Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:15 [musik] 0:23 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:25 warahmatullahi wabarakatuh. 0:27 Alhamdulillahiabbil alamin wasatu 0:29 wasalamu sayidina Muhammad wa alihi ajid 0:34 allahim 0:39 dipancarkan dari jalan masjid 0:41 silaturahim nomor 36 Kalimang Cibubur 0:44 Bekasi radio silaturahim dan Rasil TV 0:47 untuk Islam yang satu ikhwan akhwat yang 0:49 dirahmati Allah subhanahu wa taala apa 0:51 kabar Anda di pagi menuju siang hari ini 0:54 hari Selasa, 20 Oktober 2025. Kami hadir 1:00 kembali menyapa Anda di mana pun saja 1:02 berada. Saya Angga Aminudin ditemani 1:05 oleh Algi di meja operator. Ada juga on 1:07 di kameramen ikhwan akhwat. Kami hadir 1:10 dalam kajian ekonomi Islam edisi hari 1:14 Selasa. Dan alhamdulillah ee hari Selasa 1:19 ini ikwan akhwat 2er oni bertepatan 1:23 dengan hari apa? 1:25 Sumpah pemuda 1:27 masih muda jadi tahu ya sumpah pemuda ya 1:30 28 Oktober dan insyaallah iwak akhwat 1:33 kajian ekonomi Islam hari ini kami akan 1:37 mengkaji, mengupas lalu juga kita akan 1:41 mencari ee solusi gitu ya seri informasi 1:44 bersama narasumber kita Ustaz Ikhwan 1:48 Basri. Alhamdulillah beliau tak hadir di 1:50 sini. Asalamualaikum warahmatullahi 1:52 wabarakatuh Pak Ustaz. Waalaikumsalam 1:53 warahmatullahi wabarakatuh. 1:55 Bagaimana kabarnya sehat? 1:56 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:58 Sehat walafiat. 2:01 Kalau ekonomi Islam kaitannya pemuda ada 2:04 [tertawa] 2:05 bergantung sama pemuda. 2:07 Oh bergantung sama pemuda. Justru ni 2:09 jangan bergantung sama yang tua-tua ya 2:11 Ustaz ya. Harusnya generasi selanjutnya. 2:14 Nah, ikhwan akhwat ee kajian ekonomi 2:17 Islam kita di si hari ini akan meng 2:19 topik mengenai saatnya ekonomi Islam 2:22 memimpin. Nah, nanti kita akan tanya 2:26 kenapa latar belakangnya dan juga ee 2:29 alasannya gitu ya mengangkat ee topik 2:32 ini. ee kalau saya update di 2:35 Kementerian Keuangan, Pak Ustaz, ya. 2:37 Karena saya ingin ee melihat juga 2:40 sebenarnya dari sisi pemberitaan atau di 2:44 media sosial itu dalam menaikkan 2:46 trending isu gitu ya, ekonomi Islam 2:49 ataupun ekonomi syariah sekarang tuh 2:51 posisinya gimana sih gitu ya. Saya dapat 2:53 satu tulisan Kementerian Keuangan itu 2:56 merilis satu artikel terakhir itu 2:59 Agustus, Agustus 2025. judul tulisannya 3:03 Perkembangan Ekonomi Syariah di 3:05 Indonesia menuju pusat ekonomi syariah 3:08 global. Saya membaca beberapa ee 3:13 paragraf ee awal dan akhir gitu ya. di 3:16 sini menangkap bahwa ini tulisan 3:19 optimistis ternyata, Pak Ustaz. Tulisan 3:22 optimistis bahwa peluang ekonomi syariah 3:25 ke depan dengan makin berkembang pesat n 3:28 teknologi itu akan memiliki peran yang 3:31 sangat signifikan. 3:33 Di sini indikasinya banyak, Pak Ustaz. 3:35 Benar. 3:35 Indikasinya banyak. Salah satunya adalah 3:37 perbankan syariah yang makin menggeliat 3:40 gitu ya. Lalu juga di sini ada industri 3:43 halal yang semakin hidup. Namun nanti 3:45 secara realitanya saya enggak tahu nih 3:47 karena ini kan tulisan ya Pak Ustaz ya. 3:48 Iya. 3:48 Ini tulisan karena ada hubungannya juga 3:51 nanti ee bagaimana ketika ekonomi Islam 3:53 itu akan memimpin ya khususnya di 3:55 Indonesia gitu ya. Dan sekarang 3:57 situasinya adalah selain tadi industri 4:00 halal dan juga perbankan ee syariah, 4:02 ternyata ada juga di sini perkembangan 4:05 mengenai sosial syariah. Pak Ustaz 4:08 mungkin dilihat dari beberapa ee 4:10 kegiatan kelembagaan yang ee mereka apa 4:14 mengaktivasi ataupun memaksimalkan 4:16 kegiatan zakat, infak, sodqah, dan 4:19 penyalurannya di situ kali ya. Nah, dari 4:21 indikasi satu ee artikel ini, kita juga 4:24 ingin melihat sebenarnya, Pak Ustaz ee 4:27 apakah di ee negara ini ee betul-betul 4:31 ekonomi yang dikenalkan 4:33 ekonomi Islam ke masyarakat ini sudah 4:35 begitu merata? Apakah semua sudah 4:37 berperan? Lalu kenapa masyarakat sampai 4:40 saat ini kok masih tergantung ekonomi 4:44 konvensional gitu? Bahkan ada kalimat ya 4:47 ekonomi syariah sebagai alternatif aja. 4:49 Nah, itu kan sebenarnya kan sedih gitu 4:50 ya. Harusnya kan utama ekonomi Islam 4:52 bagi seorang muslim nih. Nah, dari hal 4:54 ini Pak Ustaz, kenapa kira-kira banyak 4:56 para dai, masyarakat dan ulama gitu ya 5:00 yang kurang ee mendakwahkan ekonomi 5:02 Islam padahal salah satu masalah pokok 5:03 kita adalah ekonomi konvensional yang 5:06 menjerat dan juga kurang mensejahterakan 5:08 rakyat. Bagaimana Pak Ustaz memulai ee 5:11 analisa dan kajiannya mengenai ekonomi 5:13 Islam yang akan memimpin ini? Tafadul 5:15 ya, Ustaz. 5:16 Terima kasih, Mas. 5:18 Asalamualaikum warahmatullahi 5:20 wabarakatuh. 5:22 Alhamdulillahiabbil alamin. Wa usolli 5:25 wasallim shatan wa tasliman 5:27 yaliqoni bimaqomi amiril ambiya wal 5:30 mursalin nabiina Muhammadin wa ala alihi 5:33 wasabi ajmain. Amma ba'du. Para pemirsa 5:38 Rasil TV dan para pendengar radio 5:40 silaturahim yang dirahmati Allah 5:43 subhanahu wa taala. 5:44 Alhamdulillah di pagi hari ini menjelang 5:47 siang hari kita dapat melaksanakan 5:50 siaran live kembali dan tajuk atau atau 5:56 judul yang atau topik yang sudah 5:58 disiapkan oleh Masangga ini adalah ee 6:02 harapan ya harapan 6:05 ekonomi Islam akan memimpin ya memimpin 6:09 ekonomi dunia begitulah bukan hanya di 6:11 Indonesia terutama harapan kita kalau 6:13 kita berharap Harap yang besar-besar 6:14 saja, 6:15 jangan tanggung-tanggung amat. 6:18 Jadi di dalam salah satu judulnya ee 6:23 Syed Kutub menulis ya almustaqbal 6:26 lihadaddin masa depan untuk Islam ya. 6:31 Nah, kalau kongruen terhadap pernyataan 6:34 ini tidak salah kalau kita mengatakan 6:38 masa depan ilmu, masa depan ekonomi 6:41 ialah ekonomi Islam. 6:44 Iya. Id kana al mustaqbal 6:48 lihadaddin yakni alislam. 6:52 Fama balukumza kana aliktisad al islami 6:56 mustaqbul fi hadil umma. 6:59 Jadi kira-kira begitu. Jika masa depan 7:02 seluruh agama di dunia ini enggak ada 7:04 gejola Islam, maka masa depan seluruh 7:08 ekonomi, apapun konsepnya, apapun 7:10 filosofinya, 7:12 tidak ada kecuali ekonomi Islam. 7:15 Itu dinyatakan di dalam kitab atau yang 7:18 ditulis oleh Sy Kutub tahun 60-an ya. 7:21 He 7:22 istilahnya sudah 60 tahun dari sekarang 7:24 itu kira-kira. Tapi pernyataan itu 7:27 semakin hari semakin membenarkan 7:30 dirinya. 7:31 semakin menunjukkan kebenarannya 7:34 bahwa sekarang ini Islam diterima di 7:36 mana-mana ya di negara-negara yang 7:39 paling sekuler, paling anti Islam, 7:42 tempat pembakaran Al-Qur'an dan lain 7:44 sebagainya. Sekarang rakyatnya 7:46 berbondong-bondong masuk Islam. 7:48 Dan ketika mereka masuk Islam menjadi 7:50 mualaf, 7:52 bukan hanya salat yang mereka 7:55 perhatikan, bukan hanya amalan-amalan 7:58 ubudiah yang mereka perhatikan, tapi 8:00 mereka kemudian bertanya, mengkritisi 8:03 dirinya sendiri. Apakah yang mereka 8:06 makan, apakah yang mereka minum itu 8:09 selama ini sudah sesuai dengan Islam? 8:12 Ternyata tidak. Masuk dalam pikiran 8:14 mereka adalah konsep halal. Ya, kalau 8:17 mereka sebelum masuk Islam minum-minuman 8:21 biasa ya, rezeki di mana-mana, di 8:24 rumahnya ada ya, kemudian judi di 8:28 mana-mana, kemudian berzina di 8:30 mana-mana. Begitu mereka masuk Islam, 8:33 mereka mengkritisi amalan-amalan ini, 8:35 perbuatan-perbuatan ini yang masuk dalam 8:38 kategori ekonomi. Ya, misalkan ee 8:41 makanan, minuman, kategorinya masuk 8:43 kategori ee ekonomi ya. Jadi mereka 8:45 akhirnya juga ee mengubah perilaku 8:50 konsumennya. 8:52 Consumtion behavior-nya itu berubah. 