Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:10 Bismillahirrahmanirrahim. 0:12 Assalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 0:16 rahimakumullah. 0:17 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 0:19 bersama-sama kembali di acara Jendela 0:23 Sekolah yang mudah-mudahan bisa 0:26 mempersuasi kita semua terkait dengan 0:28 apapun 0:30 tentang sekolah. Dan untuk pagi ini 0:34 tadi waktu di off air bahasan kita 0:37 adalah tentang bagaimana serunya belajar 0:41 di sekolah boardingnya manusia. He eh. 0:44 Pasti keren banget ya. Dan untuk pagi 0:48 ini 0:49 yang sudah hadir dengan serunya belajar 0:52 di sekolah boardingnya manusia dari SMA 0:55 IT Insan Mandiri Cibubur 0:58 Islamic Boarding School ini telah 1:01 bersama kita 1:03 Bapak Muhammad Kumaidi S.Pd. Wakil 1:06 Kepala Sekolah di Bidang Kesiswaan. 1:08 Assalamualaikum warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:11 warahmatullahi wabarakatuh, Bunda 1:12 Nining. 1:12 Dan 1:13 ada tiga siswa tapi dua dulu yang satu 1:16 nanti menyusul yaitu ada Kenzi dan juga 1:21 Otniel. 1:23 Bagaimana kalau kita bersama-sama 1:25 menyapa ya semuanya. Assalamualaikum, 1:28 apa kabar semua? Waalaikumsalam 1:30 warahmatullahi wabarakatuh, Bunda 1:31 Nining. Alhamdulillah baik, Bunda 1:33 Nining. 1:34 Jadi 1:36 kalau boleh tahu nih Pak Medi 1:38 apa sih yang membuat SMA IT Insan 1:41 Mandiri ini berbeda gitu dengan 1:44 sekolah-sekolah lain? 1:46 Iya. 1:47 Eh 1:48 SMA IT Insan Mandiri ini kan eh sekolah 1:51 boardingnya manusia ya. Kenapa dibilang 1:54 sekolah boardingnya manusia? Karena 1:57 eh kita mempadupadankan antara ilmu 2:02 iman, ilmu, dan amal. Dan tentunya juga 2:05 kita menghargai setiap potensi peserta 2:09 didik. Baik di bidang ee 2:12 pendidikan akademik maupun olahraga, 2:15 kita semua hargai. Dan tentunya juga ee 2:18 kita 2:20 mempadu-padankan 2:22 kegiatan pembelajaran kita dengan 2:24 project based on Quran. Jadi setiap 2:28 kegiatan kita itu 2:29 kita kaitkan dengan Alquran. Kita juga 2:31 ada produk, ada project-nya, namanya 2:33 project based on Alquran. Itu kita 2:36 ee membuat project kita 2:39 kaitkan dengan Alquran. 2:40 Dan tentunya juga kita ee sekolah ramah 2:44 anak dan pendidikan kita 2:46 pendidikan humanis. Dan di SMAIT Insan 2:48 Mandiri juga ada desain cita-cita, di 2:51 mana semua 2:53 cita-cita siswa, potensi siswa kita 2:55 fasilitasi. Sampai mereka menemukan 2:58 passion-nya. Sehingga nanti mereka 3:00 begitu masuk ke perguruan tinggi sudah 3:02 tidak bingung lagi, tidak ada lagi tuh 3:05 istilahnya wah saya masuk perguruan 3:07 tinggi salah jurusan. Nah kita sudah 3:10 sudah sudah pandu, kita sudah dampingi 3:12 sejak mereka dari kelas 10 sampai kelas 3:15 12. 3:16 Itu itu yang membuat kita beda dengan 3:18 boarding-boarding yang lain. Makanya 3:20 kita disebut boarding-nya manusia, itu. 3:22 Masyaallah. Jadi ada desain cita-cita 3:25 yang membantu anak-anak tahu mau ke mana 3:28 dengan apa ya, dan tentu saja em ini 3:32 bukan hanya pintar secara akademik dong 3:35 ya. Iya, betul. Karena dengan apa yang 3:37 tadi Pak Medi sampaikan, mereka bisa 3:40 jadi sosok yang utuh gitu. Iya, betul. 3:43 Jadi manusia yang seutuhnya. Mereka kita 3:45 mengembalikan mereka ke fitrahnya 3:47 sebagai manusia, Bunda Nani. Iya, 3:50 dikembangkan ee apa yang mereka bisa 3:54 kemudian dan itu semua bukan hanya 3:56 masalah kecerdasan belaka ya, tetapi 3:59 hati, nurani, gitu. 4:02 Sementara kalau untuk dua siswa yang 4:06 hadir ini terkait dengan 4:11 kegiatan yang diadakan di sekolah ini, 4:13 Kenzi misalnya. Bagaimana kaitannya 4:16 dengan, eh, pengalaman waktu MPLS 4:20 kemarin? 4:22 Untuk saya 4:24 pengalaman MPLS kemarin saya itu 4:27 terkesan dengan 4:28 kegiatan sehari-hari yang ada di 4:30 lingkungan sekolah ini. 4:32 Jadi itu kita bisa mendapatkan hal-hal 4:34 yang bermanfaat dari kegiatan yang kita 4:36 lakukan setiap hari. 4:38 Seperti contohnya kita 4:40 eh, ngaji, tilawah bersama. Dengan 4:43 tilawah bersama kita bisa mendapatkan 4:45 pahala. 4:47 Ya, itu saja. 4:50 Tilawahnya enggak cuma kalau bersama 4:51 doang kan? 4:53 Sendiri juga tilawah enggak? Sendiri 4:55 alhamdulillah tilawah juga. 4:56 Alhamdulillah, oke. Sementara kalau 4:58 Outnil gimana? 5:00 Jadi di selama MPLS kita diberi banyak 5:04 sekali materi yang sangat bermanfaat 5:06 untuk membuat diri kita menjadi diri 5:08 yang lebih baik. Ehm. Dan salah satu 5:11 yang menurut saya menarik dan keren itu 5:14 adalah 5:15 materi tentang 5:18 mind map dan grow mindset. 5:20 Jadi kita juga, eh, diajarkan dengan 5:24 melalui praktik. Jadi kita enggak cuma 5:27 dengar teorinya doang. 5:29 Kita langsung memahami bagaimana 5:32 cara, eh, melakukan mindset mindset 5:35 dengan benar 5:36 dan juga bagaimana cara meningkatkan 5:38 cara kita berpikir 5:40 untuk berpikir lebih kritis lagi. 5:43 Berpikir kritis itu, eh, ada kaitannya 5:47 enggak dengan 5:49 optimisme di dalam pemikiranmu? Iya, 5:52 tentu. 5:53 Jadi, 5:55 ee, menurut saya berpikir kritis itu tuh 5:57 kita berpikir on data. Jadi, dengan data 6:00 yang kita tahu, data yang memang 6:02 benar-benar ada, tidak dikarang-karang. 6:05 Iya, di samping itu juga ditambah lagi 6:07 dengan kreatif dong ya. Iya, betul. 6:10 Kalau misalnya, misalnya nih di luar ini 6:13 semua, negeri kita yang seperti ini, 6:15 bagaimana cara anak-anak berpikir beda 6:17 dengan yang tidak peduli dong ya. Betul. 6:19 Ah, oke. Ehm, komentar Pak Medi terhadap 6:23 dua yang mengikuti MPLS ini, sebelum 6:25 nanti yang satunya lagi kita tanyakan, 6:27 gimana? Iya. Eee, dari kegiatan yang 6:31 mereka ikutin, He em. tentunya sekolah 6:34 juga ee, membentuk kegiatan-kegiatan, 6:37 program-program yang 6:38 eee, 6:39 tujuannya buat pengembangan ee, peserta 6:42 didik ya, Bunda Nuning. Jadi, 6:44 kita di MPLS itu materi yang kita 6:46 sajikan ke mereka, itu materi yang nanti 6:50 eee, akan mereka gunakan selama 3 tahun 6:52 ee, belajar di SMA dan ketika nanti eee, 6:56 mereka lulus dari SMA. Contohnya, eee, 7:00 materi 7:01 problem solving. He em. Itu mereka 7:03 gimana caranya sih mereka 7:05 minimal tidak jadi ee, problem maker. 