Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:05 [musik] 0:11 [musik] 0:17 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:27 warahmatullahi wabarakatuh. 0:29 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:31 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:34 alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni ilma 0:37 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:40 yangfani warzuqni ilman yangfa 0:42 dimacarkan dari jalan masjid silaturahim 0:44 nomor 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi 0:46 radio silaturahim dan Rasil TV untuk 0:49 Islam yang satu. Iwan Ahot pendengar di 0:52 mana pun saja berada semoga kabar Anda 0:54 di pagi menuju siang hari ini dalam 0:57 keadaan sehat walafiat. Senang sekali 0:59 saya Angga Aminudin ditemani oleh Ondi 1:02 di kameramen, ada juga Algi di meja 1:05 operator. Ikhwan akhwat, kami menyapa 1:07 Anda di manaun saja Anda berada dalam 1:09 acara kajian ekonomi Islam edisi hari 1:13 Selasa, 23 September 1:17 2025. Dan alhamdulillah, ikhwan akhwat, 1:20 acara kajian ekonomi Islam siaran live 1:24 kita di edisi hari ini sudah tiba 1:28 narasumber kita di studio, Ustaz Ikhwan 1:30 Basri. Asalamualaikum warahmatullahi 1:32 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:35 wabarakatuh. 1:35 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 1:36 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:39 Sehat, Pak Ustaz ya. Perjalanan lancar 1:40 ya, Pak Ustaz, ya? 1:41 Lancar. 1:42 Lancar. Dan I akat di edisi hari ini 1:45 ekonomi Islam akan mengangkat ee topik 1:48 yang ee ini kita dalam beberapa 1:54 tahun terakhir ya atau dalam beberapa 1:56 saat ini gitu. Sepertinya kita melihat 2:00 tidak ada gebrakan yang dilakukan oleh 2:03 pemerintah. Ini kita sorotinya 2:04 pemerintah dulu ya sebagai pengatur 2:06 kebijakan gebrakan mengenai ee ekonomi 2:09 syariah gitu. Apalagi kalau kita 2:12 singgung mengenai isu-isu politik dan 2:14 ekonomi terkini, sepertinya masyarakat 2:16 itu jarang sekali gitu ya mendengarkan 2:18 ee terobosan apa ataupun isu-isu apa 2:22 terkait dengan ee ekonomi syariah 2:25 ataupun ekonomi Islam gitu ya. Adapun 2:27 beritanya ya berita-berita kecil, 2:29 berita-berita yang tidak ee apa membuat 2:33 sorotan publik gitu ya. Sebenarnya ada 2:35 apa ini dengan ee istilah ekonomi 2:39 syariah? Ketika kita tahu beberapa ee di 2:44 saat apa-aman terakhir ini kan banyak 2:47 sekali problematika umat yang mencuat 2:49 dari mulai masalah riba, judul dan 2:53 lain-lain. Ada pertanyaan, "Di mana 2:55 ekonomi Islam? Di mana ekonomi syariah?" 2:57 Menjawab problematika itu 3:01 ada pertanyaan begitu, Pak Ustaz? 3:03 [tertawa] 3:04 sampai gitu ya ee dilihat inovasi 3:06 terbaru apa sih gitu ya. Yang yang 3:09 terdengar tuh hanya ini aja Pak Ustaz 3:11 kalau penerimaan mahasiswa baru ya 3:13 paling kampus-kampus ekonomi syariah 3:15 paling itu aja yang terdengar gitu ya. 3:17 Nah, kita ingin melihat sebenarnya 3:20 semangat islamisasi dalam hal ekonomi 3:24 sekarang ini. Ada permasalahan apa 3:26 sampai kurang terdengar? Dan kita akan 3:29 mengangkat topiknya dengan judul ekonomi 3:30 Islam di persimpangan jalan di 3:33 persimpangan jalan. Apakah seperti itu? 3:35 Nah, kita akan analisa ya, Pak Ustaz ya. 3:37 Kita akan gali dan Ihan Awad juga bisa 3:40 bergabung. Silakan sampaikan pertanyaan 3:41 ataupun komentarnya ke nomor WhatsApp 3:44 hasil Nido 811999. 3:50 Baik, Pak Ustaz, bagaimana memulai 3:52 kajian kita di kesempatan kali ini 3:55 ketika ekonomi Islam di persimpangan 3:58 jalan? Monggo, Pak Ustaz. 3:59 Terima kasih, Mas Sangga. 4:02 Asalamualaikum warahmatullahi 4:04 wabarakatuh. 4:06 Alhamdulillahiabbil alamin 4:09 wa usolli wa usallim shatan wa tasliman 4:12 yaliqoni bimaqomi amirilya wal mursalin 4:16 nabiyina wa rasulina muhammadin wa ala 4:19 alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du. 4:23 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:26 radio silaturahim yang dirahmati Allah 4:28 subhanahu wa taala. 4:30 Ee alhamdulillah 4:33 kita panjatkan puji dan syukur kita 4:36 kehadirat Allah Subhanahu wa taala yang 4:39 senantiasa mencurahkan rahmatnya kepada 4:41 kita sekalian sehingga pada hari ini 4:46 kita dapat melaksanakan siaran live 4:49 ekonomi Islam. 4:51 Selawat dan salam mudah-mudahan tetap 4:55 dicurahkan kepada nabi kita, pemimpin 4:59 para anbiya dan mursalin Muhammad 5:01 sallallahu alaihi wasallam, kepada 5:03 keluarganya, kepada sahabat-sahabatnya 5:08 dan kepada umatnya yang mengikutinya 5:10 sampai hari kiamat. Amin ya rabbal 5:13 alamin. Ee tadi Mas Angga sudah 5:16 menyinggung ya masalah 5:19 Islam, ekonomi Islam at the crossroot. 5:24 Ekonomi Islam di persimpangan jalan. 5:27 Sebetulnya persimbangannya di mana ini? 5:29 H 5:29 iya. Jadi salah satu tuntutan secara 5:33 umum kepada umat Islam pada saat 5:35 sekarang ini adalah menghadapi 5:38 musuh-musuhnya yang luar biasa. Ya, 5:41 mereka unggul di hampir segala hal, 5:45 teknologi, 5:47 ilmu pengetahuan, 5:49 politik, 5:50 sumber daya, 5:52 dan yang paling penting itu adalah 5:55 mereka 5:57 menjadi 5:59 ee 6:01 apa namanya? penguasa di bidang 6:04 geopolitik ya yang bisa mengarahkan 6:09 keinginan mereka kepada siapa saja 6:12 terutama adalah kaum muslimin. 6:16 Hari-hari ini kita berat sekali 6:17 menghadapi musuh-musuh Islam ini. 6:22 di mana dalam menghadapi musuh-musuh 6:24 Islam itu salah satu prasyarat 6:28 bagi kaum muslimin untuk bisa 6:30 memenangkan pertarungan ini adalah 6:34 kebersihan 6:36 kesucian hati dan atamasuk bidinillah 6:41 berpegang teguh kepada agama Allah 6:45 bagaimanapun besarnya kekuatan 6:48 hardware kita, software kita, SDM kita 6:53 dan lain sebagainya. Kalau di dalam 6:56 barisan itu hatinya tidak suci, tidak 6:59 thahir, ya, 7:02 tidak bersih, 7:05 maka dia akan kalah. Karena kekuatan 7:08 Islam ini berada pada kesucian 7:11 hati. Dan kesucian hati itu akan membuka 7:15 pertolongan Allah dari langit. Karena 7:18 kemenangan itu bukan karena kita ya. 7:21 Wama romaita idita wakinnallaha 7:24 roma. Kemenangan kita itu bukan karena 7:27 kehebatan kita, tapi semata-mata karena 7:31 karunia Allah, 7:34 karena rahmat Allah, bantuan Allah. Nah, 7:37 yang sekarang terjadi adalah 7:40 sulit sekali bantuan Allah, pertolongan 7:43 Allah turun kepada kaum muslimin. 7:45 Salah, salah satu sebabnya ialah karena 7:49 kaum muslimin tidak layak menerima 7:51 nasrum minallah, pertolongan dari Allah. 7:54 Karena apa? Karena 7:58 ada penghalangnya, 8:00 terutama dari sisi ekonomi yaitu 8:04 hal-hal yang diharamkan oleh Allah itu 8:07 mendominasi kehidupan muamalah mereka. 8:10 Yang ini membuat nasrum minallah itu 8:15 bukan hanya lambat ya, tidak akan wujud 8:18 ya. Maka tujuan para dai sekarang ini 8:21 adalah bagaimana supaya kaum muslimin 8:23 itu 8:25 membuka diri kemudian membuka jalan 8:29 supaya nasr minallah itu turun 8:32 menghilangkan penghalang-penghalangnya. 