8:54 Yang tadinya tidak tahu halal, mereka 8:58 sekarang tahu halal akhirnya membatasi 9:01 yang halal saja. ya, permintaan terhadap 9:04 barang-barang nonhalal akhirnya enggak 9:06 ada bagi orang-orang seperti ini ya. 9:11 Di demand for alcoholic 9:13 ee 9:15 drink itu berkurang sama sekali mungkin 9:17 jadi nol. Iya. Padahal sebelumnya itu 9:20 anti [mendengus] Islamnya kuat banget. 9:22 Nah, ini saya apa namanya me melihat ya 9:28 judul bukunya Al almustaqbaladdin 9:32 hari esok untuk Islam kecil saja buku 9:34 itu enggak sampai 100 halaman kalau 9:36 enggak salah tapi apa yang ditulis di 9:39 dalam buku itu makin hari makin 9:42 menunjukkan kebenarannya. Dan jika salah 9:45 satu ajaran Islam itu adalah bidang 9:47 ekonomi, maka makin hari makin kita 9:51 lihat kaum muslimin pada akhiratnya 9:55 ingin mendapatkan 9:58 makanan, ingin mendapatkan minuman, 10:01 pakaian, dan seluruh kegiatan muamalah 10:04 mereka 10:06 sesuai kongruen dengan ee muamalah 10:09 Islamiah. Ya, dalam hal ini tentu saja 10:13 iktisad islami ya, masuk ekonomi Islam. 10:16 Nah, itu jadi cara berpikir yang sudah 10:20 ditulis oleh Syed Kutub rahimahullah itu 10:24 makin hari makin ke apa namanya? 10:27 Kebenarannya terbuka. 10:30 Nah, di tadi Mas sudah ngomong ya. Jadi, 10:33 Kementerian Keuangan di bulan Agustus 10:35 sudah menerbitkan 10:37 yaitu semacam komunity yang memberikan 10:41 harapan bahwa Indonesia itu harus 10:45 menjadi hub eh harus menjadi basis 10:48 daripada ekonomi syariah termasuk ya 10:51 ekonomi yang dalam hal ini adalah 10:53 industri halal ya. Kalau saya pikir saya 10:57 dulu sudah lebih dari 10 tahun 20109 11:02 kita sudah mencanakan itu ya. Ya, karena 11:05 ada data yang kita peroleh dari berbagai 11:07 sumber ya bahwa China pada waktu itu 11:12 sudah bikin namanya Islamic Tourism ya, 11:18 Islamic Tourism. Jadi mereka itu sudah 11:21 bikin program bagaimana ee memberikan ee 11:26 promo kepada turis-turis mungkin dari 11:29 Timur Tengah, dari Saudi, dari Kuwait, 11:31 dari mana-mana ya pokoknya umumnya dari 11:33 negara-negara Islam agar visit agar 11:36 berkunjung ke apa namanya ke China dan 11:39 mendapatkan makanannya halal, minumannya 11:41 halal, hotel yang ramah terhadap anak 11:43 dan lain sebagainya termasuk 11:45 penerbangannya. dan mereka konsultasi 11:49 kepada sarjana-sarjana muslim, 11:51 ulama-ulama di Timur Tengah bagaimana ee 11:55 membentuk itu. 11:57 Itu juga termasuk ya termasuk Thailand 12:00 yang notab ini negara ini bukan negara 12:03 Islam. Mencuri lebih dulu saja mencuri 12:06 start terlebih dahulu dalam hal Islamic 12:09 tourism ya. Mereka sama mereka juga 12:13 berkonsultasi dengan ustaz-ustaz e 12:16 ulama-ulama Timur Tengah untuk 12:18 mendapatkan rekomendasi bagaimana 12:20 membuat sebuah tur Islam yang benar di 12:24 tempat itu. Dimulai dari pesawatnya. 12:26 Ketika dalam pesawat sudah ada makanan 12:30 minuman yang halal yang diperuntukkan 12:32 oleh kaum muslimin saja. Kemudian begitu 12:36 landing di Bangkok misalnya itu sudah e 12:38 muslim giternya sudah ada. 12:41 Ya. Kemudian masuk ke dalam bus itu 12:43 sudah disetting sedemikian rupa sehingga 12:46 rah terhadap kaum muslimin sampai ke 12:48 hotel kemudian mereka makan, mereka 12:50 keluar mana-mana itu mendapatkan ee 12:53 makanan, minuman, restoran yang halal. 12:56 Ya, bahkan pada waktu itu kita yang ada 12:59 di DSN sampai kaget ya, bagaimana 13:03 negara-negara Cina, Thailand dan negara 13:05 lain termasuk Australia yang notabene 13:08 nonmuslim itu mereka mencuri status 13:10 terlebih dahulu. Kita sebagai mayoritas 13:14 beragama Islam, populasinya 90% enggak 13:17 tahu menahu itu ya. Jadi akhirnya 13:20 dibikinlah gerakan ya gerakan turisme 13:24 atau apa pariwisata Islam, pariwisata 13:26 syariat dan lain sebagainya. Tapi 13:28 walaupun begitu tidak nendang seperti 13:31 Cina, tidak seperti Thailand, kita masih 13:33 kalah. Nah, ini dari satu aspek ya, 13:38 ternyata aspek ee ekonomi Islam telah 13:41 dilihat oleh orang-orang non Islam dan 13:45 mereka bikin industri halal, industri 13:48 pariwisata syariah yang menarik 13:51 universitasan dari Timur Tengah dan 13:54 jumlahnya luar biasa mengalahkan negeri 13:56 kita ya. Indonesia walaupun seperti ini 13:58 masih tetap kalah itu dengan Thailand 14:01 dengan kalau Malaysia kita enggak bilang 14:03 karena dia kan ee kategorinya negara 14:05 muslim ya. Tapi kalau Cina misalnya, 14:07 kemudian kalau Thailand misalnya, Korea 14:09 Selatan misalnya, Jepang, kemudian 14:11 Australia, New Zealand dan lain 14:13 sebagainya itu aneh jadinya. 14:17 mereka melihat peluang ini lebih lebih 14:20 terang daripada kita sendiri. Ya lah itu 14:23 dari sisi itu. Jadi akhirnya kita 14:26 membentuk ya apa namanya kayak gugus 14:30 tugas gitu ee bagaimana menyelenggarakan 14:35 atau launching ee pariwisata syariah di 14:39 Indonesia. Maka ada beberapa provinsi 14:42 yang mengajukan diri sebagai pusat 14:43 destinasi ee pariw pariwita syariah 14:47 umpamanya Aceh, kemudian Sumatera Barat, 14:51 kemudian Riau, kemudian NTB, kemudian 14:54 disusul dengan Jawa dari Banten sampai 14:57 Jawa Timur dan lain sebagainya termasuk 14:59 Sulawesi Selatan ya. Ini itu gaunya itu 15:03 sudah 10 tahun yang lalu lebih malah ya 15:05 mungkin 15 tahun yang lalu ya. Nah, 15:08 seperti ini kemudian tidak tidak 15:11 berlanjut ya. Seperti kita biasalah kita 15:14 ini mengalami fenomenanya mana 15:17 panas-panas tahi ayam itu semangat di 15:19 awal ya lentur di belakang akhirnya 15:21 melupakan. Tapi orang lain apabila 15:24 mencuri kemudian kita tahu, oh mereka 15:27 kita bilang ya kita kehilangan stat baru 15:30 kita sadar bahwa ternyata kita itu 15:32 memang kurang ee apa namanya konsen 15:35 dalam hal ini. Akhirnya segala-galanya 15:37 itu diawali dari luar negeri ya seperti 15:40 itu. Walaupun pantasnya kita sendiri ya. 15:44 Namun demikian, sekalipun kita ini ee 15:48 apa namanya startnya itu terbelakang 15:51 dari negara-negara lain, tapi ada banyak 15:55 hasil ya yang kita dapatkan bahwa 15:58 semakin hari semakin ke sini orang tahu 16:00 bahwa Indonesia itu ee turisme 16:03 syariannya mulai berkembang. Bukan hanya 16:06 turisme Islam apa namanya pariw 16:08 pariwisata syariah, tetapi juga halal 16:11 industri ya. J teman-teman saya dari 16:15 berbagai negara dari Malaysia, dari 16:17 Timur Tengah senangnya kalau belanja di 16:19 Indonesia mau makan mereka itu merem aja 16:23 karena apa itu label halal itu dengan 16:25 gampang di didapatkan itu enggak 16:28 susah-susah amat. Enggak ada kesusahan, 16:30 enggak ada apa namanya kesulitan untuk 16:32 mencari itu ada di depan mata tinggal 16:34 kita ambil. Jadi kalau umpamanya halil 16:37 industri dalam hal ee makanan, minuman, 16:41 termasuk di sini kosmetika, kemudian 16:44 obat-obatan, herbal dan lain sebagaya 16:46 berkembang ee cukup baik ya. Ya, cukup 16:49 baik ya. 16:51 sehingga apa yang diimpikan, diharapkan 16:54 dari apa tulisan dari Kementerian 16:57 Keuangan ee Indonesia tidak salah kalau 17:01 menjadi apa namanya e tujuan pelopor 17:05 termasuk pionir tujuan daripada ee 17:08 ekonomi syariah dalam hal ini adalah 17:10 halal industri itu enggak masalah. itu 17:13 sangat ee sangat apa ya? Ya, benar gitu 17:16 karena kita penduduknya saja sudah 280 17:19 juta ya yang kalau kita gabung seluruh 17:22 negara Arab di Timur Tengah itu sama 17:25 nyaris sama dengan penduduk kita. Iya. 17:27 Satu negara tapi begitu besar 17:29 potensinya. 17:31 Nah, ini. Nah, yang di 17:34 ee yang disorot oleh jemah kita di 17:36 masjid itu bukan itu sebetulnya ya. 17:38 Kalau ini kita makin hari makin gampang 17:41 ya mendapatkan hal yang halal ya ee 17:44 makanan, minuman, dan lain sebagainya. 