7:08 Eh. 7:09 [tertawa] 7:09 Iya, iya, iya. Ya, gimana sih mereka 7:11 bisa ee, minimal tidak jadi problem 7:13 maker, kita pancing juga gimana sih 7:15 mereka untuk jadi problem solver gitu. 7:17 Di sekitar kita banyak nih eee, 7:19 permasalahan-permasalahan. Nah, mereka 7:20 gimana sih menjadi fasilitator atau 7:23 menjadi problem solver. Gitu. Itu 7:25 menurut saya materi-materi yang penting 7:27 mereka eee, dapatkan di awal mereka eee, 7:31 sebelum mengikuti pembelajaran selama 3 7:33 tahun di SMA. He em, jadi pertumbuhan 7:36 mindset memang tetap harus ditingkatkan 7:39 ya. Mulai dari mereka masuk sampai 7:42 dengan harapan ketika tidak lagi berada 7:44 di sekolah itu sudah menjadi sosok yang 7:48 luar biasa. Betul sekali, benar. Terus 7:50 ngomong-ngomong emm 7:53 kalau anak-anak yang 7:55 di boarding ini itu 7:57 kaitannya dengan keseharian mereka 7:59 gimana? Di luar dari apa yang diajarkan 8:01 untuk eh hal-hal tadi. 8:03 Ya. 8:04 Eh keseharian mereka tentunya di eh 8:07 boarding ini kan 24 jam mereka ini 8:10 bareng dengan kita ya Bunda Nuning. 8:12 Kalau di Ma'had mereka dengan eh 8:15 musyrif-musyrifnya, kalau di sekolah 8:16 dengan guru-gurunya. Tentunya eh 8:20 keuntungan mereka hidup di boarding itu 8:22 mereka sudah 8:24 eh ada jadwalnya. 8:26 Sudah ada eh kegiatan-kegiatan yang 8:29 harus mereka laksanakan dari bangun 8:30 tidur sampai mereka tidur lagi. He em. 8:32 Contohnya misalkan 8:34 eh mungkin eh di luaran sana jam eh 3 8:38 atau 3.30 itu nyaman banget untuk eh 8:41 kita tetap tidur. Nah, mereka harus 8:43 melawan rasa kantuk mereka untuk 8:44 kegiatan qiyamul lail. He em. Sebelum 8:47 subuh mereka qiyamul lail, ada yang 8:49 mandi dulu, ada yang langsung wudu. Itu 8:51 pembiasaan-pembiasaan seperti itu kita 8:53 lakukan. 8:54 Mungkin kalau di di rumah mereka tidak 8:56 terbiasa kita 8:57 Iya. 8:58 ajarin pelan-pelan sampai mereka 8:59 terbiasa. Kan ada peribahasa eh alah 9:02 bisa karena biasa. Mereka di dibiasakan 9:04 untuk bangun pagi. 9:06 Terus eh mereka eh terbiasa untuk salat 9:10 itu berjamaah Bunda Nuning. 9:12 Kita eh bang ada temannya yang belum 9:14 bangun, mereka ikut bangunin. Jadi 9:16 kebiasaan-kebiasaan untuk peduli juga 9:18 dengan eh sesama. 9:20 Nah, selesai itu 9:22 kegiatan mereka sampai benar-benar eh 9:25 di Ma'had itu memfasilitasi, menyiapkan 9:27 bahwa mereka sudah siap nih berangkat ke 9:29 sekolah. He em. 9:31 Nah. 9:32 Setelah eh mereka sudah disiapkan, di 9:34 sana guru-guru sudah menyambut. Kita ada 9:37 namanya sambut pagi. Oh, iya. 9:39 Iya, jadi 9:41 setidaknya kita tahu nih, anak ini 9:43 kenapa lemas, anak ini kenapa eh 9:46 tidak semangat, itu disambut pagi. Jadi, 9:48 guru-guru pagi-pagi sudah sudah nyambut 9:50 eh siswanya. "Hei, kenapa? Gimana 9:52 kabarnya? Assalamualaikum." Jadi, tahu 9:54 nih eh mereka sedang 9:57 sedang merasakan apa. 9:59 Gitu. Jadi, sebelum kegiatannya nanti di 10:01 sekolah didampingi dengan Bapak Ibu 10:03 Guru, eh kita eh sambut mereka dulu. 10:06 Sampai nanti ketika selesai eh semuanya 10:10 kegiatan pembelajaran selesai, kita 10:12 antarkan lagi. 10:14 Ikhwan akhwat, kehangatan yang bisa jadi 10:16 tidak ditemukan di tempat-tempat lain, 10:18 ya. Penyapaan yang disebut eh barusan 10:21 sambut pagi tadi. 10:23 Oke, terkait dengan eh 10:26 apa yang diajarkan di sekolah ini 10:30 bagaimana kalau bagi eh Kenzi, ya? 10:35 Jauh kan dari rumah. Kondisi itu rasanya 10:38 seperti apa? Mulai dari awal sampai yang 10:41 sekarang ini. 10:43 Kondisi saya 10:45 kondisinya itu alhamdulillah 10:48 kita 10:50 em diajarkan untuk hidup mandiri. He em. 10:53 Hidup tanpa orang tua. 10:55 Dengan itulah 10:58 kita 10:59 em bisa belajar 11:01 untuk menyelesaikan masalah dengan 11:03 mandiri tanpa bantuan bantuan orang tua. 11:07 Tapi dengan 11:10 jika kita tidak melakukan 11:13 menyelesaikan masalah dengan 11:16 orang tua, maka kita tidak terbiasa 11:21 menyelesaikan masalah 11:23 dengan mandiri. Itu akan 11:26 em bahaya, ya, buat masa depan kita 11:29 nanti. 11:30 Yang 11:32 di mana pasti ada masa kita itu 11:35 bakal hidup tanpa orang tua 11:37 tanpa ada keluarga yang membantu kita, 11:39 pasti ada masa-masa seperti itu. 11:43 Jadi, masalah yang muncul sedikit demi 11:45 sedikit ini bikin kita jauh lebih cerdas 11:49 begitu ya menyikapi hal-hal. 11:51 Tantangan yang paling berat apa tuh? 11:53 Tantangan paling berat 11:55 ketika ada di boarding school itu. 11:57 Kangen mama, papa? 11:59 [tertawa] 11:59 Atau mungkin lebih dari itu? 12:01 Ya, lebih dari itu lah. 12:03 Kita harus mengikuti aturan-aturan yang 12:05 ketat di sekolah boarding mulai dari 12:08 bangun tidur sampai 12:10 tidur kembali. 12:12 Oke, itu tantangan yang bisa jadi Ikhwan 12:15 Akhwat bagi kita sih kecil tapi bagi eh 12:20 buah hati kita bisa jadi sesuatu yang 12:22 cukup berat ya. Sementara Otniel sendiri 12:24 gimana? Tentang tantangannya, terus 12:27 tentang apa yang membuat Otniel merasa 12:30 bahwa ini nih tempat aku ditempa 12:33 misalnya, seperti apa? Iya, betul. Jadi, 12:36 saya juga merasa kalau ini adalah tempat 12:38 di mana saya ditempa. 12:40 Jadi, di sini kita 12:42 itu eh harus makan bareng, contohnya ya 12:46 makan bareng, salat bareng dan pasti 12:49 belajar bareng. Di sini tuh kalau enggak 12:51 usah enggak usah di sini, di mana pun 12:54 kita tuh paling enggak enak kalau 12:55 sendiri. 12:56 Makan sendiri terus salat juga cuman 12:59 sendiri itu kan rasanya kesepian ya. He 13:02 em, he em. Nah, di sini kita tuh banyak 13:04 temannya banyak enggak cuman dikit. 13:07 Teman-teman saya enggak cuman satu dua 13:09 doang, kita enggak main 13:10 circle-circle-an. Satu angkatan makan 13:12 bareng kalau pagi atau misalnya siang 13:15 gitu ya 13:16 sore juga. Nah 13:18 eh kita juga saling mengingatkan 13:20 seandainya kan teman kita ada yang lalai 13:22 ada yang lupa atau misalnya 13:25 eh ketika kegiatan qiyamul lail, Kita 13:28 harus salat tahajud, mereka belum bangun 13:30 kita bangunkan. 13:31 Seperti itu. Jadi, yang namanya tingkat 13:34 kebersamaan itu 13:36 tinggi banget ya? Iya, tingkat 13:37 kebersamaan itu tinggi banget. Kenapa? 