Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:07 Rasul TV 0:11 [musik] 0:25 [musik] 0:30 Bismillahirrahmanirrahim. 0:32 Assalamualaikum warahmatullahi 0:33 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 0:35 rahimakumullah. 0:37 Syukur alhamdulillah kita di pertemukan 0:40 kembali di acara Jendela Sekolah Radio 0:43 Silaturahim yang mudah-mudahan 0:46 akan memberikan 0:48 informasi yang luar biasa bagi kita yang 0:51 memerlukan terkait dengan 0:54 sekolah 0:55 kita. 0:56 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:59 untuk 1:01 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:03 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:06 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:09 beliau sekaligus dipertemukan dengan 1:11 beliau di saat yang sangat kita rindukan 1:14 di yaumil akhir. 1:17 Ikhwan Akhwat 1:18 kali ini tampaknya awal dari mau 1:22 menghadirkan siswa wanita ya karena 1:25 biasanya 1:27 siswa-siswa pria yang tampil. 1:30 Karena 1:31 memang di 1:33 Sekolah Insan 1:35 Mandiri Cibubur itu sekarang khusus 1:38 putri juga sudah ada nanti informasinya 1:41 terkait dengan penerimaan 1:43 siswa baru di penghujung acara ini akan 1:46 kami sampaikan. 1:48 Dan untuk hari ini 1:51 topik yang akan dibahas persisnya adalah 1:55 membangun kepercayaan diri remaja. Itu 1:59 tema kita hari ini. Dan 2:02 siapa saja yang hadir? 2:04 Yang jelas ada Ibu Anisa. 2:06 Assalamualaikum warahmatullahi 2:08 wabarakatuh. 2:09 Waalaikumsalam Mbak Noni. Terima kasih 2:12 sudah mendampingi putri-putri kita. 2:15 Terus dari siswa yang hadir coba siswi, 2:19 bukan siswa ya, siswi. Coba perkenalkan 2:21 diri. 2:22 Assalamualaikum warahmatullahi 2:23 wabarakatuh. Halo semuanya perkenalkan 2:26 nama aku Jasmine Fleurina Azzahra bisa 2:28 dipanggil Jasmine. Saya dari kelas 7 2:30 full day. 2:31 Oke, sebelahnya? Saya. 2:34 Baik terima kasih. Sebelumnya 2:36 perkenalkan nama saya Zara Zafira Akbar 2:37 dari kelas 7 full day SMP IT Al Azhar 2:40 Cibubur. Dan satu lagi? Ehm, aku Dirsya 2:44 Taurusa biasa dipanggil Dirsya dari 2:47 ehm, SD full day. 2:49 Iya. 2:51 SD-nya sudah lewat masih SD full 2:52 [tertawa] day. 2:55 Nah, terkait dengan bahasan kita nih 2:57 yaitu 2:59 membangun kepercayaan diri para remaja. 3:03 Kayaknya tanya ke anak-anak dulu deh ya. 3:07 Ehm, 3:08 Bu, Ibu guru yang cantik jelita. 3:11 Ngomong-ngomong nih, kalau ehm, sebagai 3:14 remaja di usia kalian saat sekarang ini 3:18 kalau disuruh jujur pernah enggak sih 3:21 merasa minder gitu? 3:23 Dan kalau toh muncul biasanya karena 3:25 apa? 3:26 Siapa yang mau jawab duluan? 3:27 Saya. 3:28 Saya. 3:30 Oke, biasanya itu ehm, pasti kita pernah 3:33 ngerasa minder ya. Biasanya mungkin 3:36 karena bullying 3:38 antar teman, teman-teman yang pernah 3:40 ngata-ngatain kita dari perkataan maupun 3:42 perbuatan entah itu kayak body shaming 3:44 atau lainnya gitu. 3:47 Jadi pernah ya? Pernah pasti. 3:48 Dan kalau antara rasa 1 sampai 10 ada di 3:51 poin ke berapa? 3:53 Eee palingan delapan lah pasti. 3:58 Oke, Jasmine? 4:01 Ya sepertinya saya tidak 4:03 minder ya, karena saya selalu berusaha 4:05 untuk eee 4:07 tampil percaya diri. 4:09 Jadi mindernya minggir ya? Iya. Oke. 4:12 Jadi yang di yang diutamakan adalah 4:13 percaya diri dulu, baru mindernya 4:15 belakangan. 4:17 Kalau toh muncul entar gitu enggak 4:18 sekarang ya? 4:19 Oke, yang terakhir? 4:21 Kalau ngerasa minder 4:23 pastinya [berdehem] pernah. 4:24 Eee itu pas banget waktu awal masuk 4:26 sini. Ehem. Itu kan 4:29 diwajibkan untuk pakai hijab segi empat. 4:32 Dan sebelumnya itu biasanya pakai 4:34 kerudungan langsungan. 4:36 Jadi awal-awal masih 4:37 Bergo gitu ya kerudungnya. 4:39 Kalau pas pakai disuruh pakai hijab segi 4:42 empat itu 4:44 kurang bisa, jadi kayak 4:47 gelombang sini, gelombang ke sana. 4:49 Dan terus ngelihat teman-teman kok bisa 4:51 sih pada rapih gitu. 4:53 Tapi lama-lama sudah terbiasa dan 4:55 akhirnya bisa. Bisa akhirnya. Nah, 4:57 lanjut jawab dulu sebelum nanti geser ke 4:59 sebelahnya, kalau yang paling bikin 5:02 eee 5:03 sulit sekali atau takut gitu rasanya 5:05 kalau jadi diri sendiri biasanya apa? 5:09 Eee 5:12 Semua orang kan punya kekurangan ya, aku 5:14 takutnya orang enggak bisa menerima 5:15 kekuranganku itu sih. Oh jadi rasa takut 5:17 karena kekurangannya tidak bisa 5:19 diterima. 5:20 Dika gimana? 5:22 Eee kalau saya sendiri itu mungkin kalau 5:24 misalnya jadi diri sendiri 5:26 mungkin kayak takut ngelukain orang lain 5:29 dari perbuatan atau perkataan saya juga. 5:32 Ehem. Karena kan kadang suka keceplosan 5:35 gitu atau gimana pas lagi negor. 5:38 Jadi takut keceplosan aja gitu. 5:42 Kalau saya, saya paling takut karena 5:46 tidak bisa memahami orang lain gitu. 5:48 Jadi kalau misalkan mereka ada rasa-rasa 5:51 tidak suka, terus saya tetap memaksa 5:54 Mhm. mengetahui apa emosi mereka, 5:57 jadinya 5:58 ada salah sangka gitu, salah paham. 6:01 Gitu. 6:03 Itu yang dirasakan ya. 6:05 Nah, terkait dengan apa yang barusan 6:07 kita dengar dari siswi kita ini 6:10 kira-kira kalau menurut Ibu 6:13 kenapa sih anak-anak sekarang suka 6:15 merasa minder gitu? 6:18 Baik eh Mbak Dini, eh 6:21 kalau bisa kita pahami 6:26 eh remaja zaman sekarang itu kan eh 6:28 mereka hidup di dua dunia gitu ya, dunia 6:31 nyata dengan dunia maya atau media 6:33 sosial. Nah, oleh karena itu mereka 6:36 sering kali membandingkan diri 6:39 eh seperti yang mereka lihat di sosmed 6:41 gitu kan, banyak eh public figure atau 6:44 artis yang lebih cantik, lebih pintar, 6:47 terus mungkin eh melihat eh kehidupan 6:49 orang lain lebih mewah, seperti itu. 6:52 Padahal eh biasanya orang itu kan 6:54 memposting hanya 1% dari hidupnya gitu 6:58 kan. Nah, kemudian selain itu juga eh 7:01 mereka ini kan masa eh di mana mereka 7:03 mencari jati diri, seperti itu. Nah, 7:06 otak mereka ini memang eh lagi sensitif 7:09 terhadap penilaian orang gitu. Jadi 7:11 kalau misalnya ada teman atau orang lain 7:13 yang bilang mereka ih, kok kamu gendutan 7:16 sih gitu. Nah, itu pasti akan eh 7:18 membekas sekali gitu dan bertahan lama 7:21 di pikiran mereka. Seperti itu. Kemudian 7:24 eh zaman sekarang anak perempuan atau 7:27 wanita itu memiliki standar kecantikan 7:30 yang enggak realistis. 