8:34 Iya. Nah, salah satu penghalang yang 8:37 paling berat yang bisa kita ee rasakan 8:41 selain daripada 8:44 qulubun thahirah, hati yang suci adalah 8:48 muamalah kita. Di mana muamalah kita ini 8:51 sama sekali tidak mencerminkan 8:54 muamalah islamiah yang sahihah, yang 8:57 benar. Karena apa? 9:00 Karena di dalam muamalah kita ini 9:03 terdapat hal-hal yang merupakan 9:06 dosa besar yang harus kita hilangkan, 9:09 yang harus kita hindari, tetapi kita 9:12 tidak bisa menghindarinya dan akhirnya 9:16 nasru minallah itu tidak turun-turun 9:18 seperti keadaan sekarang ini. Ya, 9:22 maka itu kita ee 9:25 membicarakan ini ya. Jadi penting sekali 9:28 ekonomi Islam di persimpangan jalan 9:31 yaitu antara tuntutan agar kita supaya 9:33 mengamalkan ekonomi Islam secara benar 9:37 dengan 9:39 kondisi kaum muslimin yang sekarang ini 9:41 menjadi bahan 9:43 dalam hadis Rasul dikatakan ya seperti 9:47 orang yang lapar 9:50 mengerubungi makanan yang lezat ya 9:54 santapan orang-orang laparnya. 9:57 orang-orang lapar. Al-Aqala itu di situ 9:59 orang-orang yang lapar di situ ialah ya 10:01 zaman sekarang ini orang-orang 10:03 kapitalis, orang-orang seperti itulah 10:05 ya. Karena mereka itu ingin menguasai 10:09 kaum muslimin. Bukan hanya ingin 10:11 menguasai sumber daya alamnya seperti 10:14 kita punya di Indonesia ini, sumber daya 10:16 alamnya alhamdulillah melimpah ruah. 10:20 Bukan hanya sumber daya alam yang mereka 10:22 kuasai, yang paling penting itu 10:24 menguasai agama agamanya. Ya, 10:29 menguasai ideologi kaum muslimin itu 10:30 kalau perlu dimurtadkan kaum muslimin 10:33 itu menjadi orang yang tidak beragama. 10:35 Ya, karena kalau kaum muslimin sudah 10:37 tidak beragama ya tidak ada kekuatan 10:40 lagi. Gak ada kekuatan. Tidak ada satuun 10:42 kekuatan yang ditakuti dari kaum 10:44 muslimin apabila kaum muslimin sudah 10:46 jauh daripada Islam. Ya, karena itu 10:49 setiap kita ini mempelajari ekonomi 10:52 Islam itu tujuannya bukanlah untuk apa? 10:55 Gaya-gayaan. Oh, ini zaman sekarang ini 10:57 ekonomi yang e kita lakukan ekonomi yang 11:00 ramah lingkungan ya, ramah anak gitu ya, 11:04 ramah anak-anak ee remaja dan lain 11:08 sebagainya. Bukan hanya itu, yang lebih 11:11 penting daripada itu adalah bagaimana 11:13 ekonomi Islam ini sebetulnya 11:15 menghindarkan kita dari hal-hal yang 11:17 dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala. 11:19 Karena itu maka yang paling penting itu 11:21 adalah pembersihan 11:25 riba dari ekonomi. Ya. Ya, mungkin kita 11:28 tidak bisa menghilangkan riba sama 11:30 sekali tapi kita tidak bermuamalah 11:32 dengan muamalah ribawiyah. Ya. 11:35 Ya. Individu kan bisa. Misalnya kita 11:38 sekarang ini oh kita tidak apa namanya 11:41 ee mendepositan 11:43 atau menginvestasikan 11:46 harta kita, sumber daya harta kita ini 11:50 ke lembaga-lembaga keuangan ribawi ya 11:55 sebagai gantinya kita pindahkan itu 11:58 harta kita itu kepada lembaga keuangan 12:00 syariah ya. sehingga nanti lembaga 12:05 kewangan syaria ini ee berkembang dengan 12:08 baik. Nah, kata Mas Angga tadi kan dalam 12:11 beberapa tahun terakhir ini enggak ada 12:14 gebrakan gitu ya 12:16 dari pemerintah. 12:18 Dari pemerintah tidak ada geberakan 12:21 apa-apa yang terkait dengan ekonomi 12:23 syariah. Dulu-dulu kan tahun 2000 sampai 12:28 2010 gitu itu geberakannya nyari setiap 12:31 hari kita dengar ada ini ada itu ya. 12:34 sekarang ini tidak ada ya, tidak ada. 12:37 Bahkan 12:40 ada hal-hal yang menyeramkan mengancam 12:44 bukan hanya umat Islam tetapi bangsa 12:47 kita sendiri yaitu judul yang disebut 12:50 masang tadi di mana korbannya itu sudah 12:54 ee menyeluruh 12:57 ke dalam semua lapisan masyarakat. 13:00 Apakah itu masyarakat bawah, masyarakat 13:03 menengah, ataupun masyarakat atas. 13:07 Bahkan juga masuk ke dalam sendi-sendi 13:10 kehidupan sampai masuk kepada 13:13 kepolisian, sampai masuk kepada tentara, 13:18 sampai kepada penegak-penegak hukum 13:21 bahkan sampai menteri katanya. Iya kan? 13:26 anak-anak sekolah mulai dari ada yang 13:28 dari SD, ada yang SMP Sekolah Menengah 13:32 pertama, 13:34 SMA semua sekolah menengah atas dan 13:36 mahasiswa sudah tidak terkecuali semua 13:40 sebagian daripada mereka sudah terkena 13:42 virus yang namanya judul. Kalau enggak 13:46 judi ya judul. Kalau judi itu mungkin 13:49 offline lah. Entah itu adu jangkrik 13:52 misalkan. Adu jangkrik. 13:54 Iya. E adu kambing, adu domba gitu 13:57 atau adu banteng misalnya itu ya. Adu 14:01 jago ya. Itu kan di antara adu-adu itu 14:04 kan semuanya terselip kegiatan yang 14:06 dinamakan judi offline ya. 14:11 Kalau game-game sekarang sudah begitu 14:13 ya. 14:14 Nah, di dalam Islam 14:19 salah satu 14:21 hal yang diperhatikan itu adalah pertama 14:24 itu adalah riba ya. Kemudian yang kedua 14:28 itu adalah maisir ya. Nah, maisir ini 14:31 judi ya menurut Imam Al-Qurtubi itu judi 14:36 yang terkenal pada zaman itu, pada zaman 14:38 jahiliah itu maisir. Sebagian tafsirnya 14:41 mengatakan demikian ya. Tetapi 14:43 sebetulnya mesir itu segala macam yang 14:46 berbau judi yang kita itu bisa masukkan 14:49 dalam ee golongan spekulasi dalam 14:53 pengertian spekulasi yang judi. Karena 14:55 tidak semu tidak semuanya itu spekulasi 14:57 itu tidak semua spekulasi itu maisir ya. 15:00 Ya, tapi ada spekulasi-spekulasi 15:03 yang sifatnya judi dan itu mirip dengan 15:05 transaksi yang ee apa namanya? physical 15:09 transaksi atau financial transaction ya 15:12 mirip-mirip dan bahkan di banyak negara 15:17 judi itu dilegalkan ya karena tidak ada 15:20 lagi kekuatan dari bak pemerintah untuk 15:22 bisa menghalangi ya di tetangga kita 15:25 judi Singapura raja jud Australia raja 15:27 judi misalnya kan ya 15:29 kemudian apa Taiwan kemudian Malaysia 15:32 sendiri ada namanya Genting Highland ya 15:35 yang itu kawasan yang memang 15:38 diperuntukkan 15:40 khususan 15:41 judi 15:41 ya untuk judi bukan judul itu judi 15:44 beneran 15:45 orangnya itu benar-benar datang ya 15:50 jadi seperti itulah nah 15:54 dilema apa namanya gelombang hal-hal 15:57 yang haram ini mulai dari rib jud maisir 16:00 ini ya 16:02 ini bukan hanya menggejala sudah merasuk 16:04 ke dalam masyarakat kita 16:07 sehingga Seingga sulit kita itu 16:09 memperoleh transaksi yang halalan 16:11 thayibah. 16:13 Sebagai prasyarat kita ini 16:16 suci fisiknya 16:19 dan suci hatinya. Prasyarat untuk kita 16:23 bisa mencapai tingkat kesucian hati, 16:25 kesucian batin dan kesucian jasadiah ini 16:30 adalah makanan dan minuman yang halal. 16:33 Bukan hanya halal saja, tapi halalan 16:35 thayyibah. 16:37 ya, 16:39 mulai dari makanan, minuman, pakaian, 16:41 dan semua kebutuhan yang kita hajatkan 16:46 semua harus dipenuhi dengan cara yang 16:48 halal dan thayibah. 