13:40 Karena kebersamaan ini tuh eee, bisa 13:43 membangun 13:44 eee, rasa bisa meng-meng-mengurangilah 13:48 rasa malas kita. Dari yang tadinya kita 13:51 tuh malas karena kan kita cuma sendiri 13:53 doang, enggak ada contoh. Kalau kata 13:56 musyrif saya He em. eee, 13:59 cuman kalimat atau nasehatlah, itu kalah 14:02 dari contoh. Jadi, dengan adanya 14:04 teman-teman kita 14:06 menjadi contoh yang baik. Jadi, kalimat 14:09 itu nasehat tadi bangun pagi untuk salat 14:11 tahajud itu diperkuat oleh teman-teman 14:13 kita yang menjadi contoh 14:15 eee, contoh baik yaitu bangun pagi untuk 14:19 salat tahajud gitu, langsung siap-siap. 14:21 Beda banget kalau sendiri ya. Kalau 14:23 beramai-ramai kan jadi asyik ya. 14:24 Iya, betul. 14:25 Oke. Senang bersama-sama gitu. Betul, 14:28 senang bersama. 14:29 sedih bisa enggak sedih bareng-bareng? 14:32 [tertawa] 14:33 Senang susah pasti bareng-bareng. Jadi, 14:35 nanti kalau misalnya seandainya kita 14:37 memiliki masalah 14:38 eee, kita selesaikan bareng-bareng, kita 14:40 cari solusinya. He em. Gitu. 14:44 Iya, iya. Jadi, eee, dengan beberapa 14:47 teman yang tentunya bukan satu eee, 14:50 daerah ya. Dari mana-mana bersama-sama 14:53 itu juga memunculkan 14:55 Betul. 14:55 sesuatu yang gimana gitu. Sementara Pak 14:58 Medi, terkait dengan apa yang 15:00 disampaikan oleh dua siswa kita ini 15:02 tantangannya seperti apa itu kalau bagi 15:04 guru atau bagi pengajar menghadapi yang 15:08 eee, ini kan bersama-sama bukan hal 15:11 mudah sebetulnya kan? Untuk bisa kompak 15:13 itu perlu ilmunya dan segala macamnya. 15:15 Gimana-gimana? Ya. 15:17 Tentunya di dunia pendidikan eee, 15:20 manapun itu ada tantangannya 15:22 benar-benar. 15:22 Apalagi eee, di sini 15:24 eee, kita bersama-sama dengan mereka di 15:26 boarding. 15:28 Tentunya 15:29 eee, kami di sekolah dengan ustaz di 15:31 eee, mahad itu kan pengganti orang 15:33 tuanya. Iya. Nah, tantangan-tantangan 15:35 pasti eee, muncul tuh. 15:37 Eee, biasa ada muncul kayak eee, 15:41 awal-awal itu 15:43 eee, misalkan siswa lama dengan siswa 15:45 lama, siswa baru dengan siswa baru. Nah, 15:47 kita di awal itu eee, sudah membuat eee, 15:50 kegiatan-kegiatan yang di mana 15:53 mereka mau enggak mau harus kolaborasi 15:55 dengan eee, teman barunya. Gitu. Dan 15:59 eee, di di awal sebelum pembelajaran, 16:02 jadi kita sebelum ada pembelajaran 16:04 dimulai itu ada namanya kegiatan kewali 16:06 kelasan. 16:07 Nah, di dalam kegiatan kewali kelasan 16:09 itu ada kegiatan eee, ring time. Ring 16:12 time itu di mana 16:13 siswa di kelas tertentu ditanya nih, apa 16:17 nih kondisinya hari ini kamu kenapa? 16:19 Eee, kenapa lemas? Ada yang mau sharing 16:22 hari ini 16:23 temannya sedang kenapa? Itu di ring time 16:26 itu semua eee, dijelasin semua eee, mau 16:29 curhat, semua mau misalkan kalau ada 16:31 keluhan, kalau ada eee, masukan itu 16:33 semua ada di situ. Jadi, sebelum 16:35 kegiatan pembelajaran sudah di eee, 16:37 dimulai ada kegiatan ring time itu. 16:39 Tujuannya memastikan 16:42 kalau pembelajaran pada saat 16:44 pembelajaran mulai itu eee, teman-teman 16:46 sudah siap. Gitu. Jadi, eee, untuk tadi 16:49 kebersamaan kebersamaan kita banyak 16:51 kegiatan eee, mereka mau enggak mau 16:53 harus eee, melakukannya bersama-sama. 16:56 Pun dalam di pembelajaran juga 16:58 eee, guru-guru akan mengelompokkan 17:00 teman-teman yang kadang jarang eee, 17:03 ngobrol bareng itu akan dikelompokkan 17:05 biar terjadi eee, tadi eee, komunikasi 17:09 dengan teman yang 17:11 akan menimbulkan kebersamaan tadi. Jadi, 17:13 untuk yang pendiam dengan untuk yang 17:16 wewet itu ada dikombinasi sedemikian 17:19 rupa sehingga mereka bisa berbaur dengan 17:21 keren gitu ya. 17:22 Iya, betul. Kolaborasi. Kolaborasi. 17:25 Kalau menghadapi anak-anak yang pendiam 17:27 dengan anak-anak yang memang banyak 17:29 nanya itu susahan mana sih? 17:32 Ya, kalau yang pendiam dan banyak yang 17:34 nanya, biasanya kalau yang banyak nanya 17:37 ini eee 17:39 mereka 17:40 eee memancing kita untuk nanya-nanya 17:42 yang eee kadang di luar, misalkan kalau 17:44 saya 17:45 eee di pembelajaran saya, di luar 17:46 pembelajaran saya. Nah, kita tetap harus 17:49 tetap eee arahkan bahwa eee gini loh, 17:52 teman-teman, kalau eee nanya. Dan 17:55 pun buat teman-teman yang pendiam, 17:57 biasanya 17:59 kalau kita ngobrol pun seolah-olah kayak 18:01 tanya jawab gitu. Jadi, kita kita eee 18:03 kita dekati pelan-pelan sampai 18:05 eee mereka mau meng- mengekspresikan apa 18:08 yang mereka rasakan. 18:10 Iya, Ikhwan Akhwat, kalau Ayah Bunda 18:12 juga menghadapi perbedaan antara 18:14 anak-anak yang ih, nanya melulu atau 18:16 ribut banget dibandingkan dengan yang 18:18 pendiam, ternyata segalanya pasti ada 18:22 sesuatu di balik itu ya, Pak Medi ya. 18:24 Nah, emm sebelum nanti kita lanjutkan 18:28 dengan pertanyaan-pertanyaan yang lain, 18:30 kalau boleh tahu nih dari dua siswa yang 18:33 hadir emm 18:37 harapan apa yang ada di 18:40 eee subconscious mind, di dalam batin 18:42 terkait dengan pendidikan di boarding 18:45 school ini. 18:48 Harapan saya 18:50 yaitu jangan 18:52 eee khawatir dengan aturan-aturan dan 18:55 ajaran-ajaran 18:56 yang ada di sekolah boarding. 18:59 Walaupun sangat berbeda, tapi jangan 19:01 khawatir. 19:02 Buat teman-teman yang 19:04 eee masih takut gitulah. 19:06 Masih grogi di sekolah boarding ini. 19:10 Emm 19:12 karena jika ehm kita tidak terbiasa 19:15 dengan hal-hal yang ada di sekolah 19:17 boarding ini. 19:18 Ehm ehm. Itu akan berpengaruh 19:21 untuk masa depan kita nanti. 19:25 Jadi dengan 19:27 apa yang dilakukan sekarang harapannya 19:29 nanti menjadi sosok yang jauh lebih 19:31 tegar, tangguh, penuh dengan rasa 19:34 percaya diri dan bisa melangkah lebih 19:36 mantap ya ke cita-cita yang 19:40 ada di kepala. Eh, apa sih cita-citanya? 19:43 Mau jadi apa nanti? 19:45 Ehm saya cita-citanya mau jadi ehm 19:50 pebisnis. Wah, jadi kaitannya dengan 19:53 bisnis nih ya. Oke, itu semua adalah 19:55 sesuatu yang akan membuat langkahmu 19:58 lebih mantap kalau sudah bisa memilih 20:00 dari sekarang. Sementara Otmil gimana? 20:03 Ehm pesan saya, menurut saya untuk 20:06 teman-teman ayo gabung sama IMC karena 20:08 di sini kita diajarkan untuk lebih dekat 20:10 dengan Allah dan juga untuk 20:12 mempersiapkan diri untuk di masa yang 20:14 akan datang. 