Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:08 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:20 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:21 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:23 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:25 ini hari Kamis tanggal 3 Muharram 1448 0:29 Hijriah atau tanggal 18 Juni 2026 kita 0:34 jumpa lagi dalam acara Bincang Wakaf. 0:37 Acara ini diudarakan setiap 0:41 ee Kamis ketiga 0:44 bersama Bapak Safril Lumlis. Beliau 0:47 adalah pimpinan dari lembaga Wakaf 0:51 Silaturahim. Alhamdulillah sudah ada di 0:53 studio di sini juga ada Ondi Saputra, 0:55 ada Algi, dan ada tamu kita. Siapakah 0:58 dia? Nanti akan dijelaskan oleh Bapak 1:00 Spril, Bapak Sihabudin yang jelas ya. 1:04 Sini juga diteman oleh Ibu 1:06 Ra Rai. 1:09 Asalamualaikum, Mas Afril. 1:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12 wabarakatuh, Mas Kr. 1:13 Masfril, wakaf kasih sayang kepada orang 1:15 tua yang telah kembali kepada Allah. Itu 1:17 tema kita ya. Iya. 1:19 Jadi wakaf kasih sayang kepada orang tua 1:21 yang telah kembali kepada Allah, kepada 1:24 Allah. Karena sebungan waktu itu ada 1:26 pertanyaan, apakah orang yang sudah 1:27 wafat masih bisa memberikan wakaf? Ya. 1:31 W. Oke. Ya. 1:32 Oke. Oke. Mungkin kita akan mendengarkan 1:35 Pak Saril membacakan surah Albaqarah 1:36 ayat 261. Silakan Pak Saril. 1:39 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:42 Bismillahirrahmanirrahim. 1:46 Matsalulladzina yunfiquuna 1:49 amwalahum fi sabilillahi kamali habbah 1:53 kamali habbatin ambatanat 1:57 sammaabil 1:58 fi kunni sumbulatim mih sumbulatim 2:03 miatun habbah wallahu yudifu liman yasya 2:09 wallahu wasi'un alim 2:14 perumpamaan 2:15 Orang 2:17 yang menginfakkan hartanya di jalan 2:19 Allah seperti sebutir biji yang 2:22 menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap 2:26 tangkai ada 100 biji. Allah melipat 2:29 gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. 2:32 Dan Allah maha luas, maha mengetahui. 2:36 Jadi kalau kita baca ini, Mas Krishna, 2:39 Allah itu sedemikian rupa diganti 700. 2:43 Tapi tidak serta-merta kalau misalnya 2:45 kita berinfak, bersedekah, berwakaf 2:49 Rp1.000 terus diganti Rp700.000. Allah 2:52 menggantinya dengan bentuk lain yang 2:54 nilainya. 2:56 Kesehatan, keluarga sakinah, mawadah 2:58 warahmah, 3:00 anak-anak yang taat, saleh, salehah, 3:05 lingkungan kita yang 3:09 kuat silaturahimnya, 3:11 kita ingin suka untuk belajar ee 3:16 apa memperdalam agama, itu bagian dari 3:19 rahmat kan, Pak? 3:20 Iya. Ya. Jadi Allah ganti dengan 17 3:23 kali. Dan sangatlah disayangkan kalau 3:26 kita tidak berpartisipasi dalam 3:31 yang digambarkan oleh 3:34 ee surah Albaqarah 261 ini. 3:38 Infak 3:42 yang akan membawa manfaat. Bulan lalu 3:44 kita cerita, kita tidur manfaat jalan 3:46 terus gitu. 3:47 H. Nah, jadi masih ditambah lagi Mas 3:50 Krishna di ayat itu dan ditambah lagi 3:53 dengan maunya Allah berapa banyak. Jadi 3:56 ini satu kesempatan persiapan sebelum 3:59 kita kembali kepada Allah kita siapkan 4:01 amal-amal ibadah dan hari ini kita akan 4:03 bahas wakaf ini dengan perspektif yang 4:05 agak sering berbeda. Kita ada tamu juga 4:07 nih Mas Krisna. Iya, alhamdulillah, 4:09 Pak Syabudin 4:10 beliau 4:12 dengan Ibu RIT itu 4:16 menggalang 4:18 UMKM terutama masalah ee 4:23 tanaman-tanaman yang menjadi bagian dari 4:29 apa namanya? 4:30 Min 4:30 minyak atsiri. Ya, hari ini kita 4:33 bincang-bincang dengan beliau. 4:34 [berdehem] 4:34 kita coba akan lihat bagaimana wakaf 4:37 bisa bekerja sama sehingga 4:41 wakaf dari umat bisa menjadi produktif 4:45 gitu ya. Tapi sebelum sampai ke Pak 4:47 Syabudin, kita mau bicara dulu tentang 4:50 bagaimana kasih sayang kita kepada orang 4:53 tua Mas Krishna. 4:54 Iya. 4:56 [berdehem] Apakah betul bahwa seseorang 5:00 bisa mewakafkan 5:02 untuk atas nama orang tuanya yang sudah 5:04 wafat, Pak Safril? Itu 5:06 pada pertanyaan dari pendengar. 5:08 Ya, sebelum saya jawab Mas Krishna, kita 5:11 mau salam juga dulu dengan Ibu Cani. 5:14 Bu C ini adalah wakif yang berwakaf 5:18 pertama ke Lembaga Wakaf Silaturahim. 5:20 Alhamdulillah. 5:20 Iya. Beliau mudah-mudahan sehat 5:22 walafiat. 5:22 Apa kabar, Bu Jani? Mudah-mudahan sehat, 5:24 Bu, ya. Dan ada Pak Slamad Riadi. 5:28 Selamat Riadi. 5:28 Pak Shamad Riadi ini tiap dua bukan 5:31 berwakaf 5:32 walaupun dengan jumlah yang terbatas 5:35 tapi beliau bergulir terus men. 5:37 Masyaallah. 5:39 Kepada Pak Samad Riyadi insyaallah Allah 5:41 akan teguhkan hatinya untuk cinta untuk 5:46 berwakaf. Ya. Ada lagi Bu Siti Mirasna. 5:50 Bu Siti Mirasna ini mendorong anak-anak 5:53 beliau untuk berwakaf. Jadi bukan hanya 5:56 beliau 5:57 ee Bu Mirasna ini adalah keluarga 6:01 dari apa namanya? Angkatan laut. 6:04 Keluarga apa-apa suami almarhum suami 6:06 beliau adalah perbeda di angkatan laut. 6:07 Tetapi anak-anaknya dididik sedemikian 6:09 rupa. Anak-anaknya 6:12 maju ya dan didorong juga untuk 6:14 berwakaf. Ada lagi banyak Ibu Nanis 6:18 berkali-kali, Bu Suryani di Lintingkung 6:21 juga berkali-kali. Ada lagi satu 6:24 keluarga ya, almarhum Ibu Wasiatun di 6:27 Condet. 