16:50 Nah, ini dari sisi ekonomi, dari sisi 16:53 keuangan. Ini prasyarat 16:55 yang kalau kita tidak perhatikan asal 16:58 makan, asal minum misalnya enggak 17:00 memperhatikan halal, gak memperhatikan 17:03 thayib, ya serampangan setiap keinginan 17:06 untuk makan, makan. Walaupun itu ada 17:09 hal-hal yang diharamkan oleh Allah 17:10 Subhanahu wa taala. Enggak peduli kalau 17:12 mental kaum muslimin masih seperti ini 17:15 lah. Ini penghalang besar kita untuk 17:17 mendapatkan pertolongan dari Allah 17:18 Subhanahu wa taala. Pada saat yang sama 17:21 kita ini sangat membutuhkan 17:23 turunnya pertolongan Allah itu. Karena 17:26 kondisi kaum muslimin sudah seperti ini. 17:29 Tidak hanya di Gaza ya. Tidak hanya di 17:32 Gaza. Di mana-mana ya kita berdoa secara 17:36 jemaah tetapi doa kita enggak dikabul 17:38 oleh Allah Subhanahu wa taala. Apabila 17:40 itu terjadi, maka yang harus kita 17:43 muhasabahkan adalah kita pertanya kepada 17:47 diri sendiri, adakah kita ini makan 17:50 minum memperoleh penghasilan dari hal 17:53 yang haram? Ya, itu. Karena dengan 17:56 seperti itu kita baru tahu bahwa oh 17:58 ternyata ada hubungan ya. Ada hubungan 18:01 antara terkabulnya doa, perubahan 18:04 keadaan menjadi lebih baik itu apabila 18:06 kita itu memenuhi syarat untuk diberikan 18:09 bantuan. Nasrum minallah. Kalau tidak 18:12 maka itu enggak akan turun. Nah, ini ini 18:16 jadi tuntutan agar supaya kita ini 18:18 bersih, jasmani, rohani, suci lahir dan 18:21 batin. Tidak ada cara lain agar supaya 18:24 semua transaksi kita ini harus menurut 18:27 kaidah 18:29 muamalah islamiah, syariah shahihah. Ya, 18:33 kita harus mengikuti transaksi muamalah 18:36 secara Islam menurut syarak dan benar. 18:41 Dan itu tidak bisa kita lakukan dalam 18:43 waktu yang singkat. Ini perlu edukasi. 18:46 Nah, sekarang yang kita rasakan ini 18:49 adalah seberapa jauh edukasi kita kaum 18:52 muslimin mengedukasi umat baik itu lewat 18:56 dakwah secara umum oleh para asatid, 18:59 oleh para kiai, guru-guru agama, lewat 19:03 berbagai platform media sosial dan lain 19:05 sebagainya atau lewat saluran edukasi 19:08 resmi seperti pendidikan. 19:11 mulai dari TK, mulai dari SD atau mulai 19:14 dari madrasah ibtidaiiayah 19:17 ee madrasah tsanawiyah, madrasah aliah 19:21 dan lain sebagainya sampai jamiah 19:23 islamiah sampai universitas Islam entah 19:25 itu Universitas Muhammadiyah atau 19:27 Nahdatul [berdehem] Ulama atau apa saja. 19:30 Sejauh mana ini kita lakukan 19:33 edukasi muamalah Islamiah yang benar. 19:35 Kelihatannya kalau dalam tahun-tahun 19:37 terakhir ini enggak kedengaran itu ya. 19:41 Ini yang dikomplain oleh Mas Angangga 19:42 tadi kan gitu sudah lama enggak 19:44 kelihatan, enggak ada istilahnya itu 19:47 pemerintah atau menteri pendidikan e 19:50 cawe-caw lah gitu. Bagaimana supaya 19:53 edukasi muamalah islamiah sahihah 19:56 syariah 19:57 ini ngebut lagi ya. 20:01 Ya, supaya orang itu sadar bahwa 20:04 yang harus mereka dapatkan bukan sekedar 20:07 pendapatan, 20:08 bukan sekedar income, bukan sekedar 20:11 penghasilan, 20:13 tetapi penghasilan yang halal ya. Income 20:18 yang halal itu yang penting ya. 20:22 Kalau tidak, maka pendidikan kita 20:24 artinya orang yang tidak orang yang 20:26 menyepelekan tidak mempedulikan 20:29 pendapatannya itu dari mana diambil. Ah, 20:31 halalan am haraman. Dia tidak memikir 20:34 yang itu. Nah, berarti edukasi kita, 20:36 pendidikan kita sekarang ini benar-benar 20:39 tidak didengar oleh mereka. Baik itu 20:42 dari formal maupun informal, baik itu 20:44 dari mainstream maupun yang non 20:46 mainstream ya. Nah, ini ya. Jadi apa 20:49 namanya? Kita berada pada kondisi di 20:53 mana kaum muslimin dituntut untuk 20:55 bermuamalah secara syariah. Negara pun 20:57 memberikan fasilitas, negara pun 20:59 memberikan ruang. Tapi kaum muslimin 21:02 baik itu para pemimpinnya, dai-dainya 21:05 tidak memberikan sokongan edukasi, 21:10 sosialisasi kepada muamalah yang benar. 21:13 Akhirnya tidak tahu ya. tidak tahu 21:15 bagaimana permohonan yang benar yang 21:17 sangat gencar tanpa harus diberikan 21:20 support ya dari dai dari pemerintah ya 21:24 itu tadi judul ya tapi tiap hari dia 21:27 menggunakan hasil teknologi yang 21:29 sedemikian advance sedemikian canggihnya 21:33 sehingga sekarang berjudi itu bisa 21:35 dilakukan sambil tiduran ya sambil duduk 21:39 sambil di rumah di sawah bahkan mungkin 21:42 dilakukan di ee ee sekolah-sekolah ya 21:45 mereka bisa melakukannya itu. Nah, 21:48 bagaimana 21:50 generasi kita, generasi kaum muslimin 21:52 ini mendapatkan ee edukasi, mendapatkan 21:56 pelajaran tentang bagaimana bahayanya 21:58 riba, tentang bagaimana bahayanya ee 22:02 spekulasi, bahayanya ee judi bagi 22:06 negara, bukan hanya bagi individu, tapi 22:09 bagi negara. bagaimana merusak moral, 22:12 bagaimana menimbulkan permusuhan dan 22:14 lain sebagainya. Ini harus segera 22:17 digalakkan atau diceritakan di 22:19 mana-mana. Ya, alhamdulillah ini masih 22:22 ada hasil ini yang 22:24 siap memberikan menyuarakan 22:27 menyuarakan 22:29 ekonomi Islam ee yang mesti kita ikuti 22:32 ya. Karena ekonomi Islam itu 22:35 seperti dikatakan oleh Al-Qur'an, wa 22:38 amma ma yanfaunas 22:41 fayamkutu fil ard. Dan adapun apa-apa 22:44 yang bermanfaat bagi manusia fayamkutu 22:47 fil ard akan tetap tinggal di bumi. Ya. 22:51 Wa amma jufa 22:53 ya. Faamzabatu fayadbu jufa. Ya. Adapun 22:58 bui. Faam zabatu fayadabu jufa. 23:02 Adapun buih 23:05 itu akan hilang 23:08 ya mengikuti arus air tidak ada lagi 23:12 bekas karena dia tidak ber manfaat bagi 23:15 manusia. H 23:16 jadi riba, jadi goror, jadi judul, judi, 23:21 dan lain sebagainya. Itu sebetulnya 23:24 dalam Al-Qur'an itu di kategorikan 23:26 sebagai zabat ya, buih yang ada di 23:30 pusaran air, yang ada di aliran air yang 23:33 tidak punya kekuatan apa-apa. Adapun 23:37 mendapatkan atau prinsip-prinsip ya yang 23:41 dianjurkan Islam agar supaya kaum 23:43 muslimin itu mengikutinya. 23:45 sehingga mereka terhindar dari riba, 23:48 terhindar dari judi, terhindar dari ee 23:52 halal yang haram. Maka prinsip-prinsip 23:55 muamalah itu yanfaunas, akan bermanfaat 23:59 bagi manusia dan akan tetap tinggal di 24:03 bumi. Ya, artinya yang bermanfaat itulah 24:05 yang akan apa nam yang tetap di atas 24:08 bumi ini. Adapun yang tidak bermanfaat, 24:11 itu akan hilang. Nah, karena itu maka 24:15 para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 24:19 radio Silaturahim di manaun kita ini 24:21 merasa sangat ee ya kecewa ya sedih, ya 24:26 mix lah perasaan kita itu campur aduk 24:28 gitu ya. Kenapa? Karena situasi kaum 24:33 muslimin di dunia ini sangat genting, 24:37 Saudara-saudara. itu kalau di kita lihat 24:39 meskipun Indonesia ini sebuah negara, 24:42 tapi siapa yang saya yakin semua di 24:45 antara kita punya perasaan, punya 24:47 keyakinan bahwa sumber daya alam 24:50 Indonesia itu diincer oleh asing 24:53 dan mereka ingin menguasai baik itu 24:55 lewat kerja sama atau baik itu lewat 24:58 tekanan politik internasional dan lain 25:00 sebagainya. 25:02 Ya, 25:04 begitu juga negara-negara Islam yang 25:06 lain seperti Pakistan, seperti 25:07 Afghanistan, seperti apa nam Saudi 25:10 Arabia mereka tidak akan bebas dari 25:12 tekanan ya. Nah, tekanan-tekanan 25:15 politik, tekanan-tekanan ekonomi ini 25:17 kalau kita hanya melawannya dengan 25:21 sumber daya hardware, software yang 25:25 material, tidak mengharapkan pertolongan 25:28 dari Allah, enggak akan bisa melawan. 25:32 Dan untuk bisa menang di atas 25:33 pertarungan ini, maka seluruh umat-umat 25:36 Islam di dunia ini tidak akan cukup 25:38 dengan hardware, dengan perangkat keras, 25:41 enggak. Dengan alusista, enggak. Tapi 25:44 kemenangan itu 25:46 akan muncul dengan pertolongan Allah. 25:50 Dan pertolongan Allah Subhanahu wa taala 25:52 hanya diberikan ketika kaum muslimin 25:54 layak untuk mendapatkan pertolongan. 