Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:06 [Musik] 0:20 [Musik] 0:49 [Musik] 0:54 braasil 0:58 TV 1:03 [Musik] 1:16 [Musik] 1:27 Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 1:28 warahmatullahi wabarakatuh 1:30 alhamdulillahbil alamin wasatu wasalamu 1:33 ala sayidina Muhammad waa alihibihi 1:36 ajainbi Zidni Ilma allahumfani Bima 1:39 alamtani waimni Maf warzni Ilman yangfi 1:43 dipancarkan dari Jalan Masjid salatahim 1:45 Nomor 36 k cibu ber beekasi Radio 1:48 Silaturahim dan rasil TV untuk Islam 1:50 yang satu yan ahwad yang dirahmati Allah 1:52 subhanahu wa taala Semoga kabar anda 1:53 dalam keadaan sehat walafiat di mana pun 1:56 saja anda berada yang dapat mendengarkan 1:58 siaran kami ikhwan akhwat 2:00 Saya anggudin ditemani oleh Anis muim 2:03 dan 2:04 jugadi hadir menemani anda dalam Kami 2:08 hadir dalam acara kajian ekonomi Islam 2:11 dan alhamdulillah narasumber kita untuk 2:14 acara ini telah hadir di studio guru 2:18 kita dari dewan Syariah nasional Ustaz 2:20 Ikwan Basri asalamualaikum 2:22 warahmatullahi wabarakatuh Pak ustaz 2:23 Waalaikumsalam Warahmatullahi 2:25 Wabarakatuh kabarnya sehat pak Ust ya 2:27 alhamdulillah seatfiat alamdah sehat 2:30 walafiat dan ikhwan akhwat di kesempatan 2:32 kali ini kita akan mengangkat satu topik 2:34 mengenai mandegnya ekonomi syariah atau 2:38 nanti kita juga akan melihat sebenarnya 2:40 eh faktor-faktor apa saja yang 2:44 mengindikasikan bahwa ada ungkapan 2:47 ekonomi syariah seolah-olah mandek di 2:49 negeri ini jika kita melihat dalam 2:54 beberapa tahun terakhir saja gitu ya 2:57 tema-tema mengenai ekonomi 3:00 ketika kita mengamatinya dari apa dari 3:03 perkembangan yang diberitakan oleh media 3:06 baik di media massa maupun e media 3:10 sosial 3:11 perbincangan tentang ekonomi syariah 3:14 memang jarang sekali menjadi trending 3:16 gitu kalau menjadi trending pun biasanya 3:19 dikaitkan dengan hal-hal 3:20 kekurangan-kekurangannya gitu ya hal-hal 3:22 kelebihannya malah dalam eh pantauan 3:26 masyarakat ini kok seolah-olah ke mana 3:28 gitu ekonomi syariah sementara 3:30 permasalahan ekonomi hampir setiap hari 3:32 ada gitu apalagi sampai saat ini orang 3:34 masih terus berbicara tentang ekonomi 3:37 dan kita akan melihat sebenarnya Eh 3:40 bagaimana dari data-data juga nanti akan 3:42 disampaikan oleh Ustaz dan kita akan 3:44 melihat terkesan Bagaimana perkembangan 3:47 ekonomi dalam beberapa tahun terakhir 3:49 ini berganti kepemimpinan berganti ketua 3:51 kalau misalkan ada bidang-bidang yang 3:53 menggeluti hal ini kita juga akan 3:55 melihat gitu ya sebenarnya edukasinya 3:58 juga Apakah oleh berbagai pihak mengenai 4:01 ekonomi syariah ini berjalan atau tidak 4:03 ataukah lambat ataukah masif Nah kita 4:05 akan mendapatkan pencerahan dari Ustaz 4:08 Iwan Basri begitu Pak ustaz ya kami 4:10 persilakan Pak ustaz selain nanti kita 4:12 juga akan ada dialog dengan pendengar 4:13 Pak ustaz ya dari SMS dan WhatsApp yang 4:16 masuk untuk itu silakan kirimkan ke 4:18 nomor 4:21 0811199720 kami persilakan Pak ustaz 4:24 Terima kasih masangga asalamualaikum 4:27 warahmatullahi wabarakatuh 4:30 alhamdulillahiabbil alamin wa Ashadu 4:32 Alla ilahaillallah walius shihin wa 4:35 Ashadu anna muhammadan abduhu waasulu 4:38 khamuliya