Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 [musik] 0:16 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:20 warahmatullahi wabarakatuh. 0:22 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:24 ini hari Kamis tanggal 24 Robi Akhir 0:28 1447 Hijriah. atau tanggal 16 Oktober 0:33 2025 0:35 acara ruang kesehatan. Acara ini 0:37 biasanya dibawakan oleh Mbak Nuning. 0:38 Mbak Nuning hari ini enggak bisa datang 0:40 ke ke Malaysia apa ke mana 0:43 apa ke Jogja. Pokoknya inilah dia. Izin 0:46 izin enggak enggak siaran. Oke, Mas Noni 0:49 mudah-mudahan sehat ya. Anda juga semua 0:50 mudah-mudahan sehat. Ini adalah ruang 0:52 kesehatan kami menghadirkan. Masyaallah. 0:54 Ini dokter Untung Suso Sutarjo, MKes. 0:59 Beliau adalah dulu bekas sekjen Kemakes 1:03 ke Kementerian Kesehatan bekas Sekjen 1:05 loh. Masyaallah. Menyempatkan diri 1:07 datang ke sini pada hari ini harus ke 1:09 Jogja nih. [tertawa] Terima kasih, Dok. 1:11 Asalamualaikum, Dok. 1:13 Waalaikumsalam. 1:13 Aduh, senang sekali nih kita kehadiran 1:16 dokter untuk acara ruang kesehatan. Kita 1:18 akan mengambil tema ee di seputar 1:21 kesehatan jiwa deh. Ee apa tadi 1:24 judulnya? 1:25 Gangguan jiwa di sekitar kita. 1:26 Oh, gangguan jiwa di sekitar kita. 1:28 Jangan-jangan saya kena jagoan jiwa juga 1:30 nih. [tertawa] 1:33 Oke. Dulu alumni Kanisius nih angkatan 1:36 77. Terus di UI. UI itu masuk 78 keluar 1:40 84 langsung jadi dokter. Terus bertugas 1:43 di ee apa kesehatan deperian kesehatan. 1:47 Enggak. Saya di Kalbar, Pak. 6 tahun. 1:48 Oh, di Kalbar. 1:49 Iya. 1:50 Oh, 1:51 kita harus ke daerah jadi 1:53 di Kalbar. Halo, Kalbar. 1:55 Sampai kan nih Ras kabar ya? YouTube. 1:58 YouTube. Oke, silakan L di ee silakan. 2:03 Baik. Baik. Ee saya mengambil topik ini 2:05 karena saya rasa ini banyak yang enggak 2:08 begitu paham ya, bahwa 2:11 gangguan jiwa itu rupanya di antara kita 2:13 banyak gitu loh ya. yang kita kenal nih 2:16 sekarang cuman ODGJ atau orang dengan 2:18 gangguan jiwa berat ya. Jadi 2:20 apa namanya ee kita tahu orang di pas 2:26 bicara sendiri jalan-jalan enggak pakai 2:28 baju, enggak pernah mandi ya gitu ya. 2:30 Itu 2:30 itu Heeh. 2:32 Nah itu kita anggap karena sekarang 2:34 tidak ada lagi wah kita sudah bebas nih 2:37 gitu kan. Padahal sih bukan sekarang ya 2:38 karena programnya sudah mulai tambah 2:41 bagus. Yang seperti yang itu bisa 2:43 ditangani karena kelihatan. Tapi yang 2:45 enggak kelihatan ini yang banyak gitu 2:46 loh. Jadi kita mesti sadari bahwa ee 2:50 gangguan jiwa itu banyak. Kalau menurut 2:53 Kemenkes itu gangguan jiwa itu dapat 2:55 berupa sindrom atau pola perilaku yang 2:59 menyebabkan penderita atau distres ya 3:01 dan hambatan dalam fungsi sosial, 3:03 pekerjaan dan aktivitas pribadi. Jadi 3:05 kalau kita mulai terganggu dengan hidup 3:08 kita dengan karena aduh cemas atau stres 3:13 atau apa, nah itu berarti kita sudah 3:15 sudah kena gangguan jiwa dan itu ee 3:19 masalahnya bisa diobatin. Nah, 3:20 masalahnya kadang-kadang kita anggap ah 3:23 udah dah ini udah bukan apa-apa mungkin 3:26 karena saya biasalah stres biasa gitu 3:28 tapi sebetulnya lebih baik dari dini 3:30 kita sudah tahu kita diatasi. 3:33 Nah, untuk kita lihat angkanya aja ya 3:36 sekarang itu berdasarkan satu survei di 3:38 Indonesia tuh 20% dari penduduk kita 250 3:42 juta itu itu mengalami gangguan jiwa 3:45 dan itu tidak terobati. Maksudnya dia 3:47 tidak enggak tahu bahwa bisa diobati ya. 3:50 Jadi mereka nganggap orang kali ee mesti 3:53 ngomong sendiri baru orang gila gitu 3:55 atau dibilang gangguan jiwa ya. Nah, 3:57 sekarang enggak sebetulnya perasaannya 3:59 aja terganggu, susah kerja, susah tidur 4:02 itu udah gangguan jiwa juga ya. 4:05 Ee belum lagi ee banyak sih sebetulnya 4:09 yang kita bisa masukkan ya seperti ada 4:13 gangguan bipolar, cepat marah, cepat 4:15 gembira gitu ya. Sofren yang dan ada 4:17 yang paranoid yang curiga melulu gitu 4:20 ya. Ada gangguan makan ya. Ee PTSD itu 4:24 kalau dia trauma postrauma syndrome tuh 4:26 jadi dia ada trauma kecelakaan terus. 4:30 Ada kan orang yang habis kecelakaan 4:31 terus enggak bisa ngapa-ngapain. Nah itu 4:32 sebenarnya gangguan jiwa dia. 4:34 Autism juga gangguan jiwa ya. Jadi cukup 4:37 luas ee penyakit ini. Cuman orang jarang 4:41 disadari ya. Selain itu kita juga mesti 4:44 sadar bahwa yang ada yang jelek-jelek 4:46 juga gitu. Kayak angka bunuh diri kita 4:48 tuh cukup tinggi sekarang. Walaupun ee 4:51 dibandingin ASEAN kita rendah, tapi 4:54 makin tahun makin meningkat. Itu juga 4:56 gangguan jiwa yang perlu diperhatikan. 4:58 Dan sekarang kita juga ee 5:01 mengajak orang-orang untuk supaya kalau 5:05 gangguan jiwa tuh ya kalau dia ada 5:07 keinginan untuk bunuh diri kita harus 5:09 cepat diawi sejadi ini karena dia akan 5:12 mencoba terus kan 5:14 kira-kira 28% tuh akan mencoba terus 5:16 untuk bunuh diri sampai dia berhasil. 5:18 Nah itu jangan sampai dia berhasil kita 5:20 mesti usahakan. Nah, itu harus ee 5:23 obatnya sederhana sebetulnya tinggal 5:25 curhat aja. Kalau dia curhat terus dia 5:28 tah 5:28 curhatnya ke mana tu? 5:29 Nah, itu bisa ke 5:32 dokter spesialis jiwa 5:35 atau dia bisa curhat ke mana aja sih 5:37 sebetulnya ke temannya juga bisa asal 5:39 temannya bisa terlatih tahu bahwa ini 5:41 cuman mendengarkan aja kita mendengarkan 5:43 keluhan dia. Nanti kalau dia keinginan 5:46 lagi untuk bunuh diri baru kita lapor ke 5:49 apa namanya? dokter jiwa ya. Jadi kalau 5:51 dia masih cuman aduh saya sudah bosan 5:53 hiduplah apa gitu-gitu nanti kita bisa 5:55 kasih nasehat segala gitu ya. Ee 5:58 sebaiknya sih memang ada yang terlatih 6:00 ya. Cuman ee sekarang sih banyak ada 6:02 terapis-terapis yang sudah terlatih 6:04 untuk ke arah sana sih sebetulnya itu 6:07 tapi masih ee terus meningkat loh 6:09 sekarang. Dan kadang-kadang angka ini 6:12 nih bukan angka yang sebenar. yang 6:14 sebenarnya lebih besar. Karena misalnya 6:16 gini, ada orang ee meninggal karena 6:19 bunuh diri ya, tapi dia dirawat di rumah 6:21 sakit. Nah, rumah sakitnya enggak boleh 6:24 tulis bunuh diri. Dia takut nanti BPJS 6:26 enggak bayar tuh. Jadi dia 6:28 bilang keracunanlah, apalah gitu. Jadi, 6:30 jadi sebetulnya angkanya lebih tinggi ee 6:33 dari yang sekarang ini yang dilaporkan. 6:35 yang dilapor kebanyakan dari polisi ya, 6:37 yang kelihatan dia gantung diri atau 6:39 apa. Kalau yang makan apa obat serangga 6:42 apa anti serangga itu jarang dimasukkan 6:45 gitu ya. 6:47 Ada juga ee sakit jiwa gini apa tidak 6:51 bisa ana ketawa Dok padahal ini pada 6:55 situasi yang serius dia ketawa itu ada 6:57 peserta semacam 7:00 lomyanyi apaid 7:02 Idol tuh yang dari Mesir tuh 7:04 kan di dia mau nyanyi ketawa mau nyanyi 7:07 ketawa lagi. Itu gangguan apa? Jadi dia 7:11 ketawa bukan karena sesuatu lucu atau 7:13 ketawa aja itu gangguan jiwa juga dong 7:14 ya. Ya, mungkin juga kan. Tap mesti 7:16 dicari kenapa dia ketawa terus [tertawa] 7:17 ya. 7:19 Karena memang penyebabnya apa ya mungkin 7:21 dia merasa bahwa dengan ketawa itu dia 7:25 terhibur kan. Dia terhibur atau 7:27 bukan justru di dalam dirinya ingin stok 7:30 enggak mau ketawa karena nih suasananya 7:31 enggak memungkinkan. 