6:29 Sebelum meninggal Bu Wasiatun itu 6:31 menulis wasiat, "Nanti ini perhiasan 6:37 diserahkan ke Rasil untuk wakaf Quran 6:39 dan itu sudah ditunaikan oleh keluarga 6:41 beliau di Condet ya. Ee mudah-mudahan 6:44 Ibu Wasiatun 6:47 mendapat manfaat dari jariah yang baru 6:51 ditunaikan keluarganya setelah beliau 6:52 kembali kepada Allah. [berdehem] 6:54 Ada lagi Bu Asmangia yang berencana 6:58 mewakafkan tanah, rukoh, dan banyak lagi 7:02 para wakif yang tidak bisa kita sebut 7:04 satu persatu. Tapi mereka semua adalah 7:07 orang-orang yang telah dikaruniai Allah 7:10 dengan taufik dan hidayah sehingga 7:12 memahami tentang wakaf sebagai bagian 7:15 dari jariah dan 7:18 bagaimana 7:22 wakaf itu 7:24 dikelola sebagai bagian dari kecintaan 7:27 dan kepatuhan kepada Allah. 7:29 Nah, ini yang 7:31 para wakif yang telah berwakaf ke 7:35 lembaga wakaf silaturahim yang dibawa 7:37 yang menjadi badan pekerja dari ee 7:41 Yayasan Wakaf Rumah Quran Silaturahim. 7:44 Ya, jadi salam kepada ibu-ibu tadi 7:46 seluruh wakif yang sudah berwakaf ke 7:50 lembaga wakaf. 7:51 Mudah-mudahan Allah ee terus menanamkan 7:56 kecintaan dalam hati kita, Bapak-bapak, 7:58 Ibu-ibu sekalian, untuk terus beramal 8:00 jariah. 8:02 Ya, tadi pertanyaan belum dijawab, Pak 8:04 Spril. Apakah 8:05 seorang bisa mewakafkan untuk orang 8:07 tuanya atau sama orang tuanya yang sudah 8:09 wafat? 8:10 Baik, sebelum saya jawab Mas Krishna, 8:12 kadang-kadang 8:13 pasibun ya 8:16 saking rindunya kita sama orang tua kita 8:19 yang sudah meninggal. Hayalah 8:22 rasanya. Ya Allah kalau masih ada 8:25 rasanya kepengin cium kakinya tiap hari 8:27 gitu. Iya. 8:28 He. 8:30 Saya ingin 8:32 memeluk a saya tiap hari gitu ya. 8:35 Hm. Tapi kalau mere karena mereka beliau 8:37 sudah tidak ada, 8:39 kita enggak bisa melakukan itu. Tapi 8:41 kita masih bisa melakukan sesuatu 8:45 yang justru akan insyaallah dengan izin 8:48 Allah akan diterima oleh beliau di dalam 8:52 kuburnya. Masuk ke dalam amal jariah 8:55 yang semasa hidup belum sempat 8:58 ditunaikan. 9:00 Ya. Jadi, suatu [berdehem] ketika 9:02 seorang sahabat namanya Saad bin Abu 9:05 Ubaidah 9:06 minta izin kepada Rasulullah, Mas 9:08 Krishna, 9:11 "Boleh enggak ini sumur 9:14 aku akafkan atas nama ibuku yang sudah 9:17 meninggal gitu? 9:19 Ibuku telah wafat. 9:22 Aku rasanya seandainya dulu beliau suka 9:25 bersedekah, 9:27 tapi karena beliau sudah wafat, boleh 9:31 enggak aku berwakaf 9:35 sumur ini atas nama beliau? Rasulullah 9:39 menjawab, "Tentu bisa." 9:42 Bisa. 9:42 Nah, jadi kesimpulannya Mas Krishna dan 9:44 ini juga memperbaiki keterangan saya 9:48 yang kurang lengkap pada pertemuan 9:49 sebelumnya. 9:51 di mana saya hanya ber pegang bahwa 9:55 kalau seorang anak Adam meninggal putus 9:58 amalnya kecuali tiga amal jariah, 10:01 kemudian ilmu yang diamalkan 10:03 dan anak saleh yang mendoakan. 10:06 Ternyata dalam konteks amal jariah ini 10:10 masih bisa dilakukan oleh keturunannya. 10:14 Hm. 10:15 Berwakaf, 10:17 berinfak, bersedekah. Tapi uangnya uang 10:19 dari yang itu dari si anak ya. 10:22 Harus uang sendiri. 10:23 Uang sendiri 10:23 misalnya jangan oh karena orang tua kita 10:26 meninggal ini ada harta warisan enggak 10:27 boleh diambil dari situ gitu. 10:29 Karena waris itu sudah ada pembagiannya. 10:31 Harus uang sendiri. 10:32 Uang si anak maksudnya 10:33 uang yang mau berwakaf atas nama orang 10:36 tuanya. 10:37 Oh. 10:37 Misalnya Mas Krishna mau berwakaf atas 10:39 nama almarhum Bapak atau almarhum Ibu 10:42 harus uang Mas Krishna sendiri jangan 10:44 uang dari harta warisan gitu. Nah, 10:47 gambarannya seperti itu. Nah, 10:48 kesimpulannya adalah 10:51 kita bisa merefleksikan 10:53 [berdehem][batuk] 10:55 kecintaan, kerinduan kita kepada orang 10:58 tua kita sudah tidak ada dengan berwakaf 11:01 atas nama beliau gitu. Atas nama 11:04 almarhum atau atas nama almarhumah gitu, 11:08 Mas Kris. 11:10 Baik ya. Di sini juga hadir 11:13 itu Bapak Sihabudin. 11:17 Beliau ini masyaallah pemilik kebun 11:21 apa namanya? Jahe. Eh jahe bukan jahe. 11:23 Sereh sereh wangi 11:25 itu ada sekitar 61 hektar dan akan 11:29 dijadikan untuk minyak Asiri. Eh silakan 11:31 Pak. Asalamualaikum Pak Syabudin. 11:34 Tolong mic-nya. Eh ee 11:37 baik. Asalamualaikum warahmatullahi 11:39 wabarakatuh, Pak Krisna. 11:41 Bagaimana proses pembuatan serai dari ee 11:43 serai ke minyak asir itu lama enggak? 11:46 Ee prosesnya hanya dipanen berarti di 11:52 sem ee dipanen serehnya. 11:54 Heeh. 11:54 Diangkut ke lokasi sulingan 11:57 dan disuling lebih kurang 4 sampai 6 12:00 jam. 12:01 6 jam 12:02 ee sudah habis keluar minyaknya. 12:05 Hm. H. Jadi mesti ada mesinnya juga ya? 12:07 Iya. Ee sebenarnya bukan mesin tapi alat 12:11 sulingan namanya. 12:12 Oh alat alat sulingan. 12:13 Alat suling. Iya. 12:14 He. 12:15 Pak Sabudin mungkin tentu pernah dengar 12:17 masalah wakaf ini ya? 12:19 Iya. 12:20 Ee mungkin pengetahuan saya tidak banyak 12:22 tapi 12:23 setidaknya 12:25 ee pernah mendengarnya. 12:27 Hm. 12:28 Ya. Jadi pendengar sekalian, pemirsa 12:31 hari ini kita ada tamu Pak Syabudin. 12:35 Ee beliau adalah praktisi 12:40 perkebunan 12:42 tanaman-tanaman yang bisa diwolah 12:44 menjadi minyak siri. kita lagi menjajaki 12:48 bagaimana wakaf bisa berperan 12:52 dalam kegiatan seperti yang dilakukan 12:55 oleh Pak Syabuddin dan Bu Raiti. 