17:46 Labalisasi kalau sudah menjadi hal yang 17:48 biasa. Tapi ada satu hal yang mereka 17:51 sorot itu adalah kok enggak kedengaran 17:54 gitu misalkan ya 17:55 kok enggak kedengaran 17:57 yang hari-hari apalagi kalau dilihat 17:59 dari gerakan yang dilakukan oleh 18:01 pemerintah dari berbagai departemen e 18:03 terutama misalnya ee Kementerian 18:05 Keuangan atau Bank Sentral Indonesia BI 18:09 misalnya itu enggak ada ini apa namanya 18:12 ee gelombang-gelombang baru yang ee yang 18:16 apa namanya yang memberikan berita dan 18:19 informasi tentang perkembangan ekonomi 18:21 Islam ya, ekonomi syariah selain 18:24 daripada misalnya bank sama 18:27 perusahaan-perusahaan inilah keuangan ya 18:29 yang lainnya itu adem-ayam aja ya gitu. 18:33 Padahal kata para jemaah ini ee sudah 18:37 kita lihat betapa bencana menimpa negara 18:40 kita yaitu kemiskinan yang tidak kunjung 18:44 hilang ya selama 10 tahun terakhir ini 18:47 bukan hilang itu tetap ya stand itu 18:51 enggak ada perubahan jumlah mungkin 18:52 malah cenderung makin banyak yang miskin 18:55 apalagi kita menggunakan standar apa itu 18:59 Bank Dunia itu jadi 60% 19:02 daripada penduduk Indonesia itu jadi 19:04 miskin ya. Fa inna lillahi wa inna 19:07 ilaihi rojiun. Jika apa apa rezim 19:11 ekonomi konvensional ini tidak bisa 19:14 mengarahkan membawa kemanusiaan kepada 19:17 keadaan yang lebih sejahtera daripada 19:20 masa sebelumnya lah harusah 19:23 dipertanyakan karena tidak ada apa 19:27 namanya waktu lagi untuk kita 19:28 membanding-bandingkan bukti di depan 19:30 mata. bahwa selama 10 tahun ee angka 19:35 kemiskinan di Indonesia tidak beranjak 19:37 ya. Ya, tidak berubah ya. Mungkin 19:39 berubahnya malah tambah buruk ya, bukan 19:41 berubah menjadi lebih baik ya. Nah, ini 19:44 menunjukkan bahwa ee ramuan daripada 19:49 ee filosofi ekonomi kapitalis, ekonomi 19:53 konvensional itu enggak bawa kita ke 19:55 mana-mana. Justru yang terlihat adalah 19:57 ee kemiskinan yang tetap merata-rata. 20:00 Kemudian apa namanya ketidakadilan 20:04 yaitu apa namanya ee 20:08 perbedaan antara si kaya dan si miskin, 20:11 kesenjangan antara sik dan si miskin 20:13 menjadi-jadi ditunjukkan dengan ya 20:16 misalnya gening koefisien bisa dilihat 20:18 di situlah. Tetapi apakah itu 20:21 merepresentasikan data yang sebenarnya 20:24 dalam masyarakat itu juga enggak 100% 20:26 kita percaya ya. Karena kalau dilihat 20:29 dari dilihat dari ini ya dari dilihat 20:31 dari kenyataannya ya orang-orang yang 20:36 tidak punya pekerjaan akhirnya mereka 20:38 menjadi tukang pulung misalnya menjadi 20:41 pengemis menjadi ee apa ya yang kerjanya 20:44 di jalan-jalan gitu loh 20:46 ya topeng-topeng segala macam. Dulunya 20:48 enggak ada 20:50 zaman Pak Harto enggak ada 20:53 zaman sekarang. Sekarang di mana ada 20:54 pojokan di situ ada Pak Ugah. 20:58 yang menunjukkan betapa sulitnya mencari 21:00 pekerjaan 21:01 yang menunjukkan kepada kita betapa 21:04 masyarakat ini tidak lagi memiliki 21:07 alternatif akhirnya daerah-daerah atau 21:09 wilayah seperti yang dulu tidak pernah 21:12 ada yang menjaga dijaga bukan karena 21:15 kita butuh penjagaan gak ya itu Kang 21:17 Parkir liar yang beberapa waktu yang 21:19 lalu ribut sekali 21:21 sampai bentrok dan lain sebagainya itu 21:23 menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan itu 21:26 tidak tersedia untuk mereka seperti ini 21:28 ya. Bahkan sarjana saja yang sudah 21:30 lulusan S1 aja kesulitan mendapatkan 21:33 pekerjaan sesuai dengan kesarjanaannya, 21:36 keahlian dan lain sebagainya. Apalagi 21:38 orang-orang atau ee mereka yang apa SMA, 21:42 mereka yang tidak bisa melanjutkan 21:44 sekolah tinggi kemudian SD, SMP dan yang 21:48 tidak berpendidikan. Nah, ini sepertinya 21:51 kalau menurut saya bukannya membaik 21:54 makin memburuk dan sepertinya tidak ada 21:56 tangan pemerintah dalam hal ini untuk 21:58 mengatasi keadaan. Sekarang merata-rata 22:01 mulai dulu mulai di Jakarta Jabut Tabek 22:04 sekarang sudah sampai kampung-kampung di 22:05 seluruh Indonesia itu sama ya kondisinya 22:09 dan itu tidak ada yang menyuarakan, 22:12 tidak ada yang mencatat, tidak ada yang 22:13 mengeluhkan ya semua adem ayam aja 22:16 dianggap masalah biasa. Padahal itu 22:17 adalah ee apa namanya? Ee sinyal bahwa 22:22 ekonomi enggak baik-baik saja, bahwa 22:24 lapangan pekerjaan tidak baik-baik saja. 22:26 Dan ada sekian puluh juta orang 22:28 Indonesia yang enggak punya pekerjaan 22:30 dan butuh lapangan pekerjaan saat ini 22:32 juga. Tapi how the how do the government 22:36 how does the government eh react 22:38 terhadap ini? Wah, itu kita bisa lihat. 22:42 He. 22:43 Karena ini tidak berubah, tidak ada 22:44 kunjung seperti seolah-olah ya 22:46 Kementerian Sosial atau Departemen 22:48 Sosial itu enggak ada nyaris enggak ada 22:50 Dinas Sosial itu enggak ada ya mungkin 22:52 ada di kabupaten, di BMA tapi hari-hari 22:55 enggak ada kelihatan di ee di 22:57 masyarakat. Kenyataannya begitu ya. Nah, 23:00 ini masif. Jadi jemaah itu apa namanya 23:04 melihat ee sudah jenuhlah dengan ee 23:09 dogma dengan propaganda ekonomi 23:12 kapitalis, ekonomi ee konvensional. Yang 23:16 lebih parah lagi seperti yang kita 23:17 ceritakan minggu lalu kan kita 23:19 dibiasakan dengan riba ya. 23:22 Riba menjadi dosa besar tapi dicokokkan 23:26 ke kita supaya tidak ada alternatif 23:27 walaupun ada bank syariah tetapi tetap 23:30 aja. 23:31 ini riba ada di mana-mana dan 23:33 seolah-olah itu dianggap tidak ada 23:35 masalah sehingga kita ini setiap hari 23:37 kaum muslimin ya berdosa karena apa 23:40 namanya makan riba ya dan sekarang 23:43 dicoba dianggap biasa sehingga iya 23:46 biarin ajalah makan riba tapi anggap aja 23:48 itu sebagai suatu hal yang biasa suatu 23:51 kenikmatan w naudubillah minzalik ya nah 23:54 ini jadi ee 23:58 ke ke kesimpulan mereka Pada intinya 24:01 adalah bahwa seharusnya kita entah itu 24:05 siapa ya pemerintah atau siapapun 24:07 harusnya mendakwahkan. Kalau yang di ini 24:10 yang di yang disoroti itu juru dai, 24:14 ustaz-ustaz ya yang di mana-mana di 24:18 media sosial amat jarang gu cerita 24:21 tentang ee riba, tentang buruknya riba, 24:24 bahayanya riba, bagi ekonomi. Ada satu 24:27 dua tapi boleh dikatakan 99% bukan tema 24:30 itu yang dibawa. H 24:32 ya, ulama besar, ustaz besar, takbir di 24:36 mana tablig akbar di mana-mana. Temanya 24:39 ya menghindari ini. Gak pernah bicara 24:42 tentang riba, goro segala macam. Kalau 24:45 menurut mereka yang selalu bicara itu 24:48 radio rasil katanya ya. 24:52 Bicara ekonomi Islam enggak pernah 24:53 berhenti tiap minggu. Ya cuman ini ya 24:56 memperkenalkan. Jadi yang diinginkan 24:58 oleh para jemaah itu adalah harusnya 25:01 para ustaz-ustaz itu temanya jangan 25:04 itu-itu aja, jangan guyonan, jangan 25:07 lawakan, jangan bikin orang ketawa saja. 25:11 Ya boleh bikin ketawa orang ketawa, 25:13 orang bisa bikin orang ketawa. Tetapi ya 25:16 yang membuat mereka menjadi ketawa itu 25:18 yang agak apa namanya high level lah 25:21 gitu ya. Ceritakan tentang ekonomi, 25:24 ceritakan tentang betapa pentingnya kita 25:26 mengubah ekonomi kita menjadi ekonomi 25:28 syariah yang terhindarkan dari gudab, 25:31 dari murka Allah Subhanahu wa taala, 25:33 dari perang dari Allah dan Rasul-Nya. 25:35 Karena kita makan riba setiap saat ya. 25:38 Dan tidak ada ee push ya. Ya, istilahnya 25:42 kalau orang-orang atau ustaz-ustaz 25:45 dakwah di bidang non ekonomi, di bidang 25:47 non keuangan mereka gaspol bisa ketawa 25:51 sana, ketawa sini. Tapi yang di sini ini 25:53 enggak ada ya, tidak ada belum ya, belum 25:56 banyak. Makanya yang mereka inginkan 25:58 adalah agar ustaz-ustaz itu juga ee 26:01 temanya diubah, mengubah tema yaitu 26:04 tema-tema ekonomi, 26:05 he 26:06 tema-tema muamalah dan lain sebagainya 26:09 agar supaya kita ini tercerahkan karena 26:12 pencerahan terhadap hal ini masih sangat 26:13 terbatas. Itu masang ya. 26:15 H. 26:16 Oke. Dari banyak tadi Ustaz sebutkan ya 26:20 lebih dari satu dekade 26:23 mengangkat tema dalam siaran bahkan 26:26 sudah banyak Pak Ustaz ya. Tapi 26:27 itu bukan saya itu jemah ya. 26:30 Kalau saya kan yang melakukan itu jamaah 26:32 sendiri ya. 26:33 Nah terus kenapa Pak Ustaz persepsi umat 26:36 Islam ini kok nyaris tidak berubah gitu 26:38 Pak Ustaz? Mereka masih saja 26:40 mengagung-agungkan 26:42 ekonomi ee ribawi gitu. Terus kenapa ya 26:45 bahwasanya gerakannya itu tidak masif 26:48 gitu? Kalau media tuh ada gerakan 26:51 bersama gitu ya. Kalau beberapa ya ormas 26:56 lembaga gitu ya kita juga lihat gimana 26:59 perannya mereka. 