7:32 Eh karena kayak kita foto pakai filter 7:35 gitu kan, kemudian eh foto jelek diedit 7:39 jadi cantik seperti itu. Nah, jadi eh 7:43 bikin beauty privilege eh mereka nih 7:45 ngerasa "Aku enggak cukup cantik, aku 7:48 enggak cukup pintar." Seperti itu. 7:52 Kemudian 7:53 mungkin yang terakhir ini yang 7:56 terpenting adalah kurangnya penghargaan 7:59 atau pujian di rumah, gitu. Mungkin 8:02 orang tuanya atau keluarga tidak 8:05 terbiasa dari kecil 8:08 memberikan apresiasi atau penghargaan, 8:11 pujian, gitu kan atas fisik mereka, atas 8:15 kemampuan mereka, seperti itu. Ketika 8:17 mereka bisa mempelajari hal kecil, 8:20 misalnya masak nasi goreng, gitu kan, 8:23 dipuji. Kemudian ketika mereka berhasil 8:27 mengikuti 8:29 ulangan atau ujian dengan hasil yang 8:31 cukup memuaskan, orang tuanya terbiasa 8:33 memuji, nah itu 8:35 harus harus mereka dapatkan dari rumah, 8:39 gitu. Karena kalau tidak 8:41 mereka terbiasa mendapatkan penghargaan 8:44 dari rumah, ketika ada orang mengkritik, 8:47 itu bisa langsung bikin mereka drop atau 8:49 down, seperti itu. Jadi, ikhwan akhwat, 8:53 memuji itu adalah bagian yang justru 8:56 jadi nutrisi utama bagi buah hati kita 8:58 ya pada saat kecil. Bukan berharap 9:01 kemudian akibatnya anak-anak kita 9:03 menjadi orang yang angkuh, sombong, dan 9:05 lebih percaya diri dan segala macamnya, 9:08 tetapi itu adalah nutrisi awal. Baik, 9:12 kembali ke 9:14 adik-adik, adik-adik apa anak-anak sih 9:15 nyebutnya ya? 9:17 [tertawa] 9:18 Waktu mengalami hal-hal semacam itu, 9:21 sebetulnya muncul enggak membandingkan 9:23 diri dengan orang lain, dengan siapa 9:24 gitu? 9:26 Eh, Dok. 9:27 Pegang mikrofonnya. 9:29 Kalau ngebandingin sih mungkin enggak 9:32 ya, tapi kayak kita tuh lebih takutnya 9:35 tuh kayak 9:36 ngelihat bukan takut tapi ngelihat 9:39 orang-orang atau teman-teman di luar 9:41 sana tuh kayak lebih wow gitu. 9:43 Lebih 9:45 lebih, pokoknya lebih di atas dari kita 9:48 gitu. Jadi minder 9:49 he eh. Oke. 9:51 Eh, itu kan rasa enggak percaya diri 9:54 yang muncul karena membandingkan dengan 9:56 orang di luar kita ya. Nah, 9:59 eh 10:00 tadi kan mungkin soal cantik kurang 10:03 kurang cantik dari dia atau kurang apa 10:05 kurang apa, nah itu overthinking seperti 10:07 ini tuh biasanya muncul He em. 10:10 banget sering atau hanya pada kondisi 10:12 tertentu? 10:13 Ehm, kemungkinan tuh karena kondisi 10:16 tertentu ya. 10:17 Karena 10:18 eh kita harusnya merasa cukup dari diri 10:21 kita sendiri gitu. He em. Kalau kalau 10:24 memang kita minder sewajarnya aja, 10:27 karena 10:28 ya kalau berlebihan juga enggak sehat 10:30 buat buat diri kita sendiri gitu. Oke, 10:33 pertanyaan yang sama untuk Ananda di 10:36 sebelahnya 10:36 [tertawa] 10:37 bingung manggil adik apa Ananda. 10:40 Silakan. 10:41 Eh, kalau saya alhamdulillah tidak 10:43 pernah membandingkan diri saya kepada 10:44 orang lain. Karena kata ayah saya 10:48 eh just just be yourself atau menjadi 10:51 diri sendiri aja. 10:53 Kalau misalkan membandingkan diri 10:54 sendiri sama orang lain kan 10:56 salah terus, kurang terus. 10:58 ada tidak ada gunanya gitu kan. 11:00 Yang ada kitanya 11:02 overthinking berlebih, terus tidak 11:04 percaya diri dan lain sebaga sebagainya. 11:08 Dan yang paling bikin overthinking di 11:11 perjalanan hari-harimu sampai sekarang 11:13 ini biasanya apa tuh? 11:15 Kalau yang bikin overthinking biasanya 11:18 apa ya? 11:19 Physically kah atau mentally atau 11:21 gimana? 11:22 Jarang sih, soalnya jarang mikirin 11:24 apa-apa. Yang penting jalanin hidup aja 11:26 udah. Oh. [tertawa] Wih, enak banget sih 11:28 gimana jalanin hidup gitu. Oke, satu 11:31 lagi. 11:32 Kalau membandingkan sama orang lain itu 11:34 enggak ya kayaknya karena 11:36 em semua orang juga punya kelebihan sama 11:38 kekurangannya masing-masing gitu. 11:41 Satu lah terkait dengan overthinking 11:43 tadi. 11:44 Kira-kira apa biasanya 11:46 yang jadi momok gitu yang namanya 11:47 overthinking datang lagi, datang lagi. 11:50 Aku sih enggak yang overthinking 11:52 berlebihan gitu sih, jarang overthinking 11:53 [berdehem] yang berlebihan. Jadi aman 11:55 ya. Heeh. 11:57 Sebetulnya eh Ibu Anisa ini normal 12:00 enggak sih dialami oleh remaja kita, 12:02 atau gadis-gadis mungil kita ini? 12:04 Iya. 12:09 Eh normal banget ya Mbak Nuning gitu 12:11 kan, minder itu kan bagian dari kita eh 12:13 berproses atau tumbuh dewasa seperti 12:16 itu. Nah, usia SMP-SMA ini memang eh 12:20 masa di mana otak itu eh bagian 12:22 penilaian sosialnya lagi aktif-aktifnya 12:25 seperti itu. 12:27 Yang enggak normal itu mungkin kalau 12:30 mindernya itu sampai bikin kita 12:32 overthinking, 12:33 bikin kita nyakitin diri sendiri atau 12:36 misalnya jadi mogok makan karena 12:39 dibilang gendutan gitu kan. Nah, kalau 12:42 sudah begitu mereka perlu wajib 12:45 bercerita itu eh utamanya ke orang tua, 12:49 kemudian di sekolah ada guru. Eh bisa 12:52 juga eh saya di sekolah sebagai guru BK, 12:56 biasanya saya selalu bilang ke anak-anak 12:59 eh kalau misalnya kalian ada hal-hal 13:01 yang mau diceritain, minta saran, 13:04 masukan, atau sekedar sharing itu boleh 13:07 banget ke saya seperti itu. Jadi, mereka 13:10 harus terbiasa bercerita gitu ya, jangan 13:13 eh apa-apa dipendam sendiri. 13:15 Seperti itu. 13:16 begitu bernilainya yang disebut eh guru 13:21 BK. 13:23 Karena tempat anak-anak curhat ya. 13:24 Betul. 