Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:16 rahimakumullah. Hari ini seperti biasa 0:19 hadirkan jendela sekolah yang 0:23 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 0:25 sebagai pendidik baik di rumah ataupun 0:28 juga di sekolah. Hari ini kebetulan 0:30 sekali merupakan hari yang momennya 0:34 sangat bersejarah. Diperingati untuk 0:36 mengenang kembali pertempuran di 0:39 Surabaya 0:40 di tahun 45 ya yang merupakan simbol 0:43 keberanian juga keberanian ditambah 0:47 pengorbanan rakyat Indonesia melawan 0:50 penjajah. Dan pertempuran tersebut 0:53 menjadi tonggak semangat nasionalisme 0:56 juga perjuangan mempertahankan 0:58 kemerdekaan. 0:59 Terima kasih sekali tentu saja dari 1:01 lubuk hati yang paling dalam kepada yang 1:04 telah menjadikan Indonesia mengibarkan 1:07 bendera merah putih sekaligus Indonesia 1:10 menjadi negara yang merdeka. Nah, untuk 1:13 jendela sekolah kali ini kebetulan 1:15 sekali kami ingin 1:20 menghadirkan bahasan sekaligus juga 1:23 sosok-sosok yang ada kaitannya dengan 1:25 hari ini yaitu kecil-kecil. Jadi 1:29 sutradara 1:30 dan pemeran utama siswa Insan Mandiri 1:34 Cibubur 1:36 yang sudah hadir di sini. Ada Mikala 1:41 Pramadita. 1:43 Mana ya? 1:45 Maaf. 1:47 Kemudian juga ada Akbar, ada emm virus 1:52 ya. 1:54 Sebetulnya kami ingin sekali tahu deh, 1:56 coba gantian. Bagaimana em perasaannya 2:00 ketika pertama kali tahu akan 2:02 menampilkan teater? 2:05 Mungkin pas awal-awal dikasih tanggung 2:09 jawab untuk membuat teater tersebut. 2:12 Awalnya tuh kan karena emang ketika saya 2:15 dulu di pondok yang lama ya di daerah 2:17 kolam kalau tahu itu tuh emang saya 2:20 punya pengalaman lah beberapa kali untuk 2:21 main teater. Awalnya kayak aduh bisa 2:24 enggak ya kalau teman-teman saya saya 2:27 ajak bikin kayak gini karena ya yang 2:30 saya tahu mungkin di sini sebelumnya 2:32 belum pernah ada teater kayak gini-gini 2:34 apalagi di SMA. Bahkan setahu saya cuma 2:36 ada waktu itu di kelas 8 doang. Ya, 2:39 awalnya apa ee 2:42 bingung aja sih bisa apa enggak ya. 2:47 Oke, lanjut. Untuk perasaan saya pribadi 2:50 ketika pertama kali tahu akan 2:52 menampilkan teater, saya merasa senang 2:55 ya karena ee ini adalah salah satu momen 2:59 atau kesempatan yang bisa kita 3:01 manfaatkan untuk memperkuat bonding atau 3:05 solidaritas antar dua angkatan, ya. Nah, 3:07 jadi dari 3:10 ee teater ini juga bisa diambil 3:12 nilai-nilai ee seperti solidaritas, 3:15 kerja sama, kekompakan, dan lain-lain. 3:17 Dan itu membuat ee 3:20 saya berpikir optimis aja gitu. Jadi 3:22 kayak wah semoga bisalah teater ini gitu 3:27 ya. Ya, begitulah. 3:31 Oke, kalau untuk menurut saya pribadi 3:34 sih waktu pertama kali dengar akan 3:36 diselenggarakannya teater, saya ex saya 3:39 excited. Soalnya semasa SMP saya juga 3:43 enggak tahu teater tuh dulu saya pernah 3:46 mikir teater tuh semacam kayak 3:49 penampilan panggung gitu atau gimana 3:51 saja sih. Tetapi saat saya masuk SMA IT 3:55 Insan Mandiri Cibubur, saya memiliki 3:58 kesempatan karena diselenggar 4:00 diselenggarakannya penampilan teater 4:03 dan itu bisa mengasah wawasan saya 4:07 terhadap bagaimana 4:10 bagaimana dan apa yang terjadi di 4:12 belakang dari teater tersebut. 4:15 Iya, luar biasa sekali judulnya tuh. 4:19 Kalau enggak salah kala bendera beranjak 4:21 turun pada jiwa yang hampir tumbang. 4:23 Keren banget. Ini ngomong-ngomong 4:25 bagaimana ceritanya bisa memilih judul 4:29 tersebut? 4:30 Baik, kalau untuk pemilihan judul 4:33 pertama kami itu mengambil ee 4:37 dari alur ceritanya ya. Karena ceritanya 4:38 ini berfokus kepada eh seorang mahasiswa 4:43 yang merasa eh lingkungan kampusnya itu 4:47 tidak memiliki jiwa nasionalis yang kuat 4:49 gitu. Jadi mereka itu kayak terpengaruh 4:52 oleh budaya-budaya Barat dan ee jiwa 4:57 jiwa nasionalisme itu sangat lemah. Nah, 4:59 makanya kami 5:02 merepresentasikan ke dalam judul kala 5:04 bendera beranjak turun yang maksudnya 5:07 tuh kayak kala bendera tuh kala 5:09 nasionalisme hampir hilang. Nah, lalu 5:12 untuk subjudulnya ee kepada jiwa yang 5:14 hampir tumbang itu adalah metafora dari 5:16 judul yang pertama. 5:19 Iya. Kalau naskah teater ini ditulis 5:23 oleh siswa, jadi enggak ikut serta nih 5:25 gurunya ya, ide ataupun juga gagasan 5:29 untuk menulis naskah ini ngomong-ngomong 5:31 dari mana? 5:33 Kalau untuk ide ya, pertama-tama kami 5:36 itu mengambil banyak referensi dari ee 5:39 seperti jurnal dan lain-lain itu karena 5:43 awalnya nih kami itu ingin membuat 5:45 teater bertema sekolah ya, tapi ee tidak 5:48 jadi karena satu dan lain hal. Nah, jadi 5:50 kami mengambil tema dari mengangkat tema 5:52 tentang universitas ya, tentang dunia 5:54 perkuliahan. Ee lalu untuk ide dan 5:57 referensi ee kebanyakan berasal dari ee 6:01 virus ya. 6:02 Nah, jadi kami itu membuat judul contoh 6:05 nih ee virus 6:07 ee dan kami berdiskusi tentang alur. 6:10 Nah, terus dituangkan dulu dalam bahasa 6:12 kasar. Nah, lalu entar ee ada editor 6:15 yang akan memperhalus bahasanya agar 6:18 masuk di telinga ee semua kalangan lah 6:22 gitu. 6:23 Oke, kalau bisa ngomongnya lihat kamera 6:25 dong ya kan yang nonton biar merasa 6:28 diajak ngomong. Terus ngomong-ngomong 6:30 nih kan em perlu pemilihan untuk 6:33 peran-peran bagaimana Akbar memilih 6:36 siapa jadi apa? 6:39 Oh, kalau misalnya untuk pemeran 6:42 saya melihat dari sifat dan tampangnya 6:46 sih kayak misalnya 6:48 ada yang jago terus itu biasanya jadi MC 6:51 misalnya virus nih saya memilih dia 6:53 karena memang orangnya tuh 6:56 baguslah 6:58 terus bisa memimpin juga gitu memang di 7:00 sekolahnya dia memang sering memimpin 7:03 terus untuk dengan karakter-karakter 7:05 lain saya menyesuaikan kan kita memiliki 7:08 banyak perannya, tetapi di lain sisi 7:10 juga ada beberapa kendala. Ada yang 7:14 pengin jadi ini tetapi cocoknya di sini. 7:17 Jadi di situ kami 7:21 apa berdiskusi yang mana yang bagus, 7:23 yang mana juga yang tidak dan akhirnya 7:26 kami mendapatkan beberapa karakter yang 7:28 cocok. 7:30 Iya. virus sebagai ketua panitia ya 7:34 itu kesulitannya ada di mana tantangan 7:37 yang paling berat dihadapi pada saat 7:40 penulisan atau sampai juga ke proses 7:43 latihannya dan 7:45 karena memang realisis saja ya namanya 7:48 sebuah tim itu pasti bakalan pertama ada 7:51 yang kerja ada yang enggak sama mungkin 7:54 juga mungkin ketika kami di Mahat itu 7:57 salah satu kendala terbesarnya adalah 7:59 ketika K internet itu sulit lah. Assus 8:02 internet itu jelek. 