprediksi kalau kesenjangan makin 55:36 menjadi-jadi 55:38 konglomerat orang kaya bisa semau mau 55:42 mendikti negara 55:44 segala proyek yang mereka inginkan 55:47 diatas namakan proyek negara kemudian 55:49 negara ikut rakyat dipaksa ikut kalau 55:52 seperti ini terus-menerus maka ya ini 55:54 sudah rem loh sudah ledakan sekarang ini 55:57 terjadi salah satu di antaranya karena 55:58 itu. 55:59 Iya. Tapi kalau kemudian pemerintah atau 56:01 siapapun di negeri ini, anggota DPR, 56:04 Wakil Rakyat dan lain sebagainya tidak 56:06 membikin langkah yang konkret 56:09 ya untuk mengerim apa namanya 56:13 membengkaknya kesenjangan antara sik 56:18 ya peristiwa yang lebih buruk ya bakal 56:19 terjadi lagi. Naudubillah minzalik. Kita 56:22 selalu masuk lubang yang sama. I 56:25 itu 56:26 ya. Terakhir Pak Ustaz ini ada Ibu Tini. 56:28 Asalamualaikum warahmatullahi 56:29 wabarakatuh. 56:30 Waalaikumsalam warahmatullah. 56:32 Tadi yang disampaikan mengenai hutang 56:34 itu benar, Pak Ustaz. Hutang itu akan 56:37 berguna kalau tidak dipakai untuk tutup 56:40 lubang atau bayar gaji. 56:43 Dalam keluarga atau pribadi saja kan 56:45 teorinya seperti itu, Pak Ustaz. 56:46 Berhutang pinjaman jangan dipakai untuk 56:49 hal-hal yang bersifat konsumtif. 56:52 pakailah untuk hal-hal yang bisa 56:54 menghasilkan lagi atau solusi supaya 56:57 bisa untuk bayar hutang. Nah, bagaimana 56:59 menurut Pak Ustaz? Terima kasih. 57:01 Hm. 57:02 Ya, secara individual kalau dalam skala 57:05 individual hutang itu boleh. 57:08 Tapi hutang itu adalah akad terakhir 57:11 yang kita pakai sesudah kita punya 57:14 akad-akad yang banyak di sebelumnya. 57:17 Ya. Dan hutang itu pun harus tidak ada 57:21 tambahan, tidak boleh ada bunganya. Ya, 57:23 itu yang benar. Ya, 57:24 makanya di dalam Islam itu utang atau 57:27 qord itu masuk dalam kategori akad 57:29 tabarruk, bukan akad muawadah. Ya, akad 57:33 muawadah itu akad yang diciptakan untuk 57:36 komersil seperti jual beli menghasilkan 57:39 keuntungan. Sewa-menyewa, ijarah, 57:42 menghasilkan keuntungan. Mudaroba 57:45 menghasilkan keuntungan. Join ventor 57:47 menghasilkan keuntungan. Ya, itu 57:49 akad-akad yang komersial atau muawad 57:52 namanya. Ada akad-akad yang dimiliki 57:55 oleh Islam itu tidak diperuntukkan untuk 57:58 peruntungan keuntungan seperti misalnya 58:01 apa? Utang ya kord ya. Ya, itu enggak 58:05 ada untungnya cuman pokoknya 58:06 dikembalikan. Pokoknya dikembalikan gak 58:09 ada tambahan sama sekali. Wakaf juga 58:11 begitu. Termasuk dalam kategori akad 58:14 tabaruk. Akad yang diciptakan oleh 58:16 syariat untuk apa namanya? Derma kepada 58:19 orang lain. 58:20 Jadi kita mewakafkan tanah 100 m untuk 58:23 musala misalkan itu kita enggak dapat 58:26 apa-apa. Yang mewakafkan itu enggak 58:27 dapat apa-apa ya. menyerahkan haknya 58:31 kepada orang lain, tetapi ee manfaatnya 58:34 dipakai untuk kepentingan orang lain. 58:36 Jadi seperti itu. Dia mungkin hanya 58:38 mendapatkan terima kasih dapat 58:41 sertifikat wakaf dari pemerintah, tapi 58:44 dia tidak bermaksud dengan wakaf itu 58:47 mendapatkan keuntungan 58:49 ee keuntungan duniawi, keuntungan 58:52 komersial enggak ya. Nah, itu jadi wakaf 58:54 itu apa namanya? Akad itu terbagi dua 58:56 dalam Islamnya ya. Kungwadah yang 58:59 komersial, yang nonkomersial. Nah, yang 59:02 komersial itu tadi salah satu di 59:03 antaranya adalah utang. 59:04 H 59:05 ya. Makanya 59:07 apa namanya Rasulullah tidak 59:09 menganjurkan kepada utang kepada kaum 59:11 muslimin untuk melakukan utang kecuali 59:14 apabila punya sumber daya untuk 59:15 mengembalikan. Dan utang itu pun hanya 59:19 pokok kembali pokok. Utang 1.000 59:21 kembalinya 1.000. Kalau utang 1.000 59:24 kembalinya 1.100. Nah, itu 100nya itu 59:26 tambahan itu riba. 59:27 Nah. 59:28 itu 59:29 baik. 59:30 Iya, [terkesiap] 59:31 itu menjadi pertanyaan terakhir, Pak 59:33 Ustaz, dari pendengar kita ini, Ibu 59:34 Tini. Ee sebagai penutup, Pak Ustaz, ya, 59:38 karena kita sudah di ujung acara dari 59:40 seluruh bahasan kita yang ingin 59:42 diingatkan kembali kepada pendengar apa 59:44 dari Pak Ustaz. 