Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Brazil 0:15 [Musik] 0:27 [Musik] 0:27 [Tepuk tangan] 0:28 [Musik] 0:38 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:40 warahmatullahi wabarakatuh. 0:42 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:44 nastain waa umuun waddin wasatu wasalamu 0:47 ala sayyidina Muhammad waa alihibihi 0:50 ajmabi zidni ilma allahumf bimaamtani 0:54 waimni mafuni warzuqni ilman. 0:57 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:59 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur 1:02 Bekasi radio silaturahim dan Rasil TV 1:04 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:06 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:08 Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari 1:10 ini? Semoga dalam keadaan sehat walafiat 1:12 selalu ya. Menemani aktivitas Anda di 1:15 mana pun saja Anda berada. Ah. Senang 1:17 sekali saya Angga Aminudin ditemani oleh 1:21 Ondi dan juga Algi dapat kembali hadir 1:25 dalam program acara kajian ekonomi Islam 1:28 di hari Selasa ini. Alhamdulillah 1:31 narasumber kita kajian ekonomi Islam 1:33 telah hadir di studio dari Dewan Syariah 1:36 Nasional Indonesia, Ustaz Ihwan Basri. 1:39 Asalamualaikum warahmatullahi 1:40 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 1:42 warahmatullahi wabarakatuh. Apa 1:44 kabarnya, Pak Ustaz? Alhamdulillahiabbil 1:46 alamin. Sehat walafiat. Alhamdulillah 1:48 sehat ya, Pak Ustaz ya. Ini sudah hari 1:51 yang ke 17 nih. 18 Syakban. Oh iya 1:57 Syakban. Tinggal Oh, tinggal beberapa 1:59 hari lagi nih, Ustaz. Sepekan lebih 2:01 lagi. Iya. Sepekan lebih. Sepekan lebih 2:03 lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. 2:06 Dan ikhwan akhwat di pekan-pekan akhir 2:10 bulan Syakban ini kita akan mengangkat 2:13 satu topik di kajian ekonomi Islam 2:16 lanjutannya gitu ya. Bagaimana ekonomi 2:19 Islam memandang ketimpangan. Kita akan 2:22 melihat sebenarnya dari ketimpangan ini 2:25 bagaimana negara ini 2:29 perekonomiannya dapat memperhatikan 2:32 aspek pemberataan. Kalau bahasanya 2:34 ketimbangan itu ah bahasa negatif kan 2:36 pos ya itu bahasa problem lah. Itu ada 2:39 kata ketimbangan pasti problem. Ini jadi 2:41 masalah buat negara sebenarnya bagaimana 2:44 gitu ya ee konsepnya lalu juga rencana 2:48 pemerintaannya untuk rakyat gitu Pak 2:51 Ustaz. Karena ada negara ini yang dia 2:54 menonjol sekali dalam bidang ee 2:57 pertahanan misalkan, tapi rakyatnya 2:59 masih sulit untuk mengakses kesehatan 3:02 karena enggak ada fasilitas 3:03 kesehatannya, bahkan kesehatannya mahal 3:05 gitu dan pendidikannya pun sulit gitu 3:07 kan. Bahkan untuk makannya juga gitu ya 3:10 ee bahan pokok apa semua tapi di bidang 3:14 lain menonjol gitu. Iya betul. dan juga 3:17 orang miskinnya malah banyak, tapi orang 3:19 kaya 3:21 juga perlihatkan menguasai berbagai hal 3:24 gitu, menguasai berbagai sektor. Nah, 3:27 bagaimana kita memandang ini? Memang 3:29 kalau mau kita e lihat flashback gitu ya 3:32 di kajian-kajian ekonomi sebelumnya, 3:34 masalah kentimbangan ini selalu dibahas 3:36 oleh ustaz. Dan sekarang kita akan lebih 3:38 fokus ini ketika di masa sekarang nih, 3:42 Pak Ustaz dengan pemimpin yang baru gitu 3:45 ya, dilihat kok masalah ketimpangan ini 3:48 sepertinya belum ada solusi dan belum 3:50 ada gebrakan gitu. Nah, ini akan kita 3:53 dalami di kesempatan kali ini dan Ikhwan 3:56 Ahot nanti Anda juga bisa bergabung 3:57 bersama kami. Silakan sampaikan komentar 3:59 ataupun pertanyaannya ke nomor WhatsApp 4:01 Rasil di 4:05 0811999720. Baik. Pak Ustaz, bagaimana 4:07 kita mengawali konsep ekonomi Islam yang 4:10 menyeluruh tentang pemerataan ini, Pak 4:12 Ustaz? Terima kasih, Masangga. 4:15 Asalamualaikum warahmatullahi 4:17 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 4:20 wabihi nastainuhu ala umurid dunya 4:23 waddin. Wasalatu wassalamu ala asrofil 4:27 iya wal mursalin nabiyina Muhammadin wa 4:30 ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma 4:32 ba'du. 4:33 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:36 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 4:38 subhanahu wa taala. Alhamdulillah pada 4:40 pagi hari ini kita bersua kembali dan 4:44 setelah satu minggu atau minggu lalu ya 4:46 kita off karena ada tugas keluar kota 4:50 dan alhamdulillah pada pagi hari ini 4:53 kita dapat melaksanakan siaran live 4:56 dengan topik yang sudah disebutkan tadi 4:58 yaitu ee bagaimana ekonomi Islam itu 5:02 memandang ee ketidakmerata 5:06 ketidakadilan, ketimpangan ya. ee di 5:09 dalam pembangunan atau proses 5:11 pembangunan ekonomi dan ini sebetulnya 5:13 tidak mereferens kepada Indonesia ya 5:16 sebetulnya karena negara-negara Islam 5:18 pada umumnya minus daripada 5:20 negara-negara 5:22 petrodolar ee mempunyai kesamaan dalam 5:24 hal ini ya yang disebut masang tadi 5:28 sebagian itu sebagian kecil ee kaya dan 5:32 memperlihatkan kekayaannya jadi sebagian 5:35 besar itu sangat miskin bahkan tidak 5:38 mampu memenuhi kebutuhan pokoknya dan 5:42 itu berlangsung berpuluh-puluh tahun 5:44 atau berdekade-dekade ya semenjak negara 5:49 negara itu ee merdeka hingga sekarang 5:51 ini kalau ukuran Indonesia sudah 75 5:54 tahun lebih kayak Pakistan juga sama 70 5:57 tahun lebih ya tapi kondisi dalam hal 6:00 pemerataan itu boleh dikatakan stand ya 6:04 jalan di tempat ya tidak bergerak sama 6:07 sekali kali bahkan tidak ada program 6:10 atau kebijakan yang mencoba untuk 6:12 mengubah ini menjadi lebih baik. Ya, itu 6:16 enggak ada ya. Makanya di sini tidak 6:19 harus mereferensikan pemerintahan kita 6:21 sebetulnya ya. I kita ini kasusnya umum 6:24 ya. Ya, ada kondisi di mana proses 6:27 pembangunan di negara-negara muslim itu 6:30 umumnya mengabaikan ee aspek yang satu 6:33 ini yaitu pemerintahan. Bahkan dulu 6:35 Pakistan punya seorang menteri ekonomi 6:38 namanya Dr. Mahbubul Haq ya tahunan pada 6:43 waktu zaman Presiden Ziyaul Haq ya itu 6:46 beliau ini seorang ekonom dan diakui 6:49 oleh PBB bahkan beliau itu pernah 6:51 bekerja di PBB juga. Jadi kaliber beliau 6:54 itu internasional. 6:56 Tapi terhadap bagaimana sebuah negara 6:58 seperti Pakistan yang ee yang sebagian 7:02 besar penduduknya miskin, pendapatan ee 7:06 pendapatan perkapitannya sangat 7:09 rendah, itu mengatakan bahwa untuk 7:12 sementara ini kita itu enggak perlu 7:14 memikirkan pemerataan ya, tidak 7:17 memikirkan bagaimana kue nasional ini 7:21 dirasakan oleh sebagian atau dinikmati 7:23 oleh sebagian besar. ee rakyatnya yang 7:27 penting kita tumbuh gitu gitu ya. Jadi 7:31 beliau mengatakan bahwa pemerataan 7:34 equity itu adalah barang yang mewah yang 7:37 tidak bisa dijangkau oleh Pakistan pada 7:39 waktu itu. Nah, ini sampai mendapatkan 7:43 komentar yang sangat sengit ya dari guru 7:46 saya dr. Umar capra sampai beliau 7:49 mengatakan bahwa seharusnya pendapat 7:51 seperti ini atau ucapan seperti ini 7:54 hendak keluar dari mulut seorang muslim. 