13:25 Kalau ngomong-ngomong pernah enggak 13:28 terpikirkan untuk coba gue bisa kayak 13:30 dia atau gue jadi dia gitu. Gimana? 13:34 Kalau untuk terpikirkan sih enggak 13:36 pernah ya. Soalnya menurut saya mending 13:38 jadi diri sendiri aja tanpa harus 13:40 ngurusin orang. Karena orang pun tidak 13:43 akan peduli juga sama kita kan. 13:45 Jadi buat apa gitu. Ya, jadi ikhwan 13:48 akhwat kalau anak-anak sudah merasa 13:50 enggak usahlah jadi seperti dia, jadi 13:52 diri gue sendiri keren. Ini yang dua 13:54 boleh kasih jawaban pertanyaan yang 13:56 sama. 13:57 Kalau saya sih sama ya kayak Jasmine. 14:01 Kita tuh kayak enggak perlu berusaha 14:04 jadi dia, kita mendingan jadi diri 14:05 sendiri aja. Cukup mencintai dan jadi 14:08 diri sendiri gitu. Oke, mirip sama. Satu 14:11 lagi. Sama, aku juga. 14:14 Kita 14:15 enggak usah 14:17 apa ya? 14:18 Berusaha untuk menjadi orang lain, tapi 14:20 berusahalah untuk menjadi diri yang 14:21 lebih sehat dan lebih bahagia. Keren 14:23 banget menjadi diri sendiri kalau itu 14:25 memang sudah bagus, oke so what gitu ya. 14:29 Nah, ngomong-ngomong ini kan semuanya 14:32 berawal dari minder yang kemudian bisa 14:34 teratasi dan segala macamnya. Kalau 14:36 menurut Ibu Anisa, biasanya akar 14:39 daripada si minder datang ini apa sih? 14:42 Iya, 14:44 jadi akar dari rasa minder itu adalah 14:47 yang pertama itu mungkin ada tiga ya 14:49 yang utama Mba Nuning. Yang pertama itu 14:51 luka dari kata-kata. 14:53 Nah, seperti yang tadi 14:55 Zahra sampaikan contohnya bully terhadap 14:57 teman gitu kan. Baik secara fisik 15:02 atau misalnya secara dia lagi latihan 15:05 nyanyi terus dibilang ih suara kamu 15:06 jelek gitu kan. Atau misalnya dari 15:10 akademik nilai-nilai di sekolah seperti 15:12 itu. Nah, itu lukanya akan terbawa terus 15:15 gitu. 15:17 Kemudian mereka tidak mengenali 15:20 kelebihan diri. 15:22 Jadi 15:23 mereka hanya fokus pada kekurangan yang 15:25 mungkin justru kekurangannya itu sedikit 15:28 gitu kan, tapi mereka lupa akan 15:31 puluhan kelebihan yang mereka punya. 15:34 Seperti itu. 15:35 Dan yang terakhir mungkin yang ketiga 15:38 itu adalah ukuran sukses yang salah. 15:41 Gitu, seringkali 15:43 anak remaja ini mengukur sukses dari 15:46 seperti di media sosial gitu ya, jumlah 15:49 like, jumlah followers gitu kan, atau 15:52 misalnya hanya dilihat dari fisik, 15:54 bentuk badan, kemudian mungkin dari 15:57 barang-barang branded yang mereka punya 15:59 gitu. Padahal nilai manusia kan bukan 16:02 dari situ. 16:04 Iya. Seperti itu. Nah, karena Ibu Guru 16:07 BK baru menyebutkan terkait dengan 16:09 medsos, pengen tahu nih. Kalian punya 16:12 medsos semuanya? Bertiga? Oke. 16:14 Pertanyaannya adalah 16:17 lagi-lagi ke kalimat pertama tadi yang 16:19 muncul nih Ikhwan sama 16:20 medsos bisa bikin minder enggak sih? 16:22 Coba. 16:23 Kira-kira seminder apa gara-gara medsos? 16:26 Postingan orang keren-keren banget, gue 16:27 kok enggak ya? Atau apa gitu. Kalau 16:30 boleh jujur, saya aslinya tidak tidak 16:33 mempunyai medsos karena orang tua saya 16:35 kata orang tua saya saya belum cukup 16:37 umur untuk mempunyai medsos. Jadi, 16:39 kalau saya ditanya saya minder enggak 16:40 kalau kalau misalkan melihat orang di 16:43 medsos Jawabannya tidak karena belum 16:45 bermedsos ya. 16:46 [tertawa] 16:47 Iya. 16:48 Oke, oke. 16:48 Jadi, ya dibilang minder ya enggak tahu. 16:51 [tertawa] 16:52 Dari gambaran di medsos memang kita 16:54 lantas bisa bandingkan ya sukses mereka 16:57 atau sukses kita nih, mereka lebih baik 17:00 atau tidak ya. Tapi karena tidak 17:02 bermedsos Riya, jawaban itu ditunda 17:05 saja. Kalau yang di sebelahnya? 17:07 Kalau saya sendiri itu 17:09 medsos. 17:10 punya punya main main punya medsos juga 17:12 saya. 17:13 Tapi kan sekarang tuh kita hidup di era 17:15 digital yang segala itu menggunakan 17:17 medsos gitu kan. Jadi mungkin bagi 17:20 beberapa orang itu kalau medsos itu bisa 17:23 eh apa namanya, kita bisa minder 17:25 gara-gara medsos karena kita terlalu 17:26 sering ngebandingin diri kita sendiri 17:28 sama orang lain. 17:29 Nah, sebenarnya kita enggak enggak perlu 17:31 ngebandingin gitu kan karena kalau kita 17:33 ngebandingin terus-menerus akan capek 17:35 sendiri lama-lama gitu kan. Lebih baik 17:37 kita eh apa namanya, lebih baik kita tuh 17:41 kayak 17:42 mikirin diri sendiri biar bisa kayak dia 17:44 itu gimana. Nah, kalau bisa enggak usah 17:45 kayak dia aja gitu. Lebih baik kalau 17:47 bisa Jadi diri sendiri ya. Ya diri 17:49 sendiri yang meskipun jauh dari yang 17:50 namanya eh sok pintar. 17:53 [tertawa] 17:54 Atau sok keren ya. 17:55 Eh 17:57 aku tuh tiga nama ini baru disebut aja 17:58 udah lupa. Yang ini siapa? Dirsa. Nah, 18:01 kalau Dirsa gimana? 18:03 Aku medsos punya. Kalau ngerasa minder 18:05 di medsos itu enggak sih karena 18:08 justru lebih nge-nginspirasi dan aku 18:10 juga bukan yang sering upload-upload 18:12 gitu di sosial media. He eh. Justru 18:15 lebih nge-nginspirasi kayak kan banyak 18:16 anak-anak muda sekarang yang bikin 18:18 konten terus pada sukses-sukses dari 18:20 cara apa 18:21 konten kreator muda yang sukses. He eh. 18:24 Tapi justru menginspirasi kayak gimana 18:26 caranya jadi kayak dia gitu biar bisa 18:29 jadi anak muda yang 18:31 sukses dan mereka tuh ada aja idenya 18:33 gitu. 18:34 Bisa 18:36 itu ngebuat aku jadi itu jadi inspirasi 18:38 sih. Oke. 18:40 Nah, bagi Dirsa dan juga nanti eh dua 18:44 teman nya yang lain 18:47 bagaimana memunculkan bahwa aku spesial? 18:51 Karena kalau kembali ke diri sendiri kan 18:52 harus ada rasa itu meskipun bukan buat 18:54 sombong ya. Nah, gimana? 