27:00 Nah itu menan bahwa ini 27:02 kenapa he 27:03 ee ustaz atau penceramah di bidang 27:05 ekonomi itu kurang. 27:06 Hm. 27:07 Ee kurangnya entah mereka gak ahli di 27:09 bidang itu ya saya kira tidak ya. Kan 27:11 ekonomi bisa tidak harus teknis. He 27:14 bisa muamalah mulai di luar e ceritakan 27:16 tentang riba dan lain sebagainya itu 27:18 semua orang pun harus tahu. Tidak hanya 27:20 ahli ekonomi ya semua orang wajib tahu 27:22 bahwa riba itu haram. Sama aja kita 27:25 mendakwahkan kepada kaum muslimin salat 27:27 itu wajib harus kita kerjakan. Nah ini 27:28 sama juga kita hindari riba karena riba 27:31 itu dosa besar yang membuat kita ini 27:34 ranking dia. Dosa kelima rankingnya 27:36 daripada dosa yang diurutkan oleh Nabi 27:38 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 27:39 Yang pertama syirik ya. Nomor liimanya 27:41 kan riba. Nah, ini kan tidak ini tidak 27:45 disentuh ya disentuh tapi mungkin dibaca 27:47 doang nomor 5 dibawa terus yang 27:50 disebutkan yang belakangnya ya tidak 27:52 semangat ya saya melihat kurang semangat 27:55 ya 27:56 sentuhannya itu harus ada jadi kalau di 27:59 kita ini kan saya enggak menyebut nama 28:01 siapa apa ustaz yang terkenal punya 28:04 pengikut followor buahnya berjuta-juta 28:06 itu ya kalau bicara tentang yang 28:09 lain-lain semangat ya tapi perlu kita 28:12 anjurkan agar supaya bicaranya itu 28:14 temanya itu tentang riba, tentang bahaya 28:17 riba bagi kita. Kalau masalkan cerita 28:21 tadi lebih dari satu dekad kita sudah 28:24 siaran ya, tapi 28:25 tidak bisa mengubah pandangan publik itu 28:27 menunjukkan bahwa kita ini enggak kuasa 28:29 ya. 28:30 Kita ini ibaratnya sepeda tapi 28:32 menggerakkan kereta api kan enggak 28:33 mungkin ya. 28:34 He. 28:35 Sepeda ontel tapi yang kita tarik itu 28:37 kereta api enggak bisa ya. gitu. Seperti 28:41 itu kira-kira ee apa perbandingannya 28:44 cara melihatnya seperti itu. Nah, 28:46 makanya itu ya kita imbau juga kepada 28:48 siapapun juga yang sudah biasa mempunyai 28:51 follower dan punya kompetensi di bidang 28:54 dakwah, monggo kita dakwahi kepada 28:56 bangsa Indonesia. Ini bahayanya riba. 28:59 Mari kita dakwahi pentingnya ekonomi 29:01 syariah. Kembali kepada ekonomi syariah 29:04 yang itu merupakan ekonomi syariah yang 29:07 diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala 29:09 itu. Nah, jika ustaz-ustaz yang 29:13 gede-gede itu yang katanya sudah punya 29:15 bor berjuta-juta mungkin puluhan juta 29:17 sekali bikin maaf apa tablig akbar 29:22 ya. 29:22 Tahun 2026 tablig akbar di Banda Aceh 29:25 temanya riba. 29:27 di Pekanbaru temanya riba. [tertawa] 29:29 He. 29:30 Di Surabaya temanya riba, di Mataram 29:34 temanya riba. Nah, itu lumayan itu nanti 29:37 ya ee paling tidak ee followernya itu 29:40 akan ee mendapatkan pencerahan tentang 29:43 bagaimana riba, tentang apa itu riba, 29:45 dan bagaimana kita harus menghindarkan 29:48 kehidupan kita ini dari riba. Iya. Nah, 29:51 dari itu kemudian opin publik akan 29:53 mungkin ya menurut saya itu akan agak 29:56 berubah ya. Tapi kalau cuman rasil 29:58 sendiri ya seperti ini ya. Ibaratnya 30:00 tadi sepeda ontel narik kereta api 30:03 gerbongnya 12 gak mungkin. 30:06 H 30:06 iya. Kita juga lihat bahwa saja kan 30:10 persepsi publik juga tentang ekonomi 30:12 Islam tuh masih awam gitu ya bahkan 30:14 sangat terbatas. contoh mengenai zakat, 30:17 infak, wakaf gitu, sodqah juga gitu ya. 30:22 Itu belum ee seberapa gitu maksimalisasi 30:25 untuk ee 30:26 jadi apa namanya lingkupnya itu sangat 30:28 sangat sedikit yang dipahami oleh 30:31 publik. 30:32 Kalau kita bicara ekonomi syariah 30:33 bicaranya zakat ya, 30:36 sedekah itu kan wakaf misalnya. 30:38 Jangankan menyentuh fiskal atau moneter 30:41 enggak nyentuh bagaimana anggaran 30:43 belanja. 30:44 Iya. bagaimana apa namanya kemungkinan 30:47 apa namanya zakat diintegrasikan ke 30:50 dalam APBN misalnya walaupun itu mungkin 30:53 pro dan kontra tapi kenapa enggak ada 30:55 seorang pun yang ngomong gitu kan 30:57 bagaimana ee kebijakan monoter itu tidak 31:00 hanya berbasis ee berbasis riba, basis 31:03 bunga. Cobalah pakai bagi hasil 31:05 ditampilkan bagaimana bagi hasil ini 31:07 lebih baik daripada bunga. 31:09 Ee itu akan membuat orang tertarik ya. 31:11 Tapi orang-orang itu saya yakin gak mau 31:13 bicara itu karena ya istilahnya kalau 31:16 dalam Al-Qur'an itu yakufuna 31:19 laalaim. 31:22 Mereka takut terhadap orang yang mencela 31:24 kepada dia. Takut dicela, takut dibully, 31:26 takut macam-macam. 31:28 Karena enggak populer ya. 31:29 Yang tidak bisa membuat orang ketawa gak 31:32 bisa dipakai lawak. H 31:34 itu. Jadi mungkin itu sebabnya. Tapi 31:38 saya juga enggak me apa namanya ee kita 31:42 juga tidak menutup pintu bahwa kita bisa 31:45 bikin lawakan tapi lawakan bahannya itu 31:48 ekonomi Islam bisa ya. Kenapa enggak? 31:51 Karena apa? Kalau dakwah bikin orang 31:53 ketawa dalam apa topik lain ee dakwah 31:57 juga tetap kita jalankan tokonya ekonomi 31:58 Islam tapi tetap bisa menghasilkan orang 32:01 menjadi ketawa. 32:02 Kalau yang diinginkan itu supaya ketawa. 32:05 Iya kan? Dan kita kan ingin merubah 32:07 merubah perilaku yang tadinya pro riba 32:10 menjadi anti riba ya. He. 32:12 Yang tadinya pro apa itu namanya judi ya 32:16 menjadi anti judi ya karena itu berdosa 32:19 ya 32:20 itu masang 32:21 ekonomi konvensional yang menjadi sebuah 32:24 ee masalah gitu ya. Berarti kan ada 32:27 kewajibannya bagi umat Islam Pak Ustaz 32:29 mempraktikkan lalu juga mendakwahkan 32:32 ekonomi Islam gitu secara lebih serius. 32:35 ee diingatkan kembali kalau tadi kita 32:38 ingin kembali ke judul ekonomi Islam 32:40 bisa memimpin gitu ya, yang digerakkan 32:43 ini awal apa aja dulu, Pak Ustaz? 32:45 Iya. Ee kita dalam dalam cara kita 32:51 berdakwah itu kan ada langkah ya. 32:53 Pertama itu kan alilmu. 32:57 Kita menguasai dulu ilmunya. Ilmu 32:58 ekonomi Islam. Ekonomi Islam itu kayak 33:00 apa ya? 33:02 kelebihan bagaimana kelemahan ekonomi 33:05 konvensional dan lain sebagainya. Bahaya 33:07 ekonomi konvensional di masyarakat kaum 33:10 muslimin bagaimana. Sementara apa 33:13 namanya ekonomi Islam kelebihannya 33:15 kemudian ee isinya itu anti riba dan 33:18 lain sebagainya itu harus kita ketahui 33:19 alilmu dulu. Ilmu dulu. Nah, ilmu ini 33:23 harus kita kuasai sehingga kita kompeten 33:25 untuk mendakwakan. 33:26 Yang kedua adalah kita amalkan ya. 33:28 Sesudah kita punya ilmunya itu kita 33:30 amalkan. praktikkan dalam kehidupan kita 33:32 tidak lagi membuka rekening di bank 33:34 konvensional ya 33:37 kan bank konvensional itu promonya jauh 33:39 lebih hebat daripada bank saya iya 33:42 menarik sekali he 33:44 dan langsung langsung dapat gitu ya luar 33:47 biasa dan itu yang membuat siapapun yang 33:50 melihat iklan dan promo akan jatuh cinta 33:52 ke situ. Sementara perbankan syariah 33:55 tidak seperti itu ya. Jadi selalu kalah 33:57 di dalam medan persaingan dalam 34:00 marketing gitu ya. Kemudian seselah kita 34:03 itu mengamalkan ya kalau kita tidak e 34:06 bukan sekala kita ini ee masuk dalam 34:09 dunia keuangan syariah ya kita pertama 34:14 secara individu sudah kita buka rekening 34:16 syariah aja di tempat di dekat kita gitu 34:20 karena sekarang kantor cabang bahkan 34:22 sekarang ini bisa enggak pakai harus 34:24 kantor bisa pakai apa itu HP kita bisa 34:27 membuka rekening 34:28 perbankan syariah dan lain sebagainya 34:30 Pak pelayanan keuangan harus kita 34:32 lakukan. Jadi kita pahami, kita amalkan. 