8:04 Nah, jadi kami itu waktu itu ee pai 8:07 kabelan yang dimasukin ke salah satu 8:09 laptop, habis itu dipakai hotpot kelapan 8:11 orang. itu tuh salah satu kendala lah 8:14 kalau misalkan di dalam teknisnya ketika 8:17 itu kami lagi ini pas ketika pelatihan 8:20 para aktor 8:21 menurut saya karena misalkan nih kita 8:23 kan ada 20 hari persiapan lalu 17 8:26 harinya itu kepotong sama persiapan buat 8:28 ee ini naskah 8:29 naskah 8:30 sisa harinya itu dipakai untuk latihan 8:33 menurut saya ketika latihan itu jujur ee 8:36 aktor-aktor lain tuh tidak terlihatlah 8:38 semangatnya seperti apa, enggak ada 8:40 excited excited-nya lah. Kalau menurut 8:42 saya, saya sendiri sebagai pemeran utama 8:45 sekaligus ketua juga mungkin salah satu 8:48 ee pemerakarsa ide utama lah 8:51 pencetusnya. Ide utama kayak misalkan 8:53 kayak ya Allah udah kerja banyak banget 8:56 masa yang tinggal ngejalanin doang kayak 8:58 gini gitulah menurut saya kesulitannya 9:00 di situ 9:01 ya. Bisa jadi karena mereka enggak ikut 9:03 rapat, enggak ikut mempersiapkan. Jadi 9:05 begitu jadi pemeran aduh malas-malasan 9:07 gitu ya. 9:08 Nah, terus mana paling sulit nih? waktu 9:10 nulis atau waktu latihan? 9:12 Jujur ketika yang paling nulis itu waktu 9:14 latihan. Eh, yang paling sulit itu 9:16 ketika pas latihan. 9:17 He. 9:18 Karena pas latihan itu kan realistis aja 9:21 lah. Enggak semua orang tuh patuhlah 9:23 kalau disuruh apa-apa segala macam. 9:25 Belum lagi sering yang paling sering 9:27 dumel nih orang-orang yang masuk perkap. 9:30 Perkap itu jadi kayak orang-orang yang 9:31 ngangkatin barang kayak 9:33 Oh, di balik layar. 9:34 He. Di balik layar. Orang balik layar. 9:35 Karena orang-orang balik layar itu pasti 9:38 menurut saya ya pikirannya tuh kayak ah 9:40 elah apa saya enggak nampil ini ngapain 9:43 saya kerja kan mungkin menurut mereka 9:44 begitu [tertawa] 9:46 menurut menurut saya gitulah. 9:48 Oke. Jadi memang ya banyak tantangan 9:51 yang dihadapi apalagi ini kayaknya 9:53 mendadak sontak ya 9:55 waktunya enggak enggak berbulan-bulan 9:57 sebelumnya. Heeh. Heeh. Kurang dari 9:59 sebulan. 9:59 Kurang dari sebulan. Ngomong-ngomong 10:02 kalau di dalam persiapan dari A sampai Z 10:05 yang tadi disebutkan tidak mudah memang 10:08 itu yang paling berkesan di bagian 10:09 mananya? Bukan bagian yang nyebelinnya 10:12 loh ya. 10:12 Oh, [tertawa] 10:13 mungkin yang paling berkesan sih lebih 10:15 ke pada saat penulisan. 10:17 Saat penulisan itu benar-benar kayak 10:19 semuanya kerja gitu enggak? Terus juga 10:22 mungkin dalam kelompok itu pasti ada aja 10:24 yang kayak berselisih ide lah. Ide A, 10:27 ide B. saya kayak yang paling berasa tuh 10:28 waktu saya lagi ee ini nyari judul. 10:32 Nyari judul awal itu kan 10:34 apa ya? Lima apa sih? 10:36 Ada delapan judul. 10:37 Ada del 10:37 Iya, ada delan judul. Nah, inj 10:39 dari delapan dipilih satu. 10:40 Heeh. Dari delan dipilih satu. Nah, itu 10:43 awalnya sampai kita tuh finalnya waktu 10:46 itu saya ini kan udahlah kalau kayak 10:49 gini enggak bakal ada yang mau ngalah. 10:51 Coba ee tanya anak-anak SMP beberapa. 10:54 pilih yang paling jaw yang paling banyak 10:56 mereka pilih yang mana. Akhirnya kita 10:57 pakai voting, tapi votingnya bukan dari 10:59 kita. 10:59 Iya, dari mereka 11:00 voting dari penontonnya. 11:01 Ee karena memang waktu itu tuh 11:03 benar-benar enggak ada yang mau ngalah 11:04 lah. Yang ini bagus nih. Ah, enggak, ah 11:06 kurang, ah ini aja dah. Gitu kayak gitu 11:08 dah. Jadi intinya kita minta anak-anak 11:11 SMP buat nilai wah enakan yang mana nih. 11:13 Akhirnya menanglah kepilih yang tadi 11:15 kala bendera beranjak turun. Oke. Nah, 11:17 Mikala sebagai penulis naskah 11:20 kesulitannya sudah berakhir ketika 11:22 naskah judulnya sudah dipilih. Tetapi di 11:25 dalam prosesnya itu sendiri kan 11:27 disesuaikan juga dengan hal-hal dan 11:29 heal-hal yang enggak jelas di kepala 11:30 kan. Eah, boleh diceritain 11:32 bagian yang paling menantang dari 11:34 menuliskannya. 11:35 Oke, kalau bagian yang paling menantang 11:38 yang pertama lah adalah saat mengedit 11:42 teks naskahnya. Ya, jadi kan kita itu 11:45 menulis naskah awalnya dari kasarnya 11:47 dulu. Jadi kasar tuh bahasanya masih 11:49 langsung di 11:50 masih langsung to the point gitu loh. 11:52 Jadi biar semuanya paham pakai 11:54 ya masih memakai bahasa bahasa baku 11:58 bahasa baku. Nah iya. 12:00 Nah 12:01 ee jadi begini ee kesulitannya itu 12:04 adalah ketika ee contoh naskah kasar 12:07 sudah jadi nih beberapa set. Nah nanti 12:10 si editor ini akan mengedit lagi dari 12:12 atas. Jadi kayak disesuaikan gitu set. 12:14 Nah, jadi udah baku baku baku. Nah, 12:17 bikin lagi di bawah yang kasar. Nah, 12:18 terus diedit lagi jadi baku baku baku 12:20 baku. Setelah itu begitu terus berurang 12:23 prosesnya sampai naskahnya selesai. Dan 12:26 tantangan kedua dalam menulis naskah ini 12:29 ada satu kejadian yang cukup berkesan 12:31 yaitu ee ketika 12:34 laptop untuk menulis ya kan. 12:36 Iya. Salah satu dari kami itu 12:38 laptopnya ada yang LCD-nya rusak karena 12:40 satu dan lain hal. Nah, dan hal itu 12:43 sangat membuat efisiensi menulis naskah 12:46 ini tuh jadi apa ya? Jadi menurun ya. 12:48 Jadi 12:49 susahlah 12:49 ya. Jadi tidak terlalu produktif ya. 12:52 Nah, begitu ya. Kesulitannya ada di situ 12:53 sih. 12:54 Sementara bagi ketua panitia yang paling 12:57 menantang dalam proses semuanya ini ee 13:00 sebelum itu ditampilkan 13:03 jujur ketika paling menantang nih kan 13:05 kalau misalkan nulis kita yang ngelakuin 13:08 sendiri. Jadi kita yang mengatur diri 13:10 kita sendiri untuk melakukan sebuah 13:11 pekerjaan. 