7:57 Masyaallah. Ya, sampai segitunya 7:59 mengomentari itu. Karena di dalam Islam 8:02 itu fokusnya adalah apa? Memberikan apa 8:06 dalam bahasa ekonomi disebut basic need 8:10 fulfillment, yaitu pemenuhan kebutuhan 8:12 pokok. Ini adalah darurat. ini adalah 8:15 dururiat dalam bahasa fikihnya itu yaitu 8:18 hal yang harus dipenuhi sebelum yang 8:21 lain dipenuhi ya termasuk maqasidus 8:24 syariah nomor satu ya jadi daruriat 8:27 bukan tak tahsiniat atau kamaliat bukan 8:30 ya tetapi daruriat jadi tanpa itu maka 8:34 segala-galanya enggak bisa berjalan ya 8:36 bahkan agama sendiri enggak bisa 8:37 berjalan melaksanakan agama sendiri gak 8:40 bisa berjalan dengan benar jikalau basic 8:43 basic 8:44 need fulfilment ini tidak dipenuhi ya. 8:48 Jadi sebuah 8:50 kebijakan ekonomi Islam itu dalam hal 8:54 ini adalah basic need fulfilm. itu nomor 8:57 satu buku siapapun yang kita saya baca 9:00 misalnya dari Umat Sapra, Nizatullah 9:02 Siddiqi, Khursyid Ahmad dan lain 9:05 sebagainya itu mengatakan demikian bahwa 9:08 pembangunan ekonomi menurut kasamata 9:10 Islam yang pertama 9:11 difokuskan adalah pemenuhan kebutuhan 9:14 pokok ya yang tersemin di dalam 9:16 bagaimana meningkatkan pendapatan per 9:19 kapita. Karena semenjak kaum muslimin 9:21 ini menjadi negara-negara yang merdeka 9:24 dari penjajahan Barat di paruh kedua 9:27 abad ke-20 itu kondisinya sangat luar 9:30 biasa. Termasuk di Indonesia di mana 9:33 pribumi ini dijajah oleh Belanda dan itu 9:36 mereka adalah jumlah terbesar 90% 9:40 daripada pribumi ini miskin semuanya. 9:42 Karena hasil-hasil bumi, hasil-hasil 9:45 tambang, hasil-hasil produksi dalam 9:47 negeri semua diangkut oleh Belanda dan 9:49 konco-konconya ya itu. Sehingga 9:51 tertinggallah pribumi ini dari sisi 9:54 kesejahteraan bahkan ee paling paling 9:57 buruk dibandingkan dengan asing-asing 9:59 yang datang kayak China atau Arab atau 10:01 India itu nasib mereka jauh lebih baik 10:03 daripada dibandingkan dengan pribumi. 10:06 Dan itu kondisinya sama di mana-mana ya, 10:09 termasuk di Malaysia, termasuk di 10:10 Pakistan, Bangladesh yang dulu India itu 10:13 ya. ya, Bangladesh, Pakistan Timur pada 10:16 waktu itu namanya, kemudian Pakistan, 10:18 kemudian negara-negara lain termasuk 10:20 Afghanistan, kemudian Mesir di dan di 10:23 Eropa, di Afrika misalkan, 10:26 Somalia ya, Senegal ya, Nigeria dan 10:29 seterusnya sama kondisinya itu. Nah, 10:32 oleh karena itu maka suatu kebijakan 10:36 publik itu ee perlu untuk memberikan 10:41 tekanan ya perhatian kepada proses 10:44 pembangunan yang dijalankan ini ke fokus 10:48 kepada pemerataan ya. Nah, di sini 10:52 seperti yang kita katakan tadi bahwa 10:54 tidak bisa main-main ekonomi Islam itu 10:56 melihat ee equality ini wajib hukumnya 11:00 untuk direalisasikan. 11:02 Tapi pertanyaannya 11:04 adalah sejauh mana hal itu bisa 11:07 direalisasikan? Jadi kalau kita ngaja 11:10 kepada Pakistan ya saya banyak belajar 11:12 di sana ya. Jadi dulu Pakistan itu 11:16 pendapatan per kapitanya pada tahun 0-an 11:19 70 71 72 73 75 itu lebih tinggi daripada 11:24 Indonesia. H ya dia di atas 300 sekian 11:26 itu Indonesia ya 100-an 50. 11:30 Tapi kemudian tergeser setelah tahun 80 11:33 ke sini e tergeser kita lebih tinggi. 11:37 Nah, dilihat kita tidak melihat dari 11:40 sisi itu. Tapi kalau kita lihat Pakistan 11:42 ada yang menonjol ya yang tidak bisa 11:45 dikalahkan oleh bidang yang lain yaitu 11:48 industri senjata sama pertahanan. Ya, 11:51 itu boleh dikatakan ee apa harga mati 11:55 ya. Kalau kita punya NKRI harga mati. 11:59 Kalau di sana pertahanan harga mati 12:02 bahkan apa namanya sekarang bisa ee 12:05 bikin pesawat jin dengan Cina. Boleh 12:08 dikatakan Pakistan adalah satu-satunya 12:10 negara di negara muslim yang juin dengan 12:13 Cina dan bisa membikin pesawat sendiri 12:15 ya bukan bukan sendiri e bersama-sama 12:18 Cina ya dan juga alat-alat pertahanan 12:23 yang lain seperti tank, seperti bahkan 12:26 nuklir mereka sudah bisa ya sudah bikin 12:29 senjata pem nuklir sendiri. Nah, semua 12:31 ini dicapai dengan at all cost. Artinya 12:34 segala cara meskipun nanti rakyatnya e 12:38 tidak makan roti misalkan seperti yang 12:41 dikatakan oleh Zulfikar Ali Butu sendiri 12:43 pada waktu menjadi perdana menteri. 12:45 Heeh. 12:46 Bapaknya Ben Nazir Nazir. Iya. 12:49 Zulfikar itu menguasai Pakistan itu dari 12:52 tahun 70 sampai tahun 77 ya 12:56 menjadi apa perdana Pakistan dan dia apa 13:01 namanya berambisi untuk menjadikan 13:04 Pakistan itu negara yang bisa menguasai 13:07 tenaga nuklir atau negara nuklir 13:09 walaupun rakyatnya itu mesti makan 13:11 rumput ya sampai segitu enggak apa-apa 13:14 karena India bikin maka kami harus 13:16 bikin. Nah seperti itu ya. Jadi ini 13:20 mengabaikan, sama sekali mengabaikan 13:22 karena Pakistan adalah salah satu negara 13:24 yang paling banyak 13:27 terkena brand drain ya. Branding brand 13:31 drain artinya brandrain orang 13:33 intelektualnya, orang terp orang 13:35 terdidik, educated-nya itu banyak kabur 13:38 ke luar negeri untuk cari kerja di 13:40 negara mana pun juga mau di Amerika, mau 13:42 di Kanada, mau di Eropa, di Inggris, di 13:46 Amerika Serikat dan lain sebagainya. 13:47 enggak peduli. Yang penting mereka dapat 13:49 kerja. Dan itu ternyata bukan hanya 13:52 brand tetapi juga tenaga-tenagaan skill 13:55 gitu yang tidak punya apa namanya tidak 13:59 punya kapasitas kompetisi di badang 14:02 apapun mereka ke luar negeri. Bahkan 14:04 kebanyakan dari mereka yang kedua ini 14:07 itu buta huruf ya sampai dengan hari ini 14:10 ya. Ja, itu menunjukkan betapa ee 14:13 keadaan negara ini mengabaikan 14:17 pembangunan untuk ditujukkan pada 14:19 pemerataan. Ya, meskipun sebetulnya 14:22 dalam hal ini Pakistan itu negara ekspor 14:25 ee beras mungkin 14:27 terbaik yang kita makan di warung Arab 14:31 itu apa? Basmati. Basmati itu Pakistan 14:34 nomor satu di dunia ya. Tapi tahun 2024 14:37 ee bisa hampir 10 miliar dolar. Itu dari 14:41 dari itu aja. Satu lagi yang kita enggak 14:43 tahu lah. Pakistan itu penghasil biji 14:46 wijian terbesar. Heeh. Kita bijiwijian 14:49 itu kan cuman ditanam enggak ditanam 14:52 kayaknya tumbuh sendiri di sawah gitu 14:53 ada 1 2 3 kita tahu wijen. Padahal kita 14:56 punya onde-unde itu masih pakai wijen. 14:58 Enggak tahu dari mana wijannya apakah 15:00 dari Pakistan atau dari kita. Tapi itu 15:02 aneh ya. baru saya juga tahu kalau dia 15:04 itu penghasil produsen biji-bijian 15:08 terbanyak terbesar ya termasuk tekstil 15:11 itu kapas semua itu juga hebat itu 15:13 pakaian ya tapi meskipun demikian ya 15:17 sebagian besar daripada penduduk Kristen 15:19 itu di bawah garis kemiskinan ya dan 15:23 karena dibawa garis kemiskinan maknanya 15:25 adalah dia itu ee pendapatan 15:29 pendapatannya rendah per kapita lebih 15:31 rendah dari kita. 15:33 dan akhirnya segala-galanya rendah 15:35 misalnya ee kondisi kesehatannya ya 15:39 terus ee kemampuan untuk memenuhi 15:42 kebutuhan pokok makan minum sandang 15:44 pangan ini sangat rendah sekali bahkan 15:47 kadang-kadang kita melihat itu tidak 15:49 berkualitas ya kotor jorok dan lain 15:51 sebagainya h termasuk juga India ya 15:54 India itu sudah meluncurkan roket ke 15:57 bulan ya katanya kalau India itu mau ke 16:01 bulan untuk bikin film di bulan gitu 16:03 ya. Yaitu ke sana. Cina juga sudah. 16:07 Kemudian dia sudah boleh dikatakan bisa 16:09 bikin mobil. Mobilnya sendiri namanya 16:12 Tata. Hm. Ya. Ee Tata atau apalagi gitu 16:16 ya yang bekerja dengan semang bisa dari 16:18 Suzuki, dari Honda, dari mana-mana bisa. 16:20 Toyota juga begitu. 