34:37 Yang ketiga adalah kita dakwah. He 34:39 dakwah kepada siapapun yang dari 34:42 saudara-saudara kita, kawan-kawan akrab 34:44 kita agar supaya mempelajari ekonomi 34:46 syariah, tahu bahayanya riba, tahu 34:49 bahayanya gor, tahu bahayanya judi, dan 34:52 harus kita hindari dan kita beralih 34:54 kepada ekonomi syariah, kita dakwah. 34:57 Maka di sini sosialisasi maksudnya ya. 35:00 Nah, sosialisasi ini tahapannya ee 35:03 sebetulnya paling banyak siapapun bisa 35:06 lewat pendidikan resmi ya di pendidikan 35:10 kita pelajaran ekonomi harus kita 35:12 belajar ekonomi syariah juga jangan 35:13 hanya ekonomi konvensional. Kenapa kita 35:16 mengajarkan secara wajib ekonomi 35:18 konvensional yang ribawi sementara 35:21 ekonomi Islam tidak diajarkan, tidak 35:23 masuk dalam kurikulum. H 35:25 ya. Ini namanya pembodohan pembodohan 35:27 ekonomi syariah dan dukungan terhadap 35:31 ekonomi konvensional. Maka akar ekonomi 35:33 konvensional itu enggak pernah tercabut 35:35 karena diwajibkan di dalam kurikulum dan 35:37 dipelajari. Sementara ekonomi syarah itu 35:40 enggak ya. itu sunah mungkin ya boleh 35:42 bukan hanya sunah anjuran tapi tadi itu 35:45 alternatif itu masang cerita tapi bukan 35:48 hanya alternatif boleh iya boleh enggak 35:52 boleh orang mencatuhkan ekonomi syariah 35:54 di mata kuliah ekonomi dan boleh juga 35:57 tidak lah model kayak begini kapan kita 35:59 akan berkembang sementara yang kita 36:01 pelajari ekonomi konvensional itu makin 36:03 hari tidak menunjukkan kebaikannya makin 36:06 menunjukkan keburukannya dan itu di 36:07 depan mata kita bisa lihat ya sudah 36:10 saatnya kita ini harus totalitas ya 36:13 mensosialisasikan ekonomi syariah ya 36:16 lewat apa jalur pendidikan formal, jalur 36:20 pendidikan tidak formal, lewat edukasi 36:23 yang lain, lewat sosialisasi dan lain 36:25 sebagainya. Terutama adalah 36:26 pribadi-pribadi 36:28 yang dalam media sosial itu influencer 36:31 ya. 36:32 Influencer itu punya follower banyak ya. 36:35 Dan apabila mereka ee apa berdakwah 36:39 kepada ekonomi Islam agar supaya mereka 36:41 itu mengajak ya mengajak kepada mari 36:44 kita ee kembangkan ekonomi Islam kita 36:47 beralih dari konferens ke syariah. Kalau 36:49 dia itu followernya ada puluhan juta 36:53 followernya kan akhirnya satu du ikut ya 36:56 kita enggak berharap seluruhnya 100% 36:59 ikut ya tidak mungkin tapi kalau 37:01 setengah sepertiga bisa maka influencer 37:05 ini jarinya banyak sekali ya 37:07 akan merubah ee landscape itu yang 37:10 tadinya puluhan juta itu pengagum dia 37:13 tapi pengagum konvensional sekarang 37:16 pengagum dia tapi pengagum ekonomis 37:19 syariah gitu, Mas ya. 37:21 Heeh. 37:23 Kalau di dunia era digital nih, Pak 37:26 Ustaz, kan kita masuk gitu ya. Apalagi 37:28 di situ ada platform media sosial. 37:30 Apakah masih kurang, Pak Ustaz lihat 37:33 konten-konten di media sosial ataupun 37:35 media digital tentang ekonomi syariah 37:37 ini? Apa karena kita ketinggalan? Memang 37:39 itu tadi ya 37:40 saya kira kurang kreatif ya. 37:42 Kurang kreatif. 37:42 Kurang 37:43 ee kurang kreatif dan kurang ee kompeten 37:46 ya. 37:47 Heeh. He. 37:47 Konten kreatornya itu enggak begitu 37:49 paham tentang ekonomi Islam. 37:50 He. 37:51 Ya, perlu training ya sebetulnya perlu 37:54 pemahaman. Bukan training. Pemahaman ya 37:57 misalnya pemahaman tentang riba aja 38:00 orang merasa paham itu riba, tapi kalau 38:01 ditanya itu enggak tahu. He. 38:04 Ya. 38:05 Padahal intinya di situ. Salah satu inti 38:07 ajaran Islam adalah ajaran Islam, ajaran 38:10 ekonomi Islam adalah kita paham tentang 38:12 riba dan kita akan menghindari dari 38:14 riba. Nah, karena kita itu tidak paham 38:16 tentang riba, tapi kita merasa paham 38:19 tentang riba, akhirnya apa yang kita 38:20 lakukan itu salah. 38:22 Banyak seperti itu, ya. Padahal kalau 38:25 kita mau riba itu jadi bahan setiap hari 38:28 kita ee ceritakan di radio, di media 38:32 sosial, apa sih riba itu ya? Bagaimana 38:37 persamaannya dengan bunga yang sekarang 38:39 ada di bank itu dan lain sebagainya. 38:41 Kalau hanya masalah itu sudah ada sebuah 38:43 fatwa Majelis Ulama sudah lengkap ya, 38:45 syaraknya juga lengkap ya 38:47 gitu. Jadi tinggal kita klik aja di 38:50 internet itu cari ee fatwa Majelis Ulama 38:54 Indonesia tentang haramnya bunga akan 38:55 tahu. Nah, akan muncul di situ fatwa 38:57 nomor 1 ee tahun 2004 dari Majelis Ulama 39:01 Indonesia Komisi Fatwa MUI 39:04 ada dan itu sangat jelas ya definisi 39:07 riva itu kayak apa digambarkan dengan 39:10 sangat jelas tidak orang yang normal 39:13 akan paham ya kalau kemudian membaca 39:15 fatwa itu masih bingung juga ya tanya 39:17 kepada ustaz-ustaz yang kita anggap 39:20 paham. 39:21 Heeh. itu karena fatwanya keluar dari 39:24 Majelis Ulama Indonesia ya harusnya kita 39:26 tanya kepada ee Komisi Fatwa tentang 39:30 ee apa itu akan dijelaskan dengan baik 39:33 atau Dewan Sara Nasional. Siapapun yang 39:36 ada di Dewan Sari Nasional apalagi Badan 39:39 Pelaksana Harian mereka itu yang paling 39:41 tahu tentang riba sebetulnya. Kalau dari 39:44 sisi penguatan 39:46 pendidikan 39:47 Pak Ustaz lihat ini dari mulai 39:49 pesantrennya Kak ataupun perguruan 39:51 tinggi yang jurusan ekonomi Islam 39:54 itu gimana perannya Pak Ustaz? 39:56 Dulu 15 tahun yang lalu atau 20 tahun 39:58 yang lalu itu semangat tinggi. Saya 40:00 punya teman ya bikin 40:03 tekbook untuk SMP, untuk SMA tentang 40:05 ekonomi syariah. 40:06 Heeh. 40:07 Tapi enggak ada sekolah yang 40:08 mengajarkan. 40:09 Hmm. He. 40:10 Ada beberapa ya di Jakarta ini ya kerja 40:13 sama dengan tazkiah. Anak-anak tazkiah 40:15 itu yang 40:16 yang paling tahu tentang ekonomi 40:18 mengajar di SMP-SP. Tapi itu kan enggak 40:20 semuanya. 40:21 Iya. 40:21 Ya. Ibaratnya itu iya enggak merata 40:24 sangat tidak 40:25 tidak merata dan tidak kontinue. 40:28 Jadi ee 20 tahun yang lalu semangat 40:32 banget. Tapi kesemangat 20 tahun yang 40:34 lalu itu ya berbeda dengan sekarang. 40:36 orangnya anak-anak yang ngajar pada 40:38 tahun 2005 misalnya usianya baru 30 atau 40:43 27 lah sekarang sudah 20 tahun kemudian 40:46 usianya sudah 50 tahun tentaganya sudah 40:48 berbeda 40:49 dan penerusnya generasi 40:51 dan penusannya enggak kontinue. 40:52 Enggak konue. He 40:54 makanya ya kalau dari pendidikan formal 40:57 iya tugasnya Menteri Pendidikan. 40:59 Hm. 41:00 Iya Menteri Pendidikan. Bahkan 41:02 Muhammadiyah NU juga enggak enggak 41:04 seperti 41:05 Iya. untuk kurikulum ekonomi Islam 41:07 kayaknya 41:07 kurikulumnya itu seper ya sudah dibuat 41:10 sebetulnya cuman tidak continue gitu 41:13 tidak ada levelnya ini untuk yang 41:15 foundation untuk basic 41:18 ini untuk intermediate ini untuk advance 41:20 dan lain sebagainya enggak ada seperti 41:22 itu. Jadi misalkan kalau kita bicara 41:25 tentang ee riba, riba, penjelasan riba 41:29 dalam konteks basisnya, dalam level yang 41:32 basis atau pondasi itu kan 41:35 kita hanya memperkenalkan yang sangat 41:37 sederhana. Nanti kalau sudah levelnya 41:39 itu ee SMA sudah lebih canggih lagi, 41:43 apalagi perguruan tinggi, pendekatan 41:45 lebih luas lagi ya. 41:46 Iya. 41:47 Itu yang itu gak kita lakukan tetapi 41:50 konvensional dilakukan. Kalau kita lihat 41:52 kurikulumnya kan begitu. Ekonomi oleh 41:54 diajarkan di SMP kelas 1 yang diajarkan 41:57 apa? Iya. Kalau kita tanya siapakah ahli 42:01 ekonomi dunia? Anak-anak menjawabnya itu 42:04 Adam Smith. 