12:59 Sehingga dari situ nanti wakaf yang 13:01 terkumpul itu bisa menjadi produktif 13:03 gitu. 13:03 Iya. Nah, jadi mungkin kurang lebih 13:05 barangkali menjadi pertanyaan sebelum 13:08 kita 13:10 bincang lebih dalam tentang berbagai 13:13 jenis wakaf ini ee bagaimana 13:17 memungkinkan gak Pak Syabuddin bahwa 13:20 wakaf kalau digunakan 13:24 dalam konteks berkebun ikut berkebun 13:28 ee Sereh Wangi secara khusus 13:31 bisa memberi hasil enggak sehingga 13:34 wakaf produktif itu ada hasilnya yang 13:37 menjadi wakaf alaih gitu kan. Jadi 13:39 iya 13:40 hasil dari pemanfaatan wakaf itu bisa 13:43 digunakan untuk penggunaan yang lebih 13:45 luas. 13:45 Wakaf produktif ini ya 13:46 sehingga kita sebut wakaf produktif. 13:49 Mungkin apa bisa Bapak jelaskan 13:50 bagaimana potensi keuntungan 13:53 dari minyaksiri melalui tanaman cerai 13:56 ini khususnya gitu? 13:58 Ee baik terima kasih. [mendengus] 14:01 Mungkin pertama-tama saya harus ee 14:03 karena pengetahuan saya tentang wakaf 14:05 tidak ee seluas ee ahlinya gitu. Saya 14:10 kira ee mungkin nanti bisa dikoreksi 14:14 gitu, Pak, kalau ada yang kurang tepat. 14:16 Baik. 14:17 [berdehem] 14:18 ee untuk wakaf produktif khusus ke 14:22 pengolahan minyak siri ini saya kira 14:26 sangat bisa dari sisi misalnya ee 14:31 seseorang ingin mewakafkan hartanya atau 14:34 uangnya barangkali 14:35 he 14:36 apakah yang permanen dalam bentuk 14:39 kepemilikan lahannya atau dalam hal 14:43 pengolahannya. Hm. 14:45 Kalau dalam hal pengolahannya 14:47 ee mungkin ikut share ee karena wakaf 14:52 itu berarti sudah dilepaskan dari si 14:54 kepemilikannya. 14:55 Kepemilikan hartanya ber 14:57 menjadi milik Allah. 14:58 Ah dititipkan kepada menjadi milik Allah 15:01 dititipkan kepada 15:02 nazir. 15:03 Ee nazir dan dalam hal ini kan nazirnya 15:07 itu tentu harus amanah gitu, Pak. Iya. 15:09 Kalau misalnya katakan titipnya ke saya, 15:12 tentu setelah dari saya dan itu harus 15:14 tercatat 15:16 nanti akan diturunkan lagi kalau saya 15:17 sudah tidak mengolahnya mungkin anak 15:19 saya atau siapapun [berdehem] 15:21 ee bahwa ada wakaf si A di sini 15:26 he 15:27 dalam jumlah sekian ee untuk produksi 15:31 minyak asiri itu sendiri dalam hal ini 15:33 sereh wangi. Jadi berarti termasuk ke 15:36 dalam permodalan gitu, Pak. Dan 15:38 permodalannya tentu karena wakaf dia 15:41 permanen. 15:41 Hm. 15:42 Jadi harus bisa dikonversikan dulu ke 15:45 hmm 15:45 ee 15:47 apa namanya ee 15:50 modal kerja. 15:51 Iya. 15:52 Nah, berarti 15:54 setiap ada hasil yang dihasilkan dari 15:57 pengolahan minyaksiri [berdehem] 15:58 ini, minyak sereh wangi ini, tentu harus 16:01 dihitung dulu share kepemilikan wakaf 16:04 itu, Pak. 16:04 Dan itu ada pelaporannya setiap bulan 16:06 atau bagaimana? Itu 16:06 harus ada. wajib ada karena ini 16:09 menyangkut milik Allah kan ketika itu 16:11 sudah wakaf itu sudah walaupun semuanya 16:14 kita milik Allah tapi itu tidak boleh ee 16:17 melenceng penggunaannya karena 16:19 tergantung amanah yang dititipkan oleh 16:21 pemilik ee 16:24 pewakafnya awal 16:25 iya wakif ya 16:26 wakif gitu kira-kira tapi sudah sudah 16:28 ada yang berjalan dari wakifnya itu 16:30 selama ini belum pernah kita apa ee dan 16:34 ide ini muncul dari kebetulan istri 16:36 [tertawa] 16:38 Arti memberi peluang ya, Pak? 16:39 Iya. Memberi peluang ke mana enggak 16:41 wakaf ini 16:43 ee apa boleh dengan berwakaf di sini ee 16:47 dan tentu pengelolaannya juga dengan ada 16:50 wakaf milik orang lain kita harus 16:51 profesional juga enggak boleh 16:54 sembarangan menggunakannya gitu 16:55 kira-kira. 16:56 Iya. Jadi ee pendengar pemirsa di 16:59 belakang kamera ada Ibu Raiti juga. 17:01 [berdehem] 17:02 Ee beliau 17:05 merupakan pebisnis bersama dengan Pak 17:07 Syabudin 17:09 mengelola minyak siri ini yang juga 17:10 sudah diekspor 17:12 dan pasarnya menurut beliau itu sangat 17:15 besar. 17:17 kita lagi menjajaki bagaimana 17:21 dari pemanfaatan dari wakaf produktif 17:24 ini ke sektor-sektor 17:26 pertanian yang juga punya nilai jual dan 17:31 potensi untuk memperoleh laba yang baik. 17:34 Iya. 17:35 Sehingga wakaf ini menjadi produktif, 17:38 memberi manfaat, dan uang wakafnya 17:41 sendiri tetap terpelihara. terpelihara, 17:44 terpelihara dan termanfaatkan. 17:47 Betul. 17:47 Nah, itu yang diskusi kita hari ini. 17:49 Walaupun beliau tamu kita di sini dengan 17:52 Bu Reti sekalian kita ajak untuk 17:55 berbincang wakaf 17:57 e yang kaitannya dengan pemanfaatan 17:59 wakaf produktif gitu. Bisa enggak pas 18:01 April dia berwakaf juga tapi dia 18:03 mendapat profit juga si wakif ini. 18:06 [berdehem] Nah, bisakah wakif 18:10 berwakaf 18:11 kemudian minta sebagian dari hasilnya 18:14 kalau memang ya kehidupannya 18:17 membutuhkan. 18:19 Contoh sederhana, oke, saya mau 18:21 mewakafkan ruko ini 18:22 h 18:23 atau rumah sewa ini saya wakafkan. 18:26 Tapi dari sewanya tolong sebagian saya 18:29 tetap dapat bagian karena saya enggak 18:32 punya penghasilan. 18:33 Iya 18:33 boleh. 18:34 Boleh. 