25:56 Nah, sekarang ini kita tidak layak. Maka 25:58 solusinya dari sisi ekonomi adalah 26:01 bagaimana kita membersihkan ya 26:04 membersihkan diri kita dari muamalah 26:08 ribawiyah, 26:10 muamalah gororiah ya muamalah kimariah 26:14 ya. 26:16 Itu semuanya adalah muamalah-mualah yang 26:20 akan menghalang-halangi kita untuk 26:24 terkabulnya doa kita kepada Allah ya. 26:28 itu loh. Nah, ini yang penting sekali. 26:30 Mari kita apa namanya ee sadari hal itu 26:34 ya. Enggak mungkin kita bisa menawang 26:36 menang melawan 26:38 Cina misalkan. Kita enggak punya 26:40 teknologi seperti mereka. Mereka punya 26:43 satelit bisa meat apa namanya bisa e 26:47 mengorbitkan satelit kita enggak bisa. 26:49 Mereka bisa bikin roket kita enggak 26:50 bisa. Pokoknya secara teknologi hardware 26:53 itu kita kalah total ya. sampai sekarang 26:55 ini belum ada kemampuan seperti itu. 26:58 Tapi itu tidak membuat kita harus 27:01 pesimis dalam memenangi pertarungan ini. 27:04 Karena kemenangan yang kita peroleh itu 27:07 nanti bukan karena kekuatan kita. 27:09 Sebagaimana firman Allah itu dalam surat 27:11 Al-Anfal. Wama romaita id romaita 27:14 wakinnallaha roma. Ya, kamu melempar. 27:18 Bukanlah kamu yang melempar 27:21 tetapi Allah yang melempar. 27:24 kamu bukan membunuh musuh kamu, tapi 27:26 Allah yang membunuh mereka. Ya. Jadi 27:28 sampai pada keyakinan bahwa kita ini 27:32 bergerak karena semata-mata membela 27:35 agama Allah dan karena semata-mata 27:38 ikhlas membela agama Allah maka Allah 27:41 turunkan nasr minallah itu. Ya. Sehingga 27:44 dengan demikian banyakkan kita lihat itu 27:46 ee akhir daripada perang besar di akhir 27:50 zaman nanti kaum muslimin menang 27:52 terhadap musuhnya bukan karena pedang, 27:55 bukan karena bom atum atau bom nuklir, 27:59 tapi tasbih, takbir, tahmid, tahlil, 28:03 masyaallah 28:04 ini. 28:07 Nah, ini penting sekali. Tapi untuk 28:09 sampai pada tingkatan seperti itu, kita 28:12 perlu edukasi, kita perlu sosialisasi 28:15 agar nilai-nilai ekonomi Islam ini kita 28:19 lakukan, kita praktikkan sehari-hari, 28:22 terutama dalam beberapa hal yang sangat 28:24 penting, yaitu kita menghindari riba, 28:27 menghindari spekulasi, menghindari gor, 28:30 menghindari jual ee kimar atau apa itu 28:33 namanya? judi yang dilarang 28:35 terang-terangan dalam Al-Qur'an ataupun 28:38 dalam Asunah itu ya. Jadi kita ada di 28:41 persimpang jalan maksudnya adalah 28:44 mungkin satu tuntutan kita agar menjadi 28:47 orang yang layak menerima nasrin Allah. 28:50 Sementara kondisi kita sekarang ini 28:53 didominasi oleh hal-hal yang diharamkan 28:55 oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan kita 28:57 seperti sudah ada dalam apa namanya di 29:02 kubangan. tanah lumpur yang sulit kita 29:05 keluar ya. Almustan al-asin kalau 29:08 istilahnya Syid Kutub ya di dalam tafsir 29:11 Fidal Al Quran. Jadi seperti dalam 29:14 kubangan 29:16 lumpur yang lengket ya. Susah bagi kita 29:19 keluar dari situ. Inilah kondisi kita 29:22 megap-megap 29:24 kita dalam apa? Dalam dominasi alam 29:27 ribawi itu. Tapi sebagian besar kita 29:30 tidak menyadari. Dan untuk bisa 29:32 menyedari seperti itu perlu ada edukasi, 29:35 perlu ada sosialisasi, perlu ada dakwah 29:38 dari kaum muslimin sendiri untuk 29:41 mengamalkan 29:43 prinsip-prinsip ekonomi Islam yang 29:47 sekarang ini sudah ditinggalkan. Itu 29:49 masengga ya. 29:50 Heeh. 29:51 Itu mukadimahnya. Itu 29:52 mukadimahnya. 29:53 Di sini juga kita ee ingin menjawab 29:56 sebenarnya Pak Ustaz ya beberapa ee 29:59 sinyalemen anggapan gitu ya. ketika 30:01 ekonomi Islam ini ditanya bagaimana 30:03 perannya gitu. ekonomi dan keuangan 30:06 Islam kan juga ee dilihat Pak Ustaz 30:09 bagaimana 30:11 ee peran dan juga partisipasinya ketika 30:14 kemajuan teknologi ini kan makin pesat 30:16 nih Pak Ustaz 30:17 muncul istilah uang digital, 30:19 transaksi-transaksi lain. Kripto 30:21 sekarang lagi tren gitu kan di dunia 30:24 bahkan ini. Lalu bagaimana menjawab 30:26 sinyalemen juga ketika ee kegiatan 30:29 edukasi dan sosialisasi tentang keuangan 30:32 ee syariah gitu ya ataupun ekonomi Islam 30:34 itu tidak menyeluruh Pak Ustaz. Enggak 30:36 semua kalangan dapat gitu. Bagaimana Pak 30:38 Ustaz menjawab senyalemen-senyalemen 30:39 itu? 30:40 Jadi memang ada 30:42 banyak apa namanya yang berpendapat di 30:45 ee kalangan ya. 30:47 He 30:48 kita ini tidak memberikan respon 30:51 terhadap 30:53 katakanlah seperti itu, Pak. apa namanya 30:56 digital ya? 30:57 Keuangan digital ya, 30:58 digital currency 30:59 ini sudah menjadi bukan menjadi tren ini 31:03 sudah dari kemarin dari puluhan tahun 10 31:05 tahun yang lalu kan sudah mulai kan. 31:07 Iya. 31:08 Tapi bagaimana ekonomi Islam atau 31:10 keuangan syariah itu mencoba untuk 31:11 memberikan respon. Kelihatannya kita 31:14 dengar siapa yang berikan respon. He. 31:15 Sama dengan hari ini yang saya tahu 31:17 Majelis Ulama masih mengharamkan yaitu 31:20 Bitcoin dan saudara-saudaranya, kripto 31:23 dan saudara-saudaranya. Sekalipun ada 31:26 beberapa apa nam negara ya yang ee yang 31:30 diberikan oleh beberapa ulama tentang 31:32 fatwa membolehkannya itu, itu sudah 31:35 banyak itu. Terus di Malaysia juga 31:36 katanya kripto itu sudah terang benerang 31:39 halal nih dan lain sebagainya. Saya sih 31:41 bukan menuntut supaya dihalalkan atau 31:44 tidak gitu, tapi respon kaum respon 31:47 intelektual kaum muslimin terhadap 31:49 masalah ini tidak kelihatan, tidak 31:51 kedengaran, tidak terbaca baik itu di 31:54 media mainstream ataupun media sosial. 31:59 Kemudian apa namanya ee seperti dianggap 32:05 hal biasa saja tapi enggak ada respon 32:06 gitu. Jadi alislam yatahadda itu dalam 32:09 bukunya apa? Wahiduddin Khan atau 32:12 Komaruddin Khan itu ya itu alislam 32:14 yatahada. Islam menantang ini 32:16 menentang zaman. Arti dalam masalah 32:19 adalah ketika zaman itu begitu maju, 32:22 ilmu pengetahuan teknologi begitu maju, 32:25 respon Islam itu selalu ada. Tapi yang 32:27 seperti ini kelihatannya kalau di kita 32:29 belum ada respon ya. Sehingga masyarakat 32:32 yang sudah bergumul bertahun-tahun, 32:38 masalah ini enggak mendapatkan dasar 32:40 hukum syariahnya apakah benar atau salah 32:43 gitu kan. Tapi meskipun begitu banyak 32:45 kalangan sudah melakukan sendiri ya. Ya, 32:48 kripto sudah banyak anak-anak muda. 32:50 Bahkan saya ada anak yang masih SMP aja 32:55 sudah bisa nambang apa itu kripto 32:59 ya seperti itu. Nah, ini perlu kejelasan 33:03 ya. Meskipun dalam hal masalah ini itu 33:06 saya tidak ingin bahwa itu harus 33:08 disyariatkan, harus dihalalkan, enggak. 