13:12 Sedangkan ketika ee teknisnya di bagian 13:15 teknis kan itu di luar kendali kita. 13:17 Misalkan saya nih, saya sebagai ketua 13:19 panitia yang mungkin saya juga ikut 13:21 nulis, saya juga ikut jadi ide, saya 13:23 juga jadi pemeran utama. Itu menurut 13:25 saya susahlah saya 13:27 numpuk. Benar. Numpuk. Jadi ee saya ikut 13:31 nulis juga, saya ikut jadi ini juga kan 13:34 saya juga enggak ikut perkap waktu itu. 13:36 Nah, jadi yang di luar kendali saya nih 13:38 benar-benar saya enggak bisa kendaliin 13:40 karena memang orang-orang itu ya kayak 13:43 gitu tadi mau disuruh kadang-kadang ada 13:45 yang enggak excited lah, Pak. Intinya 13:46 malas lah kalau disuruh. Jujur yang 13:48 paling 13:49 susah sih waktu bagian teknisnya karena 13:51 itu di luar kendali kita. 13:52 Iya. 13:53 Kalau menulis kan ya kita yang nulis 13:55 sendiri kan. 13:56 Jadi bagaimanapun, di manaun dan apapun 13:58 yang namanya di ketua itu pasti bebannya 14:00 lebih banyak daripada orang-orang yang 14:02 membantu. Nah, ini sebelum 14:06 ee penampilan dimulai itu kalau ada 14:09 tantangan terus mem kalau di dalam 14:13 persiapannya ini bukan tantangan tapi 14:15 yang paling berkesan coba tiga-tiganya 14:17 ngasih komentar deh meskipun singkat. 14:19 Ini kan sesuatu yang baru dan di samping 14:22 bebannya begitu luar biasa, tapi kan ada 14:23 sesuatu yang bikin J keren itu coba 14:27 silakan. Kalau buat saya sih yang paling 14:29 berkesan waktu nulis naskah kan itu yang 14:32 tadi kata virus gara-gara internet di 14:35 asrama kami 14:36 rewel. 14:37 Rewel iya [tertawa] 14:38 akhirnya saya karena memiliki LAN 14:42 adaptor terus juga di salah satu kamar 14:45 kami ada LAN. Ya udah saya colokin tuh 14:49 LANnya ke laptop saya terus saya 14:51 hotspotin. Nah, karena saya hotspotin 14:54 enggak tahu kenapa kayaknya sepertinya 14:56 laptop saya 14:57 overload ya. Del orang soalnya 14:59 yang saya hotpotin del orang. Oleh sebab 15:02 itu tiba-tiba waktu saya nulis 15:04 kadang-kadang nge-crash 15:05 mati sendiri. 15:06 Ada yang mati sendiri ada yang layarnya 15:08 tuh nge-freeze. Jadi waktu diart nunggu 15:11 lama gitu sih. 15:13 Iya. Nah, sekarang pelajaran menulis 15:18 membuat itu bisa terwujud dengan 15:20 penampilan. 15:22 Kita akan obrolin soal selama 15:26 keteateran ini muncul, kira-kira reaksi 15:30 yang nonton tuh seperti apa? 15:33 Ayo, siapa aja? Silakan. 15:35 Oke, kalau dari testimoni menurut 15:38 anak-anak SMP ya yang kemarin kita tanya 15:41 ya, alhamdulillah respon mereka positif. 15:44 Dan kalau dari kami sendiri mungkin ee 15:47 ada beberapa evaluasi ya untuk teater 15:50 ini. Pertama ee dari 15:55 penghayatan ketika latihan tuh sangat 15:57 diperlukan penghayatan. Terus juga 16:00 setelah itu em 16:02 apa namanya? 16:04 Kayak naskah. Naskah itu harus 16:07 dihafalkannya beberapa beberapa ini ya 16:10 beberapa beberapa hari lah setidaknya. 16:12 Jangan, jangan terlalu mepet dan kalau 16:16 respon dari orang tua bagaimana ya? 16:17 Positif sih alhamdulillah ya. 16:19 Ya orang tua mah maon gua bangga bangga 16:21 aja. I 16:21 iyaampil. 16:22 Iya tampil. 16:24 Alhamdulillah kalau respon dari penonton 16:26 positif dan em ya mungkin itu beberapa 16:30 hal yang bisa jadi bahan evaluasi kami 16:32 ke depannya kalau akan membuat sebuah 16:34 pentas lagi ya. 16:36 Kalau tadi di balik layar kan sudah 16:38 ketahuan ya ada kesulitan A B C D. Nah, 16:41 ketika itu tampil apa yang terjadi? 16:46 Kesulitan atau kebanggaan mungkin yang 16:48 mana deh. 16:49 Jujur ketika pas tampil sih ada beberapa 16:52 satu dan lain hal lah yang ngebuat itu 16:54 menurut kita aduh kayak gini lagi 16:56 kurang puas. Iya, kurang puaslah. Jujur 16:58 waktu itu masalah saya sendiri yang saya 17:00 alami ya sebagai aktor. Karena mungkin 17:02 aktor utama tuh paling banyak scene, 17:04 paling banyak ngfalin naskah, sama juga 17:06 yang paling banyak ganti baju. Jujur 17:08 menurut saya ini yang paling susah pas 17:10 ganti bajunya lama. 17:12 Udah mana jedasinnya itu harus sebentar 17:15 kan takutnya menghilangkan hype 17:17 penonton. 17:17 Karena kan penonton kayak hype kayak oh 17:19 lagi kayak gini-gini nih. Eh pas lama 17:21 ininya ah bakal [tertawa] muncul-muncul 17:24 hilang lagi hype-nya. 17:26 Nah. itu menurut saya yang jadi beban 17:27 banget lah karena pas ganti baju itu kan 17:29 udah mana baju banyak kan. Nah, ketika 17:32 pas tampil itu walaupun ada beberapa 17:34 satu dan hal-hal yang kita kayak aduh 17:36 kejadian lagi tapi menurut kita itu tuh 17:39 enggak parah-parah banget. Jadi kayak 17:40 apalagi pas terakhir kan kita di YouTube 17:42 pakaai drama musikal ya, nyanyi bareng 17:44 ada kayak adegan bisu kayak Disney lah 17:48 kayak Disney gitu kan nyanyi-nyanyi 17:50 bareng-bareng lah. Nah itu menurut saya 17:51 kayak wah akhirnya kelar juga nih tugas 17:55 beban selama 20 hari ini nyampai juga ke 17:58 sini k gitulah. 17:59 Sebagai sutradara bagaimana Akbar? 18:02 Menurut saya ada satu kejadian yang unik 18:05 yang di luar naskah tetapi bisa dibilang 18:09 improvisasinya bagus 18:10 di kerjanya bagus banget 18:12 improvisasi bagus aktornya 18:13 ada satu scene yang di mana tuh yang 18:16 aktor si preman ya 18:19 he 18:19 dia tuh ceritanya balik ke rumah yang 18:21 aslinya kalau misalnya dinaskahnya 18:24 ayahnya tuh lagi duduk di kursi tapi 18:26 waktu udah main entah kenapa ceritanya 18:29 jatuh ya 18:30 jatuhnya nya jatuh itu di balik layar 18:33 semua teman-teman saya dengan guru-guru 18:35 ngakak 18:38 itu walaupun di luar naskah tapi bisa 18:40 diimp diasi dengan baik itu keren banget 18:44 baik itu berkat kerja sama bareng 18:47 bukannya yang satu nyalahin tapi apapun 18:49 yang terjadi mau jatuh k mau apa 18:52 pokoknya oke. Nah, itu bagian dari 18:57 proses teater munculnya anak-anak dari 19:01 Insan Mandiri Cibubur nih, Ikhwan Awat. 19:03 Sekarang saya pengin tahu deh makna 19:07 sumpah pemuda bagi kalian. Satu-satu 19:10 coba deh. 19:12 Menurut saya sih sumpah pemuda ya. 19:14 Menurut ee ini merupakan topik yang 19:16 dalam loh menurut saya kan. Karena 19:18 Sumpah Pemuda itu benar-benar titik 19:21 satunya bangsa Indonesia. Indonesianya 19:23 terbentuk dari sumpah pemuda itu. Jadi 19:25 kan dulu tuh kalau misalkan kita bahas 19:27 sejarah lagi ya, Indonesia tuh terbagi 19:30 dari misalkan ada Jong Java, Jong 19:32 Sumatra. Nah, mereka nih orang-orang 19:35 pemuda yang awalnya tuh yang enggak tahu 19:37 mereka nih ya orang Sumatera, orang 19:38 Jawa. Akhirnya mereka nyatu di Sumpah 19:41 Pemuda ini. Bertinya sumpah satu darah 19:44 Indonesia, sumpah satu berbangsa 19:45 Indonesia dan berbahasa Indonesia. 