16:22 Tetapi menurut ahli ahli-ahli ekonomi 16:25 orang India sendiri, profesor ekonomi 16:27 India sendiri bahwa negara ini adalah 16:29 negara yang paling tidak adil ya 16:34 timpangannya luar biasa. I 16:37 jadi seperti film India itu kali ya 16:40 suatu kemewahan satu kelompok elit 16:42 bekerja sama dengan polisi landlord gitu 16:45 ya. Tapi yang lain ini sebagian 16:47 masyarakatnya tidak punya toilet ya. 16:51 mandi di pinggir jalan itu kita lihat 16:53 kemudian segalanya kotor ya. Heeh. Saya 16:57 sudah ke sana itu enggak bisa 16:59 makan. Kalau Anda apa datang ke sana ya 17:03 jangan hanya di bandara aja ya kira-kira 17:06 1 m 1 kilo 2 3 kil itu sudah kelihatan 17:09 ya. Enggak teman-teman pada enggak bisa 17:12 makan karena debunya itu banyak sekali 17:14 di meja gitu. Kemudian orangnya yang 17:17 menyajikan 17:18 itu ininya apa namanya? bajunya kayak 17:21 yang punya bengkel kita 17:23 gitu. Jadi seperti itu. Jadi menunjukkan 17:26 bahwa tingkat kesehatannya sangat ee 17:28 sangat rendah. Tapi mereka itu punya 17:31 konglomerat orang-orang terkaya di dunia 17:33 itu puluhan orang-orang India itu 17:35 terkaya di dunia gitu ya. Gitu. Jadi di 17:37 sini ada jomplang ya ketimpangan yang 17:40 luar biasa. Bahkan para ahli ekonomi 17:42 India sendiri juga mengatakan begitu. 17:44 Banyak banyak di media sosial itu 17:47 profesor bikin sendiri penelitian 17:49 terhadap orang India. Sampai saya 17:51 dikatakan bahwa 5% daripada orang India 17:55 itu menguasai dari 90% kekayaan India. 17:58 H. Nah, jika seandainya pendapatan dari 18:01 5% 18:02 diedakan lalu dibagi dengan yang di 18:05 bawah itu 18:07 95% maka pendapatan per kapita orang 18:10 India itu lebih rendah daripada negara 18:13 kebanyakan negara-negara Afrika. He ya. 18:16 Jadi Afrika itu misalnya 1.000 ee India 18:19 jadi 500 ya. Dan itu ada angkanya ada 18:23 angkanya ya. Bukan bukan ee hang bukan 18:27 hoak. itu benar itu datanya ada sama 18:30 dengan kita juga begitu seandainya ee 18:32 ceritanya kalau di sini ada ee 5 1% 18:36 daripada penduduk Indonesia itu 18:37 menguasai 75% misalnya lah kalau yang 1% 18:41 ini kita hilangkan dari peta lalu apa 18:44 namanya 99% ini kita bagi dengan per 18:47 kapita penduduknya maka yang kita dapat 18:50 mungkin per kapita penduduk Indonesia 18:51 enggak sampai 2.000 18:53 dollar ya bisa dicek nanti ya cek ya 18:55 kita angkanya saya belum tahu tapi 18:58 dugaan saya sekitar itu ya kurang lebih 19:00 seperti itu ya jadi apa namanya 19:04 ketimpangan ini luar biasa ya nah 19:06 sekarang yang dimasalahkan adalah apakah 19:09 ada negara yang mencoba untuk menjadikan 19:13 ee pemerataan sebagai tujuan pokok ya 19:16 ada sebetulnya negara-negara sosialis 19:18 itu dulunya kan begitu ya dengan 19:21 mengabaikan apakah sosialis itu mulai 19:23 dari yang konvensional sampai sosialis 19:26 yang ekstrem ya. Kalau sosialis yang 19:28 normal yang konvensional kayak di Eropa 19:30 Barat seperti di eh 19:35 Denmark di Denmark ya, Finlandia itu 19:39 daerah-daerah Skandinavia 19:41 ya. Itu itu adalah negara-negara yang 19:45 tipikal tujuan ee pembangunan ekonominya 19:48 itu lebih fokus kepada pemerataan. 19:51 Jadi negara-negara itu sekarang apa? 19:55 Pendidikan gratis, fasilitas kesehatan 19:58 gratis bagi semua rakyatnya. Tidak 19:59 terkecuali. Mau yang miskin, mau yang 20:02 ini dah enggak ada yang miskin lah. 20:03 Secara statistik itu enggak ada. Karena 20:06 ee mereka menjangkau semua kebijakan itu 20:08 sampai kepada pelosok-pelosoknya. 20:11 Bahkan juga ada negara yang yang 20:13 baru-baru ini kalau kita lihat dari apa 20:16 namanya media sosial ada yang 20:18 menggratiskan gas. Di saat kita gas yang 20:21 3 kg itu hilang dia menggratiskan gasnya 20:25 untuk rakyatnya. Ada di Turkistan ya. 20:28 Ya. Bisa dicek ya. Ya. Jadi saya ngomong 20:31 ini dasarnya itu seperti ada datanya 20:34 negara-negara yang ee pembangunannya itu 20:37 fokus kepada pemerataan itu banyak ya. 20:39 Jadi di Eropa Barat juga ada apalagi di 20:42 Eropa Timur yang dulu ya dulunya ikut 20:45 Uni Soviet ya seperti Polandia, Romania, 20:49 Cekoslovakia ya, Ukraina gitu ya. 20:53 Negara-negara itu yang ee termasuk 20:56 Yugoslavia. Yugoslavia ini kan tidak 20:59 ikut Uni Soviet, dia komunis atau 21:01 sosialis tapi sendiri ya. Tidak ikut 21:04 ikutan sana, ikutan sini. Nah, tetapi 21:07 meskipun begitu yang ee sosialis ekstrem 21:10 ini akhirnya pada runtuh ya ee pada 21:14 waktu itu tahun 21:16 1990 ee 89 90 ya itu runtuh runtuhnya 21:22 Uni Soviet. Jadi akhirnya ee pembangunan 21:25 mereka ini tidak jelas sekarang ini 21:27 bagaimana karena filosofi pembangunannya 21:29 tidak lagi mengikuti ee tren sosialisme 21:33 tetapi dipengaruhi oleh kapitalisme dan 21:35 ditarik-tarik oleh Eropa Barat. Akhirnya 21:38 sebagian besar dari Eropa Timur kan 21:40 mengikuti Uni Eropa itu ya dan 21:43 pembangunannya tidak lagi berorientasi 21:45 kepada ee pemerataan. Tapi yang lainnya 21:47 seperti Denmark, seperti Finlandia ini 21:50 masih ya masih seperti dulu. Jadi 21:54 menjelma menjadi negara yang kaya, 21:56 pendapatan perkitnya tinggi dan 21:58 pemerataan hampir apa nam ketidakadilan 22:02 itu hampir-hampir nol ya kalau diukur 22:04 dengan gen koefisien ya. Iya. Kan nol 22:07 itu berarti tidak ada ketidakadilan. Mak 22:09 semuah pemerataan. Kalau kalau apa 22:12 namanya angkanya itu satu, 22:14 berarti satu pihak saja seluruh negara 22:17 ini pendapatannya dalam satu kelompok 22:19 ya. Yang lainnya itu tidak ada. 22:21 Masyaallah. Nah, nah di sini kita 22:25 melikan bahwa memberikan penjelasan 22:27 bahwa ee ekonomi Islam itu fokusnya ke 22:31 sana. Yang nomor satu seperti saya 22:32 katakan di awal itu adalah basic need 22:36 fulfillment. Hm. Ini nomor 22:38 satu ekonom ekonom muslim modern seperti 22:42 Dr. Umar Sapra, Prof. Profesor Kurursid 22:44 Ahmad eh Najatullah Siddiq, Anas Zarqo, 22:48 eh Abu Saud dan lain sebagainya semuanya 22:51 dalam tulisan-tulisannya seperti itu. 22:53 Nah, kenapa mereka fokus? Karena fokus 22:56 kepada pemerataan karena eh basic need 23:00 fulfilman ini adalah zururiat ya. Ya. 23:03 Jadi kalau kita dulu mengenal maqasidus 23:05 syariah ya, ada apa namanya yang ha 23:10 wajib dipenuhi itu ada dururiat yang ada 23:12 lima gitu kan. Ee kebutuhan pokok itu 23:15 ada kebutuhan makan, kebutuhan akan 23:19 pasan dan pangan. Pokoknya bagaimana 23:21 supaya jasad ini jasmani kita ini sehat 23:24 dan bisa berfungsi sebagai manusia yang 23:26 layak. Nah, itu namanya kebutuhan yang 23:28 harus dipenuhi ya. Nah, itu namanya 23:31 daruriat. Nah, di sini kalau kita lihat 23:33 semenjak negara-negara Islam yang 23:36 merdeka dari penjajahan itu kondisi 23:39 kemiskinan yang sangat parah dan 23:41 ketimbangan yang luar biasa menjadikan 23:44 apa namanya apa namanya para ahli 23:46 ekonomi ini ee fokus bahwa sekarang ini 23:50 pertama-tama yang kita harus bangun 23:52 adalah bagaimana kemiskinan kini kita 23:55 kurangi. bagaimana penderitaan 23:57 masyarakat. Sebagian besar masyarakat 23:59 ini yang miskin ini bisa kita kurangi 24:02 secepat-cepatnya karena ini adalah 24:04 tujuan kita yang utama gitu. Tetapi 24:07 seperti kita lihat pada akhirnya setelah 24:10 7 dekade atau mungkin 6 dekade kondisi 24:13 itu gak kunjung membaik. Iya. di kita 24:16 juga sama kan ee banyak kritikan yang 24:20 luar biasa dari ekonom Indonesia 24:23 terhadap ee kenyataan ee ketimpangan 24:27 sosial yang parah ya. Ada yang 24:30 mengatakan 5% sekitar 5% daripada 24:33 penduduk Indonesia itu menikmati 80% gu 24:38 nasional. yang lainnya yang 95% ini 24:41 dinikmati yang mereka hanya menikmati 24:43 kira-kira e 15% dari kui nasional dan 24:47 gambaran ini tidak berubah ee tidak 24:50 berubah ya mungkin berubah tapi kemudian 24:54 balik lagi memburuk lagi balik lagi 24:57 membaik lagi baik lagi memburuk lagi 25:00 seperti itu. Nah, harusnya ada kebijakan 25:03 yang fokusnya ke sana sehingga ee 25:07 perbaikan dari kondisi kaum kaum yang 25:09 miskin di kita ini semakin hari semakin 25:12 baik ya. Semakin baik. Artinya orang 25:14 miskin itu berkurang jumlahnya