33:11 Kita harus tahu hukumnya secara Islam 33:12 bagaimana ya bahayanya, madaratnya apa 33:16 terhadap kita. apa yang menyebabkan dia 33:18 itu diharamkan, ilatnya apa dan 33:20 seterusnya. Ini penting ya itu di satu 33:23 sisi. Jadi kemajuan teknologi apa 33:25 namanya komputer internet atau teknologi 33:28 AI ini membuat kita harus banyak kerja 33:32 terutama ulama-ulama ini bagaimana 33:35 merespon terhadap kemajuan zaman 33:37 terutama dalam hal transaksi. Terus yang 33:40 kedua yang tadi ditanya itu adalah 33:42 tentang sosialisasi atau edukasi yang 33:44 tidak integrasi. H. 33:47 Jadi sekarang ini kalau saya saya 33:50 sendiri kan sebagai dosen juga ya, gak 33:53 seperti dulu rasanya kita itu melihat 33:56 apa namanya berita-berita atau 34:00 kreativitas yang muncul dari kalangan 34:02 kaum muslimin sendiri itu beda sekali 34:04 dengan di bawah tahun 2015 ke sono ya. 34:07 He. 34:07 Banyak sekali hal-hal yang baru, banyak 34:09 sekali hal yang membuat kita itu senang 34:12 kita menghadapi tantangan zaman. Tapi 34:14 sekarang ini 10 tahun terakhir ini Adam 34:16 ayem aja. Paling-paling yang sorotkan 34:20 sorotan berita itu kepada ee 34:25 industri halal. Iya. 34:27 Iya. 34:28 Industri halal. Iya. Industri halal itu 34:31 kan dalam sektor real ya. Tetapi dalam 34:33 sektor keuangan kita ini ingin 34:35 mendapatkan suatu penjelasan yang 34:38 mumpuni, 34:40 yang bayin, yang terang sehingga kita 34:43 tidak ragu-ragu, tidak merasa itu 34:47 syubhat dan lain sebagainya. 34:48 Keterangan-keterangan tentang hal-hal 34:50 yang tumbuh dari perkembangan teknologi 34:54 yang menimbulkan atau mempengaruhi 34:56 transaksi-transaksi ya. 34:59 Dan transaksi ini luar biasa cepatnya 35:01 ya. 35:03 Makanya apa namanya? Ada ada ulama muda 35:06 dari Saudi itu mengarang buku fikih 35:08 muamalah tebal sekali kalau enggak salah 35:11 22 ee jilid ya saya punya. 35:15 Itu menjelaskan tentang satu masalah 35:18 yang dikaitkan dengan perkembangan 35:20 teknologi ini adalah majelis akad. Nah, 35:24 kalau kita baca buku kitab-kitab fikih 35:28 200 tahun ke sana, 1000 tahun ke sana, 35:30 1000 lebih gitu ya, maka majelis akad 35:34 itu kan harus hadap-hadapan ya. Harus 35:37 pembeli datang dengan badannya, 35:41 penjual juga harus datang dengan 35:44 dirinya sendiri. Kemudian yang dijual 35:47 juga harus dapat dilihat, dirabah 35:50 ya, dirasakan ya. Nah, sekarang kita kan 35:54 gak begitu. Orang beli kurma dari 35:57 Jakarta, kurmanya ada di Jedah atau di 36:00 Madinah. 36:01 Jaraknya berapa ribu kilometer 36:04 ya kan? Dengan 36:06 dengan video dapat dikirim ya atau 36:10 dengan apalah bisa dikirim walaupun 36:12 enggak memperlu waktu beberapa hari 36:13 sampai ke Jakarta untuk merasakannya itu 36:15 h 36:16 dan lain sebagainya. Jadi apakah e 36:19 majelis akad itu harus di satu tempat? 36:22 Lah kalau kita tempatnya di Jakarta 36:24 kemudian satu lagi pembelinya, 36:26 penjualnya di Makkah misalnya itu jarak 36:29 ribon kilometer. Bagaimana itu satu ini 36:33 satu majelis? Nah, makanya di situ sudah 36:35 mulai di di apa namanya? dikaji dengan 36:38 baik. Dan akhirnya ada kesimpulan bahwa 36:41 seluruh ulama yang beliau tulis dalam 36:43 kitab itu setuju bahwa majelis akad 36:47 seperti dalam satu ruang atau satu 36:49 majelis yang kelihatan fisiknya. Enggak. 36:52 Tapi bisa via telepon, via mukatabah, 36:55 pakai koresponden dan lain sebagainya 36:57 seperti itu. Nah, ini ada tanda-tanda 37:01 bahwa ulama itu berijtihad untuk ee 37:04 menghadapi persoalan kemajuan zaman 37:07 seperti sekarang ini. Transaksi dengan 37:09 mesin misalkan kayak kita bayar jalan 37:11 tol, masuk tolang enggak ada petugasnya 37:14 sekarang. Itu pakai tip aja gitu, pakai 37:18 kartu ya. H 37:19 itu bagaimana dan lain sebagainya. Nah, 37:23 ini kalau kita lihat di dalam fikih 37:24 muamalah mulai sudah lama apa namanya 37:27 perkembangan seperti itu dan di apa 37:30 namanya di 37:32 ee di 37:35 kaum muslimin atau para ulama itu 37:37 berijtihad di situ direspon namanya. 37:40 Tapi responnya yang seperti tadi itu 37:42 sekarang ini ingin supaya itu 37:44 disosialisasikan, 37:46 diedukasikan kepada 37:47 pendidikan-pendidikan formal. Katakanlah 37:50 itu mulai dari madrasah 37:52 sampai kepada perguruan tinggi sehingga 37:54 kaum muslimin ini mengerti bahwa 37:56 transaksi mereka itu benar dan lain 37:58 sebagainya. Jadi harus ada sosialisasi 38:02 edukasi yang sifatnya integral, 38:04 terintegrasi. Jangan sepotong-sepotong. 38:07 Karena persoalan kita itu tidak 38:09 sepotong-sepotong. Persoalan kita itu 38:11 membutuhkan jawaban standat integral. 38:13 Ya, kira-kira seperti itu ya, Masangga. 38:17 Lalu kita juga kan melihat Pak Ustaz ya 38:20 ee ketika 38:22 mandegnya inovasi yang dilihat dari 38:25 berbasis keuangan syariah ini, ada 38:28 pendapat ee ketika lembaga keuangan 38:30 syariah itu susah diajak kerja sama, 38:33 kolaborasi, ataupun sinergi dengan 38:35 lembaga keuangan konvensional. Makanya 38:37 ketika ada lembaga konvensional apalagi 38:40 yang disokong oleh pemerintah karena 38:41 tidak ada sinergi dan kolaborasi tadi 38:43 ekonomi itu enggak pernah diajak ajak 38:45 gitu istilahnya. Apakah ini ada di pihak 38:47 ada di pihak ee pemerintah dan lembagaan 38:50 konvensionalnya atau ada di pihak 38:51 keuangan 38:52 ee syariah sendiri gitu atau di 38:54 lembaga-lembaga syariah yang 38:56 memang terkendala perkembangannya. 38:57 Bagaimana pendapat Ustaz? 38:59 Iya. He. 39:00 Seyaman seperti ini sebetulnya wajar 39:02 h 39:03 ketika muncul dari orang yang tidak tahu 39:06 ya. 39:06 Heeh. 39:07 Tapi lembaga keuangan syariah bersinergi 39:11 dengan lembaga lembaga keuangan 39:13 konvensional itu dimungkinkan. Iya 39:15 sangat sangat dimungkinkan 39:18 karena 39:19 ee ada prinsip ya bahwa kita itu boleh 39:23 kerja sama. kerja sama itu artinya ee 39:26 musyarakah kita memerlukan perusahaan 39:28 baik perusahaan itu dalam sektor ril 39:30 ataupun perusahaan itu dalam sektor 39:32 keuangan ya untuk kita ee bikin 39:36 bersama-sama orang yang beda agama ya. 39:40 Jadi misalkan kita mendirikan perusahaan 39:42 ya PT misalnya. Nah PT itu kita dirikan 39:47 ee dengan lima orang. [berdehem] 39:50 Lima orang itu mewakil agama. ada yang 39:52 beragama Islam, ada yang beragama 39:54 Katolik, ada beragama Kristen, ada yang 39:56 Hindu, Buddha dan lain sebagainya. Maka 39:59 ini dimungkinkan iya walaupun beda-beda 40:02 agama karena dalam muamalah itu bisa 40:04 kita bekerja sama dengan orang-orang 40:07 nonmuslim. 40:08 Hanya saja syaratnya cuma satu 40:10 sebetulnya. 40:11 Syaratnya cuma satu. Syaratnya adalah 40:13 hal-hal yang diharamkan dalam Islam itu 40:16 tidak menjadi usaha. 40:19 Jadi usahanya itu tidak berbasis kepada 40:21 katakanlah satu riba, tidak berbasis 40:24 kepada guror, tidak berbasis kepada 40:27 judi, spekulasi. Nah, seperti ini atau 40:31 hal-hal yang haram yang tidak dianjurkan 40:33 atau dilarang oleh agama seperti jual 40:35 beli barang yang haram yang sudah jelas 40:37 kategorinya di dalam Islam, maka itu ee 40:40 enggak masalah. Jadi asal itu dihindari 40:43 barang-barang tadi yang pertama 40:45 dihindari riba ee maisir, gor kemudian 40:50 hal-hal yang haram atau tujuannya itu 40:52 menyakiti masyarakat ee berbuat maksiat 40:55 kepada Allah Subhanahu wa taala dan 40:56 rasulnya. Maka usaha-usaha yang 40:58 mengandung hal seperti ini ee kita tidak 41:01 bisa bergabung. 41:03 Tapi selain daripada ini banyak enggak 41:05 usah bikin ee makanan yang halal enggak 41:08 masalah ya. ya, minuman yang halal, yang 41:12 menyehatkan, yang berguna bagi jasmani, 41:15 enggak masalah. Itu kita bisa. Itu kalau 41:19 satu perusahaan di mana pemilihnya bisa 41:21 menjadi bisa 41:24 berbeda berbeda-beda agama. Nah, kalau 41:27 perusahaan satu dengan perusahaan yang 41:29 lain gabung misalnya mau ee istilahnya 41:32 istilahnya itu sindikasi misalkan bank 41:36 syariah dengan bank konvensional, apa 41:38 mungkin itu kita melakukan sindikasi? 