wal mursalin Allahumma Shi 4:41 wasallim wabarik ala nabiil Karim waa 4:45 alihi wa asabi ajmain Amma Badu para 4:48 pemirsa resil TV dan para pendengar 4:51 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 4:53 subhanahu wa taala 4:56 Alhamdulillah kita selalu memanjatkan 4:59 syukur kepada Allah subhanahu wa taala 5:02 yang senantiasa dan tidak pernah 5:06 berhenti-berhentinya mencurahkan 5:08 rahmatnya kepada kita sekalian sehingga 5:10 dengan rahmatnya itu kita dapat 5:12 melaksanakan aktivitas kita termasuk 5:15 kita melaksanakan siaran live pada hari 5:18 ini para pemirsa dan para pendengar yang 5:21 dirahmati Allah subhanahu wa taala ee 5:24 seperti yang di ee apa dimukadimahi oleh 5:27 Mas Angga tadi bahwa banyak sekali pihak 5:31 ya Banyak pihak 5:34 stakeholder dari kalangan umat Islam 5:37 yang awam yang 5:40 berpendidikan dan juga para 5:43 aktivis-aktivis yang ada di lingkungan 5:45 ee ekonomi syariah di Indonesia ini 5:48 merasa bahwa 5:51 ee gerakan atau pertumbuhan atau 5:54 perkembangan ekonomi syaria di negeri 5:57 kita ini mengalami ee ee kemandegan ya 6:01 stagnasi ya dan itu banyak ee data atau 6:07 banyak bukti yang mereka 6:09 ee berikan kepada saya 6:12 ya 6:13 karena mungkin mereka merasa ada ada 6:16 perbedaan dalam beberapa tahun terakhir 6:18 ini mungkin karena ada pandemi sehingga 6:21 pada waktu itu kita dibatasi gerakan 6:23 kita ee edukasi kita dan lain sebagainya 6:26 tentang ekonomi Islam ini terbatas Kara 6:29 dibatasi oleh prokes ya tetapi sebelum 6:32 itu terjadi pun sudah ada gejala bahwa 6:36 ee perkembangan atau gerakan ekonomi 6:39 syariat di Indonesia ini ee lebih banyak 6:42 kita dengar dari gelombang suara tetapi 6:44 tidak dalam alam yang nyata begitu ya 6:47 suaranya bergemah ya Mulai dari 6:50 ee orang yang di atas ya Bapak menteri 6:54 misalnya atau ketua ini ketua itu dan 6:57 lain sebagainya mengenai perspek p 6:59 ekonomi syariah yang begitu besar di 7:01 Indonesia tapi kenyataannya ee di dalam 7:05 data yang disodorkan kepada kita ini ada 7:08 hal yang menunjukkan bahwa itu ee 7:10 berbeda antara suara dengan ee kenyataan 7:14 ya jadi misalkan ya ada data yang 7:16 terbaru dari OJ dari Bank Indonesia 7:19 bahwa apa namanya 7:21 ee pertumbuhan ekonomi syariah itu 7:25 market share-nya di Indonesia sampai 7:26 dengan 7:28 Februari 2002 2022 itu 6 7:33 kom 65% 7:36 Ya 7:39 6,65% ya 7:42 2022 jika kita melihat ya Ee sejarah ke 7:48 belakang bahwa 7:51 ekonomi syariat dalam hal ini lembaga 7:53 keuangan syariah pertama kali ke 7:55 Indonesia diintroduce ke dalam sistem 7:58 keuangan kita pada tahun 8:02 1992 dengan berdirinya Bank Muamalat dan 8:05 Asuransi Takaful ya maka itu sudah 30 8:09 tahun ya 30 tahun lamanya atau 30 tahun 8:13 penuh ya kita 8:15 mengintrodusir memperkenalkan lembaga 8:18 keuangan syariah di Indonesia ya dan 8:22 sampai tahun 2 8:25 2022 Market Share daripada perbankan 8:28 syari itu baru 8:32 6,65%. maknanya pertumbuhan dalam setiap 8:34 tahun itu enggak sampai 1% mungkin 8:36 kirakira 8:38 0,3% ya 0,3% kecil sekali ya Sehingga 8:44 ee 8:46 sebagian orang itu apa namanya ee merasa 8:49 bahwa seperti ada kemandekan dan kalau 8:52 kita lihat Market Share yang 5% itu 8:56 mungkin tahun 2010 misalnya eh 9:00 kemudian antara 2010 