18:58 Bagaimana? Langsung aja dari sini entar 19:00 baru geser ke sana. 19:04 Kita ngerasa spesial tuh biasanya dari 19:05 dukungan orang sekitar juga ya. Dari 19:07 perilaku orang sekitar kayak semisal di 19:09 rumah kita diperlakukan adil. Jadi kita 19:11 enggak ngerasa kalau diri kita itu 19:12 kurang. Terus kayak di sekolah gurunya 19:14 adil. 19:15 Semua orang dikasih kesempatan. Nah, itu 19:17 enggak bakal ngebuat kita jadi 19:20 apa ya, ngerasa kurang atau gimana. Ehm. 19:22 Itu mau membuat kita jadi merasa 19:23 spesial. 19:25 Dan itu kayaknya kalau dilihat tidak 19:27 terlalu sulit ya untuk merasa diri 19:29 spesial. Oke. 19:32 Mungkin eh pas kita lagi down-down-nya 19:35 gitu, lagi 19:37 lagi runtuh gitu misalnya, kita kan 19:39 harus tetap menghibur diri kita sendiri. 19:41 Dengan kita optimis kalau kita tuh 19:43 spesial gitu, bagi diri orang lain 19:45 maupun diri kita sendiri gitu. Ehm. 19:48 Ya, lanjut. 19:51 Ya. 19:52 Enggak jauh-jauh sih, kayak kalau 19:55 misalkan 19:56 kita juga lagi sama kayak Zahra, pas 20:00 lagi kita lagi down terus 20:02 ada orang yang dan juga ada orang yang 20:04 memahami Ehm. kondisi kita seperti apa. 20:07 Kita kan ngerasa lebih up ya, lebih 20:09 positif dan ngerasa lebih dihargai, 20:12 spesial gitu. 20:14 Dengan itu kemudian muncul eh apa 20:17 namanya, merasa diterima ya. Dengan rasa 20:20 percaya diri yang juga dibangun. 20:23 Eh. 20:24 Kalau misalnya dari program keputrian 20:28 yang sedang kita bahas ini, Bu 20:30 Anisa, itu 20:32 yang ingin dibangun utamanya sebetulnya 20:35 di bagian apanya nih dari program 20:37 keputrian? 20:38 Iya, eh jadi di program keputrian yang 20:41 ada di sekolah kami Ehm. khususnya full 20:44 day karena memang khusus putri, 20:46 Iya. itu eh ada 20:49 tujuan gitu. Yang pertama eh adalah ada 20:53 ilmu yang mereka dapat gitu. Supaya 20:55 mereka paham misalnya bagaimana cara 20:58 menjaga diri sebagai remaja putri, 21:00 kemudian eh kita juga membahas tentang 21:04 menstruasi, 21:06 tentang adab bergaul, seperti itu. Eh, 21:10 tentang fikih juga, gitu kan. Misalnya, 21:12 eh apa yang boleh dan tidak boleh 21:14 dilakukan saat haid. Sampai dengan, eh 21:17 mandi wajib atau mandi hadas besar 21:19 setelah haid, itu juga kita bahas. 21:22 Kemudian, 21:23 eh 21:25 yang kedua adalah mereka memiliki rasa 21:28 aman. Jadi, punya, eh saudari circle 21:32 yang memang, eh mereka bisa menjadi 21:35 tempat curhat tanpa merasa dihakimi oleh 21:37 satu sama lain. Seperti itu. Dan yang 21:40 ketiga adalah mereka, eh menjadi timbul 21:44 rasa percaya diri. Mereka tahu bahwa, eh 21:47 remaja muslimah itu cantik bukan hanya 21:51 dari fisik atau dari wajah, tapi juga 21:53 dari akhlak, dari ilmunya. Kemudian, 21:56 mereka punya kebermanfaatan bagi orang 21:59 lain. 22:00 Jadi, eh mereka merasa cantik bukan dari 22:03 standar orang lain. Seperti itu. 22:06 Iya, ngomong-ngomong untuk, eh hal-hal 22:09 semacam ini, 22:10 penting banget bagi anak-anak kita kan 22:13 ya, untuk mendapatkan 22:16 eh gambaran dan hal-hal seperti yang 22:18 barusan Ibu sampaikan. 22:20 Kalau ditanya, kenapa sih sepenting itu? 22:24 Iya, penting banget, eh Mbak Nuning ya. 22:27 Karena remaja putri ini kan punya 22:29 masalah yang khas pastinya ya. Jadi, 22:32 mereka, eh tidak bisa, eh membahas itu 22:35 atau ngobrolin itu di kelas campuran 22:37 yang ada putranya, seperti itu. Kayak 22:39 misalnya, mereka mau tanya eh menstruasi 22:43 atau misalnya mau nanya eh hukum 22:47 pacaran, body shaming, terus batasan 22:50 bergaul sama laki-laki, itu kan. Jadi, 22:53 mereka kan butuh, eh circle eh sesama 22:56 wanita, gitu ya. Kemudian, eh mereka 22:59 juga butuh sosok ibu atau sosok guru 23:03 yang memang paham kondisi mereka tanpa 23:06 ngeledak. 23:08 Nah, kalau misalnya enggak ada ruang 23:09 aman biasanya mereka ini kan larinya ke 23:12 internet ya. Iya. Seperti itu atau ke 23:14 teman yang memang infonya itu belum 23:18 tentu benar. 23:19 Belum tentu bisa memberikan apa yang 23:22 mereka tanyakan seperti itu. Jadi 23:25 ruang keputrian itu bisa 23:28 disimpulkan adalah tempat yang aman 23:31 untuk bertanya. He em, he em. Seperti 23:33 itu. 23:34 Iya. 23:35 Terus kalau ditanya lagi nih, entar 23:38 boleh jawab Zahra dulu atau Jasmine dulu 23:41 atau yang satunya siapa tadi? Nadirsyah. 23:45 Masya Allah pelupa amat sih. 23:48 Ada enggak kegiatan di sekolah atau 23:50 apapun selama ini yang bikin kalian 23:52 merasa bahwa wow, aku diterima. 23:56 Kegiatan? 23:58 Terserah, he eh. Ada kan ada momen di 24:00 sekolah dong yang mungkin jadi ha ha 24:02 gitu. Munculah rasa aku diterima. Ada 24:05 banyak sih. He em. 24:07 Contohnya kayak emm apa 24:10 aku masuk ekskul paskib, itu aku enggak 24:12 ada pengalaman sama sekali di paskib 24:14 tapi aku diterima diajarin dari nol 24:17 sampai akhirnya dipercaya untuk ikut 24:18 lomba dan bisa juara bersama. 24:20 Momen itu membuat 24:22 kita jadi wow. Pernah ikut aja enggak ya 24:25 enggak baru sekali ini tapi kok menang 24:27 gitu ya. Oke. Ah. 24:31 Kalau saya sendiri itu pas lagi momen 24:35 keputrian 24:36 kami itu kan disuruh menuliskan apa yang 24:39 kita suka dari orang lain dan apa yang 24:40 enggak kita suka. Dari situ tuh dikasih 24:43 tahu kalau 24:44 sebenarnya kalau memang kita punya 24:47 kekurangan atau kelebihan 24:49 kita tetap diterima karena semua orang 24:51 punya potensinya masing-masing gitu. He 24:53 em. Jadi 24:55 ya do whatever you want gitu. Do it what 24:58 you want, Ahad. Ini masih SMP loh ya, 25:00 kalau enggak salah kan, sudah seperti 25:01 ini. Oke, silakan lanjut. 