Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:09 [musik] 0:16 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. 0:27 Asalamualaikum warahmatullahi 0:28 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 0:31 wasatu wasalamu ala sayyidina muhammad 0:33 waa alihibihi ajmain. Rbi zidni ilma 0:37 allahumfani bima alamtani waimni mafuni 0:40 warzuqni ilman yangfi. Dipancarkan dari 0:43 Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:45 Kalimangis Cibubur Bekasi, radio 0:47 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 0:50 yang satu. Ikhwan akhwat pendengar dan 0:52 pemirsa, apa kabar Anda di pagi menuju 0:56 siang? Hari ini kita memasuki hari 0:59 Selasa dan semoga kabar Anda di mana pun 1:04 saja Anda berada dalam keadaan sehat 1:05 walafiat. Senang sekali di kesempatan 1:07 kali ini saya Angga Aminuddin ditemani 1:10 oleh Ondi dan juga Algi dapat kembali 1:13 menyapa Anda di mana pun saja Anda 1:14 berada. Kami hadir dalam kajian ekonomi 1:18 Islam dan alhamdulillah kita bisa siaran 1:20 live dengan narasumber kita yang 1:23 alhamdulillah beliau telah hadir di 1:26 studio guru kita Ustaz Ikhwan Basri. 1:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:30 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:34 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 1:35 Alhamdulillah sehat walafiat, 1:37 sehat walafiat bisa kembali silaturahim 1:40 ke radio ya dan juga menyapa ikhwan 1:42 akhwat di mana pun saja Anda berada. 1:44 Ikhwan akhwat, kajian kita mengenai 1:47 ekonomi Islam edisi hari ini akan mengat 1:50 topik mengenai redenominasi 1:54 dalam pandangan ekonomi Islam. Kata yang 1:58 dalam beberapa ee waktu ini cukup 2:01 trending di tengah-tengah masyarakat ya 2:03 karena seorang menteri yang mengatakan 2:05 itu ya Pak Ustaz ya. [tertawa] Sempat 2:07 ramai juga gitu ya. Jadi perbincangan 2:09 bahkan di pengajian 2:13 jemaah pengajian juga sampai ee banyak 2:15 yang memberikan komentarnya. Kalau saya 2:17 di media sosialnya melihatnya malah ee 2:20 menjadi sorotan ketika masyarakat tuh 2:22 menilai begini, "Pak Ustaz, jadi 2:25 redenominasi ini nanti itu katanya akan 2:30 memperkuat citra rupiah, 2:33 citranya ditanda petikin gitu. berarti 2:35 Citra Rupiah ini sampai saat ini emang 2:37 kurang bagus apa gitu ya. Lalu juga ada 2:39 yang mengatakan bahwa nanti proses 2:41 transaksi jual beli yang dilakukan oleh 2:44 masyarakat itu lebih simpel. Apakah 2:45 benar alasan-alasan itu gitu ya? Apalagi 2:49 rencananya gitu ya akan disiapkan bahkan 2:52 melalui ee RUU redominasi ini. Nah, kita 2:55 ingin memandang lebih jauh, Pak Ustaz 2:58 ya, ingin lebih memahami sebenarnya 3:00 istilah redemonasi ee redeominasi 3:04 dalam pandangan Islam itu bagaimana. 3:07 Begitu, Pak Ustaz. Kami persilakan, Pak 3:09 Ustaz untuk memulai topik kita. 3:12 Terima kasih, Mas Sangga. 3:14 Asalamualaikum warahmatullahi 3:15 wabarakatuh. 3:18 Alhamdulillahiabbil alamin wa usolli wa 3:21 usallim shatan wa tasliman 3:24 yaliqoni bimaqomi amiril ambiya wal 3:27 mursalin 3:28 nabiyina wa rasulina Muhammadin wa ala 3:31 alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du. 3:35 Para pemirsa 3:37 Rasil TV dan para pendengar radio 3:39 silaturahim 3:41 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 3:45 Marilah sama-sama kita memanjatkan puji 3:48 dan syukur alhamdulillah kepada Allah 3:50 Subhanahu wa taala yang senantiasa dan 3:53 selalu mencurahkan rahmatnya kepada 3:55 kita. Dan dengan rahmatnya itu, 3:59 alhamdulillah 4:00 pada hari ini kita bisa melangsungkan 4:04 siaran live setelah 2 minggu 2 Selasa 4:07 berturut-turut 4:09 kita off ya, kita melakukan siaran 4:13 tangguh atau siaran ulang karena ada 4:16 pekerjaan yang harus dituntaskan baik 4:19 saya sendiri maupun Mas Angga. Sehingga 4:22 pada hari ini alhamdulillah kita 4:24 bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa 4:27 taala sehingga kita ini dengan rahmatnya 4:30 bisa melaksanakan siaran live dan 4:33 menjumpai saudara-saudara sekalian ee 4:36 kaum muslimin yang nyimak radio 4:40 silaturahim dan TV Rasil. Nah, tadi itu 4:45 sudah diberikan mukadimah oleh Masangga 4:48 bahwa topik kita pada hari ini ialah 4:52 redeninasi. 4:53 Sebetulnya tidak ada kata-kata rupiah 4:55 ya, karena redenominasi itu umum ya. 4:59 Kalau Turki 20 tahun yang lalu ya itu 5:03 redenominasi 5:04 ee pada waktu itu saya pernah ya ke 5:07 Turki itu dari hotel dari bandara itu ke 5:11 hotel teksi harganya Rp1.200 5:14 lira 5:16 lah. Sesudah dari redenominasi harganya 5:19 cuma di bawah 100 tuh ya 5:21 karena apa? Alir Turki menjadi setara 5:24 hampir kurang lebih dengan rial ya 5:27 kurang lebih. 5:29 Ya, kita juga begitu nanti kalau suatu 5:31 saat terus-menerus inflasi atau nilai 5:33 tukar rupiah ini turun turun turun, 5:36 tidak mustahil dari Bandara Soekarno 5:38 Hatta ke kota wisata R juta, sekarang 5:43 aja sudah 600. 5:45 Ya, gitu. Jadi 5:48 ini contoh ya saya mengalami sendiri ya. 5:52 Nah, banyak kalangan apa itu ee 5:58 asalnya ini sebenarnya kalangan 6:01 akademisi kebanyakan menanggapinya ya. 6:04 Rencana Menteri Keuang yang sekarang 6:06 akan ee merealisasikan redinominasi 6:12 banyak ahli-ahli akademisi, kemudian 6:15 ahli keuangan dan lain sebagainya 6:18 sepertinya mengernyitkan mata. ya ya 6:22 ragu, mix dan lain sebagainya. 6:24 Perasaan-perasaan yang ada apa ini, ada 6:28 apa itu gitu ya. Karena dalam apa 6:31 namanya dalam wacana akademik redominasi 6:35 itu hanya terjadi kalau suatu negara itu 6:37 mengalami hyper inflation. H 6:40 inflasi hiper ya tinggi. Nanti kita 6:42 berikan contoh sebagaimana sebuah mata 6:45 uang yang enggak enggak masuk nalar itu 6:48 e saking kecilnya nilainya ya angka di 6:51 belakangnya itu 29 coba. 6:54 H 6:54 gimana itu nolnya? Iya. Triliun juga 6:57 sudah lewat itu. 6:58 Iya. 6:59 Ya, seperti itulah kalau kita kan enggak 7:01 sampai seperti itu ya. Oke. Nah, awal 7:05 mula ahli-ahli keuangan, ahli-ahli 7:08 makroekonomi, ekonom dan lain sebagainya 7:10 ya agak ini agak bukan kaget sebetulnya 7:14 karena rencana ini sebenarnya sudah lama 7:15 tapi menyangsikan sepertinya menyaksikan 7:18 meragukan bahwa ini bisa apa enggak gitu 7:20 loh. Iya. 7:23 Karena sebetulnya rencana redenominasi 7:25 rupiah ini sudah dari zaman dulu, sudah 7:27 20 tahun yang lalu. 7:28 Ketika saya masih ingat itu Pak Gubernur 7:30 BI itu namanya Pak Darmin Sutan ya. Iya 7:34 gitu. 7:36 Di era 7:37 era Pak SBI ya. Iya. Itu sudah ada ya. 7:41 Itu sudah ada. 7:44 Bahkan rupiah pada waktu itu belum 7:45 sampai sekarang. 