ke sekarang itu 9:04 Eh cuma meningkat 1,6% itu menunjukkan 9:08 bahwa kebelakangan ini 9:10 belakang-belakangan kita ini malah e apa 9:12 namanya menunjukkan bahwa pertumbuhan 9:14 atau percepatan akselerasi itu enggak 9:16 ada ya keesempatannya bertumbuh malah 9:19 tidak ada yang ada malah ee perlambatan 9:23 ya Nah itu dari dari sisi angka lah 9:27 kalau kita bandingkan dengan negara 9:29 tetangga misalnya Malaysia ya I supaya 9:31 kita tahu petanya kayak apa market share 9:34 di Malaysia lembaga keuangan syariah 9:37 dalam hal ini perbankan itu sudah 9:39 mencapai 9:41 37% itu akhir tahun 2020 ya data yang 9:45 ada di kita ya itu berarti masuk pandemi 9:49 ya masuk pandemi 2020 ya belum ada 9:52 vaksinasi ya 9:54 Nah Malaysia termasuk negara yang sangat 9:56 ketat ya dalam menangani covid-19 itu 10:00 sehingga ee jauh lebih ketat daripada 10:03 kita 10:04 ee dan itu kalau kita lihat data tahun 10:07 2020 Market Share daripada keuangan 10:11 Islam di Malaysia mencapai 10:14 37% jauh sekali daripada kita meskipun 10:17 sebenarnya dilihat dari sejarah 10:20 pendirian di Malaysia hampir 10 tahun 10:22 lebih dulu daripada di kita ya Malaysia 10:25 memperkenalkan Bank Islam Malaysia 10:27 berhad itu tahun 1 10:32 982 ya setahun kemudian 10:36 1983 itu Takaful muncul di Malaysia ya 10:40 Jadi kurang lebih kita ini setahun 10:42 terbelakang atau di di belakang Malaysia 10:44 e dalam hal ee memperkenalkan perbangan 10:48 Syariah di tanah air kita nah market 10:51 sharenya itu jauh di atas kita ya sudah 10:56 307% ya kemudian di Saudi Arabia ya ini 11:00 datanya 11:01 lebih lebih hebat lagi ya Market Share 11:05 perbangan Syar di Malaysia eh di Saudi 11:07 Arabia itu mencapai Eh 11:11 82% ini tahun 2020 ya mungkin sekarang 11:15 sudah naik ya karena di Saudi itu e apa 11:18 namanya eh tidak banyak bicara 11:21 sebetulnya ya Enggak banyak 11:22 berkeluar-keluar Gubernur Sentral 11:24 banknya itu ya Enggak banyak ngomong 11:26 menterinya Enggak banyak ngomong tapi 11:29 Kakan ya ya 11:30 Ee antara pemerintah dengan swasta 11:33 sangat gencar 11:34 mereka mensosialisasikan secara ee 11:38 fundamental eh keuangan Sar itu sehingga 11:41 sampai sekarang itu marknya sudah 82% 11:45 kemudian kita lihat Pakistan ya pada 11:48 akhir tahun 2021 itu Mark daripada 11:53 Islamic banking di Pakistan mencapai 11:56 18,6% ya termasuk tetap lebih Lebi 11:59 tinggi daripada kita jauh ya karena 12:01 mereka sudah rata-rata sudah double 12:03 digit kita itu 12:06 ya belum belum pernah mencapai double 12:11 digit ya ya baru ini 6,6% 12:15 6,65% ya dan itu kita sudah laksanakan 12:19 30 tahun ya Dan kalau seperti ini maka 12:23 apa yang disimpulkan oleh teman-teman 12:25 tadi pengamat-pengamat ee atau orang 12:27 awam yang punya apa namanya kepedulian 12:30 terhadap perkembangan ekonomi syariah 12:32 terutama keuangan syariah ini ee tidak 12:35 salah kalau mereka itu kemudian 12:38 menyimpulkan bahwa telah terjadi 12:41 stagnasi di dalam perkembangan lembaga 12:44 Kangan syariat Indonesia karena bukti 12:46 data seperti ini ya dan dan ini yang 12:50 yang membuat ee saya merasa apa namanya 12:55 agak menyesalkan adalah bahwa mereka itu 12:59 kemudian merasa bahwa 13:01 eh perkembangan ekonomi Islam di 13:03 Indonesia itu tidak bakalan