25:05 Ehm, kalau saya waktu ada 25:08 ada mata pelajaran yang menyuruh kita 25:12 untuk presentasi atas tugasnya kan. Iya. 25:15 Saat aku presentasi, di sana itu aku itu 25:18 kadang suka belibet-belibet kan kalau 25:20 ngomong ataupun ada hasil yang 25:23 yang tidak bagus atau apa, tapi mereka 25:27 tetap menerima saya, tidak ada bahan 25:29 omongan, tidak ada bahan ejekan gitu. 25:31 Jadi, mereka ya sudah terima apa adanya, 25:34 gitu. 25:34 Ehm, ehm. 25:36 Gitu, ehm. 25:37 Iya, iya. 25:38 Terus di dalam perjalanan dari entah mau 25:41 dihitung kapan sampai sekarang ini, 25:42 siapa yang paling berpengaruh? Langsung 25:44 saja yang pegang mikrofon dulu baru 25:46 nanti geser ke sini. 25:46 Orang yang paling berpengaruh ya? 25:48 Ehm, ehm. Orang yang berpengaruh, that 25:49 simple, itu Allah, orang tua, Ehm, ehm. 25:53 dan guru. Guru. Kenapa Allah? Ehm, Allah 25:55 kan yang bikin takdir kita menjadi 25:58 seperti ini kan. Dan kenapa orang tua? 26:00 Karena rida Allah itu ada di rida orang 26:02 tua. Masya Allah. 26:04 Dan kenapa guru? 26:06 Nah, 26:08 [tertawa] 26:08 kalau guru, 26:09 ya, kita 26:12 tadi apa ya? 26:13 Kalau guru, ya, kita 26:16 bisa dapat inspirasi dari sana gitu. 26:19 Ehm, rasa percaya diri muncul dari 26:22 karena kedekatan dengan Allah, dengan 26:24 ayah bunda dan dengan guru. Oke, lanjut 26:26 sebelahnya. 26:28 Ehm, baik. Ehm, yang paling berpengaruh 26:30 di perjalanan hidup kita itu 26:32 ada keluarga, terutama orang orang tua, 26:35 kedua orang tua. Karena kedua orang tua 26:37 tuh yang paling berpengaruh banget dari 26:39 untuk kepercayaan diri anak-anaknya. 26:42 Kalau orang tuanya enggak support, maka 26:44 anaknya tuh bisa mentalnya down juga 26:46 gitu. 26:46 Ehm. 26:48 Oke, lanjut. Kalau aku yang paling 26:50 berpengaruh itu orang tuaku. Karena 26:53 kalau misalnya aku lagi merasa minder, 26:55 lagi merasa enggak percaya diri, itu 26:56 suka cerita. Dan mereka tuh meyakini 26:59 bahwa kamu tuh bisa, kamu enggak enggak 27:01 seperti apa yang kamu pikirin. Dan itu 27:03 membuat aku yakin bahwa 27:05 aku aku bisa gitu. Masya Allah, jadi 27:07 Ikhwan Akhwat Ayah Bunda, tetap punya 27:11 tugas utama untuk membangun, membina, 27:15 mengembangkan buah hati kita. Karena 27:18 pengaruh dari luar bisa jadi 27:21 menambah, tapi bisa juga mengurangi. 27:23 Sekarang kembali ke Ibu Anisa, 27:25 sebetulnya ada enggak sih tips untuk 27:28 remaja-remaja kita ini 27:30 bisa struggling dengan 27:32 kesulitan-kesulitan yang dihadapi dari 27:34 hari ke hari, baik itu di sekolah atau 27:36 mungkin di luar sekolah? Iya, 27:38 bisa banget ya Mbak Nuning gitu. Kalau 27:40 saya ini bisa menyampaikan mungkin 27:44 supaya gampang diingat, ada rumus stop. 27:47 Yang pertama S, itu adalah sadari 27:50 pikirannya. Bahwa kalau misalnya memang 27:53 lagi muncul perasaan minder, oh kayaknya 27:56 aku lagi jelek ya karena jerawatan gitu 27:59 kan. Atau misalnya oh, aku kayaknya 28:02 memang belum paham nih di pelajaran apa 28:05 gitu. Jadi diterima dulu, jangan 28:07 dilawan. Seperti itu. Kemudian yang 28:09 kedua T, itu tanya balik. Ini fakta atau 28:13 perasaan? Jadi mereka harus bisa 28:16 membedakan mana perasaan, mana fakta. 28:19 Seperti itu. Kalau misalnya ada yang 28:22 bilang eh 28:23 emang ada yang bilang aku enggak 28:25 berharga. Nah, itu kan 28:27 kalian pikirin lagi gitu. Ini hanya 28:29 perasaan apa fakta sih gitu kan. Seperti 28:32 itu. Kemudian yang 28:34 ketiga adalah O, itu obrolin. 28:37 Minimal mereka harus cerita ke satu 28:40 orang dewasa yang mereka percaya yang 28:43 mereka merasa aman bercerita kepada dia. 28:46 Gitu. Kemudian 28:49 eh yang berikutnya adalah P. Pilih satu 28:53 hal kecil. Misalnya eh mereka melakukan 28:56 hal-hal positif eh di rumah. Contohnya 28:59 seperti eh membiasakan diri merapikan 29:02 tempat tidur, kemudian eh senyum ke 29:06 teman atau ke 29:08 eh apa namanya eh di sekolah itu kan 29:12 macam-macam ya. Selain guru juga ada OB, 29:15 ada satpam. Itu mereka eh mencoba senyum 29:18 gitu kalau ketemu orang. 29:20 Jadi eh apa namanya? Dari situ mereka 29:24 muncul kemenangan kecil yang membuat 29:27 percaya diri mereka naik. Seperti itu. 29:30 Jadi wahai akhwat, bukan hanya guru 29:32 bahkan siapapun yang ada di sekolah. 29:34 Apakah itu OB, apakah itu satpam akan 29:38 sangat berpengaruh terhadap tumbuh 29:40 kembangnya eh kepercayaan diri siswa 29:43 kita. 29:44 Kalau misalnya tadi eh ditanya tentang 29:47 rasa percaya diri kepada tiga siswa kita 29:51 ini kalau di sekolah nih untuk 29:53 kepercayaan diri yang paling berpengaruh 29:57 yang bisa memunculkan dari 29:59 siapa? Temankah atau gurukah atau coba. 30:03 Ehm kalau menurut saya dari teman dan 30:05 guru. Ka eh soalnya kan mereka yang 30:09 support kita di sekolah dan guru kan 30:12 orang tua kita yang kedua 30:14 setelah orang tua di rumah. He em. 30:17 He em. Jadi sosok itulah yang 30:19 berpengaruh. He em. 30:21 Oke, sebelahnya? 30:23 Kalau saya sama, sama kayak Jasmine 30:25 tadi. 30:26 Eh yang paling tadi apa yang paling 30:29 mendukung? He em. 30:31 Iya, maksudnya yang bisa berpengaruh 30:33 untuk memunculkan percaya diri gitu. Itu 30:36 teman dan guru yang pasti. Karena kalau 30:38 misalnya di teman, teman itu kan peng- 30:41 pem- pengaruh lingkungan kita ya. Kalau 30:43 kita temenan sama circle A yang misalnya 30:45 toksik, itu tuh pasti kita akan 30:47 ikut-ikutan eh 30:49 jelek gitu kan. Maksudnya jelek dari 30:51 sifatnya atau gimana. Nah, kalau kita 30:53 misalnya bergaulnya sama circle B yang 30:55 good vibes, yang dia friendly, pasti 30:58 kita nanti akan 30:59 ikutan baik gitu, positif kan. Jadi, 31:02 kita lihat kalau misalnya mau bergaul, 31:03 lihat negatif positifnya dari orang 31:05 tersebut gitu. Kalau seandainya dia 31:07 tampaknya enggak mendukung gue bisa 31:08 percaya diri, enggak usahlah gitu ya. 31:10 [tertawa] 31:11 Enggak. Enggak juga. Bukan iya, bukan 31:13 kita yang enggak jangan judge by the 31:15 cover juga gitu. 31:16 Oke, iya iya. Dirsa gimana? 