7:33 Tapi enggak tahan ketawa aja. 7:35 Maunya sih enggak ketawa. Orang-orang 7:36 enggak ada yang lucu. [tertawa] Takutnya 7:38 kan nanti tersinggung orang yang lain. 7:40 Iya. 7:40 Iya. Nanti itu berti ada penyakitnya itu 7:43 nanti di di diselidik 7:44 itu mesti pesiar itu ya. 7:46 He. 7:47 Oke. Silakan Anda kalau mau bertanya di 7:50 seputar gangguan jiwa. Ternyata banyak 7:52 sekali gangguan jiwa. Termasuk tadi 7:53 disebutkan susah tidur juga itu termasuk 7:56 gangguan jiwa. Ini saya juga termasuk 7:57 orang yang susah tidur. [tertawa] 7:59 Gantung ngantuk gampang tapi tidur 8:01 susah. 8:01 Tidur susah. 8:02 Silakan kami tunggu e pertanyaan di 8:04 0811999 8:08 720. 8:11 Asalamualaikum. Ee dokter Untung, Dok. 8:14 Ee teman saya itu mudah tersinggung. Ada 8:18 dia. Kalau lagi kumpul-kumpul ada orang 8:20 lain, kelompok lain kumpul dia enggak 8:23 padahal enggak ngomongin dia. 8:24 Seolah-olah si kelompok itu sedang 8:28 membicarakan dia. Itu bagaimana 8:30 ngatasin, Dok? 8:31 Iya. Ya, itu namanya dia curiga sekali 8:34 ya. Heeh. paranoid kalau kita bilang 8:36 berarti ya dia mesti di ada obatnya 8:39 untuk menurunkan supaya dia jangan 8:41 terlalu ee curiga. Ee kemudian ee mesti 8:46 diajak ee dijelaskan bahwa memang ee 8:50 enggak semua orang seperti itu gitu ya. 8:53 maksudnya curiga terhadap dia ya. Dia 8:55 terlalu besar 8:56 itu bisa dihilangkan kok itu. Ya 8:59 memang perlu pengobatan yang cukup lama 9:01 ya. Dan biasanya itu orangnya 9:04 pintar-pintar semua tuh kalau paranoid 9:05 ya. 9:06 Oh gitu. 9:06 Oh iya memang ee brilan-riliian karena 9:10 dia merasa bahwa enggak tahu ya mungkin 9:14 ee orang lain mau bicarakan dia atau 9:17 orang lain mau ambil barang dia atau apa 9:19 gitu ya. 9:20 Hm. Hm. 9:20 Tapi biasanya mereka ee jenis-jenis 9:24 orang-orang paranoid ya. 9:26 Hm. 9:27 Jadi kita suka salah sangka nih bukan 9:29 [tertawa] 9:31 jiwa. 9:32 Oke. Asalamualaikum dokter. Untung Dok. 9:34 E saya mencoba bersabar-sabar. Kadang 9:37 saya tergangkanggu sama tetangga dengan 9:38 suara radio dan lain-lain. 9:41 Saya tetap bersabar tapi saya terganggu, 9:44 Dok, dengan kesabaran nih. Orang kok 9:46 enggak stop-stop? Padahal saya sudah 9:47 kasih tahu kek aja ada yang parkir mobil 9:49 sembarangan itu bagaimana dong 9:53 marah. 9:53 Oh itu kalau itu sih biasa ya menut 9:57 [tertawa] saya masih normal lah. Kalau 9:59 emang kita terima gangguan ya pastinya 10:01 kita agak tersinggung atau ee marah ya 10:05 saya rasa itu normal. Tapi kalau kita 10:07 marah tanpa alasan yang jelas atau ee 10:12 kayak misalnya gini ya, ada kejadian nih 10:15 teman saya pagi-pagi 10:17 ee diketok pintunya sama ibu-ibu bilang 10:20 dia dia langsung bilang, "Suami saya 10:22 mana?" Dia tadi malam ke sini, "Ibu, 10:25 saya kenal ibu aja tidak?" Dia bilang, 10:27 [tertawa] 10:28 "Mana saya tahu suami ibu saya." "Ya, 10:30 pokoknya harus tahu." Dia bilang, 10:31 "Soalnya suami saya ke sini." Oh, ibu 10:33 lihat suaminya ke sini. Saya tahu dia ke 10:35 sini nih. Ribut. Pokoknya dia berusaha 10:37 [tertawa] marah terus, habis itu ibunya 10:38 pergi lari. Saya lapor polisi, dia 10:40 bilang dia ketakutan. Jadi dia keluar 10:43 nemenin ibunya supaya mau tahu siapa 10:45 gitu. Rupanya ada orang datang, "Pak, 10:47 sabar aja, Pak. Dia lagi ke kumat 10:51 dia curiga banget katanya sangkain 10:53 suaminya ada di situ." Jadi ya itu yang 10:56 parah, ya. 10:57 Jadi dia menganggap bahwa suaminya ada 10:59 di situ. Padahal kenalannya tidak gitu. 11:02 [tertawa] 11:02 H suka dibilang R2. Rada-rada 11:07 R2. 11:08 Iya. Dia baru sadar, "Oh, ini berarti 11:09 ada orang." 11:10 Nah, ini kayak gini kan kalau diobatin 11:12 sebetulnya masih bisa ya. Tapi supaya 11:14 hilang rasa cemasnya dan rasa ininya apa 11:18 ee curiganya ya. 11:20 Nah, ini ada orang ya dia sudah punya 11:22 suami, Dok. Tapi dia senang sama 11:24 laki-laki lain. Tapi dia ini gangguan 11:27 udah enggak udah enggak reak 11:29 normal 11:30 enggak normal gitu ya. Dia bahkan 11:32 suaminya sudah tahu jadi udah enggak 11:34 cemburu lagi. 11:35 H 11:36 udah dibilang kamu tuh ini halo tuh kamu 11:39 halo 11:40 sudah dikasih tahu tapi dia tekekek aja 11:42 cinta sama kepada suami orang itu gimana 11:45 Dok? Oh, itu ya itu ada kejadian seperti 11:48 itu. Iya. 11:51 Dia cinta atau memang dia suka sama 11:52 laki-laki? 11:53 Suka. Suka. Suka sama laki-laki 11:55 tersebut. 11:56 Oh, sama orang itu. Tapi ya berarti kan 12:00 laki-laki dan 12:01 enggak enggak semua cuman satu aja. 12:03 Kalau itu ya lain itu ya. Berarti itu 12:05 fans ya. He. 12:06 Tapi kalau dia berlebihan terus 12:09 mengganggu fungsinya dia sebagai ibu 12:12 rumah tangga atau sebagai itu ya itu ada 12:15 berarti ada ada gangguan jiwa ya. 12:16 Pokoknya sampai menggangguah. Jadi 12:19 suaminya merasa bahwa ini saya terganggu 12:21 ee dia kok diajak bicara enggak enggak 12:24 bisa atau 12:25 ee konsentrasinya enggak di situ. 12:26 Pemusatan ee enggak fokus ininya ya 12:29 pemikirannya ya. Itu pasti 12:31 gangguan jiwa 12:32 itu bisa disemuhkan. 12:33 Bisa sih, cuman saya enggak tahu. Saya 12:35 kan bukan ahli jiwa ya, nanti pasti ada 12:38 caranya lah untuk menyembuhkan itu ya. 12:40 Kenapa dia jatuh cinta sama apa namanya 12:43 terlalu senang dengan 12:45 orang tersebut ya? Apa memang kok 12:48 suaminya diacuin ya berarti. [tertawa] 12:53 Oke, 12:56 Dok. Ee anak saya terlalu pendiam, 13:00 enggak ada ngomongnya. 13:03 Intropet 13:05 intropet. Heeh. Itu bagaimana, Dok? 13:08 Apakah bisa disembuhkan dari Ibu Retno? 13:11 Oh, iya. 13:12 Waduh, ini pertanyaan susah nih. 13:15 Introvert memang itu ee perilaku ya. 13:18 Tapi ya memang kalau mengganggu ya iya. 13:20 Tapi kalau tidak mengganggu kan enggak 13:22 apa-apa sih ya. ee dia mungkin malu ya 13:28 untuk berkomunikasi dengan orang lain 13:30 atau dia merasa bahwa dirinya nyaman 13:34 sendiri. Tapi ee menurut saya sih bisa 13:37 aja dia coba diajak ke psikolog gitu ya. 13:40 dilihat jadi bukan psikiater nih kalau 13:42 ini psikolog ya masih ee mungkin dilihat 13:45 bagaimana dia berhubungan dengan orang 13:47 lain bagaimana dia ber bermasyarakat 13:51 sehingga dia bisa berkomunikasi ya itu 13:53 bisa saya rasa bisa di diperbaik ya 13:56 memang perlu waktu sih tapi bisalah 13:58 ya kalau intervert itu kan memang sifat 14:01 dasar ya orangnya jadi memang 14:03 oke dari Ibu Iin dokter untung saya 14:06 punya teman suaminya tuh baik 14:09 kadang-kadang Tapi kadang-kadang marah 14:11 yang enggak ya enggak kejuntrungan gitu. 14:13 Itu 14:14 itu apakah itu bipolar dan apakah itu 14:16 iya 14:17 bagaimana dia mengatasinya dari Ibu Yin 14:20 ya bipolar itu kayak gitu jadi tiba-tiba 14:22 bisa marahnya luar biasa terus habis itu 14:24 baik luar biasa gitu ya. Nah ee bisa 14:29 pakai obat ya. Saya terus terang waktu 14:33 saya sering ikut 14:36 conference di luar negeri gitu, itu 14:39 sebelah-sebelah saya itu mereka ngaku 14:40 I'm bipolar. Dia bilang gitu. Jadi dia 14:43 tenang-tenang aja dia makan obat. Saya 14:44 bilang kalau kamu 14:45 Oh ada obatnya. 