20:15 Di IMC ini di Insan Mandiri Cibubur, 20:18 kita tuh enggak kerja sendiri, enggak 20:21 cuman dibimbing sama Ustad doang tapi 20:23 juga dibimbing sama guru. Kita dirangkul 20:26 oleh teman-teman kita buat ehm merubah 20:29 diri kita agar 20:31 sudahlah enggak usah malas-malasan, 20:33 enggak usah mager-mageran karena 20:36 kalau misalnya kamu gini terus gitu ya, 20:38 kalau kita 20:39 ehm terus memelihara hal sifat-sifat 20:41 yang buruk itu 20:43 kita tidak dapat mencapai diri kita yang 20:46 lebih baik. 20:48 Nah, 20:49 jadi 20:51 di sini kita kegiatannya mungkin belum 20:55 bisa diterima untuk 20:57 anak-anak di luar sana yang mungkin 20:59 belum pernah mondok, 21:01 mungkin rasanya kayak padat banget. 21:04 Aduh, malas banget gitu kan subuhnya ya 21:06 jam 03.00 suruh bangun, dibangunin 21:10 wudhu, sholat tahajud 21:11 malas banget, ngantuk gitu. 21:13 [tertawa] 21:14 Tapi 21:15 itu tuh tantangan gitu, itu sebuah 21:17 tantangan yang 21:19 apa namanya first step, first step itu 21:21 kan biasanya langkah pertama 21:22 susah gitu ya 21:24 apalagi rindu rumah gitu, pengen rebahan 21:28 main HP, lain sebagainya. Itu tantangan 21:31 tapi dengan kita dibimbing oleh ustad, 21:34 guru dan dirangkul oleh teman-teman 21:36 itu lama-lama akan jadi hal yang biasa. 21:39 Karena nanti ketika kita dewasa 21:42 ada hal yang lebih sulit lagi daripada 21:43 itu. Jadi siap karena yang kecil-kecil 21:46 sudah bisa diatasi, nanti yang lebih 21:47 berat oke. 21:49 Kan selama eh berada di boarding school 21:52 ini pernah pulang juga kan? 21:54 Iya. Nah, apa komentar ayah ibu melihat 21:57 kelakuan, karakter dan perubahan yang 21:59 ada di Out-nya? 22:01 Kalau dari ibu saya ya, ibu saya tuh 22:05 eh 22:06 selalu mengingatkan saya 22:09 ya, untuk sholat tepat waktu 22:12 khususnya ke masjid pasti ditekankan 22:15 kalau adzan 22:16 "Bang, wudhu Bang, siap-siap ke masjid" 22:19 seperti itu. 22:20 Itu dulu sudah lama sekali. 22:24 Nah, alhamdulillah ketika saya sudah 22:26 Pulang kemarin? Iya, setelah sekolah di 22:28 situ, setelah MPLM sama 40 hari 22:30 alhamdulillah 22:32 saya tanpa perlu diingatkan sesuai saya 22:34 sudah tinggal sudah dengar adzan, saya 22:36 langsung wudhu, saya siap-siap berangkat 22:38 ke masjid. 22:38 Jadi jempol ibu sama ayah begini dong 22:40 ya? 22:41 [tertawa] 22:42 Oke, iya. Sekarang Kenzi gimana? Pernah 22:45 pulang dan apa komentar ayah ibu? "Kok 22:47 lu sekarang beda ya?" gitu misalnya. 22:50 Gimana-gimana? 22:52 Sebenarnya di saat pulang 22:55 yang berkomentar itu mama saya, mama 22:57 saya itu dia menekankan kepada saya 23:01 terhadap em adab dan akhlak saya di 23:04 rumah. Emm, emm. Di kehidupan 23:06 sehari-hari. 23:08 Mau saat ngomong dengan orang tua, 23:10 ngomong dengan teman-teman, 23:12 ngomong dengan orang-orang 23:15 lainnya ketika 23:16 saya ditanya gitu. 23:19 Itu ada adab dan akhlaknya sendiri. 23:21 Terus pujian yang selama ini, selama ini 23:24 di rumah gimana? Terus sekarang jadi 23:25 beda? Muncul enggak? Ada, muncul. Apa 23:28 misalnya? Kok rajin ya anak saya ini? 23:30 Yang mana? Paling sulit itu adalah salat 23:33 lima waktu berjamaah. 23:36 Laki-laki itu diwajibkan untuk salat 23:38 berjamaah 23:40 ke masjid. Itu yang paling sulit. 23:43 Mulai dari subuh, 23:45 itu sangat berat 23:47 umm, karena subuh-subuh itu kita 23:50 masih ngantuk gitu, masih berat banget 23:52 untuk jalan ke masjid. 23:54 Zuhur, zuhur kita umm, capek habis 23:57 kegiatan. 23:59 Kalau asar, kita ngantuk karena kita 24:02 habis bangun dari tidur siang. 24:06 Itu kadang-kadang 24:07 umm, apa namanya? 24:09 Sangat berat gitu untuk melaksanakan 24:11 salat asar berjamaah. 24:14 Untuk maghrib dan isya, umm, 24:16 alhamdulillah 24:18 umm, ringan-ringan saja ya. 24:21 Seperti biasa. 24:22 setelah pulang ke rumah beberapa saat di 24:25 boarding, sudah enggak malas-malas lagi 24:27 tuh ya lima waktunya ya? Alhamdulillah. 24:29 Iya, pasti lagi-lagi alhamdulillah kata 24:31 ayah dan bunda. Baik, umm, Pak Medi, 24:34 kita jeda sejenak, nanti kita lanjutkan 24:38 kembali dengan menghadirkan siswa lain 24:41 yang juga sudah siap di sini untuk hadir 24:43 ke ruang dengar kita semuanya. 24:47 Juga bukan cuma ruang dengar ya, kalau 24:49 ini di YouTube berarti yang juga bisa 24:51 kita saksikan. Tetap bersama Radio 24:54 Silaturahim yang merupakan bagian dari 24:58 hari-hari kita di Jendela Sekolah. Kami 25:01 kembali 25:03 sesudah ini. 25:12 [musik] 25:16 Alhamdulillah kita lanjutkan kembali 25:18 Jendela Sekolah dari Radio Silaturahim 25:21 menghadirkan SMA IT Insan Mandiri 25:24 Cibubur Islamic Boarding School yang 25:27 hari ini bahas tentang serunya belajar 25:31 di sekolah boarding-nya manusia. Seperti 25:34 yang tadi kami sampaikan bersama dengan 25:36 Bapak Muhammad Kumaidi, S.Pd yang 25:39 merupakan wakil kepala sekolah di bidang 25:41 kesiswaan. Dan kalau tadi ada eh Kenzi, 25:46 Kenzi eh bangkunya ditempatin oleh Ali 25:50 ya di lanjutan ini. Sementara kita akan 25:54 kembali 25:56 bertanya nih. Kalau Pak Medi, dari tadi 25:59 kan sudah disebutkan terkait dengan 26:00 desain cita-cita, bahkan yang paling 26:03 menarik tuh tentang ring time tadi itu. 26:06 Ada sesuatu juga enggak yang bisa 26:08 dilakukan anak-anak yang membuat mereka 26:10 menjadi aware terhadap tugas-tugas 26:12 mereka. Seperti kalau kita-kita di 26:15 rumah, kita bikin diary, cie elah, buku 26:18 harian gitu. Di sekolah ada juga? Ya. 26:21 Di sekolah dan di Mahad eh kita sudah 26:23 ada namanya itu jurnal santri, Bunda 26:26 Nani. 26:27 Jadi 26:28 eh pertama sebelum kita ke peduli dengan 26:31 orang lain, kita aware ke orang lain, 26:33 kita harus peduli ke diri kita sendiri 26:35 terlebih dahulu. Nah, di jurnal eh 26:38 santri itu He em. isinya itu hal-hal 26:41 yang eh hal-hal yang eh bersifat 26:44 keseharian mereka. Contohnya misalkan 26:47 eh apa yang mereka mereka rasakan hari 26:49 ini. 26:50 Nah, di jurnalnya itu eh tertera tuh 26:53 emotnya. Mereka pilih emot mana. Ada 26:55 yang emotnya ngantuk, ada yang emotnya 26:57 senyum, ada yang lagi marah, ada yang 27:00 lagi eh Air mata netes gitu ada juga. 27:02 Iya, air mata netes. [tertawa] 27:04 Iya, jadi 27:05 mereka dipersilakan untuk 27:07 mengekspresikan apa nih pagi ini mereka 27:09 sedang merasakan apa. He em. Terus eh di 27:13 jurnal santri itu pun ada 27:15 eh mereka tidur jam berapa semalam. 27:19 Nah, dari situ kan kita tahu misalkan eh 27:21 ada siswa yang eh jujur isinya mereka 27:24 tidur jam 12. Padahal harus bangun lagi 27:26 nanti salat malam. 