19:47 Intinya tuh menurut saya makna yang 19:49 besarlah di titik di mana terbentuknya 19:51 Indonesia itu sendiri. Menurut saya 19:53 seperti itu. 19:54 Bagaimana Akbar? Iya. Tentang Sumpah 19:58 Pemuda. 19:59 Tentang iya sama sih saya sependapat dan 20:01 virus untuk seemuda tuh topiknya memang 20:04 sangat dalam kan ditambah 20:07 karena itu super pemuda yang mengeraskan 20:10 juga pemuda-pemuda kan waktu dulu 20:13 zaman-zamannya 19 ya 20:17 pemikiran kalangan muda dan pemikiran 20:19 kalangan tua tuh sempat itu kan 20:21 bertantangan. Hm. 20:22 Jadi untuk sumpah pemuda tuh bisalah dia 20:27 tuh seperti menyatukan Indonesia 20:28 termaksud yang kalangan tuanya bukan 20:30 cuman kalangan muda 20:31 muda 20:32 mencoba untuk menyatukan seluruh 20:34 Indonesia untuk melawan kejahatan dunia. 20:40 Udah sih menurut saya itu saja. 20:42 Iya. Ternyata memang memberi makna 20:45 tersendiri bagi remaja kita ya ikhwan 20:48 akhwat. Sementara Mikala, apakah juga eh 20:52 terkait dengan proses perteateran ini 20:56 ada pelajaran dan nilai-nilai tertentu 20:59 yang didapatkan? 21:01 Ya, tentu saja kalau untuk pelajaran ee 21:04 yang pertama mungkin dari evaluasi untuk 21:08 ee pembuatan AS ya mungkin timnya perlu 21:11 ditambah ya kalau untuk pembuatan asah. 21:13 Karena jujur saja meskipun kami ini isi 21:16 tim naskah ada berapa? lima orang ya. 21:19 Ada lima orang tetap saja terasa 21:21 ee terasa kurang gitu ya, terasa berat 21:24 mungkin itu. Lalu untuk 21:27 ee pembelajaran di panggung untuk di 21:30 penampilannya ya. Kalau penampilan 21:32 mungkin keseriusannya ya, keseriusan dan 21:35 ee efektivitasnya bisa di ee tingkatkan 21:39 lagi ya agar mm hasilnya juga lebih 21:42 maksimal gitu. 21:44 Keren. Semangat nasionalisme pejuang 21:47 kita dulu adalah untuk mempertahankan 21:49 kemerdekaan dari jajahan. 21:52 Kalau sekarang kemerdekaan dari apa nih? 21:55 Kemerdekatan sih untuk 21:57 Iya. Menjaga ya untuk menjaga 21:59 kemerdekaan ini tetap ya seperti yang 22:01 dari apa nenek moyang kita dulu 22:04 harapannya gimana. Karena kan buat 22:07 merdeka itu sekarang ee buat ngejajah 22:09 tuh enggak cuma dari kekerasan kan, 22:12 banyak hal-hal kayak pengaruh budaya 22:14 luar itu. Ee semua sudah terkenal udah 22:18 terkandunglah di teater kita kayak 22:20 misalkan pengaruh budaya luar ee 22:22 masukan-masukan. Habis itu juga dari 22:25 generasi muda itu tersendiri yang 22:27 merupakan mungkin jadi satu harapan 22:29 bangsa di mana kita tuh inti tuh pemuda 22:33 tuh nanggung berat lah. Nanggung berat. 22:35 Iya. 22:35 Akbar. Gimana kayak kita dulu kan kita 22:39 berjuang untuk memerdekan, memerdekakan 22:43 Indonesia dari Belanda, Jepang dan 22:45 sebagainya. Nah, 22:46 kalau sekarang 22:47 untuk sekarang [tertawa] menurut saya 22:48 kita tuh berjuang untuk 22:51 berjuang melawan dari dalam karena beber 22:55 ada beberapa beberapa oknum-oknum yang 22:58 tidak menyukai. 23:00 Jadi mereka tuh seperti menyeluk 23:02 menyelunduhkan hal-hal yang tidak baik 23:06 dari luar. He. Yang bikin Indonesia 23:09 menjadi gelap gitu ya. 23:10 Menjadi [tertawa] gelap, menjadi hancur. 23:11 Nah, tugas kita sebagai pemuda itu 23:15 berusaha untuk menyatukan dan mempererat 23:19 apa? Mempererat silaturahim 23:22 di samping juga meningkatkan semangat 23:24 juang ya. Oke, ini adalah kesempatan 23:27 pertama kalian kan berteater ya. In case 23:30 ke depan ada lagi diberi kesempatan 23:33 kira-kira 23:35 peningkatan bagian apanya nih yang akan 23:37 dilakukan ya. Siapa tahu nanti ada hari 23:40 besar lainnya juga bikin gitu. Siapa 23:43 terserah dari bertiga. 23:45 Jujur mungkin untuk peningkatan saya sih 23:47 minta waktu persiapan lebih lama 23:49 lebih panjang. 23:50 He benar. Karena sepengalaman saya dulu 23:52 nih waktu saya masih di SMP di luar ya, 23:54 di daerah kolam waktu itu, persiapan 23:56 teater itu bisa sampai 3 sampai 5 bulan 23:59 karena pertama dari tahap penulisan 24:02 sampai aktor-aktornya tersebut maka bisa 24:04 di sajikan dengan sangat baiklah pada 24:07 saat hari H tersebut. Jujur ini udah 24:09 mana persiapannya kurang 1 bulan 24:12 orang-orangnya juga susah diatur. Jadi 24:13 kayak gimana ya, menurut kami masih 24:16 benar-benar kurang lah menurut apalagi 24:17 menurut saya pribadi, saya sudah 24:19 merasakan bagaimana teater yang 24:21 benar-benar bagus, teater yang 24:23 benar-benar niat, yang benar-benar 24:25 didukung lah. Jadi menurut saya nih 24:28 kalau misalkan bikin lagi kasihlah waktu 24:31 yang benar-benar panjang, benar-benar 24:33 lama buat karena menurut saya latihan 24:36 itu latihan untuk aktor apalagi ya itu 24:37 membutuhkan waktu yang sangat lama 24:39 menurut saya. Belum lagi ketika mereka 24:42 menghafal naskah, belum lagi ketika 24:44 mereka menyampaikan naskah yang mereka 24:47 hafalkan. Misalkan kayak ngomong 24:49 misalkan ada logatnya lah. Misalkan 24:51 kalau lagi marah gimana, kalau lagi 24:53 sedih gimana kan cara menyampaikannya 24:55 itu harusnya juga berteater ya enggak 24:56 sih? 24:57 Iya benar. 24:58 Sementara sebagai sutradara kira-kira 25:01 apa peningkatan yang akan dilakukan? 25:03 Menurut saya sih terutama di propertinya 25:07 soalnya properti walaupun udah ada 25:11 background tapi menurut saya rasanya 25:13 kosong aja gitu ya kayak [tertawa] 25:15 enggak ada jiwa lah 25:16 gitu kayak terus ditambah sama 25:20 keseriusan aktornya sama seperti yang 25:22 tadi virus bilang 25:24 ee latihan aktornya tuh tidak bisa 25:27 sebentar saja karena walaupun sebentar 25:30 bisa jadi aktor aktornya itu ada lupa 25:33 naskah, 25:35 tidak sengaja melakukan hal-hal yang di 25:38 luar nalar 25:39 atau 25:41 dan lain sebagainya. Nah, selain itu 25:46 kita untuk yang teater kemarin ras yang 25:50 pergantian scene itu kan masih pakai 25:53 angkat kain gitu ya. H 25:55 kami 25:57 harapkan mungkin ada hal yang lebih bisa 26:01 lebih baik walaupun daripada angkat kain 26:04 gitu sih walaupun udah bagus menurut 26:05 saya. 26:06 Siap. Sebentar lagi 30 menit nih. Nanti 26:09 kita gantian sama ee sosok lain yang 26:12 hadir. Kembali ke Mikala. Tadi butuh 26:15 berapa orang lagi untuk nulis naskah? 