31:19 Ehm. 31:22 Teman-teman juga 31:23 jadi salah apa, mendukung 31:26 eh salah satu 31:28 yang bisa ningkatin kepercayaan diri 31:30 kita. Ada misalnya ada teman yang selalu 31:32 baik sama kita, itu kan bisa ningkatin 31:34 kepercayaan diri kita yang kalau 31:35 semisalnya kita dipercaya di kelas untuk 31:38 menjadi perwakilan untuk ikut-ikut 31:39 lomba. Ehm. 31:41 Terus 31:42 ehm guru-guru juga yang percaya 31:45 eh eh ke kita. 31:47 Padahal kita belum ikut lomba-lomba itu, 31:49 tapi kita sudah dipercaya gitu kalau 31:51 kita tuh bisa. Akhirnya bisa ningkatin 31:52 kepercayaan diri. Dan ada beberapa 31:54 program juga kan di sekolah. Salah 31:56 satunya misalnya eh PBK, itu kan 31:59 ehm 32:01 project eh program yang un- eh 32:04 ngebuat kita untuk lebih mengenal diri 32:06 kita. Jadi, kita bisa tahu apa sih 32:09 kebaikan kita, Kelebihannya juga 32:11 ketahuan. 32:13 Dan dari situ 32:14 kita bisa lebih percaya diri sih. 32:16 Iya. Jadi, kalau memang itu yang ada di 32:19 tempat kita belajar, akan sangat 32:22 mendukung banget ya. 32:24 Eh kembali ke Ibu Anisa. Kalau tadi kan 32:26 tips untuk membuat 32:28 eh anak-anak kita mampu struggling ya. 32:33 Terus kalau misalnya kita kan harus juga 32:35 melakukan hal-hal yang kita hindari. 32:38 Misalnya membuat kita insecure, itu 32:41 apa yang harus dilakukan bagi anak-anak 32:43 kita untuk menghindari kalau merasa 32:46 insecure? 32:47 Iya, eh yang perlu dihindari eh kalau 32:51 lagi insecure itu ada 3 M. Mmm. Yang 32:54 pertama membandingkan, kedua 32:57 mengisolasi, dan ketiga menghukum diri. 33:00 Nah, membandingkan itu 33:02 eh misalnya seperti ini. 33:05 Eh 33:06 supaya kita tidak membandingkan eh 33:09 penampilan kita, hidup kita, sebaiknya 33:13 eh mereka bisa meng-unfollow atau 33:15 me-mute akun yang bikin 33:17 eh mereka merasa kecil atau minder, 33:20 seperti itu. 33:21 Jadi eh mereka fokus saja berlomba-lomba 33:25 eh terhadap diri sendiri supaya lebih 33:28 baik gitu, bukan terhadap orang lain. 33:31 Yang kedua mengisolasi, itu eh 33:36 mereka eh berusaha punya waktu untuk 33:39 menyendiri. 33:41 Eh jadi eh apa namanya? Eh jangan lihat 33:44 terhadap pikiran negatif yang mereka 33:46 punya gitu kan, tapi mungkin mereka bisa 33:49 eh kumpul, bisa diskusi dengan 33:52 teman-teman yang memang eh baik gitu, 33:54 yang memang tulus seperti yang tadi eh 33:56 Dissa sampaikan gitu ya bahwa teman yang 33:59 baik itu kan eh bisa berpengaruh 34:01 terhadap kepercayaan diri kita juga. 34:03 Kemudian yang ketiga itu menghukum diri. 34:06 Misalnya eh hanya beberapa orang yang 34:08 bilang "Ih, kok kamu gendutan?" terus 34:11 langsung diet ekstrem gitu kan, Mmm. 34:13 enggak mau makan seperti itu atau 34:16 misalnya eh begadang buat stalking 34:19 mantan gitu kan. Nah, eh atau misalnya 34:23 malah eh ngatain, ngejelekin diri 34:25 sendiri "Kok saya jelek sih? Kok saya eh 34:28 bodoh sih?" gitu kan. Nah, itu kan 34:31 enggak menyelesaikan masalah yang mereka 34:33 hadapi gitu, tapi justru malah menambah 34:36 luka baru atau masalah baru, seperti 34:38 itu. 34:39 Iya. 34:41 Jadi, dari acara yang sedang hadir di 34:45 jendela sekolah ini, Ikhwan Akhwat, 34:48 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 34:50 juga bahwa siapa yang mereka perlukan, 34:52 anak-anak perlukan, bagaimana kita 34:54 menyikapinya, itu bukan hanya dari 34:57 sekolah, dari teman-teman, tapi juga 35:00 peran di rumah sungguh sangat luar 35:02 biasa. Baik, kita jeda sejenak sebelum 35:05 nanti saya ingin juga sampaikan seperti 35:07 yang tadi saya bilang, bahwa sekarang 35:09 itu untuk khusus putri SMP Insan Mandiri 35:14 Cibubur untuk full day, itu sudah ada 35:17 dengan lima program unggulan. 35:20 Ada 35:22 fikih muslimah yang memberikan pemahaman 35:25 mendalam terkait dengan fikih 35:28 menurut hal ini tentu saja khusus untuk 35:31 perempuan agar para siswi ini eh dapat 35:35 menjalani kehidupan sehari-hari sesuai 35:37 dengan tuntunan syariah. Kemudian ada 35:41 project based on Quran, ya, pembelajaran 35:44 berbasis 35:46 eh proyek yang mengintegrasikan 35:49 nilai-nilai Alquran. 35:51 Kemudian ada skill muslimah 35:55 saat yang diberikan di sini program 35:58 pengembangan diri bagi siswi SMP untuk 36:03 bisa lebih terampil 36:05 eh karakter juga dengan kepribadian 36:09 muslimah yang sejati. Kemudian ada juga 36:13 English as a second language. 36:17 Kalau 36:18 Anda di rumah orang Padang, second 36:20 language-nya Padang dulu ya, 36:21 [tertawa] 36:22 tapi di sekolah itu English as a second 36:24 language agar anak-anak mendapatkan 36:27 pengalaman langsung berkomunikasi dengan 36:30 penutur asli untuk meningkatkan 36:32 kemampuan mereka berbahasa Inggris. Dan 36:35 yang terakhir adalah program unggulannya 36:38 mentoring. Program ini proses 36:41 pendampingan yang bertujuan membantu 36:44 siswa mengatasi tantangan serta 36:46 mengembangkan keterampilan baik sosial, 36:49 emosional 36:51 dan juga kognitif. Oke, nanti kami 36:53 kembali sesudah jeda berikut. 37:05 [musik] 37:08 Terima kasih masih bersama Rasel untuk 37:11 Islam yang satu di acara Jendela Sekolah 37:15 menghadirkan bahasan tentang membangun 37:18 kepercayaan diri remaja. 37:21 Seperti yang tadi sudah kita dengar guru 37:23 kita di sini, guru BK kita Ibu Anisa, 37:26 kemudian ada Zahra, Dirsa dan juga 37:28 Jasmine. Nah, ini kita ada di 37:32 sesi yang sudah di penghujung ya, 37:34 sekarang sudah lewat beberapa menit. Ini 37:36 tinggal beberapa menit. Ngomong-ngomong, 37:39 kalau 37:40 eee 37:42 untuk teman-teman kita di luar sana kan 37:45 bisa jadi masih banyak yang belum 37:47 percaya diri. Nah, kalian bisa enggak 37:50 kasih gambaran? Sebab siapa tahu yang 37:52 dengerin emang "Iya, gua enggak tahu nih 37:54 mesti gimana?" Nah, gitu. Boleh? 37:55 Silakan. Dari siapa dulu? Saya. 37:58 Eee 37:59 dari aku untuk teman-teman di luar sana, 38:02 jadilah diri sendiri agar bisa 38:04 menghargai diri dan tampil percaya diri. 38:07 Keren. PD itu ternyata emh, luar biasa. 38:14 Oke. 38:15 Eee buat teman-teman di luar sana, rasa 38:17 percaya diri itu hal yang wajar. Hampir 38:19 semua orang pasti pernah ngerasain. 