18:34 Namanya itu wakaf ahli atau oke saya mau 18:39 ikut berwakaf 18:42 ke kebun serehnya Bu Raiti, Pak 18:46 Syabudin. Tapi nanti dari keuntungannya 18:48 saya dibagi juga sedikit karena saya 18:50 enggak punya tidak punya sumber 18:52 kehidupan yang lain. Boleh namanya wakaf 18:55 ahli. 18:56 Ya. 18:58 Sehingga dengan demikian wakaf ini 18:59 sangat fleksibel gitu, Mas Krisna. Mulai 19:02 dari jumlah 19:05 ada yang seperti tadi jumlahnya kalau 19:07 saya saya sebut Pak Riadi jumlahnya 19:11 sangat ee 19:13 tidak besarlah ya. 19:14 Iya. 19:15 Dan beliau enggak mau harus 19:16 disebut-sebut jumlahnya. Tapi yang juga 19:19 berwakaf bahkan lebih dari R50 juta juga 19:24 ada gitu ya. 19:24 Iya. wakaf uang ke ee lembaga wakaf 19:27 silaturahim. Artinya pendengar pemirsa, 19:30 jumlah yang diwakafkan bukan menjadi 19:33 tolok ukur utama dari value atau nilai 19:36 wakaf, tapi kadar keikhlasannya. 19:40 Kemudian Pak Syabuddin, Bu Reti yang 19:43 mendengar di belakang. 19:45 Kalau ada wakaf, ada uang wakaf, wakaf 19:49 uang yang diwakafkan ke silaturahim, 19:53 kalau tidak kita manfaatkan 19:55 dia berhenti di situ saja, berarti kita 19:58 tidak mengoptimalkan pemanfaatannya. 20:01 Betul ya? Kalau kahnya ditaruh di bank 20:04 aman enggak? Aman. Tetapi kan kita 20:06 enggak mau jadi bunga kan. tidak boleh 20:08 ada yang ada bunganya 20:10 sehingga wakaf itu jadi tidak produktif. 20:12 Nah, sekarang 20:13 kita jajaki. Oke, sekarang ada kebun 20:15 rasil ya. Di belakang studio rasil itu 20:19 ada kebun yang sudah mulai menghasilkan 20:22 dan itu sayur-sayurnya organik ee 20:27 lumayan baguslah ya. Sekarang sudah 20:30 mulai mencicil pinjaman dari wakaf 20:33 silaturahim. Bisa enggak dimanfaatkan 20:36 untuk yang lain-lain lagi? Tentu model 20:38 bisakah kita mau enggak Bu Raiti ikut 20:42 kita ikut numpang ikut berkebun. 20:45 Iya. 20:46 Padahal kita enggak punya keahlian 20:47 berkebun. Kita serahkan kepada ahlinya. 20:50 Nanti kalau memang ada manfaat 20:53 dari nilai wakaf yang kita investasikan, 20:56 ada hasil, maka itu menjadi wakaf 20:58 produktif, gitu. mungkin bisa 20:59 ditambahkan lagi kali Pak Syabuddin. 21:03 Ee 21:05 wakaf yang diterima nantinya insyaallah 21:09 tentu harus dikonversikan dulu ke dalam 21:12 kalau memang dia ee tetap dalam bentuk 21:16 modal kerja, maka modal kerja si kami 21:20 selaku pengusaha harus ee dihitung 21:24 berapa besar modal kami dan berapa modal 21:26 wakaf yang masuk di situ. 21:28 Oke. Jadi porsinya berapa gitu ya. 21:30 Oke. Itu kira-kira. 21:32 Kemudian dari [berdehem] hasilnya juga 21:35 sedemikian. Tentu harus kita bikinkan ee 21:38 hitung-hitungannya 21:40 bagaimana. Kemudian hasil dari wakaf 21:44 tersebut 21:45 sesuai dengan ijab kabul si ee wakif 21:48 gitu, Pak. wakifnya mengijab kabulkan 21:51 bahwa 21:52 ini hasil dari ee wakaf saya tolong 21:57 diberikan untuk misalnya pembangunan 21:59 masjid atau men ee untuk memberikan 22:04 beasiswa kepada ee kelompok apa gitu 22:07 kira-kira. Saya kira-kira memberikan 22:11 contoh yang pernah saya dengar gitu. 22:13 wakaf ee 22:16 tokoh Aceh dulu ada namanya Habib Bugak. 22:20 Iya. 22:21 Yang mewakafkan hartanya untuk membeli 22:24 tanah di Makkah. 22:28 Kemudian tanah tersebut diijab kabulkan 22:32 bahwa siapapun masyarakat Aceh yang 22:34 bermukim di Makkah 22:36 atau ee pendidikan melanjutkan 22:39 pendidikan di Mekahleh 22:40 itu dia boleh 22:41 ee memanfaatkan wakaf tersebut dan 22:45 sampai hari ini sudah lebih 200 tahun 22:47 terus berjalan karena 22:49 ee penerima wakafnya itu amanah 22:51 terus-terus amanah dan 22:53 tidak boleh dipindahkan karena dulu ke 22:56 masyarakat Aceh. Heeh. 22:57 Utamanya masyarakat Aceh. Kemudian 22:59 masyarakat Jawi. Jawi itu menurut anu 23:01 anak Sumatera. 23:03 Sumatera. Kalau sudah tidak ada lagi 23:05 orang Aceh, tidak ada lagi orang 23:07 Sumatera baru untuk Nusantara. 23:10 Makanya ketika pemerintah Indonesia 23:12 minta tidak diberikan karena tidak 23:14 sesuai amanah. 23:16 H. Iya. Ya. 23:17 Kira-kira 23:18 ee seperti itu. 23:20 Ee begini juga begitu juga halnya dengan 23:25 minyak siri tadi. Permodalan kerja dan 23:27 modal itu harus tetap utuh di situ gitu 23:31 kira-kira. 23:32 Masyaallah. Nilai-nilai wakaf luar biasa 23:35 Pak Safril ya. Nah, saat ibu sudah tiada 23:38 cara rasanya ingin setiap hari mencium 23:40 kakinya seperti tadi Pak Safril 23:44 ee katakan ya. 23:46 itu bisa enggak di masukkan ke dalam 23:49 konteks wakaf, Pak Safril? 23:50 Iya. Jadi kembali ke diskusi awal kita, 23:54 Mas Krishna pendengar pemirsa, 23:57 [berdehem] 23:58 kecintaan kita, kerinduan kita kepada 24:01 almarhum almarhumah orang tua kita ini 24:05 bisa direfleksikan dengan berwakaf atas 24:09 nama mereka. Mekanismenya itu sederhana 24:12 ya. 24:13 Artinya kalau 24:15 pendengar pemirsa, ikhwan akhwat memang 24:18 berniat berwakaf, punya uang, 24:21 berniat-niatkan wakaf 24:23 untuk orang 24:23 untuk orang tua atas nama orang tua saya 24:26 Fulan atau Fulana. 24:28 Kita berikrar kemudian minta rasil 24:31 gunakan untuk jenis wakaf apa saja. 24:35 mau wakaf produktif, maka kita di 24:38 lembaga wakaf silaturahim tentu akan 24:40 menggunakan itu sesuai dengan perentukan 24:42 ikrarnya, gitu ya. 24:44 Nah, sederhana saja artinya seperti 24:46 pernah kita sampaikan pertama pelihara 24:50 niatnya, bangun niatnya ikhlas karena 24:52 Allah, mau cari ridanya Allah, mau 24:55 berwakaf atas nama almarhum ibu atau 25:00 almarhum ibunya atau almarhum ayahnya. 