41:42 Sama tadi kasusnya dengan yang pertama 41:44 itu ya. Kita bisa sindikasi dengan ee 41:47 bank-bank konvensional tetapi dalam hal 41:51 yang diperbolehkan ya. Misalnya ada ee 41:55 sebuah proyek pemerintah, katakanlah 41:57 bikin ee apa itu bandara baru ya. 42:00 Bandara itu kan halal enggak masalah itu 42:04 kan ya daerah yang wilayah yang halal. 42:06 Nah, karena bank konvensional tidak bisa 42:09 sendiri melakukan apa namanya 42:11 pembiayaan, maka gabung dengan bank 42:15 syariah untuk bikin apa namanya bandara 42:17 tadi. Nah, 42:19 skemanya adalah dibuat sedemikian rupa 42:23 sehingga tidak ada riba ya. Yang ada itu 42:26 partisipasi atau istilahnya musyarakah 42:28 gitu ya. Nah, nanti bagi hasil bersama. 42:31 Jadi di situ tidak ada riba, tidak ada 42:34 bunga karena pendapatannya itu berasal 42:36 dari ee kongsi bersama untuk mendirikan 42:40 bank ee bandara ini dan nanti hasilnya 42:42 akan di bagi dua seperti itu. Mereka 42:45 siap kalau saya lihat itu yang di 42:48 mana-mana seperti itu boleh. Nah, yang 42:50 seperti ini kita enggak tahu apakah 42:53 selalu terjadi ataupun tidak terjadi. 42:57 Ya, kalau di Malaysia itu kenapa namanya 43:02 share daripada bangsa itu tinggi 43:06 karena hampir semua kalau boleh semualah 43:09 semuanya proyek pemerintah 43:11 itu ada kaingnya keuangan syariah 43:15 ya walaupun itu besar sekali kayak dulu 43:17 zaman pembuatan 43:20 apa itu namanya GLA Kuala Lumpur airport 43:22 yang baru ya 43:23 ya itu yang di Sepang apa di mana itu 43:27 ya? Ya, yang lama, yang baru. Yang lama 43:29 kan dibuat yang baru kayak kita dari 43:31 Kemayoran bikin di Cengkareng 43:33 seperti itu. Di Kulur juga begitu. Nah, 43:36 itu bilun dolar ya ee miliar dolar. Tapi 43:41 Pak Perdana Menterinya pada waktu itu 43:43 Pak Mahattir itu sebagian sekian puluh 43:46 persen ini dari keuangan syariah. 43:49 Keuangan syariah. 43:49 Nah, di kita kan enggak ada ya. Heeh. 43:52 Kalau masih bank konvensional tahan bisa 43:56 apa sanggup ambil semua? 43:59 H 43:59 kita mah dikasih aksesoris-aksoris kalau 44:01 mungkin. Kalau kalau enggak enggak ada 44:03 begitulah. 44:04 Nah, sampai kapan kita akan menjadi 44:06 seperti itu? Ya kan perlu terobosan 44:09 ya. Nah, kemarin itu ada ide kalau 44:14 enggak salah dari Menteri Keuangan yang 44:15 lama Bu Sri Mulyanih 44:17 sampai ngomong kalau gitu Jakarta aja 44:20 dimasukkan sebagai pajak. 44:22 Ya, saya enggak lihat beritanya, enggak 44:25 mendengar apa-apa, tapi saya dapat 44:26 celetukan dari orang-orang. 44:27 He 44:28 itu begitu ya. Kalau umpamanya ee zakat 44:33 ini mau diintegrasikan ke dalam APBN, 44:36 anggaran belanja negara, bukan berarti 44:39 itu haram kita membahas. Boleh-boleh 44:41 aja, tapi harusnya ahli-ahlinya itu 44:44 mulai dari ahli fikih, ahli syariah 44:46 bicara ya MU diajak bicara bagaimana hal 44:49 itu sehingga ada gelombang, ada apa 44:53 namanya ada suara 44:55 kita itu menghadapi tantangan. Ya, bukan 44:58 saya tidak mengatakan bahwa boleh atau 45:00 tidak, tapi jika ada itu maka itu hal 45:03 yang baik sekali untuk kita lakukan 45:05 diskusi. Diskusi tingkat tinggi dalam 45:08 bidang fikih ketatanegaraan ini 45:10 sehingga bagaimana ee zakat itu bisa 45:13 menjadi ee solusi bagi pertumbuhan 45:16 ekonomi dan lain sebagainya gitu. 45:20 Umat ini kan, Pak Ustaz, menghadapi 45:23 riba, 45:24 menghadapi goror, 45:25 iya, 45:26 maisir gitu ya. Kalau kita lihat secara 45:28 geopolitik ini kan didominasi oleh 45:31 kekuatan kapitalis lah. 45:32 Betul. 45:33 Itu di belakang itu ada bahkan 45:35 bermainlah dengan ee politisi, dengan 45:38 elit, kekuasaan gitu ya. Nah, kira-kira 45:41 Pak Ustaz dari sisi ekonomi dan keuangan 45:44 syariah posisinya di mana gitu ketika 45:46 umat ini menjerit dengan kondisi ini? 45:49 Iya. 45:50 H. 45:50 Jadi di atas puncak kekuasaan itu 45:55 terdapat apa namanya? Terdapat kelompok 45:59 segelintir orang di seluruh dunia ini 46:01 yang ingin menguasai negara-negara ya. 46:04 bukan hanya menguasai negaranya itu, 46:06 tetapi bagaimana ee sistem ekonominya 46:09 itu menjadi sistem yang dipeluk oleh 46:10 negara itu, gitu. He 46:12 ya. Sekarang ini seperti itu, ya. Jadi 46:15 ee mereka antar pemerintah ya itu 46:20 kerjaamanya. 46:21 Apalagi sekarang kelihatan sekali ee 46:24 Amerika itu ya ingin menguasai dunia. 46:27 sampai 46:28 yang kemarin minggu lalu atau 2 minggu 46:30 yang lalu Presiden Amerika ingin minta 46:33 kembali pangkalan bagram di Kabul. 46:37 Heeh. 46:38 Ke Amerika. [tertawa] 46:40 Ya itu permintaan yang aneh. Tapi 46:42 apa kita tahu tujuannya untuk apa gitu 46:44 kan ya. Nah, ini bagaimana elit-elit 46:47 politik atau pemimpin negara ini mungkin 46:50 tiap hari mendapat tekanan dari e super 46:53 kuat kayak Amerika ini tentang bagaimana 46:55 mereka harus kerja sama ya dengan dengan 46:58 Amerika dan kerja sama itu mesti Amerika 47:01 harus menang. Mesti walaupun negara itu 47:04 harus dipaksa membeli pesawat 50 buing 47:09 tetap harus beli gitu kan ya. Amerika 47:11 yang menang. Iya. Harus beli punya saya 47:15 dan barang saya masuk ke negara Anda 47:17 bebas arif 0% misalnya, tapi barang Anda 47:21 masuk ke negara saya 19%. 47:23 Nah, yang seperti itu yang menang secara 47:25 zahirnya siapa gitu kan. Kita punya 47:29 barang tapi kena tarif masuk Amerika 90% 47:32 tapi kita diminta supaya barang Amerika 47:35 masuk ke sini 0%. H 47:37 itu bagi orang yang melihat secara zah 47:40 ini kita gak ada apa-apanya ini. I yang 47:44 menang Amerika 47:46 gitu. Jadi kerja sama elit politik dan 47:49 geopolitik dunia pada zaman sekarang ini 47:52 didominasi oleh kekuatan yang sangat 47:53 besar. Amerika itu ee sebetulnya sudah 47:57 berdarah-darah tetapi dia ingin 48:00 memperlihatkan dirinya masih perkasa 48:02 begitu karena dia gabung dengan 48:05 orang-orang yang terkaya di dunia. 48:07 seperti misalkan Elon Musk, seperti 48:09 Billat, seperti pokoknya orang-orang 48:11 kaya yang apa namanya menguasai 48:14 teknologi informasi semikonduktor kan 48:17 kebanyakan di Amerika. Kalaupun tidak di 48:19 Amerika menjadi kacungnya Amerika ya kan 48:22 seperti Taiwan, Korea Selatan, Belanda, 48:26 SML dan lain sebagainya itu semuanya 48:28 kacung Amerika. Mereka dilarang sana, 48:30 dilarang sini, dilarang menjual 48:32 produk-produknya ke negara-negara yang 48:34 dicurigai karena akan mengancam Amerika. 48:36 Ini menunjukkan bahwa mereka itu sudah 48:38 kacau balau, tetapi ingin memperlihatkan 48:40 kepada khalaya bahwa dia masih perkasa 48:43 itu. Nah, di sinilah kita bermain juga 48:46 ya. Artinya tidak tidak ini tidak 48:50 tertutup kemungkinan ee kita sebagai 48:52 negara yang independen, negara yang 48:54 merdeka itu masih akan diganggu oleh 48:59 kekuatan seperti ini yang tujuannya 49:01 adalah untuk menguasai sumber daya kita 49:04 ya sehingga kita menjadi jongosnya, 49:07 menjadi pelayannya 49:08 dan kita mengabaikan 49:10 ide kita sendiri ya. yang justru kita 49:12 inginkan adalah membersihkan [mendengus] 49:15 riba dari ekonomi. Kita sebagai kaum 49:18 muslimin yang 90% di negeri ini 49:21 bagaimana ee hidup atau bermuamalah yang 49:25 bebas riba yang dilarang oleh Allah 49:27 Subhanahu wa taala. Sementara mereka 49:30 mendominasi itu yang memiliki kekuatan 49:33 untuk memaksakan kehendaknya kepada 49:35 orang lain. Nah, di sini kita berada di 49:37 persimpangan jalan. 