lebih baik 13:06 lagi ke depan gitu loh jadi mereka ada 13:08 agak agak ini pesimis ya pesimis ya saya 13:12 memberikan penjelasan kepada mereka 13:14 begini logikanya kalau kita hanya 13:18 melihat data dari LKS ya Misalnya 13:20 asuransi asuransi juga di Indonesia itu 13:23 rendah ya 5% ya 5, sekian% ya 5,3% Ini 13:27 akhir eh 2021 di Indonesia jadi bank 13:31 sudah 6% asuransinya 5 5% ya 13:35 segitu-segitu aja sudah lama sekali ya 13:37 sudah hampir 30 tahun juga ya Nah untuk 13:41 memberikan hiburan kepada mereka saya 13:44 memberikan jawaban begini kita enggak 13:47 boleh ya hanya memberikan atau melihat 13:50 data itu sebagai perkembangan ya 13:52 perkembangan e lembaga kewangan Syariah 13:55 atau perkembangan eh ekonomi syariah di 13:58 Indonesia Jadi tidak boleh kita 14:00 menjadikan eh data itu sebagai 14:02 representasi dari market share ekonomi 14:05 di Indonesia bagi saya itu terlalu kecil 14:08 ya karena ada 14:10 ee Market Share ekonomi shar yang tidak 14:12 terekam oleh ini ya itu kan yang di 14:15 pembiayaan ya pembiayaan n di pembiayaan 14:18 atau atau penghimpunan dana ada banyak 14:22 Data yang sebetulnya kita tidak tahu 14:23 jumlahnya berapa tapi dalam pikiran saya 14:26 itu jauh lebih besar daripada itu yaitu 14:29 yang tidak terekam apa yang tidak 14:31 terekam ya segala transaksi ee transaksi 14:36 di ekonomi Ril yang tidak menggunakan 14:40 riba nah contohnya misalnya gini kita 14:44 kan butuh bahan-bahan yang kita beli 14:47 setiap hari butuh beras butuh minyak ya 14:51 butuh kebutuhan sehari-hari kebutuhan 14:52 pokok selalu kita beli makan minum 14:55 kemudian pakaian dan lain sebagainya 14:57 transportasi ya nah transaksi ini kalau 15:01 kita 15:03 labeli sebagai transaksi Syariah karena 15:05 tidak terlibat di dalamnya riba ya maka 15:10 jumlahnya jadi sangat besar ya terutama 15:12 dalam Halin ada konsumsi nah sektor 15:15 konsumsi yang dilakukan oleh rumah 15:17 tangga di mana 90% beragama Islam 15:20 kayaknya ini akan menimbulkan angka yang 15:23 sangat besar ya sangat besar jauh lebih 15:25 besar daripada itu daripada yang tadi 15:28 itu ya ya Eh 15:30 6,5 15:32 6,65% atau 15:34 5,3% misalnya seperti itu jauh sekali ya 15:38 Nah kemudian ada sektor halal industri 15:41 Misalnya ini juga sangat besar dan itu 15:43 juga enggak terreord di di data itu 15:46 makanya kepada teman-teman semuanya ya 15:49 termasuk pemerhati ekonomi syariah ee di 15:52 mana saja berada 15:54 Ee kita tidak boleh pesimis hanya dengan 15:57 melihat angka yang dikeluarkan oleh OJK 16:00 atau Bank Indonesia mengenai 16:02 perkembangan 16:03 ee lembaga kewangan Sari di Indonesia 16:06 yang sekarang baru menyentuh posisi 16:10 6,65% dan 16:12 di apa namanya dijudgem sebagai 16:16 kemandegan di dalam perkembangan ekonomi 16:18 syariah ya tapi selain daripada itu ada 16:22 juga yang yang berargumen 16:24 bahwa memang tidak sama apa yang terjadi 16:28 pada tahun 2000 sampai 2010 misalnya 16:32 dengan 16:34 2015 ke sini itu tu berbeda ya 16:38 Ee ini terutama orang yang memiliki 16:41 keterlibatan langsung terhadap 16:43 perkembangan ya misalkan praktisi 16:46 misalkan konsultan akademisi ee dan lain 16:50 sebagainya ya Mereka melihat bahwa di 16:54 tahun 2000 sampai 2010 itu edukasi 16:59 kemudian 17:00 