25:04 ya sediakan dananya. Kemudian beritahu 25:07 ke kita di wakaf silaturahim 25:11 ee 25:13 sudah bisa direalisasikan ditransfer ke 25:15 rekening 25:17 kita di badan di Bank Syariah Indonesia. 25:21 Rekeningnya nomor 222 25:25 300 25:27 kali ya. 25:28 Duanya 4 kali 25:29 300307 atas nama Lembaga Wakaf 25:32 Silaturahim. Jadi, Bapak Ibu [berdehem] 25:36 yang ingin berwakaf atas 25:40 nama 25:42 ee orang tua kita yang sudah 25:45 kembali kepada Allah atau atas nama 25:47 mungkin punya anak 25:49 ya, anak dahulu kembali kepada Allah, 25:53 kita cinta kepada anak, boleh berwakaf 25:56 atas nama anaknya. 25:59 mekanismenya sama, tidak semata-mata 26:01 hanya orang tua gitu ya. 26:03 Iya. 26:03 Ada orang yang berwaktu yang lalu 26:06 anaknya meninggal dengan segala 26:08 kesedihannya artinya bisa kita rasakan 26:10 ya. 26:11 Nah, kesedihan itu bisa direfleksikan 26:15 dengan berwakaf 26:16 atas nama anak. Ya, tentu anak dalam 26:20 konteks ini ee walaupun tidak ada 26:23 dibatasi 26:25 harus sudah balik, tetapi atas nama anak 26:28 atau tak atas nama siapa saja keluarga 26:31 yang sudah berpulang ke rahmatullah bisa 26:33 berwakaf atas nama mereka gitu, Mas 26:35 Krishna. 26:36 Iya, Pak Sapudin. Kalau ada pendengar 26:38 hasil berminat ya berwakaf di bidang 26:41 tanah yang dipegang oleh Pak Siabudin 26:44 itu gimana mekanismenya tuh? ada 26:47 bagaannya. 26:49 Ee saya kira tentu harus dibicarakan 26:52 ee dengan pihak wakif ya dan dalam hal 26:55 ini tentu harus melibatkan Rasil gitu. 26:58 Masuk ke Rasil dulu iya sebagai nazir 27:01 ee baru ee Rasil sebagai nazir yang 27:07 menitipkan wakaf itu kepada 27:10 ee usaha kami gitu kira-kira. bisa 27:14 diberikan gambar enggak misalnya berapa 27:15 luas tanahnya yang bisa ee dimanfaatkan 27:19 untuk yang wakif ini? 27:21 Mm 27:23 ee itu dikonversikan, Pak, 27:26 ke bisa sebagai luas tanah, 27:29 bisa juga sebagai hanya modal kerja, 27:31 bukan investasi. 27:32 Oh, ya. I 27:33 sebagai modal kerja mungkin e kalau 27:37 dalam ee modal kerja dalam dalam 27:41 pengolahan minyak 27:43 asiri 27:43 aksiri ini minyak seleh wangi ini 27:46 misalnya kira-kira 27:48 Rp100 27:49 berarti seandainya ada wakaf yang masuk 27:53 Rp10 maka 10% dari ee modal kerjanya 27:58 adalah miliknya ee yang tidak boleh 28:01 diganggu gugat oleh milik wakaf oleh 28:04 karena itu milik wakaf 28:05 ya 28:06 gitu kira-kira 28:06 ya. Jadi [berdehem] menambah penjelasan 28:08 tentang ini 28:10 ee ketentuan dari pemerintah bahwa 28:13 seseorang yang mau berwakaf 28:15 itu 28:17 melalui badan wakaf atau lembaga atau 28:20 yayasan wakaf atau badan huku wakaf 28:22 yang sudah terdaftar di badan wakaf 28:24 Indonesia. 28:25 Iya. Nah, jadi artinya kalau Bapak Ibu 28:29 ingin berwakaf tetapi ingin spesifik 28:32 wakaf ini digunakan untuk wakaf 28:35 produktif di bidang pertanian misalnya 28:37 gitu, Pak Syabudinul 28:39 bisa menyatakan oke saya berwakaf atas 28:41 nama saya sendiri 28:44 dengan ee berikrar bahwa penggunaan 28:47 wakaf ini adalah untuk 28:52 sektor ee pertanian misalnya wakaf ini 28:55 digunakan sebagai wak wakaf produktif di 28:59 sektor pertanian. Maka nanti Rasil ya 29:03 wakaf rasil, lembaga wakaf silaturahim 29:05 itu harus menggunakan untuk sektor yang 29:08 memang terkait dengan ee pertanian. 29:12 Enggak bisa lagi kita bikin misalnya 29:13 bikin musala enggak bisa. Atau 29:15 sebaliknya kalau memang diniatkan untuk 29:16 musala rumah ibadah enggak bisa kita 29:19 gunakan untuk sektor produktif. 29:21 Betul. Nah, jadi kalau kita mengacu Mas 29:25 Krishna Pasabudin 29:28 ee kepada 29:30 manajemen wakaf yang sudah sukses baik 29:34 di Bangladesh, 29:36 di Pakistan, di Malaysia, bahkan di 29:40 Singapura 29:41 ya. Walaupun Singapura itu bukan 29:43 mayoritas pendulnya bukan muslim, tapi 29:46 lembaga wakaf mereka itu sangat maju. 29:48 Sangat maju. He. 29:49 Bulan lalu kita berdiskusi di sini 29:51 dengan amir majelis wakaf tadi Singapura 29:55 ya. Nah, [berdehem] jadi intinya adalah 29:58 mari Bapak Ibu berwakaf. Kalau Bapak Ibu 30:02 ingin 30:04 wakafnya di spesifik, maaf 30:07 [batuk][berdehem] 30:09 spesifik digunakan untuk sektor 30:11 pertanian, silakan tandai dengan wakaf 30:14 produktif untuk sektor pertanian. Nanti 30:18 kita di lembaga wakaf silaturahim akan 30:20 gunakan itu sesuai dengan ikrarnya ya. 30:23 Mekanismenya seperti tadi dananya 30:26 dikirim kemudian disebutkan di situ 30:29 untuk apa atau ikrar itu apa. 30:32 Dengan itu nanti kita akan gunakan 30:34 sebagaimana yang telah diikrarkan 30:36 seperti itu. 30:37 Iya. Oke. Yang tanya Pak Sapri bolehkah 30:41 seorang wakif memiliih-milih 30:43 wakaf produktif mana yang bagus gitu? 30:45 Misal ada pilihan, bolehkah dia memilih 30:48 itu? 30:49 Bisa wakif apalagi yang sudah mempunyai 30:51 pengetahuan. 30:52 Iya. 30:53 Ya, kalau seorang wakif punya 30:55 pengetahuan tentang sektor pertanian 30:57 atau sektor peternakan atau sektor 31:00 konstruksi, kemudian ee calon wakif ini 31:06 mengatakan, "Saya mau wakaf saya ini 31:09 nanti digunakan di sektor ini atau itu 31:12 boleh." 