49:38 H 49:39 bisakah kita menghadapi itu? Nah, 49:41 I. [tertawa] 49:43 Baik, Ikhwan Akhwat. Saat ini Anda 49:46 sedang menyimak siaran langsung kajian 49:49 ekonomi Islam bersama narasumber kita, 49:51 Ustaz Ihwan Basri. Kami mengundang Anda 49:53 untuk bergabung. Silakan pertanyaan dan 49:56 juga komentarnya kirimkan ke nomor 49:58 WhatsApp berhasil di 0811999720. 50:03 Kami akan jeda sejenak Ihon Awat dan 50:05 kami akan kembali. Tetaplah bersama 50:07 kami. 50:14 [musik] 50:21 [musik] 50:33 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 50:35 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 50:37 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 50:39 Terima kasih masih bersama kami dalam 50:40 kajian ekonomi Islam bersama narasumber 50:44 kita Ustaz Ihwan Basri. Di sesi kedua 50:46 kita akan menjawab beberapa pertanyaan 50:47 sudah masuk ikhwan akhwat. 50:49 Tapi ini ada atensi dulu dari Bu Ani 50:51 Cani Hudzaifah. Bismillah. 50:53 Asalamualaikum Pak Ustaz. 50:54 Waalaikumsalam. 50:54 Alhamdulillah bisa menyimak di radio 50:58 pencerahan mendapatkan kajian ekonomi 51:01 Islam. Begituun Pak Budi. Asalamualaikum 51:04 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 51:05 Pak Ustaz kajiannya di pagi hari ini. 51:08 Begituun Ibu Tati. 51:11 Terima kasih Pak Ustaz kajiannya. Ada 51:13 juga ini Ibu Fiza Fitriana. 51:17 Asalamualaikum warahmatullahi 51:19 wabarakatuh. 51:19 Waalaikumsalam. 51:20 Pak Ustaz kami menyimak. 51:23 Ekonomi Islam memang yang paling benar 51:26 karena riba itu jahat. Pengalaman kami, 51:29 Pak Ustaz, kami telah tertipu oleh 51:32 asuransi bumiputra yang sampai 2 tahun 51:35 lebih klaim belum dibayar karena pilit 51:39 sedang menjual aset-aset. Astagfirullah. 51:41 Bagaimana nasihat dari Pak Ustaz? Wah, 51:44 nasehat Pak Ustaz. 51:46 Ee terima kasih Bu siapa namanya? 51:48 Bu Fiza. Fiza. 51:50 Bu Fizza. Nah, ini kayaknya nasabahnya 51:54 ee Bumiputra ya. Hm. 51:56 Ee bumiputra itu kalau yang saya tahu 51:58 adalah asuransi yang 52:01 sudah ada dari zaman Belanda 52:04 ee pendiriannya itu di sebelum tahun 52:06 1900 atau setelah ya ee 1900 sedikit ya 52:11 zaman 1900 berapa gitulah ya pokoknya 52:14 sudah seabad lebih dan ujungnya di tahun 52:19 2000 berapa di apa namanya dilikuidasi 52:22 atau dipelitkan gitu ya. Hm. 52:25 Lah persoalan ini ee memang apa namanya 52:30 tidak tidak melulu karena katakanlah dia 52:34 bermuamalah dengan ngor atau dengan apa 52:38 ya spekulasi gitu ya. 52:41 Tapi ada banyak faktor yang membuat dia 52:44 ee bangkrut gitu. 52:46 Heeh. Ya, tapi komentar ibu ini kan apa 52:51 namanya 52:52 ee 52:54 menyayangkan gitu karena dia 52:57 asuransi perusahaan ini bermuamalah 52:59 dengan hal yang tidak dianjurkan oleh K 53:02 yang dilarang. He 53:03 ya. Jadi belum tentu apa yang menjadi 53:06 kor bisnisnya itu meskipun haram 53:08 kemudian bangkrut ya masih banyak contoh 53:12 dari perusahaan-perusahaan keuangan yang 53:14 usianya sudahudah berabad-abad ya. 53:17 Iya. 53:17 Itu tetap ini tetap jaya 53:21 eksis. 53:21 Iya. eksis kayak misalkan 53:24 City Corp itu yang keuangan Amerika itu 53:28 chest bank itu ee ASBC itu lama itu 53:31 sudah lebih dutch bank itu lama sudah 1 53:35 abad lebih kan didirikannya sebelum 53:37 tahun 1000 ee 900. 53:41 He 53:41 BRI kita itu juga sebelum tahun 1900 53:45 BRI. 53:46 Iya BRI itu dulu khas masjid sebetulnya. 53:49 Oh 53:49 riwayatnya begitu. cuman menjadi bank 53:52 konvensional sekalipun sekarang sudah 53:54 bikin 53:55 ee BSI dulu, BRI Syariah gitu ya. Ya. 53:58 Ya, maksudnya begini ee Allah memberikan 54:02 rahmatnya kepada hambnya walaupun dia 54:06 melanggar apaama apa melanggar agamanya. 54:10 Misalkan orang-orang kafir itu 54:12 bermuamalah dengan riba tetap diberikan 54:16 ee keuntungan dari riba-riba mereka gitu 54:18 ya. ee karena di hidup di dunia ini 54:21 adalah ujian. Tapi berbagai kita yang 54:26 Allah mengharamkan riba itu ke dalam 54:28 diri kita, maka kita tidak boleh 54:30 melakukannya. I kan kalau kita 54:32 melakukannya, maka kita itu akan 54:34 terhalang akan kita melanggar perintah 54:37 Allah, melanggar larangan Allah dan itu 54:39 membuat kita berdosa, dosa besar gitu 54:41 ya. bagi mereka enggak ada dosa. 54:43 Pokoknya ee kalau seperti itu istilahnya 54:46 adalah dunia itu jannatul kafir. Dunia 54:48 itu adalah surganya orang-orang kafir. 54:50 Orang yang tidak beriman kepada Allah. 54:51 Mereka dikasih segala-galanya. 54:53 Walaupun mereka itu bisnisnya itu judi 54:57 apa riba dan lain sebagainya. Allah 54:59 tetap mereka Allah tetap kasih itu di 55:01 dunia. Sebaliknya kalau kita meniru iya 55:05 meniru mereka dengan mendirikan lembaga 55:08 keuangan yang berbasis ribawi itu kita 55:11 dilarang ya karena kita diberikan cara 55:14 yang lain untuk memperlih harta yang 55:15 benar. Nah itu makanya ada muamalah yang 55:19 yang syariah yang sesuai dengan Islam 55:21 berbeda jauh dengan mereka. Itu yang 55:23 kita pakai. Jangan kita makai itu yang 55:26 dipakai oleh mereka karena itu 55:27 diharamkan begitu. Nah, kalau kita 55:30 ikut-ikutan ya kita akhirnya sama dengan 55:32 mereka melanggar melanggar larangan 55:34 Allah dan itu akan membuat kita menjadi 55:36 ee apa namanya mendapat mendatangkan 55:40 kemurkaan Allah dan tidak ada berkah 55:43 sama sekali dan dosa besar. Karena tiga 55:46 perkara tadi itu ialah riba, kemudian 55:49 gorur, kemudian masar itu dosa besar 55:51 yang apa namanya dalam yang terjadi 55:54 dalam muamalah bukan dalam akidah 55:56 tapi dalam pekerjaan kita seperti itu. 55:58 Maka kita harus menghindarinya. Beda 56:00 prinsip itu ya. Maka yang diinginkan 56:02 oleh Allah Subhanahu wa taala dari kita 56:04 adalah berusaha-berusaha dalam bidang 56:06 sektoril ayo dalam bidang sektor 56:09 keuangan monggo. Tapi yang diharamkan 56:12 jangan kita ikuti. Nah, walaupun sebelah 56:15 itu menggunakan haram, menggunakan ribat 56:18 dan mereka terus-menerus dapat 56:20 keuntungan, jangan sampai kita ee 56:22 tertipu karena itu hanya istidraj ya. 56:26 Sanastadrijuhum min haitsu la yasurun. 56:29 Akan kami berikan istidraj kepada 56:31 mereka. Mereka senang di situ dan mereka 56:35 tidak merasa ya. Tapi sesudah mereka 56:38 meninggal wafat baru tahu nasib mereka 56:41 nanti bagaimana. Bi ashabil nar di 56:45 menjadi penghuni neraka. Sebagaimana 56:47 firman Allah dalam surat Albaqarah 275 56:51 itu adalah menghuni neraka bagi 56:53 orang-orang yang makan riba. Makanya itu 56:55 riba itu dosa yang sangat besar yang 56:58 harus kita hindari karena pelakunya 57:01 diancam menjadi penghuni neraka. Ya. Hm. 57:05 Selanjutnya Pak Ustaz kita ke Pak 57:07 Abdullah di Depok. Asalamualaikum 57:08 warahmatullahi wabarakatuh. 57:10 Waalaikumsalam warahmatullah. 