sosialisasi di semua level itu 17:02 digencarkan Bank Indonesia pada waktu 17:05 itu eh mentraining seluruh karyawannya 17:09 tentang Apa itu ekonomi syariah dan juga 17:12 Apa itu perbangan Syariah sampai 17:14 sedetail-detailnya itu itu sangat 17:17 menggalakkan ya digalakkan Tapi sesudah 17:19 itu ya tetap ada training ya tapi enggak 17:23 se apa namanya skalanya Enggak seperti 17:26 sebelum sebelum tahun 2000 10 ya antara 17:29 tahun 17:30 200020 itu luar biasa ya dan itu bukan 17:34 hanya dilakukan oleh regulator Tapi 17:37 semua perbangan Sar itu sangat giat 17:39 sekali melakukan training juga ada 17:42 kerjaasama dengan lembaga-lembaga 17:44 pendidikan Islam pesantren dan lain 17:46 sebagainya itu kita rasakan ya tapi 17:49 kebelakangan seperti ini kebelakangan 17:51 seperti sekarang ini yang itu mereka 17:54 rasakan kurang ya baik dari sisi 17:57 kualitas ataupun kuantitas Nah itu 18:00 mungkin sebagai suatu apa namanya 18:03 gambaran ya Mengapa tidak dirasakan atau 18:06 kurang dirasakan sosialisasi seperti 18:08 yang tadi dikatakan tadi itu sosialisasi 18:10 atau edukasi bahkan sekarang misalnya 18:12 hampir semua perukuruan tinggi baik itu 18:15 negeri atau swasta sudah menjadikan 18:18 ekonomi Islam sebagai bagian atau 18:20 sebagai ee apa namanya Prodi ya di 18:24 fakultas ekonomi atau di fakultas yang 18:26 lain ya Bahkan ada juga juga yang yang 18:29 mengintrodusir EE lembaga yang lembaga 18:34 pendidikan tapi bukan S1 misalnya kayak 18:36 D1 D2 D3 itu sudah banyak sekali yang EE 18:40 memberikan training-training tentang 18:42 akuntansi syariah dan lain sebagainya 18:45 karena akuntansi inilah yang EE menurut 18:47 kita atau menurut pada menurut kita 18:50 semuanya akan menunjukkan Bagaimana 18:53 perlakuan accounting treatment ini akan 18:56 sangat berbeda ee terhadap ee 19:00 transaksi-transaksi konvensional ya maka 19:03 ada ee pendidikan D1 atau D2 D3 tentang 19:07 akuntansi syariah kalau S1 juga ada ya 19:10 di banyak perukuran tinggi sekarang 19:12 sudah ada tapi ya lagi-lagi orang ak 19:15 bertanya di mana apa namanya 19:18 ee hasil daripada pendidikan itu 19:20 memberikan kontribusi kepada 19:22 perkembangan e ekonomi syariah atau 19:26 perkembangan daripada lembaga keuangan 19:27 syariah kalau seandainya ada akan 19:29 ditunjukkan dengan angka mungkin double 19:33 digit ya pencapaiannya sudah di atas 10% 19:36 itu terasa tapi ini enggak walaupun 19:38 sudah didukung dengan edukasi formal ya 19:42 Tapi tetap perkembangannya masih seperti 19:45 itu ya Nah ini jadi 19:48 ee mereka ini mempertanyakan itu ya 19:52 diskusinya mempertanyakan Kenapa terjadi 19:55 kemandekan yang ditunjukkan dengan data 19:57 itu mas 20:00 ya dari data-data 20:04 yang sebenarnya itu apakah sudah Ee 20:07 dibuka ke publik data-data itu tuh Pak 20:11 ustaz ini publik ini bisa kita cek dari 20:13 semua dari semua gitu ya memang Kan ada 20:16 beberapa ee regulator juga yang melihat 20:19 bahwa ee Bagaimana ekonomi Islam ini 20:23 atau ekonomi syariah gitu ya itu tidak 20:25 ambil peran gitu tidak ambil peran 20:29 akhirnya masyarakat melihat Wah ini 20:31 tidak ada kesesusan dari pemerintah gitu 20:33 oh jadi maksudnya ee ada pihak yang 20:35 tidak ingin ekonomi itu maksudnya ada 20:39 enggak kira-kira ini Pak