14:46 Ada obatnya. Jadi untuk nenanginnya 14:47 untuk tidurnya supaya dia 14:49 diminumnya ketika kambuh. Ketika dia 14:51 ya dia makan terus ya. Obatnya banyak. 14:54 Oh 14:54 ee iya untuk penenang untuk supaya bisa 14:57 tidur. Umumnya sih untuk supaya bisa 14:59 tidur sih ya. Ee jadi dia apa namanya 15:02 bisa istirahat baik terus tinggal impuls 15:04 untuk marahnya dan untuk sedihnya tuh 15:07 berkurang gitu ya. Jadi ee saya juga 15:10 kaget mereka ngaku gitu tapi rupanya 15:13 kalau di luar negeri sih biasa gitu ya 15:14 mereka 15:15 mereka bilang I'm bipolar gitu biasa 15:17 kalau di kita 15:18 penyebabnya apa, Dok? penyebabnya 15:19 ya itu kita enggak tahu itu kan jiwa ya 15:22 di dalam kita ya apakah itu 15:26 ee inherit jadi dari kecil memang begitu 15:29 kita juga enggak tahu ya atau ya bisa 15:33 gitu kita enggak begitu tahu kenapa ya. 15:36 Oke, silakan yang mau bertanya selain 15:38 tadi Bu Yin dan Bu Rno dan siapa lagi 15:40 tadi itu hamba Allah ya. Silakan yang 15:41 mau bertanya di ruang kesehatan ini 15:44 bersama Dr. Untung Suseno Sutarjo. Ee 15:49 temanya di seputar kesehatan jiwa. 15:52 Ternyata soal kesehatan jiwa itu ada di 15:54 sekitar kita termasuk enggak bisa tidur 15:57 itu juga termasuk gangguan kejiwaan juga 15:59 tuh. Ee 16:01 mungkin saya sampaikan juga ya sekarang 16:03 kalau ditinggal di DKI itu agak lumayan 16:06 ya. Di Puskesmas tuh ada psikologo. Jadi 16:09 kalau ada yang kayak gitu-gitu bisa 16:11 ke 16:11 ke Puskesmas. Oh 16:13 kalau di luar 16:15 Jakarta tuh paling di Jogja ada ya? 16:18 Eh itu hah 16:19 Jabot Tabek. 16:20 Jabot Tabek. Saya enggak yakin deh. 16:23 Setahu saya yang saya survei baru 16:25 Jakarta ya. Seluruh puskesmas punya yang 16:28 namanya psikolog klinik. Jadi dia memang 16:32 ee ya bisa mendiagnosis ke arah sana. 16:34 Kalau emang dia enggak bisa tangani, dia 16:36 kirim ke dokter jiwa gitu ya. 16:38 Diulah ada Mbak Tiwin tuh, Pak. Mbak 16:40 Tiwin Herman dia punya klinik yang 16:43 punya telepon online. Jadi orang yang 16:45 mau bunuh diri. Saya cerita ke dia 16:48 cerita dia mau bunuh diri ceritanya. 16:49 Tapi 16:50 itu enggak boleh dilarang didengar 16:52 dengerin aja gitu. 16:53 Iya. 16:53 Heeh. 16:53 Iya. Dia dengerin curhat emang 16:55 curhatnya 16:56 waktu ee hari ke ee bunuh diri ke 17:01 internasional ya itu dulu waktu kemarin 17:03 saya lupa tanggal 10 September ya kalau 17:05 enggak salah 17:07 hari pencegahan bunuh diri sedunia itu 17:09 10 September yang lalu. 17:10 He 17:11 bukan yang tahun ini. Yang tahun lalu 17:12 itu kalau enggak salah temanya tuh 17:15 curhat yuk gitu. Jadi 17:18 diajak supaya kita tuh sering bicara 17:20 dengan orang-orang yang kita duga ee 17:22 punya tendensi untuk bunuh diri ya. 17:25 Karena itu kan tetanum ya. Dia berusaha 17:27 untuk bunuh diri ya. Caranya kita enggak 17:29 tahu. Tapi 17:30 pokoknya usaha itu dia akan terusmenerus 17:32 akan mencobanya. Nah, itu yang kita coba 17:34 cegah gitu. Kenapa sih kamu mau bunuh 17:36 diri? Kenapa? Apa enggak ada yang jalan 17:39 lain yang lebih baik gitu daripada ke 17:41 arah sana. 17:42 Dan banyak yang berhasil sih 17:44 gitu ya. 17:46 dari Doni mau tanya kenapa Jepang yang 17:48 negaranya tertib modern kok banyak bunuh 17:52 dirinya? Ee kenapa demikian? 17:54 E kenapa 17:55 ya di Jepang itu kan ee sudah tertanam 17:59 harak kiri ya. Kalau dia gagal berarti 18:01 dia harus 18:02 bunuh diri kan sebetulnya itu 18:04 ya sifat satrianya yang luar biasa ya. 18:06 Jadi mereka 18:08 ee kalau salah mengakui salah. Kalau dia 18:10 benar ya dia benar juga gitu dia. Cuman 18:13 dia tuh ee berani mengorbankan dirinya 18:16 untuk karena kalau tidak berhasil ya. 18:18 Nah di Jepang itu kan enggak mudah 18:20 hidupnya ya. Persaingannya kuat sekali. 18:23 Jadi 18:24 ee memang di sana angkanya tinggi sekali 18:27 dan mereka kalau bunuh diri enggak 18:28 cerita-cerita. Dia orangnya ya mungkin 18:31 lebih banyak introvertnya daripada 18:33 [tertawa] 18:35 diam gitu enggak mau cerita ya. Jadi 18:37 sehingga ee tahu-tahu sudah gantung diri 18:41 atau dia sobek perutnya atau apa dengan 18:44 samurai 18:45 seperti itu ya. 18:46 Tapi kalau kita lihat sekarang di ASEAN 18:48 yang tinggi Singapura loh. 18:50 Aneh tuh. 18:50 Sing kenapa? 18:51 Kenapa? Ya karena itu karena Singapura 18:53 nih sudah mulai jadi ya metropolitan 18:56 yang benar ya. Maksud saya sudah 18:57 persaingannya sudah luar biasa ya. Jadi 18:59 kalau kita enggak bisa ee kalau di sana 19:02 bekerja kan orang berniat untuk jadi 19:04 orang kaya. Nah, nanti kalau enggak 19:05 berhasil ya dia akan coba bunuh dirilah 19:09 ya. Enggak sanggup dia hidup di situ. 19:11 H 19:11 Jepang ya sebetulnya gitu kan. Mereka 19:13 punya target semua anak-anaknya itu 19:15 dikasih tahu target kamu dalam hidup apa 19:17 gitu. Nah dia ingin mencapai target itu. 19:19 H ketika tidak tercapai 19:20 tidak capai ya udah dia bunuh diri dia 19:23 bilang ngapain saya hidup dia bilang 19:24 gitu. Jadi 19:26 dokter untung ada teman saya takut pada 19:29 keramaian. Kalau keramaian dia 19:33 gugup mukanya. Itu kenapa, Dok? Dia 19:35 takut keramaian. 19:37 Iya, itu sama aja ya kayak ee 19:42 takut pada tikus atau takut pada 19:45 ketinggian ya fobia itu namanya ya. Jadi 19:48 dia fobia terhadap orang banyak itu 19:51 sekarang bisa disembuhkan. Saya tahu 19:52 banget. Jadi ada teman saya yang juga 19:56 mengalami semacam itu. Dia takut 19:58 terhadap ketinggian. Sekarang dia sudah 20:01 ee bisa naik ke gedung yang tinggi gitu. 20:03 Kalau enggak ya biasanya dia ee enggak 20:06 berani gitu ya. Dia enggak mau. Dia 20:07 selalu mainnya di bawah terus. Nah, 20:09 kalau dia ngantor di atas kan susah dia. 20:11 Jadi ya ee di gedung yang tinggi gitu 20:14 dia susah. Jadi dia berobat dan saya 20:16 tahu dia sudah sembuh sekarang. Gak bisa 20:18 itu ada terapinya Dok yang di kayak 20:21 semacam ditotok-totok [tertawa] betul. 20:24 Nah itu saya enggak tahu deh. Saya 20:25 tahunya pakai obat-obatan aja. 20:27 Oh, bisa ya. 20:28 Mungkin bisa terapi yang kayak gitu ya. 20:31 Kemudian dari Eyang Seralamualaikum 20:33 Dokter Untung. Ee semoga Dokter Untung 20:35 selalu dalam rahmatnya dan ridanya. Saya 20:38 suka sekali bicara menanggapi berita di 20:40 radio. Lantas suka bicara dengan kucing. 20:44 Apa saya ada gangguan jiwa dong? 20:45 [tertawa] 20:46 Saya enggak mau 20:48 pohon aja diajak bicara kok. [tertawa] 20:52 [terkesiap] 20:52 Ya, gimana itu kalau mengganggu hidup 20:55 enggak? [tertawa] 20:57 Kalau serius dianggap ngomong sama ini 20:59 ya itu ada gangguan jiwanya. Kalau 21:01 serius menganggap bahwa kucing itu bisa 21:02 menjawab ke kita. Tapi kalau cuman saya 21:05 juga punya kucing, kalau saya bicara 21:06 sama kucing saya enggak enggak [tertawa] 21:09 enggak bukan gangguan jiwa ya. Kalau 21:11 masih biasa-biasa aja ya misalnya pus 21:14 pinggir pinggir pinggir gitu kan. 21:15 [tertawa] 21:17 Tapi kalau kita curhatan sama kucing ya 21:19 itu pasti ada [tertawa] 21:20 ada kucing yang ditakut-takut sama yang 21:23 punyanya. Seolah-olah dia mau dijual 21:25 nih, dia telepon gitu, "Kenapa ya 21:28 kucingnya berasa [tertawa] gitu gelisah. 