1 dolar masih 6.000-an 7:49 ya 7.000 gitu ya. 7:52 Tapi wacana itu sudah dimulai ya. Jadi 7:56 ee apa namanya? Kalau dilihat dari 7:58 pengalaman negara-negara yang melakukan 8:00 redenominasi itu ee 8:05 urgensinya Indonesia melakukan 8:06 redominasi itu kurang menurut ini karena 8:10 pengalamannya kan harus mengalami hyper 8:12 inflation. 8:13 Yang kedua ekonomi instability. Tidak 8:16 stabilnya ekonomi awal lagi politik ya. 8:19 sehingga perlu tindakan nyata seperti 8:21 juga yang terjadi di negara kita 8:23 Indonesia itu dua kali, satu sanaring, 8:25 satu redenominasi ya. Jadi apa namanya 8:30 ee karena sudah menjadi bahasan umum di 8:33 media di media sosialnya ya jemaah yang 8:37 di masjid-masjid musala itu pada pada 8:39 bertanya ini gimana ini rencananya 8:42 gimana nanti kalau kita mau belanja 8:44 kemudian bingung orang yang tadinya 1000 8:46 menjadi satu. [tertawa] 8:48 ya atau Rp10.000 menjadi Rp10 misalnya 8:52 seperti itu. Gimana ini kan bingung 8:54 karena mereka enggak pernah mengalami 8:56 pasti akan membingungkan iya rencananya 8:59 harus matang. 9:01 Nah yang dimaksud dengan redenominasi 9:03 itu apa sebetulnya? Itu penting untuk 9:05 kita ketahui ya. Redominasi itu kalau 9:07 dari sisi 9:09 eh teknisnya, terminologinya 9:13 is the process of simplying simplifying 9:16 currency face value without changing its 9:20 actual worth. Jadi adalah 9:23 menyederhanakan. 9:26 Pertama ada kata proses ini penting ya. 9:28 proses menyederhanakan nilai muka, nilai 9:32 nominal mata uang itu, namun tidak 9:35 mengurangi nilai ril-nya ya, nilai 9:39 actualnya itu enggak berubah. Umpamanya 9:41 misalnya 9:43 10 eh 1000, 10.000 dapat apa ya? Ee 9:49 atau ee 2.000 dapat minuman 1 botol ya. 9:52 He. 9:53 Nah, nanti misalnya dirubah jadi Rp2. 9:56 R2 ini bisa beli untuk minuman yang sama 9:59 gitu loh. Apapun yang bernilai 10:03 ee 2.000 kalau kemudian 3 nolnya di 10:06 belakang itu dihilangkan akan menjadi 10:08 dua dan Rp2 ini bisa beli barang apapun 10:12 yang nilainya tadinya Rp2.000. 10:15 Jadi misalkan suatu barang bakso seporsi 10:18 harganya Rp10.000 10:20 Lalu kemudian proses redeninasi ini 10:24 dilakukan lalu kemudian dikeluarkan mata 10:27 uang baru dua eh Rp10. 10:31 Maka ketika ee tukang bakso itu disodori 10:36 harganya ee dibayar du Rp10, dia akan 10:40 menerima itu. Jadi pertama ini ada 10:43 proses proses of simplifying 10:47 currency volume jadi proses. Kenapa 10:50 proses? Karena redenominasi gak mungkin 10:52 dilakukan begitu saja ya. sekuat apapun 10:56 Menteri Keuangan, sekuat apapun presiden 10:59 misalnya, gak enggak mungkin ee bisa 11:01 melakukannya sendiri. Jadi harus ada ee 11:05 kesepakatan parlemen misalnya anggota 11:08 DPR mayoritas mendukung ya itu. Sebab 11:12 kalau enggak didukung oleh itu maka ini 11:14 bisa balik arah nanti. Makanya ee apa 11:19 namanya kondisivitas politik 11:22 ekonomi itu syarat mutlak ya prquisite. 11:27 Jadi syarat sebelumnya harus dipenuhi ya 11:31 yang di mana kalau tanpa ada proses 11:34 politik, proses apa kesepakatan sebagian 11:38 besar daripada bangsa kita ini terhadap 11:41 redenasi maka itu tidak akan baik ke 11:44 depannya. Nah, itu jadi yang pertama 11:46 proses. Makanya prosesnya sudah lama 11:48 kalau di Indonesiauk 11:50 sepengetahuan saya sudah 20 tahun lebih 11:53 ya. Ya, kira-kira dua dekade lah ya. 11:55 zaman Pak Darmena Sution itu ee kemudian 12:01 apa namanya timbul tenggelam, timbul 12:04 tenggelam karena 12:06 banyak yang me apa namanya yang 12:10 melihat bahwa kita enggak urgen. Karena 12:13 dari banyak contoh are denominasi itu 12:16 apabila sudah empat angka 040 di 12:20 belakangnya itu udah paling tidak 12:22 segitulah. H 12:23 Turki juga begitu dulu 40 12:27 di belakang angka itu kalau kita kan 12:29 tiga ya. Jadi seperti itu 12:33 ee apa namanya ee memangkas angka nol di 12:37 belakang 12:39 ee mata uang itu ya. Kita 10.000 menjadi 12:43 10, 100.000 menjadi 100 gitu ya. Kalau 12:45 memang tiganya di apa namanya 12:48 dihilangkan kalau empat ya nanti 10.000 12:52 jadi satu. 12:53 Rp1 itu kira-kira ya enggak sampai 12:57 senengan sama sama dengan 1 dolar sih 12:59 enggak cuman tetap dibawa 1 dolar ya. 13:02 He. 13:03 Oke. Jadi, kira-kira begitu. 13:04 Pengertiannya adalah proses di mana ee 13:07 mata uang itu disederhanakan dengan cara 13:11 memangkas beberapa nol di belakang angka 13:14 itu. Nah, proses ini penting karena 13:17 sebelum dilakukan redeninasi harus 13:20 dijelaskan dulu kepada masyarakat dan 13:22 edukasi masyarakat dan ini merlukan 13:24 waktu beberapa tahun mungkin sampai 10 13:26 tahun ya. Turki itu kalau enggak salah 13:30 denominasinya itu 2005 13:34 apa 2004 saya agak lupa itu. Nah, itu 13:37 prosesnya dari tahun 5 90-an ya. Ya. 13:41 Ketika gejala lira itu sudah mulai 13:44 kelihatan ee deprisasinya enggak bisa 13:46 dikontrol terus turun terus turun ya 13:49 gitu ya. Nah, kemudian yang kedua adalah 13:54 jadi nilai nilai mukanya itu nominal 13:56 yang tertulis dalam uang itu ee 13:59 lembaran-lembaran uang itu 10.000 akan 14:01 nanti diganti dengan uang baru menjadi 14:03 satu misalnya gitu ya, 1.000 menjadi 14:05 satu atau terserah nanti berapa. Nah, 14:07 itu ee proses apa namanya 14:10 penyederhanaan. Namun penyederhanaan ini 14:13 tidak akan mengurangi nilai daya beli 14:16 mata uang itu gitu loh 14:18 ya. Tetap dikendalikan sama ya. Jadi 14:21 tujuan redinominasi itu hanya 14:23 menghilangkan 0-0 di belakang angka. 14:25 Tetapi uang yang dicetak baru ini nanti 14:28 daya belinya perchanging power-nya tetap 14:30 sama dengan yang sebelumnya. Sama persis 14:32 enggak ada perubahan. Ini dalam konsep. 14:36 Dalam konsep seperti itu belum tentu 14:37 ketika diaplikasikan orang menerima 14:39 masalahnya. I 14:40 ya di sini maka harus perlu hati-hati, 14:42 perlu edukasi dan lain sebagainya lah. 14:44 Seperti itu. Sosialisasi sangat-sangat 14:46 penting. 