26:17 Mungkin kalau penulisan naskah em 26:21 8 sampai 10 orang ya. Tapi eh biar lebih 26:26 efisien waktunya juga benar waktunya 26:28 harus ditambah. Ee soalnya menurut saya 26:32 kalau naskah itu kan ee ada ada 26:35 diskusinya dulu, 26:36 ada rapat dan evaluasi, setelah itu juga 26:39 ada penyesuaian dengan karak dengan si 26:42 aktor-aktornya ini kan 26:43 kita juga ngar ngejar deadline ya. 26:44 Iya betul ngejar deadline segala macam. 26:47 Jadi ee mungkin ya 26:50 apa ya? Ya, begitulah. 26:53 Oke, sebagai pengalaman pertama ini 26:55 adalah hal yang akan ee membuka ee apa 26:59 ya resonansi di dalam diri kita semuanya 27:03 dan kalian kalau memang ada ketertarikan 27:05 pada dunia teater bisa berlanjut dengan 27:08 yang suka nulis naskah ya nulis-nulis 27:11 yang ee lainnya pun juga akan melakukan 27:13 hal yang sama. 27:15 Ikwan Ah. 30 menit acara ini sudah kita 27:19 lewati. Kurang masih kurang 2 menit sih. 27:21 Nanti kami akan kembali dengan 27:24 menghadirkan sosok klien yang punya 27:27 peran di dalam tampilan teater kemarin. 27:30 Tetap bersama Radio Silaturahim. 27:34 Kita akan lanjutkan sesudah jeda 27:36 berikut. 27:40 Ama 27:52 Radio Silaturahim di acara Jendela 27:54 Sekolah yang kali ini menghadirkan 27:59 cerita terkait dengan teater yang dibuat 28:02 di sana. Kecil-kecil jadi sutradara dan 28:05 pemeran utama. Nah, yang hadir di sisi 28:09 sekarang ini adalah Ali Sajidan. Yang 28:12 mana nih? 28:13 Tuh, 28:14 lihat kamera [tertawa] 28:16 ini sebagai narator. 28:18 Iya. 28:19 Oke. Satu lagi adalah 28:22 mm Vio. 28:24 I 28:25 Vio mana? 28:26 Saya 28:27 itu. Oh, [tertawa] 28:28 oke. Kembali ke pertanyaan yang kurang 28:30 lebih sama. kesulitan tingkat 28:32 kesulitannya nih terkait dengan 28:35 penulisan ee sampai ke proses latihan 28:39 dan bagaimana cara mengatasinya sebagai 28:41 narator apa yang dihadapi 28:44 ee 28:46 tadi ee proses apa tadi boleh doang 28:49 pertanyaan 28:50 i penulisannya proses ketika melakukan 28:53 itu sampai dengan penampilan kan dimulai 28:56 dari awal 28:57 ee sebenarnya kalau tantangan paling 28:58 sulit ee 29:00 alhamdulillah sih sih aku enggak terlalu 29:02 ngalamin masalah. Cuma karena aku kan 29:05 bantu ngedit-ngedit naskahnya juga, 29:07 enggak yang full aku yang nulis gitu. 29:10 Karena emang aku ngebantu naskahnya itu 29:12 ketika 29:14 ee tadi kan kalau enggak salah sial ya, 29:16 Mikala itu bilang ee kita nulis 29:19 naskahnya ada yang kasar, ada yang sudah 29:21 jadi. 29:21 Nah, aku bantu ketika yang kasar sudah 29:23 selesai, 29:24 jadi aku bantu ngedit-ngedit aja. Dan 29:26 alhamdulillah emang karena bahasa yang 29:28 aku pakai sehari-hari enggak terlalu 29:30 kasar dan masih bisa dibilang layak 29:33 untuk dipakai teater. Jadi 29:34 iya ngalir aja. Terus untuk ee sebagai 29:37 naratornya alhamdulillah aku emang udah 29:39 terbiasa ee public speaking di Insan 29:43 Mandiri ini juga aku karena es public 29:45 speaking gitu. 29:46 Iya. Sementara Phil apa yang dihadapi? 29:51 Kesulitannya yang menantang banget gitu 29:53 sampai babak belur kali enggak? 29:56 M kalau menurut saya sih tantangan yang 29:59 paling sulitnya itu ee ketika kita mau 30:03 persiapan teater karena banyak sekali 30:07 barang-barang yang harus dibawa. 30:08 Contohnya ee kursi, podium, meja, kasur. 30:13 Nah, itu salah satu kesulitan ee sebelum 30:17 persiapan tampil ya. Itu salah satu 30:20 contohnya sih, Bu. 30:21 Jadi di situlah peran sebagai pemimpin 30:24 atau penyuruh ya, nyuruh-nyuruh orang. 30:26 [tertawa] 30:27 Iya. 30:27 Iya. I ya. Kalau kejadian sulit terus 30:32 ada hal yang membuat bangga dan rasa 30:34 bersyukur enggak di dalam proses ini? 30:36 Coba masing-masing. 30:38 Ee kalau ee apa namanya? Adik yang 30:42 bersyukur ee ininya ketika teater itu 30:47 sudah selesai dengan lancar, habis itu 30:50 juga ee walaupun ada masalah sih, tapi 30:54 masalahnya cuma sedikit lah. Tapi yang 30:56 paling utama itu ee semua penonton 30:59 bersorak gembira karena ee apa namanya? 31:03 Teater kita alhamdulillahnya sudah 31:05 dibuat dengan penuh perjuangan ya dan 31:08 juga teman-teman yang saling membantu 31:10 itu. 31:11 Iya. Perjuangan ternyata selalu 31:13 menghasilkan sesuatu yang membuat kita 31:15 bersyukur ya. Terus sementara dari Ali 31:19 sendiri 31:20 kalau misal hal yang benar-benar bikin 31:22 bersyukur sebenarnya ikut ambil bagian 31:26 untuk teater ini jujur bersyukur banget 31:28 karena emang dari pas awal kan sebelum 31:32 ini ada teater dari kelas 8 itu tentang 31:35 asap rokok dan sebenarnya aku mau banget 31:37 ikut adegan untuk itu cuma karena mereka 31:39 SMP dan aku SMA ee enggak bisa I. Nah, 31:43 cuma alhamdulillahnya enggak lama 31:44 kemudian ee ada yang bilang itu ayo 31:48 bikin teater kelas kelas 10 sama kelas 31:50 11 gitu-gitu. Terus ya udah ee 31:53 alhamdulillah banget ee bisa ikut ambil 31:55 bagian dalam teater karena emang aku 31:58 suka mengekspresikan diri gitu even 32:00 though cuma jadi narator 32:02 cuma kan baca teks narator itu harus 32:04 dengan penuh penghayatan biar e 32:06 orang-orang itu bisa paham tentang 32:08 teater ini dan mendapatkan feel-nya 32:11 gitu. Jadi dengan perasaan 32:14 paling dalam. Oke, itu adalah hal yang 32:18 patut disyukuri. Kemudian juga di 32:21 samping tantangan yang tadi kita dengar 32:23 ya, Ikhwan Akhwat. Terus ngomong kembali 32:25 ke ini adalah peringatan Sumpah Pemuda. 32:29 Bagi kalian berdua deh, seperti halnya 32:31 kawan kalian yang tadi, apa sih makna 32:34 sumpah pemuda giniari sama yang zaman 32:36 dulu? Kan beda banget. Silakan mana 32:37 duluan. 32:38 Sebenarnya kalau dari Sumpah Pemuda ee 32:42 gimana ya, aku mengambil kata Sumpah e 32:46 karena emang ini teater juga Sumpah 32:47 Pemuda dan aku sebenarnya bukan anak PKn 32:50 banget. Eh, jujur aku mendapatkan banyak 32:53 pelajaran dari e teater ini tentang 32:55 Supah Pemuda. Karena eh aku kan juga 32:58 disuruh untuk mengatakan kenapa teater 33:01 ini mengangkat supah pemuda dan emang ee 33:04 niatnya kita itu untuk mengajak para 33:06 penonton agar k agar kita sama-sama 33:09 memiliki jiwa yang lebih nasionalis dan 33:11 lebih cinta tanah air. Dan kebetulan 33:13 emang ee masuk banget ke hati aku 33:16 tentang sumpah pemuda itu karena kita 33:18 harus ee mencintai 33:20 sebagai bangsa dan memiliki bahasa 33:23 Indonesia. 33:24 Cinta kepada bangsa. Jangan lari 33:27 meninggalkan negeri yang sedang setengah 33:29 gelap ini. Begitu. Bagaimana menurutmu? 