27:28 jam berapa? Nah, bangunnya juga di situ 27:29 ditulis mereka bangun jam berapa gitu. 27:32 Nah, kalau misalkan mereka dilihat 27:34 tidurnya jam 12 misalkan eh sudah 27:36 dipersilakan tidur mereka enggak tidur 27:39 eh melakukan aktivitas ada yang eh baca 27:41 buku, ada yang memang belum bisa tidur. 27:43 Nah, kita akhirnya tahu nih, wah wajar 27:45 nih kalau di kelasnya mereka 27:48 eh agak sedikit ngantuk pas 27:50 pembelajarannya. 27:51 Tuh. 27:52 Terus juga eh apakah mereka sudah 27:54 tilawah? Di dituliskan di situ. Mereka 27:56 sudah minum berapa liter air kan eh 28:01 pentingnya kita menjaga 28:02 ya. 28:02 Iya, biar enggak dehidrasi. Tetap fokus 28:04 kan eh asupan cairan juga perlu. Nah, 28:07 mereka tuliskan di situ. Sarapan enggak 28:09 hari itu dan tiga eh hal yang harus 28:12 kalian syukuri apa di hari itu. Nah, 28:14 semua dituliskan di situ. Jadi 28:16 eh harapannya guru pun tahu 28:19 si anak ini sedang merasakan apa. Si 28:21 anak ini kurangnya di apa nih? Di 28:23 emotnya 28:24 mereka cemberut. Akhirnya kita bisa 28:27 melakukan pencegahan-pencegahan dini. 28:29 Jangan sampai 28:30 ekspresi mereka sedih tidak ada yang 28:32 peduli peduli. Akhirnya 28:34 numpuk-numpuk-numpuk ya jadi timbul 28:36 hal-hal negatif jadinya Bunda. Itu 28:38 ngomongnya eh ngomong-ngomong nih 28:40 tahunya bahwa mereka punya emotikon A, 28:42 B, C, D itu ada apa diserahkankah buku 28:45 tersebut atau dibahas? 28:47 Di mahad mereka suruh ngisi, He em. nah 28:50 nanti ketika pagi diserahkan ke wali 28:52 kelas. 28:52 Oh ditumpuk aja ditumpuk di wali kelas. 28:55 Iya, lihat nih oh si Ali lagi emotnya 28:58 riang gembira, pantas kalau hari ini 29:00 hari Ali senang-senang banget gitu. Oke, 29:03 [tertawa] 29:04 Ali [berdehem] yang 29:06 terkait apa yang barusan dibahas Pak 29:08 Medi, 29:09 pernah enggak nulis sesuatu yang ah 29:11 enggak ah malu enggak usah gitu atau 29:13 jujur banget gitu terkait dengan 29:15 jurnal siswa ini? 29:17 Eee sebenarnya kalau misal ngomongin 29:20 jujur banget atau enggak sih sebenarnya 29:22 jujur tapi enggak semuanya karena kan 29:23 ada beberapa yang emang jangan 29:25 diceritain aja gitu. 29:25 Iya. Nah, cuma kalau kalau misalnya 29:27 emang ngomongin apa namanya kayak jujur 29:30 atau enggak ya jujur insyaallah emang 29:33 lagi istikamah juga biar enggak bohong 29:34 orang. 29:36 Kalau kalau bete pada suasana juga 29:38 disebut di situ? Oh iya, kalau kalau 29:40 misalnya emang lagi emosi kan kadang itu 29:42 ada emot marah gitu ya, nah itu kadang 29:44 kalau misalnya lagi beda aku enggak itu 29:46 yang marah cuma yang biasa aja yang 29:48 datar atau yang cemberut dikit aja gitu. 29:50 Emang ada gambar cemberut yang dikit 29:52 gitu? Ada yang cemberut yang cemberut 29:54 biasa sama ada yang datar gitu tuh, nah 29:56 biasa aku setengah-setengah. 29:57 [tertawa] 29:57 Gitu ya, oke. [berdehem] 29:59 Sementara bagi 30:02 Niel sendiri terkait dengan jurnal 30:05 siswa ini, 30:06 ada pengalaman tertentu enggak? 30:08 Eee menurut saya sih agak mirip-mirip 30:12 sih pendapat saya dengan Ali ya. Jadi 30:14 kita bisa mengoreksikan diri eee 30:16 bagaimana hari ini gitu bagaimana 30:18 kemarin. 30:19 Kayak contohnya kemarin apakah kita 30:21 sudah berolahraga 30:23 atau misalnya untuk mengingat lagi 30:25 apakah kita sudah salat sunah, apakah 30:27 kita sudah salat qobliyah, ba'diyah atau 30:30 misalnya dhuha gitulah ya kan. 30:33 Nah, jadi kita bisa apa namanya 30:37 eee mengoreksi diri gitu. 30:40 Kalau dari yang saya tahu ya, 30:42 eee kita tuh harus lebih baik dari yang 30:44 kemarin dan di esok kita harus lebih 30:46 baik daripada hari ini. 30:48 Nah, buku jurnal juga bisa jadi 30:50 referensi agar kita bisa memperbaiki 30:53 diri dan merencanakan 30:55 eh memperbaiki diri masa lalu dan 30:56 merencanakan untuk lebih baik di masa 30:58 depan, seperti itu. 30:59 Eh, ngomong-ngomong pernah masang ikon 31:02 mewek enggak? 31:04 Alhamdulillah sih belum. Oke, 31:06 [tertawa] 31:06 belum. Eh, kembali lagi terkait dengan 31:09 apa yang dirasakan ketika ikut MPLS 31:13 kemarin itu, pengalamannya gimana, 31:16 seperti apa? Kalau misalnya ngomong MPLS 31:18 tuh sebenarnya seru banget soalnya 31:19 banyak banget mate- pemateri-pemateri 31:20 yang datang kayak Kak Ade Julius Rizky 31:23 yang murid langsung dari pembuat mind 31:25 map-nya. Terus ada dari Kak 31:28 Sinyo tentang LGBT juga. Terus ada dari 31:32 Ustaz Abah ya kalau enggak salah. Iya, 31:33 Ustaz Abah. Itu tentang cara kita 31:35 khusyuk salat. Itu jadi kayak 31:37 benar-benar kayak 31:39 [berdehem] 31:39 apa ya? Eh, kita belajar biar eh salat 31:43 itu kita khusyuk, gimana caranya? Ya, 31:44 kita pahamin artinya terus biar kita 31:47 berkomunikasi dengan baik sama Tuhan ya 31:49 dari dengan cara eh mengasyikkan diri 31:51 ketika salat, gitu. 31:55 Ber- 31:56 dekat, berdialog dan eh berkomunikasi 31:59 dengan Allah itu memang memberikan 32:01 banyak masukan jadinya ya. 32:03 He em. 32:04 Ngomong-ngomong tantangannya gimana 32:05 tantangannya? Tantangan di sekolah? Ya, 32:07 terkait dengan di boarding ini kan, 32:09 siapa tahu baru-baru masuk gitu nangis 32:12 dalam hati karena rindu sama Bunda gitu 32:14 [tertawa] 32:14 atau yang lain. 32:16 Alhamdulillah kalau misalnya nangis gitu 32:17 enggak sih soalnya kan aku juga SMP di 32:19 sini kebetulan. 32:20 Heeh. Udah biasa jauh gitu ya. Iya, udah 32:22 biasa juga gitu. Cuma kalau saya 32:24 ngomongin tantangan ya, pertama pasti 32:26 jauh dari orang tua. Kedua tuh eh karena 32:29 di sini penggunaan gadget, laptop itu 32:31 dibatasi oleh pihak sekolah. Heeh. 32:34 Jadi, eh apa ya? Eh kita tuh 32:37 men-challenge diri biar kita enggak 32:38 gabut kan otomatis. Nah, itu biar kita 32:41 enggak gabut itu ya kalau saya sih baca 32:43 buku. Di perpustakaan banyak banget buku 32:45 kan. Nah, di situ kayak eee, juga banyak 32:47 banget buku-buku dari kategori fiksi, 32:50 eee, terus banyak banget yang nonfiksi 32:51 juga. Jadi, kayak eee, menariklah buat 32:53 kita baca juga. Jadi, kayak kalau 32:55 misalnya 32:57 bosan bisa ke perpustakaan juga. Terus 32:59 kalau misalnya emang enggak lagi enggak 33:00 mau baca buku gitu, ya kita bisa ngobrol 33:02 sama teman-teman juga kan jadinya jadi 33:04 lebih dekat tentang apa? Lebih solidlah 33:07 bahasanya gitu. 33:09 Iya. 33:10 Kalau 33:11 pandangan Ali sendiri terhadap visi dan 33:14 misi sekolah yang ingin siswanya ABCD 33:17 itu 33:18 100 atau 1.000 atau 1.000.000.000% 33:21 setuju atau mungkin ada sesuatu yang kok 33:24 berat amat gitu misalnya, enggak? 