14:47 Nah, ee mungkin adalah sebab apa sebab 14:52 negara itu melakukan redinominasi? Ya, 14:54 ini penting ya. 14:55 Jadi tujuannya itu tadi menyederhanakan 14:58 ee mata uang yang nolnya banyak sehingga 15:00 komputer aja mungkin sudah enggak bisa 15:02 lagi menghitung. Nah, seperti Mas tadi 15:05 katakan kan pencintraan 15:07 ya 15:08 orang senang kalau rupiah itu berat gitu 15:11 ya misalnya 15:12 berat 15:12 iya berat maksudnya 1 dolar cuma Rp1 15:14 Rp16 ya 15:15 senang itu kan 15:17 saya sendiri itu sering ke luar negeri 15:19 itu Singapura apa di Malaysia di 15:21 Thailand di Makkah di mana-manalah kita 15:24 keluar negeri kalau sudah nukar mata 15:26 wang Indonesia itu kita merasa 15:28 rendah diri 15:29 gitu 15:30 iya iya saya kira 15:31 ada wibawanya [tertawa] 15:33 saya kira Bapak-bapak menteri-menteri 15:34 yang sering ke luar negeri juga 15:35 merasakan hal itu ya. 15:36 He. 15:37 Iya. Tapi kenapa kok enggak mendukung 15:39 misalnya ini redominasi 15:41 mereka enggak bawa. 15:42 Iya. Kita ini dihina loh. Saya sendiri 15:44 di ah rupaya rupiah in segini. Itu biasa 15:48 kalau kita itu apa namanya menukar uang 15:51 dengan teman yang bukan sama-sama negara 15:53 misalnya Malaysia. Teman banyak teman 15:55 kita Malaysia. Makanya ketika 15:56 teman-teman Malaysia itu ke Indonesia 15:58 wah kita banyak kita itu ke Indonesia 16:00 cuman bawa RM1.000 udah. berpuluh-puluh 16:03 ribu, beratus-ratus ribu dapat. Senang 16:06 sekali itu. 16:09 Jadi kitanya yang tidak tidak happy sama 16:13 sekali tidak happy ya. Karena kita di 16:16 ASEAN ini saja kita itu mungkin kalau 16:18 enggak salah di bawah hanya Vietnam yang 16:21 dibawa kita 16:23 dong. Kalau mata uangnya itu dia kalau 16:26 enggak salah satu R 16:28 1 dolar itu 16:30 1 dolar Rp2.000 T 16:32 h 16:32 di atas di bawah kita 16-an sekarang iya 16:36 dia di itu tapi selain daripada Vietnam 16:39 Laos kemudian Kambja negara-negara yang 16:42 secara ekonomi lebih terbelakang lebih 16:46 jadul gitu dar daripada kita mataunya 16:48 lebih tinggi 16:49 bahkan Timorlis itu yang 16:52 ngelompat yang bisa dari kita ini pakai 16:55 dolar Amerika tuh ya Pono gini ya 17:00 apabila kita berhadapan dengan yang 17:01 gitu-gitu ya. Bagaimanapun juga jiwa 17:04 nasionalisme kita itu ee terhenyak ya. 17:08 Negara yang tidak maju-maju tapi mata 17:10 wongnya gede i 17:12 itu makanya dikatakan tadi oleh Mas 17:14 Angga bahwa itu menimbulkan rasa bangga 17:17 ya citra mata itu rupiah menjadi ee enak 17:20 didengar, enak dilihat dan ya 17:23 dibanggakan gitu. Itu efek 17:25 psikologisnya. Iya. Tapi itu tujuan 17:28 bukan tujuan ya. Itu efek saja. 17:30 Tujuannya ialah menyederhanakan 17:34 ee penulisan mata uang itu sehingga 17:36 gampang ditulis 17:38 karena sekian nol di belakangnya tiga 17:41 atau empat itu kita hilangkan dan proses 17:45 ini sudah lama keluhan kita menulis ini 17:49 sudah lama misalnya kita menulis ee GDP 17:53 gross domestic product dalam bentuk 17:55 Amerika jular Amerika selalu begitu tapi 17:58 when ketika Ja kita konversi ke dalam 18:02 rupiah itu mentok itu komputer sudah 18:04 mentok gitu. 18:06 Nah, jika dipotong tiga saja itu sudah 18:10 lebih sederhana ya. Jadi enggak enggak 18:13 butuh waktu yang banyak, enggak butuh 18:15 ruang yang banyak gitu loh ya. lebih 18:17 efisien itu 18:19 lebih efisien ya lebih simpel lebih 18:21 efisien itu ya ya 18:23 yang efek psikologisnya ya kita senang 18:26 kita bangga dan kita ya bisa berdiri 18:30 sejajar dengan negara-negara lain karena 18:32 mata orangnya relatively kurang lebih 18:34 sama iya kan 18:35 h jadi penyederhanaan ya 18:38 iya penyederhanaan 18:39 penyederhanaan 18:40 tapi apakah ketika ingin melakukan itu 18:43 itu itu sesuatu yang sederhana nanti 18:45 pertanyaannya [tertawa] makanya di situ 18:47 ada prof proses 18:49 transisi panjangnya yang bisa ustaz 18:51 lihat tuh dari mana nih Pak Ustaz tadi 18:53 kan berarti dari harga barang 18:55 iya jadi urgensi suatu negara 18:59 meredenominasi mata uangnya itu kalau 19:02 kita lihat dari sejarah ada beberapa 19:04 satu karena perang 19:07 H 19:07 ya perang dunia pertama 191418 19:14 itu Jerman kalah lah 19:17 Mark Dutchmark ya mata uang Jerman pada 19:20 waktu itu 19:22 1 dolar atau ponsterling pada waktu itu 19:25 ya 19:26 itu nolnya di belakang itu 24 kalau 19:29 salah [tertawa] 19:31 lah kita gimana caranya 19:33 iya ya mirip-mirip sekarang apa 19:35 Zimbabwe. Iya gitu mirip itu. 19:37 Jimbab 19:38 jadi 19:39 1 dolar 1 k. 19:39 Oh iya enggak ada ini enggak ada 19:41 nilainya sama sekali. Iya. Dan itu 19:43 menyulitkan kita beli roti misalnya roti 19:48 harganya semiliiar misalnya 19:51 yaitu angkanya di belakang berapa? 10 19:53 apa 9? [tertawa] 19:55 Iya ya. Itu itu kan jadi kompleks. Iya. 19:59 Nah itu harga satu roti ada R miliar 20:02 misalnya. Bagaimana kita menghitung 20:05 produk domestik brutuh PDB negeri? yaitu 20:10 pada zaman itu belum diketemukan 20:12 kalkulator, belum diketemukan 20:14 ee apalagi komputer ya. Itu berapa hari 20:17 orang menghitung ya susah. Iya. Jadi 20:20 perang Jerman itu e perang dunia pertama 20:23 itu antara Jerman dengan negara sekutu 20:25 termasuk Inggris pradis termasuk 20:28 khilafah islamiyah itu Utsmaniyah itu 20:30 ikut itu ya. ya. Nah, Jerman itu kalah 20:32 dan akhirnya abruk ekonominya dan 20:35 akibatnya adalah mata uangnya itu 20:38 useless ya gak bisa dipakai karena 20:40 begitu rendahnya. Nah, maka pada saat 20:43 itu kemudian ada dia mengalami hyper 20:45 inflation ya, inflasi sampai angka itu 20:49 24 di belakang angka ya luar biasa 20:53 itu. Nah, di situ redenominasi masuk 20:56 akal urgensinya bagus ya. Tapi ada yang 21:00 lebih parah itu ya sampai kita nyebutnya 21:02 susah ya. Ada yang lebih parah ya. Ini 21:04 yaitu di tetangganya ya 21:08 Hongaria. 21:09 Hm. 21:09 Hongaria ya. Tetangga Turki. Hongaria 21:12 1946. 21:15 Ini setelah perang dunia kedua ya. Jadi 21:18 dulu mata uangnya kan Pengo itu mau 21:22 diganti dengan mata uang buru namanya 21:23 Forin. 21:24 Peng. dia inflasinya 21:27 ya itu 4 400 okilion ya 4 * 10^ 29 21:34 itu gimana itu 21:35 okionun 21:36 iya itu gimana nyebutnyaun kuadriliun 21:39 wah sudah 21:43 ya Allah 10 21:46 eh 1* 10 * 10 pangkat 21:49 pang 21:50 29 lah itu gimana nyebutnya 21:52 panjang ustaz 21:53 iya yaitu itu mesin cetakan untuk uang 21:56 juga bingung itu. [tertawa] 21:58 Iya. Jadi full mungkin kalau kita lihat 22:01 di ee apa namanya kita punya uang 100 22:03 kan 22:04 ya Rp100.000 100 itu berarti angkanya 22:08 nolnya lima 22:09 cuman lima lah. Kalau ini 29 di belakang 22:12 itu gimana? Penuh semua dengan nol itu 22:14 ya. Ya sulit ya itu jadi ini organ itu 22:20 juga terjadi karena Perang Dunia Kedua. 