33:32 Kalau menurut saya ee makna dari sumpah 33:35 ini, makna sumpah pemuda ini sudah 33:37 terlihat dari teater kita. Karena ee 33:41 nilai perjuangan para pemuda-pemudi 33:43 Indonesia terdahulu 33:45 ee tidaklah mudah karena ee harus 33:49 dilalui perjuangan yang tidak bisa 33:51 dibayangkan betapa sulitnya. Nah, ee 33:54 nilai perjuangan itu ee sudah terlihat 33:57 ketika kita latihan dan ee menulis 34:02 naskah. Karena banyak sekali perjuangan 34:05 yang menyakitkan ketika menulis naskah. 34:08 Salah satunya banyak masalah tadi yang 34:10 diceritakan virus Cikal dan Awang. Dan 34:14 kemudian ee apa ketika kita latihan 34:17 teater itu ha terbilang ee kita diberi 34:21 waktu tuh hanya relatif cepat lah karena 34:24 hanya kita latihan berapa 34:26 ngebut 5 hari kalau enggak salah ya. 34:28 Enggak enggak sampai 5 hari 2 sampai 4 34:31 hari lah kurang lebih itu 34:32 2 sampai 4 hari latihan bisa tampil 34:35 dapat tepuk tangan itu luar biasa 34:36 banget. Oke. 34:38 Kemudian kalau semua proses tuh selalu 34:41 menghasilkan sesuatu kan, nilai penting 34:44 apa yang kalian dapat 34:45 dari momen ini? 34:46 Silakan gantian dong. 34:47 Jangan rebutan dong. [tertawa] 34:50 Ee kalau dari saya nilai penting yang 34:53 kami dapatkan itu ee bahwa yang 34:56 terpenting dalam pembuatan teater itu 34:59 adalah kerja sama dan kekompakan tim. 35:02 Karena itu salah satu pondasi yang 35:06 membuat teater ini terbuat, 35:09 terbentuk, dan terwujud. Ya, keren 35:12 banget. 35:12 Iya. 35:13 Iya. 35:15 Kalau aku juga sebenarnya enggak beda 35:16 jauh karena emang pelajaran yang didapat 35:19 dari setiap hal-hal yang kita lakukan 35:20 bersama-sama tentu meningkatkan kerja 35:23 sama dan solidaritas. Dan di sini ee aku 35:27 dapat banget pengalaman untuk ee karena 35:29 aku tipikal yang kurang suka ngobrol 35:31 sama kakak kelas [tertawa] ee di teater 35:34 ini karena kita kelas 10 sama kelas 11 35:36 itu kerja sama jadi mau enggak mau harus 35:38 ngobrol. Nah, di sini aku dapat ee 35:41 pelajaran kalau misalnya kita tuh harus 35:44 ee bisa bersosialisasi mau apapun itu 35:46 gitu. Oke, yang terakhir singkat aja. 35:50 Kalau misalnya diminta bikin lagi okeah 35:54 mau 35:55 ini Desember nanti ada hari Ibu loh. 35:56 Bikin teater tentang Ibu dong. 35:59 Amin. Amin. 36:00 Oke. Jadi, ikhwan Akhwat, sungguh luar 36:03 biasa pengalaman yang didapatkan oleh 36:05 siswa-siswa kita, oleh putra-putri kita 36:08 juga ketika mereka mendapatkan sesuatu 36:10 atau mengerjakan sesuatu yang baru. Kami 36:12 akan kembali ke ruang dengar kita semua 36:15 dengan menghadirkan 36:17 mereka. Enggak mungkin jalan sendiri 36:18 kan, pasti ada gurunya kan. Okay. 36:37 Sekali lagi terima kasih masih bersama 36:40 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 36:42 di acara Jendela Sekolah yang kali ini 36:45 berbeda dengan sebelum-sebelumnya 36:48 menghadirkan bagaimana kecil-kecil jadi 36:51 sutradara dan pemain utama. Kalau tadi 36:54 siswa-siswa yang hadir, ikhwan akhwat, 36:56 sekarang adalah pendidik yang sudah 37:00 hadir di hadapan saya, Ibu Najmil 37:02 Lutfiah, S.Pd. 37:04 Iya, betul. Kemudian satunya lagi Ibu 37:06 Mungarzar juga S.D ya. Ngomong-ngomong 37:09 nih mengkoordinasikan banyak siswa di 37:13 luar jam pelajaran pasti tantangannya 37:15 gede banget dong ya kan. Nah untuk 37:19 manajemen waktu pendisiplinan 37:21 mana yang ee paling sulit dihadapi? 37:25 Silakan. 37:27 Ya, dalam persiapan membuat teater ini 37:31 kita ee kurang lebih itu kurang dari 37:34 sebulan kan persiapannya 37:36 yang kurang lebih mungkin 2 minggu dalam 37:38 penyusunan naskah dan 1 minggu untuk ee 37:42 latihan eksekusi dari naskah yang sudah 37:44 jadi. Nah, waktu seminggu itu kita juga 37:49 berbarengan dengan ee persiapan TKA 37:52 kelas 12. Heeh. 37:53 Jadi ee yang terlibat dalam teater ini 37:56 adalah kelas 10 dan kelas 11, sedangkan 37:59 kelas 12 fokus TKA. Jadi di situ juga 38:02 Bapak Ibu guru terbagi nih tugasnya. Ada 38:05 yang ee fokus melatih teater dan juga 38:07 ada yang mengisi pendalaman TKA 38:10 tersebut. Nah, kebetulan yang 38:12 diamanahkan untuk ee apa ya? meng-handle 38:15 acara teater ini saya ee selaku guru 38:18 sejarah dan juga ada Bu Najmi selaku 38:20 guru bahasa Indonesia. He. 38:22 Nah, saat apa namanya? Saat membagi 38:26 tugas itu ee kita tetap berjalan gitu 38:29 ya. Di mana kita mengambil waktu setelah 38:33 istirahat kedua itu habis ee makan siang 38:36 dan salat zuhur itu kita hamin seminggu 38:40 udah fokus untuk persiapan teater 38:42 seperti itu. Jadi setelah zuhur di hari 38:45 pertama itu kita ee reading dulu. 38:48 Reading bersama di kuliah duha. setiap 38:50 tokoh coba membacakan ee 38:52 dialog-dialognya. Kemudian hari kedua 38:56 kita juga masih reading. Tapi kalau yang 38:58 hari pertama itu readingnya masih natap 39:00 playayar gitu ya. Tapi kalau misalnya 39:02 yang hari kedua readingnya udah mulai 39:04 ee berdiri apa sih? 39:08 Iya ada action-nya. Kemudian hari 39:10 ketiga, keempat, kelima itu sudah mulai 39:13 dengan ee apa namanya? properti seperti 39:16 itu. Ibu Najmi bisa tambahkan 39:20 ya kesulitan 39:21 kayaknya mikrofonnya dekatin deh. Iya. 39:23 Kesul apa tadi? 39:25 Iya. Tantangannya apa? 39:26 Oh tantangannya. Iya tantangannya itu 39:28 sih karena 39:29 ee jumlah guru kan juga banyak yang 39:32 terbagi ya Bu antara kelas mengajar 39:35 kelas 12 dengan 39:36 ee melatih mereka. Jadi ee tantangannya 39:40 ee untuk mengkoordinasikan anak-anak itu 39:42 sendiri, apalagi kan pengalaman pertama 39:44 mereka ya, Bu. 39:45 Jadi tuh benar-benar 39:48 perlu pengawasan ekstra gitu sebagai 39:50 guru yang mengawasi, sebagai guru yang 39:53 membimbing mereka untuk berakting. Itu 39:56 di situ sih tantangannya, Kak. bagaimana 39:59 tentang ee apa blocking time, kemudian 40:03 juga tata suara dan itu di samping 40:06 kesulitan tentu kan ada strategi yang 40:08 diterapkan dong. Boleh bagi-bagi enggak? 