33:26 Gimana? Sebenarnya sih setuju-setuju aja 33:28 dengan visi-misi sekolah karena kan juga 33:30 eee, yang Ali tahu eee, visi-misi 33:32 sekolah kan untuk ngebantu potensi siswa 33:34 juga ya. Mmm. Nah, dari situ eee, Ali 33:36 juga ngerasain sendiri pengalaman Ali 33:37 dari SMP eee, dari yang Ali kurang bisa 33:40 ngomong di depan, dari yang Ali yang 33:42 kurang pede lah bahasanya sampai pernah 33:45 bikin puisi waktu itu buat eee, ulang 33:48 tahun Abah Anies gitu. 33:50 Bikin puisi? Iya, Ali bikin puisi buat 33:53 eee, Abah Anies dan Ali bacain waktu 33:54 itu. Oke, berarti nanti akhir tahun 33:56 sudah harus punya satu buku ya. 33:58 [tertawa] 33:59 Iya, kalau satu minggu satu aja itu 34:01 sebulan empat setahun sudah berapa kan 34:03 gitu misalnya seminggu satu. Oke, 34:06 sementara eee, dengan eee, 34:09 Otil ada sesuatu terkait dengan 34:12 aktivitas tambahan? Kalau dia bikin 34:14 puisi kamu bikin apa? Cerpen kan ya? 34:16 [tertawa] 34:18 Eee, untuk itu sih saya belum 34:23 apa ya? 34:24 Saya belum melakukan banyak hal 34:25 sebenarnya ya. Jadi, saya di sini juga 34:28 sedang mencari yang namanya prestasi. 34:31 Mmm. Karena prestasi saya tuh belum 34:33 kelihatan. Potensi saya sebenarnya 34:35 besar, seperti itu. 34:37 Jadi, saya eh 34:40 mencari kesempatan untuk meraih prestasi 34:43 setinggi mungkin. 34:45 Seperti itu. Prestasi setinggi mungkin 34:48 gitu ya. 34:49 Kalau banyak kegiatan itu kan ada 34:52 olahraganya, ada ininya, dan segala 34:54 macam itu ada yang diikutin juga? 34:56 Iya, ada. Contohnya di bidang olahraga 34:59 tuh ada ekskul, saya mengikuti ekskul 35:01 badminton. He em. Dan itu menurut saya 35:04 sih seru-seru aja, enggak ada yang 35:06 ngebosenin. Kalau misalnya di mata 35:10 pembelajaran, contohnya di PJOK, 35:13 eh 35:15 banyak praktiknya, enggak teori-teori 35:16 doang gitu loh. Karena kan udah pasti 35:18 ini untuk kesehatan tubuh gitu loh ya. 35:22 Olahraga. Apa tadi? Bat 35:24 Badminton. 35:26 Eh, pernah nonton Megawati enggak? 35:30 Enggak? 35:31 Poli. [tertawa] 35:32 Poli? Poli. Jadi enggak tertarik poli 35:34 berarti. 35:34 Eh, kalau si Megawati sih saya pernah 35:37 nonton bentaran doang gitu di rumah di 35:39 TV disetelin lagi nonton poli. 35:41 Eh, orang rumah suka ya. Iya. 35:42 Oke. 35:44 Jadi, eh Pak 35:47 guru yang hadir bersama kita ini melihat 35:51 apa yang dirasakan dan dilakukan oleh em 35:54 siswa-siswa kita, 35:57 itu 35:58 berapa persen yang sesuai atau masih ada 36:01 PR yang banyak banget nih untuk 36:03 mewujudkan apa yang jadi keinginan 36:06 sekolah? Iya. 36:08 Tentunya di usia mereka ini ya, Bunda 36:11 Nuning, eh energinya Luar biasa, Pak 36:13 Setya. 36:14 meluap-luap. Nah, di kami eh di Insan 36:17 Mandiri eh di sekolah dan eh ma'had, itu 36:21 gimana caranya menghabiskan energi 36:23 mereka, 36:24 tapi di hal-hal yang positif. Makanya 36:26 mereka dari bangun ke bangun lagi, 36:29 gimana caranya harus ada kegiatan. 36:31 Kegiatan yang positif. Entah itu di 36:32 pembelajaran, ada di ekskul juga. Jadi 36:36 gimana caranya energi mereka ini habis 36:38 Tapi dengan baik tersalurkan. 36:41 gitu, di disalurkan dengan hal yang 36:42 positif gitu. Jadi kadang 36:44 kegabutan-kegabutan itu, Bunda Nuning 36:46 yang akhirnya mereka kreatif nih, 36:48 kreatifnya dalam tanda kutip akhirnya 36:50 melakukan hal-hal yang eh di luar eh 36:54 kewenangan kita gitu. 36:55 Makanya 36:56 kita eh adakan kegiatan-kegiatan yang 36:59 benar-benar memfasilitasi mereka, 37:01 memfasilitasi eh minat bakat mereka. Di 37:04 ekskul, di kegiatan di di kelas, 37:07 termasuk juga 37:08 eh di sekolah kita sudah memfasilitasi 37:11 mereka 37:12 eh 37:13 bimbel untuk masuk ke perguruan tinggi. 37:16 Jadi dari dari kelas 10 kalau mungkin eh 37:19 sebelum-sebelumnya dan 37:21 eh di tempat selain kita 37:23 fokus di perguruan tinggi itu He em. di 37:26 kelas 12. Nah, kita sudah memfokuskan 37:29 mereka, kita kenalkan nih soal-soal UTBK 37:33 masuk ke perguruan tinggi seperti apa 37:34 dari kelas 10. 37:36 Gitu. Kita bimbing benar-benar dari 37:37 kelas biar se selain akhlaknya bagus, 37:40 prestasi mereka bagus, dan tentunya 37:43 eh cita-cita mereka juga 37:45 tercapai sesuai dengan eh bakat dan 37:47 minat mereka. Nah, terkait dengan 37:49 cita-cita nih, kalau Ali sampai 37:52 perjalanan beberapa bulan, beberapa 37:54 waktu ini udah tergambar enggak dari 37:56 desain cita-cita yang di dibuat sekolah, 37:59 terus 38:00 oke, aku akan jadi seseorang yang gitu, 38:03 gimana? 38:04 Udah kalau ngomong cita-cita jujur masih 38:06 bimbang. Soalnya kan eh Baru sih gitu 38:08 ya. 38:09 Iya. Soalnya kalau misalnya di SMP 38:10 desain cita-cita tuh lebih ke arah 38:12 dibimbing biar kita eh bahasa sekarang 38:15 personal branding. Kalau di sekolah 38:16 waktu itu sempat Bu Lulu tuh ngajarin 38:18 biar kita bikin website tentang diri 38:20 kita gitu. Nah, cuma kalau misalnya di 38:22 SMP itu belum sampai berburu yang kayak 38:24 di ituin banget desain cita-citanya. 38:26 Nah, maka insya Allah entar desain 38:27 cita-cita di SMA bisa beneran ngebimbing 38:30 Ali buat dapetin cita-cita yang Ali mau 38:32 dan bisa untuk ee 10 tahun ke depan 38:34 insya Allah. Oke, itu cita-cita 38:36 berdasarkan pengarahan dan bimbingan. 38:39 Kalau sejak waktu masih SD gitu siapa 38:41 tahu lihat apa jadi aku mau ah gitu, 38:43 enggak? Pernah sempat ee kelas 1 SD itu 38:46 pengin jadi pembalap F1. Wois, pembalap 38:49 ya. Terus berkembang setelah SMP 38:51 mungkin? Pas kelas 4 sempat ganti pengin 38:53 jadi dokter hewan kalau enggak salah. 38:56 Kenapa hewan bukan dokter biasa orang? 38:58 Soalnya lihat hewan lucu terus kasihan 38:59 kalau [tertawa] sakit. 39:00 Oh, gitu ya, oke. Terus berkembang lagi 39:02 jadi? Terus berkembang SMP sempat pengin 39:05 jadi public speaker juga insya Allah 39:07 sampai sekarang gitu cuma 39:08 Ikut ekskulnya enggak? Ikut public 39:10 speaking. Cuma dari kemarin kan karena 39:11 masih ada kesibukan ee ikut paskibra 39:14 pengibar kemarin 17-an jadi ee fokusnya 39:16 di pengibar dulu baru entar insya Allah 39:18 mulai bulan ini ikut. Oke, ini baru 39:20 kelas 10 kan? Berarti akan ada tambahan 39:23 waktu lagi untuk me 39:25 fokuskan kira-kira ee cita-citanya mau 39:27 ke mana. 39:29 Dengar Ali begitu, kalau Otmil sendiri 39:31 gimana? 