22:22 Nah, oleh karena itu sejarah ini 22:25 mencatat bahwa ini adalah nilai yang 22:28 paling tinggi pada waktu itu. Saya waktu 22:30 itu belajar makroekonomi itu tentang 22:33 inflasi itu ya contohnya Jerman dan di 22:35 semua buku tekbook mau punya Samuelson, 22:39 mau punya siapapun yang dikarang oleh 22:42 orang-orang Barat terutama Amerika itu 22:45 menjelaskan tentang itu hyper inflation 22:47 pada masa Jerman setelah perang dunia 22:50 kedua ya. 22:52 itu kalau mau misalkan sebuah negara 22:54 melakukan rede nominasi itu berarti kan 22:57 penyesuaian sistem perbankan Pak Ustaz 22:59 ya. 22:59 Iya. 23:00 Itu yang disesuaikan apanya P? 23:01 Jadi kan ada mata uang baru. 23:03 Mata uang baru 23:04 ee diintrius ya diperkenalkan mata uang 23:07 baru. Mata uang lama stop saja. Jadi 23:10 misalkan sekarang ini kan belum ada 23:12 redis redenominasi ya. 23:15 itu uang yang kita punya itu ee mulai 23:18 dari yang paling kecil kan yang kalau 23:20 not kalau ee kertas itu 1.000 kan 23:23 1.000 2.000 R.000 R.000 Rp20.000 23:26 Rp50.000 Rp100.000 23:28 500 ada enggak? Saya enggak pernah lihat 23:31 100.000 yang ya kebanyakan mungkin yang 23:33 R500.000 ada tapi saya enggak pernah 23:35 lihat. Nah ini tetap jalan tetap jalan 23:40 tetap sah sebagai alat tukar. Nah, 23:44 ketika denominasi itu nanti 23:46 diaplikasikan, 23:49 digradekan 23:52 di ee dimulai terjadi 23:54 hari itu, 23:55 maka Bank Indonesia akan mencetak uang 23:58 dengan nominalisip baru. Di nominasi 24:01 baru mungkin 24:02 satu 1.000 menjadi satu gitu Rp1 ya. 24:06 F-nya ya tetap satu. Tetapi satu ini 24:09 nanti bisa dipakai untuk ee belanja di 24:13 pasar-pasar ya. Kemudian kalau si apa 24:17 penjualnya ragu enggak mau, ya sudah 24:19 kasih yang asli yang masih lama yang 24:21 yang 1000 yang lama gitu ya. 24:24 Jadi kedua-duanya nanti ini apa begitu 24:27 sosialisasinya ya. Makanya namanya 24:29 proses sosialisasi sampai orang itu 24:32 yakin semuanya dari Sabang sampai Merauk 24:35 bahwa ini adalah yang baru dan kita 24:39 terima 24:40 1000 jadi satu 10.000 jadi 10 gitu. 24:44 Tapi Pak Ustaz kalau dalam perjalanan 24:45 sejarahnya itu apakah reemonisi ini 24:48 dapat menjaga kestabilan nilai mata uang 24:51 Pak Ustaz? 24:52 Dalam jangka pendek. 24:54 Jangka pendek aja. H. Dalam pendek itu 24:55 kalau kita misalnya dalam ekonomi kan 24:57 jangka pendek itu tidak dihitung 24:59 setahun, 2 tahun, enggak. Biasanya yang 25:01 dimaksud dengan short run 25:03 heeh 25:04 atau short term itu adalah jika asumsi 25:08 itu belum berubah ya 25:10 atau variabel-variabel yang membuat 25:12 dilaksanakannya redenominasi ini belum 25:15 berubah. 25:16 Iya. 25:16 Nah, jika salah satu dua atau tiga dari 25:18 variabel itu berubah kita masuk ke dalam 25:22 long term ya. He. 25:24 Tapi biasanya kalau orang awam ya dari 25:28 sisi waktu 25:28 Heeh. 25:29 sebulan, 2 bulan gitu. Karena mereka 25:31 ingin ingin ada efek ya. Efek kebijakan 25:35 itu dalam bidang ekonomi ada yang lambat 25:38 yang tidak segera kita bisa rasakan. I 25:43 tapi yang ingin masyarakat rasakan 25:46 pokoknya harus ada rasanya lah gitu. 25:48 [tertawa] 25:49 Iya kan begitu ya. Tapi kalau redenes 25:53 ini dilakukan itu dalam waktu yang 25:55 sangat singkat ee terjadi ini gejola itu 25:59 selesai diredabilan 26:03 muncul ya kepercayaan orang muncul dan 26:07 lain sebagainya. Cuma pertanyaannya 26:09 apakah dalam jangka panjang itu bisa 26:13 dipertahankan? Ya kalau dalam jangka 26:15 panjang tergenus oleh inflasi 26:17 ya. Misalkan gini, kita itu pernah 26:20 melaksanakan senering di Indonesia. 26:25 Senering itu tidak sama dengan 26:26 redenominasi. Iya kan? senar yang 26:29 terjadi pada tahun 1950 pas kita ini 26:33 baru saja menerima apa kedaulatan dari 26:36 Belanda tahun '9 ya kan ya waktu itu 26:39 gubernur gubernur bang saya Pak 26:41 Safruddin perwiran negara kita mengalami 26:45 destabilasi ekonomi ketidakstabilan 26:48 ekonomi karena walaupun kita ini sudah 26:50 mendapat kedaulat tapi perang internal 26:54 di dalam negara Indonesia banyak sekali 26:57 di Jawa ada di sema Sumatera ada, di 26:59 Sulawesi ada. Jadi stabilitas politik 27:01 enggak ada. Boleh dikatakan begitu. 27:04 Ekonomi umurat-marit. Karena selama 27:07 penjajahan Jepang dari tahun 1942 27:11 sampai 19 27:13 45 infrastruktur kita habis 27:17 ya. Keril keril kereta api ada yang 27:20 dihabis diambil dibawa ke Burma. pabrik 27:24 milik Belanda diambil alih oleh Jebang 27:27 dan untuk menduk mungkin tinggal 40% 27:30 atau 30%. Jadi Indonesia itu ketika 27:33 menerima kedaulatan itu ya boleh 27:36 dikatakan kalau mobil itu mogok sudah 27:39 [tertawa] belur 27:40 belur. 27:41 Iya bawa belur pikir 27:43 dan bisa dipakai untuk transaksi 27:44 langsung. 27:45 Iya bisa. Jadi begini dulu kan 27:47 denominasinya kecil-kecil Rp5. Apa 27:49 namanya? Orang yang punya mata uang Rp5, 27:53 maka uangnya digunting separuh krak 27:56 diputus. Benar-benar diputus. Makanya 27:58 disebut gunting Safrudin ya gitu. 28:00 Tengah-tengah ya, tengah-tengah. 28:01 Iya, tengah-tengah digunting. Nah, yang 28:04 separuh ini tetap dibawa oleh yang punya 28:06 uang. Iya kan? Yang separuh lagi itu 28:10 dimasukkan sebagai obligasi. 28:11 Tapi nilainya tetap lima enggak? 2, 28:13 tetap lima. Enggak. Jadi 28:14 bagi dua jadi 2,5 gitu. 28:15 Enggak. 28:16 Oh, enggak ya? 28:17 Iya. 28:17 Oh, seni namanya. 28:18 Iya, seni ya mungkin. 2,5 apa enggak 28:20 tahu saya. Tapi separuh ya separuh itu 28:24 2,5 misalkan itu untuk yang punya. Nah, 28:27 2,5 lagi itu untuk apa namanya? 28:29 Obligasi. Dianggap orang ini 28:32 ee pemerintah menghutang kepada dia 28:34 dengan bunga kalau enggak salah berapa 28:36 ya? 2% untuk jangka waktu 30 tahun. 30 28:40 tahun kemudian baru bisa orang ini 28:43 ngambil uangnya dengan bunganya. Lah 28:45 pada zaman dahulu seperti itu tahun 28:46 50-an kan uang juga belum banyak. 28:48 Apalagi di desa-desa mungkin sangat 28:51 sedikit yang punya uang gitu. Tapi efek 28:54 daripada sering ini 28:56 cespleng lah istilahnya. 28:58 Oh, ada efeknya, Ustaz. 28:59 Iya. Stabil itu 29:00 stabil ya. 29:01 Iya. 29:02 Tapi kalau buat yang redenasi ini 29:06 ada yang mengatakan kalau ekonominya 29:07 stabil ini bisa dilakukan. 29:09 Iya. 29:10 Tapi kalau ekonominya enggak stabil wah 29:12 rentan. 29:12 Iya. Memang itu prasyarat ya. Oh. 29:15 Nah, orang yang memandang sinis terhadap 29:17 redenominasi itu ada beberapa sebab. 29:20 Pertama, 29:20 he 29:21 kita enggak punya urgensi untuk 29:23 melakukan redenominasi 29:25 karena kita stabil walaupun rupiah turun 29:29 tapi stabil ya, relatively stabil itu la 29:33 syak fihi tidak ada yang meragukan. 29:35 He 29:35 ya. Secara ekonomi 29:38 kita ini dalam keadaan stabil ya. Stabil 29:41 apa? rupiah dalam keadaan terdepresiasi 29:44 terus ya. 29:46 Makanya saya katakan tadi bahwa sekarang 29:48 saya misalkan 29:49 he 29:50 naik teksi dari bandara ke kota wisata 29:52 sudah hampir 500 ya 500 600 termasuknya 29:55 bayar turun. 29:57 Nah, 2 tahunnya kadang bisa jadi kalau 30:00 keadaannya tetap seperti ini 30:03 itu bisa R juta 30:04 ya bisa R juta seperti yang kita pernah 30:08 alami dulu ketika kita ke Turki 30:10 dari bandara ke hotel 1,5 juta 1,6 lah 30:14 lira pada waktu itu sebelum 30:15 redenominasi. 30:17 Nah, 30:18 berarti reominasi ini patokannya kurs 30:22 mata uang asing dolar. Enggak, enggak, 30:24 enggak ada, enggak ada 30:25 hubungannyaak. 30:26 Enggak, enggak ada hubungan. 