konsisten 25:18 gitu. Berkurang tahun misalnya 2021 25:21 sekian, berkurang lagi tahun 2022, 25:25 berkurang lagi 2023 dan seterusnya. lah 25:27 kalau kita enggak kita lihat data kita 25:30 dari tahun 20165 25:32 dengan sekarang itu itu kurang lebih 25:36 sama ya kurang lebih sama ya lihat di 25:40 data BPS itu ya ya saya enggak hafal 25:42 berapa ber tapi saya baca itu sekitar ee 25:44 enggak begitu berubah selama 10 tahun 25:46 terakhir ya yang menunjukkan kepada kita 25:49 bahwa kebijakan publik di sini tidak 25:52 diperuntukkan untuk mengentaskan 25:55 kemiskinan atau mengurangi kemiskinan 25:58 Kalaupun itu ada itu gimik aja itu. H 26:01 gimik ya. Ya. Lipstik ya. Iya. Main-main 26:06 sebetulnya hanya mendapat ee pencerahan 26:09 pencintraan daripada orang pencitra. Oh 26:12 supaya dia kelihatan di masyarakat 26:14 tampil membela miskin. Padahal kenyataan 26:17 enggak ada bukti secara statistik ya 26:19 bahwa data miskin itu berkurang di 26:22 Indonesia 26:23 itu masangga. Hmm. Kalau mau kita lihat 26:26 proses pembangunan ekonomi yang sekarang 26:31 ini, Pak Ustaz 26:33 ya, mengaca dari ya kalau dalam 20 tahun 26:37 terakhir apalagi setelah ee masuk di 26:41 masa reformasi berganti pemimpin gitu, 26:43 Pak Ustaz ya. Sekarang sudah masuk era 26:45 yang baru. Orientasi kepada pemerintahan 26:48 itu sudah sudah mengarah ke rakyat apa 26:53 belum sih, Pak Ustaz? 26:55 setahu saya belum ya belum ada ya e 26:58 blueprint-nya itu belum adaintnya belum 27:00 ada bahkan 27:02 cenderung me 27:05 mempertahankan statusku 27:07 statusku iya paling tidak sampai hari 27:09 ini ya ee status 27:12 ko modal pembangunan itu lebih 27:16 berorientasi kepada kapitalis oligarki 27:18 itu tetap dipertahankan iya belum ada 27:21 blueprint pernyataan dari Kementerian 27:23 Ekonomi bumi atau Bapenas yang punya 27:26 rencana 5 tahun ke depan ini ee begini 27:29 begini begini untuk apa namanya 27:31 mengurangi ketimpangan itu saya belum 27:34 ada ya ya enggak tahu saya enggak punya 27:35 data sih sebetulnya tapi ini kan 27:37 kebijakan publik yang seharusnya 27:39 diberitahukan kepada akademisi ya tapi 27:44 hingga ini belum ada jadi mudah-mudahan 27:47 kita berharap ya bahwa pembangunan 27:50 berorientasi kepada need fulfillment 27:53 basic need fulfillment ini menjadi 27:56 wacana baru ya karena mau dari sisi 27:59 ekonom mana pun juga mau kapitalis mau 28:02 sosialis mau apa sosial demokrat mau apa 28:06 juga basic needful itu mutlak mutlak ya 28:11 mutlak harus dipen apa gunanya kita bisa 28:14 membikin rel wus atau jalan kereta cepat 28:18 ya Surabaya Jakarta misalnya jika 28:21 kondisi 28:22 misalnya sebagian besar rakyat kita itu 28:24 tetap seperti ini ya karena yang 28:26 menikmati sebetulnya bukan kita yang 28:28 punya proyek itu. Iya. Iya. yang kita 28:30 mah kita membeli tiketnya aja gitu, 28:32 mencoba kayak apa sih rasanya. itu. Tapi 28:35 setelah kita beli itu kita membeli punya 28:37 siapa gitu jadi yang punya perusahaan 28:39 itu. Iya kan bicara pemerataan ini 28:43 bicara keadilan juga Pak Ustaz pasti itu 28:46 hal-hal yang menonjol nih kalau kita 28:48 lihat Pak Ustaz ya konsep pemerataan 28:50 umum ya negara ini kan masih pakai 28:52 konsep itu yang konvensional dengan yang 28:56 ee konsep ekonomi Islam yang paling 28:57 menonjol tuh di mana Pak Ustaz K ada 29:00 irisan kalau dalam matematika ada irisan 29:02 apa yang 29:03 difokuskan oleh ekonomi Islam itu juga 29:06 difokuskan oleh ekonomi konvensional ya, 29:10 PBB kalau kita lihat ee apa namanya ee 29:14 development economic yang ditulis oleh 29:17 ee Teodero atau oleh yang Mayor yang 29:19 lain-lain itu datanya kebanyakan dari 29:22 PBB. Nah, sekarang data dari PBB itu 29:25 bisa kita akses ya secara media, sosial 29:27 media kita bisa akses ya di website-nya 29:30 bisa. Dulu-dulu saya kuliahkan belum ada 29:31 itu ya. Itu harus menunggu laporan 29:33 tahunan itu biasanya. Tetapi kalau 29:36 sekarang ini kita bisa akses ya. 29:38 Nah, pada umumnya ciri-ciri ee 29:42 ketidakadilan atau ketidakmerataan itu 29:45 menjadi konsen dari semua ahli ekonomi. 29:48 Ya, dari semua ahli ekonomi. Maka banyak 29:50 ahli ekonomi yang dapat apa namanya ee 29:54 hadiah Nobel itu salah satunya juga 29:56 adalah yang fokus kepada bagaimana 29:59 pengetasan kemiskinan seperti yang 30:02 mendapat tadi 30:04 Amartiaen. Amartia Sen ini itu orang 30:07 orang India. India. He. Lahir di India. 30:09 Nelita di mana? Heeh. Tapi akhirnya dia 30:11 tinggal di Eropa, di Italia apa di mana 30:13 saya tidak tahu. Tapi dia mendapat 30:15 hadiah Nobel tahun '98 di bidang 30:17 ekonomi. Fokusnya adalah ee pengentasan 30:21 kepiskinan. Dan kalau lihat cerita 30:24 beliau ini, kita lihat bahwa dia waktu 30:26 lahir dari umur ee semenjak lahir sampai 30:30 remaja di India itu dia menyaksikan 30:33 kemiskinan yang sangat parah di 30:36 lingkungannya. ya. Dan itu memberikan 30:40 motivasi kepada dia untuk memikirkan 30:43 bagaimana sebuah sistem ekonomi atau 30:45 sebuah mek mekanisme apa namanya 30:48 pembangunan yang bisa memberikan 30:51 kontribusi 30:53 sebesar-besarnya kepada ee orang-orang 30:56 miskin ini sehingga mereka itu menikmati 30:59 kesejahteraan atau dinaikkan 31:00 kesejahteraannya. itu fokus dia itu 31:02 sebenarnya ya Amarti Hasan kalau saya 31:05 melihat beliau ini lebih me apa ya me 31:10 mewakili ahli ekonomi dari dunia ketiga. 31:14 Karena ahli-ahli ekonomi itu kan dari 31:16 Amerika, Samu Wilson ya itu semuanya 31:19 tinggal di Amerika kebanyakan mendapat 31:21 Nobel itu ya. Ya, Gundar Midar dia 31:24 misalnya itu ee walaupun fokusnya Gunarm 31:29 itu kemiskinan tetapi dia tidak bisa 31:32 memotret secara lebih presisi tentang 31:34 kemiskinan itu di negara-negara Asia 31:37 karena dia tinggal di Eropa di negara 31:39 Swedia. Beda dengan Amarti Hasen ini. 31:41 Dia merasakan itu bagaimana miskinnya 31:45 India sebagai kolonial daripada British 31:48 pada waktu itu. Maka tulisan-tulisannya 31:50 itu banyak 31:51 memberikan 31:53 inspirasi e lebih apa ya tergambar 31:56 bagaimana kondisi dia waktu kecil gitu 31:58 loh. Iya. Dan bagaimana kondisi India 32:00 yang pada waktu itu sangat miskin. Ya, 32:03 itu jadi ee ekonomi Islam juga itu me me 32:08 apa memfokuskan pada itu kan dalam ayat 32:11 Al-Quran juga alfuqara wal masakin 32:14 kemudian wala yahuduil musrikin ini 32:17 semuanya adalah ayat-ayat yang fokusnya 32:20 itu memberikan perhatian bagaimana 32:22 supaya orang beriman itu peduli kepada 32:26 nasib kaum fuqara dan kaum masakin dan 32:29 mereka bagaimana bisa membuat kondisi 32:33 orang miskin menjadi lebih baik, lebih 32:35 sejahtera. Dalam arti kata ekonomi 32:37 adalah bagaimana pendapatannya 32:39 ditingkatkan ya. Nah, ini ada sama ya 32:42 sama. Jadi kita share di situ apa yang 32:45 di apa namanya yang ditulis dalam 32:48 ekonomi konvensional tentang 32:50 ketidakmerataan Islam juga pada 32:52 prinsipnya ekonomi Islam juga sama 32:54 memberikan apa sentuhan ke arah itu 32:57 bahkan 32:58 memberikan suatu hukum yang tidak bisa 33:01 di tolerir itu suatu kewajiban artinya 33:04 apa? Jika tidak dilakukan, tidak ada 33:06 sebuah kebijakan yang mengarah kepada 33:09 bagaimana miskin ini bisa dikurangi, 33:12 kemiskinan bisa dihilangkan, maka kita 33:15 berdosa sebagai pemerintah ya. Karena 33:17 hukumnya wajib ya. Kalau yang di 33:20 konvensional kan gak ada hukum wajib ya. 33:23 Hukum enggak bisa karena mereka netral 33:24 nilai. I mereka itu netral nilai 33:28 netral vol itu ya. Kalau kita enggak, 33:31 kita ini nilainya ee volio loading. Kita 33:36 ini ada nilainya. Jadi nilai Islam itu 33:38 yang kita ikuti. Kalau konvensional kan 33:40 enggak ya. H ini bedanya begitu. Kalau 33:43 mau kita lihat contohnya, Pak Ustaz, 33:44 tentang pemerataan dalam konsep ekonomi 33:46 Islam di sebuah negara tuh seperti apa 33:48 Pak Ustaz? Ya ada contoh ya. Ini dari 33:51 zaman 33:52 sahabat. 