aznya data-data 20:41 Yang kalau menus si ada kan pada waktu 20:43 kita 20:45 mengundangkan apa ya undang-undang 20:48 perbankan nomor 8 tahun 2000 ee 2000 20:53 2002000 berapa 2008 undang-undang Nomor 20:56 21 Tahun 2008 undang-undang perbangan ah 20:58 itu kan gak semua fraksi di DPR itu 21:00 setuju ada yang workout Siapakah yang 21:02 workout itu Nah itu menurut saya yang 21:05 tidak setuju dengan ee undang-undang ini 21:09 ya tapi sebagai negara yang demokratis 21:12 karena mayoritas di DPR sudah meloloskan 21:15 dan menjadikan itu sebagai undang-undang 21:17 ya apa pun libat itu kan sudah yang 21:18 harus kita ikuti maka dengan 21:21 diloloskannya undang-undang nomor 21 21:24 tahun 2008 tentang ee perbangan Syariah 21:27 itu menjadi amanah Bagi EE pemerintah 21:30 siapapun ya yang berkuasa untuk tetap 21:33 memajukan ya siapun tidak peduli dari 21:37 partai apapun itu tidak peduli Dia ee 21:40 Dia memberikan amanah kepada pemerintah 21:43 untuk dikembangkan ya tidak boleh ada 21:46 pemerintah yang hanya mengembangkan 21:48 konvensional saja terus Syariah 21:50 ditinggalkan Nah itu tidak boleh tapi 21:54 yang yang barusan tadi kan seolah-olah 21:56 walaupun ini kan sudah lolos Dar dari ee 21:58 dari DPR dan menjadi undang-undang 22:00 tetapi tetap ada mungkin kelompok 22:03 tertentu yang meng-hack atau apa gitu ya 22:06 tidak supaya ini tidak berkembang ya 22:09 kalau seperti itu di dalam permukaan di 22:12 atas permukaan sih enggak kelihatan ya 22:14 Tapi selama ini kita enggak merasakan ya 22:16 kan justru ya banyak yang perkiraan kita 22:19 itu mereka mungkin tidak suka dengan 22:22 ekonomi syariah tapi kenyataan mereka 22:25 malah orang yang mendukung ya he banyak 22:28 ya iya iya ya itu bisa ditanyakan dengan 22:31 ee Bisa dicek dengan misalkanlah 22:34 lembaga-lembaga keuan syariah atau 22:35 perbangan syariah yang ada di 22:37 wilayah-wilayah mungkin mayoritasnya 22:39 malah nonmuslim he dan itu bisa 22:41 berkeibra misalnya saya bisa Sebutkan ya 22:44 Ada BTPN Syariah itu kan ada yang di 22:47 Bali he hampir semua Bali itu kemudian 22:50 NTT daerah Sekar Kubang ya itu 22:54 berkembang berkembang sekali ya dan 22:57 sangat membant bantu mereka ya makanya 22:59 kalau dilihat dari tampilannya itu ee 23:02 apa namanya iklannya bukan iklannya apa 23:05 bukan iklan juga promosi video-video 23:07 yang dikeluarkan oleh PTPN Syariah itu 23:10 itu semua ada ya 23:13 ada apa etnisnya itu loh etnis ada yang 23:16 etnis ini etnis itu kemudian pakaian ini 23:19 pakaian daerah yang menunjukkan bahwa 23:21 mereka itu sebetulnya bukan orang bukan 23:23 e bukan muslim gitu tapi mereka menerima 23:26 ya jadi eh mereka sudah menyadari itu ya 23:30 jadi seperti ini tidak ada masalah 23:32 sebetulnya tetapi yang tetap menjadi 23:34 pertanyaan bagi teman-teman tadi itu 23:36 adalah Kenapa kok datanya enggak 23:39 berubah-berubah gitu l kita itu Mau 23:41 menyentuh angka double digit kayaknya 23:43 mustahil I apakah data itu sesuai dengan 23:46 realita yang terjadi atau memang 23:48 permainan data kita bicara di Indonesia 23:50 ini soalnya Pak 23:52 ustaz yang data ee semua Kementerian aja 23:56 bisa dipertanyakan 23:58 nah menurut Pak usustaz itu 24:00 ee ya karena Pak ustaz kan dengan latar 24:04 belakang dewan