30:27 Iya, enggak. 30:28 Kita rupiah dengan rupiah ya, 30:30 kita tidak tahu menahu dengan uang 30:32 asing. Ya, itu kan namanya kurus ya. Ya, 30:35 kita membeli mata uang asing atau 30:37 menukar uang kita dengan mata uang kita 30:39 kursus lah. Kita enggak ada hubungannya 30:41 kita itu semata-mata rupiah saja. 30:45 Jadi kalau untuk nilai tukar mata uang 30:47 sebenarnya citra rupiah di luar itu 30:49 tetap. 30:50 Nah, iya. Jadi, tapi nanti ee ketika 30:53 terjadi kan sekarang 1 dolar 16.000 30:56 misalkan ya. Jadi 16 30:58 jadi 16 30:59 iya gitu 31:00 Rp16. 31:01 Iya. Jadi kita punya opo efek 31:04 psikologisnya tinggi banget. 31:06 Efek psikologis. Nah, menurut Pak Ustaz, 31:09 bagaimana ekonomi Islam memandang 31:11 redominasi ini? Terutama ketika dikaitan 31:14 dengan keberpihakan ekonomi Islam 31:16 terhadap kestabilan mata uang nih, Pak 31:17 Ustaz. 31:18 Tadi kan saya sebutkan ya, sebagian ahli 31:20 ekonomi atau akademisi atau pengamat 31:22 ekonomi 31:24 itu melihat redenominasi itu kan untuk 31:26 kasus Indonesia ini tidak urgen. Kenapa? 31:30 Karena ekonominya relatively stabil ya. 31:34 Ya. Sejarahnya redenominasi itu terjadi 31:36 pada ekonomi di mana dia mengalami hyper 31:39 inflation, inflasi yang sangat tinggi 31:41 dan ekonomi tidak stabil 31:44 apalagi politik. Nah, ketika itu terjadi 31:47 maka urgensi ee redenominasi itu menjadi 31:51 masuk akal. Jadi didukung oleh semua ya. 31:54 Tapi apabila sebuah perekonomian 31:56 walaupun nilai tukarnya nilai tukar mata 31:59 uangnya itu lemah terhadap dolar Amerika 32:01 itu urgensi untuk melakukan redominasi 32:04 itu enggak penting gitu loh ya. Ngapain 32:07 gitu loh 32:08 ya. Nah, ini berarti motifnya itu 32:12 mungkin untuk penyederhanaan. 32:14 Penyederhanaan tadi simplifying the 32:17 value the face value of currency. Jadi 32:20 menyederhanakan nilai nominal e suatu 32:23 mata uang yang terlalu banyak nolnya di 32:26 belakang gitu loh ya. itu. Jadi ini 32:30 dirasa sudah kurang pas gitu kalau kita 32:33 melakukan penghitungan terhadap produk 32:36 domestik bruto. Produk domestis bruto 32:39 itu kita menggunakan ee nilai tukar 32:41 rupiah yang sekarang yang angkanya 32:43 banyak banget ya nanti enggak kebaja. 32:46 Iya kan? Nah, sekarang ee seperti itu ke 32:49 apa namanya ee ke ee keberat bukan 32:52 keberatan ya, konsen daripada para ahli 32:56 ya itu. Nah, ada yang efeknya kalau 33:00 misalkan disebut manfaat atau eh efek 33:04 baiknya kepada kita itu ya di antaranya 33:07 tadi itu kita menjadi lebih happy, lebih 33:09 senang, lebih bangga, 33:11 lebih apresiatif ee terhadap nilai tukar 33:13 mata uang kita karena kita merasa tidak 33:16 lagi menggunakan uang yang banyak, tidak 33:19 lagi malu terhadap orang asing yang mata 33:20 uangnya lebih kuat daripada kita. kita 33:23 ini di mana-mana diketawain. Bahkan ada 33:25 teman ya 33:26 saya ini RGB-nya itu menggunakan tata 33:30 bahasa Arab. 33:31 Heeh. 33:33 Kenapa you pakai nama rupiah? Dia 33:37 membandingkan dengan rupi. Pakistan atau 33:39 India? 33:39 Rupi. 33:40 Iya rupi. 33:41 Rupi enggak pakai 33:42 tak marbuto. Dia bilang 33:44 tak marbuto itu dalam bahasa Arab itu 33:46 perempuan ya. 33:47 H 33:47 muannas. Iya 33:49 rupiah. 33:50 Mannas kan. Iya. 33:51 Rupiah pakai tamar butuh. [tertawa] 33:53 Tamar butuh. 33:54 Nah, rupiah itu tamar butuh berarti dia 33:57 itu muannas lah. Mannas mang di bawah 33:59 enggak pernah di atas gitu. Ee itu 34:02 meledek itu. I 34:04 iya iya. Sindiran ya? 34:05 Sindiran. Iya. Tapi ini bagi orang yang 34:08 enggak tahu bahasa Arab ya enggak enggak 34:09 paham. I [tertawa] 34:12 padahal kalau kita lihat sekarang itu 34:14 rupi India pun turun terhadap dolar. 34:17 Rupi Pakistan juga lebih turun lagi. 34:19 Dulu ketika saya kuliah, Rupi India itu 34:22 lebih tinggi 34:23 dari 34:24 dari rupi Pakistan. 34:25 Pakistan 34:26 ya. Jadi eh rupi Pakistan lebih tinggi 34:28 daripada India. Misalkan 1 dolar waktu 34:30 saya tukar itu normalnya itu Rp15 34:35 Pakistan. 34:35 He. 34:36 India itu bisa 20. 34:38 Iya lebih rendah. 34:39 Iya lebih rendah. sekarang enggak eh 34:41 balik ee India Rupia India lebih bagus 34:44 lebih tinggi 34:45 tapi depresiasi 34:48 dan karena beberapa kali devaluasi mata 34:50 uang rupiah Pakistan itu. Rupi Pakistan 34:52 itu zaman saya kan 1 dolar kira-kira 34:55 Rp15 sekarang sudah 300 nyaris. 34:57 Hm. 34:57 300 berapa? Berapa kali lipat? 35:00 Iya ya. 35:00 Iya dari 15. 35:03 Apakah dolar bisa mendepresiasi semua 35:05 mata uang di dunia? Enggak 35:08 kayak Kuwait lebih tinggi 35:11 ponserling. 35:11 Heeh. Ponerling. Ee bukan apa sih? 35:14 Brunei nih. Brunei Darussalam juga itu. 35:17 Brunei bukan dolar bukan ya? 35:18 Bukan dolar Brunei ya. 35:20 Dolar Brunei dolar Singapura ada. 35:22 Iya. Iya. 35:24 Ee 35:25 ee terhadap mata uang karena sekarang 35:27 mata uang kan dipack e di apa ya? 35:30 Dihitung dengan dasar dolar gitu ya. 35:32 Dipek 35:33 bukan dengan gol atau amas tapi dengan 35:35 pek dengan dolar Amerika. He. 35:36 Ada yang dalam jangka panjang itu diaasi 35:40 terus-menerus. Ada. He. 35:42 Euro itu dulu kan di bawah dolar, 35:45 sekarang di atas dan sudah jangka waktu 35:47 yang lama dia 35:48 euro ya. 35:49 Iya. Euro. Ketika dibuat tahun 2000 euro 35:51 itu dibawa dolar. 35:53 Sekarang ini lebih tinggi 35:54 lebih tinggi 35:55 gitu. 35:57 Dolar sendiri juga terinflasi kan. 36:00 Misalkan kita beli mobil pertama kali 36:03 dibuat mobil. 36:06 He. 36:06 Mobil harganya 200-an dolar. Sekarang 36:09 ada 40 dolar paling murah Rp40.000. 36:12 R.000. 36:12 Iya kan? Itu dia sendiri mengalami ee 36:16 nilai tukar yang kurang. 36:17 Iya. 36:18 Iya. 36:20 Ikhwan akhwat, saat ini Anda sedang 36:23 menyimak kajian ekonomi Islam. Kita 36:25 membahas mengenai redenominasi 36:28 dalam pandangan ekonomi Islam. Kami 36:31 mengajak Anda untuk bergabung. Silakan 36:33 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 36:36 ke nomor WhatsApp rasil di 0811999 36:40 720. 36:42 Kita akan rehat sejenak. Ikhwan akhwat. 36:44 Kami akan kembali setelah yang satu ini. 36:55 Hasil [musik] 36:56 TV 37:05 [musik] 37:18 [musik] 37:27 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 37:29 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 37:31 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 37:32 terima kasih masih bersama kami dalam 37:34 kajian ekonomi Islam. Kita mengat topik 37:36 mengenai redenominasi di dalam pandangan 37:39 ekonomi Islam. 