33:54 H ada seorang sahabat Nabi yang 33:57 berpendapat 33:58 bahwa semua kaum muslimin yang kelebihan 34:01 makanan hari itu hendaknya kelebihan itu 34:05 di diberikan kepada yang tidak punya 34:08 makanan orang-orang miskin. Abu Dzar 34:10 al-Ghifari ya radhiallahu anhu 34:13 berpendapat demikian. Nah, para ahli 34:15 termasuk guru saya Pak Umar Sapra itu 34:17 beliau mengatakan pandangan Abu 34:19 Albukhari ini karena beliau mewakili 34:21 orang miskin sehingga apa namanya ee 34:25 keinginannya adalah jangan sampai ada 34:28 orang yang kaya kelebihan daripada 34:29 sumber daya itu menyimpan sumber dayanya 34:32 untuk dirinya sendiri. Sementara kaum 34:34 muslimin yang lain yang tidak punya 34:36 sumber daya gak bisa makan, enggak bisa 34:37 minum. Dan kalau bisa dibuat supaya 34:40 mereka itu sama ee maka yang punya 34:43 kelebihan makanan, kelebihan semurda itu 34:45 memberikan kepada yang tidak punya gitu. 34:48 Jadi ini adalah konsep apa namanya 34:51 istilahnya itu 34:53 pemerataan yang mutlak gitu ya. meskipun 34:57 pada gilirannya gagasan Abu Dzar 35:00 al-Ghifari ini kemudian banyak ditentang 35:03 oleh para sahabat yang lain ya itu jadi 35:06 ini kita bisa catat bahwa dari semenjak 35:07 Islam ada itu konsep tentang pemerataan 35:10 itu sudah ada dalam pikiran para sahabat 35:13 ya tidak boleh sebuah ekonomi Islam yang 35:17 kita praktikkan itu terjadi di dalamnya 35:21 itu jurang kemiskinan jurang jurang yang 35:24 begitu dalam perbedaan kejem 35:27 kejemplangan atau apa ketidakadilan yang 35:29 begitu mencolok sehingga sebagian orang 35:31 itu kaya raya sebagian besar enggak bisa 35:35 makan enggak bisa karena mereka tidak 35:37 bisa makan sebabnya ialah karena sumber 35:40 daya yang dimonopoli oleh orang kaya itu 35:42 tidak diberikan kepada orang yang miskin 35:44 ya makanya Ali bin Abi Thalib sendiri 35:47 mengatakan orang miskin yang tidak bisa 35:50 makan yang tidak bisa minum punya 35:52 pakaian mereka kondisinya seperti itu 35:55 lantaran orang kaya di antara mereka 35:57 tidak mau memberikan ee hartanya kepada 36:01 mereka ini. Tidak mau berbagi. Nah, 36:03 wajib bagi penguasa atau negara untuk 36:05 memaksa orang kaya memberikan sebagian 36:08 hartanya agar sebagian orang yang tidak 36:10 bisa makan, tidak bisa minum, tidak bisa 36:12 berpakaian ini mampu itu semua memenuhi 36:14 kebutuhan itu semuanya. Negara wajib 36:16 melakukannya 36:18 begitu. Jadi ini konsepnya seperti itu 36:21 dari zaman dulu. Nah, 36:23 sekarang ee konsep itu tidak harus kita 36:27 samakan dengan sosialisme ya. Tidak ya. 36:31 Karena sosialisme ini kan berangkatnya 36:33 itu dari ee dendam kepada kapitalisme. 36:36 Dendam. Meskipun gagasan sosialisme itu 36:40 dari apa itu Greek dari Yunani sudah ada 36:44 tulisan-tulisan Plato itu ada ya. Tetapi 36:48 yang membuat ee sosialisme menjadi 36:50 sebuah trend filosofi dalam bidang 36:53 ekonomi tentang pemerataan ini menjadi 36:57 kencang setelah ada kapitalis. H ya. 37:00 Sebelum ada kapitalis itu biasa-biasa 37:02 aja. Begitu ada kapitalisme di Eropa 37:05 Baratmak muncul. Iya. Verrick Angel 37:08 muncul. Lenin muncul. Nah, itu 37:10 kemakannya memberi memberi anti antiis 37:14 antis anti antiteis ya. ya antagonisnya 37:17 antitesisnya kepada e existing yaitu 37:20 kapitalisme yang membangun akhirnya 37:22 adalah sosialisme yang isinya berbeda 37:25 180 derajat daripada masyarakat 37:27 kapitalis ya. Iya. Tetapi itu kemudian 37:30 gugur seperti kata-kata tadi ya. Makanya 37:33 yang ekstrem-ekstrem itu enggak bisa 37:34 lama. Nah, setelah ada seperti ini kita 37:38 lihat juga bagaimana di dalam 37:39 kapitalisme. Apa mungkin itu orang ada 37:42 ini apa namanya? 37:44 pemerataan ya jelas enggak ya ya 37:47 kapitalisme itu kalau mereka itu hidup 37:52 ya sebagian masyarakatnya kan terbelah 37:54 yang satu kaya yang satu miskin dan 37:56 hubungan antara si kaya dan miskin ini 37:58 tidak harmonis terjadi konflik di 38:01 mana-mana itu yang terjadi. Tetapi 38:04 kenapa bertahan bahkan memenangkan 38:07 peperangan ideologi dengan sosialis ya 38:11 karena kapitalis kan memperbaiki diri. H 38:14 memperbaiki diri, memperbaiki diri, 38:16 memberikan santunan ee sedemikian rupa 38:18 sehingga sistem itu bisa ee bertahan 38:21 lama ya. Iya. Bertahan lama. Nah, di 38:24 dalam Islam itu kita tidak memperbaiki 38:26 diri karena orang lain memperbaiki diri. 38:28 Enggak. Di dalam diri kita sendiri sudah 38:30 ada ya. Hm. Banyak. Jadi, makanya apa 38:34 yang difokuskan oleh ekonomi Islam 38:37 tentang ee kebijakan 38:39 yang memihak kepada orang miskin. 38:42 Kemudian dari sosialisme juga ada 38:44 seperti itu. Bukan berarti bahwa irisan 38:47 ini sama dengan mereka. Itu konsep 38:49 tentang pemerataan konvensional ataupun 38:52 yang dari sosialis itu sama dengan yang 38:54 di yang diperjuangkan oleh ekonomi 38:56 Islam. Tidak ya? Ya. Tidak. Tidak sama. 38:59 Karena nanti ada ada perbedaan yang 39:01 sangat mendalam terutama dalam hal 39:04 misalnya kepemilikan ya. 39:07 Hm. Di sini juga kita ee akan lihat Pak 39:11 Ustaz ya. 39:13 dari bagaimana 39:15 peta politik di dunia lah secara global 39:20 gitu. Ada teori seperti ini, Pak Ustaz, 39:22 dia yang menguasai ekonomi dia akan 39:24 menguasai dunia. Para penguasa-penguasa 39:27 ini itu kan harus punya apa ya 39:31 istilahnya yang yang orang-orang yang 39:33 dipekerjakan oleh mereka gitu. Jadi 39:35 dunia ini diciptakan seperti itu gitu, 39:36 Pak Ustaz. Ketimpangan tuh harus ada di 39:38 setiap negara. Itu kalau ada konsep gitu 39:40 gimana, Pak Ustaz? ekonomi Islam 39:42 menjawab sebenarnya sistem manapun ya ee 39:46 sistem ekonomi manapun juga itu akan 39:50 cenderung 39:52 ee pihak yang menang dominan terhadap 39:55 pihak yang kalah ya misal selal begitu 39:57 dan sejarahnya kan seperti itu ya 39:59 misalnya zaman Firaun ya zaman ee kaisar 40:04 di ee di apa itu Iran di Persia Yunani 40:08 dan lain sebagainya perang enggak pernah 40:10 enggak pernah berhenti. sebanyak sejarah 40:11 umat manusia ini kan sebetulnya 40:13 memperebutkan sumber daya kekuasaan ya 40:17 kekuasaan dan sumber daya itu ibaratnya 40:20 suatu hal yang tidak bisa 40:22 dipisahkan. Tapi ee di dalam Islam juga 40:25 begitu. Di dalam Islam kan kita ada 40:28 kekhilafahan, kemudian ada ee dinasti ee 40:33 dinasti Umayyah, dinasti Abbasiyah dan 40:36 sampai kepada apa yang diturukkan 40:39 Utsmaniyah gitu ya. Nah, intinya adalah 40:42 bahwa sistem ekonomi yang manapun yang 40:45 kita pelajari di dunia ini, maka itu 40:48 lebih kepada di monopul itu yang 40:49 berkuasa. Ya. Nah, di dalam negara di 40:53 dalam sejarah Islam ada iqta. Iqta. Ik 40:56 kalau di dalam bahasa Inggris namanya 40:59 federalisme. Tapi banyak salah 41:01 menafsirkan iqta dalam Islam dengan 41:03 federalisme di Eropa. Beda. Beda. Kalau 41:07 iqta seorang imam atau penguasa lokal 41:10 ataupun pusat memberikan ijazah, 41:13 memberikan izin Heeh. kepada seseorang 41:16 tertentu yang punya keahlian di bidang 41:17 pertanian atau perkebunan untuk 41:20 mengelola tanah. Ya, IQ izinnya dari 41:23 penguasa. Penguasa, khalifah lah gitu 41:25 ya. Heeh. 41:26 Ya, bisa khalifah 41:29 bukan apa raja. raja. Nah, itu semacam 41:34 kalau