42:04 Adam Smith. [tertawa] 42:06 Merem aja dia jawabnya begitu ya. 42:07 Kalau sekarang Bill Gates jeb Jos. 42:10 Jeep Jos 42:12 itu ya. Gak ada yang tahu Ibnu Khaldun. 42:15 Iya. 42:16 Iya. 42:17 Enggak ada yang tahu. Misalkan Ibnul 42:19 Qayyim 42:20 ya. Ibnu Taimiyyah walaupun Ibnu 42:21 Taimiyyah itu hanya disorot dari sisi 42:24 akidah dan pengetahuan umumnya tentang 42:27 Islam, tapi ada sisi-sisi ekonomi yang 42:30 lebih detail. Imam Ghazali juga termasuk 42:32 ya. 42:32 Iya. 42:33 Ada sisi ekonomi yang kalau kita pikir 42:35 saya dulu baca itu, wah ini jauh 42:39 mendahului zamannya. Iya kan? teori 42:43 uang, teori kenapa harga itu naik, harga 42:46 turun itu Ibnu Taimiyah sudah 42:48 menjelaskan 1000 tahun 1000 tahun yang 42:51 lalu ya 42:52 sebelum ini sebelum teori modern. 42:55 Masyaallah. Ibnu Khalun sudah cerita 42:57 kalau cuma masalahnya kalau mau masuk ke 42:58 pengetahuan-pengat itu terjadi dikotomi 43:01 di sini Pak Ustaz ya. Kalau itu ke 43:03 pesantren gitu akhirnya 43:05 lah itu penyakit di hutum itu kan 43:07 penyakit 43:08 padahal iya 43:09 virus yang tidak bisa keluar dari 43:10 pikiran. He 43:12 iya apa namanya virus dikotumi ini masih 43:15 menjalar ya. 43:16 Kalau pengetahuan-pengetahuan Islam 43:17 harus dikesantrenkan enggaklah. Nah, itu 43:20 semua pengetahuan Islam itu. Nah, 43:22 sekarang ini diajarkan di perguruan 43:24 tinggi negeri, perguruan tinggi swasta 43:26 enggak masalah. Karena dia ilmu yang 43:28 benar-benar ilmu bukan sudo pesudu ilmu. 43:32 Iya. 43:33 Ya, ilmu yang bukan ilmu pesudu lah, 43:36 ilmu setengah ilmu gitu ya maksudnya ya. 43:37 Setengah ilmu. 43:39 Iya. Ilmu benar-benar ilmu ya. Nah, 43:42 sayang kita sebagai tokoh ee orang Islam 43:45 tidak menyadari itu baru menyadari kalau 43:48 orang Barat sendiri melakukan kajian. 43:50 Iya. Nauzubillah minzalik. 43:54 Ikhwan yang dirahmati Allah subhanahu wa 43:56 taala, saat ini Anda sedang menyimak 43:58 siaran live kajian ekonomi Islam. 44:02 Saatnya ekonomi Islam memimpin. Kami 44:06 undang Anda untuk bergabung. Silakan 44:08 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 44:10 ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720. 44:17 Kita akan jeda nanti akan kembali di 44:20 sesi kedua dengan menjawab 44:21 pertanyaan-pertanyaan 44:23 yang sudah masuk dari Anda. Tetaplah 44:24 bersama kami. 44:27 [musik] 44:32 [musik] 44:40 [musik] 44:51 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 44:53 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 44:55 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 44:56 terima kasih masih bersama kami dalam 44:59 kajian ekonomi Islam bersama narasumber 45:02 kita Ustaz Ikhwan Basri. Di sesi pertama 45:07 tadi kita sudah banyak menjelaskan 45:10 ketika ekonomi Islam akan memimpin 45:13 dunia. Kita juga mengevaluasi bagaimana 45:16 sebenarnya dakwah tentang ekonomi Islam 45:19 ini yang harus lebih ditingkatkan dan 45:21 juga peran ee dai termasuk peran 45:26 ee yang sangat menentukan ya Pak Ustaz 45:28 ya. Pemerintah, pejabat gitu ya. Ini 45:30 juga harus 45:32 mereka ada ada langkah-langkahnya lah 45:34 gitu. Tapi mereka kan ada 45:37 langkah-langkah contoh pemerintah untuk 45:38 menentukan kebijakan itu kan ada harus 45:40 ada tekanan ataupun suara dari 45:42 masyarakat juga begitu Pak Ustaz ya. 45:44 Dari DPR [tertawa] 45:45 dari DPR dan masyarakat ini harus 45:48 tercerahkan juga harus paham gitu ya 45:51 harus memahami juga bagaimana ekonomi 45:53 Islam itu. 45:54 Nah, ada Ibu Ani C Hudzaifah. 45:57 Asalamualaikum warahmatullahi 45:58 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak ee 46:02 siaran di pagi hari ini bersama Ustaz 46:07 dan juga pencerahan ekonomi Islamnya. 46:10 Begituun juga ini ada Ibu Sunarsi, ada 46:13 juga ini Pak Ahmad di Depok, Ibu Rukmini 46:17 juga menyimak siaran di pagi hari ini. 46:20 Ibu Darma alhamdulillah menyimak. Terima 46:23 kasih ee Pak Ustaz untuk kajian ekonomi 46:26 Islamnya. Lalu ini ada Pak Ahmad di 46:30 Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 46:32 wabarakatuh. 46:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:35 wabarakatuh. 46:36 Bagaimana menurut pendapat ustaz ketika 46:40 masih ada stigma negatif di tengah 46:44 masyarakat bahwa bank syariah ini sering 46:47 dikira eksklusif 46:50 lalu juga sama saja dengan bank lain. 46:53 Padahal layanannya 46:56 kan bersifat universal, terbuka bahkan 46:58 untuk semua kalangan. Bagaimana Pak 47:01 Ustaz? Ee 47:02 ya 47:02 sif negatif terhadap bank syariah, 47:04 Pak Ahmad. Jadi, he 47:06 ada gejala menurut pengamatan beliau 47:09 ini. Ada orang yang melihat bahwa 47:12 bangsara itu eksklusifnya. 47:15 Ee perlu saya jelaskan di sini bahwa 47:18 semua bank syariah itu inklusif. Ya, 47:23 inklusif artinya siapapun 47:27 boleh 47:28 mendapatkan berhak memperoleh pelayanan 47:33 keuangan syariah. Apakah dalam bidang 47:37 pendanaan yaitu funding perhimpunan dana 47:40 misalnya menabung, 47:43 misalnya ee buka giru ee misalkan buka 47:47 deposito itu semuanya boleh. Jadi itu 47:51 salah saja, salah persepsi bahwa ee 47:56 kesimpulan yang masih melihat bahwa 47:58 keuangan syaria itu eksklusif itu tidak 48:02 benar. bahwa semua manusia, semua warga 48:06 negara kita Indonesia ini itu boleh 48:09 mendapatkan 48:11 atau berk untuk mendapatkan pelayanan 48:13 bank syariah. Dan kita lihat sendiri 48:15 bank-bank syariah cabangnya ada di 48:17 Denpasar, ada di Bali, 48:19 ada di Kupang, 48:21 di mana-mana enggak ada. Dan kalau kita 48:23 lihat ada beberapa bank syariah yang 48:25 membuka cabang di Bali nasabahnya Hindu 48:29 ya. 48:30 Hm. 48:30 Enggak ada masalah. Kemudian di Kupang 48:33 yang mayoritas Kristen Katolik itu 48:37 semua nasabahnya mungkin lebih banyak, 48:39 Pak. Lebih banyak daripada yang muslim 48:42 ya. Jadi dan kita selalu mendakwahkan 48:45 bahwa bank syariah itu adalah inklusif 48:49 ya. termasuk ee pemerintah sendiri 48:52 melalui Kementerian Keuangan juga Bank 48:54 Sentral yaitu Bank Indonesia selalu 48:56 menggambarkan bahwa ee Bank Sara itu 48:59 inklusif untuk seluruh bangsa Indonesia. 49:02 H 49:03 dan undang-undangnya kalau kita lihat 49:05 undang-undangnya undang-undang nomor ee 49:08 8 tahun 2001 itu ya e nomor nomor undang 49:13 nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan 49:15 syariah itu dikatakan bahwa ee bank 49:19 syariah atau lembaga keuangan syariah 49:21 itu bagian integral dari ee keuangan 49:24 nasional ya. Jadi tidak ada 49:26 eksklusivitasnya 49:27 mana ya secara undang-undang dia 49:30 eksklusif semua boleh ya. 49:33 Jadi boleh menjadi nesabah, boleh 49:36 menjadi pegawai karyawan enggak masalah 49:38 ya. Ya, masalah enggak ada enggak ada 49:41 larangan itu. Sebetulnya yang kita jual, 49:44 yang kita perhatikan sistemnya bukan 49:46 orangnya. 49:47 Sistem ini me 49:49 ee menolak ribah gitu loh. Nah, mau yang 49:52 mengerjakan itu muslim atau bukan ya itu 49:54 bank syariah itu ya. itu sepertinya ini 49:58 orang kurang kurang apa ya 50:00 kelompok-kolum seperti ini ya masih ada 50:02 karena keterbatasan kita memberikan ee 50:06 edukasi serta sosialisasi kepada mereka 50:08 sehingga ee apa namanya persepsi mereka 50:10 itu belum ee berubah. Nah, menghadapi 50:13 seperti ini kita edukasi ya, edukasi 50:17 terus-menerus dan sosialisasi dan 50:20 akhirnya mereka akan sadar bahwa ee apa 50:24 namanya stakeholder 50:26 perbankan syariah atau kewan syariah itu 50:29 inklusif ya. Siapapun bisa ya akan 50:32 menjadi karyawannya, menjadi manajernya, 50:34 kemudian bahkan ee menjadi nasabahnya 50:38 enggak masalah. Baik itu nasabah dalam e 50:41 funding kayak misalkan produk tabungan 50:43 debusito atau giruk atau nasabah yang 50:46 pembiayaan ya mendapatkan pembiayaan 50:48 dari bank syariah itu semuanya berhak 50:51 untuk mendapatkan hal itu. Enggak ada 50:53 batasan sebetulnya. He. He 50:55 ya. Ini sekaligus untuk edukasi masangga 50:58 bahwa 50:58 iya 50:59 di dalam Undang-Undang Dasar 51:00 Undang-Undang Perbankan Syar sendiri 51:02 dikatakan bahwa lembaga keuangan syariah 51:04 itu inklusif ya 51:07 bukan eksklusif ya. Kalau eksklusif kan 51:10 hanya untuk kaum muslimin saja. Enggak. 