40:10 Iya. Nah, strateginya itu mungkin kalau 40:13 untuk anak-anak ya, waktu pertama kali 40:16 mulai dengan action ya, dengan gerakan 40:19 itu ee masih perlu banyak diingatkan sih 40:22 dengan guru-guru ataupun teman-temannya 40:25 juga sadar kadang ee karena kita 40:26 latihannya lumayan 40:28 ee ya pendek tapi ee teman-temannya itu 40:32 berusaha untuk mengingatkan saling 40:34 mengingatkan teman-temannya gitu. ee itu 40:36 blocking gitu atau enggak itu adegannya 40:39 belum sampai situ. Alhamdulillahnya 40:41 koordinasi antara siswa juga lumayan 40:43 baik. 40:44 Ee guru juga tetap harus pembimbing 40:46 gitu. 40:47 Iya. Jadi emm 40:50 persiapan sudah dilakukan, pembimbingan 40:53 dilakukan, tapi tantangan juga selalu 40:55 datang kan. karena masing-masing punya 40:57 kepribadian yang enggak bisa juga 40:59 disamaatakan satu sama lain 41:02 untuk membuat 41:04 em semangat mental mereka tetap 41:08 tinggi meskipun banyak sekali ee 41:12 senggolan kanan kiri depan belakang 41:13 enggak jelas e menurut Ibu Bungfar 41:16 bagaimana 41:17 ya ee tentu aja kita ee memberi dukungan 41:21 gitu ya dengan Iya support dengan ee pas 41:24 latihan 41:25 misal Misalnya ee ini suaranya misalnya 41:28 Vio kemarin Vio kan kemarin jadi 41:30 kakek-kakek gitu. Vio suaranya kurang 41:33 ini kurang seperti kakek. Iya [tertawa] 41:35 kurang rentah. Terus cara masuknya, cara 41:38 jalannya pelan-pelan aja jangan 41:40 cepat-cepat seperti itu. Kita juga 41:42 saling support ee untuk biar anak-anak 41:45 juga percaya diri gitu ya saat tampil 41:48 nanti gitu. dan juga tidak takut salah 41:51 gitu walaupun mereka ya menemukan ketika 41:54 adegan yang tidak terduga gitu jangan 41:56 panik gitu, jangan takut salah, 41:59 lanjutkan saja tapi tetap dengan 42:01 perasaan yang tenang gitu agar tidak 42:04 jauh ke mana-mana gitu. Paling support 42:06 seort 42:06 iya itu juga kayak kan anak-anak mungkin 42:08 terbebani dengan naskah yang panjang 42:11 seperti itu. Apalnya susah, waktunya 42:13 pendek ya. Kayak H-1 tuh mereka ada yang 42:17 belum hafal juga. Karena kita selalu 42:19 kayak ee bilang, "Enggak usah dihafal, 42:21 yang penting kamu e ngerti inti 42:23 pembicaraannya tuh apa, improve pakai 42:25 bahasa kamu aja seperti itu." 42:27 Jadi bukan ngomel ya, tapi mempersuasi 42:29 mereka, meyakinkan mereka bahwa mereka 42:31 bisa asal 42:32 ee konteksnya benar. Meskipun kalimat 42:36 satu kata perkatanya tidaklah harus 42:38 persis sama gitu ya. 42:39 Iya. Heeh. 42:41 Wow. Kalau anak-anak ini kan baru ya 42:44 istilahnya di teater ini, kemampuan 42:46 aktingnya itu betul-betul masih below 42:48 zero malah mungkin ya. Bukan cuma enggak 42:49 bisa tapi kebayang juga enggak gitu kan. 42:52 Nah, menurut pengamatan ibu-ibu guru 42:55 ini, keterampilan 42:58 non acting seperti apa yang paling 43:03 berkembang pada siswa ketika proses ini 43:06 terjadi? Kan ada penghafalan tadi itu 43:10 biasalah. Oke ya. 43:11 kerja sama ee dengan teman-teman seater 43:16 ini atau mungkin juga tentang 43:18 kedisiplinan atau apa bisa diceritakan? 43:21 Kalau menurut saya kemampuan yang 43:23 berkembang dari non ee apa namanya? 43:26 Acting itu yang berkembang tuh kemampuan 43:28 berorganisasi 43:29 karena 43:30 bekerja sama. 43:31 Iya bekerja sama. Karena dalam 43:33 perwujudan teater ini kan pasti mereka 43:35 ee sudah ada strukturnya masing-masing 43:37 seperti itu ya. ada pembagian tugasnya 43:39 masing-masing. Nah, di situ mereka 43:42 menjalankan ee tugasnya dengan cukup 43:45 baik gitu ya. Sejauh ini untuk acara 43:48 yang cukup besar seperti ini, ini udah 43:50 baik banget gitu ya. Kemudian kita juga 43:52 melibatkan pihak eksternal gitu ya, ada 43:55 dari Indonesia Lighting Project di mana 43:57 di situ kita juga meeting dan diberi ee 44:01 banyak ilmu serta masukan gitu ya, 44:03 bagaimana untuk menyelenggarakan teater 44:05 yang memang ee proper seperti itu. Jadi, 44:08 anak-anak juga e mendapatkan ilmu 44:11 seperti itu. Kayak 44:11 dari Indonesia Lighting ini 44:13 Iya, betul. walaupun mungkin ee 44:15 bidangnya lighting, tapi kita dapat ilmu 44:18 teater juga gitu dari pihak ee Indonesia 44:21 Lighting Project itu. Nah, di situ jadi 44:24 anak-anak tahu walaupun mereka udah 44:26 menyusun naskah oh tapi ternyata butuh 44:29 yang namanya storyboard gitu untuk biar 44:33 ee nanti terbayang ee saat di panggung 44:35 itu 44:36 ee propertinya apa, posisinya di sebelah 44:39 mana. Jadi ee benar-benar siap gitu. 44:42 Nah, kemudian dari penulisan naskah juga 44:44 mereka berkembang banget ya, di mana 44:47 enggak hanya nulis naskah tapi mereka 44:49 research juga 44:50 seperti itu. 44:52 Ngomong-ngomong di dalam penampilan 44:53 teater itu kan sutradara yang punya 44:56 peran si A di posisi ini dan itu ee 45:01 bagaimana mempersuasi sang sutradara ini 45:04 sesuai dengan gambaran yang sekolah 45:06 punya terkait dengan penampilan ee acara 45:09 kita yaitu kecil-kecil jadi sutradara. 45:13 Nah, kalau untuk ee kita bukan lebih ke 45:17 persuasi ya, lebih kayak mendukung 45:19 kreativitas anak-anak terlebih dahulu. 45:20 Setelah itu baru kami sebagai guru 45:22 pembimbing itu melihat naskah mereka 45:25 seperti apa. Kalau ada yang kurangnya 45:29 belum ee baik gitu ya, nah itu baru kami 45:32 interferensi gitu. Tapi secara 45:34 keseluruhan itu naskah benar-benar dari 45:36 anak dan alhamdulillahnya mereka dapat 45:38 mengeksekusi itu dengan baik gitu 45:40 sesuai dengan apa yang diharapkan 45:42 sekolah ya. Jadi enggak melenceng ke 45:44 kanan atau ke kiri gitu. Kalau ada yang 45:46 kurang paling kami yang berusaha iya 45:48 menambahkan ini 45:49 tambahkan terkait dengan ee pampilan 45:53 teater kita kali ini itu ee kalau harus 45:57 mengevaluasi nih secara keseluruhan 45:59 mulai dari rencana bikin ginian itu kan 46:02 juga enggak tiba-tiba hari ini ngomong 46:05 hari ini jadi kan 46:06 sampai juga ee 46:09 keseluruhannya berakhir setelah selesai 46:12 dapat tepuk tangan yang lumayan itu apa 46:16 kira-kira yang ini nih yang harus kita 46:18 pertahankan atau ini nih yang harus kita 46:22 uraikan kalau bisa enggak muncul lagi. 46:24 Entah karena apa alasannya kan banyak ya 46:27 bisa diceritain karena ikhwan- akhwat di 46:29 rumah juga pasti berpikir iya juga ya 46:31 kalau gitu ah anak-anak ee di kampung 46:35 mau bikin juga ah teater misalnya 46:38 seperti itu kan ada beberapa 46:41 komunitas-komunitas yang 46:43 dibat ya. Heeh. Gimana kira-kira? 46:47 Ya, yang pertama ee harus pertahanin 46:50 semangat dan kreativitasnya sih seperti 46:53 itu. Karena 46:54 ee apa kita nyebutnya tim konseptor ya 46:58 dari apa ketua, sutradara, penulis 47:01 seperti itu. Mereka mempunyai semangat 47:04 yang benar-benar luar biasa. Ada aja 47:06 gitu setiap ee ada ide itu selalu 47:08 dikemukakan, requestannya tuh selalu 47:11 ada. Kita bahkan Bapak Ibu guru jadi 47:13 surprise ternyata mereka. 