di kita itu ee hak guna bangun hak 41:37 guna hak guna pakai hak guna pakai mas 41:39 gitu ya seperti itu ya tapi enggak 41:41 persis sama karena ini kan lahirnya 41:44 sudah lama ya jadi ada istilah iqta nah 41:48 saya baca di banyak literatur ini salah 41:51 kaprah ya sarjana-sarjana kita memahami 41:55 seolah-olah di dalam Islam itu ada 41:57 federalisme. Sementara di Eropa e itu 42:00 sementara di Eropa itu federalisme 42:02 terdiri dari beberapa kelompok. Satu 42:04 dari dari gereja. He. Gereja punya punya 42:08 punya sawah, punya segala macam ya. Iya. 42:10 Iya. Dan ini punya tentara ya. Kemudian 42:12 raja. Iya. Bangsawan, kemudian 42:15 orang-orang kaya. Iya. Orang-orang kaya 42:16 ini punya ribuan budak ya yang 42:20 dipekerjakan di sana di tempat dia. Jadi 42:24 kalau ini kan ini tanah ini yang berhak 42:27 untuk memanfaatkan kan khalifah atau 42:30 pimpinan. Nah, memberikan ijazah kepada 42:32 orang yang diambil karena dia punya 42:34 kepakaran. Iya. di bidang itu maka 42:36 dikasih hak untuk mengelola dengan 42:38 catatan untuk meningkatkan produksi 42:41 bahan makanan dan lain sebagainya 42:42 sehingga negara maju gitu yang bekerja 42:45 masyarakatnya. Jadi Iktor di sini sangat 42:47 berbeda dengan federalisme di Eropa. 42:50 Beda banget ya. Iya. Itu ibaratnya 42:52 penjajahan. Kalau ini enggak. Kalau ini 42:54 ada ijazah daripada penguasa untuk ee 42:57 kepada orang tertentu yang di yang 42:59 diperkirakan dia punya dipastikan dia 43:02 punya kealian mengelola tanah dan 43:03 diberikan haknya saja tapi nanti bisa 43:06 disebut lagi kapan-kapan gitu. Dan tidak 43:08 sampai ada pengumpulan kekuatan di situ 43:11 misalnya budak kemudian senjata enggak 43:14 ada. Iya. Hm. H. Tapi yang yang 43:17 feederalisme seperti ini yang yang di 43:20 Eropa itu mirip yang terjadi di Pakistan 43:22 sekarang atau di India. 43:25 Jadi di Pakistan yang saya enggak tahu 43:27 negara-negara feodal lah. E iya. Jadi 43:29 tanda-tanda di Pakistan itu kebanyakan 43:31 dimiliki oleh landlord tuan tanah. He. 43:34 Nah, tuan tanah ini punya tentara, punya 43:36 keluarga, punya pasukan, punya senjata. 43:39 Iya. yang tujuannya untuk mengamankan 43:40 kepentingan mereka dan menjalankan ini 43:43 per ee apa namanya? pertanian yang 43:46 mereka miliki. Makanya politisi-polisi 43:49 di Pakistan itu berasal dari feudal ya. 43:52 Kalau enggak dari militer dari feudal. 43:53 Ini berbeda dengan negara Islam yang 43:55 konsepnya kerajaan seperti Saudi Arabia, 43:57 Uni Emirat, Qatar. Beda ya? Beda, beda. 44:00 Hm. 44:01 Nah, itu. Nah, apakah ee proses atau 44:04 konsep pemerataan yang tadi Ustaz 44:06 jelaskan itu mungkin bisa mengoreksi 44:08 kebijakan pembangunan ekonomi yang 44:10 hampir enggak peduli sama ASP? Iya. 44:12 Jadi, kita lihat kan contohnya Pakistan 44:16 saya lama tinggal di sana itu belum ada 44:18 kebijakan yang berorientasi 44:21 kepada ee bagaimana meningkatkan 44:24 kesejahteraan ee ee masyarakat yang 44:28 mayoritas miskin. H karena masyarakatnya 44:30 terfregmentasi kepada ee feodal-feodal 44:33 ini ya. Iya. Vedal-fedol ini maka 44:36 seringki kebijakan publik yang dibuat 44:38 oleh Pakistan untuk misalkan ya pajak 44:42 pertanian itu enggak berlaku karena 44:44 diblok oleh feodal yang menjadi anggota 44:48 MPR, anggota DPR gitu loh. Jadi kalau 44:50 menteri misalkan atau presiden mau 44:53 membikin suatu aturan atau kebijakan di 44:55 mana terkait dengan pajak tanah, pajak 44:58 pertanian itu di Pakistan enggak akan 45:00 bisa ya karena di ee apa namanya 45:03 anggotaanggota DPR itu dipenuhi oleh 45:06 mereka. Bahkan pada waktu saya kuliah 45:08 itu masih ada ee landlord tuanana yang 45:12 menjadi anggota parlemen dan dia tidak 45:15 bisa tanda tangan. Hm. Jadi tanda 45:18 tangannya pecap jempol itu pecap jempol 45:21 tapi dia 45:22 berkuasa sampai-sampai pernah Pakistan 45:25 itu mengimpor perdana 45:28 menteri ya namanya juga nama Pakistan 45:31 namanya Muin Quraisy 45:34 Muin Quraisi ini Iya Quraisy itu suku di 45:37 Pakistan ya suku juga ee marga gitu ya 45:40 jadi Quraisy ini pasporannya Prancis 45:42 kalau enggak salah kemudian diminta jadi 45:45 per Pakistan e 45:47 Jadi sementara sampai pemilu antara Benj 45:50 dengan Nawas Syarif pada waktu itu. He. 45:52 Nah, dalam waktu dia menjabat sebagai 45:56 perdana cuma 3 bulan, salah satu hal 45:58 yang sering mencolok dia lakukan adalah 46:01 mengesahkan pajak tanah lentek gitu. 46:05 Pertanian kepada pertanian Pakistan itu 46:08 baru bisa karena enggak ada MPR di situ. 46:10 Enggak ada DPR karena dia interim belum 46:12 ada pemilu. Tapi setelah dia tidak 46:16 berfungsi hasil pemilu parlemen hasil 46:18 pemilu itu selesai anggota masuk di 46:22 gedung parlemen ya udah enggak ada 46:24 ininya lagi enggak ada tajinya lagi. 46:27 Kembali seperti semula. Ya. 46:30 Baik Pak Ustaz. Kita akan jeda dulu Pak 46:31 Ustaz ya. Nanti kita akan lanjut di sesi 46:33 kedua karena sudah ada beberapa 46:35 pertanyaan masuk. Ikhwan Awal, tetaplah 46:36 bersama kami. Kami akan segera 46:44 kembali berasil TV. 46:54 [Musik] 47:05 [Musik] 47:18 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 47:20 subhanahu wa taala. Pendengar radio 47:22 silaturahim di mana pun saja Anda 47:23 berada. Terima kasih masih bersama kami 47:25 dalam kajian ekonomi Islam bersama 47:27 narasumber kita dari Dewan Syariah 47:29 Nasional Indonesia, Ustaz Ikhwan Basri. 47:32 Di sesi kedua ini bahasan kita mengenai 47:37 pandangan ekonomi Islam tentang 47:39 ketimbangan gitu ya. Sudah ada beberapa 47:42 pertanyaan yang masuk ini. Di antaranya 47:43 dari 47:45 0857 47:47 3994 sekian-sekian tidak menyebutkan 47:49 nama ini Pak Ustaz. Asalamualaikum 47:51 warahmatullahi wabarakatuh. 47:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:53 wabarakatuh. Pak Ustaz, bagaimana dengan 47:56 kebijakan efisiensi yang dilakukan 47:58 pemerintah saat ini? Sebagian rakyat ada 48:01 yang merasa tercekik, Pak Ustaz. Yang 48:03 miskin makin miskin, demo pun di 48:06 mana-mana. Terima kasih. Terima kasih 48:10 dari hamba Allah ya, tidak menyebutkan 48:13 namanya. Ee sekali lagi kepada para 48:17 pemirsa Rasil TV dan kepada para 48:20 penengar radio silaturahim. Jadi yang 48:23 kita angkat di sini dalam hal fokus 48:26 kepada pemerataan itu tidak mereferensi 48:29 atau tidak merujuk kepada Indonesia. 48:32 Malah sebagian saya menggunakan kasus di 48:34 Pakistan ya atau India. Ee tetapi 48:37 pendengar ini apa namanya apa namanya 48:41 menghubungkan ini dengan bagaimana 48:43 efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah 48:45 ya. Jadi tujuan efisiensi ini adalah 48:48 untuk mengurangi apa namanya anggaran 48:51 yang tidak mungkin bermanfaat dan bisa 48:54 dikategorikan seperti itulah maka 48:55 kemudian di diband itu tidak 48:59 dilaksanakan sehingga menghasilkan 49:01 beberapa triliun uang yang seharusnya 49:03 kita pakai menjadi lebih baik. Tujuannya 49:06 adalah untuk mendukung apa itu makan 49:10 siang gratis ya. Iya. 49:12 Ya, jadi apa namanya efisiensi merupakan 49:16 cara dari pemerintah manapun juga untuk 49:19 menyiasati anggaran yang terbatas dengan 49:22 penggunaan anggaran yang lebih besar ya 49:25 karena ada hal yang menjadi prioritas di 49:28 sini kalau tidak salah itu untuk ee 49:31 pertahanan h kepolisian kita itu enggak 49:35 ada enggak dipotong enggak ada potongan 49:37 ya. Nah, yang dipotong-potong ini 49:39 terutama yang pendidikan yang untuk yang 49:41 sebetulnya itu adalah basic need ya. 49:44 Iya. Ini banyak yang banyak pihak yang 49:47 tidak terima karena ee akan mengurangi 49:50 kualitasnya ya. Misalkan kalau 49:51 pendidikan dipotong ee maka otomatis 49:55 akan mengurangi kualitas pendidikan yang 49:58 sangat penting bagi kita untuk 50:00 menyiapkan sumber daya manusia ke depan. 