31:13 Betul 31:13 ya. Karena beliau sudah punya pengalaman 31:18 kalau sektor ini misalnya sektor saya 31:21 mau wakaf saya ini digunakan sebagai 31:25 wakaf produktif di sektor pertanian 31:28 khusus pengembangan minyak atsiri 31:31 misalnya. 31:32 Maka itu Rasil akan kalau Rasil melihat 31:34 oh itu ada potensinya akan menerima 31:37 wakaf itu dan menyalurkannya sesuai 31:39 dengan ikrar dari wakif 31:42 gitu Mas Kna. Oke, ini ada pertanyaan 31:43 untuk Bapak Siabudin. Asalamualaikum, 31:45 Pak Siabudin. 31:46 Waalaikumsalam. 31:47 Ee selama ini, Pak yang Pak Siabudin 31:49 alami, baguskah produktivitasnya 31:53 dan bagaimana untuk pasarnya? Itu aja. 31:57 Alhamdulillah kita 32:00 sudah produksi minyak Sereh Wangi 32:03 khususnya karena kita memang usahanya di 32:05 bidang minyak siri [mendengus] ee ada 32:08 serai, ada nilam, ada pala, cengkeh dan 32:10 lain-lain sebagainya. Tapi khusus untuk 32:12 Sereh Wangi ini kita sudah sejak tahun 32:16 2012. 32:17 Oh, sudah lama ya? 32:18 Iya. lebih kurang hampir 14 tahun lah. 32:21 Dan insyaallah 32:24 ee 32:26 sejak berdiri dulu, sejak awal kita 32:29 awali dulu ee yang harganya masih 32:33 mungkin mendapat cemoohan dari 32:36 teman-teman bahwa itu murah sekali dan 32:39 alhamdulillah di hari saat ini harga 32:43 semakin baik, semakin baik. Ee kebutuhan 32:46 juga semakin membesar. Jadi ee 32:51 prospeknya 32:52 masih sangat menjanjikan 32:55 gitu. Dan yang kita alami juga sejak 32:57 awal sampai hari ini insyaallah 33:00 ee terus berkembang. Karena awalnya dulu 33:04 ketika awal tanam 2012 lahan kita baru 33:09 ada luasan sekitar 33:12 ee kurang dari 20 hektar. 33:16 Sekarang sudah 61 ya. Iya, alhamdulillah 33:18 sudah 61 hektar lebih kurang. 33:20 Hm. Salam, Pak Siabudin. Untuk Pak 33:24 pasarnya apakah di dalam negeri atau di 33:27 luar negeri dari Ibu Retno? 33:31 ee pasar kita Ibu Retno 33:35 ee lebih utama memang masih dalam 33:37 negeri. Ee ekspor 33:41 terjadi ee 33:43 beberapa kali kita ekspor ke Taiwan dan 33:46 ke beberapa negara seperti Prancis. 33:50 ee karena kebutuhan dalam negeri semakin 33:53 meningkat, akhirnya kita fokus saja 33:56 ee di dalam negeri. Karena 33:59 untuk ekspor butuh permodalan yang 34:02 memang lebih 34:04 besar ya, 34:05 karena harus ada stok barang baru kita 34:07 kirim sampel. 34:08 Setelah approval sampel baru kita kirim 34:11 produk. Jadi memang butuh stok barang 34:13 karena ekspor per kontainer gitu. 34:16 Kalau minyak asiri sendiri finalnya 34:18 untuk apa tuh? Minyak wangi atau 34:21 minyak asiri sebahagian 34:24 ada untuk parfum, industri parfum, 34:27 untuk farmasi juga ya. 34:28 Untuk farmasi juga. 34:29 He. 34:30 Ada juga yang untuk industri 34:33 misalnya minyak sereh wangi digunakan 34:35 untuk ee bioaditif. [berdehem] Bioaditif 34:39 dalam hal ini untuk penghematan bahan 34:42 bakar. 34:43 Hm. He. 34:44 Dan ee efisiensi bahan bakar sekaligus 34:47 untuk membersihkan pembakaran. 34:49 He, 34:50 gitu. 34:51 Oke, Pak Saber. 34:53 Baik. Ee [berdehem][batuk] para 34:56 pendengar pemirsa, [mendengus] bincang 34:58 kita pada hari ini pada dasarnya adalah 35:00 memberi gambaran 35:02 bahwa 35:04 potensi 35:06 dalam sektor ekonomi itu yang 35:09 menggunakan dana wakaf pasti terbuka. 35:12 yang menjadi permasalahan adalah volume 35:15 atau jumlah 35:17 ketersediaan dana wakaf yang kita bisa 35:20 gunakan sebagai 35:23 ee sejenis modal kerja. 35:26 Iya. 35:27 Karena kalau modal kerja ini kan harus 35:29 kembali ya. 35:29 Harus kembali 35:30 dan kita harus melakukan evaluasi 35:32 menguntungkan apa enggak. 35:33 Betul. 35:34 Kalau modal kerja ini tidak bisa kembali 35:36 yang tanggung jawab siapa? Nazir 35:38 berkewajiban harus kembali utuh gitu Mas 35:40 Krishna. Betul. 35:41 Karena itu kita perlu melakukan evaluasi 35:46 sektor-sektor mana bukan hanya pertanian 35:50 yang 35:51 pertama adalah aman bagi penempatan dana 35:54 wakaf. 35:55 Betul. 35:55 Yang kedua, mempunyai nilai tambah atau 35:58 keuntungan atau profitability. 36:01 Itu yang menjadi pilihan bagi kita di 36:03 dalam menempatkan dana-dana wakaf. Tentu 36:06 saja nana wakaf ini harus kita 36:08 manfaatkan para pendengar pemirsa. 36:13 Karena kalau kita enggak manfaatkan dia 36:15 hanya tinggal di bank, dia enggak enggak 36:17 memberi 36:17 diam saja. 36:18 Diam saja tidak memberi manfaat. Padahal 36:21 seyogianya ee wakaf itu harus mampu 36:24 berperan dalam menumbuhkan ekonomi, 36:27 mampu berperan turut serta menanggulangi 36:30 kemiskinan, turut serta meningkatkan 36:34 produktivitas umat gitu. Jadi kita di 36:38 lembaga wakaf silaturahim 36:40 ya mulai menjajaki pola-pola kerja sama 36:43 yang berpotensi untuk terus 36:45 dikembangkan. Sebagai tambahan juga Mas 36:48 Krishna ee pertumbuhan dari 36:53 perkebunan syarah untuk minyak siri yang 36:57 digambarkan oleh Pak Syaudin tadi 37:00 berpotensi juga untuk masuk ke sektor 37:03 samping yaitu peternakan sapi misalnya. 37:07 Iya. di mana [berdehem] residu 37:11 dari 37:12 proses sereh wangi yang sudah tidak 37:15 terpakai bisa difermentasi menjadi pakan 37:18 ternak. 