21:30 Wah, saya mau dijual ini." 21:32 Nah, itu. Wah, repot tuh. Kalau 21:34 [tertawa] 21:34 kucingnya lebih pintar dong. 21:36 Asalamualaikum dokter. Izin bertanya, 21:38 apakah ada hubungannya antara asam 21:41 lambung dengan gangguan jiwa? 21:43 Oh, ada. 21:43 Oh, ada ya. 21:44 Jadi, jadi kejiwaan itu bisa ke fisik 21:48 ya. Itu kan jiwa kan non fisik ya. 21:51 maksudnya bukan badan apa namanya 21:53 pemikiran kita, pikiran kita ya. Jadi 21:55 jiwa kita kan. Nah itu jiwa sama fisik 21:58 tuh bisa berhubungan namanya somato. 22:00 Jadi ee bisa tercemin situ. Biasanya 22:03 meang begitu ya orang kalau stres terus 22:06 lambungnya ee sakit ya apa 22:09 kembung apa segala itu itu memang salah 22:12 satu ya. Maka itu dikasihnya obat 22:13 penenang juga tuh. Obat untuk maah dan 22:16 lain-lain itu pasti dikasih obat 22:17 penenang juga ya untuk supaya tidak 22:20 stres ya. 22:21 Dok, teman saya punya penyakit dia beda 22:24 enggak sebut penyakitnya apa. 22:26 Dia enggak sembuh-sembuh. Dia kesal sama 22:28 penyakitnya gitu. 22:29 Hm. 22:31 Iya. 22:31 Dia marah-marah terhadap sakit yang dia 22:33 derita. Bukannya bagaimana mengirmiran, 22:35 tapi diaah marah-marah terhadap 22:37 penyakitnya sendiri. Itu gangguan jiwa 22:39 apa bukan, Dok? Dari Iwan. 22:41 Iya. Ya, Pak Iwan. Ya memang mungkin 22:46 saja ya kalau misalnya dia berlebihan 22:48 marahnya dan dia habis itu enggak mau 22:51 makan obat ee apa namanya? Tidak mau 22:54 ketemu dokter lagi. Nah, itu itu 22:57 gangguan menurut saya. Dia 22:58 marah terhadap kita sendiri. 22:59 Heeh. Dia pikir ini bukan enggak ada 23:03 usaha. Dia enggak mau ada usaha untuk 23:05 memperbaikinya. Itu itu repot ya. ini 23:07 sama dengan orang yang pengin kurus tuh 23:10 dia berusaha memuntahkan semua 23:12 makanannya itu hampir sama ya. Jadi 23:15 ee 23:16 kita mesti hati-hati dalam keadaan itu. 23:18 Jangan sampai dia sampai ke situ ya. 23:21 Biasanya ini terjadi memang untuk 23:22 penyakit-penyakit yang lama ya, diabetes 23:24 lah, hipertensiilah, apa mungkin stroke 23:28 ya biasanya stroke orang stroke juga ee 23:30 dia akan mengalami gangguan kejiwaan 23:33 juga sebetulnya ya dari bisa jalan 23:36 enggak bisa jalan kan terus dia kesal 23:37 gitu ya pastinya. 23:39 Nah, itu memang mesti dibangun. Jadi dia 23:41 bukan hanya fisioterapi tapi juga harus 23:44 ee menjalankan pengobatan dengan 23:45 kejiwaannya juga supaya dia juga 23:47 semangat untuk hidup gitu. 23:49 Oke, dari Ibu Tia di Sawangan Depok. 23:52 Asalamualaikum dokter Untung. Mohon maaf 23:54 mau tanya, apakah bundir itu bisa 23:56 menular? Karena belum ada 1 bulan dekat 23:59 rumah ada yang bundir tiga orang jarak 24:02 rumah tidak jauh bundir. 24:04 Oh, bundir itu memang ee gimana ya 24:09 menularnya sih bukan karena 24:11 dia satu rumah, tapi mungkin karena dia 24:13 mempunyai pemikiran yang sama ya. Jadi 24:16 ee 24:18 bisa memang 24:20 tapi memang jarang terjadi sih maksud 24:23 saya. Memang kalau biasanya yang mau 24:25 bundir itu kan dia menyendiri ya, dia 24:28 enggak ngajak-ngajak orang [tertawa] 24:30 ya itu ya. Tapi kalau menular sih 24:34 mungkin ee karena orang tuanya 24:37 mengajarkan kepada anaknya kurang kuat 24:40 gitu apa keimanannya dan lain-lainnya. 24:42 Jadi akhirnya seperti menular, tapi 24:45 bukan menular itu sebetulnya 24:46 proses ee belajar dari kehidupan yang 24:52 dia dapat dari orang lain itu gitu yang 24:55 jadi ee diturunkan secara keilmu ee apa 24:58 ya kayak 25:01 ee ilmu hidupnya lah ya. 25:03 H 25:03 jadi dia mempunyai persepsi yang beda 25:05 tentang hidup gitu aja ya. Jadi bukan 25:08 nular bukan menular kayak penyakit 25:11 menular itu bukan. Oke. Baik. Eh, Iwan e 25:15 dan akhwat masih di acara ruang 25:16 kesehatan bersama Dr. Untung Suseno 25:20 Sutaryo. Beliau dulu adalah Sekjen 25:23 Departemen Kementerian Kesehatan. 25:26 Oke, 25:29 Dokter. Ee dari siapa nih? Dari Rudi, 25:32 Dok. Teman saya hobinya mentraktir 25:35 teman-temannya. 25:35 Nah, itu bagus. 25:37 Tapi pada saat-saat dia ekonominya lagi 25:39 enggak bagus-bagus. Jadi dia lalu tidak 25:42 pernah tidak sanggup untuk secara 25:43 ekonomi dia tidak sanggup lagi 25:45 mentraktir tapi akibatnya dia enggak mau 25:47 dengan ketemu teman-temannya gitu. 25:49 Oh. 25:49 Apakah itu juga gangguan jiwa? 25:51 Iya. Kalau itu 25:52 jadi biasa akaktir t-ta ekonominya turun 25:55 dia enggak bisa akaktir lagi. Diaak dia 25:57 malu ketemu teman-temannya gitu. 25:59 Mungkin caranya ya gitu diajak bicara 26:01 ya. dia mesti diajak bahwa cari teman 26:05 tuh bukan hanya berdasarkan traktir gitu 26:07 kok. [tertawa] 26:08 Dia mungkin punya 26:11 apa ya visi itu bahwa kalau saya traktir 26:16 pasti teman saya banyak gitu. Nah, itu 26:18 yang mesti dirubah sih 26:19 ya pengertian-pengertian itu bisa ee 26:22 kalau dia konsultasi dengan psikolog tuh 26:25 bisa diperbaiki gitu ya. Dia bicara 26:28 banyak kenapa dia berpikiran seperti itu 26:30 kan enggak enggak harus ya 26:31 temannya mesti ngajak enggak usah 26:33 temannya [tertawa] masih ngerti juga 26:36 kalau kita sih suka-suka aja [tertawa] 26:39 ada yang banyak traktir. 26:41 Iya dia biasanya ekonominya di atas 26:44 tiba-tiba di bawah 26:45 di bawah susah 26:45 enggak nyaman gitu jadi dia 26:47 Heeh. Dia jadi stres itu sebenarnya. 26:49 Oke. Ini enggak disebutin namanya nih. 26:51 Asalamualaikum dokter Untung. Dokter 26:53 Untung mau tanya kalau orang pemarah 26:54 sedikit marah sedikit marah apa ini 26:57 gangguan jiwa juga, Dok? 26:58 Iya, tergantung marahnya. Marah kenapa 27:01 ya? Kalau marahnya karena ee suatu yang 27:05 kecil yang tidak bermakna gitu terus dia 27:08 marah ya itu baru gangguan. Tapi kalau 27:09 enggak sih ya biasalah orang marah 27:12 karena memang misalnya rumahnya kotor 27:15 terus-menerus disuruh bersihin enggak 27:16 bersihin ya 27:17 ya marahlah dia. Akhirnya terus-terusan 27:19 marah selama belum bersih ya. Tapi kalau 27:22 sudah bersih mungkin dia dia bisa jadi 27:24 tergantung saya susah kalau ini 27:26 menentukan gangguan jiwa atau enggak ya 27:28 tergantung pokoknya yang tadi 27:30 definisinya kalau dia mempengaruhi 27:32 hidupnya fungsinya dalam ini ya baru 27:35 kita sebut gangguan ya ada gangguannya. 27:38 Eh, Dok, suami e suami saya [tertawa] 27:42 enggak disebut namanya. Kalau nerima 27:44 telepon pas ada saya pasti dia pergi ke 27:47 tempat lain. [tertawa] 27:49 Itu kadang-kadang saya kesel itu kenapa 27:51 sih mesti pergi? E terus bisik-bisik e 27:54 saya boleh enggak saya curiga dan apakah 27:56 saya mendapat gangguan jiwa dong? 27:58 [tertawa] 28:00 Kalau itu curiganya boleh aja enggak? 