37:41 Saya ingin menyapa Ibu Anicani Hudaifah 37:44 ini menyampaikan WhatsApp-nya, menyimak 37:46 siaran di pagi hari ini. Begitu Pak 37:48 Budi, ada juga Pak Ahmad di Bogor 37:52 menyimak siaran di pagi hari ini. 37:55 Begituun Pak Rohili, alhamdulillah 37:58 sedang menyimak kajian di pagi hari ini 38:00 bersama Ustaz Ikhwan Basri. 38:03 Pak Ustaz, sebelum saya ke beberapa 38:05 pertanyaan masuk, Pak Ustaz, ya. Nah, 38:07 sekarang kalau kita lihat, Pak Ustaz, 38:08 dalam dunia Islam kan orang mengenal 38:11 yang namanya dinar dan dirham nih, Pak 38:13 Ustaz. Apakah jika mata uangnya itu 38:16 dinar ataupun dirham, 38:19 apakah ada istilah reominasi ini? 38:23 Enggak ada. 38:24 Enggak ada. 38:24 Enggak ada. 38:25 Karena enggak dibutuhkan. 38:27 Hm. 38:27 Ketika suatu perekonomian menggunakan 38:31 dinar mata emas ya. 38:33 Heeh. 38:34 dengan dirham mata uang dari perak. He 38:39 itu ekonomi stabil. 38:42 Hm. 38:43 Atau dalam istilah ee relatively stabil, 38:46 lebih stabil dibandingkan dengan ee yang 38:49 menggunakan selain keduanya. Ya, 38:52 sejarah membuktikan itu ya. 38:54 Nah, kalau kita lihat dari sejarah, para 38:58 peneliti riset mengatakan bahwa ada 39:00 bukti bahwa hubungan relatif antara 39:03 harga emas dengan harga dinar dengan 39:05 harga ee dirham itu tidak stabil di 39:10 sepanjang ziarah Islam. mulai dari ee 39:13 berakhirnya kekhilafan khulafur rasyidin 39:16 sampai kepada katakanlah jatuhnya 39:19 Baghdad itu ya tahun 1258 39:22 itu menunjukkan tidak stabil. Tapi 39:26 ketidakstabilan itu boleh dikatakan 39:28 dimengerti karena ada faktor-faktor non 39:32 ekonomi yang berpengaruh terhadap 39:34 ekonomi. Misalnya perang perang salib 39:36 itu nyari 20 tahun eh 200 tahun ya itu 39:39 pengaruh terhadap nilai tukar terhadap 39:41 perdagangan dan lain sebagainya. Tapi 39:43 itu enggak sampai kita membutuhkan 39:45 redenasi enggak ada ya enggak dikenal ya 39:49 itu enggak sampai segitu karena kita 39:52 tetap menggunakan ee dinar dan dirham. 39:56 menjadi 39:57 lebih tidak stabil lagi mata uang kita 40:01 itu mata uang negara-negara Islam 40:02 maksudnya sesudah dinar dan diram enggak 40:05 dipakai. 40:06 Hm. 40:07 Ketika fulus masuk 40:09 pakai uang kertas itu. 40:11 Iya. Bukan logam juga tetapi tidak dari 40:14 bukan 40:15 ee perak 40:15 bukan logam mulia. 40:16 Iya. Karena pada waktu itu terjadi 40:18 begini. He. 40:19 Ketika uang itu benar-benar emas asli, 40:23 orang yang ber apa ya? Bertransaksi lalu 40:26 mendapatkan uang dinar, dia enggak mau. 40:29 Dia akan pegang uang itu, 40:31 enggak mau pakai untuk transaksi lagi. 40:33 Dia akan ubah menjadi perhiasan yang 40:35 lebih mahal. Nah, semua orang melakukan 40:39 hal yang sama seperti ini sehingga uang 40:40 dina itu enggak ada 40:42 tersimpan. 40:42 Iya. Gak ada di dalam persirkulasi. di 40:46 ini di 40:46 Nah, ketika diar itu sudah enggak ada, 40:49 maka yang terjadi uang di bawahnya yang 40:51 lebih rendah nilainya yaitu 40:54 dirham. 40:55 Heeh. 40:56 Nah, ada masalah yang sama terjadi 40:58 ketika dirham itu murni dipakai menjadi 41:01 mata uang. Lalu orang yang melakukan 41:04 transaksi seringki tidak lagi apa 41:06 namanya ee melakukan transaksi dengan 41:09 dirham tapi menyimpan lagi 41:11 untuk perhiasan atau tujuan lain atau 41:13 seperti itulah sehingga uang dinar 41:16 enggak ada dalam sirkulasi, uang dirham 41:19 juga enggak ada dan akhirnya yang yang 41:21 terjadi fulus yaitu mata uang terjadi 41:24 yang dibuat dari ee nikel apa bukan 41:27 nikel dulu belum ada apa sih namanya 41:30 tembaga lah 41:30 tembaga kuningan segala macam begitu ya 41:33 campur-campur gitu. 41:34 Heeh. Itu 41:35 yang nilai-nilai lebih rendah. 41:37 Nah, itu ditulis oleh 41:39 tukar 41:40 oleh para peneliti kita Almakrizi. 41:43 Iya. 41:44 Tahun berapa uang dinar hilang di 41:46 Askandaria? 41:47 Tahun berapa di Kairo dan seluruh Mesir 41:49 hilang itu dia tulis ada di dalam 41:51 bukunya ya. Itu 41:53 karena orang sudah tidak mau lagi 41:55 menggunakan untuk 41:55 Iya. Nah, jadi sistemnya itu ini sudah 41:58 korup enggak percaya lagi. Enggak bisa 42:00 dipercaya. 42:01 ya sistem ee keuangan itu sudah sudah 42:05 tercampur dengan macam-macam korupsi ee 42:09 niat busuk dan lain sebagainya. Sehingga 42:11 yang terjadi sebagai mata uang yang 42:13 berlaku itu bukan dari dirham, bukan 42:15 dari emas, yang dari lebih bawah 42:17 nilainya. Nah, kemudian setelah itu 42:19 dunia Islam jatuh sudah ke tangan 42:22 negara-negara Eropa yang akhirnya 42:25 menjadikan mata uang negara Eropa. 42:27 Belanda di Indonesia 42:29 ee itu menggunakan mata uang yang dari 42:31 Belanda 42:33 itu sampai dia keluar dari Indonesia. 42:35 Dulu Golden namanya kan? 42:36 Golden. 42:37 Iya. 42:38 itu. Jadi kalau di dalam sebuah negara 42:41 yang menggunakan dinar dan dirham yang 42:44 yang benar bukan bukan nominalnya diram 42:46 kayak misalkan emirat Arab itu kan 42:48 menggunakan dirham ya tapi bukan itu 42:50 yang nama doang gitu kan pakai 42:54 iyaatman. 42:55 Jadi ada beberapa negara yang 42:56 menggunakan mata uangnya itu namanya 42:58 dinar tapi bukan dinar yang kita maksud 43:00 di sini. Jadi kesimpulannya adalah yang 43:02 saya tahu semua negara yang menggunakan 43:06 mata uang dinar dan heram yang benar 43:09 yang dari emas dan dari perak e dengan 43:11 standar tertentu ya tidak perlu 43:13 melakukan redenominasi karena tidak akan 43:16 terjadi apa namanya inovasi yang hyper 43:20 dan juga tidak akan terjadi 43:21 ketidakstabilan nilai tukar karena itu 43:24 akan dikunci dengan ini tadi dinar dan 43:26 diram itu yang asli ya 43:29 ada Pak Yudi Pak Ustaz menyampaikan 43:31 WhatsApp-nya. Asalamualaikum 43:32 warahmatullahi wabarakatuh. 43:34 Waalaikumsalam. 43:35 Dikatakan tadi oleh Pak Ustaz dominasi 43:37 dolar Amerika. Kenapa mata uang dunia 43:41 itu harus dolar? Kenapa tidak diganti 43:44 euro yang dimiliki juga oleh banyak 43:46 negara apalagi di Eropa? Kalau dolar 43:49 Amerika hanya dipakai di satu negara 43:51 Amerika saja. 43:53 Iya. Ini ada sejarahnya ya. Jadi tidak 43:56 begitu serta-merta dolar itu menjadi 43:59 mata uang dunia. Enggak ya. 44:01 Jadi pada kita ingat bahwa pada waktu 44:04 sebelum perang dunia kedua, sebelum 44:06 perang dunia kedua Indonesia enggak ada. 44:09 Yang ada India Timur, India Belanda mata 44:13 uangnya golden ya. Inggris mata uangnya 44:17 pstereling dan Inggris menguasai 44:19 pokoknya ada parib bahasa-bahasa Inggris 44:22 itu British rule the waves ya. Inggris 44:26 menguasai dunia, menguasai lautan gitu 44:28 kan ya. Di sini aja ada di Malaysia, ada 44:31 di Brunei, ada di mana-mana India, 44:34 Pakistan dan lain sebagainya sampai 44:35 Afrika, kemudian Amerika Latin, Amerika 44:37 Serikat sendiri itu British sebetulnya, 44:40 kemudian Kanada ya kan. Jadi begitu 44:42 luasnya koloni Inggris ini. He. 44:45 Dan itu yang berlaku mata wang dia 44:47 setelah perang dunia kedua berakhir ada 44:51 didirikan IMF ya. Nah, pada waktu itu 44:55 Indonesia kan belum ada, belum punya 44:57 mata uang sendiri, I kan. 44:59 Nah, negara-negara seperti Indonesia itu 45:01 banyak. Pakistan, India juga belum punya 45:02 mata uang sendiri ya, negara sebesar itu 45:06 ya. Nah, akhirnya dengan kemenangan 45:09 Amerika atas Uni Soviet itu eh atas 45:12 Jerman, maka berlakulah ini 45:14 diserahkanlah segalanya ke Amerika. 