38:21 Tapi jangan sampai kamu nilai diri kamu 38:23 cuma dari kekurangan atau dibandingin 38:25 sama orang lain. 38:26 Cukup jadi diri kamu di versi kamu 38:28 sendiri. 38:29 Dan 38:30 terus belajar aja. Keep going, Guys. 38:33 Keep going, oke, Dear Sisters. 38:36 Buat kalian di luar sana yang masih 38:37 enggak percaya diri, 38:39 jangan ngerasa enggak berguna karena 38:41 Tuhan ciptain kamu bukan untuk sia-sia. 38:43 Bahkan debu aja berguna 38:45 untuk tayamum kalau enggak ada air. 38:47 Keren banget, debu berguna apalagi kita 38:50 bisa ngomong, bisa 38:51 [tertawa] 38:51 Oke. Jadi, itu adalah closing idea dari 38:56 siswi-siswi kita. Sementara ke Ibu 39:00 Anisa, kembali ke soal struggling dan 39:03 insecure ini kayaknya dua hal yang 39:05 sangat-sangat penting sekali untuk 39:08 dipahami, dikuasai, dan dijalankan. 39:12 Gimana tuh ceritanya? Iya. Eh, kalau 39:15 tadi kan eh tips sederhana untuk remaja 39:18 yang lagi struggling itu ada rumus stop 39:21 ya. 39:21 He eh. S-nya sadari pikirannya, kemudian 39:24 T tanya balik, kemudian O obrolin, P-nya 39:29 pilih satu hal kecil. Nah, mungkin saya 39:31 bisa menambahkan satu tips lagi yaitu 39:35 teknik 54321 39:37 kalau eh lagi merasa cemas, seperti itu. 39:41 Eh, teknik itu eh sebutin lima benda 39:45 yang kamu lihat, He eh. empat yang bisa 39:48 kamu sentuh, 39:50 tiga suara yang kamu dengar, 39:52 dua aroma, 39:54 satu hal yang kamu syukuri detik ini. 39:58 Nah, itu bisa bikin otak langsung balik 40:02 ke realita, seperti itu. Nah, untuk yang 40:06 harus dihindari ketika lagi insecure, eh 40:10 sama seperti yang tadi saya sampaikan, 40:12 hindari tiga M, membandingkan, 40:15 mengisolasi, dan menghukum diri, 40:17 kemudian ada satu tambahan lagi hindari 40:21 mencari validasi dari orang yang salah 40:24 atau dari 40:26 sosial media gitu ya 40:28 kalau misalnya nanya aku cantik enggak 40:31 sih, aku menarik enggak sih itu jangan 40:34 ke cowok gitu kan, tapi 40:38 mungkin bisa nanya ke orang tua gitu 40:40 atau kita 40:41 berusaha curhat sama Allah gitu kan, ya 40:43 Allah sebenarnya aku menarik enggak sih, 40:45 sebenarnya aku cantik enggak sih gitu 40:48 insya Allah kan dari situ bisa timbul 40:52 pencerahan gitu ya, ketika kita berdoa, 40:55 kita curhat sama Allah gitu atau bisa 40:58 juga 40:59 yang bisa mereka lakukan adalah menulis 41:02 jurnal gitu, mereka mulai menulis 41:05 tentang dirinya, tentang apa yang mereka 41:08 alami atau lakukan dalam hal itu 41:11 kemudian mereka bisa melist 41:13 potensi-potensi atau kelebihan yang 41:15 mereka punya gitu, sehingga mereka tidak 41:18 ada lagi kata insecure di dalam dirinya 41:21 seperti itu 41:22 jadi memang betul-betul sungguh luar 41:24 biasa kebutuhan akan dua hal tersebut ya 41:28 Ibu Anisa ya ada sesuatu yang perlu 41:30 ditambahkan dari perjalanan membangun, 41:33 membina, mendidik anak-anak kita terkait 41:36 dengan rasa percaya diri, mungkin bisa 41:38 ditambahkan 41:40 yang biasanya enggak ter 41:42 bentuk ada di antara anak-anak kita itu 41:44 hal yang sepele seperti apa kok bisa 41:47 jadi begitu kurang percaya diri iya, 41:51 mungkin kadang yang kita lupakan dari 41:54 orang dewasa terutama dari orang tua 41:56 adalah bahwa 41:58 anak-anak 42:00 kita juga butuh teman gitu, jadi 42:02 mungkin beda seperti zaman saya kecil 42:05 dulu gitu yang orang tua tuh kita jarang 42:08 curhat sama orang tua gitu ya, tapi kita 42:10 benar-benar patuh dan nurut apa kata 42:13 orang tua gitu kan dan kita baik-baik 42:14 saja gitu. Kalau remaja zaman sekarang 42:17 mereka sangat butuh teman gitu. 42:20 Eee dan jadi orang tua tuh harus bisa 42:23 jadi teman yang utama dan pertama bagi 42:25 mereka gitu kan. Jangan sampai mereka 42:28 eee 42:30 apa namanya eee curhatnya atau eee 42:35 sharing-nya sama teman yang salah gitu 42:37 apalagi eee misalnya hanya kenal di 42:40 sosial media gitu kan tanpa mereka tahu 42:43 pasti bagaimana orangnya itu kan eee 42:46 bahaya banget gitu ya. Mhm. Nah jadi eee 42:49 apa namanya eee kemudian sebenarnya 42:52 mereka itu mungkin karena 42:55 eee kadang tidak terbiasa eee ngobrol, 42:58 curhat gitu jadi mereka 43:01 eee 43:02 terbayangi oleh pikiran mereka sendiri 43:04 gitu. Karena pernah juga ada yang eee 43:07 bertanya sama saya, "Bu, saya egois 43:09 enggak?" gitu. Kenapa eee kalau misalnya 43:12 saya ngerasa orang-orang tuh mikirin 43:14 saya tapi saya enggak mikirin orang lain 43:16 gitu. Kalau kita kan mungkin enggak 43:19 pernah kepikiran hal itu gitu ya tapi 43:21 kok mereka di usia mereka pernah eee 43:23 justru berpikir seperti itu gitu kan. 43:26 Itu eee Kritis ya Bu ya. 43:28 Iya gitu. Mereka merasa ini ada yang 43:30 salah nih gitu. Jadi mereka hanya eee 43:34 apa namanya terlalu banyak memikirkan 43:36 hal-hal yang ada di pikiran mereka gitu. 43:38 Kalau misalnya mereka enggak punya 43:41 tempat untuk bercerita atau eee sharing 43:44 Mhm. nah itu kan mereka akan mencari eee 43:47 di teman atau di orang yang salah 43:49 seperti itu. 43:51 Tadi menyebutkan angka yang mundur dari 43:53 5 4 3 2 1. 43:56 Mana yang eee paling berpengaruh bagi 43:58 anak-anak apakah lewat penglihatan, 44:00 lewat pendengaran, lewat eee sentuhan 44:03 ataupun yang 44:05 eee lainnya tadi atau memang 44:07 masing-masing berbeda-beda tergantung 44:09 eh, 44:10 anak itu adalah eh, punya apakah dia 44:13 kinestetik, auditori atau visual atau 44:16 gimana? 