51:11 Ini rahmatan lil alamin. Siapapun bisa 51:15 dan berhak untuk mendapatkan 51:16 pelayanannya. 51:17 Nah, makanya apakah undang-undang itu 51:20 sudah dipahami oleh seluruh masyarakat 51:22 ya? silakan didrop ee di-download itu di 51:25 apa namanya di file-nya di ke bank 51:27 sentral ada ya 51:29 ee dengan undang-undang seperti itu ee 51:33 ya masyarakat masih ketinggalan gitu 51:35 dalam hal bagaimana mereka harus 51:37 padahal sudah berapa tahun ya itu 51:38 launchingnya di DPR itu 2008 51:41 iya 51:41 2008 dengan sekarang itu se 51:43 m kalau dibanding promo dan publikasi 51:45 judul lebih masif ke masyarakat daripada 51:48 tentang ekonomi syariah 51:50 bahkan kalau kita merem dan salah klik 51:52 aja itu 51:53 langsung ke judul enggak mungkin ke 51:54 syariah gitu kan 51:56 saking masifnya yang 51:57 iya 51:58 yang konfent itu. 52:00 Selanjutnya Pak Ustaz dari 0858630 52:03 sekian-sekian. Asalamualaikum 52:05 warahmatullahi wabarakatuh. 52:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:07 wabarakatuh. 52:08 Pendengar di Sukabumi yang alhamdulillah 52:10 pemerhati aktif Rasil sudah lebih dari 52:14 10 tahun. Wah, pemerhati hasil tidak 52:18 menyebutkan nama ini ya dari Sukabumi. 52:21 [mendengus] Pak Ustaz, ini bagaimana 52:24 dengan pemahaman masyarakat yang masih 52:26 kurang tentang riba? E dengan berbagai 52:29 macam teknologinya kadang-kadang kita 52:31 tanpa sadar terjerat oleh riba. Terima 52:34 kasih. 52:34 Iya, terima kasih pendengar kita dari 52:37 Sukabumi 52:38 baru disinggung soalnya 52:39 yang sudah 10 tahun memperhatikan hasil. 52:41 Alhamdulillah. 52:42 Mudah-mudahan berlanjut terus kita 52:44 bersama di udara. 52:46 Jadi ee 52:48 kita perlu apa sosialisasi 52:52 edukasi yang terprogram dengan baik. 52:56 Yang seperti ini kan kita nak m gak 52:58 mungkin melaksanakan. 53:00 Yang bisa melaksanakan itu Kementerian 53:02 Pendidikan, dasar menengah, kemudian 53:05 perguruan tinggi ya. Kemudian ee apa 53:08 namanya? Kalau apa namanya dari sisi 53:12 Kementerian Keuangan itu kan enggak 53:13 mungkin dia hanya memberikan dorongan 53:16 kepada pendirian bank-bank atau lembaga 53:18 keuangan syariah di Indonesia bagaimana 53:20 dipermudah caranya dan lain sebagainya. 53:23 Disiapkan ee sumber daya dan lain 53:25 sebagainya. Tapi kalau pendidikan itu 53:28 masuk kepada Kementerian Pendidikan ya 53:32 baik itu dasar menengah ya dasar 53:35 menengah dan perguruan tinggi ya. He 53:37 ee ataupun pendidikan yang di bawah 53:42 naungan Kementerian Agama yang agama ya. 53:45 Jadi ada madrasah, ada apaanawiyah, ada 53:49 Aliah, kemudian nanti IAIN dan lain 53:51 sebagainya. Nah, ini harus ada kurikulum 53:55 yang seperti kurikulum konvensional. He. 53:58 Jangan itu diselipkan doang ya. 54:01 Istilah kalau dalam bahasa tentengan 54:03 doang ya harus menjadi mayor ya. 54:07 mayor di situ ada apa mayoritas di situ. 54:09 Bukan mayoritas pokoknya di intilah. 54:12 Jadi sa kalau kita mengajarkan ilmu 54:15 ekonomi konvensional, ilmu ekonomi 54:17 syariah itu yang kita ajarkan setara 54:19 dengan itu. 54:21 Jadi ini memberikan peluang kepada 54:24 ahli-ahli ekonomi syaria di Indonesia 54:26 untuk membuat silabi atau membuat 54:29 menciptakan kurikulum sedemikian rupa 54:32 sehingga mencakup seluruh keseluruhan. 54:34 Misalkan kalau kita mulai dari 54:37 dasar-dasarnya, dasar-dasar 54:38 prinsip-prinsip ekonomi Islam itu itu 54:41 kita ajarkan dari SD, tapi pendekatannya 54:43 berbeda ketika pendekatannya itu dipakai 54:46 untuk yang lebih tinggi. Ya, 54:48 SD ya jelas kita itu melihat bahwa 54:50 anak-anak itu apa namanya daya 54:53 abstraksinya masih sangat terbatas. 54:55 Ketika sudah sampai SMA itu daya 54:57 abstraksinya sudah mulai luas. W masuk 54:59 perguruan tinggi sudah levelnya sudah 55:01 level diskusi di situ. Nah, kita harus 55:03 bisa bikin kurikulum atau lebih 55:06 mengikuti jejak intelektualnya itu ya 55:09 dan keluasannya sehingga nanti kita 55:12 paham itu ekonomis bukan hanya 55:14 prinsipnya, bukan hanya kita paham riba 55:16 itu haram, itu haram, bukan hanya itu, 55:19 tapi bagaimana misalkan dalam 55:21 makroekonomi ya 55:24 menghitung penghasilan negara GDP. 55:27 Heeh. eh gross domestik produk ya dalam 55:30 kategori syariah. Karena gross domestik 55:32 produk kita ini mau enggak mau nanti 55:35 akan yang ada yang syubhat, ada yang ada 55:39 yang haram, ada yang halal kan. 55:41 Iya. 55:42 Misalnya negara itu memproduksi khamer 55:43 ya. Di kita juga memproduksi khom mulai 55:46 lokal ya namanya arak, namanya tuak 55:49 segala macam itu produksi. 55:50 He 55:51 sampai pada level nasional, perusahaan 55:53 nasional ya bir ya bir. 55:58 ya. Kemudian lain-lain namanya banyak 56:00 perusahaan-perusahaan yang 56:04 apa namanya pekerjaan itu menciptakan 56:07 membuat makanan minuman yang haram ya. 56:09 Jadi itu tercampur semua dari dari GDB 56:13 kita itu ya. Ada yang ee yang ya 56:18 pelayanan misalnya pelayanan. 56:20 Heeh. 56:21 Kalau di luar negeri ada PSK itu 56:23 pekerjaan ya. pekerjaannya PSK kita 56:26 enggak enggak bisa begituak 56:28 walaupun banyak gitu kan. 56:30 Iya 56:30 iya kan banyak tetapi kalau di kita 56:32 pekerjaan ya ya swasta atau apalah gitu 56:35 enggak ditulis di KTP benar-benar dia 56:38 bekerja seksual itu gak ya. 56:40 Nah itu kan akan membedakan. Nah, 56:43 bagaimana kita bayangkan ya ee para 56:45 pemirsa sekalian ya, sebuah negara di 56:48 mana penduduknya 90% nyaris 56:52 muslim, 56:53 tapi kegiatan ekonominya haramun, 56:55 haramun, haramun. 56:56 H 56:57 bagaimana akan 57:00 apa namanya berkah dan rahmat Allah 57:01 turun kepada pemeluk-pemeluk agama ini 57:04 jika suasana ekonominya adalah 57:08 didominasi oleh haram, 57:09 didominasi oleh riba. didiminasi oleh 57:12 Gor Jud dan sebagainya. 57:15 Sementara tidak banyak dai-dainya, 57:18 ulama-ulamanya yang berjuang untuk 57:20 mengenalkan ekonomi syariah kepada 57:22 pemeluk-pemeluknya. Akhirnya 57:24 pemeluk-pemeluknya yang nyari 90% tadi 57:27 tahunya cuman ekonomi konvensional, 57:29 tahunya makan riba tiap hari dan gak 57:32 merasa salah. Maka siapa yang harus 57:34 disalahkan dalam ini? Para ulama juga 57:37 bersalah ya. harus ee mendakwahkan 57:40 kebenaran dan kebenaran itu adalah ee 57:44 ekonomi syariah bagian daripada Islam ya 57:49 yang kita ee tidak apa namanya tidak 57:52 begitu pedulikan, 57:54 yang tidak kita perhatikan tapi sangat 57:57 menentukan nasib kita di dunia dan di 57:59 akhirat. 58:01 Baik, terakhir ada Ibu Tini. Pak Ustaz, 58:03 asalamualaikum warahmatullahi 58:04 wabarakatuh. 58:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:06 wabarakatuh. Pak Ustaz Ikhwan, terkait 58:08 dengan penerapan sistem ekonomi syariah 58:10 di Indonesia, 58:12 menurut saya bagaimana mungkin bisa 58:14 diterapkan? Karena kebanyakan orang 58:17 Indonesia sendiri itu dengan istilah 58:20 syariah itu masih alergi. Istilah 58:23 khilafah, khalifah, mereka masih alergi. 58:27 Perda syariah mohon pencerahannya, Pak 58:29 Ustaz. Syukran. 58:30 Nah, itu caranya kita dakwah ya. dakwah 58:32 yang di ee inisiasi dimulai oleh para 58:36 wali 400 58:38 tahun yang lalu. Kalau kita rasa belum 58:41 sempurna, belum menyentuh semua aspek 58:43 kehidupan syariah, maka kita jangan 58:45 berhenti lah. Kita lanjut dakwah para 58:47 wali itu untuk kita kembangkan 58:50 sedemikian rupa sehingga kita 58:52 mendakwahkan Islam itu ee kafah ya. He 58:56 kafah. Jadi bukan hanya akidahnya, bukan 58:59 hanya apa namanya ibadahnya. 