47:15 Heeh. Wah, semangat banget. Kita bisa 47:17 enggak ya memenuhi ekspektasi anak tuh 47:19 bisa enggak ya kita juga jadi takut gitu 47:22 karena semangat mereka yang besar, 47:24 Bapak, Ibu gurunya juga jadi sedikit 47:25 takut untuk 47:26 tidak besar, harus besar. [tertawa] 47:28 Takut untuk tidak memenuhi ekspektasi 47:31 mereka gitu. Tapi alhamdulillah 47:33 iya kita usahakan dan ee terwujudlah 47:36 teater ee 1 November kemarin 47:38 sebagai Ibu Najmi 47:40 ya. Menurut saya yang pertahankan itu 47:42 pasti kreativitas mereka. He 47:43 ee pertama kali mengetahui tentang 47:46 mereka menyampaikan bagaimana naskah 47:48 yang telah mereka buat itu saya kagum 47:50 banget gitu. Merasa kok ternyata mereka 47:53 sampai research kayak ee tempatnya di 47:56 mana mereka menggunakan referensi apa 47:58 saja sampai detail hanya untuk di teater 48:01 nanti itu diplesetkan gitu. Nah, seara 48:05 menyurup kan mereka masih ee SMA ya. 48:08 Nah, terus tapi mereka mengambil latar 48:09 itu di anak kuliahan. Nah, ini tadi 48:12 pengin tanya deh. Mereka belum jadi 48:14 mahasiswa tapi sudah berperan sebagai 48:16 mahasiswa. Itu ee 48:19 dari pengamatan Ibu guru berapa persen? 48:22 Oke banget nih. Karena gambarannya dari 48:25 naskah sampai ke praktik ee penampilan. 48:29 Beda dong mahasiswa sama SMA gitu. 48:32 Gimana-gimana [tertawa] 48:33 ee karena mereka latarnya ini ee maba 48:35 sih jadi mungkin masih peralihan dari 48:38 SMA ke mahasiswa. He. 48:40 Jadi untungnya masih 48:42 ee ada sifat-sifat siswanya gitu, masih 48:44 ada. Cuma mereka sudah mulai 48:46 menyesuaikan dengan cara riset atau 48:48 menanyakan ke kami guru langsung, "Ibu 48:50 waktu e mahasiswa tuh seperti apa sih?" 48:52 gitu. Kan kami juga pernah jadi 48:54 mahasiswa ya. 48:55 Jadi ee oh kalau mahasiswa harusnya 48:57 begini nih kalau 48:58 Oh jadi di diberi persuasi dan informasi 49:01 ya dari guru. 49:02 Betul. Kayak ada satu bagian naskah tuh 49:04 yang mungkin dialognya tuh menurut kita 49:06 loh kok anak ke dosen begitu gitu. I 49:09 jadi kita beri masukan juga kayak 49:11 enggak, Nak? Ini kalau misalnya 49:12 mahasiswa ke dosen enggak bisa. Jadi 49:16 itu dia karena perannya adalah bukan 49:19 dunia mereka sekarang ya kan. 49:22 Meskipun kalau nanti tadi itu kan sama 49:25 anak-anak ngobrol siapa tahu nanti mau 49:27 bikin lagi teater ke depan gitu kan. 49:29 Nah, kalau paling dekat tuh Desember ya, 49:32 hari ibu ya [tertawa] 49:34 meskipun agak mepet juga waktunya ya. 49:36 itu juga kan berarti perannya sebagai 49:39 bocah ya, sebagai anak kepada orang tua 49:41 misalnya itu 49:43 kalau keinginan anak-anak untuk kemudian 49:45 nanti bikin lagi penampilan ee seberapa 49:48 besar dukungan sekolah, dukungan 49:50 ibu-ibu? 49:51 Tentunya sekolah ee akan terus tetap 49:53 mendukung apalagi ee semangat anak-anak 49:56 yang besar, kita ngelihat juga kerja 49:58 samanya yang solid gitu ya. He. 50:01 Jadi sekolah pasti ee berusaha untuk 50:03 mendukung dan memfasilitasi itu semua. 50:06 Insyaallah. Nah, kita sudah di 50:07 penghujung. Jadi, kira-kira pesan Ibu 50:11 Najmi dan Ibu Mfard untuk Ikhwan Afwad 50:14 yang sedang menyimak acara kita ini, 50:17 tentu juga ada putra-putra mereka atau 50:20 generasi muda juga yang mendengarkannya. 50:22 Kalau sudah menyimak apa yang 50:25 disampaikan oleh ee siswa kita tadi yang 50:28 bergerak di teater yang sedang kita 50:30 bahas ini, kira-kira ee bagaimana 50:35 pesan agar 50:39 cerita di balik suksesnya teater Sumpah 50:41 Pemuda ini juga nular istilahnya seperti 50:44 itu. Silakan 50:46 ya. Kalau dari saya ee 50:50 jangan takut untuk ee memulai sesuatu 50:53 gitu ya. Walaupun ee mungkin 50:55 tantangannya itu besar tapi ee jangan 50:59 takut untuk mencoba gitu ya mencoba 51:01 untuk mewujudkan ee hal yang menurut 51:04 kita mungkin tidak bisa seperti itu 51:07 ya. 51:08 Iya. Terus 51:08 Ibu Najmi 51:10 ee untuk di balik kesuksesan ini juga 51:12 pasti ada tantangan yang dihadapi atau 51:16 ee perasaan yang mungkin tidak bisa 51:19 disampaikan gitu karena ee penonton kan 51:21 hanya melihat hasilnya ya. 51:23 Tapi ternyata di balik hasil yang sukses 51:25 itu ada kerja keras mereka, ada kreatif 51:28 kreativitas mereka yang ditumpahkan di 51:30 dalam naskah ini gitu. intinya ee tetap 51:34 berani yang seperti kata Bu Van itu juga 51:37 tidak takut mencoba. Ee kita enggak akan 51:39 tahu hasilnya seperti apa jika tidak 51:42 mencoba dulu gitu. walaupun dengan 51:44 durasi 51:46 yang singkat ya dari menulis naskah 51:49 sampai latihan, tapi mereka menunjukkan 51:52 bahwa mereka akan selalu berusaha untuk 51:54 menampilkan yang terbaik, memberikan 51:56 yang terbaik ee itu dengan ee durasi 51:59 yang tidak ee panjang tersebut gitu. Ee 52:03 dengan proses mereka membuat ee teater 52:06 ini juga menunjukkan ee sebenarnya 52:09 mereka tanpa disadari gitu ya, 52:10 menunjukkan sifat pemuda gitu. pemuda 52:12 yang ingin dibangkitkan kembali dari 52:15 cara mereka bekerja sama, dari cara 52:17 mereka berani gitu, tapi dengan cara 52:20 mereka saat ini, bukan dengan cara yang 52:22 dulu gitu. 52:24 Terima kasih banyak Ibu Najmi dan juga 52:27 Ibu Vanirannya bersama dengan 52:29 siswa-siswa dalam acara jendela sekolah 52:33 yang menghadirkan kecil-kecil jadi 52:36 sutradara 52:37 dan pemerahan utama yang mudah-mudahan 52:40 tentu saja kalau tadi di antara bahasan 52:44 ada yang bilang mahasiswa yang 52:46 kehilangan jiwa nasionalismenya harus 52:49 kita bangkitkan kembali. Keren banget 52:50 ya. Sekali lagi terima kasih. 52:52 Mudah-mudahan ke depan teater di Insan 52:55 Mandiri Cibubur semakin tumbuh dan 52:59 memberikan hal-hal yang menggembirakan 53:03 baik bagi sekolah, bagi ee ayah bunda 53:06 atau bagi siapapun yang terkait dengan 53:09 kegiatan anak-anak kita. Terima kasih 53:12 sekali lagi. Mudah-mudahan Insan Mandiri 53:15 Cibubur akan menjadi tempat tumbuh 53:18 kembangnya semangat juang anak-anak 53:20 kita. Billahi taufik wal hiidah. 53:21 Wasalamualaikum warahmatullahi 53:23 wabarakatuh.