45:16 Dulunya itu Inggris ya. ya. Setelah 45:19 Perang Dunia Kedua itu diserahkan ke 45:20 Amerika termasuk nasib Israel yang masih 45:24 dalam konsep itu diserahkan kepada 45:26 Amerika oleh Inggris gitu ya yang 45:27 akhirnya menjadi negara Israel. Tapi 45:29 kalau kita bicara tentang ini setelah 45:32 apa namanya IM berdiri itu ee mata uang 45:36 Amerika itu ee apa namanya ee di tetap 45:42 diback dengan emas sebetulnya. He. 45:45 Tetapi mata uang yang lain diback kepada 45:48 US Dollar. Iya, itu sarannya. Tapi 45:52 begitu pada zaman waktu itu kan belum 45:55 transaksi atau orang-orang pergi ke luar 45:57 negeri enggak banyak ya. 45:59 Saya kebutuhan itu enggak dirasa. 46:00 Pokoknya kalau kita ke luar negeri ya 46:01 beli dolar gitu aja ya. Masalahnya 46:03 enggak ada masalah karena pada waktu itu 46:06 jumlahnya sedikit. Nah, ketika sudah 46:09 negara-negara ini merdeka, negara 46:12 Amerika, Latin merdeka, Afrika merdeka, 46:14 Indonesia merdeka. Nah, itu kemudian 46:16 traksinya banyak ya. Nah, sebetulnya 46:19 Amerika tetap ingin mendominasi matong 46:22 dolarnya itu. Maka ketika dia menjadi 46:25 mata uang yang diakui dunia, tetapi apa 46:29 namanya? Apa namanya? Reserve. Apa? 46:32 reserve bahasa Indonesia nih. Reserve 46:34 itu apa ya? Saya jadi lupa bahasa 46:36 Indonesianya. Jadi reserve itu simpanan 46:40 Mas di bank sentral itu loh apa? Nah itu 46:44 simpanan uang emas, simpanan uang bank 46:47 Sentral Amerika itu tidak sebanyak 46:50 dengan dolar yang beredar di seluruh 46:52 dunia. Nah, ini kewalahan. Artinya apa? 46:55 Dolar itu kan harusnya dipack pada emas. 46:57 Tapi Amerika sendiri enggak punya 46:58 cadangan emas untuk m-back daripada mata 47:01 uangnya. Nah, maka tahun 1973 47:05 Presiden Nixon mengatakan bahwa dolar 47:07 mulai hari ini tidak lagi diback kepada 47:09 emas, 47:11 tapi seluruh mata uang dunia diback 47:13 kepada Amerika. Lah lucu kan? 47:15 Iya. 47:16 Dan pada waktu itu dunia luar biasa 47:18 kuatnya. 47:19 Ya kita boleh saja tidak makai dolar 47:21 tapi enggak bisa ke mana-mana karena 47:22 uang kita enggak laku. 47:23 Iya. nya kita ke Singapura ya waktu itu 47:28 hanya dolar yang berlaku di sana lah. 47:30 Kita mau beli makanan, beli apa? Beli 47:33 mau menetap di hotel kan gak bisa orang 47:36 enggak mau terima. Nah, karena 47:39 keperayaan dunia kepada dolar begitu 47:40 kuat, maka otomatis jadi seperti itu. 47:45 Walaupun kita enggak enggak setuju, tapi 47:47 yang faktual begitu gitu loh. Jadi kalau 47:50 kita ke mana-mana, orang belajar ke 47:52 Amerika, orang pelesiran ke Eropa, ke 47:54 mana-mana bawa dolar karena diterima 47:58 ya kita enggak diterima rupiah gitu 48:01 gitu sejarahnya seperti itu. 48:04 Selanjutnya ada yang seri. 48:06 Asalamualaikum warahmatullahi 48:07 wabarakatuh. 48:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:09 wabarakatuh. 48:10 Pak Ustaz, kalau ini benar-benar terjadi 48:13 redensi, 48:15 bagaimana dengan status hutang negeri 48:17 ini gitu? 10.000 triliun jadi 10 48:22 triliun. 48:23 Iya. 48:23 Atau bagaimana cara membayarnya, Pak 48:25 Ustaz? Apakah mau dibayar dengan apa? 48:27 Mohon solusinya. 48:28 Itu ada nanti istilahnya adjustment, 48:30 penyesuaian ya. 48:32 Di mana-mana selalu akan terjadi 48:33 adjustment. Jadi orang pada tahu apalagi 48:37 kreditur ya negara pun ataupun lembaga 48:41 itu pasti tahu ada redenominasi dan dia 48:44 memahami ya. Jadi enggak ada masalah 48:47 bagi hal seperti itu. Yang masalah itu 48:49 bagi orang-orang yang enggak tahu 48:50 orang-orang awam ini masalahnya bingung. 48:53 Tapi kalau bagi orang donatur ataupun 48:55 lembaga keuangan internasional mereka 48:58 memahami ee apa namanya efek daripada 49:03 redenominasi. Jadi enggak ada masalah. 49:06 Heeh. Iya. Selanjutnya dari 08593424. 49:11 Sekian-sekian tidak menyebutkan nama. 49:13 Asalamualaikum warahmatullahi 49:14 wabarakatuh. 49:15 Waalaikumsalam war. 49:16 Pak Ustaz mohon maaf pertanyaan saya 49:17 menyimpang dari tema. Saya ingin 49:20 menanyakan bagaimana hukum deposito itu 49:22 dalam pandangan Islam. Apakah termasuk 49:24 riba atau tidak? Terima kasih. 49:28 Ee pertanyaannya hukum dibus itu apakah 49:32 halal haram untuk Islam? Ya. 49:34 Heeh. 49:35 Nah, ini harus dirinci depositunya itu 49:37 syariah atau bukan. 49:38 Hm. 49:39 Iya. Depositu harus di ee jelaskan kalau 49:44 deposito saja konvensional. 49:47 Iya. 49:47 Lah kalau deposito konvensional hasilnya 49:50 riba. 49:51 Ada ribanya, Ustaz. 49:52 Ada ribanya. Pasti ada bunganya kan. 49:54 Iya. 49:54 Jadi deposito itu kan kita menaruh uang 49:57 di bank ee dalam jangka waktu tertentu 50:00 enggak boleh kita ambil. Misalnya 50:02 usianya sebulan, 3 bulan, 6 bulan, 50:05 setahun misalnya. 50:06 Nah, selama kalau kita menggunakan 50:07 jangka waktu sebulan misalnya, dalam 50:09 waktu sebulan itu uang kita enggak boleh 50:11 kita ambil. Iya. Tapi sebagai gantinya 50:13 kita akan dikasih bunga. Nanti ada 50:15 hitungan bunganya berapa. 50:16 Kita mau menaruh uang sebagai dibuso, 50:19 itu sudah ada ee bunganya apa namanya? 50:22 Indikasi bunganya sudah ada. Iya. 50:24 Misalnya 2% per tahun atau 5% per tahun 50:26 ada ya gitu ya. Nah, kalau deposito ini 50:30 pastilah ee mengandung riba jika 50:33 deposito itu adalah konvensional karena 50:36 mengandung ee ee ke apa namanya? 50:38 Mengandung bunga yang diharamkan. Nah, 50:41 defus itu syariah tidak tidak haram. 50:43 Karena apa? Karena menggunakan akad 50:45 mudarabah. 50:46 Iya. Kenapa sama-sama dibus itu kok 50:49 kemudian satu khal satu hal? lah karena 50:52 di dalam Islam ada yang syariah ya, ada 50:55 syari akadnya kita mengenai akal 50:56 mudarabah atau mungkin wadiah boleh juga 50:59 ya kan. 50:59 Nah, ini tapi enggak mungkin saya 51:01 jelaskan secara detail sekarang di sini 51:03 karena pertanyaan cuma seperti itu ya 51:05 jawabannya saya singkat saja 51:07 gitu ya. Kalau yang 51:09 ee syariah itu boleh Pak Ustaz ya. 51:11 Iya. 51:11 Nah, selanjutnya ini dari Pak Ahmad di 51:15 Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 51:18 wabarakatuh. 