serarat nasional juga 24:05 kira-kira otokritik apa Pak ustaz yang 24:08 perlu di difokuskan gitu ya untuk para 24:12 penggerak ekonomi syariah di negeri ini 24:14 bukan hanya kita fokus ke masyarakat 24:15 ataupun ke pemerintahan gitu ya Iya 24:18 kalau kalau saya perhatikan ya penggara 24:21 ekonomi syariah itu mungkin bisa dibagi 24:24 menjadi beberapa kelompok ya misalkan 24:26 gini ada yang kelompoknya mainstream ya 24:29 ini formal artinya yang diwakili dengan 24:32 lembaga 24:33 ee apa lembaga keuangan syariah yang ada 24:36 ya Apa itu perbankan Apa itu asuransi 24:40 lembaga pembiayaan atau pasar modal ya 24:43 Nah ada yang mereka ini tidak mengikuti 24:46 itu ya mereka ini sebetar anti 24:48 mainstream ya Misalnya ee orang 24:52 kelompok-kelompok yang masih ragu 24:54 terhadap gerakan yang pertama ini 24:57 gerakan dan gerakan e formal ini mereka 25:00 meragukan keabsahan syariahnya itu 25:02 diragukan nah mereka akhirnya bikin 25:04 sendiri ya bnya Ada mereka bikin 25:07 Perumahan ya Anti riba ya 25:11 kemudian pembiayaan anti riba dan lain 25:14 sebagainya tapi mereka itu tidak mau 25:16 mengikuti yang mainstream yaah 25:18 sebetulnya kalau kita lihat dari 25:20 semangatnya kan harus kita tangkap ya 25:22 karena kelompok ini senya inginnya itu 25:24 tidak tidak mengenal ribah artinya tidak 25:27 terken ribah dalam transasinya atau 25:29 bagaimana mereka menghindari ribah 25:30 semangatnya ada di situ ya tetapi 25:33 pengertian yang mereka ee inginkan itu 25:36 tidak seperti yang mainstream ya mereka 25:38 bikin sendiri Ini juga tidak terdata 25:40 sebetulnya ya berapa jumlahnya itu kita 25:42 tidak tahu k hampir di semua tempat ada 25:46 ada di Jawa Jawa Barat ada Jawa Tengah 25:48 pun ada Jawa Timur juga ada Madura juga 25:51 ada ya seperti itu ya Jadi ini anti 25:55 mainstream dan anti formalitas seperti 25:57 kalau saya Sebutkan begitu ya karena 25:59 mereka ee mempunyai pikiran bahwa apa 26:02 yang ada dalam formal dan ada yang di 26:05 dalam mainstream ini tidak mewakili ee 26:08 keseluruhan pengertian syariah mereka 26:11 mempunyai pendapat sendiri nah ini 26:13 merekaat gerakan dan kita tetap welcome 26:15 karena semangatnya adalah ingin 26:18 menghindarkan diri dari riba dalam semua 26:20 transaksi mereka Ya ya seperti itu ya 26:25 Nah ini jelas tidak mungkin kita 26:28 dapatkan datanya berapa volumenya berapa 26:31 besarannya kira-kira wallahuam Saya 26:33 tidak tahu tapi gerakannya ada 26:36 gerakannya dirasakan ya mereka mempunyai 26:39 pengajian sendiri ya i i mereka punya 26:41 Ustaz sendiri mereka punya toko sendiri 26:44 meskipun nanti kita juga bisa apa dalami 26:47 lagi bahwa kelompok ini ada 26:50 bermacam-macam warna ya He ada yang apa 26:54 namanya sangat kaku ya ada yang 26:57 akomodatif ya Ee itu artinya 27:01 ee bisa 27:03 menerima apa namanya masukan terbuka 27:06 mereka terhadap masukan kembali ada yang 27:09 ada yang menutup diri seperti itu ya 27:12 makanya saya katakan itu berwarna-warna 27:14 antuk kelompok ini karena sebenarnya 27:15 enggak satu tapi intinya kan kita dapat 27:17 bahwa mereka ini semangatnya adalah anti 27:20 riba bagaimana kita menghindarkan diri 27:23 dari riba dalam translasi itu yang 27:25 mereka ingin cita-citakan yang mereka 27:27 wujudkan gitu