39:33 Kalau saya baru baru kecil pengin apa 39:35 terus berubah jadi apa gitu. Karena 39:37 dengan desain cita-cita ini kan jadi 39:40 termudahkan kan? Gimana-gimana 39:41 ceritanya? 39:42 Iya, jadi gini waktu saya SD 39:45 saya masih ingat saya tuh pengin jadi 39:48 pemadam 39:49 kebakaran ya. Jadi damkar. Kok bisa? 39:52 Kenapa? Ada cerita apa? Karena menurut 39:55 saya 39:56 ee damkar itu tuh keren. Keren. 39:58 Pahamlah sebagai anak-anak kalau ada 40:00 yang keren pengin jadi itu. Lihat Iron 40:02 Man saya pengin jadi Iron Man gitu. 40:04 [tertawa] 40:04 Berubah-berubah tapi pokoknya pengin 40:06 yang keren tadi itu. 40:07 Iya. Wah, kalau pernah ee Pak Medi 40:09 pernah ingin menjadi pemadam kebakaran 40:12 bisa memadamkan kemarahan orang juga 40:14 tuh. Memadamkan [tertawa] 40:16 kedengkian, keirian gitu ya. Dijadiin 40:18 cita-cita juga keren tuh. 40:20 [tertawa] 40:21 Oke, jadi terkait dengan apa yang tadi 40:25 kita dengar nih, Ikhwan Akhwat ada 40:27 desain cita-cita, bahkan pengin tahu 40:30 banyak soal ring time deh. Pengin juga 40:32 bikin di rumah gitu loh, atau mungkin di 40:33 kelompok kita yang lain, gimana? 40:36 Biar kita juga bisa ikut mencontoh 40:38 bagaimana ring time ini diperlukan 40:41 banget bagi kita dan anak-anak kita. 40:43 Sebab bisa jadi yang dengerin [berdehem] 40:45 kita juga punya anak-anak santri, punya 40:50 anak-anak jalanan yang jadi bagian dari 40:53 kegiatan mereka. 40:54 Ring time, baru dengar soalnya. 40:56 [tertawa] 40:57 Ya, ring time ini kenapa kita namakan 41:00 ring time? Sebenarnya kegiatannya di di 41:03 di dalamnya itu sharing session. Cuma 41:05 kita bentuk 41:06 melingkar. 41:07 Biasanya di sekolah kan kita sediakan 41:10 selain 41:11 bangku dan meja tempat duduk, kita 41:13 sediain juga karpet. Oh, di bawah jadi 41:15 ya? Di bawah kita lesehan dan dari situ 41:20 wali kelas atau guru yang lain yang 41:23 ngebimbing 41:24 itu sharing, santai. Mereka apa nih? 41:27 Jadi biarkan mereka yang banyak ngomong. 41:30 Entah itu mereka ngeluh ini, ngeluh itu, 41:32 senang ini, 41:34 senang itu. Nah, dari situ menurut saya 41:36 penting banget karena 41:38 eee 41:40 suatu pembelajaran akan berhasil 41:43 ketika kita menyiapkan mereka masuk tadi 41:46 zonanya masuk ke zona alfa di mana 41:49 mereka siap untuk belajar. Nah, siap 41:51 untuk belajar itu kita selesaikan dulu 41:53 nih keluhan-keluhan mereka, 41:56 semangat mereka kita bangkitkan, mereka 41:58 yang lesu, mereka yang ngantuk itu kita 42:00 kita kita bangkitkan semangatnya. Nah, 42:02 melalui ring time itu kita tahu jadinya 42:05 apa sih sebenarnya yang mereka rasakan 42:08 apa sih sebenarnya kesediannya mereka 42:10 rasakan, lesu dan ngantuknya mereka 42:12 rasakan gitu. Sangat penting banget. Pun 42:15 bisa diterapkan di rumah misalkan 42:18 Ayah Bunda ee 42:20 ngadain sharing session lah dengan 42:21 anak-anaknya 42:23 di 42:24 sekali waktu gitu. 42:26 Jadi Ikhwan Akhwat kayaknya penting 42:29 banget 42:31 suasana curhat kita bikin ya. Meskipun 42:34 cuman seminggu sekali dua kali di mana 42:36 semua tertuang di situ dan semua dengar 42:39 dan semua akhirnya juga mengetahui how 42:42 to nya untuk membuat kebersamaan itu. 42:46 Bayangin lingkaran semuanya harus 42:48 diminta mem- berikan sesuatu masukan itu 42:52 kayaknya jarang kita lakukan itu di 42:54 rumah. 42:54 [tertawa] 42:55 Oke. 42:57 Terkait dengan [berdehem] ring time ini 42:59 bagi Ali ada sesuatu yang 43:02 jadi surprise enggak? 43:05 Sebenarnya kalau ngomong surprise sih 43:06 enggak juga ya soalnya kayak ee di rumah 43:09 juga sebenarnya Bunda sama Ayah sering 43:11 banget ngajak ngobrol gitu jadi kalau 43:13 misalnya ini inilah cuma yang enak di 43:16 sekolah tuh karena sama-sama 43:17 bareng-bareng gitu. Kan ring time itu 43:19 bikin lingkaran terus ee 43:21 kita cerita gitu. Nah dari situ kita 43:23 tahu jadinya teman kita tuh lagi apa 43:24 mungkin ee ada yang lagi sedih, ada yang 43:26 lagi marah gitu kita juga bisa bantuin 43:28 jadinya. Karena kan kalau misalnya di 43:30 angkatan aku yang baru itu ee 43:34 solidaritas tuh dijunjung tinggi banget 43:36 Daniel ya. 43:37 Jadi kayak ketua angkatan kita Fairuz 43:38 itu benar-benar kayak ayo kita pokoknya 43:40 bareng-bareng semua gitu. 43:42 Susah senang bareng gitu makanya salut 43:44 banget deh sama Fairuz. Kebersamaan yang 43:46 memang luar biasa ya. Istilahnya hand in 43:48 hand mau 10 orang berarti gandengan 43:51 semua di dalam semua masalah. Adnir 43:53 sendiri terkait dengan ring time ini ada 43:55 sesuatu yang membuat ee kita merasa oh 43:58 oh keren banget atau gimana gitu? 44:00 Menurut saya ee 44:02 ring time ini tuh tempat kita curhat 44:05 gitu ya. Kita meluapkan 44:07 ee 44:07 masalah-masalah yang mungkin membuat 44:09 kita resah. Jadi, 44:11 kalau misalnya kayak 44:13 eh kita ngerasa teman kita tuh 44:16 eh risih gitu kan, dia bercandanya 44:18 gini-gini terus. Jadi, kita benar-benar 44:20 curahkan waktu lagi ring time ini gitu. 44:23 Ya, walaupun 44:24 pribadinya bahasa harus tetap dijaga ya. 44:27 Iya. Eh emosi tetap emosi, tapi 44:29 Kalimat harus teratur. 44:30 Iya, betul. 44:31 [tertawa] 44:32 Terus juga kita cari solusi bagaimana 44:35 caranya kita 44:36 ya, apalagi ke namanya ketua angkatan 44:38 kita Fairuz suka ceramahin teman-teman 44:41 kita. 44:42 Ya, walaupun begitu alhamdulillah 44:44 berubah juga. Alhamdulillah. Jadi, kayak 44:47 problem solving gitu ya, Pak Medi ya. 44:49 Meskipun dari yang kecil sampai yang 44:51 besar, dari yang satu sampai yang se- 44:54 rangkaian atau dalam kebersamaan ini. 44:57 Kalau ada sesuatu yang mau disampaikan, 45:00 Pak Medi, tampaknya kan biasanya sekolah 45:02 tuh punya kegiatan-kegiatan tertentu. 45:05 Iya. 45:05 Silakan deh. Oke, baik. Terima kasih, 45:08 Bunda Nuning. 45:09 Ya, eh Ayah Bunda sekalian, eh 45:12 insyaallah eh sekolah di SMPIT dan SMAIT 45:16 Insan Mandiri Cibubur itu tanggal 6 45:19 September di hari Sabtu, insyaallah akan 45:22 mengadakan seminar parenting menumbuhkan 45:25 jiwa pemimpin pada Ananda. Nah, 45:28 insyaallah eh akan diisi oleh 45:31 eh Ustaz Isa Al Kaff atau Habib Al Kaff 45:34 Isa Al Kaff. Ini insyaallah eh beliau 45:37 sudah 45:39 eh malang melintang ya, eh Bunda Nuning. 