59:45 Iya, terima kasih Masangga. Para pemirsa 59:48 Rasul TV dan para pendengar Radio 59:51 Silaturahim yang dirahmati Allah 59:52 Subhanahu wa taala. Ya, kita 59:55 merenung-renungkan 59:56 kembali setelah kita memperingati hari 59:59 ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-80 1:00:03 dan belum selesai kita berakhir di bulan 1:00:06 Agustus sudah ada demo yang luar biasa 1:00:10 skalanya nasional. Ini memberikan 1:00:12 pelajaran kepada kita apa yang salah 1:00:15 terhadap apa yang kita lakukan. Apa yang 1:00:18 salah terhadap pembangunan yang kita 1:00:20 lakukan bagi negeri kita ini. Haruskah 1:00:23 kita sudah berusia 80 tahun makan tiga 1:00:26 kali saja tidak bisa? Lalu apa yang kita 1:00:29 lakukan selama 80 tahun dalam membengun 1:00:31 negeri ini? 1:00:33 Haruskah bangsa kita ini 1:00:36 dikuasai oleh 5% dari penduduknya yang 1:00:39 menguasai 80% aset sementara yang 1:00:42 lainnya tidak punya pekerjaan, 1:00:44 kelaparan, dan lain sebagainya. 1:00:47 Di manakah pembangunan kita selama 80 1:00:50 tahun itu? Ini kritik kepada kita 1:00:52 semuanya, kepada pemerintah, kepada 1:00:55 wakil rakyat agar mengerti bahwa 1:00:58 walaupun kita sudah lama merdeka 1:01:01 relatively 1:01:03 sudah lama ya, tapi apa yang kita capai 1:01:06 ini jauh dari harapan. 1:01:08 sebelah kita, tetangga kita Australia 1:01:10 sudah enggak ada masalah kemiskinan di 1:01:13 sana sudah puluhan tahun yang lalu. 1:01:15 Singapura apalagi semenjak tahun 5 dia 1:01:17 merdeka dari Malaysia dan menjadi negara 1:01:20 maju sampai sekarang. Negara yang paling 1:01:22 maju ekonominya, paling kaya ekonominya 1:01:24 di Asia Tenggara. Padahal baru berapa 1:01:27 tahun separuh dari kita usianya. Apa 1:01:30 yang salah terhadap pembangunan kita 1:01:32 ini? Ya, minyak ada, minyak sawit ada, 1:01:37 besi ada, tembaga ada, nikel ada, ada 1:01:41 semuanya. 1:01:43 Tetapi kenapa pendapatan per kapita kita 1:01:45 enggak naik-naik dan kenapa kemiskinan 1:01:48 tetap merazela di negeri kita? Dan yang 1:01:51 paling penting lagi, kenapa kita 1:01:53 berhutang pada negara lain 1:01:55 dalam membangun negara kita? 1:01:58 Silakan para pendengar Radio Silaturahim 1:02:02 dan Rasil TV, pemirsa Rasil TV 1:02:04 menyimpulkan sendiri bahwa dalam kita 1:02:08 membangun negara ini ada banyak 1:02:10 kesalahan, ada salah arah, ya, ada 1:02:14 kepentingan sebagian kecil orang yang 1:02:16 tidak mau diganggu yang itu menghalangi 1:02:19 pemenuhan hajat semua rakyat. Dan ini 1:02:21 tidak bisa diperiksa oleh pemerintah, 1:02:24 tidak bisa dihadapi oleh pemerintah. 1:02:26 Mereka lebih kuat daripada pemerintah. 1:02:28 Wallahu alam bisab ini ya. Bagaimana 1:02:30 caranya ya? Mudah-mudahan peristiwa 5 1:02:33 hari demo secara besar-besar ini 1:02:37 mengetuk hati kita, mengetuk hati 1:02:39 presiden, mengetuk para menteri, 1:02:41 mengetuk wakil rakyat semuanya. bahwa 1:02:43 kita punya pekerja yang sangat berat 1:02:46 untuk mengisi kemerdekaan kita ini. 1:02:49 Bahwa kita masih punya pekerjaan yang 1:02:50 sangat berat karena sebagian besar dari 1:02:52 masyarakat kita belum bisa makan dengan 1:02:54 nutrisi yang sehat. Banyak stunting di 1:02:57 sana dan di sini dan lain sebagainya. 1:02:59 Pendidikan mahal, kesehatan mahal, 1:03:03 lapangan pekerjaan menipis, PHK di 1:03:05 mana-mana. itu pekerjaan kita dan 1:03:08 pekerjaan bagi semua yang menanggung ee 1:03:12 kebijakan pemerintah yaitu ya rezim 1:03:14 inilah ya. 1:03:16 H 1:03:17 mudah-mudahan Allah kasih apa namanya 1:03:21 rahmatnya kepada kita sehingga kita 1:03:24 diberikan kepimpinan yang baik menuju 1:03:26 negara yang sejahtera lahir dan batin. 1:03:29 Saya kira itu Masang ya. 1:03:31 Baik Pak Ustaz. Demikianlah ikhwan 1:03:33 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 1:03:35 taala. Kajian ekonomi Islam kita edisi 1:03:37 hari ini. Semoga apa yang disampaikan 1:03:39 oleh Ustaz Ih Basri bermanfaat bagi kita 1:03:42 semua. Terima kasih banyak atas 1:03:44 kebersamaan Anda. Kami undur diri. Mohon 1:03:46 maaf atas segala kesalahan kata. Billahi 1:03:48 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 1:03:50 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:03:52 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:03:54 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:56 wabarakatuh.