50:03 Bagaimana kita akan bisa menyiapkan 50:04 sumber daya manusia ke depan yang 50:06 unggul. 50:07 relatif terhadap misalnya sumber daya 50:09 manusia Malaysia, Vietnam, ee India, 50:12 Cina terutama misalkan. Lalu kita ee 50:15 dengan alasan efisiensi ini kemudian 50:17 kita mengurangi jata daripada anggaran 50:20 dalam benda pendidikan baik itu dasar 50:22 menengah ataupun perguruan tinggi dan 50:24 risetnya. Ini ee disayangkan sekali dan 50:28 sebagian rakyat kan sudah menolak dan 50:29 itu demu kemarin gitu. itu merupakan 50:32 refleksi bagaimana ee kebijakan publik 50:35 ini tidak apa ya dinilai oleh ee oleh 50:40 kalangan ini ee tidak pro kepada ee 50:43 basic need fulfillment ya apa namanya 50:46 pembangunan keban pokok bukan beras atau 50:49 nasi atau air enggak termasuk itu juga 50:51 sebetulnya tapi yang lebih disayangkan 50:54 adalah kita sulit untuk menyiapkan 50:57 sumber daya manusia Indonesia yang 50:59 unggul terampil 51:01 Kalau itu kemudian dipotong anggarannya, 51:04 bagaimana kita akan compete ya ber apa 51:07 namanya? berhadapan dengan ee Filipina, 51:11 berhadapan dengan Australia, Vietnam 51:13 terutama sekarang ya itu dengan dengan 51:17 anggaran yang terus dipotong ya enggak 51:19 ada jalan ya bagi mereka kecuali untuk 51:21 mengutarakan ini dalam bentuk yang putus 51:23 asa. Karena mereka ini ahli akademisi 51:26 yang ahli dalam bidang bagaimana 51:28 mencetas para sarjana atau sumber daya 51:31 manusia yang unggul. baik itu ee dalam 51:34 bidang apa namanya menengah seperti SMK 51:37 itu kan kejuruan itu penting sekali ya 51:40 dan apalagi riset ya kita tidak akan 51:42 bisa mengatakan yang paling yang paling 51:46 dekat dengan kita itu kompetitor kita 51:48 itu Vietnam sebenarnya. Iya ya. Dia 51:51 sudah banyak mengalahkan kita dalam 51:52 berbagai hal. Misalnya kopi dulu kan 51:54 belajar ke kita. Iya. Vietnam. Kopi 51:57 Vietnam itu sudah ada sekarang masuk ke 51:59 kita dan orang lebih sentuh dan dia 52:01 sekarang penghasil lebih tinggi daripada 52:02 Indonesia. Kopi ya. Kopi eh otomotif ya 52:06 elektronik. Iya. Kalau kita lihat 52:08 alat-alat kesehatan yang digital Heeh. 52:11 Itu semuanya made in Vietnam. Enggak ada 52:13 yang made inerang atau made in Bekasi 52:15 itu enggak ada ya. Semuanya kita ambil 52:17 dari sana. Perangkat komputer juga. 52:19 perangkat komputer handphone juga kita 52:20 sering lihat tuh Vietnam. Iya. Nah, dulu 52:24 kita anggap sebagai ee apa ya? Di bawah 52:26 kita. Tapi sekarang ini sudah boleh 52:28 dikatakan bahkan bikin pabrik mobil 52:31 listrik di sini namanya 52:34 Finvest. Ini mobil listrik yang paling 52:36 murah itu dari dia kalau enggak salah. 52:38 Kok bisa? Iya. Dan 52:40 untuk me apa ya? Memastikan kehadiran 52:43 mobil itu dia bikin perusahaan 52:47 teksi. Iya. teksi namanya bahasa Vietnam 52:49 juga ada di Jakarta. Iya. Iya, iya. Wah, 52:52 luar biasa kan. Nah, ini bagaimana kita 52:55 akan komit berhadapan dengan V saja 52:59 jikalau kemudian anggaran pendidikan 53:01 yang tujuannya itu untuk mencetta SDM 53:04 kita yang unggul di bidang elektronika, 53:07 di bidang otomotif, di bidang segala 53:09 bidangah pertanaan, perkebunan, dan 53:11 sebagainya kalau kemudian dipotong 53:13 anggarannya ini yang kemarin kita lihat 53:15 itu ee merupakan rasa putus asa. Kita 53:19 enggak akan bisa ya belum ada solusinya. 53:21 Belum ada solusinya. 53:23 Selanjutnya, Pak Ustaz ini dari Pak 53:26 Abdullah di Depok. Asalamualaikum 53:28 warahmatullahi wabarakatuh. 53:29 Waalaikumsalam warahmatullah. Dalam hal 53:32 pemerataan menurut Pak Ustaz, kebutuhan 53:35 dasar apa saja yang harus dipenuhi oleh 53:39 negara supaya rakyat itu merata 53:42 ekonominya? Terima kasih. Iya. 53:44 ee kebutuhan dasar ini berbeda skopnya 53:50 ee mengikuti filosofi pembangunan 53:54 ekonominya. Hm. Jadi kalau kita dari 53:57 kacamata ekonomi Islam, kebutuhan 53:59 kebutuhan dasar itu ada yang sama. 54:02 Misalnya makan, minum, pakaian, papan, 54:05 sandang, papan gitu ya, pendidikan dan 54:07 lain sebagainya. Tapi orientasi ini 54:10 semuanya kepada ee nilai yang kita anut 54:13 sebagai orang Islam yaitu tetap dalam 54:16 posisi, tetap dalam koridor Islam. Ya, 54:20 nilai-nilai Islam tetap kita jaga, kita 54:22 lakukan setiap hari. Walaupun kita ini 54:25 ee menjadi pekerja di pabrik atau di 54:28 mana pun juga, tapi nilai-nilai tetap 54:30 kita ini kan kita tetap jaga gitu loh. 54:32 Nah, kalau yang yang konvensional netral 54:35 itu yang penting makan selesai, minum 54:38 selesai, punya rumah 54:41 selesai. Iya, semuanya itu terpenuhi. 54:43 Kalau terpenuhi itu enggak masalah. Tapi 54:45 enggak memikirkan bagaimana ee nilai 54:49 agamanya itu enggak. Karena sekuler ya. 54:51 Jadi kita itu di situ perbedaannya itu 54:53 beda situ. Iya. Jadi kita ini membangun 54:55 negara, membangun ekonomi, menjadikan 54:57 rakyat itu menjadi lebih sejahtera, 54:59 lahir batin, tetapi tetap bertakwa 55:02 kepada Allah Subhanahu wa taala gitu. 55:04 Itu ya itu ya bedanya di sana. Makanya 55:08 semakin kaya rakyat semakin banyak 55:10 mendengarkan pengajian, semakin banyak 55:13 masih dibangun karena orang butuh ee 55:16 pengajian-pengajian penjaraan spiritual. 55:18 Nah, negara lain enggak peduli dengan 55:19 itu. Ada pendidikan, kebutuhan dasarnya 55:22 ada, tapi maksiatnya ada. 55:25 Mereka bikin karoke banyak kafe-kafe 55:28 banyak lokalisasi ya lokalisasi tapi 55:30 dalam kons Islam itu ya. Itu jadi yang 55:33 maksiat mereka ke harap. Kalau yang kita 55:35 ini enggak ya. Iya. Semakin kita 55:38 menciptakan masyarakat yang semakin kaya 55:40 secara ekonomi ya kita harapkan semakin 55:43 bertakwa kepada Allah Subhanahu wa 55:45 taala. 55:48 Baik, Ibu Ani Cudaifa. Ada juga Pak 55:51 Ahmad di Sukabumi. Alhamdulillah hadir 55:55 menyimak. Pak Ustaz Ikhwan semoga selalu 55:58 sehat, terima kasih ilmunya. Ini atensi 56:01 dari beberapa pendengar. Ada juga ini Bu 56:04 Iskandar di Magelang. Asalamualaikum 56:07 warahmatullahi wabarakatuh. Ini 56:08 pertanyaan terakhir, Pak Ustaz ya. 56:09 Waalaikumsalam. Terkait dengan 56:10 ketimpangan, seperti halnya para petani 56:12 di kampung yang mau menjual hasil 56:15 pertanian. Kadang begitu sulit, Pak 56:17 Ustaz. Harga yang sangat murah karena 56:19 tidak sebanding dengan biaya 56:21 perawatannya. Bahkan ada yang sering 56:24 akhirnya membuang hasil pertaniannya 56:26 daripada dijual. 56:28 Sementara orang di kota mereka membeli 56:31 sayur dengan harga yang 56:33 berlipat-lipat bahkan mahal di pasar 56:36 maupun di supermarket untuk mengatur 56:39 uang belanjaan karena mahalnya barang 56:41 dengan bahan pokok. Bagaimana menurut 56:43 pandangan Pak Ustaz hal tersebut? 56:45 Sementara kita lihat infrastruktur di 56:47 mana-mana dibangun seharusnya untuk 56:49 membuat rakyat lebih makmur mohon 56:50 pencerahan. Iya. Ini salah satu 56:53 ketimbangan di bidang pertanian ya, 56:55 terutama 56:56 petani-petani itu ee panen apapun yang 57:01 mereka tanam itu umumnya panennya itu 57:03 bersamaan. Problem nih, Pak Ustaz. Iya. 57:06 Karena bersamaan maka suplai itu over. 57:08 Iya. Dan akhirnya mereka enggak punya 57:10 daya kekuatan untuk mempertahan harga. 57:12 Iya. Yang menyedihkan petani lagi panen. 