37:19 H 37:19 ya. Jadi karena kalau kita bicara 37:21 peternakan tentu sektornya adalah ternak 37:23 itu sendiri yang paling mahal kedua 37:25 adalah pakannya gitu ya. Nah, kalau 37:27 pakannya adalah dari sumber yang murah 37:30 dan berkualitas tentu manfaat. Nah, ini 37:32 semua sedang dijajaki 37:35 oleh Pak Sabudin dan ee Bu Raita. 37:40 Mudah-mudahan 37:41 mudah-mudahan ya mudah-mudahan nanti 37:43 kita bisa kembangkan lagi menjadi ee 37:48 kerja sama wakaf yang membawa manfaat 37:52 bagi semua pihaklah dan itu 37:56 harus kita pertanggungjawabkan dunia 37:58 akhirat. 37:58 Dunia akhirat. He. 37:59 Jadi itu memang tidak sebagai lembaga 38:04 investasi biasa, Mas Krishna 38:06 yang hanya hidup dari kewajiban harus 38:09 bagi hasil. Tapi kita di lembaga wakaf 38:12 ini harus berhati-hati 38:14 menj 38:14 bahwa uang yang dipercayakan wakaf, 38:17 betul 38:18 ee wakif kepada lembaga wakaf ini harus 38:21 kita gunakan untuk pemanfaatan 38:23 sebesar-besarnya. Nah, jadi sebelum kita 38:25 mengakhiri 38:28 ee bincang wakaf ini, 38:31 pagi ini kita berdiskusi tentang 38:35 berwakaf bagi keluarga yang telah 38:38 berpulang ke rahmatullah ya, Mas 38:40 Krishna. 38:40 Iya. 38:40 Iya. 38:41 Nah, semakin banyak wakaf yang 38:43 terhimpun, pemanfaatannya pun termasuk 38:46 apakah ke sektor pertanian tentu akan 38:49 lebih leluasa. Karena itu dalam 38:51 kesempatan ini kami mengajak 38:53 ee para wakif selama ini sudah berwakaf 38:57 bisa berwakaf ulang berwakaf lagi. 39:00 Ajaklah teman, keluarga 39:03 untuk berwakaf. 39:06 Wakaf menjadi salah satu dari komponen 39:09 amal jariah yang 39:13 manfaatnya, pahalanya itu 39:15 berkesinambungan terus sampai kita 39:19 menghadap Allah gitu kan. Berbeda dengan 39:22 infak yang pahalanya kita dapat saat 39:24 infak itu digunakan ya. Begitu juga 39:26 dengan ee sedekah. Saat kita bersedekah 39:30 kita dapat pahala. Tapi kalau berwakaf 39:33 sepanjang waktu, 39:36 kita akan memperoleh manfaat, memperoleh 39:39 pahala dari Allah dari wakaf yang kita 39:41 keluarkan. Jadi niatkanlah berwakaf ya. 39:45 Kemudian baik untuk diri sendiri ya, 39:48 apalagi diri sendiri. 39:50 Sekarang untuk orang tua yang sudah 39:51 tidak ada juga bisa berwakaf gitu Mas 39:54 Krishna. 39:55 Baik. Ini ada pertanyaan dari Pak Didi. 39:57 Pak Sapril, saya belum paham mengenai 40:00 puaka produktif. Manakah bagian yang 40:02 bisa tetap dan bagian yang bisa diambil 40:05 dan ee produknya apa saja? Baik, terima 40:09 kasih Pak 40:10 Didi. 40:11 Pak Didi, 40:13 wakaf kalau Pak Didi berwakaf ya, Bapak 40:16 sebagai wakif menyerahkan uang wakaf 40:20 ini, kita dihasil akan melihat 40:24 uang yang Bapak wakafkan ini. Kalau 40:27 Bapak katakan ikrarnya adalah wakaf 40:29 produktif, wakaf ini, uang wakaf yang 40:32 Bapak sudah tunaikan itu harus kita 40:36 gunakan yang bisa memberi hasil 40:40 ya. Karena kalau wakaf itu sendiri 40:42 disimpan di bank, dia tidak memberi 40:44 hasil. Tapi kalau wakaf ini kita gunakan 40:47 ke sektor-sektor produktif, sektor 40:50 pertanian, 40:52 sektor peternakan, perkebunan, ada 40:55 sebagian juga konstruksi, 40:58 dia bawa manfaat, maka manfaat itulah 41:01 yang kita gunakan. 41:02 Iya. Tapi masalahnya adalah 41:06 nazir dalam dalam konteks ini 41:09 berkewajiban 41:11 bahwa wakaf yang ditempatkan 41:14 sebagai investasi yang menjadi bagian 41:17 dari wakaf produktif itu harus aman. 41:20 Iya. 41:21 Dan tidak boleh berkurang. 41:23 Betul. Ya, kalau dia ada pertambahan 41:25 kita menempatkan wakaf, uang wakaf ke 41:29 sektor pertanian misalnya ke ee 41:32 pertanian 41:34 em sereh sebagai industri minyak siri 41:37 Rp100 juta. Kemudian dari perjalanannya 41:40 ada keuntungan katakanlah R juta gitu 41:44 misalnya ya. 41:45 Iya. 41:45 Maka yang boleh dipakai yang R juta ini 41:47 saja. 41:48 Iya. Betul. 41:49 Yang 100-nya harus utuh kembali. 41:52 Nah, jadi begitu gambarannya Mas Kisna. 41:54 Ini yang disebut wakaf produktif. 41:57 Nazir berkewajiban memilih wakaf itu 42:00 harus aman dan mampu memberi hasil. 42:02 Betul. 42:03 Nah, hasilnya ini disebut wukuf alaihi. 42:06 Manfaat dari wakaf sehingga bisa 42:10 digunakan untuk berbagai kepentingan 42:12 gitu, Mas Krisna. 42:13 Ya, kita ke pertanyaan berikut dari Ibu 42:16 Reni Jaya. Asalamualaikum Pak Safril. 42:20 Bapak saya ee Pak Safril, saya ingin 42:22 mewakafkan tanah di Madiun. Bagaimana 42:25 caranya? Saya Bu Yuti di Pondok Petir. 42:28 Mohon maaf tapi belum sertifikat. Oh, 42:30 saya minta nomor telin Pak Sapril dan 42:33 Pak Sihabudin. 42:34 Pak Sapril ini nomornya. Nomornya ya 42:36 0816 42:39 kemudian 855 42:41 488 42:43 0816 42:45 858. 42:48 Pas boleh nomor teleponnya 42:50 eh boleh 42:51 0812 42:55 10 483 42:59 0812 43:01 1048330 43:04 jawabannya Pak Sil untuk Ibu Yuti 43:06 [berdehem] di Pondok Petir 43:07 Bu Yuti 43:08 di tanah di Madiun mah 43:09 ya kalau Bu Yuti ya 43:11 iya 43:11 Bu Yuti punya tanah di Madiun mau 43:13 diwakafkan 43:15 syarat pertama Bu itu harus sudah 43:19 bersertifikat. [tertawa] 43:20 Ini belum sertifikat. 43:21 Karena karena gini, Bu. 43:23 Karena 43:23 betul 43:24 itu kantor urusan agama tidak mau 43:27 menerima wakaf, tidak mau memproses 43:31 tanah yang belum bersertifikat. 43:34 Sertifikat itu kan menjadi bukti 43:36 kepemilikan yang sah. 43:38 Betul. 43:38 Nah, kalau memang sudah, maka kalau 43:42 Rasil mampu mengolahnya di Madiun, 43:45 iya. Maka Rasil mengatakan kita mau 43:47 menerima. 