45:41 Mereka eh beliau juga sudah pernah ngisi 45:43 juga di TV One. 45:45 Dan terus juga ada juga eh Bu Hana dari 45:48 psikolog. Jadi, silakan Ayah Bunda ikuti 45:51 kegiatan seminar parenting ini dan ini 45:53 bersifat gratis ya, Ayah Bunda. 45:55 Insyaallah banyak ilmu yang eh akan kita 45:58 dapatkan dan kita bisa terapkan di rumah 46:01 dari eh seminar parenting ini. 46:04 Dan selanjutnya 46:06 kita juga di hari yang sama di 6 46:09 September di hari Sabtu, kita juga ada 46:11 lomba dai cilik. Wow. 46:14 Nah, lomba dai cilik ini sama, bersifat 46:17 gratis. 46:19 Pesertanya itu dari SD dan SD itu ada 46:23 putri dan putra kelas 6 kelas 4 sampai 46:26 kelas 6. 46:28 Ya, jadi untuk peserta SD 46:30 kelas 46:32 6 sampai kelas 4 sampai 6 itu untuk 46:35 putra dan putri. Sedangkan untuk tingkat 46:37 SMP 46:39 atau MTS itu khusus untuk putra di kelas 46:42 7 sampai 9. Jadi silakan Ayah Bunda bisa 46:47 mendaftarkan 46:48 eh 46:49 Anandanya ikut kegiatan lomba dai cilik. 46:51 Jadi 46:52 selain Ayah Bunda 46:55 mengikuti kegiatan seminar parenting 46:57 mendapatkan ilmu, sekaligus nih anaknya 47:01 eh ikut kegiatan lomba sehingga bisa 47:05 eh produktif mengikuti kegiatan. Dan 47:08 sekali lagi kegiatan ini bersifat 47:10 gratis. Untuk info lebih lanjut Ayah 47:13 Bunda bisa 47:15 ngecek di Instagram kita di @sekolahimc. 47:19 Insya Allah di situ sudah ada info 47:22 lengkap untuk teknis pendaftarannya. 47:25 Jadi hanya di eh Instagram itu? Iya. 47:29 Kalau untuk 47:30 Bisa telepon gitu? Enggak ada? 47:31 untuk narahubungnya bisa Ayah Bunda 47:35 hubungi di info pendaftarannya di 0 821 47:39 He em. 1724 47:41 He em. 3789 47:43 atas nama Kak Halim. Jadi Ayah Bunda 47:45 bisa tanya-tanya dengan Kak Halim untuk 47:48 eh teknis pendaftaran seminar parenting 47:51 dan atau teknis pendaftaran lomba dai 47:54 cilik. Insya Allah kegiatan ini bisa 47:57 bermanfaat buat kita semua tentunya buat 47:59 kita orang tua gimana nih sih cara 48:02 mendidik ananda-ananda kita 48:05 seperti itu keren banget tapi ini 48:07 batasnya cuman SD sama SMP ya iya betul 48:09 SD sama SMP untuk lombanya kalau untuk 48:12 parentingnya 48:13 terbuka untuk umum jadi sekali lagi 48:16 ikhwan akhwat kalau anda longgar di 48:20 tanggal 6 September silahkan ikuti 48:24 seminar parenting bagaimana menumbuhkan 48:27 jiwa 48:28 jiwa pemimpin pada anak-anak siapa mana 48:31 ada orang tua yang enggak ingin anaknya 48:33 jadi pemimpin kan jadi silahkan 48:36 longgarkan waktu di 6 September dan 48:38 hubungi 48:40 0821 48:42 7243789 48:46 untuk cari informasi lebih lanjut yang 48:48 jelas kalau putra-putri anda SD dan SMP 48:52 MTS 48:53 seperti yang tadi disebut kelas 4 sampai 48:56 kelas 6 dan untuk SMP-nya 7 sampai 9 ya 49:00 boleh ikut lomba dai cilik wow kayaknya 49:05 jadi kerinduan kita bersama nih ya buah 49:06 hati kita menjadi dai 49:08 [tertawa] 49:09 oke kita masih punya waktu 49:13 cukup banyak nih kalau ada yang mau 49:16 ditambahkan 49:17 untuk 49:19 dua siswa kita terkait dengan 49:23 parenting ini pengen enggak ayah bunda 49:25 ikut 49:27 gimana 49:28 saya dulu ya 49:29 untuk parenting 49:32 menurut saya 49:34 ya harus ikut karena 49:36 eee 49:38 dengan ikut parenting mungkin 49:42 bukan cuman guru dan ustad doang yang 49:44 bisa membantu dengan begitu orang tua 49:47 juga bisa ikut serta 49:49 membantu dalam ee menumbuhkan 49:54 sifat kepemimpinan dalam diri anak-anak 49:57 kita gitulah, saya gitu. 49:59 Iya, kalau Ali gimana? 50:02 Sebenarnya kalau misalnya ee Ayah Bunda 50:04 mau ikut ya ikut saja enggak apa-apa 50:06 Bunda Ayah. Soalnya kalau misalnya itu 50:08 kan tergantung ee 50:10 apa ya? Tergantung 50:14 jadwal Bunda Ayah juga. Soalnya kan yang 50:15 Ali tahu Ayah sibuk kerja terus ee Bunda 50:18 juga sibuk di rumah gitu. Cuma kalau 50:21 misalnya memang ada kesempatan datang 50:22 datang saja Bunda. 50:23 Iya. 50:24 Pesan langsung ke [tertawa] Bundanya. 50:26 Jadi wahai Ayah Bunda di manapun berada 50:28 di mana Jendela Sekolah bisa disimak 50:31 please kalau enggak jauh-jauh amat dari 50:33 Insan Mandiri Cibubur coba ikuti ini 50:37 karena kajian parenting dan keluarga ini 50:41 yang tadi disampaikan oleh Ustaz Isa 50:45 Alkaf. 50:45 iya Ustaz Isa Alkaf. Aha dan Bu Hana 50:49 sebagai CEO dan Bu Hana. Oke, sementara 50:53 untuk informasi terkait dengan 50:56 parenting ini memang tentu sangat 51:00 banget gitu diperlukan. Bukan hanya 51:03 anak-anak yang ingin Ayah Bundanya tahu 51:04 lebih banyak tapi juga Ayah Bunda 51:06 sendiri. 51:07 Baik, kita ada di penghujung jadi luar 51:11 biasa sekali obrolan kita hari ini. 51:14 Pak Medi terima kasih banyak 51:16 ee untuk Ali, Otniel juga Kenzi yang 51:19 sudah ee ada di luar ruangan. 51:22 Semoga bahasan kita kali ini bermanfaat 51:26 baik 51:26 Amin, amin. untuk 51:28 orang-orang yang sedang menyimak ataupun 51:32 juga yang lain terutama orang tua dan 51:34 siswa yang ingin sekali mencari sekolah 51:37 untuk membentuk generasi beriman, 51:39 berilmu, mandiri dan 51:43 sukses ya tentu saja. Oh ya informasi 51:46 yang tadi belum lengkap saya sampaikan 51:47 ini ada juga ternyata Majelis Ummahat 51:51 Silaturahim 51:52 dan film maker muslim itu 51:56 menampilkan kajian parenting dan 51:58 keluarga merupakan roadshow film 52:00 parenting lebih dari selamanya 52:05 dengan menghadirkan Ustad Izza Alkaf, 52:08 kemudian juga ada Doni 52:11 Alamsyah kemudian Aditya Alkatiri 52:16 Ini kapan? Enggak lama, karena ini besok 52:19 Selasa 26 Agustus 2025 jamnya jam 09.00 52:24 pagi sampai jam 11.00. Tempatnya di 52:26 Masjid Silaturahim 52:28 yang ada di Taman Laguna, ya. 52:32 Mudah-mudahan kalau yang punya waktu 52:34 besok bisa hadir nih jam 09.00 sampai 52:37 jam 11.00 Selasa 26 Agustus 2025. Sekali 52:42 lagi Pak Medi, kemudian juga Ali dan 52:44 Otniel serta Gemzi, terima kasih untuk 52:47 kehadirannya. Terima kasih juga, Bunda 52:49 Nuning. 52:50 [tertawa] 52:51 Mudah-mudahan kita akan semakin dapat 52:54 menempatkan diri sebagai sosok-sosok 52:57 yang sangat diperlukan oleh buah hati 53:00 kita 53:01 ditutup 53:02 dengan doa kafaratul majelis. 53:05 Wassalamualaikum warahmatullahi 53:08 wabarakatuh. Waalaikumsalam.