44:16 Eh, tergantung 44:19 eh, kondisi saat itu ya, seberapa 44:23 parah atau seberapa besar dia lagi 44:26 merasakan kumat eh, apa cemasnya atau 44:29 insecure-nya gitu kan, tapi yang harus 44:32 mereka selalu sadari dan tanamkan 44:35 eh, mungkin yang terakhir yang satu hal 44:39 yang perlu kamu syukuri di detik ini 44:41 juga gitu, pasti ketika mereka eh, 44:44 berpikir tentang itu banyak hal yang 44:46 mereka bisa syukuri mulai dari eh, kita 44:50 masih dikasih nafas, kita masih dikasih 44:52 sehat aja itu kan udah banyak banget 44:54 gitu ya, mereka masih bisa sekolah eh, 44:58 apa namanya tidak pernah merasa 45:00 kekurangan gitu kan seperti itu 45:03 yang pertama itu satu hal yang harus 45:06 kalian syukuri 45:08 Jadi, enggak lepas dari itu kalau mau 45:10 yang lain dapat dan tadi mungkin yang di 45:14 rumah yang sedang menyimak juga bertanya 45:17 apakah benar luka dari kata-kata lebih 45:19 tajam daripada kalau itu merupakan luka 45:22 yang ditimbulkan oleh silet atau pisau 45:25 atau benda tajam lainnya? Iya. 45:28 Eh, saya setuju banget eh, bahwa luka 45:31 dari kata-kata itu eh, sangat eh, bisa 45:35 mempengaruhi gitu ya, baik itu 45:38 psikologis atau emosi seseorang karena 45:41 setiap orang punya perasaan gitu dan eh, 45:44 semua orang pasti eh, tidak ingin eh, 45:48 dihina, diejek, dibully dan sebagainya 45:51 gitu, setiap orang ingin eh, mendapatkan 45:54 penghargaan 45:56 diakui, dihargai seperti itu jadi 46:00 eh, apa namanya itu bisa sangat 46:03 mempengaruhi psikologis seseorang karena 46:06 perasaan atau hati orang itu kan yang 46:08 tahu hanya dia dan Allah gitu ya jadi 46:11 ketika kita ee menghina seseorang 46:14 mungkin kita nganggapnya bercanda tapi 46:17 kita enggak tahu ee apa yang dirasakan 46:19 orang itu gitu kan apakah benar-benar 46:21 sakit hati atau kecewa seperti itu Mbak 46:23 Nuning 46:25 ini saya mohon maaf yang banyak karena 46:28 ternyata aku dari tadi enggak ngelihat 46:29 WA banyak WA masuk 46:31 waktu kita tinggal berapa menit ya oke 46:33 deh tapi satu di antaranya adalah 46:36 kalau ee 46:38 terkait dengan membedakan antara 46:40 kepercayaan diri yang sehat dengan sikap 46:42 percaya diri yang berlebihan di kalangan 46:44 siswa dari ee Nabila yang ada di Bogor 46:49 ee perbedaan kepercayaan diri yang sehat 46:52 dengan yang mungkin mengarah ke sombong 46:54 gitu ya bahwa 46:56 orang-orang se di sekitarnya itu perlu 47:00 ee menghargai mereka secara jujur gitu 47:02 jadi ee ketika mereka melakukan hal 47:05 positif hal baik kita apresiasi itu kan 47:08 tapi ketika mereka ee melakukan 47:11 kesalahan atau ee ada kekurangan itu 47:14 juga kita ee berikan masukan gitu jadi 47:17 bukan pujian atau penghargaan yang 47:20 berpura-pura gitu ya tapi yang apa 47:23 adanya jujur gitu sehingga mereka ee 47:26 bisa ee menyadari oh iya berarti saya 47:29 memang mampu saya memang bisa dan ketika 47:31 ada kekurangan atau hal kurang baik 47:34 mereka juga siap menerima kritikan 47:37 seperti itu ini dari Bapak Syah Umar 47:40 kalau seandainya anak balita tidak 47:42 dibolehkan melihat HP TV media dan 47:45 lain-lain yang berhubungan dengan medsot 47:47 medsos apakah ada efek menjelang 47:49 dewasanya mohon jawabannya Ibu 47:52 narasumber iya 47:54 ee menurut saya ee banyak ee 47:58 positif atau nilai plus-nya untuk 48:00 anak-anak yang memang 48:02 ee, tidak terpapar gadget atau sosial 48:05 media dari usia kecil gitu, karena 48:08 justru, ee, yang dibutuhkan anak dari 48:10 mulai balita hingga dia tumbuh usia 48:13 sekolah dan remaja itu kan justru 48:15 keluarganya, orang tuanya gitu. Kalau 48:18 misalnya keluarga dan orang tuanya cukup 48:21 memberikan mereka perhatian, kasih 48:23 sayang, itu justru akan menjadi bekal 48:25 yang kuat gitu. Ketimbang anak-anak yang 48:28 memang lebih banyak ee, waktunya dengan 48:31 gadget atau media sosial, seperti itu. 48:34 Ee, ini dari Aulia 48:37 di Jakarta Timur. Bagaimana peran teman 48:39 sebaya di dalam membentuk kepercayaan 48:42 diri siswa, dari sisi positifnya ataupun 48:44 negatifnya? 48:47 Ee, peran teman sebaya itu sangat 48:50 berpengaruh ya, karena, ee, mereka lebih 48:54 banyak menghabiskan waktu dengan 48:56 teman-temannya. Kalau guru, hanya 49:00 ee, mem- membersamai mereka di sekolah 49:02 gitu, kalau orang tua hanya membersamai 49:05 mereka di rumah gitu, bahkan ada orang 49:07 tua yang dua-duanya bekerja gitu kan, 49:10 sehingga tidak punya banyak waktu dengan 49:12 mereka gitu, sehingga teman-temanlah 49:14 yang, ee, mereka 49:17 punya banyak waktu dengan mereka gitu 49:19 kan, dengan teman-teman gitu. Jadi, 49:21 kalau misalnya teman-temannya positif, 49:24 saling dukung, saling support seperti 49:26 mereka gitu ya, ee, insyaallah mereka 49:30 akan tumbuh percaya dirinya dan semakin, 49:32 ee, muncul ee, kemampuannya, seperti 49:35 itu. Oke, closing idea-nya sebelum kita 49:39 pamit, tapi nanti saya tetap akan 49:41 berikan informasi terkait dengan 49:42 penerimaan siswa baru untuk wanita. 49:44 Silakan. 49:46 Ya, jadi, ee, closing statement saya 49:48 mungkin, ee, karena temanya terkait 49:51 kepercayaan diri 49:53 minder itu adalah sinyal, 49:55 bukan vonis atau kekurangan gitu ya, 49:59 sinyal bahwa 50:00 kita tuh lagi tumbuh, lagi belajar 50:02 menuju dewasa gitu yang penting adalah 50:05 mereka jangan jalan sendirian, jangan 50:08 merasa sendiri mereka punya orang tua, 50:11 mereka punya keluarga, di sekolah mereka 50:14 punya bapak ibu guru, ada guru BK dan di 50:17 full day juga ada program kemutrian 50:21 gitu, di mana 50:22 kita semua ada untuk nemenin mereka 50:24 berproses 50:26 seperti itu terima kasih dan sekali lagi 50:29 informasi untuk teman-teman di luar sana 50:32 penerimaan siswa baru khusus untuk putri 50:35 SMP IT Insan Mandiri Cibubur full day 50:38 for girls itu terbatas loh cuman 20 50:41 siswi dan silakan hubungi nomor ini 08 50:45 22 50:47 5899 50:49 24 14 50:51 silakan untuk informasi lebih lanjut 50:54 terkait dengan penerimaan siswa baru ini 50:56 di 0822 50:59 588 51:02 5899 51:04 24 14 51:08 sudah ya tercatat ya baik terima kasih 51:10 sekali lagi untuk siswi-siswi kita dan 51:12 juga untuk ibu 51:14 yang sudah mempersuasi kita semua 51:17 billahi taufik wal hidayah 51:18 wassalamualaikum warahmatullahi 51:19 wabarakatuh waalaikumsalam