43:49 Tapi kalau kita pikir tidak bisa 43:51 mengolahnya di Madiun karena jauh gitu 43:53 ya, 43:54 maka kita akan cari mitra kita di Madiun 43:57 ini ada tanah yang bis yang akan 44:00 diwakafkan bisa enggak dimanfaatkan. 44:02 Kita akan hubungkan ke ee pihak yang 44:07 dekat dengan tanah itu sendiri dan mampu 44:09 mengolahnya. 44:10 Bukan berarti kita enggak bisa mengolah 44:12 yang jauh, Bu. Bisa. Tetapi tentu dengan 44:15 persiapan yang tidak sesederhana kalau 44:17 kita ada di situ gitu. 44:18 Betul. 44:19 Nah, gambarannya gitu, Mas Krisna. 44:21 Jadi harus sertifikat dulu ya. 44:22 Harus sertifikat ya. 44:24 Dan itu prosesnya di Kantor Urusan 44:27 Agama. 44:28 Pak Sabud e Pak Siabudin mau tanya kalau 44:31 Ponsre itu yang Bapak ee Syiabudin ada 44:34 ceritakan apakah bisa tumbuh di di 44:36 tempat lain misal di Karawang atau di 44:38 daerah-daerah tandus? 44:40 Insyaallah sereh wangi 44:43 e tumbuhan yang mudah tumbuh di manaun. 44:46 Malah kita sudah pernah uji coba 44:49 penanaman di tanah ee apa namanya? Di 44:53 Kalimantan Selatan. 44:54 Reklamasi. 44:55 Ee tanah bekas reklamasi. 44:57 Oh. 44:58 Ee habis hasil tambang tumbuhnya juga 45:00 bagus tuh. 45:02 Oke, Bu. Baik. Makasih. 45:04 Iya. Ya, sepertinya 45:06 pertanyaan sudah dijawab semuanya. Pak 45:09 Spril bisa diberi kesimpulan 45:11 pajaran kita hari ini? 45:12 Baik. Ee diskusi kita pada hari ini ada 45:15 dua topik tapi intinya adalah bagaimana 45:19 mendorong wakaf menjadi bagian dari 45:22 pengembangan ekonomi umat. 45:24 Ee para pendengar pemirsa, kita ingin di 45:27 Indonesia [berdehem] potensi wakaf yang 45:30 sangat besar ini mampu 45:33 bermanfaat 45:35 meningkatkan 45:37 ekonomi umat ya, menanggulangi 45:39 kemiskinan dan seterusnya. Nah, tetapi 45:43 kita juga ingin memanfaatkan 45:46 peluang bagi orang-orang tua kita yang 45:50 sudah tidak kembali kepada Allah. 45:54 ee melalui wakaf 45:57 dari keluarganya ya. Ada satu surah di 46:01 Almunafiqun ayat 10 kalau enggak salah 46:03 Mas Krisna itu orang yang sudah 46:06 meninggal Pak Syabuddin 46:08 dia hanya minta kepada Allah ya Allah 46:09 tolong kembalikan aku sebentar saja 46:12 untuk bersedekah 46:13 hanya untuk berikrar aku ikrarkan 46:16 hartaku ini untuk jariah hanya itu gitu 46:21 tapi Allah bilang enggak bisa kan sudah 46:23 dikasih waktu dulu [tertawa] waktu masih 46:25 hidup gitu. Nah, jadi pendengar pemirsa 46:29 mumpung Allah kasih kita kesempatan 46:31 terutama bagi Bapak Ibu yang punya 46:33 rezeki. Allah sudah berjanji uang yang 46:36 digunakan untuk amal jariah tidak akan 46:39 pernah berkurang tapi akan bertambah. 46:41 Insyaallah 46:41 Allah jamin itu. 46:43 Iya. 46:43 Tadi sudah kasih gambaran ya Albaqarah 46:46 261 itu diganti 700. Karena itu pemirsa, 46:51 silakan berniat untuk berwakaf 46:55 baik untuk diri Bapak Ibu sendiri maupun 46:59 atas nama orang-orang tua kita yang 47:01 telah kembali kepada Allah. Kemudian 47:04 ikrarkan wakaf itu untuk apa. Kalau 47:07 nanti sudah terkumpul di dikirim ke 47:10 Rasil, insyaallah kita akan amanah 47:13 menggunakannya sesuai dan peruntukan. 47:15 Iya. Nah, salah satu yang berpotensi 47:17 adalah kita bisa gunakan untuk 47:22 sektor ee ee sektor pertanian dalam 47:27 konteks ini di antaranya adalah minyak 47:29 siri ya. Jadi kita akan gunakan 47:33 dana wakaf itu untuk kegiatan produktif 47:35 sehingga bisa memberi manfaat. 47:37 Berniatlah Bapak Ibu sekalian. Kemudian 47:41 niat itu realisasikan 47:44 ya, kirim dana wakaf untuk diri Bapak 47:49 Ibu sendiri maupun untuk diri 47:51 orang-orang yang Bapak Ibu cintai, 47:54 khususnya orang tua kita yang telah 47:56 kembali kepada Allah. Kemudian kirim ke 48:01 Bank SAR Indonesia nomor rekeningnya 48:04 222 48:07 ya. Jadi duanya 4 kali 48:09 3307 48:10 atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim. 48:13 Kalau niat sudah ada, kemudian dengan 48:16 keikhlasan 48:18 kemudian berwakaf, 48:21 itu bagian dari refleksi anak saleh yang 48:24 mendoakan. 48:26 Sekaligus juga sebagai amal jariah 48:30 dari orang yang sudah meninggal. itu 48:34 gambarannya seperti itu pagi ini, Mas 48:36 Krishna. Mudah-mudahan bisa mendorong 48:41 pendengar pemirsa untuk berwakaf ya. 48:45 Baik, terima kasih Pak Safril. Dari Pak 48:47 Syabudin ada yang ingin sampaikan? 48:49 Ee saya kira saya cukup karena memang 48:54 untuk khusus mengenai wakaf ini tetap 48:58 harus masuknya ke Rasil sebagai ee 49:03 lembaga wakaf. 49:04 Lembaga wakafnya. 49:05 Kalau lembaga lain boleh juga, Pak. Tapi 49:07 kalau konteks kita kalau pendengar hasil 49:10 silakan kirim ke Lembaga Wakaf 49:12 Silaturahim yang merupakan bagian dari 49:15 Yayasan Wakaf Rumah Quran Silaturahim. 49:18 Oke. Baik. Eh, pendengar e wakaf adalah 49:23 amal jariah yang pahalanya terus 49:25 mengalir. Terima kasih, Pak Safril, Pak 49:28 Siabudin, terima kasih atas 49:29 penjelasannya. 49:30 Terima kasih Pak 49:30 dan Bu Raiti juga yang di belakang sudah 49:33 hadir ke Rasil juga ya. Saya Muhammad 49:36 Krishna, kemudian Oni Saputra dan Mas 49:39 Algi mohon pamit. Wabillahi taufik 49:41 walhidayah. Wasalamualaikum 49:42 warahmatullahi wabarakatuh. 49:44 Waalaikumsalam.