28:03 Curiga itu biasanya dia ee yang 28:05 berlebihan ya. ee misalnya lagi ngobrol 28:08 ini diam-diam terus dia bilang, "Bapak 28:10 naksir saya ya. [tertawa] Itu kan susah 28:13 orang enggak jelas." Tapi baru pertama 28:15 kali sudah bilang sudah nanya gitu atau 28:18 Bapak mau ambil duit saya? Ya, padahal 28:20 kita baru bicara biasa aja. Nah, itu 28:22 baru baru ee curiga yang berlebihan gitu 28:25 ya. He. 28:26 Terus dia punya biasanya punya apa sih 28:29 namanya? Ee kayak skenario gitu bahwa 28:32 ini orang meninggalnya karena begini 28:34 begini begini gitu. ada sendiri 28:36 ceritanya. Padahal belum tentu benar ya. 28:39 Ee paranoid sekali ya. Tapi orang 28:43 paranoid biasanya pintar-pintar 28:44 pengalaman saya ya. Saya ketemu biasanya 28:46 mereka 28:47 orang paranut pada pintar-pintar ya. 28:48 Pada pintar-pintar mereka. Mereka s 28:49 pintarnya di bidang apa noh? 28:51 Hampir semua ya. Ada ada 28:55 dokter yang ada dokter yang pintar juga 28:58 dia memang menderita itu dia. Tapi dia 29:01 akhirnya berobat ya. Cuman ee dia pintar 29:04 dalam bidangnya gitu. dalam bidangnya 29:05 aja dia pintar ya karena untuk 29:09 memikirkan kecurigaan itu mungkin ya 29:11 saya juga mesti lihat lagi itu 29:13 memerlukan banyak olahan pikiran ya jadi 29:16 dia 29:17 luar biasa 29:19 oke dari Kun Dararto. Asalam 29:22 asalamualaikum Dr. Untung saya Kun Dok 29:24 saya sakit stroke 25 tahun saya stres 29:27 tidak dapat jodoh. Tolong Dok saya mau 29:28 jodoh. 29:29 Terima [tertawa] kasih. 29:31 Nah, itu 29:32 ini ya jodohnya ke dokter. 29:35 Iya ya. Insyaallah dapat jodoh cepatlah. 29:37 Saya juga bukan itu ya matchmaker ya. 29:40 Saya enggak bisa cari jodoh. Tapi memang 29:42 stroke itu ee membawa stres yang besar 29:45 emang dan dan kita mesti pikirkan bahwa 29:48 ee jadi bisa bolak-balik ya bisa 29:52 gangguan jiwa menyebabkan penyakit pada 29:55 ee dirinya. Jadi ee dia masuk ke 29:58 penyakit fisik. Tapi fisik juga bisa 30:00 menyebabkan ee gangguan jiwa gitu ya. 30:02 Salah satunya memang stroke tadi sudah 30:04 disampaikan atau sakit yang lama sekali 30:07 ya yang menyebabkan dia disabilitas atau 30:10 apa. Maka itu kita mesti ee memberikan 30:12 semangat yang yang besar. Semangat Pak, 30:15 jangan patah semangat gitu ya. 30:17 Hm. 30:19 Dokter untung teman saya selalu ngirim 30:21 foto anaknya, cucunya sering banget 30:24 setiap hari ke saya. [tertawa] 30:27 Apakah dia gangguan jiwa? 30:31 Ya mungkin ni [tertawa] masih 30:33 berbagi-bahagia lah ya. 30:35 Iya itu dia ingin menunjukkan 30:39 kebahagiaan dia ya. 30:40 He ingin berbagi kebahagiaan. Bagi Iya. 30:43 Membagi kebahagiaan. 30:44 H 30:45 e 30:46 saya juga suka ee masang foto. Saya lagi 30:50 olahraga. Saya senang olahraga. 30:51 [tertawa] 30:53 Olahraga apa, Dok? 30:54 Saya jalan kaki aja. Oh, jalan kaki. 30:57 Jadi kalau ke mana-mana saya foto lagi. 30:59 Jalan kaki nih. J jalan pagi. [tertawa] 31:04 Eh, 31:04 iya bikin orang iri aja sebetulnya. 31:06 [tertawa] 31:10 Waduh, macam-macamnya tentang gangguan 31:13 jika. Oke, masih di acara ruang 31:15 kesehatan bersama Dr. Untung Suseno 31:17 Sutarjo. 31:19 Eh, temanya di seputar gangguan jiwa. 31:21 Silakan bagi yang mau bertanya kami 31:23 tunggu di 0811999720. 31:28 Yang mau telepon juga boleh kami tunggu. 31:30 Silakan yang mau telepon. 31:37 Ee dokter ee teman saya tidak mau ke 31:42 dokter tapi maunya kalau dia sakit ke 31:44 alternatif. Apakah ini gangguan jiwa, 31:47 Dok? [tertawa] 31:50 Saya rasa sih enggak itu 31:51 enggak ya. 31:52 Itu emang dia kepercayaan dia ya. 31:56 Dia percaya bahwa alternatif lebih bagus 31:58 ya. 31:58 H 31:59 silakan aja. 32:01 Sebetulnya ada bedanya antara 32:03 konservatif dan ee alternatif ya. Kalau 32:06 alternatif itu kan berarti ee 32:10 terapinya tuh belum terbukti secara 32:13 ilmiah gitu aja. 32:15 hanya terbukti berdasarkan 32:17 apa ya ee ya orang menyatakan aja ini 32:21 sembuh nih kalau pakai ini gitu ya 32:22 dipijet ini bisa sembuh. Nah 32:25 ee pengakuan aja tapi bukan bukan hasil 32:28 penelitian itu aja sih bedanya. 32:30 Hm. 32:32 Oke. 32:37 Asalamualaikum, Dokter. Hm. 32:41 Bagaimana supaya anak saya 32:45 ee over tidak over aktif, suka 32:48 loncat-loncat apa-apa gampang nyerusakin 32:52 barang? Bagaimana menenangkannya, Dok? 32:56 Iya. Eh, 32:58 itu memang ada kelainan ya karena ee 33:02 perlu di itu bisa dibawa ke dokter anak 33:05 ada obatnya itu untuk nenangin anak 33:07 supaya jangan hiperaktif ya. Biasanya 33:08 juga 33:09 karena terlalu banyak makan gula dia 33:11 jadi sugar ras gitu. Sugar itu pasti 33:14 hiperaktif terap itu jadi mungkin nanti 33:16 dietnya juga dikurangi ya dilihat ee 33:19 penyebab utamanya untuk dia jadi 33:22 hiperaktif tuh apa gitu ya. 33:24 Mungkin juga ada yang karena makan obat 33:26 ya, terlalu banyak makan panadol atau 33:29 apa itu bisa juga menyebabkan. Tapi saya 33:30 enggak saya enggak bilang bahwa obat itu 33:33 ya, tapi ada yang disebabkan oleh obat 33:35 kayak gitu. Bisa juga obat lain yang ee 33:38 menyebabkan jadi hiperaktif anaknya gitu 33:41 ya. 33:41 He. 33:42 Nah, itu yang kita coba hindari aja 33:45 lihat mana yang menyebabkan dia 33:47 hiperaktif. 33:48 He. Dari siapa nih? Dari Maria. 33:52 Asalamualaikum, Dokter Untung. Ee 33:59 ee, Dok, kalau saya lagi 34:02 ingat lagi hati saya sakit, ingat 34:05 akhirnya nangis sendiri. Itu depresi 34:07 bukan, Dok? 34:10 Dari Maria. 34:11 Iya ya. Kalau sedih pasti depresi ya. 34:14 Kita depresi karena kita tertekan rasa 34:16 depresi. Maksudnya depresi apa nih? 34:18 gangguan jiwa 34:19 enggak disebut ya kalau gangguan jiwa 34:21 tuh depresinya 34:23 kita benar-benar terkan sampai enggak 34:24 mau makan, enggak bisa tidur, enggak 34:27 bisa Oh, banyak ya yang enggak bisa jadi 34:29 kita enggak bisa bergerak juga 34:31 mau mau bangun akhirnya cuman baring 34:33 aja. Nah, itu itu berat. Nah, itu bisa 34:36 itu mesti diobatin kalau menurut saya. 34:38 Kalau depresinya 34:40 dikit ya mungkin karena habis dimarahin 34:42 orang atau apa ya 34:44 atau depresi akhir bulan lah itu 34:46 [tertawa] tunggu sampai gajian 34:51 tengah bulan ya depresi tengah bulan tuh 34:53 bisa itu itu juga sering terjadi pada ee 34:56 tinggal ee kita tahu bagaimana 34:59 menangani. Jadi sebenarnya 35:01 cara mengobatinya itu kita tahu apa sih 35:04 yang mencetuskan timbulnya depresi ini 35:07 atau penyakit yang ini yang yang timbul 35:10 itu ya tadi fobia dan lain-lain dan 35:11 bagaimana kita mengatasinya nanti itu 35:14 ada pakai obat atau pakai ee curhat atau 35:19 pakai apa itu bisa ya. 35:21 Oke. Asalamualaikum Dok. Saya punya 35:23 teman itu kalau datang pasti bawa 35:25 problem-pobrol ini curhat terus apa 35:27 namanya istilahnya tuh di 35:29 orang yang suka curhat 35:31 bukan seorang curhat saya pegal loh 35:34 kapakah dia punya gangguan jiwa 35:36 senangnya curhat 35:38 oh senangnya curhat ya bagus berarti dia 35:41 dia berarti percaya sama si yang 35:43 dicurhatin 35:44 oh gitu 35:45 heeh berarti nasihat yang diberikan 35:47 masuk ke dia gitu dia curhat pasti kan 35:49 di ada balasannya 35:51 atau ee ee sikapnya baik gitu sehingga 35:55 dia suka gitu. Nah, itu memang ee 35:59 berbanggalah jadi tempat curhatan gitu 36:01 ya. Jadi bisa memperbaiki ee masalah 36:05 yang dia temui. Nah, itu masalahnya apa? 36:07 Kita tinggal lihat aja apa dia 36:09 terlalu sedih atau cepat stres atau apa 36:11 gitu ya. 36:13 Asalamualaikum, Dokter Untunglok mau 36:15 tanya, mm apakah lata itu termasuk 36:17 gangguan jiwa dan kenapa lata itu hanya 36:20 ada di Indonesia? Apakah Lata juga ada 36:22 di luar negeri? 