51:19 Waalaikumsalam warahmatullah. Kalau 51:21 untuk lebih efisiensi, efisien dan lebih 51:24 mudah, sepertinya di zaman sekarang ini 51:26 distribusinya udah ke mata uang digital. 51:29 Bagaimana menurut Pak Ustaz pengaruhnya 51:31 dengan penyederhanaan uang? 51:34 Enggak masalah. 51:36 Enggak masalah ya. 51:36 Enggak masalah. Digital itu metode aja 51:39 ya. 51:40 Ya, digital tapi fisik uangnya kan tetap 51:43 yang diredenominasi ini kan fisik 51:44 uangnya. 51:45 He. 51:45 Nah, kalau misalkan begini, uang itu 51:48 kita punya uang Rp100.000 I. 51:50 Heeh. 51:51 Kita simpan ke bank. Datang hari ini 51:53 kita ke bank BSI. Uang kita enggak ada, 51:57 fisiknya enggak ada. 51:58 Heeh. 51:58 Masuk ke dalam sistem digital. 52:01 Kita bisa tarik di mana saja, kita bisa 52:03 transfer di mana saja gitu. Tapi uang ya 52:05 tetap uang gitu. 52:07 Ya, enggak ada pengaruh sebetulnya. Iya. 52:11 Kalau di dari redenasi ini kalau tujuan 52:14 untuk efisiensi pengelolaan uang tuh 52:16 gimana, Pak Ustaz? ya efisiensinya tadi 52:19 itu ya jadi kita tidak banyak 52:22 menulis angka nol belakang angka g itu 52:25 simplifikasi yang kedua ee kita memiliki 52:29 efek psikologis kita bangga kita senang 52:32 kita happy karena uang kita setara 52:35 dengan tetangga [tertawa] 52:37 nah psikologis itu ngaruh ke distribusi 52:41 uang tunai enggak 52:42 enggak enggak itu kan psikologis masalah 52:44 psikologis yaak ya 52:45 enggak ya misalkan gini Ya, apakah 52:48 setelah dariinasi kemudian banyak orang 52:50 ke Singapura? Lah, enggak tahu itu 52:52 [tertawa] 52:53 untuk menyaksikan bahwa kita happy 52:55 ketika kita lihat transaksi kan enggak 52:57 mungkin pengin megang cash banyak gitu 52:59 kan. 52:59 Iya. Ataukah kita ke bandara lihat money 53:02 changer supaya happy kita melihat 53:04 transaksi. Enggak mungkin begitu. 53:06 Iya. Iya. I iya. 53:08 Tapi happy senang kalau kita lihat 53:10 ketika di bandara di mana-mana ada 53:13 mancha changer itu, oh uang kita 53:15 sekarang enggak pakai nol banyak. Nah, 53:16 itu pasti ada efek psikologisnya yang 53:19 bagus gitu ya. 53:22 Baik, Pak Ustaz, itu 53:23 pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita 53:25 jawab ya untuk ee topik kita di 53:27 kesempatan kali ini. Sebagai penutup ee 53:29 Pak Ustaz ee melihat denominasi dalam 53:33 pandangan Islam ini menurut Pak Ustaz 53:35 bagaimana kesimpulan yang bisa kita 53:37 sampaikan? 53:38 Ee sebetulnya saya mau tambah tapi 53:40 sekali kesimpulan ya. 53:41 Iya, Ustaz. 53:42 Iya. Jadi salah satu pilar ekonomi 53:47 mau apa mau ekonomi konvensional atau 53:50 ekonomi syariah atau ekonomi Islam ya 53:52 dalam bab makroekonomi itu semuanya 53:55 sama. Dalam hal ini ada kesamaan bukan 53:57 semuanya sama. Ada kesamaan 53:59 tujuan-tujuan utama makroek ekonomi itu 54:03 antara yang Islam dengan yang konven 54:05 nyaris sama. 54:08 ada satu persamaannya misalnya dalam hal 54:11 stabilitas currency. Jadi tujuan 54:13 makroekonomi 54:15 maupun ee Islam maupun ee konvensional 54:18 salah satu di antaranya adalah menjaga 54:21 stabilitas currency. H 54:24 nilai mata uang tertentu itu harus 54:27 dijaga. Ya, kalau misalnya di Indonesia 54:30 nilai tukar rupiah itu terhadap mata 54:32 uang asing harus dijaga. Karena apa? 54:34 Karena mata uang itu mizan. Kalau dalam 54:37 bahasa Indonesia, kalau dalam bahasa 54:38 ekonomi Islam namanya mizan. Timbangan. 54:42 Dan timbangan itu kalau kacau ya 54:45 semuanya kacau. 54:46 Heeh. 54:46 Coba kalau kita lihat orang nimbangannya 54:48 enggak yang benar. Kita beli beras 1 54:51 kilo ternyata cuman 0,8 kg. Yang rugi 54:55 kan kita yang menang kan dia curang. Ya. 54:57 Jadi kalau timbangan itu sudah enggak 55:00 adil maka seluruh keadilan dalam ekonomi 55:03 enggak ada. He 55:05 mata uang itu dianggap mizan ya kan. 55:08 Maka semaksimal mungkin pemerintah atau 55:12 gubernur BI atau government ya negara 55:16 ini semaksimal mungkin harus menjaga 55:20 stabilitas nilai tukar 55:21 rupiah. Dalam hal ini ya harus 55:24 semaksimal mungkin segala cara dipakai 55:26 supaya nilai tukar itu stabil gitu loh. 55:29 Dengan kestabilan rupiah maka keadilan 55:31 bisa dijaga. 55:33 dengan rupiah yang tidak stabil enggak 55:34 ada keadilan. 55:35 Enggak ada keadilan gitu. Karena itu 55:39 maka 55:40 ee apa namanya? Islam sangat mendukung 55:43 ini ya. Nah, kalau boleh kita ngomong 55:47 kan Islam itu hanya menggunakan dinar 55:49 dan dirham. Tapi sekarang gak mungkin 55:51 kita kembali ke alam sana. Tetapi 55:54 walaupun sekarang dinar dan diram itu 55:55 tidak ada, tapi konsep Islam tetap satu, 55:59 yaitu menjaga nilai tukar mata uang 56:02 apapun. Karena nilai tukar uang itu 56:04 adalah mizan, timbangan bagi yang lain. 56:07 Jika itu rusak, maka rusaklah semuanya 56:10 dalam ekonomi ini ya. Nah, redominasi 56:13 itu sebetulnya ee apa namanya? dikaitkan 56:16 dengan tidak harus dengan ini karena 56:19 walaupun tanpa redenominasi uang mata 56:22 uang atau nilai tukar itu harus tetap 56:23 dijaga. Namun dalam redenasi itu lebih 56:27 ada lebih sederhana gitu ya, 56:29 lebih gampang memanage gitu secara teori 56:31 begitu karena kita akan membuang sekian 56:35 angka nol di belakang angka yang itu 56:37 lebih sederhana dengan tetap menjaga 56:40 nilainya. Jadi keadilan tetap 56:42 dipertahankan. Jadi nilai 1000 kemudian 56:45 menjadi satu sama dengan sama dengan 56:48 sebelum dan setelahnya sama ada 56:50 perbedaan itu dalam konsepnya. Jika 56:53 seperti ini konsepnya maka ya kita 56:55 enggak ada masalah sebetulnya gitu. 56:57 Itu hanya soal penyederhanaan. 56:59 Simplifying 57:00 eh the apa value of any currency. 57:05 H 57:07 not changing the real world ya. Jadi 57:10 tidak mengubah nilai rilnya itu. Jadi 57:15 nilainya tertulis di dalam ee uang 57:18 kertas itu nilainya nolnya akan dibuang 57:21 sekian. Tapi daya belinya tetap sama 57:24 walaupun nolnya dibuang. 57:26 Nah, ini sebenarnya harus 57:27 didengung-dengungkan kepada orang supaya 57:28 enggak khawatir dan lain sebagainya. 57:31 Saya kira itu ya, Mas Angangga. 57:33 [tertawa] 57:34 Baik, Pak Ustaz terima kasih banyak atas 57:36 kajiannya. Nah, demikianlah ikhwan 57:38 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 57:39 taala, kajian ekonomi Islam bersama guru 57:42 kita Ustaz Ikhwan Basri. Semoga apa yang 57:45 beliau sampaikan bermanfaat bagi kita 57:47 semua. Terima kasih banyak atas 57:49 kebersamaan Anda. Mohon maaf atas segala 57:51 kesalahan kata. Kami undur diri. Billahi 57:54 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 57:56 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 57:59 astagfiruka wa atubu ilaik. 58:01 Asalamualaikum warahmatullahi 58:02 wabarakatuh.