57:14 Iya. Tapi yang punya kebijakan malah 57:17 impor. Nah, itu dia. Itu yang luar biasa 57:19 menyakitkan. Tapi seandainya enggak ada 57:21 itu pun. Heeh. Ya, ini masalah juga ya. 57:23 Jadi enggak ada masa di lapangan juga 57:25 sebenarnya. Jadi salah satu persoalan 57:27 yang ini menjadi pusing memusingkan 57:30 ahli-ahli ekonomi adalah He. Bahwa 57:33 setiap petani itu panen, apapun yang 57:36 mereka tanam umumnya panennya itu 57:40 bersamaan. Padi sama kan, tandurnya juga 57:43 sama nanamnya kan. Kentang juga sama, 57:46 cabe juga sama. Heeh. Nah, 57:49 sekarang sebagai akibat 57:51 daripada panennya waktunya sama, maka 57:55 suplai ini suplai ini menjadi mendadap 57:57 banyak banget over daripada yang 57:59 dibutuhkan. Heeh. Ee hukum pasar 58:01 berlaku, harga menjadi turun. Sebetulnya 58:04 semua ahli ekonomi sudah tahu bagaimana 58:05 menyiasatinya sebenarnya. Sebenarnya ada 58:08 cara K di Amerika itu kan ya itu apel 58:11 Amerika kenapa bisa ke sini ya kan seru 58:14 Washington itu kan yang suruh apa itu 58:16 namanya California itu kenapa bisa ke 58:19 sini bahkan apa itu kurma majol iya itu 58:26 membanjiri supermarket sekarang 58:28 menjelang bulan Ramadan iya toh itu bisa 58:30 ke sini bagaimana caranya jadi di 58:33 Amerika itu walaupun negara kapitalis 58:35 dalam hal ini Tapi dia punya mekanisme 58:37 bahwa 58:39 semua yang diproduksi oleh petani mau 58:41 apapun juga itu akan di di di diserap 58:45 oleh pemerintah 58:47 dengan harga yang disetujui bersama 58:50 harganya itu petani untung ya petani 58:55 untung di Amerika hanya di Amerika 58:57 kemudian nanti itu akan kelebihannya 59:00 kalau tidak dibutuhkan oleh Amerika ya 59:01 dikirim ke sini kayak ked delay misalnya 59:04 saya kemarin minggu lalu kan saya ke 59:05 Bojonegoro He lihat ibu-ibu orang janda 59:09 punya pabrik tahu besar 1 hari itu bisa 59:12 2 ton ya. Saya lihat kedelinya Amerika 59:15 semua enggak ada yang dari kita kan yang 59:17 belum katanya katanya yang lokal mah 59:19 kecil-kecil padahal bukan itu ya. Ni 59:22 bagaimana kedele Amerika bisa masuk sini 59:24 gitu kan. Padahal petani Amerika juga 59:26 untung ketika apa nam menanam kedelai. 59:29 Enggak mungkin dirugikan. Nah, ini yang 59:31 harusnya kita tiru. Nah, Pak Kementerian 59:34 Pertanian saya kira mereka itu sudah apa 59:38 namanya sudah dibanding bukan hanya ke 59:40 Amerika, ke Jepang, ke mana-mana, tapi 59:42 masalahnya bagaimana menerapkannya. Kan 59:45 menerapkannya itu butuh kekuatan 59:47 politik. Kalau seorang penguasa tidak 59:50 berorientasi kepada itu, ya bisa saja 59:52 didengarkan dari telinga kanan tapi 59:55 keluar dari telinga kiri. kebijakannya 59:57 tidak membela ibu ini tadi. Jadi 1:00:00 seharusnya berapapun yang diproduksi 1:00:02 oleh petani oleh petani mau cabai, mau 1:00:04 kentang, mau tomat seharusnya diserap 1:00:07 semuanya. Kalau tidak bisa itu kan ada 1:00:10 yang cacat ya itu bikin jus atau dibikin 1:00:14 apa ya apa namanya sos ya sos tomat. 1:00:17 Iya. Atau produksi. Iya. Karena kualitas 1:00:20 produk ini juga Indonesia kan sebenarnya 1:00:22 enggak kalah ya, Ustaz ya. 1:00:24 di Amerika itu kan ada juga misalkan ee 1:00:26 apa ya namanya tomat yang tidak sesuai 1:00:29 dengan kualitas itu bukan dibuang itu di 1:00:32 ini di 1:00:34 apel juga begitu jadi semuanya bahkan 1:00:37 kalau saya lihat di Taiwan di Taiwan 1:00:39 lebih gila lagi itu enggak ada yang 1:00:42 dibuang ya mulai dari jeraminya masih 1:00:45 bisa dipakai di sini juga dipakai untuk 1:00:48 ini dibakar enggak dibakar gitu dipakai 1:00:50 untuk makanan ternak ya hmm Ya Allah. 1:00:54 Istilnya dari kayak satu pohon singkong 1:00:56 aja kan kayak pohon kelapa gitu atau 1:00:59 kelapa gitu ya sampai ke akar-akarnya. 1:01:01 Iya semuanya bermanfaat. Nah ini 1:01:03 harusnya disosialisikan dan buatlah 1:01:05 kebijakan itu yang ee mudah dipraktikkan 1:01:09 tetapi harus dijaga jangan sampai ada 1:01:11 pemain yang ee yang merusak mekanisme 1:01:14 ini gitu. 1:01:16 Memang ada juga yang paling utama ini di 1:01:20 pengatur kebijakan ya Pak Ustaz. Iya. 1:01:21 Mdlem di Amerika kan enggak ada itu. 1:01:24 Middlem enggak ada. Iya. Tengkula di 1:01:26 kita yang paling beruntungan tengkula 1:01:29 sebetulnya. Problemnya juga Ijon juga. 1:01:31 Waduh ini mungkin ini Pak Ustaz ya. Baik 1:01:33 Ibu Iskandar. Nah sebagai penutup Pak 1:01:35 Ustaz dari seluruh bahasan kita apa yang 1:01:37 ingin ustaz? Terima kasih Mas Sangga 1:01:39 para pemirsa Resil TV dan para pendengar 1:01:42 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 1:01:44 subhanahu wa taala. Sebetulnya kajian 1:01:46 ini diinspirasi oleh pertanyaan dari 1:01:49 jemaah tentang apa namanya ee kondisi ee 1:01:54 ketidakmerataan ini ya. Data yang 1:01:57 diterima oleh mereka menunjukkan bahwa 1:02:00 ee semakin hari rakyat ini enggak punya 1:02:04 apa-apa, tapi ee tanah gunung sudah 1:02:07 dikabling-kabling, bahkan laut sudah 1:02:09 dipagarin. Ini bagaimana? Jadi mereka 1:02:12 menjerit, tidak ada pembelaan terhadap 1:02:14 ee orang-orang miskin, orang-orang kecil 1:02:17 seperti ini. Mereka ditipu oleh ee 1:02:20 oligarki-oligarki dengan yang dengan 1:02:22 tipuan yang tidak terhormat ya, tidak 1:02:25 mulia sama sekali. Itu betul-betul 1:02:27 seperti penjajah datang kepada Indonesia 1:02:30 untuk menguasai sumber daya kita gitu 1:02:32 ya. Mirip seperti itu. Sehingga nasib 1:02:34 mereka itu mulai dari miskin menjadi 1:02:36 miskin, lebih miskin lagi selama 1:02:38 berpuluh-puluh tahun. Jadi enggak ada 1:02:40 arti kemerdekaan bagi mereka karena 1:02:42 nasib mereka tidak berubah. Nah, itu apa 1:02:45 namanya? Ee mereka ingin melihat apakah 1:02:48 ada ada semacam kebijakan di ee 1:02:51 pemerintah yang sekarang ini untuk 1:02:54 membela kepada pemerataan dan bagaimana 1:02:57 ekonomi Islam memandang itu. Itu 1:02:59 sebetulnya awalnya sih begitu. Nah, tapi 1:03:01 saya kan belum bisa melihat ini kepada 1:03:04 para pemirsa dan juga pendengar sebelum 1:03:07 ada apa namanya kebijakan publik yang 1:03:09 dikeluarkan oleh pemerintah sekarang ini 1:03:11 untuk ee bagaimana nasib orang-orang 1:03:14 yang terpinggirkan itu, orang-orang 1:03:16 miskin itu akan diberikan suatu janji 1:03:20 atau harapan menjadi lebih baik itu 1:03:22 belum ada. Bahkan terkesan masih ee 1:03:26 membela kepada apa ya existing yang 1:03:29 sekarang ada. Jadi kita belum ada mohon 1:03:31 maaf kita jika saya salah ya karena 1:03:33 memang saya sendiri belum melihat ada 1:03:36 kebijakan yang bagaimana pemerataan ini 1:03:39 bisa diperbaiki menjadi lebih baik. 1:03:41 Pemerataan itu ya identik dengan 1:03:43 ketidakadilan ketidak ketimpangan 1:03:45 sosial. Bagaimana ketidakadilan bisa 1:03:49 dikoreksi bagaimana ketimbangan sosial 1:03:51 bisa ditiadakan dan bagaimana sebagian 1:03:54 besar penduduk Indonesia ini mendapatkan 1:03:56 ku nasional yang kita bangun. Saya kira 1:03:59 itu sangg. Baik, terima kasih banyak Pak 1:04:02 Ustaz atas kajiannya di edisi hari ini. 1:04:04 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:04:06 Allah subhanahu wa taala, kajian kita 1:04:08 bersama guru kita Ustaz Ikhwan Basri. 1:04:11 Bagi Anda yang kelewat tadi ya atau 1:04:13 tidak sempat ee tidak usah khawatir 1:04:15 nanti Anda bisa menyimak ee upload 1:04:19 file-nya ya di channel YouTube Brazil 1:04:22 TV. Dari studio kami undur diri. Mohon 1:04:25 maaf atas segala kesalahan kata. Billahi 1:04:27 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 1:04:29 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:04:31 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:04:34 warahmatullahi wabarakatuh.