36:24 Lata ada di luar negeri. 36:26 Ada juga ya? 36:27 Ada. Ada. Ada juga hampir semua ya. 36:29 Ee mungkin ya saya juga mesti lihat 36:32 juga. Saya belum pernah tahu tuh kalau 36:34 Latah si itu emang ee kayaknya ee suatu 36:39 keadaan yang menyebabkan fisik kita jadi 36:42 terganggu ya. 36:43 He. 36:44 Karena ee menyebutkan sesuatu enggak ee 36:47 apa namanya? Berkali-kali 36:48 berulang-ulangan tatapan gitu ya. Jadi, 36:51 jadi itu bisa gangguan jiwa bisa mungkin 36:54 bisa diperbaiki juga ya. 36:56 Tapi orang lata-lata kebanyakan mohon 36:58 maaf nih perempuan 36:59 kok orang Betawi yang perempuan bro 37:01 Betawi. 37:02 Oh gitu. Betawi ya? 37:02 Enggak tahu ya? Enggak tahu. 37:04 Enggak juga sih. Orang Padang juga ada. 37:06 Ada [tertawa] juga ya? 37:08 Heeh. 37:08 Ada juga ya? 37:10 Oh, 37:11 setahu saya sih orang saya tahu orang 37:13 Padang juga. 37:14 Oh, [tertawa] ada juga ya. 37:16 Ada orang Ria. 37:20 Oke. 37:21 Kalau itu jatuhnya apa? Kalau latah. 37:23 Hah? 37:23 Kalau latah jatuhnya apa? 37:24 Jatah itu latah jatuhnya apa? Dia gejala 37:27 apa itu? 37:29 Waduh saya enggak saya enggak berani 37:32 belum bisa memberikan jawaban yang benar 37:33 ya di anos saya yang benar ya. Kenapa ya 37:35 Latah? Tapi memang ada yang mengatakan 37:36 sih itu memang ee ee suatu keadaan di 37:41 mana dia sebetulnya depresi dia tuh ya. 37:43 He. 37:43 Ee setelah apa latah itu ya. Jadi dia ee 37:48 berbicaranya enggak bisa dikontrol ya 37:52 kan gitu kan. Dia enggak dia enggak 37:54 mikir lagi terus langsung dengar satu 37:56 suku kata dia ulangi lagi kan gitu. 37:59 Eh ini ini ini gitu [tertawa] 38:01 kan 38:03 dia. 38:04 Heeh. Dia mencari perhatian berarti. 38:06 Heeh. 38:07 Ya bisa jadi penyebabnya bukan ya bisa 38:10 depresi bisa stres ya. Heeh. Oke, dari 38:15 Bapak Andi di Celudas. Alhamdulillah 38:17 terima kasih Radio Rasio. Acaranya bagus 38:19 sekali menambah pengetahuan. Terima 38:21 kasih dokter Untung. Sehat walafiat 38:23 dari Andi di Cepadu, Cileduk, Tangerang. 38:25 Terima kasih. 38:26 Alhamdulillah. Makasih, 38:27 Mas Andi, Bang Andi. Oke, 38:34 Dok. Ee kalau kita datang psikologisiat 38:37 itu 38:39 berapa lama? Karena karena harus curat 38:41 lama nanti kasihan pasien sebelum pasien 38:43 berikutnya dong. 38:44 Iya memang. 38:45 Dan ee bayaran itu ditentukan dari 38:47 lamanya atau kasusnya [tertawa] dong. 38:51 [terkesiap] 38:52 Iya. 38:52 Dari Bambang. [tertawa] Pak Bambang 38:54 pertanyaannya unik-unik juga ini. 38:56 Oh unik. Kalau [erangan] psikolog dia 38:59 lebih banyak ke arah bicaranya ya ke 39:01 psikolog. psikiater banyak ke obatnya 39:03 ban ya. Jadi 39:05 jadi kalau gitu 39:06 dia memang ee kelainan jiwanya yang 39:08 lebih utama ya nanti dia inikan ya. Tapi 39:11 kalau psikolog lebih banyak ke arah 39:12 curhat emang lebih lama mungkin 39:14 bicaranya cuman mereka udah udah ada 39:16 patokannya. Saya enggak saya belum tahu 39:19 benar berapa patokannya tapi pasti ada 39:21 patokannya lah. Setengah jam atau 39:23 atau 1 jam berapa gitu ya. Engak apa sih 39:25 ada ya. 39:27 Setah saya dokter spesialis yang lain 39:28 juga ada. Kalau dia pasiennya ngomong 39:31 banyak, dia [tertawa] naikin. 39:34 Saya juga gitu. 39:37 Kalau e pisiater psikolog tuh di ini 39:39 enggak sih sama BPJS dicover enggak sih? 39:42 Ee kalau psikiater dicover, psikolog 39:44 juga dicover tu. 39:45 Oh ada ya? He. 39:48 Ee salamindik saya sangat sekali takut 39:51 kecoa. Kalau ngelihat kecoa udah kayak 39:52 kalat ular teriaknya telas banget. 39:54 Takutnya luar biasa kepada kecoa. 39:56 Iya. 39:57 Bagaimana cara mengatasinnya? 39:59 [tertawa] 40:00 itu fobia. Tapi ya kalau bisa jangan ada 40:02 kece aja ya. Yang paling gampang itu 40:05 karena ee ngobatin fobianya itu kan ee 40:09 agak susah juga ya. Mesti ada apa 40:12 namanya nanti dihadapkan oleh kecoa biar 40:15 lama-lama dia biasa gitu. Tapi bisa sih. 40:18 Tapi maksud saya lebih baik hindari aja 40:21 daripada berobat kan susah ya. Dan itu 40:23 enggak enggak membahayakan gitu. 40:25 Maksudnya dia terak ya terak aja. 40:27 [tertawa] 40:28 Oke, dokter. Untung saya Bimb Jakarta 40:31 Selatan. Orang dulu bilangnya orang 40:33 gila. Kenapa orang sekarang bilangnya 40:35 ODGJ? Alasannya kenapa, Dok? Dan sejak 40:37 kapan perubahan penyebutan tersebut? 40:40 Waduh, 40:41 B. 40:41 Iya. Kalau orang Oh, ya. Orang gila itu 40:45 kan padahal kan belum tentu semua gila 40:48 gitu. [tertawa] 40:50 Gila itu kayaknya juga ada stigmanya ya. 40:53 Kasihan kita jadi orang jadi malah jadi 40:55 takut. gitu. 40:57 Padahal kan dengan kalau kita sebut 40:58 gangguan jiwa itu kan belum tentu dia 41:02 gila. Karena pikiran orang yang tadi 41:04 saya sampaikan, pikiran orang gila itu 41:06 adalah orang yang telanjang jalan atau 41:09 tidak mandi-mandi, tidak nyukur-nyukur 41:11 ininya kotorlah gitu ya. Ee atau 41:14 teriak-teriak sendiri tengah jalan. 41:15 Pikirannya seperti itu. Padahal 41:18 ee e itu hanya sebagian dari ee orang 41:22 dengan gangguan jiwa. Ya, 41:23 itu aja sih sebetulnya. 41:26 Kapan? 41:27 Hah? 41:28 Oh, kapan? Kayaknya sudah lama ya, sudah 41:31 hampir 20 tahun ya? 20 tahunan lah 41:34 setahu saya ya. Jadi ee sebetulnya 10 41:38 tahun yang lalu tuh sudah mulai dengan 41:39 kita anti ini ya apa pas itu segala tuh 41:43 sudah mulai. Jadi kalau ada pasung, ada 41:44 orang di pasor aja ke puskesmas nanti 41:47 dia datang dia suntik dia ada obatnya 41:49 ya. Dia suntik untuk 1 bulan supaya dia 41:51 tenang. Kemudian dibuka pasnya gitu. 41:54 sekarang pasuk sudah enggak ada kali 41:55 masih apa masih ada 41:56 masih ada sih ee daerah-daerah terpencil 41:59 ya karena ee mereka kadang-kadang ya 42:01 hostle apa namanya ee kasar gitu ya bisa 42:04 mukul apa ganggu ee sekitarnya jadi 42:07 masih ada sih 42:08 ganggu 42:09 dan akses kepada apa pelayanan kesehatan 42:12 juga kurang jadi mereka enggak tahu bawa 42:15 ke mana gitu ya karena kalau ini 42:17 pengalaman saya nih saya pernah kerja 42:19 juga di rumah sakit jiwa ya orang kalau 42:22 masukin pasien ke rumah sakit jiwa tuh 42:24 kayak apa ya? 42:27 Kayak udah ditinggalin aja udah jadi 42:29 udah sembuh ya didiamin aja di situ. 42:31 [tertawa] 42:32 Jadi apa namanya ee kasihan gitu kita 42:34 jadi kita mesti ngantterin dia pulang. 