59:02 Tapi muamalahnya ini yang sangat tidak 59:05 disinggung dari zaman dulu sampai 59:06 sekarang kan. Sehingga muamalah kita 59:08 muamalah jahiliah, muamalah yang 59:11 mengandung di dalamnya riba, 59:13 yang terkandung di dalamnya judi, yang 59:16 terkandung di dalamnya spekulasi, gorod, 59:19 dan lain sebagainya. Haram, 59:21 barang-barang haram dianggap biasa saja. 59:23 Nah, ini harus kita dakwahkan bahwa itu 59:25 tidak boleh dalam syariah ya. Karena 59:28 apa? mereka itu terbiasa dengan 59:30 haram-haram itu. Yang kalau saya duga 59:33 adalah karena ee pendahulu-pendahulu 59:36 kita dulu yang mendakwahkan Islam itu 59:38 belum sampai ke situ. Ya, mungkin hanya 59:40 aspek ibadah, salat dan tren sebagainya 59:43 itu yang difokuskan. Tapi muamalah itu 59:46 belum banyak disinggung. Sudah gitu kita 59:48 dijajah oleh Belanda ya. Yang dikenalkan 59:52 adalah sistem keuangan konvensional. 59:54 Heeh. dan diterapkan di sini tanpa ada 59:57 hambatan sehingga generasi kita dicelup 1:00:00 dengan celupan jahiliah ya bukan celupan 1:00:02 Islam. 1:00:04 Kalau sebagian ada yang tahu ekonomi 1:00:05 Islam itu adalah min rahmatillah ya. 1:00:09 Min rahmatillah. Alhamdulillah. Tapi 1:00:11 sebagian besar tidak tahu. Nah, itu 1:00:13 makanya dakwah kita sekarang ini ee 1:00:17 harus di ee digeser sedikit ya. 1:00:21 Hm. 1:00:22 Tema-temanya. 1:00:23 Tema akidah kita perbuat menjadi akidah 1:00:26 yang sahihah. 1:00:28 Dan karena pemahaman akidahnya itu 1:00:30 benar, maka akan mencetak orang-orang 1:00:33 yang yang 1:00:35 takwa kepada Allah, tidak takut selain 1:00:37 hanya kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:00:39 Begitu ya. Kemudian dalam bidang 1:00:41 muamalah tidak mau bersentuhan dengan 1:00:43 yang diharamkan oleh Allah, tidak mau 1:00:45 bersentuhan dengan riba, tidak mau 1:00:48 bersentuan dengan interest, bunga dan 1:00:50 lain sebagainya, judi dan lain 1:00:52 sebagainya, haram dan lain sebagainya. 1:00:55 Minuman-minuman haram, minum-minuman 1:00:56 halal, eh minum-minuman haram, 1:00:58 makanan-makanan haram itu bagaimana 1:01:00 supaya kita gak mengkonsumsi ya karena 1:01:02 kita dilarang untuk mengkonsumsinya. Ini 1:01:05 PR-nya besar sekali ya. Dan saya kira 1:01:07 kita sebenarnya tidak kekurangan ee 1:01:11 sumber daya manusianya untuk lapangan 1:01:13 ini. Banyak ustaz-ustaz itu yang 1:01:15 followernya berjuta-juta. Nah, kita 1:01:20 dekati Pak Ustaz itu dan kita mohon 1:01:22 kepada beliau supaya temanya sekarang 1:01:24 digesar Pak Ustaz ya. 1:01:26 Jangan hanya haji dan umrah saja 1:01:28 [mendengus] 1:01:29 [tertawa] 1:01:29 tapi harus ya riba kita singgung ya. itu 1:01:34 karena kewajiban kita untuk menghindari 1:01:36 diri dari riba. 1:01:37 Saya kira itu dan kita bersama-sama ya 1:01:40 ormasnya, NU-nya, Muhammadiyahnya itu 1:01:43 lembaga-lembaga begini itu sangat 1:01:44 strategis untuk edukasi ya berperan 1:01:48 besar. 1:01:49 Jika misalkan negara tidak berperan tapi 1:01:51 kalau ormas NU, Muhammadiyah dan lain 1:01:54 sebagainya berperan saya kira masih 1:01:56 okelah ya. Saya kira itu Masangga ya. 1:01:59 Baik, sebagai penutup Pak Ustaz untuk 1:02:02 menutup ee kajian kita apa dari Pak 1:02:04 Ustaz? 1:02:05 Ee para pemirsa Rasil TV dan para 1:02:08 pendengar Radio Silaturahim yang 1:02:09 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:02:11 Intinya dari pembahasan kita ini adalah 1:02:14 bahwa ee dakwah itu harus kita geser 1:02:18 sedikit ee topiknya 1:02:21 lebih kepada muamalah. Muamalah islamiah 1:02:24 dan mengenalkan ekonomi Islam yang 1:02:26 merupakan bagian daripada muamalah 1:02:28 islamiah. Sudah terlalu banyak kita 1:02:31 bercerita tentang salat meskipun kita 1:02:32 harus tetap ee dapat tentang salat wudu 1:02:35 dan lain sebagainya tetap ya. Tapi yang 1:02:38 penting juga dan kurang lebih sama 1:02:40 pentingnya kita harus mendakwahkan 1:02:43 memperkenalkan 1:02:44 ekonomi syariah, muamalah syariah, 1:02:47 muamalah islamiah syariah kepada jemaah 1:02:50 kita sebagai kaum muslimin semuanya. 1:02:53 Karena perilaku kita dalam ekonomi ini 1:02:56 sangat jauh dari tuntunan Islam. 1:02:59 Bagaimana kita bisa melihat? Ya, kita 1:03:02 bisa melihat dari dominasi riba di dalam 1:03:06 dunia kita, hampir-hampir kita tidak 1:03:08 bisa menghindarkan diri daripadanya. 1:03:12 Dominasi gor yang sama kurang lebih 1:03:14 dominannya dengan riba, dominasi judi, 1:03:18 dominasi ee industri haram, ee makanan 1:03:22 haram dan minuman haram berdekatan 1:03:26 dengan komunitas apa bukan hanya 1:03:28 berdekatan di tengah-tengah kaum 1:03:29 muslimin di Pulau Jawa ini mana ada ya 1:03:33 yang tidak menyertai Islam. Tapi ada 1:03:35 pabrik 1:03:36 pabrik ee pengeluaran babi, peternak 1:03:40 babi, pabrik minuman keras dan lain 1:03:43 sebagainya. 1:03:44 Dan kaum muslimin enggak dianggap 1:03:46 apa-apa malah jadi pekerjanya. Dan ini 1:03:49 penting bagi kita untuk menyelamatkan 1:03:51 umat ya, menyelamatkan diri kita sendiri 1:03:54 di akhirat nanti. Karena riba itu dosa 1:03:56 besar yang pelakunya akan diancam 1:04:00 ashabunar. Sebagaimana Allah berfirman 1:04:03 di dalam surah Albaqarah 275. 1:04:08 Faman jaahu mauidatun min rbihi fantaha 1:04:12 falahu masf wa amru ilallah waman 1:04:16 faulaika asunar hum khidun. Barang siapa 1:04:20 yang sudah datang kepadanya nasihat 1:04:24 berita nasihat tentang haramnya rib lalu 1:04:27 berhenti tidak mempraktikkan riba. 1:04:30 Faamru ilallah. Maka urusannya akan 1:04:32 dikembalikan kepada Allah, akan 1:04:34 dimaafkan. 1:04:36 Apa-apa yang kita makan dari riba 1:04:39 berpuluh-puluh tahun semenjak kita 1:04:40 makan. Kalau kita bertobat Allah akan 1:04:43 menerima tobat kita. Waman ada. Barang 1:04:45 siapa yang kembali tidak lagi 1:04:48 mendengarkan nasihat itu tapi tetap 1:04:51 makan riba tiap hari, tiap malam, tiap 1:04:55 bulan, tiap minggu dan lain sebagainya. 1:04:58 Faulaik ashabunar. Maka mereka itulah 1:05:00 penghuni neraka. Hum fiya kholidun. 1:05:02 Mereka kekal di dalamnya. Jadi ancaman 1:05:04 riba ini masuk neraka sama dengan 1:05:07 ancaman orang meninggalkan salat masuk 1:05:09 neraka. Sangat besar itu dosanya. Karena 1:05:12 itu para para pendengar sekalian, mari 1:05:15 kita gaspol ekonomi syariah. 1:05:19 Baik itu untuk level individu, keluarga 1:05:22 kita sendiri 1:05:24 ataupun lingkungan kita. Karena hanya 1:05:27 dengan bermuamalah 1:05:29 karena hanya dengan bermuamalah secara 1:05:31 islamiah apa yang kita dapatkan dari 1:05:35 pendapatan ini ketahuan halal atau 1:05:37 bukan. Tanpa muamalah islamiah kita 1:05:40 enggak tahu apakah yang kita makan minum 1:05:43 ini halal. Karena yang saya memberikan 1:05:46 pengetahuan indikator tentang halalnya 1:05:49 suatu zat itu adalah 1:05:53 fikih muamalah, mukamalah islamiah. Dan 1:05:56 fikih muamalah di sini yang paling top 1:05:59 babnya adalah bab riba yang dilarang 1:06:01 oleh agama semua agama samawi. Saya kira 1:06:04 itu Mas Angga. 1:06:05 H. 1:06:07 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:06:09 Allah subhanahu wa taala, kajian ekonomi 1:06:11 Islam bersama guru kita Ustaz Ikhwan 1:06:14 Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan 1:06:16 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:06:18 banyak atas kebersamaan Anda. Kami pamit 1:06:21 undur diri. Mohon maaf atas segala 1:06:23 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:06:25 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:06:28 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:06:30 wa atubu ilaik. Asalamualaikum 1:06:31 warahmatullahi wabarakatuh.