57:11 Alhamdulillah sedang menyimak siaran Pak 57:13 Ustaz. Bolehkah kami bertanya mengenai 57:17 kongsi dengan orang yang nonmuslim? Saya 57:20 pernah membaca bahwa jangan sampai orang 57:23 nonmuslim itu mengatur usaha. Harus kita 57:26 yang mengatur usaha. Bagaimana dalam hal 57:29 ini, Pak Ustaz? Ketika skalanya besar, 57:32 justru orang-orang non Islam yang punya 57:35 modal besar dan mereka mengatur itu 57:37 semua. 57:37 Iya. 57:39 Jadi, kita kembalikan bahwa dalam 57:40 bermuamalah itu kita bisa bermuamalah 57:44 dengan nonmuslim. Misalnya kan muamalah 57:47 jual beli ya, kita beli semen kepada 57:51 orang nonmuslim. Kalau memang tidak ada 57:53 kaum muslimin yang menjual semen, ya 57:56 kita membeli batu, membeli besi, 58:00 alat-alat atau bahan-bahan bangunan 58:03 kepada orang non Islam enggak masalah 58:05 ya. 58:06 Kalau tidak kita temukan penjualnya yang 58:08 muslim enggak masalah itu sama sekali. 58:10 Dalam jual beli enggak ada syaratnya 58:11 penjual ada muslim atau pembelinya harus 58:13 muslim. Enggak, enggak ada. Begitu juga 58:15 dalam akad ee kongsi atau syirkah, akad 58:19 kongsi kita membuat perusahaan yang 58:22 bergerak di bidang konsultasi, di bidang 58:24 apapun selama bidang usaha kita itu 58:27 halalan thayibah, boleh kita itu ee 58:30 bergabung dengan mereka ya enggak ada 58:32 masalah. Maksudnya ee kaum muslimin yang 58:35 mengatur itu maksudnya adalah hukum 58:38 Islam yang berkuasa ya. Apa yang 58:40 dikatakan Islam itu haram, kita taati 58:43 ya. Jadi enggak bisa kita ee mengikuti 58:46 ee presiden direkturnya kebetulan dapat 58:50 giliran nonmuslim kemudian usahanya itu 58:53 judi misalnya enggak bisa ya. Jadi kita 58:56 berkongsi itu dengan orang-orang 58:57 nonmuslim itu berkongsi di wilayah yang 59:00 halal ya 59:01 mereka menjadi presiden direktur enggak 59:03 masalah gitu. Asalkan hukum yang berlaku 59:06 di sini hukum syariah dalam pengertian 59:07 yang halal saja yang kita usahakan gitu 59:10 maksudnya itu. 59:12 Iya. 59:13 Kita ke pertanyaan terakhir, Pak Ustaz. 59:15 Ini dari Pak Ahmad di Sukabumi. 59:18 Asalamualaikum warahmatullahi 59:20 wabarakatuh. 59:20 Waalaikumsalam warahmatull. 59:22 Bagaimana, Pak Ustaz, ketika ekonomi 59:24 Islam ini justru pendekatannya 59:26 berbeda-beda? Muhammadiyah, NU, dan juga 59:30 organisasi-organisasi lain mereka 59:33 mendorong ijtihad dan juga hukum-hukum 59:35 lain. Sedangkan gerakan Islam yang lain 59:37 juga itu punya pemahaman sendiri tentang 59:39 ekonomi Islam. Bagaimana menurut Pak 59:41 Ustaz literasi dalam beragama kita? Iya. 59:43 Iya. Ya, sampai sekarang sebetulnya kita 59:45 enggak [berdehem] melihat dalam hal ini 59:47 ya perbedaan antara Muhammadiyah dan NU 59:51 dalam prinsip-prinsip muamalah. Kalau 59:54 saya pandang, saya kan juga di 59:56 kedua-duanya itu ya. Jadi tidak apa 59:58 namanya tidak ada perbedaan ya. perban, 1:00:01 hati itu mungkin karena misalkan ee 1:00:05 kalau di Muhammadiyah lebih suka bikin 1:00:09 usaha sendiri ya. 1:00:11 Macam-macam sekarang ada hotel, ada 1:00:14 Iya. 1:00:14 Sampai kayak Gojek juga itu sepertinya 1:00:16 ada gitu ya. 1:00:17 Iya. 1:00:17 Ee air minum dan syari [tertawa] 1:00:21 ya seperti itu ya. 1:00:23 Kalau NU banyak ini ya punya koperasi 1:00:25 syariah di pesantren nnya pendekatan 1:00:27 aja. Muhammadiyah punya BTM ya ee Bait 1:00:30 Tawil Muhammadiyah. Jadi saya berdiri 1:00:34 di kedua-duanya. Saya di Majelis Ulama 1:00:37 Indonesia. Jadi kita di kedua-dua itu 1:00:39 masuk ya saya masuk di apa namanya 1:00:42 Pesantren Tebu Ireng ya membantu bikin 1:00:45 koperasi syariah dan juga di PTM 1:00:48 Muhammadiyah baru-baru ini kemarin bulan 1:00:49 apa itu saya ke Purbalingga gitu ya ke 1:00:52 BTM juga. Jadi saya enggak melihat hidup 1:00:54 perbedaan ya, karena mereka sepakat 1:00:56 bahwa riba itu haram ya, bahwa gorol itu 1:00:59 haram, bahwa spekulasi, bahwa ee menjual 1:01:04 belikan harta yang haram atau barang 1:01:06 yang haram tetap dilarang di dalam Islam 1:01:08 dan kedua-duanya menyepakati hal itu. 1:01:10 Ya, adapun ada prinsip berbeda saya 1:01:14 enggak melihat ya. Mudah-mudahan seperti 1:01:16 itu yang saya alami ya. 1:01:19 Cukup itu. 1:01:19 Hm. Baik, itu per terakhir, Pak Ustaz 1:01:21 yang bisa kita jawab. dari seluruh 1:01:23 bahasan kita, Pak Ustaz sebagai penutup 1:01:25 apa dari Pak Ustaz? 1:01:26 Iya. Ini ee menutup siaran ini saya 1:01:29 ingat di awal kita tadi bahwa judulnya 1:01:32 itu Islam eh ekonomi Islam di persbangan 1:01:35 jalan jalan. 1:01:36 Jadi 1:01:37 di satu sisi kita menghadapi tantangan 1:01:41 bahwa geopolitik kita pada saat sekarang 1:01:43 ini 1:01:44 tidak menguntungkan. Terutama jika 1:01:47 dilihat dari persepsi atau ekonomi Islam 1:01:50 ya. dominasi riba, dominasi 1:01:53 gor, dominasi bisnis yang serampangan 1:01:57 yang melanggar ketentuan Allah Subhanahu 1:01:58 wa taala mendominasi ya mendominasi 1:02:03 seluruh permukaan dunia dan itu sulit 1:02:06 sekali bagi kaum muslimin untuk bisa 1:02:09 mengelak ya. Tapi dari sisi yang lain 1:02:13 kita 1:02:15 ini di apa namanya? dituntut untuk 1:02:18 membersihkan diri kita. 1:02:21 Bukan dengan bukan hanya dengan air 1:02:22 wudu, dengan gusel atau mandi, bukan 1:02:24 hanya itu. Tapi bagaimana kaum muslimin 1:02:27 sedunia ini memperoleh harta, memperoleh 1:02:32 pendapatan, penghasilan, income itu 1:02:35 secara halalan thayyibah. 1:02:38 Karena kita menghadapi perang yang 1:02:40 sangat besar di masa yang akan datang. 1:02:41 Dan mukadimahnya itu sudah kita lihat 1:02:44 bahwa kaum muslimin akan berperang 1:02:45 melawan orang-orang yang menentang Islam 1:02:48 di dunia di akhir zaman itu sudah jelas 1:02:51 sekali. Dan di saat itu kita butuh bukan 1:02:53 hanya hardware perang alut sista tetapi 1:02:57 kita yang kita butuhkan adalah 1:02:58 kebersihan kaum muslimin. Kebersihan 1:03:01 hati mereka. Karena dengan kebersihan 1:03:04 hati mereka Allah akan memberikan 1:03:06 pertolongan nasr minallah. Jika mereka 1:03:10 bermuamalah dengan muamalah yang 1:03:12 ribawiyah, gororiah, dan lain sebagainya 1:03:15 yang dilarang oleh Islam, maka kekuatan 1:03:18 Islam ini tidak akan kuat, akan lemah, 1:03:22 dan tidak akan bisa menghadapi 1:03:23 lawan-lawannya. Itu jadi penting sekali 1:03:26 kita itu kembali kepada ekonomi Islam 1:03:27 itu ialah karena kita ini harus 1:03:30 memperkuat jiwa kita, memperkuat hati 1:03:34 kita, membersihkan hati kita. Dan pada 1:03:36 saat seperti itu barulah Allah akan 1:03:38 turunkan nasrul minallah dan kita menang 1:03:41 terhadap yang menentang kita. Saya kira 1:03:44 itu Masang. 1:03:45 Baik terima kasih Pak Ustaz. Demikianlah 1:03:47 ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:03:49 subhanahu wa taala. Kajian ekonomi Islam 1:03:51 kita edisi hari ini bersama narasumber 1:03:53 kita dari Dewan Syariah Nasional Majelis 1:03:56 Ulama Indonesia, Ustaz Ihwan Basri. 1:03:59 Semoga apa yang beliau sampaikan 1:04:00 bermanfaat bagi kita semua. Kami undur 1:04:03 diri. Mohon maaf atas segala kesalahan 1:04:05 kata. Billahi taufik wal hidayah. 1:04:07 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:04:09 alla ilaha illa anta astagfiruka waubu 1:04:11 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:13 wabarakatuh. 1:04:14 Waalaikumsalam.