42:37 Oh karena Heeh. Sebetulnya 42:39 pemanapan jiwa kan sudah sekarang sudah 42:41 modern sekali ya. Sudah dengan obat bisa 42:44 itu sebetulnya dia lebih banyak rawat 42:46 jalan dibandingin sama rawat inap. Tapi 42:48 kalau udah gawat emang ya dia hostle dia 42:51 mulai apa melukai dirinya sendiri atau 42:53 orang lain. Nah itu kita baru rawat ya. 42:56 Jadi kalau enggak sih dia berobat a yang 42:59 saya cerita itu saya lagi conference 43:01 kiri kanan saya bilang saya bipolar dan 43:04 ini tenang-tenang aja saya juga waduh 43:05 ini saya ngeri juga tapi rupanya biasa 43:08 aja. Jadi kalau dia makan obat dia bisa 43:11 di ee tenang dia bisa hidup normal ya. 43:15 Oke ya. 43:18 Asalamualaikum dari PPN Suppeni. 43:19 Asalamualaikum warahmatullahi 43:20 wabarakatuh. Emang di acara Rasil paling 43:22 hebat, mencerdaskan seperti acara ini. 43:25 Oh, terima kasih 43:26 Pak Pen [tertawa] dokter Untung Sekjen 43:30 loh. Sekjen Kementerian Kesehatan. 43:33 Oke. 43:35 Hm. Dari Pak Hari di Batam. Sari 43:39 Batam. Dari Deni di Batam. 43:41 Asalamualaikum, Dokter. Untung orang 43:43 dengan gangguan jiwa parah. Apakah bisa 43:46 disembuhkan dan jika sudah sembuh, 43:48 adakah potensi kamu kembali dan seperti 43:51 apa metode penyembuhan sakit jiwa? 43:53 Oke, ya. Bisa. Jadi ee dia memang ini 43:57 kan penyakit yang sembuhnya lama ya atau 44:00 kok disebutkan ya dia mesti tetap makan 44:02 obat gitu. Kalau dia berhenti makan obat 44:04 ya bisa kambu lagi ya. Ee dan itu yang 44:09 kita mesti jaga gitu. Jadi ee 44:14 maksud saya memberikan apa namanya acara 44:16 ini namanya seperti itu juga supaya kita 44:19 tahu bahwa di lingkungan kita tuh 44:20 mungkin ada yang normaln normal tapi dia 44:22 karena dia makan obat dia kelihatannya 44:25 sehat gitu tapi nanti pas dia jatuh 44:27 miskin atau dia apa ya ee katakanlah 44:31 yang menjaga dia hilang itu dia akan 44:35 lupa makan obat. Nah, itu yang kita 44:37 mesti siap-siap gantiin tuh supaya dia 44:39 makan obat terus. Jadi, ee 44:42 sama dia makan obat sih baik-baik aja ee 44:46 dia akan normal dan kita jaga ya. Dan 44:49 salah satu obat yang paling bagus tuh 44:51 dia kembali ke komunitas gitu. Jangan di 44:53 rumah sakit. 44:54 Hm. 44:55 Jangan kita ee tadi yang saya ceritakan 44:57 itu seperti mereka membuang keluarganya 45:00 karena dia sakit jiwa gitu. Udah buang 45:02 aja di rumah sakit padahal itu salah. 45:04 H 45:05 ya. 45:06 Saya pernah ke Inggris ya. Saya tanya 45:08 mereka, "Saya mau lihat rumah sakit jiwa 45:10 lah." Dia bilang, "Oke, 45:12 saya dibawa ke mana coba? Bisa tebak 45:14 enggak, Pak?" 45:15 "Ke mana?" "Ke pasar." 45:17 Ke penjara. 45:18 Oh, 45:18 jadi penjara itu isinya orang sakit jiwa 45:21 semua katanya. 45:22 Jadi direkturnya itu psikiater 45:24 ee penjara. Dia bilang di orang berbuat 45:27 jahat itu sakit jiwa katanya dia menurut 45:28 [tertawa] mereka. Jadi, jadi kita di ee 45:31 dia dia buat lingkaran satu, lingkaran 45:33 dua, lingkaran tig itu lingkaran ee tiga 45:36 itu adalah copet. Jadi kita hati-hati 45:39 dompet segala harus ee dimasukin ee ke 45:43 tempatnya. Yang keduanya pemerkosa itu. 45:46 Yang ketiga baru narkoba tuh. Itu yang 45:49 mesti di hati-hati. Jadi dia dijaga ya 45:52 isolasinya lebih kuat. Jadi kayak gitu 45:55 mereka ya saya baru tahu. Oh gitu. 45:57 Enggak ada rumah segitu. Ada dia bilang. 45:59 Tapi udah udah kuno. Dia bilang sudah 46:01 zaman sekarang kita treat rawat jalan. 46:04 Dia bilang gitu. Di rumah sakit rawat 46:05 jalan bisa bisa 46:09 ee teratasi mereka. Tapi memang mereka 46:11 punya sistem kesehatan yang luar biasa 46:13 ya Inggris ya. Jadi itu saya juga 46:15 bingung tuh ee baru saya sadar bahwa 46:18 memang kita harus juga merubah gitu ya. 46:20 Jadi jangan terlalu banyak di rumah 46:22 sakit. Nah, di Indonesia ini sebetulnya 46:24 pemerintah sudah lumayan sih kalau boleh 46:28 ee sombong dikit ya, 46:30 bahwa sekarang pelayanan jiwa itu bukan 46:32 hanya di rumah sakit jiwa, tapi di rumah 46:34 sakit umum juga ada. Jadi 46:36 sekarang aksesnya lebih luas. Makanya 46:38 kita sekarang jarang sekali lihat orang 46:40 [berdehem] 46:41 yang telanjang, yang enggak mandi, yang 46:43 ngomong sendiri apa di jalan-jalan itu 46:45 sekarang sudah jarang sekali. pasti 46:47 diambil oleh Dinas Sosial terus 46:49 dimasukin 46:50 panti atau dibersihin terus kemudian dia 46:52 dibawa ke kalau memang di perlu diobati 46:55 dibawa ke rumah sakit sudah habis itu 46:57 mereka dipiara di situ di panti sampai 47:00 mereka sembuh ya. Waduh, 47:03 ini banyak sekali pertanyaan nih. Ada, 47:05 Dok, bagaimana orang yang suka speak up 47:07 di TV maki-maki 47:09 lawan politiknya [tertawa] apa gitu 47:12 kasas ke jiwa. Kadang-kadang dia padahal 47:15 di posisih yang salah katanya, tapi dia 47:17 beris pick up. Kemudian kalau suka 47:20 cium-cium gambar wanita cantik, apakah 47:22 gangguan jiwa juga untuk pelampiasannya? 47:25 Iya, itu berarti hyper. 47:28 Oh, ini ini beda dua dua pertanyaan ya. 47:30 Iya, dua, dua dari dua orang. 47:31 Dua [tertawa] orang kan 47:33 kalau yang speak up di itu ya emang ee 47:36 jangan-jangan dia juga nyari 47:38 penghasilannya caranya kayak gitu ya. 47:39 Sekarang panggung 47:41 cari panggung ya. Netizen itu kan 47:43 macam-macam cari penghasilan lewat ee 47:45 YouTube ya karena ee kita dapat uang ya 47:48 kalau di YouTube ya. 47:49 Iya. [tertawa] 47:51 Mungkin itu makin banyak yang ee dengar, 47:54 makin banyak yang lihat ee mungkin ee 47:57 dia bisa dapat lebih banyak penghasilan. 47:59 Jadi dia berusaha mencari mana yang 48:02 disukai oleh masyarakat gitu. Biasanya 48:04 yang ngelawan-lawan pemerintah tuh 48:06 senang banget tuh semua orang pada 48:07 nonton. [tertawa] 48:10 Iya. 48:11 Itu bukan gangguan jiwa tuh. 48:12 Enggak itu sih itu justru pintar dia 48:15 [tertawa] 48:16 nyari [terkesiap] kalau gangguan jiwa 48:19 tuh dia mengkhayal. bisa dia jadi 48:21 menyatakan bahwa aduh kita akan diserang 48:23 oleh makhluk dari luar angkasa nih besok 48:26 nih ini harap siap-siap sudahudah mau 48:28 kiamat atau nah itu itu [tertawa] 48:32 parano itu. 48:34 Jadi ya kita kita tahulah itu kanak ya 48:37 mungkin terjadi. Saya juga enggak tahu 48:39 tapi kan enggak mau kecil sekali 48:40 kemungkinannya ya. Jadi ya tapi dia 48:43 besar-besarin kan. Heeh. Itu tadi kalau 48:45 suka nyium-nyium gambar wanita cantik, 48:47 apakah gangguan jiwa atau [tertawa] 48:49 pelampiasan itu? Iya, itu pelampiasan 48:51 itu ada gangguan jiwa ya pastinya yang 48:53 aneh ya. Kalau gambar dicium-cium karena 48:55 manusia dicium ya. 48:56 H 48:57 iya. 48:58 Ee dari Bapak Martono, "Dok, saya pernah 49:01 melihat mobil menurun banyak ODGJ di 49:03 pinggir jalan pada malam hari. Ini 49:06 mereka dari mana? Dari rumah sakit mana? 49:08 Dari dinas apa mana? 49:09 Oh, itu enggak boleh sebetulnya. Kalau 49:11 di itu dilaporkan aja itu enggak boleh 49:13 ya. 49:14 Jadi enggak tahu gjnya tahunya dari 49:17 mana. Apa emang benar ee 49:21 orang sakit jiwa atau bukan? Kita enggak 49:23 tahu kan apa benar. Kalau dia ada ini 49:25 kan pasti dia ada 49:26 pakaian yang mungkin 49:27 loh berarti dia bukan nanganin ODGJ 49:30 dong. Kalau dia menangani dia sudah 49:32 bersih kan pakaiannya sudah bagus, sudah 49:34 dimandiin, sudah di kalau diobatin dari 49:37 rumah sakit ya 49:38 atau mungkin enggak sembuh gimana 49:41 ya enggak sembuh ya disembuhkan dong 49:43 sampai sembuh deh 49:44 ya sampai sembuh ya 49:45 ee mungkin enggak ya yang saya bilang 49:48 kan sekarang sudah ada obat yang kita 49:49 bisa suntik terus dia 30 hari baru ee 49:52 habis gitu jadi dia enggak usah makan 49:54 obat tapi dia bisa baik gitu ya jadi ee 50:00 long term gitu ya. Jadi sekarang sudah 50:03 banyaklah obat-obat yang bagus-bagus 50:04 gitu. Menurut saya sih mungkin aja 50:06 disembuhkan sih ya sembuhnya dalam arti 50:09 kata dia makan obat ya jadi bukan sembuh 50:11 kalau dia berhenti sama estimasi 50:12 ya sama kayak DM lah kayak di batus 50:15 militus kan berapa persen kalau 50:19 tinggi semua orang sih yang diobatin di 50:21 rumah sakit setahu saya sembuh ya 50:24 iya ya bisa 80 50:26 sekarang pengobatan sudah makin canggih 50:28 canggih sekali suntik bisa dia ini kan 50:31 pengobatan saya di di ee di Puskesmas ya 50:35 udah ada obatnya yang bisa kayak long 50:37 acting itu ya. 50:38 Oke. 50:39 Di berapa puskesmas ya tahu? Makanya itu 50:41 jarang sekali kita serang lihat orang di 50:42 pasta apa ya karena itu 50:45 ini pertanyaan lucu-lucu dari Pak Haji 50:47 Raya eh Pak Haji Raya ya Depok. 50:49 Asalamualaikum Dr. Untung. Kami menyimak 50:52 bagus sekali acara ini. Semoga sehat 50:54 walafiat dokter Untung. Bang. 50:56 Amin. 50:57 Eh dan kru Rasil. Apakah orang sakit 50:59 jiwa enggak bisa bersin? [tertawa] 51:02 Bisa. 51:04 Bisa itu pan bisa batuk. Saya juga 51:08 enggak [tertawa] tahu ini. Kenapa 51:10 pertanyaan ini bisa muncul ya, Pak Haji 51:12 Raya? 51:13 Mesti lihat lagi itunya ya. E oke. 51:20 Wah, asalamualaikum. Menarik sekali 51:22 acara ini nih. Ee, Dok. Ee, apakah orang 51:25 di bus yang saya kan sudah tua ini ada 51:28 anak muda enggak mau kasih saya duduk. 51:30 [tertawa] 51:31 Dia duduk aja pura-pura tidur enggak mau 51:33 ngasih ini sakit jiwa. 51:35 Itu perilaku yang tidak benar aja. Jadi 51:38 mungkin enggak di 51:41 menerima pelajaran atau nasihat dari dia 51:43 tidak nerima nasihat dari orang tuanya 51:45 untuk memberikan tempat duduk untuk 51:48 saya juga gitu kalau naik LRT juga 51:50 kadang-kadang sudah tahu ini ada 51:51 tulisannya untuk lansia tapi mereka 51:54 belaga tidurlah [tertawa] belaga. 51:57 Nanti saya minta tolong Satpamnya, Pak. 51:58 Tolong dong, Pak. Saya mau duduk situ. 52:00 Eh, baru diusir. [tertawa] 52:03 Emang kita enggak diajarin dari kecil 52:06 bahwa kita harus antri atau kita 52:08 menghormati orang tua itu enggak 52:09 diajarin. Di TK juga enggak diajarin, di 52:12 SD juga enggak diajarin. Tapi di luar 52:14 negeri diajarin. 52:15 Di Cina diajarin, 52:16 diajarin. Heeh. Mesti hormat sama orang 52:18 tua itu diajarin. Nah, kita tuh enggak 52:21 hormat sama guru kan, tapi tidak sama 52:23 orang tua. Jadi guru yang kita anggap 52:26 sebagai yang yang utama mesti memang ada 52:29 di situ nilai-nilainya mesti di 52:32 ditingkatkan ya. 52:34 Ya, diajarin. 52:36 Oke. 52:38 Masih ada waktu, Kang Andi. Oh, udah. 52:41 Oh, ini ya. Oh, habis ini acara HM ya. 52:45 Oke, 52:47 sepertinya semuanya sudah terjawab ini. 52:51 Terima kasih Rasil telah menampilkan 52:52 acara ini. Acara ini menarik saya. Oke, 52:54 terima kasih Bapak Kun. Terima kasih Pak 52:57 Fari. Oke. Ee, Dok. Terima kasih, Dok. 53:00 Ada kesimpulan mau disampaikan? Silakan. 53:02 Ee saya rasa itu aja. Jadi ee yang tadi 53:06 saya sampaikan bahwa kita harus sadar 53:09 bahwa di sekitar kita tuh banyak ee 53:13 orang yang dengan gangguan jiwa. Yang 53:15 kedua memang kita harus sadar. Saya tadi 53:17 lupa menyampaikan bahwa sekarang juga ee 53:19 gangguan jiwa banyak pada remaja ya. 53:21 Karena remaja ini sekarang saingannya 53:23 banyak benar. 53:24 Mereka pengin banyak ya tapi enggak mau 53:27 kerja pengin banyak 53:28 generasi Z gitu katanya. [tertawa] 53:30 Maunya 53:31 hidup enak. hidup enak tapi enggak mau 53:34 kerja gitu. Nah, itu bikin stres besar. 53:36 Maka itu ee stres di antara remaja 53:39 meningkat luar biasa. Sekarang banyak 53:41 sekali ya. Tadinya cuma 10% sekarang 53:43 15%. Jadi ee apa namanya? Kita mesti 53:47 hati-hati dengan anak-anak kita untuk 53:49 menjaga mereka supaya ee jangan sampai 53:52 kayak gitu ya. Distres. Ada yang tidak 53:55 fokus ya. Jadi yang ee ya mungkin karena 53:58 gadget banyak jadi mereka juga main 54:01 gadget terus tidak fokus pada apa yang 54:03 dia mau capai gitu. Jadi misalnya 54:05 sekolah tuh dia agak ketinggalkan dia 54:07 lebih baik main ee gadget gitu. 54:09 Nah, hal-hal seperti ini memang kita 54:11 harus perhatikan di zaman yang ee 54:13 disruptif untuk teknologi sekarang ya. 54:16 Memang itu menolong kita untuk 54:18 berkomunikasi dan apa-apa. Tapi di lain 54:21 pihak itu membuat juga keluarga kita 54:24 jadi ee [berdehem] 54:27 bisa kena gangguan jiwa juga. Akhirnya 54:29 itu hati-hati. Itu aja, Pak. Jadi ingin 54:32 menyadarkan bahwa memang kita harus 54:34 hati-hati sekarang. Ini silent. Silent 54:36 sekali. Dia diam aja enggak kelihatan, 54:38 tapi dia menyebar di antara kita, gitu. 54:42 Dok, anak saya kuliah kedokteran di luar 54:44 negeri. Apakah nanti bisa praktik di 54:45 Indonesia? 54:47 Bisa, bisa. 54:48 Oh, bisa ya. 54:49 Bisa. Jadi nanti ee namanya adaptasi ya. 54:52 Heeh. 54:53 Jadi sekarang dia 1 tahun ada di ee 54:57 rumah sakit pemerintah. 54:59 Dia sekolah kuliahnya di Jerman. 55:01 Iya. Dia selesai dari situ dia mesti 55:03 daftar dulu ee adaptasi di Indonesia. 55:07 Oh, gitu. 55:07 Nanti ada ada panitia untuk adaptasi 55:10 diterima atau enggak diterima di mana 55:11 gitu. Biasanya rumah sakit pendidikan. 55:13 Kemudian dia di sana setahun ee 55:17 harus 55:19 membuktikan bahwa dia bisa jadi dokter 55:22 beneran ya. Karena bisa aja dia punya 55:25 ijazah tapi kita enggak tahu ijazahnya 55:27 dari mana. Nah, itu harus dibuktikan. 55:29 Kemudian setelah dia setahun dia akan 55:33 boleh lagi bekerja mestinya 2 tahun. 55:35 Nah, dengan undang-undang tahun kedua 55:37 itu dia akan digaji. Jadi jangan takut 55:39 gitu dia enggak akan hilang. 55:41 Enggak. kan. Jadi selama itu akan dapat 55:43 uang untuk dari ee sebagai hasil 55:46 kerjanya dia. Jadi bukan kalau dulu tuh 55:49 enggak digaji justru ada skelar uang. 55:51 Sekarang sih enggak ya. Sekarang jadi 55:52 bagus kalau mau 55:54 pulang silakan aja. 55:57 Saya tidak mau bertanya sianya hanya 55:58 ingin komentar saya. Dokter suaranya 56:00 enak. Ya [tertawa] 56:03 udah 56:04 gawat. 56:06 Terima kasih ya 56:08 Ibu sama Ibu Susi. Terima kasih. Iya, 56:10 makasih Bu Susi. Oke, Dok. Terima kasih, 56:13 Dok, atas kehadirannya. Dihasil memberi 56:15 pengetahuan untuk 56:17 memberikan apa? Mengedukasi tentang 56:19 gangguan jiwa. Terima kasih. 56:21 Mudah-mudahan siaran ini bermanfaat. 56:23 Saya Muhammad Krishna Oni Saputra dan 56:25 Algimon pamit. Wabillahi taufik 56:27 walhidayah. Wasalamualaikum 56:28 warahmatullahi wabarakatuh.